28 C
Medan
Monday, January 12, 2026
Home Blog Page 4328

Rutan Labuhan Deli Bebaskan 175 Napi

BERSAMA: Petugas Klas I Labuhan Deli foto bersama napi yang dibebaskan. fachril/sumut pos
BERSAMA: Petugas Klas I Labuhan Deli foto bersama napi yang dibebaskan. fachril/sumut pos
BERSAMA: Petugas Klas I Labuhan Deli foto bersama napi yang dibebaskan. fachril/sumut pos
BERSAMA: Petugas Klas I Labuhan Deli foto bersama napi yang dibebaskan. fachril/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rutan Klas I Labuhan Deli telah membebaskan 175 narapidana (Napi) sesuai surat edaran Menteri Hukum dan HAM RI Nomor : M.HH.19.PK.01.04.04 tanggal 30 Maret 2020.

Kepala Rutan Klas I Labuhan Deli, Nimrot Sihotang, mengatakan, pembebasan warga binaan sudah dilakukan 4 tahapn

Kesemuanya dikeluarkan sesuai dengan perintah Direktur Jendereral Pemasyarakatan Nomor : PAS-497.PK.01.04.06 Tahun 2020 tanggal 31 Maret 2020 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak Melalui Asimilasi dan Integrasi Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.

“Warga binaan yang kita bebaskan merupakan napi yang sudah menjalani masa hukumam 2/3 penjara dan menjalani hukuman 1/2 penjara bagi anak – anak,” terangnya, Selasa (7/4).

Pembebasan narapidana dan anak melalui asimilasi dan integrasi adalah upaya pencegahan dan penyelamatan narapidana dan anak yang berada di Lembaga Pemasyarakatan, Lembaga Pembinaan Khusus Anak, dan Rumah Tahanan Negara dari penyebaran Covid-19.

“Kita berharap, dengan bebasnya warga binaan ini dapat diterima oleh masyarakat tempat tinggalnya. Mereka adalah orang yang telah menjalani pembinaan dan harus bisa kembali hidup bebas di masyarakat,” pungkas Nimrot.

Sebagai penanggung jawab di Rutan Labuhan Deli, Nimrot mengapresiasi program yang dicanangkan oleh pemerintah khususnya Menteri Hukum dam HAM. Harapannya, dengan program asimilasi dan integritas ini, pemerintah juga turut andil memperhatian para petugas di rutan.

“Kami mengucapkan terima kasih adanya program ini. Karena dapat mengurangi over kapasitas jumlah penghuni di Rutan Labuhan Deli. Semoga, ada juga perhatian kepada petugas agar wabah Covid-19 ini tidak menyebar di lingkungan kerja,” pinta Nimrot.

Sementara, seorang warga binaan, Baharudin mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah meringankan langkah mereka untuk bebas bertemu kembali dengan keluarga. “Kami sangat berterima kasih. Sedikit uang pun tidak ada kami dipungut biaya, hari ini kami bisa bebas untuk bisa bertemu dengan keluarga,” ucapnya. (fac)

FSPMI Sesalkan Corona Alasan PHK, Buruh Dirumahkan Tanpa Upah

DEMO: Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Sumatera Utara (FSPMI Sumut) Willy Agus Utomo saat demo beberapa waktu lalu.
DEMO: Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Sumatera Utara (FSPMI Sumut) Willy Agus Utomo saat demo beberapa waktu lalu.
DEMO: Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Sumatera Utara (FSPMI Sumut) Willy Agus Utomo saat demo beberapa waktu lalu.
DEMO: Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Sumatera Utara (FSPMI Sumut) Willy Agus Utomo saat demo beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Buruh di Sumatera Utara menghadapi masalah besar saat mewabahnya coronavirus disease 2019 (Covid-19). Di satu sisi, para buruh terancam nyawanya akibat rentan terpapar Covid-19, karena masih harus bekerja di pabrik. Namun, sisi lain, mati masa depan buruh dan keluarganya, ketika perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) serta merumahkan buruh dan tidak membayar upahnyan

“Hal ini terjadi masif di Sumut, wabah corona jadi alasan perusahaan mem-PHK buruh,” kata Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Sumut, Willy Agus Utomo melalui keterangan tertulisnya yang diterima Sumut Pos, Senin (6/4) malam.

