29 C
Medan
Thursday, January 15, 2026
Home Blog Page 4361

Ikatan Alumni STAN Bantu APD ke RSU Adam Malik

BANTUAN: M Nur Sodiq didampingi Pengurus IKANAS Korwil Sumut dan dr Mardianto serta jajaran manajemen RSUP Adam Malik Medan, foto bersama saat penyerahan bantuan secara simbolis. fachril/sumut pos
BANTUAN: M Nur Sodiq didampingi Pengurus IKANAS Korwil Sumut dan dr Mardianto serta jajaran manajemen RSUP Adam Malik Medan, foto bersama saat penyerahan bantuan secara simbolis. fachril/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPP Ikatan Alumni STAN (IKANAS) salurkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) kepada RSUP H Adam Malik. Penyaluran bantuan diberikan secara simbolis oleh DPP IKANAS Kordinator Wilayah Sumatera Utara, Mohamad Nur Sodiq kepada Direktur Umum & Operasional RSUP H Adam Malik dr Mardianto di Gedung Administrasi RSU Adam Malik, Sabtu (28/3).

Direktur Keuangan Pelindo 1, Mohamad Nur Sodiq mengatakan, kegiatan sosial yang mereka lakukan merupakan salah satu program kepedulian IKANAS kepada masyarakat, terutama apresiasi kepada tenaga medis, yang menjadi garda terdepan dalam memerangi Covid-19.

“Penyaluran bantuan oleh IKANAS ini dilakukan ke berbagai RS di seluruh Indonesia, di antaranya RS Cipto Mangunkusumo Jakarta, RS Mawardi Solo, dan juga hari ini kita lakukan di RS Adam Malik, Medan,” kata Nur Sodiq.

Direktur Umum & Operasional RSUP H Adam Malik dr Mardianto mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan, bantuan yang diberikan merupakan fasilitas pelindung diri yang sangat dibutuhkan dengan gencarnya wabah virus Covid-19

“Saat ini dibutuhkan tenaga medis dalam menghadapi Covid-19 ini adalah APD, sehingga bantuan ini bagi kami sangat membantu, karena dapat melindungi para dokter dan tenaga medis di lapangan dan memotivasi untuk terus berjuang merawat para pasien sehingga dapat kembali sembuh,” pungkas dr Mardianto. (fac/ila)

Hari Kedua Penutupan 12 Ruas Jalan, Mobilitas Masyarakat Menurun

JALAN DITUTUp: Kepala Dishub Kota Medan, Iswar Lubis S.SiT MT (kiri) berdiskusi mengatur lalu lintas saat penutupan jalan. Foto bawah, suasana sepi tanpa pengendara jalan setelah dilakukan penutupan jalan. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hari kedua penutupan 12 ruas Jalan di Kota Medan kemarin berjalan dengan lancar. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan mengklaim bahwa langkah penutupan ruas-ruas jalan tersebut memberikan dampak positif bagi penurunan tingkat perjalanan masyarakat di Kota Medan.

“Alhamdulillah hasilnya cukup positif, mobilitas ataupun tingkat perjalanan masyarakat tampak menurun. Khususnya di tengah kota, (mobilitasnya) sudah jauh berkurang,” ucap Kepala Dishub Kota Medan, Iswar Lubis S.SiT MT kepada Sumut Pos, Minggu (29/3).

Dikatakan Iswar, sejauh ini langkah penutupan 12 jalur tersebut cukup membuat masyarakat Kota Medan enggan berkeliling Kota untuk hal yang tidak terlalu penting.

“Karena kalau tujuannya cuma jalan-jalan dan untuk hal-hal yang tidak terlalu penting, tentunya dia merasa repot dan memilih memutar jalan dan mencari-cari jalur alternatif yang membuatnya semakin kerepotan di jalan,” katanya.

Namun begitu, sekalipun dinilai sudah cukup efektif, namun pihaknya bersama Satlantas Polrestabes Medan akan tetap melakukan evaluasi rutin terhadap langkah penutupan ruas jalan tersebut.

Dalam evaluasi itu, nantinya Dishub Medan akan turut membahas jam pemberlakuan penutupan jalur hingga penambahan ataupun pengurangan jalur yang akan ditutup.

