28 C
Medan
Thursday, April 9, 2026
Home Blog Page 4129

Anggota DPRD Medan Dituding Bekingi Bangunan Tanpa IMB

RAPAT: Rapat Dengar Pendapat Komisi IV DPRD Medan dengan warga Jalan Perkutut, Senin (3/8/2020).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sejumlah warga yang tinggal di Jalan Perkutut, Kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia menunding oknum anggota DPRD Medan, Dame Duma Sari Hutagalung sebagai backing bangunan kos-kosan milik Paulina Pasaribu yang berdiri tanpa mengantongi Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB).

Hal itu disampaikan Bosar Pasaribu saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Medan dengan warga Jalan Perkutut dan pemilik bangunan, Paulina Pasaribu di ruang Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Medan, Senin (3/8/2020).

“Bangunan itu dari awal tidak ada izinnya. Saat kami tanya sama pekerjanya, mereka ‘melempar’ ke Duma. Gimana dinas mau negur kalau sudah ada keterlibatan dewan,” ucap Bosar yang ditemui usai mengikuti RDP tersebut.

Saat rapat dijelaskan, warga keberatan atas pembangunan yang dilakukan untuk bangunan milik Paulina Pasaribu tersebut, karena bangunan yang dimaksud menempel di kamar milik warga lainnya. Warga pun sudah pernah meminta agar Paulina menghentikan pembangunannya, namun tidak diindahkan Paulina.

“Kita sudah imbau untuk tidak diteruskan, tetapi dia tetap meneruskan bangunannya. Dari awal kita sudah tau bu Duma di belakangnya. Kalau ibu dari awal diskusi dengan kita, gak sampai kemari kita,” tegas Bosar dalam rapat.

Sedangkan pemilik bangunan, Paulina merasa tidak pernah melakukan kesalahan karena dia mendirikan bangunan di atas lahan miliknya pribadi, bukan lahan milik orang lain ataupun lahan yang diperuntukkan sebagai jalan.

“Alas hak yang saya punya itu sertifikat hak milik, saya bangun di atas lahan milik saya sendiri. Izin bangunanya untuk 2 lantai dan sudah saya urus ke Perkim (Dinas PKPPR),” jawabnya.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Medan, Dame Duma Sari Hutagalung membantah disebut sebagai pelindung bangunan tanpa izin tersebut. Dia justru mengaku pernah menyarankan pemilik bangunan untuk menyediakan gang kebakaran.

“Saya di sini mau klarifikasi, saya tidak pernah backup. Tapi saya pernah sarankan Paulina agar menyediakan gang kebakaran, dan dia sudah mundur satu batu,” bebernya.

Terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Medan Paul Mei Anton Simanjuntak meminta agar persoalan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan, mengingat pemilik bangunan dan warga berada di lingkungan yang sama ataupun bertetangga. “Ini kan semua bertetangga. Sebenarnya akan lebih baik kalau bisa diselesaikan secara kekeluargaan, tetangga kita kan saudara kita,” katanya.

Paul pun berencana agar pihaknya dari Komisi IV DPRD Medan meninjau lokasi yang dimaksud untuk melihat secara langsung fakta sebenarnya yang ada di lapangan. “Secepatnya kita akan tinjau ke lapangan. Kita mau lihat kondisi sebenarnya dan mencari solusi dari masalah ini,” pungkasnya. (map/ila)

Bupati Dairi Tertarik Kembangkan Pertanian Terpadu

TERNAK AYAM: Bupati Dairi, Dr Eddy Keleng Ate Berutu saat mengunjungi lokasi ternak ayam kampung milik anggota fraksi PDIP DPR RI, Mindo Sianipar di P4S Cariu Bogor Jawa Barat, Minggu (2/8).

DAIRI, SUMUTPOS.CO-Bupati Dairi, Dr Eddy Keleng Ate Berutu tertarik mengembangkan ataupun menerapkan konsep pertanian terpadu (Integrated Farming).