Diungkapkan Willy, banyak dampak buruk didapat buruh akibat corona. Dari sektor hubungan kerja, banyak perusahaan melakukan PHK, merumahkan buruh tanpa membayar upahnya, dengan alasan orderan perusahaan sepi bukan karena menjamin kesehatan pekerja buruh terhindar dari pandemi global tersebut.

“Yang mirisnya situasi musibah ini dimanfaatkan pengusaha-pengusaha bandel di Sumut yang memang mau melakukan PHK tanpa mau membayar pesangon dan melakukan pelanggaran hak normatif di perusahaan secara terang-terangan dan tidak sesuai perturan yang berlaku,” tegasnya.

Pihaknya menilai, para pengusaha bandel tersebut berani karena pemerintah dalam hal ini Dinas Ketenagakerjaan setempat kerap sibuk dengan penyelamatan diri. Akibatnya, pengawasan kebijakan perusahaan terhadap hak buruh selama pandemi ini menjadi tidak berfungsi sama sekali.

“Banyak laporan pelanggaran hak normatif dan permasalahan ketenagakerjaan yang sudah kita laporkan selama pandemi ini, Disnaker beralasan, selama corona pihak mereka tidak bisa kunjungi perusahaan alasan pembatasan sosial,” ujarnya.

Bahkan, lanjutnya, untuk hadapi Covid-19, masih banyak juga pekerja buruh yang tidak dilindungi Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker, sarung tangan dan lain-lain saat bekerja.

“Ini merupakan kelemahan pemerintah setempat. Intinya buruh Sumut saat ini butuh perhatian pemerintah, mereka sangat butuh dilindungi dari wabah corona, karena mereka masih tetap harus bekerja di tengah orang lain bekerja dari rumah,” ujar Willy.

Menjawab ini, Kadisnaker Sumut Harianto Butarbutar mengungkapkan, kaum buruh mesti memaklumi juga kondisi perusahaan tempatnya bekerja dengan masih mewabahnya virus tersebut.

Menurutnya, pilihan merumahkan karyawan saat ini sesuai kebijakan perusahaan masing-masing. “Masing-masing perusahaan kan punya PP (Peraturan Perusahaan). Dari PP itulah ditingkatkan mereka menjadi PKB (Peraturan Keputusan Bersama) antara si pekerja dan si pemilik. Bahasa kasarnya itu, semacam AD/ART perusahaan merekalah. Jadi gak bisa kita campuri, nanti mereka PHK semua, gawat juga kita,” ungkapnya.

Pihaknya mengamini sudah banyak menerima informasi adanya karyawan yang dirumahkan oleh perusahaan-perusahaan yang ada di Sumut tanpa pesangon. “Pastilah, sudah ada banyak yang melapor ke kita. Makanya sekarang ini kami sedang mendata karyawan-karyawan yang dirumahkan tersebut untuk masuk dalam ke JPS (Jaring Pengaman Sosial), agar mendapat bantuan karena sudah tidak bekerja,” katanya. (prn/mag-1/ila)

Bantuan Tahap 5 Masyarakat Tionghoa Sumut, 20 RS di Sumut Dapat Bantuan Alkes dan APD

TERIMA BANTUAN-Para perwakilan dari sejumlah rumah sakit penerima bantuan, diabadikan bersama Panitia Kerja. Masyarakat Tionghoa Sumatera Utara Peduli Covid-19 di Halaman Kampus STBA-PIA Medan, Selasa (7/4/). 
TERIMA BANTUAN-Para perwakilan dari sejumlah rumah sakit penerima bantuan, diabadikan bersama Panitia Kerja. Masyarakat Tionghoa Sumatera Utara Peduli Covid-19 di Halaman Kampus STBA-PIA Medan, Selasa (7/4/). 

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Masyarakat Tionghoa Sumatera Utara kembali memberikan bantuan Alat Kesehatan (Alkes) dan Alat Pelindung Diri (APD) kepada 20 rumah sakit di Sumatera Utara. Bantuan Alkes dan APD ini diberikan untuk membantu mencegah dan menanggulangi percepatan penanganan penyebaran Covid-19 di Sumatera Utara.

Penyerahan bantuan tahap kelima tersebut dilaksanakan di halaman Gedung MITSU Kampus Hijau STBA PIA di Jalan KL Yos Sudarso Lr 12, Glugur Kota Medan, Selasa (7/4/).

