25 C
Medan
Friday, January 2, 2026
Home Blog Page 4300

Fraksi NasDem Minta Pemko Segera Realisasikan Penggratisan SPP

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Fraksi NasDem DPRD Medan meminta Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk segera merealisasikan rencana penggratisan biaya SPP bagi siswa SD dan SMP sederajat di Kota Medan, setidaknya hingga masa tanggap darurat Covid 19 di Kota Medan berakhir.

Sebagaimana juga direncanakan Gubsu Edy Rahmayadi untuk meringankan beban para orangtua siswa SMA sederajat dengan melakukan hal yang sama, Fraksi NasDem menilai hal ini sangat penting dilakukan untuk meringankan dampak sosial Covid 19 bagi para orangtua siswa di Kota Medan.

“Memberikan kompensasi berupa penggratisan SPP untuk siswa sekolah di Kota Medan sungguh merupakan langkah cerdas dan sangat bermanfaat dalam meringankan beban para orangtua siswa. Covid 19 memberikan dampak sosial yang besar bagi masyarakat saat ini, tentu Fraksi NasDem akan mendukung semua rencana Pemko Medan yang meringankan beban masyarakat,” ucap Sekretaris Fraksi NasDem DPRD Medan, T Edriansyah Rendy SH kepada Sumut Pos, Jumat (17/4).

Saat ini, kata Rendy, baru segelintir sekolah swasta tingkat SD dan SMP di Kota Medan yang telah memberikan keringanan pembayaran SPP, seperti sekolah Assyifa dan Methodist. Untuk itu, rencana penggratisan SPP yang didengungkan oleh Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution harus segera direalisasikan, agar seluruh sekolah di Medan bisa menerapkannya.

“Kami di DPRD, khususnya Fraksi NasDem siap mendukung kebijakan itu, namun tentunya tetap dengan pengawasan yang baik. Jangan nantinya kebijakan telah berjalan, tetapi masih ada pihak sekolah yang belum menggratiskan SPP,” katanya.

Selain itu, lanjut Rendy, Fraksi NasDem juga turut meminta Pemko Medan dalam hal ini Dinas Pendidikan (Disdik) untuk turut memperhatikan nasib guru honorer yang saat ini tetap mengajar para siswa di rumah melalui sistem Daring (Online).

Berdasarkan keluhan dari Forum Honorer Indonesia (FHI) Kota Medan, saat ini para guru mengeluhkan melonjaknya biaya pembelian paket internet karena harus mengajar melalui sistem Daring. Sedangkan hampir seluruh kepala sekolah tingkat SD dan SMP, baik negeri maupun swasta di Kota Medan enggan mengalokasikan dana BOS untuk memberikan subsidi biaya paket internet bagi para guru.

Padahal Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim telah memberikan izin penggunaan Dana BOS untuk mensubsidi biaya tersebut selama pandemi Covid 19 demi keberlangsungan proses belajar mengajar lewat sistem Daring. Hal itu tertuang dalam Permendikbud RI No.19 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.8 Tahun 2020 tentang petunjuk teknis bantuan operasional sekolah reguler.

“Maka apapun yang sifatnya mendukung jalannya proses belajar mengajar, termasuk melalui sistem Daring, adalah tugas pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan. Apalagi saat ini sudah ada payung hukum yang bisa dijadikan dasar penggunaan Dana BOS untuk meringankan beban para guru demi keberlangsungan proses belajar para siswa di rumah,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Rendy juga meminta Disdik Kota Medan untuk memberikan sosialisasi yang jelas kepada setiap kepala sekolah agar dapat mengalokasikan Dana BOS tersebut selama masa tanggap darurat Covid 19 masih berlangsung.

“Sudah saatnya setiap kepala sekolah merevisi RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah) nya, agar mereka tahu mana poin-poin yang bisa dialokasikan untuk keberlangsungan proses belajar mengajar dalam kondisi saat ini. Tugas Kadisdik dalam mensosialisasikan dan memberikan instruksi dalam hal ini, agar bisa segera diterapkan,” tegasnya. (map)

