25 C
Medan
Friday, January 2, 2026
Home Blog Page 4299

Jaringan Narkoba Asal Malaysia Seludupkan Sabu 4 Kg Dikemasan Kopi Gayo, 1 Ditembak Mati, 3 Tersangka Ditahan

DIKEMAS: Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin menunjukkan barang bukti sabu dikemas dengan Kopi Gayo, yang disita dari jaringan narkoba asal Malaysia.
DIKEMAS: Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin menunjukkan barang bukti sabu dikemas dengan Kopi Gayo, yang disita dari jaringan narkoba asal Malaysia.
DIKEMAS: Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin menunjukkan barang bukti sabu dikemas dengan Kopi Gayo, yang disita dari jaringan narkoba asal Malaysia.
DIKEMAS: Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin menunjukkan barang bukti sabu dikemas dengan Kopi Gayo, yang disita dari jaringan narkoba asal Malaysia.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Jaringan narkoba asal Malaysia kini memiliki modus baru untuk memasukan sabu ke wilayah Sumatera Utara dengan cara membungkusnya di dalam kemasan Kopi Gayo.

Namun, modus baru itu terdeteksi Direktorat Reserse (Ditres) Narkoba Polda Sumut. Hasilnya ada 4 orang jaringan narkoba Malaysia diringkus saat berada di warung Jalan Medan-Banda Aceh, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Kamis (16/4) lalu.

Keempat pelaku merupakan warga asal Lampung, Pran Antoniri, Pandu Apriansyah, Al Ari Fubillah, dan Feriyadi. Tetapi, polisi menembak mati Feriyadi karena berusaha menyerang untuk melarikan diri. Sedangkan tiga pelaku lagi hanya pasrah dan kemudian diboyong ke Mapoldasu. Dari mereka, polisi menyita barang bukti 4 kg sabu yang dibungkus dalam kemaasan Kopi Gayo yang dibawa dalam mobil Fortuner warna silver metalic B 1467 NLS.

Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin menjelaskan, keempat jaringan narkoba Malaysia ditangkap berdasarkan informasi yang diterima personel Ditres Narkoba. Selanjutnya, diturunkan tim untuk melakukan penyelidikan.

“Personel mendapat informasi bahwasanya para pelaku ini sedang melintas menggunakan mobil Fortuner di Jalan Medan-Banda Aceh kawasan Kecamatan Besitang, Langkat. Dari informasi itu, personel melakukan penelusuran ke lokasi hingga mendapati mereka lagi duduk di sebuah warung,” ujar Martuani dalam keterangan persnya di RS Bhayangkara Medan, Sabtu (18/4).

Setelah memastikan ciri-ciri para pelaku sesuai dengan informasi yang diterima, personel langsung melakukan upaya penangkapan.”Tiga pelaku berhasil ditangkap tanpa perlawanan, sementara seorang lagi terpaksa dilakukan tindakan tegas terukur karena menyerang personel untuk melarikan diri. Personel lalu membawanya ke rumah sakit terdekat, namun dalam perjalanan meninggal dunia,” sambung Martuani.

Disebutkan dia, dari penggeledahan yang dilakukan di dalam mobil yang dibawa para tersangka, personel menemukan 4 kg sabu yang dibungkus kemasan Gayo Coffe Aceh Robusta.”Selanjutnya, para tersangka yang masih hidup beserta barang bukti diboyong petugas ke Mapoldasu untuk proses hukum,” sebutnya.

Martuani menyatakan, berdasarkan keterangan para tersangka diketahui mereka ini merupakan jaringan narkoba Malaysia-Lampung-Aceh-Sumut-Jakarta. Saat ini, kasusnya dalam pengembangan lebih lanjut.”Tersangka mengaku mengerjakan aksinya dengan mendapatkan upah Rp 25 juta per orang yang akan dibayar oleh bosnya setelah berhasil mengirim narkoba tersebut. Namun, bos mereka telah meninggal karena tindakan tegas dan terukur oleh personel,” katanya.

