27 C
Medan
Sunday, January 11, 2026
Home Blog Page 4324

Tak Cabut Laporan Soal Supporter Nyalakan Flare, PSMS Lanjutkan Kasus

FLARE: Sejumlah supporter PSMS Medan menyalakan flare pada laga kontra Tiga Naga di Stadion Teladan Medan, Minggu (15/3).
FLARE: Sejumlah supporter PSMS Medan menyalakan flare pada laga kontra Tiga Naga di Stadion Teladan Medan, Minggu (15/3).
FLARE: Sejumlah supporter PSMS Medan menyalakan flare pada laga kontra Tiga Naga di Stadion Teladan Medan, Minggu (15/3).
MENYALAKAN FLARE: Sejumlah supporter PSMS Medan menyalakan flare saat pertandingan perdana Liga 2 2020 antara skuad Ayam Kinantan menjamu Tiga Naga, Riau di Stadion Teladan Medan, belum lama ini.
TRIADI WIBOWO/SUMUT POS

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Manajemen PSMS Medan, melalui kuasa hukumnya, Bambang mengaku, tetap melanjutkan kasus ke ranah hukum, terkait supporter yang menyalakan flare di Stadion Teladan Medan belum lama ini.

Akibat insiden pada laga perdana Liga 2 2020 menghadapi Tiga Naga, Riau itu, Manajemen Ayam Kinantan terancam didenda Komisi Disiplin PSSI, yang diprediksi mencapai ratusan juta rupiah.

Meski manajemen sudah bertemu dengan perwakilan supporter La Curva 1950, kasus tersebut tetap berlanjut. Tujuannya untuk memberi efek jera kepada para fans yang masih nekat melakukan aksi menyalakan flare saat pertandingan.

Bambang mengungkapkan, kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Tak ada pencabutan laporan dari Manajemen Ayam Kinantan.

“Sampai saat ini manajemen belum ada memberi instruksi untuk mencabut laporan itu. Dan sekarang masih dalam proses lidik,” ungkap Bambang, Rabu (8/4).

Bambang juga mengaku, terus mengawal proses hukum kasus tersebut. Soal ancaman pidananya, dia menyerahkan kepada pihak kepolisian.

“Kalau soal ancaman pidananya, polisi yang menentukan. Berapa tahun pidananya dan bagaimana lanjutan kasus ini, bergantung kepada kepolisian,” jelasnya.

Sebelumnya, Sekretaris PSMS, Julius Raja mengaku sangat menyesalkan, kericuhan yang terjadi tersebut. King, sapaan karib Julius Raja, juga menjelaskan, tetap membawa masalah ini ke ranah hukum, meski para supporter sudah melakukan permintaan maaf.

“Kemarin mereka sudah datang ke sini dan meminta maaf. Tapi proses hukum tetap berjalan. Ini untuk memberikan efek jera, apalagi Indonesia kan mau jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 nanti,” katanya.

Namun dalam hal ini, Komisi Disiplin PSSI belum melakukan sidang, terkait beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh klub-klub Liga 1 maupun Liga 2. Seberapa besar denda yang bakal didapat PSMS, masih menunggu keputusan dari PSSI.

“Kalau diprediksi, PSMS bisa didenda sampai ratusan juta rupiah. Karena pertandingan sempat terhenti beberapa menit. Kalau masalah menyalakan flare, mungkin dendanya hanya Rp50 juta,” pungkas King. (tnc/saz)

Sebanyak 134 Orang TKI Asal Sumut Tiba di Bandara KNIA

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 134 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Sumatera Utara tiba di Bandara Internasional Kualanamu Deliserdang Kamis (9/4) sekitar pukul 08.30 WIB.

Kedatangan TKI ini merupakan gelombang pertama yang dideportasi Pemerintah Malaysia. Sebanyak 134 TKI itu datang dengan menumpang pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH -860. Dengan rincian 94 orang pria dan 40 orang wanita .

Tiba di Apron Bandara Kualanamu Internasional para TKI langsung diarahkan ke Bus khusus yang sudah menunggu. Mereka diarahkan petugas khusus memasuki Bus. Rombongan itu langsung dibawa ke lokasi karantina sementara.

