KETERANGAN: Hadian didampingi kuasa hukumnya Imam Susanto SH memberikan keteraangan perss kepada wartawan di Lubukpakam.
KETERANGAN: Hadian didampingi kuasa hukumnya Imam Susanto SH memberikan keteraangan perss kepada wartawan di Lubukpakam.
DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Oknum pejabat Pemkab Deliserdang T SP dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Deliserdang oleh Hadian (37) warga Jalan Bilal Dusun III Kecamatan Lubukpakam, Selasa (21/4) sekitar pukul 16.30 WIB. Alasan terlapor melaporkan pejabat di lingkungan Sekretariat Pemkab Deliserdang itu karena tidak menepati janjinya untuk membayar pinjaman uang penyertaan proyek pengadaan peralatan barang dan jasa TA 2019.
Menurut Hadian yang didampingi Imam Susanto SH, kuasa hukumnya, mengatakan awalnya T SP yang baru setahun dikenalnya itu menawarkan paket proyek dengan nilai anggaran Rp94.250.000. Proyeknya pun dijanjikan T SP akan dikerjakannya sendiri tanpa merepotkan pelapor. Namun syaratnya, Hadian harus menyerahkan lebih dulu uang penyertaan dana kegiatan pengadaan peralatan Rp88.250.000.
Tergiur dengan tawaran dan janji keuntungan yang lumayan, Hadian menyerahkan uang yang diminta T SP, tanggal 2 oktober 2019 lalu dengan membubuhkan tanda tangan dikwitansi bermaterai 6000.
Karena tak ada kabar tentang kegiatan proyek itu, Hadian menjumpai T SP untuk menagihnya. Ternyata lebih 10 kali berjumpa, janji T SP kepada Hadian tak kunjung ditepati. Karena kesalnya, Hadian pun melapor ke SPKT Polresta Deliserdang.
“Kesal kali aku dibuatnya. Asal jumpa ada saja alasannya. Sesuai bukti-bukti yang ada maka kulaporkan saja ke polisi. Biar diselesaikan melalui proses hukum saja dia itu”, kata Hadian.
Sementara itu, Imam Susanto SH, saat diwawancarai sejumlah wartawan mengatakan agar pihak Polresta Deliserdang segera menindaklanjuti laporan klien nya secara profesional. “Harapan saya, polisi segera memproses laporan Hadian,” sebut Imam.
Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Deliserdang Kompol M Firdaus SIK saat dikonfirmasi wartawan terkait laporan Hadian mengatakan jika pihaknya akan segera memprosesnya. (btr)
Suasana virtual presscon kesiapan jaringan dan layanan Telkomsel jelang periode Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI 2020) dengan menggunakan aplikasi CloudX di Jakarta, Selasa (21/4). Telkomsel memperkirakan akan terjadi lonjakan trafik komunikasi untuk layanan broadband sebesar 20%. Telkomsel juga akan melakukan optimalisasi kualitas dan kapasitas jaringan di sekitar 436 point of interest (POI), yang berfokus pada 309 titik area residensia.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Telkomsel sebagai leading digital telco company siap menyambut momen Ramadan dan Idul Fitri 1441 H dengan berkomitmen untuk terus bergerak maju dalam memastikan ketersediaan kualitas jaringan dan layanan yang prima guna menghadirkan kenyamanan beraktivitas dan beribadah bagi pelanggan.
Tahun ini, Telkomsel juga memusatkan pengamanan kualitas dan kapasitas jaringan di area residensial, rumah sakit, serta jalur dan titik transportasi yang akan menjadi sarana pendukung logistik penanganan pandemi virus COVID-19. Hal tersebut merupakan kelanjutan komitmen Telkomsel untuk terus berkontribusi bergotong royong bersama seluruh pemangku kepentingan terkait dalam upaya penanganan pandemi COVID-19 secara berkesinambungan di Indonesia.
Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro mengatakan, “Telkomsel mengucapkan selamat menunaikan ibadah di bulan suci Ramadan bagi seluruh umat muslim di seluruh Indonesia. Kami juga memahami betapa pentingnya momen Ramadan dan Idul Fitri bagi umat muslim di Indonesia untuk terus saling terhubung dengan orang-orang tercinta.
Untuk itu, sebagai connectivity enabler, Telkomsel selalu berupaya untuk memastikan seluruh pelanggan dapat tetap nyaman dalam menjalin silaturahmi walau saat ini negara kita sedang dihadapi dengan keadaan yang penuh tantangan dan keterbatasan sebagai dampak pandemi COVID-19.
Upaya penguatan dan pengamanan akses jaringan berteknologi terdepan di sejumlah titik prioritas telah kami lakukan guna memaksimalkan pemanfaatan layanan terutama yang berbasis broadband oleh seluruh masyarakat Indonesia dapat terus dinikmati dengan nyaman dan lancar.”
Pada momen Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) tahun ini, Telkomsel memperkirakan akan terjadi lonjakan trafik komunikasi untuk layanan broadband sebesar 20%, sedangkan untuk trafik layanan legacyvoice dan SMS diprediksi juga akan mengalami penurunan jika dibandingkan dengan hari normal, yang mana juga didorong dengan semakin kuatnya adopsi masyarakat dalam pemanfaatan layanan broadband dan digital untuk mendukung produktivitas saat beraktivitas dari rumah di momen pandemi COVID-19 saat ini.
Guna mengantisipsi hal tersebut, Telkomsel telah memusatkan optimalisasi kualitas dan kapasitas jaringan di sekitar 436 point of interest (POI), yang berfokus pada 309 titik area residensial yang teridentifikasi mengalami kenaikan trafik telekomunikasi yang sangat signifikan sejak diberlakukannya imbauan dari Pemerintah RI untuk beraktivitas di rumah, 58 titik rumah sakit rujukan COVID-19, 38 titik area transportasi utama di tiap Provinsi seperti bandara dan pelabuhan, 31 titik area transportasi logistik, alat-alat kesehatan dan kebutuhan pokok, serta pengamanan jaringan di akses jalur tol dan jalan utama sepanjang 16.000 Km yang terbentang dari wilayah Pulau Sumatera, Pulau Jawa, hingga Pulau Kalimantan.
