27 C
Medan
Thursday, January 1, 2026
Home Blog Page 4293

Ustadz dan Guru Ngaji Kehilangan Penghasilan

DIABADIKAN: Wakil Ketua Bidang Komunikasi Politik PDI Perjuangan Sumut Dr Aswan Jaya diabadikan. adezulfi/sumu tpos
DIABADIKAN: Wakil Ketua Bidang Komunikasi Politik PDI Perjuangan Sumut Dr Aswan Jaya diabadikan. adezulfi/sumu tpos
DIABADIKAN: Wakil Ketua Bidang Komunikasi Politik PDI Perjuangan Sumut Dr Aswan Jaya diabadikan.  adezulfi/sumu tpos
DIABADIKAN: Wakil Ketua Bidang Komunikasi Politik PDI Perjuangan Sumut Dr Aswan Jaya diabadikan.
Adezulfi/sumu tpos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dampak pandemi Covid-19 menghantam semua sektor aktivitas kehidupan masyarakat, termasuk di antaranya kegiatan keagamaan, seperti pengajian-pengajian baik majelis taklim, pendidikan baca Alquran dan juga khotbah-khotbah pada Salat Jumat.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Bidang Komunikasi Politik Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Sumut Dr Aswan Jaya kepada awak media, Senin (20/4).

“Imbauan pemerintah dan MUI yang menghentikan sementara berbagai kegiatan keagamaan yang mengumpulkan orang banyak seperti salat berjamaah, pengajian-pengajian dan lain sebagainya tentu berdampak pada berhentinya penghasilan para ustad dan guru-guru ngaji,” kata Aswan.

Menurutnya, banyak sekali para ustadz dan guru-guru ngaji yang mengabdikan hidupnya pada kegiatan dakwah dan tidak melakukan berbagai kegiatan lain terutama kegiatan ekonomi. Penghasilan mereka untuk menghidupi keluarganya sangat tergantung pada honor saat memberikan pengajian-pengajian dan khotbah-khotbah di masjid-masjid maupun di majelis-majelis taklim.

“Saat ini hampir semua pengajian dan majelis taklim tidak lagi dilaksanakan masyarakat, juga sudah banyak masjid-masjid yang tidak lagi menyelenggarakan Salat Jumat berjamaah, akibatnya para ustad dan guru ngaji ini tidak lagi memiliki aktivitas dan berdampak mereka tidak lagi memiliki penghasilan untuk menghidupi keluarganya,” tambah Aswan.

Untuk menyikapi hal tersebut, Aswan mengimbau kepada pemerintah dan anggota masyarakat yang memperhatikan nasib para ustad dan guru ngaji dan menyisihkan rezeki untuk meringankan beban para juru dakwah tersebut. PDI Perjuangan dalam hal ini juga tengah berusaha untuk mencarikan solusi terbaik terhadap berbagai dampak akibat pendemi Covid-19.

“Kita berdoa semoga pandemi ini tidak berlangsung lama, harapan ini juga harus diimbangi dengan sikap disiplin kita dalam memutus mata rantai Covid-19 seperti yang diperintahkan oleh pemerintah” pungkas Aswan.(adz/azw)

REI Sumut Kembali Bantu Sembako untuk Terhenti

BERSAMA: Ketua DPD REI Sumut, Andi Atmoko Panggabean berfoto bersama Wakil Ketua DPD REI Sumut, sekaligus Ketua Panitia REI Peduli, Johan, di pelataran Kantor Sekretariat DPD REI Sumut, Komplek Tata Plaza, Jalan Kapten Muslim Medan, Senin (20/4).
BERSAMA: Ketua DPD REI Sumut, Andi Atmoko Panggabean berfoto bersama Wakil Ketua DPD REI Sumut, sekaligus Ketua Panitia REI Peduli, Johan, di pelataran Kantor Sekretariat DPD REI Sumut, Komplek Tata Plaza, Jalan Kapten Muslim Medan, Senin (20/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Realestat Indonesia (REI) Sumatera Utara (Sumut) memberikan bantuan berupa sembako kepada masyarakat kurang mampu, yang berdomisili di kota Medan dan sekitarnya, di Kantor Sekretariat DPD REI Sumut, Komplek Tata Pkaza, Jalan Kapten Muslim Medan, Senin (20/4).

