24 C
Medan
Saturday, January 3, 2026
Home Blog Page 4309

Balai Kota & DPRD Medan Sepi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gedung Kantor Wali Kota Medan terlihat sepi, hanya ada beberapa Aparatur Sipil Negara (ASN) yang masuk kantor, OPD pun hanya berfungsi sebagai posko, sedangkan para ASN telah bekerja dari rumah.

Hal itu terjadi karena Pemko Medan telah menetapkan penyesuaian sistem kerja dari rumah alias Work From Home (WFH) sejak 26 Maret yang lalu yang kemudian diperpanjang sampai pada 31 Maret hingga batas waktu yang belum ditetapkan kembali.

“Iya, sampai sekarang masih WFH, sampai batas aman,” ucap Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Kota Medan, Muslim Harahap kepada Sumut Pos, Selasa (14/4).

Muslim juga mengatakan, hingga saat ini, proses WFH yang dilakukan oleh para ASN di Pemko Medan masih berjalan dengan baik. “Baik-baik saja, gak ada kendala yang berarti, semua berjalan baik dan langsung dikoordinator masing-masing pimpinan OPD,” ujarnya.

Kata Muslim, setiap ASN yang bekerja dari rumah telah diberi tugas masing-masing oleh para pimpinan OPD nya.

“Jadi tentunya akan dikontrol oleh masing-masing pimpinan OPD sesuai tugas yang diberikan,” jelasnya.

Sedangkan untuk rutinitas komunikasi dalam rapat harian, terutama rapat tim penanganan Covid-19 di Kota Medan, Pemko Medan tidak lagi melakukan rapat secara langsung dalam jumlah ASN yang banyak, melainkan sudah melakukan rapat dengan menggunakan teleconference.

Lantas bagaimana dengan para Wakil Rakyat di DPRD Medan? Pasca para ASN yang bertugas di DPRD Medan juga mengikuti sistem WFH yang ditetapkan oleh Pemko Medan, sehari-hari para Wakil Rakyat juga tidak lagi terlihat hadir di kantor DPRD Medan yang tepat berada di seberang gedung Balai Kota Medan.

“Saat ini semua wakil rakyat juga tidak diwajibkan untuk hadir ke kantor, setidaknya sampai masa tanggap darurat ini berakhir tanggal 29 Mei nanti dan akan di evaluasi lagi tergantung perkembangan,” ucap Pimpinan DPRD Medan dari Fraksi Gerindra, Ihwan Ritonga kepada Sumut Pis, Selasa (14/4).

Dikatakan Ihwan, saat ini lah waktu yang paling tepat bagi para wakil rakyat untuk kembali turun ke lapangan yakni daerah pemilihan (Dapil) nya masing-masing guna berbuat banyak kepada rakyat dengan membantu masyarakat yang saat ini sedang kesulitan karena terkena dampak sosial dari penyebaran Covid-19 di Kota Medan.

“Ini waktu yang paling tepat bagi teman-teman di DPRD untuk langsung turun ke masyarakat guna mendengar langsung dan sebisa mungkin membantu masyarakat yang saat ini sangat membutuhkan. Sebisa mungkin bantu apa yang bisa dibantu, lakukan apa yang bisa dilakukan,” ujarnya. (map/ila)

Disdik Imbau Guru dan Orangtua: Berikan Siswa Pendidikan Pandemi Covid-19

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Pendidikan Sumatera Utara (Disdik Sumut) mengimbau kepada para guru dan orangtua siswa agar memberikan pendidikan belajar jarak jauh (daring) kepada siswa di rumah terkait pandemi Coronavirus Desease (Covid-19).

Hal ini dikarenakan Sumut telah memasuki status tanggap darurat. Demikian dikatakan Plt Kepala Disdik Sumut, Arsyad Lubis melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bagian Administrasi dan Keuangan UN Disdik Sumut, Saut Aritonang kepada Sumut Pos di Medan, Selasa (14/4).

Dalam hal ini, lanjut Saut, maka pihaknya menginstruksikan, masa pelaksanaan proses belajar mandiri di rumah masing-masing melalui pembelajaran daring (online) diperpanjang sampai dengan tanggal 29 Mei 2020 dan dievaluasi kemuadian sesuai dengan kebutuhan.

