LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Jasad Mardiah alias Simar (55) berhasil ditemukan tim gabungan Basarnas, Polsek Beringin Polresta Deliserdang, Pol Airud, Relawan, Pemerintah Kecamatan, Jumat (10/4). Jasad Mardiah ditemukan di sekitar 1 Km dari tepi Pantai Putra Deli Desa Denai Kuala Kecamatan Pantai Labu, Jumat (10/4) sekira pukul 14.30 WIB.
Korban Mardiah sebelum ditemukan sempat dinyatakan hilang di Lundang Beting Tengah berjarak 2 Km dari tepi Pantai Muara Indah Dusun IV Desa Denai Kuala Kecamatan Pantai Labu, Kamis (9/4).
Dikonfirmasi Camat Pantai Labu Fitriyan Sukri, membenarkan jasad korban ditemukan.”Jasad korban ditemukan 1 Km dari bibir Pantai Putra Deli. Ada 2 perahu karet shiftender dari Pol Airud, 1 perahu karet dari Basarnas, 1 kapal patroli dari Pol Airud,” sebutnya.
Sebelumnya korban bersama Kasdi (55) dan Mariati (54) warga yang sama mencari kerang dengan mengunakan garpu cakar kerang dengan posisi mundur. Tiba-tiba korban masuk ke dalam lundang (lubuk) pada beting tengah dan terbawa putaran arus air lundang.
Korban berteriak minta tolong kemudian Kasdi berusaha untuk menolong dengan menggunakan bambu cakar kerang miliknya akan tetapi arus terlalu deras sehingga Kasdi ikut terbawa arus akan tetapi berhasil menyelamatkan diri. Sedangkan korban tenggelam hilang terbawa arus air yang kedalaman air laut setinggi dada orang dewasa pasa saat mencari kerang.
Sekira pukul 14.00 wib Kapos Polairud Ipda R Lubis SH beserta anggota dan Ka Pos Kamla Pantai Labu Serma Agus Hariadi beserta anggota dibantu oleh warga sekitar berusaha untuk mencari keberadaan korban. Namun korban tidak ditemukan sebab air sedang pasang besar sehingga pencarian dihentikan untuk sementara warktu. (btr)
Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Yemi Mandagi menyerahkan APD pada anggota WUPSD G17, Jumat (10/4)
LUBUKPAKAM, SUMUTOPS.CO – Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Yemi Mandagi meminta pekerja media agar berhati-hati dan selalu menggunakan Alat Perlengkapan Diri (APD) saat melakukan peliputan momen Coronavirus Disease (Covid-19).
Disampaikan Kombes Pol Yemi Mandagi disela menyerahkan bantuan APD serta sembako kepada puluhan jurnalis yang tergabung dalam unit Polresta Deliserdang dilaksanakan di halaman Kapolresta Deliserdang, Jumat (10/4).
“Bantuan APD ini kiranya dapat digunakan saat jurnalis meliput Covid-19 sedangkan sembako berupa beras dapat digunakan untuk keluarga dirumah,” katanya.
Masih kata Kombes Pol Yemi Mandagi, para dokter bertugas di Polresta Deliserdang menciptakan sendiri sanitizer dengan meracik bahan-bahan membuat sanitizer sesuai standard WHO agar dapat digunakan jurnalis saat meliput dilapangan terutama meliput Covid-19.
“Sanitizer dibagikan pada rekan-rekan jurnalis merupakan produk para dokter Polresta Deliserdang,” ucapnya.
Ditempat terpisah, Ketua Wartawan Unit Polresta Deliserdang (WUPDS G-17) Batara Tampubolon mengatakan, bantuan APD dan sembako kepada para jurnalis bentuk rasa keperdulian Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Yemi Mandagi terhadap jurnalis yang bertugas di wilayah hukum Polresta Deliserdang pada massa wabah pandemi Covid-19.
“WUPDS G17 sangat berterima kasih atas bantuan APD dan sembako, kiranya dapat digunakan saat meliput dilapangan saat pandemi Covid-19,” bilangnya. (btr)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Ketika jumlah kasus Covid-19 di Indonesia meningkat, banyak organisasi telah memberlakukan pekerjaan dari rumah dan kebijakan jarak sosial. Namun tidak semua fungsi memenuhi syarat untuk skema ini, termasuk petugas pusat panggilan, resepsionis, dan tenaga telemarketing / telesales. Fungsi-fungsi penting yang dihadapi pelanggan ini diperlukan untuk bekerja di kantor seperti biasa karena sistem telepon hanya dapat diakses di kantor.
