27 C
Medan
Tuesday, January 13, 2026
Home Blog Page 4337

Antisipasi Penyebaran Covid-19, Hotel GranDhika Indonesia Siapkan Masker dan Hand Sanitizer

BERSIH: Karyawan Hotel GranDhika Setiabudi saat membersihkan bagian resepsionis.
BERSIH: Karyawan Hotel GranDhika Setiabudi saat membersihkan bagian resepsionis.
BERSIH: Karyawan Hotel GranDhika Setiabudi saat membersihkan bagian resepsionis.
BERSIH: Karyawan Hotel GranDhika Setiabudi saat membersihkan bagian resepsionis.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Merespon situasi darurat terkait meningkatnya secara signifikan virus Corona di dunia termasuk Indonesia. Hotel GranDhika Indonesia yang menaungi Hotel GranDhika Iskandarsyah Jakarta, Hotel GranDhika Setiabudi Medan, dan Hotel GranDhika Pemuda Semarang mengambil langkan antisipatif demi menangkal penyebaran virus Corona. Langkah ini diambil guna menjaga kesehatan, keamanan, dan kenyamanan seluruh tamu maupun staff hotel.

Corporate Marketing Communication Manager Hotel GranDhika Indonesia, Ancha Apriansyah mengatakan bahwa management Hotel GranDhika Indonesia telah berupaya untuk senantiasa menerapkan standar sanitasi dan pola higienis pada setiap elemen staff karyawan, produk dan pelayanan guna mencegah penyebaran virus corona.

Seperti mempersiapkan hand sanitizer disetiap lantai beserta prosedur membersihkan tangan sesuai anjuran WHO, menyiapkan masker bagi tamu yang membutuhkan, serta melakukan pemeriksaan suhu tubuh gun di pintu masuk hotel.

“Hotel Kami menyediakan hand sanitizer yang terpasang di public area, masker untuk tamu yang membutuhkan terlebih kami melakukan pengecekan suhu tubuh untuk tamu dan seluruh staff yang akan masuk ke Hotel GranDhika baik di Jakarta, Semarang, maupun Medan” ujar Ancha.

Selain itu, tim housekeeping dengan konsisten membersihkan area umum seperti gagang pintu, pegangan tangga dan tombol lift dengan menggunakan cairan disinfectant dan kami juga menutup beberapa fasilitas hotel seperti kolam renang dan fitness center hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan. (rel/ram)

Pandemi Virus Corona Belum Mereda, Liga 1 Diusul Dihentikan Total

JAWA POS TANDING: Beto Goncalvez dan Jaimerson, ketika pertandingan membela Madura United musim ini.
JAWA POS TANDING: Beto Goncalvez dan Jaimerson, ketika pertandingan membela Madura United musim ini.
JAWA POS TANDING: Beto Goncalvez dan Jaimerson, ketika pertandingan membela Madura United musim ini.
JAWA POS TANDING: Beto Goncalvez dan Jaimerson, ketika pertandingan membela Madura United musim ini.

MADURA, SUMUTPOS.CO – Semua berharap pandemi virus corona ini segera berakhir. Tapi fakta di lapangan menunjukkan, setiap hari jumlah pasien yang positif terpapar virus corona di Indonesia terus bertambah. Pun demikian yang meninggal. Mencermati situasi yang ada, Manajemen Persela Lamongan pun sepakat dengan usulan Madura United, untuk menghentikan total kompetisi Liga 1 musim ini.

Sebelumnya, Direktur Madura United Haruna Soemitro, mengusulkan agar kompetisi musim ini dihentikan total. Dia menyebutkan, pada situasi pandemi virus corona yang terjadi secara global seperti saat ini, semua seharusnya lebih fokus pada kehidupan dan keselamatan masyarakat.

“Ini bukan karena posisi kami yang ada di urutan paling bawah. Tapi, kami sepakat dengan usulan Madura United untuk menghentikan total kompetisi demi kemanusiaan,” ungkap Manajer Persela Edy Yunan Ahmadi.

