23 C
Medan
Monday, January 12, 2026
Home Blog Page 4326

Unimed Terima 1377 Orang Mahasiswa Baru

Selain USU, Universitas Negeri Medan (Unimed) juga mengumumkan penerimaan mahasiswa baru jalur SNMPTN. Tahun ini, sebanyak 1.377 mahasiswa baru lulus di Unimed, yang diumumkan melalui laman resmi SNMPTN di http://portal.ltmpt.ac.id, Rabu (8/4).

“Tahun ini, tercatat 13.715 orang mendaftar SNMPTN di Unimed. Yang lulus 1.377 orang, tersebar dalam 51 Program Studi S1. Saya mengucapkan selamat kepada orang tua yang anaknya lulus di Unimed,” sebut Rektor Unimed, Dr. Syamsul Gultom, melalui pesan Whatsapp, kemarin siang.

Bagi siswa yang belum diterima melalui jalur SNMPTN, kata dia, masih punya kesempatan bersaing kembali di jalur SBMPTN dan Seleksi Mandiri.”Sedangkan bagi yang telah dinyatakan lulus, segeralah persiapkan seluruh dokumen yang dibutuhkan untuk daftar ulang. Lihat jadwal-jadwal penting untuk melakukan daftar ulang, agar tidak terlambat,” tutur Syamsul.

Sesuai kebijakan LTMPT, siswa yang lulus SNMPTN tidak kesempatan lagi mengikuti SBMPTN. “Kami berharap para siswa yang lulus jalur SNMPTN di Unimed, untuk menunggu masa registrasi dan persiapan perkuliahan,” sebut Syamsul.

Informasi tentang tata cara registrasi ulang mahasiswa baru dan persyaratan yang harus dipersiapkan, dapat dilihat di laman www.unimed.ac.id.

Terpisah, Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara menyatakan menerima 703 orang mahasiswa baru lewat jalur SNMPTN. “Registrasi ulang akan kami informasikan minggu depan, berbarengan dengan informasi registrasi ulang bagi yang lulus SPAN PTKIN 2020 yang diumumkan pada 10 April 2020,” sebut Kasubbag Humas dan Informasi UIN Sumatera Utara, Yuni Salma, kemarin. (gus)

USU Terima 2.261, Peminat USU Tertinggi di Luar Jawa

Rektor USU: Prof Dr Runtung Sitepu, SH, Mhum
Rektor USU: Prof Dr Runtung Sitepu, SH, Mhum
Rektor USU: Prof Dr Runtung Sitepu, SH, Mhum
Rektor USU: Prof Dr Runtung Sitepu, SH, Mhum

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Universitas Sumatera Utara (USU) mengumumkan kelulusan 2.261 mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) Tahun Ajaran 2020/2021. Jumlah itu lulus dari total 20.859 orang yang mendaftar ke USU melalui jalur SNMPTNn

“Bila dilihat berdasarkan PTN yang paling diminati (paling banyak pendaftar) dalam SNMPTN 2020, USU menempati peringkat 8 di Indonesia, dengan jumlah pendaftar 20.859 orang. Atau peringkat 1 di luar Pulau Jawa. Informasi itu termuat dalam siaran pers Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) hari ini,” sebut Rektor USU, Prof Dr Runtung Sitepu, SH, Mhum, melalui pesan whatsapp, Rabu (8/4).

Kelulusan mahasiswa baru USU jalur SNMPTN diumumkan Rabu (8/4), melalui laman resmi SNMPTN di http://portal.ltmpt.ac.id.

“Dari 2.261 mahasiswa baru tersebut, sebanyak 459 orang diterima melalui program Kartu Indonesia Pintar-Kuliah (KIP-K). KIP-K merupakan perubahan nama dari program Bidik Misi pada tahun-tahun sebelumnya,” katanya.

Sedangkan total pendaftar ke sejumlah PTN di Sumatera Utara, berjumlah 37.697 orang. Hal ini membuat Sumut menempati peringkat 4 terbanyak peserta yang mendaftar jalur SNMPTN 2020 se-Indonesia.

