Home Blog Page 4309

Besok, Bansos Pemko Binjai dan Pemprovsu Disalurkan

Plt Kadinsos Kota Binjai, Rudi Iskandar Baros saat meninjau gudang pendistribusian di GOR Teladan, Binjai Kota
Plt Kadinsos Kota Binjai, Rudi Iskandar Baros saat meninjau gudang pendistribusian di GOR Teladan, Binjai Kota
Plt Kadinsos Kota Binjai, Rudi Iskandar Baros saat meninjau gudang pendistribusian di GOR Teladan, Binjai Kota
Plt Kadinsos Kota Binjai, Rudi Iskandar Baros saat meninjau gudang pendistribusian di GOR Teladan, Binjai Kota

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota Binjai akan kembali menyalurkan bantuan sosial tahap II ke masyarakat. Sekitar 45 ribu masyarakat Kota Rambutan yang akan menerima bantuan tersebut.

“Sebanyak 22.676 masyarakat akan menerima bantuan dari provinsi dan 22.324 masyarakat akan menerima bantuan dari Pemko Binjai,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Kota Binjai, Rudi Iskandar Baros saat ditemui Sumut Pos di Gedung Olahraga Sekolah Teladan, Binjai Kota, Rabu (20/5).

GOR tersebut merupakan titik pendistribusian bansos dari Pemko Binjai. Sementara titik pendistribusian bansos dari Pemprovsu di GOR Rambung, Binjai Selatan.

Rudi mendengar kabar, bantuan langsung tunai dari Kementerian Sosial juga akan disalurkan ke masyarakat Kota Binjai melalui Kantor PT Pos Indonesia. Kata dia, sekitar 4 ribu masyarakat Binjai yang menerimanya.

Karenanya, dia berharap, masyarakat yang sudah menerima BLT dari Kemensos jangan lagi menerima bantuan dari Pemko Binjai maupun Pemprovsu.

“Supaya masyarakat lain dapat menerima bantuan tersebut. Diharapkan pulangkan ke lurah atau Kepling bantuan tersebut agar dapat disalurkan ke yang berhak,” ujar dia.

“Cukup tunggu di rumah, Jangan berbondong-bondong datang. Petugas nanti akan datang ke rumah,” pungkasnya. (ted)

LBH Garda Deli Bagikan 200 Paket Sembako

SEMBAKO: LBH Garda Deli dan Owner Delimart membagikan paket sembako kepada masyarakat.
SEMBAKO: LBH Garda Deli dan Owner Delimart membagikan paket sembako kepada masyarakat.
SEMBAKO: LBH Garda Deli dan Owner Delimart membagikan paket sembako kepada masyarakat.
SEMBAKO: LBH Garda Deli dan Owner Delimart membagikan paket sembako kepada masyarakat.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Garda Deli dan Delimart kedua kalinya menyerahkan bantuan paket sembako kepada masyarakat yang terkena dampak wabah virus Corona (Covid-19) di Swalayan Delimart Jalan Selamat Medan, Senin (18/5) sore.

Owner Delimart, Susi Deliana br Hutapea mengatakan, pembagian sembako sebanyak 200 paket ini sebagai bentuk kepedulian dan saling tolong menolong di saat susah. Di samping itu, untuk menyalurkan kebaikan ditengah situasi pandemi, dimana keadaan ekonomi masyarakat saat ini semakin terpuruk diakibatkan dampak Covid-19.

Sementara Direktur LBH Garda Deli Adv Wahyu SA Tampubolon, SH menuturkan meskipun sedang dilanda wabah Covid-19, namun jika bersatu mampu melewatinya dan mengatasinya dengan baik, asal mau mengikuti imbauan dari pemerintah dan mengikuti protokol kesehatan yang ada.

“Tidak ada motivasi lain murni keikhlasan LBH Garda Deli untuk meringankan beban masyarakat terdampak Covid-19 dan juga karena moment hari Idul Fitri bagi umat muslim,” kata Wahyu.

Hal senada juga diungkapkan Adv Soebandono, SH. “Sebentar lagi kita akan meninggalkan bulan Suci Ramadan yang kita cintai dan penuh berkah ini, mengingatkan kita akan memasuki bulan Syawal, sedih rasanya itu pasti kita berpisah dengan bulan yang penuh keagungan dan pengampunan ini serta penuh berkah,” ucap Soebandono.

