BANTUAN: Sekdakab Langkat Indra Salahuddin menerima bantuan 500 Rapid Test dari Fraksi PDIP DPRD Sumut.
LANGKAT, SUMUTPOS.CO-Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat menerima bantuan 500 unit Rapid Test dari Fraksi PDIP DPRD Sumut, yang diterima langsung, oleh Sekdakab Langkat, Dr.Indra Salahuddin, Senin (3/8).
Pada penyerahan Rapid Test tersebut, Ketua Fraksi PDIP DRDP Sumut, Ir. Sugianto Makmur berharap bantuan yang diberikan dapat memaksimalkan dalam pencegahan dan penanganan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Langkat.
“Selain untuk membantu, juga sebagai bentuk apresiasi kami kepada Tim Satgas Covid-19 Langkat, agar terus semangat menghadapi wabah yang belum juga berakhir ini,”kata Sugianto didampingi Wakil Ketua DPRD Langkat, Ralin Sinulingga serta sejumlah anggota DPRD Sumut dari fraksi PDIP.
Sementara itu, Sekdakab Langkat Indra Salahuddin didampingi Jubir Covid- 19 Langkat Dr.Juliana selaku Plt.Kadis Kesehatan Langkat, Kepala BPBD Langkat Iwan Syari, mengucapkan terimakasih dan berharap bantuan yang diberikan dapat memperkuat tim Satgas Covid-19 Langkat untuk mentracing masyarakat yang kemungkinan terpapar Covid-19. Ralin Sinulingga juga menyampaikan, bahwa bantuan ini dapat diberikan atas kerja sama Fraksi PDIP DPRD Sumut dengan Yayasan Ariyasasana, yang bertujuan untuk melengkapi kurangnya alat rapid tes di Langkat.
“Semoga dapat membantu menghasilkan data yang riel atas persentase Covid, sehingga akan mempermudah penangganannya di Langkat,”tandasnya. (yas/han)
BANTUAN: Jajaran Polsek Padang Hulu Kota Tebingtinggi memberikan bantuan sosial kepada warga kurang mampu.
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO- Jajaran Polres Tebingtinggi melalui Polsek Padang Hulu kembali menyalurkan Bantuan Sosial (bansos) kepada warga yang berdampak Covid-19 di Kecamatan Padang Hulu dan Kecamatan Tebingtinggi Kota, Senin (3/8).
Kapolres Tebingtinggi AKBP James P Hutagaol melalui Kanit Binmas Polsek Padang Hulu, Iptu S Pardede dan anggota Bhabinkamtibmas Polsek Padang Hulu Kelurahan Tualang Bripka Bottor Tambunan dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Lubuk Raya, Kelurahan Pelita, Kelurahan Durian Brigadir Leo Hutauruk serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Bandar Utama Polsek Rambutan Aiptu E Saragih memberikan bantuan 5 kg beras.
Iptu S Pardede menyatakan, bansos diberikan untuk meringankan warga kurang mampu yang terdampak dengan pandemi Covid-19 di Kota Tebingtinggi.
Pada kesempatan itu, petugas juga melakukan sosialisasi protokol kesehatan untuk memutus mata rantai pandemi Covid-19.
“Jaga kebersihan lingkungan, gunakan masker. Ikuti protokol kesehatan yang diimbau pemerintah,”ujar Iptu S Pardede. (ian/han)
SAKSIKAN: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan menyaksikan pemotongan hewan kurban di Kampung Kambing, Kelurahan Rantau Laban Kota Tebingtinggi.
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO-Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan mengungkapkan, jumlah kurban secara keseluruhan di Kota Tebingtinggi mengalami peningkatan hingga bernilai sampai Rp10 miliar.
“Ini juga menjadi indikator pendapatan masyarakat yang cukup baik dan diharapkan menjadi ekselerator bagi aktivitas perekonomian kota,” bilang Umar dalam sambutannya pada acara Pemotongan kurban dari Lembaga Nurul Insani asal Singapura yang bekerjasama dengan Kampung Kambing, di Jalan Bukit Suling, Kelurahan Rantau Laban, Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi, Jumat ( 31/7).
Pada kesempatan itu, Wali Kota Umar Zunaidi Hasibuan juga berterima kasih kepada Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi yang telah berkurban di Tebingtinggi, dan lembaga Nurul Insani dari Singapura yang telah mempercayakan berkurban di Kota Tebingtinggi, sebelumnya di Kota Mataram NTB sebanyak 5 sapi 380 kambing. Disebutkan Umar Zunaidi Hasibuan, total keseluruhan hewan kurban di Kota Tebingtinggi sebanyak 602 ekor sapi dan 751 ekor kambing yang nilainya Rp10 miliar.