Ketertarikan itu setelah Eddy Keleng Berutu berkunjung ke pusat pelatihan petani pedesaan swadaya (P4S) milik anggota DPR RI, Mindo Sianipar berlokasi di Cariu Bogor, Minggu (2/8).

Demikian disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Dairi, Rahmatsyah Munthe, Senin (3/8).
Dijelaskan Rahmatsyah, pertemuan Eddy KA Berutu dengan Mindo Sianipar dihadiri Direktur Pembiayaan Pertanian Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Kementerian Pertanian (Kementan) Indah Megawati.
Kunjungan Bupati Dairi ke laboratorium pertanian Mindo Sianipar, untuk melihat ekosistem produksi pertanian terintegrasi untuk akselerasi perkembangan pertanian di Dairi. Karena pusat pelatihan milik Mindo Sianipar telah menerapkan sistem pertanian terpadu.
Pada kesempatan itu, lanjut Rahmatsyah, Eddy berkeliling melihat lokasi percontohan seluas 14 hektare yang dikelola Mindo yang terintegrasi untuk pertanian, perikanan dan peternakan. “Dengan potensi daerah pertanian yang ada di kawasan Danau Toba, laboratorium ini menjadi suguhan yang sangat menarik perhatian, ucap Eddy.
Bupati Dairi juga mengaku bangga bisa belajar serta mendapat banyak pengalaman dari tokoh nasional seperti Mindo Sianipar. “Kita perlu banyak belajar tentang pertanian supaya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat lewat pertanian karena masyarakat Dairi mayoritas petani,”papar Eddy.
Sementara itu, anggota DPR RI membidangi Koperasi dan Peningkatan Kesejahteraan Rakyat, Mindo Sianipar kepada Bupati Eddy menjelaskan, lokasi miliknya merupakan lokasi pertanian yang mengaplikasikan zero waste (Tanpa Sampah).
Mindo memaparkan, semua bisa dimanfaatkan, namun harus diupayakan bagaimana masyarakat menanam jagung dan terintegrasi berkembang bisa menjual daging ternak, jual susu, jual telur.
“di P4S Komunitas Tumbuh Bersama Cariu Bogor ini, kami merakit paket teknologi aplikatif untuk meningkatkan pendapatan petani, di antaranya teknologi zero waste dan bio-economy berbasis tanaman padi, jagung, sorgum, ikan dan ternak,”beber Mindo.
Hasil dan olahannya ada maggot untuk pakan, jamur, kompos, silika, asap cair dari sekam dan lainnya. Saat ini lanjut Mindo, P4S Komunitas Tumbuh Bersama sedang merakit teknologi budidaya ayam kampung petelur berlahan sempit bekerjasama dengan Kementerian Koperasi.
Dia berharap paket teknologi ayam kampung petelur bisa diadopsi petani untuk meningkatkan pendapatan harian mereka.
“Saya siap membantu Dairi. Dengan kehadiran Bupati Eddy ke sini, berarti serius untuk memajukan masyarakat dan mengembangkan pertanian di Dairi,”ungkap Mindo. (rud/han)

3 ASN Tebingtinggi Reaktif Covid-19

RAPID TEST: Sebanyak 200 orang ASN dan tenaga honorer menjalani rapid test di Gedung Balai, Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO-Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Pemko Tebingtinggi melalui Tim Medis Dinas Kesehatan mengadakan pemeriksaan uji cepat Rapid Test, di Balai Kota Tebingtinggi, Senin (3/8). Hasilnya, 3 ASN dinyatakan reaktif.

