26 C
Medan
Thursday, April 9, 2026
Home Blog Page 4126

Ikatasbi Serahkan 10 Ekor Hewan Kurban

SEMBELIH: Para anggota Ikatasbi menyaksikan penyembelihan hewan kurban di Binjai, Minggu (2/8).


MEDAN, SUMUTPOS.CO-Perayaan Idul Adha 1440 Hijriah, Ikatan Alumni Taman Siswa Binjai (Ikatasbi) menyembelih 10 ekor hewan kurban, yang terdiri dari 6 ekor lembu dan 4 ekor kambing, di Binjai, Minggu (2/8).


Ketua Panitia Kurban Ikatasbi, Maulana Wira Sugara mengatakan, pelaksanaan kurban tahun ini merupakan yang pertama kali diadakan. Hewan kurban ini hasil sumbangsih dari para anggota Ikatasbi yang ada di seluruh Indonesia. “Awalnya yang sudah terdaftar sebanyak 18 ekor lembu. Tetapi karena kondisi pandemi saat ini, banyak yang mengurungkan niatnya. Walaupun begitu, kita tetap bersyukur karena kurban masih tetap terlaksana walau jumlahnya tidak seperti yang di awal rencana,” ujarnya.


Dijelaskannya, kegiatan kurban ini sudah direncanakan sejak awal tahun 2020. Karena memiliki niat untuk berbagi, banyak anggota yang mendaftarkan diri. Oleh karena itu, diwacanakan kegiatan kurban ini akan menjadi agenda rutin setiap tahunnya.


Maulana mengatakan, niat kurban para anggota Ikatasbi ini adalah selain berbagi dan membantu para alumni, guru, dan siswa Yayasan Taman Siswa Binjai, serta masyarakat. Karena itu, pembagian daging juga diserahkan kepada yang bersangkut.
“Intinya, kegiatan kurban ini sesuai dengan visi dan misi Ikatasbi yaitu berbagi kepada sesama, baik itu anggota, sekolah, maupun masyarakat pada umumnya. Dengan kata lain, kurban ini menjadi bukti eksistensi Ikatasbi di tengah masyarakat,” lanjutnya.


Sementara itu, Ketua Ikatasbi, Sutrisno mengatakan, pelaksanaan kurban mengikuti imbauan protokol kesehatan Covid-19. Seperti penyedian hand sanitizer maupun sabun cuci tangan di pintu masuk. Selain itu, para anggota juga pada umumnya menggunakan masker.
“Tidak dipungkiri pada umumnya anggota Ikatasbi adalah mereka yang usianya sudah 40 tahunan. Karena itu, saat akan pelaksanaan kurban, kita menegakkan protokol kesehatan,”ujarnya.
Dengan menegakkan protokol kesehatan, lanjut Sutrino, Ikatasbi bukan hanya peduli pada peraturan pemerintah tetapi juga pada kesehatan para anggotanya. “Ini juga demi kebaikan bersama, makanya kita memastikan semuanya untuk mengikuti peraturan,” tutupnya. (ram)

Tol Tanjung Mulia Rampung November

PEMBANGUNAN TOL: Pembangunan Tol Tanjung Mulia yang menghubungkan Binjai, Belawan dan Tanjungmorawa. Proyek ini ditarget rampung November 2020.

MEDAN,SUMUTPOS.CO-Progres pembangunan Tol Tanjung Mulia yang menghubungkan Binjai, Belawan dan Tanjungmorawa sudah mencapai 89 persen. Persentase pembangunan tol seksi I ini ditargetkan akan rampung pada November 2020. Demikianlah disampaikan Humas PT Hutama Karya (HK), Mawardi, Selasa (4/8/2020).

 Dikatakannya, progres pembangunan yang sedang berjalan, sudah terealisasi pondasi junction atau penyambung jalan dengan jumlah 10 ram. Artinya, beberapa sisi tinggal penambahan penyambungan penghubung beton jalan tersebut.

“Melihat hasil yang sudah berjalan di lapangan, kita targetkan di November nanti semua rampung bila tidak ada kendala,” pungkas Mawardi.

 Mengenai proses pembangunan yang sedang berjalan, lanjut Mawardi, pihaknya ada melakukan peralihan jalur bagi kendaraan yang melintas dari Pintu Tol Tanjung Mulia dan perlintasan dari Tanjung Morawa – Belawan.”Pengalihan rute ini tidak ada kendala. Sehingga pengerjaan kita di lapangan tidak terkendala,” jelasnya.

 Disinggung apakah ada kendala selama pembangunan berlansung, Mawardi mengaku, pengerjaan di lapangan sedikit terhambat dari pembebasan lahan di 4 persil milik masyarakat belum bisa diganti rugi. Disebabkan kepemilikan surat masih tumpah tindih, sehingga belum dilakukan pembebasan.

“Akibat lahan di 4 titik itu, kita tidak bisa bekerja maksimal. Soal ganti rugi itu bukan kewenangan kami, makanya kami masih menunggu keputusan pembebasan lahan itu dari BPN,” ujar Mawardi. (fac/ila)

Lakers Loyo di Hadapan Raptors

TEMBAK: Point Guard Toronto Raptors Kyle Lowry menembakkan bola ke ring saat melawan LA Lakers di The Arena, ESPN WWoSC di Orlando, Florida, Senin (3/8).