“Jadi evaluasi pun pasti akan kita lakukan terus-menerus. Apakah jam pemberlakuannya akan tetap seperti itu atau diubah atau mungkin ditambah. Begitu juga dengan 12 titik yang saat ini ditutup, ini akan terus dievaluasi, apakah akan kita tambah titiknya, apakah akan tetap atau mungkin justru dikurangi. Itu nanti akan dievaluasi,” ujarnya.

Iswar meyakini, ke depannya langkah ini akan semakin efektif dalam mengurangi penyebaran Covid-19 di Kota Medan. “Kebetulan dua hari pertama diterapkannya sistem ini kan hari weekend, jadi masih belum terlalu terlihat. Tapi mulai besok (hari ini) saat masuk hari kerja, kita yakin hal ini akan semakin efektif menekan angka perjalanan masyarakat,” ujar Iswar.

Selain itu, ketidaktahuan sebagian masyarakat atas ditutupnya 12 ruas jalan di Kota Medan itu di dua hari pertama dinilai masih pantas bila belum memberikan hasil maksimal bagi penurunan angka mobilitas masyarakat di jalan.

“Hari ketiga dan berikutnya, tentu akan semakin diketahui oleh masyarakat. Dan kita meyakini, masyarakat akan semakin enggan untuk melakukan perjalanan bila megetahui banyaknya ruas jalan di Kota Medan yang ditutup,” tuturnya.

Iswar juga turut mengimbau masyarakat Kota Medan untuk tidak melakukan perjalanan atau keluar rumah bila tidak ada hal penting yang sangat mendesak.

Seperti diketahui, ada 12 ruas jalan di Kota Medan yang ditutup pada pukul 09.00 WIB – 15.00 WIB dan pukul 19.00 WIB – 23.00 WIB. Hal itu mulai diterapkan di Kota Medan sejak Sabtu (28/3) yang lalu hingga waktu yang belum ditentukan guna memutar mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Medan. Adapun 12 jalan yang dimaksud yakni; Jl. Sisingamangaraja (Simpang Jalan Sakti Lubis); Jl. Brig Katamso (Simpang Jalan Al-Falah); Jl. Brig Katamso (Simpang Jalan Sakti Lubis); Jl. Jamin Ginting (Simpang Jalan Dr. Mansyur); Jl. Setia Budi (Simpang Jalan Dr Mansyur); Jl. Gatot Subroto (Simpang Jalan Kapten Muslim); Jl. Sunggal (Simpang Jalan Sei Batang Hari); Jl. Yos Sudarso (Simpang Jalan H Adam Malik); Jl. H Adam Malik (Simpang Jalan T Amir Hamzah); Jl. Gaharu (Simpang Jalan Perintis Kemerdekaan); Jl. Perintis Kemerdekaan (Simpang Jalan Timor), dan

Jl. Sutomo (Simpang Jalan HM Yamin). (map/ila)

Jika Lockdown Lokal Diterapkan, Warga Medan Harus Disubsisi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Redyanto mengatakan, Pemda harus bijak terhadap masyarakat di tengah pandemi Covid-19. “Imbauan untuk tetap dirumah kita sangat mendukung demi keamanan bersama, namun harus dibarengi dengan pemberian akses yang luas untuk sandang pangan,” ujarnya kepada Sumut Pos, Minggu (29/3).

Menurutnya, masalah lain kemudian muncul terutama masyarakat ekonomi menengah ke bawah dan pedagang kecil yang tidak memiliki daya beli jika harus bertahan terus selama dirumah.

“Ini bisa berdampak negatif secara luas dan menimbulkan kepanikan yang tak kalah dengan covid-19. Ini yang harus diperhatikan oleh Pemprovsu dan Pemko Medan,” kata Redy.

Selain itu, katanya, libur sekolah yang telah diperpanjang dan sistem belajar mengajar secara online menjadi masalah lainnya. “Anak-anak sekolah belajar secara online butuh paket data. Artinya bertambah biaya, bagaimana pula dengan SPP-nya?” urainya.