Alkes yang diberikan berupa masker sensi sebanyak 5 dus, Masker Total sebanyak 1 dus, Handschoen Sensi sebanyak 2 dus, Handschoen Panjang sebanyak 1 dus, Alkohol Swab sebanyak 10 dus dan Sepatu Boats Yumeida sebanyak 1 dus.

Sedangkan rumah sakit yang hadir dan diberikan bantuan antara lain RSU Gunung Sitoli Nias, RS Methodist Medan, RS Mitra Sejati Medan, RS Sarah Medan, RS Madani Medan, UPT Puskesmas Sirapit, Langkat, RS Katarina Kisaran, RS Sei Dadap Kisaran, RS Deli Medan, RSU Padang Sidimpuan, RSU Inanta Padang Sidimpuan, RSU Metta Medika Padang Sidimpuan, RSU Kasih Insani Medan, RS Methodist Susana Wesly Padang Bulan Medan. Kemudian Dinas Lingkungan Hidup Deli Serdang.

Sementara rumah sakit yang belum hadir pada saat serah terima bantuan antara lain RS Tanjung Pura, RS Amanda Kabanjahe, RSU Sidikalang dan RSU Haji Simatupang serta RS Mitra Medika Tanjung Mulia.

Panitia Kerja Masyarakat Tionghoa Sumatera Utara Peduli Covid-19 bertempat di Markas Brimod di Jalan KH Wahid Hasyim Medan juga menyerahkan bantuan kepada Sat Brimod Poldasu, Medan berupa Masker Sensi sebanyak 15 dus, Handschoen sebanyak 2 dus dan Baju APD sebanyak 10 dus.

Ketua Harian Perhimpunan Masyarakat Indonesia Tionghoa Sumatera Utara (MITSU) selaku Koordinator Panitia Kerja Masyarakat Tionghoa Sumatera Utara Peduli Covid-19, Juswan Tjoe didamping unsur Panitia Kerja lainnya mengatakan, hal ini merupakan penyerahan bantuan tahap kelima Masyarakat Tionghoa Sumatera Utara.

Sebelumnya tahap pertama bantuan diberikan kepada RS Bhayangkara dan Polda Sumut (30/3), tahap kedua bantuan diberikan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Sumut (31/3), tahap ketiga bantuan diberikan Kodam-I/Bukit Barisan (1/4). Dan tahap keempat diberikan kepada 20 Rumah Sakit yang ada di Sumatera Utara antara lain RS St Elisabeth Medan, RS Siloam Medan, RS Bina Kasih Medan, RS Murni Teguh Medan, RS Colombia Asia Medan, RS Martha Friska Medan, RS Pekerja Imelda Medan, RS Islam Malahayati Medan, RS Sembiring Delitua, RS Sari Mutiara Medan, RSU Royal Prima Medan, RS Bandung Medan, RS Bunda Thamrin Medan, RS Bhayangkara Tebingtinggi, RS Kumpulanpane Tebingtinggi, RS Pamela Tebingtinggi, RS Chevani Tebingtinggi, RSUD Deliserdang dan RSU Rantauprapat (02/04/2020),” ujarnya.

Juswan mengatakan, Masyarakat Tionghoa Sumatera Utara ingin turut serta membantu bangsa, yang saat ini berada dalam kesulitan dengan minimnya ketersediaan Alkes.

“Hari ini kami serahkan bantuan tahap kelima secara simbolis kepada 20 rumah sakit yang ada di Sumatera Utara berupa Alkes yang saat ini sangat diperlukan oleh rumah sakit dan bantuan ini akan terus berlanjut Alat Pelindung Diri (APD) yang saat ini barangnya belum tiba di Medan mengingat untuk lokal sulitnya barang tersebut hingga mengharuskan impor,” kata Juswan.