Dalam 6 Tahun dan 11 Laga Beruntun Selalu Kalah

TEMBAK: Point Guard Toronto Raptors Kyle Lowry menembakkan bola ke ring saat melawan LA Lakers di The Arena, ESPN WWoSC di Orlando, Florida, Senin (3/8).

FLORIDA, SUMUTPOS.CO-Kedigdayaan Los Angeles Lakers (yang mengalahkan LA Clippers pada laga pertama NBA restart, 31 Juli lalu) seperti tidak ada apa-apanya di hadapan Toronto Raptors.

Untuk kali ke-11 beruntun, tim yang identik dengan jersey ungu emas itu, takluk di tangan Raptors. Sabtu malam (kemarin WIB) LeBron James dan kawan-kawan dihajar 92-107 oleh tim asal Kanada tersebut.

Itu berarti, hampir 6 tahun mereka tak pernah menang atas Raptors. Kali terakhir Lakers menang adalah pada 30 November 2014 di Staples Center, Los Angeles. Itu pun lewat overtime.

Kemarin, 2 mesin poin Lakers, LeBron dan Anthony Davis, macet di tangan tim dengan defense terbaik nomor 2 tersebut. Game plan dari Head Coach Raptors Nick Nurse sangat jelas. Matikan Davis, dan biarkan para pemain bench Lakers yang bekerja. Rencana itu dieksekusi dengan baik oleh Pascal Siakam dan rekan-rekan. Tak jarang Davis dikawal 3 pemain.

Rapatnya defense Raptors membuat pergerakan Davis dan LeBron, terkunci total. Davis, yang saat melawan Clippers perkasa mencetak 33 poin, kemarin hanya bisa membukukan 14 angka. Field goal dia hanya 2 dari 7 tembakan. Capaian LeBron sedikit lebih baik. Dia membukukan 20 poin dan 10 rebounds. Tapi, Lakers mencetak rekor field goal terendah musim ini. Hanya 35,4 persen.

“Menurutku, ini sudah yang terbaik yang bisa kami lakukan. Kami mengeksekusi skema offense dengan sangat baik, dan itulah yang kami lakukan. Kami mengejar poin dari 10 ke 40 dari tembakan 3 angka. Kami hanya perlu meningkatkan permainan dan menghajar mereka,” kata LeBron, seperti dilansir ESPN.

Lakers, setidaknya bisa memetik sisi positif dari game kemarin. Yakni fakta barisan bench mereka sangat oke. Para pemain bench menyumbangkan 49 poin. Dari angka itu, 39 di antaranya adalah sumbangan trio Kyle Kuzma, Dion Waiters, dan Alex Caruso. Ketiganya juga yang membawa Lakers leading hingga half time.

Raptors mulai menggila dan menguasai pertandingan saat laga tersisa 7 menit. Itu setelah Head Coach Lakers Frank Vogel, mengistirahatkan LeBron yang sudah turun 35 menit. Sejak itu, perolehan poin Raptors langsung melejit meninggalkan Lakers sampai 10-0.

Buruknya kinerja Lakers juga bisa dibaca dari statistik. Selain field goal sangat rendah, mereka kalah dalam total rebounds. Angkanya 44 berbanding 51. Penampilan buruk Lakers makin komplet dengan catatan 17 turnover. LeBron tampak benar-benar kecewa akan hasil ini. Itu dia perlihatkan dengan langsung nyelonong meninggalkan lapangan sendirian sebelum buzzer pertandingan berbunyi.

“Mereka (pemain Raptors, red) terus melakukan double team kepada Anthony dan LeBron di area post. Itu membuat beberapa pemain kami dalam posisi terbuka untuk menembak. Sayangnya, eksekusi kami sangat buruk,” cerita Kuzma.

Di kubu Raptors, Kyle Lowry menjadi bintang utama dengan donasi 33 poin dan 14 rebounds. Jumlah rebounds itu merupakan yang tertinggi sepanjang karir pemain 34 tahun tersebut. Sementara itu, forward muda OG Anunoby menambahi dengan 23 angka.

“Kyle tampil sebagaimana Kyle biasa tampil malam ini. Dia mencetak skor, beterbangan ke sana kemari mengambil setiap kesempatan. Dia kompetitif, dan menyelamatkan kami di saat-saat kritis. Dia hebat,” puji Nick. (jpc/saz)

Lewis Hamilton: Di Situlah Kerennya Aku

PERIKSA: Bintang Mercedes Lewis Hamilton memeriksa ban mobilnya yang rusak parah. Walau finish dalam kondisi ban hancur, Hamilton masih mampu menjadi juara GP Inggris 2020.

Dalam Kondisi Ban Hancur dan Nyaris Lepas, Tetap Bisa Menang

PERIKSA: Bintang Mercedes Lewis Hamilton memeriksa ban mobilnya yang rusak parah. Walau finish dalam kondisi ban hancur, Hamilton masih mampu menjadi juara GP Inggris 2020.

SILVERSTONE, SUMUTPOS.CO-Nyaris tidak ada kejutan pada race GP Inggris yang berlangsung di Sirkuit Silverstone, Senin (3/8) malam WIB. Superstar Mercedes Lewis Hamilton start dari posisi terdepan, diikuti rekan setimnya, Valtteri Bottas. Menyusul di belakang mereka jagoan Red Bull Max Verstappen. Hampir sepanjang balapan seperti itu. Sungguh balapan yang ‘normal’.

