Seluruh awak dan penumpang Pesawat Lion Air RP-C5880 yang jatuh dan meledak di Bandara Internasional Ninoy Aquino (NAIA) Manila, Filipina, dipastikan tewas dalam kecelakaan tragis itu.
Menurut Badan Darurat Filipina, Minggu malam 29 Maret 2020, tak seorang pun awak dan penumpang pesawat yang berhasil menyelamatkan diri. Sebab, pesawat jatuh dan langsung meledak sehingga terjadi kebakaran hebat yang menghanguskan seluruh badan pesawat.
Terdapat 8 orang di dalam pesawat di antaranya pilot dan co pilot, seorang juru mesin, seorang dokter, seorang perawat, seorang pasien dan seorang pendamping pasien.
Pesawat yang dioperasikan Lion Air Inc itu jatuh beberapa saat setelah lepas landas di landasan pacu sekitar pukul 8 malam waktu setempat. Sedianya pesawat akan terbang ke Tokyo, Jepang untuk membawa peralatan medis dan seorang pasien.
Saat ini tim penyelamat sudah berhasil memadamkan api yang melumat badan pesawat. Proses pendingan masih berlangsung dan tim telah bersiap untuk melakukan evakuasi korban.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sejak kompetisi sepak bola Tanah Air resmi dihentikan sementara hingga waktu yang belum ditentukan, sejumlah pemain PSMS Medan memilih kumpul bersama keluarga dan berbisnis demi tambahan penghasilan.
Diketahui per 25 Maret, Manajemen Ayam Kinantan meliburkan skuad, termasuk official tim. Sejumlah penggawa yang berdomisili luar kota maupun provinsi, pun langsung pulang kampung. Tak merasa cemas, karena hak mereka berupa gaji, disebutkan tetap akan dipenuhi oleh manajemen.
Seperti winger PSMS Yohanis Nabar, dia mengaku telah berkumpul dengan keluarganya di Sentani, Papua, sejak Rabu (25/3) lalu.
“Puji Tuhan, saya sudah tiba di kampung dengan selamat. Pastinya saya akan memanfaatkan ini dengan kumpul bersama keluarga,” ungkap Anis, sapaan karib Yohanis Nabar, Jumat (27/3).
Selain berkumpul dengan keluarga, Anis pun mengisi waktu libur ini dengan berlatih mandiri di rumah, sebagaimana instruksi yang disampaikan tim pelatih.
“Selain berkumpul dengan keluarga, saya manfaatkan dengan tetap latihan ringan pagi dan sore di samping rumah,” katanya.
Pemain berusia 28 tahun itu, pun menceritakan kondisi kampung halamannya sejak mewabahnya virus corona di Indonesia. Menurutnya, masyarakat hanya diperbolehkan beraktivitas di luar rumah pada pagi hari.
“Bandara memang sudah enggak ada penerbangan buat penumpang. Sedangkan aktivitas masyarakat, cuma dari jam 6 pagi sampai 12 siang. Setelah itu, sudah enggak ada yang boleh keluar rumah atau kumpul-kumpul, karena dijaga aparat. Biar semuanya aman dan diharuskan stay di dalam rumah,” jelas Anis.
Sementara bek PSMS Andre Sitepu, memilih fokus menggeluti bisnisnya di masa penghentian sementara kompetisi. Bisnisnya berdagang online perlengkapan olahraga. Menurutnya, menjalankan bisnis merupakan pilihan paling realistis di masa seperti ini.
“Sesuai anjuran pemerintah, tetap di rumah. Tapi ada side-job kecil-kecilan yang saya jalankan, bisnis online,” bebernya, seraya mengatakan, bisnis yang digelutinya ini resmi dibuka 2 pekan lalu.
“Kebetulan 2 minggu lalu baru buka toko online khusus perlengkapan olahraga di Kabanjahe. Akun Instagramnya @othnielsportstore. Nah, untuk sementara main ini dulu (bisnis online),” imbuh Andre.