Dalam pembagian sembako kedua kalinya, turut dihadiri Owner Delimart oleh Susi Deliana br Hutapea dan Direktur LBH Garda Deli, Adv Wahyu SA Tampubolon, SH didampingi Adv Soebandono, SH, Penha Sera, SH.MKn, Adv Siti Junaidi, SH.MKn dan Mediator Eka Riyono dan Filizaro Harefa. (man/ila)

PDAM Tirtanadi Beri Tali Asih ke Panti Asuhan

PDAM Tirtanadi
PDAM Tirtanadi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara memberikan tali asih ke beberapa panti asuhan di Kota Medan dan sekitarnya.

Hal ini wujud nyata dari PDAM Tirtanadi dan dukungan seluruh jajaran pegawai yang menyisihkan sebagian rezeki yang di peroleh dengan berbagi kepada kaum duafa dan anak yatim piatu sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.

Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara Trisno Sumantri menyerahkan secara langsung bingkisan itu kepada anak-anak yatim piatu di Panti Asuhan Al-Jam’iatul Washliyah, Jalan Karya Jaya,Titi Kuning, Gedung Johor, Kota Medan, Senin (18/5) pagi.

“PDAM Tirtanadi merupakan perusahaan daerah, harus peka terhadap lingkungan sekitar terutama kepada para anak yatim piatu dan kaum duafa,” kata Trisno.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan lanjutan kegiatan kepedulian PDAM Tirtanadi yang sebelumnya telah memberikan bantuan sembako kepada masyarakat umum dan masyarakat di sekitar unit kerja cabang dan instalasi PDAM Tirtanadi di samping telah membagikan tabung pencuci tangan kepada seluruh kecamatan di Kota Medan dan sekitarnya.

Apalagi saat ini, lanjut Trisno, di tengah kondisi merebaknya wabah virus Corona yang berdampak kepada seluruh masyarakat, baik secara kesehatan   maupun secara ekonomi.

Untuk itu, katanya lagi, pemberian bantuan ke beberapa panti asuhan yang ada di Kota Medan dan sekitarnya kiranya dapat membantu kebutuhan anak-anak yatim piatu yang ada di panti asuhan.

“Kita semua harus tetap menjaga kesehatan dan tetap berdoa memohon keselamatan dan juga mohon doa agar PDAM Tirtanadi dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pelayan masyarakat semakin baik ke depannya dan kondisi covid 19 ini dapat cepat berakhir,” kata Trisno kepada para anak yatim piatu dan pengurus panti asuhan.

Pengurus Panti Asuhan Al Washliyah, Juliadi menyampaikan terima kasih kepada PDAM Tirtanadi atas bantuan yang diberikan. “Kami sangat bersuykur sekali kedatangan Pak Dirut Tirtanadi Trisno Sumantri beserta rombongan yang senantiasa memperhatikan dan memberikan bantuan ini kepada kami. Karena saat ini kami memang sangat membutuhkan sekali, apalagi di tengah wabah virus corona ini sangat jarang sekali orang datang kemari,”ujar Juliadi.

Diharapkannya, bantuan yang diberikan PDAM Tirtanadi tidak hanya kali ini saja, namun dapat berkelanjutan di masa yang akan datang, sehingga para anak yatim piatu yang ada di panti asuhan dapat tercukupi kebutuhannya di saat kondisi seperti sekarang ini.

Dalam kesempatan itu, hadir Kepala Divisi (Kadiv) Umum Nurlin, Pelaksana Tugas Kepala Bidang (Plt Kabid) Publikasi dan Komunikasi Sekretaris Perusahaan (Sekper) Mhd Adnin Ginting, Ketua Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Tirtanadi Abdul Muis serta pegawai lainnya. (adz/ila)

DPRD Medan Rekomendasikan Pemko Medan, OPD Diminta Tak Tumpang Tindih Anggaran

RAPAT: Suasana rapat Panitia Khusus (Pansus) Pembahasan Laporan Keterangan Pertanggung-jawaban (LKPj) Wali Kota Medan akhir tahun anggaran 2019.
RAPAT: Suasana rapat Panitia Khusus (Pansus) Pembahasan Laporan Keterangan Pertanggung-jawaban (LKPj) Wali Kota Medan akhir tahun anggaran 2019.
RAPAT: Suasana  rapat Panitia Khusus (Pansus) Pembahasan Laporan Keterangan Pertanggung-jawaban (LKPj) Wali Kota Medan akhir tahun anggaran 2019.
RAPAT: Suasana rapat Panitia Khusus (Pansus) Pembahasan Laporan Keterangan Pertanggung-jawaban (LKPj) Wali Kota Medan akhir tahun anggaran 2019.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Panitia Khusus (Pansus) Pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Wali Kota Medan akhir tahun anggaran 2019 memberi rekomendasi kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Medan agar tidak terjadi tumpang tindih anggaran. Tak hanya itu, juga memprioritaskan pelaksanaan program kegiatan yang benar-benar menjadi skala prioritas kepentingan masyarakat Kota Medan.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPRD Medan, Ihwan Ritonga dan Rajuddin Sagala secara bergantian dalam rapat paripurna DPRD Medan Penyampaian Rekomendasi Pansus LKPj Wali Kota Medan tahun 2019, Selasa (19/5).