Wali Kota Tebingtinggi ini juga berpesan kepada seluruh masyarakat agar dalam pengambilan kupon kurban tetap mengikuti protokol kesehatan, teratur dan tidak berkerumunan.
Adapun turut hadir pada acara tersebut, Kadis Kominfo Dedi P Siagian, Kabag Kesra Syahbana, Camat Rambutan Marwansyah, Wulan Owner Kampung Kambing, Lurah Rantau Laban Fadlunsyah dan seluruh panita qurban. (ian/han)
KETERANGAN: Jubir Tim GTPP Covid-19 Drs Akmal dampingi Sekretaris Mhd Fadhil Isa SSTP, dan Kabid Penyelenggar, Senin (3/8).
SERGAI, SUMUTPOS.CO-Jumlah kasus positif covid-19 di Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) mengalami peningkatan. Dari total 46 kasus menjadi 48 kasus dengan rincian 30 orang dinyatakan sembuh, 17 orang dinyatakan positif, sedangkan 1 orang meninggal.
Hal itu disampaikan jubir GTPP Covid-19 Sergai, Drs Akmal MSi didampingi Sekretaris Mhd Fadhil Isa, SSTP, dan Kabid Penyelenggara e – Goverment Sudiyono S.Kom dikantor Dinas Kominfo Sergai, Senin (3/8).
Adapun penambahan 2 kasus lagi, pertama berinisial DH (42), seorang wanita warga Kecamatan Perbaungan. Sebelumnya, Rabu (22/7) lalu, DH melakukan tes PCR, karena DH masuk dalam daftar kontak erat dari seorang dokter anastesi yang bertugas di Rumah Sakit, yang sebelumnya dinyatakan positif Covid-19. “Pada Rabu (29/7), hasil tes PCR DH keluar dan dinyatakan positif Covid-19,” sebut Akmal. Kemudian, inisial ES (32) seorang wanita warga Kecamatan Sei Rampah. DH dan ES telah menjalani pengambilan tes Swab. Hasilya pada Rabu (22/7). “Karena kedua orang ini masuk dalam daftar tracing yang sama,” bilang Akmal. Akmal menjelaskan, untuk kedua orang yang dinyatakan positif covid-19 telah menjalani isolasi mandiri sejak Rabu (22/7) lalu, dan kondisinya cenderung sehat dan tidak menunjukkan gejala sakit apapun. Kemudian tim GTPP Covid-19 Sergai terus melakukan antisipasi sesuai dengan prosedur yang berlaku dengan melakukan prosedur tracing terhadap keluarganya yang menjalin kontak erat dengan para korban. Selain itu, tim GTPP Covid-19 segara melakukan penyemprotan cairan disinfektan di lokasi rumah atau area yang dianggap rawan. “Masyarakat dituntut tetap beraktivitas produktif, namun tetap menerapkan protokol kesehatan seperti menjaga jarak 1-2 meter, gunakan masker, cuci tangan pakai sabun, tetap menjaga pola hidup sehat untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 di Kabupaten Sergai,” jelas Akmal. (sur/han)
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Binjai, H Muhammad Idaham mendukung penuh proses pembangunan Masjid Darussa’adah di Jalan Sumbawa, Linkungan II, Kelurahan Kebun Lada, Binjai Utara.
Dukungan itu disampaikan Idaham saat menerima kunjungan panitia pembangunan dan Badan Kemakmuran Masjid Darussa’adah di Ruang Binjai Comand Center, Balaikota, Selasa (28/7) siang.
“Insyaallah nanti dianggaran tahun 2021 akan bantu anggarkan Rp100 juta untuk proses pembangunan Masjid Darussa’adah,” kata HM Idaham.
Idaham juga memberikan apresiasi kepada Haji Tumingin yang sudah mewakafkan tanahnya untuk pembangunan Masjid Darussa’adah. “Saya sudah dengar dan sangat bangga dengan apa yang sudah dilakukan Pak Haji Tumingin sebagai pewakif untuk pembangunan Masjid Darussa’adah,” ucapnya.
Selama 10 tahun sebagai Wali Kota Binjai, kata Idaham, Binjai sudah memiliki 200 lebih masjid yang berada di 5 kecamatan. “Kalau sudah terbangun nanti, harapan saya marilah kita jaga, dipelihara dan makmurkan masjid ini. Jangan hanya bangunannya saja yang besar, tapi harus senantiasa diisi dengan kegiatan ibadah dan dakwah lainnya,” kata dia.
