DAIRI, SUMUTPOS.CO – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Dairi, Leonardus Sihotang menegaskan, pelantikan Pimpinan Jabatan Tinggi Pratama (JTP) atau pejabat eselon 2 paling lama dilaksanakan pada pertengahan bulan Juni 2020 mendatang.
Seperti diketahui, saat ini sebanyak 14 OPD masih dijabat Pelaksana Tugas (Plt) usai mengikuti sidang parpurna penyampaian nota pengantar Bupati tentang laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Dairi tahun anggaran 2019 digedung DPRD Dairi di Jalan Sisingamangaraja Sidikalang, Selasa (26/5).
Leonardus menerangkan, sebanyak 63 orang peserta seleksi JTP sudah selesai mengikuti psikotest. Mereka tinggal menunggu hasil dari pansel. Selanjutnya, pansel akan mengajukan 3 nama masing-masing jabatan ke pejabat pembina kepegawaian (Bupati) untuk ditetapkan. Setelah itu dikoordinasikan ke gubernur atau pemerintah provinsi serta ke komisi aparatur sipil negara (KASN).
“Proses lelang terbuka kemarin agak lambat dilaksanakan karena menunggu persetujuan KASN. KASN lama memberikan persetujuan karena mereka (KASN) mendengar dinamika yang terjadi di DPRD terkait rapat dengar pemdapat (RDP) mutasi pejabat sehingga KASN agak berhati-hati membetikan persetujuan, “ ungkapnya.
Ketika ditanya, apakah kemungkinan pimpinan OPD akan impor?, melihat peserta ada dari luar Kabupaten Dairi. Menurut Leonardus, namanya lelang terbuka bisa saja ASN yang dari luar Dairi itu diangkat jadi pimpinan OPD. “Dari 63 nama yang saat ini ikut seleksi ada ASN berasal dari kota Medan, Simalungun, Humbang Hasundutan serta Pakpak Bharat,” tambahnya.
Ke 14 pimpinan OPD yang dilelang tersebut antara lain, Kepala Dinas Pertanian, Pendidikan, Kesehatan, Sekwan, PUTR, BKAD, Pariwisata, KB, Disdukcatpil, Inspektorat, Dispemdes, Bappeda, Dinas Sosial serta Disperindag UKM. (rud/ram)
SERAHKAN. Bupati Dairi, Eddy KA Berutu didampingi Wabup Jimmy AL Sihombing menyerahkan naskah nota pengantar LKPj Bupati tahun 2019 kepada Ketua DPRD, Sabam Sibarani.
SERAHKAN. Bupati Dairi, Eddy KA Berutu didampingi Wabup Jimmy AL Sihombing menyerahkan naskah nota pengantar LKPj Bupati tahun 2019 kepada Ketua DPRD, Sabam Sibarani.
DAIRI, SUMUTPOS.CO – Setiap tahun, pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Dairi mengalami peningkatan. Namun begitu, PAD tersebut belum dapat diandalkan sebagai sumber pembiayaan yang dominan dalam pengeluaran pemerintah daerah. Untuk tahun 2019 lalu, realisasi PAD Kabupaten Dairi mencapai Rp74,360 miliar atau 87,15 persen dari target Rp85,324 miliar.
Hal ini disampaikan Bupati Dairi, Eddy KA Berutu didampingi Wakil Bupati Jimmy Andrea Lukita Sihombing dan Sekretaris Daerah (Sekda) Leonardus Sihotang saat menyampaikan nota pengantar laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPj) Bupati tahun 2019 dalam Sidang Paripurna DPRD Dairi, Selasa (26/5).
Dalam nota pengantar, Eddy KA Berutu memaparkan keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan, keberhasilan pembangunan manusia serta pembangunan fisik selama tahun 2019. Disampaikan Eddy, realisasi pendapatan daerah tahun 2019 sebesar Rp1,167 miliar lebih dari target Rp1,162 miliar lebih (100,42 persen). Realisasi belanja daerah Rp1,112 miliar lebih dari target Rp1,242 miliar lebih (89,52%).
Sementara realisasi pembiayaan netto sebesar Rp87,947 miliar dari target Rp79,577 miliar (110,52%). Eddy mengatakan, pemdapatan daerah masih didominasi dari dana perimbangan keuangan yang terdiri dari dana bagi hasil pajak, bagi hasil bukan pajak, dana alokasi umum (DAU) serta dana alokasi khusus (DAK) dengan total dana perimbangan sebesar Rp826,507 miliar lebih dari target Rp839,779 miliar lebih (98,42%), ungkapnya.
