29 C
Medan
Monday, January 12, 2026
Home Blog Page 4331

Mayat Wanita Ditemukan di Parit Kebun, Kepala dan Hidung Berdarah

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Sesosok mayat wanita tanpa identitas ditemukan di parit leaning Jalan Umum Lubukpakam-Galang Desa Tanah Abang Kecamatan Galang Kabupaten Deliserdang, Selasa (7/4) sekira pukul 08.00 WIB.

Informasi dihimpun, pertama sekali jasad korban ditemukan warga oleh Wakidi (57) yang melintas disekitar lokasi. Lalu Wakidi memberitahukan kepada penjual kue yang melintas disekitar lokasi.

Selanjutnya penjual kue memberitahukan kepada warga dan meneruskannya kepada Kepala Desa Tanah Abang Kecamatan Galang dan selanjutnya menelefon piket Polsek Galang Polresta Deliserdang.

Tak berapa lama, Kanit Reskrim Polsek Galang Polresta Deliserdang Ipda Erikson David SH bersama sejumlah personil turun kelokasi korban ditemukan. Selanjutnya korban dievakuasi dan dibawa ke RSUD Deliserdang untuk keperluan visum.

Kapolsek Galang Polresta Deli Serdang AKP Teddy Napitupulu SH saat dikonfirmasi melalui Kanit Reskrim Ipda Erikson David SH membenarkan jasad korban tanpa identitas ditemukan.

Dari hasil pemeriksaan awal, kaki sebelah kiri korban ditemukan luka robek, kepala bagian belakang ada luka dan dari hidung masih menetes darah. (btr)

Telkomsel BerikanPerangkat Call Center CloudX & PaketSociety for Hospital Bagi Tenaga Medis di RSK Corona Batam

BATAM, SUMUTPOS.CO – Sebagai bentuk kepedulian dalam menyikapi pandemi Covid-19, Telkomsel mendukung Pemerintah Kota Batam dengan memberikan Perangkat Call CenterCloudX untuk memudahkan komunikasi di Rumah Sakit Khusus Corona Batam yang berlokasi di Pulau Galang, tepatnyapada kawasan bekas Camp Vietnam yang telah resmi beroperasi sejak hari ini (7/4).

General Manager Consumer Sales Region Sumbagteng Telkomsel Mulyadi Indramengatakan, “Perangkat Call Center CloudX sengaja kami berikansebagai bentuk dukungan kepada Pemerintah Kota Batam dari sisi komunikasi selama masa penanganan pandemi Covid-19 di Rumah Sakit Khusus Corona Batam. Call center ini digunakan untuk menghubungkan masyarakat dengan unit-unit terkait yang ada di rumah sakit tersebut sesuai dengan kebutuhan medisnya.”

Call Center CloudX memungkinkan satu nomor memiliki beberapa fitur yang akan memudahkan call center untuk melayani banyak panggilan dalam waktu bersamaan. Masyarakat dapat menghubungi call center Rumah Sakit Khusus Corona Batam pada nomor 08116666555, dimana nantinya akan langsung tersambung dengan layanan operator, administrasi, atau Unit Gawat Darurat (UGD).

Selain itu, Telkomsel juga memberikan Paket Society for Hospital secara gratis khusus bagi 40 petugas medis di Rumah Sakit Khusus Corona Batam. Paket ini terdiri dari kuota internet 20GB, nelpon sepuasnya tanpa bataske sesama operator, dan 100 menit nelpon ke operator lain.

Upaya Telkomsel untuk mendukung pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 telah diwujudkan sejak awal pembangunan Rumah Sakit Khusus Corona Batam melalui kehadiran 1 unit Compact Mobile Base Station (COMBAT) dengan konfigurasi 2G dan 4G yang memanfaatkan spektrum 900 MHz. Selain itu, Telkomsel juga menambah kapasitas dan jangkauan untuk layanan 2G dan 4G di Pulau Galang. Kesiapan jaringan Telkomsel pada wilayah sekitar rumah sakit juga dibuktikan dengan kecepatan download mencapai 50 Mbps dan upload 20 Mbps, dimana latency lebih kecil dari 10 ms.

“Kami berkomitmen untuk senantiasa menghadirkan layanan berkualitas, baik dari sisi jaringan maupun produk, untuk memenuhi kebutuhan komunikasi pelanggan. Kami juga akan tetap berkolaborasi dengan seluruh pihak agar kita semua dapat terus bergerak maju melewati masa yang penuh tantangan ini”, tutup Mulyadi.(*)

Cegah Covid-19 Jaga Kebugaran Tubuh, Polres Sergai Gelar Olahraga Hash

OLAHRAGA: Anggota Polres Sergai saat menggelar olahraga di lintasan perkebunan Sergai.
OLAHRAGA: Anggota Polres Sergai saat menggelar olahraga di lintasan perkebunan Sergai.
OLAHRAGA: Anggota Polres Sergai saat menggelar olahraga di lintasan perkebunan Sergai.
OLAHRAGA: Anggota Polres Sergai saat menggelar olahraga di lintasan perkebunan Sergai.

