28 C
Medan
Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 4238

Penderita Tumor 30 Kg Berhasil Dioperasi, Biaya Ditanggung BPJS Kesehatan

TUMOR: Kondisi Andriadi Putra yang menderita tumor seberat 30 Kg sebelum diopersi.
TUMOR: Kondisi Andriadi Putra yang menderita tumor seberat 30 Kg sebelum diopersi.
TUMOR: Kondisi Andriadi Putra yang menderita tumor seberat 30 Kg sebelum diopersi.
TUMOR: Kondisi Andriadi Putra yang menderita tumor seberat 30 Kg sebelum diopersi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Andriadi Putra (34), penderita neurofibroma atau tumor dengan bobot sekitar 30 kilogram (kg) yang tumbuh pada bagian dada kanan, kini merasa sedikit lega.

Sebab, tumor pada bagian dada kanannya berhasil diangkat setelah dioperasi tim medis Rumah Sakit Khusus (RSK) Bedah Accuplast Medan, Rabu (10/6).

Terlebih, biaya operasi dan perawatan pasien yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah ini ditanggung pihak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Hal itu karena pemuda yang tinggal di Jalan Pancing Gang Karya Bakti, Kecamatan Medan Tembung ini merupakan peserta BPJS Kesehatan.

Direktur Utama RSK Bedah Accuplast, dr Retno Sari Dewi mengungkapkan, pasien tersebut menjalani operasi sekira 2 jam setengah mulai pukul 09.00 hingga pukul 10.30 WIB. Saat ini, kondisinya sedang dalam tahap pemulihan. “Alhamdulillah operasinya berjalan lancar dan tumor pada bagian dada sudah berhasil diangkat. Kita doakan insya Allah kondisinya cepat pulih,” ungkap Retno saat diwawancarai.

Dikatakannya, dalam proses operasi ini pasien mengeluarkan cukup banyak darah sehingga membutuhkan transfusi. Oleh itu, lantaran tumor yang dideritanya terbilang berat, sehingga proses operasi untuk mengangkat seluruh tumor yang tumbuh di tubuhnya membutuhkan proses. “Tidak bisa hanya satu kali mengangkat tumornya pada bagian dada dan wajah, harus bertahap. Maka dari itu, perlu beberapa kali dilakukan operasi mengangkat tumornya dan dokter ahlinya yang lebih mengetahui,” kata Retno.

Diutarakan dia, tumor ini juga tumbuh di badan pasien. Akan tetapi, bobotnya tidak sebesar yang tumbuh pada bagian dada dan wajah. “Penyebabnya belum bisa diketahui pasti karena harus melalui pengujian lebih lanjut. Namun, kebanyakan faktornya dari genetik,” ujarnya.

Retno menambahkan, pada operasi tersebut melibatkan sekitar 8 tenaga medis termasuk dokter spesialis bedah plastik, anastesi, dan lainnya. “Harapan kita, paling tidak seminggu kondisinya bisa normal kembali. Namun, dengan catatan kebutuhan darahnya tercukupi,” tukasnya.

Sementara, Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Sumut-Aceh, Mariamah mengatakan, pasien tumor berbobot 30 kg ini merupakan peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau mandiri Kelas III. Oleh karena itu, biaya perawatannya ditanggung BPJS Kesehatan sesuai dengan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). “Seluruh peserta sepanjang pelayanannya sesuai indikasi medis dan kemudian juga sesuai dengan kelas rawatan hak pasien, maka tidak akan ada biaya apapun yang dikeluarkan,” kata Mariamah.

Ia menyatakan, pihaknya berharap kepada rumah sakit tersebut dapat melayani pasien itu dengan sebaik-baiknya. Apalagi, setelah ini akan ada operasi lagi dan kontrol ulang kondisi kesehatannya. Selain itu, harapan kepada pasien agar taat untuk kontrol atau check up, sehingga dengan begitu kondisi kesehatannya benar-benar pulih.

“Pasien ini nantinya akan diusulkan bukan lagi peserta mandiri, melainkan peserta segmen PB-Pemda (Penerima Bantuan Pemerintah Daerah). Artinya, dapat didaftarkan menjadi peserta PB-Pemda, sehingga iurannya ditanggung Pemprovsu dan tidak lagi dibayar secara mandiri,” imbuhnya.