Ia menambahkan, akibat perbuatannya ketiga tersangka terancam dihukum penjara minimal 6 tahun dan maksimal 20 tahun sebagaimana Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 junto Pasal 132 ayat 1 Undang Undang RI Nomor 35/2009 tentang narkotika. “Dengan disitanya 4 kg sabu ini, setidaknya dapat menyelamatkan anak bangsa sekira 4.000 orang dengan asumsi 1 gram sabu untuk 10 orang pengguna,” pungkasnya. (ris/btr)

Pengusaha “Yohana Fashion” Tarutung Bagikan Sembako Terhadap Warga Terdampak Covid-19

TAPUT, SUMUTPOS.CO – Sebagai bentuk rasa kepedulian dan rasa sepenanggungan terhadap sesama atas bencana dan dampak sosial dari pandemi covid-19, ratusan paket sembako dibagikan kepada masyarakat di beberapa titik di kecamatan Tarutung dan kecamatan Siatas Barita kabupaten Tapanuli Utara, pada hari Rabu (16/04/2020).

Pengusaha Yohana Fashion, Bernad Siagian yang memiliki usaha di Pajak Tarutung dan di Jln DI.Panjaitan Kompleks Terminal Madya Tarutung mengharapkan pembagian sembako terhadap warga kiranya dapat meringankan beban yang dialami oleh masyarakat akibat dari dampak pandemi Covid 19 yang rentan berakibat langsung terhadap perekonomian dan mata pencaharian masyarakat.” Betapa memang langsung kita sama-sama melihat begitu merosotnya mata pencaharian masyarakat di semua sektor, dan dengan sedikit apa yang mampu kita berikan atau berbagi terhadap sesama kita harapkan masyarakat dapat terbantu”, ujar Bernat Siagian.

”Berbagi atas berkat yang kita terima adalah merupakan kewajiban, sebagai manusia yang percaya pada Tuhan kami sangat menyadari bahwa berjalannya usaha yang kita geluti ini adalah berkat dukungan dari pada sesama teman, keluarga dan masyarakat lainnya, oleh karena itu sangat wajar dan pantas menurut kami ketika terjadi kesusahan atau bencana seperti sekarang ini untuk turut membantu walau jumlahnya tidak kita pastikan memuaskan bagi yang menerima”, tambah Bernad Siagian.

S Boru Silalahi seorang ibu rumah tangga, salah seorang warga yang menerima paket sembako mengatakan rasa terima kasihnya kepada pengusaha Yohana Fashion atas bantuan sembako tersebut, semoga kedepannya usaha toko kain yang di miliki keluarga B. Siagian semakin maju kedepannya, serta diakuinya bahwa apa yang terjadi sekarang akibat dari pada bencana wabah penyakit virus corona ini sungguh sangat berdampak pada mata pencaharian, sebagai salah satu contoh kami adalah pelaku usaha tenun dampak dari musibah ini harga tenun turun sangat drastis dan bahkan sangat susah menjualnya, namun kami sangat menyadari betapa sangat sulit mencari jalan keluarnya dan semoga pemerintah dapat mengatasinya, harapnya.(mt)

Penerima Kartu Prakerja Diumumkan, Kuota di Sumut 183.904 Orang

MENDAFTAR PRAKERJA: Beberapa orang sedang sibuk mendaftarKartu Prakerja. Pendaftaran Kartu Prakerja gelombang pertama telah ditutup pada Kamis (16/4) pukul 16.00 WIB dan Jumat (17/4) kemarin telah diumumkan yang lolos. istimewa/sumut pos
MENDAFTAR PRAKERJA: Beberapa orang sedang sibuk mendaftarKartu Prakerja. Pendaftaran Kartu Prakerja gelombang pertama telah ditutup pada Kamis (16/4) pukul 16.00 WIB dan Jumat (17/4) kemarin telah diumumkan yang lolos. istimewa/sumut pos
MENDAFTAR PRAKERJA: Beberapa orang sedang sibuk mendaftarKartu Prakerja. Pendaftaran Kartu Prakerja gelombang pertama telah ditutup pada Kamis (16/4) pukul 16.00 WIB dan Jumat (17/4) kemarin telah diumumkan yang lolos.  istimewa/sumut pos
MENDAFTAR PRAKERJA: Beberapa orang sedang sibuk mendaftarKartu Prakerja. Pendaftaran Kartu Prakerja gelombang pertama telah ditutup pada Kamis (16/4) pukul 16.00 WIB dan Jumat (17/4) kemarin telah diumumkan yang lolos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dari data tersebut, sebanyak 3, 29 juta telah melalui tahap verifikasi Nomor Induk Kependudukan (NIK). Kemudian sebanyak 2,78 juta berhasil lolos untuk melalui proses pengacakan sistem untuk bergabung sebagai peserta gelombang pertama program Kartu Prakerja sebanyak 200.000 orang.