Untuk memberikan solusi dan membantu meminimalkan risiko penyebaran virus, Smartfren Business meluncurkan Smartfren CloudTalk, sistem telepon bisnis komprehensif di cloud, yang dirancang untuk menyediakan semua fitur profesional konvensional. Sistem PABX dapat diakses dari berbagai perangkat, termasuk ponsel, tablet, desktop, dan telepon SIP.
Dengan Smartfren CloudTalk, pelaku bisnis akan menikmati semua fitur premium dari nomor ekstensi, kemampuan nomor hunting, pesan suara, multilevel IVR (Interactive Voice Response), transfer panggilan, dan banyak lagi. Tidak hanya itu, CloudTalk juga menawarkan paket Call Center yang mencakup antrian panggilan, pemantauan, dan pelaporan. Yang membuatnya lebih menarik adalah meskipun didasarkan pada teknologi cloud, perusahaan dapat menggunakan awalan nomor lokal (termasuk 021, 031, 061, dan banyak lagi lainnya).
Smartfren CloudTalk juga menyediakan portal perawatan mandiri yang mudah digunakan untuk mengelola semua ekstensi dan jalur organisasi, menghilangkan kebutuhan spesialis TI atau vendor instalasi dan pemeliharaan seperti halnya PABX konvensional. Maka, Smartfren CloudTalk tidak hanya akan membantu kelangsungan bisnis, tetapi juga hadir dengan biaya yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan telepon konvensional.
Ranga, CEO Smartfren Business, mengatakan, “Banyak organisasi saat ini berada dalam dilema antara memastikan kelangsungan bisnis dan kesejahteraan karyawan, terutama bagi lini depan mereka yang sejauh ini tidak dapat bekerja dari rumah. Dengan Smartfren CloudTalk, kami menyediakan solusi mutakhir yang akan memungkinkan bisnis melakukan keduanya.”
Togar Manurung, CRO Smartfren Business di sisi lain menekankan komitmen Smartfren Business untuk memberikan layanan terbaik di masa kritis ini. “Sebagai penyedia solusi TIK terintegrasi, Smartfren Business bekerja keras untuk memastikan layanan berkualitas, terutama selama masa kritis ini. Dengan CloudTalk, kami awalnya akan memposisikannya sebagai solusi hemat biaya, tetapi sekarang kami menyadari kami bisa melalukan lebih dari itu. CloudTalk dapat membantu banyak organisasi di Indonesia untuk bertahan selama pandemi ini.”
Dengan peluncuran CloudTalk, Smartfren Business percaya diri untuk membantu pelanggannya mempertahankan dan bahkan meningkatkan produktivitas dan efisiensi bisnis dengan teknologi masa depan, sekaligus mengurangi biaya modal dan operasional. Smartfren Business berkomitmen untuk menghadirkan lebih banyak solusi TIK untuk melayani semua lini bisnis di Indonesia. (rel)
MEDAN, SUMUTPOS.CO -Penyebaran virus corona sangat berdampak berbagai sektor usaha. Lembaga pemeringkat Moody’s bahkan memprediksi perekonomian tanah air pada tahun 2020 melambat sampai 3 persen, sebelum kembali naik lagi pada tahun yang akan datang.
Bagi UMKM, terutama sektor kuliner, kebijakan pembatasan sosial yang diterapkan secara masif untuk mencegah penyebaran virus COVID-19 telah mengubah pola usaha dan perilaku pelanggan.
Pelanggan tak lagi bisa menikmati hidangan di tempat seperti biasa, bahkan beberapa usaha kuliner harus membatasi jumlah pengunjung dan mengurangi jam operasional.
Untuk dapat bertahan dalam masa penuh tantangan ini, pelaku usaha harus beradaptasi dengan segala perubahan yang terjadi melalui strategi baru, terutama para UMKM sebagai garda terdepan perekonomian nasional.
Salah satunya adalah dengan mengandalkan teknologi untuk menjangkau pelanggan dalam situasi pembatasan sosial. Strategi tersebut, seperti yang dilakukan oleh para mitra merchant GrabFood di Bandung, Surabaya, Makassar, dan Medan yang hingga kini masih bertahan dan terus menggerakkan perekonomian kotanya.
Muhammad Muhlis, Manager Pemasaran Wingz O Wingz, salah satu yang menjual kreasi menu daging ayam di Bandung menceritakan betapa dia dan usaha yang dikelolanya berjuang mempertahankan bisnisnya di tengah pandemi COVID-19.
“Dampak yang paling terasa adalah pada transaksi makan di tempat yang sekarang hanya tinggal 5 persen saja. Sesuai imbauan pemerintah kami juga membatasi kunjungan pelanggan untuk makan di tempat dengan mengutamakan layanan take away atau order memakai aplikasi,” kisah Muhammad, Kamis (9/4).
