26 C
Medan
Wednesday, January 14, 2026
Home Blog Page 4348

Pemprovsu Harus Punya Sistem Jaring Laba-laba dalam Penanganan Covid-19

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sistem kerja Pemprovsu merupakan uraian kegiatan berdasarkan visi yang terintegrasi satu dengan lainnya dalam satuan sistem yang saling mengikat, seperti jaring laba-laba. Saat Sumut diserang Virus Corona, terlihat dengan kasat mata ternyata sistem jaring laba-laba itu tak terlihat sama sekali atau tak terkonsep dengan baik.

Hal tersebut disampaikan Ketua dan Anggota Fraksi PDIP DPRD Sumut, Mangapul Purba dan Tuani Lumban Tobing dalam siaran persnya yang diterima wartawan, Rabu (1/4/2020). Mereka menilai, upaya yang dilakukan Pemprovsu dalam penanganan Covid-19 masih memiliki beberapa kelemahan yang bisa berakibat fatal.

Karenanya, Fraksi PDIP menyarankan beberapa langkah penting untuk dilakukan Pemprovsu, di antaranya pertama, menyatukan koneksitas antara satu OPD dengan OPD lainnya di lingkungan Pemprovsu agar memiliki misi yang sama dalam penanganan dan pencegahan Covid-19.

Kedua, pemerintah di kabupaten/kota memiliki kebijakan sendiri-sendiri dalam penangan Covid-19 dan belum terkoneksi satu sama lainnya. Hal ini sangat tidak baik, dibutuhkan kepemimpinan, dalam hal ini adalah Gubsu. Sesuai dengan intruksi Presiden bahwa Satgas penanggulan Covid-19 harus dipimpin langsung oleh gubernur dan dibantu oleh Pangdam dan Kapolda di setiap provinsi.

“Bila ada jaringan yang menyatukan antara setiap OPD dan 33 pemerintahan kabupaten/kota di Sumut secara terpimpin dan terkoneksi, tentu semua pihak akan sangat mudah mengetahui trend naik-turunnya wabah Corona ini dengan pasti. Sehingga kita bisa memprediksi apa saja yang dibutuhkan untuk setiap penanganannya dan juga bisa memberikan perkiraan kapan wabah ini akan berakhir,” jelas Magapul.

Ketiga, Koneksitas yang berupa jaringan Laba-laba, harus sampai di tingkat kecamatan-kecamatan dan desa-desa, komunikasi antara daerah dan provinsi harus menyatu, ada kontak person untuk setiap daerah yang langsung bisa mengkomunikasikan berbagai perkembangan kepada Pemprovsu sebagai pengganti kegiatan yang tidak memungkinkan untuk saling bertemu.

Keempat, Fraksi PDIP DPRD Sumut mengusulkan kepada Pemprovsu untuk segera melakukan pemetaan penyebaran Covid-19 dengan methoda social distancing dan atau physical distancing dari setiap lalu lintas manusia baik yang datang dari luar provinsi atau luar negeri yang kebetulan Sumut berdampingan sangat dekat dengan Malaysia dan Singapura, maupun yang keluar dari Sumut.

“Pemetaan ini sampai kepada tahapan mendeteksi setiap anggota masyarakat dan memberikan label merah untuk yang terindikasi kuat terserang Covid-19, kemudian kuning untuk yang sudah akan sembuh dan hijau bagi anggota masyarakat yang aman dan terlidungi dari Covid-19, bahkan warna Hitam yang sudah dinyatakan meninggal karena Covid-19, pemetaan ini dilakukan oleh aparatur disetiap desa,” lanjut Tuani.

Kelima, F-PDIP DPRD Sumut menegaskan, sistem jaring laba-laba dalam penanganan Covid-19 ini harus solid dan profesional. Tugas Satgas Covid-19 harus langsung kepada pokok persoalan yaitu menghentikan penyebaran Covid-19, memfasiltasi dengan lengkap APD seluruh tenaga medis yang berada di garis depan, menyediakan sebanyak-banyaknya fasilitas karantina untuk PDP, ODP, Positif Corona termasuk rumah Dinas Gubernur sebagai tempat karantina.

“Imbauan seperti cuci tangan, pakai masker, diam di rumah dan lain sebagainya tidak perlu lagi dilakukan oleh Satgas. Serahkan saja tugas-tugas itu kepada LSM atau Ormas yang begitu banyak di Sumut,” kata Tuani.