Sementara, Ketua BKM Darussa’adah, M Nuhman mengaku senang atas sambutan Wali Kota Binjai. Nuhman berharap bantuan yang dijanjikan dapat segera terealisasi. Ketua Panitia Pembangunan Darussa’adah, Amran menjelaskan, proses pembangunan Masjid Darussa’adah akan berdiri di lahan seluas 1453 m2 yang sudah diwakafkan oleh Haji Tumingin.
“Masjid ini terdiri dari satu lantai yang dapat menampung lebih kurang 300 jemaah,” katanya.
Proses pembangunan Masjid Darussa’adah ditaksir akan menghabiskan dana sebesar Rp2,7 Miliar. “Tadi Pak Wali bilang akan bantu dana Rp100 juta. Dan kami ucapkan terima kasih dan bangga sekali dengan pak wali karena pembangunan agama menjadi prioritas utama dari pak wali,” pungkasnya. (ted/han)
CINDERAMATA: Noni Rivawani menerima cinderamata dari Ketua KPU Binjai, Zulfan Effendi.
teddi/sumut pos.
CINDERAMATA: Noni Rivawani menerima cinderamata dari Ketua KPU Binjai, Zulfan Effendi.
teddi/sumut pos.
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) Komisi Pemilihan Umum Kota Binjai telah melakukan penyocokan dan penelitian (coklit) untuk pemutakhiran data pemilih sejak 15 Juli 2020 sampai 14 Agustus 2020.
“Dari data yang sudah masuk hingga 3 Agustus 2020, Coklit di Binjai sudah 72,5 persen selesai dilakukan,”ungkap Ketua Divisi Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia KPU Binjai, Robby Effendi, Senin (3/8).
Robby menjelaskan, ada 3 PPDP yang bekerja di wilayah Binjai Timur tercepat melakukan Coklit. Adalah, Noni Rivawani di TPS 7, M Billy Fernandra di TPS 20 dan Yuli Francisca di TPS 21, Kelurahan Sumbermulyo Rejo. “Ketiganya sudah rampung melakukan Coklit sebelum deadline. Terima kasih kawan-kawan PPDP,” kata Robby.
Tugas penyelenggara Pemilu menjadi dua karena Pandemi Covid-19. Adalah, menyelamatkan hak pilih warga dan menjaga hak sehat warga sebangsa tanah air.
Karena tugas yang dilakukan PPDP sudah rampung sebelum waktunya, KPU Binjai memberikan suvenir sebagai bentuk kerja kerasnya dan ras syukur hingga ucapan terima kasih. Kepada seluruh PPDP, KPU Kota Binjai mengucapkan terima kasih atas kerja-kerja yang tinggal menyisakan 10 hari lagi.
“Kepada PPK dan PPS se-kota Binjai, kita juga memberi apresiasi atas supervisi serta monitoring yang telah dilakukan kepada PPDP,” kata dia.
Sementara, Noni Rivawani merasa bersyukur atas tugasnya rampung cepat. “Saya bisa cepat, rezeki lah Pak, warga yang didatangi orangnya ketemu semua,” kata Noni.
“Saya juga cepat, Alhamdulilah ketemu semua orangnya. Paling kejadian yang mendebarkan hanya dikejar anjing saja,” pungkas Yuli. (ted/han)
KARO, SUMUTPOS.CO-Penyebaran virus Corona (Covid-19) di Kabupaten Karo kian mengkhawatirkan. Pasalnya, dari hari ke hari penambahan pasien yang terkonfirmasi positif meningkat tajam. Terhitung hingga Senin (3/8) sore, jumlah pasien positif telah menembus 64 kasus. Dari jumlah tersebut, 6 orang pasien meninggal dunia dan 19 orang dinyatakan sembuh. Mirisnya, kondisi ini seolah masih dianggap sepele oleh warga maupun pemerintah. Buktinya, meski terjadi peningkatan tajam, kebanyakan warga khususnya yang di Kota Kabanjahe dan Berastagi tetap tidak mengindahkan protokol kesehatan.
Satuan Tugas (Satgus) Penanganan Covid-19 Kabupaten Karo juga belum menerapkan sanksi bagi yang melanggar protokol kesehatan. Kadis Kesehatan Kabupaten Karo, drg Irna br Meliala mengaku sanksi tersebut masih digodok di Pemprov Sumut. Jika sudah turun, sanksi tersebut akan segera diterapkan di Karo.
Parahnya lagi, kenaikan signifikan ini juga tidak diikuti oleh kesiapan dan kelengkapan fasilitas di ruang isolasi yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabanjahe. Saat ini, fasilitas masih terbengkalai dan hingga hari ini masih belum layak dan belum dapat dioprasikan.