PLT Manager Branch Communication legal PT Angkasa Pura II Bandara Internasional Kualanamu Deliserdang Paulina Simbolon dikonfirmasi terkait hal ini membenarkan namun pihaknya belum dapat informasi kemana rombongan TKI itu dibawa oleh petugas penjemputan.

Lanjut Paulina terkait kepulanganTKI dari Malaysia, tanggal 9-10 April 2020 pihak pengelola Bandara Kualanamu terus melakukan komunikasi dan koordinasi kepada Otoritas Wilayah II Medan, Imigrasi, Bea Cukai, TNI, Polri, KKP dan pemerintah daerah dalam penangan para TKI.

“Sebelum dibawa tentunya para TKI akan di lakukan pengecekan kesehatan sesuai ketentuan standart prosedur Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP) dalam melakukan pencegahan penyebaran virus COVID-19 sebagai pintu masuk melalui pelabuhan udara,” pungkas Paulina.

Informasi dihimpun bahwa dari TKI yang tiba di bandara Kualanamu untuk gelombang pertama ini berasal dari Deliserdang dan Medan tampak tim satuan tugas COVID 19 Sumut terdiri dari Pemprovsu dan Kabupaten Deliserdang sudah stanbay sejak pagi tadi.

Informasinya untuk gelombang ke dua rombongan TKI asal Sumut dijadwalkan tiba di Bandara Kualanamu pada pukul 15.00 WIB sore nanti. (btr)

Impor Barang untuk Penanganan Covid-19 Dipermudah, Hibah dari Rekanan Bebas Bea Cukai

bea cukai
bea cukai

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketersediaan perlengkapan dalam penanganan Virus Corona seperti alat pelindung diri (APD), masker, rapid test dan lainnya di sejumlah rumah sakit rujukan di Sumut masih sangat kurang. Karenanya, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumut masih berharap hibah dari pihak ketiga, organisasi, atau lembaga yang ingin membantu.

Guna mempercepat pelayanan impor barang keperluan penanggulangan Covid-19, Gugus Tugas Covid-19 Sumut telah mengusulkan agar dibebaskan bea masuk dan cukai. Hal ini dikatakan anggota Tim Gugus Tugas Covid-19 Provsu, Saut Aritonang kepada Sumut Pos, Rabu (8/4).

Menurut Saut, untuk penerimaan barang hibah ini, sudah dilakukan beberapa perusahaan, diantaranya PT Lima Lentera Gemilang, PT Universal Deliserdang dan perusahaan di seputaran KIM Mabar.

“Kita mengimbau, bagi yang masih ingin member hibah, baik dalam bentuk uang dan barang untuk menyuplai alat-alat logistik dalam penanganan Covid-19. Hibah barang ini akan disalurkan ke rumah sakit yang menjadi rujukan Pemprovsu dalam penanganan Covid-19 ini,” kata Saut.

Dalam Peraturan Menteri Keuangan, lanjut Saut, Gugus Tugas boleh mengusulkan rekanan atau pihak ketiga, organisasi dan lembaga yang berkeinginan menghibahkan barang untuk kepentingan penanganan Covid-19 ke Gugus Tugàs untuk disalurkan ke masyarakat. Maka pengiriman barang tersebut dibebaskan bea cukai.

Apalagi Bea Cukai dan Dirjend Pajak juga bagian dari Tim Gugus Tugas yang berkantor di Kantor Bea Cukai. “Tentu dengan prosedur yang berlaku. Hal ini dikarenakan banyak barangnya dibeli dari luar negeri, seperti dari Singapura, dan China. Dan RS rujukan paling diùtamakan untuk menerima fasilitas bantuan tersebut,” jelasnya. (mag-1)

KLHK Beli dan Olah Hasil Petani Hutan untuk Diberikan Gratis ke RS Rujukan Covid-19

SERAHKAN: UPT Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Wilayah Sumatera saat menyerahkan 300 paket suplemen ke RS GL Tobing Tanjungmorawa, Rabu (8/4).
SERAHKAN: UPT Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Wilayah Sumatera saat menyerahkan 300 paket suplemen ke RS GL Tobing Tanjungmorawa, Rabu (8/4).
SERAHKAN: UPT Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Wilayah Sumatera saat menyerahkan 300 paket suplemen ke RS GL Tobing Tanjungmorawa, Rabu (8/4).
SERAHKAN: UPT Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Wilayah Sumatera saat menyerahkan 300 paket suplemen ke RS GL Tobing Tanjungmorawa, Rabu (8/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui UPT Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Wilayah Sumatera, membeli produk hasil usaha petani hutan yang berasal dari Kelompok Usaha Perhutanan Sosial se-Sumatera. Produk dari hasil petani hutan itu akan disalurkan kepada tenaga medis yang bertugas di garda terdepan penanganan virus Covid-19 Corona.

