29 C
Medan
Tuesday, April 14, 2026
Home Blog Page 4250

PLN Temui Wagubsu Terkait Tarif Listrik

BERBINCANG: Wagubsu Musa Rajekshah (tengah) berbincang dengan Senior Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN UIW Sumut Chairuddin, di Rumah Dinas Wagub Jalan Teuku Daud Medan, Jumat (12/6). prans/sumut pos
BERBINCANG: Wagubsu Musa Rajekshah (tengah) berbincang dengan Senior Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN UIW Sumut Chairuddin, di Rumah Dinas Wagub Jalan Teuku Daud Medan, Jumat (12/6). prans/sumut pos
BERBINCANG: Wagubsu Musa Rajekshah (tengah) berbincang dengan Senior Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN UIW Sumut Chairuddin, di Rumah Dinas Wagub Jalan Teuku Daud Medan, Jumat (12/6). prans/sumut pos
BERBINCANG: Wagubsu Musa Rajekshah (tengah) berbincang dengan Senior Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN UIW Sumut Chairuddin, di Rumah Dinas Wagub Jalan Teuku Daud Medan, Jumat (12/6). prans/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah menerima audiensi Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Wilayah (UIW) Sumut terkait permasalahan tagihan listrik bulanan yang saat ini tengah ramai menjadi pembicaraan di masyarakat luas. Atas hal itu, akan disampaikan kebijakan keringanan sebagai solusi di tengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini.

“Masyarakat bertanya kenapa ada pembengkakan tagihan listrik. Apakah dari awal tidak disampaikan kalau ada penghitungann

rata-rata akibat kebijakan pemerintah. Karena kita tahu soal listrik ini sensitif di masyarakat,” ujar Wagub Musa Rajekshah kepada Senior Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN UIW Sumut Chairuddin bersama pejabat lainnya, di Rumah Dinas Wagub Jalan Teuku Daud Medan, Jumat (12/6).

Menurut Wagubsu, yang terpenting adalah bagaimana pemahaman atas masalah ini bisa disampaikan dan diterima masyarakat, sehingga secara berangsur kondisi tersebut dapat dimaklumi. Karena itu baginya, penting untuk setiap lembaga seperti PLN maupun pemerintahan melakukan sosialisasi.

“Karena suasana Covid-19 ini kan semuanya jadi sensitif, ekonomi terganggu, terus banyak yang tadinya beraktivitas jadi terhenti, ada juga yang dirumahkan. Makanya yang seperti ini gampang ramai kalau ada berita-berita,” jelas Musa Rajekshah yang akrab disapa Ijeck.

Tanpa sosialisasi maksimal ke masyarakat lanjut Ijeck, tentu bisa memunculkan spekulasi atau pendapat-pendapat berbeda dan berpotensi menimbulkan keresahan hingga protes di berbagai tempat. Sebab bisa saja ada pandangan, pelanggan itu seperti dibohongi, padahal mungkin keadaannya tidak seperti yang dituduhkan.

“Jadi tagihan itu tidak dinilai mengada-ada. Memang soal kebijakan apapun, harus cepat sosialisasi ke masyarakat, di awal harus gencar. Sebab nanti jika sudah terjadi, sudah banyak berbagai pendapat yang muncul. Mungkin ini ke depan, jadi pelajaran. Agar jika di awal sudah kita sampaikan, kalaupun ada masalah tidak terlalu sulit untuk diatasi,” jelas Ijeck.

Sementara itu Senior Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN UIW Sumut, Chairuddin menyampaikan bahwa dalam hal ini ada dua komponen utama soal tagihan, yakni pertama tarif dasar listrik (TDL) dan kedua adalah volume pemakaian (KwH). Namun dirinya memastikan tidak ada kebijakan menaikkan TDL dari pemerintah pusat.

“Dampak dari Covid-19 mulai Maret, kita harus menjalankan protokol kesehatan yakni menjaga jarak dan bekerja dari rumah, anak-anak juga diliburkan dari sekolah. Tentu aktivitas di rumah lebih banyak dan konsumsi listrik lebih banyak. Terjadilah pemakaian di atas normal,” jelas Chairuddin.

