CENDERAMATA: Bupati Langkat, Terbit Rencana PA bertukar cenderamata bersama Ketua APINDO Sumut,Parlindungan Purba di sela-sela audiensi.
istimewa/ SUMUT POS
CENDERAMATA: Bupati Langkat, Terbit Rencana PA bertukar cenderamata bersama Ketua APINDO Sumut,Parlindungan Purba di sela-sela audiensi.
istimewa/ SUMUT POS
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Bupati Langkat Terbit Rencana PA diwakili wakil Bupati Langkat, H Syah Afandin menerima Audiensi Pengurus Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sumatera Utara, di Ruang Rapat Bupati, Kantor Bupati Langkat, Stabat, Rabu (10/6).
Wabup didampingi Kadisnaker Rajanami, Kadis Perindag H.Sukyar Mulyamin dan Kabag Perekonomian Sutriswanto. Sementara itu rombongan APINDO, dipimpin Dr. Parlindungan Purba selaku ketua APINDO Sumut didampingi pengurus APINDO Sumut Laksamana Adiyaksa, Martono Anggusti dan Suriady.
Ketua APINDO menjelaskan, tujuan audensi untuk melakukan investasi bidang perindustrian di Langkat. Sebab menurutnya, Sumber Daya Manusia (SDM) dan potensi yang ada di Langkat sangat bagus dan mendukung.
“Semoga invstasi ini bisa menjadi penunjang pembangunan dan perekonomian masyarakat di Langkat,”ujarnya.
Selain investasi, kata Parlindungan, Apindo juga akan fokus pada pembangunan yang ada di Pangkalan Susu, terkhusus pelabuhannya. Apindo juga siap untuk menjadi pusat pendidikan dan penelitian yang berwawasan pembangunan industri dan lainnya yang dibutuhkan,”katanya.
Menanggapi hal itu, Wabup Langkat sangat mengapresiasi dan menyambut baik rencana APINDO Sumut untuk melakukan investasi di Langkat.
“Kami juga berharap, APINDO Sumut terus dapat bersinergi dan bekerjasama dengan Pemkab Langkat untuk pembangunan Langkat yang maju dan lebih baik lagi,”harapnya. (yas/han)
BARANG BUKTI: Kepala Seksi Barang Bukti Kejari Karo, Mas Benny didampingi Kasat Narkoba Polres Karo AKP Ras Maju Tarigan dan Kasat Reskrim Polres Karo, AKP Sastrawan Tarigan menunjukkan barang bukti narkoba yang akan dimusnahkan.
BARANG BUKTI: Kepala Seksi Barang Bukti Kejari Karo, Mas Benny didampingi Kasat Narkoba Polres Karo AKP Ras Maju Tarigan dan Kasat Reskrim Polres Karo, AKP Sastrawan Tarigan menunjukkan barang bukti narkoba yang akan dimusnahkan.
KARO, SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Sat Narkoba dan Sat Reskrim Polres Karo memusnahkan barang bukti narkotika dan pidana umum yang sudah berkekuatan hukum tetap. Barang bukti ini dimusnahkan di halaman kantor Kejaksaan Negeri Karo, Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Kabanjahe, Jumat (12/6) siang.
Didampingi Kasat Narkoba Polres Karo, AKP Ras Maju Tarigan dan Kasat Reskrim Polres Karo AKP Sastrawan Tarigan, Kepala Seksi Barang Bukti Kejari Karo, Mas Benny menegaskan, pemusnahan barang bukti ini terdiri dari tindak pidana penyalahgunaan narkotika dan pidana umum lainnya.
Adapun total barang bukti dari narkotika jenis sabu seberat 1,247,49 gram yang terdiri dari 34 perkara. Sementara untuk jenis ganja seberat 4,411,86 gram yang didapat dari 9 perkara. “Untuk pemusnahan kali ini, barang bukti narkotika total lebih kurang sebanyak 5 Kg. Sementara untuk barang bukti pidana umum lainnya terdiri dari 11 tindak pidana perjudian. Yang terdiri dari dua perkara judi jenis tembak ikan, dan 9 perkara judi jenis togel dan tolam,” ungkapnya.
Lanjutnya, barang bukti yang dimusnahkan kali ini adalah perkara yang yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap dalam periode bulan Pebruari hingga Juni Tahun 2020, dengan total sebanyak 59 perkara. Pemusnahan ini adalah barang bukti dari total 59 perkara selama 4 bulan terakhir, mulai bulan Pebruari sampai Juni 2020.
Dan telah mengembalikan uang hasil sitaan perkara narkotika dan perjudian sebesar Rp20.534.000. Uang tersebut telah disetorkan ke kas negara.