Pasalnya, ruang isolasi (penambahan) yang direncanakan untuk menampung pasien Covid-19 yang ada di depan kamar jenajah RS Umum Kabanjahe tersebut, hingga saat ini belum sepenuhnya terlengkapi. Seperti alat ventilator mesin yang berfungsi untuk menunjang atau membantu pernapasan seseorang, belum juga ada terlihat di ruangan tersebut.
Padahal alat ini sangat penting sesuai yang dianjurkan Kemenkes RI bahwa di setiap Rumah Sakit yang ditunjuk sebagai Rumah Sakit rujukan pasien Covid-19 harus sudah memiliki alat ventilator. Biasanya alat ini digunakan terhadap pasien yang kesulitan bernapas. Dengan alat ini pasien bisa mendapatkan udara kembali dan bernapas seperti orang normal.
Bahkan alat central oksigen yang ada dibagian samping luar ruang isolasi pada bagian selang oksigen maupun kabelnya juga belum tersambung dan masih belum dapat difungsikan. Humas Rumah Sakit Umum Daerah kabanjahe Tati Anggraini SKM juga enggan berbicara saat dikonfirmasi. (deo/han)
BELAJAR: Anak-anak sedang belajar dari televisi di rumah beberapa waktu lalu.
BELAJAR: Anak-anak sedang belajar dari televisi di rumah beberapa waktu lalu.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Lambatnya realisasi pelaksanaan instruksi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di sekolah Kota Medan membuat wakil rakyat di DPRD Medan angkat bicara. Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan diminta untuk segera mensosialisasikan serta melaksanakan seluruh instruksi Kemendikbud dalam penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Sebab menurut instruksi dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem Makarim, 50 persen penggunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) dapat dilakukan untuk pembayaran upah para guru honorer dan selebihnya dapat diperuntukkan sebagai anggaran pemberian bantuan paket atau kuota internet bagi para guru termasuk para siswa yang saat ini masih melakukan proses belajar mengajar lewat sistem dalam jaringan (daring) akibat pandemi Covid-19.
“Intruksi dari Kemendikbud soal paket internet ini memang terbilang baru, tentu perlu sosialisasi dari Disdik Kota Medan agar intruksi tersebut dapat dipahami dengan baik secara menyeluruh oleh masing-masing sekolah,” ucap Rajuddin kepada Sumut Pos, Senin (3/8).
Dijelaskannya, termasuk pelaksanaan teknisnya juga harus dipahami agar benar-benar dapat tercapai secara baik. “Kita sambut niat baik pemerintah melalui Kemendikbud yang membolehkan dana Bos untik menggaji guru honorer di sekolahnya dari 50 persen dana BOS yang ada. Tapi teknis dari sekolahnya yang belum ada, ini harus jadi perhatian khusus oleh Disdik,” jelasnya.
Ditambah lagi, kata Rajuddin, soal dana tersebut yang juga dapat dipergunakan untuk memfasilitasi anak didik dengan bantuan paket internet dalam proses belajar daring. Tak dapat dipungkiri, tidak semua orangtua siswa mampu membeli paket internet untuk proses belajar anak-anaknya.
“Harapan kita sosialisasi ini tidak berlama-lama sehingga guru honor dan siswa dapat segera memanfaatkan bantuan itu. Masih banyak yang belum mampu untuk membeli paket internet, demikian juga dengan guru honorer yang upah mereka msh sangat minim,” katanya.
Untuk itu, Rajuddin meminta agar Dinas Pendidikan Kota Medan dapat melakukan sosialisasi tersebut dalam waktu tidak lebih dari 1 bulan dan langsung menerapkan instruksi itu setelah masa sosialisasi selesai. Tentunya, proses berjalannya instruksi Kemendikbud tersebut dalam pengawasan Disdik Kota Medan.
“Jika ada sekolah yang juga tidak mengindahkan instruksi tersebut setelah masa sosialisasi berlalu, maka tentu perlu dilakukan tindakan tegas dari pemerintah, mulai teguran sampai pada evaluasi di tingkat kepala sekolah,” tandasnya.
Senada dengan Rajuddin, Wakil Ketua Komisi II, Sudari ST juga meminta Kadisdik untuk segera membuat Juknis pemberian paket internet kepada para siswa dan guru yang sampai saat ini masih menggunakan sistem belajar daring di masa pandemi Covid-19.
“Soal paket, mungkin kasek-kasek (kepala sekolah, Red) ini takut dalam menggunakan dana BOS untuk paket internet, sebab harus ada bukti kepada pemerintah soal penyalurannya. Untuk itu, Kadisdik harus buat juknis (petunjuk teknis) pemberia paket internet itu, agar kedepan jangan ada ketakutan para kasek dalam menggunakannya,” tegas Sudari.