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Berbagai cara dilakukan Polres Serdang Bedagai agar tetap menjaga stamina dan meningkatkan daya Imun Personel Polres Serdang Bedagai ditengah wabah Pandemi Virus Covid 19.

Kapolres Serdang Bedagai AKBP Robin Simatupang, SH, M.Hum, mengajak Personelnya untuk melakukan olahraga Hash (Jalan Kaki) dilokasi Perkebunan PT. Lonsum dibelakang Kantor Polres Serdang Bedagai, Minggu, (5/4)

Turut mendampingi Kapolres Para Kasat Polres Serdang Bedagai, Para Kapolsek Sejajaran Polres Serdang Bedagai, Kasubbag Humas Ipda Zulfan Ahmadi, Kasi Propam Ipda Ahmad Mula Purba, Personel Polres Serdang Bedagai serta group Hash Medan.

Sebelum melakukan Olahraga Hash para perserta dilakukan pengecekan suhu tubuh menggunakan Termometer Digital.

Lalu dilanjutkan perjalanan sejauh 12 KM serta disertai perbukitan dilalui oleh Kapolres Serdang Bedagai beserta peserta olahraga Hash Polres Serdang Bedagai dengan waktu 2 jam 30 menit yang dimulai pukul 14.00 wib s/d pukul 16.30 wib.

Kapolres Sergai AKBP Robin mengatakan, kegiatan olahraga Hash (jalan kaki) sebagai upaya Polres Serdang Bedagai untuk memelihara stamina dan daya tahan tubuh ditengah pandemi penyebaran Virus Corona.

“Dengan berolahraga dan menjaga pola hidup sehat juga merupakan cara kita untuk mencegah penyebaran Virus Corona atau Covid-19,” tambahnya.

Olahraga Hash Polres Serdang Bedagai finish di Mako Polres Serdang Bedagai serta para peserta diwajibkan melakukan cuci tangan agar terhindar dari virus corona. (bbs/azw)

Percepat Penanganan Corona, Pusat Perbolehkan Daerah Ubah Anggaran

RAPAT: Sekdakab Langkat dan sejumlah pejabat teras di jajaran Pemkab Langkat saat mendengarkan arahan dari Plt Kemendagri ri Muhammad Hudori melalui vidcon di LCC Kantor Bupati Langkat. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS
RAPAT: Sekdakab Langkat dan sejumlah pejabat teras di jajaran Pemkab Langkat saat mendengarkan arahan dari Plt Kemendagri ri Muhammad Hudori melalui vidcon di LCC Kantor Bupati Langkat. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS
RAPAT: Sekdakab Langkat dan sejumlah pejabat teras di jajaran Pemkab Langkat saat mendengarkan arahan  dari Plt Kemendagri ri Muhammad  Hudori melalui vidcon di LCC Kantor Bupati Langkat. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS
RAPAT: Sekdakab Langkat dan sejumlah pejabat teras di jajaran Pemkab Langkat saat mendengarkan arahan dari Plt Kemendagri ri Muhammad Hudori melalui vidcon di LCC Kantor Bupati Langkat.
ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Sekdakab Langkat dr H Indra Salahuddin mewakili Bupati Langkat Terbit Rencana PA mengikuti Video Conference (Vidcon) dengan Plt Sekjen Kemendagri RI Muhammad Hudori, bersama 360 kepala daerah tingkat Provinsi, kabupaten dan kota se pulau Jawa dan Sumatera. guna membahas refocusing dan realokasi anggaran untuk penanganan percepatan Covid-19 wilayah Indonesia Barat.

Vidcon yang diikuti Sekdakab Langkat dalam mendengarkan arahan Hudori adalah dari Langkat Comand Center (LCC) Kantor Bupati Langkat, Jum’at (3/4/) akhir pekan lalu.

Hudori saat itu didampingi Dirjen Keuangan Daerah Kemenkeu dan Dirjen Otda Kemendagri, menjelaskan. Telah terbit Permendagri No 20 tahun 2020 tentang penanganan virus corona di lingkungan Pemda, terkait pemanfaatan dana. yang dirincikan pada intruksi Kemendagri No 1 tahun 2020 tertanggal 3 April 2020.tersebut dalam rangka percepatan penggunaan alokasi anggaran untuk menghadapi wabah corona.

Fokusnya, sambung Hudori di Vidcon, tersebut adalah untuk penanganan kesehatan, penanganan dampak dari Covid-19 terutama pada sektor ekonomi dan penanganan jaringan sosial atau sosial seve net.

“ Yang jelas pemerintah pusat mempersilahkan daerah untuk melakukan perubahan fokus anggaran untuk diarahkan kepada langkah penanganan Covid-19,” kata Hudori

Soalnya , kata Hudori untuk penanganan Covid-19 dibutuhkan anggaran besar, baik pemerintah pusat maupun provinsi dan kabupaten/kota,

Sementara itu Sekdaprovsu Sabrina di Vidcon itu, menyampaikan, saat ini Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut telah memetakan daerah yang masuk kategori zona merah, kuning dan biru.

“Untuk zona merah itu ada di Medan, Deliserdang, dan Tanjungbalai dengan kepadatan penduduk dan mobilitas masyarakatnya tinggi,”terangnya.