Namun yang membuat tagihan bertambah, lanjutnya, petugas pencatat meteran (cater) tidak turun ke lapangan selama pemberlakuan kebijakan protokol kesehatan atau pembatasan sosial berskala besar (PSBB) guna menghindari penularan. Sehingga PLN melakukan perhitungan rata-rata sebelum petugas kembali mencatat angka stand meter data pelanggan Mei 2020.

“Pada saat dilakukan pembacaan meteran, terjadi selisih yang dari pemakaian rata-rata yang selama ini masyarakat alami. Memang seolah dia merasa memakai seperti biasa dan tidak ada penambahan. Tetapi waktu pemakaian lebih lama. Ditambah lagi Mei kita masuk Ramadan, konsumsinya secara normal itu lebih banyak. Jadi ini yang menjadi lonjakan pemakaian KwH meter,” katanya lagi.

Sedangkan sebagai langkah untuk menyikapi banyaknya keberatan masyarakat lanjutnya, PLN memberikan kebijakan menerapkan skema perlindungan terhadap lonjakan rekening listrik, yaitu yang akan dibayar di Juni ini sebesar 40% dari selisih pemakaian, ditambah pemakaian Mei. Kemudian untuk 60% sisa selisihnya, bisa dicicil selama tiga bulan.

“Bagi masyarakat kami imbau memeriksa rekeningnya jika merasa keberatan, silakan mendatangi kantor-kantor PLN terdekat atau posko. Kami akan jelaskan secara transparan, menyampaikan hitungan-hitungannya,” pungkasnya. (prn/azw)

Organda Keberatan Bus BTS Gratis di Medan

Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Medan menyatakan keberatannya untuk beroperasinya moda transportasi masal berupa bus dengan skema beli jasa layanan atau buy the service (BTS) secara gratis di Kota Medan.

Alasannya, penggratisan Bus BTS yang rencananya akan dimulai pada bulan Agustus justru akan menjadi ‘predator’ bagi jasa angkutan umum lainnya yang telah terlebih dahulu ada di Kota Medan. Khususnya, bagi moda transportasi seperti angkot.

Hal itu disampaikan pihak Organda Kota Medan dalam surat terbukanya pada 12 Juni 2020 yang ditujukan kepada Pemerintah Kota (Pemko) Medan, dalam hal ini Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan.

“Kabarnya bulan Agustus ini sudah mulai beroperasi bus BTS itu, saat ini infonya armada sudah di karoseri. Penggratisan Bus BTS itu tentu merugikan kami, baik pengusaha maupun para sopir angkot. Kalau Bus BTS gratis, tentu itu akan jadi predator bagi angkot,” ucap Ketua Organda Kota Medan, Mont Gomery Munthe kepada Sumut Pos, Jumat (12/6).

Dikatakan Gomery, gratisnya tarif angkutan umum masal BTS merupakan hal yang ditetapkan Pemerintah Kota (Pemko) Medan. Padahal, pengoperasian Bus BT berdampingan dengan angkot yang berbayar. Hal ini pun dinilai Organda sebagai sikap ketidakberpihakan Pemerintah Kota Medan terhadap nasib para sopir angkot. Sekaligus menjadi kebijakan yang mengabaikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Tentu hal ini akan menimbulkan persaingan yang tidak sehat dan bisa menimbulkan gejolak dan konflik. Sangat kita sayangkan, persaingan yang tidak sehat itu justru diciptakan oleh Pemko Medan sendiri, disaat ribuan sopir sedang membutuhkan bantuan sosial Covid-19 berupa sembako dan pengusaha angkot sedang berjuang menunda pembayaran kredit,” ujarnya.

Didalam surat terbuka itu juga disebutkan, bahwa kesepakatan bersama dengan Kementerian Perhubungan untuk penataan Angkutan Kota Existing yang telah diputuskan dalam rapat di Jakarta beberpa waktu yang lalu tidak terealisasi.