Sebanyak 200.000 peserta yang lolos sebagai peserta gelombang pertama kartu prakerja akan menerima pengumuman melalui pesan singkat atau email mulai Jumat (17/4) hingga Senin (20/4).

Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumut Harianto mengatakan, Sumut memiliki kuota sebanyak 183.904 orang.

Namun pihaknya tidak memiliki data jumlah peserta yang lolos karena semua proses dilakukan secara terpusat seluruh Indonesia.

“Belum ada pengumuman, karena masing-masing dia. Kita belum dapat informasi berapa yang mendaftar, berapa yang lulus kita belum tahu. Karena semuanya dari pusat, belum ada datanya,” ujarnya, Jumat (17/4).

Ia mengatakan, peserta bisa mengecek email masing-masing untuk melihat pengumuman tersebut. Setelahnya, peserta bisa melihat bagaimana arahan dari pusat mengenai tahapan selanjutnya.

“Kita dinas hanya menyosialisasikan kepada masyarakat. Kalau misalnya ada peserta yang kesulitan mendaftar, kita arahkan untuk datang ke empat instansi. Ada dinas tenaga kerja, dinas koperasi, pariwisata dan disperindag, baik di provinsi maupun kabupaten kota,” ujarnya.

Namun, lanjut Harianto, sebelumnya kantor Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumut telah menyelenggarakan pendaftaran peserta penerima kartu prakerja.

Selama tiga hari pendaftaran, mereka menerima sebanyak 300 orang. Para peserta kemudian mendaftar dengan komputer dan wifi yang telah disediakan kantor Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumut.

“Kan kebetulan di kantor kita sudah kita buka 8 komputer untuk pendaftaran, jadi ada kurang 300 pendaftar selama tiga hari itu. Kita bimbing, dan ternyata masih banyak yang tidak paham. Namun itu hanya yang mendaftar saja ya, kita tidak tahu apakah lulus atau tidak,” katanya.

Namun ia menjelaskan, pada saat pendaftaran tersebut ada juga peserta yang langsung menerima pemberitahuan lulus atau tidaknya.

“Tapi kami tanya juga ke pendaftar, ada juga yang langsung pengumumannya. Anda gagal, begitu. Langsung dia pemberitahun gagal. Ada juga pemberitahuan Anda berhasil, berarti masuk dia. Apakah dia nanti di gelombang pertama ini diumumkan, kita tunggulah,” jelasnya.

Ia pun mengimbau kepada peserta agar mengikuti arahan yang diberikan pusat mengenai tahapan selanjutnya.

Menurutnya, para peserta nantinya akan mendapatkan berbagai macam pelatian melalui jaringan online.

“Harapan kita juga supaya masyarakat masing-masing mendaftarkan diri. Ini memang bagi orang-orang yang mencari kerja, yang kena PHK karena imbas Covid-19. Janganlah mahasiswa ikut, yang cari kerja juga ikut, nanti yang membutuhkan kerja jadi enggak dapat pula,” ujarnya. (mbc/ila)

Kwartir Pramuka Sumut dan Kwarcab Tebingtinggi Bekerjasama Semprot Disinfektan

PENYEMPROTAN: Kwartir Pramuka Sumut dan Kwarcab Pramuka Kota Tebingtinggi dan Sekdako dalam penyemprotan disinfektan ke fasilitas Publik.
PENYEMPROTAN: Kwartir Pramuka Sumut dan Kwarcab Pramuka Kota Tebingtinggi dan Sekdako dalam penyemprotan disinfektan ke fasilitas Publik.
PENYEMPROTAN: Kwartir Pramuka Sumut dan Kwarcab Pramuka Kota Tebingtinggi dan Sekdako dalam penyemprotan disinfektan ke fasilitas Publik.
PENYEMPROTAN: Kwartir Pramuka Sumut dan Kwarcab Pramuka Kota Tebingtinggi dan Sekdako dalam penyemprotan disinfektan ke fasilitas Publik.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Kwartir Pramuka Sumatera Utara (Sumut) dan Kwarcab Pramuka Kota Tebingtinggi melakukan penyemprotan disinfektan di sekolah sekolah, rumah ibadah dan kawasan tempat tinggal padat penduduk di Kota Tebingtinggi, Jumat (17/4).

