TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Kabar dari Kota Tebingtinggi, hingga kemarin pukul 16.30 WIB, Tebingtinggi masih negatif kasus Covid 19.
“Tetapi ODP naik menjadi 266 orang, dan PDP naik menjadi 3 orang. Dari tiga orang tersebut, 1 PDP warga Kabupaten Sergai yang sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Kumpulan Pane Tebingtinggi,” jelas juru bicara Gugus Tugas Covid 19 Kota Tebingtinggi, dr Nanang Fitra Aulia, Rabu (1/4).
Untuk 266 ODP, masih isolasi mandiri dirumah. Sedangkan 2 PDP dirawat di Rumah Sakit GL Tobing Tanjungmorawa, sambil menunggu hasil pemeriksaan dari Batlibankes Pusat Jakarta.
Adapun orang yang dinyatakan selesai masa isolasi mandiri dan dinyatakan sehat sebanyak 43 orang. “Mari kita perangi Covid 19 di Kota Tebingtinggi,” jelasnya. (ris/ian)
SUKABUMI, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 300 dari 1.550 siswa Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Lembaga Pendidikan Polri (Lemdikpol) di Sukabumi, Jawa Barat, dinyatakan terpapar virus corona sesuai hasil rapid test, Rabu (1/4). Ratusan siswa diperiksa menyusul adanya 7 siswa –satu orang berasal dari Polda Sumut— yang mengalami demam tinggi dan diduga terjangkit Covid-19. Buntutnya, ke-300 siswa dikarantina dan proses belajar-mengajar dihentikan.
“SESUAI perintah Bapak Kapolri, kami cek para siswa sehubungan dengan adanya pemberitaan tentang siswa Setukpa di Sukabumi yang terjangkit corona,’’ kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono dalam siaran persnya, Rabu (1/4).
Awalnya, seorang siswa mengeluh sakit demam berdarah dengue (DBD) dan delapan lainnya juga mengeluh mengalami demam tinggi. Setelah dilakukan rapid test, tujuh di antaranya positif COVID-19, sehingga dirujuk ke RS Polri Said Sukanto, Jakarta. Sementara dua siswa lainnya menjalani perawatan di RS Bhayangkara Brimob Jakarta.
Setelah 7 siswa dinyatakan positif terjangkit Covid-19, Polri langsung menggelar test cepat terhadap seluruh siswa.
Menurut Argo, setelah mendapatkan hasil pemeriksaan, 300 siswa yang terpapar virus tetap berada di Setukpa. Sedangkan 1.250 siswa lainnya yang dinyatakan negatif dari hasil rapid test telah kembali ke Sekolah Polisi Negara (SPN) di polda masing-masing. Mereka juga menjalani karantina mandiri selama 14 hari.
‘’Dari 300 siswa ini sudah saya lihat, sudah dilakukan langkah-langkah oleh Setukpa dan Pusdokkes Polri dan SDM,’’ ujar Argo.
Langkah pertama yang telah dilakukan yakni dengan menjalani isolasi mandiri. Kemudian, pemberian vitamin C melalui injeksi maupun tablet kepada 300 siswa. Selain itu, dilakukan pemeriksaan rontgen, olahraga ringan, dan rutin menjemur diri setiap pukul 10:00 WIB. Juga pemeriksaan rontgen, olahraga ringan. ‘’Semua sudah kami lakukan,’’ tutur Argo.
Pada prinsipnya, kata dia, Polri sudah melaksanakan berbagai upaya dan langkah-langkah sesuai protokol dalam penanganan dan penanggulangan Covid-19. ‘’Masyarakat di sekitar Setukpa secara khusus tidak perlu khawatir. Karena dari 300 siswa ini yang positif rapid test sudah dilakukan langkah-langkah penanganan,’’ ujar dia.
Menurut Argo, proses belajar mengajar juga dihentikan agar proses pencegahan dan penanganan 300 siswa yang diisolasi berjalan lancar. Pada prinsipnya, menurut Argo, Polri sudah melaksanakan berbagai upaya dan langkah-langkah sesuai protokol dalam penanganan dan penanggulangan Covid-19.
Kepala Pusat Kedokteran Kesehatan (Kapusdokkes) Polri Brigjen Musyafa meyakini hasil rapid test dapat membuktikan bahwa 300 siswa tersebut positif terpapar virus corona. ‘’Dari hasil rapid test memang ada yang positif sebanyak 300 siswa,’’ kata Musyafa dalam keterangan pers melalui rekaman audio.
Meski hasil pelaksanaan rapid test hanya 80 persen menjamin orang yang diperiksa positif Covid-19, ke-300 siswa tersebut tetap ditangani seperti pasien Covid-19.