Eddy menyebut, meski setiap tahun mengalami peningkatan. Namun pendapatan asli daerah (PAD) belum dapat diandalkan sebagai sumber pembiayaan yang dominan dalam pengeluaran pemerintah daerah. Bupati Eddy menyampaikan, realisasi PAD Dairi tahun 2019 lalu hanya Rp74,360 miliar lebih dari target Rp85,324 miliar lebih (87,15%).
Sementara itu, belanja daerah yang terdiri dari belanja operasional tahun 2019 realisasi sebesar Rp913,664 miliar lebih dari target Rp1,013 triliun lebih (90,19%). Realisasi belanja modal sebesar Rp194,548 miliar lwbih dari target Rp217,615 miliar lebih (89,40%). Sedangkan realisasi belanja tak terduga hanya Rp2,8883 miliar dari target Rp10 miliar lebih (21,77%), serta realisasi transfer sebesar Rp1,015 miliar lebih dari target Rp1,020 miliar (99,55%).
Usai mendengarkan nota pengantar, sejumlah anggota dewan langsung mengajukan interupsi kepada pimpinan sidang untuk menyampaikan kritikan dan masukan kepada Bupati Dairi terkait nota pengantar maupun kondisi Dairi dimasa pandemi corona virus disiase 2019 (covid-19).
Pimpinan sidang, Sabam Sibarani menyampaikan, semua masukan serta kritikan disampaikan anggota dewan sudah didengarkan langsung eksekutif. Namun untuk saat ini, bukan waktunya mereka memberikan penjelasan. Sedangkan permintaan dewan untuk kunjungan lapangan. Menurut Sabam, kunjungan lapangan dilaksanakan sesuai kebutuhan pansus tetapi kita tetap memperhatikan pelaksanaan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah dimasa pandemi corona ini, pungkasnya. (rud)
SIDIKALANG, SUMUTPOS.CO – Seorang perempuan berusia 37 tahun terpaksa dijemput pakai ambulans dari Pusat Pasar Sidikalang, Kabupaten Dairi, karena suhu tubuhnya mencapai 38,1 derajat celsius. Wanita berinisial RBS itu dijemput petugas Puskesmas KM 11, Kecamatan Siempat Nempu Hulu, Rabu (27/5).
Menurut petugas pengamanan Pos Ops Ketupat 2020 di Pusat Pasar Sidikalang, Serka WJ Sihombing, perempuan yang dijemput petugas medis tersebut bukan pedagang di Pusat Pasar Sidikalang.
“Menurut keterangan yang bersangkutan, ia ke pasar Sidikalang untuk menjual cabai. Tetapi, saat dilakukan pengukuran suhu tubuh oleh petugas pakai thermogun, ibu itu memiliki suhu tubuh 38,1 derajat celsius. Lalu, petugas pasar melapor ke petugas Pos Ops Ketupat 2020 yang ada di pasar,” kata anggota Kodim 0206/Dairi itu saat dikonfirmasi wartawan.
Selanjutnya, mereka berkoordinasi dengan petugas medis yang ada di pos dan dilakukan pengukuran suhu tubuh ibu itu kembali dengan alat manual. Hasil pengukuran secara manual, suhu tubuh menjadi 37 derajat celsius.
“Karena alamat ibu itu berada di Kecamatan Siempat Nempu Hulu, kita langsung koordinasikan ke petugas Puskesmas KM 11 Siempat Nempu Hulu. Petugas medis langsung menjemput dengan pakaian lengkap protokol Covid-19,” terangnya lagi.
Serka WJ Sihombing juga mengungkapkan, asal kampung ibu itu dari Kutacane, Aceh Tenggara, namun mengaku sudah 5 tahun menetap di Kecamatan Siempat Nempu Hulu.
“Begitu juga riwayat perjalanan, tidak pernah keluar dari wilayah Dairi. Hal itu kita lakukan untuk waspada penularan Corona,” ungkap Sihombing.
Sementara, Plt Direktur Pasar Sidikalang, Edward Hutabarat dikonfirmasi mengatakan, sebenarnya kondisi ibu itu tidak apa-apa.
“Dia kutengok makan sirih, bisa saja memang suhu tubuhnya tinggi karena makan sirih itu. Namun, karena kondisi sekarang cepat heboh, sehingga managemen dan petugas Pos Ops Ketupat 2020 yang bertugas di pasar segera mengambil tindakan untuk membawa ibu itu supaya suasana di pasar tidak panik. Dia bukan pedagang di sini. Dia hanya pengunjung biasa,” tandasnya. (rud)
SERAHKAN: Kasatreskrim Polres Sergai AKP Pandu Winata menyerahkan bingkisan kepada petugas di Pos Pam.
SURYA HASIBUAN/SUMUT POS
SERAHKAN: Kasatreskrim Polres Sergai AKP Pandu Winata menyerahkan bingkisan kepada petugas di Pos Pam. SURYA HASIBUAN/SUMUT POS.