Rapat dipimpin Ketua DPRD Medan, Hasyim SE dan dihadiri beberapa anggota DPRD Medan. Laporan Pansus diterima Plt Wali Kota Medan, Akhyar Nasution.

Disampaikan Ihwan Ritonga, selama proses pembahasan berlangsung, terdapat beberapa kepala OPD yang menjadikan adanya efisiensi anggaran sebagai salah satu anggaran program kegiatan yang telah disetujui bersama tidak terserap secara optimal.

“Diindikasikan masih perlunya perbaikan dalam sistem perencanaan program kegiatan dengan mengedepankan skala prioritas,” ucapnya.

Dilanjutkan Ihwan Ritonga, rekomendasi untuk Dinas Pekerjaan Umum pada APBD tahun 2018 yakni diminta memperbaiki sistem penganggaran, melakukan proses tender secara bersih, transparan dan daat dipertanggungjawabkan.

“Pelaksanaan tender dilakukan diawal tahun anggaran sehingga pelaksanaan pekerjaan diselesaikan tepat waktu, bukan dilakukan pada akhir anggaran,” katanya.

Persoalan drainase di Kota Medan juga dinilai masih buruk dan pembuatannya diminta untuk menggunakan sistem cetak agar dapat menghindari terjadinya kerusakan dalam waktu dekat.

Sedangkan untuk Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD), diminta melakukan pemungutan pajak daerah dengan menggunakan sistem online yang terintegrasi serta tersambung pada tax survailance system (TSS) guna menghindari kebocoran dalam penerimaan pajak.

Dilanjutkan Ihwan Ritonga, Dinas Perhubungan sangat minim realisasi anggaran dimana hanya mencapai 46,80 persen, maka Pemko harus segera melakukan perbaikan tata kelola parkir dengan menerapkan sistem lelang terbuka dalam pengelolaan parkir dan penggunaan parkir meter dengan tarif progresif bagi kawasan strategis di Kota Medan.

“Untuk mempermudah pengurusan uji KIR, direkomendasikan pengadaan UPT Dinas Perhubungan di kawasan Medan Utara,” ungkapnya.

Kemudian untuk RSU Pirngadi, DPRD Kota Medan meminta Pemko harus berkoordinasi memberikan dukungan anggaran sebagai upaya penyelesaian berbagai persoalan seperti hutang dan jumlah PHL yang melebihi kebutuhan.

Sementara Badan Pengelola Keuangan dan Asset Daerah, DPRD Medan memberi rekomendasi agar segera disusun dan dibahas Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur pengelolaan barang milik daerah.

“Realisasi anggaran rendah hanya sebesar 42,54 persen dan ini harus mendapat perbaikan untuk memperbaiki sistem perencanaan penganggaran. Persoalan asset khususnya kawasan heritage segera diselesaikan karena menyangkut pemberian predikat wajar tanpa pengecualian bagi Kota Medan,” paparnya.

Dalam kesempatan itu Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE, meminta Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution untuk melanjutkan semua rekomendasi bagi seluruh OPD untuk perbaikan pembangunan Kota Medan.

Plt Walikota Medan, Akhyar Nasution pun menyatakan rasa terima kasihnya atas semua rekomendasi yang diberikan anggota DPRD Medan yang tergabung dalam Pansus LKPj akhir tahun anggaran 2019 dan akan melakukan perbaikan pada seluruh OPD.

“Rekomendasi ini akan dijadikan sebagai bahan evaluasi Pemko Medan lebih lanjut untuk meningkatkan komitmen mewujudkan pemerintahan yang semakin partisipatif, transparan dan akuntabel serta untuk meningkatkan kinerja setiap OPD agar lebih baik lagi,” pungkasnya. (map/ila)

Stok Darah PMI Tak Cukup hingga Lebaran

DONOR DARAH: Dua pegawai BUMN saat mendonorkan darahnya ke PMI Kota Medan. Saat ini stok darah di PMI Kota Medan tak mencukupi hingga libur lebaran.
DONOR DARAH: Dua pegawai BUMN saat mendonorkan darahnya ke PMI Kota Medan. Saat ini stok darah di PMI Kota Medan tak mencukupi hingga libur lebaran.
DONOR DARAH: Dua pegawai BUMN saat mendonorkan darahnya ke PMI Kota Medan. Saat ini stok darah di PMI Kota Medan tak mencukupi hingga libur lebaran.
DONOR DARAH: Dua pegawai BUMN saat mendonorkan darahnya ke PMI Kota Medan. Saat ini stok darah di PMI Kota Medan tak mencukupi hingga libur lebaran.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Stok darah Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (UDD PMI) Medan dipastikan tidak cukup hingga libur lebaran atau Idul Fitri 1441 H.

