Home Blog Page 4363

Hingga 4 Bulan ke Depan, Bulog Sumut Jamin Stok Pangan Aman

TINJAU: Pimpinan Bulog Wilayah Sumut, Arwakhudin Widiarso (kanan) saat meninjau gudang Bulog di Jalan Mustafa, Kota Medan. BAGUS SP/Sumut Pos
TINJAU: Pimpinan Bulog Wilayah Sumut, Arwakhudin Widiarso (kanan) saat meninjau gudang Bulog di Jalan Mustafa, Kota Medan. BAGUS SP/Sumut Pos
TINJAU: Pimpinan Bulog Wilayah Sumut, Arwakhudin Widiarso (kanan) saat meninjau gudang Bulog di Jalan Mustafa, Kota Medan. BAGUS SP/Sumut Pos
TINJAU: Pimpinan Bulog Wilayah Sumut, Arwakhudin Widiarso (kanan) saat meninjau gudang Bulog di Jalan Mustafa, Kota Medan. BAGUS SP/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Wilayah Sumatera Utara (Sumut) menjamin pasokan stok pangan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Sumut.

“Karena itu, saya meminta masyarakat Sumut relaks, tidak panik, gak usah khawatir akan ketersediaan pangan kita karena stok aman,” ungkap Pimpinan Bulog Wilayah Sumut, Arwakhudin Widiarso, Rabu (29/4).

Arwakhudin mengungkapkan, Bulog Sumut memiliki stok 40.100 ton beras. Jumlah besar ini, dapat memenuhi kebutuhan masyarakat di Sumut sampai 4 bulan ke depan.

Dari total stok dimiliki, lanjutnya, di antaranya 34 ribu ton merupakan Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Sehingga, bersama Pemerintah, Bulogn

dapat mengendalikan harga pangan, terutama beras menjadi bahan pokok utama masyarakat.

“Kantor dan Gudang Bulog yang tersebar di seluruh Wilayah Sumatera Utara melayani pembelian langsung oleh masyarakat. Jika pembelian beras tinggi, stok cukup untuk tiga atau empat bulan ke depan,” papar Arwakhudin.

Selain itu, Arwakhudin mengungkapkan, saat ini gula yang tersedia di gudang Bulog di Jalan Mustafa, Kota Medan berjumlah 300 ton. Pasokan tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Dalam satu atau dua hari ini ada 200 ton gula didatangkan. Nanti total keseluruhannya sebanyak 2.750 ton yang didatangkan sebelum Lebaran,” tutur Arwakhudin.

Pihak Bujlog, lanjutnya, tengah melakukan pengemasan dengan ukuran 1 kilogram dengan merek ‘Maniskita’ untuk gula-gula tersebut, yang akan dijual kepada masyarakat dengan harga dibanderol Rp12.500 per kilogram.

Kemudian, 2.750 ton gula ini yang didatangkan dari Jakarta hingga Lampung tersebut, siap mengempur harga yang mahal melalui operasi pasar dan pasar murah bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten/Kota di Sumut.

“Kita melakukan pengemasan gula menjadi 1 kilogram. Pemasaran kita untuk pasar murah dan paket-paket sembako lebaran yang dipesan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota. Kami mengutamakan pejualan-penjualan program dari Pemerintah,” jelas Arwakhudin.

Tak hanya itu, lanjutnya, Bulog juga memiliki pasokan minyak goreng mencapai 60 ribu liter, diprediksi cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Sumut saat bulan Ramadan hingga beberapa bulan ke depan.

“Bulog Sumut melayani pembelian dimana-mana, kita akan tetap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang membutuhkan khususnya di Wilayah Sumatera Utara ini,” pungkas Arwakhudin. (gus)

