24 C
Medan
Saturday, January 3, 2026
Home Blog Page 4308

Google Luncurkan Situs ‘Mengajar dari Rumah’ versi Bahasa Indonesia

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Google meluncurkan versi bahasa Indonesia dari Mengajar dari Rumah, kumpulan alat, tips, dan materi pelatihan, yang ditujukan untuk membantu para pengajar dan siswa melakukan pembelajaran jarak jauh selama wabah virus corona, Rabu (15/4).

Lewat inisiatif yang dikembangkan oleh Google for Education dengan didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ini, para pengajar dan siswa akan bisa mengakses materi pelajarannya di g.co/mengajardarirumah, serta situs Bersama Hadapi Korona milik Kemendikbud.

Google juga telah membantu membuat domain khusus yang bisa mendukung 1,8 juta akun pengajar dan siswa di lebih dari 4.600 sekolah di Jakarta, sehingga mereka bisa mengakses G Suite for Education dengan lebih mudah.

Dengan adanya inisiatif ini, Dr Iwan Syahril, Staf Khusus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pembelajaran, berharap, mudah-mudahan ekosistem pendidikan Indonesia semakin terpacu kesiapannya untuk menggunakan teknologi dalam pembelajaran.

Secara global, ada lebih dari 700 juta siswa yang tidak bisa pergi ke sekolah, termasuk 62 juta siswa yang terkena dampak di Indonesia. “Kondisi ini memberikan tekanan besar terhadap keluarga, sekolah, dan para guru yang selama ini berjasa besar dalam menumbuhkan minat anak untuk belajar. Dan kami ingin ikut membantu dalam cara apa pun yang kami bisa lakukan,” jelas Randy Jusuf, Managing Director, Google Indonesia.

Menurutnya, Mengajar dari Rumah adalah pengembangan dari langkah-langkah yang dilakukan Google untuk mendukung pendidikan jarak jauh, dengan menyediakan fitur-fitur premium Google Meet. “Gratis bagi semua pelanggan G Suite dan G Suite for Education hingga September 2020, serta menyediakan pelatihan dan tips melalui Google, YouTube dan YouTube Learning,” katanya.

ersama dengan REFO Indonesia, komunitas Google Grup Pengajar, dan Kemendikbud, Google juga telah meluncurkan serangkaian webinar untuk membantu para pengajar dan orang tua menerapkan strategi pembelajaran jarak jauh menggunakan solusi G Suite for Education. Webinar yang diharapkan bisa menjangkau 100.000 pengajar dan orang tua pada April ini, juga tersedia di platform Guru Berbagi.

Berkontribusi pada Bisnis & Ekonomi

Google juga telah menjabarkan langkah-langkah yang diambilnya untuk membantu kalangan bisnis di Indonesia. “Dampak dari wabah ini paling dirasakan oleh lebih dari 50 juta usaha kecil yang menjadi kekuatan inti ekonomi Indonesia, mulai dari warung dan losmen hingga restoran dan hotel. Kami ingin membantu mereka bertahan melalui krisis ini dan untuk selanjutnya bangkit kembali,” tambah Randy.

Google baru-baru ini telah mengumumkan komitmen sebesar $800 juta untuk membantu para pengusaha kecil mendapatkan akses ke bantuan finansial, hibah, dan kredit iklan.

Di level lokal Google juga mengalihkan Gapura Digital dan Women Will sepenuhnya ke kelas online, dengan mengadakan pelatihan keterampilan digital secara virtual setiap Senin sampai Kamis setiap minggu di 14 kota. Kemudian, menyambut 5.455 peserta Digital Entrepreneurship Academy pada minggu ini sebagai bagian dari program Digital Talent Scholarship Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Bekerja sama dengan pemerintah dan LSM untuk mendukung upaya memulihkan dan membangun ketahanan ekonomi masyarakat, serta menggandakan jumlah donasi yang diberikan oleh karyawan kami hingga $10.000 per orang–termasuk penggalangan dana internal untuk membantu Indorelawan. Donasi dari para Googlers ini akan disalurkan sebagai bantuan makanan, suplemen kesehatan, dan kebutuhan sehari-hari lainnya bagi komunitas yang kurang mampu.

Menyediakan kredit Google Maps API bagi developer dan organisasi nonprofit serta Google Ads Grants bagi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk membantu penyebaran pengumuman layanan masyarakat penting yang terkait dengan pencegahan dan penyebaran COVID-19.

Melalui Google Cloud, menyediakan layanan Jaringan Penayangan Konten dan kredit Google Cloud Platform ke BNPB untuk membantu agar situs covid19.go.id bisa berjalan dengan stabil. Google Cloud juga menyediakan infrastruktur teknologi bagi Ruangguru, yang membuka layanan sekolah online gratis yang diakses oleh lebih dari 1 juta pengguna pada hari pertamanya, serta membantu menyediakan layanan tak terputus bagi jutaan penjual dan pengguna Tokopedia di seluruh Indonesia.