Kepala Seksi Pelayanan Teknik Laboratorium dan Bank Darah Rumah Sakit UDD PMI Kota Medan, dr Ira Fitriyanti Putri Lubis menyebutkan, stok darah siap pakai hingga hari ini (kemarin, red) yaitu Golongan A 31 kantong, B 75 kantong, AB 20 kantong, dan O 52 kantong. Totalnya 178 kantong untuk darah lengkap atau whole blood (WB).

Sedangkan stok sel darah merah atau packed red cell (PRC), Golongan A 5 kantong, B 9 kantong, AB 4 kantong, O 2 kantong. Totalnya, 20 kantong. Sementara, untuk trombosit golongan darah A 2 kantong, B 2 kantong, O 3 kantong, dan AB 1 kantong. Jumlah darah siap pakai 206 kantong. “Dari total itu semua pastinya tidak cukup, belum sampai Idul Fitri saja tak cukup,” kata Ira Fitriyanti, Selasa (19/5).

Ira menyatakan, ada oknum rumah sakit (swasta) yang nakal karena di PMI tidak ada stok. Rumah sakit (swasta) menyarankan keluarga untuk langsung donor di rumah sakit tersebut. Padahal, itu ilegal melanggar aturan Permenkes Nomor 83/2014.

“Bab 2 Bagian 1 Pasal 2 Ayat 1 (Permenkes Nomor 83/2014), menyebutkan bahwa proses pengambilan darah/penyadapan darah hanya boleh dilakukan oleh pemerintah, rumah sakit pemerintah dan PMI. Bahkan, pelanggaran juga terhadap MoU yang sudah dibuat. Begitulah kondisinya, jadi dilema,” paparnya.

Karena itu, mencari solusi ini semua, pihaknya memberlakukan sistem donor keluarga dan donor pengganti untuk membantu memenuhi kebutuhan pasien karena pasiennya keluarga mereka. “Nah, jadi memang saat ini harus tolong-menolong antara PMI, rumah sakit, keluarga pasien dan masyarakat,” pesannya.

Diutarakan Ira, saat ini PMI memang kesulitan memenuhi kebutuhan darah pasien yang ada di rumah sakit karena pendonor menurun drastis. Hal ini karena adanya pandemi Covid-19, yang berdampak dengan kegiatan donor di luar yang sudah terjadwal dengan baik menjadi batal semua. “Dikarenakan tidak ada yang bersedia melakukan kegiatan donor darah di masa pandemi ini dengan berbagai alasan.

“Memang ada beberapa tempat ibadah, komunitas, TNI/Polri sudah membantu melakukan kegiatan donor. Tapi tetap tidak mencukupi kebutuhan pasien saat ini, karena pasien Covid-19 sendiri juga ada yang butuh transfusi darah,” kata Ira.

Oleh sebab itu, PMI sangat berharap sekali kepada masyarakat Medan mau jadi pendonor walaupun sedang dalam masa wabah ini. “Darah ini tidak bisa diproduksi di pabrik seperti obat, darah hanya bisa diproduksi di dalam tubuh manusia. Untuk itu, kami memohon bantuan masyarakat menjadi pendonor bagi pasien yang membutuhkan di seluruh rumah sakit yang ada di Medan, khususnya di Sumut pada umumnya,” ujarnya.

Ira menambahkan, PMI mengajak masyarakat sama-sama melawan Covid-19 dan saling membantu untuk memenuhi stok darah yang juga menjadi kebutuhan pasien dengan penyakit lainnya seperti thallasemia, kanker, jantung, ibu melahirkan, pasien kecelakaan, DBD, gangguan fungsi ginjal, dan lain sebagainya. “Jangan sampai kita lupakan juga, bahkan saat ini pasien Covid-19 itu sendiri butuh transfusi darah. Insya Allah protokol kesehatan dalam proses pengambilan darah donor dilakukan sesuai dengan SOP yang aman dan nyaman,” pungkasnya. (ris/ila)

Tuai Banyak Protes, Pasar Murah di Pancing Dihentikan

istimewa DIHENTIKAN: Spanduk pengumuman penghentian pasar murah di Jalan Pancing dari Pemprovsu. Penghentian pasar murah tersebut hanya bersifat sementara.
istimewa DIHENTIKAN: Spanduk pengumuman penghentian pasar murah di Jalan Pancing dari Pemprovsu. Penghentian pasar murah tersebut hanya bersifat sementara.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menuai banyak protes, Pemprov Sumut akhirnya menutup sementara kegiatan pasar murah di Gedung Serba Guna Jalan Willem Iskandar/Pancing, Deliserdang. Meski demikian di tiga titik lokasi lain, pasar murah tetap dilaksanakan.