Selain itu, Proses Belajar Mengajar (PBM) dari rumah dilaksanakan dengan ketentuan memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan. PBM dapat difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup antara lain mengenai pandemi Covid-19.

Kemudian, lanjutnya, aktivitas dan tugas pembelajaran ‘Belajar dari Rumah’ dapat bervariasi antarsiswa, sesuai minat dan kondisi masing-masing, termasuk mempertimbangkan kesenjangan akses/ fasilitas belajar di rumah. “Kepala sekolah tetap membagi guru bertugas dengan bekerja dari rumah (work from home) dan bekerja di satuan pendidikan masing-masing untuk tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan dalam jaringan (daring),” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, kepala sekolah tetap memonitor proses belajar mengajar guru baik dengan dalam jaringan seperti WA Group, Google Meet Classroom, Schoology (daring/online) maupun luar jaringan/konvensional.

Pihaknya juga menginstruksikan kepada satuan pendidik di sekolah (guru, kepala sekolah, dan yang terkait), agar pelaksanaan proses belajar mandiri siswa khusus SMA, SMK, dan SLB di rumah melalui pembelajaran daring (online) di wilayah kerja cabang dinas pendidikan masing-masing, serta pelaksanaan pelayanan publik di sekolah masing-masing dengan membagi guru yang bertugas di satuan pendidikan masing-masing maksimal sebanyak 10%.

“Ini dimaksudkan agar siswa faham tentang pendemi Covid-19. Dan agar lebih mudah memutus mata rantai penyebarannya,” ujarnya. (mag-1/ila)

DPRD Dorong Pemkab Dairi Berdayakan Penjahit Lokal Buat APD Covid-19

PERAJIN: Anggota DPRD Dairi dari fraksi PDIP, Hendra Tambunan (kanan) saat memantau usaha tukang jahit Rumah Mode Tabitha di Jalan Sisingamangara Sidikalang yang diberdayakan untuk membuat APD penanganan Covid-19. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
PERAJIN: Anggota DPRD Dairi dari fraksi PDIP, Hendra Tambunan (kanan) saat memantau usaha tukang jahit Rumah Mode Tabitha di Jalan Sisingamangara Sidikalang yang diberdayakan untuk membuat APD penanganan Covid-19. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
PERAJIN: Anggota DPRD Dairi dari fraksi PDIP, Hendra Tambunan (kanan) saat memantau usaha tukang jahit Rumah Mode Tabitha di Jalan Sisingamangara Sidikalang  yang diberdayakan untuk membuat APD penanganan Covid-19. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
PERAJIN: Anggota DPRD Dairi dari fraksi PDIP, Hendra Tambunan (kanan) saat memantau usaha tukang jahit Rumah Mode Tabitha di Jalan Sisingamangara Sidikalang yang diberdayakan untuk membuat APD penanganan Covid-19.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Wabah corona virus disease 2019 (Covid-19) telah melemahkan hampir semua sektor usaha tak terkecuali usaha tukang jahit.

Atas keprihatinan itu, anggota DPRD Dairi dari fraksi PDIP, Hendra Tambunan mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) agar memberdayakan penjahit lokal dalam pembuatan alat pelindung diri (APD).

“Kita miliki pengrajin atau tukang jahit yang bisa diandalkan untuk membuat APD untuk kebutuhan tenaga medis dalam penanganan covid-19. Pemerintah tinggal melakukan pembinaan serta pengawasan dalam pekerjaan APD sesuai standart ditetapkan Dinas Kesehatan,” ujarnya usai memyerahkan APD, yaitu 100 buah baju hasmat kepada petugas medis di RSUD Sidikalanga, Selasa (14/4).

Hendra mengaku, APD baju hasmat yang diserahkan ke RSUD Sidikalang hasil karya para tukang jahit yang ada di kota Sidikalang. Dirinya berharap Pemkab Dairi bisa memberdayakan mereka, agar dimasa pendemi covid-19 ini mereka memdapat penghasilan. Hendra menyebut, ekonomi masyarakat sangat melemah akibat wabah covid-19.

