30 C
Medan
Friday, April 17, 2026
Home Blog Page 4254

Di RSUPHAM dan RSUD Pirngadi ,Rapid Test Komersil Mulai Rp300 Ribu

Rosario Dorothy Simanjuntak.
Rosario Dorothy Simanjuntak.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUPHAM) dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan mulai melayani rapid test Covid-19 komersil atau berbayar. Lantaran komersil, harga yang dipatok mencapai ratusan ribu rupiah.

Kasubbag Humas RSUPHAM, Rosario Dorothy Simanjuntak mengatakan, sebelumnya layanan ini hanya diperuntukkan bagi pasien Covid-19 dengan kriteria Orang Tanpa Gejala (OTG), Orang Dalam Pemantauan (ODP), dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) secara gratis. Namun, kini mereka telah melayani untuk komersil.

“(Rapid test komersil) ini menjawab pertanyaan masyarakat karena banyak yang butuh untuk bermacam kebutuhan. Misalnya, ada yang mau melakukan perjalanan dengan penerbangan, ada juga yang untuk administrasi pekerjaan, dan sebagainya,” ujar Rosa akhir pekan lalun

Untuk pemeriksaan tes cepat Covid-19 komersil, pihaknya menawarkan dua paket. Pertama, pemeriksaan rapid test Covid-19 dan akan mendapatkan surat keterangan, dikenakan biaya Rp 300 ribu.

Yang kedua, pemeriksaan rapid test Covid-19, pemeriksaan darah lengkap, thorax dewasa, konsultasi dokter, juga akan mendapatkan surat keterangan, dikenakan biaya Rp499.000.

“Pemeriksaan dilakukan di Medical Check Up (MCU) Unit Gedung CMU Lantai 2. Layanan dibuka sejak pukul 08.00 hingga 14.00 WIB setiap hari kerja,” pungkas Rosa.

Hal senada juga disampaikan Humas RSUD, dr Pirngadi Edison Perangin-angin. Tetapi di RS Pirngadi hanya menyediakan satu layanan saja. “Kita hanya menyediakan satu layanan saja, dan sudah dibuka sejak seminggu lalu, dengan biaya sekitar Rp550 ribu,” sebut Edison.

Dalam waktu dekat, pihaknya berencana menambah lagi layanan tes Covid-19 komersil tersebut. “Rencananya akan ada lagi paket layanan pemeriksaan Covid-19, tidak hanya satu layanan saja. Namun masih sebatas perencanaan,” ujarnya singkat. (ris)

Rapid Test Massal Dipungut Biaya, Rektor USU: Gratis Datang, Gratis Disalurkan

RAPID TEST MASSAL: Rapid test massal di RS USU diramaikan ratusan masyarakat, Jumat (12/6). Selama lima hari, rapid test massal diikuti sekitar 1.600 orang.
RAPID TEST MASSAL: Rapid test massal di RS USU diramaikan ratusan masyarakat, Jumat (12/6). Selama lima hari, rapid test massal diikuti sekitar 1.600 orang.
RAPID TEST MASSAL: Rapid test massal di RS USU diramaikan ratusan masyarakat, Jumat (12/6). Selama lima hari, rapid test massal diikuti sekitar 1.600 orang.
RAPID TEST MASSAL: Rapid test massal di RS USU diramaikan ratusan masyarakat, Jumat (12/6). Selama lima hari, rapid test massal diikuti sekitar 1.600 orang.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Universitas Sumatera Utara (USU) membantah melakukan pengutan biaya pada pelaksanaan rapid test massal yang berlangsung di Rumah Sakit (RS) USU di Jalan Dr Mansyur Kota Medan, 8-12 Juni lalu. Rapid test digelar selama lima hari, diikuti sekitar 1.600 orang.

“USU tidak pernah melakukan komersialisasi terhadap bantuan yang didapatkan. Gratis datangnya, gratis pula disalurkan,” sebut Prof Dr Runtung Sitepu, SH, MHum, kepada wartawan, Minggu (14/6). Ia didampangin

Ketua Majelis Wali Amanat USU, Drs Panusunan Pasaribu, MM, para wakil rektor, sekretaris universitas, dan unsur pimpinan lainnya.