Awal Mei Diberlakukan Cluster Isolation di Kota Medan

DITUTUP Personel Dinas Perhubungan Kota Medan bersama aparat polisi, menjaga ruas jalan yang ditutup di salah satu ruas jalan di Kota Medan. Awal Mei ini, Medan memberlakukan isolasi klaster.
DITUTUP: Personel Dinas Perhubungan Kota Medan bersama aparat polisi, menjaga ruas jalan yang ditutup di salah satu ruas jalan di Kota Medan. Awal Mei ini, Medan memberlakukan isolasi klaster.
DITUTUP Personel Dinas Perhubungan Kota Medan bersama aparat polisi, menjaga   ruas jalan yang ditutup di salah satu ruas jalan di Kota Medan. Awal Mei ini, Medan memberlakukan isolasi klaster.
DITUTUP: Personel Dinas Perhubungan Kota Medan bersama aparat polisi, menjaga ruas jalan yang ditutup di salah satu ruas jalan di Kota Medan. Awal Mei ini, Medan memberlakukan isolasi klaster.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rencana penerapan Isolasi Klaster (Cluster Isolation) di Kota Medan terus berjalan. Draf Rancangan Peraturan Walikota (Ranperwal) Karantina Kesehatan yang sebelumnya telah disiapkan, ditarget rampung minggu ini. Dan, di awal Mei nanti Cluster Isolation di Kota Medan mulai diberlakukan.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Kota Medan, Muslim Harahap menyampaikan, usai menyiapkan Perwal, maka Pemko Medan akan segera menerapkan Perwal tersebut di awal bulan Mei.

“Begitu nanti selesai di bagian hukum, makanya ditandatangani (Plt Wali Kota) lalu diterapkan,” ujar Muslim yang juga Sekretaris gugus tugas percepatan penanganan Covid 19 Kota Medan ini, Rabu (29/4).

Sementara itu, Kabag Humas Pemko Medan, Arrahman Pane mengatakan Perwal itu nantinya akan mewajibkan setiap orang yang termasuk dalam PP, OTG dan ODP untuk dikarantina di rumah tersebut akan segera dirampungkan dalam minggu ini.”Iya, itu Ranperwalnya sedang disiapkan di bagian Hukum, targetnya minggu ini juga selesai karena awal Mei mau diterapkan,” jawabnya.

Dijelaskan Arrahman, Perwal yang akan menjadi payung hukum isolasi klaster itu akan berlaku di seluruh Kota Medan, bukan hanya di kawasan-kawasan yang sudah masuk ke dalam kecamatan zona merah.

“Misalnya, sudah ada yang positif di satu rumah, maka dia harus dirawat di RS. Nah sedangkan untuk keluarga yang tinggal serumah dengannya dan orang-orang yang diketahui pernah kontak langsung dengan pasien tersebut, maka harus melakukan karantina mandiri dirumah,” jelasnya.

Namun karantina yang dimaksud tidak seperti imbauan karantina mandiri selama ini, tapi setiap yang diwajibkan untuk karantina mandiri harus dalam pengawasan petugas gugus tugas percepatan penanganan Covid 19 Kota Medan.

“Nanti akan ada bantuan untuk pemenuhan kebutuhannya selama dikarantina. Jadi gak bisa lagi yang namanya orang dikarantina masih bisa keluar-keluar rumah dengan bebas sebelum masa karantinanya selesai,” tutur Arrahman.

Sedangkan Kabag Hukum Setda Kota Medan, Bambang SH tidak bersedia mengangkat sambungan telepon Sumut Pos.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Medan HT Bahrumsyah SH MH mengatakan, Pemko Medan harus mematangkan rencana Isolasi Klaster tersebut. Sebab tanpa rencana yang matang, maka metode tersebut akan berakhir sia-sia.

Politisi PAN itu juga menyebutkan, selain memberikan sanksi tegas dengan bekerja sama bersama pihak kepolisian, pemerintah juga harus memastikan tersedianya seluruh kebutuhan orang-orang yang sedang dikarantina di rumah.

Bertambah, 3 Warga Medan Positif Covid-19

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tiga warga Medan dinyatakan positif Covid-19. Jumlah pasien positif berdasarkan swab PCR (Polymerase Chain Reaction) sehingga di Sumut jumlah positif Covid-19 meningkat menjadi 114 orang dari sebelumnya 111 orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumut, dr Aris Yudhariansyah yang dikonfirmasi menyampaikan, ketiga pasien tersebut masing-masing berinisial DH, M, dan R. Meksi positif, ketiganya belum dirawat di rumah sakit melainkan masih melakukan isolasi mandiri di kediamannya masing-masing di bawah pengawasan dari Puskesmas PB Selayang. “Ketiganya saat ini masih melakukan isolasi mandiri di bawah pengawasan Puskesmas,” ungkapnya, Rabu (29/4).

Selain itu, Aris membeberkan, terdapat satu orang pasien positif Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh. Pasien ini berinisial RY yang dirawat di RSU Columbia Asia. “Alhamdulillah, untuk yang sembuh ada penambahan satu orang,” paparnya.

Sementara, Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumut lainnya, Mayor Kes dr Whiko Irwan SpB dalam keterangan pers melalui video streaming Youtube menyampaikan, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang masih dirawat sebanyak 140 orang.