Khusus untuk Provinsi Sumatera Utara disiapkan sebanyak 1.000 paket produk herbal yang disalurkan ke rumah sakit rujukan pasien Corona seperti RSUP H Adam Malik Medan, RSUD dr Pringadi Medan, RSU Universitas Sumatera Utara, dan Rumah Sakit GL Tobing Tanjungmorawa, Rabu (8/4). “Produk-produk ini dibeli dari Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) binaan KLHK yang berasal dari Provinsi Aceh, Sumbar dan Jambi. Dibagikan secara gratis kepada tenaga medis di rumah sakit yang sedang berjuang mengobati pasien Corona,’’ kata Plt Kepala Balai PSKL Wilayah Sumatera, Moamad Rizal Pahlevi SE MSi di Medan, kemarin.

Produksi Kelompok Usaha Perhutanan Sosial yang dibagikan antara lain madu, rendang jamur tiram, minyak serai wangi, gula semut, daun mimba yang mengandung banyak vitamin C. Berbagai produk hasil petani hutan ini diyakini dapat meningkatkan daya tahan tubuh, karena mengandung banyak zat pendorong imunitas tubuh manusia yang diolah dari alam.

Dengan pendampingan melalui program perhutanan sosial, produk para petani hutan tersebut kini sudah dikemas lebih modern dan melalui teknologi pengolahan yang memenuhi standar layak konsumsi.

Produk juga telah diteliti secara ilmiah kandungan antioksidan dan pelbagai zat yang membantu meningkatkan imunitas tubuh manusia dari serangan mikroogranisme penyebab penyakit.

‘’Petani hutan merupakan salah satu kelompok masyarakat yang terkena dampak dari pandemi Corona ini, dengan kami membeli produk usaha mereka diharapkan usaha yang telah dibangun tetap dapat berjalan dan Kami terus dorong petani hutan untuk meningkatkan produksinya, karena peminatnya juga semakin banyak. Dengan begitu ekonomi rakyat terus bergerak di tengah tantangan menghadapi pandemi Corona ini,’’ kata Rizal Pahlevi.

Untuk mendukung keberlangsungan produk dan meningkatkan kualitas petani hutan, KLHK melalui UPT Balai PSKL Wilayah Sumatera juga menyiapkan bantuan alat ekonomi produktif yang akan disebarkan kepada kelompok-kelompok tani hutan di wilayah binaan se-Sumatera.

Alat ekonomi produktif dimaksud berupa penunjang alat-alat kerja petani untuk meningkatkan produktivitas pengelolaan kawasan hutan. Ini akan membantu ekonomi para petani hutan untuk tetap bertahan di masa-masa sulit menghadapi pandemi Corona. Adapun besaran anggaran yang disiapkan mencapai Rp14 miliar, berupa pengadaan 124 unit alat ekonomi produktif.

Dengan berbagai langkah ini diharapkan masyarakat mendapatkan nilai tambah produknya.

Selain itu Balai PSKL Wilayah Sumatera juga telah melakukan upaya pencegahan penyebaran virus Corona diantaranya menyediakan tempat mencuci tangan di depan kantor, penyemprotan desinfektan ke seluruh ruangan kantor serta memberlakukan sistem kerjeja di rumah (WFH) bagi staf sesuai edaran dari Menteri LHK. (adz)

Bupati Samosir Letakkan Batu Pertama Rusun Medis RSUD Pangururan

BATU PERTAMA: Bupati Samosir lakukan peletakan batu pertama pembangunan Rusun Medis dan Paramedis di halaman RSUD Hadrianus Sinaga, Kelurahan Pintusona, Kecamatan Pangururan, Rabu (8/4).
BATU PERTAMA: Bupati Samosir lakukan peletakan batu pertama pembangunan Rusun Medis dan Paramedis di halaman RSUD Hadrianus Sinaga, Kelurahan Pintusona, Kecamatan Pangururan, Rabu (8/4).

