25 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 43

Curah Hujan Capai 3.500 Mm per Tahun, Pemkab Karo Gandeng Cendekiawan Bahas Mitigasi Bencana

MITIGASI: Pemkab Karo dan Cendikiawan menggelar diskusi untuk mengatasi bencana
MITIGASI: Pemkab Karo dan Cendikiawan menggelar diskusi untuk mengatasi bencana

KARO, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Karo menggelar diskusi strategis bersama Cendekiawan Karo Indonesia dan Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) guna merumuskan langkah mitigasi bencana serta arah kebijakan pembangunan daerah.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Bupati Karo Antonius Ginting, dan dihadiri Wakil Bupati Komando Tarigan, Sekretaris Daerah Gelora Kurnia Putra Ginting, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait.

Dalam pemaparan terungkap bahwa curah hujan di wilayah Kabupaten Karo tergolong sangat tinggi, yakni mencapai 3.000–3.500 mm per tahun. Kondisi ini dinilai berpotensi meningkatkan risiko bencana seperti banjir dan longsor, terlebih dengan adanya perubahan iklim, tata guna lahan yang belum optimal, serta karakter topografi wilayah yang berbukit.

Sejumlah rekomendasi strategis mengemuka dalam diskusi tersebut. Di antaranya program reboisasi dan penghijauan kawasan hulu, penataan ulang permukiman dan lahan pertanian, penguatan sistem irigasi dan teknologi pertanian, hingga pembangunan shelter bencana multifungsi di titik-titik rawan.

Tak hanya itu, peserta diskusi juga mendorong penyediaan sistem peringatan dini (early warning system) guna meminimalisasi dampak korban saat terjadi bencana.

Kesiapsiagaan terhadap potensi gempa bumi turut menjadi perhatian serius. Penguatan standar bangunan tahan gempa, pemanfaatan peta kawasan rawan bencana, serta keterlibatan tenaga ahli dalam proses perizinan bangunan gedung dinilai penting untuk menekan risiko kerusakan dan korban jiwa.

Selain isu kebencanaan, forum ini juga menekankan pentingnya kebijakan pembangunan yang tepat sasaran untuk mendorong iklim investasi. Di tengah keterbatasan kapasitas fiskal daerah, investasi dinilai menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Kabupaten Karo.

Menutup kegiatan, Bupati Antonius Ginting menyampaikan apresiasi atas kontribusi pemikiran para cendekiawan dan TP2D. Ia mendorong seluruh perangkat daerah memperkuat komunikasi dan kolaborasi dengan masyarakat, dunia usaha, akademisi, hingga diaspora Karo.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan kebijakan pembangunan yang efektif, inovatif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan daerah menghadapi ancaman bencana di masa mendatang. (deo/ila)

YBM dan PLN UID Sumatera Utara Salurkan Bantuan Pangan bagi Warga Terdampak Banjir di Tapteng

Foto bersama relawan PLN Peduli bersama warga terdampak bencana.
Foto bersama relawan PLN Peduli bersama warga terdampak bencana.

TAPTENG— PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN dan program PLN Peduli bergerak cepat menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah pada Minggu (16/2/2026).

YBM PLN UID Sumut sebelumnya juga telah merealisasikan pembangunan 6 unit sumur bor air bersih lengkap dengan sarana dan prasarana pendukung di enam titik lokasi terdampak. Bantuan tersebut disalurkan sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas insan PLN kepada warga yang terdampak bencana hidrometeorologi, bertepatan dengan momentum awal Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah.

Banjir akibat intensitas curah hujan tinggi tersebut menyebabkan sejumlah desa terdampak, rumah warga terendam, serta aktivitas masyarakat terganggu.

Di masa tanggap darurat ini, kebutuhan pangan menjadi prioritas utama bagi warga yang tengah berupaya memulihkan kondisi tempat tinggal dan perekonomian keluarga.

Melalui YBM PLN, bantuan bahan pangan pokok yang disalurkan meliputi beras, minyak goreng, gula, mi instan, dan kebutuhan pokok lainnya. Bantuan ini merupakan amanah dari zakat, infak, dan sedekah pegawai PLN yang dihimpun dan dikelola secara transparan melalui YBM.

Ketua YBM PLN UP3 Sibolga Irwan Rais, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud nyata empati keluarga besar PLN terhadap masyarakat terdampak.

“Bantuan ini adalah amanah dari zakat, infak, dan sedekah pegawai PLN yang kami salurkan kepada masyarakat yang sedang menghadapi musibah. Kami berharap bantuan bahan pangan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak, khususnya di awal Ramadhan,” ujar Irwan.

