29 C
Medan
Monday, January 12, 2026
Home Blog Page 4330

8 Sembuh dari Covid-19, Tim Medis Semangat

SEMBUH Paramedis RSUP Haji Adam Malik berfoto bersama para pasien yang telah sembuh dari infeksi Covid-19, sebelum mereka dipulangkan, Selasa (7/4).
SEMBUH Paramedis RSUP Haji Adam Malik berfoto bersama para pasien yang telah sembuh dari infeksi Covid-19, sebelum mereka dipulangkan, Selasa (7/4).
SEMBUH Paramedis RSUP Haji Adam Malik berfoto bersama para pasien yang telah sembuh dari infeksi Covid-19, sebelum mereka dipulangkan, Selasa (7/4).
SEMBUH Paramedis RSUP Haji Adam Malik berfoto bersama para pasien yang telah sembuh dari infeksi Covid-19, sebelum mereka dipulangkan, Selasa (7/4).

MEDAN. SUMUTPOS.CO – Pasien yang sembuh dari Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) setelah dirawat di RSUP H Adam Malik Medan, terus bertambah. Setelah sebelumnya dua pasien dinyatakan sembuh dan boleh pulang, Selasa (7/4) kemarin, 6 pasien corona lainnya juga dinyatakan sembuh berdasarkan hasil pemeriksaan klinis serta dua kali pemeriksaan swab dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Fakta ini membuat tim medis yang menangani merasa bahagia, terharu, sekaligus bersemangat.

“RASA BAHAGIA bercampur haru terpancar dari wajah tim medis yang selama ini menangani pasien. Mereka sangat berbahagia dengan hasil laboratorium yang baru diterima hari ini. Alhamdulillah, kita memulangkan kembali 6 orang pasien yang sembuh dari Covid-19. Dengan demikian, total yang sembuh menjadi 8 pasien,” ujar Direktur Medik dan Keperawatan RSUP H Adam Malik, dr Zainal Safri, SpPD-KKV SpJP (K), Selasa (7/4).

Disebutkan dr Zainal, 6 pasien yang dinyatakan sembuh terdiri dari 4 perempuan dan 2 laki-laki. Namun ia tidak menjelaskan asal daerah para pasien tersebut. I juga menolak menjelaskan riwayat perjalanan dan penyakit yang dialami, serta proses penularan virus corona terhadap para pasien.

Namun ia membenarkan, anggota DPRD Sumut, M Aulia Rizky Aqsa (Aulia Agsa), termasuk salahsatu dari pasien positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh. Sebelumnya, ayah Aulia, Agustama, membenarkan anaknya sudah dinyatakan sembuh oleh pihak RS pada 3 April lalu. Namun ia meminta anaknya tetap diisolasi di rumah sakit, sampai hasil test dari Balitbang Kemenkes keluar.

Karena itu, 2 pasien sembuh lebih dulu dipulangkan dari Aulia, yaitu dokter berinisial M (44) yang bertugas di RSUP H Adam Malik, dan Ory Kurniawan (ajudan Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajeckshah alias Ijeck). Dokter berinisial M dipulangkan pada Sabtu (4/4), sedangkan Ory Kurniawan (25) dipulangkan pada Senin (6/4).

dr Zainal memastikan, ke-8 pasien yang sembuh itu telah dinyatakan negatif Covid-19, sesuai hasil pemeriksaan swab dengan metode PCR di Laboratorium Balitbangkes Jakarta.

Direktur Umum dan Operasional RSUP HAM, dr Mardianto SpPD-KEMD, menambahkan kesembuhan 8 pasien Covid-19 ini membuat semua tenaga medis yang terlibat, semakin bersemangat.

Ia mengakui, jumlah pasien terindikasi Covid-19 yang setiap hari datang atau dirujuk ke RSUP H Adam Malik, terus meningkat. Hal ini berdampak pada ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD). “Meski demikian, berkat donasi dan bantuan dari berbagai pihak, RSUP H Adam Malik mampu memberikan pelayanan terbaik bagi pasien Covid-19. Kami bangga untuk semua tim,” ujarnya.

Kasubbag Humas RSUP HAM, Rosario Dorothy Simanjuntak (Rosa), mengatakan dengan pemulangan 6 pasien positif Covid-19 yang sembuh, maka hingga Selasa sore jumlah pasien positif yang dirawat di sana berkurang menjadi 6 orang. Sebelumnya berjumlah 12 orang.

“Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dirawat sebanyak 11 orang, atau bertambah 6 orang dibandingkan hari Senin (6/4) berjumlah 5 orang,” katanya.

Terpisah, Aulia Agsa mengaku bersyukur atas kesembuhan dirinya dari Covid-19. Aulia pun berterima kasih kepada seluruh tenaga medis di rumah sakit rujukan utama Covid-19 di Sumut, terkhusus yang telah merawatnya.

“Alhamdulillah saya sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19. Saya ucapkan terima kasih kepada semua tenaga medis, terutama di ruang isolasi RSUP H Adam Malik. Mereka merawat dengan tulus dan ikhlas. Mereka juga pahlawan negara karena berjuang untuk menyembuhkan orang-orang yang terpapar virus corona. Jaga kesehatan dan tetap di rumah mengikuti imbauan pemerintah,” ujar Aulia, dalam video yang diunggah akun resmi instagram milik RSUP H Adam Malik.

Wajib Kenakan Masker

Diutarakan dia, kebijakan ‘wajib menggunakan masker’ diterapkan seiring penerapan status tanggap darurat di Sumut. Masyarakat diharapkan dapat mengenakan masker dari kain 3 lapis, sembari tetap menjalankan prosedur pencegahan Covid-19, seperti menjaga jarak minimal 2 meter, mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, serta tidak berkerumun.

“Sikap yang tidak disiplin dalam menerapkan hal ini akan membuat upaya memutus mata rantai penyebaran corona sulit berhasil,” cetusnya.

Terkait jumlah donasi uang yang terkumpul atas sumbangan dari berbagai pihak, Whiko mengaku, saat ini tercatat jumlahnya sebanyak Rp 265.340.000. “Kepada masyarakat yang ingin menyumbang bisa transfer ke rekening donasi yang telah dibuat Pemerintah Provinsi Sumut,” ucapnya.

Hingga saat ini, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumut belum ada menerima penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dari kabupaten/kota di Sumut. Bahkan, kebijakan PSBB di wilayah Sumut sendiri masih dalam pembahasan. “Kendalanya, kesiapan dari masyarakat terhadap pelaksanaan PSBB di wilayah masing-masing. Termasuk juga kesiapan dari pemerintah daerah setempat,” imbuhnya.

Pastikan Ketersediaan Pangan

Terpisah, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menekankan koordinasi antara pemerintah pusat dengan daerah beserta pihak lain, dalam upaya pencegahan dan penanganan Covid-19. Kata Tito, perlu adanya arus mobilisasi secara nasional.

“Pusat tidak bekerja sendiri, di mana kewenangan kepala daerah cukup besar. Sehingga penanganan Covid-19 ini perlu mobilisasi arus nasional yaitu kerja sama antara pusat dan daerah,” kata Tito, dalam video conference terkait bidang perindustrian, perdagangan dan pangan, dengan para pejabat daerah terkait penanganan Covid-19, Selasa (7/4).

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara (Sumut) R Sabrina mengikuti video conference tersebut di Lantai 6 Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro Medan. Selain Mendagri, turut hadir Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, Menteri BUMN Erick Thohir, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia beserta para Sekdaprov, bupati dan walikota se-Indonesia.

Menurut Tito, ada beberapa hal yang harus diperhatikan daerah dalam menjaga daerahnya. Di antaranya mencukupi ketersediaan sarana dan prasarana ataupun alat kesehatan, serta menjaga kesiapan pangan. “Karena apabila pangan tidak cukup akan menimbulkan gangguan sosial dan lain-lain,” kata Tito.

Tito juga menyampaikan strategi yang bisa dilakukan untuk memenuhi kebutuhan alat kesehatan dalam negeri. Antara lain produksi alat kesehatan dimaksimalkan dan tidak diekspor. Harus diprioritaskan untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri. “Dan industri lain yang berhubungan bisa diubah untuk memproduksi alat kesehatan,” kata Tito.

Selain itu, masing-masing daerah diharapkan dapat melakukan inovasi menjaga ketersediaan alat kesehatan masing-masing, sekaligus menghidupkan ekonomi mikro dan makro. “Memenuhi kebutuhan dalam negeri ini sebenarnya peluang bisnis yang baik,” kata Tito.

Agar industri tetap bertahan, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengharapkan kepala daerah agar memberikan keleluasaan pada industri. Tidak hanya yang memproduksi alat kesehatan melainkan juga industri lain.