Meski masih menerima gaji dari manajemen, Andre mengaku masih perlu mencari sumber penghasilan lain, guna memenuhi kebutuhan keluarga.
“Sebagai pemain sepak bola, ya mencari nafkah dari sini (kompetisi). Tapi dengan situasi seperti ini, harus pandai-pandai memanfaatkan peluang. Karena dapur tetap harus berasap kan?” pungkasnya. (isc/tnc/saz)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas-dinas di Provinsi Sumatera Utara seperti Dinas Tenaga Kerja, Dinas Perindag dan Koperasi sebaiknya berperan aktif dalam menyikapi kekurangan APD di kabupaten/kota dan memberdayakan balai-balai yang mereka miliki seperti balai pelatihan kerja untuk memproduksi APD guna mengantisipasi perkembangan Covit-19.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut Ustad H Syahrul Efendi Siregar melalui pesan WhatsApp-nya, Sabtu (28/3/2020).
“APD seperti masker yang biasanya puluhan ribu perkotak sekarang sudah mencapai ratusan ribu, demikian juga hand sanitizer, apalagi baju yang digunakan khsusus oleh para medis seperti baju astronod yang semuanya minim dan langka,” ujar Syahrul.
Lebih lanjut, Ustad Syahrul yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan ini menjelaskan, di Dapilnya, Tabagsel banyak rumah sakit seperti RS Gunung Tua, RS Palas dan berbagai Puskesmas, para tenaga medis yang berada di garda terdepan memberantas Covid-19 kesulitan dalam mendapatkan APD.
Mereka menggunakan APD seadanya saat memeriksa, menolong dan merawan PDP atau positif Covid-19. “Hal ini sangat berbahaya, walau pun kesigapan pemerintah Sumut dalam hal ini Gubsu cukup baik, namun para OPD masih banyak menunggu dan bahkan tak mampu untuk mengatasi kekurangan APD tersebut. “Sebaiknya Dinas Tenaga Kerja, Dinas Koperasi dan Perdagangan Sumut punya inisiatif memberdayakan binaan-binaan mereka untuk membatu kelangkaan APD,” imbau Syahrul.
Selain itu, dia juga mengimbau kepada Gubsu untuk mengalokasikan dana kepada para pegiat-pegiat di bawah naungan Kadis-Kadis tersebut agar kekurangan APD di 33 kabupaten/kota setidaknya bisa teratasi.
“Gubsu jangan kerja sendiri, libatkan semua OPD yang ada, juga berkoordinasilah kepada DPRD Sumut untuk membicarakan pergeseran anggaran untuk kebutuhan yang sifatnya sudah sangat emergensi ini,” pungkas Syahrul. (adz)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sesungguhnya DRPD Sumut sudah merespon dengan cepat projek pencegahan dan pemberantasan Covid-19. Melalui rapat pimpinan beberapa waktu lalu, sudah disampaikan agar Pemprovsu dan DPRD Sumut untuk duduk bersama melakukan berbagai upaya pengalokasian anggaran semaksimal mungkin, mata anggaran mana saja yang bisa digeser untuk kebutuhan yang darurat ini.
Demikian disampaikan Ketua Fraksi PDI Perjuangan Sumut Mangapul Purba melalui pesan Whats App kepada wartawan, Sabtu (29/3/2020).
“Kami mengetahui persis kondisi di lapangan saat ini sangat membutuhkan peralatan APD terutama untuk pejuang di garda terdepan yaitu para tenaga medis, karena itu kami sudah sampaikan kepada Ketua DPRD dan Gubsu untuk segera mengalokasikan anggaran guna memenuhi kebutuhan mendesak tersebut,” ujarnya.
Mangapul yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan ini juga menegaskan, tidak benar pernyataan dari elemen masyarakat yang bilang DPRD berondok. “Kita terus bekerja dan berkoordinasi, lihat saja dari berbagai media yang memberitakan tentang hal tersebut. Sekarang ini bolanya ada di tangan Gubsu dan Ketua DPRD untuk segera ketuk palu pengalokasian anggaran, tapi faktanya sampai hari ini belum direspon.