Terkait posisi Persela yang saat ini menjadi juri kunci klasemen sementara, Yunan masih optimistis bisa melompat dari zona degradasi. Sebab, pertandingan yang dimainkan Laskar Joko Tingkir baru 3 laga. Jadi, Yunan berharap publik tak memandang sinis Persela yang sepakat dengan usulan Madura United untuk menghentikan total kompetisi. (jpc/saz)

Dibobol di Pertandingan Perdana, Rohim Target Clean Sheet di Tiap Laga

TARGET: Kiper PSMS Medan Abdul Rohim, menargetkan clean sheet di laga-laga selanjutnya bersama skuad Ayam Kinantan.
TARGET: Kiper PSMS Medan Abdul Rohim, menargetkan clean sheet di laga-laga selanjutnya bersama skuad Ayam Kinantan.
TARGET: Kiper PSMS Medan Abdul Rohim, menargetkan clean sheet di laga-laga selanjutnya bersama skuad Ayam Kinantan.
TARGET: Kiper PSMS Medan Abdul Rohim, menargetkan clean sheet di laga-laga selanjutnya bersama skuad Ayam Kinantan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kiper PSMS Medan Abdul Rohim, mengaku sedikit kecewa karena tak bisa clean sheet di laga perdana Liga 2 2020 lalu. Melawan Tiga Naga di Stadion Teladan Medan, rohim kebobolan satu gol, meski skuad Ayam Kinantan meraih kemenangan dengan 2 gol yang dicetak Rachmad Hidayat.

Menurutnya, pada laga itu dia kebobolan karena kesalahan komunikasi dengan pemain belakang.

“Sedikit agak kecewa, tidak clean sheet di pertandingan perdana. Kemarin itu bisa kebobolan karena kurang komunikasi di lini belakang. Sempat terkejut dapat serangan, dan langsung gol di awal-awal laga,” ungkap Rohim, Jumat (3/4).

Dari laga perdana itu, Rohim pun bertekad, akan tampil lebih maksimal di pertandingan selanjutnya. Dia mengaku, akan berusaha mengawal gawang PSMS dari jumlah kebobolan yang tinggi.

“Kalau target pribadi, saya akan memberikan permainan yang lebih maksimal lagi untuk PSMS. Musim ini, kebobolan harus lebih sedikit dari musim lalu. Target jangka pendeknya, di tiap laga berusaha melakukan clean sheet,” ujar Rohim bertekad.

Sementara itu, Pelatih Kiper PSMS, M Halim berjanji akan meminimalisir jumlah kebobolan musim ini. Dia berusaha bersaing dengan kesebelasan lain, agar Ayam Kinantan menjadi tim dengan kebobolan paling sedikit.

Untuk itu, Halim akan menurunkan ilmu dan pengalamannya selama menjadi kiper.

“Demi mengurangi jumlah kebobolan PSMS musim ini, selain setiap di latihan meningkatkan performa, para kiper tetap diberi motivasi. Terutama saya akan memberikan pengalaman saya, yang pernah didapat sewaktu masih bermain dulu,” ungkapnya.

Dia juga menekankan kepada para kiper, agar bermain dengan hati saat bertanding. Jangan sekadar bermain sesuai nilai kontrak. Sebab menurut Halim, jika pemain bermain dengan hati, gawang PSMS tidak akan mudah mengalami kebobolan.

“Saya tekankan ke mereka juga, supaya merasa memiliki tim ini, jangan sebatas kontrak kerja. Karena kalau mereka sudah merasa memiliki tim, mereka pasti akan lebih dari profesional. Intinya, memang harus bermain pakai hati,” tegasnya.

Dia juga menjelaskan, ketiga kiper PSMS saat ini memiliki kualitas yang baik. Dia tak butuh memoles lebih dalam untuk memperbaiki kelemahan mereka.

“Kiper-kiper PSMS ini sebenarnya memiliki kualitas yang merata. Tinggal menjaga performa saja, dan diberikan motivasi lebih. Saya yakin kualitasnya tidak akan menurun,” pungkas Halim. (tnc/saz)