Untuk Tempat Tinggal Dokter dan Perawat

BATU PERTAMA: Bupati Samosir lakukan peletakan batu pertama pembangunan Rusun Medis dan Paramedis di halaman RSUD Hadrianus Sinaga, Kelurahan Pintusona, Kecamatan Pangururan, Rabu (8/4).
BATU PERTAMA: Bupati Samosir lakukan peletakan batu pertama pembangunan Rusun Medis dan Paramedis di halaman RSUD Hadrianus Sinaga, Kelurahan Pintusona, Kecamatan Pangururan, Rabu (8/4).

SAMOSIR, SUMUTPOS.CO – Pembangunan rumah susun medis dan paramedis yang telah disosialisasikan sejak dua bulan lalu oleh Pemkab Samosir, akhirnya terealisasi. Bupati Samosir Drs Rapidin Simbolon MM didaulat meletakkan batu pertama (ground breaking) di halaman RSUD Hadrianus Sinaga, Kelurahan Pintusona, Kecamatan Pangururan, Rabu (8/4).

Rumah susun medis dan paramedis ini dibangun di atas lahan berukuran 14,9 meter x 62,5 meter dengan fasilitas 46 kamar tipe 36 dengan pagu anggaran Rp17,9 miliar. Bangunan ini digunakan sebagai tempat tinggal para dokter dan perawat serta bidan agar siap melayani pasien selama 24 jam. Pihak RSUD juga siap memberikan pelayanan kepada keluarga pasien yang membutuhkan penginapan dengan mengikuti persyaratan administrasi yang berlaku.

Silalahi ST mewakili PT SOGOS selaku pemenang tender mengatakan, pembangunan rusun ini disebut sebagai proyek Sumatera IV dengan masa pengerjaan 7 bulan. “Masa waktu pengerjaannya sangat sempit, sementara saat pematangan lahan kami sudah kena Argo (red: pemotongan waktu). Mudah-mudahan nantinya kami mendapat perhatian adindum untuk penambahan waktu,” kata Sony.

Penatua adat Kelurahan Pintusona, Jabarang Simbolon selaku keturunan pemilik lahan, mengaku turut bangga dengan semakin majunya pembangunan RSU di Kelurahan Pintusona. “Kami sebagai keturunan pemberi tanah sangat mengapresiasi pemerintah dalam peningkatan pembangunan rumah sakit umum di Kelurahan Pintusona ini, sehingga lahan yang diberikan oleh Opung kami pada tahun 1956 bisa berkembang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di bidang kesehatan,” harapnya.

Sementara Bupati Samosir Rapidin Simbolon dalam sambutannya juga mengaku bangga atas pemberian lahan oleh pendahulu dari keturunannya sekarang dan telah lama digunakan sebagai RSU tempat fasilitas kesehatan di kabupaten Samosir. “Terimakasih atas pemberian lahan ini sebagai tempat fasilitas kesehatan. Pemkab akan terus berusaha agar fasilitas kesehatan di rumah sakit ini semakin meningkat. Diantaranya dengan menggiring dana dari pusat atau Kementerian Kesehatan,” kata Bupati. (win)

Program Asimilasi dan Integrasi, Sudah 4.698 Napi di Sumut Bebas

SUMUTPOS.CO – Sebanyak 4.698 wargabinaan di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara menghirup udara bebas. Pembebasan tersebut, melalui program asimilasi dan intergrasi sesuai dengan Keputusan Menteri (Kepmen) Nomor M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020, pengeluaran Narapidana dan Anak.

Hal itu, diungkap Humas Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sumut, Josua Ginting. Ia mengatakan, data tersebut rekapitulasi penerima asimilasi tanggal 1 hingga 7 April 2020.

“Dengan perincian asimilasi narapidana 4.401 orang, asimilasi 81 orang, PB narapidana 134 orang, CB narapidana 32 orang, bebas murni narapidana 47 orang dan bebas murnis anak 1 orang. Jadi, totalnya 4.698 orang,” ujarnya, Rabu (8/4).