“Kami mohon kepada kepala daerah paling tidak bisa memberikan keleluasaan kepada industri, bukan hanya yang terkait alat kesehatan tapi industri yang punya keinginan tetap berproses produksi, ini kita jaga,” kata Agus.

Senada dengan Mendagri, Sekdaprov Sumut R Sabrina mengatakan sinergi dengan pemerintah pusat dalam menangani penyebaran Covid-19 sangat penting dilakukan. Tidak hanya pemerintah, pihak terkait seperti pengusaha hingga masyarakat juga perlu dilibatkan.

Sekda berjanji akan berkoordinasi dengan seluruh OPD Pemprov Sumut dan pihak terkait, dengan arahan menteri yang disampaikan pada video conference tersebut. (ris/prn)

Positif Covid-19 Naik menjadi 76 Orang

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Di saat sejumlah pasien positif Covid-19 telah sembuh, jumlah pasien positif di Sumatera Utara meningkat menjadi 76 orang. Hari sebelumnya hanya 57 orang. Artinya, terjadi penambahan 19 orang yang positif terjangkit virus corona.

“Positif Covid-19 berjumlah 76 orang, di mana 7 orang di antaranya telah meninggal dunia. Dari jumlah 76 orang yang positif tersebut, 53 berdasarkan hasil pemeriksaan swas (PCR) dan 23 lagi rapid test,” ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumut, Mayor Kes dr Whiko Irwan D SpB, dalam keterangan persnya melalui video streaming, Selasa (7/4) sore.

Penambahan terjadi pada jumlah PDP yang kini sebanyak 133 orang. Sebelumnya, PDP berjumlah 127 orang. Dengan demikian, ada penambahan 6 orang. “Dari data-data tersebut, penyebaran Covid-19 di Sumut masih terus terjadi. Namun, kabar baik adanya 8 orang yang sembuh, membuktikan bahwa penyakit ini dapat disembuhkan,” sebut Whiko.

Oleh sebab itu, sambung dia, pemerintah terus mengimbau seluruh masyarakat agar tetap di rumah demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Pemerintah berharap agar seluruh masyarakat dapat bersabar, hingga situasi kembali normal.

Untuk itu, bagi masyarakat yang memiliki rezeki lebih diharapkan dapat saling berbagi dengan sesama agar efek ekonomi yang timbul dapat diatasi secara bersama. “Kebijakan yang memberlakukan status tanggap darurat harus tetap kita dukung, karena saat ini sedang berhadapan dengan musuh tidak kasat mata,” ucapnya.

Bobol Rumah Pegawai BUMN, Buron 2 Pekan, Pendi Dibekuk Polisi

DITANGKAP: Tekab Sat Reskrim Polresta Deliserdang berhasil menangkap Pendi Azwar (tengah). Pendi sempat buron dua pekan.
DITANGKAP: Tekab Sat Reskrim Polresta Deliserdang berhasil menangkap Pendi Azwar (tengah). Pendi sempat buron dua pekan.
DITANGKAP: Tekab Sat Reskrim Polresta Deliserdang berhasil menangkap Pendi Azwar (tengah). Pendi sempat buron dua pekan.
DITANGKAP: Tekab Sat Reskrim Polresta Deliserdang berhasil menangkap Pendi Azwar (tengah). Pendi sempat buron dua pekan.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Berakhir sudah pelarian Pendi Azwar alias Pendi (22) dua pekan diburu kasus pembobolan rumah karyawan BUMN diDusun III, Desa Dalu X A Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deliserdang, warga Dusun VI Desa Dagang Kelambir Gang Bilal Kecamatan Tanjung Morawa dibekuk Tekab Sat Reskrim Polresta Deliserdang, Selasa (7/4)

Informasi dihimpun, penangkapan Pendi berdasarkan laporan pengaduan korban Hartanto SE (46). Dalam LP / 145 / III / 2020 / SU / Resta.DS pada Selasa (24/3) itu disebutkan peristiwa pembobolan rumah korban terjadi sekira pukul 04.00 WIB. 1 Laptop Mac Book Air, 1 Unit Hendphone Redmie Not 6 pro, 1 Hendphone Vivo V5, 2 unit Hendphone Iphone, 1 Camera Polaroid, uang tunai Rp300.000 digasak pelaku.

Kejadian bermula diketahui oleh Alvita yang terbangun sekira pukul 04.00 WIB melihat handphone yang diletaknya disamping tempat tidur sudah tidak ada lagi. Kemudian saksi membangunkan ibunya, Julia dan menanyakan handphone tersebut apakah ada diambil oleh ibunya.