Serly Napitupulu (38) pemilik Rumah Mode Tabitha saat ditemui wartawan di Jalan Sisingamangaraja bawah, Selasa (14/4) mengatakan, siap membantu pemerintah melalui talenta yang mereka miliki menjahit APD berupa baju hasmat dan masker. Serly mengaku, mereka para tukang jahit di kota Sidikalang saat ini bekerjasama menyelesaikan pesanan APD.

Serly mengaku, pembuatan APD khususnya baju hasmat harus sesuai standart Dinas Kesehatan.

“Untuk saat ini yang kita kerjakan baru pesanan dari anggota DPRD 100 buah baju hasmat. Kita memang berharap ada pesanan dari pemerintah sehingga para pengrajin ini ada pekerjaan dimasa pendemi covid-19. Dan yang banyak dikerjakan kawan-kawan tukang jahit saat ini hanya masker saja,” tambahnya.

Ditanya soal bahan baku, sampai sejauh ini bahan baku untuk pembuatan masker dan baju hasmat masih tersedia. Bahan dipesan dari Medan. Serly mengaku, dengan adanya pesanan APD dari anggota DPRD, 6 karyawanya saat ini ada pekerjaan.

“Sudah ada komunikasi dari pihak Pemkab Dairi untuk pembuatan APD. Tetapi mungkin karena ini menggunakan uang negara sehingga butuh proses kerjasama,” pungkasnya. (rud/ram)

Bupati Taput Berikan Bantuan di 11 Kelurahan se-Taput

BANTUAN: Bupati Taput secara simbolis menyerahkan bantuan kepada Kadis Sosial untuk disalurkan kepada masyarakat yang terdampak Pandemi Covid-19 di 11 Kelurahan se-Taput. dedi/sumut pos
BANTUAN: Bupati Taput secara simbolis menyerahkan bantuan kepada Kadis Sosial untuk disalurkan kepada masyarakat yang terdampak Pandemi Covid-19 di 11 Kelurahan se-Taput. dedi/sumut pos
BANTUAN: Bupati Taput secara simbolis menyerahkan bantuan kepada Kadis Sosial untuk disalurkan kepada masyarakat  yang terdampak Pandemi Covid-19 di 11 Kelurahan se-Taput. dedi/sumut pos
BANTUAN: Bupati Taput secara simbolis menyerahkan bantuan kepada Kadis Sosial untuk disalurkan kepada masyarakat yang terdampak Pandemi Covid-19 di 11 Kelurahan se-Taput. dedi/sumut pos

TAPUT, SUMUTPOS.CO – Bupati Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan, M. Si bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Ketua DPRD Taput Poltak Pakpahan, Kapolres Horas Marasi Silaen, Dandim 0210/TU Roni Agus Widodo dan Kajari Tatang Darmi dan para Wakil Ketua DPRD membagikan secara simbolis Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat miskin di 11 Kelurahan se-Taput. Acara ini dilaksanakan di Balai Data Kantor Bupati, Tarutung, Senin, (13/4).

“Penerima Bantuan Warga di 11 kelurahan ini diluar penerima PKH (Program Keluarga Harapan), namun apabila ada warga yang layak sebagai penerima bantuan imbas pandemi, akan dilakukan penyempurnaan data dan segera diberikan bantuan termasuk para tokoh Masyarakat, tokoh Agama serta para insan pers dan wartawan. Pemberian BLT dengan bentuk voucher ini agar tepat guna sekaligus mendukung usaha masyarakat untuk perputaran perekonomian.

Perlu saya tekankan kepada pengusaha yang dihunjuk agar menyediakan bahan yang layak dan tidak boleh ditukarkan dengan uang sehingga lebih mengena sesuai tujuan,. Apabila ada penyalur yang memberikan bantuan diganti dengan uang maka akan diambil tindakan tegas,” ucap Bupati usai bersama Forkopimda menyerahkan secara simbolis kepada para Lurah.

Bupati yang juga didampingi Sekda Indra Sahat Simaremare mengatakan bahwa sebagai Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Tapanuli Utara tetap bekerjasama dengan TNI dan Polri dan berharap seluruh masyarakat turut mendukung upaya pemerintah termasuk menjaga kekondusifan.