Jangan nanti kita menggali kuburan massal gara-gara kita binggung, kalau pun salah asal berhasil melawan Virus Corona ini, maka akan sama-sama kita pertanggungjawabkan,” beber Mangapul.
Selain itu, dia juga menyampaikan bahwa Gubsu juga harus mengkonsolidasikan seluruh kepala daerah di 33 kabupaten/kota, jangan semuanya bekerja sendiri-sendiri, harus ada koordinasi yang maksimal. “Kita harus punya akselerasi program dan kerja-kerja team yang mumpuni dan kompak dalam menangani masalah Covid-19.
Dari awal kita tetap konsisten akan berkoordinasi dan kalau masih lambat kita akan tetap bersuara guna upaya penanganan Covid-19 yang sedang mengancam. F-PDI Perjuangan akan terus bersuara dalam membangun sinergi untuk itu, hal ini sudah kami tegaskan dalam Rapim DPRD Sumut,” pungkas Mangapul. (adz)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sejak masyarakat secara serempak mulai melakukan himbauan dari Pemerintah RI untuk beraktivitas seperti belajar, bekerja dan beribadah di rumah dalam rangka mengupayakan pencegahan perluasan virus COVID-19, hingga kini Telkomsel mencatat lonjakan trafik komunikasi berbasis layanan data mencapai sekitar 13%.
Peningkatan tersebut didorong oleh meningkatnya aktivitas pemanfaatan akses internet oleh pelanggan dalam penggunaan aplikasi layanan e-learning oleh para pelajar, aplikasi meeting conference oleh para pekerja, hingga aktitvitas mencari informasi terkini terkait pandemi virus COVID-19 melalui sejumlah situs informasi resmi oleh masyarakat pada umumnya.
Untuk itu, guna menghadirkan kenyamanan pelanggan dalam mendapatkan informasi terkini dan resmi seputar pandemi COVID-19 di Indonesia, kini Telkomsel turut bergotong royong bersama para pemangku kepentingan terkait seperti Kementerian Kesehatan RI dan Pemprov DKI Jakarta, dengan memberikan bebas kuota data untuk akses tiga situs informasi resmi pandemi COVID-19, yakni www.covid19.go.id, www.infeksiemerging.kemkes.go.id, www.corona.jakarta.go.id.
Kemudahaan ini merupakan wujud konsistensi Telkomsel untuk terus berperan aktif bersama seluruh elemen masyarakat yang memiliki kepedulian yang sama dalam mengatasi pandemi COVID-19 di Indonesia. Hal ini juga merupakan komitmen dari Telkomsel untuk berdampingan bersama Pemerintah RI, terutama mengikuti arahan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI agar operator telekomunikasi juga berperan dalam penyediaan layanan telekomunikasi dan internet dengan kapasitas dan kualitas layanan yang baik selama masa darurat COVID-19.
Telkomsel juga berharap, melalui bebas kuota data untuk ketiga situs resmi tersebut, pelanggan akan mendapatkan informasi terkini dan terpercaya dengan lebih mudah dan nyaman, serta menghindari beredarnya informasi tidak benar atau hoax seputar perkembangan pandemi COVID-19 di Indonesia. Telkomsel akan terus melakukan pemantauan atas perkembangan COVID-19, dan mendukung upaya bersama dalam menjaga Indonesia dalam melalui masa darurat ini.
video call: napi menggunakan warung telekomunikasi (video call) Lapas Klas IA Medan saat menghubungi keluarganya, Jumat (27/3).
agusman/sumut pos
video call: napi menggunakan warung telekomunikasi (video call) Lapas Klas IA Medan saat menghubungi keluarganya, Jumat (27/3).
agusman/sumut pos
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IA Medan memaksimalkan warung telekomunikasi yang berada di dalam Lapas selama masa lockdown diberlakukan.
Ada 9 buah perangkat yang digunakan untuk video call, semua perangkat dapat digunakan oleh narapidana (napi) secara bergantian. Video call tersebut dilakukan oleh narapidana yang menghubungi keluarganya.