Gerakan amal ini, dalam rangka meringankan beban masyarakat Kota Medan dan sekitarnya yang paling terkena dampak bencana Coronavirus Desease (Covid-19). Kegiatan tersebut, turut dihadiri Kapolsek Medan Helvetia Kompol Pardamean Hutahaean, Danramil 06 Medan Sunggal, Kapten Inf Hari Susilo, dan pengurus serta anggota DPD REI Sumut.

Ketua DPD REI Sumut, Andi Atmoko Panggabean merasa prihatin dengan dampak yang diakibatkan oleh Covid-19 ini, banyak masyarakat kurang mampu yang sulit mencari nafkah. Bahkan banyak diantaranya yang kehilangan pekerjaannya.

Bantuan tersebut, kata pria yang biasa disapa Moko ini, diberikan kepada para driver ojol, tukang becak yang memperoleh pendapatan secara harian (sektor informal). “Nah, mereka-mereka ini yang paling terkena dampaknya akibat wabah tersebut. Sehingga mereka merupakan sasaran kita, masyarakat kurang mampu, untuk kita bantu.

Setidaknya bantuan sembako ini bisa membuat mereka bertahan hidup selama seminggu hingga dua minggu ke depan, karena wabah corona ini perekonomianlah yang paling terasa, banyak masyarakat kurang mampu yang sudah tidak sanggup lagi makan 3x sehari,” ujarnya kepada Sumut Pos usai acara tersebut.

Pihaknya juga berharap menjadi influencer sebagai motivasi, apalagi pemerintah juga berharap kepada pihak-pihak swasta untuk dapat membantu masyarakat, terutama dari segi perekonomian. Sehingga dengan bantuan ini, banyak pihak swasta lainnya yang tergerak untuk melakukan hal yang sama. “Intinya menularkan perbuatan baiklah, sehingga, mereka masyarakat kurang mampu ini dapat bertahan selama berbulan-bulan, karena banyak bantuan untuk mereka yang disalurkan, terutama dari sisi sembako,” harapnya.

Adapun, lanjut Moko, bantuan yang diberikan, yakni sebanyak 1.200 paket, di antaranya beras 6 ton, mie instan 500 kotak dan 1.200 pcs. Sedangkan per paket/ per orang isinya, beras 5 kilogram (kg), mie instan 1 kotak dan masker 1 pcs.

Bantuan diberikan di 10 titik, di antaranya Kota Medan, Sei Mencirim, Tanjunganom, Tanjungmorawa, Hamparanperak, hingga ke Lubukpakam.

Sementara itu, Ketua Panitia REI Peduli, Johan menambahkan, DPD REI Sumut memberikan sembako bagi masyarakat yang membutuhkan, agar mereka dapat merasa ringan bebannya dalam menghadapi masa-masa darurat corona ini.

“Acara ini terlaksana berkat kerja sama pengurus dan anggota DPD REI Sumut. Terima kasih atas bantuannya. Mudah-mudahan bantuan ini tidak terhenti sampai di sini saja, semoga ada bantuan berkelanjutan. Untuk ke depannya kita akan berencana memberikan bantuan yang lebih menyentuh lagi kepada masyarakat,” ujar Johan yang juga merupakan Wakil Ketua DPD REI Sumut ini. (mag-1/azw)

Hasil Audit BPK Provinsi, Pemkab Toba Raih WTP

PERS: Bupati Toba, Darwin Siagian saat memberikan keterangan pers terkait hasil Audit BPK Sumut di Balige, Jumat (17/4).
PERS: Bupati Toba, Darwin Siagian saat memberikan keterangan pers terkait hasil Audit BPK Sumut di Balige, Jumat (17/4).
PERS: Bupati Toba, Darwin Siagian saat memberikan keterangan pers terkait hasil Audit BPK Sumut di Balige, Jumat (17/4).
PERS: Bupati Toba, Darwin Siagian saat memberikan keterangan pers terkait hasil Audit BPK Sumut di Balige, Jumat (17/4).

BALIGE, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Toba kembali raih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk Laporan Keuangan Pemerintahan Daerah (LKPD) dari BPK Provinsi Sumatera Utara.

Bupati Ir Darwin Siagian mengatakan,hal itu sebagai bukti bahwa Pemkab Toba teruji dalam pengelolaan keuangan. “Perwakilan BPK Provinsi Sumatera Utara telah memberikan hasil audit mereka terhadap pelaksanaan kegiatan pemerintahan di tahun 2019,” kata Bupati Darwin saat menggelar konferensi pers Jum’at, (17/4).