SERGAI, SUMUTPOS.CO – Meninjau situasi Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah di sejumlah titik Pos Pam, Kasatreskrim Polres Sergai AKP Pandu Winata SH SIK MH memberikan bingkisan kepada petugas jaga. Bingkisan berupa minuman kaleng dan makanan ringan ini langsung diserahkan AKP Pandu Winata kepada petugas jaga di Pos Pam Simpang Tiga Pekan Perbaungan dan Pantai Cermin, Senin (25/5).
“Adapun bingkisan yang diberikan ini untuk penambah stamina dan semangat kepada anggota saat melaksanakan tugasnya,” kata AKP Pandu Winata.
Dalam kesempatan itu, AKP Pandu Winata mengatakan, tinjauan ini untuk melihat langsung situasi Hari Raya Idul Fitri di Pos Pam dan memantau langsung check point dalam melakukan penyekatan kepada setiap pengendara yang ingin melakukan mudik maupun yang ingin berwisata ke objek wisata di Kabupaten Sergai.
“Dengan penyekatan ini, diharapkan penyebaran Corona dapat kita cegah di Serdang Bedagai. Apabila terus dibiarkan masyarakat berwisata, dapat menciptakan kerumunan massa, maka tidak menutup kemungkinan penyebaran Corona akan signifikan meningkat,” katanya. (sur)
SERAHKAN: Kadis Sosial Langkat Hj Rina Wahyuni menunjukkan berita acara serah terima Bansos Pemprovsu kepada Camat Stabat.
ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS
SERAHKAN: Kadis Sosial Langkat Hj Rina Wahyuni menunjukkan berita acara serah terima Bansos Pemprovsu kepada Camat Stabat.
ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Pemkab Langkat mendistribusikan Bantuan Sosial (Bansos) paket sembako dari Pemprovsu untuk masyarakat terdampak pandemi Covid-19 di 12 desa dan kelurahan di wilayah Kabupaten Langkat, Kamis (21/5).
Pendistribusian bansos tersebut ditandai dengan penandatangan berita acara dan pelepasan mobil sembako serta penyerahan sembako secara Simbolis kepada Camat Stabat, Nuriadi oleh Bupati Langkat Terbit Rencana PA melalui Kadis Sosial Hj Rina Wahyuni Marpaung bersama Inspektur Amril, Ka BPBD Irwan Syahri, Kadis Kominfo diwakili Kabid PTAI Ade Audia Helmi, Danramil 07/Stb, Kapten Inf B. Barus, Kapolsek Stabat AKP M Surbakti dan para Lurah dan Kades se-Kec Stabat, bertempat di GOR Stabat.
Kadis Sosial mengatakan, hari ini hari pertama Pemkab Langkat menyalurkan Bansos Provsu di Kecamatan Stabat. Bansos ini akan disalurkan secara bertahap kepada seluruh masyarakat Langkat terdampak covid 19 di 23 Kecamatan. Totalnya sebanyak 161.554 paket sembako, senilai Rp36 miliar.
Di Stabat sendiri terdapat 16.977 paket yang diberikan untuk 12 Kelurahan /Desa. Paket sembako berupa beras 10 Kg, gula pasir 2 Kg, minyak goreng 2 Liter dan mie Instan 20 Bungkus. “Paket sembakonya jika dinilaikan uang adalah Rp225.000. Semoga bermanfaat untuk warga dan dapat digunakan untuk memenuhi keperluan lebaran,” sebutnya. (yas)
RAKOR: Bupati Langkat selaku Ketua Satgas Covid-19 memberikan arahan saat rapat koordinasi Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.
RAKOR: Bupati Langkat selaku Ketua Satgas Covid-19 memberikan arahan saat rapat koordinasi Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Tak ingin terjadi penyelewengan dalam penggunaan anggaran penanganan Coronavirus Disease (Covid-19), Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Langkat, Terbit Rencana
Perangin-angin meminta agar Inspektorat melakukan audit. Hal itu disampaikannya saat rapat koordinasi (Rakor) di Kelurahan Bela Rakyat, Kecamatan Kuala, Langkat, Jumat (22/5) malam lalu.
Terbit Rencana Perangin-angin dalam kesempatan itu meminta kepada Inspektur untuk melakukan audit tentang semua anggaran yang digunakan dalam percepatan penanganan Covid-19. Tujuannya agar semunya transfaran dan tidak terjadi penyalagunaan anggaran. “Saya minta Inspektur segera turun melakukan audit, agar semua terang benderang dan tidak ada penyalagunaan anggaran,” tegas Bupati Langkat tersebut.