Kapolres Dairi Bagi-bagi Sembako untuk Warga Kurang Mampu

SEMBAKO: Kabag Ops Kompol WH Pranggono (dua dari kanan) bersama Kasatlantas AKP Pittor Gultom (kanan) mewakili Kapolres Dairi AKBP Leonardo Simatupang serahkan bantuan sembako kepada salahsatu keluarga miskin terdampak covid-19. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
SEMBAKO: Kabag Ops Kompol WH Pranggono (dua dari kanan) bersama Kasatlantas AKP Pittor Gultom (kanan) mewakili Kapolres Dairi AKBP Leonardo Simatupang serahkan bantuan sembako kepada salahsatu keluarga miskin terdampak covid-19. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
SEMBAKO: Kabag Ops Kompol WH Pranggono (dua dari kanan) bersama Kasatlantas AKP Pittor Gultom (kanan) mewakili Kapolres Dairi AKBP Leonardo Simatupang serahkan bantuan sembako kepada salahsatu keluarga miskin terdampak covid-19. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
SEMBAKO: Kabag Ops Kompol WH Pranggono (dua dari kanan) bersama Kasatlantas AKP Pittor Gultom (kanan) mewakili Kapolres Dairi AKBP Leonardo Simatupang serahkan bantuan sembako kepada salahsatu keluarga miskin terdampak covid-19. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kapolres Dairi AKBP Leonardo D Simatupang dan Ketua Bhayangkari Cabang Dairi Ny Lusiana boru Samosir bersama keluarga besar Kepolisian Resor Dairi membagi-bagikan sembilan bahan pokok (Sembako) bagi keluarga kurang mampu di wilayah hukum Polres Dairi.

Pemberian sembako kepada warga miskin tersebut sebagai bentuk kepedulian Kapolres dan istri terhadap warga ter dampak musibah corona virus dease (Covid-19). Demikian disampaikan Kapolres Dairi AKBP Leonardo Simatupang melalui Kasubbag Humas Polres, Iptu Donny Saleh kepada wartawan di Mapolres, Jumat (3/4).

Dijelaskan Donny, penyerahan bantuan dari Kapolres dan Ketua Bhayangkari serta keluarga besar Polres Dairi sebagai kepedulian atas musibah covid-19 yang kita hadapi bersama saat ini. Himbauan pemerintah untuk tetap berada dirumah sebagai upaya mencegah penularan covid-19 berdampak bagi warga kurang mampu.

“Banyak masyarakat kita selama ini mengandalkan ekonomi mereka dari berjualan di luar, menarik becak bermotor (Betor) maupun warga yang memang miskin dan membutuhkan bantuan kita. Melihat hal itu, Kapolres dan keluarga tergerak untuk membantu mereka memberikan sembako untuk meringankan beban mereka selama berada dirumah mengikuti himbauan pemerintah memutus matarante penularan virus corona dimaksud,” ujarnya.

Donny mengatakan, bantuan sembako tersebut telah diserahkan para pejabat utama Polres serta Kapolsek jajaran wilayah hukum Polres Dairi kepada warga kurang mampu, Kamis (2/4).

Perihal bantuan ini, Kapolres AKBP Leonardo D Simatupang berharap, agar masyarakat tidak melihat nilai bantuan itu. Tetapi niat tulus serta terjalinnya hubungan yang harmonis antara masyarakat dan Polres Dairi demi terwujudnya Sitkamtibmas yang aman dan kondusif di Wilayah Hukum Polres Dairi, ujarnya.

“Masyarakat kurang mampu yang menerima bantuan sangat berbahagia serta merasa terbantu. Mereka menyampaikan apresiasi tinggi Kepada Kapolres dan keluarga besar Polres Dairi,” lanjut Donny. (rud/ram)

Desa Meat Kecamatan Tampahan Ditutup

TUTUP: Warga sedang berdiri di jalan yang menuju Desa Wisata Meat Kecamatan Tampahan, Toba yang ditutup.
TUTUP: Warga sedang berdiri di jalan yang menuju Desa Wisata Meat Kecamatan Tampahan, Toba yang ditutup.
TUTUP: Warga sedang berdiri di jalan yang menuju Desa Wisata Meat Kecamatan Tampahan, Toba yang ditutup.
TUTUP: Warga sedang berdiri di jalan yang menuju Desa Wisata Meat Kecamatan Tampahan, Toba yang ditutup.

TOBA, SUMUTPOS.CO – Mengikuti imbauan Bupati Kabupaten Toba dalam mencegah penularan Virus Corona, Desa Meat yang menjadi salah satu desa wisata ditutup. Keputusan ini berdasarkan hasil musyawarah yang berlangsung pada Kamis (2/4) kemarin.