Ribuan napi asimilasi itu, merupakan penghuni 39 UPT di Sumut, terdiri Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), Rumah Tahanan Negara (Rutan) dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) di Sumut.

Josua menjelaskan, Program Asimilasi dan Intergrasi tersebut, merupakan kebijakan dari Pemerintah Pusat untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran virus corona atau Covid-19 di Lapas, Rutan dan LPKA.

“Untuk pencegahan penyebaran Covid-19, saya menginstruksikan Lapas, Rutan dan Lapas Anak agar dilakukan penyemprotan disinfektan dan seleksi suhu tubuh dan mencuci tangan,” kata Josua.

Untuk di Sumut, napi yang menerima Program asimilasi dan intergrasi sebanyak 9.589 narapidana, terdiri napi yang sudah menjalani setengah masa hukuman atau asimilasi per 1 hingga 7 April 2020. Sedangkan yang telah menjalani 2/3 masa hukuman atau Pembebasan Bersyarat, Cuti Bersyarat dan Cuti Menjelang Bebas (CMB) tercatat 4.487 orang. (man)

Regal Springs Bagikan Disinfektan, Sabun, & Tempat Cuci Tangan

Biro Humas & Keprotokolan Setdaprovsu / Fahmi Aulia SERAHKAN BANTUAN: Tim Regal Springs Indonesia (RSI) foto bersama saat memberikan bantuan berupa sabun cuci tangan, bahan disinfektan, tempat cuci tangan dan bahan-bahan edukasi dalam upaya penanganan Covid-19 di Polsek Parapat, Rabu (8/4).
Biro Humas & Keprotokolan Setdaprovsu / Fahmi Aulia SERAHKAN BANTUAN: Tim Regal Springs Indonesia (RSI) foto bersama saat memberikan bantuan berupa sabun cuci tangan, bahan disinfektan, tempat cuci tangan dan bahan-bahan edukasi dalam upaya penanganan Covid-19 di Polsek Parapat, Rabu (8/4).
Biro Humas & Keprotokolan Setdaprovsu / Fahmi Aulia SERAHKAN BANTUAN: Tim Regal Springs Indonesia (RSI) foto bersama saat memberikan bantuan berupa sabun cuci tangan, bahan disinfektan, tempat cuci tangan dan bahan-bahan edukasi dalam upaya penanganan Covid-19 di Polsek Parapat, Rabu (8/4).
SERAHKAN BANTUAN: Tim Regal Springs Indonesia (RSI) foto bersama saat memberikan bantuan berupa sabun cuci tangan, bahan disinfektan, tempat cuci tangan dan bahan-bahan edukasi dalam upaya penanganan Covid-19 di Polsek Parapat, Rabu (8/4).
Biro Humas & Keprotokolan Setdaprovsu / Fahmi Aulia

PARAPAT, SUMUTPOS.CO –Sejak Februari, Regal Springs Indonesia (RSI) bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten di Toba, Samosir, Simalungun dan Serdang Bedagai, melakukan berbagai upaya dalam penanganan risiko Covid-19 di masyarakat setempat. Kegiatan itu dilakukan melalui Program Keberlanjutan KAMI PEDULI.

“Sejak kami mengaktifkan Rencana Penanganan Risiko Covid-19 Regal Springs Indonesia pada Februari, kami juga telah menyesuaikan Program Kemasyarakatan KAMI PEDULI bekerjasama dengan pemerintah kabupaten, untuk menjalankan program-program penyadaran tentang COVID-19,” kata Dian Octavia, Community Affairs Senior Manager di Parapat, Sumatera Utara, Rabu (8/4).

Menurutnya, kesehatan dan keselamatan masyarakat sekitar sama pentingnya dengan kesehatan dan keselamatan karyawan Regal Spring.

“Karena itu upaya kami tidak terbatas di dalam fasilitas-fasilitas perusahaan namun juga ditujukan ke masyarakat setempat,” kata Dian.