Dia juga mengucapkan terimakasih kepada Tim GTPP Covid-19 Langkat yang telah bekerja maksimal dalam penangulangan Covid-19. “Terus lakukan tugas sesuai tupoksi dengan penuh amanah dan tanggung jawab, semoga wabah ini segera berakhir,” imbuhnya.
Hal senada disampaikan Kapolres Langkat AKBP Edy Suranta Sinulingga. Dia meminta kepada tim agar transparan dalam menggunakan anggaran, sehingga tidak ada anggapan negatif yang timbul dari masyarakat. Selain itu, Kapolres juga meminta,agar 5.000 unit alat rapid test yang dimiliki digunakan dengan sebaik-baiknya, serta untuk melakukan test rapid kepada personel gugus tugas.
Edy juga meminta, agar pihak Apdesi menyampaikan kepada kepala desa untuk menghimpun data warga yang mendapat BLT Dana Desa dengan melibatkan Bhabinkamtibmas dan Babinsa dengan menyertakan dokumentasi uji petiknya.
Sementara itu kepada Inspektorat, diminta agar melakukan supervisi kepada instansi terkait tentang pendataan dan penanganan pencegahan virus Corona Covid-19. “Sembari menyampaikan, jadwal penyaluran Bansos telah dilakukan dengan baik ke kecamatan. Telah sampai ke warga penerima BST dari Kemensos sebanyak 73.000 KK yang juga menerima Bansos dari APBD Langkat dan Pemprov Sumut,” imbuhnya
Mengamati penanganan Covid-19 dan penyaluran Bansos di Langkat berjalan baik, di rakor tersebut Kajari Langkat memberi apresiasi kepada Gugus Tugas yang bekerja dengan profesional. Rakor tersebut dihadiri Wakil Ketua GTPP Covid-19 Kapolres Langkat AKBP Edy Suranta Sinulingga, Dandim 0203/Langkat Letkol Inf Bahtiar Susanto, dan Kajari Langkat Wahyu Sabrudin, serta Sekdakab Langkat Dr H Indra Salahudin. Inspektur Amril, Kalakhar BPBD Irwan Syahri, Kadis Kominfo H.Syahmadi, Plt Kadis Kesehatan Limin Ginting, Kepala BPKAD M.Iskandarsyah, Kadis PMD Musti Sitepu, Sekwan Drs.Basrah Pardomuan dan lainnya. (yas)
Kasat Pol PP M Akhyar, Kadis Sosial Hj Rina Wahyuni Marpaung, Ketua Apdesi Langkat Iskandar PA, Kabag OPS Polres Langkat Kompol Arif Batubara, Kasat IK Polres Langkat LS Siregar, dan lainnya.
Camat Kuala Imanta PA, Kapolsek Kuala Iptu Bevan Raga Utama termasuk1 Sekcam Kuala Fajar Sitepu.
Kadis Sosial Langkat Hj Rina Wahyu Marpaung mengatakan, sebelumnya telah dilakukan pendistribusian paket sembako untuk warga terdampak Covid 19 dari Pemprovsu oleh Satgas Gugus Covid 19 Langkat, di GOR Stabat, Jumat siang (22/5). Untuk wilayah Kecamatan Wampu sebanyak 6.366 paket sembako, kepada 13 Desa dan 1 Kelurahan.
Sedangkan pada Kamis (21/5) pembagian sembako untuk wilayah Kecamatan Stabat sebanyak 16.977 paket yang diberikan untuk 12 Kelurahan /Desa. Paket sembako berupa beras 10 Kg, gula pasir 2 Kg, minyak goreng 2 Liter dan mie Instan 20 Bungkus. Jika dinilaikan uang per KK menerima sembako senilai Rp225.000.
Kadis Sosial dalam kesempatan tersebut mengatakan, hari ini hari pertama Pemkab Langkat menyalurkan Bansos Provsu di Kecamatan Stabat. Bansos ini akan disalurkan secara bertahap kepada seluruh masyarakat Langkat terdampak covid 19 di 23 Kecamatan. Totalnya sebanyak 161.554 paket sembako, senilai Rp36 miliyar. (yas)
JELASKAN: Kepala Kantor Pos Binjai, Waznal Fuadi memberikan penjelasan kepada KPM terkait BST Rp600 ribu dari Kemensos, Rabu (27/5).
sopian/sumut pos
JELASKAN: Kepala Kantor Pos Binjai, Waznal Fuadi memberikan penjelasan kepada KPM terkait BST Rp600 ribu dari Kemensos, Rabu (27/5). sopian/sumut pos.
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Kantor Pos Pemeriksa Binjai sudah menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kemensos) kepada masyarakat. Dari 11.257 KPM data yang masuk ke Kantor Pos Binjai, 10.127 diantaranya sudah menerima BST. Tersisa 1.130 KPM yang belum menerima BST tersebut.