Dalam penerapan lockdown ini, kata Redy lagi, sebenarnya diatur dalam UU No 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. “UU tersebut harus diterapkan segera karena sudah mengatur secara detail tentang banyak hal yang terkait dalam penanganan wabah seperti sekarang,” paparnya.

Antara lain, lanjutnya, mengatur tentang Tanggungjawab Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, Hak dan Kewajiban, Kedaruratan Kesehatan Masyarakat, Penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan di Pintu Masuk, Penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan di wilayah, Dokumen Karantina Kesehatan, Sumber Daya Kekarantinaan Kesehatan, Informasi Kekarantinaan Kesehatan, Pembinaan dan Pengawasan, penyidikan, dan Ketentuan Pidana.

Anggarannya menurut dia, telah diatur dalam aturan undang-undang tersebut. “Saya kira dapat dilakukan dengan perubahan APBD, karena ini kan darurat serta dana-dana lain yang sifatnya ceremony, kan lebih baik untuk membantu masyarakat,” jelas Redy.

Pada kenyataannya, pemerintah pusat belum menerbitkan aturan mengenai penerapan lockdown ke daerah-daerah. Namun, justru beberapa daerah termasuk Medan, mulai inisiatif menerapkan lockdown lokal tanpa memberikan subsidi.

“Pemerintah harus berani mengubah alur kegiatan yang terjadwal demi masyarakat. Tugas pemerintah kan memang melayani masyarakat, inilah saatnya membuktikan kepedulian itu. Jangan sampai masyarakat berjuang sendiri dan menganggap pemerintah itu tidak ada, ironi dan malu kita,” tegasnya lagi.

Hal inipun, menurutnya, bisa menimbulkan kekacauan bila tidak disikapi secara bijak, cepat dan tepat. Benar, kejahatan juga bisa terjadi karena keterpaksaan situasi. Saya mengimbau pengusaha, dermawan untuk berbagi, termasuk mesjid atau lainnya yang memiliki dana umat untuk berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan saat ini,” kata Redy.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Medan, Ihwan Ritonga mengatakan, hal yang paling realistis untuk dilakukan Pemko Medan saat ini untuk pencegahan penyebaran di Kota Medan adalah menutup akses jalan dari dan keluar Kota Medan atau lockdown lokal.

“Bisa dibilang, lockdown wilayah. Tapi kita tahu ini butuh pertimbangan, baik dari aspek sosial, ekonomi dan hal lainnya yang memang harus dipertimbangkan. Tapi tidak tertutup kemungkinan juga (lockdown) ini akan kita lakukan, rencananya besok (hari ini) kita akan melakukan rapat dengan Pemko Medan. Mungkin nanti hal ini juga akan kita bahas dalam rapat,” ujarnya.

Sedangkan anggota Komisi II DPRD Kota Medan, Dodi Robert Simangunsong, SH mengatakan, terkait anjuran Presiden Jokowi untuk membantu masyarakat dan para pekerja harian yang terkena dampak Covid-19, Dodi juga meminta agar Pemerintah Kota Medan transparan.

“Sistem pendataan warga harus melibatkan para Camat, Lurah hingga Kepala Lingkungan (Kepling). Kita tidak ingin adanya bantuan ini menimbulkan gejolak seperti dalam penyaluran bantuan yang selama ini sudah berjalan, seperti BLT dan Raskin,” katanya.

Ketua DPRD Medan Hasyim SE mengatakan, selayaknya Pemko Medan mengeluarkan anggaran bantuan sembako kepada masyarakat yang tidak mampu. Apalagi, Pemerintah termasuk Pemko Medan saat ini meminta masyarakat untuk tetap berada di rumah guna memutas penyebaran Covid-19.

“Bagi para pegawai swasta dan ASN bisalah bekerja dari rumah. Tapi bagaimana dengan masyarakat yang bekerja harus keluar rumah dengan penghasilannya yang hanya cukup untuk makan 1 hari saja? Mereka ini harusnya dibantu,” tuturnya disela-sela kegiatan penyemprotan disinfektan di Jalan Rawa 11 Gang Sempurna Tegal Sari Mandala III Kecamatan Medan Denai.