Keenam, salah satu wujud dari sistem jaring laba-laba ini adalah, Pemprovsu membentuk tim, masing-masing tim hanya menangani 2-3 kabupaten/kota saja untuk melakukan pemetaan baik penyebaran Covid-19, jumlah tenaga medis apakah mencukupi atau tidak, memastikan APD dan fasilitas pengobatan yang memadai dan seluruh kegiatan ini terpimpin dan terkoneksi satu dengan lainnya.

Siapkan APD semaksimal mungkin supaya petugas kesehatan tidak beresiko menjadi Carrier covid-19
Ketujuh, terkait dengan anggaran, Fraksi PDIP DPRD Sumut menyatakan, tidak ada istilah perubahan anggaran dalam penangan Covid-19, sebab APBD Sumut yang sekarang saja masih bermasalah.

Anggaran khusus untuk penanganan Covid-19 cukup melalui mekanisme pengusulan oleh eksekutif untuk ditampung dalam APBD dan disetujui minimal melalui Rapat Pimpinan DPRD. Fraksi PDI Perjuangan siap berkoordinasi dalam mengalokasi anggaran tepat guna untuk Covid-19 di Sumut.

Kedelapan, Fraksi PDI Perjuangan DRPD Sumut mengimbau seluruh pihak terutama perusahaan-perusahaan besar, baik milik swasta maupun pemerintah untuk bergotong-royong membantu kebutuhan pokok saudara-saudara kita akibat “dirumahkan” selama pendemi Corona. Bantuan tersebut dalam bentuk barang kebutuhan pokok, bukan dalam bentuk uang karena sulit dipertanggungjawabkan.

“Kepada perusahan-perusahaan besar baik swasta maupun milik pemerintah, orang-orang yang memiliki kekayaan yang lebih untuk berempati, bergotong-royong membantu anggota masyarakat yang kurang mampu, bagaimana caranya dan apa saja bentuknya, berkoordinasilah kepada pemerintah ditingkatannya masing-masing,” tegas Mangapul.
Kesembilan, bahwa ternyata banyak sekali anggota masyarakat yang masih lalai atau belum paham bahaya Covid-19, karena itu pemrovsu bersama kepala daerah harus tegas dalam pemberlakuan status darurat sipil di Sumut. (adz)

Gubsu Edy Rahmayadi Kunjungi RSUD Tarutung Sebagai Rumah Sakit Rujukan Covid 19

Bupati Taput harapkan seluruh fasilitas penunjang dapat terpenuhi

TAPUT, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara Letjend Purn Edy Rahmayadi tinjau RSUD Tarutung sebagai Rumah Sakit rujukan pasien Covid 19 Senin (01/4) sekitar pukul 10 : 00 WIB.

Dalam kunjungannya Gubsu Edy memberikan sejumlah Alat Pelindung Diri (APD) dan Rapitt Test dalam hal pemberian alat pelindung diri dan rapitt test tersebut Gubsu Edy menjelaskan bahwa sangat sulit mendapatkan APD pada saat ini, mengingat bahwa bencana yang kita alami pada saat ini adalah bencana global yang hampir seluruh negara di dunia mengalaminya, ucap Gubsu Edy.

Gubsu menambahkan bahwa ketersediaan anggaran tidak menjamin alat kesehatan yang diperlukan dalam menangani Covid 19 dengan serta-merta dapat diperoleh, oleh karena itu kita harus tetap mencari solusi terbaik untuk memperoleh alat kesehatan tersebut dan dalam waktu dekat saya akan memasukkan alat – alat yang dibutuhkan di rumah sakit ini, ujarnya.
Kepada seluruh tim medis yang menangani pasien dokter atau pun perawat agar tetap waspada mengingat banyaknya petugas kesehatan yang jadi korban, tukasnya.

Gubsu Edy mengharapkan agar dalam penanganan bencana Covid 19 ini seluruh jajaran dapat bersinergi dengan baik dan sangat diharapkan seluruh masyarakat dapat mengindahkan seluruh himbauan – himbauan yang dalam rangka memutus atau meminimalisasi penularan virus tersebut.