Dalam kegiatan penyemprotan dispektan guna memutus mata rantai penyebaran Covid -19 sangat disambut baik oleh

Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Tebingtinggi, Muhammad Dimiythi menyampaikan apresiasi atas kepedulian Kwartir dan Kwarcab Pramuka dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Inilah yang diperlukan sekarang, yakni secara bersama sama dalam penanganan maupun pencegahan Covid -19 khususnya di Kota Tebingtinggi,” jelas Muhammad Dimiythi didampingi Kepala BPBD Wahid Sitorus.

Ditambahkannya, tim yang akan melakukan penyemprotan disinfektan harus mengutamakan keselamatan petugas dengan mengikuti protokol yang sudah ada seperti menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).

Sedangkan Kwartir Pramuka Sumatera Utara dan Kwarcab Pramuka Kota Tebingtinggi yang dipimpin Bambang Hendrawan, menyatakan menurunkan sebanyak 21 personel dalam melakukan penyemprotan ke sekolah, rumah ibadah dan tempat tinggal padat penduduk di Kelurahan Mandailing Kota Tebingtinggi.

“21 personel kami akan dibantu dari tim Dinas Kesehatan Kota Tebingtinggi dalam melakukan penyemprotan disifektan,” bilang Bambang. (ian/han)

DPRD Sumut Kunjungi Posko Covid-19 Sergai

DIABADIKAN: Sejumlah anggota DPRD Sumut diabadikan bersama Bupati Sergai, Ir H Soekirman di posko gabungan gugus tugas Covid-19 Sergai, Kamis (16/4).
DIABADIKAN: Sejumlah anggota DPRD Sumut diabadikan bersama Bupati Sergai, Ir H Soekirman di posko gabungan gugus tugas Covid-19 Sergai, Kamis (16/4).
DIABADIKAN: Sejumlah anggota DPRD Sumut diabadikan bersama Bupati Sergai, Ir H Soekirman di posko gabungan gugus tugas Covid-19 Sergai, Kamis (16/4).
DIABADIKAN: Sejumlah anggota DPRD Sumut diabadikan bersama Bupati Sergai, Ir H Soekirman di posko gabungan gugus tugas Covid-19 Sergai, Kamis (16/4).

SERGAI, SUMUTPOS.CO -Sejumlah anggota DPRD Provinsi Sumut dari gabungan komisi, mengunjungi posko gabungan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dirumah dinas Bupati Sergai Sei rampah.

Kunjungan ini, dipimpin ketua Komisi D Anwar Sani Tarigan, Delfin Barus ST, Azmy Yuli Sitorus, Dedi Iskandar, Tangkas Panimpan, Ustad Syahrul Hasibuan, Ir Loso Mena, Kamis (16/4).

Disela-sela kunjungan tersebut, Ketua Komisi D DPRD Sumut, Delfin Barus menyampaikan, bahwa kunjungan mereka dalam rangka meninjau persiapan gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 di Kabupaten Sergai, untuk

melihat bantuan apa saja yang telah diterima berkaitan dengan APD, begitu juga ada beberapa poin yang harus disampaikan kepada Bupati Sergai terkait dengan percepatan penangan Covid-19.

Di sini, Bupati Sergai juga memohon kepada DPRD Sumut untuk menambah bantuan APD di Posko gabungan Covid-19 Sergai terkait bantuan dari Pemprovsu sebesar Rp2,5 triliun yang akan dikucurkan.

“Nantinya, penyalurannya akan kembali disalurkan secara bertahap, karena saat ini baru terealisasi baru Rp521 miliar untuk penanganan Covid-19 dari APBD Provsu tahun 2020,” bilang Delfin.

Setelah kunjungan ini, tentunya akan kami laporkan kepada ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

“Bantuan dari Pemprovsu untuk Kabupaten Sergai sudah disalurkan melalui Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara,” kata Delfin.

Selain itu, DPRD Sumut menanyakan informasi tentang bantuan kepada masyarakat miskin, dimana sampai saat ini masih dalam tahap pengumpulan administrasi data se-sumut.