Mitra restoran yang satu ini sudah beroperasi sejak 2011 dengan mendirikan outlet kecil. Usaha tersebut terus tumbuh dan sekarang berhasil menjadi sumber penghidupan bagi 250 orang karyawannya. Biasanya omzet utama Wingz O Wingz berasal dari pelanggan yang makan di tempat serta pelanggan yang memesan secara online. Namun sekarang mereka benar-benar mengandalkan penjualan online sebagai sumber pemasukan utama.
Meningkatnya transaksi dari pemesanan online didorong oleh terbukanya peluang bagi para mitra merchant GrabFood untuk mendapatkan eksposur di aplikasi Grab dan menjangkau basis konsumen digital yang lebih luas, serta memanfaatkan berbagai program pemasaran yang ditujukan untuk mendukung perkembangan bisnis UMKM lokal. Dukungan ini antara lain diwujudkan melalui hadirnya kategori khusus ‘Jagoan Lokal’ yang memuat daftar mitra merchant lokal favorit masyarakat masing-masing daerah.
“Dalam situasi saat ini ketika semua orang diam di rumah saja, aplikasi Grab sangat membantu bisnis kami untuk bertahan. Mereka tetap bisa memesan produk Wingz O Wingz lewat GrabFood. Saat ini paling saya syukuri sih bahwa usaha yang saya kembangkan ini sekarang tidak hanya tetap menghidupi ratusan karyawan tapi juga membantu para pengemudi ojek online di tengah situasi sulit ini,” ujar Muhlis.
Lain lagi dengan Surabaya. Salah satu mitra GrabFood di Kota Pahlawan ini adalah Ayam Bakar Primarasa yang legendaris. Restoran ayam bakar yang sudah dirintis sejak 1993 silam. Edwin Sugiaurto (29), generasi kedua pengelola Ayam Bakar Primarasa, menceritakan bahwa tantangan terbesar banyak pengusaha kuliner akibat pandemi COVID-19 adalah berhadapan dengan sejumlah keputusan sulit.
“Pilihannya banyak, misalnya menutup layanan makan di tempat; atau tutup total tanpa layanan makan di tempat dan take away; atau tetap beroperasi. Kita hanya bisa mengambil satu. Kami pun memilih untuk beroperasi seperti biasa supaya karyawan tetap memperoleh gaji utuh setiap bulan, dengan meningkatkan standar kebersihan dan melakukan prosedur pengecekan kesehatan. Total kami punya sekitar 100 karyawan yang tersebar di tujuh cabang,” tutur Edwin.
Untuk ukuran restoran yang sudah cukup lama beroperasi, Ayam Bakar Primarasa kini mengalami situasi yang menurut Edwin unik. Pendapatan bisnis utama sejak 27 tahun silam memang berasal dari pelanggan yang makan di tempat. Namun sekarang, sekitar 50 persen total transaksi datang dari pesanan online.
Sementara itu, UMKM kuliner mitra GrabFood di Makassar, MasterCheese, harus mengubah jam operasionalnya menjadi lebih singkat. Usaha yang dirintis oleh Yulianti (32) sejak 2018 ini masih buka untuk mempertahankan omzet. Untungnya walau jumlah pengunjung yang makan di tempat semakin sedikit, jumlah pemesanan online terus meningkat. Hal ini juga didorong oleh dukungan GrabFood kepada mitra merchant untuk dapat mengikuti perkembangan tren kuliner terkini melalui data-data yang dimiliki GrabFood sehingga mereka dapat mengadaptasi tren-tren tersebut ke menu mereka untuk meningkatkan penjualan.
“Memang lewat pesanan online, terutama Grab itu tetap banyak. Dulu saja sebelum Corona, 50 persen pesanannya dari Grab, sekarang pesanan online dari Grab naik sampai 80 persen. Bersyukur karena ada teknologi yang membuat kami mampu bertahan di situasi sulit ini,” kisahnya.
Lain lagi dengan Erwin Susanto (38), yang mengelola UMKM kuliner Martabak Mekar di Medan. Dia bercerita bahwa kondisi pandemi COVID-19 memang mulai terasa di Tanah Deli, namun belum sampai di tahap membuat usahanya yang berlokasi di pusat kota menjadi sepi pembeli. Terutama karena memang kebanyakan pembelinya memesan dari aplikasi GrabFood.
“Sebenarnya tidak banyak pengaruh. Saya masih buka seperti biasa, meski saya sudah ada rencana untuk tutup satu jam lebih cepat. Jumlah pesanan sendiri masih seperti biasa, belum terpengaruh pandemi. Apalagi pesanan memang lebih banyak dari online. Jauh sebelum pandemi ini merebak, Grab sudah membantu untuk menjangkau lebih banyak pembeli, jadi mereka tidak perlu datang ke sini untuk bisa menikmati menu-menu martabak kami berkat program-program promosi yang dijalankan,” jelas Erwin.