“Untuk pasien positif terjadi penambahan dari sebelumnya 111 orang menjadi 114 orang. Sedangkan pasien yang meninggal masih tetap diangka 12 orang, dan yang sembuh meningkat menjadi 41 orang,” ujar Whiko.

Pun begitu, Whiko mengatakan, sejauh ini Sumut belum ada mendapatkan lonjakan penderita Covid-19. Namun demikian, ia tetap meminta agar masyarakat dapat terus bersabar dan melakukan pencegahan, guna melindungi diri dan keluarga dari penularan virus corona hingga masa tanggap darurat berakhir.

“Kita patut bersyukur dengan angka kesembuhan yang terus meningkat. Semoga angka ini dapat terus semakin meninggi,” ujar dia.

Whiko juga meminta kepada pelaku usaha yang melayani konsumen seperti perbankan, swalayan, pertokoan dan restoran agar dapat melakukan upaya pencegahan Covid-19.

Antara lain dengan menyediakan sarana pengukur suhu dan menyediakan sarana pencuci tangan hingga memberikan tanda jarak antrian. “Tak hanya itu, kepada pegawai juga agar selalu dapat menggunakan masker,” pungkas.

Sementara itu, pasien terinfeksi virus Covid-19 di Indonesia terus mengalami peningkatan, tercatat hingga Rabu (29/4) sebanyak 9.771 orang dinyatakan positif. Terdapat penambahan sebanyak 260 kasus positif.

“Ada penambahan 260 orang konfirmasi positif. Jadi terkonfirmasi ada 9.771 kasus positif,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Rabu (29/4).

Sementara itu, jumlah pasien sembuh pun mengalami penambahan. Kini tercatat ada 1.391 dinyatakan sembuh.”Kasus sembuh meningkat 137, menjadi 1.391 orang,” ujar Yuri.

Sedangkan, jumlah korban jiwa akibat Covid-19 kini mencapai 784 jiwa. Terdapat penambahan 11 jiwa yang meninggal dunia.

“Akumulasi ODP sampai saat ini sebanyak 221.750 orang, sebagian besar pemantauan sudah selesai dan mereka bebas dari Covid-19. PDP ada 21.563 pasien, kita berharap bahwa secepatnya hasil labnya sehingga bisa diketahui negatif atau positif,” jelas Yuri.

Yuri meminta, masyarakat untuk tidak keluar rumah. Apalagi bepergian jauh atau mudik, hal ini diharapkan untuk memutus rantai penularan Covid-19.

“Gunakan masker, jika terpaksa keluar rumah. Hindari kerumunan orang banyak secepatnya segera pulang, sesampainya di rumah lepas masker, cuci tangan, ganti masker pakai yang baru,” harap Yuri.

Sudah 55 Jenazah Covid-19 Dikuburkan

Sementara itu, tak kurang dari 55 jenazah yang merupakan pasien Covid-19 yang dirawat di sejumlah RS di Kota Medan telah dikuburkan di TPU Simalingkar B, yang dijadikan lahan alternatif untuk pemakaman Covid-19.

Jenazah-jenazah itu dikuburkan dengan berbagai status, mulai dari PDP (Pasien Dalam Pengawasan) hingga pasien yang telah dinyatakan Positif Corona.

“Sampai Selasa (28/4) kemarin, total sudah ada 55 jenazah yang dikuburkan di sana,” ucap Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Medan, Muhammad Husni SE kepada Sumut Pos, Rabu (29/4).

Namun, lanjut Husni, tidak semua jenazah yang dikuburkan di TPU itu merupakan warga Kota Medan. Setidaknya, ada puluhan jenazah lainnya yang juga dikuburkan di TPU tersebut, walaupun bukan merupakan warga Kota Medan.

“Tapi gak semua warga Medan, banyak juga warga luar Medan tapi warga Sumut. Waktu sakit dirujuk ke RS di Kota Medan, terutama RSUP Adam Malik. Nah begitu meninggal, SOP-nya yang mengharuskan jenazah untuk dimakamkan dalam waktu 4 jam, membuat jenazah dikuburkan ke TPU terdekat, yaitu TPU yang di Simalingkar yang memang sudah dipersiapkan Pemko,” papar Husni.

Namun begitu, Husni mengakui, bahwa TPU Simalingkar B hanya disediakan sebagai lahan alternatif khusus Covid 19. Artinya, semua jenazah yang meninggal di Kota Medan tidak harus dikuburkan di TPU tersebut.

