BAGIKAN: Kajari Tebingtinggi Mustaqpirin bersama jajaran membagikan paket sembako kepada masyarakat kurang mampu.
BAGIKAN: Kajari Tebingtinggi Mustaqpirin bersama jajaran membagikan paket sembako kepada masyarakat kurang mampu.
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebinginggi bagikan 200 paket sembako gratis kepada warga kurang mampu, Selasa (5/4).
Paket sembako yang dibagikan berupa bahan pangan, masker dan vitamin senilai Rp100.000 per paket.
Kajari Tebingtinggi Mustaqpirin mengatakan, kegiatan ini dilakukan sesuai imbauan kejaksaan se-Indonesia untuk peduli membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.
“Persatuan Jaksa Indonesia (BJI) yang ada di Tebingtinggi mengutip iuran dan peroleh 200 paket sembako,”kata Kajari. (ian/han)
TERIMA: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan menerima bantuan APD dari perwakilan PT NPK Kebun Bahilang.
TERIMA: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan menerima bantuan APD dari perwakilan PT NPK Kebun Bahilang.
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan menerima bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dari PT NPK Kebun Bahilang (Tanoto Foundation) yang diserahkan kepada RSUD dr Kumpulan Pane Kota Tebingtinggi.
Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Direktur RSUD dr Kumpulan Pane, dr Jhonly B Dachban menerima bantuan APD tersebut dari perwakilan PT NPK Kebun Bahilang.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT NPK (Nusa Pusaka Kencana) Kebun Bahilang yang mau memberikan APD sebagai kebutuhan penting di rumah sakit saat menangani penyebaran Covid -19 di Kota Tebingtinggi,”kata Umar Zunaidi Hasibuan, Selasa (5/4).
Bantuan APD yang diterima berupa masker medis 5.000 pcs, baju pelindung medis 260 pcs, baju pelindung ICU 5 pcs, sarung tangan sensi gloves 40 box (4.000 pcs) kacamata google sebanyak 10 pcs.
Dikatakan Umar Zunaidi, APD tersebut akan dimanfaatkan para dokter, perawat dan tanaga medis di RSUD Kumpulan Pane dalam penanganan Covid-19. (ian/han)
EVAKUASI: Personel TNI AL mengevakuasi Puluhan TKI Ilegal dari Malaysia saat tiba di perairan sungai Asahan dengan menggunakan kapal, Senin (4/5)malam.
EVAKUASI: Personel TNI AL mengevakuasi Puluhan TKI Ilegal dari Malaysia saat tiba di perairan sungai Asahan dengan menggunakan kapal, Senin (4/5)malam.
BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 30 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal dari Malaysia, diamankan oleh Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Pangkalan TNI AL Tanjungbalai Asahan, Lantamal I dan Satpolair Polresta Tanjungbalai di Sungai Tembilik, Kabupaten Asahan, Senin (4/5) malam.
Komandan Lanal Tanjungbalai Asahan, Letkol Laut (P) Dafris Datuk Syahrudin mengatakan, pengamanan para TKI itu berawal dari patroli yang dilakukan oleh personel Lanal TBA.
“Berbekal informasi tersebut, Tim F1QR Lanal TBA menemukan sekelompok orang yang diduga TKI ilegal berada di tangkahan kosong. Tim F1QR Lanal TBA yang berada di lokasi segera mengumpulkan orang-orang tersebut dan memintai keterangan. Dari hasil pemeriksaan, mereka adalah TKI yang baru saja diturunkan di tangkahan pada pukul 21.15. Mereka diminta menunggu orang yang akan menjemput mereka melalui jalan darat, “ papar Danlanal.
Terpisah, Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut I (Danlantamal I) Laksma TNI Abdul Rasyid mengatakan selama pandemi Covid-19, Pangkalan TNI Angkatan Laut Jajaran Lantamal I, Koarmada I sudah melakukan 14 Kali pengamanan dengan total 526 Orang TKI Ilegal yang diamankan.
Danlantamal menambahkan, prosedur tetap (Protap) dalam penanganan TKI Ilegal pada masa pandemi COVID-19 akan selalu diterapkan guna menjaga kemungkinan penyebaran Covid-19 yang memungkinkan melewati TKI.