Kepala Desa Meat, Janri Simanjuntak, mengatakan bahwa penutupan ini hanya bersifat sementara. Dan penutupan dimulai dari tanggal 3 – 21 April, ataupun hingga masalah Virus Corona mereda.

“Seperti yang kita ketahui desa kami ini merupakan daerah Wisata sehingga kita bersama masyarakat harus mewaspadai penyebaran Corona dengan di tutupnya akses masuk mudah mudahan dapat memutus Rantai penyebaran Covid -19 ini,” ujarnya.

Dijelaskannya, selain menutup dewa wisata, keputusan dalam musyawarah juga melarang para pemancing yang akan melakukan kegiatan. Karena seperti yang sudah ditegaskan, desa ini akan menutup akses keluar dan masuk.

“Dari hasil musyawarah juga, kita akan memeriksa dan mendata pendatang maupun perantau yang hendak masuk ke desa Meat dan melaporkan ke petugas gugus Covid -19,” lanjutnya.

Janri mengharapkan agar keputusan ini dilaksanakan, karena harus bekerja sama untuk mencegah penyebaran virus ini. “Harus kita hadapi dengan te nang,waspada, karena mencegah lebih baik daripada mengobati,” tutupnya. (mag-7)

Pemkab Dairi Gelar Rapid Test Covid-19 Untuk Pejabat dan Tenaga Medis

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi melakukan tea massal (Rapid Test) Corona Virus Dease (Covid-19) kepada para pejabat di lingkungan Pemkab Dairi serta tenaga medis yang sempat kontak dengan salahsatu pasien yang positif terjangkit covid-19.

Kata Kepala Bidang (Kabid) Komunikasi Informasi dan Publikasi pada Dinas Komimfo Dairi, Untung Roy Nahampun mengatakan Rapid Test dilakukan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara pada Selasa (31/3).

“Rapid Test dilakukan kepada sejumlah pejabat dan tenaga medis yang sebelumnya pernah kontak dengan pasien perempuan warga Sidikalang positif terpapar covid-19 dan saat ini dirawat di RSUP H Adam Malik Medan,” terangnya.

Untung mengatakan, selain kepada pejabat dan tenaga medis yang sempat menangani pasien tersebut di RSUD Sidikalang. Rapid Test juga dilakukan kepada Kepala Desa dan adik pasien positif covid-19 tersebut. Dari hasil pemeriksaan, semua yang ditest hasilnya negatif.

Bupati Eddy Keleng Ate Berutu mengaku bersyukur kepada Tuhan karena hasilnya negatif. Karena itu, dirinya tidak menyesal karena terus memantau selama pengujian.

“Dengan rapid test ini kita merasa lega, ucap Eddy. Rapid test merupakan metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi yang akan dibentuk jika tubuh terpapar oleh virus corona,” ujarnya..

Seseorang yang pernah terpapar virus corona maka antibodinya akan terdeksi melalui rapid test ini. Diperlukan waktu bagi tubuh dalam membentuk antibodi, yang dapat memakan waktu hingga beberapa minggu. Jadi, rapid test merupakan pemeriksaan untuk skrining awal.

Eddy menghimbau masyarakat agar terus waspada. Ikuti himbauan dan protokol dari Pemerintah melalui edaran dan aparat yang bekerja dilapangan, pungkasnya. (rud/ram)

Proyek Rp313.157.200 Diduga Asal Jadi, Pengerasan Jalan Desa di Lobutua Diminta Diaudit

RUSAK: Kondisi ruas jalan Dusun II Desa Lobutua yang baru dilakukan pengerasan sudah dalam kondisi rusak.
RUSAK: Kondisi ruas jalan Dusun II Desa Lobutua yang baru dilakukan pengerasan sudah dalam kondisi rusak.
RUSAK: Kondisi ruas jalan Dusun II Desa Lobutua yang baru dilakukan pengerasan sudah dalam kondisi rusak.
RUSAK: Kondisi ruas jalan Dusun II Desa Lobutua yang baru dilakukan pengerasan sudah dalam kondisi rusak.

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Pengerasan jalan di Dusun II Desa Lobutua Kecamatan Lintong Nihuta Kabupaten Humbang Hasundutan dengan sumber dana ADD tahun 2019 yang diduga asal jadi, diminta untuk diaudit.