Oleh karena itu, guna mencegah bertambahnya kesulitan susulan yang dialami para sopir hingga pengusaha angkot di Kota Medan, Organda Medan pun mendesak pemerintah untuk bersikap adil dan mau mematuhi Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa serta bernegara, salah satunya terkait dengan keadilan sosial. “Kami akan menuntut keadilan, kami akan meminta Pemko Medan untuk

menyelenggarakan Forum untuk menentukan BTS yang rencananya akan dioperasikan Agustus nanti. Lalu, kami minta agar Pemko juga melaksanakan hasil rapat di Kementerian Perhubungan dengan mengundang semua Pimpinan Badan Usaha Angkutan Kota Existing,” sebutnya.

Bila hal ini diabaikan, maka Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organda Kota Medan beserta segenap anggotanya akan melakukan protes secara terus menerus.

“Kami siap mengerahkan seribuan angkot dengan mengajak pengemudi beserta keluarganya ke kantor kota hingga muncul keadilan bagi kami,” tandasnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan, Iswar Lubis SSiT MT mengatakan bahwa terjadinya gesekan merupakan hal yang biasa.

Namun ia memastikan, tujuan utama dari diadakannya Bus BTS di Kota Medan bukan sebagai ‘predator’ bagi angkot melainkan untuk merubah kebiasaan masyarakat Kota Medan dari menggunakan kendaraan pribadi khususnya roda 4 kepada kendaraan transportasi massal.

“Info dari kementerian Bus BTS akan beroperasi pada bulan Agustus ini. Pemerintah tentu akan memikirkan dan berbuat yang terbaik buat seluruh rakyatnya, baik pengemudi maupun penumpang,” ucap Iswar kepada Sumut Pos, Jumat (12/6).

Terkait penggratisan tarif Bus BTS, Iswar menjelaskan bahwa hal tersebut memang menjadi strategi sekaligus stimulus bagi masyarakat agar mau beralih kepada transportasi massal.

“Jadi sekali lagi, Bus BTS bukan predator bagi angkot. Tak hanya itu, angkot juga akan menjadi feeder (pengumpan) bagi Bus BTS. Semua pasti akan diatur, apa yang terbaik untuk semua pihak,” jelasnya.

Terkait protes yang dilayangkan pihak Organda Medan hingga berencana untuk menurunkan massa ke Balai Kota bila Bus BTS nantinya tetap beroperasi secara gratis, Iswar menegaskan pihaknya tetap akan berusaha untuk mengambil kebijakan yang terbaik bagi semua pihak.

“Semua pihak berhak menyampaikan pendapat atau pandangannya, tetapi pemerintah juga harus bijak dalam memilih kebijakan agar baik secara menyeluruh,” pungkasnya. (map/azw)

Soekirman Tinjau Tanggul Jebol di Sungai Belutu

TINJAU: Bupati Sergai, Soekirman didampingi sejumlah OPD meninjau tanggul yang jebol di Sungai Belutu. akibat hujan deras disertai angin kencang, Jumat (12/6). surya/sumut pos
TINJAU: Bupati Sergai, Soekirman didampingi sejumlah OPD meninjau tanggul yang jebol di Sungai Belutu. akibat hujan deras disertai angin kencang, Jumat (12/6). surya/sumut pos
TINJAU: Bupati Sergai, Soekirman didampingi sejumlah OPD meninjau tanggul yang jebol di Sungai Belutu. akibat hujan deras disertai angin kencang, Jumat (12/6). surya/sumut pos
TINJAU: Bupati Sergai, Soekirman didampingi sejumlah OPD meninjau tanggul yang jebol di Sungai Belutu. akibat hujan deras disertai angin kencang, Jumat (12/6). surya/sumut pos

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Bupati Sergai, Ir. H. Soekirman didampingi sejumlah OPD, meninjau langsung tanggul yang jebol di Sungai Belutu, Kecamatan Sei Bamban. Jebolnya tanggul mengakibatkan ratusan rumah dan persawaan petani terendam, pasca hujan deras disertai angin kencang yang melanda di Kecamatan Sei Bamban, Jumat (12/6).

Pada kesempatan itu, Soekirman menyampaikan ingin melihat langsung perbaikan yang dilakukan dinas PUPR terhadap tanggul sepanjang 10 meter tersebut.

”Kami hadir ini memonitoring dan memberikan semangat kepada masyarakat yang turut bergotong-royong memperbaiki tanggul yang jebol ini,”kata Soekirman.