Standar Tinggi untuk yang Tetap Beroperasi
Muhlis, Edwin, Julia dan Erwin adalah 4 orang pelaku UMKM yang kini tengah berjuang untuk mempertahankan bisnisnya di tengah pandemi COVID-19 di Indonesia. Tantangan yang dihadapi berbeda-beda tapi sama-sama dihadapkan pada situasi yang mengancam kelangsungan bisnis mereka.
Selain mengatur strategi bisnis untuk tetap dapat melayani pelanggan di tengah aturan pembatasan sosial, keempat pelaku usaha ini juga mengimplementasikan standar kebersihan tinggi, sesuai dengan anjuran pemerintah serta Standar Keamanan Terpadu untuk Layanan Pesan-antar Makanan yang diterapkan GrabFood.
Mereka dapat memperoleh beragam materi edukasi yang relevan seperti langkah-langkah untuk menjaga kebersihan dan standar keamanan makanan dengan mudah, cukup mengaksesnya melalui aplikasi merchant GrabFood yang mereka gunakan sehari-hari.
Mereka telah mewajibkan pemakaian masker dan sarung tangan untuk seluruh karyawan. Bahkan, Edwin sudah menerapkan prosedur ini di Ayam Bakar Primarasa sejak awal Maret lalu, ketika pandemi belum merebak luas seperti sekarang. Selain itu, mereka juga kompak menerapkan pengecekan harian suhu tubuh karyawan, pelanggan dan mitra, sebagai upaya pencegahan.
Neneng Goenadi, Managing Director Grab Indonesia menjelaskan, “Grab, sebagai perusahaan aplikasi serba bisa terkemuka di Asia Tenggara, juga memiliki berbagai inisiatif guna mendukung upaya mitra merchant melawan pandemi COVID-19 di berbagai kota tempat kami beroperasi, yakni dengan menerapkan standar keamanan terpadu untuk layanan pesan-antar makanan.
Kami mengembangkan sejumlah pedoman, perangkat, dan materi pelatihan baru yang dapat membantu mitra merchant untuk mengimplementasikannya dengan mudah ke dalam proses kerja harian mereka. Standar yang dimaksud antara lain menghadirkan opsi pengantaran tanpa kontak sebagai langkah perlindungan bagi pelanggan sekaligus mitra, menyertakan Kartu Keterangan Pengiriman GrabFood yang berisi catatan tanggal, waktu, nama dan suhu tubuh karyawan yang menyiapkan makanan pada setiap kemasan makanan yang dipesan dan pemeriksaan suhu tubuh pelanggan, karyawan serta mitra pengantaran secara rutin.”
Jika salah satu mitra pengantaran GrabFood menunjukkan gejala seperti suhu tubuh tinggi, demam, pilek, atau batuk, mitra merchant dapat melaporkannya kepada tim layanan pelanggan Grab dan meminta mitra pengantaran lain untuk menggantikannya. Selain itu, mitra merchant juga diminta untuk menerapkan physical distancing setidaknya 2 meter pada saat terjadi antrean.
Mereka juga diwajibkan untuk meningkatkan frekuensi pembersihan area persiapan makanan dan lainnya, setidaknya setiap 4 jam. Semua karyawan yang menangani makanan harus mengenakan masker, sarung tangan, dan tutup kepala. Daging dan bahan mentah harus dijaga agar tetap higienis. Semua pesanan makanan yang akan diantarkan harus disegel dengan benar untuk menghindari kontaminasi.
Sebagai upaya untuk memerangi pandemi ini, Grab menginisiasi gerakan #KitaVSCorona yang diluncurkan di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk di Bandung, Surabaya, Makassar dan Medan. Melalui gerakan #KitaVSCorona, Grab telah membagikan ribuan masker, hand sanitizer, dan menyemprotkan desinfektan pada kendaraan mitra pengemudi GrabBike serta GrabCar, serta seluruh mitra pengantaran GrabFood serta GrabExpress. Sementara untuk para mitra merchant, Grab menyediakan berbagai langkah bantuan bagi merchant GrabFood untuk membantu bisnis mereka selama masa sulit ini.
Grab juga akan mendanai secara langsung, serta bermitra dengan pihak ketiga terkait program pemasaran GrabFood untuk merchant-merchant terpilih yang diharapkan dapat membantu mereka menjangkau lebih banyak pelanggan dan menerima pendapatan tambahan. Grab juga melakukan edukasi mengenai gaya hidup sehat dan pencegahan penyebaran COVID-19 serta layanan pemeriksaan awal COVID-19 secara online lewat GrabHealth.(gus)
LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Mardiah alias Simar (55) pencari kerang hilang setelah terseret arus air laut di Pantai Muara Indah Dusun IV Desa Denai Kuala Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Delierdang, Kamis (9/4) sekitar Pukul 10.00 WIB. Korban adalah warga Dusun III Desa Denai Lama Kecamatan. Pantai Labu.