 “COVID-19 memberikan tekanan besar pada kita semua, dan kami bertekad untuk melaksanakan tanggung jawab kami dalam masa-masa sulit ini, yaitu: menyediakan akses ke informasi yang andal, mendukung pembelajaran online, membantu usaha kecil, dan lebih banyak lagi,” tambah Randy. “Inisiatif yang kami umumkan hari ini hanyalah awalnya. Kami siap untuk mendukung Indonesia dan melakukan apa yang kami bisa untuk mengatasi COVID-19 serta membangun masa depan yang lebih solid.” (rel)

Kesulitan ekonomi di Tengah Pandemi Corona, Jangan Utang untuk Tambahan Modal

Ilustrasi.
Ilustrasi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Roda perekonomian masyarakat terpuruk dengan kondisi pandemi Covid-19. Hal itu, juga dirasakan pelaku UMKM. Ditambah dengan kondisi karantina wilayah. Disatu sisi, Kebijakan tersebut, mencegah penyebaran corona. Namun, di sisi lain semakin membuat dunia semakin lesuh.

“Belakangan ini, banyak pelaku UMKM maupun masyarakat yang mencoba mencari jalan keluar ditengah kesulitan ekonomi yang melilit akibat covid-19. Banyak pelaku bisnis yang dirugikan akibat respon kebijakan pemerintah yang memberlakukan karantina wilayah sehingga mau tidak mau pengusaha terpaksa menutup bisnisnya,” sebut Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin, Selasa (14/4).

Satu hal yang harus diketahui, Gunawan mengatakan dasarnya memburuknya dunia usaha belakangan ini bukan diakibatkan oleh masalah ekonomi. Namun penyebaran corona yang menjadi akar masalah sehingga muncul masalah ekonomi yang melilit dunia usaha.

“Serta mempersulit kondisi ekonomi masyarakat. Jadi misal kita memiliki usaha kuliner kelasnya UMKM, lantas omset menurun tajam,” kata Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara itu.

Dengan itu, Gunawan menjelaskan penambahan modal untuk kembali menggerakan usaha bukanlah solusi yang baik.

“Saya justru melihat pelaku usaha itu akan terbebani dengan masalah yang kian rumit, yakni penambahan beban utang kalau sandainya penambahan modal dari utangan. Ini menjadi masalah serius yang justru berpotensi muncul dalam jangka panjang,” tutur Gunawan.

Gunawan mengungkapkan bahwa penurunan omset penjualan ini terjadi dibanyak semua jenis usaha. Kecuali usaha pembuatan masker, APD atau obat-obatan yang dibutuhkan di tengah pandemi.

“Selebihnya, usaha apapun berpotensi mengalami kegagalan. Dan masalah ekonomi seperti ini, tidak bisa sepenuhnya dituntaskan melalui jalan lewat ekonomi pula,” ungkap Gunawan.

Gunawan mencontohkan sejumlah sektor usaha yang memiliki fundamental bisnis yang defensive. Seperti usaha yang menyediakan keutuhan pokok masyarakat seperti sembako saja mengalami kesulitan penjualan di tengah pandemic.

“Padahal logikanya masyarakat akan tetap membutuhkan kebutuhan pangan di tengah pandemic seperti yang sekarang ini,” tutur Gunawan.

Tidak hanya itu banyak dunia usaha yang tutup, sehingga memunculkan masalah ekonomi, tapi solusinya bukan lewat ekonomi. Semua dunia usaha saat ini tengah menanti solusi yakni, kapan pandemic ini berakhir, ada obat-obatan yang manjur serta ditemukannya vaksin.

Dengan itu, ditemukan maka secara otomatis masalah ekonomi saat ini bisa dituntaskan. ”Dengan sendirinya ekonomi akan kembali bergerak dan bisa mengurai satu persatu kesulitan ekonomi yang membelenggu. Jadi kalau memang memungkinkan usaha ditutup sementara, maka jangan ragu untuk menutupnya sementara,” pungkasnya. (gus/ram)

#DiRumahTerusMaju, Telkomsel Bersama Pelanggan Setia Galang Donasi Lewat Telkomsel POIN

Bantuan ADP DI Rumah Sakit Adam Malik di Terima Oleh Ibu Helima Tobing ( Humas RS Adam Malik)
Bantuan ADP DI Rumah Sakit Adam Malik di Terima Oleh Ibu Helima Tobing ( Humas RS Adam Malik)
Bantuan ADP DI Rumah Sakit Adam Malik di Terima Oleh Ibu Helima Tobing ( Humas RS Adam Malik)
Bantuan ADP DI Rumah Sakit Adam Malik di Terima Oleh Ibu Helima Tobing ( Humas RS Adam Malik)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Telkomsel terus memantau perkembangan situasi terkini terkait pandemi COVID-19 serta terus berkomitmen untuk senantiasa menyediakan layanan berkualitas guna menjamin kenyamanan berkomunikasi pelanggan. Bukan hanya itu, melalui semangat #DiRumahTerusMaju, Telkomsel juga terus berupaya membantu seluruh element masyarakat memerangi pandemi ini. Salah satunya dengan menghadirkan program Donasi Telkomsel POIN.

General Manager Prime Segment and Direct Channel Management Sumatera Ricky E Panggabean, mengatakan, “Telkomsel dengan semangat #DiRumahTerusMaju bukan hanya berkomitmen untuk menghadirkan layanan maksimal bagi pelanggan dirumah. Sebagai leading digital telco company, kami juga proaktif untuk ikut serta dalam upaya mendukung pemerintah dalam hal penanganan COVID-19.”.