Seperti diketahui, untuk narkotika jenis sabu dimusnahkan dengan cara dilarutkan dalam air panas dan kemudian diblender. Sementara untuk jenis ganja dimusnahkan dengan cara dibakar bersama barang bukti perjudian. Pemusnahan barang bukti ini turut disaksikan oleh petugas Dinas Kesehatan Karo dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten Karo. (deo)
HAMPARAN PERAK, SUMUTPOS.CO – Pagu anggaran untuk pembangunan Jalan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang, salah satu proyek di Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sumatera Utara, yang terkena refocusing anggaran dampak pandemi Covid-19.
Data dan informasi yang diperoleh Sumut Pos dari website Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pemprov Sumut, sejatinya anggaran pekerjaan perbaikan jalan yang rusak sangat parah tersebut senilai Rp12 miliar. Namun dengan adanya pandemi Covid-19, alokasinya pun ‘disunat’ atau terkena refocusing tahap I, menjadi Rp9 miliar.
Hal tersebut dibenarkan Kepala UPT Jalan dan Jembatan Deliserdang Dinas BMBK Sumut, Herry Indra. “Ya, anggarannya Rp 9.060.000.000. Ini sudah ada refocusing, pengurangan karena wabah korona,” katanya menjawab Sumut Pos, Jumat (12/6).
Meski anggaran disunat, pihaknya belum dapat menggaransi kualitas pembangunan jalan tersebut nantinya. Termasuk persoalan spesifikasi material apakah tetap mempertahankan atau memakai seperti konsep yang diajukan sebelumnya. “Belum tau, masih proses,” imbuhnya.
Informasi yang tersaji di LPSE Pemprov Sumut, adapun nama paket pekerjaan pembangunan tersebut; peningkatan kapasitas jalan jalan provinsi ruas simpang Beringin-Hamparan Perak-batas Kota Medan di Kabupaten Deli Serdang, dengan kode 22823400. Hanya saja tidak tertera perusahaan pemenang tender pekerjaan tersebut, dan kapan jadwal pelaksanaannya.
Anggota DPRD Sumut Daerah Pemilihan Kabupaten Deli Serdang, Wagirin Arman, sebelumnya kembali mendesak Dinas BMBK Sumut segera memperbaiki Jalan Hamparan Perak yang kondisinya kupak kapik alias rusak parah.
“Sudah bertahun-tahun masyarakat Hamparan Perak ini menuntut, khususnya sejak 2019 status jalan ini dari jalan kabupaten menjadi provinsi, hingga kini belum dilakukan peningkatan kualitas jalan. Apalagi kabarnya sudah banyak korban akibat kondisi jalan yang rusak ini,” kata dia kepada wartawan, Rabu (10/6).
Diungkapkannya, sudah empat tahun warga setempat mendesak Jalan Perintis Kemerdekaan/Besar Hamparan Perak sepanjang 5,17 Km diperbaiki karena kondisinya rusak parah. Bahkan politisi Partai Golkar ini juga mengaku pihaknya sudah berulang kali meninjau kondisi jalan tersebut.
“Jangan sampai persoalan ini menjadi pemicu rakyat tak terkendali, sehingga nantinya merepotkan wakil rakyat dan pemerintah. Jangan sampai terjadilah bahaya, apalagi saat ini rakyat sedang menghadapi masa-masa sulit,” mantan ketua DPRD Sumut ini mengingatkan.
Wagirin juga menyatakan DPRD Sumut telah mengalokasikan bahkan mengetok anggaran perbaikan jalan rusak Hamparan Perak tersebut untuk tahun anggaran 2020.
“Bahkan Kepala Dinas BMBK Sumut, Effendy Pohan sudah berjanji perbaikan jalan ini sudah ditenderkan paling lama bulan April sehingga Juli 2020 sudah selesai diaspal,” ujarnya. (prn)
TUMPUAN Striker Napoli Lorenzo Insigne menjadi tumpuan utama di lini depan saat menghadapi Inter Milan di leg kedua semifinal Coppa Italia, Minggu (14/6) dini hari.
SUMUTPOS.CO – Napoli bakal bersua Inter Milan pada laga Semifinal Coppa Italia 2019/2020 leg kedua di Stadion San Paolo, Minggu (14/6) dini hari WIB. Tuan rumah Napoli berada di atas angin. Karena, skuad besutan Gennaro Gattuso ini, diprediksi bakal memaksimalkan keunggulan agregat 0-1 yang mereka dapatkan saat bertandang ke Giuseppe Meazza, pada leg pertama.
Napoli tinggal mempertahankan keunggulan atau minimal menahan imbang tim tamu demi mengamankan tiket Final Coppa Italia musim ini. Gattuso juga bisa lebih fleksibel menentukan strategi yang bakal digunakan oleh skuad Partenopei.