Untuk itu, Hasyim meminta Pemko Medan memangkas berbagai anggaran yang tidak terlalu dibutuhkan untuk dapat salurkan kepada masyarakat yang tidak bekerja atau tidak berpenghasilan tetap saat terjadinya wabah Corona saat ini.

“Jika Pemko Medan bisa memangkas anggaran yang tidak penting dan bisa disalurkan anggarannya untuk membeli sembako dan diserahkan ke masyarakat, kami dari DPRD Medan akan setuju sekali,” ujarnya.

Dilanjutkannya, Pemko Medan harus teliti dahulu dalam mengalihkan anggaran untuk kepentingan masyarakat di saat ini. Apabila nantinya arah pengalihan itu dinilai sudah tepat untuk pencegahan penyebaran covid 19, maka di DPRD Medan akan bersedia untuk mengesahkannya.

“Saat ini para anggota DPRD Medan sedang berusaha membantu mencegah penyebaran virus corona yang melanda hingga ke Medan. Upaya-upaya yang dilakukan anggota DPRD Medan yaitu dengan melakukan penyemprotan disinfektan mencegah ke rumah-rumah masyarakat, rumah ibadah hingga fasilitas umum seperti sekolah dan lainnya,” ucap Hasyim.

Ketua DPC PDIP itu juga menjelaskan, bahwa para anggota DPRD Medan dari PDIP juga melakukan penyemprotan, pembagian masker, vitamin dan Hand Sanitizer secara gratis. (map/ila)

Sementara, Lapas dan Rutan Tidak Terima Tahanan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kanwil Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumhan) menyatakan untuk sementara tidak menerima tahanan di Lapas dan Rutan, untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

Kakanwil Kemenkumham Sumut, Sutrisman mengatakan, rapat koordinasi sudah dilakukan sejak Kamis (26/3) lalu, terdapat beberapa poin yang dibahas. Namun, menjadi fokus utama adalah bagaimana tidak menerima tahanan untuk sementara, dan teknis dalam persidangan online.

“Jadi hasil rapat koordinasi pada Kamis kemarin membuahkan beberapa poin poin, semisal sidang online, dan pengurangan jumlah tahanan,” ujarnya, Sabtu(28/3).

Menurutnya, dirapat tersebut terdapat beberapa belah pihak yang hadir. “Jadi kemarin kita sudah berdiskusi dengan beberapa pihak dalam memberlakukan hal tersebut, seperti Polda, polres, Kejari, Kejati, Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi,” sebutnya.

“Bagaimana penitipan tahanan dirutan semuanya sudah kita bahas agar menanggulangi sekaligus penanganan kasus Covid ini,” ujarnya. “Bagaimana teknisnya itu sudah kita bahas didalam rapat tersebut,” tambahnya.

Disinggung mengenai rencana salah satu UPT yang akan dijadikan tempat isolasi, ia menjawab masih dalam rencana, sebab saat ini belum ada dari wargabinaan mereka yang suspect corona.

“Masih dalam rencana itu, toh wargabinaan kita belum ada yang suspect,” pungkasnya, sembari berharap warga binaan tidak terjangkit virus corona. (man/btr)

3 Bulan Jadi Kurir Sabu, Harsoyo Diringkus Polisi

BARANG BUKTI: Tersangka Harsoyo (25) bersama barang bukti sabu diamankan di Satresnarkoba Polres Sergai, Minggu (29/3).
BARANG BUKTI: Tersangka Harsoyo (25) bersama barang bukti sabu diamankan di Satresnarkoba Polres Sergai, Minggu (29/3).
BARANG BUKTI: Tersangka Harsoyo (25) bersama barang bukti sabu diamankan di Satresnarkoba Polres Sergai, Minggu (29/3).
BARANG BUKTI: Tersangka Harsoyo (25) bersama barang bukti sabu diamankan di Satresnarkoba Polres Sergai, Minggu (29/3).

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Selama tiga bulan Harsoyo alias Soyok (25) berprofesi sebagai kurir sabu, namun berhasil ditangkap polisi. Tersangka adalah warga dusun I Desa Jambur Pulau Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti sabu.