Sedangkan Sekda Langkat, usai Vidcon, menginstruksikan kepada jajarannya untuk bertindak mengikuti arahan Pemerintah pusat dan Pemprovsu, terutama bagi tim Satgas Gugus Covid-19, dalam penanganan wabah corona.

“Serta meminta segera melakukan langkah-langkah strategis, baik untuk penggunaan dana maupun keperluan kesehatan dan hal lainnya, pada penanggulangan Covid-19,” ujar dr H Indra.

Mendapingi Sekda, dalam mengikuti Vidcon tersebut Kadis Kominfo, Kalakhar BPBD, Kepala Bappeda, Kepala BPKAD, Plt Kadis Kesehatan dan Perhubungan, Kabag Humas Protokol, Kabag Tapem.(yas/azw)

Badan Jalan ke Alur Subur Tanah Pinem Dairi Putus Total

PUTUS: Badan jalan menuju Desa Alur Subur Kecamatan Tanah Pinem Kabupaten Dairi putus total karena diguyur hujan lebat menyebabkan akses kendaraan terputus. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
PUTUS: Badan jalan menuju Desa Alur Subur Kecamatan Tanah Pinem Kabupaten Dairi putus total karena diguyur hujan lebat menyebabkan akses kendaraan terputus. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
PUTUS: Badan jalan menuju Desa Alur Subur Kecamatan Tanah Pinem Kabupaten Dairi putus total karena diguyur hujan lebat menyebabkan akses kendaraan terputus.  RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
PUTUS: Badan jalan menuju Desa Alur Subur Kecamatan Tanah Pinem Kabupaten Dairi putus total karena diguyur hujan lebat menyebabkan akses kendaraan terputus. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Ratusan Kepala Keluarga masyarakat Desa Alur Subur Kecamatan Tanah Pinem Kabupaten Dairi teracam terisolir. Karena badan jalan menunu desa tersebut dari Desa Liang Jering putus total. Badan jalan berkontruksi rabat beton sepanjang 30 meter tersebut amblas disaat daerah ini diguyur hujan lebat pada Minggu (5/4).

Camat Tanah Pinem, Sion Sembiring dikonfirmasi, Senin (6/4) membenarkan kejadian tersebut. Dirinya sudah mendapat informasi dari Pemerintah Desa Alur Subursejak Senin siang. “Kerusakan sudah sudah dilaporkan kepada Bupati dan BPBD serta Dinas PUPR,” ujarnya.

Sion mengaku sudah, kejadian tersebut langsung direspon Bupati Eddy Keleng Ate Berutu. Pihaknya memohon agar segera menurunkan alat berat ke Desa Alur Subur. Sion menyebut, badan jalan yang terputus merupakan akses utama keluar masuk Desa Alur Subur dari Desa Liang Jering.

“Kita sudah minta kepada pemerintah desa supaya dilakukan gotong royong untuk buka akses,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Alur Subur melaporkan, bahwa sejak Senin sore, akses sudah terbuka untuk kenderaan roda 2. “Untuk saat ini, tidak terlalu terisolir lah, karena sudah bisa masuk roda 2. Jadi, bisa untuk melangsir orang ataupun bahan pangan,” sebut Sion.

Sion menjelaskan, badan jalan longsor terbuat dari rabat beton. Disamping badan jalan ada saluran air, sehingga ketika hujan deras badan jalan terkikis air menyebabkan longsor. (rud/ram)

Jamin Ketersediaan Kebutuhan Pokok, Akses Pelabuhan & Bandara Binaka Tetap Beroperasi

Wali Kota Gunungsitoli, Ir Lakhomizaro Zebua
Wali Kota Gunungsitoli, Ir Lakhomizaro Zebua
Wali Kota Gunungsitoli, Ir Lakhomizaro  Zebua
Wali Kota Gunungsitoli, Ir Lakhomizaro Zebua

GUNUNGSITOLI, SUMUTPOS.CO – Akses Bandar Udara Binaka dan Pelabuhan Laut yang berada di wilayah Kota Gunungsitoli tetap beroperasi sebagaimana biasanya. Hal itu disampaikan Wali Kota Gunungsitoli, Ir Lakhomizaro Zebua menyikapi usulan sebagian masyarakat yang menginginkan ditutup sementara, mengingat penyebaran covid-19 di daratan Sumatera terus meningkat.

“Kepada seluruh masyarakat Kota Gunungsitoli, bersama ini diinformasikan bahwa sampai saat ini belum ada rencana penutupan akses Bandar Udara dan Pelabuhan Laut di wilayah Kota Gunungsitoli,” ujar Lakhomizaro, kepada wartawan di kantor Wali Kota Gunungsitoli, (Jumat, ¾).

Menurut Lakhomizaro, Bandar Udara dan pelabuhan laut penting tetap beroperasi mengingat Kota Gunungsitoli maupun daerah lainnya di Kepulauan Nias, ketergantungan distribusi kebutuhan pokok dari luar daerah masih tergolong tinggi.