Pemeriksaan uji Rapid Test diikuti sekitar 200 ASN dan Tenaga Honorer Pemerintah Kota Tebingtinggi serentak dilakukan di Lantai 1 sampai dengan 4 Gedung Balai Kota Kota Tebingtinggi.
Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Tebingtinggi Muhammad Dimiyathi mengatakan, rapid test massal secara mendadak dengan tujuan utamanya sebagai upaya untuk memutus mata rantai Covid-19 di klaster perkantoran.
“Karena perkantoran sudah mulai menjadi klaster penyebaran Covid-19. Oleh karena itu, pada hari ini coba kita rapid test di Balai Kota dulu dan nanti menyusul di dinas lain,” ungkap Dimiyathi.
Sementara itu, Juru bicara GTPP Covid-19 selaku Kadis Kesehatan Kota Tebingtinggi dr Nanang Fitra Aulia membenarkan ada 3 orang reaktif hasil rapid test hari ini. Untuk ketiganya sudah dilakukan pemeriksaan lanjutan dengan uji swab.
Nanang Fitra melaporkan kondisi Kota Tebingtinggi pada Senin 3 Agustus 2020 terkait Covid-19 ada penambahan 1 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.
“Tadi pagi kita menerima laporan ada penambahan 1 orang pasien positif, jadi jumlah pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil swab (PCR) test adalah 28 orang yang sedang dirawat, 4 orang meninggal dan 7 orang dinyatakan sembuh,” jelasnya.
Nanang menyampaikan, dari 28 orang yang terkonfirmasi positif dan sedang menjalani perawatan saat ini kondisinya semua dalam keadaan baik. “Dalam kesempatan ini kami mengimbau kepada warga Kota Tebingtinggi untuk tetap mematuhi dan mengikuti protokol yang ditetapkan pemerintah,” tegas Nanang Fitra Aulia. (ian/han)


PPDP Binjai Timur Tercepat Lakukan Coklit

CINDERAMATA: Noni Rivawani menerima cinderamata dari Ketua KPU Binjai, Zulfan Effendi
CINDERAMATA: Noni Rivawani menerima cinderamata dari Ketua KPU Binjai, Zulfan Effendi

BINJAI-Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) Komisi Pemilihan Umum Kota Binjai telah melakukan penyocokan dan penelitian (coklit) untuk pemutakhiran data pemilih sejak 15 Juli 2020 sampai 14 Agustus 2020.

 “Dari data yang sudah masuk hingga 3 Agustus 2020, Coklit di Binjai sudah 72,5 persen selesai dilakukan,”ungkap Ketua Divisi Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia KPU Binjai, Robby Effendi, Senin (3/8).

 Robby menjelaskan, ada 3 PPDP yang bekerja di wilayah Binjai Timur tercepat melakukan Coklit. Adalah, Noni Rivawani di TPS 7, M Billy Fernandra di TPS 20 dan Yuli Francisca di TPS 21, Kelurahan Sumbermulyo Rejo.  “Ketiganya sudah rampung melakukan Coklit sebelum deadline. Terima kasih kawan-kawan PPDP,” kata Robby.

 Tugas penyelenggara Pemilu menjadi dua karena Pandemi Covid-19. Adalah, menyelamatkan hak pilih warga dan menjaga hak sehat warga sebangsa tanah air.

 Karena tugas yang dilakukan PPDP sudah rampung sebelum waktunya, KPU Binjai memberikan suvenir sebagai bentuk kerja kerasnya dan ras syukur hingga ucapan terima kasih. Kepada seluruh PPDP, KPU Kota Binjai mengucapkan terima kasih atas kerja-kerja yang tinggal menyisakan 10 hari lagi. 

 “Kepada PPK dan PPS se-kota Binjai, kita juga memberi apresiasi atas supervisi serta monitoring yang telah dilakukan kepada PPDP,” kata dia.

 Sementara, Noni Rivawani merasa bersyukur atas tugasnya rampung cepat. “Saya bisa cepat, rezeki lah Pak, warga yang didatangi orangnya ketemu semua,” kata Noni. 

  “Saya juga cepat, Alhamdulilah ketemu semua orangnya. Paling kejadian yang mendebarkan hanya dikejar anjing saja,” pungkas Yuli. (ted/han)

PSMS Gagal Dapatkan Ghozali

Ghozali Siregar masih dibutuhkan Pesib Bandung. (ist)

MEDAN- Harapan PSMS untuk mendatangkan Ghozali Sireger untuk menghadapi lanjutan Liga 2, Oktober mendatang, akhirnya pupus. Pasalnya, Persib tidak melepas Ghozali untuk kembali ke Medan.