Juswan mengatakan, bukan hanya memberikan bantuan ke rumah sakit saja, tetapi juga akan mencari jalan keluar bersama unsur terkait untuk membantu masyarakat yang sehat namun kesulitan akibat dampak wabah Cobid-19. (ila)

Tinjau RSUD dr Djasamen Saragih, Gubsu Minta Dandim dan Kapolres Bantu Tim Medis

Biro Humas & Keprotokolan Setdaprovsu / Fahmi Aulia KUNJUNGI RSUD DJASAMEN SARAGIH: Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi didampingi Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatera Utara, Wali Kota Pematangsiantar Hefriansyah Noor, dan Bupati Simalungun JR Saragih, memberi pengarahan kepada petugas kesehatan saat berkunjung ke RSUD Djasamen Saragih di Kota Siantar, Selasa (07/04).
Biro Humas & Keprotokolan Setdaprovsu / Fahmi Aulia KUNJUNGI RSUD DJASAMEN SARAGIH: Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi didampingi Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatera Utara, Wali Kota Pematangsiantar Hefriansyah Noor, dan Bupati Simalungun JR Saragih, memberi pengarahan kepada petugas kesehatan saat berkunjung ke RSUD Djasamen Saragih di Kota Siantar, Selasa (07/04).
Biro Humas & Keprotokolan Setdaprovsu / Fahmi Aulia KUNJUNGI RSUD DJASAMEN SARAGIH: Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi didampingi Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatera Utara, Wali Kota Pematangsiantar Hefriansyah Noor, dan Bupati Simalungun JR Saragih, memberi pengarahan kepada petugas kesehatan saat berkunjung ke  RSUD Djasamen Saragih di Kota Siantar, Selasa (07/04).
Biro Humas & Keprotokolan Setdaprovsu / Fahmi Aulia KUNJUNGI RSUD DJASAMEN SARAGIH: Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi didampingi Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatera Utara, Wali Kota Pematangsiantar Hefriansyah Noor, dan Bupati Simalungun JR Saragih, memberi pengarahan kepada petugas kesehatan saat berkunjung ke RSUD Djasamen Saragih di Kota Siantar, Selasa (07/04).

PEMATANGSIANTAR, SUMUTPOS.CO – Untuk memastikan penanganan pasien Covid-19 berjalan baik, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi terus melakukan peninjaun di sejumlah rumah sakit umum daerah. Kali ini, giliran RSUD dr Djasamen Saragih, Jalan Sutomo No 230 Kota Pematangsiantar yang dikunjungi Gubsu.

Didampingi Wali Kota Pematangsiantar Hefriansyah Noor dan Bupati Simalungun JR Saragih, Edy Rahmayadi langsung meninjau fasilitas dan kesiapan paramedis di RSUD Djasamen Saragih dalam penanganan pasien Covid-19, Selasa (7/4). Termasuk memastikan ketersedian Alat Pelindung Diri (APD) dan manajemen penanganan pasien dapat terlaksana dengan baik.

“Saya juga meminta kepada seluruh Dandim dan Kapolres untuk turun tangan membantu paramedis dan rakyat. Sama-sama kita bergandengan tangan. Kita selesaikan persoalan ini, persoalan wabah yang mendunia. Kita berusaha, Tuhan yang menentukan,” ucap Edy.

Pada kesempatan itu, Gubsu meminta rumah sakit harus menyiapkan ruangan khusus sesuai dengan riwayat pasien. “Kalau ada pasien PDP, siapkan bangsalnya, tapi harus lihat riwayatnya. Pasien yang berisiko positif dan yang negatif, pisahkan kamarnya. Kalau riwayat positif masuk ke sini, yang negatif harus disiapkan juga,” pintanya.

Terkait adanya satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan tiga orang anak dinyatakan positif terinfeksi Covid-19, kini kelimanya telah diisolasi di RSUD dr Djasamen Saragih. “Kalau tidak mampu mengisolasi keluarga ini, bisa dirujuk ke Medan,” tegas Gubernur. (rel/prn)

Pada kunjungan tersebut Pemprov Sumut juga memberikan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) sebanyak 100 dan Rapid Test Covid-19 sebanyak 100 pieces. Selain itu gubernur juga mengimbau untuk paramedis untuk menggunakan masker tipe N95.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Siantar Ronald H Saragih menyampaikan, pihaknya terus berupaya menangani pasien Covid-19 dengan baik. Termasuk satu keluarga berjumlah lima orang terdiri dari ayah, ibu dan tiga orang anak yang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19. Kelimanya kini telah diisolasi di RSUD dr Djasamen Saragih.