Gugus Tugas Covid-19 Dairi Terima Bantuan Ambulans dan APD

AMBULANCE: Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 juga Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu didampingi Ketua TP PKK Ny Romy Mariani menerima bantuan mobil ambulance, APD serta vitamin dari para donatur salahsatunya dari Presiden Direktur PT DPM, Ma Jinping. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
AMBULANCE: Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 juga Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu didampingi Ketua TP PKK Ny Romy Mariani menerima bantuan mobil ambulance, APD serta vitamin dari para donatur salahsatunya dari Presiden Direktur PT DPM, Ma Jinping. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
AMBULANCE: Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 juga Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu didampingi Ketua TP PKK Ny Romy Mariani menerima bantuan mobil ambulance, APD serta vitamin dari para donatur salahsatunya dari Presiden Direktur PT DPM, Ma Jinping. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
AMBULANCE: Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 juga Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu didampingi Ketua TP PKK Ny Romy Mariani menerima bantuan mobil ambulance, APD serta vitamin dari para donatur salahsatunya dari Presiden Direktur PT DPM, Ma Jinping. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Gugus Tugas Percepatan Penanganan corona virus diase 2019 (Covid-19) Kabupaten Dairi menerima bantuan mobil ambulance, Alat Pelindung Diri (APD) serta suplemen dari sejumlah donatur yang peduli covid-19. Bantuan diterima Ketua Gugus Tugas Covid-19 yaitu Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu di Pendopo Bupati, Kamis (16/4).

Kelompok Kerja (Pokja) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Dairi, Dekman Sitopu melaporkan, Gugus Tugas telah menerima bantuan dari sejumlah instansi, pihak swasta dan kelompok masyarakat. Saat ini, Gugus Tugas menerima bantuan mobil ambulance dari PT Dairi Prima Mineral (PT DPM).

Selain ambulance, perusahaan tersebut juga memberikan bantuan APD. Gugus Tugas juga menerima bantuan APD, uang dan vitamin dari sejumlah donatur seperti PT Bank Sumut, PT Toba Pulp Lestari, Bunda Tzu Chi, alumni SD Santo Yosef dan SMP Santo Paulus Sidikalang, Dairi Saroha, Dinas Pendidikan Dairi serta sejumlah perusahaan lainya.

Melalui seorang penerjemah, Presiden Direktur PT DPM, Ma Jinping mengatakan, bantuan yang diberikan untuk membantu pemerintah menanggulangi pandemi covid-19. Ma Jinping berharap semoga wabah covid-19 bisa segera beralhir sehingga masyarakat bisa beraktivitas kembali seperti sediakala.

Sementara itu, Kepala Cabang PT Bank Sumut Sidikalang, Efendi Karo-Karo memgatakan, bantuan APD yang diserahkan merupakan bantuan dari Direksi PT Bank Sumut Medan. Efendi mengatakan, sebenarnya Bank Sumut ingin secepatnya memberikan bantuan tetapi ketersedian APD sangat terbatas. “Dairi merupakan yang pertama mendapatkan bantuan APD dari Bank Sumut,” ujarnya.

Bupati Eddy Keleng Ate Berutu mengapresiasi semua pihak yang menyerahkan bantuan kepada Gugus Tugas Covid-19. Hal ini menunjukkan kebersamaan dalam menghadapi pandemi Corona.

“Pandemi corona bukan hanya masalah pemerintah, tetapi masalah kita bersama. Yang paling utama kita lakukan pencegahan. Sebab hingga kini belum ada obat atau vaksin mengobati corona. Bantuan ini sangat bermamfaat bagi masyarakat dan petugas kesehatan,” ungkapnya.

Bupati menjelaskan, barang pemberian ini jangan dilihat dari harganya, tetapi barang atau APD ini tidak ada dijual di pasaran sementara sangat dibutuhkan. Bupati mengajak semua pihak bersatu melawan corona.

“Mari kita tunjukkan persahabatan kita. Tinggalkan perbedaan. Dukungan semua pihak seperti ini tidak ternilai. Saya instruksikan Pokja Gugus Tugas agar menggunakan bantuan dengan baik. Bantuan ini akan diawasi inspektorat supaya dipergunakan sesuai peruntukanya,” tandasnya. (rud/ram)