“Kita bersama Forkopimda selalu berupaya agar penanganan Covid-19 berjalan lancar dan berharap daerah kita tetap zona hijau. Tidak ada niat saya untuk tidak memberikan bantuan kepada masyarakat sesuai dengan apa yang telah ditetapkan oleh ketentuan. Saya minta dukungan dan kerjasama semua masyarakat, jangan cengeng demi keselamatan diri sendiri dan keluarga, salah satu caranya dengan pengadaan masker secara mandiri. Dalam hal pencehagan penyebaran virus corona ini kita harus sejalan dan bersama sama menjaga kekondusifan di tengah-tengah masyarakat,” tegas Bupati.

“Saya minta kita semua menunjukkan keperdulian mengikuti himbauan dan peraturan yang diberlakukan. Kedepannya akan ada tindakan tegas kepada masyarakat yang tidak disiplin memakai masker. Kita juga sedang mempersiapkan lahan pemakaman khusus pasien positif dengan mempertimbangkan faktor keselamatan masyarakat juga,” tutupnya.

Sebelum penyerahan secara simbolis, Kapolres Taput menjelaskan mekanisme pendataan penerima dan verikasi ulang untuk memastikan validasi datang yang benar serta mengatakan sudah mengatur teknis penyaluran bantuan.

“Verifikasi yang kita lakukan bersama Dinas Sosial dan Kelurahan serta koordinasi dengan Kodim pada 11 kelurahan termasuk tokoh masyarakat, tokoh agama dan wartawan, jumlah saat ini masih sementara karena Hari ini kita akan menuntaskan verifikasi pada 4 kelurahan.

Kita sudah tetapkan mekanisme pembagian bantuan agar tidak mengantri dan tidak ada kerumunan massa. Kita semua harus ingat bahwa ini merupakan kegiatan kemanusiaan, tidak ada yang boleh mengambil keuntungan pribadi, pengusaha harus membuat harga yang wajar. Polri dan TNI akan berupaya keras mendukung upaya Pak Bupati untuk pertahankan Taput zona hijau,”ujar Kapolres Horas Marasi Silaen.

Kepala Dinas Sosial Irwan Hutabarat dalam laporannya mengatakan bahwa jumlah sementara penerima bantuan sebanyak 2.766 sambil menunggu verifikasi data oleh tim gabungan. (rel/des/ram)

BMKG Imbau Warga Tetap Waspada, Hujan Es Diprediksi Masih Terjadi

Ilustrasi cuaca
Ilustrasi cuaca

TOBA, SUMUTPOS.CO – Hujan es dan angin kencang di wilayah Laguboti Balige Kabupaten Toba, Sumatera Utara (Sumut) dan sekitarnya disebabkan oleh adanya pertemuan dan belokan angin di wilayah Sumut akibat sirkulasi di wilayah perairan barat Sumatera.

Hal itu dikatakan Prakirawan Balai BMKG Wilayah 1 Medan, Budi Prasetyo kepada Sumut Pos di Medan, Selasa (14/4). Selain itu, lanjutnya, kondisi suhu muka laut di wilayah Pantai Barat dan Timur Sumatera cukup hangat sehingga memberikan asupan massa udara basah yang cukup banyak serta pantauan Citra Satelit dan Radar juga menunjukkan adanya pertumbuhan awan-awan Cumulunimbus (CB) sebagai penyebab terjadinya hujan es dan angin kencang.

Namun, potensi terjadinya hujan es ini masih ada, tetapi kemungkinan terjadi lagi cukup kecil. “Kita berharap semoga saja tidak terjadi lagi,” harapnya.

Sebab, kata Budi, untuk kejadian hujan es cukup sulit terjadi karena memerlukan kondisi suhu awan dan suhu sekitar awan yang dingin.

Saat ini, tambahnya, untuk wilayah Sumut secara umum masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat khususnya di wilayah lereng, dan pegunungan.

Wilayah-wilayah pegunungan ini, papar Budi, lereng dan pantai barat berpotensi banyak awak-awan konvektif yang dapat menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/ petir dan angin kencang.