“Sebelum wabah Covid-19, warung telekomunikasi ini sudah ada, namun lebih dimaksimalkan ketika Covid-19 mulai merebak di Sumatera Utara,” ujar Kepala Lapas Klas IA Medan, Frans Elias Nico, Jumat (27/3).
Dikatakan Nico, warung telekomunikasi dapat digunakan napi secara fleksibel, bila sedang tidak sedang ramai bisa saja digunakan hingga 15 menit. “Fleksibel saja, kalau sedang tidak ramai bisa aja sampai 15 menit,” kata dia.
Namun, lanjutnya, video call tersebut dilakukan oleh narapidana yang menghubungi keluarganya. “Tapi, Ini yang nelfon melalui Lapas ya. Jadi skemanya narapidana yang menghubungi keluarganya, bukan keluarga yang menghubungi Lapas,” papar Nico.
Sebelumnya, Frans Elias Nico mengatakan bahwa mulai Senin depan memberlakukan pensterilan di Lapas Tanjunggusta Medan. “Ya mulai senin depan, kita berhentikan untuk sementara pengunjung selama 14 hari,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Selain itu, menurutnya para tahanan akan kembali disterilkan dengan dilakukan penyemprotan disinfektan agar kembali steril. “Jadi nanti setelah ditutup, tahanan akan kembali kita sterilkan, baik bangunan, orang, agar tetap kembali steril,” jelas Nico.
Menurutnya, seminggu sebelumnya, Lapas Tanjunggusta sudah berlakukan pensterilan dengan penyemprotan disenfekta terhadap warga binaan.
Selain penyemprotan disenfekta, Lapas Tanjunggusta Medan juga sudah berlakukan pengurangan jumlah pengunjung. Harapannya, dengan diberlakukannya Lockdown ini, Lapas Tanjunggusta terhindar dari penyebaran Virus Corona. (man/ila)
MEMBACA ALQURAN:
Santri membaca Alqurandi Pesantren
Al-Raudhatul Khasanah, beberapa waktu lalu. Dua staf pengajar di pesantren ini dideteksi masuk ODP akibat wabah corona.
Seluruh Santri Akan Diisolasi
MEMBACA ALQURAN:
Santri membaca Alqurandi Pesantren
Al-Raudhatul Khasanah, beberapa waktu lalu. Dua staf pengajar di pesantren ini dideteksi masuk ODP akibat wabah corona.
Dua orang staf pengajar di Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah diduga berstatus Orang Dalam Pantauan (ODP) virus corona (Covid-19). Keduanya diketahui baru pulang dari luar kota sekitar seminggu lalun
Untuk mengantisipasi penyebaran virus corona, Camat Medan Tuntungan, Topan Ginting meminta pihak Pesantren Ar -Raudhatul Hasanah untuk menunda pemulangan 3.000 santrinya.
Sebab, lanjutnya, berdasarkan informasi yang dia dengar, pada 28 Maret nanti sekitar 3.000 santri yang menuntut ilmu di pondok tersebut akan dipulangkan ke rumah orangtuanya untuk menghindari virus corona.
“Apabila para santri dipulangkan ke rumah orangtuanya, maka akan rentan menyebarkan virus corona ke segala daerah. Untuk itulah disarankan agar pemulangan ditunda. Dan kami sudah surati pihak pesantren menunda pemulangan santri,” tegas Topan kepada wartawan, Jumat, (27/3).
Alasan imbauan penundaan pemulangan para santri tersebut, lanjut Topan, karena kedua staf pengajar di pesantrem tersebut berstatus ODP setelah dilakukan pemeriksaan dan pemantauan oleh tim kesehatan, sehingga sampai saat ini kedua staf pengajar diisolasi.
“Tim mendapat informasi dan dilakukan pengecekan. Makanya, diisolasi dan dipantau kesehatannya sampai 14 hari ke depan atau sampai awal April mendatang,” kata Topan.