Menurut Runtung, seluruh biaya gratis karena ditanggung oleh donatur, salahsatunya Indocafe.

Alat rapid test yang diterima RS USU dalam jumlah besar, menurut Runtung, dalam waktu dekat akan didistribusikan ke sejumlah kabupaten/kota di Sumut. “Saat ini kami sedang menyusun daftar untuk menyalurkan bantuan rapid test, sehingga tidak terpusat di RS USU saja. Juga tidak terpusat hanya di Medan,” jelasnya.

Kegiatan rapid test massal di RS USU mendapatkan respon positif dari berbagai unsur masyarakat. Masyarakat terlihat membludak pada hari terakhir, Jumat (12/6). Saking membludaknya peminat, panitia sedikit kewalahan melakukan pengaturan jarak para peserta.

Layanan rapid test secara drive thru paling diminati karena dianggap paling aman, di mana para peserta tidak turun dari kendaraan, sehingga meminimalisir kemungkinan bersentuhan dengan peserta lainnya.

“Pemeriksaan ini merupakan salahsatu bentuk partisipasi Universitas Sumatera Utara dalam penanganan Covid-19, agar dapat mengetahui apakah seseorang terindikasi Covid-19 atau tidak. Semoga bisa membantu seluruh masyarakat yang memerlukan kepastian tersebut,” ungkap Runtung.

Untuk swab test, karena keterbatasan reagensia, RS USU hanya memprioritaskan sampel-sampel pasien yang reaktif hasil rapid test, yang dikirim berbagai rumah sakit yang ditunjuk pemerintah. “Sampai saat ini masih banyak donatur yang memberikan bantuan alat kepada RS USU. Baik berupa regensia, rapid test, dan APD, yang bukan berasal dari dana USU,” tandas Runtung.

Direktur Utama RS USU, Dr dr Syah Mirsya Warli, Sp U (K) mengatakan, 100 hingga 200 orang per hari datang melakukan pemeriksaan. Umumnya adalah orang yang membutuhkan hasil test untuk memupuskan rasa khawatir mereka apakah telah terinfeksi virus Covid-19 atau tidak.

Ada juga yang mengikuti rapid test untuk mendapatkan keterangan bebas Covid-19 untuk kebutuhan perjalanan ke luar kota, dan beberapa motivasi lainnya.

“Untuk mengatasi Covid-19, salahsatu caranya adalah dengan menghambat dari hulu. Itu jauh lebih baik daripada kita menyelesaikannya di hilir. Maksudnya, kita tangkap orang-orang yang ternyata reaktif, dan langsung kita swab,” katanya.

Humas RS USU, Muhammad Zeini Zein, menepis rumor yang menyebutkan adanya pengutipan biaya atas kegiatan rapid test gratis tersebut. Menurutnya, hingga hari terakhir test massal, pimpinan RS USU terus melakukan pengawasan sehingga tidak memungkinkan terjadinya tindakan-tindakan yang menyimpang, seperti pengutipan biaya dan lain-lain.

Wal Kkota Medan, Ir Akhyar Nasution, saat bertemu dengan Rektor USU, menyampaikan ucapan terima kasihnya atas itikad baik dan partisipasi USU dalam penanganan pandemi Covid-19. Ia berharap akan semakin banyak pihak yang melaksanakan kegiatan ini, sehingga Covid-19 dapat segera dimusnahkan dan semuanya kembali hidup normal.

Akhyar juga mengingatkan masyarakat untuk terus memakai masker. “Masker itu bukan aksesoris, tapi sudah menjadi budaya baru masyarakat dunia. Juga jangan lupa untuk terus menjaga jarak, cuci tangan dan menghindari kerumunan,” pungkas Akhyar. (gus)

Judi Tembak Ikan di Pulobrayan Digerebek, 4 Pelaku Diamankan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Judi ketangkasan dengan modus permainan tembak ikan di Jalan Pertempuran, Lorong 7, 8, dan 9, Kelurahan Pulobrayan Kota, Kecamatan Medan Barat, digerebek Polsek Medan Barat, Sabtu (13/6) lalu.