“Kita menghimbau masyarakat untuk tetap waspada potensi terjadinya genangan-genangan air, atau paling ekstrim adalah banjir yang berasal dari sungai, serta longsor untuk di wilayah pegunungan dan lereng,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, hal ini dikarenakan, untuk 2-3 hari ke depan masih berpotensi hujan, intensitas ringan sedang lebat hingga sangat lebat, bahkan berpotensi cuaca ekstrim, dengan suhu di kisaran antara 24-32 derajat celcius di perkotaan dan 16-27 derajat celcius di pegunungan.

“Bahkan BMKG telah mengeluarkan peringatan, agar masyarakat, khususnya yang tinggal di pesisir pantai tetap waspada terhadap gelombang tinggi, yakni mencapai 2,5 meter. Diperkirakan terjadi di Perairan Utara Sabang, Samudera Hindia Barat Aceh dan Samudera Hindia Barat Nias, dengan kondisi sinoptik pola angin di Perairan Sumatera bagian Utara umumnya dari Timur hingga Barat daya dengan kecepatan 02 – 15 knot,” pungkasnya.

Sebelumnya, 34 rumah rusak akibat terjangan hujan es dan angin puting beliung yang menerpa 9 Desa di Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba, pada Minggu (12/4) sekira pukul 14.35 WIB. Desa yang terkena dampak hujan es dan angin puting beliung adalah, Desa Oppu Raja Hutapea 2 KK, Desa Oppu Raja Hutapea Timur 11 KK, Desa Sitangkola 1 KK, Desa Simatibung 4 KK, Desa Pardinggaran 10 KK, Desa Sibuea 1 KK, Desa Oppu Raja Hatulian 3 KK, Desa Sibarani Nasampulu 1 KK dan Desa Tinggir Nipasir 1 KK. (mag-1/ram).

Peduli Warga Terdampak Covid-19, Kapolres Sergai Berikan Sembako ke Warga Kurang Mampu

BANTUAN: Kapolres Sergai, AKBP Robin Simatupang memberikan bantuan berupa sembako kepada warga kurang mampu di Kelurahan Tualang, Kecamatan Perbaungan, Selasa (14/4).
BANTUAN: Kapolres Sergai, AKBP Robin Simatupang memberikan bantuan berupa sembako kepada warga kurang mampu di Kelurahan Tualang, Kecamatan Perbaungan, Selasa (14/4).
BANTUAN: Kapolres Sergai, AKBP Robin Simatupang memberikan bantuan berupa sembako kepada warga kurang mampu di Kelurahan Tualang, Kecamatan Perbaungan, Selasa (14/4).
BANTUAN: Kapolres Sergai, AKBP Robin Simatupang memberikan bantuan berupa sembako kepada warga kurang mampu di Kelurahan Tualang, Kecamatan Perbaungan, Selasa (14/4).

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Kapolres Serdangbedagai (Sergai), AKBP Robin Simatupang bersama jajarannya memberikan bantuan berupa sembako kepada warga kurang mampu di Kelurahan Tualang Kecamatan Perbaungan, Selasa (14/3).

Disela pemberian itu, AKBP Robin mengatakan, bantuan ini merupakan suatu bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak dari penyebaran virus Corona (Covid-19) di Kabupaten Serdangbedagai.

Pemberian sembako ini, merupakan wujud kepedulian Polres Serdang Bedagai (Sergai) guna meringankan beban hidup warga Tualang.

“Ada sekitar 20 KK warga kurang mampu yang diberikan sembako, adapun sembako yang diberikan berupa beras 5 Kg, telur 30 butir, sekoga bantuan ini bisa membawa manfaat untuk meringankan beban hidup warga yang terdampak Covid-19,” ucap Robin.

Kapolres Robin mengimbau kepada warga agar tetap melakukan Stay at home ( Berdiam diri di rumah) saja, gunanya untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Sejak terjadi penyebaran virus Corona (Covid-19) di Indonesia berdampak pula pada perekonomian masyarakat Indonesia. Tentunya, dengan kesulitan ekonomi itu Polres Sergai sendiri peduli kepada masyarakat yang kurang mampu dengan memberikan bantuan tersebut.