Satu siswa masing-masing menempati ruangan sendiri di dormitori Setukpa. Nantinya, setelah menjalani masa karantina selama 14 hari, para siswa baru akan mengikuti tes swab virus corona untuk menguji kandungan virus corona atau Covid-19.
“Kecuali sudah ada gejala, batuk, pilek, demam, bahkan sesak napas, itu perlu tes swab. Tapi kalau belum ada gejala sebagaimana masyarakat yang kontak erat dengan pasien, enggak ada gejala, ODP, kan enggak perlu swab, yang di-swab adalah yang ada di rumah sakit, yang ada gejalanya, yang dia sesak napas, batuk, jangan sampai sia-sia,” kata Musyafak.
Untuk saat ini, Musyafak memastikan, para siswa tersebut dalam kondisi sehat dan tidak menunjukkan gejala Covid-19. “Kemarin foto rontgen, saya mau melihat apakah ada gangguan pada paru-parunya, atau ada tanda-tanda pneumonia atau tidak. Ternyata normal semua,” ujar dia.
Masyarakat juga diminta tidak khawatir, karena luas Setukpa mencapai 40 hektar. Apalagi, 300 siswa tersebut diisolasi di dalam asrama pendidikan. ‘’300 siswa ini diisolasi di satu tempat, kegiatannya hanya olahraga ringan dan berjemur. Setelah itu kembali ke kamar sesuai pelaksanaan isolasi,’’ kata Musyafak.
Dari 7 siswa Sekolah Inspektur Polisi (SIP) di Setukpa Lemdikpol Polri Sukabumi, yang dinyatakan positif Covid-19, seorang di antaranya berasal dari Polda Sumut.
Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin membenarkan ada siswa SIP asal Sumut yang positif corona. “Siswa SIP pengiriman dari Polda Sumut kita ada yang positif Covid-19. Sebagian yang baru pulang kita isolasi di Polda Sumut hingga 14 hari,” ujar Martuani kepada wartawan, Rabu (1/4).
Hal senada disampaikan Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan. Kata dia, siswa asal Polda Sumut yang positif Covid-19 tersebut masih dirawat intensif di Rumah Sakit Polri Raden Said Soekanto Kramatjati, Jakarta Timur.
Terkait kondisi kesehatan yang bersangkutan, MP Nainggolan tidak mengetahuinya. Namun dia berharap kondisinya baik-baik saja dan cepat normal kembali. “Kita doakan cepat sembuh dan juga yang lainnya,” ucap dia.
Dijelaskan Nainggolan, siswa asal Polda Sumut yang mengikuti pendidikan SIP di Sukabumi berjumlah 72 orang. Termasuk peserta yang positif corona. “Seluruhnya telah diisolasi, sisanya berstatus ODP (Orang Dalam Pemantauan),” terangnya.
Sebanyak 36 siswa sudah dipulangkan ke Sumut dan diisolasi di Hinai. Sisanya 35 orang lagi diisolasi di Sukabumi. “Kita harapkan mereka yang diisolasi, kondisi kesehatannya dalam kondisi baik dan tidak ada yang positif,” pungkas dia.
Diketahui, 7 peserta didik SIP yang tengah menjalani pendidikan dinyatakan positif Covid-19 usai menjalani rapid test. “Saat ini sedang menjalani perawatan intensif serta isolasi di Jakarta,” ujar Kepala Setukpa Lemdikpol Sukabumi, Brigjen Pol Agus Suryatno kepada wartawan.
Guna memastikan ke 7 siswa itu terinfeksi corona, menurut Agus, perlu dilakukan tes swab di laboratorium.
Senada, Kepala Pusat Kedokteran Kesehatan (Kapusdokkes) Polri Brigjen (Pol) Musyafak mengatakan, tujuh polisi siswa Setukpayang kini dirawat di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, masih berstatus sebagai Pasien Dalam Pengawasan ( PDP), meski dinyatakan positif usai menjalani rapid test Covid-19.
“Memang para siswa sudah menunjukkan gejala Covid-19, yaitu demam. Tapi kami masih menunggu hasil tes swab para siswa,” katanya. Saat ini, kondisi ketujuh siswa dalam stabil dan baik di Rumah Sakit Polri.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemprov Sumut bersama 33 pemda sedang menyiapkan program Jaring Pengaman Sosial (JPS) guna membantu ekonomi masyarakat yang terdampak akibat pandemi global ini.
“Informasi yang kita peroleh, JPS sedang disusun oleh instansi terkait Pemprov Sumut, untuk membantu perekonomian masyarakat yang tidak punya penghasilan tetap,” kata Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, Aris Yudhariansyah, Rabu (1/4).