Mobil Innova Seruduk Truk Kontainer di Jalinsum Tanjungmorawa

OLAH TKP: Petugas Satlantas Polres Deliserdang melakukan olah TKP di lokasi kejadian pengemudi Toyota Kijang Innova seruduk 2 truk di Jalinsum Dusun II, Desa Pardamean, Kecamatan Tanjungmorawa, Jumat (17/4). batara/ SUMUT POS
OLAH TKP: Petugas Satlantas Polres Deliserdang melakukan olah TKP di lokasi kejadian pengemudi Toyota Kijang Innova seruduk 2 truk di Jalinsum Dusun II, Desa Pardamean, Kecamatan Tanjungmorawa, Jumat (17/4). batara/ SUMUT POS
OLAH TKP: Petugas Satlantas Polres Deliserdang melakukan olah TKP di lokasi kejadian pengemudi Toyota Kijang Innova seruduk 2 truk di Jalinsum Dusun II, Desa Pardamean, Kecamatan Tanjungmorawa, Jumat (17/4). batara/ SUMUT POS
OLAH TKP: Petugas Satlantas Polres Deliserdang melakukan olah TKP di lokasi kejadian pengemudi Toyota Kijang Innova seruduk 2 truk di Jalinsum Dusun II, Desa Pardamean, Kecamatan Tanjungmorawa, Jumat (17/4). batara/ SUMUT POS

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Kecelakaan beruntun terjadi di Jalinsum Dusun II, Desa Perdamean, Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang, Jumat (17/4) sekira pukul 13.30 WIB. Pengemudi Toyota Innova BK 1211 MR menabrak truk kontainer BK 9616 XB. Meski tak ada korban jiwa, kecelakaan tersebut sempat membuat kemacetan.

Informasi dihimpun, sebelumnya Toyota Innova yang dikemudikan Sri Karina boru Bangun (26) warga Perumahan Rorinata, Desa Bandar Labuhan, Kecamatan Tanjungmorawa melaju dari arah Medan menuju Lubukpakam. Tiba di lokasi, Sri Karina hendak mendahului mobil yang ada di depannya.

Namun karena jalanan licin, Sri Karina mengambil jalur kandan hingga menabrak truk kontainer tanpa muatan yang dikemudikan Pujian (39) warga Medan Labuhan yang melaju dari arah Lubukpakam menuju Medan.

Usai menabrak truk kontainr, Sri Karina juga menabrak truk tangki yang parkir di pinggir jalan.

Suara dentuman keras terdengar pada saat kejadian laka lantas itu. Tanpa dikomandoi, warga sekitar berkerumun di sekitar lokasi kejadian dan arus lalu lintas sempat macet.

Sri Karina boru Bangun yang mengalami luka memar pada bagian dada, dilarikan warga ke Rumah Sakit Grand Medistra, di Lubukpakam.

Tak lama setelah kejadian, Sat Lantas Polresta Deliserdang turun kelokasi kejadian melakukan olah tempat kejadian perkara untu melakukan penyelidikan. Mobil korban yang ringsek berat diderek ke komando.

Kanit Turjawali Sat Lantas Polresta Deliserdang, Iptu Rasidin SH membenarkan kecelakaan beruntun tersebut. Menurut perwira berpangkat dua balok emas dipundak itu, pihaknya masih melakukan penyelidikan. “Tidak ada korban jiwa, pengemudi toyota kijang Innova mengalami luka memar pada bagian dada,” sebutnya. (btr/han)

Pajero Sport Terjun ke Sungai Mencirim

DITEMUKAN: Petugas Bhabinkamtibmas melihat mobil Pajero Sport saat ditemukan di aliran Sungai Mencirim.
DITEMUKAN: Petugas Bhabinkamtibmas melihat mobil Pajero Sport saat ditemukan di aliran Sungai Mencirim.
DITEMUKAN: Petugas Bhabinkamtibmas  melihat mobil Pajero Sport saat ditemukan di aliran Sungai Mencirim.
DITEMUKAN: Petugas Bhabinkamtibmas melihat mobil Pajero Sport saat ditemukan di aliran Sungai Mencirim.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Masyarakat di Kelurahan Tanah Seribu, Binjai Selatan dan Sei Bingai, Langkat dihebohkan dengan sebuah mobil Mitsubishi Pajero putih BK 1305 DS berada di aliran Sungai Mencirim, Jumat (17/4) pukul 07.00 WIB.

Belum diketahui persis bagaimana mobil tersebut terjun dari Jalan Namuterasi-Binjai, Desa Emplasemen Kwala Mencirim, Sei Bingai, ke bawah sungai persisnya Titi Payung.

Namun masyarakat sekitar menduga, mobil masuk ke sungai pada subuh, sekitar pukul 04.30 WIB.

“Informasinya di dalam mobil itu ada 7 orang, termasuk sopir. 3 orang perempuan, 4 orang laki-laki di dalam mobil,” ujar warga sekitar.

Sementara itu, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Binjai, AKP Hendri Nupia Dinka Barus sempat mengaku belum mendapat kabar adanya mobil terjun ke sungai.