Bupati Soekirman juga menegaskan kepada Camat Sei Bamban, agar terus mengimbau warga terutama kelompok tani, P3A, masyarakat, dan pemilik sawah untuk menggiatkan budaya gotong-royong.

Dengan menggunakan bahasa Batak yang fasih, Bupati menyebut bahwa masyarakat di desa ini mayoritas bersuku Batak yang berasal dari daerah Tapanuli, maka seperti pepatah Batak, kita harus Marsiurupan, Marsiamin-aminan, Marsitukkol-tukkolan Soasuadirobean dengan kata lain saling dukung-mendukung, seia-sekata dan kompak dalam mengerjakan kebaikan. Semoga dengan kegiatan gotong royong ini sembari kita berdoa agar hujan tidak turun lagi dengan lebat dan debit air di sungai ini tidak akan naik lagi.

Sementara Kadis PUPR, Ir. Johan Sinaga, M.AP melaporkan bahwa Dinas PUPR langsung bergerak memperbaiki tanggul yang jebol. “Kami mengerahkan

seluruh jajaran baik dari tenaga honorer maupun ASN yang ada di lingkungan Dinas PUPR bersama Camat, Muspika, serta masyarakat agar perbaikan dapat segera diselesaikan,” tutur Johan Sinaga. (sur/han)

Polres Tebingtinggi Salurkan Sembako ke Rumah Ibadah

SERAHKAN: Jajaran anggota Polsek PadangHilir Kota Tebingtinggi menyerahkan bantuan sembako ke mesjid. SOPIAN/SUMUT POS
SERAHKAN: Jajaran anggota Polsek PadangHilir Kota Tebingtinggi menyerahkan bantuan sembako ke mesjid. SOPIAN/SUMUT POS
SERAHKAN: Jajaran anggota Polsek PadangHilir Kota Tebingtinggi  menyerahkan bantuan sembako ke mesjid. SOPIAN/SUMUT POS
SERAHKAN: Jajaran anggota Polsek PadangHilir Kota Tebingtinggi menyerahkan bantuan sembako ke mesjid. SOPIAN/SUMUT POS

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Polres Tebingtinggi memberikan bantuan paket sembako kepada rumah ibadah di wilayah jajaran hukum Polres Tebingtinggi, Jumat (12/6).

Kasubbag Humas Polres Tebingtinggi AKP J Nainggolan mengatakan, bantuan sembako yang diberikan sebagai bentuk wujud kepedulian Polres Tebingtinggi terhadap rumah-rumah ibadah dalam masa pendemi Covid -19.

“Bantuan sembako terdiri dari 5 karung beras dan 5 kotak mie instan. Baksos ini untuk meringkan pengurus Badan Kenajiran Masjid (BKM) di masa pandemi penyebaran Covid-19 di Kota Tebingtinggi,” jelasnya.

Bantuan sembako ini juga dalam kegiatan menjelang Hari Bhayangkara ke-74. (ian/han)

76 KK Warga Lingga Julu Terima BLT Dana Desa

KARO, SUMUTPOS.CO – Bantuan langsung tunai (BLT) yang berasal dari Dana Desa tahap I tahun 2020 yang disalurkan oleh pemerintah pusat pada April hingga Juni 2020, baru mulai dibagikan kepada warga kurang mampu di Desa Lingga Julu, Kecamatan simpang empat, Kabupaten Karo.

Sebanyak 76 Kepala Keluarga (KK) di Desa Lingga Julu menerima bantuan sosial yang diserahkan secara simbolis oleh Camat Simpang di jambur (aula desa), Kamis (11/6)

“Semoga bantuan ini bisa bermanfaat bagi seluruh warga yang kurang mampu terutama saat musibah Covid-19 yang sedang melanda dunia, khususnya warga Desa Lingga julu,” ujar Camat Amsah Perangin-angin SH.

Sementara Kepala Desa Lingga Nulu Pribadi Ginting berterima kasih kepada pemerintah yang telah memperhatikan warganya yang kurang mampu dengan cara mengalihkan sebagian Dana Desa (DD) untuk meringankan beban saat kondisi ekonomi kita sedang lemah karena Covid-19.