Karenanya, Topan meminta para santri juga harus diisolasi sampai masa isolasi kedua pengajar tersebut selesai. Apabila dalam massa isolasi tidak ditemukan masalah atau terindikasi corona, maka pihak pengajar dan santri boleh dipulangkan. “Kalau sudah tidak ada masalah selama masa isolasi, maka santri boleh dipulangkan ke orangtuanya sesuai arahan dari pihak Puskesmas,”ujarnya.
Sedangka saran dari pihak Puskesmas Simalingkar, kata Topan, semua santri dan santriwati harus diisolasi. Hal ini untuk memutus penyebaran vitus tersebut, sehingga tidak terjadi yang tidak diinginkan. (mag-1/ila)
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
HUJAN: Sejumlah pejalan kaki menggunakan payung untuk berlindung dari hujan di Kota Medan, beberapa waktu lalu. BMKG Wilayah I Medan memprediksi, musim penghujan di Sumut berakhir pada akhir Oktober atau awal November 2018.
Ilustrasi
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah 1 Medan memprediksi, Kota Medan berpotensi hujan dengan intensitas ringan-sedang, hingga tiga hari ke depan. Hal itu dikatakan Prakirawan BBMKG Wilayah 1 Medan, Marta Rosefina Manurung kepada Sumut Pos di Medan, Jumat (27/3).
“Kota Medan masih berpotensi hujan dengan intensitas ringan-sedang. masyarakat tetap waspada cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi seperti hujan sedang-lebat yang disertai guntur dan angin kencang,” ujarnya.
Menurutnya, prakiraan cuaca ini sudah terdeteksi sejak, Senin (23/3) kemarin, dengan intensitas mencapai 34 derajat celcius pada siang hari, dan di wilayah pegunungan dapat mencapai 30 derajat celcius pada siang hari.
Namun, lanjut Marta, untuk hari ini (Jumat, 27 Maret, red) hingga tiga hari ke depan, suhu udara meningkat mencapai 35 derajat celcius pada siang hari. “Sedangkan, di pegunungan dapat mencapai 30 derajat celcius pada siang hari,” paparnya.
Adapun, peringatan dini cuaca di Sumut, per 27 Maret 2020, pada pukul 16.30-20.00 WIB, yakni berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, yang terjadi di Medan, Langkat, dan Tapanuli Utara (Taput).
Kemudian juga akan terjadi di wilayah lainnya, seperti Samosir, Humbanghasundutan (Humbahas), Deliserdang, Langkat, Karo, Simalungun, Dairi, Pakpak Bharat, Mandailingnatal (Madina), Tobasamosir (Tobasa), Labuhanbatu Utara (Labura), dan dapat meluas ke Labuhanbatu, Tapanuliselatan (Tapsel), Padanglawas Utara (Paluta), dan Padanglawas Selatan (Palas). (mag-1/ila)
RESMIKAN:
Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP M R Dayan meresmikan gedung baru Sat Intelkam Polres Pelabuhan Belawan, Jumat (27/3).
RESMIKAN:
Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP M R Dayan meresmikan gedung baru Sat Intelkam Polres Pelabuhan Belawan, Jumat (27/3).
BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP M R Dayan meresmikan gedung baru Sat Intelkam Polres Pelabuhan Belawan, Jumat (27/3).
Peresmian ditandai dengan penandatangan prasasti dan pengguntingan pita turut dihadiri sejumlah pejabat utama Polres Pelabuhan Belawan dan sejumlah undangan.
Dalam prosesi persemian yang berlangsung, dilakukan peninjauan ruangan pelayanan SKCK, dan pengecekan sejumlah fasilitas untuk pelayanan publik.
“Dengan diresmikan gedung baru ini, harapannya pelayanan SKCK kepada masyarakat lebih maksimal. Sehingga masyarakat lebih terlayani dalam urusan administrasi di Polres Pelabuhan Belawan,” kata Dayan.