Terpisah, Herida Sri Andriyani (51) selaku ibu Andriadi Putra mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak rumah sakit dan juga BPJS Kesehatan. Karena, tanpa bantuan mereka tentunya tidak ada arti apa-apa. “Anak saya menjadi peserta mandiri BPJS Kesehatan sejak 2014 sampai sekarang. Makanya, sangat bersyukur sekali menjadi peserta karena biaya operasi dan perawatan dapat ditanggung. Kalau tidak, kemungkinan sulit untuk dioperasi mengingat kemampuan ekonomi,” ujar Herida.

Menurut Herida, tumor di tubuh anaknya tumbuh membesar hingga berbobot 30 kg sejak dua tahun terakhir. Bahkan, tumbuh pula pada bagian badan dan tangannya tetapi beratnya lebih ringan. “Sebelumnya hanya terdapat benjolan kecil saja sejak lahir. Namun, seiring pertumbuhan badannya tumor tersebut mulai membesar pada usia SMP,” tuturnya.

Herida mengaku, dua tahun sebelumnya anak keduanya dari lima bersaudara ini sempat bekerja menjadi pegawai showroom motor bekas. Akan tetapi, lantaran tumornya semakin membesar maka tidak lagi bekerja. “Sempat saya ajak untuk berobat ke rumah sakit sewaktu tumornya belum membesar. Tapi, anak saya enggak mau alasannya karena kondisinya masih sehat-sehat saja tidak ada keluhan dan juga kondisi ekonomi keluarganya,” kata ibu lima anak ini.

Dia menuturkan, anaknya dirawat dan dioperasi di RSK Bedah Accuplast berkat bantuan dari dr Wahyono karena viral di media sosial. “Dokter Wahyono langsung datang ke rumah kami, lalu menyampaikan dan menjelaskan banyak hal hingga kemudian membawa anak saya ke rumah sakit tersebut,” tukasnya. (ris/azw)

Rampas HP Bocah 5 Tahun, Sabri Diringkus Polisi

DIAMANKAN: Tersangka kasus pencurian ponsel M Sabri Harahap (28), saat diamankan di Polsek Lubukpakam, Polresta Deliserdang, Minggu (14/6).
DIAMANKAN: Tersangka kasus pencurian ponsel M Sabri Harahap (28), saat diamankan di Polsek Lubukpakam, Polresta Deliserdang, Minggu (14/6).
DIAMANKAN: Tersangka kasus pencurian ponsel M Sabri Harahap (28), saat diamankan di Polsek Lubukpakam, Polresta Deliserdang, Minggu (14/6).
DIAMANKAN: Tersangka kasus pencurian ponsel M Sabri Harahap (28), saat diamankan di Polsek Lubukpakam, Polresta Deliserdang, Minggu (14/6).

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Tim Tekab Polsek Lubukpakam, Polresta Deliderdang, berhasil menangkap tersangka M Sabri Harahap (28), terkait kasus pencurian handphone milik korban MH (5), Minggu (14/6).

Dari informasi yang dihimpun, Minggu (14/6), sekira pukul 17.20 WIB, korban MH (5) warga Jalan Keramat, Kelurahan Syahmad, Kecamatan Lubukpakam, sedang bermain handphone Alandroid Vivo Y12 warna biru di samping MAN Lubukpakam.

Saat itu Sabri yang tinggal di simpang Sinalko, Kecamatan Tanjungmorawa, mengendarai sepeda motor Honda Vario dengan nomor polisi BK 6290 MAY, langsung merampas handphone milik korban, dan langsung melarikan diri.

Korban yang mengetahui perampasan itu, langsung berteriak minta tolong. Teriakan korban mengundang perhatian masyarakat. Tanpa dikomando, warga berusaha mengejar pelaku, dan berhasil dimankan serta diserahkan ke Polsek Lubukpakam.

Dan atas kejadian tersebut orangtua korban, Suparlan (45) warga Jalan Keramat, Kelurahan Syahmad, Kecamatan Lubukpakam, merasa keberatan, sehingga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Lubukpakam.

Saat dikonfirmasi awak media, Kapolsek Lubukpakam, AKP Hendri Yanto membenarkan kejadian tersebut.