Program penggalangan donasi melalui Telkomsel POIN ini telah berlangsung sejak 20 Maret yang akan disalurkan ke Rumah Zakat untuk kemudian di distribusikan kepada RS Adam Malik dan RS USU di Medan dalam bentuk Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis.

Bantuan ADP Di Rumah Sakit USU di Terima oleh Dr.dr Syah Mirsya Warli,Sp.U (K) di damping, dr Yu dan dr Dewi
Bantuan ADP Di Rumah Sakit USU di Terima oleh Dr.dr Syah Mirsya Warli,Sp.U (K) di damping, dr Yu dan dr Dewi

“Program donasi Telkomsel POIN ini adalah salah satu bentuk dukungan kami bersama pelanggan setia untuk berkontribusi mendukung seluruh elemen dalam memerangi pandemi ini. Dan kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah menukarkan Telkomsel POIN-nyadalam program Donasi Aksi Empati melawan Covid-19 ini”, tambah Ricky.

Sebelumnya, Telkomsel juga telah mendukung pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat untuk tetap bisa produktif #DirumahAja. Berbagai layanan dihadirkan, mulai dari paket gratis untuk belajar di rumah bagi pelajar, paket layanan murah CloudX untuk para pekerja, akses gratis situs resmi informasi COVID-19 Pemerintah, hingga penyediaan layanan broadcast SMS Kementerian Komunikasi dan Informatika RI untuk penyebaran informasi terkini yang berkaitan dengan himbauan serta edukasi guna meningkatkan pengetahuan dan kesadaraan masyarakat dalam memutus rantai penyebaran virus COVID-19 di Indonesia.

Upaya tersebut merupakan bentuk nyata komitmen Telkomsel untuk bergotong royong bersama seluruh pemangku kepentingan dan mitra strategis lainnya dalam memberikan layanan terdepan untuk masyarakat Indonesia #AkselerasikanNegeRI. Telkomsel percaya, bersama kita akan lebih kuat dalam menjaga Indonesia.(*)

Dishub Medan Bagikan 1000 Paket Sembako

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang terkena dampak sosial dari Covid-19 di Kota Medan, Dishub Medan membagikan 1.000 paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan. Hal itu diinisiasi oleh Kadishub Kota Medan, Iswar Lubis.

“Jadi saya meminta kepada para pejabat di lingkungan Dishub Medan untuk berkenan menyisihkan rezekinya untuk berbagi kepada masyarakat yang terkena dampak sosial dari pandemi ini. Alhamdulillah, ada terkumpul seribu paket. Walaupun berupa beras dan mie instan, tapi kita harap dapat bermanfaat buat saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ungkapnya.

Pembagian sembako itu sendiri, kata Iswar, dilakukan oleh para pegawai Dishub Medan pada Selasa (14/4) di beberapa ruas jalan di Kota Medan. Pembagiannya pun tidak dilakukan dengan cara mengumpulkan massa, hanya dengan memberikan secara langsung kepada masyarakat membutuhkan yang terlihat di beberapa ruas jalan.

“Kita membaginya sambil keliling saja, biar mereka enggak ngumpul, sehingga tetap terjaga jaraknya (Social Distancing). Sementara ini kita akan keliling saja untuk seribu paket ini, kalau hari ini paket sembakonya belum habis, maka akan kita lanjutkan besok,” tutupnya.

Pantauan Sumut Pos, pembagian sembako dilakukan secara langsung oleh para pegawai Dishub Kota Medan kepada sejumlah masyarakat yang terkena dampak sosial dan sedang beraktivitas seperti penarik becak, pedagang es keliling, petugas parkir, petugas kebersihan, pemulung hingga masyarakat lainnya.(map/ila)

Dishub Medan & Satlantas Polrestabes Medan Gelar Razia Masker

PAKAI MASKER: Sejumlah pengendara motor mengenakan masker saat melintas di Jalan Sisingamangaraja Medan, beberapa waktu lalu. Hari ini Dishub Kota Medan bersama Satlantas Polretabes Medan merazia pengendara yang tidak mengenakan masker. Triadi Wibowo/Sumut Pos
PAKAI MASKER: Sejumlah pengendara motor mengenakan masker saat melintas di Jalan Sisingamangaraja Medan, beberapa waktu lalu. Hari ini Dishub Kota Medan bersama Satlantas Polretabes Medan merazia pengendara yang tidak mengenakan masker. Triadi Wibowo/Sumut Pos
PAKAI MASKER: Sejumlah pengendara motor mengenakan masker saat melintas di Jalan Sisingamangaraja Medan, beberapa waktu lalu. Hari ini Dishub Kota Medan bersama Satlantas Polretabes Medan merazia pengendara yang tidak mengenakan masker. Triadi Wibowo/Sumut Pos
PAKAI MASKER: Sejumlah pengendara motor mengenakan masker saat melintas di Jalan Sisingamangaraja Medan, beberapa waktu lalu. Hari ini Dishub Kota Medan bersama Satlantas Polretabes Medan merazia pengendara yang tidak mengenakan masker. Triadi Wibowo/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hal itu sebagai bukti ketegasan Pemko Medan dalam hal ini Dishub Medan dalam menegakkan imbauan Pemko Medan agar masyarakat selalu menggunakan masker bila harus keluar rumah sebagai bentuk nyata dalam memutus penyebaran Covid-19 di Kota Medan.