Gubsu Edy Rahmayadi yang juga mantan Pangkostrad tegaskan apa yang terjadi sekarang ini sungguh membuat dunia tergoncang dan dapat kita pahami bahwa hanya Tuhan yang maha tau apa yang terbaik bagi umatnya, sedangkan virus corona tidak mau tau terhadap dampaknya ditengah-tengah dunia ini oleh karena itu isu Covid 19 ini jangan dikait-kaitkan dengan politik dan mari bersatu, bekerja keras untuk memutus penularannya demi kemanuasiaan, tegasnya.

Bupati Taput Drs Nikson Nababan, MSi dalam kesempatan itu sampaikan terima kasih atas perhatian dari Gubernur Sumatera Utara yang memberikan sejumlah alat pelindung diri dan rapitt test dan sangat kita harapkan kedepan seluruh alat yang kita butuhkan di RSUD Tarutung sebagai Rumah Sakit rujukan dapat terpenuhi hingga seluruh tim medis yang menanganinya dapat bekerja dengan maksimal, ujar Bupati!

Dalam kunjungannya Gubsu Edy didampingi oleh Bupati Taput Drs.Nikson Nababan, Bupati Toba Darwin Siagian, Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor, Kapolres Taput AKBP Horas M Silaen, Dandim 0210 Letkol Czi Rony Agus Widodo dan sejumlah Pimpinan OPD Pemkab Taput.(mt)

PGN Pastikan Pasokan Gas Ke Sektor Kelistrikan Aman


JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memastikan bahwa pasokan gas bumi ke sektor kelistrikan akan tetap aman selama masa pandemi virus Corona (COVID-19) di berbagai wilayah di Indonesia. Hal ini merupakan upaya dan komitmen PGN untuk mendukung aktivitas masyarakat tetap berjalan normal di tengah adanya pembatasan aktivitas sosial atau sosial distancing dan kegiatan bekerja dari rumah atau work form home (WFH).

Direktur Komersial PGN, Dilo Seno Widagdo menjelaskan, selama Januari sampai dengan Maret 2020 PGN telah memasok gas bumi ke berbagai pembangkit listrik milik PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN) dengan rata-rata volume pemakaian sebesar 331 BBTUD. Total pasokan gas tersebut mampu menghasilkan tenaga listrik sebanyak 1.600 MW. 

“Kami akan mengoptimalkan pasokan gas baik dari jaringan pipa seperti SSWJ maupun infrastruktur FSRU dari Nusantara Regas dan PT Perta Arun Gas (PAG) dengan total dukungan sekitar 2.100 MW. Selain itu, kami juga menyiapkan cadangan dengan penyediaan LNG yang siap untuk memasok kebutuhan PLN dan sektor kelistrikan lainnya,” jelas Dilo di Jakarta, (31/03/2020).

Selama ini, PLN menyerap sekitar 41% dari total penyaluran gas bumi PGN per hari. Dengan kehandalan gas bumi yang terbukti ramah lingkungan, efisien dan sumber yang masih banyak di dalam negeri, pemanfaatan gas bumi ke sektor kelistrikan ini merupakan upaya untuk memperkuat ketahanan nasional. Apalagi selama satu dekade terakhir, harga gas bumi terbukti stabil dan efisien.

Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama, juga menyampaikan bahwa dalam masa pandemi COVID-19, PGN telah memiliki protokol dan mekanisme kerja untuk memastikan setiap aktivitas operasi tidak terganggu. Protokol kerja itu juga sesuai dengan upaya pencegahan dan penanganan meluasnya wabah COVID-19 di lingkungan kerja PGN sebagaimana telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Dalam situasi ini, pemerintah telah mengintruksikan untuk lebih banyak beraktivitas di rumah seperti bekerja, belajar, dan beribadah. Hal ini akan membuat kebutuhan listrik masyarakat di rumah akan meningkat. Maka dari itu, PGN berupaya untuk memastikan kehandalan pasokan energi bahan bakar untuk pembangkit listrik, sejalan dengan PLN yang siap siaga menjaga pasokan listrik dan menerapkan standar yang lebih tinggi pada penyediaan listrik,” ungkap Dilo.

Sebagai sub-holding gas, PGN berkomitmen untuk bersinergi dengan PLN untuk meningkatkan utilisasi gas di sektor kelistrikan supaya dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Listrik merupakan kebutuhan primer bagi masyarakat dan di tengah situasi COVID-19, PGN mendukung penuh pelayanan agar masyarakat nyaman untuk produktif dari rumah.