Ghozali dipastikan gagal ke Medan setelah Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar menghubungi Sekretaris PSMS, Julius Raja.

“Pak Umuh sudah menelpon. Mereka tidak melepas Ghozali ke PSMS, karena masih dibutuhkan,” ujar Julius Raja kepada Sumut Pos, Senin (3/8).

Selain masih dibutuhkan, Bobotoh yang notabene supporter setia Maung Bandung, juga tak menginginkan kepergian Ghozali.

” Kami kan ingin sang pemain bergabung, dan gayung bersambut kalau jodoh, itulah upaya yang kami lakukan. Tapi setelah disampaikan melalui surat dan langsung berkomunikasi dengan Pak Umuh, sepertinya dia kurang berkenan,” jelas Pria yang akrab dipangil King itu.

Lebih lanjut dia mengatakan, manajemen sudah berusaha mendatangkan Ghozali, namun rupanya keinginan PSMS tersebut tidak dikabulkan oleh Persib.

Dengan kondisi ini, manajemen Ayam Kinantan kemungkinan akan mencari pemain lainnya. King menegaskan, akan meminta pendapat tim pelatih dan penasehat teknik. (dek)

Sutanto Tan Pekan Ini Bergabung dengan PSMS

Gabung: Sutanto Tan segera bergabung dengan Skuad PSMS Medan.
Gabung: Sutanto Tan segera bergabung dengan Skuad PSMS Medan.
Gabung:  Sutanto Tan segera bergabung dengan Skuad PSMS Medan.
Gabung: Sutanto Tan segera bergabung dengan Skuad PSMS Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sejak PSMS Medan kembali menggelar latihan, usai jeda kompetisi akibat pandemi virus corona, Sutanto Tan belum juga bergabung dengan skuad Ayam Kinantan. Usut punya usut, ternyata sang gelandang punya aktivitas di Batam. Sutanto pun mengaku, segera bergabung dengan tim pada pekan ini.

“Banyak kawan-kawan menanyakan kapan sayang datang ke Medan. Tidak pernah bermaksud untuk menunda kedatangan, tapi ada yang perlu saya diskusikan dengan manajemen, terkait kedatangan saya ke Medan,” ungkap Sutanto melalui akun Instagramnya, Sabtu (1/8) lalu.

Sutanto pun membeberkan, ada kegiatan yang dilakukannya selama ketidakhadirannya latihan bersama skuad Ayam Kinantan. Melalui posting-an di akun Instagram, dia mengaku sedang berbagi ilmu dan pengalaman dengan Hang Nadim Academy.

“Kegiatan saya selama di Batam sangat positif bersama Hang Nadim Academy. Selain menjaga kondisi fisik, saya juga mendapatkan ilmu baru dengan berbagi pengalaman yang saya miliki,” beber pemain 26 tahun tersebut.

Sutanto pun berharap, dapat segera bergabung latihan bersama tim di Kota Medan. Dia mengaku, baru bisa mengikuti latihan dengan tim besutan Philip Hansen itu pada pekan ini.

“Tidak sabar mengikuti latihan minggu depan. Sampai ketemu di Medan,” tulisnya lagi.

Seperti diketahui sebelumnya, jauh sebelum gabung ke PSMS, Sutanto pernah menjadi satu amunisi penting di Persija Jakarta. Sutanto terakhir memperkuat Persija saat mengarungi Liga 1 musim 2017.

Manajemen PSMS pun mendatangkan Sutanto pada bursa transfer jelang bergulirnya Liga 2 2020. Diketahui, Sutanto didatangkan dari PSIM Yogyakarta dengan status free transfer.