Aris mengungkapkan, saat ini Pemprov Sumut melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, masih fokus menyiapkan berbagai fasilitas kesehatan guna mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19 di Sumut. Termasuk kesiapan sumber daya manusia di bidang kesehatan dan lainnya, guna membantu operasional fasilitas kesehatan yang akan dioperasikan.
“Setelah RS GL Tobing, dalam waktu dekat ini RS Martha Friska II di Jl. Multatuli Medan juga sedang persiapan operasional. Kita harapkan satu-persatu RS rujukan isolasi pasien Covid ini siap beroperasi berikut kelengkapan alkes bagi tenaga medis kita, guna mengantisipasi eskalasi yang lebih tinggi terhadap wabah ini di Sumut,” katanya.
Informasi yang diperoleh, Bappeda dan Dinas Sosial Sumut sedang mengkaji dan menyusun skema program JPS ini. Regulasi dan ketentuan sebagai pedoman penyusunan anggaran untuk itu juga sudah ada. Hanya saja, dalam penetapan sasaran masyarakat yang akan dibantu dan bentuk bantuan yang diberikan seperti apa, masih dikaji secara komprehensif.
Acuan yang nantinya diterbitkan Pemprov Sumut terkait program ini, diharapkan jadi pedoman pemda se Sumut dalam membantu perekonomian masyarakat di wilayahnya masing-masing.
Gubsu Edy Rahmayadi menegaskan, Sumut belum akan memberlakukan pembatasan sosial dalam skala besar (PSBB) seperti ketentuan pemerintah pusat. Menurutnya, Sumut masih berstatus zona kuning terkait Covid-19 ini.
“Kabupaten dan kota di Sumut belum melakukan status sosial dalam skala besar karena kondisi atau status Sumut saat ini masih kuning walau dari tanggal 16 Februari kita sudah menyatakan gawat darurat,” katanya saat melakukan kunjungan ke RSUD Tarutung, Tapanuli Utara, kemarin.
Disadarinya pula, bahwa langkah karantina wilayah atau sering diistilahkan lockdown tidak mungkin bisa dilakukan, mengingat masih banyak warga yang tetap perlu bekerja di luar rumah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya masing-masing. Sehingga langkah yang paling efektif adalah membatasi gerak atau ke luar rumah hanya untuk urusan penting saja.
Edy menjelaskan, protokol kesehatan adalah hal penting yang harus dipatuhi seluruh masyarakat. Sebab, tidak semua mampu menjalankan imbauan untuk tetap di rumah karena alasan mendasar, yakni ekonomi. Karena itu, langkah pencegahan harus dilakukan bukan hanya untuk menghindari diri dari penularan, tetapi juga menjaga agar tidak menularkan ke orang lain, terutama orang terdekat seperti keluarga.
“Jauhi keramaian, jaga kebersihan, jaga jarak dengan orang lain minimal 1,5 meter, rajin mencuci tangan dan membersihkan diri serta seluruh pakaian, sebelum berkumpul bersama keluarga. Jika kita bersama, saya yakin kita bisa menghadapi wabah ini,” ujarnya.
Gubernur mengungkap langkah-langkah yang telah diambil pihaknya. Antara lain melengkapi APD di setiap RS, ruangan rujukan dari daerah tempat Pasien Dalam Pengawasan (PDP) serta mobilitas pengangkutan pasien dari daerah.
“Kita punya mobil kedap dengan ambulansnya, walau hanya ada satu yang rencananya akan saya kirim ke Nias. Karena Nias tak ada jalan lain. Saya juga sudah pesan lagi, tapi tak datang-datang, karena gini ya, semua daerah sedang berebut perlengkapan kesehatan ini,” katanya. (ris/prn/kps)
PAPARKAN: Satuan Reserse Kriminal Polres Binjai memaparkan dua tersangka pencurian dan seorang panadah di Halaman Polres Binjai, Rabu (1/4).
PAPARKAN: Satuan Reserse Kriminal Polres Binjai memaparkan dua tersangka pencurian dan seorang panadah di Halaman Polres Binjai, Rabu (1/4).
SEMPAT buron beberapa hari, pelaku pencurian kekerasan yang merupakan residivis dihadiahi 2 peluru di betisnya masing-masing oleh personel Polsek Medan Barat. Pasalnya, pelaku melawan dan melarikan diri saat dilakukan penangkapan ketika berada tak jauh dari rumahnya, Selasa (31/3) siang.
Pelaku adalah Pandu Alfaris (26), warga Jalan Umar Gang Jojodiharjo, Kelurahan Glugur Darat I, Kecamatan Medan Timur. Pelaku ini merampas barang berharga milik seorang wanita bernama Sopian Sianturi (21), warga Jalan Umar Gang Dejoarjo, Kecamatan Medan Timur.