“Benar, pelaku sudah kami amankan. Dan saat ini sedang menjalani proses hukum di Mapolsek Lubukpakam,” pungkas Hendri. (btr/saz)

Nyambi Jurtul Togel, IRT Diciduk Polisi di Rumahnya

JURTUL: Seorang ibu rumah tangga berinisial AM yang menyambi jadi juru tulis judi togel saat diamankan di Mapolsek Medan Barat, Selasa (16/6). M IDRIS/SUMUT POS
JURTUL: Seorang ibu rumah tangga berinisial AM yang menyambi jadi juru tulis judi togel saat diamankan di Mapolsek Medan Barat, Selasa (16/6). M IDRIS/SUMUT POS
JURTUL: Seorang ibu rumah tangga berinisial AM yang menyambi jadi juru tulis judi togel saat diamankan di Mapolsek Medan Barat, Selasa (16/6). M IDRIS/SUMUT POS
JURTUL: Seorang ibu rumah tangga berinisial AM yang menyambi jadi juru tulis judi togel saat diamankan di Mapolsek Medan Barat, Selasa (16/6). M IDRIS/SUMUT POS

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial AM alias Mimin, ditangkap personel Polsek Medan Barat di rumahnya, Jalan Pertempuran, Lorong 7, Kelurahan Pulobrayan, Kecamatan Medan Barat. IRT berusia 44 tahun ini, diamankan polisi lantaran nyambi menjadi juru tulis (jurtul) togel di lingkungan rumahnya.

Kapolsek Medan Barat, Kompol Afdhal Junaidi menyebutkan, IRT itu ditangkap dari rumahnya pada Selasa (16/6) malam, sekira pukul 21.00 WIB. Penangkapan dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat setempat yang resah.

“Sekira pukul 20.30 WIB personel Unit Reskrim Polsek Medan Barat mendapat informasi dari masyarakat Jalan Pertempuran, Lorong 7, tentang adanya seorang perempuan yang menulis nomor-nomor tebakan judi jenis togel. Atas laporan masyarakat tersebut, personel melakukan penyelidikan, dan saat di lokasi, ditemukan pelaku judi tersebut sedang menulis nomor tebakan diduga judi togel,” ungkap Afdhal, Rabu (17/6).

Afdhal juga mengatakan, dari pelaku disita barang bukti berupa satu unit handphone berisi angka-angka tebakan, kertas bertuliskan angka-angka tebakan, pulpen, dan uang sebanyak Rp260.000.

“Perempuan tersebut berikut barang bukti kemudian dibawa ke Mapolsek Medan Barat, guna pemeriksaan lebih lanjut,” imbuhnya.

Menurut dia, berdasarkan keterangan pelaku kepada penyidik, menjadi jurtul togel masih baru dijalaninya, dengan alasan untuk menambah penghasilan. Tapi, tidak dijelaskan baru berapa lama.

“Pengakuannya, diduga tersangka masih baru. Saat ini, kasusnya masih didalami dan dikembangkan lebih lanjut,” pungkas Afdhal. (ris/saz)

Disebut Tak Jujur pada Sidang Penipuan Pengusaha Kopi, Benny Tetap Dituntut 3 Tahun Penjara

ONLINE: Persidangan terdakwa Dr Benny Hermanto berlangsung online di PN Medan, Rabu (17/6). AGUSMAN/SUMUT POS
ONLINE: Persidangan terdakwa Dr Benny Hermanto berlangsung online di PN Medan, Rabu (17/6). AGUSMAN/SUMUT POS
ONLINE: Persidangan terdakwa Dr Benny Hermanto berlangsung online di PN Medan, Rabu (17/6). AGUSMAN/SUMUT POS
ONLINE: Persidangan terdakwa Dr Benny Hermanto berlangsung online di PN Medan, Rabu (17/6). AGUSMAN/SUMUT POS

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Joice V Sinaga dan Arta Sihombing, menyatakan, terdakwa Dr Benny Hermanto, selaku Direktur PT Sari Opal Nutrition (SON), tidak jujur dan tidak mengakui perbuatannya.

JPU dari Kejari Medan itu, pun menegaskan, tetap pada tuntutan agar majelis hakim jatuhkan hukuman penjara kepada Benny selama 3 tahun.

Sebab, terdakwa tidak jujur dan tidak mengakui perbuatannya. Hal itu diungkapkan JPU Arta, saat membacakan tanggapan (replik) atas nota pembelaan (pledoi) dari penasihat hukum terdakwa dalam sidang online (teleconference) perkara penipuan terhadap Direktur PT Opal Coffee Indonesia (OCI), Surya Pranoto, sebesar Rp356.939.000 di Ruang Cakra VII Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (17/6).