Ternyata handphone milik Julia beserta dua orang anak korban juga hilang digasak pelaku. Kemudian Julia membangunkan membangunkan Hartanto dan mengecek seluruh rumah. Pintu atas rumah sudah terbuka dan flapon rusak. Adapun barang-barang yang digasak oleh pelaku berupa 1 unit laptop macbook air, handphone merk redmi 6 pro, 1 unit handphone vivo V5, 2 unit handphone iphone, dan 1 unit camera polaroid dan uang tunai Rp300.000. Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian yang ditaksir Rp20.000.000 dan membuat laporan pengaduan ke Polresta Deliserdang.

Mendapat laporan pengaduan korban, Tekab Sat Reskrim Polresta Deliserdang melakukan penyelidikan dan mengarah kepada Pendi Azwar alias Pendi. Pria penangguran ini dibekuk di Gang Bukit Desa Dagang Kelambir Kecamatan Tanjung Morawa. Guna pemeriksaan, Pendi berikut barang bukti 1 Unit Laptop MAC Book Air, 2 unit Hendphone Iphone, 1 unit Camera Polaroid diangkut ke Sat Reskrim Polresta Deli Serdang. (btr)

Sidang Galian C Ilegal Pantai Acong, PTPN II Takut Bersinggungan

KETERANGAN: Ssaksi polisi, ahli dan PTPN II mengikuti sidang melalui video streaming di Ruang Cakra PN Binjai. Fachril/sumut pos
KETERANGAN: Ssaksi polisi, ahli dan PTPN II mengikuti sidang melalui video streaming di Ruang Cakra PN Binjai. Fachril/sumut pos
KETERANGAN: Ssaksi polisi, ahli dan PTPN II mengikuti sidang melalui video streaming di Ruang Cakra PN Binjai. Fachril/sumut pos
KETERANGAN: Ssaksi polisi, ahli dan PTPN II mengikuti sidang melalui video streaming di Ruang Cakra PN Binjai. Fachril/sumut pos

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Ketua Majelis Hakim Fauzul Hamdi didampingi anggota Tri Syahriawani dan Aida Harahap menggelar sidang melalui video streaming di Ruang Cakra Pengadilan Negeri Binjai, Rabu (7/4). Sidang beragenda mendengar keterangan saksi dari PTPN II, saksi ahli dan polisi.

“Tanah (yang digali) itu masih dalam HGU tahun 2002. Kami sudah mengetahuinya sejak lama aktivitas itu. Bahkan juga sudah buat laporan ke Polres Binjai,” kata Menejer Kebun Sei Semayang, Bram Sitompul di PN Binjai, Selasa (7/4).

Alat berat yang digunakan adalah eskavator atau beko. Menurut dia, aktivitas ilegal yang sekarang disebut Pantai Acong itu masih di areal tanah PTPN II sekitar 100 hektar. “Kalau tidak digali, kami akan menanami tebu. Karena memang sebelumnya ditanami tebu,” kata dia.

Bram juga tidak tahu siapa yang bertanggung jawab atas aktivitas ilegal yang merugikan negara tersebut. Begitupun, dia sudah melayangkan secara tertulis kepada masyarakat sekitar untuk menghentikan aktivitas ilegal tersebut.

“Membahayakan kalau bersinggungan dengan mereka. Kantor Afdeling kami saja juga sudah dirusak. Kalau permukaannya rata, tentu akan kami tanami tebu,” beber dia.

Polisi yang dihadirkan sebagai saksi juga banyak tidak tahunya. Apalagi saat ditanya siapa pemilik Beko tersebut.”Pak haji panggilannya,” kata seorang personel dari Satuan Reserse Kriminal Polres Binjai bermarga Siahaan.

Menurut Siahaan, penggerebekan yang dilakukan Korps Tri Brata diduga bocor. Alhasil, tidak melihat aktivitas ilegal tersebut.

“Saat kami ke lokasi, sudah tidak ada lagi. Sudah lari. Belum ditanya siapa yang melakukan (atau yang bertanggung jawab), tidak ada yang bisa ditanya,” kata Siahaan.

Sementara, saksi ahli menilai, aktivitas tersebut adalah ilegal. Lahan yang dikeruk terdakwa tidak mengantongi izin.

Ditambah lagi, tanah yang dikeruk masih terdaftar sebagai HGU PTPN II. Sidang melalui video streaming sedikit terkendala sinyal.