Dalam penggerebekan itu, diamankan 4 pria yang diduga sebagai pemain judi. Adapun mereka, yakni

Ayang (37) warga Jalan Meranti, Kecamatan Medan Petisah, Jonson (20) warga Jalan Pertempuran, Kecamatan Medan Barat, Apen (41) warga Jalan Pertempuran Lorong 9, Kecamatan Medan Barat, dan Suyanto Silalahi (36) warga Jalan Pertempuran, Kecamatan Medan Barat.

Kapolsek Medan Barat, Kompol Afdhal Junaidi mengatakan, penggerebekan yang dilakukan pihaknya berdasarkan laporan dari masyarakat yang resah tentang adanya aktivitas perjudian tersebut. Dari laporan itu, dilakukan penyelidikan ke lapangan.

“Saat penggerebekan, kami menurunkan 25 personel dengan dibantu dari Satuan Sabhara Polrestabes Medan,” ungkap Afdhal, Minggu (14/6).

Afdhal juga mengatakan, selain 4 orang, turut disita barang bukti satu unit mesin judi tembak ikan. “Keempat orang yang diamankan beserta barang bukti sudah diboyong untuk menjalani pemeriksaan penyidik dan proses hukum lebih lanjut,” bebernya.

Dia mengaku, pihaknya tidak akan mentolerir keberadaan lokasi judi yang meresahkan masyarakat. Hal ini sesuai intruksi Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin, yakni menutup seluruh tempat perjudian, karena keberadaannya akan merugikan masyarakat.

“Kasusnya akan terus dikembangkan lebih jauh,” pungkas Afdhal. (ris/saz)

Pencuri Sarang Burung Walet Tewas Terjatuh dari Lantai 4

TEWAS: Pelaku yang diduga hendak mencuri sarang burung walet tewas akibat terjatuh dari lantai 4. Pelaku diketahui belum sempat melakukan aksi. SOPIAN/SUMUT POS
TEWAS: Pelaku yang diduga hendak mencuri sarang burung walet tewas akibat terjatuh dari lantai 4. Pelaku diketahui belum sempat melakukan aksi. SOPIAN/SUMUT POS
TEWAS: Pelaku yang diduga hendak mencuri sarang burung walet tewas akibat terjatuh dari lantai 4. Pelaku diketahui belum sempat melakukan aksi. SOPIAN/SUMUT POS
TEWAS: Pelaku yang diduga hendak mencuri sarang burung walet tewas akibat terjatuh dari lantai 4. Pelaku diketahui belum sempat melakukan aksi. SOPIAN/SUMUT POS

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Pelaku pencurian sarang burung walet di Ruko Walet Roni Susanto, Jalan Anturmangan, Lingkungan 1, Kelurahan Sri Padang, Kecamatan Rambutan, Kota Tebingtinggi, ditemukan tewas bersimbah darah, Minggu (14/6), sekira pukul 03.00 WIB.

Dugaan semantara, pelaku tewas terjatuh dari lantai 4 bangunan ruko tersebut. Pelaku tidak memiliki identitas, dan warga sekitar tidak ada yang mengenal korban. Di lokasi kejadian, ditemukan beberapa barang bukti, berupa satu tas milik korban, tali tambang warna putih, satu linggis, dan satu galah bambu sepanjang 3 meter, yang ujungnya telah ditempeli pisau.

Kapolsek Rambutan AKP H Samosir, didampingi Kasubbag Humas Polres Tebingtinggi AKP J Nainggolan, membenarkan penemuan mayat di dalam sebuah ruko sarang burung walet dengan kondisi tewas, dari laporan masyarakat.

“Korban tewas tanpa identitas, seorang laki-laki, sudah diperiksa oleh Tim Inafis Polres Tebingtinggi, untuk selanjutnya korban tewas dievakuasi ke RSUD Kumpulanpane Tebingtinggi untuk divisum,” jelas H Samosir.

Menurut H Samosir, dari keterangan saksi Roni, pemilik ruko, sempat melihat seseorang masuk ke dalam ruko yang terekam di CCTV di lantai 4 bangunan. Sesuai rekaman CCTV, pelaku masuk dengan merusak jendela yang dilapisi jerejak besi.