“JPU tak sependapat dengan pembelaan penasihat hukum terdakwa. Apalagi, terdakwa tidak jujur dan tak mengakui perbuatannya,” ungkap Arta di hadapan majelis hakim yang diketuai Tengku Oyong.

JPU menyatakan, perbuatan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana penipuan terhadap Surya Pranoto, seperti dalam Pasal 378 KUHPidana.

Terdakwa dianggap melakukan tipu daya muslihat hingga merugikan PT OCI sebesar Rp356.939.000. Selain itu, Arta menyebut terdakwa telah menguntungkan diri sendiri atau orang lain, dengan maksud melawan hukum. Walaupun terdakwa dan korban berteman sejak 1996, dengan membeli kopi dari perusahaan milik Surya Pranoto, serta pembayaran seluruh pesanan sesuai penagihan.

Tapi sejak Maret 2018, pembelian kopi sebanyak 7 pre order atas pemesanan barang itu, PT OCI mengeluarkan 15 bon faktur, tapi hanya 2 yang dibayar, dan tersisa 13 bon faktur total Rp356.939.000, belum dibayar. Padahal kopi telah diterima PT SON milik terdakwa.

“Ada peristiwa hukum, barang sudah diterima pihak terdakwa. Barang tersebut dalam penguasaan terdakwa yang dijanjikan terdakwa membayar batas waktu paling lama 60 hari. Terdakwa punya niat mengambil keuntungan sendiri dengan tak membayarkan ke korban, dan hanya menyatakan pembayaran ditunda via karyawannya,” beber Arta.

Perbuatan terdakwa, lanjut Arta, tidak berhak menunda pembayaran dengan alasan tidak ada uang. Sebab, terdakwa berjanji membayar tenggat waktu 60 hari. Tapi terdakwa berhasil dengan kata-kata tipu muslihat kepada korban, untuk meminta mengirimkan kopi tersebut. Usai pembacaan replik, majelis hakim menunda sidang dengan agenda putusan pada 30 Juni 2020 mendatang.

Sementara itu, puluhan karyawan PT OCI yang tergabung dalam Serikat Buruh Bersatu Indonesia (SBBI), mendatangi PN Medan untuk menyaksikan persidangan. Mereka menuntut agar majelis hakim perkara ini bisa bersikap netral.

“Kami hanya ingin majelis hakim bersikap netral dan adil. Sebab, sudah beberapa kali terdakwa tidak hadir, namum sidang tetap digelar. Padahal terdakwa pernah menjadi DPO dan mendapatkan penangguhan penahanan dari hakim,” ujar Ketua DPP SBBI Sumut, Dahlan Ginting.

Menurut Dahlan, dengan ketidakhadiran terdakwa telah menunjukkan sikap tidak kooperatif. Apalagi, terdakwa diketahui pergi ke pesta di Surabaya setelah penangguhan. Padahal, alasan penangguhan karena sakit.

Para karyawan ini hanya meminta majelis hakim netral dan berpedoman pada hukum keadilan. Karena kasus ini, berdampak ke sebagian karyawan telah dirumahkan. Pada Kamis (18/6) mendatang, para karyawan akan menggelar aksi lanjutan ke PN Medan.

“Kami ingin majelis hakim ambil keputusan berdasar fakta dan bukti. Perusahaan terkena imbas karena produksi berkurang dan karyawan 80 persen perempuan dirumahkan. Kami minta Ketua Pengadilan Tinggi dan Komisi Yudisial juga mengawasi sidang ini,” harap Dahlan. (man/saz)

Tujuh Rumah Terbakar di Simalungun, Diduga Korsleting Listrik

TERBAKAR: Puing-puing rumah yang terbakar di Dusun 1, Nagori Purba Tongah, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Rabu (17/6).
TERBAKAR: Puing-puing rumah yang terbakar di Dusun 1, Nagori Purba Tongah, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Rabu (17/6).
TERBAKAR: Puing-puing rumah yang terbakar di Dusun 1, Nagori Purba Tongah, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Rabu (17/6).
TERBAKAR: Puing-puing rumah yang terbakar di Dusun 1, Nagori Purba Tongah, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Rabu (17/6).

SIMALUNGUN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 7 unit rumah di Dusun 1, Nagori Purba Tongah, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Rabu (17/6), hangus terbakar.