“Cukup ya. Selasa depan (14/4) sidang dilanjutkan ,” tandas Fauzul sembari mengetuk palu tiga kali.

Diketahui, 2 terdakwa masing-masing Wahyudi Barus dan Suparno Habibi dinilai bertanggung jawab atas aktivitas Galian C Ilegal Pantai Acong di Kelurahan Bakti Karya, Binjai Selatan. Keduanya dengan berkas terpisah sudah mendengar dakwaan dari JPU Perwira.

Dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Perwira Tarigan bahwa Wahyudi Barus didakwa Pasal 158 Undang-Undang RI No 04 tahun 2009 tentang pertambangan Minerba Jo 56 Ke 1 KUHP. Sementara Suparno, didakwa Pasal 158 Undang-Undang RI No 04 tahun 2009 tentang pertambangan Minerba. Dalam dakwaan JPU, Wahyudi disebut selaku menyediakan atau menyewa alat berat eskavator milik Suparno.

Terdakwa Wahyudi memerintahkan operator alat berat mengeruk tanah, pasir dan batu di lahan Hak Guna Usaha PTPN II. Akibat aktifitas ilegal itu PTPN II mengalami kerugian senilai Rp6,5 miliar. (ted)

Korupsi Investasi Kapal Tunda, Mantan GM Pelindo I Dituntut 5 Tahun Penjara

SIDANG: Dua terdakwa korupsi pengerjaan investasi kapal, menjalani sidang tuntutan, Selasa (7/4).
SIDANG: Dua terdakwa korupsi pengerjaan investasi kapal, menjalani sidang tuntutan, Selasa (7/4).
SIDANG: Dua terdakwa korupsi pengerjaan investasi kapal, menjalani sidang tuntutan, Selasa (7/4).
SIDANG: Dua terdakwa korupsi pengerjaan investasi kapal, menjalani sidang tuntutan, Selasa (7/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mantan GM PT Pelindo I (Persero) Cabang Dumai, Drs Harianja MM (59) dan mantan Kepala Unit Galangan Kapal (UGK) PT Pelindo I (Persero), Rudi Marla ST, MM (52) masing-masing dituntut 5 tahun penjara. Keduanya dinyatakan bersalah, melakukan korupsi investasi pengerjaan Kapal Tunda (KT) Bayu III TA 2011.

Selain itu, keduanya juga didenda masing-masing Rp100 juta, subsider 6 bulan penjara. Namun keduanya tidak dibebani uang pengganti kerugian negara Rp1,3 miliar, dalam sidang di ruang Cakra 2 Pengadilan Tipikor Medan, Selasa (7/4).

“Kedua terdakwa terbukti melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana,” ucap JPU Christian dihadapan hakim ketua Ahmad Sayuti.

JPU menilai perbuatan terdakwa tidak menguntungkan diri sendiri, tapi menguntungkan orang lain ataupun koorporasi yakni Unit Galangan Kapal (UGK) Pelindo I.

Setelah mendengarkan tuntutan JPU, majelis hakim memberikan kesempatan kepada penasihat hukum untuk melakukan pembelaan (pledoi) pada sidang pekan depan.

Sesuai dakwaan, mantan GM Pelindo Cabang Dumai Harianja ST MM dan mantan Kepala UGK PT Pelindo I (Persero) Belawan Rudi Marla ST MM (berkas terpisah) sebagai orang yang bertanggung jawab terhadap investasi dan perbaikan Kapal Tunda Bayu III.

Pekerjaan investasi bernilai Rp3.025.000.000 sedangkan pekerjaan perbaikan bernilai Rp860.000.000. Uniknya, perkerjaan perbaikan diserah kepihak lain, sehingga terjadi selisih pembayaran Rp1,3 miliar. Pekerjaan perbaikan itu, disubkan UGK Pelindo Belawan kepada rekanan PT SPT yang tidak ada dalam kontrak.(man/btr)

Samosir Tolak Tuak dan Pulangkan Pengunjung

DIAMANKAN: Sejumlah pelajar yang datang ke Samosir diamankan polisi.
DIAMANKAN: Sejumlah pelajar yang datang ke Samosir diamankan polisi.
DIAMANKAN: Sejumlah pelajar yang datang ke Samosir diamankan polisi.
DIAMANKAN: Sejumlah pelajar yang datang ke Samosir diamankan polisi.