“Karena di awal banyak penolakan pemakaman jenazah Covid, maka Pemko Medan menyiapkan lahan tersebut. Tapi bila masyarakat di sekitar TPU tempat korban meninggal bisa menerimanya, maka ya bisa saja dikuburkan di TPU terdekat. Toh jenazahnya juga sudah dibuat se-safety mungkin sesuai SOP sejak keluar dari RS,” kata Husni lagi.

Camat Medan Tuntungan, Topan Ginting membenarkan hal itu. Kecamatan Medan Tuntungan yang menjadi lokasi TPU yang dimaksud memang sudah menampung 55 jenazah Covid 19 hingga 28 April yang lalu.

“Iya, sudah ada 55 jenazah. Ada sekitar 29 jenazah yang bukan warga Medan. Dirujuk ke RS di Medan, meninggal, lalu dikuburkan di Simalingkar B,” kata Topan.

Topan berharap, agar jenazah yang berasal dari daerah sekitar Medan seperti Deliserdang, Binjai dan sejumlah Pemda lainnya yang jaraknya masih cukup dekat dengan Kota Medan agar dapat dikuburkan di daerah asalnya.

“Seperti Binjai, Deliserdang, Serdang Bedagai, itukan masih cukup dekat dengan Medan. Dengan ambulance masih bisa dengan 1 jam perjalanan, jadi masih terkejar lah seharusnya SOP 4 jam untuk dikuburkan itu, tidak harus di kuburkan di Simalingkar,” terangnya.

Topan menyebutkan, pihaknya di Kecamatan Medan Tuntungan mendukung kinerja Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Kota Medan dalam menangani Covid 19, termasuk soal pemakaman jenazah. Hanya saja, jumlah jenazah yang terus bertambah dikhawatirkan tidak akan seimbang dengan tenaga yang ada.

“Kita tetap mendukung Gugus Tugas, teman-teman di Kecamatan Medan Tuntungan bekerja untuk itu. Tapi harapan kita, kalau daerah asal jenazah masih cukup dekat dengan Kota Medan dan masih layak untuk dibawa ke daerahnya, maka hal itu tentu akan lebih baik,” ujar Topan.

Topan juga mengakui, tim gugus tugas masih secara rutin melakukan penyemprotan disinfektan pada jalur yang dilewati mobil pembawa jenazah Covid-19. Dalam satu minggu, setidaknya gugus tugas melakukan penyemprotan disinfektan sebanyak satu hingga dua kali.

“Tergantung intensitas jenazah yang masuk. Kalau cukup banyak pada hari itu, langsung disemprot dengan mobil damkar oleh gugus tugas. Seminggu antara satu atau dua kali,” pungkasnya. (ris/map)

Tak Terbukti Korupsi, Tiga Terdakwa Divonis Bebas

VONIS BEBAS; Suasana sidang vonis bebas tiga terdakwa kasus dugaan korupsi objek wisata Taman Raja Batu dan Tapian siri-siri Syahriah Kabupaten Madina di Pengadilan Tipikor Medan. agusman/sumut pos
VONIS BEBAS; Suasana sidang vonis bebas tiga terdakwa kasus dugaan korupsi objek wisata Taman Raja Batu dan Tapian siri-siri Syahriah Kabupaten Madina di Pengadilan Tipikor Medan. agusman/sumut pos
VONIS BEBAS;  Suasana sidang vonis bebas tiga terdakwa kasus dugaan korupsi objek wisata Taman Raja Batu dan Tapian siri-siri Syahriah Kabupaten Madina di Pengadilan Tipikor Medan. agusman/sumut pos
VONIS BEBAS; Suasana sidang vonis bebas tiga terdakwa kasus dugaan korupsi objek wisata Taman Raja Batu dan Tapian siri-siri Syahriah Kabupaten Madina di Pengadilan Tipikor Medan. agusman/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tiga terdakwa kasus korupsi pembangunan objek wisata Taman Raja Batu (TRB) dan Tapian Siri-siri Syariah (TSS) Kabupaten Mandailing Natal (Madina), divonis bebas oleh majelis Tipikor yang bersidang di Medan, Selasa (28/4).

Ketiga terdakwa yakni, Plt Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Syahruddin dan dua terdakwa lain yakni, Hj Lianawaty Siregar dan Nazaruddin Sitorus selaku PPK.

Hakim Ketua Mian Munthe, dalam amar putusannya tidak sependapat dengan tuntutan jaksa, dan menyatakan ketiga terdakwa tidak terbukti melalukan tindak pidana korupsi.