Tidak ada korban jiwa pada peristiwa kebakaran yang diduga diakibatkan korsleting arus listrik dari rumah korban, Kartolo Purba (67) tersebut.

Kapolsek Purba, Iptu M Sinaga menjelaskan, satu unit rumah milik Jalesken Sinaga hanya terbakar di bagian dinding dapur, setelah merusak rumah di sebelahnya.

Sementara rumah Rotua Purba (65), Mak Jonli Sitio (63), Layas Purba (76), Marsudin Silalahi (60), Nardo Purba (50), dan Maras Purba (50), yang posisinya berdempetan ludes terbakar.

Kebakaran berlangsung selama 30 menit, dengan upaya keras warga yang memadamkan api menggunakan alat seadanya, dan sebagian menyelamatkan barang-barang rumah tangga.

Mobil pemadam kebakaran tiba setelah api mengecil, dan praktis hanya menyiram puing-puing kebakaran. (ant/saz)

Warga Resah, Jalan Letda Sujono Tebingtinggi Berlubang

Ilustrasi
Ilustrasi

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Warga yang tinggal di Jalan Letda Sujono, Kecamatan Bajenis, Kota Tebingtinggi, resah dan takut terjatuh saat mengenderai sepeda motor. Pasalnya, jalan tersebut kondisi berlubang dan rusak parah hampir sejauh 1 kilometer.

Kondisi jalan rusak tersebut sudah hampir setahun ini. Penyebabnya, adanya truk ukuran besar pengangkut tanah untuk menimbun jalan tol Tebingtinggi-Pematangsiantar yang dikerjakan oleh perusahaan Waskita Karya.

Bukan truk pengangkut tanah saja yang membuat kondisi jalan rusak, tapi truk pengangkut sawit dan kayu dari daerah Kecamatan Sipipis, Kabupaten Sergai. Kondisi lubang dengan kedalaman hampir 30-40 centimeter.

Salah seorang warga, Rudi memiliki kios pangkas di Jalan Letda Sujono, mengaku jalan tersebut semangkin hari semangkin rusak parah, apalagi bila masuk musim penghujan, Jalan seperti kubangan, akibat kondisi jalan rusak tersebut, banyak pengguna sepeda motor sering terjatuh karena banyaknya lubang. “Hampir setahun belum ada perbaikan, apalagi semenjak ada masuk truk pengangkut tanah untuk menimbun jalan tol, kondisi Jalan Letda Sujono Kota Tebingtinggi semangkin parah rusaknya,” papar Rudi, Selasa (16/6).

Dia juga mengeluh tidak ada kepedulian pemborong penimbunan jalan tol yang tidak melakukan perbaikan jalan. Begitu juga dengan pengusaha sawit dan kayu yang tidak peduli dengan kondisi jalan rusak berlubang. “Pernah truk terpacak masuk lubang di depan kios saya ini, karena kejadian itu pengguna jalan otomatis terganggu, harapannya segera dilakukan perbaikan jalan itu,” tukasnya. (ian)

KPUD Sergai Lantik 729 Anggota PPS

LANTIK: Ketua KPUD Sergai Erdian Wirajaya melantik anggota PPS yang tersebar di 243 desa/kelurahan se-Kabupaten Sergai, Senin (15/6).
LANTIK: Ketua KPUD Sergai Erdian Wirajaya melantik anggota PPS yang tersebar di 243 desa/kelurahan se-Kabupaten Sergai, Senin (15/6).
LANTIK: Ketua KPUD Sergai Erdian Wirajaya melantik anggota PPS yang tersebar di 243 desa/kelurahan se-Kabupaten Sergai, Senin (15/6).
LANTIK: Ketua KPUD Sergai Erdian Wirajaya melantik anggota PPS yang tersebar di 243 desa/kelurahan se-Kabupaten Sergai, Senin (15/6).

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Menjelang Pilkada serentak 9 Desember 2020 mendatang, KPUD Sergai melantik 729 anggota Panitia Pemunggutan Suara (PPS) yang tersebar di 243 desa/kelurahan se-Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai). Pelantikan ini, dilakukan secara simbolis, dengan 3 orang perwakilan anggota PPS, yang mewakili agama Islam, Kristen dan Khatolik, untuk diambil sumpah dan janji oleh ketua KPUD Sergai Erdian Wirajaya diruang rapat Aula kantor KPUD Sergai, Jalan Negara Desa Firdaus Kecamatan Sei Rampah, Senin (15/6).