Namun demikian langkah pencegahan penyebaran virus corona (covid-19) di wilayah Kota Gunungsitoli, pengawasan pintu masuk akan lebih diperketat dengan melakukan pemeriksaan kesehatan bagi penumpang yang datang oleh personil Dinas Kesehatan Kota Gunungsitoli bersama-sama dengan TNI dan Polri yang telah ditugaskan di Bandar Udara Binaka, Pelabuhan Pelindo Gunungsitoli dan Pelabuhan Roro di Desa Siwalubanua, Kecamatan Gunungsitoli Selatan.

Pada kesempatan ini Wali Kota Gunungsitoli menghimbau masyarakat yang baru datang dari luar daerah diharapkan secara sukarela dan jujur memberikan informasi yang benar kepada petugas, dan bila berasal dari daerah yang telah terpapar covid-19 diharapkan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari.

“Bila ada gejala batuk, pilek disertai demam untuk segera memeriksakan diri ke puskesmas terdekat atau RSUD Gunungsitoli. Saya harapkan kerjasama semua pihak, semoga covid-19 ini tidak sampai mewabah di daerah kita,”harapnya.

“Saya juga menghimbau saudara-saudara masyarakat Kepulauan Nias yang berada di luar daerah yang berencana mudik untuk sementara waktu menunda perjalanannya karena dikhawatirkan berpotensi tertular/menularkan virus corona ini,” himbaunya.

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Gunungsitoli, Yurisman Telaumbanua memastikan ketersediaan barang kebutuhan pokok terjamin. Hal itu dikatakannya usai melakukan monitoring ke beberapa distributor barang kebutuhan pokok diantaranya PT Bulog Gunungsitoli, PT. Alam Jaya, PT. Indo Marco, PT Medan Distribusindo Raya (MDR) dan beberapa distributor lainnya.

“Kami bersama tim sudah melihat langsung stok barang di gudang masing-masing distributor, kondisi sampai dengan hari ini tidak ada kenaikan harga di tingkat distributor dan ketersediaan barang masih dalam keadaan cukup”, jelas Yurisman kepada wartawan (Jumat, ¾).

Yurisman mengatakan saat ini Pemerintah Kota Gunungsitoli sedang fokus dalam percepatan penanganan covid-19, maka dalam situasi dan kondisi tersebut diharapkan kepada para pengusaha dan pemilik toko untuk tidak menimbun dan menaikkan harga sembako maupun barang lain yang dibutuhkan oleh masyarakat. Ia juga menghimbau masyarakat untuk belanja secukupnya dan tidak belanja secara berlebihan, karena Pemerintah tetap menjamin ketersediaan barang kebutuhan pokok tersebut.

“Jika ditemukan ada pelaku usaha melakukan penimbunan barang maka Pemerintah Kota Gunungsitoli tidak segan-segan memberikan sanksi termasuk pencabutan izin usaha,” kata Yurisman. (adl/ram)

Pantau Ketersediaan Beras, Komisi III DPRD Medan Kunjungi GBB Pulo Brayan

KUNJUNGI: Komisi III DPRD Medan bersama Kadis Perdagangan Kota Medan, Damikrot saat mengunjungi GBB Pulo Brayan Kota Medan. (Ist)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Stok beras di Gudang Bulog Baru (GBB) Pulo Brayan di Jalan Mustafa, Kelurahan Pulo Brayan Darat I, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan saat ini tak mencapai 980 ton.

Padahal, bantuan beras yang akan diberikan kepada masyarakat di 21 kecamatan di Kota Medan terdampak ekonomi akibat wabah virus corona mencapai 980 ton. Kurangnya stok beras tersebut diketahui setelah Komisi III DPRD Medan mengunjungi GBB Pulo Brayan tersebut, Senin (6/4).

Dalam kunjungan itu, Komisi III turut memanggil Dinas Perdagangan Kota Medan yang dihadiri langsung oleh Kadis Perdagangan Kota Medan, Damikrot dan Kabid Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan Kota Medan, Rislan Indra.

Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Medan, Abdul Rahman Nasution mempertanyakan keberadaan beras di gudang Bulog tersebut yang tidak mencapai 980 ton saat dilakukan pengecekan oleh Komisi III dan Dinas Perdagangan.

Ia juga mempertanyakan kesanggupan Bulog dalam menyediakan stok beras yang dimaksud untuk dibagikan kepada 21 kecamatan di Kota Medan. “Kami tadi sudah cek langsung ke gudang ini, tidak ada kami lihat 980 ton. Sebenarnya, Bulog ini mampu atau tidak untuk menyediakan beras itu? Jangan sampai masyarakat tidak kebagian beras karena Bulog yang tidak mampu menyediakannya,” ungkap Rahman Senin (6/4).

Kalaupun tidak bisa disediakan secara langsung, Rahman meminta agar Bulog mampu menyediakan total 980 ton beras tersebut dalam waktu secepatnya, agar seluruh beras tersebut dapat didistribusikan segera.

Dalam kesempatan itu, Komisi III juga turut mempertanyakan stok gula yang semakin menipis di pasaran. Mereka meminta agar pihak Bulog segera menyediakan gula di pasaran dengan berbagai cara, seperti dengan melakukan import gula ataupun kembali memberdayakan pabrik penggilingan gula pasir yang ada di sekitar Kota Medan.