Ia juga berharap kepada personel di Satuan Intelkam harus lebih meningkatkan pelayanan baik kepada masyarakat. Pelayanan terbaik adalah tujuan dari kepolisian guna tercapainya citra dan kepercayaan masyarakat terhadap polisi yang mampu mengayomi dan melayani.
“Dengan adaya fasilitas yang tersedia, masyarakat dapat memanfaatkan untuk urusan SKCK, setiap urusan sudah mudah dan tidak ada dipersulit.
Jadi, masyarakat tidak lagi khawatir untuk mengurus surat kepolisian, karena pelayanan sudah kita lengkapi,” pungkas Kapolres. (fac/ila)
BEROPERASI: Pasar Dolok Sanggul masih beroperasi setiap hari Jumat. Aktivitas masyarakat di sekitaran pasar masih berjalan normal di tengah Covid-19.
BEROPERASI: Pasar Dolok Sanggul masih beroperasi setiap hari Jumat. Aktivitas masyarakat di sekitaran pasar masih berjalan normal di tengah Covid-19.
HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) tetap memperbolehkan pasar Dolok Sanggul untuk beroperasi, karena menyangkut kebutuhan persedian kebutuhan bahan pokok.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Humbang Hasundutan, Hotman Hutasoit menjawab wartawan, Jumat (27/3).
Menurut Hotman, pihaknya dalam situasi Covid-19 hanya memberikan imbauan untuk dapat melakukan jarak dan tidak melakukan kontak fisik. “Tindakan ini sudah disosialisasikan oleh Dinas Kopedagin, dan tidak dilarang untuk membuka karena ini menyangkut kebubutuhan pokok tapi harus waspada,” katanya.
Ditengah Covid 19 ini, pada umumnya para pedagang dan pengunjung pasrah menghadapi Covid-19 ini, terlebih khusus pedagang. Sebab , mereka mengaku bergantung pada pemasukan berjualan dari pada berdiam diri di rumah.
Dari amatan di Pasar Dolok Sanggul yang hanya beroperasi setiap hari Jumat, tetap saja dibuka di tengah wabah Covid 19.
Pasar ini tetap ramai pengunjung dengan pembeli, pedagang yang datang dari luar daerah dan masih berjalan normal, namun tidak seperti hari-hari sebelumnya.
Seperti diungkapkan oleh salah satu pedagang sayur mayur boru Silaban. “ Ya pasrahlah ito, dari pada tidak makan,” ujar ibu dua anak ini.
Tampak, pasar di Dolok Sanggul ini, tidak seramai dihari sebelumnya. Para pengunjung, nampaknya mengikuti imbauan pemerintah yang harus berdiam diri tanpa ada melakukan kumpulan massa. Namun, para pedagang selalu membuka disebabkan ketergantungan hidupnya di pasar.
Tampak sekali-kali, boru Silaban melayani pembeli dan menukar uang hasil jualannya jika ada uang kembaliannya. Diapun tidak takut, untuk melayani pembeli dari manapun itu.
“ Kehidupan kita inikan bergantung disini, jadi pasrah saja to,” katanya dengan senyum.
Tidak hanya pada pedagang ini, pengunjung pasar juga tidak takut dalam serangan wabah tersebut. Seperti diungkapkan oleh, boru Simamora. Disaat membeli sayur boru Silaban, diungkapkannya tidak takut akan wabah tersebut, namun dirinya tetap waspada kepada siapa yang hendak ditemui.
Terpisah, Kepala Polisi Resort (Kapolres) Humbang Hasundutan, AKBP Rudi Hartono mengaku tidak ada perintah dari pemerintah untuk bersama-sama menutup pasar tersebut. “Kalau pasar belum ada perintah, walaupun masuk dalam kategori kerumuman massa,” katanya via WhatsApp.
Pun demikian, sambung dia, dirinya akan menanyakan hal tersebut kepada Bupati dalam menyikapi pasar yang ada di Kabupaten Humbang Hasundutan yang beroperasi diberbeda hari. “Hari ini kami rapat dengan Bupati, nanti saya tanyakan,” tutupnya. (des/han)