Ia menjelaskan, Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Toba Samosir sudah sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan. “Itu bisa di sebut SAP, bahwa Sistem Pengendalian Internal (SPI) sudah efektif dan memadai. Kecukupan pengukapan informasi seperti bukti-bukti pengeluaran apabila tim meminta, sudah bisa kita sajikan dengan baik sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, biarpun belum sempurna,” katanya.

Atas dasar itu, lanjut Bupati, BPK membuat kesimpulan baru, berupa tambahan informasi bahwa laporan keuangan Pemkab Toba Samosir disampaikan ke BPK tepat waktu dan bahkan lebih cepat. Untuk diketahui, berdasarkan undang-undang bahwa laporan keuangan pemerintah daerah harus diserahkan ke BPK paling lambat pada tanggal 31 Maret setiap tahun.

“Namun untuk tahun ini bisa kita sampaikan pada tanggal 20 Februari 2020. Pemkab Toba Samosir tercepat ke-3 di Provinsi Sumatera Utara setelah Kabupaten Asahan dan Kota Pematang Siantar,” beber Darwin.

Beberapa temuan, sebut Bupati, masih harus ditindaklanjuti selama kurang lebih 60 hari. “Namun, BPK sudah berkesimpulan bahwa Laporan Keuangan Pemerintahan Kabupaten Toba Samosir tahun 2019 diberikan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),” tegasnya.

“Tahun lalu saja di 2019 karena kita WTP 3 kali, kita diberikan Dana Insentif Daerah sebesar Rp42 miliar oleh Menteri Keuangan RI. Jadi, dengan WTP ke-4, kita berharap di tahun 2021 nanti, bisa bertambah,” harap Darwin.

Pemkab Toba sudah 4 tahun berturut-turut mendapat predikat WTP, sejak 2017 hingga 2020. Bupati berharap, dengan momentum tahun 2020, setiap OPD terus termotivasi meningkatkan kinerja dalam pelayanan dan anggaran yang digunakan terserap dengan baik serta diimbangi pertanggungjawaban laporan keuangan secara optimal. Dengan begitu,diharapkan nantinya capaian WTP dapat kembali disandang Pemkab Toba. Bupati Darwin juga mengucapkan banyak terimakasih atas kersajama DPRD selama ini.

“Ke depannya, diharapkan kerjasama yang selama ini kita bina bisa semakin baik. Khususnya dalam mengahadapi Virus Corona (Covid-19), kita berharap mudah-mudahan bisa cepat selesai,” pungkasnya.

Sementara itu , Ketua DPRD Toba Effendi S Panangian Napitupulu SE, mengatakan, pencapaiaan predikat WTP untuk Laporan Keuangan Pemkab Toba Samosir merupakan suatu prestasi sekaligus beban tugas berat ke depannya.

“Karena kalau sudah mendapatkan 4 kali WTP berarti semakin lebih ketat untuk pengawasan keuangan ke depannya. Jadi, besar harapan kami agar kita saling bergandeng tangan agar pemeriksaan laporan keuangan kita juga semakin baik dan temuan-temuan yang ada di kondisi sekarang ini bisa kita kurangi,” sebut Efendi. (rel/mag-7/ram)

Kasus Proyek Peningkatan Jalan Parbotihan TA 2016, Kejari Humbahas Belum Tetapkan Tersangka

ilustrasi
ilustrasi

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Negeri Kabupaten Humbang Hasundutan yang telah menaikkan status penyelidikan ke penyidikan pemeriksaan proyek peningkatan Jalan Parbotihan-Pulogidang-Temba tahun anggaran 2016 lalu senilai Rp 5,8 miliar yang bersumber dari DAK, hingga sampai saat ini belum menetapkan tersangka.

Kepala Kejaksaan (Kajari), Iwan Ginting menjelaskan, naiknya proses pemeriksaan proyek peningkatan jalan tersebut yang dikerjakan oleh pihak PT PSM, dikarenakan menemukan beberapa cukup bukti permulaan sehingga pemeriksaan dari status penyelidikan menjadi penyidikan.

Diantaranya, dari kekurangan volume pekerjaan yang dikerjakan oleh pihak PT PSM dari hasil pemeriksaan ahli politeknik. Sehingga, ia mengeluarkan surat perintah untuk menaikkan kasus tersebut menjadi ke penyidikan.