Menjawab hal itu, Kepala Gudang GBB Pulo Brayan, Sahala Lumbanraja mengatakan, pihaknya menjamin kemampuan Bulog untuk menyediakan dan menyalurkan 980 ton beras tersebut dalam kurun waktu kurang dari 2 pekan.

“Bulog pasti mampu menyediakannya, dalam minggu ini, paling lama di minggu kedua. Sabtu kemarin sudah masuk 50 ton dan sudah didistribusikan 31 ton, hari ini (kemarin,Red) akan masuk lagi 50 ton dan akan terus kita distribusikan, begitu seterusnya,” jawabnya.

Sahala mengatakan, sejak awal tidak ada ketentuan yang menyebutkan pihak Bulog harus menyediakan beras dalam jumlah 1.000 ton sekaligus. Justru, penyediaan beras dalam jumlah secara berkala dapat membuat pihak kecamatan dapat mendistrbusikan beras secara teratur. “Apalagi gudang kita bisa langsung penuh dengan masuknya 1.000 ton secara bersamaan, makanya kita buat bertahap,” katanya.

Kata Sahala, untuk beras yang dibagikan Pemko Medan kepada masyarakat kurang mampu tersebut, Bulog memberikan beras dalam negeri (non import) dengan kualitas baik, yakni beras dalam kategori ‘medium plus’ dengan kisaran harga eceran sebesar Rp11.500 per kilogramnya.

Sedangkan untuk kelangkaan gula, Sahala menjawab saat ini beberapa pabrik penggilingan gula pasir, salah satunya Pabrik Gula Sei Semayang (PGSS) sudah kembali beroperasi, kelangkaan gula pun diyakini akan berakhir pada akhir April ini.

Dalam kesempatan itu, Komisi III juga menegaskan kepada Kepala Dinas Perdagangan Kota Medan, Damikrot untuk tidak tinggal diam dalam melihat kelangkaan gula dan harganya yang melonjak tajam hingga ke harga Rp19.000/Kg nya.

“Dinas Perdagangan itu harusnya mengawasi di lapangan, kenapa harga gula bisa segitu mahal. Dinas Perdagangan keliling, cek itu semua distributor, jangan ada yang bermain-main dalam kondisi darurat begini,” tegas Rahman.

Anggota Komisi III, Irwansyah (PKS) juga mengatakan tak hanya soal ketersediaan, tetapi Dinas Pedagang juga harus bisa menjaga kestabilan harga di pasaran.

“Pemko Medan kasih bantuan beras dalam jumlah terbatas, tak semua masyarakat kebagian. Jangan nanti masyarakat yang tak kebagian itu malah harus membeli bahan-bahan pokok dengan harga yang tinggi, ini juga harus diperhatikan,” cetus Irwansyah.

Menanggapi hal itu, Kadis Perdagangan Kota Medan, Damikrot berjanji akan segera melakukan kunjungan ke berbagai distributor guna melihat stok gula di pasaran.

“Pengawasan akan kita tingkatkan lagi, apalagi dalam waktu dekat ini Pemko Medan juga akan membuka pasar murah di Medan, walaupun tidak semua tapi ada beberapa seperti beras, gula, minyak goreng, telur dan lain-lain, akan kita mulai di awal Ramadhan,” tutupnya.

Pantauan Sumut Pos, saat Komisi III melakukan kunjungan ke gudang Bulog di Jalan Mustafa tersebut, Salah satu kecamatan di Kota Medan yakni Kecamatan Medan Barat datang ke gudang tersebut untuk mengambil paket beras sebanyak 400 karung (@5Kg).

Adapun Komisi III yang hadir dalam kunjungan tersebut antara lain, Ketua Komisi M Afri Rizki Lubis (Golkar), Wakil Ketua Abdul Rahman Nasution (PAN), anggota komisi seperti Netty Yuniati Siregar (Gerindra), Abrar Tarigan (Demokrat), Edriansyah Eldin (NasDem) dan Siti Suciati (Gerindra).

Sebelumnya, Plt Wali Kota Medan Ir Akhyar Nasution mengatakan, seluruh Kecamatan di Kota Medan telah menerima bantuan beras sebanyak 980 ton dari Pemerintah Kota (Pemko) Medan.

Sedangkan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Medan, Endar Lubis mengatakan, beras-beras tersebut akan dibagikan masing-masing kecamatan melalui pihak kelurahan untuk dibagikan secara langsung kepada masyarakat.

“Sudah diterima masing-masing kecamatan. Mereka sudah bawa dan akan dibagikan oleh kelurahan, masing-masing keluarga akan dapat 5kg,” ucap Endar kepada Sumut Pos, Minggu (5/4).

Namun, pembagiannya akan dilakukan secara bertahap hingga seluruh masyarakat yang direkomendasikan oleh masing-masing kepala lingkungan kepada masing-masing kelurahannya dapat menerima bantuan tersebut. “Sampai beras tersebut dapat tersalurkan secara merata,” ujarnya.