“Iya, hanya yang di GSG Jalan Pancing saja tapi. Kami akan evaluasi,” ujar Plt Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumut, Ridha Haykal Amal menjawab Sumut Pos, Selasa (19/5).

Sesuai jadwal, kegiatan dimaksud berlangsung selama lima hari yang dimulai sejak Minggu (17/5) sampai 21 Mei. Namun, di hari pertama masyarakat membeludak datang dan tanpa diterapkan protokoler kesehatan Covid-19, program pasar murah di GSG Jalan Pancing dihentikan sementara waktu.

MEMBELUDAK: Masyarakat membeludak mendatangi pasar murah di Jalan Pancing, pada Sabtu (16/5) lalu.
MEMBELUDAK: Masyarakat membeludak mendatangi pasar murah di Jalan Pancing, pada Sabtu (16/5) lalu.

Haykal mengaku pihaknya belum mengetahui kapan pelaksanaan serupa di lokasi tersebut akan dilanjutkan lagi. Baik apakah sebelum atau setelah Hari Raya Idul Fitri nanti.

Ia menekankan, yang pasti penutupan sementara pasar murah bukan karena kehabisan paket sembako yang ditawarkan. Di sisi lain, pihaknya meminta maaf jika masih banyak masyarakat yang belum terlayani saat membeli kebutuhan pokok di lokasi GSG Jl. Pancing.

“Tapi karena lebih penting kesehatan dengan penerapan physical distancing,” katanya.

Diketahui, pasar murah digelar di empat titik lokasi, yaitu lapangan terbang eks Polonia, Batalion Zeni Tempur 1, Rumah Dinas Walikota Binjai dan GSG Pancing. Pada tiap lokasi, Dinas Koperasi dan UMKM Sumut menyiapkan 600 paket sembako yang bisa dibeli dengan harga murah oleh masyarakat.

Namun sayangnya, program yang baik ini nyatanya banjir protes dari elemen masyarakat dan instansi. Salah satunya dari kalangan legislatif Sumut. Sebab, pelaksanaan kegiatan begitu abai dari protokoler Covid-19 dan juga imbauan pemerintah tentang upaya memutus rantai penularan pandemi.

“Harusnya pihak penyelenggara pasar murah mengantisipasi kerumunan massa agar tetap mengikuti protokol kesehatan. Sebab kondisi seperti itu dikhawatirkan dapat menyebabkan penyebaran virus corona dengan cepat,” kata Anggota DPRD Sumut dari Fraksi PDI Perjuangan, Sugianto Makmur.

Menurutnya, animo masyarakat terlihat sangat tinggi begitu pasar tersebut dibuka sejak Minggu kemarin. Sehingga wajar bila panitia dan instansi terkait kewalahan mengatur masyarakat yang berbondong-bondong ingin berbelanja kebutuhan bahan pokok.

“Silakan hadir dan belanja di pasar murah, tapi harus tetap ikuti protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah,” harapnya. (prn/ila)

Kampoeng Ramadhan, UMKM Berkah untuk Semua

PERIKSA SUHU TUBUH: Seorang pengunjung diperiksa suhu tubuhnya saat memasuki Kampoeng Ramadhan UMKM di PRSU Jalan Gatot Subroto, Medan, Selasa (19/5).
PERIKSA SUHU TUBUH: Seorang pengunjung diperiksa suhu tubuhnya saat memasuki Kampoeng Ramadhan UMKM di PRSU Jalan Gatot Subroto, Medan, Selasa (19/5).
PERIKSA SUHU TUBUH: Seorang pengunjung diperiksa suhu tubuhnya saat memasuki Kampoeng Ramadhan UMKM di PRSU Jalan Gatot Subroto, Medan, Selasa (19/5).
PERIKSA SUHU TUBUH: Seorang pengunjung diperiksa suhu tubuhnya saat memasuki Kampoeng Ramadhan UMKM di PRSU Jalan Gatot Subroto, Medan, Selasa (19/5).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gelaran Kampoeng Ramadhan UMKM yang digelar di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) Jalan Gatot Subroto, Medan, memasuki minggu terakhir. Selain telah memberi manfaat bagi para pelaku usaha, ternyata kegiatan milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) ini juga membantu dapur Event Organizer (EO) yang juga terdampak Covid-19.