Kepala Humas, Promosi, dan Protokoler USU, Elvi Sumanti, menjelaskan program studi terfavorit di USU jalur SNMPTN 2020/2021, yakni program Studi Manajemen, Farmasi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Komputer, Ilmu Hukum, Akuntansi, Psikologi, Teknologi Informasi, Agribisnis, dan Ilmu Kedokteran.

Elvi mengimbau para peserta baru lulus SNMPTN 2020, agar segera melakukan registrasi (daftar ulang) online, yang tahapannya yakniL Pengisian Data Uang Kuliah Tunggal (UKT) Online, pengisian data UKT secara online pada web http://uktdatareg.usu.ac.id pada tanggal 10 April sd 22 Mei 2020

Kemudian, pengiriman kelengkapan berkas melalui kiriman pos yang dialamatkan ke PO BOX 45 pada tanggal 10 April sd 22 Mei 2020. Selanjutnya verifikasi data oleh pihak universitas, pencetakan Billing Statement yang dapat didownload dari http://uktdatareg.usu.ac.id pada tanggal 12 Juni 2020.

Pembayaran UKT dilakukan tanggal 12 Juni sd 10 Juli 2020 pada tempat/bank yang tertera di billing statement, yaitu Bank BNI (Bank Negara Indonesia), Bank Mandiri, Bank Sumut dan BTN (Bank Tabungan Negara).

“Pemeriksaan bebas narkoba dilaksanakan di Rumah Sakit USU mulai tanggal 20-24 Juli 2020,” kata Elvi.

Para peserta SNMPTN 2020 yang lulus juga harus melakukan praregistrasi online pada laman web http://praregistrasi.usu.ac.id. (12 sd 20 Juli 2020).

“Pemeriksaan kesehatan dilaksanakan tanggal 27-30 Juli, dengan nomor urut sesuai pendaftaran online. Pemeriksaan dilakukan pukul 7.30 s/d 10.30 WIB, di Poliklinik USU Jalan Universitas Kampus USU Medan,” jelas Elvi.

Pendaftaran ulang dan penyerahan berkas akan dilaksanakan tanggal 27-30 Juli 2020 pukul 08.00 s/d 15.00 WIBB, di Gelanggang Mahasiswa USU, Jalan Universitas Kampus USU Medan. Dalam tahapan ini, sekaligus akan dilakukan pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) mahasiswa. Informasi lengkap mengenai tahapan ini dapat dilihat di laman https://penerimaan.usu.ac.id

Berdasarkan Surat Edaran Tim Pelaksana LTMPT Nomor 11/SE.LTMPT/2020 tentang Perubahan Jadwal Pelaksanaan UTBK 2020, para siswa yang tidak lulus SNMPTN 2020 dan berminat mengikuti jalur SBMPTN, pendaftaran Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2020 akan dilaksanakan pada tanggal 2 hingga 20 Juni 2020.

“Pelaksanaan UTBK digelar tanggal 5-12 Juli 2020. Pengumuman SBMPTN akan disampaikan pada tanggal 25 Juli 2020,” kata Elvi.

Jadwal perkuliahan umum saat ini tengah disesuaikan dengan kondisi tanah air yang terdampak virus Covid-19. Seperti perguruan tinggi lain yang terimbas pandemik Covid-19, USU saat ini melaksanakan perkuliahan daring bagi seluruh mahasiswanya.

Jessika dari Dairi Juga Sembuh dari Covid-19

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Selain Aulia dan Ory, seorang pasian yang juga sembuh setelah dirawat di RSUP H Adam Malik Medan, adalah Jessika boru Pasaribu (40). Tenaga Kerja Wanita di negara Malaysia ini berasal dari Desa Belang Malum Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi.

Kesembuhan Jessika dirilis RSUP H Adam Malik bersama 7 pasien lainnya pada Selasa (7/4). Jessika dirujuk RSUD Sidikalang ke RSUP H Adam Malik Medan pada 16 Maret.