“Mengadili, menyatakan terdakwa Syahruddin, Hj Lianawaty Siregar dan Nazaruddin Sitorus tidak terbukti melakukan tindak pidana korupsi dalam pembangunan Taman Raja Batu dan Tapian Siri-siri Syariah Madina. Membebaskan ketiga terdakwa dari segala tuntutan,” ucapnya.

Selain itu, hakim dalam amar putusan juga menyebutkan, ketiga terdakwa dibebaskan karena jaksa penuntut umum juga tidak bisa membuktikan kerugian keuangan negara sebesar Rp5 miliar lebih, sebagaimana yang didakwakan jaksa.

“Memerintah jaksa mengeluarkan ketiga terdakwa dari rutan setelah putusan ini dibacakan,” tegas Mian Munthe, sembari mengetuk palunya.

Di luar persidangan, jaksa penuntut umum (JPU) Nurul Nasution akan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. “Pastilah (kasasi) bang,” tandasnya.

Sebelumnya, Jaksa Nurul Nasution, menuntut terdakwa Syahruddin dengan hukuman 2 tahun penjara dan denda Rp100 juta serta membayar uang pengganti sebesar Rp48.400.000. Sedangkan Hj Lianawaty Siregar dan Nazaruddin Sitorus dituntut masing-masing dengan hukuman 1 tahun dan 6 bulan penjara.

Jaksa menyatakan ketiga terdakwa melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana yang diubah menjadi UU No 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Sementara itu, Dr Adi Mansar selaku kuasa hukum terdakwa Syahruddin dan Nazaruddin Sitorus mengucap syukur atas putusan bebas kliennya itu. Ia berharap agar kliennya bisa segera dikeluarkan dari rutan.

Menurut dia, keputusan hakim sudah tepat, karena kerugian keuangan negara memang tidak ada, dan tidak adanya data pembanding dari jaksa yang menyatakan para terdakwa merugikan keuangan negara.

“Kenapa tidak ada data pembanding? karena memang yang melaksanakan ini Pemkab, alatnya juga alat Pemkab. Masa Pemkab untuk Pemkab kutip sendiri?,” ucapnya.

Alasan lain kliennya dibebaskan, karena memang faktanya, mereka juga tidak mendapat keuntungan dari kedua proyek pembangunan objek wisata tersebut.

“Jadi tidak ada menguntungkan bagi terdakwa ini. Fisik bangunannya semua sampai hari ini masih ada. Jadi kalau dibilang kerugian negaranya sampai Rp5 miliar, bingung dari mana. Sementara

pembangunannya itu saja tak sampai Rp5 miliar, hanya Rp700 juta biayanya,” pungkasnya. (man/han)

Residivis Gelapkan Sepemotor Teman

Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Nasib malang dialami M Iqbal, warga Jalan Sakti Lubis, Gang Tukang Besi, Kecamatan Medan Kota. Pasalnya, sepeda motor Honda Beat BK 4562 AJB miliknya dilarikan residivis dengan berpura-pura meminjam.

Tak pelak, korban yang masih berusia 20 tahun ini melaporkan pelaku yang kerap dipanggil Romi ke Polsek Medan Kota, Senin (27/4).

Iqbal menceritakan, penggelapan motornya terjadi pada Jumat (24/2) malam sekira pukul 23.00 WIB. Ketika itu, sepedamotornya dipinjam oleh pelaku yang ditemuinya, di Jalan Brigjen Katamso Gang Riwayat, Kecamatan Medan Maimun.

“Saya lagi jalan mau pulang, terus diberhentikan dia (pelaku) di Jalan Brigjen Katamso Gang Riwayat. Dibilangnya pinjam motor sebentar mau ke Titi Kuning,” kata Iqbal, Rabu (29/4).

Karena kenal, korban pun meminjamkan motornya. Namun, hingga lewat pukul 00.00 WIB, pelaku tak kunjung muncul. Lantaran sudah larut malam, korban akhirnya memutuskan untuk jalan kaki menuju rumah pelaku yang jaraknya tak begitu jauh.

Akan tetapi, saat sampai di rumah pelaku ternyata sudah pulang. Anehnya, korban tak mendapati sepedamotornya. “Sudah saya tanyakan mana motornya dan meminta untuk segera dikembalikan. Tapi, dia beralasan dipinjam kawannya. Hingga esok hari dan sampai sekarang belum juga dikembalikan. Makanya, saya putuskan untuk membuat laporan ke polisi,” jelas Iqbal.