“Jadi sampai saat ini, yang belum kami terima adalah informasi bantuan dari Pemprovsu terkait penyaluran dari bantuan sosial yang akan disalurkan sebesar Rp200 ribu per kepala keluarga,” tutur Delfin.

Selain mengunjungi posko percepatan penanganan Covid-19 Sergai, rombongan anggota DPRD Sumut juga meninjaur rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 seperti RSUD Sultan Sulaiman, Pabatu, Trianda, RS Melati Perbaungan.

Menurut Delfin, kunjungan ini merupakan yang pertama kali dilakukan di Kabupaten Serdang Bedagai oleh DPRD Sumut.

Sementara itu, Bupati Ir H Soekirman mengatakan dalam kunjungan anggota DPRD Sumut keposko untuk melihat secara langsung persiapan di posko gugus tugas dan memastikan apakah bantuan dari Pemprovsu berupa APD sudah sampai di posko Covid-19 Sergai.

“Alhamdulillah semua data-data aplikasi berjalan dengan baik sehingga dapat dilihat data ODP, PDP dan OTG dan lain-lain dapat dilihat secara real-time,” kata Soekirman.

Selain itu, masih kata Soekirman, kesiapan desa-desa apakah sudah bisa menganggarkan dana ADD untuk penanggulangan bencana non alam virus Corona.

“Kami juga baru melaporkan penangan kesehatan, diteruskan dengan jaringan pengaman sosial, tim gugus tugas juga telah mengantisipasi jika ada pasien positif Covid-19 yang meninggal, disini tim gugus tugas sudah menyiapkan tanah wakaf atau kuburan massal walau sangat tidak kita harapkan,”terang Soekirman.

Walaupun bantuan dari pemerintah belum tersalur semuanya, namun sudah banyak dari masyarakat bergotong royong membantu orang-orang yang terkena terdampak Covid-19. (sur/han)

46 Pejabat Eselon Batubara Dilantik

LANTIK: Sekretaris Daerah Batubara, Sakti Alam Siregar, SH, melantik 46 Pejabat Eselon III, IV, Di Aula Bupati, Jumat (17/4/2020) Jalan Perintis Kemerdekaan Lima Puluh, Batubara.
LANTIK: Sekretaris Daerah Batubara, Sakti Alam Siregar, SH, melantik 46 Pejabat Eselon III, IV, Di Aula Bupati, Jumat (17/4/2020) Jalan Perintis Kemerdekaan Lima Puluh, Batubara.
LANTIK: Sekretaris Daerah Batubara, Sakti Alam Siregar, SH, melantik 46 Pejabat Eselon III,  IV, Di Aula Bupati, Jumat (17/4/2020) Jalan Perintis Kemerdekaan Lima Puluh, Batubara.
LANTIK: Sekretaris Daerah Batubara, Sakti Alam Siregar, SH, melantik 46 Pejabat Eselon III, IV, Di Aula Bupati, Jumat (17/4/2020) Jalan Perintis Kemerdekaan Lima Puluh, Batubara.

BATUBARA, SUMUTPOS.CO – Bupati Batu Bara, Zahir, diwakili Sekretaris Daerah (Sekda), Sakti Alam Siregar, Jumat (17/4/2020), melakukan pelantikan 46 pejabat eselon III dan IV, di Aula Kantor Bupati Batu Bara, Jalan Perintis Kemerdekaan Lima Puluh, Kecamatan Lima Puluh, Batu Bara.

Pelantikan itu, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Batu Bara, Nomor 229/BKD/2020, Tanggal 14 April 2020, tentang pemberhentian, pengangkatan, pemindahan dan pengukuhan Pegawai Negeri Sipil dari dan dalam jabatan administrator dan pengwas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batu Bara.

Bupati dalam pidato yang dibacakan Sekdakab mengharapkan, pelantikan dapat memberikan nuansa baru agar dapat meminimalisir kejenuhan dan kebosanan pada tugas yang lama.

Dan sebagai salah satu pembinaan karir pegawai negeri sipil (PNS).

“Maknai dari sudut kepentingan organisasi, bukan sekedar penempatan figur-figur pejabat pada jenjang jabatan dan kepentingan tertentu,”katanya.