Diantaranya, 2 paket sabu seberat 0,35 gram yang tersimpan didalam sepatu miliknya, 1 plastik klip transfaran kosong dan 1 pipet ujungnya runcing, guna penyelidikan lebih lanjut tersangka bersama barang buktinya digelandang ke Satnarkoba Polres Sergai, Minggu (29/3).

Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang mengatakan, penangkapan tersangka ini atas informasi dari masyarakat sekitar tentang adanya pria penggangguran yang mengedarkan sabu di Desa tersebut.

Berbekal informasi itu, polisi langsung melakukan penyelidikan dilokasi, begitu melihat keberadaan tersangka sedang berada dirumah. Selanjutnya, polisi berkordinasi dengan Kepala Dusun (Kadus) setempat dan langsung melakukan penggerebekan dan pengeledahan dirumah tersangka, hasilnya polisi mengamankan sejumlah barang bukti sabu dari rumah tersangka.

Menurut tersangka, sabu itu dibelinya dari berinisial AG dengan harga Rp400.000. Dari harga itu, tersangka kembali membaginya menjadi 10 paket. Dari 10 paket 8 paket sudah habis terjual dengan harga Rp80,000-Rp50,000 rupiah.

“Tersangka, dijerat dengan pasal 114 (1) Subs pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 5 tahun paling lama 20 tahun penjara,” bilang Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang. (sur/btr)

425 Bal Pakaian Bekas Diamankan

DITAHAN: Kapal Kayu KM Aria Jaya ditahan di Dermaga Bea Cukai Belawan.
DITAHAN: Kapal Kayu KM Aria Jaya ditahan di Dermaga Bea Cukai Belawan.
DITAHAN:  Kapal Kayu KM Aria Jaya ditahan  di Dermaga Bea Cukai Belawan.
DITAHAN: Kapal Kayu KM Aria Jaya ditahan di Dermaga Bea Cukai Belawan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Petugas Bea Cukai bersama Dipolairud Polda Sumut mengamankan sebanyak 425 bal pakaian bekas di Perairan Sungai Bengali, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara. Pakain bekas itu berasal dari Malaysia diamankan dari kapal kayu KM Aria Jaya diboyong ke Dermaha Bea Cukai, Belawan, Minggu (29/3).

Humas Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sumut, Amri mengatakan, pihaknya bersama Ditpolairud telah menerima informasi adanya penyelundupan pakaian bekas atau balpres. Secara bersama, petugas di lapangan melakukan patroli gabungan di laut.

Terungkapnya penyelundupan itu pada Kamis (26/3) dinihari. Kapal bermuatan pakain bekas melintas di sungai lokasi penangkapan. Petugas langsung melakukan pengejaran, pada saat kapal dihadang, ternyata para awak kapal telah kabur.

“Setelah kita cek, para awaknya sudah kabur. Sejumlah barang bukti kita temukan pakaian bekas kita boyong ke Belawan. Saat ini, barang bukti sudah kita periksa untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19 dan narkoba melalui Anjing pelacak,” jelas Amri.

Dari hasil pemeriksaan, barang bukti ada sebanyak 425 bal pakain bekas. Bila ditaksir senilai Rp850.000.000.”Kasusnya akan segera kita proses untuk dilimpahkan ke pengadilan,” sebut Amri.

Terpisah, Kasubdit Gakkum Ditpolairud, AKBP Jenda Kita Sitepu mengatakan, pihaknya kemarin bersama dengan Bea Cukai melalukan patroli, setelah target operasi ditemukan, kasus itu ditangani oleh Bea Cukai.

“Barang buktinya ada di Bea Cukai, kita hanya turut membantu melakukan patroli. Untuk lebih lanjut, kasus itu Bea Cukai yang tangani,” ungkapnya. (fac/btr)

Pinjam Pistol Milik Teman, Personel Sabhara Tewas Tertembak Sendiri

JENAZAH: Jenazah Bripda DS saat berada di RS Putri Hijau, Medan.
JENAZAH: Jenazah Bripda DS saat berada di RS Putri Hijau, Medan.
JENAZAH: Jenazah Bripda DS saat berada di RS Putri Hijau, Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Situasi di dalam Barak Satuan Sabhara Polrestabes Medan, Jalan Putri Hijau, Medan, mendadak geger, Sabtu (28/3) sore. Pasalnya, seorang personel berpangkat Bripda berinisial DS tewas tertembak sendiri.