Setyanto lebih lanjut menambahkan, fokus pengamanan jaringan di seluruh area tersebut merupakan bentuk nyata dukungan Telkomsel dalam memastikan kenyamanan masyarakat Indonesia yang menjalankan imbauan Pemerintah RI untuk tidak mudik dan memusatkan aktivitas ibadah di momen RAFI ini di rumah. Selain itu, pengamanan titik area dan jalur transportasi pun tetap menjadi fokus Telkomsel sebagai upaya untuk memastikan kelancaran komunikasi operasional penanganan dan penyaluran logistik bahan pokok, alat-alat kesehatan, dan obat-obatan di tiap wilayah.
Upaya penguatan kualitas dan kapasitas jaringan yang juga Telkomsel lakukan adalah dengan menghadirkan 11.000 BTS baru berteknologi multi-bandLong Term Evolution atau 4G, mengoperasikan tambahan 69 unit Compact Mobile BTS (COMBAT), serta menambah kapasitas gateway internet menjadi 6,100 Gbps (6 Tbps) untuk menjamin kelancaran akses data di seluruh Indonesia.
Secara keseluruhan, Telkomsel saat ini memiliki 219.000 unit BTS di seluruh penjuru negeri, dengan 87.000 unit di antaranya merupakan BTS 4G. Berbekal infrastruktur yang mumpuni, cakupan 4G Telkomsel pun telah menjangkau lebih dari 95% wilayah populasi di Indonesia, yang siap mengakomodasi berbagai kebutuhan layanan berbasis broadband dan digital untuk terus mendukung aktivitas keseharian masyarakat.
Hasil Uji Jaringan Telkomsel dan Penguatan Virtual Monitoring
Melanjutkan komitmen dalam mengantisipasi kesiapan jaringan, Telkomsel secara konsisten juga tetap melakukan drive test (uji jaringan) secara langsung, dengan total jarak tempuh mencapai sekitar 16.000 km. Drive test tersebut dilakukan Tekomsel untuk selalu menjaga kualitas jaringan yang merupakan prioritas utama Telkomsel dalam menghadirkan layanan bagi pelanggan. Untuk itu, Telkomsel memastikan seluruh layanan dan kualitas jaringan berfungsi secara optimal dan prima terutama di seluruh POI, termasuk jalur transportasi utama seperti jalan tol yang di antaranya adalah 23 ruas tol utama (termasuk 5 ruas tol baru) di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan.
Saat ini, coverage sinyal Telkomsel sudah mencapai 100% secara kontinu pada jalur tol Trans Sumatera, jalur tol Trans Jawa, jalur Kereta Api Trans Jawa, serta jalan utama dan jalan tol Balikpapan-Samarinda dengan parameter pengukuran di masing-masing lokasi antara lain kekuatan sinyal 4G yang mencapai 90,94% dengan success call rate sebesar 98,74% sepanjang jalan tol Trans Sumatera, kekuatan sinyal 4G yang mencapai 99% dengan success call rate sebesar 99,00% sepanjang jalan tol Trans Jawa, dan kekuatan sinyal 4G yang mencapai 100% dengan success call rate sebesar 97,22% sepanjang jalur kereta api Trans Jawa. Untuk di jalan utama dan jalan tol Balikpapan-Samarinda parameter success call rate sudah mencapai 97,92%, dengan cakupan sinyal 4G mencapai sekitar 90% mengikuti proses pengembangan infrastuktur di sepanjang jalur tersebut yang masih berjalan.
Ada pun parameter pengukuran yang digunakan adalah kekuatan daya pancar dan daya terima perangkat (Coverage), tingkat kesuksesan panggilan (Call Setup Success Rate/CSSR), tingkat kontinuitas panggilan (Call Completion Success Rate/CCSR), lama durasi dalam melakukan panggilan (Call Setup Time/CST), kualitas suara (Mean Opinion Score/MOS), dan kecepatan akses data (Data Throughput). Secara umum, drive test yang dilakukan memberikan hasil yang baik, dengan perolehan Coverage 91.48%, CSSR 99.68%, CCSR 98.70%, CST 5.87 detik, MOS≥3: 96.15%, dan rata-rata Data Throughput mencapai 8.97 Mbps (average).
Di samping itu, sebagai bagian dari dukungan terhadap imbauan pemerintah untuk menerapkan physical distancing dalam proses bekerja, sebagian besar proses operasionalisasi monitoring dan penanganan aktivitas pengamanan jaringan selama masa RAFI 2020 ini dilakukam secara virtual monitoring. Implementasi virtual monitoring diharapkan mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengawasan jaringan sekaligus menjaga keselamatan dan kesehatan karyawan Telkomsel selama pemberlakuan situasi darurat nasional COVID-19.
Karyawan atau teknisi Telkomsel yang karena jenis pekerjaannya harus bertugas di lapangan dalam menjaga kualitas jaringan juga telah dibekali perlengkapan keamanan yang sesuai dengan standar protokol kesehatan yang berlaku. Seluruh upaya ini dilakukan Telkomsel juga untuk mendukung upaya penyesuaian proses kerja dengan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang telah ditetapkan Pemerintah RI dan sudah dijalankan di berbagai daerah.
Jaminan Ketersediaan Produk dan Layanan
Untuk memudahkan pelanggan dalam melakukan aktivasi dan mengakses informasi produk dan layanan, Telkomsel mendorong pelanggan untuk lebih memanfaatkan pusat layanan digital/virtual yang tersedia, seperti Call Center 188, layanan virtual assistant melalui aplikasi MyTelkomsel, websitewww.telkomsel.com, maupun emailcs@telkomsel.co.id. Selain itu, layanan Telkomsel juga dapat dinikmati di berbagai media sosial, seperti LINE @Telkomsel, Facebook Messenger ‘Telkomsel’, Telegram @Telkomsel_official_bot, Twitter @Telkomsel. Lebih lanjut, sebagai opsi tambahan bagi pelanggan, Telkomsel juga menghadirkan anjungan MyGrapari di beberapa titik GraPARI untuk melakukan pembelian serta aktivasi produk dan layanan Telkomsel.