Selain itu, pejabat yang baru dilantik harus mengutamakan pembenahan dan pemantapan organisasi dalam upaya meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.

Sementara, Asisten I, Rusian Heri menyatakan, meskipun di tengah-tengah Pandemi Covid-19, pelantikan tetap berjalan. Cukup ambil syarat saja, jangan lama-lama, harap Rusian kepada Pj. BKD, Daut, yang juga ikut menghadiri dan menyaksikan pelantikan di Aula Bupati.

Selama kegiatan pelantikan, lanjut Rusian Heri, tetap mengacu kepada Protokol Kesehatan, di antaranya, sebelum masuk terlebih dahulu cuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga jarak fisik. (mag-14/han)

Pemko Tebingtinggi Bagikan 5.000 Paket Sembako

SERAHKAN: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan serahkan bantuan paket sembako gratis kepada warga terdampak wabah Covid-19. sopian/sumut pos
SERAHKAN: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan serahkan bantuan paket sembako gratis kepada warga terdampak wabah Covid-19. sopian/sumut pos
SERAHKAN: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan serahkan bantuan paket sembako gratis kepada warga terdampak wabah Covid-19. sopian/sumut pos
SERAHKAN: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan serahkan bantuan paket sembako gratis kepada warga terdampak wabah Covid-19.
sopian/sumut pos

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Pemko Tebingtinggi serentak membagikan 5.000 paket sembako gratis yang disebar di lima kecamatan se-Kota Tebingtinggi, Jumat (17/4).

Paket bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian pemerintah kota untuk membantu perekonomian warga yang terdampak pandemi Covid-19.

Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan ikut langsung mengatur warga saat menerima bantuan agar tertib dan menjaga jarak. “Kepada bapak-bapak dan ibu-ibu diharap antri sesuai garis dan jangan berdekatan. Yang punya kupon pasti dapat, jangan takut kehabisan,” imbuhnya.

Umar juga menegaskan kepada panitia agar lebih memperhatikan physical distancing terhadap warga penerima, dan jika tidak memakai masker tidak dilayani. Kepada petugas, Umar juga menginstruksikan agar mengutamakan warga lansia.

“Bisa saja di antara kita saling menularkan dan itu tidak kita ketahui, maka diharapkan kepada warga agar mematuhi aturan pengambilan sembako yang telah ditentukan,” ujarnya. Umar Zunaidi juga dengan tegas melarang warga mengambil paket sembako lebih dari satu, seperti yang terjadi pada seorang warga yang memegang tiga kupon dengan alasan milik anaknya.

“Ibu tidak boleh mengambil tiga kupon, ini bukan borongan, suruh saja anaknya datang untuk mengambil langsung,” tegas Umar kepada warga tersebut. Usai memberi pengarahan, rombongan Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan bersama Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 melanjutkan peninjauan pembagian sembako gratis di Kecamatan Bajenis.

Salah seorang warga penerima bantuan sembako gratis, Suwarman (48) warga Kelurahan Lalang, Kecamatan Rambutan mengucapkan terimakasih atas kepedulian pemerintah. Adapun sembako yang ia terima berupa beras, minyak goreng, mie instan, masker, sarung tangan dan vitamin. (ian/han)

Keluarga Besar Op Goklim Munthe, Sumbang 300 Unit APD Demi Perangi Corona

TERIMA: Pihak RS Dolok Sanggul menerima APD dari Keluarga Oppung Goklim Munthe, Kamis (16/4).
TERIMA: Pihak RS Dolok Sanggul menerima APD dari Keluarga Oppung Goklim Munthe, Kamis (16/4).
TERIMA: Pihak RS Dolok Sanggul menerima APD dari Keluarga Oppung Goklim Munthe, Kamis (16/4).
TERIMA: Pihak RS Dolok Sanggul menerima APD dari Keluarga Oppung Goklim Munthe, Kamis (16/4).

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Keluarga besar, Oppung Goklim Munthe, kembali menunjukkan kepeduliannya dalam memerangi virus corona yang semakin meluas penyebarannya di Indonesia.

Kepeduliannya kali ini ditunjukkan dengan menyumbangkan sebanyak 300 unit Alat Pelindung Diri (APD) berupa baju hazmat kepada seluruh petugas kesehatan sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid 19, terutama tenaga medis di Kabupaten Humbang Hasundutan.