Indonesia Best Event (IBE Medan) diantaranya. EO yang mengatur jalannya kegiatan Kampoeng Ramadhan UMKM dari awal hingga memasuki hari akhir ini mengaku, telah terbantu dengan adanya event ini. Untuk itu, pihak IBE mengaku dari awal berkomitmen memberikan yang terbaik untuk acara ini meski dalam situasi pandemi.

“Corona mengganggu seluruh ekonomi masyarakat di Indonesia bahkan di dunia, kami EO juga ikut terdampak. Bersyukur masih ada rezeki dipercaya memegang event milik pemerintah ini dalam upaya pemulihan ekonomi. Tentunya, ini tanggungjawab besar bagi kami, “ ujar Muhammad Iqbal Utama mewakili IBE Medan.

IBE Medan, kata dia, berupaya terus agar acara berjalan lancar dengan mengikuti seluruh protocol kesehatan. “Kami selalu komunikasi dengan penyelenggara juga sampai dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk memastikan gelaran yang kami buat sudah pas. Masyarakat yang datang, juga pelaku usahanya bisa merasa aman dan nyaman,” sebut Iqbal.

Ide-ide yang diberikan, sambung Iqbal akan terus dibenahi dan ditingkatkan bila gelaran sama akan kembali diadakan usai lebaran. “Kalau masih dalam situasi corona dan dibuat acara serupa kami siap membuat dengan ide-ide baru, atau dengan konsep baru yang ditawarkan dan sesuai dengan protokol kesehatan,” ujarnya.

Pengunjung Kampoeng Ramadhan UMKM, Ika Wahyuni mengaku terkesan saat mencari takjil di area stand. Selain terkesan dengan ide membantu para UMKM untuk bangkit kembali, dia juga terkesan dengan keseriusan panitia karena semua dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan.

“Saya sebagai pengendara sepeda motor mengaku merasa aman saat belanja di area Kampoeng Ramadhan UMKM, semua tersusun dengan rapi, dan di security check diukur suhu tubuh juga diberi masker gratis. Hanya saja, yang jualan kurang banyak, mungkin untuk masukan ke depannya bisa ditambah standnya sampai ke area dalam PRSU dan beberapa stand ada yang tutup,” ungkapnya.

Ika menambahkan, acara serupa diharapkan bisa terus berlanjut bila Covid-19 belum berakhir. “Semoga lebih banyak UMKM yang tertampung, karena gimana pun, produk lokal pasti jauh lebih murah dibanding belanja ke mall, sementara ke pasar tradisional karena ramai masih takut-takut,” pungkasnya. (ris/ila)

Umar Zunaidi Pantau Penyaluran Bansos Pemprovsu

PANTAU: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan ketika memantau bantuan sembako Pemprovsu untuk dibagikan kepada warga terdampak Covid-19.
PANTAU: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan ketika memantau bantuan sembako Pemprovsu untuk dibagikan kepada warga terdampak Covid-19.
PANTAU: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan ketika memantau bantuan sembako Pemprovsu untuk dibagikan kepada warga terdampak Covid-19.
PANTAU: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan ketika memantau bantuan sembako Pemprovsu untuk dibagikan kepada warga terdampak Covid-19.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Sekdako Muhammad Dimiythi dan Kadis Sosial Kota Tebingtinggi, M Syah Irwan langsung memantau masuknya bantuan sosial dari Pemprovsu yang akan dibagikan kepada warga terdampak Covid-19 di Kota Tebingtinggi, Selasa (19/5).

Bantuan sembako dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara langsung didrop di Kota Tebingtinggi untuk disalurkan kepada warga berdampak Covid -19 dengan jumlah 12.137 Kepala Keluarga (KK) yang masuk kedalam Daftar Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kota Tebingtinggi.

Bantuan sembako tersebut dikemas dalam kardus dengan isi beras seberat 10 Kg, Minyak goreng kemasan 2 Kg, gula pasir 2 Kg dan mie instan sebanyak 20 bungkus.

Selanjutnya, bantuan tersebut langsung didistribusikan kepada pihak Kecamatan dan Kelurahan untuk langsung dibagikan kepada masyarakat penerima yang terdaftar di DTKS Pemko Tebingtinggi.

Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yaitu melalui Gubernur Sumatera Utara. yang telah memberikan bantuan sembako kepada warga yang berdampak virus Covid-19 di Kota Tebingtinggi.

Menurut Umar Zunaidi Hasibuan, pihaknya langsung memerintahkan Camat dan Lurah se-Kota Tebingtinggi untuk segera menyalurkan bantuan sembako tersebut.