Ia pulang ke kampung halamannya di Sidikalang pada 11 Maret, pasca Malaysia memberlakukan lockdown. Jessika diduga terjangkit Covid-19 dari Malaysia. Ibunda serta 2 saudaranya pun menjadi berstatus Orang Dalam Pengawasan.

Jurubicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Dairi, dr Edison Damanik, membenarkan kesembuahn 1 pasien asal Dairi. “Saat ini, 1 orang pasien positif Covid-19 asal dairi telah sembuh. Sedangkan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 1 orang, Orang Dalam Pemantauan (ODP) 41 orang, dan orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 68 orang. Yang meninggal 1 orang,” katanya.

Sebelumnya, Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, Whiko Irwan, membenarkan adanya 8 pasien Covid-19 yang sembuh. Menurutnya, kesembuhan pasien telah dibuktikan melalui hasil swab, di mana virus di tubuhnya sudah negatif. (prn/rud)

Ory Ucapkan Terima Kasih

istimewa SEMBUH: Ory Kurniawan, ajudan Wagubsu, yang sembuh dari Covid-19.
istimewa SEMBUH: Ory Kurniawan, ajudan Wagubsu, yang sembuh dari Covid-19.

Selain Aulia Rizki, ajudan Wagubsu, Ory Kurniawan juga berhasil sembuh setelah dinyatakan positif Covid-19 pada 14 Maret lalu. “Alhamdulillah saya sudah sembuh dari penyakit yang disebabkan oleh virus Covid-19, dan hari ini saya sudah berada di rumah. Saya ucapkan terima kasih banyak pada pihak rumah sakit yang telah merawat saya dengan baik,” ucapnya, kemarin.

Tak lupa, Ory mengucapkan terima kasih kepada Wagub Musa Rajekshah yang telah memberikan perhatian dan dukungan kepadanya. “Dan terima kasih juga kepada tenaga medis sebagai garda terdepan yang memberikan perawatan kepada orang-orang yang terkena Covid-19 ini. Dan tak lupa pula saya ucapkan terima kasih kepada Wakil Gubernur Sumut, Pak Ijeck yang sudah perhatian dan peduli sekali pada saya,” tambahnya.

Ory lantas membagikan pengalaman berharganya hingga bisa sembuh dari Covid-19. “Saya ingin sampaikan bahwa penyakit yang disebabkan Covid-19 ini bisa disembuhkan, asal tetap memerhatikan stamina tubuh, jangan stres, kemudian banyak minum vitamin, konsumsi buah-buahan, dan yang paling penting tetap berdoa kepada Allah SWT agar kita diberikan kekuatan untuk menghadapi penyakit ini,” katanya.

Meski sembuh, Ory juga diharuskan tetap melakukan isolasi diri secara mandiri selama 14 hari ke depan.

“Pembatasan aktivitas saja, anjurannya dua minggu ke depan social distancing,” ujar Koordinator Penanganan Covid-19, RSUP Haji Adam Malik Medan, Ade Rahmaini membenarkan kesembuhan Ory.

Pasien Covid-19 yang Sembuh Tetap Dikarantina 14 Hari

istimewa SEMBUH: Ory Kurniawan, ajudan Wagubsu, yang sembuh dari Covid-19.
SEMBUH: Ory Kurniawan, ajudan Wagubsu, yang sembuh dari Covid-19.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kabar buruk kematian pasien Covid-19 selalu diikuti berita bahagia tentang kesembuhan pasien, termasuk di Sumatera Utara. Terhitung per 8 April, jumlah pasien sembuh dan meninggal dunia delapan banding tujuh orang, lebih tinggi pasien sembuh.

Tiga di antara 8 pasien yang dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang ke rumah itu yakni anggota DPRD Sumut, Muhammad Aulia Rizki Aqsa, ajudan Wakil Gubernur Sumut, Ory Kurniawan, dan TKI dari Malaysia, Jessika boru Pasaribu (40), Dairi.