“Intinya, ditemukan kekurangan volume pekerjaan,” katanya ketika disinggung hasil pemeriksaan ahli politeknik.

Namun, dari hasil cukup bukti permulaan hingga kasus itu naik menjadi status penyidikan, belum melakukan penetapan tersangka. Menurut Iwan, hal itu dikarenakan belum keluarnya hitungan kerugian negara dari pihak BPKP Perwakilan Sumatera Utara. Dan, masih adanya pendalaman pemeriksaan materi penyidikan yang dilakukan oleh penyidiknya.

Kemudian, ia juga tidak menampik, terkait pemeriksaan kasus tersebut menjadi lambat dikarenakan pandemik Covid -19. Apalagi, adanya permintaaan beberapa saksi ke pihaknya untuk menunda pemeriksaan.

“Saat ini pergerakan kita sedikit melambat karena virus corona ini, beberapa saksi minta pemeriksaannya ditunda dengan alasan pandemi covid 19,” kata Iwan ketika disinggung kendala belum dilakukannya penetapan tersangka. Disinggung, sudah berapa orang yang diperiksa dan tanggal berapa surat perintahnya dalam menaikkan status penyelidikan ke penyidikan, hingga berita ini diturunkan, Iwan belum menanggapi. “Nanti aku cek dulu,” ujar dia.

Menanggapi hal tersebut, Praktisi Hukum, Tofan Ginting mengaku kecewa lambatnya proses penanganan kasus proyek itu dalam menetapkan tersangka. Ia berharap, agar Kejaksaan Negeri Humbang Hasundutan segera menetapkan, apalagi kasus tersebut sudah menjadi perhatian publik dan ramai diberitakan dimedia cetak dan online. “Buka-bukaan saja, kasus inikan sudah lama,” ujar dia.

Tofan mengingatkan, jangan sampai citra kejaksaan ini negatif dimata masyarakat. (des/ram)

Perajin Ulos di Silalahi Jangan Berhenti Berkarya

WAWANCARA: Ketua Dekranasda Kabupaten Dairi, Ny Romy Mariani boru Simarmata saat diwawancara Jawa Pos TV beberapa waktu lalu terkait perkembangan ekonomi kreatif di kawasan Danau Toba tepatnya di Desa Silalahi Kecamatan Silahisabungan. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
WAWANCARA: Ketua Dekranasda Kabupaten Dairi, Ny Romy Mariani boru Simarmata saat diwawancara Jawa Pos TV beberapa waktu lalu terkait perkembangan ekonomi kreatif di kawasan Danau Toba tepatnya di Desa Silalahi Kecamatan Silahisabungan. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
WAWANCARA: Ketua Dekranasda Kabupaten Dairi, Ny Romy Mariani boru Simarmata saat diwawancara Jawa Pos TV beberapa waktu lalu terkait perkembangan ekonomi kreatif di kawasan Danau Toba tepatnya di Desa Silalahi Kecamatan Silahisabungan.  RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
WAWANCARA: Ketua Dekranasda Kabupaten Dairi, Ny Romy Mariani boru Simarmata saat diwawancara Jawa Pos TV beberapa waktu lalu terkait perkembangan ekonomi kreatif di kawasan Danau Toba tepatnya di Desa Silalahi Kecamatan Silahisabungan. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Dairi, Ny Romy Mariani boru Simarmata mengharapkan, para perajin penenun ulos di Desa Silalahi dan Paropo Kabupaten Dairi tidak boleh berhenti berproduksi meskipun saat ini wabah corona virus diase 2019 (Covid-19) sedang melanda dunia termasuk Kabupaten Dairi.

“Kalian harus tetap berkarya dan beraktifitas di rumah masing-masing untuk menghasilkan ulos berkualitas,” ujarnya di Sidikalang belum lama ini.

Harapan itu disampaikan Istri Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu karena saat ini semua daerah sedang mengalami pelemahan ekonomi. Dirinya mengakui, yang merasakan dampaknya yakni para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sektor ekonomi kreatif bidang kerajinan tangan.

Dairi sendiri punya satu daerah sentra produksi ekonomi kreatif yakni Desa Silalahi 1 Kecamatan Silahisabungan. Ekonomi masyarakat disana mayoritas bergantung pada produksi kerajinan tangan berbentuk tenunan kain Ulos. Tetapi, akibat covid-19 penjualan jadi lesu karena minimnya pesanan disebabkan berhentinya pesta adat karena adanya himbauan pemerintah. Tidak dipungkiri, akibat bencana ini ekonomi pengrajin terpuruk.