Selanjutnya ketigapuluh TKI ilegal tersebut diserahkan kepada Satgas Covid-19 Kabupaten Asahan guna penanganan lebih lanjut dan Karantina pada Selasa (5/5) dini hari. (fac/han)
BERIKAN: Kapolsek Medan Area, Kompol Faidir Chan didampingi personel memberikan sembako kepada warga kurang mampu.
solideo/ SUMUT POS
BERIKAN: Kapolsek Medan Area, Kompol Faidir Chan didampingi personel memberikan sembako kepada warga kurang mampu.
solideo/ SUMUT POS
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tak henti-hentinya, Polsek Medan Area melaksanakan bakti sosial di wilayah hukumnya. Kali ini, Kompol Faidir Chan, SH, MH bersama jajaran menyambangi warga yang menderita penyakit menahun dan kurang mampu di Jalan Seto, Kelurahan Tegal Sari2, Kecamatan Medan Area, Selasa (5/5).
Kapolsek Faidir Chan mengatakan, kunjungan dibarengi dengan berbagi sembako kepada warga yang sakit menahun, terdampak virus Corona. “Pada kesempatan ini kami juga mengimbau kepada warga sekitar untuk mematuhi protokol kesehatan, serta Binluh Social Distancing antisipasi dan memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19,”ujar Faidir.
Adapun sembako yang dibagikan sebanyak 15 paket berupa Beras, Telur, Minyak makan, Indomie dan Roti) serta Masker.(han)
KUNJUNGAN KERJA: Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Deliserdang, Mhd Darwis Batubara MPd (kemeja biru tua) saat menyerap aspirasi percepatan penanganan pandemi wabah virus corona (Covid-19) di Lubukpakam.
batara/ SUMUT POS
KUNJUNGAN KERJA: Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Deliserdang, Mhd Darwis Batubara MPd (kemeja biru tua) saat menyerap aspirasi percepatan penanganan pandemi wabah virus corona (Covid-19) di Lubukpakam. Batara/ SUMUT POS
DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Deliserdang lakukan kunjungan kerja dalam rangka menyerap aspirasi percepatan penanganan pandemi virus Corona (Covid-19) yang terjadi saat ini.
Kegiatan kunjungan kerja itu dihadiri Wakil Ketua Komisi I, H Rakhmadsyah bersama Anggota Komisi Mhd Darwis Batubara MPd, seluruh Kades dan Lurah se-Kecamatan Lubukpakam, Camat, Muspika dan UPT terkait yang digelar di Kantor Camat Lubukpakam, Selasa (5/5).
Anggota Komisi I DPRD, Mhd Darwis Batubara MPd meminta agar pemerintah pusat segera mencairkan bantuan dana penanganan Covid-19 ke daerah.
Dijelaskan Darwis, sampai saat ini bantuan yang sudah disalurkan masih yang berasal dari Pemkab Deliserdang dan bantuan dari lembaga sosial.
“Bantuan bagi masyarakat yang terkena dampak Covid-19 sangat kurang sehingga tidak bisa dibagi proporsional,”ungkapnya.
Darwis menambahkan walaupun bantuan dari APBD Kabupaten Deliserdang ada, tapi tetap belum bisa mencukupi. Beliau berharap agar pemerintah pusat segera mencairkan bantuan dana penanganan Covid-19 ke daerah.
“Selain itu DPRD diminta juga untuk mensosialisasikan sosial distance kepada masyarakat di tempatnya masing-masing, karena masih banyak ditemukan asmara subuh oleh para pemuda khususnya di hari Sabtu dan Minggu,”harapnya.(btr)
TINJAU: Bupati Karo Terkelin Brahmana meninjau jalan amblas di Desa Basam, Kecamatan Barus Jahe, Tanah Karo.
TINJAU: Bupati Karo Terkelin Brahmana meninjau jalan amblas di Desa Basam, Kecamatan Barus Jahe, Tanah Karo.
KARO, SUMUTPOS.CO – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Karo sepekan belakangan, menyebabkan jalan Provinsi di kawasan Desa Basam, Kecamatan Barusjahe, Kabupaten Karo, amblas dan nyaris putus. Warga dan pengendara diimbau berhati-hati saat melintas di lokasi.
Hermanto Sitepu salah seorang warga setempat mengungkapkan, amblasnya jalan yang dikenal dengan jalur Tongkoh-Barusjahe itu, terjadi pada Jumat dinihari, 1 Mei 2020.