Di lain pihak, Inter mengusung misi wajib menang pada leg kedua ini. Meski harus menghadapi situasi yang tak mudah, Pelatih Antonio Conte setidaknya masih tertolong dengan kelengkapan skuadnya yang relatif tidak mengalami masalah.
Terhitung hanya kiper kedua, Daniele Padelli, yang tak bisa dibawa Nerazzurri saat bertandang ke markas Napoli. Inter juga mendapat angin segar dari gelandang internasional Denmark, Christian Eriksen. Seperti dilansir Gazzetta dello Sport, Eriksen menunjukkan performa menjanjikan saat latihan. Dengan demikian, Conte dapat memaksimalkan skuadnya untuk memberikan perlawanan sengit terhadap tuan rumah.
Dari sisi performa, Napoli memiliki tren bagus dalam 5 pertandingan terakhir yang dilalui tanpa kekalahan. Mereka mencatatkan 4 kali menang dan satu kali seri. Lorenzo Insigne dan kawan-kawan memetik kemenangan atas Brescia, Cagliari, dan Torino di Serie A, serta satu kemenangan tambahan diperoleh atas Inter di Coppa Italia, leg pertama lalu. Satu-satunya hasil imbang skuad Gattuso didapatkan saat mereka menghadapi raksasa LaLiga, Barcelona, dengan skor 1-1 di kompetisi Liga Champions.
Sebaliknya, Inter menunjukkan performa kurang baik dalam 5 laga terakhir. Mereka mendapat 2 kemenangan, namun harus menelan 3 kekalahan. Dan 2 hasil positif yang ditorehkan Lautaro Martinez dan rekan-rekan, didapat dari tim Bulgaria, Ludogorets, dalam ajang Europa League.
Sedangkan 3 hasil minor skuad Conte, didapat saat mereka menghadapi sesama tim Italia. Inter tumbang oleh Napoli di Coppa Italia, lalu menelan kekalahan dalam 2 laga terakhir Serie A, yakni dari Lazio dan Juventus.
Kendati demikian dari sisi head to head 5 laga terakhir, menunjukkan hasil relatif berimbang. Kedua tim tercatat saling mengalahkan dan sama-sama mengantongi 2 kemenangan, sementara satu laga lainnya berakhir imbang. (tid/saz)
Petugas PT KAI Divre I Sumut melayani calon penumpang dengan menerapkan protokol kesehatan untuk pencegahan Covid-19.BAGUS SP/Sumut Pos
MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Kereta Api (Persero) Divisi Regional (Divre) I Sumatera Utara (Sumut) bersiap menghadapi new normal atau kenormalan baru. Jika sebelumnya PT KAI Divre I Sumut banyak melakukan pembatalan perjalanan kereta api, namun mulai Sabtu (13/6) ini, PT KAI akan kembali menambah enam perjalanan kereta api, khususnya rute Medan-Binjai.
Adapun keenam tambahan perjalanan KA tersebut yakni, KA Sri Lelawangsa U76 berangkat dari Stasiun Medan pukul 08.00 WIB. KA Sri Lelawangsa U75 berangkat dari Stasiun Binjai pukul 08.45 WIB, dan KA Sri Lelawangsa U80 berangkat dari Stasiun Medan pukul 11.00 WIB.
Kemudian, KA Sri Lelawangsa U79 berangkat dari Stasiun Binjai pukul 11.45 WIB. KA Sri Lelawangsa U90 berangkat dari Stasiun Medan pukul 18.45 WIB, dan KA Sri Lelawangsa U89 berangkat dari Stasiun Binjai pukul 19.30 WIB.
“Tadinya sempat banyak pembatalan perjalanan kereta api. Nah, mulai 13 Juni ini kita akan tambah lagi frekuensi perjalanan kereta api lokal. Ini sebagai komitmen PT KAI untuk melayani masyarakat yang ingin bepergian dari Medan ke Binjai atau sebaliknya dengan menggunakan kereta api,” kata Vice President PT KAI (Persero) Divre I Sumut, Daniel Johannes Hutabarat kepada wartawan di Medan, Jumat (12/6).
Pada tahap awal, kata Daniel, PT KAI Divre I Sumut hanya menjual tiket 70 persen dari kapasitas tempat duduk yang tersedia. Tujuannya untuk menjaga jarak antar penumpang selama dalam perjalanan. “Untuk tiket dapat dipesan secara online melalui aplikasi KAI Access dan go show. Untuk informasi lebih lanjut terkait perjalanan kembali KA lokal, masyarakat dapat menghubungi contact center KAI melalui telepon di (021)121, email cs@kai.id, atau media sosial KAI121,” ungkapnya.