Informasi diperoleh Minggu (29/3), peristiwa itu terjadi sekira pukul 15.30 WIB. Bripda DS (21) tertembak senjata milik rekannya, Bripda KHN (22). Saat itu, korban tengah meminjam senjata rekannya hingga kemudian meletus mengenai bagian wajah hingga menembus kepalanya.

Wakil Kepala Satuan (Wakasat) Sabhara Polrestabes Medan, Kompol Edward Saragih membenarkan peristiwa tersebut. Kata Edward, peristiwa itu masih dalam penyelidikan lebih lanjut. “Saat ini masih dilakukan penyelidikna,” ujarnya kepada wartawan.

Dijelaskan Edward, semula sekitar pukul 13.00 WIB Bripda KHN yang bertugas di Polda Sumut berkunjung ke kamar di dalam barak yang dihuni korban. Di dalam kamar, ada enam orang termasuk keduanya.

“Bripda KHN ini sebelumnya bertugas di Sat Sabhara sebagai sopir Wakapolrestabes Medan ketika itu. Namun, karena sudah pindah tugas kemungkinan rindu sama rekan-rekannya lantaran sering kompak dan berkunjung ke sana,” ungkapnya.

Saat di dalam kamar, mereka saling bercerita. Singkat cerita, kebetulan Bripda KHN membawa senjata api jenis glock warna hitam dan kemudian dikeluarkannya. Namun, diduga korban ingin melihat secara langsung sehingga mengambil senjata api tersebut.

“Rekan-rekan korban yang lain di dalam kamar sedang asik bermain handphone dan game. Lalu, tiba-tiba senjata meledak dan mengenai wajah kiri dan tembus ke kanan (hingga bagian kepala),” sebut Edward.

Mengetahui itu, Bripda KHN beserta rekannya langsung membawa korban ke RS Putri Hijau, yang berada persis di sebelah Markas Satuan Sabhara Polrestabes Medan. Akan tetapi, nyawa Bripda DS tak dapat tertolong.

“Terkait kejadian tersebut, ada 5 personel dibawa ke Reskrim (Polrestabes Medan) untuk menjalani pemeriksaan. Sedangkan jenazah korban sudah dibawa ke kampung halamannya di Kisaran (Asahan),” pungkas dia. (ris/btr)

Pemain Wajib Latihan di Rumah, Gaji Dibayar 25 Persen

TETAP DIGAJI: Para pemain PSMS tetap menerima gaji sebesar 25 persen, meski akan latihan di rumah.
TETAP DIGAJI: Para pemain PSMS tetap menerima gaji sebesar 25 persen, meski akan latihan di rumah.
TETAP DIGAJI: Para pemain PSMS tetap menerima gaji sebesar 25 persen, meski akan latihan di rumah.
TETAP DIGAJI: Para pemain PSMS tetap menerima gaji sebesar 25 persen, meski akan latihan di rumah.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PSMS Medan sudah memulangkan seluruh pemain ke rumah masing-masing. Namun, para pemain tetap akan diberi gaji dengan jumlah maksimal 25 persen sesuai dengan keputusan PSSI.

Hal itu dikatakan Sekretaris Umum PSMS, Julius Raja kepada Sumut Pos, Minggu (29/3) malam. “Sesuai dengan keputusan PSSI, kita akan membayar gaji pemain sebesar 25 persen,” ungkapnya.

Berdasarkan Surat Keputusan PSSI Nomor 48/SKEP/III/2020 tersebut, kompetisi Liga 1 dan Liga 2 ditunda hingga Juni mendatang. Untuk itu, klub membayar gaji pemain sebesar 25 persen untuk bulan April, Mei dan Juni.

“Jadi tiga bulan ke depan, kita akan masih membayar gaji pemain sebesar 25 persen. Setelah itu, kita akan kembali menunggu keputusan dari PSSI,” tambahnya.