Anggota komisioner KPUD Sergai Divisi Parmas Ardiansyah Hasibuan mengatakan, pelantikan ini dilakukan secara webinar dengan menggunakan aplikasi zoom meeting (daring) di layar monitor yang disaksikan seluruh anggota PPS di setiap desa menggunakan HP android atau Laptop. “Karena pelantikan kali ini berbeda seperti biasanya mengingat pandemi Covid-19. Namun, tetap menjalankan protokoler kesehatan,” kata Ardiansyah.

Usai dilantik, anggota PPS segera melakukan rapat pleno untuk menentukan pemilihan ketua PPS, setelah itu membuat berita acara dan melaporkan langsung kepada KPUD Sergai, tutur Ardiansyah.

Pelantikan ini turut dihadiri yang mewakili Polres Sergai/Tebingtinggi, Kejari Sergai, Bawaslu Sergai, Wakil ketua DPRD Sergai Siswanto, dan para undangan yang hadir. (sur)

Wali Kota Tebingtinggi Dukung BPS Survei Podes

TERIMA: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan menerima audiensi BPS Kota Tebingtinggi di Balai Kota, Selasa (16/6). Pertemuan itu membahas pelaksanaan program survei Potensi Desa (Podes). SOPIAN/SUMUT POS.
TERIMA: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan menerima audiensi BPS Kota Tebingtinggi di Balai Kota, Selasa (16/6). Pertemuan itu membahas pelaksanaan program survei Potensi Desa (Podes). SOPIAN/SUMUT POS.
TERIMA: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan menerima audiensi BPS Kota Tebingtinggi di Balai Kota, Selasa (16/6). Pertemuan itu membahas pelaksanaan program survei Potensi Desa (Podes).  SOPIAN/SUMUT POS.
TERIMA: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan menerima audiensi BPS Kota Tebingtinggi di Balai Kota, Selasa (16/6). Pertemuan itu membahas pelaksanaan program survei Potensi Desa (Podes). SOPIAN/SUMUT POS.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan menerima audensi Kepala Badan Pusat Stastistik (BPS) Kota Tebingtinggi, Intan Menggalawati di Balai Kota, Jalan Sutomo, Kota Tebingtinggi, Selasa (16/6). Pertemuan tersebut membahas persiapan pelaksanaan program kerja BPS dalam melaksanakan survei Potensi Desa (Podes).

Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan menyetujui dan sangat mendukung program survei Podes ini. “Saya segera melakukan rapat persiapan terkait hal ini dan akan menugaskan para camat dan lurah untuk mengikuti program ini dan melaksanakan tugas ini dengan sebaik baiknya,” papar Umar Zunaidi Hasibuan.

Sementara itu, Kepala BPS Kota Tebingtinggi Intan Menggalawati Harahap Kota Tebingtinggi juga melaporkan pelaksanaan sensus penduduk 2020 di Kota Tebingtinggi diantaranya pelaksanaan sensus penduduk diundur sampai dengan September 2020.

“Selain hal tersebut, saya sampaikan bahwa pelaksanaan sensus penduduk 2020 saat ini masih perlu ditingkatkan karena masih mencapai 19,88 persen untuk Kota Tebingtinggi,” bilangnya.

Tampak hadir Kadis Kominfo Dedi Parulian Siagian, Kabag Perekonomian Zahidin, Kabag Pembangunan Abdul Halim Purba, Kabag Pemerintahan Sadama Yanto dan Kadis PMK. (ian)

Positif Covid-19, ASN Langkat Meninggal Dunia

BELASUNGKAWA: Bupati Langkat Terbit Rencana PA didampingi tim Satgas Covid-19 saat menyampaikan belangsungkawa atas meninggalnya ASN Langkat karena positif Covid-19, Selasa (16/6). ILYAS EFFENDY/SUMUT POS
BELASUNGKAWA: Bupati Langkat Terbit Rencana PA didampingi tim Satgas Covid-19 saat menyampaikan belangsungkawa atas meninggalnya ASN Langkat karena positif Covid-19, Selasa (16/6). ILYAS EFFENDY/SUMUT POS
BELASUNGKAWA: Bupati Langkat Terbit Rencana PA didampingi tim Satgas Covid-19 saat menyampaikan belangsungkawa atas meninggalnya ASN Langkat karena positif Covid-19, Selasa (16/6). ILYAS EFFENDY/SUMUT POS
BELASUNGKAWA: Bupati Langkat Terbit Rencana PA didampingi tim Satgas Covid-19 saat menyampaikan belangsungkawa atas meninggalnya ASN Langkat karena positif Covid-19, Selasa (16/6). ILYAS EFFENDY/SUMUT POS

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Bupati Langkat Terbit Rencana PA mengingatkan seluruh jajaran aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat, benar-benar menerapkan protokol kesehatan serta terus waspada dalam aktivitas sehari-hari. Pasalnya, Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) bisa kapan saja dan di mana saja menyerang manusia.