Dengan dioperasikan kembali perjalanan kereta api, Daniel berharap pelaksanaan tetap menerapkan prosedur protokol kesehatan untuk pencegahan Covid-19 secara ketat, seperti pemeriksaan suhu tubuh saat masuk stasiun ataupun gerbong kereta api, memakai masker, dan mencuci tangan di fasilitas yang telah disediakan.
“Penambahan frekuensi perjalanan kereta api ini mengacu pada Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 No 07 Tahun 2020 tentang Kriteria dan Persyaratan Perjalanan Orang dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19 dan Surat Edaran Ditjenka Kemenhub No 14 Tahun 2020 Tanggal 8 Juni 2020 tentang Pedoman dan Petunjuk Teknis Pengendalian Transportasi Perkeretaapian dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru untuk Mencegah Penyebaran Covid-19,” jelasnya.
Daniel juga mengungkapkan, secara umum setiap penumpang KA lokal diharuskan dalam kondisi sehat (tidak menderita flu, pilek, batuk, demam), suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius, wajib menggunakan masker, dan menggunakan pakaian lengan panjang atau jaket. “Jika saat proses boarding penumpang kedapatan tidak memenuhi ketentuan tersebut, maka tidak diperkenankan melakukan perjalanan dan tiket dapat dibatalkan dengan pengembalian bea penuh,” kata Daniel.
Daniel menjelaskan, KAI Divre I Sumut baru menjalankan sebagian perjalanan KA lokal dengan pertimbangan permintaan dari masyarakat. “Pengoperasian kembali KA lokal ini akan terus kami evaluasi perkembangannya,” pungkasnya. (gus)
SURABAYA, SUMUTPOS.CO – Tim peneliti Universitas Airlangga Surabaya menemukan lima kombinasi obat penawar virus Corona (Covid-19) yang bisa langsung digunakan, karena telah ada di pasaran. “Kelima kombinasi obat tersebut adalah loprinavir-ritonavir-azitromisin, loprinavir-ritonavir-doxixiclin, loprinavir-ritonavir-klaritomisin, hidroksiklorokuin-azitromisin dan hidroksiklorokuin-doksisiklin,” ujar Rektor Unair Prof Mohammad Nasih di Surabaya, Jumat (12/6), seperti dikutip JawaPos.com (grup Sumut Pos) dari Antara.
Penemuan lima kombinasi obat tersebut merupakan komitmen Unair dalam pencarian obat dan vaksin sehingga tak hanya pembuatan obat baru, tetapi Unair juga mencari obat yang sudah ada.
Menurut dia, penggunaan lima kombinasi obat tersebut terjamin keamanannya dan bisa digunakan dengan cepat karena obat sudah ada di pasaran serta telah lulus uji klinis. Selain itu, obat itu juga telah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sehingga aman dikonsumsi.
Dikatakannya, penemuan kombinasi obat ini telah diteliti dengan metode ilmiah dan hati-hati. “Kombinasi obat ini telah dinyatakan memiliki efektivitas untuk mencegah masuknya virus, menghambat replikasi, dan mencegah perkembangbiakan virus,” ucapnya.
Ia mengaku telah melakukan proses uji toksisitas dan pengujian kombinasi efektivitas pada kelima regimen kombinasi obat, yakni dengan menumbuhkan berbagai jenis sel yang menjadi sel target jenis virus, seperti sel paru, sel ginjal, sel trakea, sel liver sebagai tempat untuk menumbuhkan sel virus SARS-CoV-2 yang merupakan sel Covid-19 asli Indonesia. “Sel SARS-CoV-2 sampelnya yang didapat dari Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) dan sudah mendapat sertifikasi uji layak etik dari tim Etik RSUA,” katanya.
Kemudian, kata dia, tahap berikutnya merupakan uji kombinasi obat dari sel sehat untuk mencari dosis toksik dari kombinasi obat tersebut. “Kami mencari daya toksiknya, meskipun ini pada obat yang sudah beredar, tapi karena ini virusnya, virus Indonesia jadi tetap perlu diuji kadar toksiknya dalam tubuh,” katanya.
Setelah itu, pengujian potensi kombinasi obat untuk menghambat masuknya virus ke sel target dan melihat efektivitasnya dalam mengurangi proses replikasi. “Dalam kombinasi obat ini telah mampu menghambat proses replikasi meskipun virus ini diketahui memiliki proses replikasi cukup tinggi,” tuturnya.
Pihaknya merekomendasikan kelima kombinasi obat ini kepada para dokter dan rumah sakit karena sangat efektif mencegah masuknya virus dan mencegah perkembanganbiakan virus.