Menurut dia, diduga kuat pelaku merupakan mantan residivis. Hal itu terindikasi dari bekas tembakan di kakinya karena diduga melakukan hal serupa ke beberapa warga lainnya. Akan tetapi, warga yang menjadi korban dari pelaku tidak ada yang mau melaporkan ke polisi karena tak mau repot.

Sementara, Kanit Reskrim Polsek Medan Kota Iptu Ainul Yaqin mengatakan, laporan korban masih di dalami lebih lanjut. (ris/han)

Sidang Suami Tewas Ditabrak Lari, Kepala PT Militer: Dari Awal Tidak Ada Itikad Baik

BERI KESAKSIAN: Kepala Pengadilan Militer Tinggi I Medan, Brigjen TNI Tama Ulinta Br Tarigan (baju batik) saat memberikan kesaksian dalam kasus tabrak lari yang menewaskan suaminya, Selasa (28/4).
BERI KESAKSIAN: Kepala Pengadilan Militer Tinggi I Medan, Brigjen TNI Tama Ulinta Br Tarigan (baju batik) saat memberikan kesaksian dalam kasus tabrak lari yang menewaskan suaminya, Selasa (28/4).
BERI KESAKSIAN: Kepala Pengadilan Militer Tinggi I Medan, Brigjen TNI Tama Ulinta Br Tarigan (baju batik) saat memberikan kesaksian  dalam kasus tabrak lari yang menewaskan suaminya, Selasa (28/4).
BERI KESAKSIAN: Kepala Pengadilan Militer Tinggi I Medan, Brigjen TNI Tama Ulinta Br Tarigan (baju batik) saat memberikan kesaksian dalam kasus tabrak lari yang menewaskan suaminya, Selasa (28/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Pengadilan Militer Tinggi I Medan, Brigjen TNI Tama Ulinta Br Tarigan menjadi saksi dalam kasus tabrak lari yang menewaskan suaminya, Surya Darma. Ia mengaku dalam keterangannya, bahwa terdakwa Rahidin Sinulingga (47) sempat tidak mengakui perbuatannya dan berusaha kabur.

“Dari awal pertama kecelakaan itu, nampak mereka tidak ada itikad baik. Dari CCTV nampak bahwa mereka mencoba kabur,” ucap saksi di ruang Cakra 5 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (28/4).

Kemudian, hakim ketua Syafril Batubara bertanya mengenai apakah setelah kejadian tersebut terdakwa ada itikat baik datang untuk berdamai?

“Iya, ada mereka datang ke rumah saya. Nangis-nangis minta tolong, tapi tetap masih tidak mengaku bahwa mereka menabrak suami saya,” jelasnya.

“Saya orangnya pemaaf pak, kalau dia ngaku saja gak sampai segini perkara ini pak. Tuhan saja pemaaf, masa saya hambanya tidak bisa memaafkan, hanya saja mereka tidak merasa bersalah dalam kejadian ini pak. Ya sudah biar mereka diadili dan bapak (hakim) yang memutuskan. Saya pun hakim juga pak,” tambahnya sambil berurai airmata.

Kemudian, ia menjelaskan bahwa terdapat pendarahan di batang otak suaminya. “Baju suami saya berdarah, terdapat pendarahan di batang otaknya,” sebutnya.

Kemudian ia mengatakan, bahwa sebenarnya ia sudah berpasrah kepada Tuhan, dikarenakan tidak ada saksi mata yang datang untuk memberikan keterangan, namun ia bersyukur bahwa ada petugas pengantar paket yang datang dan siap untuk menjadi saksi.

“Bapak ini datang kepada saya (Menunjuk saksi Bambang), saya bersyukur. Padahal awalnya saya tidak tau bagaimana kejadian tersebut. Tuhan sayang sama saya, terungkap bagaimana kejadian tersebut,” tandasnya.

Sementara, saksi Bambang salah satu kurir pengantar barang ekspedisi menjelaskan, bahwa kejadian tersebut terjadi di simpang pemda Kecamatan Medan Tuntungan, dirinya beriringan dengan suaminya.

“Saya tepat dibelakang suami ibu ini, jadi waktu itu kebetulan saya baru siap keluar dari komplek yang ada di simpang pemda,” jelasnya.

Saat itu, lanjutnya, dirinya melihat truk yang dikendarai terdakwa Rahidin Sinulingga menyalip ke jalur kiri sehingga menyenggol setang sepeda motor yang dikendarai suami, Brigjen Tama.