“Pelaku ditangkap sekitar pukul 12.00 WIB kemarin (Selasa, 31/3). Namun, saat ditangkap pelaku melawan dan berusaha melarikan diri. Padahal, sempat diberikan tembakan peringatan tetapi tak dihiraukannya. Karena itu, personel terpaksa memberikan tindakan tegas terukur di kedua kakinya,” kata Kapolsek Medan Barat Kompol Afdhal Junaidi, Rabu (1/4).
Sementara, petugas Satuan Reserse Kriminal Polres Binjai menangkap dua tersangka yang masuk dalam DPO spesialis pembongkaran rumah. Selain dua tersangka, pengembangan polisi juga menangkap seorang penadah, yakni M Rajab Lubis (34) warga Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Pahlawan, Binjai Utara.
Sedangkan dua tersangka yakni, Sahrul Anwar Nasution alias Sahrul (30) warga Jalan Anggrek, Kelurahan Pahlawan, Binjai Utara dan Maruba Nasution alias Ubay (34) warga Jalan Timba, Kelurahan Nangka, Binjai Utara. “Keduanya merupakan DPO spesialis bongkar rumah,” jelas Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Wirhan Arif, Rabu (1/4).
Kasat menjelaskan, Sahrul yang kali pertama ditangkap di Jalan Anggrek, Kelurahan Pahlawan, Binjai Utara pada dini hari. Namun, Sahrul melawan. “Tersangka Sahrul melawan saat dibawa untuk menunjukkan TKP dan mengumpulkan barang bukti. Bahkan, tersangka juga mencoba melarikan diri,” tambah dia.(ris/ted/azw)
terdakwa: Party Pesta Oktoberto Simbolon ST, terdakwa kasus korupsi pengadaan kapal wisata Dairi, menjalani sidang dakwaan, Rabu (1/4)
Terdakwa: Party Pesta Oktoberto Simbolon ST, terdakwa kasus korupsi pengadaan kapal wisata Dairi, menjalani sidang dakwaan, Rabu (1/4)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Satu lagi terdakwa kasus korupsi pengadaan kapal wisata Kabupaten Dairi diadili di ruang Cakra 1 Pengadilan Tipikor Medan, Rabu (1/4). Party Pesta Oktoberto Simbolon ST (49) PNS Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Perhubungan Kabupaten Dairi, telah merugikan negara sebesar Rp359 juta.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dawin S Gaja dalam dakwaan menyebutkan, bermula TA 2008 Pemkab Dairi menetapkan anggaran kegiatan pengembangan daerah tujuan wisata dengan anggaran Rp525 juta yang sumber dari APBD Kabupaten Dairi TA 2008.
Dalam kegiatan ini, terdakwa Party Pesta Oktoberto Simbolon menjabat sebagai Ketua Panitia Pengadaan Barang/Jasa. Selaku ketua panitia, terdakwa mempunyai tugas untuk menyusun dan menyiapkan Harga Perkiraan Sendiri (HPS).
“Ternyata dalam pelaksanaanya, terdakwa tidak pernah membuat HPS untuk pengadaan kapal wisata, tidak pernah melakukan survei harga dan tidak memiliki patokan harga,” ucap jaksa, di hadapan majelis hakim diketuai Safril Batubara.
Lebih lanjut, patokan harga hanya bertumpu pada nilai penawaran yang diajukan oleh tiga perusahaan calon penyedia, termasuk CV Khayla Prima Nusa sebagai pemenang lelang dengan penawaran Rp395 juta.
Dalam kegiatan ini, terdakwa bekerja sama dengan, saksi Tumbur M Simbolon selaku Ketua Panitia Serah Terima Pekerjaan, Jinto Barasa selaku Sekretaris Panitia Serah Terima Pekerjaan dan Naik Syahputra Kaloko selaku PPK/PPTK.
Kemudian terdakwa juga bekerja sama dengan Pardamean Silalahi selaku Kadis Kebudayaan, Pariwisata dan Perhubungan Kabupaten Dairi, Naik Capah dan Jamidin selaku Pengawas Lapangan serta Nora Butarbutar, selaku wakil direktur CV Khayla Prima Nusa (perusahaan pemenang lelang).
Pada 11 Desember 2008 dilakukan serah terima kapal. Namun dalam acara itu dibuat catatan buat kontraktor, yakni perlu melakuan perbaikan atas cacat, kekurangan, dan kerusakan yang timbul pada masa pemeliharaan.