Telkomsel pun juga menjamin ketersediaan produk dan layanan pelanggan untuk memastikan kenyamanan pengguna selama momen RAFI 2020. Maka dari itu, Telkomsel telah berkoordinasi dengan seluruh mitra strategis, termasuk para mitra distributor, reseller, merchant, serta mitra modern channel (bank dan e-commerce) untuk menjamin ketersediaan produk Telkomsel. Sedangkan pusat layanan kunjungan pelanggan seperti GraPARI tetap beroperasi normal dengan pembatasan petugas customer service. Khusus GraPARI 24 jam, jam operasionalnya dibatasi menjadi pukul 07:00 hingga 22:00. Untuk sementara, mulai tanggal 17 Maret 2020, GraPARI hanya melayani pasang baru kartuHalo dan ganti kartu.
Berbagai Program Khusus untuk Pelanggan
Momen RAFI 2020 ini juga merupakan momen yang spesial bagi Telkomsel, karena selain menjadi bulan penuh berkah Telkomsel juga berulang tahun tepat 25 tahun yang jatuh pada 26 Mei. Untuk itu, Telkomsel melalui program tahunan Telkomsel Siaga dengan tema “Di Rumah Terus Jalankan Kebaikan” telah mempersiapkan ragam program yang menarik untuk pelanggan setia agar terus menemani pelanggan dalam menjalankan aktivitas dari rumah selama masa bencana nasional pandemi COVID-19 ini. Sebagai lanjutan dari program #DiRumahTerusMaju, dengan berkolaborasi bersama sejumlah mitra strategis, Telkomsel menghadirkan berbagai program untuk memudahkan aktivitas pelanggan selama di rumah untuk terus beribadah, berbelanja, bekerja, hingga bersilaturahmi.
Telkomsel mendukung ibadah di rumah dengan berkolaborasi dengan berbagai aplikasi ibadah dan juga aplikasi donasi. Diintegrasikan dengan program Telkomsel POIN, sehingga pelanggan dapat berdonasi dengan menukarkan Telkomsel POIN mereka.
Selain itu untuk menunjang di rumah agar terus terhubung, dan untuk menambah kenyamanan dalam bersilaturahmi, Telkomsel mengeluarkan produk yang berisikan paket data, SMS, dan telepon untuk “Ngabuburit” dan “Sahur”. Telkomsel juga memungkinkan pelanggan untuk melakukan e-Silaturahmi berupa layanan video conference saat Ramadan.
Dalam mendukung sistem kerja WFH atau remote, Telkomsel menyedikan layanan CloudX yang merupakan solusi digital enterprise untuk layanan komunikasi, chatting dan meeting yang dapat diakses melalui tablet, handphone dan desktop. CloudX mampu meningkatkan produktivitas antar karyawan sehingga menghadirkan lingkungan kerja yang progresif dan tetap produktif, di mana pun dan kapan pun. Selain itu, untuk kebutuhan hiburan di rumah juga Telkomsel menyediakan berbagai promo layanan digital mulai dari MAXstream, Dunia Games, dan Langit Musik.
Program Corporate Social Responsibilty (CSR) RAFI Telkomsel 2020
Mengusung tema “Di Rumah Terus Jalankan Kebaikan” di Telkomsel Siaga 2020, Telkomsel ingin terus menebar kebahagiaan pada momen RAFI tahun ini sebagai wujud syukur dan rasa kepedulian kepada masyarakat yang menjalankan ibadah puasa, terutama saat situasi yang penuh tantangan pada darurat nasional COVID-19 ini.
Telkomsel menghadirkan sejumlah program corporate social responsibility (CSR), antara lain dengan memberikan berbagai bantuan seperti paket sembako/makanan dan bingkisan lebaran untuk 25.000 anak yatim/duafa dan masyarakat prasejahtera, bantuan paket sembako dan alat kebersihan untuk 250 yayasan/panti asuhan, serta penyemprotan disinfektan dan paket sembako untuk 25 masjid agung di Indonesia.
Selain itu, sebagai bentuk kepedulian terhadap tenaga medis dalam penanganan COVID-19, Telkomsel juga memberikan bantuan alat-alat kesehatan seperti 53.500 unit alat pelindung diri (APD) baik produk lokal maupun impor, 500 infared thermometer (thermogun), 15 ventilator serta 6.000 unit pakaian hazmat full set yang diberikan ke berbagai rumah sakit atau pusat layanan kesehatan. Dalam bidang pendidikan, untuk memastikan akivitas belajar di rumah secara mandiri, Telkomsel juga telah berkolaborasi dengan 137 kampus yang menggelar program e-learning dan empat aplikasi dengan memberikan bebas paket data 30 GB.
“Kami berharap, berbagai upaya yang telah Telkomsel lakukan dapat memberikan kemudahan bagi pelanggan dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadan ini dan merayakan momen Idul Fitri nantinya. Semoga, kita semua diberikan kekuatan serta selalu bersyukur dalam menjalani momen Ramadan dan Idul Fitri di tengah tantangan pandemi COVID-19 yang mendera seluruh masyarakat Indonesia saat ini.
Kami yakin, ini menjadi momentum untuk saling menguatkan melalui upaya bersama dalam memusatkan aktivitas di rumah serta mematuhi imbauan untuk tetap menjaga jarak, sembari meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak silaturahmi melalui pemanfaatan teknologi digital. Kami juga berharap, tantangan bersama saat ini tidak mengurangi nilai aktivitas ibadah kita, dan semoga kita semua dapat tetap menjalankan ibadah bulan suci Ramadan dan menyambut Idul Fitri tahun ini dengan mengedepankan nilai bersyukur,” tutup Setyanto.
Foto: Dewi Lubis/Sumut Pos BERSAMA: Manajemen BRI Kanwil Medan beerfoto bersama Yayasan Baitul Maal (YBM) BRI dan para pegawai BRI lainnya, di kantor BRI Wilayah Medan, Jalan Putri Hijau Medan, Selasa (21/4).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bank Rakyat Indonesia Wilayah Medan dan seluruh kantor cabang BRI di Sumatera Utara (Sumut) menyalurkan bantuan untuk upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 di daerah setempat sebesar Rp1,5 miliar.
Pemimpin Kantor Wilayah BRI Medan, I Made Suka mengungkapkan, bantuan tersebut, terdiri dari penyaluran dari Kantor Wilayah dan seluruh Kantor Cabang BRI di Sumut senilai Rp1,3 miliar untuk pencegahan Covid-19, paket sembako senilai Rp50 juta yang berasal dari donasi pekerja BRI, serta paket sembako maupun baju Alat Pelindung Diri (APD) dari Yayasan Baitul Maal (YBM) BRI senilai Rp150 Juta.