Mengingat kelima kombinasi obat ini bisa didapatkan di pasaran, lanjut dia, maka dapat dimanfaatkan dalam perawatan pasien Covid-19 secepatnya. “Namun, untuk dosis dari lima kombinasi obat belum bisa dipaparkan kami karena masih menunggu rekomendasi dari tim peneliti,” katanya. (jpc)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Sumatera Utara, khususnya Kota Medan, belum juga mengalami penurunan. Jumlah masyarakat yang terpapar dan dinyatakan positif Covid-19 malah terus mengalami kenaikan yang cukup signifikan dari hari ke hari. Sebagai upaya percepatan penanganan Covid-19, Gugus Tugas Covid-19 Sumut sedang menyusun rencana penerapan sanksi bagi masyarakat dalam penerapan protocol kesehatan.
BERDASARKAN data yang diperoleh dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut, Jumat (12/6), kasus positif Covid-19 mengalami lonjakan tertinggi, mencapai 88 orang. “Penambahan angka positif Covid-19 hari ini (kemarin) melonjak tajam, dari sebelumnya 680 menjadi 768 orang,” kata Jubir GTPP Covid-19 Sumut, Mayor Kes dr Whiko Irwan dalam keterangan persnya, Jumat (12/6).
Menurutnya, hal ini lantaran tidak disiplinnya masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 ini. Oleh sebab itu, pihaknya tengah menyusun rencana sanksi. “Rencananya akan ada sanksi untuk new normal dan saat ini sedang disusun,” aku Whiko.
Untuk pasien yang meninggal, lanjut dia, juga bertambah dari 57 menjadi 58 orang. Sedangkan pasien yang sembuh tidak terjadi perubahan, masih di angka 204 orang.
Whiko menambahkan, lonjakan juga terjadi pada angka Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dari sebelumnya 142 menjadi 163 orang. Kemudian, untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) angkanya juga meningkat dari 413 menjadi 420 orang. “Pasien baru positif Covid-19 paling banyak tercatat terjadi di Kota Medan yaitu hingga sebanyak 58 orang. Kemudian, Binjai 6 orang, Deliserdang 4 orang, dan kabupaten/kota lainnya,” pungkas Whiko.
Menyikapi terus meningkatnya jumlah kasus positif di Kota Medan, Pemko Medan melalui GTPP Covid-19 Kota Medan terus melakukan upaya pencegahan. Diantaranya, melakukan rapid test massal yang sudah dilakukan sejak sepekan terakhir.
“Saat ini kita fokus melakukan rapid test massal, sudah kita lakukan sejak beberapa waktu yang lalu. Kita sudah mulai dari setiap OPD yang ada di Pemko Medan, semua OPD pasti akan kena giliran untuk rapid test ini,” ucap Sekretaris GTPP Covid-19 Kota Medan, Muslim Harahap kepada Sumut Pos, Jumat (12/6).
Tak hanya di setiap OPD, kata Muslim, rapid test massal tersebut juga dilakukan kepada setiap ASN atau seluruh pekerja yang ada di seluruh Kecamatan yang ada di Kota Medan hingga BUMD di Kota Medan.
“Kecamatan-kecamatan juga semua kita rapid test, semua dapat giliran. BUMD juga, PD Pasar dan PD yang lain juga di rapid test. Untuk lokasi rapid test nya kita laksanakan di posko gugus tugas Kota Medan,” ujarnya.
Tak hanya itu, kata Muslim, pokoknya sudah bekerjasama dengan RS USU untuk melakukan rapid test massal gratis kepada seluruh masyarakat Kota Medan yang berkenan untuk melakukannya. “Pak Plt Wali Kota juga sudah melakukannya dan meninjau langsung saat ke sana. Laporannya dari RS USU juga selalu disampaikan ke kita dan diumumkan di setiap kecamatan,” katanya.
Intinya, terang Muslim, kegiatan rapid test massal itu bertujuan untuk mengamankan masyarakat yang sudah terindikasi terkena paparan Covid-19 dengan meminta yang bersangkutan untuk segera melakukan isolasi mandiri agar penyebaran dapat diputus dengan cepat. Tak hanya itu, rapid test yang bukan sebagai penentu positif atau tidaknya seseorang terpapar Covid-19 membuat seorang yang dinyatakan reaktif pada hasil rapid test harus segera dilakukan test swab. “Kalau hasil swabnya positif, maka yang bersangkutan akan dikarantina di RS guna mendapatkan pengobatan yang tepat hingga dinyatakan sembuh,” terangnya.