“Perlu kita ketahui bahwa penentuan penerima BLT ini bukan saya sebagai Kepala Desa melainkan melalui Musdes khusus yang diadakan secara terbuka yang diwakili oleh seluruh elemen masyarakat dan relawan tanggap Covid-19 di desa kita,” ucap Pribadi.

Mewakili masyarakat (BPD) sekaligus Relawan, Rianto Ginting juga menjamin tidak ada pilih bulu dalam menentukan penerima BLT di desanya. “Semua transparan dan melalui peraturan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Nomor 6 Tahun 2020 (BLT Dana Desa),” tegasnya.

Dipaparkan Rianto, mulai dari perencanaan sampai jumlah yang harus diterima oleh warga yaitu Rp.600.000/KK. Bantuan ini akan disalurkan selama 3 bulan mulai April sampai Juni 2020. “Saya berharap gunakan lah uang ini seperlunya untuk kebutuhan pokok. Tunda dulu beli pakaian atau lainnya,” pinta Rianto.

Menurut Rianto, bantuan ini dibagikan secara tunai langsung bukan melalui bank, agar tidak merepotkan warga terutama yang sudah lansia dan sakit, begitu juga selanjutnya untuk tahap ke dua dan ke tiga.

Salah satu warga penerima BLT DD, Berani Barus (72) mengaku sangat berterimakasih mengatakan kepada pemerintah yang sudah perhatian dengan memberi mereka bantuan. “Saya sangat senang dan berharap akan terus dibantu, apa lagi bagi kami yang sudah lansia dan tak mampu lagi untuk bekerja “ ujar Barus. (deo/han)

Komisi VII DPR RI: BST Covid-19 Diusulkan Diperpanjang

SERAHKAN: Partai Gerindra Labuhanbatu menyerahkan paket sembako kepada warga terdampak Covid-19. fajar dame harahap
SERAHKAN: Partai Gerindra Labuhanbatu menyerahkan paket sembako kepada warga terdampak Covid-19. fajar dame harahap
SERAHKAN: Partai Gerindra Labuhanbatu menyerahkan paket sembako kepada warga terdampak Covid-19.  fajar dame harahap
SERAHKAN: Partai Gerindra Labuhanbatu menyerahkan paket sembako kepada warga terdampak Covid-19. fajar dame harahap

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Fraksi Gerindra DPR RI mengusulkan pemberian bantuan sosial tunai (BST) kepada masyarakat terdampak Covid-19 diperpanjang hingga Desember 2020.

Demikian disampaikan Ketua Komisi VII DPR RI, Gus Irawan Pasaribu, pada gelaran halalbihalal DPC Labuhanbatu di Sekretariat Partai Gerindra, Jumat (12/6).

“Kami (Fraksi Gerindra) di DPR RI sudah menyuarakan, agar pemberian bantuan sosial tunai (BST) yang hingga Juni diperpanjang sampai Desember 2020. Ini informasinya,”ungkap Gus Irawan.

Alasannya, lanjut Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerindra Sumatera Utara ini, grafik penularan pandemi Covid-19 belum menurun. Dan diyakini usulan tersebut direspon pemerintah pusat.

Gus Irawan menambahkan, hasil temuan di lapangan masih banyak ditemui masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 tidak mendapat bantuan. Oleh sebab itu, fraksi Gerindra mengusulkan agar membuka posko pendataan dan pengaduan warga terdampak Covid-19 yang tidak mendapat bantuan.

“Saya heran kenapa warga tidak dapat, dan datanya ditutup-tutupi,”tandasnya.

Disebutkannya, DPR RI telah menyetujui keluarnya anggaran sebesar Rp400,51 triliun kepada pemerintah untuk menanggulangi pandemi Covid-19.

DPC Gerindra Labuhanbatu sendiri mengucurkan 400 paket bantuan sembako kepada warga terdampak Covid-19 di Labuhanbatu.