“Kami sifatnya menerima data saja dari Kemensos yang kemudian disalurkan kepada Keluarga Penerima Manfaat atau KPM,” kata Kepala Kantor Pos Pemeriksa Binjai, Waznal Fuadi, Rabu (27/5).
Menurut dia, data yang masuk tidak hanya warga Kota Binjai saja. “Ada juga yang masuk dari Kabupaten Langkat. Lalu kami pisah-pisah. Sebab, Kantor Pos Pemeriksa Binjai ini juga membawahi Kantor Pos Cabang yang ada di Langkat. Ada 15 KPC kami,” jelas dia didampingi Menejer Pelayanan, Christy Sitorus ketika ditemui di kantornya.
Ditambah lagi, data yang masuk juga bertahap. Mulai dari 6 ribu, 32 ribu, 14 ribu dan 16 ribu KPM yang masuk datanya dari Kemensos. “Nah data yang masuk ini kami pisahkan. Untuk data KPM asal Langkat masih didata, dan sampai hari ini proses penyalurannya masih berjalan,” tambah dia.
Di Kota Binjai, proses penyaluran BST Rp600 ribu ini sudah tuntas. Data yang masuk dari Kemensos, 11.257 KPM. Proses penyaluran yang dilakukan Kantor Pos Binjai juga dilakukan bertahap. “Karena datanya masuk bertahap dari Kemensos. Dua kali waktu penyaluran yang kami lakukan,” kata Fuadi.
Penyaluran yang dilakukan petugas Kantor Pos Binjai tidak kenal waktu. Mereka tetap bersemangat menyalurkan BST dari Kemensos kepada warga. Sebab, penyaluran pertama diawali pada akhir pekan yakni, Sabtu (9/5) sampai Jumat (15/5). Dan penyaluran kedua dilakukan Rabu (20/5) sampai Jumat (22/5). “Saya mengajak seluruh pegawai Pos yang tergabung dalam Satgas untuk terus bekerja meski hari libur. Tidak tidur kami demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata dia.
“Waktu penyaluran yang kedua ini, 22 Mei 2020 yang disalurkan kepada masyarakat Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat. Khusus untuk mereka, karena yang warga Kota Binjai sudah disaluran sejak 9 Mei 2020,” tambah Christy.
Meski demikian, tetap saja ada masyarakat yang belum mengambil BST dari Kemensos. Penyaluran BST kepada masyarakat di tengah pandemi Covid-19 juga tetap menerapkan protokol kesehatan. “Syarat untuk mengambil BST membawa KK dan KTP asli, salah satunya boleh,” beber Christy.
“Kalau seandainya diwakili, juga boleh. Syaratnya, yang mengambil harus satu KK. Bisa anak. Tapi kalau sudah pisah KK tidak bisa. Atau tunggal di KK tidak bisa. Jadi dananya dikembalikan kepada Kemensos,” urai Christy. (ted)
Dari 11.257 KPM data yang masuk ke Kantor Pos Binjai dari Kemensos, 10.127 sudah menerima BST. Kini, sisa 1.130 KPM yang belum menerima BST untuk warga Kota Binjai.
“Yang belum disalurkan akan segera disalurkan. Saat ini sedang disiapkan jadwal khususnya untuk penyaluran dan diperkirakan sebelum BST tahap II,” pungkas Christy. (ted)
SEPI: Suasana di Kota Tebingtinggi terlihat sepi saat Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah.
sopian/sumut pos
SEPI: Suasana di Kota Tebingtinggi terlihat sepi saat Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah. sopian/sumut pos.
SUMUTPOS.CO – Perayaan Idul Fitri 1441 Hijriah terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Lantaran masih mewabahnya Virus Corona atau Covid-19. Hal ini juga membuat Lebaran tahun ini di Kota Tebingtinggi terasa begitu sepi.
Hal ini terlihat dari aktivitas di inti Kota Tebingtinggi, Senin (25/5) hingga Rabu (27/5). Suasana lalu lintas di inti di Kota Tebingtinggi sepi dari lalu lalang kendaraan. Kondisi ini diperkirakan dampak dari adanya imbauan kepada seluruh masyarakat untuk tidak mudik dam meminta keluarganya untuk tidak pulang kampung ke Kota Tebingtinggi.
Sebelumnya pada malam takbiran, Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan juga meniadakan kegiatan takbir keliling, karena saat ini tingkat penyebaran Covid-19 di Kota Tebingtinggi sangat tinggi. “Saat pandemi Covid-19 sekarang ini kita harus hidup sabar dan memulai hidup baru. Meninggalkan tradisi lama dengan memulai tradisi baru seperti hidup sehat menggunakan masker,” bilang Umar.