“Mengetahui itu, pemilik ruko melaporkan kejadian kepada aparat setempat, yakni kepala lingkungan, dan langsung berangkat menuju ruko. Setelah pintu ruko dibuka, terlihat korban

yang diduga pelaku pencuri, sudah terjatuh dengan kondisi berdarah,” bebernya.

Mendapati pelaku, masyarakat pun langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian Mapolsek Rambutan. (ian/saz)

Polres Tanjungbalai Tangkap 3 Pengedar Ekstasi

DIAMANKAN: Tiga pengedar narkotika jenis ekstasi, diapit personel Satres Narkoba Polres Tanjungbalai.
DIAMANKAN: Tiga pengedar narkotika jenis ekstasi, diapit personel Satres Narkoba Polres Tanjungbalai.
DIAMANKAN: Tiga pengedar narkotika jenis ekstasi, diapit personel Satres Narkoba Polres Tanjungbalai.
DIAMANKAN: Tiga pengedar narkotika jenis ekstasi, diapit personel Satres Narkoba Polres Tanjungbalai.

TANJUNGBALAI, SUMUTPOS.CO – Satuan Reserse Narkoba Polres Tanjungbalai, berhasil menangkap 3 pengedar narkotika jenis ekstasi dengan barang bukti sebanyak 30 butir, handphone, dan sepeda motor.

Dari informasi yang dihimpun, Minggu (14/6), para tersangka masing-masing ZE alias Zul (38) warga Kelurahan Pematangpasir, Kecamatan Teluk Nibung, Zul alias Korak (40) warga Kelurahan TB Kota II, Kecamatan Tanjungbalai Selatan, dan AS alias Tumbin (50) warga Kelurahan Muarasentosa, Kecamatan Seitualang Raso.

“Ketiga tersangka ditangkap pada Sabtu (13/6) malam di tempat berbeda,” ungkap Kapolres Tanjungbalai AKBP Putu Yuda Prawira.

Putu juga menjelaskan, penangkapan berawal dari informasi masyarakat, di Jalan SMA Negeri 3, Kelurahan Gading, Kecamatan Datuk Bandar, ada seorang laki-laki yang akan melakukan transaksi narkotika jenis ekstasi.

Atas informasi tersebut, Tim Opsnal Satres Narkoba, melakukan penyelidikan dan di TKP berhasil menangkap tersangka Zul, yang sedang duduk di atas sepeda motor Honda Beat hitam, tanpa pelat nomor polisi, yang parkir di pinggir jalan.

Hasil penggeledahan dari laci sepeda motor tersangka, ditemukan sebungkus plastik transparan berisi 30 butir, diduga narkotika jenis ekstasi. Kepada polisi, tersangka mengaku pil itu miliknya, yang diperoleh dari Zul alias Korak.

Petugas melakukan pengembangan dan berhasil menangkap Korak di Jalan M Abbas Kelurahan TB Kota II, Kecamatan Tanjungbalai Selatan. Korak diinterogasi dan mengaku memperoleh ekstasi itu dari AS, yang kemudian diciduk di rumahnya di Jalan Sei Sampean Kelurahan Muarasentosa, Kecamatan Sei Tualang Raso.

Selain 30 butir yang diduga narkotika jenis ekstasi seberat 12,88 gram, barang bukti lain yang diamankan berupa 2 unit handphone Nokia hitam, sepeda motor Kawasaki Ninja hitam tanpa pelat nomor polisi, dan sepeda motor Honda Beat hitam juga tanpa pelat nomor polisi. (ant/saz)

Penganiaya dan Perampok Polisi Sat Narkoba Diringkus, Kawanan Berhasil Bawa Kabur Rp7 Juta

DITANGKAP: Perampok dan penganiaya personel Sat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan ditangkap. fachril/sumut pos.
DITANGKAP: Perampok dan penganiaya personel Sat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan ditangkap. fachril/sumut pos.
DITANGKAP: Perampok dan penganiaya personel Sat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan ditangkap. fachril/sumut pos.
DITANGKAP: Perampok dan penganiaya personel Sat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan ditangkap. fachril/sumut pos.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Perampok dan penganiaya personel polisi yang bertugas di Sat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan diringkus. Pelakunya, Saiful Bahri Siregar alias Said (59). Dia ditangkap di Jalan Sembilang, Asrama Polisi, Kecamatan Medan Belawan, Jumat (12/6) malam.