Sebelum dinyatakan hilang terseret arus korban mencari kerang. Korban Mardiah mencari kerang bersama temannya Kasdi (55) warga Gang Benjol Dusun III Desa Denai Kuala Kecamatan. Pantai Labu dan Mariati (54) warga Dusun IV Desa Denai Kuala Kecamatan Pantai Labu.
Ketiganya mencari kerang menggunakan garpu cakar (alat mencari kerang) kerang dengan posisi mundur. Namun, tiba-tiba korban masuk ke dalam lundang (lubuk) pada beting tengah dan terbawa putaran arus air lundang.
Karena terseret arus dengan tiba-tiba lantas korban berteriak minta tolong kepada temannya. Sepontan Kasdi memberikan pertolongan kepada korban dengan cara menggunakan bambu cakar kerang miliknya. Namun, upaya tersebut gagal, bahkan Kasdi sempat ikut terbawa. Tetapi Kasidi berhasil berhasil menyelamatkan diri. Sedangkan, korban tenggelam hilang terbawa arus air.
Hilangnya korban dilaporkan kedua temannya itu ke warga setempat. Kemudian dilanjutkan ke Pos Polairud yang ada pantai Kecamatan Pantai Labu.
Kemudian dilakukan pencarian. Kapos Polairud Ipda R Lubis SH dibantu personel Pos Kamla Pantai Labu Serma Agus Hariadi RMA dda warga sekitar berusaha mencari korban. Namun upaya itu tak membuahkan hasil karena saat itu kondisi air sedang pasang besar. Sehingga pencarian dihentikan untuk sementara waktu. Kemudian akan dilanjutkan besok, Jumat (10/4).(btr)
PATUMBAK, SUMUTPOS.CO – Pemdes Desa Marindal II kec Patumbak kab deliserdang Dirikan Posko terpadu Covid-19 yang tepatnya di jalan balai desa pasar 12 dusun 4 mulai di buka kemarin senim 6 april 2020,sebagai mana mendirikan Posko percepatan penanganan Covid-19 untuk pemeriksaan kesehatan kepada warga nya akan terhindar wabah virus corona covid 19, Posko pemeriksaan kesehatan tersebut diisi tenaga medis dari Puskesmas, Babinsa,babinkamtibmas serta para kepala dusun dan relawan relawan desa.
Kepala Desa Marindal II Jufri antono menyebutkan, Posko Covid-19 Desa marindal II juga memeriksa kesehatan warga yang baru pulang dari luar desa maupun dari luar kota,” ujarnya.
Jufri menghimbau kepada warga agar tidak panik terhadap situasi maraknya virus corona. Serta mengajak kepada seluruh warga untuk mencegah penyebaran Covid-19 ini mulai dari diri sendiri dengan cara pola hidup sehat.
“Warga jangan panik, pemerintah desa sebagaimana kebijakan dari Pemerintah Kabupaten deliserdang telah melakukan langkah-langkah antisipasi berkaitan dengan virus corona ini,” katanya.
“Segera laporkan jika ada warga yang baru datang dari bepergian keluar kota. Cek kesehatan ke petugas medis, karena pemerintah desa hadir untuk memberi perlindungan pada seluruh warga dan jangan lupa warga harus memakai masker saat beraktivitas ungkap jufri.”
kepedulian terhadap Tim relawan Satgas Posko Covid-19 di desa Marindal II seorang warga meng iklaskan rukonya untuk di jadikan posko tersebut,mutlak swadaya masyarakat yang kompak dan bersatu, Posko covid 19 ini Harapannya agar bisa bermanfaat bagi petugas baik medis atau tim relawan yang ditugaskan mengawasi wabah virus covid 19 tidak masuk di desa Marindal II ini.(rel)
Aktivitas konsumen saat melakukan transaksi di Tokopedia.(ist)
Aktivitas konsumen saat melakukan transaksi di Tokopedia.(ist)
SUMUTPOS.CO – Di tengah wabah penyebaran virus corona, Belanja online dapat menjadi alternatif untuk mengurangi risiko terjangkit Covid-19 di tempat ramai. Perusahaan teknologi Indonesia dengan marketplace terdepan, Tokopedia mengumumkan kategori produk paling diminati masyarakat selama pandemi COVID-19 pada bulan Maret 2020.
VP of Corporate Communications Tokopedia, Nuraini Razak, menjelaskan kesehatan, keperluan Rumah Tangga, Makanan dan Minuman merupakan 3 kategori produk yang meningkat signifikan selama Maret.