Selain melalui YBM, PLN UID Sumatera Utara juga menyalurkan bantuan melalui program PLN Peduli. Secara khusus, PLN UP3 Sibolga menyerahkan 100 paket sembako siap saji kepada warga terdampak banjir di wilayah Tapanuli Tengah. Paket tersebut disiapkan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan konsumsi harian secara cepat dan praktis di tengah keterbatasan akses dan kondisi darurat.

General Manager PLN UID Sumatera Utara, Mundhakir, menegaskan bahwa kehadiran PLN di tengah masyarakat tidak hanya sebatas memastikan keandalan pasokan listrik, tetapi juga turut mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan saat terjadi bencana.

“PLN hadir tidak hanya melalui layanan kelistrikan yang andal, tetapi juga melalui kepedulian sosial. Sinergi YBM dan PLN Peduli ini merupakan wujud komitmen kami untuk berbagi dan membantu masyarakat yang sedang menghadapi ujian. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga serta mendukung percepatan pemulihan kondisi di lapangan,” ujar Mundhakir.

Penyaluran bantuan dilakukan secara terkoordinasi dengan perangkat desa dan relawan setempat guna memastikan distribusi tepat sasaran dan menjangkau warga yang paling membutuhkan.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya bersama mempercepat pemulihan sosial masyarakat pascabencana.

Sebagai perusahaan yang mendukung pembangunan berkelanjutan dan transisi energi, PLN berkomitmen untuk terus menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Melalui YBM PLN dan PLN Peduli, insan PLN UID Sumatera Utara akan terus berkontribusi dalam aksi sosial kemanusiaan yang selaras dengan nilai empati, gotong royong, dan keberlanjutan. (ila)

Ramadhan Fair XX & Harmoni Imlek 2026 Siap Digelar, Zakiyuddin Harahap Tekankan Dampak Ekonomi dan Penguatan Toleransi

RAPAT: Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap pimpin rapat persiapan.
RAPAT: Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap pimpin rapat persiapan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota Medan mematangkan persiapan dua agenda besar awal tahun, yakni Ramadhan Fair ke-XX dan Harmoni Imlek 2026.

Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap, menegaskan kedua perhelatan tersebut tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi harus memberi dampak ekonomi, sosial, dan budaya yang nyata bagi masyarakat.

Penegasan itu disampaikan Zakiyuddin saat memimpin rapat persiapan di Balai Kota, Kamis (19/2/2026). Rapat membahas secara teknis pelaksanaan Ramadhan Fair XX yang akan digelar mulai 25 Februari hingga 16 Maret 2026 di Taman Sri Deli, serta Harmoni Imlek 2026 yang berlangsung pada 21 Februari 2026 di kawasan Kesawan, tepatnya di depan kantor Lonsum.

Zakiyuddin meminta Ramadhan Fair tahun ini dikemas lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, baik dari sisi konsep, kenyamanan pengunjung, hingga kualitas tenant.

“Jangan sampai minat masyarakat menurun karena tarif parkir mahal atau harga makanan tidak terjangkau. Ini harus diatur dengan baik agar masyarakat nyaman berkunjung,” tegasnya.

Ia juga menekankan seleksi tenant dilakukan secara ketat dengan mengutamakan kualitas rasa dan kelayakan produk. Menurutnya, kuliner yang enak dan layak jual akan menjadi magnet utama peningkatan kunjungan.

Ramadhan Fair XX nantinya menghadirkan stand bazar kuliner UMKM serta bazar kriya dari 21 kecamatan se-Kota Medan. Stand kriya tersebut akan memperebutkan Piala Ketua Dekranasda Kota Medan.

Selain bazar, rangkaian kegiatan religius turut memeriahkan acara, seperti peringatan Nuzulul Qur’an dengan penceramah kondang, tausiah Ramadan, buka puasa bersama anak yatim dan dhuafa, kompetisi Pildacil, Tahfidz Surat Pendek Al-Qur’an, lomba adzan, hingga hiburan religi.

Zakiyuddin juga meminta nuansa religi diperkuat dengan melibatkan qori-qori terbaik Kota Medan agar gaung Ramadan Fair terasa lebih khidmat dan berbeda dari sebelumnya.

Sementara itu, Harmoni Imlek 2026 akan digelar di kawasan Kesawan pada 21 Februari 2026 dan berkolaborasi dengan program Car Free Night (CFN) rutin Pemko Medan.

Karena bertepatan dengan bulan Ramadan, kegiatan akan dimulai usai salat tarawih, pukul 21.00 WIB hingga selesai. Penyesuaian waktu ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap umat Muslim yang tengah menjalankan ibadah puasa.