“Bantuan dari Kantor Wilayah dan seluruh Kantor Cabang BRI tersebut telah dan akan disalurkan baik dalam bentuk APD, masker, desinfektan, hand sanitizer serta wastafel portable untuk membantu pencegahan Covid-19,” katanya kepada wartawan di Medan, Selasa (21/4).
Sedangkan untuk bantuan paket sembako kepada masyarakat senilai Rp100.000 per paket sebanyak 1.500 paket yang terdiri dari donasi pekerja BRI sebanyak 500 paket dan 1.000 paket dari Yayasan Baitul Maal (YBM) BRI serta 300 unit APD yang akan diberikan kepada instansi/tenaga kesehatan.
Secara bersamaan, saat ini telah dan masih dilakukan pemberian masker gratis yang dilakukan di pasar-pasar yang berada dekat dengan BRI Unit dengan jumlah sebanyak 48.600 pcs sebagai bagian dari program 1 juta masker gratis bagi para pedagang melalui 5.382 kantor BRI Unit di seluruh Indonesia. Masker yang diberikan merupakan jenis dengan spesifikasi bahan kain yang nyaman digunakan oleh pedagang pasar.
“Untuk memastikan ekonomi tetap berjalan, maka para pelaku UMKM dan masyarakat harus dijaga dan kita lindungi kesehatannya. Kami bekerjasama dengan para pelaku UMKM mitra binaan yang memproduksi masker kain. Langkah ini salah satu upaya BRI memberdayakan pelaku UMKM pembuat masker,” pungkas I Made Suka.
Sejak merebaknya pandemi wabah Covid-19, seluruh unit kerja BRI yang berada di Sumatera Utara telah melakukan berbagai upaya dan kegiatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan kantor diantaranya pemenuhan standar protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah seperti penggunaan masker, sarung tangan, cairan hand sanitizer, pengecekan suhu tubuh maupun pemasangan 332 unit wasfatel portable yang diletakan didepan Kantor agar masyarakat umum dapat menggunakannya dalam upaya pencegahan penyebaran virus tersebut. (mag-1)
Kasat Narkoba Polresta Deliserdang Oktavianus memberikan sembako kepada Budiman Sihombing
LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Tim dari Satnarkoba Deliserdang Polresta Deliserdang melaksanakan aksi sosial dengan membagikan sembako ke warga yang kurang mampu dan pakir miskin terkena dampak wabah Virus Corona, Selasa (21/4).
Sasaran pertama kegiatan dari rumah ke rumah itu dilakukan Tim Satnarkoba Polresta Deliserdang dipimpin Kasatnarkoba AKP.M.Oktavianus Sitinjak didampingi Wakasat Iptu. Fredy Siagian dan personel lainnya langsung bergerak ke Desa Bangun Sari Baru Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang.
Disana Kasatnarkoba Oktavianus menyambangi seorang warga yang dulunya penarik becak bermotor, tapi akibat kecelakaan lalu-lintas beberapa waktu lalu dirinya tidak bisa menarik becaknya lagi.
Terlihat warga penarik becak itu sedang duduk di depan rumahnya di Dusun 13 Desa Bangun Sari Baru, Kecamatan Tanjung Morawa. Dia mengenakan tongkat dan terlihat juga becak mesinnya berada di depan rumahnya.
Saat di beri sembako oleh Kasat Narkoba, warga tersebut tak kuasa menahan emosinya dan menangis. Istrinya berada disana turut menangis.
” Ini Bu ada sedikit sembako untuk keluarga ibu, ” kata Kasat Narkoba Oktavianus dan bergegas kembali jalan mencari kaum duafa lainnya.
Diketahui penarik becak bermotor itu, Budiman Sihombing (41) dan istrinya bernama Tiur Rusmina Nababan (42). Mereka pasutri memiliki tiga orang anak dengan hidup pas-pasan dan mengotrak rumah. Bahkan anak-anaknya terancam putus sekolah karena tidak ada biaya.
Diceritakan Tiur, bahwa suaminya mengalami kecelakaan dan kaki kanannya patah dan tak berfungsi.
“Dulu bapak mangkal becaknya di Medan bang, ini karena kecelakaan tidak bisa jalan,” jelas Tiur dengan nada sedih.
Dikatakannya, selama tidak bisa jalan. Tiur merawat suaminya di rumah dan hingga dirinya dipecat dari pabrik kayu tempat dia dulu berkerja.
“Saya dulu kerja pabrik kayu bang. Sekarang gak kerja lagi karena di pecat. Karena saya gak masuk-masuk karena merawat suami saya yang kecelakaan,” kata Tiur
Ia juga menyebutkan, bahwa anak anaknya juga terancam tidak sekolah lagi.
Selanjutnya Kasat Narkoba bergegas kembali mencari sasaran kaum dhuafa untuk diberi sembako . Ditengah Jalan Sultan Serdang terlihat pebetor pengangkut sampah pria berusia 65 tahun diketahui bernama Turmuji. Kasat Narkoba dan timnya langsung memberikan sembako .
Turmuji terlihat terkejut dan seperti tak menyangka mendapatkan sembako dari Satnarkoba Polresta Deliserdang.
” Terima kasih ya pak,” kata termuji sambil terlihat matanya berkaca-kaca.
Kasat Narkoba Polresta Deliserdang AKP m.Oktavianus Sitinjak mengatakan bahwa aksi pemberian sembako ini adalah merupakan bentuk kepedulian untuk membantu warga miskin maupun Kaum Dhuafa yang terdampak Covid-19. Dikatakannya pemberian sembako ini akan terus dilakukan.
“Mudah-mudahan bermanfaat, aksi kita ini akan terus berlanjut untuk membantu saudara-saudara kita membutuhkan. Apalagi ditengah pandemi Covid-19 ini, saya juga berharap marilah kita bersatu melawan Covid-19,” Ucap Oktavianus. (btr)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut, Ustad Syahrul Siregar memberikan apresiasi atas keseriusan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dalam menangani Pandemi Covid-19, agar 14 juta jiwa penduduk Sumut tidak terjangkit Virus mematikan sepanjang sejarah tersebut.