“Ada 400 paket sembako, di antaranya beras minyak makan, teh dan mie instan,”timpal Ketua DPC Gerindra Labuhanbatu, Abdul Karim Hasibuan di acara yang juga dihadiri Ketua OKK Gerindra Sumut, Dedy Arfan Sinaga dan para pengurus PAC se-Labuhanbatu. (fdh/han)

Disdik Tebingtinggi Bahas Pembelajaran Jarak Jauh

VIDCON: Kadis Pendidikan Kota Tebingtinggi, Drs Pardamean Siregar sedang melakukan vidcon dengan seluruh Kepala Sekolah se-Tebingtinggi. sopian/sumut pos
VIDCON: Kadis Pendidikan Kota Tebingtinggi, Drs Pardamean Siregar sedang melakukan vidcon dengan seluruh Kepala Sekolah se-Tebingtinggi. sopian/sumut pos
VIDCON: Kadis Pendidikan Kota Tebingtinggi, Drs Pardamean Siregar sedang melakukan vidcon dengan seluruh Kepala Sekolah se-Tebingtinggi. sopian/sumut pos
VIDCON: Kadis Pendidikan Kota Tebingtinggi, Drs Pardamean Siregar sedang melakukan vidcon dengan seluruh Kepala Sekolah se-Tebingtinggi. sopian/sumut pos

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Kadis Pendidikan (Kadisdik) Kota Tebingtinggi menggelar rapat melalui video conference (Vidcon) bersama para kepala sekolah untuk membahas program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dimasa pandemi Covid-19.

Kadisdik Pardamean Siregar menjelaskan, Kota Tebingtinggi ditetapkan zona kuning atau merah Covid-19, maka pembelajaran dikelola dengan model pembelajaran jarak jauh (daring dan luring). Namun apabila sudah ditetapkan menjadi zona hijau akan dipertimbangkan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Untuk itu, sambung Pardamean, diperlukan langkah langkah PJJ yakni, sekolah mendata siswa yang memiliki Handphone Smartphone, sedangkan untuk siswa SD dipergunakan sebagai sarana komunikasi, informasi dan konsultasi belajar, penugasan dan permasalahan belajar.

Untuk siswa SMP diberi pembelajaran jarak jauh moda daring (online). siswa SMP yang tidak memiliki Handphone Smartphone dilayani dengan pembelajaran jarak jauh moda luring (offline), dan siswa SD sepenuhnya dilayani dengan moda luring (offline). “Tingkat SMP daring dikelola dalam bentuk Learning Management System (LMS). Guru mempersiapkan bahan ajar baik dalam bentuk buku elektronik, gambar atau video pembelajaran,”terangnya, Jumat (12/6).

Sedangkan pengelolaan pembelajaran luring dilakukan dengan cara pemberian bahan ajar baik berupa buku pelajaran, modul, lembar kerja siswa. Pihak Sekolah mengantar bahan pelajaran dan menjemput hasil pekerjaan siswa ke tempat tinggal siswa. Terkait penerimaan peserta didik baru (PPDB) mulai dari PAUD sampai SMP, akan dilaksanakan pada 16 Juli 2020 mendatang. (ian/han)

2021, Rusunawa Pekerja KEK Sei Mangkei Dibangun

VIDCON: Gubsu Edy Rahmayadi didampingi Sekdaprovsu R Sabrina dan sejumlah pimpinan OPD Pemprovsu, melakukan vidcon market sounding rusunawa KEK Sei Mangkei dengan beberapa kementerian di Pendopo Rumah Dinas Gubsu, Jalan Jenderal Sudirman No.41 Medan, Jumat (12/6).
VIDCON: Gubsu Edy Rahmayadi didampingi Sekdaprovsu R Sabrina dan sejumlah pimpinan OPD Pemprovsu, melakukan vidcon market sounding rusunawa KEK Sei Mangkei dengan beberapa kementerian di Pendopo Rumah Dinas Gubsu, Jalan Jenderal Sudirman No.41 Medan, Jumat (12/6).
VIDCON: Gubsu Edy Rahmayadi didampingi Sekdaprovsu R Sabrina dan sejumlah pimpinan OPD Pemprovsu, melakukan vidcon market sounding rusunawa KEK Sei Mangkei dengan beberapa kementerian di Pendopo Rumah Dinas Gubsu, Jalan Jenderal Sudirman No.41 Medan, Jumat (12/6).
VIDCON: Gubsu Edy Rahmayadi didampingi Sekdaprovsu R Sabrina dan sejumlah pimpinan OPD Pemprovsu, melakukan vidcon market sounding rusunawa KEK Sei Mangkei dengan beberapa kementerian di Pendopo Rumah Dinas Gubsu, Jalan Jenderal Sudirman No.41 Medan, Jumat (12/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) mendukung rencana pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) untuk para pekerja yang terintegrasi dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei. Hal tersebut diharapkan dapat mendorong percepatan pengembangan kawasan dimaksud.