Namun begitu, lanjut Muslim, selain fokus kepada pelaksanaan rapid test massal, pihaknya juga tetap fokus kepada aturan wajib menggunakan masker, social distancing hingga melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala, terkhusus di kawasan-kawasan yang dibilang berpotensi menyebarkan virus.
Terpisah, Kabag Humas Pemko Medan, Arrahman Pane membenarkan adanya rapid test massal yang dilakukan oleh Pemko Medan kepada setiap ASN dan seluruh pekerja yang ada disetiap kecamatan yang ada di Kota Medan. “Sudah hampir rampung, setiap harinya ada 3 kecamatan yang di rapid test di Posko gugus tugas Kota Medan. Hari ini 3 kecamatan yang melakukan rapid test ada Kecamatan Medan Perjuangan, Medan Timur dan Medan Tembung. Paling hanya tinggal beberapa kecamatan lagi yang belum, paling dalam satu atau dua hari ini selesai,” jelasnya.
Sedangkan untuk di RS USU, lanjut Arrahman, kemarin merupakan hari terakhir dilaksanakannya rapid test massal. “Kita belum tahu apakah nanti akan ada rapid test massal lainnya di USU atau tidak. Tapi yang jelas, kegiatan rapid test massal ini masih akan tetap dilakukan untuk memutus mata rantai Covid-19,” tutupnya.
1.600 Warga Medan Jalani Rapid Test
Kemarin (12/6), merupakan hari terakhir rapid test massal Covid-19 yang digelar di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara (RS USU) bagi warga Kota Medan. Pada hari terakhir tersebut, terjadi lonjakan jumlah orang yang ikut menjalani pemeriksaan tes cepat Covid-19.
Humas RS USU M Zeinizen mengakui, warga Medan yang mengikuti rapid test mengalami peningkatan signifikan meskipun kondisi cuaca sempat hujan. Sebelumnya hanya berjumlah 800 orang, pada hari terakhir totalnya mencapai sekitar 1.600 orang. “Antusiasme warga Medan meningkatkan tajam, hari terakhir saja sekitar 800 orang. Jadi, totalnya mencapai 1.600 orang,” ungkap Zein.
Dikatakan dia, terkait rapid test massal ini mencuat isu berkembang di lapangan adanya pengutipan liar untuk mengikuti tes cepat tersebut hal itu tidak benar. “Kita (RS USU) banyak mendapat laporan bahwa masyarakat dikutip uang. Saya tegaskan, sebagaimana disampaikan rektor USU, kegiatan rapid test ini gratis dan merupakan program pengabdian masyarakat,” terang Zein
Oleh karena itu, sambungnya, pihak RS USU meminta kepada warga yang dikutip oknum-oknum tertentu agar melaporkan ke RS USU untuk ditindaklanjuti. “Silahkan masyarakat laporkan kepada kita jika dikutip uang,” tegasnya.
Disinggung rencana digelar kembali rapid test massal tersebut, Zein belum bisa memastikan. “Tergantung dari hasil evaluasi nantinya,” tandasnya.
7 Perawat RSUP H Adam Malik Positif Covid-19
Tujuh orang perawat di Rumah Sakit Umum Pusat Haji (RSUP H) Adam Malik terpapar Covid-19. Kini, ketujuh perawat itu sedang menjalani perawatan dan isolasi di rumah sakit milik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tersebut.
Kasubbag Humas RSUP H Adam M, Rosario Dorothy Simanjuntak (Rosa) yang dikonfirmasi tak menampik kabar ini. “Benar ada perawat RS Adam Malik yang dirawat di ruang isolasi saat ini karena positif Covid-19,” ungkapnya, Jumat (12/6).
Kata Rosa, para perawat itu terinfeksi virus corona bukan karena melayani pasien Covid-19. Melainkan, karena adanya riwayat kontak erat dengan Orang Tanpa Gejala (OTG). “Terpapar dari OTG yang ada di rumah sakit,” ucapnya.
Rosa menyebutkan, dari ketujuh perawat tersebut lima diantaranya dirawat sejak Sabtu (6/6). Sedangkan dua lainnya, mulai Selasa (9/6). “Kondisi kesehatannya rata-rata saat ini sakit (kategori) sedang,” tandasnya. (ris/map)
WAWANCARA: Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution diwawancarai wartawan usai menjalani pemeriksaan di Mapoldasu, Jumat (12/6).
m idris/sumut pos
WAWANCARA: Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution diwawancarai wartawan usai menjalani pemeriksaan di Mapoldasu, Jumat (12/6).
m idris/sumut pos
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penyidik Direktorat Reskrimsus Polda Sumut melakukan pemeriksaan terhadap Pelaksana Teknis (Plt) Wali Kota Medan, Akhyar Nasution, Jumat (12/6). Pemeriksaan dikabarkan terkait pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Medan tahun 2020 dengan total anggaran berkisar Rp4,7 miliarn
Direktur Reskrimsus Polda Sumut Kombes Pol Rony Samtana yang dikonfirmasi wartawan lewat sambungan seluler, membenarkan pemeriksaan tersebut. Namun, Rony tidak mau menjelaskan terkait persoalan pemeriksaan yang dilakukan terhadap Akhyar Nasution. “Iya benar (dilakukan pemeriksaan),” ujar Rony singkat. Saat dikonfirmasi kembali dan dikirim pesan whatsapp, Rony tak menjawab ataupun merespon.