SAMOSIR, SUMUTPOS.CO – PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Samosir, kembali melakukan tindakan preventif guna memutus rantai penyebaran Corona virus disease (Covid-19) masuk ke Pulau Samosir. Tim gugus Covid-19 Samosir pun kembali menolak masuk tuak impor dari Simalungun lewat jalur Danau di pelabuhan Tomok dan memulangkan sebanyak 19 orang pengunjung pelajar asal Dairi yang masuk ke Samosir lewat jalur darat Tele, Kecamatan Harian, Senin (6/4).

Pemulangan 19 pelajar yang ingin merayakan berakhirnya masa-masa belajar itu dilakukan pihak keamanan mengingat status siaga darurat bencana non-alam Covid-19 yang sudah ditetapkan oleh keputusan Bupati Samosir.

“Alasan tidak jelas dan saat ini bukan musim libur untuk mengunjungi objek wisata, melainkan libur untuk tinggal di rumah guna memutus rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19 yang lagi melanda dunia. Untuk itu, aparat keamanan terpaksa harus memulangkan mereka demi menjaga Samosir agar tetap terjaga aman dari Covid-19,” terang bidang komunikasi kendali Covid-19, Rohani Bakkara.

Ditempat berbeda, lanjut Rohani, tim gugus di pintu masuk Pelabuhan Tomok, Kecamatan Simanindo, petugas Gugus Covid-19 juga membuang tuak (arak) kiriman dari Kabupaten Simalungun.

Menurutnya, langkah antisipatif ini merupakan bentuk konkrit yang dilakukan oleh pemerintah daerah untuk meminimalisir penularah wabah Covid-19 di Kabupaten Samosir.

“Mari kita saling menjaga dan mengantisipasi penularan wabah Covid-19 di daerah kita masing-masing, agar kita terhindar dari pandemi Covid-19 dan wabah ini dapat segera berakhir” ajaknya.

Dijelaskan, posko tim gugus kendali Covid-19 yang berjaga di pelabuhan Feri Tomok, merazia dan mendapatkan kemasan 13 jiregen tuak impor di dalam mobil bus SAMPRI. Tuak itu seogiyanya akan didistribusikan ke kedai-kedai tuak di Samosir yang dapat mengundang berkumpulnya massa dalam suatu tempat yang dikuatirkan akan mempermudah menularnya virus Corona.

Padahal sambungnya, sesuai dengan instruksi pemerintah pusat/daerah dalam antisipasi/penanganan berjangkitnya virus Corona, diwajibkan harus menghindari lokasi–lokasi keramaian dan menjaga jarak.

“Maka untuk menghindari hal–hal yang tidak diinginkan, posko tim gugus kendali Covid-19 bersama muspika, membuang tuak itu,” terang Rohani.

Melihat ketegasan tim gugus kendali Covid-19 itu, kata Rohani, Ketua tim gugus jendali Covid-19 Kabupaten Samosir, Rapidin Simbolon, menyampaikan apresiasi atas kinerja tim seraya menghimbau kepada produsen tuak impor untuk dapat menahan diri dalam memasukkan tuak impornya ke Samosir.

Kepada wartawan, Selasa (7/4), Bupati Samosir, Rapidin Simbolon menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Samosir akan tetap melakukan langkah-langkah itu hingga keadaan pulih secara nasional.

“Kami/Kita, akan tetap melakukan pencegahan ini, seperti pengunjung yang tidak jelas maksud dan tujuannya ke Samosir, kemudian penertiban tuak impor dan lain-lain. Kita tetap konsisten melakukannya hingga keadaan sudah pulih secara nasional dan Pemerintah Pusat sudah mencabut darurat bencana non-alam pandemi Corona,” kata Rapidin. (bbs/azw)

Tanggap Melakukan Pencegahan Labuhanbatu Belum Ditemui Kasus Corona

Kepala RSUD Rantauprapat dr. Syafril
Kepala RSUD Rantauprapat dr. Syafril
Kepala RSUD Rantauprapat dr. Syafril
Kepala RSUD Rantauprapat dr. Syafril

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – KOMITMEN Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu terus memerangi pendemik virus Corona (Covid-19). Pemkab tidak sendiri, dibantu Polres Labuhanbatu dan TNI pada Makodim 0209L/B, dan tidak terlepas dukungan seluruh masyarakat.

Berbagai kelompok masyarakat mandiri di Labuhanbatu itu terus gencar melakukan pencegahan virus dengan melakukan penyemprotan cairan disinfektan ke pemukiman masyarakat di setiap harinya dari lingkungan satu ke lingkungan lainnya tanpa terkecuali.