Bila pada akhirnya stok beras yang disalurkan, yakni sebanyak 980 ton ternyata masih kurang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang membutuhkan beras tersebut, kata Endar, Pemko Medan akan menambahkan stok berasnya hingga mampu memenuhi kebutuhan masyarakat miskin belum mendapatkan bantuan tersebut. “Kalau kurang ya akan kita tambah, sampai terpenuhi,” katanya. (map)

Masyarakat Tolak TWI Sitinjo Dairi Jadi Tempat Isolasi Covid-19

TOLAK: Masyarakat Desa Sitinjo Kecamatan Sitinjo Kabupaten Dairi menolak rencana Pemkab Dairi jadikan lokasi TWI tempat isolasi ODP dan PDP covid-19, Sabtu (4/4). RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
TOLAK: Masyarakat Desa Sitinjo Kecamatan Sitinjo Kabupaten Dairi menolak rencana Pemkab Dairi jadikan lokasi TWI tempat isolasi ODP dan PDP covid-19, Sabtu (4/4). RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
TOLAK: Masyarakat Desa Sitinjo Kecamatan Sitinjo Kabupaten Dairi menolak rencana Pemkab Dairi jadikan lokasi TWI tempat isolasi ODP dan PDP covid-19, Sabtu (4/4). RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
TOLAK: Masyarakat Desa Sitinjo Kecamatan Sitinjo Kabupaten Dairi menolak rencana Pemkab Dairi jadikan lokasi TWI tempat isolasi ODP dan PDP covid-19, Sabtu (4/4). RUDY SITANGGANG/SUMUT POS

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Ratusan masyarakat Desa Sitinjo Kecamatan Sitinjo Kabupaten Dairi melakukan aksi protes dengan menutup akses masuk kompleks Taman Wisata Iman (TWI) Sitinjo, Kecamatan Sitinjo, Sabtu (4/4).

Mereka membentang spanduk bertuliskan penolakan terhadap kebijakan Bupati Eddy Berutu menjadikan objek wisata tersebut sebagai tempat isolasi / rumah singgah para Orang Dalam Pemantauan (ODP) corona virus dease (Covid-19) di wilayah tersebut.

“Kami warga Taman Wisata Iman dan masyarakat Sitinjo menolak Taman Wisata Iman menjadi tempat karantina (rumah singgah) ODP dan PDP Covid-19,” seru masyarakat lewat spanduk yang dibentangkan.

Peserta aksi, Maksum Kudadiri mengatakan, masyarakat menolak TWI menjadi rumah singgah Covid-19, karena dikhawatirkan akan berimbas pada nama baik objek wisata religi seluas sekitar 13 hektare tersebut.

“Wisatawan jadi enggan berkunjung ke sini, karena takut kena Corona, sehingga berpengaruh juga kepada perekonomian pedagang di kompleks TWI,” kata Maksum yang juga penasehat Sulang Silima Marga Kudadiri.

Maksum menyebut, masyarakat belum menerima pemberitahuan sebelumnya soal TWI akan menjadi rumah singgah Covid-19. “Kami tahu dari berita,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sitinjo, Rudianto Kudadiri, juga mengatakan hal senada bahwa dirinya belum mendengar tentang perubahan sementara TWI Sitinjo.

“Iya, belum ada pemberitahuan ke desa. Saya sendiri tahu dari laporan warga, dan warga tahu dari berita,” kata Kades.

Warga Desa Sitinjo mendesak Bupati Eddy Berutu mempertimbangkan ulang soal kebijakan menjadikan TWI sebagai rumah singgah ODP Covid-19, karena warga takut tertular Corona. Sebelumnya, dalam keterangan pers, Eddy KA Berutu berencana menjadikan lokasi TWI jadi rumah singgah bagi ODP dan PDP covid-19.

Eddy menyebut, lokasi Bahtera Nuh yang memiliki 33 kamar akan dijadikan sebagai rumah singgah ODP dan PDP covid-19. Akibat aksi itu, dalam siaran pers, Sabtu (4/4) malam, Pemkab Dairi melalui Gugus Tugas covid-19, tempat isolasi atau rumah singgah akan dipusatkan di RSUD Sidikalang. (rud/ram)

Tiga Pimpinan DPRD Dairi Dapat Mobil Dinas Baru

BARU: Mobil Dinas Ketua DPRD Dairi BB 3 Y yang baru saat terparkir di gedung dewan Jalan Sisingamangaraja Sidikalang.
BARU: Mobil Dinas Ketua DPRD Dairi BB 3 Y yang baru saat terparkir di gedung dewan Jalan Sisingamangaraja Sidikalang.
BARU: Mobil Dinas Ketua DPRD Dairi BB 3 Y yang baru saat terparkir di gedung dewan Jalan Sisingamangaraja Sidikalang.
BARU: Mobil Dinas Ketua DPRD Dairi BB 3 Y yang baru saat terparkir di gedung dewan Jalan Sisingamangaraja Sidikalang.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Di tengah mewabahnya pandemi corona virus dease (Covid-19). Tiga pimpinan DPRD Kabupaten Dairi yakni Ketua dan 2 Wakilnya mendapat mobil Dinas Baru. Harga ketiga Mobil Dinas tersebut hampir mencapai Rp2 miliar.