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan bersama dengan dinas kesehatan setempat meliputi pembagian sabun cuci tangan, bahan disinfektan, tempat cuci tangan dan bahan-bahan edukasi. “Kami telah bertemu dengan Bupati Serdang Bedagai dan Bupati Toba untuk mengkoordinasikan upaya-upaya rencana penanganan risiko Covid-19. Kami tengah memesan masker wajah, alat pelindung diri untuk petugas kesehatan dan termometer genggam untuk disumbangkan kepada pemerintah kabupaten-kabupaten tersebut,” kata Dian.

Regal Springs Indonesia mengoperasikan sarana budidaya dan pengolahan Tilapia bertanggung jawab di Sumatera Utara dan Jawa Tengah. (rel/adz)

Tebingtinggi Rampungkan Tempat Karantina Corona

TINJAU: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Kapolres Tebingtinggi AKBP James P Hutagaol dan Ketua DPRD Basyaruddin Nasution saat meninjau gedung TC Sosial sebagai tempat karantina ODP. sopian/sumut pos
TINJAU: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Kapolres Tebingtinggi AKBP James P Hutagaol dan Ketua DPRD Basyaruddin Nasution saat meninjau gedung TC Sosial sebagai tempat karantina ODP. sopian/sumut pos
TINJAU: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Kapolres Tebingtinggi AKBP James P Hutagaol dan Ketua DPRD Basyaruddin Nasution saat meninjau gedung TC Sosial sebagai tempat karantina ODP.  sopian/sumut pos
TINJAU: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Kapolres Tebingtinggi AKBP James P Hutagaol dan Ketua DPRD Basyaruddin Nasution saat meninjau gedung TC Sosial sebagai tempat karantina ODP.
sopian/sumut pos

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – WALI Kota TebingtinggI Umar Zunaidi Hasibuan beserta Kapolres Tebingtinggi AKBP James P Hutagaol dan Ketua DPRD Basyaruddin Nasution melihat kondisi tempat karantina bagi orang dalam pantauan (ODP) Covid 19 di Gedung TC Sosial Jalan Rumah Sakit Umum Kota Tebingtinggi, Rabu (8/4). Pengecekan dilakukan untuk mengetahui kesiapan tim medis serta fasilitas dalam merawat OPD.

“Satu sampai dua hari ini diperkirakan selesai. Saat ini yang baru ada untuk 20 tempat tidur bagi ODP yang akan menjalani karantina selama 14 hari karena diduga terpapar Covid 19,” jelas Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan.

ODP yang nantinya menjalani karantina di sini adalah orang orang yang baru pulang dari daerah epidemi Covid 19 baik dari dalam negeri, luar negeri dan dalam daerah zona merah Covid 19. “Karantina ini diperuntukan oleh kaum pria saja, itupun dilakukan di sini apabila keluarga memberikan izin untuk dikarantina karena ditolak keluarga untuk di isolasi mandiri di rumah,” jelasnya.

Jika ODP tidak mau dirawat karantina di TC ini, maka akan diberlakukan isolasi mandiri di rumah dan tidak ke luar rumah selama 14 hari. Untuk itu, jika isolasi di rumah, maka dimintakan kepada lurah dan kepala lingkungan serta tenaga medis kesehatan untuk terus melakukan pemantauan secara kontinu hingga masa ingkubasi terakhir.

“Inilah yang kita lakukan untuk yang terbaik kepada masyarakat Kota Tebingtinggi untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19 di Kota Tebingtinggi. Sekali lagi, kami bersama pimpinan Forkompinda meminta kepada warga yang memantau saat ini jangan pulang mudik ke Tebingtinggi, sayangilah kami, karena kita adalah bangsa yang mau bergotong royong dalam memerangi Covid 19,” tegas Umar. (ian/azw)

Dijelaskan Umar Zunaidi Hasibuan yang di dampingi oleh Juru Bicara penanganan penyebaran Covid 19 Kota Tebingtinggi, dr Nanang Fitra Aulia menjelaskan bahwa di Tebingtinggi saat ini masih negativ Covid 19, tetapi untuk ODP mengalami kenaikan, hingga sore ini tercatat sebanyak 493 ODP dengan jumlah PDP sebanyak 4 orang.