Hermanto menjelaskan, selama ini jalan tersebut merupakan jalur alternatif yang dilalui pengendara tanpa melintasi jalur Berastagi. Jalur Tongkoh-Barusjahe ini juga merupakan akses jalan menuju Tigapanah-Sidikalang, dan menuju Kabupaten Simalungun. “Pasca longsor, jalan ini menjadi keluhan bagi pengendara dan pengemudi yang sedang melintas. Rambu lalu lintas dan tanda pengingat longsor belum ada,” ujar Hermanto yang tinggal sekitar 30 meter dari lokasi jalan.
Bupati Karo Terkelin Brahmana bersama Kepala Bappeda Nasib Sianturi, Kadis PUPR Edward Pontianus Sinulingga, Kabag Umum dan Perlengkapan Hotman Brahmana, Kasi Bina Marga Provinsi Sumatera Utara Perwakilan Kabanjahe Sartono, Camat Dolat Rakyat Jimmy Tarigan, meninjau lokasi jalan yang nyaris putus, Senin (4/5).
Kondisi jalan saat ini nyaris putus, disebabkan lubang yang menganga hingga 5 meter di badan jalan. Dari peninjauan, Bupati Karo memperoleh informasi, sebelumnya terdapat lubang di badan jalan. Hujan yang turun dalam sepekan terakhir makin memperbesar lubang, hingga menyebabkan jalan tersebut nyaris putus.
“Jalan ini bersetatus jalan provinsi, sehingga perbaikan sesuai aturan adalah tanggung jawab perwakilan Bina Marga Provinsi Sumatera Uatra. Kita langsung memanggil mereka ke lapangan, agar bersama-sama kita lihat, jalan longsor ini,” tegas Terkelin. (deo/han)
BAKSOS: Presiden LCM Angsapura, Teo Mei Tin (dua dari kanan) dan pengurus lainnya didampingi Anggota DPRD Sumut, Sugianto Makmur diabadikan bersama sebelum penyerahan beras di Kecamatan Binjai Selatan, Sabtu (2/5).
PRAN HASIBUAN/SUMUT POS
BAKSOS: Presiden LCM Angsapura, Teo Mei Tin (dua dari kanan) dan pengurus lainnya didampingi Anggota DPRD Sumut, Sugianto Makmur diabadikan bersama sebelum penyerahan beras di Kecamatan Binjai Selatan, Sabtu (2/5).
PRAN HASIBUAN/SUMUT POS
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Lions Club Medan (LCM) Angsapura dan Anggota DPRD Sumatera Utara, Sugianto Makmur melaksanakan bakti sosial di beberapa kecamatan Kota Binjai dan Kabupaten Langkat, Sabtu (2/5). Kegiatan ini dilakukan untuk membantu dan meringankan perekonomian masyarakat di tengah pandemi Covid-19.
Adapun masyarakat penerima manfaat tersebut berada di Kecamatan Binjai Selatan (Tandem Pasar 1-Pasar 6), Binjai Kota, Binjai Barat (Brahrang), Binjai KM-12 Desa Purwodadi, Besitang, Salapian, Padang Tualang, Stabat, Seilepan, dan Bahorok. Bantuan 1.200 karung beras itu diberikan kepada masyarakat yang sama sekali tidak dapat melalui bansos atau stimulus Covid-19 dari pemerintah, seperti Program Keluarga Harapan dan lainnya.
Presiden LCM Angsapura, Teo Mei Tin mengatakan, bakti sosial peduli Covid-19 sudah kesekian kalinya dilakukan.. Ada atau tidaknya wabah corona ini, LC sudah terbiasa berbagi pada sesama. “Dikarenakan wabah Covid-19 ini telah memengaruhi ekonomi seluruh masyarakat Indonesia, maka kami secara khusus menyelenggarakan kegiatan baksos ini dibantu oleh Bapak Sugianto Makmur dan saudara kita dari Taruna Merah Putih Sumut,” katanya.
Bantuan ini, menurut pihaknya, tentu tidak dapat mengakomodir seluruh masyarakat yang terdampak. Karena itu pihaknya meminta bantuan pendataan oleh tim Sugianto Makmur dan TMP Sumut di lapangan. “Melalui data yang ada sama kami, ada delapan titik lagi yang nantinya didistribusikan langsung Bapak Sugianto Makmur dan tim, yang berada di Kabupaten Langkat dan sekitarnya,” ujarnya dihadapan masyarakat Kecamatan Binjai Selatan, didampingi Presiden LCM Angsapura Stalhin, Lion Natalia dan Presiden LCM Kartini, Lion Mei Lan.