Pantauan wartawan dilokasi, pemberian sembako ini dilakukan secara door to door (Dari rumah ke rumah) oleh Kapolres bersama jajarannya.

Selain itu, Kapolres juga mensosialiasikan imbauan pemerintah, tentang protokoler kesehatan dan keselamatan karena ini mengingat hal itu diperlukan guna memutus mata rantai penyebaran Virus Corona agar tidak meluas. (sur/han)

PWI dan IJTI Bagikan Masker Gratis

BAGIKAN: Ketua PWI Tebingtinggi Abdullah Sani Hasibuan membagikan masker kain gratis kepada pengendara sepeda motor dan warga.
BAGIKAN: Ketua PWI Tebingtinggi Abdullah Sani Hasibuan membagikan masker kain gratis kepada pengendara sepeda motor dan warga.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kota Tebingtinggi membagikan ratusan masker kain secara gratis kepada penarik betor dan pengguna jalan di sejumlah jalan protokol, yakni Jalan Veteran, Jalan Sutoyo dan Jalan Imam Bonjol Kota Tebingtinggi, Selasa (14/4).

Ketua PWI Tebingtinggi, Abdullah Sani Hasibuan didampingi Sekretaris Ismail Batubara mengatakan, bahwa kegiatan pembagian masker dilakukan untuk kedua kalinya. Dimana sebelumnya telah membagikan 250 masker kain gratis kepada para abang becak dan para pengendara.

“Kali ini kita membagikan 350 masker gratis kepada warga Kota Tebingtinggi. Kegiatan kita mulai dengan membagikan masker kepada para warga kota yang melintas di Jalan inti Kota Tebingtinggi,” jelasnya.

Menurut Sani, kegiatan ini adalah sebagai bentuk kepedulian insan pers dalam mendukung program pemerintah guna memutus matarantai Covid-19 di Kota Tebingtinggi.

Hal yang senada juga dikatakan Koordinator IJTI Wilayah Kota Tebingtinggi Catur Hariono mengungkapkan, bahwa masih banyak warga kota yang tidak peduli dengan kesehatannya.

“Kita sama-sama mengetahui, ada satu warga Kota Tebingtinggi sudah positif terjangkit Covid-19. Ini menegaskan kita untuk lebih waspada dan patuhi imbauan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah,” ungkap Catur. (ian/han)

Pemkab Karo Siapkan Dua Gedung Isolasi Mandiri

TINJAU: Bupati Karo Terkelin Brahma dan Tim Gugus Penanganan Covid-19 meninjau gedung isolasi mandiri bagi warga yang terinfeksi virus Corona di Akademi Kebidanan (Akbid) Pemkab Karo, Kabanjahe, Senin (14/4).
TINJAU: Bupati Karo Terkelin Brahma dan Tim Gugus Penanganan Covid-19 meninjau gedung isolasi mandiri bagi warga yang terinfeksi virus Corona di Akademi Kebidanan (Akbid) Pemkab Karo, Kabanjahe, Senin (14/4).
TINJAU: Bupati Karo Terkelin Brahma dan  Tim Gugus Penanganan Covid-19 meninjau gedung isolasi mandiri bagi warga yang terinfeksi virus Corona di Akademi Kebidanan (Akbid) Pemkab Karo, Kabanjahe, Senin (14/4).
TINJAU: Bupati Karo Terkelin Brahma dan Tim Gugus Penanganan Covid-19 meninjau gedung isolasi mandiri bagi warga yang terinfeksi virus Corona di Akademi Kebidanan (Akbid) Pemkab Karo, Kabanjahe, Senin (14/4).

KARO, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Karo menyediakan dua gedung untuk penanganan virus corona (Covid-19). Gedung Akademi Kebidanan (Akbid) Pemkab Karo, Kabanjahe, disiapkan untuk ruang isolasi mandiri bagi warga kategori orang dalam pemantauan (ODP). Sedangkan di gedung dan fasilitas bekas Rumah Sakit Flora Kabanjahe, dijadikan ruang perawatan bagi pasien dalam pemantauan (PDP) bergejala ringan.