Namun tak berselang lama, mantan Kasat Lantas Polres Mandailing Natal ini menghubungi kembali. “Anggota sudah di TKP, dalam proses masih evakuasi,” kata dia dari seberang telepon pukul 11.44 WIB.

Dia menilai, kejadiannya belum lama terjadi. Artinya, dia menepis kejadian ini terjadi pada waktu subuh.

Namun anehnya, 7 orang yang di dalam mobil mewah tersebut sudah tidak ada lagi di lokasi kejadian. Disinggung informasi ini, Kasat mengamini.

“Itukan Laka tunggal kalau enggak salah. Nanti kita lihat dulu, apa ada penumpangnya. Kalau ada penumpang, pasti ada sopir. Nanti kita cari tahu dulu keterangannya. Mobil kita amankan,” tukasnya.

Tepat pukul 15.00 WIB, proses evakuasi baru dilakukan. Mobil mewah yang belum diketahui pemiliknya ini tengah diangkat dari aliran sungai untuk dibawa ke Unit Laka Polres Binjai. (ted/han)

2 Jasad Warga yang Hanyut Ditemukan

EVAKUASI: Tim SAR dan Polsek mengevakuasi jasad korban hanyut di sungai. batara/ SUMUT POS
EVAKUASI: Tim SAR dan Polsek mengevakuasi jasad korban hanyut di sungai. batara/ SUMUT POS
EVAKUASI: Tim SAR dan Polsek mengevakuasi jasad korban hanyut di sungai. batara/ SUMUT POS
EVAKUASI: Tim SAR dan Polsek mengevakuasi jasad korban hanyut di sungai. batara/ SUMUT POS

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Pencarian tim gabungan SAR Polresta Deliserdang, Basarnas Sumut, TNI, Satpol Airud dan Relawan terhadap 2 warga yang hanyut di aliran sungai Serdang, Desa Serdang, Kecamatan Beringin, berakhir sudah, Jumat (17/4)

Jasad Mubin Saragih (22), ditemukan warga Desa Serdang Kecamatan Beringin, Kamis (16/4) sekira pukul 22.30 WIB, tersangkut di batang kayu dengan posisi miring yang berjarak sekira 15 meter dari lokasi korban tenggelam. Oleh warga, temuan itu dilaporkan ke Polsek Beringin.

Selanjutnya, tim mengevakuasi jasad korban dan diserahkan kepada keluarga untuk disemayamkan di rumah duka, Dusun X Desa Serdang, Kecamatan Beringin.

Setelah jasad Mubin Saragih ditemukan, aksi pencarian yang dilakukan tim gabungan juga berhasil menemukan jenazah M Arbi (14), warga Desa Bangun Sari, Kecamatan Tanjungmorawa yang hanyut pada Rabu (15/4), di aliran Sungai Belumai, Desa Bandar Labuhan, Kecamatan Tanjungmorawa.

Jasad korban ditemukan Karoppol Limbong (22), warga Dusun 3 Desa Serdang, Kecamatan Beringin, Jumat (17/4) sekira pukul 07.00 WIB. Saat ditemukan, jasad korban mengambang di antara sampah potongan potongan kayu dan bambu di sungai yang berada di bawah jembatan rel kereta api.

Temuan itupun dilaporkan ke Polsek terdekat hingga dilakukan evakuasi. Selanjutnya, jenazah korban diserahkan kepada Sutrisno (45), orangtua korban yang tinggal di Desa Bangun Sari, Dusun 3, Kecamatan Tanjungmorawa untuk dikebumikan.

Kapolresta Deliserdang, Kombes Pol Yemi Mandagi SIK melalui Kasubbag Humas, Iptu Masfan Naibaho SH menjelaskan, jika kedua pria korban hanyut sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. “Kedua jasad korban hanyut sudah diserahkan kepada keluarganya untuk dikebumikan”, kata Masfan.(btr/han)

Kapolres Langkat Ingatkan Kades dan Lurah, Jangan Manfaatkan Situasi Covid-19 Meraup Keuntungan