Meski telah sembuh, para pasien ini mengatakan tetap diminta melakukan karantina mandiri di rumah selama 14 hari. Alasannya, antibodinya masih berbeda dengan pasien yang telah lama sembuh.

Muhammad Aulia Rizki Aqsa, yang telah sembuh dari Covid-19, Rabu (8/4), mengirimkan testimoni melalui video ke WhatsApp Sumut Pos.

“Saya Muhammad Aulia Rizki Aqsa, anggota DPRD Sumut. Alhamdulillah sudah dinyatakan sembuh dari corona atau Covid-19. Alhamdulillah kemarin (Selasa), swab kedua saya dinyatakan negatif dan telah diperbolehkan pulang. Alhamdulillah saya sudah sembuh, tetapi mesti menjalani karantina lagi di rumah 14 hari. Karena kata dokter, antibodi saya masih beda dengan orang yang telah lama sembuh,” tutur Aulia di awal testimoninya.

Selanjutnya, ia menceritakan pengalamannya selama menjalani perawatan di ruang isolasi RSUP H Adam Malik Medan. Selain berterima kasih kepada seluruh tenaga medis, ia juga berpesan agar masyarakat jangan sampai melukai para tenaga kesehatan yang telah berjuang dan berkorban nyawa dalam menyembuhkan pasien corona.

“Kepada tenaga medis dan semua yang bekerja di RS, terimakasih banyak kalian adalah pahlawan Indonesia. Kalian adalah sekarang pejuang-pejuang di garis depan menyelesaikan pandemi Covid-19 ini,” ungkap wakil rakyat termuda di DPRD Sumut periode 2019-2024 tersebut.

Ia mengaku, selama perawatan di RS, pasien diberikan makanan yang enak, puding, susu, jamu, jus, dan lain sebagainya. “Pelayanan di RSUP HAM sangat memuaskan menurut saya. Saya diperlakukan dengan baik. Oleh karenanya, kita jangan sampai melukai hati mereka dan melakukan sesuatu yang dapat membuat mereka stres. Saya mengimbau masyarakat supaya menghargai tenaga medis, karena mereka yang akan menyembuhkan kita dari penyakit-penyakit yang ada, terutama Covid-19 ini,” paparnya.

Lantas gimana mengelola pikiran agar tidak stres ketika mengetahui telah positif corona? “Ketika saya dinyatakan positif Covid-19, saya lebih banyak ibadah yaitu lebih memperbanyak salat, perbanyak baca Alquran, dan juga sering video call dengan keluarga. Karena keluarga kitalah yang menguatkan dan memberikan dukungan kepada kita,” katanya.

Di akhir testimoni, Aulia mengajak seluruh masyarakat mendoakan para tenaga medis dan korban meninggal akibat Covid-19.

Anak mantan Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Agustama, ini juga berpesan supaya masyarakat tidak menjauhi bila mengetahui ada tetangga maupun orang disekitarnya yang terjangkit corona.

“Sekarang banyak tenaga medis yang gugur, untuk itu mari kita sama-sama berdoa semoga Allah SWT akan memberikan tempat terbaik di sisi-Nya. Dan semoga yang sudah sebelumnya meninggal akibat Covid-19, kita juga sama-sama berdoa supaya Allah SWT akan memberikan tempat terbaik. Saya mengajak masyarakat Indonesia khususnya Sumut, tetap di rumah, jaga kesehatan, tingkatkan imunitas kita. Karena imunitas tinggi yang akan menghalau kita dari penyakit Covid-19 ini,” katanya.

Ia juga meminta masyarakat, ketika ada tetangganya atau orang sekitarnya dinyatakan positif Covid-19, janganlah dijauhi. Tetap diberi dukungan moral dan doa. “Karena dukungan moral dan menaikkan semangat orang yang terkena Covid-19 ini, sangat baik efeknya bagi orang tersebut. Karena imunitas akan bertambah. Dan ingat, kita selalu berdoa kepada Allah SWT agar pandemi Covid-19 ini segera berakhir di Indonesia dan seluruh dunia,” tutupnya.