Dalam dakwaan disebutkan, cacat, kerusakan yang perlu diperbaiki adalah cat kurang rapi. Namun kenyataannya sampai saat ini kapal tersebut tidak pernah ada, sehingga negara notabene Pemkab Dairi dirugikan Rp395 juta.
Akibat perbuatannya, terdakwa diancam Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 Jo Pasal 18 Ayat (1) huruf b, Ayat (2), (3) UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana dirubah dengan UU No 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHPidana.
Usai pembacaan dakwaan, penasihat hukum terdakwa, menyatakan akan menyampaikan nota keberatan (eksepsi) atas dakwaan jaksa. Sidang dilanjutkan dua pekan mendatang, dengan agenda pembacaan eksepsi PH terdakwa.
Untuk diketahui, setelah 7 terdakwa divonis hakim tipikor PN Medan, termasuk wakil direktur CV Khayla Prima Nusa Nora Butarbutar, terdakwa Party Pesta Oktoberto Simbolon sempat melarikan diri selama 3 bulan. Namun, dia ditangkap pada 12 Februari 2020 sekira pukul 07.00 WIB di Jalan Timor, Medan. (man/azw)
LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Partai Amanat Nasional (PAN) Deliserdang lakukan penyemprotan cairan disinfektan guna memutus mata rantai penyebaran Virus Corona.
Demikian disampaikan Ketua PAN Deliserdang Imran Obos SE bersama tokoh masyarakat Syahruna, tokoh Pemuda Muhammad Sani (Mef) disela-sela kegiatan penyemprotan cairan disinfektan ke rumah-rumah warga serta rumah ibadah yang berada di Dusun I Desa Tanjung Morawa B Kecamatan Tanjung Morawa Rabu, (1/4).
“Kebersamaan ini berkat kerjasama antara Partai Amanat Nasional (PAN), Pemuda Pancasila (PP), Ikatan Pemuda Karya (IPK), tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, TKBM Mandiri PT Indomarco Prismatama dan perusahaan-perusahaan yang berada di Desa Tanjung Morawa B, ” jelas Imran.
Sementara tokoh masyarakat Tanjung Morawa Syahruna mengucapkan terima kasih kepada pihak swasta dan semua unsur yang telah berpartisipasi dalam kegiatan penyemprotan. Kegiatan penyemprotan dilakukan secara manual sampai enam hari kedepan.
“Semoga Covid – 19 (Corona Virus) cepat berlalu, agar masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa, tarawih dan Idul Fitri dengan khusuk, ” tambah Syahruna.(btr)
Kepling XIV, Simpang Selayang, Wina Eka Lestari memberikan sembako kepada warganya yang kurang mampu, Rabu (1/4/2020).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Demi kemanusian dan upaya saling membantu menghadapi penyebaran wabah Virus Corona atau Covid-19, puluhan warga yang membutuhkan di Lingkungan XIV Kelurahan Simpang Selayang, Medan Tuntungan, mendapat bantuan sembako.
Aksi ini menjadi penting seiring imbauan pemerintah agar masyarakat tetap berada di rumah sebagai upaya memutus penyebaran virus asal Wuhan, China ini.
“Terdata ada 45 KK (kepala keluarga) kurang mampu di Lingkungan XIV Blok Kayu Raja. Bantuan ini merupakan swadaya dari warga sekitar. Sifatnya saling membantu, warga mampu membantu warga yang membutuhkan,” ujar Kepala Lingkungan (Kepling) XIV, Kelurahan Simpang Selayang, Wina Eka Lestari, Rabu (1/4/2020).
Ia mengatakan, sebagai perwakilan Pemko Medan, khususnya di Kelurahan Simpang Selayang, dirinya berterimakasih kepada warga. Khususnya kepada ketua panitia penyaluran bantuan, M Aulia Putra Saragih, S.P,M.Si. “Sejak kemarin (Selasa, 31 Maret 2020), sebagian bantuan bahan pokok sudah dibagikan. Hari ini, bantuan masih terus bertambah, kita sedang mempersiapkan kembali pembagian lanjutan,” tutur Wina.
Dalam kondisi sekarang ini, imbauan pemerintah untuk tetap berdiam di rumah bakal begitu berdampak kepada warga masyarakat yang kurang mampu. “Pada dasarnya warga mau untuk tetap tinggal di rumah.
Mereka juga gak mau ngeyel, tapi itu tadi kehidupan kan tetap harus berputar, makanya saya sangat senang ketika warga kompak dan mau untuk menyisikan sebagian rejekinya saling membantu,” sebutnya.
“Artinya imbauan agar warga tetap di rumah dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 bisa berjalan maksimal. Harapan saya selaku Kepling ya mudah-mudahan kegiatan ini akan terus berkelanjutan,” pungkas Wina.