Padahal, masyarakat saat ini sedang dirundung musibah virus corona. Karena fasilitas tersebut, wakil rakyat tersebut terkesan tidak memiliki keprihatinan terhadap penderitaan warga yang sedang di rumahkan atas imbauan pemerintah untuk mencegah penularan covid-19.

Kepala Bagian (Kabag) Umum dan Keuangan Sekretariat DPRD Dairi, Robert Sitorus saat dikonfirmasi membenarkan pengadaan mobil Dinas baru tiga pimpinan DPRD. Robert menjelaskan, ketiga mobil dinas itu yakni untuk Ketua DPRD, Sabam Sibarani (Dari Golkar) BB 3 Y jenis Pajero Dakkar seharga Rp668 juta.

“Untuk Wakil Ketua Wan September (Demokrat) dan Halvensius Tondang (PDIP) jenisnya serupa Pajero Dakkar hanya beda tipe masing-masing seharga Rp559 juta. Robert menyebut, pengadaan mobil dinas tersebut e-Katalog. Sesuai masa kontrak, 16 Maret -14 April 2020,” ucapnya.

Dijelaskannya, pengadaan ketiga kendaraan dinas bersumber dari APBD 2020. Dananya sudah dianggarkan sejak penyusunan APBD 2020 tahun 2019 lalu.

“Sebenarnya pengadaanya pada triwulan 1 sudah harus tuntas, dan mobil ini bukan permintaan tetapi mobil dinas lama sudah 5 tahun,” tambahnya.

Robert mengatakan pembatalan sulit dilakukan karena sesuai tekhnik scedule sudah survei dan sudah ikat kontrak sebelum wabah virus corona merebak.

“Sebenarnya, ada sempat terpikir untuk membatalkan, tapi gak bisa. Sekarang sekretariat sedang mengurus pengembalian mobil lama ke bagian asset,” tutupnya.

Untuk diketahui, mobil dinas lama untuk Ketua jenis Pajero, sedangkan mobil Wakil jenis Innova 5. (rud/ram)

21 Kecamatan Terima Bantuan Beras, Stok Bulog Tak Capai 980 Ton

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Stok beras di Gudang Bulog Baru (GBB) Pulo Brayan di Jalan Mustafa, Kelurahan Pulo Brayan Darat I, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan saat ini tak mencapai 980 ton.

Padahal, bantuan beras yang akan diberikan kepada masyarakat di 21 kecamatan di Kota Medan terdampak ekonomi akibat wabah virus corona mencapai 980 ton. Kurangnya stok beras tersebut diketahui setelah Komisi III DPRD Medan mengunjungi GBB Pulo Brayan tersebut, Senin (6/4).

Dalam kunjungan itu, Komisi III turut memanggil Dinas Perdagangan Kota Medan yang dihadiri langsung oleh Kadis Perdagangan Kota Medan, Damikrot dan Kabid Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan Kota Medan, Rislan Indra.

Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Medan, Abdul Rahman Nasution mempertanyakan keberadaan beras di gudang Bulog tersebut yang tidak mencapai 980 ton saat dilakukan pengecekan oleh Komisi III dan Dinas Perdagangan.

Ia juga mempertanyakan kesanggupan Bulog dalam menyediakan stok beras yang dimaksud untuk dibagikan kepada 21 kecamatan di Kota Medan. “Kami tadi sudah cek langsung ke gudang ini, tidak ada kami lihat 980 ton. Sebenarnya, Bulog ini mampu atau tidak untuk menyediakan beras itu? Jangan sampai masyarakat tidak kebagian beras karena Bulog yang tidak mampu menyediakannya,” ungkap Rahman Senin (6/4).

Kalaupun tidak bisa disediakan secara langsung, Rahman meminta agar Bulog mampu menyediakan total 980 ton beras tersebut dalam waktu secepatnya, agar seluruh beras tersebut dapat didistribusikan segera.

Menjawab hal itu, Kepala Gudang GBB Pulo Brayan, Sahala Lumbanraja mengatakan, pihaknya menjamin kemampuan Bulog untuk menyediakan dan menyalurkan 980 ton beras tersebut dalam kurun waktu kurang dari 2 pekan.

“Bulog pasti mampu menyediakannya, dalam minggu ini, paling lama di minggu kedua. Sabtu kemarin sudah masuk 50 ton dan sudah didistribusikan 31 ton, hari ini (kemarin,Red) akan masuk lagi 50 ton dan akan terus kita distribusikan, begitu seterusnya,” jawabnya.

Sahala mengatakan, sejak awal tidak ada ketentuan yang menyebutkan pihak Bulog harus menyediakan beras dalam jumlah 1.000 ton sekaligus. Justru, penyediaan beras dalam jumlah secara berkala dapat membuat pihak kecamatan dapat mendistrbusikan beras secara teratur. “Apalagi gudang kita bisa langsung penuh dengan masuknya 1.000 ton secara bersamaan, makanya kita buat bertahap,” katanya.