Namun, hanya dalam 3 lap terakhir menjelang finish, drama terjadi. Pada lap ke-50, ban depan kiri Bottas hancur setelah sempat keluar lintasan. Padahal, saat itu pembalap Finlandia tersebut sedang menguntit Hamilton di posisi kedua. Alih-alih mempertahankan kesempatan podium, Bottas harus tertatih menuju pit stop dan tercecer di posisi 11.

Di radio, Mercedes mengingatkan Hamilton untuk tidak mengambil risiko memburu fastest lap pada lap terakhir. Sesaat kemudian, ban depan kirinya benar-benar menyerah. Puncture juga. Tertatih-tatih, sang juara dunia membawa mobilnya ke finish. Berhasil. Dia melintasi garis akhir dengan kondisi ban yang mengenaskan, hancur, nyaris terlepas.

“Ya Tuhan. Aku enggak pernah mengalami hal seperti itu di lap terakhir. Jantungku hampir copot rasanya. Kurasa di situlah kerennya aku. Masih bisa bersikap tenang meski aku nyaris berhenti bernapas,” ungkap Hamilton, ketika diwawancarai David Coulthard sebelum podium.

Hamilton beruntung insiden itu tidak sampai membuatnya kehilangan posisi terdepan. Dia memang berhasil menjaga jarak lumayan panjang dengan Verstappen. Sehingga, meski pembalap Belanda itu langsung memacu mobilnya setelah Bottas out, Hamilton tetap tak terkejar. Dia finish dengan gap lebih dari 5 detik di depan Verstappen.

Kedua Mercedes mengalami masalah ban lantaran masuk pit stop jauh lebih awal daripada yang direncanakan. Keputusan itu diambil gara-gara safety car keluar untuk kali kedua saat balapan belum juga mencapai 15 lap. Baik Bottas maupun Hamilton mengganti ban dari medium ke hard pada lap ke-13. Meski begitu, mereka tampaknya mampu menjaga pace. Hanya saja, tanda-tanda ban habis makin tampak seiring bertambahnya lap.

 “Sampai lap terakhir, semuanya terasa mulus dan lancar. Ban terasa enak. Valtteri nge-push dengan keras, tapi aku berhasil melakukan manajemen ban dengan baik,” beber pembalap 35 tahun tersebut.

Sewaktu ban Bottas jebol, Hamilton merasa dia baik-baik saja. Hingga akhirnya, dia mengalami sendiri ban pecah di pertengahan lap terakhir.

“Aku perhatikan bentuk ban berubah, dan aku kaget sekali. Aku tidak tahu banku habis sampai aku mengerem. Tapi, aku terus menyetir. Nyaris saja aku tidak bisa melewati 2 tikungan terakhir,” bebernya.

Verstappen sempat melakukan upaya terakhir untuk mengejar Hamilton. Yakni mengganti ban ke kompon soft. Sayangnya, upaya itu tidak cukup.

“Aku masuk pit stop untuk mendapatkan fastest lap, lalu Lewis mengalami pecah ban! Tapi, posisi kedua adalah hasil bagus buat kami,” pungkas Verstappen. (jpc/saz)

DPRD Deliserdang Tinjau Proyek Bendungan Lau Simeme

Tinjau:DPRD Deliserdang Komisi II di dampingin Kadis Lingkungan Hidup dan Camat Biru Biru Meninjau Proyek Bendungan Lau Simeme yang di duga penyebab ternak Ikan warga mati,Selasa (4/8).
Tinjau:DPRD Deliserdang Komisi II di dampingin Kadis Lingkungan Hidup dan Camat Biru Biru Meninjau Proyek Bendungan Lau Simeme yang di duga penyebab ternak Ikan warga mati,Selasa (4/8).
Tinjau:DPRD Deliserdang Komisi II di dampingin Kadis Lingkungan Hidup dan Camat Biru Biru Meninjau Proyek Bendungan Lau Simeme yang di duga penyebab ternak Ikan warga mati,Selasa (4/8).
Tinjau:DPRD Deliserdang Komisi II di dampingin Kadis Lingkungan Hidup dan Camat Biru Biru Meninjau Proyek Bendungan Lau Simeme yang di duga penyebab ternak Ikan warga mati,Selasa (4/8).

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Komisi II DPRD Deliserdang Antonius Ginting dan Jhon Hendri Keliat, melakukan peninjauan terhadap proyek bendungan Lau Simeme, di Desa Biru Biru, Kecamatan Biru Biru, Selasa (4/8) pagi.

Kedatangan wakil rakyat tersebut didampingi Asisten II Kabupaten
Deliserdang, Putra Jaya Manalu dan Kadis Lingkungan Hidup Ir Hartini S.Marpaung, untuk merespon warga yang mengeluhkan ternak ikan mereka bermatian diduga karena limbah proyek bendungan Lau Simeme.