Temuan Peneliti Unpab Medan, Daun Sirih dan Daun Kari Hambat Virus Corona

Ketua Tim Peneliti Unpab, Najla Lubis.
Ketua Tim Peneliti Unpab, Najla Lubis.
Ketua Tim Peneliti Unpab, Najla Lubis.
Ketua Tim Peneliti Unpab, Najla Lubis.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sejumlah peneliti dari Universitas Pembangunan Panca Budi (Unpab) Medan, mengklaim telah menemukan sejumlah tanaman herbal yang ekstraknya berpotensi sebagai antivirus alami dan mencegah virus corona atau Covid-19.

“Beberapa komoditi jika dikonsumsi, diduga kuat berpotensi mengatasi COVID-19. Yakni daun sirih dan daun kari,” kata Rektor Unpab, Dr HM Isa Indrawan SE MM, dalam siaran persnya yang diterima, Rabu (8/4).

Menurut Isa Indrawan, dari hasil penelitian para peneliti tim Unpab yang dipimpin oleh Najla Lubis ST, MSin

daun sirih disinyalir mengandung senyawa metabolit sekunder turunan flavonoid dan saponin yang berpotensi sebagai antivirus. Sedangkan daun kari berpotensi sebagai antibakteri dan antivirus, karena mengandung senyawa metabolit sekunder turunan terpenoid.

“Peneliti Unpab telah melakukan penelitian sebelumnya, bahwa ekstrak dan minyak atsiri dari daun kari sebagai antibakteri (terbukti) mampu menghambat pertumbuhan bakteri gram positif dan bakteri gram negatif. Ekstraknya menyebabkan lisis pada dinding sel bakteri,” katanya.

Hal serupa, kata dia, juga dapat berlaku untuk virus, di mana dinding sel dari virus hampir sama dengan bakteri gram negatif, namun sedikit lebih tebal.

Isa mengaku, penemuan ilmiah ini sudah diuji di laboratorium Unpab, dengan kondisi yang menyerupai dinding sel virus. Di mana daun kari dapat menyebabkan lisis (rusak) pada virus, termasuk virus corona. “Jadi dapat disimpulkan, bahwa daun kari dan daun sirih berpotensi sebagai antibakteri dan juga antivirus corona,” cetusnya.

Ketua Tim Peneliti Unpab, Najla Lubis, menambahkan, timnya sedang melaksanakan penelitian lebih lanjut untuk memastikan pada konsentrasi berapa yang paling efektif dalam mengatasi Covid-19.

“Masih kita teliti lebih lanjut,” ujar peneliti kimia bahan alam yang tengah menempuh pendidikan program doktor di USU ini.

Sebelumnya ia telah membuktikan, curcumin pada temulawak sebagai indikator awal adanya kandungan senyawa berbahaya (formalin dan boraks) pada produk olahan pangan. (ris)

84 Kasus Positif di Sumut

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Update data Covid-19 di Sumut per tanggal 8 April sore, jumlah positif corona mencapai 84 kasus. Jumlah ini bertambah 12 orang dari hari sebelumnya.

“Penambahan juga terjadi pada angka Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 7 orang. Sebelumnya berjumlah 133 orang, kini menjadi 140 orang,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumut dr Aris Yudhariansyah. Rinciannya, sebanyak 29 orang diketahui melalui melalui rapid test, dan sebanyak 55 orang melalui metode PCR.

Sedangkan yang sembuh berjumlah 8 orang dan meninggal sebanyak 7 orang. Angka kesembuhan kasus Covid-19 di Sumut saat ini berada di angka 14,5 persen. “Angka ini berada di atas rata-rata nasional. Oleh sebab itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 akan terus berupaya untuk meningkatkan angka kesembuhan ini. Tentunya dengan dukungan dari masyarakat semua,” ucap Aris.

Adapun jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 3.323 orang.

Aris mengungkapkan, saat ini WHO telah mengumumkan bahwa Covid-19 tidak lagi hanya ditularkan lewat droplet (percikan/tetesan) dari bersin. Melalui hasil penelitian, ditemukan bahwa virus corona juga bisa bertahan di udara dan bisa bertahan lebih lama di ruangan tertutup dengan AC.