Harmoni Imlek akan dimeriahkan penampilan Oriental Dance, Barongsai Performance, Kecapi Performance, bazar kuliner dan kriya, serta pembagian kue bakul.

Zakiyuddin berharap Harmoni Imlek tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan menjadi ruang kebersamaan yang memperkuat toleransi dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

“Kita ingin kedua kegiatan ini memberi dampak nyata. UMKM bergerak, masyarakat terhibur, dan semangat kebersamaan semakin kuat,” ujarnya.

Dengan pematangan persiapan yang dilakukan sejak dini, Pemko Medan optimistis Ramadhan Fair XX dan Harmoni Imlek 2026 mampu menjadi penggerak ekonomi sekaligus simbol harmoni sosial di Kota Medan. (map/ila)

Pasca Libur Panjang, ASN Absen Tanpa Alasan Terancam Sanksi

APEL: ASN Pemkab Karo menggelar apel gabungan di halaman kantor bupati
APEL: ASN Pemkab Karo menggelar apel gabungan di halaman kantor bupati

KARO – Menindaklanjuti arahan strategis Bupati Karo, Pemerintah Kabupaten Karo menggelar Apel Gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN), Rabu (18/2/2026). Apel dipimpin langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Karo, Gelora Kurnia Putra Ginting.

Dalam amanatnya, Sekda menyampaikan empat poin penting yang menjadi perhatian kepala daerah kepada seluruh ASN di lingkungan Pemkab Karo.

Poin pertama adalah pengecekan kehadiran pasca libur panjang. Libur akhir pekan 14–15 Februari yang berlanjut dengan libur nasional Tahun Baru Imlek 16–17 Februari dinilai berpotensi memengaruhi tingkat kehadiran ASN pada hari pertama kerja.Karena itu, seluruh Kepala Perangkat Daerah diminta melakukan pengecekan absensi secara cermat.

“Bagi pegawai yang tidak hadir tanpa keterangan jelas pada hari pertama kerja ini akan diberikan sanksi tegas sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tidak ada toleransi bagi pegawai yang menambah waktu libur tanpa izin,” tegas Sekda.

Poin kedua menitikberatkan pada penguatan disiplin dan profesionalisme ASN. Sekda menekankan bahwa kedisiplinan tidak hanya diukur dari kepatuhan terhadap jam kerja, tetapi juga dari integritas, tanggung jawab, dan kualitas pelayanan publik.

Secara khusus, Bupati Karo juga memberi perhatian kepada tenaga kesehatan dan tenaga pendidikan agar tetap menjalankan tugas secara optimal di unit pelayanan kesehatan dan sekolah. Pelayanan kesehatan dan proses belajar mengajar harus tetap berjalan maksimal, disiplin, dan penuh tanggung jawab.

Poin ketiga adalah percepatan penyelesaian tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebagai bagian dari upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Perangkat daerah terkait diminta serius mengawal realisasi penerimaan pajak.

Sementara poin keempat, ASN diingatkan untuk bijak menggunakan media sosial. Aparatur diminta tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya serta menjaga etika dan citra pemerintah di ruang digital.

Melalui apel gabungan ini, Pemkab Karo berharap seluruh ASN kembali bekerja secara optimal, disiplin, dan profesional setelah libur panjang, serta semakin solid dalam mendukung pembangunan dan pelayanan publik di Kabupaten Karo. (deo/ila)

Setahun Kepemimpinan Rico Tri Putra Bayu Waas, Kriminalitas Kota Medan Turun 14 Persen

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Wass.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Wass.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Medan menunjukkan tren positif dalam satu tahun di bawah kepemimpinan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dan Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap.

Sinergi yang kuat antara Pemerintah Kota Medan dan jajaran kepolisian berdampak nyata terhadap penurunan angka kriminalitas di berbagai sektor.

Berdasarkan data melalui aplikasi Daily Operation Reporting System (DORS), sinergi antara Wali Kota Medan Rico Waas dan Kapolrestabes Kota Medan Kombes Pol Calvijn Simanjuntak, diwujudkan dengan keberhasilan penurunan kasus kriminal, khususnya 3C (Curas, Curat, dan Curanmor).

Kasus pencurian dengan kekerasan (Curas) turun 3 persen, dari 78 menjadi 76 laporan. Pencurian dengan pemberatan (Curat) menurun 1 persen, dari 939 menjadi 928 laporan. Sementara pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) mencatat penurunan paling signifikan, yakni 31 persen, dari 788 menjadi 541 laporan. Secara keseluruhan, total kasus 3C turun 14 persen, dari 1.805 menjadi 1.545 laporan.