“Untuk itulah, saya mengharapkan para pengrajin tetap menenun dan menghasilkan ulos berkualitas. Kita berharap bencana ini cepat berlalu sehingga ekonomi kembali normal,” ucapnya. Romy menyampaikan, Dekranasda akan terus melakukan pembinaan dan pelatihan untuk meningkatkan kualitas tenun agar dapat di pasarkan di tingkat nasional bahkan mancanegara. Dekranasda juga akan terus berupaya keras supaya hasil tenunan bukan hanya sebagai komoditas untuk acara adat istiadat tetapi dapat dipasarkan sebagai fashion sehari hari.

Sebagai bentuk dukungan, lanjut Romy, Dekranasda pada, 25 April 2020 mendatang akan memaerkan hasil tenunan Silalahi akan dipamerkan dan dijual pada acara Inacraft di Jakarta. Tetapi karena pandemi covid-19 ini, kegiatan itu terpaksa ditunda. Para penenun Silalahi sudah mengerjakan tenunan kain yang dijadikan bakal baju seragam untuk digunakan di acara jambore Teknologi Tepat Guna (TTG) Provinsi Sumatera Utara yang mana Kabupaten Dairi akan menjadi tuan rumah.

“Saya akui, situasi saat ini memang sulit untuk mendapatkan beberapa bahan tenunan. Tetapi Pemkab Dairi terus berupa mencari solusi agar para penenun tetap berproduksi dan bisa menghasilkan uang ditengah wabah covid-19 ini,” ungkapnya. Ketua TP PKK Dairi itu menambahkan, Senin (13/4) yang lalu, melalui Sekretaris Dekranasda, Sabar Pasaribu telah menyerahkan batuan benang kepada penenun di Desa Silalahi 1 diterima koordinator penenun, Fretty Purba. (rud/ram)

Perkuat 3 Posko Perbatasan, Pemkab dan DPRD Lakukan Rapat Koordinasi

RAPAT: Pj Bupati Pakpak Bharat, Dr H Asren Nasution, MA, bersama Ketua DPRD, Sonni P Berutu, S Th, saat memimpin rapat Koordinasi Penguatan 3 Posko utama sepanjang pintu keluar masuk Kabupaten Pakpak Bharat di dampingi Asisten Pemerintahan, Drs. H. Tekki Angkat dan Staf Ahli Bupati, Joni Feber Solin, SE, M.Si. di Balai Desa Kuta Saga, Kecamatan Kerajaan, jumat (17/4). Tamba Tinendung/Sumut Pos
RAPAT: Pj Bupati Pakpak Bharat, Dr H Asren Nasution, MA, bersama Ketua DPRD, Sonni P Berutu, S Th, saat memimpin rapat Koordinasi Penguatan 3 Posko utama sepanjang pintu keluar masuk Kabupaten Pakpak Bharat di dampingi Asisten Pemerintahan, Drs. H. Tekki Angkat dan Staf Ahli Bupati, Joni Feber Solin, SE, M.Si. di Balai Desa Kuta Saga, Kecamatan Kerajaan, jumat (17/4). Tamba Tinendung/Sumut Pos
RAPAT: Pj Bupati Pakpak Bharat, Dr H Asren Nasution, MA, bersama Ketua DPRD, Sonni P Berutu, S Th,  saat memimpin rapat Koordinasi Penguatan 3 Posko utama sepanjang pintu keluar masuk Kabupaten Pakpak Bharat di dampingi Asisten Pemerintahan, Drs. H. Tekki Angkat dan Staf Ahli Bupati, Joni Feber Solin, SE, M.Si. di Balai Desa Kuta Saga, Kecamatan Kerajaan, jumat (17/4). Tamba Tinendung/Sumut Pos
RAPAT: Pj Bupati Pakpak Bharat, Dr H Asren Nasution, MA, bersama Ketua DPRD, Sonni P Berutu, S Th, saat memimpin rapat Koordinasi Penguatan 3 Posko utama sepanjang pintu keluar masuk Kabupaten Pakpak Bharat di dampingi Asisten Pemerintahan, Drs. H. Tekki Angkat dan Staf Ahli Bupati, Joni Feber Solin, SE, M.Si. di Balai Desa Kuta Saga, Kecamatan Kerajaan, jumat (17/4). Tamba Tinendung/Sumut Pos

Pemkab Pakpak Bharat menggelar Rapat Koordinasi untuk penguatan tiga Posko Perbatasan demi mencegah merebaknya COVID 19 di Kabupaten Pakpak Bharat di Balai Desa Kuta Saga, Kecamatan Kerajaan, Jumat (17/4).