SAMBUTAN: Ketua Covid-19 Langkat bidang humas memberikan sambutan dan arahan dalam kegiatan sosialisasi protokol kesehatan di gedung Petrolia Bukit Kunci Pangkalansusu. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS
SAMBUTAN: Ketua Covid-19 Langkat bidang humas memberikan sambutan dan arahan dalam kegiatan sosialisasi protokol kesehatan di gedung Petrolia Bukit Kunci Pangkalansusu. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS
SAMBUTAN: Ketua Covid-19 Langkat bidang humas memberikan sambutan dan arahan dalam kegiatan sosialisasi protokol kesehatan di gedung Petrolia Bukit Kunci Pangkalansusu. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS
SAMBUTAN: Ketua Covid-19 Langkat bidang humas memberikan sambutan dan arahan dalam kegiatan sosialisasi protokol kesehatan di gedung Petrolia Bukit Kunci Pangkalansusu. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Kapolres Langkat, AKBP Edi Suranta mengingatkan agar para kepala desa (Kades) berhati-hati dalam menggunakan Dana Desa maupun ADD dalam penanganan wabah Covid-19.

Hal itu disampaikan Kapolres Langkat di sela-sela sosialisasi protokol kesehatan dan pendataan warga penerima bantuan terdampak virus Corona kepada para Kades dan Lurah di Kecamatan Pangkalansusu, Gedung Bukit Kunci Pangkalansusu, Langkat, baru-baru ini.

AKBP Edi Suranta juga menekankan, agar para Kades dan Lurah untuk senantiasa jujur, mengikuti aturan, tepat sasaran agar tidak terkena dosa berlapis, yakni hukum pidana dan agama.

“Lakukanlah penanganan dengan bersinergi sesuai protokoler kesehatan,”pungkasnya.

Sosialiasi protokol kesehatan ini dipimpin Wakil Ketua II Satgas Covid-19 Langkat, AKBP Edi Surianta SIK didampingi Ketua Bidang Humas Satgas Covid 19 H.Syahmadi selaku Kadis Kominfo Langkat, Kadis Sosial Hj.Rina Wahyuni Marpaung, ketua MUI Buya Mahfudz beserta para anggota Satgas lainnya.

Edi Surianta juga menegaskan, dan mewanti-wanti para Kades dan Lurah agar jangan memanfaatkan kondisi ini sebagai celah untuk meraup keuntungan pribadi, serta mengimbau agar pemerintah desa dan jajaran melakukan pengawasan dan pendataan terhadap OTG, ODP maupun PDP yang ada di masing-masing desa. Dan selalu berkoordinasi secara berjenjang, serta menguatkan koordinasi ke puskemas setempat.

Kapolres Langkat juga berpesan, agar semua pihak untuk tetap menjalin koordinasi dengan seluruh lapisan pemerintah mulai dari gugus tugas kabupaten, posko kecamatan, desa sampai para Kadus dan Kepling, untuk dapat berperan aktif mengimbau serta bekerjasama untuk mengamankan Langkat.

Pada kesempatan itu, Kadis Sosial Langkat meminta Kades dan Lurah agar mendata warganya dengan benar sehingga penerima bantuan benar-benar warga tak mampu yang perekonomiannya terdampak pada wabah virus Corona.

Sementara itu, Kadis Kominfo mengimbau Kades dan Lurah serta jajaran, untuk bisa membantu menyampaikan imbauan serta pengajaran kepada masyarakat tentang upaya pencegahan, sesuai protokoler kesehatan. (yas/han)

Jika Haji 2020 Batal, Uang Bisa Kembali

JAMAAH HAJI: Calon jamaah haji asal Kota Medan saat tiba di Asrama Haji Medan, Jalan AH Nasution Medan.
JAMAAH HAJI: Calon jamaah haji asal Kota Medan saat tiba di Asrama Haji Medan, Jalan AH Nasution Medan.
JAMAAH HAJI: Calon jamaah haji asal Kota Medan saat tiba di Asrama Haji Medan, Jalan AH Nasution Medan.
JAMAAH HAJI: Calon jamaah haji asal Kota Medan saat tiba di Asrama Haji Medan, Jalan AH Nasution Medan.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Hingga kini, Kementerian Agama RI masih menunggu keputusan Pemerintah Arab Saudi terkait pelaksanaan ibadah haji 1441 Hijriah/2020 Masehi. Meski demikian, Direktorat Jenderal (Ditjen) Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) telah menyiapkan skema apabila ibadah haji tahun ini dibatalkan karena wabah virus Corona.

Dirjen PHU Kemenag, Nizar Ali mengatakan, jamaah bisa menarik kembali uang setoran lunas apabila haji tahun ini dibatalkan, Mereka yang menarik kembali uangnya, masih terdaftar sebagai jamaah berhak lunas pada tahun depan. Skema tersebut berdasarkan rapat kerja Kemenag bersama Komisi VIII DPR pada Rabu (15/4) lalu.