Sebelum melakukan peninjauan, rombongan disambut Camat Biru Biru M.Dhani Mulyawan S.Sos,MIP dan Wakapolsek Biru Biru, Iptu H.Rajagukguk. Selanjutnya, rombongan Komisi II DPRD Deliserdang
bersama perwakilan pengembang proyek bendungan Lau Simeme, yakni PT PP dan PT Wika serta warga menuju lokasi proyek, dan kolam ikan warga di Dusun III, Kampung Tengag Desa Biru Biru.

Usai melakukan peninjauan, anggota dewan bersama rombongan kembali ke kantor BWS Provsu untuk bermusyawarah dengan warga peternak ikan. Pada kesempatan itu juga, Kadis Lingkungan Hidup Deliserdang Ir. Hartini S Marpaung mengaku akan memfasilitasi mediasi pihak pengembang proyek bendungan Lau Simeme dan warga yang mengeluhkan ternak ikan mereka yang mati.

Kegiatan peninjauan tersebut juga dihadiri Kabag Perekonomian dan SDA Sri Eka Yani, Kades Rumah Gerat Jimmy Wilson Tarigan, Spd, Kades Biru-Biru Bebasta Bukit dan FKDM Kecamatan Biru Biru.(rel/han)

Songsong Pilkada, Seluruh PAC PDIP se-Kota Medan Solid dan Patuhi Putusan DPP

Perwakilan sejumlah PAC PDI Perjuangan se-Kota Medan saat menyampaikan pernyataan pers bersama di Restoran Garpoo, Jalan DI Panjaitan Medan, Selasa (4/8/2020).
Perwakilan sejumlah PAC PDI Perjuangan se-Kota Medan saat menyampaikan pernyataan pers bersama di Restoran Garpoo, Jalan DI Panjaitan Medan, Selasa (4/8/2020).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua-ketua PAC PDI Perjuangan se-Kota Medan membantah klaim Gumana Lubis, bahwa seluruh PAC PDI Perjuangan Kota Medan mendukung Akhyar Nasution. Menurut mereka, klaim tersebut tidak benar dan menyesatkan.

Pernyataan ini disampaikan dalam pernyataan pers bersama di Restoran Garpoo, Jalan DI Panjaitan Medan, Selasa (4/8/2020) sore. Hadir memberikan klarifikasi diantaranya Ketua PAC Medan Sunggal Johanes Hutagalung, Ketua PAC Medan Kota Asun, Ketua PAC Medan Barat Wely Silalahi, Ketua PAC Medan Baru Imanta Meliala, Ketua PAC Medan Tembung Harapan Manurung, Ketua PAC Medan Polonia P Andreas (Ajid), Ketua PAC Medan Petisah Ronald Tobing, Sekretaris PAC Medan Johor Reston Limbong, dan Ketua PAC Medan Labuhan Semangat Debataraja.
 
“Dengan ini kami membantah pernyataan Gumana. Kami menyatakan, pernyataan tersebut adalah penyataan yang menyesatkan dan tidak bertanggung jawab karena mengatasnamakan Institusi PAC,” kata Ketua PAC Medan Tembung, Harapan Manurung.

Senada dengan itu, Ketua PAC Medan Barat Welly Silalahi mengatakan, Gumana tidak boleh mengklaim sebagai Ketua Eksponen ’98 PDI Perjuangan, karena tidak ada organ sayap dengan nama tersebut di internal PDI Perjuangan. “Banyak juga yang berjuang di tahun 98 di luar PDI Perjuangan, tidak mengenal Eksponen ’98 PDI Perjuangan atau eksponen tersebut sama sekali tidak pernah terbentuk,” kata Welly Silalahi.

Ditegaskannya, organ sayap PDI Perjuangan yang ada dan resmi adalah BMI, Bamusi, TMP, Repdem dan lain-lain. “Tapi tidak ada Eksponen 98 PDI Perjuangan, karena seluruh organ sayap pada Tahun 98 memiliki peran masing-masing dalam reformasi 98,” tegas Welly.

Sementara, Ketua PAC Medan Baru Imanta Meliala menyatakan, saat ini 21 PAC Se Kota Medan masih setia di garis perjuangan partai dan tetap menunggu dengan kesabaran terkait rekomendasi calon Wali Kota Medan dari DPP dan tegak lurus terhadap putusan tersebut serta siap memenangkan calon yang direkom DPP siapa pun itu,” kata  Imanta.

Di sisi lain Ketua PAC Medan Polonia Ajid mengatakan, sebaiknya jangan ada satu pun pimpinan PAC yang mengatasnamakan seluruh PAC membuat pernyataan-pernyataan tentang hal-hal yang kontra produktif dengan kebijakan partai dan spekulatif yang perpotensi merusak soliditas kader partai di Kota Medan.
 
“Seluruh Ketua PAC mengimbau agar seluruh kader partai tetap solid dan merapatkan barisan sebagaimana perintah Ketua Umum Ibu Megawati Suarnoputri dan tidak terpancing maupun terprovokasi  dengan berbagai pernyataan-pernyataan yang tidak bertannggung jawab,” pungkas Ajid. (adz)

Tiga Warga Dairi Positif Covid-19

DAIRI, SUMUTPOS.CO-Sebanyak tiga orang warga Kabupaten Dairi terkonfirmasi positif Covid-19, dan 1 orang meninggal dunia.

Demikian disampaikan Ketua Pokja Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disiase 2019 (covid-19) Dairi, Rahmatsyah Munthe, Selasa (4/8).