PAKPAK BHARAT, SUMUTPOS.CO – Seperti diketahui, ketiga posko tersebut yaitu Jalan Nasional ruas Takal Lae Desa Sukaramai Kecamatan Kerajaan, ruas Lae Ikan Desa Tanjung Mulia Kecamatan STTU Jehe, dan Jalan Provinsi ruas Perjaratan Desa Kuta Dame, Kecamatan Kerajaan, memiliki mobilitas yang cukup tinggi.

Rapat yang dihadiri oleh Pj. Bupati Pakpak Bharat, Dr H Asren Nasution MA, bersama Ketua DPRD, Sonni P. Berutu, S.Th, dan seluruh pimpinan OPD serta pejabat terkait bersama unsur TNI dan Polri. Rapat ini dimoderatori Asisten Pemerintahan, Drs. H Tekki Angkat didampingi Staf Ahli Bupati, Joni Feber Solin, SE, M.Si.

Laporan dari masing-masing Posko diketahui, permasalahan yang dihadapi adalah oknum masyarakat yang kurang akomodatif saat dilakukan pemeriksaan serta kurangnya kejujuran dalam hal melaporkan diri.

“Saya tegaskan, pentingnya evaluasi yang lebih mendalam tentang penguatan posko-posko ini, tanpa mengabaikan posko perbatasan yang lain,” ujar Asren Nasution.

Dalam rapat ini juga dipaparkan Standar Operasional Prosedur (SOP) pemeriksaan di perbatasan dalam penanganan COVID 19 oleh para petugas kesehatan.

Asren Nasution menekankan pemaksimalan struktur yang ideal dalam mendukung tugas serta pengkajian yang lebih mendalam tentang kebutuhan di posko termasuk prosedur tetap yang digunakan serta harus diseragamkan. Pentingnya personil utama, yaitu tenaga medis, petugas keamanan dan perhubungan juga menjadi catatan tersendiri.

Sementara itu Ketua DPRD menyoroti tentang sisi membangun kepatuhan serta memberi usulan berupa strategi untuk mencegah penolakan akan pemeriksaan.

“Intinya adalah di pintu masuk dan harus diberikan sosialisasi pemahaman sepenuhnya secara utuh kepada masyarakat”, tandasnya dan meminta semua unsur harus bertanggung jawab.

Pj. Bupati bersama Ketua DPRD juga mengapresiasi kinerja para petugas garda terdepan yang berupaya maksimal tak kenal lelah demi mencegah bahaya COVID 19 masuk ke Kabupaten Pakpak Bharat. Direncanakan dalam waktu dekat, Pj. Bupati bersama unsur Forkopimda akan melakukan pengecekan ulang posko-posko tersebut terkait sejauhmana kesiapan beranjak dari hasil rapat yang ada. (tam/ram)

Polres Tangkap Pembobol Kantor STTOI & TK Mulia Sidikalang, Tersangka Mantan Karyawan

KETERANGAN: Kapolres Dairi, AKBP Leonardo Simatupang memberikan keterangan dan menunjukkan tersangka dan barang bukti pengungkapan kasus pencurian di STTOI dan TK Mulia Sidikalang. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
KETERANGAN: Kapolres Dairi, AKBP Leonardo Simatupang memberikan keterangan dan menunjukkan tersangka dan barang bukti pengungkapan kasus pencurian di STTOI dan TK Mulia Sidikalang. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
KETERANGAN: Kapolres Dairi, AKBP Leonardo Simatupang memberikan keterangan dan menunjukkan tersangka dan barang bukti pengungkapan kasus pencurian di STTOI dan TK Mulia Sidikalang.  RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
KETERANGAN: Kapolres Dairi, AKBP Leonardo Simatupang memberikan keterangan dan menunjukkan tersangka dan barang bukti pengungkapan kasus pencurian di STTOI dan TK Mulia Sidikalang. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Dairi berhasil menangkap pelaku pencurian di Kantor Sekolah Tinggi Theologia Oikumene Injili (STTOI) dan sekolah Taman Kanak-kanak (TK) Mulia yang terletak di Jalan Rimo Bunga Desa Sitinjo 2 Kecamatan Sitinjo.