“Terhadap jamaah yang menarik kembali setoran lunasnya, yang bersangkutan akan menjadi jamaah berhak lunas pada tahun berikutnya,” ujar Nizar mengutip simpulan dari rapat kerja bersama Komisi VIII DPR dalam keterangan tertulisnya, Jumat (17/4).

Nizar mengatakan, uang setoran lunas itu bisa diambil oleh jamaah haji reguler dan jamaah haji khusus. Hingga Kamis (16/4), sudah 79,31 persen jamaah haji reguler dan 69,13 persen jamaah haji khusus yang melunasi biaya perjalanan ibadah haji (Bipih).

Nizar menegaskan, dana yang bisa diambil kembali oleh jamaah hanya setoran lunas, bukan setoran awal. Dana setoran awal bisa diambil apabila jamaah ingin membatalkan pelaksanaan ibadah hajinya.

Bagi jamaah haji reguler, ada dua cara yang disiapkan Kemenag untuk mengambil kembali uang setoran tunai, yakni datang ke Kantor Kemenag di kabupaten/kota untuk mengajukan pengambilan dana. Setelah jamaah mengajukan, Kantor Kemenag kabupaten/kota akan menginput data tersebut ke sistem informasi dan komputerisasi haji (Siskohat), data yang sudah diinput akan diverifikasi dan disetujui oleh Subdit Pendaftaran. Setelah itu, Dirjen PHU memberikan data jamaah yang ingin menarik dana setoran lunas ke Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Setelah menerima data, BPKH mentransfer dana setoran lunas ke rekening jemaah.

“Status di Siskohat bagi jamaah yang mengajukan pengembalian menjadi belum lunas. Tahun depan, harus kembali melunasi setelah Bipih ditetapkan,” ucapnya.

“Bagi jamaah yang tidak menarik biaya pelunasannya, tercatat di Siskohat sebagai jamaah lunas tunda. Tahun depan, jika Bipihnya sama, tidak perlu lagi membayar pelunasan. Jika Bipih tahun depan lebih besar, jemaah hanya bayar selisihnya,” ucapnya.

Cara kedua yakni Ditjen PHU akan mengembalikan dana setor tunai semua jamaah, baik mereka yang mengajukan atau tidak. Ditjen PHU akan mengajukan pengembalian dana setoran tunai ke BPKH dan nantinya status jamaah yang tahun ini sudah lunas semuanya menjadi belum lunas.

Lebih lanjut, Nizar menjelaskan, untuk jamaah haji khusus yang ingin menarik kembali dan setoran lunasnya, dapat membuat surat ke penyelenggaraan ibadah haji khusus (PIHK) dengan menyertakan nomor rekening. Surat tersebut kemudian diserahkan Kemenag ke BPKH dan dana setoran tunai akan ditransfer ke rekening jamaah. “BPKH kemudian yang mentransfer ke rekening jemaah,” kata Nizar.(dtc)

Arab Saudi Tiadakan Salat Tarawih di Masjid

Menjelang Bulan Suci Ramadan 1441 Hijriah, Kementerian Urusan Dakwah dan Islam Arab Saudi mengumumkan, salat tarawih hanya akan dilakukan di rumah, bukan di masjid.

“Penangguhan salat wajib lima waktu di masjid menjadi di rumah lebih penting daripada salat tarawih. Kita meminta Allah SWT menerima salat tarawih di tempat yang lebih baik untuk kesehatan. Selain menerima ibadah, kita juga meminta Allah SWT melindungi semuanya dari virus Corona yang menyerang seluruh dunia,” kata Menteri Urusan Islam Arab Saudi Dr Abdul Latif Al Sheikh, dikutip dari Gulf News yang mengambil dari Al Riyadh.

Aturan salat tarawih di rumah berlaku untuk seluruh masjid di Arab Saudi, termasuk Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Penerapan salat di rumah senada dengan saran dan intruksi dari Kementerian Kesehatan Saudi, untuk berhati-hati dan menjaga jarak selama pandemi virus Corona.

Selain salat tarawih di rumah, Saudi juga menginstruksikan jumlah orang yang bisa ikut salat jenazah. Salat hanya bisa dilakukan 5-6 orang dari keluarga dekat jenazah. Hal ini untuk mencegah terlalu banyak orang berkumpul saat pemakaman, yang meningkatkan risiko tertular Covid-19. “Aturan ini seiring dengan pelarangan berkumpul selama pandemi virus corona. Hanya 5-6 orang yang bisa ikut sholat jenazah, sisanya bisa sholat sendiri di rumah,” kata Al Sheikh.