Dukungan PGN dalam sektor kelistrikan, juga ditunjukan pada kapasitasnya dalam mengelola dan mengembangkan infrastruktur gas bumi, termasuk mengembangkan Small Scale LNG yang digunakan untuk memasok kebutuhan energi sektor kelistrikan. 

Sesuai Kepmen 13/2020, PGN akan melaksanakan pembangunan infrastruktur dan gasifikasi di 52 Pembangkit Listrik PLN dengan total kapasitas pembangkit yang akan mencapai sebesar 1697 MW dan indikatif volume gas sebesar 167 BBTUD.

Selain itu, PGN juga memberikan dukungan pasokan gas yang ditujukan untuk pasokan listrik yang andal di rumah sakit besar yang menjadi tempat rehabilitasi pasien yang masuk dalam kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) maupun pasien yang positif terjangkit COVID-19.

“Bersama pemerintah dan unsur masyarakat lainnya, kami terus berusaha agar penyebaran COVID-19 semakin terbatas. Kita berdoa dan berharap upaya yang kita lakukan bersama ini dapat segera mengakhiri pandemi, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitasnya kembali secara normal,” imbuh Rachmat.

“Pemanfaatan gas bumi untuk sektor kelistrikan juga membantu mengurangi ketergantungan pada energi impor dan subsidi BBM. Optimalisasi  pemanfaatan gas bumi ini juga merupakan upaya PGN untuk menjadikan energi dalam negeri bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” ujar Dilo. (rel/ram)

Masyarakat Dianjurkan Gunakan Digital Banking

Uang digital
Uang digital

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sistem digital memberikan begitu banyak kemudahan di berbagai bidang. Salah satunya adalah perbankan yang memungkinkan aktivitas transaksi keuangan terselesaikan hanya lewat ponsel. Sayangnya masih banyak masyarakat yang enggan dan takut menggunakan layanan digital.

Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) R Sabrina saat menerima kunjungan silaturahmi dari Pemimpin Bank Sumut Cabang Kordinator Medan Julian Helmi Lubis serta rombongan, Senin (30/3), di Rumah Dinas Sekda Provinsi Sumut Jalan Mongonsidi Medan.

“Karena masih banyak masyarakat yang belum paham, untuk itu perlu kita sosialisasikan dan rangkul masyarakat. Apalagi pada kondisi sekarang ini ada wabah Covid-19 harus mengurangi layanan tatap muka, digital banking sangat berguna sekali,” ujarnya.

Sabrina berharap Bank Sumut senantiasa meningkatkan layanan digital dan meningkatkan sosialisasi di tengah masyarakat. Apalagi, era saat ini memang sudah memasuki revolusi industri 4.0 yang sarat dengan perkembangan teknologi yang pesat.

Lebih lanjut, Sabrina juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Sumut melalui Cabang Kordinator Medan menyerahkan bantuan 7.500 masker kepada Puskesmas se-Kota Medan.

“Hal ini merupakan bentuk dukungan kepada pemerintah dan tenaga kesehatan dalam hal penyediaan alat pelindung diri (APD). Semoga ada lagi bantuan-bantuan berikutnya,” ucap Sabrina.

Pemimpin Bank Sumut Cabang Kordinator Medan Julian Helmi Lubis mengucapkan terima kasih atas pemberian saran dan masukan yang disampaikan Sekda Sabrina. Helmi yang didampingi Pemimpin Divisi Operasional Bank Sumut Medan Heru Mardiansyah dan Pemimpin Bank Sumut Cabang Pembantu Kantor Gubernur Sumut Desy Trisnowari mengungkapkan bahwa layanan digital memang menjadi salah satu layanan prioritas yang akan terus ditingkatkan pelayanannya.

Menyikapi wabah Covid-19, Julian menyampaikan bahwa pelayanan Bank Sumut Cabang Pembantu Kantor Gubernur untuk sementara akan direlokasi ke Kantor Pusat Bank Sumut di Jalan Imam Bonjol Medan. “Hal ini untuk mencegah dan memutus rantai Covid-19. Pegawai kita yang bekerja juga sudah dikurangi dengan sistem rotasi jadwal,” jelas Julian.