Umar meminta kepada seluruh Lurah dan Kepala Lingkungan untuk menyalurkan bantuan tersebut sesuai dengan nama penerima. Kepada Bhabinkamtibmas dan Babinsa serta TKSK, diminta untuk mengawasi bantuan tersebut hingga sampai ke tangan masyarakat penerima. (ian/han)

DPC Hanura Tebingtinggi Berbagi Sembako kepada Kader

SERAHKAN: Ketua DPC Partai Hanura Kota Tebingtinggi, Ogamota Hulu SH didampingi Kaharuddin Nasution membagikan sembako kepada kader partai.
SERAHKAN: Ketua DPC Partai Hanura Kota Tebingtinggi, Ogamota Hulu SH didampingi Kaharuddin Nasution membagikan sembako kepada kader partai.
SERAHKAN: Ketua DPC Partai Hanura Kota Tebingtinggi, Ogamota Hulu SH didampingi Kaharuddin Nasution membagikan sembako kepada kader partai.
SERAHKAN: Ketua DPC Partai Hanura Kota Tebingtinggi, Ogamota Hulu SH didampingi Kaharuddin Nasution membagikan sembako kepada kader partai.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Kota Tebingtinggi menggelar pendidikan politik (dialog interaktif) bersama pengurus dan kader sekaligus membagikan beras sebanyak 5 ton kepada kader Partai Hanura Kota Tebingtinggi di Sekretariat DPC Hanura, Jalan Kumpulan Pane Kota Tebingtinggi, Selasa (19/5).

Pendidikan politik dengan tema Peran Partai Politik Bersama Pemerintah Mengatasi Dampak Covid-19 tersebut, dibuka langsung oleh Ketua DPC Hanura Tebingtinggi Ogamota Hulu SH dengan narasumber dari Kabid Politik Dalam Negeri Misniwati mewakili Kaban Kesbang Pol dan Linmas, Ketua PMI Tebingtinggi Muhammad Hazly Azhari Hasibuan.

Ketua DPC Partai Hanura Kota Tebingtinggi Ogamota Hulu didampingi Sekretaris Kaharudin Nasution mengatakan, pendidikan politik yang digelar setiap tahun itu untuk memberikan pemahaman terhadap kader dan pengurus terhadap perkembangan politik.

Selain pendidikan politik, kegiatan ini juga sebagai bentuk silaturahmi dengan kader menjelang hari raya Idul Fitri 1441 hijriah yang dirangkai dengan pemberian bantuan beras 5 kg setiap orang kader.

“Sebanyak 1.000 karung beras kita berikan kepada kader se Kota Tebingtinggi untuk digunakan saat lebaran nanti dan kepada kader untuk tetap mematuhi anjuran pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Tebingtinggi,” ajak Ogamota Hulu.

Ogamota Hulu mengajak seluruh masyarakat dan kader partai untuk tetap mencuci tangan pakai sabun, memakai masker, dan menjaga jarak (sosial distancing) serta yang terpenting tetap di rumah jika tidak ada keperluan penting. (ian/han)

Sergai Masih Zona Kuning Covid-19

Ketua GTPP Covid-19 Sergai, Ir Soekirman membuka Press Conference terkait situasi dan kondisi perkembangan pandemi Covid-19, Selasa (19/5).
Ketua GTPP Covid-19 Sergai, Ir Soekirman membuka Press Conference terkait situasi dan kondisi perkembangan pandemi Covid-19, Selasa (19/5).
Ketua GTPP Covid-19 Sergai, Ir Soekirman membuka Press Conference terkait situasi dan kondisi perkembangan pandemi Covid-19, Selasa (19/5).
Ketua GTPP Covid-19 Sergai, Ir Soekirman membuka Press Conference terkait situasi dan kondisi perkembangan pandemi Covid-19, Selasa (19/5).

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Juru Bicara Tim Gugugut Tugas Penanganan Penyebaran (TGPP) Covid-19 Sergai, Drs Akmal menyampaikan hingga saat ini Kabupaten Sergai masih berstatus zona kuning pada peta sebaran Covid-19 di Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Hal itu disampaikan Drs Akmal pada press conference terkait situasi dan kondisi perkembangan pandemi Covid-19 di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) yang langsung dibuka ketua GTPP Covid-19 Sergai, Bupati Ir Soekirman di posko GTPP Covid-19 Sergai di rumah dinas Bupati Sergai Sei Rampah, Selasa (19/5).

Dijelaskan Akmal, saat ini Tim GTPP Covid-19 Sergai terus melakukan tindakan preventif untuk memutus mata rantai penyebaran pandemi Covid-19 di Kabupaten Sergai, dengan tetap mensosialisasikan protokoler kesehatan Covid-19 kepada masyarakat.