Rahmatsyah menjelaskan, ketiga pasien terkonfimasi positif berdasarkan hasil swab test yakni HR (46) dan W (50) berdomisili di Kecamatan Sidikalang serta AS (24) warga Kecamatan Silahisabungan. Sementara warga yang meninggal dunia berinisial LM (78) warga Kecamatan Sumbul.


Disebutkan Rahmatsyah yang juga sekaligus menjabat Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pemkab Dairi, LM meninggal dunia dengan status probable kasus suspek dengan ispa berat, dan belum ada hasil tes PCR / Swab. “Hasil Swab test positif terhadap pasien yang diperoleh GTPP Covid-19 Dairi,” ucap Rahmatsyah.


Sebelumnya, LM dirujuk dari RSUD Sidikalang ke salah satu rumah sakit di Medan. Dan setelah beberapa hari dirawat, LM meninggal dunia pada Minggu (25/7). Dan jenajah LM dikebumikan sesuai protokol Covid-19.
Sedangkan terhadap ketiga pasien positif saat ini menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Medan.


Selanjutnya, pihak GTPP Covid-19 dari Dinkes Dairi telah melakukan tracing dan melakukan rapid tes kepada keluarga pasien HR, dan hasilnya non reaktif. Sedangkan untuk AS, tidak dilakukan tracing karena satu tahun terakhir sudah tinggal di Medan, hanya KTP-nya saja di Dairi. Begitu juga terhadap keluarga W belum dilakukan tracing.


Rahmatsyah menambahkan, data sampai Selasa (4/8) siang, jumlah warga Dairi terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 3 orang, suspek 1 orang, kontak erat 11 orang, probable kosong serta akumulasi meninggal sebanyak 2 orang. “Diimbau masyarakat tetap waspada dan mematuhi prokol kesehatan penanggulangan Covid-19,”pungkasnya. (rud/han)

Rebutan Tempat di Skuad Piala Thomas

BERLAGA: Ganda Putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto saat berlaga pada ajang All Engalnd 2020.

Delapan Ganda Putra Elite Indonesia

BERLAGA: Ganda Putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto saat berlaga pada ajang All Engalnd 2020.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO-Tidak adanya turnamen sebelum Piala Thomas dan Uber yang digelar Oktober 2020 mendatang, benar-benar bikin pusing. Memang, PP PBSI akan mengadakan simulasi pada September nanti. Namun, itu pasti tidak cukup untuk mempersiapkan diri.

Pemecahannya, tiap sektor bakal mengadakan turnamen internal sendiri-sendiri. Setidaknya, itulah yang akan dilakukan tim ganda putra. Pelatih sektor tersebut, Herry Iman Pierngadi menuturkan, dalam sebulan ke depan, dia bakal menggelar game pola bagi setiap pasangan.

Itu dimaksudkan agar pemain bisa mendapatkan feeling sekaligus kerja sama yang baik antar pasangan. Karena tujuannya adalah menguatkan soliditas, berbeda dengan PBSI Home Tournament akhir Juni lalu, dalam turnamen internal nanti pasangan tidak diacak. Menurut Herry, sangat penting buat anak-anak asuhnya menggeber persiapan sebelum simulasi. Sebab, simulasi tersebut juga bakal menjadi ajang seleksi skuad.

Rencananya, pada simulasi kali ini, juru taktik yang biasa dijuluki Coach Naga Api itu, menurunkan 8 pasang. Nama-nama beken, seperti Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto bakal tampil. Selain itu, simulasi nanti menjadi debut pasangan Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Amri Syahnawi. “Mereka tampil perdana di simulasi nanti,” ungkap Herry, Senin (3/8) lalu.

Wahyu dan Amri diduetkan karena masing-masing pasangannya keluar dari Pelatnas. Pasangan Wahyu, Ade Yusuf Santoso, pensiun. Sedangkan Muhammad Fachrikar P Mansur yang merupakan partner Amri, memilih fokus bermain di klub PB Jaya Raya.

Ganda putra menjadi satu tumpuan Tim Thomas yang berambisi merebut gelar juara ke-14. Kali terakhir skuad Merah Putih jadi kampiun sudah lama sekali. Tepatnya pada edisi 2002. Meski segala kemungkinan masih terbuka, sangat mungkin Herry tetap memilih 3 pasangan top 5 dunia, Marcus/Kevin, Ahsan/Hendra, dan Fajar/Rian, sebagai anggota pasukan perang.

Pada Piala Thomas 2020, Indonesia menjadi unggulan pertama. Merah Putih bergabung di Grup A bersama Malaysia, Belanda, dan Inggris. Thomas dan Uber Cup 2020 berlangsung di Aarhus, Denmark pada 3 sampai 11 Oktober 2020. (jpc/saz)

Ratusan Driver Ojol Unjukrasa, Ini Tuntutannya…

UNJUKRASA: Ratusan Ojol saat berunjukrasa ke kantor DPRD Medan, Selasa (4/8/2020).

MEDAN-SUMUTPOS.CO,-Ratusan driver ojek online (ojol) menggelar aksi unjukrasa ke kantor DPRD Medan, Selasa (4/8/2020). Aksi itu dilakukan untuk menuntut Pemerintah Kota (Pemko) Medan dan DPRD Medan agar dapat mengatur perusahaan aplikator untuk berbuat adil kepada mereka. Pasalnya, aplikator menghapus adanya insentif bagi para driver ojol.