Keputusan ini tentu kurang menguntungkan bagi klub. Namun PSMS tetap menerima dengan lapangan dada. Malah, mereka berencana membayar lebih dari 25 persen.

“Besok (hari ini, red), manajemen akan melakukan pertemuan soal pembayaran gaji 25 persen. Jujur memang dengan 25 persen, ada yang mendapat sedikit kali. Jadi mungkin kita tambah, sedangkan pemain yang sudah tinggi, tetap 25 persen,” paparnya.

Dengan situasi ini, pemain juga diwajibkan tetap latihan di rumah untuk menjaga kebugaran. Latihan di rumah tetap dipantau oleh tim pelatih.

“Jadi pemain wajib mengirimkan vidio latihan di rumah kepada pelatih setiap hari. Jadi, bukan berarti pemain bisa tidur-tidur saja di rumah,” paparnya.

Sesuai dengan SK PSSI itu, jika penyebaran virus Covid 19 segera berakhir, maka kompetisi akan kembali diputar mulai Juli 2020. Namun, jika hingga Juli belum ada tanda-tanda perbaikan, maka kemungkinan kompetisi dihentikan.

“Kita berharap jangan sampai kompetisi musim ini dihentikan. Kita berharap agar virus ini segera berakhir,” harapnya. (dek)

Tips Memilih Suplemen Tepat untuk Kekebalan Tubuh

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kekebalan tubuh merupakan syarat mutlak bagi masyarakat dalam menangkal sejumlah penyakit termasuk dalam upaya menghadapi wabah covid-19 yang terus meluas di Indonesia. Dari berbagai sumber yang ada, menjaga imunitas atau daya tahan tubuh merupakan cara efektif dalam pencegahannya.

Banyak sekali cara untuk menjaga imunitas, salah satunya adalah dengan mengonsumsi suplemen baik makanan maupun minuman.

Lalu bagaimana sih cara untuk memilih suplemen yang untuk menjaga daya tahan tubuh? Berikut tips memilih suplemen dari webmd.com.

Memiliki Kandungan Vitamin dan Herbal yang Bermanfaat

Suplemen yang memiliki berbagai kandungan vitamin, mineral, ataupun bahan herbal yang bermanfaat untuk aktivitas sehari-hari bisa kamu pilih. Contohnya suplemen yang mengandung Vitamin B atau D, lalu suplemen-suplemen dengan khasiat dari Ginseng, Royal Jelly yang memiliki manfaat untuk kesehatan tubuh

Sesuaikan dengan Kondisi Tubuh

Ada saat dimana mengkonsumsi suplemen tidak dianjurkan, misalnya saat kita sedang hamil ataupun memiliki kondisi medis tertentu. Oleh karena itu perlu juga diperhatikan kandungan suplemen yang dibeli agar tidak membahayakan bagi tubuh kita. Dosis dari suplemen yang kita akan konsumsi juga harus menyesuaikan dengan kebutuhan gizi dan saran oleh dokter.

Tersertifikasi dan Harga yang Terjangkau

Dengan harga yang lebih terjangkau maka produk suplemen dapat dengan mudah kita beli untuk kebutuhan harian, mingguan, bahkan bulanan. Namun perlu diperhatikan juga apakah suplemen tersebut memiliki sertifikat yang menjamin kualitas dan keamanannya untuk dikonsumsi

Tersedia di Banyak Tempat

Suplemen biasanya akan kita konsumsi dengan dosis tertentu secara rutin, agar kita dapat menjaga daya tahan tubuh dengan stabil. Oleh karena itu penting sekali untuk sebuah suplemen yang mudah dijangkau dan tersedia di sekitar kita seperti apotek, minimarket, maupun warung terdekat.

Nah, salah satu suplemen minum yang bisa menjaga daya tahan tubuh dengan kandungan Ginseng dan Vitamin B Complex adalah Extra Joss Active!

Extra Joss Active B7 bisa menjadi salah satu pilihan suplemen minum bagi Anda orang dewasa yang berumur 20-35 tahun.