Tersangka Jon Feri alias Jon Pery Batubara (47) ditangkap di rumahnya di Kelurahan Panji Dabutar Sitinjo, pada Kamis (16/4) malam.

Kapolres Dairi AKBP Leonardo Simatupang didampingi Kasat Reskrim AKP Junisar Rudianto silalahi dan Kasubbag Humas Iptu Donny Saleh memaparkan, setelah di lakukan penyelidikan langsung diketahui siapa yang menjadi pelakunya.

“Barang bukti kita dapati di rumahnya. Dari tersangka di dapati barang bukti berupa mesin compresor, organ merek yamaha, loundspeaker merek morly, keyboard komputer, tape recorder, CPU, layar monitor diversity receifer dan printer,” ujarnya di Mapolres Dairi, belum lama ini.

Sementara itu, kepada wartawan Pria 47 tahun itu mengaku bekas karyawan di sekolah itu.

“Saya sakit hati gara-gara dipecat, kami sekeluarga kerja di situ,” kata tersangka.

Kapolres menegaskan, atas perbuatanya, tersangka dijerat Pasal 363 Ayat (1) Subs 362 Dari KUHPidana dengan Hukuman Penjara 7 (Tujuh) Tahun, pungkasnya. (rud/ram)

Peduli Dampak Pandemi Covid-19, Pemuda Tanjungmorawa Bagi Sembako dan Masker

Bantuan: Perwakilan anggota Patek membagikan masker kepada warga di KecamatanTanjungmorawa
Bantuan: Perwakilan anggota Patek membagikan masker kepada warga di KecamatanTanjungmorawa
Bantuan: Perwakilan anggota Patek membagikan masker kepada warga di KecamatanTanjungmorawa
Bantuan: Perwakilan anggota Patek membagikan masker kepada warga di KecamatanTanjungmorawa

TANJUNGMORAWA, SUMUTPOS.CO – Pandemi virus Corona (Covid-19) telah membawa dampak merosotnya pendapatan dan perekonomian masyarakat. Begitu juga yang dirasakan warga masyarakat Kecamatan TanjungMorawa, Kabupaten Deli Serdang.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang perekonomiannya menurun akibat dampak virus corona, para pemuda Tanjungmorawa yang menamakan kumpulannya “Patek” menggelar aksi sosial di seputaran wilayah Kecamatan Tanjungmorawa. Pada aksi yang digelar pada (18/4) ini para anak muda ini berbagi masker, sembako dan makanan untuk masyarakat yang membutuhkan.

Salah satu perwakilan dari anggota ‘’Patek’’, Randi mengatakan, kegiatan sosial ini sebagai bentuk empati terhadap masyarakat khususnya warga Tanjungmorawa yang terdampak pandemi Covid-19. Dikatakan Randi, sebagai pemuda mereka memiliki kepedulian untuk bisa berpartisipasi membantu warga. ‘’Sebagai pemuda kita juga harus berperan membantu warga,’’ujarnya.

Randi berharap, bantuan ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat di tengah kondisi seperti saat ini. Ditambahkan Randi, dengan bantuan yang diberikan seperti masker, diharapkan bisa meningkatkan kesadaran masyarakat untuk selalu menggunakan masker, disamping selalu menghindari keramaian, menjaga jarak dan menjaga kebersihan. (sih/han)

Jafaruddin Keliling Deliserdang Bagi Sembako

SERAHKAN: Ketua Fraksi Nusantara DPRD Sumut dari PPP, Jafaruddin Harahap menyerahkan sembako kepada masyarakat, Senin (20/4). ist/ SUMUT POS
SERAHKAN: Ketua Fraksi Nusantara DPRD Sumut dari PPP, Jafaruddin Harahap menyerahkan sembako kepada masyarakat, Senin (20/4). ist/ SUMUT POS
SERAHKAN: Ketua Fraksi Nusantara DPRD Sumut dari PPP, Jafaruddin Harahap menyerahkan sembako kepada masyarakat, Senin (20/4). ist/ SUMUT POS
SERAHKAN: Ketua Fraksi Nusantara DPRD Sumut dari PPP, Jafaruddin Harahap menyerahkan sembako kepada masyarakat, Senin (20/4). ist/ SUMUT POS

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Ketua Fraksi Nusantara DPRD Sumatera Utara dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Jafaruddin Harahap terus berkeliling Kabupaten Deliserdang, untuk membagikan sembako kepada masyarakat di Desa Bintang Meriah, Kecamatan Batangkuis melalui jajaran Pemerintah Desa Bintang Meriah, Senin (20/4).