LCM Angsapura mengajak masyarakat bersama-sama mendoakan semoga wabah corona segera berlalu sehingga kehidupan dapat berjalan normal seperti sedia kala.
Sugianto Makmur pada kesempatan itu turut mengajak masyarakat mematuhi imbauan pemerintah dengan baik agar penanganan Covid-19 berjalan maksimal. “Dengan kita rajin mencuci tangan secara teratur, menjaga pola hidup bersih dan sehat, menjaga jarak fisik serta hindari keramaian, mudah-mudahan kita terhindar dari wabah Covid-19,” katanya.
Ia juga mengucapkan terima kasih atas bantuan dari Lions Club untuk mengurangi beban kehidupan masyarakat yang ekonominya terdampak corona. “Melalui bantuan dari Lions Club ini, saya juga dapat bertemu lagi dengan bapak ibu semua. Saya mengenang masa-masa kampanye dulu, yang mana mendatangi rumah warga dari pintu ke pintu untuk mengenalkan diri saya,” kata politisi PDI Perjuangan Dapil Binjai-Langkat itu. (prn/han)
VIDCON: Wali Kota Binja, HM Idaham bersama jajaran saat mengikuti rapat melalui video conference dengan Gubsu Edy Rahmayadi di ruangan Binjai Command Center, Senin (4/5).
tedi/ SUMUT POS
VIDCON: Wali Kota Binja, HM Idaham bersama jajaran saat mengikuti rapat melalui video conference dengan Gubsu Edy Rahmayadi di ruangan Binjai Command Center, Senin (4/5). Tedi/ SUMUT POS
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Binjai, HM Idaham mengikuti rapat jarak jauh melalui Video Conference bersama Gubernur Sumatera Utara Edi Rahmayadi di Ruangan Binjai Command Center (BCC), Senin (4/5).
Dalam rapat tersebut, Gubsu Edy Rahmayadi selaku pimpinan rapat mengatakan, Pemprov Sumut menyiapkan anggaran sebesar Rp300 miliar dalam rangka jaring pengamanan sosial untuk semua kabupaten/kota se-Sumut. Nantinya, penyaluran bantuan akan berpedoman pada jumlah Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Binjai melaporkan jumlah masyarakat kurang mampu yang masuk dalam DTKS sebanyak 22. 677 Kepala Keluarga (KK) di Kota Binjai. Di dalamnya sudah ditampung dengan PKH dan BLT.
“Kami memiliki 7.000 masyarakat yang riil berdasarkan DTKS yang harus dibantu segera. Karena tidak pun karena wabah virus Corona, mereka memang sudah rakyat yang tidak mampu Pak,” ucap Idaham.
Wali Kota 2 periode ini juga menjelaskan bahwa sebelumnya Pemerintah kota Binjai sudah melakukan bantuan jaring pengaman sosial kepada 45.000 KK di kota Binjai dengan menggunakan APBD Kota Binjai. (ted/han)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPRD Sumut meminta Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut untuk membuka ke publik daftar bantuan dari berbagai pihak, dan sudah disalurkan ke mana saja. Hal ini dinilai penting, sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas atas semua sumbangan yang diamanahkan ke GTPP Covid-19 Sumut.
“Sampai hari ini kita tidak pernah tahu, sejak menangani masalah Covid-19 di Sumut, GTPP ke mana-mana saja sudah menyalurkan bantuan tersebut,” kata Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut, Sugianto Makmur kepada Sumut Pos, Selasa (5/5).
Ia mengungkapkan berkaca pada pengalaman koleganya yang pernah memberi bantuan ke GTPP Covid-19 Sumut di posko utama, sesaat setelah penyerahan barang, entah dibawa ke mana bantuan yang disalurkan itu oleh pihak GTPP.
Anehnya lagi, saat serah terima barang, donatur tersebut tidak ada mendapat tanda terima dari tim GTPP. Hanya sebatas tanda tangan dari salah seorang anggota tim di GTPP, bahwa bantuan telah diserahkan ke masyarakat melalui gugus tugas.
“Seharusnya ‘kan pakai tanda terima. Sehingga yang memberikan juga tau bantuannya akan amanah di tangan si penanggungjawab. Ini cuma tanda tangan satu orang saja, yang mengatakan bahwa bantuan tersebut akan disalurkan oleh gugus tugas, namun tidak dari si donatur,” beber legislator Dapil Binjai-Langkat itu.