 “Mereka telah semena-mena membuat peraturan. Mereka membuat peraturan tanpa melibatkan driver,” tegas Koordinator Umum Driver Ojol, Syahputra di sela menggelar aksi unjukrasa.

  Dijelaskannya, peraturan yang dibuat semena-mena oleh pihak aplikator antara lain seperti menghapus adanya insentif bagi para driver ojol. Akibatnya, penghasilan para  driver ojol menurun secara drastis hingga 80 persen. Selain itu, para driver juga diwajibkan untuk menuruti kebijakan yang jelas-jelas telah merugikan tersebut. Sebab bila tidak, driver ojol akan langsung diberi sanksi berupa pemutusan hubungan mitra melalui aplikasi.

 “Sebelum adanya peraturan semena-mena tersebut, dulu para driver ojol bisa mendapatkan penghasilan Rp250 ribu per hari. Tapi sekarang, untuk mendapatkan Rp50 ribu per hari saja sudah sangat susah. Dulu dari insentif saja kami bisa dapat Rp150 ribu lain  dari ongkos, tapi sekarang, sejak adanya program ‘berkat’, kami maksimal itu cuma dapat Rp70 ribu, itu sudah termasuk pendapatan dari ongkos dan lain-lain,” keluhnya.

 Selain itu, lanjutnya, pihak aplikator tidak pernah memberikan menjamin keselamatan kepada para driver jika terjadi kecelakaan di jalan. Padahal mobilitas para driver yang tinggi di jalanan sangat beresiko terhadap kecelakaan. Begitu juga dengan jaminan kesehatan, tak ada BPJ Kesehatan yang mereka terima.

 “Kami sendiri yang membayar kepesertaan BPJS Kesehatan maupun Ketenagakerjaan, bukan mereka. Mereka tidak ada menanggung apapun. Bila mitranya kecelakaan, mereka tidak ada memberikan jaminan apapun,” tegasnya.

 Untuk itu, para driver meminta DPRD Medan untuk memanggil pihak aplikator agar bisa menyelesaikan masalah ini secara bersama-sama.

  “Jika kami saja yang berdikusi dengan mereka, pihak aplikator hanya memberikan angin surga kepada kami, janji-janji palsu. Tapi tidak pernah memenuhi keinginan para driver. Kita sudah  berulangkali berdiskusi sama mereka, tapi tidak pernah ditanggapi. Selalu mereka melakukan cara-cara kotor agar kami tidak menggelar aksi,” ujarnya.

 Tak cuma itu, bahkan pihak aplikator disebut akan memberikan sanksi pemutusan mitra (PM) bila para drivernya melakukan unjukrasa. “Ini negara demokrasi, unjukrasa itu dilindungi oleh undang-undang. Aplikator jelas sudah melanggar undang-undang bila melarang kami berunjukrasa, bahkan memutuskan kemitraan hanya karena kami berunjukrasa,” tegasnya.

 Setelah melakukan aksi beberapa menit di depan gedung DPRD, Sekretaris Komisi III, Erwin Siahaan yang juga mantan driver ojol turun untuk menemui para pengunjukrasa. Dia meminta agar driver mengirim perwakilannya untuk berdiskusi. Anehnya, Erwin justru turun dengan menggunakan seragam ojol layaknya Erwin masih aktif sebagai driver ojol.

 Selanjutnya, selain Erwin, para pengunjukrasa juga diterima oleh anggota DPRD Medan seperti Afif Abdillah, Johanes Hutagalung, Janses Simbolon, Renville P Napitupulu, Henri Duin dan Modesta Marpaung. Dalam pertemuan itu, para driver menyampaikan semua keluhan yang mereka rasakan selama ini atas penindasan dari pihak aplikator.

 Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi II DPRD Medan, Afif Abdillah berterima kasih kepada para driver ojol yang sudah menjadi pahlawan di masa pandemi ini.

“Di saat semua orang berdiam diri di rumah karena pandemi, abang-abang ojol inilah yang mengantarkan makanan dan minuman yang dipesan masyarakat. Terima kasih buat abang-abang ojol,” kata Afif.

 Dengan adanya persoalan ini, menurut Afif, yang harus dilakukan saat ini adalah melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP).

“Kita akan melakukan mediasi antara pihak aplikator dan para driver. Diharapkan dari pertemuan itu akan melahirkan Perda yang nantinya wajib menyerap semua aspirasi mitra aplikator,” tegas Afif.

 Dilanjutkan Ketua Fraksi NasDem DPRD Medan itu, empat bulan ke depan, diharapkan pihaknya bisa merancang Perda Kemitraan tersebut.  “Hanya Perda jadi solusinya. Jika tidak ada Perda, persoalan ini akan terus berulang. Diharapkan kepada para aplikator agar nantinya harus mematuhi Perda tersebut,” tegas Afif.

 Sementara itu, anggota Fraksi PDIP DPRD Medan, Hendri Duin meminta kepada driver ojol tidak terlalu euforia. Sebab katanya, fungsi dewan hanya sebagai penghubung antara driver dan aplikator.