Bupati Karo Terkelin Brahmana didampingi Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karo Martin Sitepu, Kepala Dinas Kesehatan Karo Irna Safrina, Kepala Dinas PUPR Edward Pontianus Sinulingga, Dirut Akbid Pemkab Karo Siang br Tarigan, meninjau ruangan isolasi mandiri di gedung Akbid, Senin (13/4).

Peninjauan ini dilakukan Bupati Karo guna memastikan kesiapan fasilitas di ruang isolasi mandiri (14 hari) yang akan digunakan bagi warga kategori ODP. “Kita cek guna mengetahui secara pasti apa yang belum terpenuhi, jangan nanti, besok atau lusa ada pasien ODP yang dirawat tidak layak tinggal di ruangan tersebut. Apa lagi selama 14 hari isolasi mandiri , ini harus kita perhatikan,” tegasnya.

Terkelin mengimbau bagi masyarakat yang baru ke Tanah Karo melapor kepada pihak desa, lurah, camat maupun Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten karo. “Bagi yang belum melapor karena enggan, boleh langsung melapor kepada Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas,” imbuh Terkelin.

Dalam rangka mencegah penularan virus corona (Covid-19), Terkelin mengajak masyarkat Kabupaten Karo untuk meningkatkan kesadaran pencegahan penularan Covid-19. “Ini sangat dibutuhkan demi kesehatan kita semua dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Mayarakta jangan segan, silakan datang ke tim Gugus Tugas atau ke pihak pemerintahan desa. Semua akan pasti dilayani sesuai SOP dan protokol kesehatan,” tegasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Karo Irna Safrina menjelaskan, ruang isolasi ODP di gedung Akbid terdiri dari empat ruang. Dua ruangan untuk pria dan dua ruangan untuk perempuan. “Daya tampungnya, untuk pria 20 orang, dan wanita 20 orang,” kata Irna.

Irna membeberkan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 telah menyusun rencana kebutuhan berupa penyewaan gedung dan fasilitas bekas Rumah Sakit Flora untuk PDP. Bagi PDP gejala berat akan dirujuk ke RSUD Kabanjahe, merupakan rumah sakit rujukan penanganan Covid-19.

“Sudah melakukan penyewaan, pemanfaatan bekas Rumah Sakit Flora Kabanjahe untuk difungsikan bagi PDP. Pasien dalam pemantauan, kita kategorikan dalam dua tahap; ringan (gejala batuk dan demam) dan berat (gejala sesak napas). PDP gejala berat dipindahkan dan dirawat di RSUD Kabanjahe,” katanya.

Meski Pemkab Karo telah menyediakan ruang isolasi mandiri di gedung Akbid dan perawatan PDP di bekas RSU Flora, Irna meminta masyarakat untuk melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.

“Kini, Pemda Karo menyediakan dua titik lokasi pelayanan bagi masyarakat Karo untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. Yang pertama; di gedung Akbid untuk isolasi mandiri ODP, dan bekas RSU Flora untuk PDP yang bergejala ringan,” ujarnya.

Mengenai tenaga medis di dua gedung penanganan Covid-19 itu, Irna menyatakan telah menyiapkan 19 dokter yang secara bergilir akan menangani pasien di gedung Akbid dan bekas RSU Flora. “Intinya, lokasi ini sudah siap difungsikan kapan saja. Jika hari ini ataupun besok ada pasien, ruangan ini sudah dapat digunakan,” tegasnya.

Data penanganan virus corona di Kabupaten Karo yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karo melalui situs covid19. karokab.go.id tertanggal 12 April 2020, jumlah kasus positif virus corona 1 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) 2 orang, orang dalam pemantauan (OPD) 10 orang, dan orang tanpa gelaja (OTG) 7 orang. (deo/han)