Berikutnya, Julian mengungkapkan bahwa selain membagi masker, Bank Sumut juga sudah bekerja sama dengan Fakultas Teknik Kimia USU untuk membuat sabun cair yang akan dibagi-bagikan secara gratis kepada masyarakat serta pembuatan bilik disinfektan dengan Rumah Sakit USU. (prn/ram)

PLN Siap Bebaskan Tagihan 450 VA dan Diskon 50% untuk 900 VA

Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini
Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini
Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini
Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PLN mendukung penuh kebijakan Pemerintah untuk membebaskan pembayaran listrik bagi 24 juta pelanggan dengan daya 450 Volt Ampere (VA) dan memberikan diskon 50 persen bagi 7 Juta pelanggan dengan daya 900 VA bersubsidi. Keringanan biaya listrik ini akan berlaku selama tiga bulan yakni April, Mei, dan Juni 2020.

“Kebijakan pembebasan tagihan untuk pelanggan 450VA dan keringanan tarif listrik 50% tersebut sudah dibicarakan dan dikoordinasikan dengan PLN. Kami sangat mendukung dan siap melaksanakan kebijakan Pemerintah yang disampaikan oleh Presiden RI Bapak Joko Widodo,” tutur Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini.

Dirinya menambahkan, adanya kebijakan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak akibat pandemi global Covid-19 yang mengakibatkan lesunya perekonomian. Program pembebasan tagihan dan keringanan pembayaran tersebut dimaksudkan untuk melindungi masyakarat yan gpaling terdampak pandemi.

“Saat ini masyarakat diimbau untuk tetap di rumah. Berkegiatan di rumah. Tujuannya untuk mencegah penularan yang makin luas. Pembebasan dan diskon tarif listrik ini diharapkan dapat mendukung hal tersebut. Jadi masyarakat, khususnya yang tidak mampu, tidak harus khawatir dalam menggunakan listrik selama musim yang sulit ini,” pungkas Zulkifli. (rel/ila)

Pendawa Sumut Dukung Rusdi Sinuraya

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dampak dari penyebaran Covid-19 di Indonesia termasuk Kota Medan terlihat begitu besar, termasuk pada perekonomian masyarakat kecil yang kian sulit mendapatkan pundi-pundi uang untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

Hal itu disadari betul oleh Bakal Calon Wakil Wali Kota Medan, Rusdi Sinuraya. Sebagai bentuk kepeduliannya kepada masyarakat kecil, terkhusus kepada masyarakat yang berprofesi sebagai penarik becak, Rusdi Sinuraya Center (RSC) pun memberikan bantuan berupa beras kepada sejumlah abang becak.

“Ini bentuk kepedulian RSC kepada masyarakat di Kota Medan, termasuk abang-abang (penarik) becak disini. Ini kepedulian sosial kita untuk membantu meringankan beban hidup mereka saat wabah Covid-19 sedang melanda Kota (Medan) ini,” ucap Rusdi Sinuraya kepada Sumut Pos, Selasa (31/3) usai melakukan penyerahan bantuan beras kepada sejumlah abang becak di Jalan Garu III, Kelurahan Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas.

Didampingi Ketua RSC Joni Sitepu dan Sekretaris RSC Ruslan, Rusdi mengatakan dirinya berencana agar RSC dapat terus melaksanakan kegiatan serupa di seluruh wilayah di Kota Medan sebagai Road Show dalam rangka mengurangi beban masyarakat yang kurang mampu, terkhusus dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini.

“Kita di RSC berharap kegiatan ini bisa terus kita lakukan di seluruh wilayah di Kota Medan. Masyarakat harus bisa merasakan bantuan ini sebagai bentuk kebersamaan dan kepedulian kita dalam melawan penyebaran Covid-19 ini. RSC juga mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan, menjaga Physical Distancing guna memutus rantai Covid-19 ini,” tutup Rusdi.

Dalam kesempatan itu, Ketua RSC Joni Sitepu mengatakan, kepedulian sosial itu dilakukan karena melihat kondisi masyarakat yang sudah kehabisan stok bahan pangan dirumahnya, sedangkan pendapatan abang para abang becak menurun drastis akibat dampak Covid-19 di Kota Medan.

“Kita harapkan bantuan ini bisa meringankan beban hidup para abang becak disini,” katanya.