Sementara itu, Kadis Perhubungan Kota Tebingtinggi Safrin Harahap menyatakan, pihaknya tetap terus melakukan pemantauan dan pemeriksaan selama arus mudik dan balik kendaraan, diakuinya sudah ada ratusan kendaraan roda empat yang diputar balik. “Kita ada empat pos check point di Kota Tebingtinggi, semaksimal mungkin itu kita melaksanakan dalam memutus mata rantai penyebaran Covid -19 di Kota Tebingtinggi,” terangnya.
Umat Muslim Dairi Salat Id di Masjid
Sementara, ribuan umat muslim di Sidikalang, Kabupaten Dairi, tetap melaksanakan salat id di sejumlah masjid, Minggu (24/5). Amatan Sumut Pos di Masjid Agung, Jalan Sisingamangara, persisnya di samping Kantor Bupati Dairi, jamaah memadati hingga halaman masjid. Hal serupa juga terpantau di Masjid Telaga Zamzam, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Batangberuh. Semua jamaah, sebelum masuk ke area masjid diwajibkan cuci tangan dan diukur suhu tubuhnya serta mengenakan masker.
Sebelumnya, Ketua MUI Kabupaten Dairi, Wahlin Munthe mengatakan, berdasarkan Fatwa MUI Pusat dan MUI Sumut, Dairi masih zona hijau penularan wabah Covid-19, sehingga salat id dapat dilaksanakan di masjid seperti biasa dengan mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.
Semua masjid diharuskan menyediakan tempat cuci tangan, hand sanitizer, bila sudah mampu masjid menyediakan thermogun atau alat pengukur suhu tubuh serta jamaah wajib pakai masker dan tetap menjaga jarak sahat melaksanakan salat id.
Kapolres Dairi AKBP Leonardo Simatupang saat melakukan pantauan di Masjid Agung Sidikalang mengatakan, kondisi Kamtibmas berjalan aman dan kondusif. Leonardo mengatakan, pemantauan di sejumlah masjid di Sidikalang, banyak warga melaksanakan salat id di mesjid.
“Secara umum pelaksanaan salad Idul Fitri berjalan lancar. Di Dairi ada 21 masjid, mereka tetap melaksanakan salat id di masjid masing-masinng. Kita menempatkan personel di sejumlah masjid yang ada di Sidikalang,” ujar Leonardo. (ian/rud)
RAPID TEST: Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tebingtinggi, saat melakukan rapid test kepada pegawai dan tim medis RSKP, Rabu (27/5).
sopian/sumut pos
RAPID TEST: Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tebingtinggi, saat melakukan rapid test kepada pegawai dan tim medis RSKP, Rabu (27/5).
sopian/sumut pos
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Penyebaran Covid-19 di wilayah Kota Tebingtinggi, mulai menunjukkan tren ke titik zona hijau. Pasalnya, dua orang warga yang dinyatakan positif Covid -19, kini dinyatakan sembuh setelah menjalani pemeriksaan swab PCR. Keduanya diperbolehkan pulang.
“Dua orang PDP tersebut sekarang sudah sembuh. Jadi saat ini kasus positif Covid-19 di Tebingtinggi nol,” terang juru bicara GTPP Covid-19 Tebingtinggi, dr Nanang Fitra Aulia, Rabu (27/5). Selama ini, kedua warga yang positif Covid-19 tersebut menjalani perawatan isolasi di rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang.
“Sebelumya memang ada 2 orang PDP asal Kota Tebingtinggi yang meninggal, dan sudah dimakamkan sesuai SOP protokoler Covid-19,” papar Nanang.
Untuk kasus PDP, saat ini tidak ada lagi. Kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP) tercatat sebanyak 111 orang, sementara 1.521 lainnya dinyatakan sehat dan tidak lagi menjalani isolasi mandiri.
Dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Tebingtinggi, pemerintah tetap mengajak seluruh masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah, seperti memakai masker saat beraktivitas di luar rumah, sosial distancing, dan rajin mencuci tangan.
Rapid Test Tim Medis RSKP
Meski Kota Tebingtinggi sudah masuk zona hijau Covid-19, ternyata 44 orang pegawai dan tim medis Rumah Sakit Kumpulan Pane (RSKP) dinyatakan reaktif saat Tim GTPP Covid-19 Kota Tebingtinggi melakukan rapid test untuk kedua kalinya, kepada 264 pegawai dan tim medis.
Rapid test dilakukan, menyusul adanya salahseorang ASN tenaga medis (dokter) yang diketahui positif Covid-19 dari hasil test swab. Si ASN saat ini sedang menjalani perawatan di salahsatu rumah sakit di Kabupaten Simalungun.