Kata Sahala, untuk beras yang dibagikan Pemko Medan kepada masyarakat kurang mampu tersebut, Bulog memberikan beras dalam negeri (non import) dengan kualitas baik, yakni beras dalam kategori ‘medium plus’ dengan kisaran harga eceran sebesar Rp11.500 per kilogramnya.

Anggota Komisi III, Irwansyah (PKS) juga mengatakan tak hanya soal ketersediaan, tetapi Dinas Pedagang juga harus bisa menjaga kestabilan harga di pasaran.

“Pemko Medan kasih bantuan beras dalam jumlah terbatas, tak semua masyarakat kebagian. Jangan nanti masyarakat yang tak kebagian itu malah harus membeli bahan-bahan pokok dengan harga yang tinggi, ini juga harus diperhatikan,” cetus Irwansyah.

Pantauan Sumut Pos, saat Komisi III melakukan kunjungan ke gudang Bulog di Jalan Mustafa tersebut, Salah satu kecamatan di Kota Medan yakni Kecamatan Medan Barat datang ke gudang tersebut untuk mengambil paket beras sebanyak 400 karung (@5Kg).

Adapun Komisi III yang hadir dalam kunjungan tersebut antara lain, Ketua Komisi M Afri Rizki Lubis (Golkar), Wakil Ketua Abdul Rahman Nasution (PAN), anggota komisi seperti Netty Yuniati Siregar (Gerindra), Abrar Tarigan (Demokrat), Edriansyah Eldin (NasDem) dan Siti Suciati (Gerindra).

Sebelumnya, Plt Wali Kota Medan Ir Akhyar Nasution mengatakan, seluruh Kecamatan di Kota Medan telah menerima bantuan beras sebanyak 980 ton dari Pemerintah Kota (Pemko) Medan.

Sedangkan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Medan, Endar Lubis mengatakan, beras-beras tersebut akan dibagikan masing-masing kecamatan melalui pihak kelurahan untuk dibagikan secara langsung kepada masyarakat.

“Sudah diterima masing-masing kecamatan. Mereka sudah bawa dan akan dibagikan oleh kelurahan, masing-masing keluarga akan dapat 5kg,” ucap Endar kepada Sumut Pos, Minggu (5/4).

Namun, pembagiannya akan dilakukan secara bertahap hingga seluruh masyarakat yang direkomendasikan oleh masing-masing kepala lingkungan kepada masing-masing kelurahannya dapat menerima bantuan tersebut. “Sampai beras tersebut dapat tersalurkan secara merata,” ujarnya.

Bila pada akhirnya stok beras yang disalurkan, yakni sebanyak 980 ton ternyata masih kurang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang membutuhkan beras tersebut, kata Endar, Pemko Medan akan menambahkan stok berasnya hingga mampu memenuhi kebutuhan masyarakat miskin belum mendapatkan bantuan tersebut. “Kalau kurang ya akan kita tambah, sampai terpenuhi,” katanya.

Selain itu, Endar juga menjawab mengapa pada akhirnya beras yang dibagikan sebanyak 980 ton, bukan 1.000 ton seperti rencana awal. “Itu kan tergantung ketersediaan beras di Bulog. Kemarin stok yang ada di Bulog 1080 ton, tapi kan Bulog harus punya cadangan seratus ton untuk Kabupaten/Kota dan dua ratus ton provinsi. Ya sudah, maka yang ada 980 ton,” jawabnya.

Stok Beras Bulog Sumut 40 Ribu Ton

Masih terkait beras, Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Sumut sudah menyalurkan 200 ton beras ke Pasar tradisional dan berbagai wilayah di Kota Medan pada awal bulan April 2020. Hal ini untuk mengamankan persediaan pangan di tengah wabah virus corona.

“Kalau penjualan yang tersalurkan selama bulan April 2020, sekitar 200 ton di berbagai wilayah Kota Medan, sejak 1 hingga 5 April 2020,” ungkap Humas Perum Bulog Sumut, Karni Lubis melalui pesan whatsapp, Senin (6/4) siang.

Sementara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut menetapkan masa tanggap darurat Covid-19 hingga bulan Mei 2020, mendatang. Karni menegaskan untuk stok pangan aman, termasuk pada bulan Ramadaan tahun ini.

“Insyaallah dengan persedian beras yang ada saat ini diseluruh gudang Bulog se-Sumut aman. Apa lagi persediaan besar ada di gudang Bulog Medan,” ungkap Karni.

Karni menambahkan Pemerintah Kota (Pemko) Medan membeli 1.000 ton beras untuk disalurkan kepada masyarakat sebagai bentuk bantuan terdampak dengan situasi penyebaran virus corona. “1000 ton ini, rencana yang akan dibagikan oleh Pemko Medan (secara bertahap),” pungkas Karni.

Pemimpin Perum Bulog Wilayah Sumut, Arwakhudin Widiarso mengungkapkan pihak Bulog memiliki pasokan beras sebesar 40 ribu ton. Sementara, untuk daging beku sebanyak 3 ton dan tepung terigu mencapai dua ton.

“Kalau minyak goreng, kita punya stok sebanyak 5.000 liter. Kita memastikan pasokan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Arwakhudin.(map/gus/ila)