Disisi lain, Sekretaris RSC yang juga merupakan Ketua Pendawa Sumut, Ruslan mewakili masyarakat penerima bantuan menyampaikan terimakasihnya kepada Rusdi Sinuraya yang telah peduli dengan nasib abang becak diwilayahnya.

“Para abang becak sangat berterimakasih atas apa yang di lakukan oleh Rusdi Sinuraya. Sebagai tokoh Masyarakat, beliau sangat peduli terhadap masyarakat kecil,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Rusdi Sinuraya juga datang bersilaturahmi ke kantor Pendawa Sumut yang juga beralamat di Jalan Garu III Kota Medan. Selaku Ketua Pendawa Sumut, Ruslan dan pengurus Pendawa Sumut lainnya memanfaatkan moment itu untuk menyampaikan dukungannya kepada Rusdi Sinuraya untuk maju sebagai Calon Wakil Wali Kota Medan di Pilkada Medan.

“Rusdi Sinuraya sangat layak untuk didukung, kami di Pendawa Sumut sangat mendukung Rusdi Sinuraya untuk maju sebagai Wakil Wali Kota Medan,” tutupnya. (map)

Penanggulangan Covid-19 di Dairi, Pemkab Alokasikan Dana Rp 5M dari BTT

KAWAL: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu (kanan) bersama Kejari Dairi, Syahrul Juaksha Subuki menunjukkan dokumen kesepakatan untuk pengawalan penggunaan anggaran APBD penanggulangan covid-19. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
KAWAL: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu (kanan) bersama Kejari Dairi, Syahrul Juaksha Subuki menunjukkan dokumen kesepakatan untuk pengawalan penggunaan anggaran APBD penanggulangan covid-19. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
KAWAL: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu (kanan) bersama Kejari Dairi, Syahrul Juaksha Subuki menunjukkan dokumen kesepakatan untuk pengawalan penggunaan anggaran APBD penanggulangan covid-19. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
KAWAL: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu (kanan) bersama Kejari Dairi, Syahrul Juaksha Subuki menunjukkan dokumen kesepakatan untuk pengawalan penggunaan anggaran APBD penanggulangan covid-19. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi mengalokasikan dana sebesar Rp5 miliar untuk dana persiapan penanggulangan corona virus disease (covid-19).

Hal itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Komunikasi Informasi Publikasi pada Dinas Komimfo, Untung Roy Nahampun, Selasa (31/3).

“Dana tersebut diambil dari Biaya Tak Terduga (BTT). Saat ini juga masih dilakukan pendataan dan realokasi anggaran dari APBD tahun 2020 untuk penambahan anggaran yang telah diplot dimaksud,” ungkap Untung.

Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu didampingi Plt Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Dekman Sitepu, Kadis Kominfo, Rahmatsyah Munthe dan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Co vid-19 yang juga Kepala BPBD, Sahala Tua Manik, Senin (30/3) menemui Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Dairi, Syahrul Juaksha Subuki untuk minta pendampingan mengawal penggunaan anggaran penanganan Cofid-19.

Rombongan Bupati Eddy KA Berutu disambut Kejari, Syahrul Juaksha Subuki didampingi Kepala Seksi (Kasi) Intelijen, Andri Dharma dan jajaran. Dalam pertemuan, Bupati Dairi berkonsultasi dan meminta pendampingan hukum pihak kejaksaan dalam pelaksanaan realokasi anggaran, peng adaan barang/jasa, penerimaan hasil peng adaan, pendistribusian hingga penyusunan laporan percepatan penanganan Covid-19 yang dilaksanakan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Dairi.

Bupati berharap, melalui pendampingan Kejaksaan Pemda bisa yakin menganggarkan. Begitu juga penggunaannya bisa lebih cepat, tepat dan akuntabel. Eddy berjanji akan mengawasi jajaranya dalam pengelolaan anggaran dengan administrasi yang baik serta memastikan tidak ada penyelewengan, tandasnya.

Sementara itu, Kajari Dairi, Syahrul Juaksha Subuki mengatakan, siap mendukung upaya Pemkab Dairi untuk mengalokasikan anggaran untuk bisa dipergunakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Dairi. Kita berharap tidak ada lagi birokrasi menjadi penghalang.

“Kita tidak bicara Kejaksaaan dan Pemerintah Kabupaten lagi. Kita sekarang berbicara Gugus Tugas yang di da lamnya ada Kejaksaan,” ujar Syahrul.