Awalnya, Tim GTPP Covid-19 Tebingtinggi telah melakukan rapid test pertama pada Sabtu (23/5) terhadap 95 tenaga medis, yang pernah kontak langsung terhadap bersangkutan. Hasilnya, 7 orang memiliki reaktif positif.
Selanjutnya, GTPP melakukan rapid tes kedua kali di RSKP Kota Tebingtinggi. Hasilnya, 44 orang dinyatakan reaktif positif.
Kadis Kesehatan sekaligus jubir GTPP Covid -19 Kota Tebingtinggi, dr Nanang Fitra Aulia, meminta tenaga medis yang reaktif test, agar melakukan isolasi mandiri secara serius. “Tim GTPP Covid-19 Kota Tebingtinggi akan terus memantau mereka selama melakukan isolasi mandiri di rumah. Mereka tidak diperkenankan ke luar rumah,” tegas Nanang, Rabu (27/5).
Jika ada di antara yang reaktif tersebut ditemukan berkeliaran, Tim GTPP akan menjemputnya. “Jika ada laporan mereka yang menjalani isolasi mandiri masih keluyuran ke luar rumah dan tidak mengindahkan peraturan protokoler kesehatan, akan kami jemput paksa dan langsung menjalani karantina,” papar Nanang.
Atas perintah Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan, mereka yang reaktif akan menjalani pemeriksaan swab pada Kamis (28/5). “Selain tes swab ke-44 petugas di RSKP, 5 pasien lainnya juga akan ditest swab, mengingat mereka berhubungan langsung dengan petugas medis yang dinyatakan positif Covid-19,” bilangnya.
Sesuai arahan Wali Kota, jika dari hasil swab para petugas di RSKP ditemukan positif Covid-19, tindakan selanjutnya adalah menjalankan protokol kesehatan terhadap RSKP. “Perintah Wali Kota, jika memang RSKP harus di-lockdown sementara, ya wajib dilakukan. Tapi mudah-mudahan hal ini tidak terjadi,” katanya. (ian)
PUTAR BALIK
Personel Polda Metro Jaya mengalihkan bus keluar tol Cikarang Barat di jalan tol Cikampek, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (24/4). Buntut larangan mudik yang ditetapkan pemerintah, ribuan kendaraan disuruh memutar balik kembali ke asal. Poldasu juga akan menerapkan kebijakan yang sama.
ilustrasi
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jumlah tindakan kendaraan yang diputar-balik oleh aparat Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) selama larangan mudik Lebaran yang dikeluarkan pemerintah, meningkat di H+2 Idul Fitri (25 Mei 2020), dibandingkan H+1 Lebaran dalam Ops Ketupat Toba 2020.
Data per Polres di Sumut, jumlah kendaraan roda dua yang dikembalikan 19 kali roda empat yang dikembalikan 21 kali, bus yang dikembalikan 5 kali. Total kendaraan yang dikembalikan 45 unit (selama H+1 dan H+2 Lebaran).
“Kasus tertinggi untuk kategori roda dua di Pematangsiantar sebanyak 10 kasus, naik 1 kasus dari hari sebelumnya. Untuk kategori roda empat di Karo sebanyak 14 kasus, sebelumnya hanya 4 kasus. Dan kategori bus di Pematangsiantar 4 kasus, padahal sebelumnya tidak ada. Bahkan jumlah kendaraan diputar balik yang tertinggi pada 24 Mei adalah Pematangsiantar sebanyak 5 kasus. Dalam hal ini Kota Medan nihil,” kata Kasubbid Penmas Polda Sumut, MP Nainggolan kepada Sumut Pos di Medan, Rabu (27/5).
Sementara tingkat kejahatan yang menonjol hingga 25 Mei di Sumut mengalami kenaikan sebanyak 8 kasus, dibanding hari sebelumnya yang hanya 1 kasus. Di antaranya permainan judi 1 kasus, penculikan 1 kasus, pencurian dengan pemberatan 1 kasus. Begitu juga dengan kasus penggelapan, narkotika juga masing-masing 1 kasus dan pencurian kendaraan roda dua 3 kasus.
“Kejahatan dunia maya (cyber), pembunuhan dan pencurian roda empat, bentrok massa, unjuk rasa anarkis, dan ledakan bom malah menurun. Kasusnya nihil pada tanggal tersebut,” jelasnya.
Menurut Nainggolan, situasi dan kondisi di Sumut masih terkendali. Saat ini selalu diterapkan peraturan terkait Pandemi Covid-19, sesuai anjuran Pemerintah Pusat dan juga Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Martuani Sormin MSi.
Untuk kasus Kecelakaan Lalu lintas (Lakalantas) hingga 25 Mei tercatat 8 kasus, meninggal dunia 2 orang, luka berat 5 orang, luka ringan 7 orang. Sedangkan di Medan 2 kasus, luka berat 1 orang, luka ringan 2 orang. Korban meninggal dunia nihil.