“Wabah ini belum berakhir. Kita tidak tahu dimana dan kapan virus itu menyerang. Untuk itu, kita semua harus terus berjuang memutuskan mata rantainya. Cepat atau lambat berakhirnya pandemi ini, berpulang dari diri kita,” kata Terbit Rencana PA kepada wartawan di Stabat, Selasa (16/6). Hal ini disampaikannya, menyikapi meninggalnya seorang ASN Pemkab Langkat berinisial RW (54), yang dinyatakan positif Covid-19 di RS Martha Friska Multatuli, Selasa (16/6) dini hari pukul 03.30 WIB.

“Saya atas nama pribadi dan Pemkab Langkat mengucapkan turut berdukacita. Kepada almarhum saya ucapkan terimakasih atas pengabdiannya,”kata Terbit Rencana PA.

Dia pun berharap, semoga keluarga almarhum diberikan ketabahan dan keikhlasan menghadapi cobaan ini. “Semoga amal ibadah almarhum diterima Allah, diberikan ampunan dan ditempatkan di sisi-Nya. Mari seluruh ASN Pemkab Langkat, bersama kita mendoakan untuk ampunan almarhum,” ajaknya.

Sementara, Jubir Gugus Tugas Covid-19 Langkat, Dr M Arifin Sinaga menyampaikan, almarhum RW telah dikebumikan secara protokol kesehatan di pemakaman Covid-19 Simalingkar, Medan. Berdasarkan surat keterangan kematian dari RS Martha Friska, No:025/SKM/RSMFRSMF-RVC/VI/2020, ditandatangani dr Franciscus Ginting. Almarhum RW didiagnosa terkonfirmasi positif Covid-19, positif TB Paru dan positif Hipertensi DM type 2.

Sebelumnya, almarhum sempat dirawat di RS GL Tobing Tanjungmorawa, kemudian dipindah ke RS Martha Friska pada 12 Juni 2020. Almarhum dinyatakan positif Covid-19 pada 8 Juni 2020. Arifin juga menjelaskan, awalnya, almarhum pada 27 Mei 2020 mengalami deman tinggi, setelah minum obat redah. Lalu pada 5 Juni 2020 mengalami batuk, sesak nafas, dan ada sputum yang berbercak darah.

Kemudian pada 7 Juni 2020, almarhum dibawa ke RS Latersia Binjai dirawat selama 2 hari. Lalu pada 8 Juni pukul 24:00 WIB, dirujuk ke RS GL Tobing. Akhirnya dirujuk ke RS Martha Friska dan meninggal di RS tersebut.

Kadis Kominfo Langkat, H Syahmadi menambahkan, sesuai dengan Surat Edaran Kemen PAN-RB Nomor 8 tahun 2020 terkait pengaturan shift jam kerja di lingkungan ASN. Bupati Langkat akan segera memberlakukan sistem kerja dalam 2 shift sehari, yang diatur dalam bentuk surat edaran bupati. “Surat edaran ini akan segera di terbitkan dalam minggu ini. Tujuannya, untuk menghindari terlalu banyaknya personil yang berkumpul di satu kantor,” terangnya.(yas)

Kelompok Masyarakat Sahabat Lutfi Fauzi Gelar Diskusi Online, dr Ade Taufiq: Covid-19 Bukan Hoax

virtual: dr Ade Taufiq bersama narasumber lainnya dalam diskusi online yang digelar kelompok masyarakat Sahabat Lutfi Fauzi (SALUT), Minggu (14/6) lalu.
virtual: dr Ade Taufiq bersama narasumber lainnya dalam diskusi online yang digelar kelompok masyarakat Sahabat Lutfi Fauzi (SALUT), Minggu (14/6) lalu.
virtual: dr Ade Taufiq bersama narasumber lainnya dalam diskusi online yang digelar kelompok masyarakat Sahabat Lutfi Fauzi (SALUT), Minggu (14/6) lalu.
virtual: dr Ade Taufiq bersama narasumber lainnya dalam diskusi online yang digelar kelompok masyarakat Sahabat Lutfi Fauzi (SALUT), Minggu (14/6) lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Praktisi Kesehatan asal Sumatera Utara, dr Ade Taufiq SpOG menegaskan, wabah Covid-19 bukan hoax. Virus ini nyata dan benar-benar ada. Untuk itu, masyarakat harus bersikap waspada dengan tetap menjalankan protokoler kesehatan. 