Ditegaskannya peran untuk memberikan pendampingan hukum dalam proses revisi, pengesahan hingga peng gunaan anggaran yang diperuntukkan yang berhubungan dengan covid-19 di Kabupaten Dairi. (rud/ram)

PT Margie Andalan Clinik Paksa Asisten Apoteker Mengundurkan Diri

ilustrasi
ilustrasi

TOBA, SUMUTPOS.CO – Clinik Margie Andalan yang berada di komplek PT Toba Pupl Lestari (TPL) diduga telah melakukan tindakan semena mena terhadap karyawannya, Tutty Junita Ida Panjaitan. Asisten Apoteker yang telah bekerja mulai tahun 2007 ini dipaksa membuat surat pengunduran diri sekaligus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada Bulan Februari kemarin tanpa ada surat peringatan sama sekali.

Atas kejadian yang dialaminya, Tetty Junita Panjaitan mengadukan nasibnya ke Ketua Serikat Buruh seluruh Indonesia (SBSI 92) Kabupaten Toba dan berharap dapat menyelesaikan permasalahanya ini.

Pada 19 Maret 2020 yang lalu, pengurus SBSI 92 kabupaten Toba mendatangi PT Margie Andalan dan diterima manajer Clinik Margie Andalan, dr Imelda bersama kepala Humas PT Toba Pulm Lestari.

Ketua SBSI 92, Periana Hutagaol meminta kepada menejemen PT Margie Andalan supaya memberikan hak- hak karyawan sebagaimana yang tertuang dalam undang undang Tenaga Kerja Indonesia. Namun manajemen Clinik Margie Andalan bersikeras hanya mau membayar dengan tiga bulan gaji dengan besaran tiga kali gaji yang diterima bersangkutan

Dalam pertemuan yang disaksikan pengurus SBSI, Humas PT TPL, dan lainnya, pemilik Clinik mengatakan melalui karyawanya yang mengaku sebagai koordinator di Clinik Margie Andalan siap menghadapi tuntutan apapun dan resiko apapun atas pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap saudara Tetty Junita Ida Panjaitan.

Melihat dari kejadian ini jurnalis sumutpos sangat menyayangkan sikap sewenang wenang yang dilakukan oleh pihak Clinik PT.Margie Andalan terhadap karyawanya sendiri dan tidak adanya tindakan yang dilakukan oleh perusahaan induk yaitu PT.Toba Pulm Lestari kepada mitranya

“Bahwa tidak lah patut seorang karyawan di PHK tanpa ada surat peringatan (SP) dari perusahaan yang mempekerjakannya sehingga sangat mengharapkan perhatian dan tindakan dari pejabat pemerintah Daerah, Provinsi, Pusat maupun para pejabat hukum terlebih lagi kementerian tenaga,” ujar Periana Hutagaol.

“Terlepas dari kesalahan yang dibuat oleh si karyawan alangkah baiknya sipengusaha yang berusaha di tanah kelahiran sikaryawan yang di PHK menyelesaikan secara baik baik persoalan apapun itu sehingga tidak menimbulkan gejolak di tengah tengah masyarakat terhadap perusahaan perusahaan yang ada di daerah tersebut,” tutup Periana.(mag-7/ram)

Polres Tebingtinggi Semprot Disinfektan ke Seluruh Kota

SEMPROT: Sejumlah mobil damkar melakukan penyemprotan disinfektan di jalan jalan inti-Kota Tebingtinggi.
SEMPROT: Sejumlah mobil damkar melakukan penyemprotan disinfektan di jalan jalan inti-Kota Tebingtinggi.
SEMPROT: Sejumlah mobil damkar melakukan penyemprotan disinfektan di jalan jalan inti-Kota Tebingtinggi.
SEMPROT: Sejumlah mobil damkar melakukan penyemprotan disinfektan di jalan jalan inti-Kota Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – SESUAI instruksi Kapolri, semua jajaran Polda dan Polres se Indonesia sebanyak melakukan penyemprotan disinfektan di wilayah kerjanya. Di antaranya, di Kota Tebingtinggi. Jajaran Polres Tebingtinggi bersama TNI dan Pemko Tebingtinggi melakukan penyemprotan disinfektan ke seluruh jalan protokol Kota Tebingtinggi, Selasa (31/3).