Pelaku yang merupakan warga Jalan Selar Ujung, Pajak Baru, Kecamatan Medan Belawan ini, telah diamankan di Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, sementara beberapa temannya yang terlibat masih diburon. Bersama kawanannya, mereka sempat membawa kabur uang yang dirampok dari personel polisi tersebut, yakni sebesar Rp7 juta.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP I Kadek Hery Cahyadi mengatakan, peristiwa itu terjadi pada 30 Maret 2020 lalu. Personel dari Sat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan, Ridwa melakukan penyamaran untuk transaksi narkoba dengan seorang kurir di Pajak Baru, Belawan.

Tapi transaksi itu gagal. Sebab, harga yang disepakati tidak sesuai. Dan petugas yang melakukan transaksi pun meninggalkan lokasi. Namun seorang dari kurir sabu-sabu itu, meneriaki petugas dengan sebutan maling, sambil mengejar, akibatnya petugas terjatuh dan langsung dianiaya oleh beberapa kurir tersebut.

“Sewaktu korban (personel polisi) terjatuh, mereka (para pelaku) memukuli dan mengambil uang Rp7 juta dari saku celana korban. Kemudian, para pelaku kabur,” ungkap Kadek.

Petugas mengalami luka pada bagian memar pada bagian wajah dan hidung mengeluarkan darah, melaporkan peristiwa itu ke Sat Reskrim. Berdasarkan laporan itu, pihaknya menangkap seorang pelaku, yakni Said, yang terlibat dalam penganiayaan tersebut.

“Seorang pelaku sudah ditangkap, untuk pelaku lainnya masih diburon. Pelaku kami jerat dengan Pasal 365 KUHPidana, dengan ancaman minimal 5 tahun penjara,” pungkas Kadek. (fac/saz)

Polres Belawan Amankan Gerombolan Balap Liar, Alat Tawuran Turut Disita

DIAMANKAN: Gerombolan balap liar saat diamankan di Mapolsek Medan Labuhan, Minggu (14/6). Sejumlah alat tawuran juga disita dari para tersangka.fachril/sumut pos.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 14 orang yang merupakan gerombolan balap liar diamankan personel Polsek Medan Labuhan dan Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan dari 2 lokasi berbeda, Minggu (14/6), sekira pukul 01.00 WIB.

Razia balap liar yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP I Kadek Hery Cahyadi itu, berlangsung di Jalan KL Yos Sudarso, Km 6, Kecamatan Medan Deli, dan Jalan Aluminium Raya, Simpang Porta, Kecamatan Medan Deli.

Gerombolan balap liar yang berada di lokasi langsung diringkus. Dan dari mereka, diamankan sejumlah sepeda motor, gir sepeda motor, batu koral, dan pecahan kaca, yang diduga kuat bakal digunakan sebagai alat untuk tawuran. Dan seluruhnya langsung diboyong ke Mapolsek Medan Labuhan.

“Mereka kami amankan untuk menindak geng motor dan tawuran di jalanan. Barang bukti yang diamankan terdapat sejumlah sepeda motor tanpa dokumen,” ungkap Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP I Kadek Hery Cahyadi.

Penindakan ini, lanjut Kadek, sekaligus untuk mengantisipasi pelaku curanmor, curas, dan curat. Razia akan terus dilakukan setiap malam Minggu, untuk memberikan keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat.

“Seluruhnya sudah didata, apabila di antara mereka terbukti melanggar hukum, segera diproses,” tegas Kadek. (fac/saz)

RUU Haluan Ideologi Pancasila, MUI Imbau Masyarakat Waspada Bangkitnya Faham PKI

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dewan Pimpinan MUI Pusat dan Dewan Pimpinan MUI Provinsi se-Indonesia mengimbau kepada umat Islam agar tetap waspada dan selalu siap siaga terhadap penyebaran faham komunis dengan pelbagai cara dan metode licik yang mereka lakukan saat ini.

Hal itu dikatakan Wakil Ketua Umum MUI KH Muhyiddin Zunaidi didampingi Sekjen Dr H Anwar Abbas dalam siaran pers yang diterima Sumut Pos di Medan, Minggu (14/6). “Hal ini, mencermati dengan seksama terhadap Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP),” kata Muhyiddin.