Aliansi Masyarakat Beri 1.000 Paket Sembako

TERIMA : Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Tim Gugus Tugas percepatan penanganan Covid Tebingtinggi menerima bantuan sembako dari Aliansi Masyarakat Kota Tebingtinggi.
TERIMA : Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Tim Gugus Tugas percepatan penanganan Covid Tebingtinggi menerima bantuan sembako dari Aliansi Masyarakat Kota Tebingtinggi.
TERIMA : Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Tim Gugus Tugas percepatan penanganan Covid Tebingtinggi menerima bantuan sembako dari Aliansi Masyarakat Kota Tebingtinggi.
TERIMA : Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Tim Gugus Tugas percepatan penanganan Covid Tebingtinggi menerima bantuan sembako dari Aliansi Masyarakat Kota Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Menyikapi dampak Covid-19 terhadap warga Kota Tebingtinggi, Aliansi Masyarakat Kota Tebingtinggi menyerahkan bantuan 1.000 paket sembako kepada Pemko Tebingtinggi untuk disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Aksi baksos peduli Covid-19 ini diserahkan langsung oleh Aliansi Masyarakat Kota Tebingtinggi melalui Pahala Sitorus didampingi Dian Isa yang diterima Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan disaksikan Jubir Covid Tebingtinggi dr Nanang Fitra Aulia dan Dandim 0204 DS Letkol Syamsul Arifin di Gedung Balai Kota, Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi, Senin (13/4).

Bantuan sembako 1.000 tersebut berupa beras, minyak goreng dan mie instan, yang akan dibagikan kepada masyarakat yang terimbas Covid 19, seperti para pedagang, penarik becak dan sopir sopir angkutan kota serta pekerja pekerja yang di rumahkan sementara.

“Kami (Pemko Tebingtinggi) mengucapkan terima kasih kepada Aliansi Masyarakat Kota Tebingtinggi yang mau berbagi disaat Covid 19 ini, kami juga mengajak para donatur atau lembaga lain punya kepedulian sosial seperti yang dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Kota Tebingtinggi,”kata Umar Zunaidi.

Sedangkan mewakili Aliansi Masyarakat Kota Tebingtinggi, Pahala Sitorus menyatakan, bantuan ini merupakan wujud kepedulian dalam melihat serta merasakan kondisi perekonomian masyarakat yang terimbas Covid 19 saat ini. (ian/han)

Kominfo Tebingtinggi Turun ke Pasar, Pedagang dan Pembeli Diimbau Pakai Masker

SOSIALISASI: Dinas Kominfo dan tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Tebingtinggi menyampaikan imbauan gunakan masker kepada para pedagang dan pembeli di pasar tradisional.
SOSIALISASI: Dinas Kominfo dan tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Tebingtinggi menyampaikan imbauan gunakan masker kepada para pedagang dan pembeli di pasar tradisional.
SOSIALISASI: Dinas Kominfo dan tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Tebingtinggi menyampaikan imbauan gunakan masker kepada para pedagang dan pembeli di pasar tradisional.
SOSIALISASI: Dinas Kominfo dan tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Tebingtinggi menyampaikan imbauan gunakan masker kepada para pedagang dan pembeli di pasar tradisional.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Tak henti-hentinya Pemerintah Kota Tebingtinggi mengimbau masyarakat tentang bahaya penyebaran Covid-19. Kali ini Dinas Kominfo bersama tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Tebingtinggi turun ke sejumlah pasar tradisional, Rabu (14/4).

“Inilah bentuk wujud kepedulian pemerintah Kota Tebingtinggi kepada masyarakatnya, agar menggunakan masker apabila saat beraktivitas di luar rumah. Ini upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Tebingtinggi,”ujar Kadis Kominfo, Dedi P Siagian.

Saat ini, kata Dedi, masih ada warga yang melakukan aktivitas di luar rumah tidak menggunakan makser, yaitu saat berbelanja ke pasar pasar tradisional yang ada di Kota Tebingtinggi, begitu juga dengan para pedagang.

“Kami imbau kepada masyarakat dan pedagang yang berada di pasar tradisional di Kota Tebingtinggi untuk menggunakan masker kain. Karena saat ini kita tidak tahu siapa terpapar Covid -19, maka untuk menghindari penyebaran pakailah masker,” jelasnya.

Saat melakukan sosialisasi Covid -19 di Pasar Gambir Jalan Iskandar Muda Kota Tebingtinggi, tim kembali mengimbau selain menggunakan masker, pedagang dan masyarakat yang berbelanja harus rajin mencuci tangan setiap melakuan aktivitas, terapkan pisical distancing antara pedagang dan pembeli dan selalu berada dirumah jika tidak ada urusan yang penting diluar rumah. (ian/han)