“Kami akan memfasilitasi. Pulang dari dewan ini, tunjukan driver itu punya integritas yang bagus, laksanakan protokoler kesehatan, jangan ugal-ugalan di jalan,” pungkasnya.

 Terpisah, Head of Regional Corporate Affairs Gojek Wilayah Sumbagut, Dian Lumban Toruan mengatakan, Gojek terbuka untuk mendengarkan aspirasi dari berbagai komunitas yang konstruktif dan membangun demi kebaikan bersama. “Kami sebelumnya telah duduk bersama perwakilan Forum Aksi Merah Putih dan membahas serta memberikan respon atas permintaan yang disampaikan,” ujar Dian.

 Kata dIan, kebijakan Putus Mitra (PM) yang dilakukan kepada mitra yang diwakili oleh FAMP merupakan salah satu bentuk penerapan sanksi yang diberikan Gojek terhadap pelanggaran berupa kecurangan yang dilakukan oleh oknum mitra Gojek. Pelanggaran tersebut mengindikasikan terjadinya tindakan kecurangan berulang kali berupa order fiktif yang terbukti melalui data.

Tindakan kecurangan merupakan pelanggaran berat dan dapat dikenai sanksi PM. Hal ini telah diketahui pula oleh seluruh mitra sejak awal bergabung dengan Gojek.T”ata tertib dan sanksi terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh mitra atau Tata Tertib Gojek diterapkan dengan tegas, terbuka dan adil demi menjaga keamanan dan keselamatan mitra driver serta pengguna layanan Gojek,” tegas Dian.

 Terkait permintaan untuk menghapus program Berkat, lanjut Dian, bahwa program ini diterapkan mengingat pandemi Covid-19 telah berdampak pada semua lini kehidupan. Bagi Gojek, mobilitas masyarakat yang menurun drastis berdampak pada sepinya order yang dijalankan oleh jutaan mitra driver di seluruh Indonesia. Hal ini secara otomatis membuat mitra driver kesulitan mengumpulkan pendapatan harian.

 “Untuk itu, saat ini Gojek melihat implementasi program Berkat masih relevan untuk dapat memberi kesempatan kepada mayoritas driver membawa pulang pendapatan minimum yang memadai per harinya. Kami terus memantau dampak pelaksanaan program ini kepada mitra driver untuk memastikan tujuan dari program Berkat dapat tercapai,” pungkasnya (map/ila)

Gugus Tugas Ditenggat Evaluasi Sebulan

RAZIA MASKER Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Medan melakukan razia masker hari kedua di 10 kecamatan di Kota Medan, Selasa (5/5). Sebanyak 212 KTP milik warga yang kedapatan tidak bermasker ditahan. Sebagian warga lainnya dihukum push up.
RAZIA MASKER Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Medan melakukan razia masker hari kedua di 10 kecamatan di Kota Medan, Selasa (5/5). Sebanyak 212 KTP milik warga yang kedapatan tidak bermasker ditahan. Sebagian warga lainnya dihukum push up.
RAZIA MASKER Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Medan melakukan razia masker hari kedua di 10 kecamatan di Kota Medan, Selasa (5/5). Sebanyak 212 KTP milik warga yang kedapatan tidak bermasker ditahan. Sebagian warga lainnya dihukum push up.
RAZIA MASKER Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Medan melakukan razia masker hari kedua di 10 kecamatan di Kota Medan, Selasa (5/5)-ILUSTRASI.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pansus Covid-19 DPRD Medan meluapkan rasa kecewa mereka kepada Gugus Tugas Kota Medan dalam melakukan pencegahan Covid-19. Pansus bahkan meminta kepada Gugus Tugas untuk memberikan evaluasi dan pola kerja yang baru dalam waktu sebulan.

Hal ini terungkap saat rapat Pansus Covid-19 DPRD Medan di gedung DPRD Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis No.1, Selasa (4/8). Dalam rapat tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan, dr Edwin Effendi mengaku telah melakukan yang terbaik sebagai OPD terdepan dalam gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Medan.

 Edwin mengaku, pihaknya terus melakukan perbaikan demi perbaikan dari segi pelayanan kepada setiap pasien Covid-19 yang di rawat pada RS-RS yang melayani pasien positif Covid-19.

 Sedangkan terkait standarisasi ruang isolasi untuk pasien Covid-19, Edwin mengaku sampai saat ini mayoritas RS di Kota Medan yang melayani pasien Covid-19 belum memenuhi standarisasi ruang isolasi yang sesuai dengan standar WHO.

“Kalau kita harus menunggu ruang isolasi di RS-RS itu standar dulu, maka pasien tidak akan bisa terlayani. Sebab sampai saat ini cuma RSUP H Adam Malik yang sudah memenuhi standar ruang isolasi, lainnya belum,” ucap dr Edwin.

 Kondisi darurat yang saat ini terjadi, kata Edwin, membuat sifat pelayanan harus disegerakan dan diutamakan tanpa harus menunggu situasi ruang isolasi yang standar terlebih dahulu.

 “Namanya juga darurat, maka sifatnya harus segera dan diutamakan. Namun begitu, kami juga tetap berusaha untuk memenuhi standar itu, saat ini RS-RS di Kota Medan terus menambah ruang isolasinya untuk dapat menampung dan melayani pengobatan pasien Covid-19,” ujarnya.