Ronald mengapresiasi kedatangan Gubernur dan rombongan. Dia berharap dukungan dari Pemprov Sumut, terutama bantuan APD dan fasilitas pendukung lainnya, sehingga penanganan pasien Covid-19 dapat dilaksanakan dengan baik.(rel/prn)

Operasi Keselamatan Toba 2020 & Cegah Penularan Covid-19, Satlantas Polres Dairi Sosialisasi Lewat Radio

SOSIALISASI: Kasatlantas Polres Dairi, AKP Pittor Gultom (kanan) dan anggota Satlantas memandu sosialisasi lewat Radio Publik Dairi, Selasa (7/4). RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
SOSIALISASI: Kasatlantas Polres Dairi, AKP Pittor Gultom (kanan) dan anggota Satlantas memandu sosialisasi lewat Radio Publik Dairi, Selasa (7/4). RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
SOSIALISASI: Kasatlantas Polres Dairi, AKP Pittor Gultom (kanan) dan anggota Satlantas memandu sosialisasi lewat Radio Publik Dairi, Selasa (7/4). RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
SOSIALISASI: Kasatlantas Polres Dairi, AKP Pittor Gultom (kanan) dan anggota Satlantas memandu sosialisasi lewat Radio Publik Dairi, Selasa (7/4).
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Satuan Lalulintas (Satlantas) Kepolisian Resor Dairi Sosialisasi Operasi Keselamatan Toba 2020 dan pencegahan penularan corona virus dease (Covid-19). Sosialisasi disampaikan melalui Radio Publik Dairi, Selasa (7/4).

Demikian disampaikan Kasatlantas Polres Dairi AKP Pittor Gultom melalui Kasubbag Humas Polres, Iptu Donny Saleh di Mapolres Dairi, Selasa (7/4). Dijelaskan, Operasi Keselamatan Toba tahun 2020 untuk wilayah hukum Polres Dairi tidak digelar dijalanan tetapi melalui sosialisasi / penyuluhan tentang tertib berlalulintas lewat media Radio.

Sosialisasi itu dilakukan agar para pengemudi kendaraan bermotor wajib mematuhi peraturan berlalu lintas dijalan raya serta selalu menjaga keselamatan baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Selain mensosialisasikan Operasi Keselamatan Toba 2020.

Lanjut Donny, Kasatlantas AKP Pittor Gultom yang memandu acara juga mensosialisasikan tentang pencegahan penularan Covid-19 supaya masyarakat tidak sepele terhadap serangan covid-19 yang sedang mewabah saat ini. (rud)

Soal Pembelian 31 Unit Traktor, Mantan Kadis PMPD2A Dituding Jadi Dalang

Mantan Kades Pancurbatu Angkat Bicara

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Pembelian 31 unit alat berat (traktor) oleh 31 kepala desa di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) berujung pelaporan ke Polres dan Kejaksaan. Tak ingin dipersalahkan, mantan Kepala Desa Pancurbatu, Kecamatan Pullong, Humbahas, Pondis Lumbanbatu angkat bicara. Dia menuding mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPD2A) sebagai dalangnya.

Menurut Pondis, pembelian traktor yang bersumber dari dana desa tahun 2018 itu, dilakukan atas usulan mantan Kadis PMPD2A, Ebed Simanungkalit kepada kepala desa yang saat itu dikumpulkan di kantor Dinas PMPD2A. Alasanya, Humbang Hasundutan adalah daerah pertanian dan layak untuk pembelian traktor. “Jadi itu usulan Pak Ebed pada waktu itu kepada kami, tanpa Musrenbang desa,” katanya kepada wartawan di kediamannya, baru-baru ini.

Sebenarnya, kata Pondis, dia tidak pernah berniat untuk membeli traktor, sebab sudah ada rencana untuk membuka jalan ke Kebun Kemenyan berdasarkan hasil Musrenbang Desa. Ia pun mengaku sempat menolak usulan pembelian traktor itu.

Namun saat itu, Ebed meyakinkan dengan berjanji, pihaknya yang akan membuka jalan kebun kemenyan itu dengan memakai dana APBD. “Sebenarnya tidak pernah ada di benak saya soal traktor ini. Itu karena ada janji Pak Ebed, mereka (Dinas PMPD2A) yang akan membuka jalan tersebut,” ungkapnya.

Selain itu, Pondis juga mengungkapkan, Dinas PMDP2A juga yang menunjuk perusahaan untuk pengadaan traktor hingga masalah kontrak pembelian. “Mereka yang mengarahkan, kita hanya tinggal mentrasnfer dan satu persenpun tidak ada saya ambil,” katanya.Disinggung soal janji pembukaan jalan kebun kemenyan itu, Pondis mengaku belum ada direalisasikan. “Sampai saat ini belum ada dan ini akan terus kita tuntut, tapi alasan PAPBD tidak ada,” kesal Pindos.