“Pada kategori Perawatan Kesehatan dan Pribadi misalnya, terjadi kenaikan transaksi hampir 3 kali lipat,” sebut Nuraini, Kamis (9/4).
Selain dapat menekan penyebaran COVID-19, belanja daring juga bisa mendorong bisnis lokal tetap beroperasi secara online. Hal ini dibuktikan dari peningkatan jumlah penjual baru pada kategori Perawatan Kesehatan dan Pribadi sebesar hampir 2,5 kali dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
“Kami juga saat ini mengadakan kampanye #JagaEkonomiIndonesia untuk mendorong lebih banyak lagi masyarakat berani menciptakan peluang di ranah online agar roda ekonomi tetap berjalan di tengah pandemi seperti ini,” tutur Nuraini.
Hand sanitizer, vitamin dan masker adalah produk yang banyak dicari masyarakat di kategori Kesehatan. Nilai penjualan masker tercatat meningkat 197 kali dibanding bulan-bulan sebelumnya selama Maret. Di sisi lain, ada satu waktu dimana dalam 42 menit, 72.000 hand sanitizer terjual habis. Pembeli hand sanitizer paling jauh berasal dari Merauke.
Dalam kategori Keperluan Rumah Tangga, produk paling diburu mencakup disinfektan, tisu dan air purifier, sedangkan dari kategori Makanan dan Minuman, daging sapi, jahe dan kurma mengalami peningkatan signifikan.
Lebih dari 100 ton daging sapi terjual di Tokopedia selama bulan Maret 2020. Jumlah jahe yang terjual pun mencapai 60 ton, setara dengan jumlah jahe yang dibutuhkan untuk membuat jamu empon-empon bagi seluruh masyarakat Kota Sukabumi.
Selain itu, selama pandemi berlangsung, Tokopedia membuka dua kanal berdonasi untuk mengajak masyarakat bersama melawan pandemi, yaitu lewat fitur ‘Bantu Pejuang COVID-19’ dan halaman Checkout Tokopedia. Sampai akhir Maret, lebih dari 400.000 masyarakat telah berdonasi dan lebih dari Rp5 miliar donasi terkumpul untuk yang terdampak, terutama para tenaga medis.
Tokopedia juga memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan tanpa harus ke luar rumah lewat Bebas Ongkir. Selama bulan Maret, total jarak pengiriman barang dengan Bebas Ongkir, yaitu lebih dari 2,5 juta kilometer, setara dengan 63 kali keliling bumi.
Menanggapi produk/harga/judul/deskripsi tidak wajar di kategori kesehatan maupun kebutuhan pokok lain sebagai dampak dari COVID-19, Tokopedia telah menutup permanen ribuan toko online dan melarang tayang puluhan ribu produk yang terbukti melanggar, juga terus melakukan sweeping berkala untuk memastikan produk yang dijual dalam platform Tokopedia sesuai dengan peraturan.
Jika masih menemukan produk yang melanggar, baik syarat dan ketentuan platform maupun hukum yang berlaku di Indonesia, masyarakat bisa ikut melaporkannya melalui fitur ‘Laporkan’ yang ada di pojok kanan atas setiap halaman produk.
Tokopedia di sisi lain juga memberikan diskon biaya layanan 100% untuk penjual di kategori produk kesehatan dan kebutuhan pokok lain. Selain lewat edukasi, langkah ini dinilai dapat mendorong penjual selalu memastikan ketersediaan produk, juga menjaga harga tetap stabil. Perkembangan terbaru mengenai COVID-19 bisa diakses melalui link ini.(gus)
MEDAN, SUMUTPOS.Co – PT Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe di Batangtoru, Tapanuli Selatan memberikan bantuan alat-alat kesehatan guna mendukung upaya percepatan penanganan COVID-19 di Sumatera Utara senilai hampir mencapai Rp300 juta. Dukungan ini diserahkan kepada Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sumut.
Presiden Direktur PT Agincourt Resources, Muliady Sutio, menyatakan pemberian bantuan ini merupakan bentuk kepedulian PT Agincourt Resources dalam penanganan penyebaran Virus Corona Disease (COVID-19) di Sumut melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.
Muliady merinci, bantuan yang diberikan yakni 500 APD baju hazmat, 140 kotak masker, 100 masker N95, 100 kotak handscoon, 100 pasang sarung tangan medis, 200 botol hand sanitizer 250 ml, 100 botol sabun cuci tangan, 100 google, 100 face shield, 100 kotak pelindung kepala untuk perawat, dan 50 pasang sepatu boot medis.