Sementara itu, Aulia Putra Saragih sebagai ketua panitia mengapresiasi antusiasme masyarakat. “Ya ke depan dan mudah-mudahan warga lain juga ikut mendukung. Kalau begini, InshaAllah imbauan pemerintah agar tetap di rumah bakal berjalan maksimal.
Karena pada dasarnya, kebutuhan dasar itu terpenuhi pasti warga akan tinggal di rumah. Masalah yang terjadi sekarang kan bagaimana mau tinggal di rumah kalau untuk makan istri dan anaknya terancam, itu yang harus jadi pemikiran bersama kita,” tandasnya.
Sementara itu, Lurah Simpang Selayang, Albena Boang Manalu S.STP, M.SP memberikan apresiasi tinggi dengan apa yang dilakukan oleh warga Lingkungan XIV. “Saya sangat berterimakasih dengan apa yang dilakukan Bu Kepling, mendorong warga sekitar agar saling membantu. Harapan kita dengan apa yang dilakukan warga Lingkungan XIV ini bisa mendorong dan menggerakkan untuk semua warga kita, kalau bisa se Indonesia,” harap Albena.
Menurutnya, bantuan seperti ini yang dibutuhkan oleh masyarakat yang pekerja harian. “Inilah yang saat ini dibutuhkan masyarakat kita yang pekerja harian. Di satu sisi pemerintah menuntut mereka untuk membantu menangani Covid-19 itu dengan cara berdiam di rumah.
Sementara dengan melakukan itu semua mereka dihadapkan dengan posisi memenuhi kebutuhan sehari-hari yang semakin sulit. Jadi sama-sama kita saling membantu, yang mampu menyisihkan rejekinya buat saudara kita yang kurang mampu,” paparnya.
Albena menegaskan, Kelurahan Simpang Selayang juga mendorong pihak swasta untuk melakukan hal serupa seperti yang dilakukan warga Lingkungan XIV. “Kami juga sedang mendorong pihak swasta di tempat kita, seperti GBI membantu memberi vitamin. Besok (Kamis, 2 April) mungkin kita akan memberikan bantuan makanan kepada warga kurang mampu di seputaran Simpang Selayang,” tutur Albena.
“Jadi kita ingin seluruh warga bisa mengikuti apa yang dilakukan oleh warga di Lingkungan XIV ini. Semoga semuanya bisa mengikuti,” pungkas Albena. (adz)
YAGASU Medan ikut menerapkan konsep work from home (WFH). Dengan kemutakhiran teknologi, bekerja dari rumah tetap bisa dilakukan karyawan Yagasu secara online
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sejak pasien positif COVID-19 ditemukan di Indonesia awal Maret lalu, dan jumlahnya terus meningkat, pemerintah mengimbau masyarakat mengurangi kegiatan di luar rumah dan melakukan social distancing untuk mengurangi potensi penyebaran virus.
Merespon imbauan tersebut, Yayasan Gajah Sumatera (YAGASU) yang berlokasi di Jalan Sei Galang No 23-25 Medan, ikut menerapkan konsep work from home (WFH). Dengan kemutakhiran teknologi, bekerja dari rumah tetap bisa dilakukan karyawan Yagasu secara online.
“Dalam kondisi seperti ini, prioritas kami tentu adalah kesehatan serta keselamatan karyawan. Sebagian besar unit kerja YAGASU telah menerapkan split team dan work from home, yang dapat dilakukan melalui teknologi video conference,” kata Meilinda Suriani Harefa selaku Program Director Yagasu, dalam rilisnya yang diterima Sumut Pos, kemarin.
Ia mengatakan, dengan memanfaatkan solusi video conference seperti Zoom Meeting, WhatsApp, Skype, dan Google Meeting, komunikasi yang biasanya dilakukan di ruang rapat maupun kubikel kerja, dapat dilakukan dari rumah masing-masing dengan mudah.
“Layanan video conference ini disediakan tak hanya untuk internal karyawan YAGASU Medan, namun juga untuk memantau kegiatan beberapa karyawan yang berlokasi di kantor cabang Aceh, JalanTeuku Di Anjong No 667 Gampong Jawa Kota Banda Aceh,” katanya/
Tak hanya dengan karyawan, layanan video conference juga dilakukan dengan Kolega YAGASU yang ada di wilayah yang sama, serta dengan para donor yang berada di luar Indonesia.