“Mulai besok (hari ini,Red), Dishub Medan akan melakukan razia kepada masyarakat Kota Medan pengguna kendaraan yang tidak mengikuti imbauan pemerintah untuk menggunakan masker. Khususnya para pengendara umum seperti bus, angkot, becak berikut para penumpangnya, semua wajib pakai masker. Jadi, pengendara wajib masker!,” tegas Kepala Dishub Medan, Iswar Lubis S.SiT MT kepada Sumut Pos, Selasa (14/4).

Dikatakan Iswar, pihaknya akan menghentikan para angkutan umum tersebut bila melihat ada yang tidak menggunakan masker saat melakukan razia tersebut. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan untuk juga melakukan razia kepada pengendara roda dua yang tidak menggunakan masker, baik pengendara maupun penumpangnya.

“Kita akan razia di sejumlah ruas jalan di Kota Medan, bila ada yang tidak menggunakan masker, pasti akan kita stop dan akan kita beri teguran atas kesalahan itu. Sebab sudah jelas imbauannya, semua masyarakat wajib pakai masker saat keluar rumah,” ujarnya.

Namun tak hanya melakukan teguran, Iswar juga mengatakan akan memberikan masker kepada masyarakat yang kedapatan tidak menggunakan masker saat razia tersebut.

“Setelah kita tegur dan kita beri peringatan atas kesalahannya, maka kita akan langsung memberikan masker kepada orang tersebut. Tak hanya kita berikan, tapi akan langsung kita pakaikan maskernya supaya semua masyarakat tertib dan mau memakai masker. Ini sekaligus mengedukasi masyarakat, bahwa memakai masker saat keluar rumah itu sangat penting,” jelas Iswar.

Namun, Iswar memastikan bahwa razia yang dilakukan Dishub Medan tersebut murni merupakan razia kedisiplinan pengguna kendaraan bermotor, baik para sopir maupun penumpangnya dalam menggunakan masker, bukan razia kelengkapan KIR.

Sebab selama memasuki masa tanggap darurat Covid-19, Pemko Medan melalui Dishub Medan telah menetapkan untuk menutup sementara layanan uji KIR di Kota Medan.

“Untuk sementara tidak akan dilakukan pemerikasaan KIR di jalan, bahkan yang sudah habis masa berlaku KIR nya akan dianggap masih berlaku. Itulah salah satu bentuk kepedulian Pemerintah kepada masyarakat dalam kondisi pandemi saat ini. Tetapi aturan menggunakan masker ini tegas kita tegakkan, Pemko Medan tegas dalam menegakkan aturan, ini demi kebaikan bersama,” ucapnya.(map/ila)

Fakultas Kedokteran UISU Gelar Ujian CBT

PANTAU: Dekan Fakultas Kedokteran, dr Indra Janis dan Sekretaris panitia, Ir. Abdurrozzaq Hasibuan, MT pantau ujian offline dan online.
PANTAU: Dekan Fakultas Kedokteran, dr Indra Janis dan Sekretaris panitia, Ir. Abdurrozzaq Hasibuan, MT pantau ujian offline dan online.
PANTAU: Dekan Fakultas Kedokteran, dr Indra Janis dan Sekretaris panitia, Ir. Abdurrozzaq Hasibuan, MT pantau ujian offline dan online.
PANTAU: Dekan Fakultas Kedokteran, dr Indra Janis dan Sekretaris panitia, Ir. Abdurrozzaq Hasibuan, MT pantau ujian offline dan online.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Di tengah wabah penyebaran virus corona atau Covid-19, terdapat 45 orang calon mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) mengikuti proses Computer Base Test (CBT) secara ofline diikuti 6 orang di Kampus UISU di Jalan Sisingamangaraja Medan, Minggu (12/4) kemarin. Sedangkan ujian secara online/daring melalui aplikasi zoom.

Sekretaris Panitia Penerimaan mahasiswa baru UISU TA 2020/2021, Ir. Abdurrozzaq Hasibuan, MT, mengatakan pelaksanaan ujian dalam bentuk CBT ini tetap mengikuti arahan dan anjuran pemerintah terkait upaya pencegahan dan penyebaran Covid-19n

“Mulai dari kebersihan ruangan pelaksanaan ujian, penggunaan masker hingga persoalan jarak antara masing-masing peserta ujian dan keharusan mencuci tangan sebelum masuk ruangan,” ungkap Abdurrozzaq, Senin (13/4).

Sebab, kata Abdurrozzaq, panitia sejak awal sudah menyampaikan kepada calon peserta untuk mengikuti ujian secara daring melalui aplikasi zoom atau secara offline di Pusat Administrasi UISU Jalan SM Raja Medan. “6 orang mengikuti ujian secara offline dan selebihnya mengikuti ujian secara daring melalui aplikasi zoom,” tuturnya.