Dikatakannya, setelah melalui berbagai kajian dan diskusi, maka Dewan Pimpinan MUI Pusat dan Dewan Pimpinan MUI Provinsi se-Indonesia menyampaikan maklumat, yakni tidak dicantumkannya TAP MPRS Nomor 25/MPRS/1966 Tahun 1966 tentang Pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI), pernyataan sebagai organisasi terlarang di seluruh wilayah Negara RI bagi PKI dan larangan setiap kegiatan untuk menyebarkan atau mengembangkan paham atau ajaran Komunis/ Marxisme-Leninisme.

Hal ini, lanjutnya, adalah sebuah bentuk pengabaian terhadap fakta sejarah yang sadis, biadab dan memilukan yang pernah dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) di Indonesia, sehingga sama artinya dengan persetujuan terhadap pengkhianatan bangsa tersebut. Kemudian, kata dia, RUU HIP telah mendistorsi substansi dan makna nilai-nilai Pancasila, sebagaimana yang termaktub dalam Pembukaan dan Batang Tubuh UUD Tahun 1945.

“Kami memaknai dan memahami bahwa pembukaan UUD Tahun 1945 dan batang tubuhnya telah memadai sebagai tafsir dan penjabaran paling otoritatif dari Pancasila, adanya tafsir baru dalam bentuk RUU HIP justru telah mendegradasi eksistensi Pancasila,” tuturnya.

Selanjutnya, kata Muhyiddin lagi, RUU HIP telah memeras Pancasila menjadi Trisila lalu menjadi Ekasila yakni ‘Gotong Royong’, adalah nyata-nyata merupakan upaya pengaburan dan penyimpangan makna dari Pancasila itu sendiri, dan secara terselubung ingin melumpuhkan keberadaan Sila Pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa yang telah dikukuhkan dengan Pasal 29 Ayat (1) UUD Tahun 1945, serta menyingkirkan peran agama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Dengan demikian hal ini adalah bentuk pengingkaran terhadap keberadaan Pembukaan dan Batang Tubuh UUD Tahun 1945 sebagai Dasar Negara, sehingga bermakna pula sebagai pembubaran NKRI yang berdasarkan pada 5 Sila tersebut,” tegasnya.

Pihaknya meminta kepada Fraksi-fraksi di DPR RI untuk tetap mengingat sejarah yang memilukan dan terkutuk yang dilakukan oleh PKI terutama peristiwa sadis dan tak berperikemanusiaan yang mereka lakukan pada Tahun 1948 dan Tahun 1965 khususnya.

Namun, kata Muhyiddin, pascareformasi para aktivis dan simpatisannya telah melakukan berbagai upaya untuk menghapus citra buruknya di masa lalu dengan memutarbalikkan fakta sejarah dan ingin kembali masuk dalam panggung kehidupan berbangsa dan bernegara. Keberadaan RUU HIP patut dibaca sebagai bagian dari agenda itu, sehingga wajib RUUP HIP ini ditolak dengan tegas tanpa kompromi apapun.

“Kami pantas mencurigai bahwa konseptor RUU HIP ini adalah oknum-oknum yang ingin membangkitkan kembali paham dan PKI, dan oleh karena itu patut diusut oleh yang berwajib,” tegasnya. (mag-1/ila)

Muhyiddin menyatakan dukungan sepenuhnya keberadaan TNI sebagai penjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sekaligus pengawal Pancasila. “Karena itu, jika ternyata ada indikasi penyebaran faham komunis dengan pelbagai cara dan kedok, mari segera laporkan kepada pos atau markas TNI terdekat,” imbaunya.

Ia juga berpeaan, jika maklumat ini diabaikan oleh Pemerintah Republik Indonesia, maka pihaknya, Pimpinan MUI Pusat dan segenap Pimpinan MUI Provinsi se-Indonesia mengimbau umat Islam Indonesia agar bangkit bersatu dengan segenap upaya konstitusional untuk menjadi garda terdepan dalam menolak faham komunisme dan berbagai upaya licik yang dilakukannya. “Hal ini demi terjaga dan terkawalnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,” pungkasnya. (mag-1/ila)

PT Inalum Sambut New Normal, Aktivitas Sehat di Tengah Pandemi

KUALATANJUNG,SUMUTPOS.CO – Tatanan kehidupan baru atau New Normal menjadi gaya hidup yang mesti diterapkan di masa Pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

New Normal telah digaungkan oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu sebagai tata cara menghadapi kehidupan di tengah Pandemi global ini.