“Hikmah dari wabah ini juga memberikan pembelajaran kepada internal staff dalam manajemen dan proyek YAGASU untuk menjaga kebersihan, menjaga stamina, bekerja yang efesien dan efektif. Staff lapangan dan Ketua kelompok pelaksana kegiatan di lapangan yang memiliki tanggung jawab pekerjaan teknis diwajibkan mampu berkomunikasi dengan memanfaatkan tekhnologi semaksimalnya untuk melaporkan kondisi progress pekerjaan di lapangan dari jarak jauh tanpa terkendala dan diyakini sesuai dengan target ataupun output pekerjaan,” katanya.
Dalam kegiatan ini, YAGASU biasa melaksanakan video conference sebanyak 2x seminggu. Layanan video conference ini juga telah didukung sistem keamanan yang terjamin, sesuai dengan standar dan algoritma enkripsi yang kuat, sehingga telah menjadi solusi yang terintegrasi dan terpercaya.
“Dengan penggunaan layanan video conference ini, perbedaan lokasi, jarak, dan waktu tak lagi menjadi hambatan aktivitas dalam bekerja. Koordinasi dan komunikasi karyawan baik yang berada di lapangan maupun di rumah, kini tidak lagi sebatas antar kubikel dan di ruang rapat. Namun bisa dilakukan di mana saja sehingga kinerja dan produktivitas akan tetap terjaga,” ucap Meilinda.
Harapannya, virus COVID-19 ini akan segera berakhir sehingga proses tatap muka dalam dunia pekerjaan dapat segera terlaksana.
Sejauh ini YAGASU tetap menyambut baik saran pemerintah dan melaksanakan semua aturan yang disarankan guna kebaikan seluruh karyawannya. (rel)
Foto: Istimewa
IMPOR MASKER: Komisaris Utama Gojek Garibaldi Thohir (kanan) dan Chief Operations Officer Gojek Hans Patuwo (kiri) menyambut kedatangan impor masker untuk disediakan kepada para mitra driver dan tenaga medis Indonesia di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta (1/4). Gojek merupakan perusahaan on-demand pertama yang mendapatkan izin impor masker dari pemerintah melalui BNPB dan Kemenkes RI agar tidak mengganggu ketersediaan dan produksi masker dalam negeri.
Foto: Istimewa IMPOR MASKER: Komisaris Utama Gojek Garibaldi Thohir (kanan) dan Chief Operations Officer Gojek Hans Patuwo (kiri) menyambut kedatangan impor masker untuk disediakan kepada para mitra driver dan tenaga medis Indonesia di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta (1/4). Gojek merupakan perusahaan on-demand pertama yang mendapatkan izin impor masker dari pemerintah melalui BNPB dan Kemenkes RI agar tidak mengganggu ketersediaan dan produksi masker dalam negeri.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Gojek terus proaktif melakukan upaya menjaga keamanan dan kesehatan bersama bagi ekosistemnya. Inisiatif ini bagian dari prioritas Gojek meminimalisir penyebaran virus corona (COVID-19), mengingat mitra driver berada di garda terdepan membantu puluhan juta masyarakat yang harus membatasi ruang gerak dengan berada #dirumahaja.
Sampai hari ini, Gojek telah menyediakan ratusan ribu paket kesehatan (safety kit) yang dibagikan di lebih dari 1.300 titik kepada puluhan ribu mitra driver di lebih dari 80 kota di seluruh Indonesia. Paket kesehatan tersebut berupa masker, hand sanitizer, vitamin, dan penyemprotan disinfektan pada sepeda motor serta mobil mitra driver. Jumlah paket di masing-masing daerah disesuaikan dengan ketersediaan dari masing-masing alat kesehatan yang saat ini jumlahnya sangat terbatas.”
Meskipun demikian, ketersediaan alat-alat kesehatan, terutama masker, semakin langka. Masker merupakan salah satu alat perlindungan diri yang paling dibutuhkan untuk meminimalisir risiko penularan, terutama bagi mereka yang masih memiliki mobilitas tinggi seperti para driver yang jumlahnya mencapai jutaan orang.
Garibaldi Thohir, Komisaris Utama Gojek mengatakan, “Kami sangat bersyukur dan berterimakasih telah mendapatkan izin impor masker dari Pemerintah Indonesia yang diwakili oleh BNPB selaku Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dan Kementerian Kesehatan. Gojek merupakan perusahaan on-demand pertama yang mendapatkan izin impor ini. Diberikannya izin impor masker ini akan memastikan tidak terganggunya ketersediaan dan produksi masker dan alat-alat perlindungan diri lain di Indonesia yang saat ini dialokasikan sepenuhnya untuk kebutuhan rumah sakit dan tenaga kesehatan,” lanjut Garibaldi.