Ketua LSM Pembela Rakyat (PAKAR) Kabupaten Humbang Hasundutan, Sudirno Lumbangaol, Jumat (3/4) kepada wartawan mengatakan, saat ini ruas jalan yang baru dilakukan pengerasan sudah dalam kondisi memprihatinkan.

Dari amatannya, dimana campuran batu antara agregat dan bahan ikat yang digunakan untuk melayani beban lalu lintas sudah mulai han cur. Agregat yang biasanya dipakai dalam pengerasan jalan adalah batu pecah, batu belah dan batu kali, diduga volumenya dikurangi. Padahal, proyek dana desa itu menelan biaya Rp313.157.200.

“Menurut saya, cepatnya rusaknya jalan tersebut ada tiga faktor penyebabnya. Pertama ketidakkesesuaian mutu campuran batu dan kesalahaan perencanaan. Kedua, jasa kon sultan dan jasa kontruksi diduga tidak sesuai sehingga mutu pekerjaan tidak sesuai. Ketiga, kita lihat tidak adanya pengawasan ketat dari pihak Inspektorat,” terangnya.

Untuk itu, ia berharap kepada pihak Inspektorat untuk segera turun dan melakukan pemeriksaan.

“Ini harus diaudit, jika tidak kita akan segera mengadukannya ke pihak kejaksaan,” tegas Sudirno.

Sementara itu, Sekretaris Desa Lobutua, Budi Manurung membenarkan kondisi ruas jalan yang baru dilakukan pengerasan sudah mengalami kerusakan. Ia mengaku, karena tanjakan jalan sangat tinggi sehingga dia menduga campuran batu yang dibuat yakni batu 10,15 dan sertu 57 tidak begitu mengikat.

“ Kalau menurut kami, bentuknya sejak awal kita lihat tanjakan itu batunya itu memang tidak ada layak jadi pemasuknya turun, sertu naik 200 meter, sampai ke atas, kita pakai batu 10,15,sertu 57,” ungkap Budi.

Selain melihat tanjakan, menurut Budi, masalah kuantitas dan kualitasnya tidak begitu diketahuinya karena mengingat SDM di desanya tidak memahami.

“Gimana mau kubilang karena terbatas SDM kami melihat kualitas dan kuantitas, memang bencana yang banyak disitu,” ucapnya.

Dikatakanya, proyek pengerasan jalan dengan volume panjang 1.100 dengan lebar 3 meter , merupakan dari perencanaan awal pembukaan jalan yang telah dibuka tahun anggaran 2017 lalu. Dimana, lokasi tersebut merupakan lokasi pertanian masyarakatnya.

Menurut dia, semenjak pelaksanaan hingga selesai belum ada dilakukan pemeriksaan oleh pihak Inspektorat. Jikapun ada, lanjut dia, pihaknya siap menerima jikapun ditemukan adanya kerugian.

“Gimana mau kubilang tergantung pemeriksa. Bagaimana pun kita pertanggungjawab kan karena dana ini 100 persen habis dan pencairan itu dilakukan pada tahap kedua di bulan 10,” ucapnya. (des/ram)

Saat Wabah Virus Corona, Masker pun Langka, Nasir Inisiatif Bisnis Masker dari Kain

MASKER: Promotor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Masker di Kota Medan, M Nasir (kiri) dan produksi masker kain buatannya (kanan).
MASKER: Promotor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Masker di Kota Medan, M Nasir (kiri) dan produksi masker kain buatannya (kanan).
MASKER: Promotor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Masker di Kota Medan, M Nasir (kiri) dan produksi masker kain buatannya (kanan).
MASKER: Promotor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Masker di Kota Medan, M Nasir (kiri) dan produksi masker kain buatannya (kanan).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Semenjak wabah virus Corona (Covid-19) masuk ke Indonesia, segala kebutuhan yang berkaitan dengan pencegahan terhadap virus mematikan tersebut, seperti masker merk tertentu ternyata langka di pasaran.

Jika pun ada yang menjual, harganya pasti berpuluh-puluh kali lipat lebih mahal dibandingkan harga normalnya.

Masyarakat Kota Medan pun panik mencari masker. Namun, sulit dicari di pasar-pasar swalayan dan apotek-apotek di Kota Medan.