Abdurrozzaq mengatakan bahwa materi ujian CBT masih terkait kemampuan umum dan kemampuan dasar yakni bahasa Indonesia, bahasa Inggris dan matematika. Namun, khusus untuk calon mahasiswa kedokteran, UISU telah menerapkan proses seleksi yang ketat. “Tidak hanya ujian CBT, tapi juga kita akan melakukan test kesehatan dan test psikologi,”katanya.

Terpisah, Rektor UISU Dr. H. Yanhar Jamaluddin MAP mengatakan, seleksi yang dilakukan UISU terhadap calon mahasiswa Fakultas Kedokteran dalam rangka meningkatkan kualitas input mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi di UISU.

“Kita berharap mahasiswa baru yang masuk tahun ajaran 2020/2021 merupakan hasil dari proses seleksi untuk menghasilkan mahasiswa-mahasiswa terbaik,” ujarnya.

Rektor UISU juga menambahkan bahwa ujian yang kali ini digelar merupakan ujian CBT gelombang pertama untuk Fakultas Kedokteran. Rencananya UISU akan membuka proses pendaftaran kembali untuk pelaksanaan ujian gelombang kedua pada Mei mendatang.

“Silahkan mendaftar secara online melalui www.pmb.uisu.ac.id dan whatsapp nomor 081263621919,”ucapnya. Selain itu, kata Rektor, tidak hanya fakulas Kedokteran saja karena UISU pada saat yang sama membuka pendaftaran sejak Maret lalu untuk 35 program studi yang ada di 9 Fakultas di UISU.(gus/ila)

Mendorong Menjadi BLU, Polmed Dirikan P4AB

LAPORAN: Ketua tim, Dr Meily Surianti (kiri), serahkan hasil laporan pengabdian masyarakat tentang pendirian P4AB kepada Wadir IV Bidang Kerjasama Polmed, Ing Heru Pranoto ST.
LAPORAN: Ketua tim, Dr Meily Surianti (kiri), serahkan hasil laporan pengabdian masyarakat tentang pendirian P4AB kepada Wadir IV Bidang Kerjasama Polmed, Ing Heru Pranoto ST.
LAPORAN: Ketua tim, Dr Meily Surianti  (kiri), serahkan hasil laporan pengabdian masyarakat tentang pendirian P4AB kepada Wadir IV Bidang Kerjasama Polmed, Ing Heru Pranoto ST.
LAPORAN: Ketua tim, Dr Meily Surianti (kiri), serahkan hasil laporan pengabdian masyarakat tentang pendirian P4AB kepada Wadir IV Bidang Kerjasama Polmed, Ing Heru Pranoto ST.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Politeknik Negeri Medan (Polmed) mendirikan Pusat Pelatihan dan Pengembangan Pajak, Akuntansi dan Bisnis (P4AB) di Gedung Kampus Polmed, Komplek USU, Medan. Didirikannya pusat pelatihan itu untuk mendorong peningkatan status Polmed dari Satuan Kerja (Satker) menjadi Badan Layanan Usaha (BLU).

Pendirian P4AB tersebut diinisiasi oleh sejumlah dosen Polmed yang melakukan pengabdian kepada masyarakat, terkait Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPUPIK)n

Ketua tim yang melakukan pengadian masyarakat, Dr Meily Surianti SE Ak MSi CA mengatakan, Polmed sebagai penyelenggara pendidikan tinggi vokasi masih berstatus Satker dan ingin meningkatkan statusnya menjadi BLU.

Selain itu, sebagai penyelenggara pendidikan tinggi vokasi seharusnya menjadi center of excellent untuk pengembangan keilmuan yang berorientasi pada dunia praktik.

“Untuk menjadi BLU membutuhkan sumber income generating di luar penerimaan-penerimaan yang bersifat rutin. Sebab, sumber yang dimiliki masih sangat minim. Karena itu, salah satu solusinya adalah dibentuk P4AB yang diharapkan dapat mendukung pengembangan ilmu yang berorientasi pada praktik dan juga menjadi sumber income generating dari jasa-jasa pelatihan serta konsultasi yang ditawarkan,” ungkap Meily didampingi anggota tim, Dina Arfianti Siregar SE MSi dan Riswanto SE MM CPA, Selasa (14/4).

Menurut Meily, status Polmed yang masih sebagai Satker memiliki keterbatasan di dalam melakukan aktivitas penyelenggaran kegiatan karena tidak memiliki keleluasaan di dalam melakukan pengelolaan anggaran.

Setiap penerimaan, harus dilaporkan serta dimasukkan ke rekening pemerintah, dan setiap pengeluaran harus melalui proses pengajuan anggaran setahun sebelumnya. Ketentuan-ketentuan ini tentu saja membuat ruang gerak Polmed menjadi sangat terbatas dan tergantung dari alokasi yang ditetapkan oleh pemerintah.

“Jajaran pimpinan Polmed beserta Senat telah sepakat untuk memperjuangkan status kampus dari Satker menjadi BLU. Dengan status BLU maka akan memiliki otonomi, sehingga memiliki keleluasaan untuk mengelola Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Tak hanya itu, diharapkan bisa melakukan berbagai percepatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” terang Meily.

Diutarakan dia, dengan adanya sumber income generating di luar penerimaan rutin tentunya dapat mendukung pelaksanaan program-program pengembangan lembaga. Sehingga, ke depannya bisa menjadi lembaga mandiri dengan karakter kewirausahaan yang kuat.