Sejak bergabung, dia pun langsung jadi andalan tim, terbutki Pelatih Philip langsung me-masukkannya dalam tim inti pada laga perdana Liga 2 lalu di Stadion Teladan Medan, saat menjamu Tiga Naga, Riau, 15 Maret lalu. Namun pada pertandingan itu, eks Bali United itu tak menyumbangkan gol, saat PSMS mengalahkan Tiga Naga dengan skor 2-1.

Namun sayang, kompetisi sepak bola di Tanah Air, termasuk Liga 2, terpaksa dihentikan sementara akibat mewabahnya virus corona. Dan setelah menunggu kurang lebih 3 bulan, akhirnya Liga 2 pun diketahui bakal digelar Oktober mendatang. Dan PSMS pun telah menggelar sesi latihan kembali sejak awal Juni lalu. Meski untuk awalnya, hanya para pemain dari Kota Medan dan sekitarnya yang bisa mengikuti latihan. (bsc/saz)

Jelang Pilkada Medan, PDIP dan Gerindra Belum juga Tentukan Paslon

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Namun begitu, kedua partai pemenang pada Pemilu 2019 yang lalu, yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) maupun Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) sama-sama belum mengumumkan siapakah paslon yang akan mereka usung di Pilkada Medan kali ini.

“Sampai saat ini kita belum dapat info kapan akan diumumkan, kita pun di DPC terus menunggu juga ini, apalagi ini sudah bulan Agustus kan,” ucap Sekretaris DPC PDIP Medan, Robi Barus kepada Sumut Pos, Minggu (2/8).

Dikatakan Robi, sampai sekarang pihaknya juga belum mendapatkan bocoran terkait kapan pihaknya akan mengumumkan nama yang diusung partai peraih kursi Ketua DPRD Medan tersebut. Namun begitu, Robi meyakini bahwa hal itu akan diumumkan dalam waktu dekat, mengingat waktu pendaftaran paslon di Pilkada Medan hanya menyisakan waktu satu bulan lagi.

“Belum ada bocoran sama sekali, masih menunggu saja ini. Tapi kalau saya rasa dalam waktu dekat lah, karena kan waktunya memang sudah sangat dekat, kemungkinan besar dalam bulan ini juga dan kemungkinan juga nanti akan diumumkan beserta wakilnya sekalian, jadi komplit yang diumumkan itu pasangan calon,” katanya.

Soal siapa yang akan diusung, Robi pun kembali mengatakan hal yang sama, yakni tidak tahu soal siapa yang akan diusung oleh partainya dan menyerahkan hal itu sepenuhnya kepada DPP PDIP. Namun ia juga tidak membantah kalau nama Bobby Nasution yang merupakan menantu Presiden RI Joko Widodo sebagai salah satu kandidat terkuat untuk diusung di Pilkada Medan.

“Nama Bobby memang infonya masuk ya dalam calon Wali Kota Medan dari PDIP, tapikan saya gak bisa pastikan itu karena keputusan kan ada di tangan DPP, ya kami siap dan tegak lurus saja siapapun nanti yang akan diusung DPP,” terangnya.

Di sisi lain, Partai Gerindra yang juga merupakan peraih 10 kursi di DPRD Medan mengaku belum memutuskan nama paslon yang akan diusungnya. “Belum ada nama yang kita terima di DPC, masih menunggu. Sabar saja kita ya,” jawab Sekretaris DPC Gerindra Medan, Hidayat Tanjung kepada Sumut Pos, Minggu (2/8).

Tak berbeda dengan PDIP, DPC Gerindra Medan juga meyakini bahwa DPP Partai Gerindra juga akan segera mengumumkan atau menginformasikan secara resmi kepada pihaknya di DPC, soal siapa paslon yang akan diusung di Pilkada Medan 2020.

“Dalam waktu dekat ini lah, nanti akan kita infokan segera siapa yang diusung, kalau kita di DPC sudah terima secara resmi dari DPP. Kemungkinan nanti akan diumumkan bersama nama wakilnya,” katanya.