“Saat itu saya udah gak fokus sama korban pak, saya fokus kejar truknya. Saya kejar dan saya bilang “Berhenti Kau”. Tapi dia gak mau berhenti pak,” jelasnya. (man)

Wakapolsek Pancurbatu Positif Narkoba

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wakapolsek Pancurbatu, AKP DH Pasaribu yang diamankan Propam Polda Sumut, Senin (27/4) dini hari, dinyatakan positif mengkonsumsi narkoba.

Diamankannya AKP DH Pasaribu, bermula Bidang Propam Polda Sumut mendapat kabar, Polsek Pancurbatu melakukan penangkapan terhadap seorang tersangka narkoba.

Karena ada kejanggalan, Kabid Propam Poldasu memerintahkan agar personel yang terlibat melakukan penangkapan, termasuk Kapolsek dan Wakapolsek Pancurbatu dilakukan tes urine.

Dari hasil tes urine, seorang personel yaitu Wakapolsek Pancurbatu, AKP DH Pasaribu terbukti positif narkoba. Setelah dinyatakan positif, oknum perwira itu langsung diboyong ke Bidang Propam Polda Sumut untuk menjalani pemeriksaan.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin yang dikonfirmasi awak media membenarkan kasus tersebut. “Benar sekali, hasil pemeriksaan urinenya positif dan sekarang menjalani pemeriksaan di Bidang Propam Polda Sumut,” ujar Kapoldasu singkat.

Hal senada diakui Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja. Tatan menjelaskan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait keterlibatan Wakapolsek dalam jaringan narkotika atau hanya sekedar pemakai. “Masih berproses di Propam Polda, untuk saat ini belum ada (jaringan narkotika), dan kita tetap melakukan penyelidikan,” ucapnya.

Menurut Tatan, seluruh personel jajaran Polsek Pancurbatu telah dites urine, dan hasilnya hanya satu orang yang positif. “Cuma Wakapolsek yang positif tes urine,”cetusnya.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Johnny Eddizon Isir mengatakan, AKP DH Pasaribu langsung dimutasi sejak diamankan pada Senin, kemarin. “Kasusnya sedang diproses, kita sudah tarik ke Polrestabes dalam rangka pemeriksaan. Begitu dapat informasi ada penangkapan itu, kita langsung keluarkan mutasi,” jelasnya.

Isir menegaskan, yang bersangkutan pasti akan mendapatkan sanksi tegas dari Polri. “Masih diperiksa di Propam Polda Sumut, pasti ada sanksi. Ya, sidang disiplin dan sidang kode etik. Nantinya pasti kita tunggu dari Polda seperti apa, kalau dilimpahkan disini. Namun, yang jelas pasti ada sanksi tegas,”pungkasnya. (ris/han)

Pemda Diminta Tertibkan Ojol Bandel

Rudy Hermanto, Anggota DPRD Sumut Fraksi PDIP
Rudy Hermanto, Anggota DPRD Sumut Fraksi PDIP
Rudy Hermanto, Anggota DPRD Sumut Fraksi PDIP
Rudy Hermanto, Anggota DPRD Sumut Fraksi PDIP

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Sumut Rudy Hermanto minta Pemprovsu ikut memikirkan keselamatan ojek online (ojol) di tengah pandemi Covid-19. DPRD Sumut berharap, ada mekanisme pengaturan yang baik agar terhindar dari virus berbahaya itu.

“Pemprovsu harusnya menyampaikan kepada perusahaan yang memperkerjakan ojol agar mematuhi protokol Covid-19,” kata Rudy Hermanto kepada wartawan di Medan, Rabu (29/4).

Ia menyikapi kondisi riil di lapangan yang memperlihatkan belum tertibnya para ojol ketika membeli dan mengorder pesanan untuk pelanggan di sejumlah ruas jalan di Medan. Dari pengamatannya di sebuah sudut jalan, Rudy menyaksikan banyak pengendara ojol yang antre berbaris tanpa memikirkan keselamatan diri mereka di tengah pandemi Covid-19.

“Dari apa yang saya lihat, ojol-ojol antre makanan di sebuah rumah makan untuk dikirim ke pemesan. Tidak terlihat mereka mengatur jarak aman satu sama lain, mana bisa aman Covid-19,” katanya.

Menurutnya, Pemprov/Pemkab dan Pemko mengatur mekanisme dan cara yang baik agar deliverynya juga baik, supaya bebas Covid-19. Caranya? Pemprovsu diminta menyampaikan masalah ini kepada perusahaan yang memperkerjakan ojol.