Menurut Syahrul, sebagai salah satu pintu masuk, baik jalur laut, udara maupun darat, jika tidak diantisipasi dengan baik maka Sumut tidak mungkin terhindar dari bahaya yang lebih besar seperti saat ini. “Di sinilah kita melihat ketegasan sang gubernur dalam mengantisipasi masuknya virus dari jalur tranportasi, sehingga Sumut masih bisa mengendalikan Pandemi Covid-19” kata Ustad Syahrul dalam keterangan tertulis yang diterima Sumut Pos, menyikapi banyaknya suara miring di sebagian kalangan, Selasa (21/4).
Syahrul Siregar yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut, mengajak dan mengimbau seluruh masyarakat agar dapat mendukung langkah dan strategi yang diambil Gubsu Edy Rahmayadi dalam penanggulangan Covid-19.
“Saat ini yang dibutuhkan adalah saling memahami satu sama lain, saling bahu-membahu antar elemen baik eksekutif, legislatif maupun masyarakat. Bukan waktunya mencari kambing hitam, karena Covid-19 tidak akan sirna jika seluruh elemen masyarakat tidak bersatu,” ungkap Ketua Bamusi Sumut tersebut.
Semua pihak, lanjut Syahrul, harus memiliki kesadaran dan kedisiplinan yang tinggi, tanpa kesadaran dan kedisiplinan masyarakat, Covid -19 sangat sulit teratasi. Korban telah banyak meninggal dunia, orang dalam pengawasan jumlahnya terus bertambah, pembiayaan cukup besar, ekonomi akan terpuruk, sosial kemasyarakatan terputus, suasana kebatinan terpupus, dan kita belum tahu kapan berakhirnya.
“Anggaran yang dipersiapkan untuk menanggulangi Covid-19 juga cukup besar mulai dari Rp500 miliar, dan diperkirakan akan menyentuh Rp1,5 triliun, jika kesadaran dan kedisiplinan tidak dijaga, bak kata pepatah habis arang besi binasa, jangan sampai hal itu terjadi” kata pria yang akrab disapa Ustad ini.
Selain itu organisasi perangkat daerah (OPD) harus melakukan kerja nyata, jika ada OPD yang tidak mampu menerjemahkan dan menjalankan program gubernur dalam menghadapi Covid-19 lebih baik mengundurkan diri, atau dipecat saja karena menurut Syahrul, rakyat butuh kerja cepat.
“Sebagai sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut dengan 19 kursi dari 100 kursi di DPRD Sumut ditambah dengan posisi sebagai Ketua DPRD Sumut, maka PDI Perjuangan melalui fraksinya siap mendukung, bahkan Rp14,8 triliun APBD 2020 pun dijadikan sebagai anggaran untuk kepentingan rakyat Sumatera Utara dalam memerangi COVID-19. Kita siap mendukungnya. Akan tetapi harus sesuai dengan kebutuhan dan tidak meninggalkan Mekanisme serta regulasi yang ada,” pungkasnya. (adz)
KETERANGAN: Wali Kota Binjai HM Idaham memberi keterangan kepada sejumlah wartawan terkait kesiapan membagikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak Pandemi Covid-19.
teddy akbari/sumut pos
KETERANGAN: Wali Kota Binjai HM Idaham memberi keterangan kepada sejumlah wartawan terkait kesiapan membagikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak Pandemi Covid-19.
teddy akbari/sumut pos
Setelah melalui proses pendataan yang membutuhkan waktu, tenaga dan pikiran, Pemerintah Kota (Pemko) Binjai akhirnya menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak Virus Covid-19 atau Corona. Bantuan itu akan dibagikan langsung ke rumah warga mulai Selasa (21/4) hari ini.
PENYALURAN bantuan tersebut sedikit molor karena pendataan yang membutuhkan waktu. Pemko Binjai memohon maaf dan segera membagikan bantuan itu, karena telah berada di GOR Kota Binjai, Kelurahan Rambung Barat, Binjai Selatan.
Wali Kota Binjai, HM Idaham sudah meninjau kesiapan dan ketersediaan bantuan yang akan dibagikan, akhir pecan lalu. “Insya Allah, hari Selasa (21/4) kita sudah mulai menurunkan bantuan ini kepada masyarakat. Sekitar empat atau lima hari ke depan, proses pembagian sembako akan dilakukan. Semoga bisa rampung,” kata Idaham.
Idaham menjelaskan, Pemko Binjai sudah menyiapkan jaringan pengamanan sosial terkait penerima bantuan ini. Dia sedikit menjelaskan kategori masyarakat yang berhak menerima bantuan Pandemi Covid-19 ini.
“Di luar PKH (Program Keluarga Harapan) sebanyak 45 ribu Kepala Keluarga dari 88 ribu Kepala Keluarga yang ada di Kota. Sementara PKH itu ada 6.023 KK, jadinya Pemko ditambah PKH hampir 52 ribu dari 88 ribu,” jelas Idaham.
Artinya, masyarakat yang sudah masuk dalam PKH tidak lagi mendapatkan sembako dampak dari Pandemi Covid-19. “Demikian jaringan pengamanan sosial yang kita dibuat, bagaimana agar mereka yang terdampak dalam Pandemi Covid-19 dapat tepat sasaran penerimanya,” beber dia.
Agar pemberian bantuan tepat sasaran, Pemko Binjai akan menyalurkan langsung ke rumah-rumah warga. Ini dilakukan juga sebagai memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan menghindari kerumunan atau kumpulan.
Penyaluran door to door ini dilakukan bekerja sama dengan TNI-Polri, Relawan PMI, Tagana hingga Karang Taruna. Mereka juga dilibatkan dalam pendataan yang dibantu oleh camat dan lurah.
“Kami ingin bantuan benar-benar sampai dengan tepat. Saya mengimbau agar masyarakat Kota Binjai untuk tetap di rumah. Hanya keluar rumah pada hal yang penting. Hindari keramaian dan jaga jarak. Pemberian bantuan dilakukan secara stimulan kepada masyarakat Kota Binjai,” kata wali kota dua periode ini.
Idaham menjelaskan bantuan dampak Covid-19 ini terdiri dari beras 10 kg, minyak makan 1 liter, garam 1 kg dan mie instan 1 kotak. “Jaringan pengamanan sosial yang disiapkan Pemko Binjai sebanyak tiga kali,” jelas dia.