Soal nama wakil, Hidayat mengakui bahwa pihaknya telah mengajukan 3 nama apabila partai besutan Prabowo Subianto itu turut mendukung Bobby Nasution. Sebab, partai Gerindra kerap kali disebut turut mendukung Bobby Nasution seperti halnya PDIP yang juga disebut-sebut mendukung Bobby Nasution, hingga membuat sang petahana Akhyar Nasution memilih keluar dari partai berlambang banteng bermoncong putih tersebut dan berpindah ke partai Demokrat. “Soal kapan dan siapa yang akan diusung kita belum tahu, tapi nama Bobby memang jadi salah satu kandidat. Kalau Bobby jadi diusung, Partai Gerindra sudah kirim 3 nama untuk jadi Wakilnya, tapi saya gak etis sebutkan namanya. Maka kita tunggu saja ya, dalam waktu dekat pasti akan diumumkan,” pungkasnya.

Sebelumnya, baik partai Gerindra maupun PDIP sama-sama berhasil meraih 10 kursi di DPRD Medan dari hasil pemilu pada April 2019 yang lalu. Artinya, kedua partai sama-sama berhak dalam mengusung paslon yang akan mereka sodorkan ke KPU Medan sebagai pemimpin Kota Medan hingga tahun 2024 mendatang.

Walaupun belum pasti, namun keduanya justru berkali-kali telah memberikan sinyal arah dukungannya kepada Bobby Nasution. Tak cuma kedua partai tersebut, partai NasDem, Golkar, PAN dan sejumlah parpol lainnya juga disebut-sebut siap merapatkan barisan dan mendukung suami dari Kahiyang Ayu tersebut untuk maju sebagai Calon Wali Kota Medan di Pilkada Medan.

Seperti diketahui, waktu pendaftaran bagi para paslon di Pilkada serentak tinggal satu bulan lagi. Sebab KPU akan membuka pendaftaran pada tanggal 4 September mendatang dan menutupnya pada tanggal 6 September. (map/azw)

LPPM dan FE Unimed Gelar Program Kemitraan Masyarakat

BERITA ACARA: Ketua Tim Pelaksana PKM Unimed Dr Azizul Kholis SE MSi MPd CMA CSRS menyerahkan berita acara dimulainya kegiatan kepada Camat Medan Tembung A Barli M Nasution SSTP MAP selaku Mitra.
BERITA ACARA: Ketua Tim Pelaksana PKM Unimed Dr Azizul Kholis SE MSi MPd CMA CSRS menyerahkan berita acara dimulainya kegiatan kepada Camat Medan Tembung A Barli M Nasution SSTP MAP selaku Mitra.
BERITA ACARA: Ketua Tim Pelaksana PKM Unimed Dr Azizul Kholis SE MSi MPd CMA CSRS menyerahkan berita acara dimulainya kegiatan kepada Camat Medan Tembung A Barli M Nasution SSTP MAP selaku Mitra.
BERITA ACARA: Ketua Tim Pelaksana PKM Unimed Dr Azizul Kholis SE MSi MPd CMA CSRS menyerahkan berita acara dimulainya kegiatan kepada Camat Medan Tembung A Barli M Nasution SSTP MAP selaku Mitra.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) bersama Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Negeri Medan (Unimed) menggelar program kemitraan masyarakat di Kecamatan Medan Tembung. Program kemitraan itu ditandai dengan Kick of Meeting di Aula FE Unimed pada Jumat (24/7) dan dirangkaikan dengan rapat di Kantor Camat Medan Tembung Jalan Kapten M Jamil Lubis No 107 Medan, Selasa (28/7).

Hadir pada Kick Off Meeting, Ketua Pelaksana Dr Azizul Kholis SE MSi MPd CMA CSRS, anggota Sulaiman Lubis SE MM, Khafi Puddin SE MSi, pendamping LPPM Hendry Situmorang SSos, Camat Medan Tembung A Barli M Nasution SSTP MAP didampingi Drs Selamat selaku Kasi PPM

Dr Azizul Kholis mengatakan, program kemitraan masyarakat di Kecamatan Medan Tembung ini berangkat dari permasalahan yang dihadapi oleh pelaku UMKM di kecamatan tersebut. Hal itu terkait ketidaktahuan dan kurangnya kemampuan pelaku UMKM melakukan adaptasi teknologi, khususnya berbasis daring untuk menjalankan pemasaran produk hasil produksinya. Padahal, selama masa Covid-19, seluruh usaha harus dijalankan secara online.