Dilanjutkannya, sedangkan soal upah para guru honorer yang sampai saat ini belum mendapatkan gaji yang layak dikarenakan masih sangat minimnya sekolah yang menggunakan 50 persen dana BOS nya untuk membayar upah guru honorer, harus mendapatkan perhatian serius dari Disdik Kota Medan.
Sebab sampai saat ini, upah guru-guru honorer di Kota Medan masih terbilang sangat minim atau jauh di bawah upah layak yang setara dengan upah minimum kabupaten/kota (UMK) ataupun upah minimum provinsi (UMP). Padahal, kebijakan 50 persen dana BOS yang dapat diperuntukkan sebagai anggaran pembayaran upah guru honor sangat membantu meningkatkan upah guru ke arah yang lebih layak.
“Bila sekolah-sekolah tetap tidak mengindahkan instruksi dari Kemendikbud, kasek-kasek ini harus di evaluasi. Oleh sebab itu, seharusnya Disdik pun mengeluarkan instruksi yang tegas kepada setiap kasek agar mengikuti aturan yang ada, khususnya instruksi dari Kemendikbud,” pungkasnya.(map/azw)
FOGGING: Petugas Puskesmas melakukan fogging di sejumlah kamar atau blok hunian wargabinaan Lapas Kelas IIA Binjai, Kamis (30/7).
BINJAI, SUMUTPOS.CO-Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 dan demam berdarah, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Binjai bekerjasama dengan Puskesmas HAH Hasan melakukan penyemprotan ruang tahanan dengan disinfektan, dilanjutkan pengasapan (fogging) di seluruh area gedung, Kamis (30/7).
Kegiatan penyemprotan dipimpin langsung Kasubsi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkeswat), Sahat P Sihombing, jajaran staf, dan pengamanan. Selain penyemprotan disinfektan, Lapas Kelas II A Binjai juga sudah melakukan berbagai langkah upaya untuk meminimalisir penyebaran Pandemi Covid-19. “Di antaranya, menyediakan hand sanitizer di layanan kunjungan, pintu portier, serta pemeriksaan suhu tubuh di areal Pos Wasrik bagi setiap orang yang masuk dan keluar dari Lapas. Untuk penyakit deman berdarah dokter juga rutin melakukan sosialisasi Pola Hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan kamar maupun blok hunian wargabinaan,” kata Kalapas Binjai, Maju Amintas Siburian, Senin (3/8). Rangkaian kegiatan pencegahan ini dilakukan guna mendukung upaya pemerintah dalam menghambat penyebaran Covid-19 dan DBD. Serta melindungi setiap pegawai, pengunjung, hingga wargabinaan di lingkungan Lapas Kelas II A Binjai agar tetap sehat. (ted/han)
MEDAN, SUMUTPOS.CO-Faizal Irwan Dalimunthe, tersangka dugaan korupsi Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) Tahun Anggaran 2013-2015, dinyatakan positif Covid-19 setelah dilakukan swab test di RS Bhayangkara Poldasu.
Karena terpapar Covid-19, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Labura inipun dirujuk untuk menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum (RSU) Bunda Thamrin, Jalan Sei Batang Hari Medan.
Hal itu dibenarkan Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan yang dikonfirmasi Sumut Pos di ruang kerjanya, Senin (3/8). “Setelah dicek ke Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Polda Sumut, memang ada tahanan Poldasu dugaan Covid-19,” ujar MP Nainggolan.
Dikatakannya, Faizal sempat ditahan di ruang tahanan Poldasu. Faizal mengeluh sakit demam dan dibawa ke RS Bhayangkara Brimob Sumut serta menjalani tes swab. Hasilnya, Faizal dinyatakan positif Covid-19 dan dirujuk ke RS Bunda Thamrin. “Saat ini ia masih dirawat di sana,” jelasnya. Dikatakannya, Faizal merupakan tahanan titipan Kejaksaan Tinggi Sumut (Kejatisu), karena jaksa tidak punya lapas, sehingga ditahan di Lapas Poldasu. “Bagaimana kelanjutannya, kita tunggulah info dari RSU Bunda Thamrin,” tukasnya.
Diketahui, Faizal merupakan tersangka kasus dugaan korupsi Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Kabupaten Labura. Ia ditetapkan tersangka bersama dua rekannya yang lain, yakni mantan Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Labura, Ahmad Fuad Lubis dan mantan Kepala Bidang Pendapatan pada Dinas Pendapatan Kabupaten Labura, Armada Pangaloan. (mag-1/han)