Semua lini kehidupan harus beradaptasi dengan tatanan hidup baru agar mampu melewati perubahan di masa Pandemi ini.

Tak terkecuali PT Inalum (Persero). Setelah New Normal digaungkan, maka perusahaan peleburan aluminium ini langsung menerapkan di lingkungan perusahaan.

Karyawan PT Inalum diwajibkan mengikuti protokoler kesehatan dalam melaksanakan pekerjaan di perusahaan.

Bahkan Inalum mengimbau agar setiap karyawan patuh dengan protokol Kesehatan demi memutus mata rantai Covid-19.

Setidaknya ada beberapa starter kit New Normal yang mesti disiapkan dalam menjalani aktivitas sehari-hari di masa Pandemi ini.

Di antaranya setiap orang harus memakai masker setiap keluar rumah. Siapkan juga masker cadangan. Hand sanitizer atau sabun cuci tangan juga harus tetap dibawa bila berpergian. Tisu basah dan kering juga harus ada di dalam tas bila sedang dalam aktivitas di luar.

Usahakan juga untuk membawa botol minum sendiri dan tempat makanan sendiri. Perlengkapan ibadah pribadi juga baiknya dibawa sendiri dari rumah.

Sekretaris Perusahaan PT Inalum Mahyaruddin Ende menjelaskan, pihaknya siap mematuhi protokol kesehatan dalam aktivitas perusahaan. Disiplin ketat menjadi kunci untuk menjalani New Normal.

“Kita semua berharap kondisi ini cepat berlalu dan kita benar-benar bisa hidup normal. Maka harus disiplin sampai Pandemi ini usai,” kata Mahyaruddin didampingi Manajer Humas PT Inalum Bambang Heru dan Kepala Kantor Penghubung Medan, Julian Feisal Minggu (14/6/2020).

Kepada seluruh karyawan, Mahyaruddin meminta agar menjalani kondisi New Normal di tiap divisi kerja dengan penuh perhatian.

“Kedisiplinan adalah hal penting dalam situasi seperti ini. Semoga kita semua berhasil menjalani kondisi ini,” pungkasnya.(*)

Siklon Tropis NURI terbentuk di Laut China Selatan, Waspada Potensi Hujan Lebat 3 Hari Kedepan

Logo BMKG
Logo BMKG

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Tanggal 12 Juni 2020 jam 19.00 WIB, Siklon Tropis NURI terbentuk di sekitar Laut China Selatan sebelah barat Filipina. Intensitasnya cenderung menguat hingga 24 jam ke depan dan bergerak ke arah barat laut semakin menjauhi wilayah Indonesia.

Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG,
Drs. Herizal, M.Si mengatakan, beberapa hari terakhir, kejadian hujan sedang-lebat terjadi di wilayah Indonesia. Bahkan di beberapa wilayah telah memicu bencana banjir, seperti yang terjadi pada tanggal 11 Juni 2020 di Kecamatan Bone, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.

Kondisi hujan lebat tersebut dipicu oleh adanya dinamika gelombang atmosfer (Gelombang Rossby) di sekitar wilayah Indonesia dan belokan angin yang terbentuk karena adanya bibit siklon tropis yang menguat menjadi Siklon Tropis NURI di sekitar Laut China Selatan sebelah barat Filipina.

Potensi hujan LEBAT akibat tumbuhnya siklon tropis NURI dapat terjadi di wilayah ;

  • Aceh
  • Sumatera Utara
  • Kalimantan Utara
  • Sulawesi Tengah

BMKG terus memantau perkembangan potensi cuaca ekstrem di wilayah Indonesia. Masyarakat diimbau untuk tetap berhati hati pada potensi angin kencang dan hujan lebat yang masih berpeluang terjadi di beberapa wilayah serta mewaspadai potensi dampak seperti banjir, tanah longsor dan banjir bandang.(*)