“Karena itu, konsep program kemitraan yang diusulkan adalah Pembentukan Komunitas e-Gerai (Elektronik Gerakan Aksi), yaitu merupakan program pengembangan dari

sistem kegiatan pembinaan UMKM dengan berbasis online, khususnya dalam membangun kemitraan kepada pelanggan dan pemasaran produk yang dihasilkan,” ungkap Dr Azizul kepada wartawan akhir pekan lalu.

Menurutnya, e-Gerai akan menginisiasi beberapa pelaku UMKM untuk dibuatkan menjadi satu komunitas berbasis aplikasi sehingga bisa berinteraksi antara satu dengan lainnya dan memperluas akses kerjasama dan perluasan pemsaran dengan berbagai pihak untuk kemajuan usaha masing-masing. “Kepanjangan e-Gerai adalah Elektronik Gerakan Aksi dimana seluruh aksi/aktivitas/kegiatan pengembangan pelaku usaha diarahkan pada penerapan sistem elekroning berbasing daring/online,” jelasnya.

Pelaksanaan e-Gerai dilaksanakan dengan bekerjasama antara pihak LPPM Unimed, FE Unimed dan pihak Pemerintah Kecamatan Medan Tembung ini akan melibatkan komunitas ataupun kelompok pelaku UMKM yang menjadi binaan pihak Kecamatan Medan tembung yaitu sebanyak 45 pelaku UMKM. “Pada tahapan awal sebagai pelopor e-Gerai akan di bina sebanyak 5 pelaku UMKM, “ sambungnya.

Dijelaskan Dr Azizul, kegiatan kemitraan yang akan dilaksanakan meliputi identifikasi usaha, pemetaan permasalahan, FGD pemecahan masalah, pembuatan website e-Gerai, sosialisasi dan peluncuran (launching). “Kenapa kita pilih Kecamatan Medan Tembung, karena secara geografis berbatasan langsung dengan Unimed sehingga sangat wajar jika Program kemitraan diberikan oleh LPPM dan FE Unimed sebagai kontribusi perguruan Tinggi kepada masyarakat sekitar kampus,” terangnya. Ia menuturkan, capaian kegiatan ini berupa e-Gerai Model Komunitas pelaku UMKM yang membuat produk aksesoris dan perhiasan, website e-Gerai, artikel

ilmiah yang dipublikasikan pada Jurnal nasional terkreditasi tentang pembinaan UMKM. Kemudian, pemberitaan/publikasi kegiatan pada media cetak dan media online, makalah yang dipresentasikan pada seminar nasional dan buku ajar tentang kewirausahaan bagi pelaku UMKM.

Terpisah, Dekan FE Unimed Prof Indra Maipita menyambut baik gagasan Tim PKM dosen Unimed yang kegiatannya didanai dari PNPB Unimed tahun 2020. Dikatakannya, teknologi tidak bisa dihindari tetapi harus diadaptasi dan diadopsi. “Dengan begitu, para pelaku UMKM ke depan memiliki kapasitas dan kompetensi pemanfaatan teknologi informasi yang memang harus digunakan pada era 4.0 saat ini,” pungkasnya. (ris/azw)

UMN Al-Washliyah Sembelih Dua Sapi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – REKTOR Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah menyaksikan penyembelihan hewan kurban di halaman kampus, Sabtu (1/8).

Rektor Dr KRT H Hardi Mulyono K Surbakti didampingi tiga wakil rektor yakni Dr H Firmansyah MSi, Dr H Ridwanto MSi dan Dr Anwar Sadat MHum, mengatakan penyembelihan dua ekor sapi dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan.