“P4AB Polmed direncanakan akan menyediakan jasa berupa pelatihan akuntansi, seperti SAK Short Course, Risk Management Short Course, Brevet A, B, dan C untuk pajak. Kemudian, pelatihan manajemen keuangan desa, Business Development Short Course, pendampingan untuk UMKM, BUMDes, dan lain sebagainya yang terkait,” jelas dosen akuntansi keuangan publik ini.

Anggota tim pengadian masyarakat, Dina Arfianti Siregar SE MSi menambahkan, saat ini perguruan tinggi negeri yang ada di Medan maupun Sumut belum ada secara lembaga mendirikan unit menawarkan jasa seperti ditawarkan oleh P4AB.

Bahkan, untuk swasta juga belum ada yang menyediakan jasa sekomprehensif P4AB Polmed. “Hanya ada lembaga yang menawarkan jasa konsultasi, sementara sebagian lagi menawarkan pelatihan,” ujar Dina. (ris/ila)

Bantu Sediakan Stok Darah, Pomdam I/BB Himpun 178 Kantung Darah

DONOR DARAH: Komandan Pomdam I/BB, Kolonel Cpm Sudarma Setiawan memeriksa kesehatan sebelum mendonorkan darahnya. dalam bakti sosial donor darah di Mapomdam I/BB Jalan Sena Kota Medan, Selasa (14/4). Persediaan darah dinilai penting menghadapi pandemi ini. Istimewa/Sumut pos
DONOR DARAH: Komandan Pomdam I/BB, Kolonel Cpm Sudarma Setiawan memeriksa kesehatan sebelum mendonorkan darahnya. dalam bakti sosial donor darah di Mapomdam I/BB Jalan Sena Kota Medan, Selasa (14/4). Persediaan darah dinilai penting menghadapi pandemi ini. Istimewa/Sumut pos
DONOR DARAH: Komandan Pomdam I/BB, Kolonel Cpm Sudarma Setiawan memeriksa kesehatan sebelum mendonorkan darahnya.  dalam bakti sosial donor darah di Mapomdam I/BB Jalan Sena Kota Medan, Selasa (14/4). Persediaan darah dinilai penting menghadapi pandemi ini. Istimewa/Sumut pos
DONOR DARAH: Komandan Pomdam I/BB, Kolonel Cpm Sudarma Setiawan memeriksa kesehatan sebelum mendonorkan darahnya. dalam bakti sosial donor darah di Mapomdam I/BB Jalan Sena Kota Medan, Selasa (14/4). Persediaan darah dinilai penting menghadapi pandemi ini. Istimewa/Sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Polisi Militer Kodam (Pomdam) I/Bukit Barisan bersama Detasemen Polisi Militer (Denpom) I/5 Medan menggelar bakti sosial donor darah di Mapomdam I/BB, Jalan Sena Kota Medan, Selasa (14/4). Donor darah dimaksudkan untuk membantu menyediakan stok darah PMI saat masa pandemi Covid-19.

Komandan Pomdam I/BB, Kolonel Cpm Sudarma Setiawan menyampaikan, kegiatan sosial donor darah ini sebagai bentuk dukungan dan membantu pemerintah. Dalam hal ini untuk mengatasi kekurangan persediaan darah di saat-saat merebaknya wabah virus corona di Indonesian

Diketahui, akibat wabah ini juga mempengaruhi ketersediaan darah untuk kebutuhan medis. Persediaan darah dinilai penting menghadapi pandemi ini. “Ketersediaan darah yang berkurang di saat pandemi Covid-19 ini, semoga bisa diatasi dan terbantu dengan kegiatan sosial donor darah ini,” ujarnya.

Komandan Denpom I/5 Medan, Letkol Cpm Anggun Hendryantoro, SH menyampaikan, pada donor darah bersama Pomdam I/BB dan Denpom I/5 dihimpun 85 kantong darah.

“Peserta donor sebanyak 118 orang, dengan rincian peserta dari Makopomdam I/BB sebanyak 62 orang dan dari Denpom I/5 sebanyak 56 orang. Namun dari jumlah peserta hanya 85 yang memenuhi syarat untuk boleh mendonor,” jelas Letkol Anggun.

Diketahui, Pomdam I/BB yang menaungi enam Denpom jajaran ini juga serentak melakukan kegiatan donor darah di berbagai daerah di wilayah tugas Pomdam I/BB. Selain Denpom I/5 Medan, lima Denpom jajaran juga menggelar aksi serupa dan menghimpun sebanyak 93 kantong darah.

“Dari kegiatan donor darah ini terkumpul dari pendonor yaitu para personel Pomdam I/BB beserta Denpom I/5 Medan dan Denpom jajaran lainnya sebanyak 178 kantong darah. Kegiatan sosial ini dilaksanakan dalam keadaman aman dan tertib,”pungkasnya.

Stok PMI Darah Kini Hampir 800 Kantung

Sementara itu, setelah sempat menipis, stok darah Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Medan kini sudah mulai bertambah. Kini, stok darah yang tersedia hampir 800 kantung.