Penyemprot disinfektan oleh Polres Tebingtinggi menurunkan tiga mobil pemadan kebakaran (damkar) dan satu unit mobil water canon milik Brimob Detasemen B Kota Tebingtinggi. Tujuan penyemprotan disinfektan ini untuk memutus dan membunuh bakteri penyebaran Covid 19.

Jalan jalan yang disemprot desinfektan meliputi Jalan Sutomo, Jalan Ahmad Yani, Jalan Sudirman, Jalan Gunung Lauser, Jalan Ir H Juanda, Jalan Kartini, Jalan KL Yos Sudarso dan jalan jalan inti-Kota Tebingtinggi.

Kapolres Tebingtinggi AKBP James P Hutagaol mengatakan sesuai dengan instruksi Kapolri, jajaran Polres Tebingtinggi melakukan penyemprotan disinfektan keseluruh inti-Kota Tebingtinggi. “Dalam memutuskan mata rantai penyebaran Covid 19 di wilayah Kota Tebingtinggi,” jelasnya.

Jelas AKBP James P Hutagaol didampingi Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan bahwa pihaknya melibatkan TNI, Satpol PP, Polri dan Pemko Tebingtinggi dalam penyemprotan disinfektan tersebut.

Kapolres Tebingtinggi AKBP James P Hutagaol juga mengatakan selanjutnya pihaknya akan melakukan penyemprotan disinfektan diseluruh Polsek yang ada di wilayah jajaran Polres Tebingtinggi.

“Bukan Polsek saja, melalui Polsek Polsek dan level paling bahwa Bahbinkamtibmas akan melakuan penyemprotan disinfektan keseluruh rumah rumah warga yang padat,” jelasnya.

Kepala masyarakat Kota Tebingtinggi, AKBP James P Hutagaol menghimbau untuk tidak melakuan pertemuan pertemuan yang tidak penting dan kepada masyarakat yang melihat perkumpulan orang akan melaporkannya kepada pihak kepolisian.

“Awalnya tindakan kami dilakukan secara humanis, tetapi apabila masyarakat tetap membandal dan tidak mengindahkan apa yang sudah menjadi ketentuan, maka kami akan melakukan pengusiran secara paksa,” pungkasnya. (ian/azw)

TNI dan Polisi Cegah Corona, Fasilitas Publik Labuhanbatu Disterilkan

STERILISASI: Cegah Covid-19, Polres Labuhanbatu semprot fasilitas publik, Selasa (31/3)
STERILISASI: Cegah Covid-19, Polres Labuhanbatu semprot fasilitas publik, Selasa (31/3)
STERILISASI: Cegah Covid-19, Polres Labuhanbatu semprot fasilitas publik, Selasa (31/3)
STERILISASI: Cegah Covid-19, Polres Labuhanbatu semprot fasilitas publik, Selasa (31/3)

RANTAUPRAPAT, SUMUTPOS.CO – Sejumlah jalan protokol dan area publik di inti-Kota Rantauprapat disemprot cairan disinfektan, Selasa (31/3). Penyemprotan melibatkan peran Polres Labuhanbatu bersama Kodim 0209/LB serta unsur terkait lainnya.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Agus Darojat mengaku kegiatan penyemprotan desinfektan serentak secara nasional. Polres Labuhanbatu dalam penyemprotan ini menurunkan mobil Water canon dan beberapa mobil dinas lainnya dalam mencegah penularan virus corona (covid-19).

“Sasaran penyemprotan disinfektan masih sama seperti sebelumnya. Di setiap titik wilayah yang secara umum ada kegiatan masyarakat atau tempat yang biasa dijadikan kumpul masyarakat,” jelasnya.

Tim, katanya sudah melakukan penyemprotan terhadap rumah ibadah, Masjid Agung, Gereja GMI Macedonia, Suzuya Plaza hotel, bank, anggkutan umum baik roda empat, betor serta kendaraan pribadi.

“Semoga kegiatan yang kita lakukan itu dapat meminimalkan terjadinya penyebaran virus corona. Untuk itu kami minta masyarakat tetap lakukan social distancing, physical distancing. Tidak melakukan kegiatan di luar rumah bila tidak perlu, stay at home. Menjaga kebersihan, cuci tangan dengan hand sanitizer bilamana menyentuh wajah. Lalu tidak ikut di dalam kerumuman masyarakat,” pungkasnya. (fdh/azw)