Setelah bantuan tahap awal ini, Pemko Binjai akan kembali menyalurkan dalam tiga atau empat pecan mendatang. “Warga yang dikategorikan pusat, PKH dan BLT sudah ada. Jadi, yang kita bantu adalah masyarakat yang terdampak, di luar PKH dan BLT,” bebernya.
Alasannya, masyarakat yang sudah tercatat sebagai PKH dan BLT tidak dapat, karena sudah menerima bantuan dari pemerintah pusat. “Jadi mereka selama ini sebagai pedagang asongan namun karena Pandemi ini tidak bisa bekerja, sehingga kita bantu,” kata dia.
Pendataan masyarakat yang berhak menerima bantuan dampak Pandemi Covid-19 dilakukan oleh tim. Semua data yang masuk dilakukan analisis dan evaluasi oleh tim.
Karenanya, keterlambatan terjadi. Idaham menegaskan, bantuan dampak Pandemi Covid-19 ini terlambat karena Pemko Binjai ingin betul-betul tepat sasaran penerimanya.
“Menyusun data bukan waktu yang singkat, 45 ribu dan butuh analisa waktu yang baik. Terima kasih kepada Gugus Tugas yang telah berhasil menyiapkan data, kebutuhan dan cara untuk mendistribusikannya. Masyarakat juga sebagai garda terdepan memutus mata rantai Covid-19,” pungkasnya. (ted/dek)
KOTA MEDAN:
Bangunan Kota Medan diambil dari gedung ketinggian, beberapa waktu lalu.
Triadi Wibowo/Sumut pos
KOTA MEDAN:
Bangunan Kota Medan diambil dari gedung ketinggian, beberapa waktu lalu.
Triadi Wibowo/Sumut pos
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Berkurangnya Anggaran Pendapat Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kota (Pemko) Medan hingga 40 persen dipastikan akan menghentikan hampir seluruh rencana pembangunan di Kota Medan. Pasalnya, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di jajaran Pemko Medan terpaksa harus merelokasikan sebagian besar anggarannya untuk penanganan Covid 19 di Kota Medan.
Tak tanggung-tanggung, bahkan dua OPD di Pemko Medan yang paling banyak melakukan aktivitas pembangunan, yakni Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (PKPPR) Kota Medan turut melepaskan lebih dari setengah anggarannya. Artinya, tidak ada terjadi pembangunan baru di Kota Medan di sepanjang tahun 2020 ini.
“Tadi sudah kita bahas dengan Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) dan TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah). Hasilnya, kami di Dinas PU akan merealokasikan anggaran sebesar 66 persen atau senilai kurang lebih Rp180 Miliar untuk penanganan Covid-19 di Kota Medan,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kadis PU Kota Medan Zulfansyah kepada Sumut Pos, Senin (20/4).
Dikatakan Zulfansyah, hal itu harus dilakukan karena saat ini kebutuhan Pemko Medan akan anggaran penanganan Covid-19 sangat besar. Sedangkan pendapatan dari sektor pajak dan sektor-sektor lainnya jauh menurun akibat adanya wabah penyakit asal Cina tersebut.
“Tentu dalam kondisi saat ini akan lebih memprioritaskan keselamatan dan kesehatan masyarakat dari pada soal pembangunan, karena ini soal nyawa. Artinya, ya tentu tidak akan ada pembangunan untuk tahun ini, kita tunda dulu sementara sampai kondisi Covid ini selesai,” ujarnya.
Adapun sisa anggaran sekitar 34 persen lagi, sambung Zulfansyah, hanya dapat dipergunakan untuk hal-hal yang bersifat pemeliharaan seperti perbaikan jalan berupa penambalan jalan berlubang atau rusak parah dan perbaikan drainase.
“Begitupun saya sedang mengajukan agar khusus untuk pembangunan jembatan Sicanang (Belawan) tetap bisa dilakukan dengan anggaran yang tersisa 34 persen itu. Sebab itu sifatnya sangat penting, itu soal mobilitas 12.500 masyarakat di sana, mudah-mudahan nanti bisa disetujui,” katanya.
Namun begitu, lanjutnya, pemotongan 66 persen anggaran Dinas PU tersebut bisa saja berubah di kemudian hari, semua tergantung dari perkembangan Covid-19 di Kota Medan. Artinya, semakin cepat Covid-19 berlalu, maka akan semakin besar pula peluang anggaran tersebut dapat kembali dipergunakan untuk pembangunan di Kota Medan. Dan sebaliknya, semakin lama wabah ini berlangsung maka tidak tertutup kemungkinan untuk sejumlah OPD di Kota Medan termasuk Dinas PU harus semakin banyak kehilangan anggarannya.
“Kita harapkan masih ada sisa anggaran yang bisa kita pergunakan. Kita yakin ‘badai’ pasti berlalu, dan kita berharap nantinya masih ada anggaran yang bia kita pakai untuk membangun Kota Medan pasca wabah ini berlalu,” tutupnya.
Kepada Sumut Pos, Kadis PKPPR Kota Medan, Benny Iskandar ST MT juga mengatakan pihaknya harus rela kehilangan 60 persen anggarannya di tahun 2020 ini untuk dialihkan dalam penanganan Covid 19 di Kota Medan. Artinya, Dinas PKPPR hampir tidak akan melakukan pembangunan apapun di tahun 2020.
“(Dipotong) 60 persen. Tadinya kami di Dinas PKPPR meminta 50 persen saja, tetapi tidak disetujui. Artinya ya hampir semua pembangunan harus diundur, terutama proyek-proyek pembangunan skala besar yang memakan anggaran cukup besar,” jawab Benny kepada Sumut Pos, Senin (20/4).
Dijelaskan Benny, adapun beberapa contoh pembangunan yang harus diundur itu seperti revitalisasi Lapangan Merdeka dan pendopo lapangan merdeka, perbaikan Sky Bridge Stasiun Kereta Api, revitalisasi Warenhuise dan sejumlah pembangunan lainnya.
“Sisa yang 40 persen itu hanya cukup untuk melakukan rehab-rehab pemeliharaan seperti perawatan gedung seperti gedung sekolah dan kantor-kantor,” tutupnya.
Seperti diketahui, sebelumnya Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution telah mengatakan bahwa pandemi Corona Virus Disease 19 (Covid-19) berdampak pada berkurangnya APBD Kota Medan Tahun Anggaran 2020 hingga 40 persen.