Kepala Seksi Pelayanan Teknik Laboratorium dan Bank Darah Rumah Sakit UDD PMI Kota Medan, dr Ira Fitriyanti Putri Lubis mengatakan, penambahan stok darah berkat adanya TNI dan Polri yang melakukan kegiatan donor darah. Meski belum stabil, namun stok darah yang ada sudah kategori aman.

“Sangat terbantu dengan adanya bantuan dari Polri dan TNI yang melaksanakan donor darah. Saat ini stok darah memang masih belum bisa dikatakan stabil, tetapi masih dikategorikan aman,” ungkap Ira, Selasa (14/4).

Disebutkan Ira, stok darah sehat yang bebas dari Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah (IMLTD) per tanggal 14 April 2020 berjumlah 796 kantung. Jumlah ini terdiri dari stok darah lengkap atau Whole Blood (WB) sebanyak 679 kantung dan sel darah merah atau Packed Red Cell (PRC) 117 kantung.

“Stok WB yang tersedia, yaitu golongan A 259 kantung, golongan B 76 kantung, golongan AB 91 kantung dan golongan O 253 kantung. Sedangkan stok PRC, golongan A 86 kantung, golongan B 1 kantung, golongan AB 26 kantung, dan golongan O 4 kantung dengan total 117 kantong darah,” bebernya.

Ira menambahkan, apa yang dilakukan TNI dan Polri sudah sangat membantu persediaan stok darah. Diharapkan hal positif ini dapat menularkan ke instansi atau lembaga lain dan masyarakat Medan untuk melakukan donor darah. “Kegiatan donor darah tidak bisa setiap hari diadakan, karena yang sudah donor ke kita maka harus menunggu 2 bulan lagi,” paparnya.

Menurut dia, dengan adanya stok darah saat ini maka pihaknya masih bisa memenuhi kebutuhan rumah sakit yang ada di Medan. Pun begitu, tetap dengan sistem pemenuhan disesuaikan pemasukan darah yang ada.

Diutarakan Ira, selain disesuaikan dengan pemasukan, sistem pengeluaran darah saat ini mengutamakan donor pengganti dan donor keluarga yang masih terus diberlakukan. Sebab, peran dari pihak keluarga dan kerabat pasien untuk mendonorkan darahnya sangat dibutuhkan.

“PMI tidak bisa menyediakan darah jika tidak ada calon pendonornya. Dari keterangan beberapa pihak rumah sakit menyatakan, kalau pihak keluarga maupun kerabat pasien tidak bersedia mendonor dengan berbagai alasan. Salah satunya, takut keluar rumah, takut donor karena adanya Covid-19. Jika mereka keluarganya sendiri saja alasannya begitu, bagaimana masyarakat lain? Kalau begini kondisinya tentu menjadi susah. Padahal, yang mau dibantu keluarganya sendiri,” cetus perempuan berhijab ini.

Untuk itu, sambung dia, diharapkan kepada seluruh warga Kota Medan untuk saling membantu pasien yang sedang membutuhkan darah. (tri/ris/ila)

Masyarakat Tionghoa Sumut Salurkan Bantuan Tahap VI, Gubsu: Terima Kasih atas Kepeduliannya…

MENERIMA BANTUAN: Gubsu saat menerima bantuan dari Masyarakat Tionghoa Sumatera Utara yang diwakili Juswan Tjoe.
MENERIMA BANTUAN: Gubsu saat menerima bantuan dari Masyarakat Tionghoa Sumatera Utara yang diwakili Juswan Tjoe.
MENERIMA BANTUAN: Gubsu saat menerima bantuan dari Masyarakat Tionghoa Sumatera Utara yang diwakili Juswan Tjoe.
MENERIMA BANTUAN: Gubsu saat menerima bantuan dari Masyarakat Tionghoa Sumatera Utara yang diwakili Juswan Tjoe.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Masyarakat Tionghoa Sumatera Utara kembali menyalurkan bantuan sembako berupa 4.000 karung Beras ukuran 5 Kg dan 5.000 minyak goreng serta 2.000 kotak mie instan untuk membantu mencegah dan menanggulangi percepatan penanganan penyebaran Covid-19 di Sumatera Utara.

Bantuan ini disalurkan melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Sumatera Utara di Rumah Dinas Gubernur Sumatera Utara, Selasa (14/4).

Ketua Harian Perhimpunan Masyarakat Tionghoa Sumatera Utara sekaligus Koordinator Panitia Kerja Masyarakat Tionghoa Sumatera Utara Peduli Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19 di Sumatera Utara, Juswan Tjoe, mengatakan, bantuan tahap keenam ini sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan Masyarakat Tionghoa Sumatera Utara.

“Sebagai anak bangsa kami juga turut merasakan kesedihan dan kegundahan masyarakat yang berpenghasilan rendah atas ketidakpastian kapan berakhirnya wabah Covid-19 ini. Oleh karenanya Masyarakat Tionghoa Sumatera Utara telah bergotong-royong untuk memberikan sumbangsihnya,” ujar Juswan pada saat melepas bantuan tersebut.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, saat menerima bantuan dari Masyarakat Tionghoa Sumatera Utara, menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran panitia dan masyarakat Tionghoa Sumut lainnya yang telah ikut berpartisipasi.