Untuk kasus kriminalitas sebanyak 5 kasus, yakni aniaya berat (anirat), 1 kasus, keras terhadap orang sama-sama, 1 kasus, akibatkan orang luka 1 kasus, pencurian 1 kasus dan curanmor roda dua 1 kasus.
Pemprov Siap Diawasi Pansus
Sementara itu, Pemprov Sumut mengaku siap diawasi kinerjanya oleh Panitia Khusus Covid-19 DPRD Sumut, selama melaksanakan dan menangani pandemi corona di wilayah ini. “Apa yang sudah kita kerjakan pastinya masih ada hal yang masih perlu disempurnakan dan dalam forum ini kami minta bantuan untuk kita perbaiki.
Kami juga berterimakasih pada anggota dewan yang sudah membentuk pansus ini,” kata Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah (Ijeck) saat menghadiri rapat pembahasan evaluasi penanganan Covid-19 yang berlangsung di ruang Bamus DPRD Sumut, Selasa (26/5).
Ijeck menyatakan, pihaknya sangat senang dengan terbentuknya Pansus Covid-19 DPRD Sumut ini yang diharapkan adanya perhatian dan pengawasan yang dilakukan wakil rakyat pada kinerja Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut.
“Selanjutnya diharapkan keterlibatan anggota dewan untuk membantu menuntaskan wabah ini,” katanya didampingi Kepala BPBD Sumut sekaligus Ketua Pengendali Operasi GTPP Covid-19 Sumut, Riadil Akhir Lubis dan pimpinan OPD lainnya.
Ketua Pansus Covid-19 DPRD Sumut Akbar Himawan Buchari dalam rapat tersebut menekankan ada tiga aspek yang akan dibahas, yakni aspek kesehatan, sosial dan ekonomi yang sudah dilakukan oleh GTPP Covid-19 Sumut.
Menurut pihaknya, dalam rapat internal yang telah dilakukan anggota pansus sebelumnya, telah dirumuskan yang menjadi fokus utama dari kinerja GTPP Covid-19 Sumut dalam penuntasan wabah ini, yakni meminta GTPP Covid-19 Sumut untuk selanjutnya melakukan satu opsi saja dalam penyaluran bansos Jaring Pengaman Sosial (JPS) yaitu dengan pemberian uang tunai pada masyarakat.
Kemudian dalam hal penyaluran JPS, pansus minta dilibatkan dan GTPP Covid-19 Sumut juga mesti memberikan jadwal secara terbuka tentang penyalurannya. “Kami juga berharap GTPP Covid-19 Sumut memvalidasi data agar masyarakat dapat menerima kembali bantuan pemprov,” katanya seraya menekankan gugus tugas untuk kembali menghidupkan dunia usaha di Sumut.
Riadil Akhir Lubis dalam paparannya menyatakan realisasi anggaran belanja kegiatan pihaknya dari hasil refocusing sebesar Rp502,1 miliar terdapat tiga item peruntukkan. Realisasi bidang kesehatan untuk medis sebesar Rp8.013.406.050 dan penunjang medis Rp30.204.860.553 dari rencana anggaran belanja kegiatan GTPP Covid-19 Sumut sebesar Rp191,8 miliar.
Kemudian realisasi anggaran belanja untuk JPS sebesar Rp160.943.868.454 dari rencana anggaran belanja kegiatan GTPP Covid-19 Sumut sebesar Rp300,3 miliar. Selanjutnya realisasi anggaran belanja untuk stimulus ekonomi sebesar Rp2.750.000.000 dari rencana anggaran belanja kegiatan GTPP Covid-19 Sumut sebesar Rp10 miliar.
Dalam hal pencegahan menjelang Idulfitri 2020 pihaknya mengaku juga telah melaksanakan strategi preventif yakni dengan melakukan imbauan untuk tidak melakukan mudik Lebaran, optimalisasi check point di perbatasan provinsi, penyiapan dan pengoperasian karantina sementara, menyiapkan 13 posko dan alat berat di titik daerah rawan longsor.
Mengenai penyaluran JPS, Riadil mengatakan telah melakukan dua mekanisme dengan cara bantuan bahan pangan dan bantuan uang tunai pada GTPP Covid-19 kabupaten/kota yang nantinya disalurkan pada masyarakat dalam bentuk bahan pangan. Acuan data penerima berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
“Ada 13 kabupaten/kota yang ditransfer uang tunai dan 20 kabupaten/kota yang langsung dikirim sembako karena di daerahnya mereka sulit dalam penyediaan sembako,” pungkasnya. (mag-01/prn)