Pengurangan tersebut terkait dana yang bersumber dari pemerintah pusat seperti Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU). Tak hanya itu, transfer daerah maupun dana bagi hasil dari Pemerintah Provinsi Sumut serta Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga ikut berkurang. Akibatnya, Pemko Medan terpaksa membatalkan sejumlah program pembangunan yang sudah direncanakan.(map/azw)
IMBAUAN: Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution saat member imbauan tentang dampak Covid-19.
IMBAUAN: Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution saat member imbauan tentang dampak Covid-19.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam mengatasi Wabah Virus Corona (Covid-19) Pemko Medan mewacanakan akan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Cluster Isolation. Saat ini Pemko Medan tengah mempelajari kedua konsep tersebut bersama tim ahli dan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Medan.
Konsep tersebut merupakan hasil rekomendasi yang diberikan Tim Ahli Balitbang sebagai masukan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi dalam mengatasi penyebaran wabah virus Corona khususnya di Kota Medan. Rekomendasi tersebut disampaikan dalam Rapat Percepatan Rekomendasi Bidang Tim Ahli Gugus Tugas di Gedung Serba Guna PKK Kota Medan Jalan Proyek Rotan, Medan Petisah. Senin (20/4) pagi.
“Jadi rapat tadi menghasilkan beberapa pandangan dari Tim Ahli Gugus Tugas dan ada 2 pilihan, pertama yang disampaikan adalah PSBB tapi melihat kondisi Kota Medan, menurut para pakar itu belum perlu untuk dilaksanakan. Alternatifnya adalah cluster isolation, dengan melihat pergerakan data yang ada di Kota Medan, sistem cluster isolation adalah siapa yang sakit dia yang diisolasi, lebih fokus penanganannya dan by name by address tim sudah punya data,” ujar Akhyar usai menghadiri rapat tersebut.
Akhyar juga mengatakan ke depan Ia bersama Tim Ahli dan Tim Gugus Tugas segera akan menyusun Surat Keputusan (SK) yang mengatur tentang segala sesuatu mengenai Cluster Isolation tersebut. “Peraturan gugus tugas dari tanggap darurat akan diformulasikan dan dituangkan ke dalam peraturan gugus tugas. Nanti akan disiapkan aturannya dengan para Tim Ahli dan Tim Gugus Tugas serta Bagian Hukum Pemko Medan tentang tanggungjawab dan hak-hak yang akan dilaksanakan nantinya,” ungkap Akhyar.
Ke depannya, jika peraturan dari Tim Gugus Tugas ini telah selesai, sambung Akhyar, yang selama ini berupa imbauan saja, akan lebih ditingkatkan dengan adanya sanksi yang diberikan jika melanggar aturan khususnya mengenai Cluster Isolation ini. “ Selama ini kita masih mengimbau saja, nantinya akan ada sanksi tegas kepada yang melanggar aturan yang dibuat selama penerapan Cluster Isolation. Saya berharap masyarakat bersiap dan mematuhi aturan untuk kepentingan bersama dalam mencegah penyebaran Covid-19 lebih meluas lagi,” ujarnya.
Sebelumnya, dalam rapat tersebut Akhyar juga menyampaikan kepada Tim Gugus Tugas agar menmpilkan data yang riil kepada masyarakat. “Data yang selama ini ditampilkan merupakan data cacah sehingga terkesan rancu. Pergerakan zonasi berbasis wilayah juga harus diupdate setiap hari sehingga masyarakat mengetahui pergerakan data persebaran Covid-19 yang ada di Kota Medan,” ucapnya.
Akhyar mencontohkan saat ini data yang tertera di peta persebaran seperti halnya Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kota Medan sebanyak 234 orang, dari 234 orang tersebut yang dinyatakan negatif dan sehat itu ada 146 orang, sedangkan yang meninggal dunia ada 18 orang. Jadi total PDP yang real saat ini ada 70 orang.
“PDP yang di tertera di peta persebaran memang 234 orang termasuk didalamnya yang sudah sembuh, negatif serta yang meninggal dunia jadi seolah jumlah PDP banyak. Seharusnya yang sudah tidak PDP lagi dikeluarkan dari data tersebut jadi masyarakat melihat data yang sebenarnya yaitu 70 orang,” kata Akhyar.
Begitupun dengan yang Positif Covid-19 tambah Akhyar, berdasarkan fakta didalam data yang tertera di peta persebaran saat ini berjumlah 60 orang, dari angka tersebut yang telah sembuh ada 7 orang dan yang meninggal dunia 7 orang serta yang masih dirawat ada 46 orang. Sedangkan untuk Pelaku Perjalanan (PP) di Medan ada 611 orang, dari 611 orang tersebut selesai dipantau ada 195 orang dan sedang dipantau 416 orang.
Kemudian untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) 275 orang dengan rincian yang selesai dipantau 242 orang dan yang sedang dipantau 33 orang. Selanjutnya Orang Dalam Pemnatauan (ODP) ada 761 orang dengan rincian untuk yang selesai dipantau 734 orang dan untuk yang sedang dipantau 27 orang.
Dalam kesempatan tersebut Akhyar juga mengungkan di Kota Medan saat ini memiliki 74 rumah sakit. Dari 74 rumah sakit tersebut terdapat sebanyak 264 ruang isolasi. Artinya seluruh fasilitas kesehatan yang ada di Kota Medan belum terpakai seluruhnya. “Masyarakat tidak perlu khawatir, sebab Kota Medan memiliki 74 rumah sakit dan dari 74 rumah sakit tersebut tersedia 264 ruang isolasi dan itu semua belum terpakai seluruhnya,” jelas Akhyar.(map/azw)
BANTUAN: Ny Nurul Akhyar saat member bantuan sembako kepada bilal mayit, Senin (20/4).
BANTUAN: Ny Nurul Akhyar saat member bantuan sembako kepada bilal mayit, Senin (20/4).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat di tengah pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Medan melalui TP PKK Kecamatan Medan Belawan memberikan 30 paket sembako kepada masyarakat di Kecamatan Medan Belawan. Diharapkan, bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan beban warga yang merasakan dampak ekonomi akibat Covid-19.