“WHO juga menemukan adanya golongan baru dalam proses penularan wabah ini, yaitu Orang Tanpa Gejala (OTG). OTG ini suhu tubuhnya normal, tidak batuk, tapi bisa membawa virus karena daya tahan tubuhnya kuat. Oleh sebab itu, kita senantiasa berhati-hati dalam beraktivitas. Laksanakan protokol dan imbauan serta aturan pemerintah,” ucap Aris.

Ia kembali mengingatkan masyarakat untuk sering mencuci tangan, menggunakan masker ke mana pun, tidak ke luar rumah jika tidak terlalu mendesak, tetap bekerja dari rumah, dan menjaga jarak.

Terkait imbauan social and physical distancing terutama di tempat kerja, Aris mengharapkan pengusaha dapat meliburkan sementara buruh pabrik yang masih bekerja, atau menerapkan bekerja dari rumah.

Aris juga menjelaskan hingga kini sekitar 4.000 sampai 6.000 rapid test telah didistribusikan ke seluruh tim Gugus Tugas Covid-19 di kabupaten/kota Sumut. Namun hasil yang diterima baru sebagian.

Hingga kemarin, rekening peduli Covid-19 Sumut telah menerima donasi sebanyak Rp268.340.000. Donasi ini akan disalurkan untuk kebutuhan percepatan penanganan Covid-19. (ris/prn)

Komisi A Apresiasi Pemprov

PERIKSA Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, didampingi Bupati Batubara, Ir. H. Zahir, MAP, meninjau kesiapan RSUD Batubara sebagai rumah sakit rujukan Covid-19 untuk Kabupaten Batubara, Rabu (8/4).
PERIKSA Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, didampingi Bupati Batubara, Ir. H. Zahir, MAP, meninjau kesiapan RSUD Batubara sebagai rumah sakit rujukan Covid-19 untuk Kabupaten Batubara, Rabu (8/4).
PERIKSA Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, didampingi Bupati Batubara, Ir. H. Zahir, MAP, meninjau kesiapan RSUD Batubara sebagai rumah sakit rujukan Covid-19 untuk Kabupaten Batubara, Rabu (8/4).
PERIKSA Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, didampingi Bupati Batubara, Ir. H. Zahir, MAP, meninjau kesiapan RSUD Batubara sebagai rumah sakit rujukan Covid-19 untuk Kabupaten Batubara, Rabu (8/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Terkait rencana penerapan kebijakan PSBB di Sumut, yang bertujuan percepatan penanganan Covid-19, Komisi A DPRD Sumut, menyampaikan apresiasi.

“Pertama kita apresiasi upaya Pak Gubsu atas kondisi Sumut saat ini. Data per 7 April, terjadi lonjakan pasien Covid yang siginifikan. Data 6 April, pasien positif 57 orang, di 7 April menjadi 76 orang. Angka pertumbuhan 30 persen ini bagi kami di DPRD merupakan angka yang cukup serius. Butuh extra hati-hati ke depannya dalam mengantisipasi lonjakan,” kata Ketua Komisi A DPRD Sumut, Hendro Susanto, menjawab Sumut Pos, Rabu (8/4).

Ia mengatakan, dalam Peraturan Pemerintah No.21/2020 tentang PSBB, pemerintah pusat dinilai kurang detail dan cenderung normatif. Karena beleid soal PSBB belum jelas dan hanya menyebutkan pertimbangan-pertimbangan kualitatif.

“Salahsatunya penggunaan kata ‘seandainya’ di depan kalimat ketika terjadi peningkatan jumlah orang yang sakit atau penyebaran Covid-19. Seandainya itu berapa? Apakah tingkatannya di desa/kelurahan atau provinsi?” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya mendesak pemerintah pusat untuk memperjelas patokan melalui hitungan kuantitatifnya, sekaligus saran kepada Gubsu sebelum mengajukan status PSBB kepada Menteri Kesehatan Terawan sebagaimana yang diatur dalam PP tersebut. “Data kuantitatif harus ada, jelas serta terukur, jika hitungannya sampai ke angka berapa harus masuk kategori PSBB. PP itu harusnya detail dan teknis, jangan mirip UU,” ungkap politisi PKS itu.