“Saya apresiasi inisiatif ini. Kita lakukan dengan objektif. Kita akan fasilitasi dan lakukan yang terbaik. Dengan berjalannya pembangunan, akan semakin menambah minat investor yang akan menanamkan modalnya di KEK Sei Mangkei,” ujar Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat video conference Market Sounding Proyek kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) pembangunan rusunawa terintegrasi bagi pekerja KEK Sei Mangkei dengan beberapa kementerian, yakni PUPR, Bappenas, Kemenkeu dan juga calon investor di Pendopo Rumah Dinas Gubsu, Jalan Sudirman Medan, Jumat (12/6).

Edy menyebutkan, sebagai bentuk dukungan atas rencana pembangunan tersebut, pihaknya akan menyediakan lahan sekitar 26.200 m² dan membangun jalan kecil di sekitaran rusunawa. Kata dia, masih banyak tahapan yang akan dilalui untuk membangun rusunawa tersebut. Karena itu diharapkan dukungan dari semua pihak yang terkait.

“Hari ini kita lakukan video conference dengen Kementerian PUPR. Nah selanjutnya baru kita lakukan meeting dengan para calon investor, karena untuk pembangunanya nanti tidak akan menggunakan dana APBD,” katanya.

Direktur Kerjasama Pemerintah Swasta dan Rancang Bangun (KPSRB) Kementerian PPN/Bappenas Sri Bagus Guritno dalam vidcon itu menjelaskan, bahwa terjadi perubahan dalam kerangka pendanaan infrastruktur untuk lima tahun ke depan.

“Jika sebelumnya dalam investasi pendanaan infrakstruktur APBN lebih dominan dengan persentase 41% APBN/D, 37% pihak swasta dan BUMN/BUMD 22%, untuk tahun 2020-2024 maka dibalik, pihak swasta yang lebih banyak dengan persentase 37% APBN/D 42% swasta dan 21% BUMN/BUMD,” ujarnya.

Dijelaskannya, manfaat melakukan pembangunan dengan menggunakan sistem KPBU, dapat menjaga keberlangsungan fiskal, infrastruktur berkualitas yang dikerjakan pihak ahli, ada pembagian risiko antara pemerintah dengan swasta, kemudian adanya ketetapan target penyelesaian.

“Juga dapat menjadi pintu masuk bagi investasi swasta dan adanya kepastian pengembalian investasi melalui pembayaran secara berkala oleh pemerintah,” terangnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman (PKP) Sumut Ida Mariana Harahap mengatakan, nantinya rusunawa yang akan dibangun itu bakal terintegrasi ke Kuala Tanjung. “Rusunawa akan ditempati para pekerja di KEK Sei Mangkei, mengingat saat ini para pekerja harus menempuh jarak cukup jauh dari rumah ke lokasi kerja. Oleh karena itu rusunawa ini pun dibangun tidak terlalu jauh dari kawasan KEK Sei Mangkei dan nantinya juga akan terintegritas ke Kuala Tanjung serta dekat dengan tol yang akan kita bangun,” katanya.