Penyerahaan bantuan dilakukan langsung oleh, Reobar Munthe, salah satu anak anak dari keturunan Oppung Goklim, didampingi oleh pengurus Generasi Muda Parna, Kamis (16/4). Pemberian tersebut mulai dari RS, Puskesmas Hutapaung, Puskesmas Matiti dan Puskesmas Saitnihuta. Sebelumnya keluarga ke posko Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Kabupaten.

“Ini merupakan bentuk kepedulian keluarga kepada tim medis yang menjadi garda terdepan. Dan APD, yaitu baju Hazmat sangat diperlukan oleh tim medis saat ini,” ujarnya saat penyerahan bantuan di RS Dolok Sanggul yang diterima langsung oleh dr Lusi yang mewakili Direktur RS Dolok Sanggul, didampingi Sekretaris Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Humbahas,

Sebelumnya, keluarga ini telah menyumbangkan seribu vitamin C dan 500 hand sanitizer kepada Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Kabupaten.

Reobar mengatakan, selain rasa peduli, bantuan untuk tenaga medis ini bertujuan untuk memberikan semangat kepada tenaga medis, karena peran mereka yang sangat penting dalam upaya pencegahan penyebaran virus ini.

“Kami berharap hal ini dapat memberikan semangat kepada para tenaga medis dalam bertugas. Dengan begitu, mereka dapat bekerja dengan tulus dan ikhlas,” katanya.

dr Lisa didampingi Sekretaris Gugus Tugas Penanganan Covid 19 mengucapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada keluarga Oppung Goklim bersama Generasi Muda Parna atas bantuan tersebut. “Bantuan ini jelas menambah semangat para tenaga medis untuk menghadapi virus ini,” tutup dr Lusi. (des/ram)

Jangan Kucilkan Keluarga Pasien

Indra Simaremare
Indra Simaremare
Indra Simaremare
Indra Simaremare

Menyikapi berita yang simpang siur di tengah-tengah masyarakat dan media, juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Kabupaten Tapanuli Utara, Indra Simaremare menyampaikan klarifikasinya terkair soal pasien TS (60) dan salah satu perawat yang sempat kontak dengan TS.

Kepada wartawan, Indra menyampaikan pasien TS, Perempuan umur 60 Tahun, warga Kecamatan Sipoholon pada Rabu (8/4) berobat ke Puskesmas Situmeang Habinsaran. Kemudian, pada Jumat (10/4) tepatnya pukul 20.00 WIB berobat ke RSUD Tarutung melalui IGD dengan keluhan utama nyeri perut kanan atas.

Pada Senin, (13/4), TS menjalani foto thorax dengan hasil bronchitis dd pneumonia. Sesuai dengan hasil foto tersebut maka petugas melakukan rapid test sampai dengan 3 kali.

“Dengan hasil 2 kali reaktif (+) dan 1 kali non reaktif (-),” kata Indra, Jumat (17/4).

Kemudian, pada Rabu (15/4) sekitar pukul 01.00 WIB, TS dirujuk ke RS Pringadi Medan dan sampai sekarang masih dalam perawatan.

Mengingat pasien TS pada Rabu 8 April 2020 berobat ke Puskesmas Situmeang Habinsaran, pihaknya melakukan tracing di puskesmas Situmorang Habinsaran dan orang-orang yang pernah berinteraksi dengan yang bersangkutan.

Dan, ditemukan 1 orang petugas Puskesmas Situmeang Habinsaran dengan hasil rapid test reaktif (+).

“ Dan untuk warga yang berinteraksi erat dengan yang bersangkutan sebanyak 20 orang dilakukan juga rapid test dan hasilnya non reaktif (-),” terangnya.

Dan untuk dipahami, kata Indra, jumlah orang yang ditracing dengan rapid test di Puskesmas Situmeang sebanyak 15 orang, warga 20 orang, petugas RSU sebanyak 70 orang. Dan jumlah yang diisolasi di RSUD sebanyak 2 orang, sedangkan petugas Puskesmas Situmeang Habinsaran yang diisolasi mandiri sebanyak 34 orang, masyarakat/warga sebanyak 20 orang dan petugas RSUD sebanyak 70 orang.