Terpisah, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, kasus dugaan penyelewengan anggaran MTQ tersebut sejauh ini masih dalam tahap penyelidikan. Penyelidikan ini berawal dari informasi laporan masyarakat yang kemudian ditelusuri Polda Sumut. “Masih lidik. Kalau dalam tahap penyelidikan itu indikasi ada ditemukan penyalahgunaan anggaran maka akan kita tindaklanjuti,” ungkapnya.
Tatan menyebutkan, selain Akhyar, ada delapan orang saksi lainnya yang sebelumnya sudah diperiksa yang terdiri dari pihak ketiga, swasta maupun Pemko Medan sendiri. Adapun anggaran kegiatan MTQ tersebut, berjumlah senilai Rp4,7 miliar. “Untuk tindak lanjut, jadi kita masih menunggu dari bagaimana hasil pemeriksaan penyidik. Terhadap yang bersangkutan disampaikan tujuh hingga delapan pertanyaan,” tandasnya.
Sementara itu, Akhyar yang ditemui awak media di halaman gedung Reskrimsus Polda Sumut Jumat (12/6) sore, mengakui kedatangannya terkait pelaksanaan MTQ tahun 2019. Akan tetapi, Akhyar menampik dirinya dipanggil untuk diperiksa melainkan hanya diwawancarai. “Ya, tapi bukan dipanggil. Saya (hanya) diwawancarai selama satu jam,” katanya.
Akhyar menerangkan, oleh penyidik dirinya hanya ditanyakan terkait apa tugas kepala daerah. Akhyar menceritakan, dirinya menjawab, tugas dari kepala daerah sesuai dengan Undang-Undang dan kewenangannya adalah menyiapkan programnya ke DPRD. “Selesai dari DPRD, teknis pelaksanaan tugasnya berada di pengguna anggaran dalam hal ini Sekda dan kuasa pengguna anggaran, (yaitu) Kabag Agama. Saya nggak tau kenapa, ada ribuan item pekerjaan, kalau ada masalah, masa kepala daerah yang dipanggil, saya pun nggak tau juga,” terangnya.
Selain itu, Akhyar juga mengaku tidak mengetahui bagaimana proses tender kegiatan MTQ itu. Karena, sambung dia, kepala daerah itu adalah tugasnya membuat kebijakan. “Kepala daerah tidak sampai mengurus itu, kepala daerah tugasnya membuat kebijakan, setelah kebijakan selesai dari DPRD, proses teknisnya adalah berada kepada TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) dan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) lain, ada tugasnya masing-masing,” tandasnya.
Diketahui, MTQ ke-53 Tahun 2020 Tingkat Kota Medan dilaksanakan di Jalan Ngumban Surbakti, Kelurahan Sempakata, Medan Selayang pada tanggal 15 hingga 22 Februari lalu. (ris)
LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Tidak sampai 24 jam, tim Tekab Sat Reskrim Polresta Deliserdang berhasil menangkap seorang pelaku pencurian pembobolan rumah berinisial Arjun (33) warga Pasar III Jalan Sultan Hasanudin Kecamataan Lubukpakam Kabupaten Deliserdang sementara dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran petugas, Jumat (12/6).
Diamankannya Arjun bermula dari adanya laporan Maida Boru Hutabarat (61) warga Jalan Puri Desa Bakaran Batu Kecamatan Lubukpakam menjadi korban pencurian. Dimana saat itu korban pada saat terbangun dari tidurnya, Kamis (11/6) sekira pukul 06.00 WIB menuju kamar anaknya. Dan masuk kedalam kamar anaknya, korban mendapati kamar anaknya brantakan.
Selain kondisi kamar brantakan, sejumlah barang hilang berupa 1 buah Macbook Pro, 1 Camera Nikon, 2 buah jam tangan Navy kulit, 1 buah jam tangan Novi Rantai Stenlis stell, 1 buah jam tangan Navy kulit coklat, 1 buah jam tangan Alexander Christy warna gold, 1 buah jam tangan Police hitam, 1 buah jam tangan Seiko. Atas kehilangan baarng itu korban melaporkannya ke Mapolresta Deliserdang.