‘’Di tengah situasi sulit dan pandemi Covid-19 tidak menyurutkan para tenaga pendidik (dosen) dan staf kependidikan untuk berbagi kepada sesama umat muslim memotong hewan qurban,’’ kata Hardi Mulyono.

Rektor memberikan apresiasinya kepada para pendidik dan staf kependidikan yang ikut serta dalam berkurban. Mereka yang berkurban adalah Hardi Mulyono, Firmansyah, Badrul Ilmi Mubarok Harahap, Dedy Juliandri Panjaitan, Ridwanto, Suardi Santoso, Risnawati, Halimatul Martani, Samsul Bahri, Syaiful Bahri, Hidayat, Minda Sari Lubis dan Junanda Ambar Rukhma Mukhista.

Ia berharap pada tahun depan perayaan Idul Adha akan lebih banyak lagi diikuti oleh para dosen dan staf kependidikan yang berkurban. (rel/gus/azw)

Pemkab Dairi Launching Layanan BPHTB Online

PUKUL GONG: Bupati Dairi, Dr Eddy KA Berutu disaksikan Kepala BPN Dairi, Rasmon Sinamo (2 kiri) dan Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah, Harryson Sirumapea (kiri) memukul gong sebagai simbolis launching e-BPHTB online.
PUKUL GONG: Bupati Dairi, Dr Eddy KA Berutu disaksikan Kepala BPN Dairi, Rasmon Sinamo (2 kiri) dan Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah, Harryson Sirumapea (kiri) memukul gong sebagai simbolis launching e-BPHTB online.
PUKUL GONG: Bupati Dairi, Dr Eddy KA Berutu disaksikan Kepala BPN Dairi, Rasmon Sinamo (2 kiri) dan Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah, Harryson Sirumapea (kiri) memukul gong sebagai simbolis launching e-BPHTB online.
PUKUL GONG: Bupati Dairi, Dr Eddy KA Berutu disaksikan Kepala BPN Dairi, Rasmon Sinamo (2 kiri) dan Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah, Harryson Sirumapea (kiri) memukul gong sebagai simbolis launching e-BPHTB online.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi launching aplikasi elektronik bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (e-BPHTB), Kamis (30/7). Aplikasi tersebut hasil kerjasama Pemkab Dairi dengan kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Dairi.

Bupati Dairi, Dr Eddy Keleng Ate Berutu melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Rahmatsyah Munthe, mengatakan, perjanjian kerja sama tertuang Nomor 01/200.1/PKS/V/2019 tentang pendaftaran dan pensertifikatan tanah, pengintegrasian data pertanahan dengan pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB P-2) dan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB).

Dan perjanjian kerja sama Nomor 05/PKS-12.11/VI/2020 tentang pengintensifan pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB- P-2) dan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) untuk pengoptimalan pendapatan asli daerah.

Dijelaskannya, pajak merupakan sumber utama penerimaan negara. Tanpa pajak sebagian besar kegiatan negara sulit untuk dapat dilaksanakan.

Dengan diberlakukannya otonomi daerah, pengelolaan dan pemungutan pajak bumi dan bangunan pedesaan dan perkotaan (PBB-P2) dan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) sudah dilimpahkan menjadi pajak daerah.

“Pemerintah daerah diharapkan terus menggali potensi sumber penerimaan daerah untuk membiayai pembangunan daerah melalui peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Bupati Eddy mengatakan, Pemkab Dairi terus berupaya melakukan berbagai inovasi salah satunya launching aplikasi e-BPHTB yang kita lakukan hari ini,” papar Rahmatsyah.

Layanan e-BPHTB dilakukan host to host. Artinya, sistem antar server yang terhubung satu sama lain secara langsung atau dengan kata lain telah terintegrasi secara online. Peluncuran e-BPHTB online guna mengoptimalkan PAD serta mengupayakan tidak terjadi kebocoran dalam proses pengumpulan pajak dan retribusi daerah. (rud/ram)