“Pandemi COVID-19 menempatkan jutaan mitra driver di garda terdepan untuk membantu masyarakat yang harus membatasi ruang geraknya guna meminimalisir penyebaran virus di masa pandemi ini. Gojek melakukan berbagai upaya untuk menyediakan alat perlindungan diri agar mereka bisa bertugas secara prima dan terminimalisir dari risiko penularan,” lanjut Garibaldi.
Garibaldi lebih jauh menjelaskan, “Gojek mengambil peran aktif untuk mendukung upaya Pemerintah menekan penyebaran COVID-19. Mitra driver yang populasinya tinggi dan sering berinteraksi dengan orang lain dalam keseharian mereka mengantar makanan, bahan pokok, obat-obatan dan barang lainnya untuk masyarakat, dianggap sebagai kelompok yang keamanan dan kesehatannya perlu dijaga. Dengan mitra driver yang aman, maka kebutuhan masyarakat Indonesia bisa terpenuhi di masa yang penuh tantangan ini.”
Hans Patuwo selaku Chief Operations Officer Gojek mengatakan, “Mewakili manajemen Gojek, kami sangat mengapresiasi dan berterimakasih kepada Pemerintah, dalam hal ini BNPB, Kementerian Kesehatan, Bea Cukai dan Garuda Indonesia yang membuat pengadaan masker ini bisa dilakukan. Kami tidak ingin mengganggu ketersediaan dan produksi dalam negeri yang sangat dibutuhkan tenaga kesehatan dan masyarakat yang masuk kelompok rentan COVID-19.”
Foto: Istimewa
PENYEMPROTAN: Petugas bandara melakukan penyemprotan disinfektan pada masker-masker yang diimpor oleh Gojek yang baru tiba di Bandara Soekarno Hatta. Gojek merupakan perusahaan on-demand pertama yang mendapatkan izin impor masker dari pemerintah melalui BNPB dan Kemenkes RI agar tidak mengganggu ketersediaan dan produksi masker dalam negeri. Proses kedatangan ini seluruhnya menerapkan prinsip jaga jarak sosial.
“Kami juga berterimakasih kepada kru Garuda Indonesia yang telah melakukan karantina 14 hari sebelum keberangkatan dan atas perjuangan mereka membantu jutaan mitra driver Gojek di Indonesia,” lanjut Hans.
Gojek akan mendonasikan masker impor tersebut kepada Yayasan AnakBangsa Bisa yang akan dialokasikan bagi mitra driver Gojek dan disumbangkan kepada Pemerintah untuk para tenaga kesehatan di rumah sakit rujukan COVID-19.
“Tidak hanya untuk mitra driver, Gojek juga memahami pentingnya memastikan para tenaga kesehatan tetap mendapat pasokan masker yang dibutuhkan. Itu sebabnya Gojek juga akan menyalurkan sebagian masker yang diimpor ini kepada pemerintah untuk dapat dialokasikan kepada para tenaga kesehatan yang ditempatkan di rumah sakit rujukan pemerintah,” lanjut Hans.
Upaya Gojek melindungi mitra tidak hanya berhenti di pemberian paket kesehatan dan alat perlindungan diri, tapi dari hulu ke hilir. Gojek telah menggalang Dana Bantuan Mitra Gojek senilai Rp100 miliar, yang terkumpul dari donasi jajaran manajemen senior Gojek sebesar 25 persen gaji tahunan mereka serta pengalihan anggaran kenaikan gaji tahunan karyawan. Dana Bantuan Mitra Gojek (Gojek Partner Support Fund) ini akan dikelola oleh Yayasan Anak Bangsa Bisa yang didirikan oleh Gojek. Prioritas utama yayasan adalah mendukung keberlangsungan pendapatan mitra driver dan mitra lainnya di tengah periode ketidakpastian ini.
Gojek juga telah mengumumkan skema bantuan pendapatan bagi mitra driver apabila ada yang terdiagnosa positif COVID-19. Gojek merupakan perusahaan on-demand pertama di Indonesia yang memberlakukan skema bantuan pendapatan bagi mitra driver. Program dana bantuan ini kemudian juga diperluas ke pada driver dengan status ODP dan PDP dan harus dikarantina berdasarkan rujukan pemerintah, agar mereka masih dapat mendukung keluarganya ketika mereka harus dikarantina dan tidak dapat bekerja. Perluasan program dana bantuan ke driver status PDP dan PDP ini akan dinaungi oleh Yayasan Anak Bangsa Bisa (YABB).
Gojek juga terus memberikan edukasi kepada mitra mengenai pencegahan COVID-19, termasuk memperkenalkan inovasi contactless delivery di layanan pesan-antar makanan GoFood serta GoSend, GoShop dan GoMart, guna meminimalisir kontak fisik langsung dalam pengantaran makanan dan barang. (rel)