Iapun juga menegaskan, perlu diketahui bersama bahwa hasil reaktif dengan rapid test belum tentu disebabkan oleh covid-19. Menurut dia, ada kemungkinan terpapar penyakit akibat virus lain yang menaikkan antibody IgG dan IgM, seperti HIV/Aids, Demam Berdarah ataupun SARS (flu burung) dan lainnya.

“ Makanya sample dan pasien kita kirim ke Medan untuk dilakukan pemeriksaan PCR (polymerase chain reaction) untuk memastikan apakah virus itu covid-19. Kita berharap sample yang kita kirim ke Medan itu semoga hasilnya negatif dan kita doakan agar pasien dapat sehat kembali,” harapnya.

Untuk itu, ia menghimbau kepada masyarakat agar tidak perlu panik dan resah namun tetap waspada.

“Jangan menghakimi dan mengucilkan saudara-saudara kita yang tertimpa musibah karena yang perlu kita jauhi adalah virusnya. Agar terhindar dari virus corona ini harus dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menjaga jarak, jangan berkerumun, dan gunakan masker. Secara khusus kepada keluarga, kami minta agar tetap tenang menyikapinya,” imbuhnya. (rel/des/ram)

Bupati Taput Serahkan 1.050 Voucher Tambahan BLT

VOUCHER: Bupati Taput, Nikson serahkan voucher BLT kepada warga di halaman Kantor Bupati, Jumat (17/4).
VOUCHER: Bupati Taput, Nikson serahkan voucher BLT kepada warga di halaman Kantor Bupati, Jumat (17/4).
VOUCHER: Bupati Taput, Nikson serahkan voucher BLT kepada warga di halaman Kantor Bupati, Jumat (17/4).
VOUCHER: Bupati Taput, Nikson serahkan voucher BLT kepada warga di halaman Kantor Bupati, Jumat (17/4).

TAPUT, SUMUTPOS.CO – Bupati Tapanuli Utara Drs Nikson Nababan M.Si bersama Kapolres Taput Horas Marasi Silaen, Dandim 0210/TU Rony Agus Widodo, Kajari Taput Tatang Darmi, Ketua DPRD Poltak Pakpahan, didampingi Asisten I Parsaoran Hutagalung menyerahkan 1050 Voucher Tambahan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Warga di 11 Kelurahan. Acara ini berlangsung di halaman Kantor Bupati, Tarutung, Jumat (17/4).

Bupati mengatakan tambahan voucher BLT ini merupakan penyempurnaan data sebelumnya dan juga akan tetap melaksanakan mendata yang layak dibantu sesuai perkembangan verifikasi di lapangan, termasuk prndataan lansia sesuai Kartu Keluarga (KK).

“Dinas Sosial bersama Camat dan Lurah sebagai pendata harus bijak membuat parameter sebagai alat ukur data yang layak menerima, sehingga memudahkan verifikasi ulang yang dilakukan TNI-Polri biar penyaluran BLT bisa lebih cepat. Tingkat error data harus ditekan seminim mungkin agar tidak menjadi pertanyaan. Yang mendapat bantuan adalah yang benar benar terdampak dari Covif-19 terutama yang kehilangan pekerjaan dan termasuk para lansia wajib dibantu sesuai KK,” ujarnya.

Bupati juga menginstruksikan agar para Camat dan Lurah mendata mahasiswa yang terdampak Covid-19 yang berada di kota tempatnya kuliah dan tidak bisa pulang kampung untuk mencegah penyebaran, terutama orangtuanya juga kurang mampu.

“Kita juga akan memberikan bantuan kapada mahasiswa mahasiswi yang berada di luar Tapanuli Utara dan juga sesuai anjuran kita untuk tidak pulang dulu, kita akan bantu uang makannya khususnya yang orang tuanya yang tidak mampu,” tambah Bupati.

Nikson juga menegaskan akan membantu masyarakat yang bukan KTP Tapanuli Utara tapi berdomisili d Taput. Hal ini diperbolehkan oleh ketentuan sesuai dengan arahan Kementerian Sosial pada saat rakor melalui video conferensi.

“Sekali lagi saya sampaikan, lakukan pendataan dengan benar, jangan sampai BLT ini tidak tetap sasaran,” akhir arahan Bupati. (rel/des/ram)