“Terima kasih atas kepeduliannya. Bantuan yang diberikan secepatnya akan disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima. Namun terlebih dahulu kita akan melakukan pendataan agar bantuan berupa 4.000 karung Beras ukuran 5 Kg, 5.000 bungkus minyak goreng dan 2.000 kotak mie instan ini bisa didistribusikan secara merata,” ujar Gubernur didampingi sejumlah Kepala Dinas dan para asisten di lingkup Kantor Gubsu.

Hadir dalam pelepasan dan penyerahan sembako tersebut yakni Ketua Bidang Kepemudaan Perhimpunan MITSU Peter Suhendra, sekaligus selaku Ketua Pengadaan Logistik dan Para Ketua Perkumpulan/Yayasan Sosial Masyarakat Tionghoa di Sumatera Utara.

Bantuan dari Masyarakat Tionghoa Sumatera Utara akan berlanjut pada Kamis (16/4) yang akan disalurkan kepada Kepolisian Daerah Sumatera Utara berupa 2.500 karung beras ukuran 5 Kg, 2.000 bungkus minyak goreng dan 1.000 kotak mie instan.

Kemudian, akan diserahkan bantuan sembako kepada 70-80 Kelurahan yang ada di Kota Medan masing-masing kelurahan akan diakokasikan sebanyak 200 paket terdiri dari beras, minyak goreng dan mie instan. (rel)

8 Kecamatan Zona Merah Covid-19, Upaya Pencegahan dengan Disinfektan

SEMPROT: Detasemen Gegana Brimob Poldasu saat menyemprot cairan disinfektan ke Kantor Wali Kota Medan, baru-baru ini. Pemko Medan diminta serius menangani penyebaran Covid-19 karena di 8 kecamatan saat ini sudah masuk Zona Merah Covid 19.
SEMPROT: Detasemen Gegana Brimob Poldasu saat menyemprot cairan disinfektan ke Kantor Wali Kota Medan, baru-baru ini. Pemko Medan diminta serius menangani penyebaran Covid-19 karena di 8 kecamatan saat ini sudah masuk Zona Merah Covid 19.
SEMPROT: Detasemen Gegana Brimob Poldasu saat menyemprot cairan disinfektan ke Kantor Wali Kota Medan, baru-baru ini. Pemko Medan diminta serius menangani penyebaran Covid-19 karena di 8 kecamatan saat ini sudah masuk Zona Merah Covid 19.
SEMPROT: Detasemen Gegana Brimob Poldasu saat menyemprot cairan disinfektan ke Kantor Wali Kota Medan, baru-baru ini. Pemko Medan diminta serius menangani penyebaran Covid-19 karena di 8 kecamatan saat ini sudah masuk Zona Merah Covid 19.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Badan Penanggulangan Becana Daerah (BPBD) Kota Medan, Arjuna Sembiring mengatakan, pihaknya tengah mengintenskan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 dengan menjaga kecamatan-kecamatan lainnya yang belum masuk ke dalam kawasan zona merah.

Seperti diketahui jumlah kecamatan di Kota Medan yang masuk dalam kawasan zona merah (red zone) Covid-19 naik secara signifikan. Tercatat hanya dalam waktu kurang dari satu pekan, jumlah kecamatan zona merah naik dua kali lipat dari 4 kecamatan menjadi 8 kecamatan.

“Kita jaga terus supaya tidak masuk ke dalam zona merah, upaya penyemprotan tetap dilakukan tiap-tiap kecamatan. Sedangkan untuk yang zona merah kita lebih intens melakukan penyemprotan disinfektan dengan mobil pemadam,” kata Arjuna kepada Sumut Pos, Selasa (14/4).

Dikatakan Arjuna, saat ini pihaknya di Tim Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid-19 juga terus berkoordinasi dengan seluruh elemen guna meminimalisir perkembangan Covid-19 di Kota Medan. Misalnya, dengan terus menggalakkan wajib menggunakan masker bila harus ke luar rumah, Satpol PP yang terus berpatroli terhadap seluruh rumah makan atau restoran yang masih melayani jasa makan/minum ditempat dan sebagainya.

“Semua upaya tetap dimaksimalkan, termasuk meningkatkan penyemprotan disinfektan di lokasi-lokasi zona merah tadi. Kita juga tetap meminta kesadaran masyarakat untuk membantu pemerintah memutus mata rantai wabah ini dengan tetap berada di rumah dan selalu menggunakan masker bila harus keluar rumah,” katanya.

Sementara itu, Camat Medan Tuntungan, Topan Ginting mengatakan, pihaknya sebagai salah satu kecamatan yang telah masuk ke dalam kawasan zona merah penyebaran Covid-19 juga terus meningkatkan berbagai upaya guna menekan angka masyarakat yang tertular wabah tersebut.

“Pada tingkat kecamatan, kita menjalankan perintah pimpinan kota yaitu Plt Wali Kota Medan. Sesuai arahan-arahan beliau yang disampaikan baik lisan maupun tertulis, semalam (Senin) kami telah melakukan apel 3 pilar untuk menunjukkan bahwa Forkopimcam Medan Tuntungan bersatu dan bersinergi dalam upaya memutus mata rantai covid 19 di wilayah Medan Tuntungan,” kata Topan kepada Sumut Pos, Selasa (14/4).(*)