HAL itu disampaikannya dalam diskusi online bertajuk “Politik Kesehatan: Topik Favorit Penyebar Hoax” yang diselenggarakan kelompok masyarakat Sahabat Lutfi Fauzi (SALUT), Minggu (14/6) lalu. Selain Ade Taufiq, acara virtual yang dipandu Hari Baron ini, juga menghadirkan narasumber Ketua DPW PAN Sumut, Ir H Yahdi Khoir Harahap MBA serta pakar komunikasi asal UMSU, Rudianto.

Menurut Ade Taufiq, perkembangan terakhir, jumlah pasien positif Covid-19 belum menunjukkan tren yang menurun. Bahkan, angkanya naik signifikan pasca-dilonggarkannya kran PSBB oleh pemerintah pusat. “Ini berarti wabah Covid-19 yang disebut-sebut sebagai konspirasi global, halusinasi yang digunakan untuk menakut-nakuti, dan sebagainya oleh sebagian masyarakat kita, nyata dan sudah lebih dari 36.000 orang yang terpapar,” ujarnya. 

Dalam kesempatan itu, Ade meluruskan berita-berita hoax yang beredar di-Covid-kan pasien seperti penderita TB paru dan jantung. “Tuduhan itu tidak benar. Sebab, dalam faktanya orang dengan penyakit tertentu seperti jantung, diabetes, dan TBC, paling rentan terinfeksi. Penyakit ini menjadi penyakit penyerta atau secara medis disebut komorbid,” tegasnya.

Sementara Rudianto mengatakan, pandemi Covid-19 yang juga mewabah hampir di seluruh daerah Indonesia, tidak akan tuntas apabila tidak ditangani secara serempak dan bersama-sama. Dibutuhkan komitmen yang kuat dari pemerintah bersama semua pihak agar bencana non-alam ini dapat tuntas dengan segera. ”Jadi, harus serempak dan kompak. Misalkan wabah ini mereda di Sumatera Utara, tapi jumlah orang terpapar bertambah di daerah lain, ini namanya belum selesai,”terangnya.

Rudianto menguraikan, komunikasi  intensif dan konsisten serta keterbukaan informasi menjadi salah satu kunci penanganan wabah ini. Selain itu, dua unsur tersebut juga dapat dijadikan penangkal beredarnya hoax di tengah massa.  

Terkait dengan fenomena hoax yang beberapa waktu belakangan tampak semakin kuat mempengaruhi alam pikiran masyarakat, politisi PAN Sumut, Yahdi Khoir Harahap membagi kelompok masyarakat menjadi empat mazhab. Pertama, mazhab Kesehatan. Dalam pemaknaannya, masyarakat meyakini wabah Covid-19 benar-benar ada. Untuk itu, agar tidak tertular, protokoler kesehatan yang diatur pemerintah perlu dipatuhi. 

Kedua, mazhab ekonomi, yaitu mazhab yang menggolongkan masyarakat yang lebih mementingkan kehidupan ekonominya ketimbang bahaya wabah Covid-19. Ketiga, mazhab konspirasi. Aliran ini menggolongkan masyarakat yang meyakini kalau pandemi Covid-19 diciptakan untuk menjadi ladang bisnis bagi penguasan dunia. Sedangkan yang keempat, mazhab halusinasi. “Ada kelompok masyarakat kita yang menganggap wabah ini sebagai khayalan, halusinasi, dan sebagainya. Mereka menganggap Corona itu tidak ada,” tandas Yahdi.

Sementara itu, Luthfi Fauzi selaku Chief Executive Officer (CEO) SALUT menyebutkan, diskusi online yang berjalan sukses itu diikuti sekitar 65 peserta terdiri dari kalangan praktisi partai politik, praktisi kesehatan, akademik utamanya dari UMSU dan masyarakat umum. (adz)