Pondis juga mengaku sudah pernah dipanggil pihak Kejaksaan terkait pembelian traktor ini. Ia pun sudah menceritakan kronologis pembelian traktor itu tanpa ada menambahkan cerita. “Apa yang saya sampaikan, tidak ada menambah-nambahi karena saya tidak mau tersangkut soal ini,” beber Pondis.

Saat ini, Pondis mengaku akan terus menuntut janji Ebed yang akan membuka jalan kebun kemenyan warganya. Sebab, itu pula yang selalu dituntut warga kepadanya.

Menanggapi itu, Ebed Simanungkalit yang dikonfirmasi mengaku tidak tahu menahu persoalan pembelian 31 unit traktor itu. Dia pun mengatakan, apa yang disampaikan Pondis itu adalah haknya. “Saya tidak tahu, ceritanya itu haknya, saya jawab hak saya enggak tahu saya,” kata Ebed saat dihubungi.

Disinggung masalah janjinya, Ebed lagi-lagi mengaku tidak tahu. “Itupun tidak tahu, kita lihat aja mekanismenya. Kan sudah ganti pejabat baru, kita lihat saja pejabat baru, pokoknya saya tidak tahu,” tegas Ebed yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial.

Perlu diketahui, LSM JPKP melaporkan pembelian 31 unit traktor ini ke Polres dan Kejaksaan, tahun 2019 lalu. Mereka memiliki tiga alasan, diantaranya pembelian traktor itu tidak masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah desa atau disingkat RPJMD dan tidak masuk kedalam rencana kerja desa atau RKD.

Kemudian JPKP memastikan , pembelian traktor tersebut tidak masuk dalam Musrenbang Desa tahun 2018 lalu. “Jadi coba dibayangkan dibeli satu unit seharga Rp354 juta, tapi tidak masuk kedalam RPJMD, RKD dan musrenbang desa,” ujar Tolopan Manullang selaku Ketua JPKP di Humbang Hasundutan. (des)

Pernah Undang Pegawai BPN Dairi Positif Corona, Seluruh Pegawai Kejari Samosir Isolasi Mandiri

Kajari Samosir, Budi Herman
Kajari Samosir, Budi Herman
Kajari Samosir, Budi Herman
Kajari Samosir, Budi Herman

SAMOSIR, SUMUTPOS.CO – Seluruh pegawai yang bertugas di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Samosir sudah diperiksa kesehatannya di RSUD dr Hadrianus Sinaga, Pangururan, dan melakukan isolasi mandiri. Langkah tersebut diambil menyusul meninggalnya SAT, pegawai BPN Dairi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang pada Sabtu (4/4) lalu. Pegawai tersebut pernah diundang untuk dimintai keterangannya.

“Pegawai tersebut pernah diundang ke Kantor Kejari Samosir untuk dimintai keterangan,” kata Kajari Samosir, Budi Herman dalam keterangan tertulisnya, Selasa (7/4).

Kata Budi, setelah SAT meninggal dunia, ia langsung memerintahkan pegawainya untuk isolasi mandiri, dan pada Senin (6/4), seluruh pegawai dan honorer Kejari Samosir dilakukan pemeriksaan di RSUD dr Hadrianus Sinaga oleh dokter spesialis paru dan alhamdulillah hasilnya semuanya dalam batas normal, artinya tidak ditemukan adanya gejala-gejala.

“Namun demikian, saya ambil langkah untuk tetap isolasi mandiri 14 hari ke depan dan sudah dilaksanakan, terutama jaksa yang melakukan pemeriksaan untuk menghindari pemberitaan yang keliru. Kita jaga Samosir kita tetap sehat dan aman,” terang Budi.