“Jika pun ada yang menjual harganya Rp350 ribu per kotak. Padahal harga normalnya hanya Rp30 ribu-50 ribu per kotak. Ini sungguh mencekik rakyat, padahal perekonomian di Indonesia sedang lesu,” ungkap Promotor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Masker di Kota Medan, M Nasirn

Seolah-olah, lanjutnya, virus ini memang ada yang sengaja menyebarkan secara politis, namun tingkat dunia, dengan tujuan ke arah perdagangan. “Yakni, seperti ingin menjual suatu produk, tetapi harus disebarkan suatu isu, seperti virus ini, baru nanti dikeluarkan penawarnya. Nah, sebelum dikeluarkan, harus melihat human interest nya terlebih dahulu,” tuturnya.

Karena hebohnya kasus corona ini, lanjut Nasir, muncul ide untuk menjual masker kain. “Ternyata laku keras, sebanyak 500 lusin masker laku terjual dalam tempo waktu hanya beberapa minggu saja,” ucapnya.

Ya, awalnya, Nasir bersama teman-temannya berinisiatif menjual masker dari kain yang nyaman. “Dahulu, kita memang sudah menjalani bisnis ini, menjadi distributor masker, yang bekerja sama dengan distributor di Kota Bandung, Jawa Barat, dan penggiat UMKM, sewaktu hebohnya soal kabut asap yang terjadi di Indonesia tempo lalu. Namun penjualannya kurang laku, sehingga menumpuk berlusin-lusin di gudang, di salah seorang rumah rekan saya yang ikut gabung dalam bisnis ini,” kata Nasir yang mengelola bisnis maskernya di Pasar 5, Gg Pancasila Medan Tembung.

Saat memulai bisnis masker, Nasir menggandeng penggiat UMKM Medan. Nasir kemudian kembali memesan masker-masker itu ke Bandung. Namun, sudah mulai sulit barangnya diperoleh.

“Kami terpaksa ikut menaikkan harga masker buatan kami karena itu tadi, harganya dari distributor di Bandung, sudah mulai tinggi.

Awalnya kita menjual masker-masker itu dengan harga Rp45 ribu-50 ribu per lusin. Tetapi belakangan, jadi Rp70 ribu-80 ribu per lusin. Tetapi kita berupaya menjualnya dengan harga maksimal Rp50 ribu per lusin,” bebernya.

Nasir berpesan kepada masyarakat Medan, agar jangan terlalu memburu masker dengan merk tertentu, selain harganya mahal, keaslian juga tidak terjamin.

“Ya, lebih baik membeli masker buatan anak negeri, terutama anak Medan. Selain harganya murah, kita juga sudah berperan mendukung perekonomian UMKM dalam negeri,” pungkasnya. (mag-1/ila)

KAGAMA Sumut Bagikan Hand Sanitizer

BAGIKAN: KAGAMA Sumut bagikan hand sanitizer yang mereka produksi sendiri. fachril/sumut pos
BAGIKAN: KAGAMA Sumut bagikan hand sanitizer yang mereka produksi sendiri. fachril/sumut pos
BAGIKAN: KAGAMA Sumut bagikan hand sanitizer yang mereka produksi sendiri. fachril/sumut pos
BAGIKAN: KAGAMA Sumut bagikan hand sanitizer yang mereka produksi sendiri. Fachril/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona, Pengurus Daerah (Pengda) Keluarga Alumni Gadjah Mada (KAGAMA) Sumatera Utara memproduksi sekitar 2.000 botol hand sanitizer untuk dibagikan kepada masyarakat.

Upaya ini dilakukan untuk membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan hand sanitizer, terutama bagi Buruh harian lepas atau pedagang kecil yang sampai hari ini masih harus bekerja di luar rumah mencari nafkah untuk keluarga ditengah pandemi virus corona ini.

Ketua Pengda Kota Medan, Rizal Arjuna dan anggota lainnya membuat gerakan dengan tajuk Bulaksumur Care. Gerakan ini dicanangkan untuk membantu menangkal penyebaran virus corona ini.