Ida pun memasang target dua tahun untuk dapat menyelesaikan pembangun rusunawa tersebut. Paling lama triwulan awal 2021 proyek ini sudah bisa berjalan. “Target pun setelah dua tahun bangunan yang sudah kita rancang selesai dibangun, dan diharapkan dapat meningkatkan perekonomian di Indonesia terutama di Sumut,” ujarnya. (prn)

Langkat Siapkan Kampung Tangguh Terasa

ARAHAN: Bupati Langkat Terbit Rencana PA didampingi Sekdakab Indra Salahuddin memberikan arahan dalam rapat program Kampung Tangguh Terasa. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS
ARAHAN: Bupati Langkat Terbit Rencana PA didampingi Sekdakab Indra Salahuddin memberikan arahan dalam rapat program Kampung Tangguh Terasa. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS
ARAHAN: Bupati Langkat Terbit Rencana PA didampingi Sekdakab Indra Salahuddin memberikan arahan dalam rapat program Kampung Tangguh Terasa. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS
ARAHAN: Bupati Langkat Terbit Rencana PA didampingi Sekdakab Indra Salahuddin memberikan arahan dalam rapat program Kampung Tangguh Terasa. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Bupati Langkat Terbit Rencana PA menggelar rapat persiapan penciptaan Kampung Tangguh dan Ketahanan Pangan Terasa untuk penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Langkat.

Rapat yang digelar di Jambur Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala, Langkat, Jumat (12/6), dihadiri Sekdakab Langkat, Dr.H.Indra Salahudin serta para asisten, staf ahli, kepala OPD, para Kabag dari istansi terkait, dan anggota DPRD Langkat, Sri Bana Br PA.

Bupati dalam rapat tersebut mengatakan, pihaknya akan menetapkan 18 desa, yang nantinya menjadi pilot project program kampung tangguh tersebut.

Tujuan dari pembangunan kampung tangguh ini, kata Bupati, untuk menguatkan sosial ekonomi agar masyarakat memiliki kedisiplinan mengikuti anjuran pemerintah dan protokol kesehatan, dalam upaya memutus mata rantai pandemi Covid-19.

“Untuk itu, diminta Bumdes di semua desa benar-benar dijalankan, agar UKM di pedesaan aktif sehingga roda perekonomian berjalan stabil. Tentunya hal ini akan menguatkan ekonomi kerakyatan di tengah pandemi virus Corona” imbuhnya

Bupati juga meminta, agar jaga malam diaktifkan di semua desa. Tujuannya, untuk meningkatkan keamanan terkait pencegahan Covid-19.

“Agar tidak sembarangan orang dari luar keluar masuk di desa. Sebab kebebasan keluar masuk orang asing, dikhawatirkan menularkan virus,” imbuhnya.

Bupati Langkat juga membahas target Pemkab Langkat untuk memperoleh predikat keuangan daerah Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tahun 2020. Serta menyampaikan, agar pengelola pariwisata di Langkat menutup sementara tempat usahanya, sambil menunggu kebijakan yang akan di ambil oleh Pemkab Langkat.(yas/han)

4 Lokasi Galian C Ilegal Beroperasi di Deliserdang

LUBUKPAKAM, SUMTUPOS.CO – Empat lokasi galian C ilegal di Kabupaten Deliserdang tak pernah tersentuh penunggak hukum.

Tak ada tindakan tegas dari Polresta Deliserdang terhadap galian C yang beroperasi di lahan Hak Guna Usaha (HGU) PTPN II tersebut.

Keempat lokasi galian C itu di Dusun VI, Desa Sena dan Desa Baru, Kecamatan Batangkuis. Kemudian, di Jalan Rambutan tembus Pasar II, Tembung, Kecamatan Tanjungmorawa.

Selanjutnya, di Desa Jati Kesuma, Desa Tangkahan, Desa Lau Mulgap dan Desa Salang Tungir, Kecamatan Namorambe. Dari empat lokasi dijadikan sebagai lahan mengeruk galian C.

Kapolresta Deliserdang, Kombes Pol Yemi Mandagi yang dikonfirmasi perihal itu, mengarahkan ke bawahannya, Kasat Reskrim, Kompol M Firdaus.

“Ke Kasat Reskrim saja ditanya ya,” jawabnya singkat, Kamis (11/6).

Sementara Humas PTPTN II, Sutan Panjaitan yang dikonfirmasi soal itu, mengaku tidak mengetahuinya dan akan mengecek terlebih dulu.

“Kita tidak tahu, apakah pengerjaan galian C di lahan HGU. Makanya, akan dicek lebih dulu,” katanya.(btr/han)