 Menanggapi hal ini, Ketua Pansus Covid-19 Kota Medan, Robi Barus mengatakan bahwa alasan tersebut tidak dapat dipergunakan oleh Pemko Medan untuk tidak membenahi standar ruang isolasi pasien Covid-19 sampai saat ini.

 “Jangan bilang darurat-darurat. Sudah 4 bulan lebih kondisi ini, bukan baru 1 atau 2 minggu. Kalau masih 1 bulan oke lah, kami maklum, mungkin pihak RS masih berupaya untuk membenahinya. Tapi inikan sudah 4 bulan, masak belum bisa dibuat standar juga pelayanannya. Jadi mau sampai kapan ini baru dibenahi? Jangan jadikan alasan darurat terus,” tegasnya.

 Di sisi lain, Robi juga turut mempertanyakan kinerja dari Satpol PP Kota Medan yang tidak melakukan fungsi pengawasan dan penindakannya secara maksimal. Bahkan fungsi pengawasan dari Satpol PP hampir tidak terlihat sama sekali dan terkesan hanya menunggu laporan dari para OPD terkait.

 Pansus meminta gugus tugas untuk serius melakukan tindak pencegahan dan bukan malah menyalahkan masyarakat yang sampai saat ini belum patuh terhadap Perwal AKB yang mengatur jalannya aktivitas masyarakat ditengah pandemi Covid-19 dengan mengikuti protokol kesehatan.

 “Jadi untuk apa ada Satpol PP dan pemerintah kalau semua harus ditekankan kepada masyarakat itu sendiri, kalau semua hanya bergantung pada masyarakat itu sendiri. Pemerintah jangan lepas tangan, sekarang lihat sudah 2534 yang kena Covid, anggaran yang digelontorkan pun gak sedikit, itupun masih kurang,” kata Robi kepada Kasatpol PP Kota Medan, M Sofyan yang turut hadir dalam rapat itu.

 Robi juga turut memberikan contoh soal sudah banyaknya pelaksanaan pesta di Kota Medan, tetapi banyak yang tidak memakai masker dan menjaga jarak, namun gugus tugas seakan tidak melihat semua kejadian itu dan terkesan acuh serta membiarkan kondisi itu terjadi.

 “Kami tahu Anda capek dan letih, itu betul, itu fakta. Tapi kami memang sama sekali tidak melihat adanya pengawasan yang serius dari gugus tugas. Kami semua kecewa dengan kinerja gugus tugas, masih merah semua rapot kalian. Jadi bagaimana pertanggungjawaban kita kepada masyarakat, kepada tenaga medis kita yang sudah gugur. Ini karena apa? Karena kelalaian gugus tugas,” tegasnya.

 Sampai saat ini, kata Robi, tidak ada pola pencegahan yang jelas dari gugus tugas. Padahal, gugus tugas harusnya mengambil tindakan-tindakan yang membuat adanya efek jera bagi para pelanggar protokol kesehatan.

 “Kalau tidak tahu caranya, Gugus Tugas bisa belajar dari wilayah lain yang sudah berhasil menekan angka Covid-19 di wilayahnya. Kalau begini kan sama saja artinya dengan pemerintah lepas tangan, yang terpapar ya terpapar, yang sembuh ya sembuh, yang mati ya dikubur. Gak ada proteksi dari pemerintah, jadi untuk apa ada gugus tugas,” kesalnya.

 Senada dengan Robi, anggota Pansus Sudari ST ingin Dimas Kesehatan memiliki langkah-langkah yang strategis untuk dilakukan dalam mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Medan.

 “Yang kami harapkan apa langkah-langkah yang akan dilakukan Dinkes, bukan bapak cuma counter-counter apa yang kami bilang disini. Harusnya bapak bisa menjelaskan, kalau kondisi sudah begini apa yang sudah dilakukan? Lantas apa yang akan dilakukan? Bapak harus bisa jelaskan itu, bukan cuma tahu debat kusir yang tidak memberikan solusi,” kata Sudari.

 Sedangkan anggota Pansus Covid-19 lainnya, Afif Abdillah justru sangat menyayangkan pembentukan Perwal AKB oleh Pemko Medan yang ternyata tidak melibatkan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Kota Medan. “Kami minta kedepan kita libatkan IDI, termasuk dalam menetapkan pasien Covid. Ini krusial, karena kita tidak punya dan tidak menerapkan pendapat dari mereka,” ujar Afif.

 Menutup rapat, Robi Barus memberi waktu secepatnya kepada Dinas Kesehatan dan seluruh OPD yang tergabung dalam GTPP Covid-19 Kota Medan untuk melakukan evaluasi dan menerapkan pola kerja yang akan dilakukan demi perbaikan dan peningkatan pencegahan Covid-19.

 “Kami sangat kecewa dengan kinerja gugus tugas, tak ada arah, tak ada pola, tak ada target kerja yang jelas. Kami tidak mau Pansus ini gagal. Pansus ini sudah berjalan 2 bulan, artinya usianya tinggal 1 bulan lagi kalau memang tidak diperpanjang lagi. Kami mau dalam sisa waktu 1 bulan ini, gugus tugas sudah memberikan evaluasi dan pola kerja yang baru,” pungkasnya. (map/ila)