Paket sembako tersebut diserahkan langsung Pelaksana tugas (Plt) Ketua TP PKK Kota Medan Ny Hj Nurul Khairani Akhyar di Aula Kantor Camat Medan Belawan, Jalan Cimanuk, Senin (20/4). Penyerahan turut didampingi Camat Medan Belawan Ahmad, Kadis Perlindungan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (P3APM) Kota Medan Chairunisa Mozasa, Danramil 9 Belawan Kapten Czi Sugito dan segenap perwakilan unsur pimpinan daerah di wilayah Kecamatan Medan Belawan.
Adapun bantuan 30 paket sembako berupa beras, mie instan, gula pasir dan minyak goreng diberikan kepada para bilal mayit perempuan dan pengurus posyandu dari 6 kelurahan di Medan Belawan. 6 kelurahan tersebut yakni Kelurahan Belawan I, Kelurahan Belawan II, Kelurahan Belawan Bahagia, Kelurahan Belawan Bahari, Kelurahan Belawan Sicanang serta Kelurahan Bagan Deli.
Dalam sambutannya singkatnya, Plt Ketua TP PKK Kota Medan Ny Hj Nurul Khairani Akhyar mengatakan bantuan yang diberikan sebagai bentuk empati kepada masyarakat terlebih yang paling merasakan dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19. Oleh karenanya, Ny Nurul berharap bantuan yang diberikan dapat digunakan dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
“Kami juga turut merasakan kesulitan yang dirasakan para warga. Oleh sebab itu, kiranya bantuan ini dapat meringankan beban ibu-ibu sekalian,” kata Ny Nurul seraya mengaku terharu ketika melihat salah seorang bilal mayit meneteskan air mata saat menerima bantuan yang diberikan.
Di tengah mewabahnya Covid-19 saat ini, Ny Nurul kemudian berpesan dan mengingatkan kepada para warga untuk senantiasa mengikuti aturan dan himbauan yang disampaikan pemerintah. Hal ini sebagai bentuk dukungan dan upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Medan.
“Mari senantiasa gunakan masker saat beraktifitas di luar rumah. Selain itu, rajin mencuci tangan, jaga jarak dan hindari aktifitas di luar rumah jika tidak ada keperluan yang mendesak. Kita berdoa, semoga wabah ini cepat berakhir apalagi sebentar lagi kita akan menyambut bulan Ramadhan,” harapnya.
Sebelumnya, Camat Medan Belawan Ahmad mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan kepada warga Kecamatan Medan Belawan. Dirinya juga mengaku, selama terjadinya wabah Covid-19, banyak bantuan yang datang dari berbagai elemen masyarakat sebagai bentuk kepedulian kepada warga.
“Alhamdulillah, hari ini kita kembali menyalurkan bantuan paket sembako untuk warga. Selain itu, kita juga menerima 12 sarana cuci tangan dari Forum Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Forum Puspa) bentukan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) RI dan PT Pelindo. Nantinya, sarana cuci tangan ini akan kita tempatkan di kantor-kantor kelurahan dan area pemakaman,” ungkap Ahmad.(map/azw)
EDARAN: Petugas Dishub Medan menempel surat edaran di Pool Bus Medan.
EDARAN: Petugas Dishub Medan menempel surat edaran di Pool Bus Medan.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan melakukan penertiban di seluruh Pool Bus yang ada di Kota Medan untuk dapat mengikuti imbauan pemerintah dengan selalu menggunakan masker dan menjaga jarak sosial (Social Distancing) antara satu dengan yang lain dalam status Tanggap Darurat Covid 19 saat ini.
Secara tegas, Dishub mengeluarkan surat edaran dengan nomor 800/357/Dishub/IV/2020 tentang pencegahan penularan Corona Virus Disease 2019 (Covid 19) dan menyampaikannya secara langsung kepada seluruh pool bus di Kota Medan.
“Imbauan penggunaan masker dan Social Distancing terus kita lakukan. Kali ini kita sudah buat surat edarannya dan tadi mulai pukul 9 pagi para personel kita di Dishub Medan sudah mulai menyampaikannya secara langsung keseluruh pool bus di Kota Medan,” ucap Kepala Dishub Kota Medan Iswar Lubis SSiT MT kepada Sumut Pos, Senin (20/4).
Dalam surat edaran yang disampaikan kepada para pimpinan perusahaan angkutan umum di Kota Medan itu disebutkan, agar setiap perusahaan harus mewajibkan para sopir dan awak kendaraan untuk selalu menggunakan masker, terutama saat melakukan pelayanan angkutan umum.
Tak hanya itu, perusahaan angkutan umum juga diminta untuk mewajibkan para calon penumpangnya untuk selalu menggunakan masker saat melakukan perjalanan.
“Jadi tak hanya para sopir dan awak kendaraannya saja, para penumpang juga harus menggunakan masker, perusahaan angkutan umum harus bisa memastikan hal itu,” ujarnya.
Selain itu, kata Iswar, para perusahaan angkutan juga diwajibkan untuk mengatur tempat duduk penumpang maupun calon penumpang baik diatas kendaraan umum maupun saat berada di ruang tunggu pool angkutan dengan memperhatikan jarak aman (social distancing dan physical distancing).
“Di pool bus juga harus disediakan hand sanitizer atau sarana mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun. Itu harus ada di lokasi tunggu pool angkutan umum maupun kantor administrasi sesuai dengan standar kesehatan,” katanya.
Dilanjutkan Iswar, setiap pool bus juga diwajibkan untuk menjaga kebersihan lingkungan kerjanya, baik itu armada angkutan, ruang tunggu maupun fasilitas lainnya.
Ia berharap, setiap perusahaan angkutan umum akan dapat mematuhi surat edaran tersebut. Sebab surat edaran itu memiliki dasar hukum berupa surat edaran Menkes RI No HK 02.01/Menkes/202/2020 tanggal 16 Maret 2020, Maklumat Kapolri No Mak/2/III/2020 tanggal 19 Maret 2020, surat edaran Gubsu No 360/2854/2020 dan surat edaran Plt Wali Kota Medan No 440/2755 tanggal 26 Maret 2020.
“Surat edaran itu kita keluarkan hari ini dan langsung kita edarkan hari ini juga. Sudah kita sampaikan dan kita tempelkan disetiap pool bus, agar para calon penumpang juga bisa membacanya. Kedepannya kita akan rutin memantau setiap pool bus di Kota Medan, mereka harus mematuhi hal ini demi memutus rantai Covid 19 di Kota Medan,” tegasnya.(map/azw)