Extra Joss memiliki kandungan 7 Vitamin B, Royal Jelly, Kafein, dan Ginseng yang dapat membantu metabolisme tubuh untuk tetap fit dan menjadi pilihan yang tepat untuk menjaga imunitas tubuh Anda. Extra Joss dapat dikonsumsi 3 kali sehari untuk menjaga daya tahan tubuh

Adapun cara kerja dari setiap kandungan Extra Joss Active B7 yaitu,

Royal Jelly memiliki 12% protein, 5-6% lipid, dan 12-15% karbohidrat. Dalam royal jelly juga terdapat vitamin B yang cukup tinggi, dengan 17 asam amino termasuk 8 asam amino penting. Kandungan nutrisi ini dapat menjadi sumber energi. Royal Jelly juga mengandung sekitar 15% asam aspartat yang penting untuk pertumbuhan jaringan, otot, dan regenerasi sel.

Vitamin B kompleks yang dimiliki Extra Joss dibutuhkan oleh hampir semua tahap metabolisme energi serta membantu memecah karbohidrat, lemak, dan protein untuk membentuk energi. Selain itu Vitamin B Kompleks juga dapat membantu mengurangi kelelahan.

Ginseng mengandung zat aktif Ginsenoside yang bekerja pada susunan saraf pusat sebagai adaptogen, yaitu mengurangi stress dan menstimulasi susunan saraf pusat sehingga dapat meningkatkan aktivitas atletik. Ginseng juga dapat meningkatkan kapasitas oksigen paru dan mencegah pembentukan asam laktat yang menyebabkan kelelahan.

Kafein di dalam Extra Joss membantu meningkatkan konsentrasi dengan mempengaruhi reseptor kewaspadaan di otak (kompetisi dengan adenosine), meningkatkan kontraksi jantung, memompa darah ke otak, dan membantu meningkatkan kewaspadaan.

Tersertifikasi
Extra Joss mendapatkan sertifikat BPOM dan sertifikat halal. Diproduksi dengan standar international (ISO 9001 & 14001, OHSAS 18001, HACCP) dan telah di-expor ke mancanegara (Philippines, Malaysia, India, Austria, dll).

Extra Joss menjadi merek terbaik 10 tahun berturut-turut sejak tahun 2002 – 2012 (Penghargaan Indonesia Best Brand Award-IBBA & Indonesia Consumer Satisfaction Award-ICSA). Penghargaan tersebut didapatkan karena Extra Joss yang selalu patuh pada standar mutu berkualitas. Extra Joss aman dikonsumsi oleh penderita diabetes.

Sebagai salah satu bukti kontribusi pada kesehatan Indonesia, saat ini Extra Joss mendukung garda terdepan posko polisi untuk menangani Covid-19 pada 1.000 titik di seluruh Indonesia. Extra Joss juga turut mendukung tenaga medis dan masyarakat, dengan pemberian suplemen kepada relawan agar dapat terus bekerja menjaga dan menyelamatkan kesehatan Indonesia di tengah wabah ini.

Pesawat Lion Air Jatuh di Manila, Seluruh Penumpang Tewas

Seluruh awak dan penumpang Pesawat Lion Air RP-C5880 yang jatuh dan meledak di Bandara Internasional Ninoy Aquino (NAIA) Manila, Filipina, dipastikan tewas dalam kecelakaan tragis itu.

Menurut Badan Darurat Filipina, Minggu malam 29 Maret 2020, tak seorang pun awak dan penumpang pesawat yang berhasil menyelamatkan diri. Sebab, pesawat jatuh dan langsung meledak sehingga terjadi kebakaran hebat yang menghanguskan seluruh badan pesawat.

Terdapat 8 orang di dalam pesawat di antaranya pilot dan co pilot, seorang juru mesin, seorang dokter, seorang perawat, seorang pasien dan seorang pendamping pasien.

Pesawat yang dioperasikan Lion Air Inc itu jatuh beberapa saat setelah lepas landas di landasan pacu sekitar pukul 8 malam waktu setempat. Sedianya pesawat akan terbang ke Tokyo, Jepang untuk membawa peralatan medis dan seorang pasien.

Saat ini tim penyelamat sudah berhasil memadamkan api yang melumat badan pesawat. Proses pendingan masih berlangsung dan tim telah bersiap untuk melakukan evakuasi korban.