Selain pelarangan salat tarawih di masjid, Saudi juga mengubah aturan jam malam yang awalnya dimulai pada pukul 19.00 atau 7 malam. Seluruh masyarakat wajib berada di rumah 24 jam kecuali untuk urusan yang benar-benar penting. Masyarakat yang melanggar aturan dikenai hukuman denda atau penjara.

Kementerian Dalam Negeri Saudi hanya membolehkan petugas kesehatan, keamanan, atau bidang lain terkait penanganan virus Corona berada di jalanan. Selebihnya mengalami lockdown dengan terus berada di rumah untuk mencegah infeksi virus Corona.

Virus corona dan dampaknya pada kehidupan manusia dipastikan mengubah wajah Ramadan 2020. Perubahan diharapkan tidak memadamkan semangat para muslim melakukan ibadah semaksimal mungkin berharap perlindungan menghadapi virus corona atau Covid-19. (dtc)

Warga Sumut Bakal Terima Bansos Rp600 Ribu per Bulan selama April-Juni

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kabar gembira bagi masyarakat Sumatera Utara (Sumut). Pemerintah segera mengguyur bantuan sebesar Rp600 ribu per bulan untuk setiap kepala keluarga (KK), sebagai stimulus ekonomi dampak pandemi Covid-19.

Demikian terungkap dalam teleconference Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, bupati/wali kota, kepala Dinas Sosial kabupaten/kota se Sumut dan Aceh dengan Menteri Sosial Juliari P Batubara di Rumah Dinas Gubernur Sumut Jalan Sudirman Medan, Kamis (16/4) malam.

Mensos mengungkapkan, bansos bagi warga miskin terdampak pandemi Covid-19 tersebut akan disalurkan selama 3 bulan, yakni April hingga Juni.

Sementara untuk Aceh, akan memeroleh Rp275.000 per bulan, dengan aturan main yang sama.

Mensos menerangkan, untuk data penerima program ini, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah provinsi untuk menentukan siapa saja yang dianggap berhak menerima bansos tunai tersebut. “Kami memberikan keleluasaan pada daerah, siapa yang memang dianggap berhak sebagai penerima bansos tunai. Kami berikan fleksibilitas pada daerah untuk menentukan siapa yang menerima. Karena daerah lebih tahu dengan daerahnya masing-masing,” katanya.

Terkait mekanisme pelaksanaan bansos tunai dari Kemensos RI, Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebagai acuan sasaran penerima program bansos tunai disiapkan Pusdatin Kemensos RI. Alokasi awal Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos tunai per kabupaten/kota dilakukan oleh Kemensos RI.

Kemudian kabupaten/kota melakukan usulan calon KPM bansos tunai kepada Kemensos RI melalui persetujuan bupati/wali kota dan diketahui gubernur melalui aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial – Next Generatin (SIKS-NG) dan KPM ini ditetapkan Kemensos RI. “Proses penyaluran bansos tunai dilakukan oleh PT POS dan HIMBARA dengan dukungan pemda,” katanya.

Gubsu Edy Rahmayadi berharap, bansos tersebut dapat segara disalurkan kepada warga Sumut. Apalagi saat ini warga Sumut sangat membutuhkannya, terutama masyarakat miskin yang terdampak wabah Covid-19.

Wakil Ketua Komisi E DPRD Sumut, Hendra Cipta mengingatkan, sebelum distribusi bansos tersebut dijalankan pihak Dinsos Sumut benar-benar mendata dengan baik semua warga sebagai penerima manfaat dari program ini.

“Kami ingatkan jangan sampai tumpang tindih. Jangan pula warga yang ekonominya lebih baik justru yang lebih banyak menerima bansos tersebut. Sebab bansos ini diprioritaskan kepada warga miskin terdampak wabah Covid-19,” tegasnya.

Melalui kewenangan yang dimiliki, pihaknya juga siap mengawal pendistribusian bansos ini sehingga tepat sasaran. “Tentu kami di legislatif Sumut akan mengawal program ini sehingga berjalan efektif di lapangan. Apalagi anggaran yang digelontorkan juga berasal dari uang rakyat,” kata politisi PAN tersebut.