SAT (47), warga Kelurahan Batang Beruh, Kecamatan Sidikalang merupakan pegawai Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Dairi. Sebelumnya mengeluh sakit demam dan perut (mencret). Berdasarkan hasil rapit test dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

Jubir Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Dairi, dr Edison Damanik, mengatakan, pasien SAT sebelumnya memiliki riwayat diabetes melitus/kencing manis dan masuk untuk perawatan di rumah sakit pada, 31 Maret 2020 lalu. Dengan keluhan demam sudah 4 hari, disertai batuk dan mencret 1 hari. (mbd)

Bupati Langkat Kunjungi Warga Dikarantina

ARAHAN: Bupati Langkat Terbit Rencana PA saat memberikan arahan dalam rapat penanganan Covid-19 di Aula Pemkab Langkat.
ARAHAN: Bupati Langkat Terbit Rencana PA saat memberikan arahan dalam rapat penanganan Covid-19 di Aula Pemkab Langkat.
ARAHAN: Bupati Langkat Terbit Rencana PA saat memberikan arahan dalam rapat penanganan Covid-19 di Aula Pemkab Langkat.
ARAHAN: Bupati Langkat Terbit Rencana PA saat memberikan arahan dalam rapat penanganan Covid-19 di Aula Pemkab Langkat.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Bupati Langkat Terbit Rencana PA tetap terus melakukan langkah-langkah strategis menekan pandemi corona di wilayahnya. Walaupun hingga kini warga Langkat belum ada positif Covid-19

Bupati Langkat yang kini menjabat ketua Satgas Gugus Percepatan Pencegahan Covid-19, kembali melaksanakan Rapat Koordinasi dengan unsur Forkopimda, di Rumah Dinas Bupati Langkat, Stabat, Senin (6/4)

Tujuannya, tiada lain adalah untuk meningkatkan koordinasi tim Gugus Covid-19, agar semakin fokus menunjukan perhatian dan kepedulian dalam kesiagaan serta kewaspadaan, sesuai masing-masing tupoksinya.

“Soalnya penyebaran virus corona masih berlangsung,diharapkan, tim Gugus ini dapat menemukan solusi, jika menghadapi permasalahan yang memerlukan penanganan. Karena itu kita kuatkan keterpaduan ini, jangan ada yang saling menyalahkan,”imbuhnya

Usai rapat, Bupati bersama rombongan mengunjungi warga karantina di Gedung PKK Langkat, untuk memberikan semangat moral.

Satu persatu kamar yang dihuni masyarakat karantina didatangi Bupati Langkat. Selain menanyakan jika ada keluhan, Bupati juga menyarankan agar warga tidak setres, selalu menjaga kebersihan dan pola makan yang baik.

Hal ini untuk kebaikan bersama, agar diri sendiri, keluarga dan masyarakat Langkat sehat semua, tidak ada yang terinfeksi corona.

“Jangan ada yang berpikir tidak-tidak, karantina ini tujuannya untuk kebaikan bersama. Nanti setelah 14 hari dibolehkan kembali kerumah,” pintanya.

Bupati Langkat juga memahamkan warga, agar selalu mengikuti semua aturan yang ditetapkan petugas. Sehingga secepatnya wabah corona segera berlalu.

“Ikuti instruksi petugas ya. Mari kita sama-sama berdoa agar keadaan ini segera membaik, sehingga kita segera bisa beraktivitas seperti biasa,” tuturnya.

Kepada para petugas, Bupati meminta, agar selalu memperhatikan kesehatan diri serta warga. Terutama waktu makan, jangan sampai terlambat.

Sementara, untuk warga karantina mandiri, Bupati menerangkan, mereka selalu dipantau tenaga kesehatan bekerja sama dengan pemerintah desa. Jika ada kebutuhan yang diperlukan, bisa segera ditindaklanjuti,

“Sembari menyampaikan, pihaknya juga tengah meninjau lokasi layak lainnya untuk penambahan tempat karantina.” imbuhnya

Sebelumnya, bupati melaksanakan video conference (vidcon) dengan Gubernur Sumatera Utara H Edy Rahmayadi bersama kepala daerah se Sumut, dari Rumah Dinas Bupati Langkat, Stabat.

Dalam vidcon, Bupati melaporkan, terdata kasus corona di Langkat. Kini jumlah 2442 OTG orang, ODP 24 orang selesai pemantauan 13 orang dan PDP 4 orang.

“OTG , 72 orang sedang menjalani karantina di gedung PKK dan selebihnya karantina mandiri dirumah. Sedangkan ODP dan PDP menjalani isolasi di rumah sakit rujukan,” paparnya.

Sementara itu Gubsu, memita kepada Bupati Langkat untuk terus berkoordinasi dan melaporkan berbagai kekurangan yang dibutuhkan untuk penanganan Covid-19.