Tidak hanya itu, keseriusan kelompok pemuda dan masyarakat di Labuhanbatu tampak berjalan kompak dan seperti berbagi tugas dalam melakukan pencegahan dan merasakan kecemasan masyarakat dalam memerangi pendemik wabah virus Covid-19.

Dari pantauan wartawan di berbagai lokasi di Labuhanbatu, dalam pekan pertama di April tampak para kelompok-kelompok pemuda dan masyarakat melakukan pencegahan wabah virus Covid-19 , dan melaksanakan bakti sosial dengan memberikan dan membagikan paket sembako kepada elemen masyarakat guna mengurangi beban masyarakat selama melaksanakan kebijakan pemerintah untuk membatasi aktivitas di luar rumah.

Atas peran serta masyarakat dan komitmen Pemkab Labuhanbatu tersebut sampai saat ini, Selasa (7/4) belum ditemukan kasus corona. “Alhamdulillah, sampai saat ini kita tidak ada menerima PDP,” kata Kepala RSUD Rantauprapat dr Syafril.

Begitupun pihaknya mengharapkan peran serta seluruh lapisan masyarakat untuk menyampaikan informasi sekecil apapun terkait pendemik wabah virus Covid-19.

Pada penuturannya dokter spesial bedah itu menyebutkan bahwa, sebagai salah satu bentuk kepeduliaan Pemkab Labuhanbatu, terhadap warga masyarakat yang terpapar terkena virus corona pihaknya menyiapkan lantai 3 dari gedung C rumah sakit milik Pemkab Labuhanbatu.

“Meski RSUD Rantauprapat bukan rumah sakit rujukan, namun untuk tindakan pertama kamar isolasi itu cukup memadai. Begitu juga dengan tenaga medis yang tersedia, seperti dokter spesialis dengan tenaga perawat, telah siap memberikan pelayanan kepada masyarakat Labuhanbatu,” kata Syafril.

Dalam kesempatan ini, Syafril mengaku, memang sampai saat ini di RSUD Labuhanbatu belum ditemukan terduga korban terpapar Corona. Namun lanjutnya, yang dilakukan ini adalah bentuk antisipasi.

“Sebagai antisipasi antisipasi, kita hanya menyiapkan tim respons cepat dan isolasi ruangan, serta alat pelindung diri (APD) bagi para petugas yang akan menangani pengiriman,” jelasnya. (bbs/azw)

Lintas Tokoh, Polisi, & Pemko Tebingtinggi Lakukan Pertemuan Bahas Corona

SILATURAHIM: Pemko Tebingtinggi, Polres Tebingtinggi, dan lintas tokoh saat menggelar silatuahim di Kota Tebingtinggi, Selasa (7/4).
SILATURAHIM: Pemko Tebingtinggi, Polres Tebingtinggi, dan lintas tokoh saat menggelar silatuahim di Kota Tebingtinggi, Selasa (7/4).
SILATURAHIM: Pemko Tebingtinggi, Polres Tebingtinggi, dan lintas tokoh saat menggelar silatuahim di Kota Tebingtinggi, Selasa (7/4).
SILATURAHIM: Pemko Tebingtinggi, Polres Tebingtinggi, dan lintas tokoh saat menggelar silatuahim di Kota Tebingtinggi, Selasa (7/4).

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Kapolres TebingtinggI AKBP James P Hutagaol menggelar silaturahim dengan Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi, Brimob Detasemen B Kota Tebingtinggi, TNI, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat di Lapangan Mapolres Jalan Pahlawan Kota Tebingtinggi, Selasa (7/4). Silaturahim digelar untuk membahas pencegahan Virus Corona di Kota Tebingtinggi.

Kapolres Tebingtinggi AKBP James P Hutagaol, menyampaikan bahwa wadah ini diharapkan bisa untuk keselamatan, kesehatan dan terhindar dari penyebaran virus covid19. Di mana semua bisa menjadi garda terdepan dalam mencegah virus Covid 19.

“Dalam antisipasi penyebaran Covid 19 di Tebingtinggi, Polres Tebingtinggi dalam tiga minggu telah melaksanakan upaya pencegahan dimulai dari imbauan terkait peraturan pemerintah, breakdown implementasi dari Kapolri mengenai maklumat terkait isu Covid 19,” jelas AKBP James P Hutagaol.