“Kami kembali mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Tebingtinggi untuk terus menjaga kesehatan, pakai masker baik yang sakit dan sehat, karena itu merupakan himbauan dari WHO, semua orang harus menggunakan masker, rajin cuci tangan dan komsumsi makanan yang bergizi,” pintanya. (ian/azw)

Persediaan Pangan Sergai Aman

istimewa PANEN: Bupati Sergai Soekirman (kanan) menunjukkan hasil panen padi organik di Sergai, beberapa waktu lalu.
istimewa PANEN: Bupati Sergai Soekirman (kanan) menunjukkan hasil panen padi organik di Sergai, beberapa waktu lalu.
istimewa PANEN: Bupati Sergai Soekirman (kanan) menunjukkan hasil panen padi organik di Sergai, beberapa waktu lalu.
PANEN: Bupati Sergai Soekirman (kanan) menunjukkan hasil panen padi organik di Sergai, beberapa waktu lalu.

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) memiliki luas sawah 28.016,95 hektare. Lahan pertanian ini berada di 17 kecamatan dan 243 desa/kelurahan dengan jumlah penduduk mencapai 610.900 jiwa.

“Potensi pertanian cukup luas dan saat ini masih panen, persediaan pangan di Kabupaten Sergai dalam menghadapi wabah Covid-19 masih aman bahkan surplus,” demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian Sergai, Radianto, Rabu (8/4), dalam siaran persnya.

Ia menambahkan sentra tanaman padi antara lain berada di Kecamatan Pegajahan, Perbaungan, Pantaicermin, Teluk Mengkudu, Seirampah, Sei Bamban, Tebingtinggi, Tanjungberingin, Bandarkhalipah, Tebingsyahbandar, Serbajadi, Silinda, Dolokmasihul dan Sipispis.

Pada tahun 2019 Kabupaten Sergai dengan luas panen 69.018 hektare menghasilkan beras 250.198 ton dengan kebutuhan 77.169 ton sehingga surplus 173.029 ton. Sedangkan luas panen dari bulan Januari hingga April 2020 seluas 25.266 ha menghasilkan beras 91.592 ton.

“Kebutuhan beras di Kabupaten Serdang Bedagai selama periode Januari sampai April ini adalah 25.731 ton, sehingga masih surplus 65.861 ton. Dengan kebutuhan beras rata-rata per bulan sebesar 6.433 ton, maka sampai periode panen Agustus-September ketersediaan pangan di Kabupaten Serdang Bedagai masih aman,” bebernya.

Radianto menjelaskan, Kabupaten Sergai dengan pola tanam yang dimulai di bulan April sampai September 2020 dengan estimasi tanam seluas 28.016,95 hektare, maka akan didapatkan luas panen untuk periode September-Desember seluas 26.988 hektare dengan estimasi provitas 5,8 ton per hektare, maka didapatkan produksi 156.530 ton. Dengan demikian akan didapatkan beras 98.206,92 ton.

“Maka Estimasi kebutuhan beras di Kabupaten Serdang Bedagai untuk periode Mei sampai Desember adalah 51.462 ton, maka berdasarkan estimasi tersebut masih akan ada surplus beras 46.744,92 ton,” terangnya.

Terpisah, Terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi mengatakan Kementerian Pertanian(Kementan) bersama pemerintah derah (Pemda) dan pelaku usaha bekerja sama dalam penanggulangan penyebaran wabah covid 19 dengan menyediakan pangan selama pandemik berlangsung. Sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, hasil panen petani harus menguntung dan distribusi pangan pun dipastikan lancar. (bbs/azw)

“Masyarakat tidak perlu panik terkait ketersediaan pangan, Kementan dan pemda menjamin dan akan terus bekerjasama memenuhi ketersediaan tersebut,” katanya.

Secara nasional, Kementan memperkirakan panen raya akan berlangsung April dengan luas panen sekitar 1,73 juta hektare dengan produksi 5,27 juta ton beras. Kemudian, panen padi akan berlanjut pada Mei dengan luas panen sekitar 1,38 juta hektare dengan produksi 3,81 juta ton beras.

“Karena itu sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, pangan harus aman dan harga stabil. Kami mengantisipasi jangan sampai harga gabah di tingkat petani jatuh di bawah harga pembelian pemerintah (HPP),” tegasnya.