Jjika PSBB akhirnya diberlakukan di Sumut, menurut Hendro, maka APBD Pemprov Sumut dan kabupaten/kota harus bisa memberikan kebutuhan bahan pokok pada masyarakat yang terdampak secara ekonomi.

“Ini menjadi pengawasan kami pada Pak Gubsu. Jika Pemprov Sumut usulan PSBB-nya disetujui oleh Menteri Kesehatan, masyarakat yang terdampak langsung wajib diberikan bantuan sembako. Teknis distribusinya secara langsung dari rumah ke rumah setiap pekan. Bisa bekerjasama dengan Forkopimda baik TNI dan kepolisian,” katanya.

Menurutnya, bantuan sembako ini berbeda dengan kebijakan Kartu Sembako yang merupakan program Jaring Pengaman Sosial (JPS) untuk menghadapi wabah virus corona.

Positif Covid-19 Capai 84 Kasus, PDP 140, Sumut Berpeluang Terapkan PSBB

PERIKSA Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, didampingi Bupati Batubara, Ir. H. Zahir, MAP, meninjau kesiapan RSUD Batubara sebagai rumah sakit rujukan Covid-19 untuk Kabupaten Batubara, Rabu (8/4).
PERIKSA Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, didampingi Bupati Batubara, Ir. H. Zahir, MAP, meninjau kesiapan RSUD Batubara sebagai rumah sakit rujukan Covid-19 untuk Kabupaten Batubara, Rabu (8/4).
PERIKSA Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, didampingi Bupati Batubara, Ir. H. Zahir, MAP, meninjau kesiapan RSUD Batubara sebagai rumah sakit rujukan Covid-19 untuk Kabupaten Batubara, Rabu (8/4).
PERIKSA Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, didampingi Bupati Batubara, Ir. H. Zahir, MAP, meninjau kesiapan RSUD Batubara sebagai rumah sakit rujukan Covid-19 untuk Kabupaten Batubara, Rabu (8/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menyusul meningkatnya kasus positif Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang mencapai 84 orang di Sumatera Utara, Gubernur Edy Rahmayadi kini tengah menjajaki penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Sumut. Apabila Sumut menerapkan kebijakan ini, maka semua kebutuhan hidup terutama pangan masyarakat, mesti dipenuhi pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten dan kota.

PENERAPAN PSBB di Sumut berpeluang terjadi, karena hasil rapid test menunjukkan kasus Covid-19 banyak yang belum terdeteksi. Ditambah lagi, WHO mengumumkan golongan baru dalam proses penularan wabah, yaitu Orang Tanpa Gejala (OTG) yang terlihat sehat tetapi membawa virus.

“Terkait penetapan PSBB di Sumut, Pemprovsu sedang berkoordinasi dengan beberapa lintas sektor yang ada di Pemprovsu maupun dengan lintas sektor lainnya seperti instansi vertikal. Jika sudah ada hasilnya, dalam waktu dekat akan kami sampaikan,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, Aris Yudhariansyah, dalam konferensi pers secara live, Rabu (8/4), di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, Kantor Gubernur, Medan.

Kata Aris, berdasarkan peraturan Menteri Kesehatan, PSBB harus disampaikan ke pemerintah pusat oleh kepala daerah (gubernur, bupati dan walikota). Sebelumnya, Daerah Khusus Ibukota Jakarta telah memberlakukan Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), berlaku efektif mulai Jumat 10 April besok.

Jika Sumut menerapkan kebijakan PSBB, semua kebutuhan hidup terutama pangan masyarakat, mesti dipenuhi pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten dan kota.