Penurunan angka kejahatan ini menjadi indikator efektivitas langkah-langkah preventif dan represif yang dilakukan aparat keamanan, mulai dari peningkatan patroli rutin, penguatan pengawasan di wilayah rawan, hingga respons cepat terhadap laporan masyarakat.

Saat ini Pemerintah Kota Medan juga terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan stabilitas keamanan tetap terjaga.

Dalam satu tahun kepemimpinan Rico Waas, stabilitas keamanan dan ketertiban umum menjadi salah satu prioritas utama dalam mendukung aktivitas sosial dan perekonomian masyarakat. Kondisi yang semakin aman dan kondusif ini merupakan wujud nyata dari komitmen menghadirkan Kota Medan yang tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh warga.

Seperti diketahui, sebelumnya Wali Kota Medan Rico Waas telah mengaktifkan kembali Pos Keamanan Lingkungan (Poskamling) sejak awal menjabat. Sudah ada 1.160 Poskamling dari 2.001 lingkungan di Kota Medan diaktifkan kembali.

Rico menilai bahwa Poskamling efektif untuk menjaga lingkungan. Sehingga sejak awal Rico meminta agar diaktifkan kembali Poskamling.

“Pasca saya dilantik Februari 2025, pada 27 Maret 2025 saya sudah mengingatkan camat agar Poskamling segera diaktifkan kembali, kita harus solid, bersama Bhabinkamtibmas dan seluruh unsur masyarakat. Meskipun terkesan jadul, di era modern justru ini cara efektif menjaga lingkungan,” kata Rico Waas dalam keterangannya beberapa waktu lalu. (map/ila)

TPU Kristen di Medan Helvetia Penuh, Robi Barus Minta Solusi Cepat Pemko

Anggota DPRD Kota Medan, Robi Barus SE M.AP.
Anggota DPRD Kota Medan, Robi Barus SE M.AP.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Masyarakat Kecamatan Medan Helvetia mengeluhkan persoalan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kristen yang sudah penuh. Akibatnya, warga beragama Kristen mengaku kesulitan untuk mencari pemakaman bila ada yang meninggal dunia.

Terkait hal ini, Anggota DPRD Kota Medan dari Dapil Medan I (Medan Helvetia, Medan Barat, Medan Petisah, dan Medan Baru), Robi Barus meminta Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk segera mencari solusi.

“Untuk persoalan TPU Kristen yang penuh ini, kita minta menjadi perhatian Pemko Medan secara serius. Sebab kepada Wali Kota Medan sebelumnya, saya juga telah menyampaikan keluhan warga Medan Helvetia ini. Sudah saatnya Pemko Medan segera mencari solusi,” ucap Robi Barus, Rabu (18/2/2026).

Robi Barus yang duduk sebagai Anggota Komisi 1 DPRD Kota Medan itu pun meminta Wali Kota Medan, Rico Waas untuk segera memberikan perhatian serius. Salah satunya, dengan mencari lahan TPU yang baru. “Pemko Medan harus menyiapkan lahan TPU Kristen yang baru di Medan Helvetia,” ujar Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Medan itu.

Dijelaskan Robi Barus, saat ini telah dibentuk Badan Pengelola Perkuburan Kristen (BP2K) di Kota Medan. “BP2K ini sudah berjalan selama tiga tahun. Kita meminta Camat, Lurah hingga tingkat Kepala Lingkungan (Kepling) untuk melakukan sosialisasi kepada seluruh STM-STM lingkungan agar dapat membantu mencari lahan pemakaman bila ada yang meninggal, menungga adanya lahan TPU Kristen yang baru,” pungkasnya.

Sebelumnya, warga Medan Helvetia, Jonlis Purba, mengatakan bahwa saat ini TPU Kristen di Medan Helvetia sudah penuh. “Kami umat Kristen di Helvetia ini benar-benar kesulitan mencari pemakaman bila ada meninggal, karena sejumlah pemakaman sudah penuh, baik milik Pemko Medan maupun swasta, contoh Sei Bederah, Cinta Damai dan Sei Semayang, semua penuh. Untuk Simalingkar B jelas biayanya sangat mahal, mau dimakamkan dimana lagi,” keluh Jonlis Purba.

Dikatakan Jonlis, sebagai pengurus partai dirinya kerap menerima keluhan warga, terutama persoalan pemakaman.

“Baru-baru ini sebagai kader PDI Perjuangan saya menerima keluhan dari STM ada yang meninggal, tapi tidak tahu harus dimakamkan dimana. Dan setelah mencari informasi, ternyata Pemko Medan sudah ada membentuk BP2K, tapi tidak semua STM-STM lingkungan tahu, jadi tidak masuk menjadi anggota ,” kata Jonlis Purba yang merupakan Ketua PAC PDIP Medan Helvetia itu. (map/ila)