Namun belum lagi bencana nasional non-alam pandemi Covid-19 selesai, lanjut Akmal, masyarakat Kabupaten Serdangsedagai (Sergai) dihadapkan dengan musibah bencana angin puting beliung yang melanda lima Kecamatan Perbaungan, Pantai Cermin, Pegajahan, Teluk Mengkudu, dan Tebing Syahbandar.

Angin puting beliung yang merusakkan 248 bangunan dan rumah mengalami kerusakan ringan maupun rusak berat yang menimbulkan kerugian material di tengah masyarakat.

“Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sergai langsung bereaksi cepat dengan melakukan peninjauan langsung dan menyalurkan bantuan kemasyarakat berupa paket sembako serta material dan bahan bangunan kepada para korban yang tertimpa musibah,” bilang Akmal.

Sampai saat ini GTPP Covid-19 Sergai masih terus menerima donasi bantuan berupa sembako dan Alat Pelindung Diri (APD) dari para donatur, baik itu dari pengusaha, Pemerintah Provinsi, Kelompok dan Organisasi maupun warga yang berempati terhadap bencana non alam pandemi covid-19 yang sedang dihadapi oleh masyarakat Kabupaten Sergai.

“Semua bantuan yang diterima ini akan segera disalurkan kepada masyakat yang terdampak pandemi Covid-19 dengan mekanisme yang transparan, akuntabel dan tepat sasaran,”tandasnya.

Disebutkan Akmal, dalam waktu dekat ini, Pemkab Sergai bersama tiga pilar Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) DPRD, TNI dan Kepolisian akan menyalurkan bantuan yang berasal dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Dari data yang diterima Kabupaten Sergai menerima bantuan sebanyak 51.084 Kepala Keluarga.

Adapun bantuan tersebut, berupa paket sembako berupa beras 10 kg, minyak goreng 2 kg, gula pasir 1 kg, mie instan dan susu kental manis yang jika ditotalkan setara dengan nilai Rp 225.000.

Bantuan berupa sembako dari Pemprovsu ini mulai didistribusikan pada Senin (18/5) oleh Induk Koperasi TNI Angkatan Darat (Inkopad) di 8 Kecamatan, sedangkan 9 Kecamatan lainnya akan ditangani oleh Induk Koperasi Kepolisian (Inkoppol).

Akmal berharap masyarakat yang terdampak dan terdaftar sebanyak 51.084 KK tersebut dapat menerima bantuan ini. Kemudian GTPP Covid-19 Sergai, dalam waktu dekat juga akan menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang berasal dari Dana Desa di 17 Kecamatan pada 237 desa di se Kabupaten Sergai.

Bantuan ini akan difasilitasi oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sergai sesuai data yang sudah terverifikasi sebanyak 19.789 KK Penerima Dana BLT. BLT akan diprioritaskan.

Menurut Akmal, masyarakat yang mengalami penurunan atau bahkan kehilangan pemasukan sama sekali. Masyarakat yang tergolong sebagai miskin baru ini mungkin belum menerima bantuan apa-apa dari pemerintah, entah itu penerima PKH, BST dan yang lainnya. Untuk jumlah BLT, per kepala keluarga (KK) akan menerima sejumlah Rp, 600.000,- (enam ratus ribu rupiah) selama 3 bulan dari bulan April, Mei dan Juni.

“Sampai sekarang ini baru 10 Desa yang menerima bantuan BLT tersebut yang berada di dua Kecamatan Dolok Masihul dan Pegajahan yang akan diterima besok Rabu 20 Mei. Sedangkan sisanya sebanyak 227 Desa yang tersebar di17 Kecamatan akan diproses di bulan Mei ini juga,” ucap Akmal.

Tim GTPP Covid-19 Sergai, berharap penyaluran bantuan ini tepat sasaran karena data yang ada sudah diverifikasi dan telah dimusyawarahkan oleh unsur Pimpinan Kecamatan, Desa maupun Dusun lewat pertemuan yang juga melibatkan tokoh-tokoh masyarakat.

Selain bantuan tersebut, Kementerian Sosial juga akan menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) yang datanya juga sudah diverifikasi dan divalidasi oleh Kemensos dgn jumlah penerima sebanyak 13.938 KPM (Keluarga Penerima Manfaat) untuk penyaluran tahap 1

Diakhir acara, Akmal melaporkan tentang status Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 17 orang, sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 3 orang, Orang Tanpa Gejala (OTG) berjumlah 9 orang dan Positif Covid-19 ada 1 orang meninggal dunia. (sur/han)