“Kami berharap bantuan dukungan alat kesehatan ini dapat membantu para tenaga medis sebagai garda depan dan Pemerintah Provinsi Sumut untuk menangani para pasien COVID-19. Kesehatan dan keselamatan para tenaga medis adalah yang utama dan kami sangat menghargai upaya-upaya yang telah dilakukan oleh mereka serta pemerintah. Semoga kita semua dapat segera melewati situasi sulit ini dengan baik,” ujar Muliady.
Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung oleh Manager Government Relations & Project Compliances PT Agincourt Resources, Irwanto Situmorang, didanpingi oleh penasihat senior PT Agincourt Resources, Washington Tambunan, kepada Sekretaris Dinas ESDM Provinsi Sumut Yasir Nasution. Penyerahan bantuan juga dihadiri oleh Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan dan Logistik, Mega Hadi.
Sebelumnya, pada 6-7 April 2020, PT Agincourt Resources juga telah menyerahkan bantuan penyediaan alat-alat kesehatan untuk ruang isolasi RSUD Sipirok, Tapanuli Selatan dan ke RSUD Pandan.
Sejak meningkatnya jumlah kasus COVID-19, PT Agincourt Resources telah memberlakukan berbagai kebijakan untuk mencegah penularan COVID-19 dan selalu mengikuti anjuran dan aturan yang ditetapkan oleh pemerintah terkait penanganan COVID-19.
Senior Manager Corporate Communication PT Agincourt Resources, Katarina Siburian Hardono, menyatakan berbagai tindakan telah diambil, termasuk memonitor kesehatan para karyawan dan kontraktor yakni melalui kuesioner skrining dan tes suhu tubuh harian di gerbang masuk site.
“Kami melakukan pengecekan suhu tubuh seluruh karyawan dan kontraktor, setiap orang setiap hari,” papar Katarina.
Selain itu perusahaan telah mengambil kebijakan menghentikan masuk-nya karyawan FIFO (Fly In Fly Out, 24% dari total karyawan) ke site Tambang Emas Martabe selama bulan April 2020 untuk meminimalkan resiko penyebaran. PT Agincourt Resources juga melakukan skrining perjalanan karyawan lokal (75% dari total karyawan) di mana karyawan mungkin saja telah melakukan perjalanan keluar daerah asalnya. Bahkan karyawan PT Agincourt Resources yang warga negara asing (1% dari karyawan), tidak akan kembali ke lokasi Tambang Emas Martabe sampai situasi kondusif.
“PT Agincourt Resources juga menyediakan klinik, dokter dan tenaga medis yang berjaga 24 jam di site. Bagi PT Agincourt Resources, kesehatan karyawan adalah prioritas utama,” kata Katarina.
Menurut Katarina, sejumlah “Standard Operation Procedure” telah dijalankan secara disiplin demi menjaga lingkungan kerja yang higienis, karyawan yang sehat dan keberlangsungan bisnis Tambang Emas Martabe, diantaranya melalui penerapan social distancing/jaga jarak dan peniadaan kunjungan ke site untuk sementara waktu sampai tercipta situasi yang kondusif. Bahkan, lanjut Katarina, kantor Jakarta sudah ditutup sejak 23 Maret hingga waktu yang ditentukan kemudian untuk mengikuti anjuran pemerintah. Semua karyawan Jakarta mengikuti pengaturan kerja dari rumah (Work from Home)
Katarina menambahkan, PT Agincourt Resources selaku pengelola Tambang Emas Martabe terus meninjau berbagai opsi guna menjaga tenaga kerja tetap aman, dan dapat menjalankan Tambang Emas Martabe dengan gangguan seminimal mungkin. “Perusahaan berkomitmen untuk terus mencari peluang bekerja dan tumbuh bersama masyarakat dan pemerintah di mana kami beroperasi untuk kemanfaatan semua pemangku kepentingan,” kata dia.
Tambang Emas Martabe merupakan salah satu objek vital nasional, sampai saat ini PT Agincourt Resources selaku pengelola belum ada rencana untuk menutup operasional Tambang, kecuali jika sudah ada instruksi dari pemerintah. PT Agincourt Resources memahami bahwa operasional Tambang Emas Martabe berpengaruh pada mata pencaharian lebih dari 3,300 karyawan dan pada perekonomian masyarakat seputar tambang di Batangtoru, yang juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tapanuli Selatan dan Provinsi Sumatera Utara.
“Tentunya kami berharap kondisi ini tidak berlangsung lama, kami ingin bisa kembali berperan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia khususnya di Kabupaten Tapanuli Selatan dan Provinsi Sumatera Utara,” tandas Katarina. (Rel)
FLARE:
Sejumlah supporter PSMS Medan menyalakan flare pada laga kontra Tiga Naga di Stadion Teladan Medan, Minggu (15/3).