Mendapat laporan dari korban, tim bergegas melakukan olah TKP dan melakukan penyelidikan terhadap pelaku pencurian tersebut. Dan tidak sampai 24 jam, tim berhasil mengidentifikasi ciri-ciri seorang pelaku yang pada saat diketahui sedang berada disebuah rumah di Jalan Purwo Desa Bakaran Batu.
Tim Tekab Sat Reskrim Polresta Deliserdang berhasil mengamankan Arjun yang diduga kuat melakukan tindak pidana pencurian dari dalam rumah korban.
Dari tangan pelaku , diamankan barang bukti 1 unit Laptop merek aplle bersama carger dan tas, 1 unit kamera nikon, 3 unit jam tangan merek nautica, 1 unit jam tangan merek seiko, 1 unit jam tangan merek curren, 1 unit jam tangan merek alexander christie hasil dari kejahatan yang dilakukan pelaku.
Kemudian diamankan barang bukti berupa 2 buah tang, 1 buah obeng, 2 buah linggis yang merupakan alat yang digunakan pelaku untuk melakukan pencurian.
Arju melakukan tak sendiri melakukan pencurian tapi bersama dua orang rekannya yakni J dan I Alias Ompong saat ini dalam pengejaran.
Kasat Reskrim Polresta Deliserdang Kompol Muhammad Firdaus, SIK saat dikonfirmasi membenarkan telah mengamankan seorang pria berinisial Arjun yang diduga kuat melakukan tindak pidana pencurian, namun dua orang rekannya hingga saat ini masih dalam pengejaran tim.
“A dipersangkakan Pasal 363 KUHPidana tentang tindak pidana pencurian dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara,”katanya. (btr)
REBUS: Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko memusnahkan 35 kg sabu dengan cara direbus, Jumat (12/6).
REBUS: Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko memusnahkan 35 kg sabu dengan cara direbus, Jumat (12/6).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 35 kg sabu yang merupakan barang yang disita dari jaringan narkoba Malaysia dimusnahkan Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polrestabes Medan, dengan cara direbus dengan air mendidih dan kemudian airnya ditanam ke dalam tanah, Jumat (12/6).
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko mengatakan, barang bukti sabu yang dimusnahkan ini merupakan hasil pengungkapan dua kasus pada 21 Mei dan 31 Mei 2020. Dari pengungkapan jaringan narkoba Malaysia-Tanjung Balai-Medan ini, ditangkap dua tersangka dan satu diantaranya terpaksa ditembak mati karena melakukan perlawanan terhadap personel.
Kombes Pol Riko mengaku, Satres Narkoba Polrestabes Medan akan terus mengembangkan kasusnya untuk menangkap diduga jaringan peredaran sabu ini. “Dengan dimusnahkannya 35 kg sabu tersebut, setidaknya menyelamatkan sekitar 350 ribu anak bangsa korban penyalahgunaan narkotika,” kata Riko.
Dijelaskannya, pengungkapan kasus ini bermula adanya informasi dari masyarakat terkait peredaran sabu di satu hotel di Jalan Sisinganmangaraja Medan. Menindaklanjuti informasi itu, tim bergerak le lokasi dan berhasil mengamankan tersangka, IH dengan barang bukti 5 kg sabu.
Selanjutnya, dikembangkan kasus tersebut untuk mengungkap jaringan yang lebih besar lagi hingga melakukan penyelidikan ke kawasan Jalan Sungai Apung, Kecamatan Bagan Asahan, Kota Tanjung Balai. Sebab, diperoleh informasi adanya narkoba yang hendak masuk lewat pelabuhan tikus di pantai timur Sumut itu.
Petugas meluncur dari Kota Medan ke Tanjung Balai untuk melakukan pengintaian terhadap 1 orang laki-laki berinisial DS (40). Pengintaian berhasil dan mendapati warga Jalan Teluk Nibung, Gang Kelong, Kelurahan Sei Merbau Kota Tanjung Balai yang sedang berada di atas sebuah perahu kecil.
Begitu digeledah, ditemukan 3 karung bewarna putih. Setelah dibuka, petugas melihat isi karung tersebut yang ternyata diduga sabu yang dikemas dalam 30 bungkusan teh berwarna hijau,” terang Riko.
Namun, sambung dia, pelaku berusaha melawan petugas dengan menggunakan senjata tajam. Tak mau ambil risiko, petugas memberikan tindakan tegas dan terukur hingga pelaku meregang nyawa. “Total barang bukti disita 35 kg sabu, dan ini merupakan jaringan Malaysia,” pungkasnya. (ris/btr)