Diimbau Tidak Mudik ke Luar Daerah

AKBP James P Hutagaol memaparkan bahwa tantangan yang paling besar adalah mengenai tradisi mudik. Karena ini bisa menjadi faktor terbesar penyebaran virus corona, maka dari itu Polres Tebingtinggi mengimbau untuk masyarakat terkhusus yang berada di Kota Tebingtinggi untuk memberi tahu saudaranya yang di luar untuk tidak melaksanakan mudik saat pandemi corona dan masyarakat yang lagi di Kota Tebingtinggi untuk tidak mudik keluar daerah.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan mengatakan virus corona telah menyebar di 201 negara dan ratusan ribu yang sudah terpapar Covid 19, di Kota Tebingtinggi kita sudah mempunyai ODP sebanyak 437 orang, dan PDP sebanyak 4 orang.

“Ini terjadi dikarenakan banyaknya masyarakat yang mudik ke Tebingtinggi yang berasal dari luar negeri dan luar daerah, para masyarakat yang mudik tidak bisa kita rapid test dikarenakan sulitnya mendapatkan rapid test, di mana Pemerintah Kota Tebingtinggi sudah memesan rapid test sebanyak 2.000 unit, tapi dikarenakan banyaknya antrean sehingga Pemko Tebingtinggi belum mendapatkannya,” jelas Umar Zunaidi Hasibuan.

Terang Umar, rencana ke depan Pemko Tebingtinggi akan melakukan test untuk Orang Tanpa Gejala. (ian/azw)

206 Rumah Warga Rusak Diterjang Angin Puting Beliung di Patumbak

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 206 rumah warga di Kecamatan Patumbak Deliserdang rusak diterjang angin puting beliung, Senin (6/4). Meski merusak ratusan rumah warga tersebut, namun tak ada korban jiwa peristiwa bencana alam itu.

Disebutkan rumah warga yang rusak terdapat di tiga desa. Desa Patumbak 1 kerusakan sebanyak 121 rumah, Patumbak 2 kerusakan 77 rumah dan Desa Pantasan Baru sebanyak 8 rumah.

Camat Patumbak Danang Yudha saat dikonfirmasi Selasa (7/4) membenarkan peristiwa tersebut. Dan Kecamatan Patumbak bersama BPBD Deliserdang sudah melakukan pendataan kerusakan rumah warga serta mendirikan tenda darurat di lokasi bencana.

“Kita buat dapur umum agar korban bisa makan dulu semua. Dua tenda sudah didirikan dari TNI Armed Delitua dan BPBD juga sudah melakukan pengecekan rumah korban,” kata Danang.

Sebelum dilakukan pembersihan kerumah korban Camat Patumbak memimpin apel bersama jajaran Muspika, Yon Armed, jajaran desa dan masyarakat setempat.

“Sudah kita lakukan pendataan terhadap rumah warga.Seperti rusak ringan, sedang dan rusak berat. Untuk memperbaikan rumah warga, akan koordinasikan secepatnya ke Pemkab Deliserdang,”sebutnya.(btr)

Ketahuan Bawa Sabu, Buruh Bangunan Diringkus Polsek Beringin

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Tim Buser Polsek Beringin Polresta Deliserdang dipimpin Kanit Reskrim IPTU D Manalu SH berhasil meringkus Dedi Ramadi (31) warga Pasar I Desa Karanganyar Kecamatan Beringin Kabupaten Deliserdang, Selasa (7/4). Pria yang berprofesi sebagai buruh bangunan itu ditangkap karena ketahuan membawa narkoba jenis sabu.

Menurut Kasi Humas Polsek Beringin Iptu J Tarigan SH mengatakan penangkapan itu berawal dari informasi masyarakat bahwa ada orang yang akan transaksi nakorba jenis sabu di Pasar 1 Timur Desa Karang Anyar Kecamatan Beringin.

Lantas Tim Buser Reskrim Polsek Beringin menindak lanjuti informasi tersebut dan mengamankan pelaku bersama barang bukti berupa 4 paket sabu-sabu yang di beli seharga Rp275.000 dari daerah Percut Seituan.

Selanjutnya pelaku bersama barang bukti dibawa ke Polsek Beringin dan dilanjutkan dikirim ke Sat Narkoba Polresta Deliserdang guna diproses hukum lebih lanjut.

“Barang bukti 4 paket sabu dalam bungkus plastik clip transparan warna putih,” ucapnya .

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya tersangka di jebloskan ke sel tahanan Polsek Beringin untuk pengembang.(btr)