“Kami membagikan 2.000 botol hand sanitizer yang kami produksi sendiri dan melakukan penyemprotan disinfektan rumah ibadah dan beberapa fasilitas umum lainnya, seperti mesjid, gereja, terminal bus, stasiun kereta api dan beberapa sekolah,” kata Rizal, Jumat (3/4).

Ada beberapa titik pembagian yang dilakukan mulai dari hari Senin kemarin hingga Sabtu besok. “Gerakan ini dilakukan atas kerjasama dengan Pemerintah Daerah Sumut, BUMN serta donasi dari Pelindo 1, Pertamina hingga dari internal KAGAMA,” terangnya.

Ketua KAGAMA Sumut Hamied Wijaya mengajak seluruh elemen masyarakat agar bahu membahu untuk membantu sesama di situasi seperti sekarang ini.

Kekhawatiran Hamied akan dampak buruk pandemi virus corona ini terhadap masyarakat yang kurang beruntung yang tidak dapat berdiam dirumah seperti anjuran pemerintah karena harus bekerja mencari nafkah.

“Sudah saatnya membuat gerakan atau aksi nyata dalam menangkal virus ini, jangan lagi fokus terhadap berita, info yang ditambah dengan bumbu-bumbu politik. Banyak masyarakat menengah ke bawah yang membutuhkan bantuan,” pungkas Hamied. (fac/ila)

PDAM Belum Respon Desakan Permintaan Subsidi, LAPK: Tolong Bantu Masyarakat…

Padian Adi Siregar
Padian Adi Siregar

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Lembaga Advokasi Perlindungan Konsumen (LAPK) Medan menilai, PDAM Tirtanadi Sumatera Utara harus memanfaatkan momen sekarang ini untuk membantu masyarakat. Sebab selama ini, pelayanan BUMD Pemprov Sumut tersebut sudah dicap buruk oleh publik.

“Tolong bantu masyarakat. Paling tidak begini, ada jiwa besar dari seluruh manajemen PDAM Tirtanadi Sumut. Bahwa sesungguhnya mereka harus sadar juga kalau tren pelayanannya terus menurun.

Inilah momentum bagi mereka mengembalikan trust (kepercayaan) publik terhadap pelayanan PDAM,” kata Sekretaris LAPK Medan, Padian Adi menjawab Sumut Pos, Jumat (3/4).

Karena itu, pihaknya mendorong supaya manajemen PDAM Tirtanadi menjawab kebutuhan publik hari ini. Bahwa di tengah kebencanaan yang tengah dihadapi masyarakat dunia dan Indonesia terkhusus Sumut akibat pandemi Covid-19, PDAM ikut berkontribusi memberi keringanan pembayaran tagihan air pelanggan. Sebab, kondisi ekonomi masyarakat juga sedang lemah sekali saat ini dampak dari corona.

“Idealnya juga kebijakan nasional yang telah dikeluarkan Presiden Jokowi, diikuti seluruh BUMN, BUMD dan pihak-pihak swasta untuk membantu masyarakat terutama yang tingkat ekonominya lemah. Seperti halnya meringankan pembayaran tagihan-tagihan yang menjadi kewajiban masyarakat selama ini,” paparnya.

Jika di tingkat nasional, sambung dia, ada kewajiban bayar setiap bulan oleh pelanggan listrik, maka di Sumut terkhusus Kota Medan, ada satu hal terkait kebutuhan air. Bahwa masyarakat Kota Medan adalah pelanggan terbesar PDAM Tirtanadi.

“Harapannya adalah kebijakan yang di pusat ditelurkan juga di Sumut ini. Dalam kaitan memberi keringanan-keringanan, dan mendukung program nasional. Paling tidak ada komitmen bersama, good will yang diberikan oleh BUMD dalam hal ini PDAM Tirtanadi, memberikan tanggungjawab sosialnya kepada masyarakat. Yakni memberikan kompensasi pembayaran atau skema-skema lain guna membantu pelanggan PDAM Tirtanadi,” katanya.

Seperti diketahui, PDAM Tirtanadi Sumut tampaknya enggan berkontribusi terhadap masyarakat dalam kondisi ekonomi yang tengah lemah terdampak virus corona atau Covid-19. PDAM sepertinya lebih memilih tidak merespon keinginan masyarakat yang disuarakan wakil rakyat agar memberi dispensasi pembayaran tagihan air kepada pelanggan. (prn/ila)