Kepada Gubsu, Hendra tak lupa mengingatkan untuk meningkatkan koordinasi dengan seluruh kepala daerah di Sumut agar pemberian bantuan tidak tumpang tindih dan menghindari konflik sosial baru.

“Gubsu harus mengikuti seluruh prosedural yang telah ditetapkan pemerintah pusat. Selalu berkoordinasi dengan seluruh bupati dan wali kota. Jangan sampai kita dengar ada riak-riak saat pembagian dikarenakan ada warga miskin justru tidak mendapat bansos ini. Selain bantuan dari pusat, pemprov juga jalankan stimulus serupa sehingga masyarakat terbantu kebutuhan pangannya di tengah pandemi ini. Apalagi ini mau dekat bulan suci Ramadan dan Idul Fitri,” pungkasnya.

Bulog Sumut Salurkan 500 Ton Beras per Bulan

BERAS: Pekerja tengah sibuk menyusun beras di gudang GBB Pulo Brayan. Bulog Medan memastikan akan selesai mendistribusikan beras bantuan Pemko Medan ke 21 kecamatan pada Sabtu (18/4).
BERAS: Pekerja tengah sibuk menyusun beras di gudang GBB Pulo Brayan. Bulog Medan memastikan akan selesai mendistribusikan beras bantuan Pemko Medan ke 21 kecamatan pada Sabtu (18/4).
BERAS: Pekerja tengah sibuk menyusun beras di gudang GBB Pulo Brayan. Bulog Medan memastikan akan selesai mendistribusikan beras bantuan Pemko Medan ke 21 kecamatan pada Sabtu (18/4).
BERAS: Pekerja tengah sibuk menyusun beras di gudang GBB Pulo Brayan. Bulog Medan memastikan akan selesai mendistribusikan beras bantuan Pemko Medan ke 21 kecamatan pada Sabtu (18/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Di tengah wabah Covid-19 ini, Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Wilayah Sumatera Utara siapkan mendistribusikan bantuan kepada masyarakat terdampak Corona dengan total bantuan mencapai 300 hingga 500 ton beras per bulan.

Hal itu, diungkapkan Humas Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Sumut, Karni Lubis saat dikonfirmasi Sumut Pos melalui pesan Whatsapp, Jumat (17/4) siang. Ia mengungkapkan, pihaknya menjamin pasokan beras aman. Beras tersebut, merupakan bantuan dari pemerintah kabupaten/kota di Sumut.

Karni mengatakan, pihak Bulog Sumut baru memproses atau sudah menyalurkan bantuan beras ukuran 5 kilogram per Kepala Keluarga (KK) dari Pemko Medan dan Pemkab Deliserdang. “Sampai kemarin yang sudah pasti jalan Medan dan Deliserdang. Kemudian, proses nego ada 12 kabupaten/kota lagi. Dan kemungkinan masih ada yang menyusul,” tuturnya.

Karni mengungkapkan, dari hasil negosiasi tersebut, antara Bulog Sumut dan Pemkab/Pemko itu, diperkirakan pada pekan depan penyaluran atau pendistribusian beras akan dilaksanakan. “Sebenarnya sudah hampir 2/3 jumlah kabupaten/kota se-Sumut yang mengajukan. Tapi saat ini, masih proses nego dan konsultasi antara pihak pemkab/pemko tersebut dengan pihak Bulog. Kemungkinan minggu depan sudah mulai ada action (pendistribusian) untuk penyaluran beras bantuan tersebut,” bebernya.

Karni mengungkapkan, dari kerjasama antara Pemkab/Pemko dalam penyaluran bantuan tersebut, bantuan beras yang terbesar disalurkan ke Kota Medan, Kota Binjai, Kota Tebingtinggi, dan Kabupaten Serdangbedagai.”Bantuan tersebut sekitar 700 sampai dengan 1.200 ton,” kata Karni.

Karni menambahkan, kebutuhan beras saat pandemi Covid-19 ini akan meningkat dengan penyaluran bantuan tersebut. Dengan kondisi itu, Bulog Sumut sudah menyiapkan tambahan pasokan dari Bulog dari luar Sumut. “Insya Allah untuk persediaan stok kita mencukupi. Karena dalam masa penyaluran tersebut. Stok/persediaan Kita juga akan dikirim dari Bulog wilayah lain dari Sumut. Informasi dari teman-teman, sekitar 300 ton sampai 500 ton per bulan (beras disalurkan untuk bantuan tersebut),” pungkas Karni.(prn/gus)