Gubsu Edy Rahmayadi sebelumnya mengatakan, sedang menyiapkan rencana penerapan PSBB di Sumut demi mencegah penyebaran virus corona. Saat ini konsep masih dibahas agar penerapan PSBB tepat sasaran. “Kita sedang mengonsep batas mana yang memerlukan bantuan pemerintah pusat dan yang bisa diatasi pemda,” tuturnya, Senin (6/4).

Pemprovsu juga sedang menyiapkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak kebijakan pencegahan virus corona. Untuk itu, Edy meminta bupati/wali kota se Sumut menyiapkan data yang akurat. “Dampak ekonomi yang diakibatkan COVID-19 itu yang harus kita pikirkan dan kita data yang benar,” ucapnya.

Edy menyebut bantuan itu akan diberikan kepada masyarakat yang belum mendapat bantuan dari pemerintah pusat. Bantuan bisa diberikan dalam bentuk barang ataupun uang tunai. “Akibat COVID-19 ini, orang-orang kelas menengah bisa turun ke kelas bawah sehingga perlu bantuan ekonomi. ‘Miskin baru’ namanya. Nah, itulah tanggung jawab pemerintahan daerah,” tutur Edy.

Permenkes Nomor 9 Tahun 2020 juga mengatur kepala daerah menyampaikan usulan kepada menteri disertai dengan data gambaran epidemiologis dan aspek lain guna penetapan status PSBB penanganan Covid-19. Menkes menyampaikan keputusan atas usulan PSBB untuk wilayah provinsi/kabupaten/kota tertentu dalam waktu paling lama dua hari sejak diterimanya permohonan penetapan.

“Dalam hal permohonan penetapan belum disertai dengan data dukung, maka pemerintah daerah harus melengkapi data dukung paling lambat dua hari sejak menerima pemberitahuan, dan selanjutnya diajukan kembali kepada Menteri,” demikian tertulis di poin nomor 11 mengenai tata cara penetapan PSBB penanganan Covid-19.

Dilaporkan ke Polisi oleh Istri, Bayu Nekat Gantung Diri

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Warga di Komplek Perumahan Taman Serasi Residence, Dusun IV-B, Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Langkat geger dengan penemuan jasad Bayu Harianto (28) yang tergantung di rumahnya, Rabu (8/4).

Diduga korban Bayu bunuh diri dengan cara gantung diri. Bukti seutas tali mengikat di leher Bayu yang ditemukan tergantung di ruang tamu rumahnya. Diduga, korban nekat mengakhiri hidup karena persoalan rumah tangga dengan istri, Puput.

Informasinya, pasutri itu sempat terlibat cekcok mulut. Bayu sendiri adalah warga Dusun Tangkahan, Desa Batang Serangan, Batang Serangan, Langkat. Sri Kakak Ipar korban yang pertama kali menemukan jasad gantung diri itu sekitar pukul 07.30 WIB.

Namun, saksi Sri dikejutkan melihat Bayu sudah tergantung.”Saksi-saksi kita periksa, termaksud kakaknya yang kali pertama mengetahui jasad tersebut tergantung,” kata Kapolsek Binjai, AKP Rubenta Tarigan.

Melihat itu, Sri berteriak minta tolong. Teriakan Sri mengundang perhatian warga sekitar. Oleh warga, peristiwa ini dilaporkan ke perangkat desa dan diteruskan ke pihak kepolisian.

“Mendapat laporan, kita langsung turun ke lokasi guna melakukan identifikasi,” sambung Rubenta.

Dari hasil identifikasi awal, tidak ditemukan bekas luka atau lebam akibat tanda-tanda kekerasan. Petugas hanya menemukan tanda-tanda awam orang gantung diri. Seperti mengeluarkan kotoran, air seni dan lainya.”Dapat disimpulkan sementara korban murni bunuh diri. Jenazah korban sendiri rencananya mau dibawa keluarga ke kampung halaman mereka untuk dimakamkan di sana,” bebernya.

Kemungkinan ada kaitannya dengan laporan istri korban ke Polres Binjai, atas kasus kekerasan dalam rumah tangga yang dituduhkan kepada korban. (ted/btr)