MENYALAKAN FLARE: Sejumlah supporter PSMS Medan menyalakan flare saat pertandingan perdana Liga 2 2020 antara skuad Ayam Kinantan menjamu Tiga Naga, Riau di Stadion Teladan Medan, belum lama ini. TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Manajemen PSMS Medan, melalui kuasa hukumnya, Bambang mengaku, tetap melanjutkan kasus ke ranah hukum, terkait supporter yang menyalakan flare di Stadion Teladan Medan belum lama ini.
Akibat insiden pada laga perdana Liga 2 2020 menghadapi Tiga Naga, Riau itu, Manajemen Ayam Kinantan terancam didenda Komisi Disiplin PSSI, yang diprediksi mencapai ratusan juta rupiah.
Meski manajemen sudah bertemu dengan perwakilan supporter La Curva 1950, kasus tersebut tetap berlanjut. Tujuannya untuk memberi efek jera kepada para fans yang masih nekat melakukan aksi menyalakan flare saat pertandingan.
Bambang mengungkapkan, kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Tak ada pencabutan laporan dari Manajemen Ayam Kinantan.
“Sampai saat ini manajemen belum ada memberi instruksi untuk mencabut laporan itu. Dan sekarang masih dalam proses lidik,” ungkap Bambang, Rabu (8/4).
Bambang juga mengaku, terus mengawal proses hukum kasus tersebut. Soal ancaman pidananya, dia menyerahkan kepada pihak kepolisian.
“Kalau soal ancaman pidananya, polisi yang menentukan. Berapa tahun pidananya dan bagaimana lanjutan kasus ini, bergantung kepada kepolisian,” jelasnya.
Sebelumnya, Sekretaris PSMS, Julius Raja mengaku sangat menyesalkan, kericuhan yang terjadi tersebut. King, sapaan karib Julius Raja, juga menjelaskan, tetap membawa masalah ini ke ranah hukum, meski para supporter sudah melakukan permintaan maaf.
“Kemarin mereka sudah datang ke sini dan meminta maaf. Tapi proses hukum tetap berjalan. Ini untuk memberikan efek jera, apalagi Indonesia kan mau jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 nanti,” katanya.
Namun dalam hal ini, Komisi Disiplin PSSI belum melakukan sidang, terkait beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh klub-klub Liga 1 maupun Liga 2. Seberapa besar denda yang bakal didapat PSMS, masih menunggu keputusan dari PSSI.
“Kalau diprediksi, PSMS bisa didenda sampai ratusan juta rupiah. Karena pertandingan sempat terhenti beberapa menit. Kalau masalah menyalakan flare, mungkin dendanya hanya Rp50 juta,” pungkas King. (tnc/saz)
LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 134 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Sumatera Utara tiba di Bandara Internasional Kualanamu Deliserdang Kamis (9/4) sekitar pukul 08.30 WIB.
Kedatangan TKI ini merupakan gelombang pertama yang dideportasi Pemerintah Malaysia. Sebanyak 134 TKI itu datang dengan menumpang pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH -860. Dengan rincian 94 orang pria dan 40 orang wanita .
Tiba di Apron Bandara Kualanamu Internasional para TKI langsung diarahkan ke Bus khusus yang sudah menunggu. Mereka diarahkan petugas khusus memasuki Bus. Rombongan itu langsung dibawa ke lokasi karantina sementara.
PLT Manager Branch Communication legal PT Angkasa Pura II Bandara Internasional Kualanamu Deliserdang Paulina Simbolon dikonfirmasi terkait hal ini membenarkan namun pihaknya belum dapat informasi kemana rombongan TKI itu dibawa oleh petugas penjemputan.
Lanjut Paulina terkait kepulanganTKI dari Malaysia, tanggal 9-10 April 2020 pihak pengelola Bandara Kualanamu terus melakukan komunikasi dan koordinasi kepada Otoritas Wilayah II Medan, Imigrasi, Bea Cukai, TNI, Polri, KKP dan pemerintah daerah dalam penangan para TKI.
“Sebelum dibawa tentunya para TKI akan di lakukan pengecekan kesehatan sesuai ketentuan standart prosedur Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP) dalam melakukan pencegahan penyebaran virus COVID-19 sebagai pintu masuk melalui pelabuhan udara,” pungkas Paulina.
Informasi dihimpun bahwa dari TKI yang tiba di bandara Kualanamu untuk gelombang pertama ini berasal dari Deliserdang dan Medan tampak tim satuan tugas COVID 19 Sumut terdiri dari Pemprovsu dan Kabupaten Deliserdang sudah stanbay sejak pagi tadi.
Informasinya untuk gelombang ke dua rombongan TKI asal Sumut dijadwalkan tiba di Bandara Kualanamu pada pukul 15.00 WIB sore nanti. (btr)