Sebab pemprovsu agar selalu memberikan dukungan yang diperlukan. Jika rumah sakit rujukan sementara di Langkat tidak cukup, bawa saja ke Medan, kami akan membantu memfasilitasi,” tegas Gugsu.

Hadir dalam rapat tersebut wakil Bupati Langkat, Sekdakab Langkat, Kapolres Langkat, Kajari Langkat, Ketua MUI, Ketua FKUB, Kankan Kemenag , perwakilan Dandim 0203/Langkat, Ketua PMI, para pemimpin OPD Pemkab dan Satgas Gugus Covid-19 . (yas/azw)

Kapolresta Bagi-bagi Nasi Bungkus ke Warga

BANTUAN: Kapolres Deliserdang Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Yemi Mandagi, SIk memeriksa sejumlah nasi bungkus yang akan dibagikan kepada warga di Halaman Mapolresta Deliserdang, Selasa (7/4).
BANTUAN: Kapolres Deliserdang Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Yemi Mandagi, SIk memeriksa sejumlah nasi bungkus yang akan dibagikan kepada warga di Halaman Mapolresta Deliserdang, Selasa (7/4).
BANTUAN: Kapolres Deliserdang Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Yemi Mandagi, SIk memeriksa sejumlah nasi bungkus yang akan dibagikan kepada warga di Halaman Mapolresta Deliserdang, Selasa (7/4).
BANTUAN: Kapolres Deliserdang Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Yemi Mandagi, SIk memeriksa sejumlah nasi bungkus yang akan dibagikan kepada warga di Halaman Mapolresta Deliserdang, Selasa (7/4).

Sementara, Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Yemi Mandagi SIK membagikan nasi bungkus kepada warga Lubukpakam, Selasa (7/4).

Masyarakat sasaran penerima nasi bungkus seperti tukang becak, pedagang asongan, petugas parkir. Sistem pembagian dilakukan dua Tim Lalu lintas ke wilayah sasaran. Warga di seputaran Lubukpakam dan Tim Sabhara kepada warga masyarakat seputaran Tanjung Morawa.

Selanjutnya Tim bergerak dengan menggunakan kendaraan dinas patroli double cabin Sat Lantas Polresta Deli Serdang, kemudian nasi bungkus dibagikan kepada warga masyarakat yang berprofesi seperti tukang becak, para tukang sapu jalan, penjual dipinggir jalan, pemulung dan tuna wisma diseputaran Lubukpakam. (btr/azw)

Jumlah OTG dan ODP di Deliserdang Turun

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Status Orang Dalam Pemantauan Tanpa Gejala (OTG) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19 di Kabupaten Deliserdang menurun, namun Pasien Dalam Pengawasan (PDP) mengalami kenaikan. Sementara yang suspect atau positif tetap jumlahnya sebanyak dua orang.

Dari data yang diakses covid19.deliserdangkab.go.id, Senin (6/4) pukul 18.00 WIB, OTG berjumlah 993 orang dan turun 87 orang dari data sebelumnya, ODP berjumlah 69 orang dan turun 27 orang dari data sebelumnya, PDP berjumlah 10 orang dan naik dua orang dari sebelumnya.

Sementara untuk pasien suspect/positif Covid-19 jumlah tidak naik atau masih tetap dua orang, lalu yang selesai dilakukan pemantauan selama 14 hari mengalami kenaikan signifikan berjumlah 123 orang.

Perawatan PDP sebanyak 2 orang di RSUD Deliserdang, 6 orang di RS GL Tobing, 1 orang di RS Mitra Medika dan seorang lagi di RS Sembiring. Sementara dua orang yang positif masih dirawat di RSUP Adam Malik Medan.

Sebelumnya data yang diakses covid19.deliserdangkab.go.id, Minggu (5/4) pukul 18.00 WIB status ODP Tanpa Gejala (OTG) berjumlah 1.080 orang, ODP 96 orang, PDP 8 orang, positif 2 orang dan selesai pemantauan selama 14 hari berjumlah 61 orang.

Petugas Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Deliserdang, dr Ade Budi Krista saat dikonfirmasi membenarkan informasi tersebut, Selasa (7/4)

“OTG dan ODP Turun banyak jumlahnya dan selesai pemantauan banyak 123 orang. Namun PDP kita saat ini alami kenaikan menjadi 10 orang dari sebelumnya 8 orang. Untuk yang positif masih dua orang dan kita harap jangan bertambah,” terang dokter Ade.(btr/azw)