“Pemerintah dalam hal ini Kementan melakukan intervensi dan upaya untuk stabilisasi harga saat panen padi ini. Kami punya program Kostraling (Komando Startegi Penggilingan Padi) melalui pendekatakan KUR (Kredit Usaha Rakyat),” pungkasnya. (bbs/azw)

Penyaluran Program Sembako di Tebingtinggi Berjalan Lancar, 5000 KK akan Kembali Menerima Bantuan

PENYALURAN: Penyaluran Program sembako di e-warong, petugas dari TNI membantu warga membawa beras kepada KPM, Rabu (8/4). sofyan/sumut pos
PENYALURAN: Penyaluran Program sembako di e-warong, petugas dari TNI membantu warga membawa beras kepada KPM, Rabu (8/4). sofyan/sumut pos
PENYALURAN: Penyaluran Program sembako di e-warong, petugas dari TNI membantu warga membawa beras kepada KPM, Rabu (8/4). sofyan/sumut pos
PENYALURAN: Penyaluran Program sembako di e-warong, petugas dari TNI membantu warga membawa beras kepada KPM, Rabu (8/4). sofyan/sumut pos

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Penyaluran sembako di Kota Tebingtinggi khususnya di Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi berjalan lancar. Semua berjalan sesuai dengan petunjuk protokoler penangan Covid 19, yang dimulai tanggal 7- 10 April 2020.

Penyaluran Program sembako Tahun 2020 dilaksanakan di seluruh warong elektronik (e-warong) yang ada di Tebingtinggi. Jumlahnya sebanyak 12 e-warong. Tidak ada kendala, penerima bantuan sembako ini untuk keluarga penerima mamfaat dari program keluarga harapan (PKH) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di Kota Tebingtinggi berjumlah 8.629 KPM.

Dalam penyalurannya, masyarakat datang untuk mengambil sembako dengan menggunakan kartu kombo (ATM). Pemilik kartu diwajibkan menggunakan masker, mencuci tangan sebelum melakukan transaksi dan menjaga jarak 1, 5 meter.

Pendamping Program Sembako dari Kemensos RI Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi, Sopian mengatakan saat penyaluran program sembako bulan April tahun 2020 ini di mana KPM mendapatkan Rp200.000 dan ini sudah dimulai dari bulan Maret 2020. program sebelumnya KPM hanya menerima Rp 150.000 per bulan.

“Terkait imbas covid 19 ini, Presiden RI, Pak Jokowi telah memberikan tambahan Rp50.000 untuk program sembako bagi penerima PKH dan KKS di Indonesia. Jumlah yang diterima Rp200.000 per KPM,” jelasnya.

Kepala Dinas Sosial Kota Tebingtinggi M Syah Irwan mengatakan akan terus berkoordinasi dengan pendamping (TKSK) agar memonitor penyaluran program sembako bulan April tang yang bertepatan dengan mewabahnya virus Covid 19.

Dalam program sembako ini, KPM menerima sembako dalam bentuk barang seperti beras 10 kilogram (kg), telur 14 butir, tempe ukuran besar 2 batang, buah pir, kacang hijau 1 kg, teri nasi 1/4 kg, dan sayur wortel 1 kg.

Sementara, Pemko Tebingtinggi akan membantu 5.000 Kepala Keluarga (KK) untuk menerima bantuan paket sembako.

“Tanggal 16 April akan dibagikan kepada masyarakat yang terimbas Covid 19 sebanyak 5.000 Paket sembako. Sembako ini akan membantu warga dalam pemenuhan kebutuhan hidup,” jelas Wali Kota Tebingtinggi melalui Kabag Perekonomian Kota Tebingtinggi Zahidin, Rabu (8/4).

Penerima bantuan sembako ini nantinya di peruntukan bagi masyarakat diluar penerima bantuan PKH, KKS (bantuan sembako) dan penerima beras madani. Bantuan ini di khususkan kepada yang paling berdampak yaitu ekonomi bagi masyarakat miskin di Kota Tebingtinggi.

“Penerimanya yaitu pedagang pedagang kecil, penarik becak bermotor, supir angkot, ojol dan korban PHK akibat dampak Covid 19,” jelasnya.(ian/azw)