Usai menyalurkan bantuan, Jafaruddin bergerak keliling kampung Pasar 6 Batangkuis, mendatangi dan menyapa masyarakat sekaligus menyerahkan langsung bantuan berupa beras dan tali asih. Hal serupa juga dilakoni politisi yang terkenal ramah, merakyat dan selalu tampil sederhana ini di Kampung Selamat Sibiru-biru.

Hari berikutnya, Jafaruddin juga melakukan penyerahan sembako ke Desa Kutalimbaru dan Kampung Banten. Menurut Sekretaris DPW PPP Sumut ini, bantuan yang diberikannya merupakan hal yang lumrah dan sudah semestinya dilakukan para wakil rakyat.

Hal itu juga dilakukan demi meringankan beban penderitaan masyarakat yang saat ini banyak yang terdampak ekses negatif disebabkan makin meluasnya penyebaran pandemi corona.

Seorang warga Batang Kuis, Mulyono mengucapkan terima kasih sekaligus mengapresiasi kepedulian dan sikap cepat tanggap politisi PPP tersebut.

“Selama ini Pak Jafar memang selalu peduli terhadap konstituennya di Deliserdang. Beliau sosok wakil rakyat yang rajin bersilaturahmi dan mau berbagi,” katanya seraya mendoakan Jafaruddin selalu diberi kesehatan dan tetap terpilih sebagai anggota DPRD Sumut pada periode-periode berikutnya. (rel/prn)

Soekirman Periksa Kesehatan Tes Swab

PERIKSA: Bupati Ir H Soekirman melakukan pemeriksaan dengan cara tes Swab di Posko Gugus Tugas Covid-19 Sergai, Jumat (17/4). surya/ SUMUT POS
PERIKSA: Bupati Ir H Soekirman melakukan pemeriksaan dengan cara tes Swab di Posko Gugus Tugas Covid-19 Sergai, Jumat (17/4). surya/ SUMUT POS
PERIKSA: Bupati Ir H Soekirman melakukan pemeriksaan dengan cara tes Swab di Posko Gugus Tugas Covid-19 Sergai, Jumat (17/4). surya/ SUMUT POS
PERIKSA: Bupati Ir H Soekirman melakukan pemeriksaan dengan cara tes Swab di Posko Gugus Tugas Covid-19 Sergai, Jumat (17/4).
surya/ SUMUT POS

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Guna mengantisipasi secara dini penyebaran virus Corona (Covid-19), Bupati Ir H Soekirman mengikuti pemeriksaan cek kesehatan melalui cara Tes swab (Metode PCR) yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Sergai, di Posko Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Sergai, Jumat (17/4).

Disela pemeriksaannya, Soekirman mengatakan pemeriksaan ini bukan dikarenakan adanya gejala terjangkit virus Corona (Covid-19) pada dirinya. Namun ini sebagai salah satu usaha preventif untuk mengetahui kesehatan dirinya terkait penyebaran virus Corona.

Menurut Soekirman, selama ini pengujian dilakukan lewat rapid test, meski hasilnya diperoleh lebih cepat, namun tingkat akurasinya tidak sebaik PCR. Selain akurasi, efektivitas rapid test juga lebih rendah karena harus dilakukan lebih dari sekali dan ada peluang hasil negatif yang didapat keliru.

Sekarang ini, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yakni Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara (RS USU) laboratoriumnya sudah memiliki fasilitas Polymerase Chain Reaction (PCR).

Ini baru pertama kali, Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara (RS USU) yang berada di Medan kini telah memiliki fasilitas Polymerase Chain Reaction (PCR) di laboratoriumnya.

Bupati Soekirman menambahkan, pemeriksaan dengan cara rapid test berbeda dengan test PCR lewat sample yang didapat dengan metode swab, tingkat akurasinya jauh lebih tinggi sehingga jelas lebih efektif.

Dengan adanya alat di laboratorium untuk melaksanakan test PCR yang hari ini diresmikan secara langsung oleh Gubernur Sumatera Utara, H. Edy Rahmayadi, Soekirman berharap waktu tunggu pasien berstatus PDP bisa jauh lebih singkat. (sur/han)