Sugianto menambahkan, transparansi atas donasi yang diberikan kepada pihak-pihak membutuhkan termasuk bantuan terhadap masyarakat yang terdampak pandemi corona, perlu diperbarui gugus tugas setiap hari. Dengan demikian, masyarakat menjadi tau ke mana saja bantuan disalurkan terlebih kepada pihak yang telah memberi bantuan.
“Cara kerja seperti ini menunjukkan gugus tugas tidak profesional dalam mengelola dan menanggungjawabi penanganan Covid-19. Di mana salah satunya untuk menangani bantuan atau donasi dalam bentuk apapun yang diberikan berbagai pihak tersebut kepada tim gugus tugas,” pungkasnya.
Belum Dapat Data
Juru Bicara GTPP Covid-19 Sumut, Whiko Irwan, saat dikonfirmasi ihwal ini mengaku sampai kini atau pada Senin kemarin, total donasi berupa uang kepada gugus tugas dalam percepatan penanganan corona di Sumut, berjumlah Rp493.703.490. Namun mengenai data ke mana saja bantuan telah pihaknya salurkan, ia mengaku belum mendapatkannya dari petugas Dinas Sosial.
“Saya sudah coba di posko, tapi belum dapat data yang diminta. Masalahnya belum bisa ketemu petugas Dinsos-nya yang bagian merekap. Untuk daftar donatur dan distribusinya ada,” katanya.
Ia berjanji mengupayakan data tersebut sehingga masyarakat menjadi tau soal penyaluran bantuan dari para donatur tersebut. “Kalau ada kita kasih. Saya usahakan dulu,” pungkasnya. (prn)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sedikitnya 2.200 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Malaysia, akan masuk lagi ke Sumatera Utara (Sumut).
Untuk itu, pemerintah daerah kabupaten/kota yang berada di pantai timur Sumut, seperti Batubara, Asahan, dan Tanjungbalai diminta melakukan persiapan penanganannya. Terutama untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.
“Tak lama lagi akan masuk 2.200 TKI kita, baik yang resmi maupun secara ilegal. Untuk itu saya harapkan seluruh kabupaten/kota di Sumut yang memiliki pelabuhan agar melakukan persiapan, mulai dari protokol kesehatan hingga persiapan tempat karantina sementara,” ujar Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut, R Sabrina, saat memimpin rapat jarak jauh menggunakan video conference, dengan para Sekda Kabupaten/Kota se-Sumut, di Ruang Sumut Smart Province Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Selasa (5/5).
Sabrina mengatakan, setiap TKI yang masuk harus melalui prosedur protokol kesehatan penanganan Covid-19. Termasuk pemeriksaan dengan menggunakan rapid test. Bila ada yang positif, agar langsung dibawa ke rumah sakit rujukan. Sementara yang negatif, dibawa ke rumah karantina.
“Untuk alat transportasi dari pelabuhan menuju rumah karantina, busnya harus sudah disterilisasi dengan disinfektan,” harapnya.
Selain itu, perlu dilakukan pendataan ulang terhadap para TKI tersebut sebelum dikembalikan ke daerah masing-masing. “Akan kita lakukan pendataan ulang, agar kita komunikasikan ke daerah asal mereka. Karena para TKI yang datang, tidak semua berasal dari Sumut. Banyak berasal dari luar Sumut, seperti dari Pulau Jawa dan Bali hingga Kalimantan,” ujarnya.
JPS Sesuai Kuota
Sekda juga mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut membuat kebijakan bahwa semua kabupaten/kota akan mendapatkan bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) sesuai dengan kuota Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Penyalurannya agar dikoordinasikan dengan Forkopimda di daerah sebelum diberikan ke masyarakat.
“Sembari memberikan bantuan juga bisa melakukan validasi terhadap data awal DTKS. Bila ditemukan penerima yang tidak sesuai syarat, misalkan rumahnya bagus, sebaiknya bantuan tersebut tidak diberikan dan dialihkan ke warga yang benar-benar membutuhkan,” tambahnya.
Sekda juga menyampaikan instruksi Gubernur Sumut terkait penanganan Covid-19 ini. Bahwa semua pihak harus bergerak cepat, benar dan tepat serta saling berkoordinasi. Bukan saling menyalahkan. “Bila ada hambatan di lapangan agar dilaporkan. Dan diingatkan pada segenap pihak agar tidak mengambil kesempatan,” ujarnya.