“Tidak hanya ojol, tetapi pemilik warung, rumah makan, restoran dan penyedia jasa makanan maupun minuman harus disurati kalau perlu ditegur agar mereka membuat aturan mencegah Covid-19,” kata Rudy.

“Yang jelas, selain pakai masker, mereka (ojol dan penyedia jasa makanan dan minuman) untuk melakukan social distancing atau jaga jarak,” katanya.

Untuk rumah makan, lanjut Rudy, perlu ada mekanisme yang mengatur jarak berdiri satu sama lain, dan pemesanan dilakukan berdasarkan nomor urut.

“Ini perlu dilakukan untuk mencegah Covid-19, seperti halnya Vietnam yang berhasil atasi Corona, karena mereka ketat sekali dalam hal jaga jarak,” ujarnya.

Berdasarkan laporannya, Rudy Hermanto menyebut, data terakhir yang meninggal menurun hari Selasa (28/4) tinggal 8 orang dan yang sembuh 103 orang.

“Artinya petugas kesehatan sudah kerja secara benar. Sementara yang terpapar hari ini 415 orang dalam arti meningkat dari hari kemarin,” katanya.

Itu berarti, pembatasan lalu lalang, disiplin dan kepatuhan serta kemampuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) belum baik atau perlu ditingkatkan.

“Bila perlu diberikan sanksi atau denda. Dalam kaitan ini, Pemko perlu menempatkan Satpol PP di tempat-tempat yang ramai,” pungkasnya. (adz)

THR Pertengahan Mei

DAPAT: Para pemain dan pelatih PSMS bakal mendapat THR yang diberikan manajemen pada pertengahan Mei mendatang. Triadi Wibowo/sumut pos
DAPAT: Para pemain dan pelatih PSMS bakal mendapat THR yang diberikan manajemen pada pertengahan Mei mendatang. Triadi Wibowo/sumut pos
DAPAT: Para pemain dan pelatih PSMS bakal mendapat THR yang diberikan manajemen pada pertengahan Mei mendatang. Triadi Wibowo/sumut pos
DAPAT: Para pemain dan pelatih PSMS bakal mendapat THR yang diberikan manajemen pada pertengahan Mei mendatang. Triadi Wibowo/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Manajemen PSMS Medan sepertinya hampir dipastikan akan memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) Idul Fitri kepada pemain dan pelatih. THR tersebut direncanakan diberikan pada pertengahan atau minggu ketiga bulan Mei.

MESKIPUN kompetisi sedang dihentikan sementara dan pemain diliburkan, manajemen PSMS sepertinya tetap memperhatian kesejahteraan pemain. Buktinya, mereka tetap berusaha agar pemain dan pelatih tetap mendapat THR Idul Fitri tahun ini.

“THR memang tidak diwajibkan dalam SK PSSI kemarin. Tapi, kita tetap akan berusaha memberikan THR kepada pemain dan pelatih. Soal jumlahnya, kita lihat saja nanti,” ujar Sekretaris Umum PSMS, Julius Raja, kemarin.

Disebutkan, saat ini manajemen PSMS sedang berusaha mencari dana untuk membayar gaji dan THR pemain. Rencananya gaji akan dibayar pada awal Mei dan THR pada pertengahan Mei.

“Rencananya gaji pemain akan dibayar sebelum tanggal 10 Mei. Setelah itu, THR akan diberikan pada pertengahan atau paling lama minggu ketiga bulan Mei,” ungkap pria yang akrab dipanggil King itu.

King belum bisa merinci sumber dana utuk membayar THR pemain. Namun dia mengakui tidak akan mengandalkan dana dari sponsor. “Dananya sedang kita cari. Kita tidak mengharaokan dana dari sponsor,” paparnya.

Hal sama juga dikatakan Manajer PSMS Mulyadi Simatupang. Menurut Mulyadi, pihaknya memang tidak sepenuhnya menggunakan dana dari sponsor untuk THR. “Kita tidak terlalu berharap dari sponsor. Kita akan mencari dana dari donator lainnya,” ungkapnya.

Mulyadi mengakui, manajemen PSMS saat ini terus berusaha keras untuk mengumpulkan dana yang dibutuhkan klub di musim ini termasuk THR pemain. Selain dana sponsor beruspa DP yang sudah diterima, pihaknya juga akan kembali mencari dana dari para donatur lain yang berniat membantu mensponsori PSMS.

“Pengurus PSMS akan bekerja keras mencari dari sumber-sumber lain. Siapa tahu ada donatur atau yang lainnya. Tentu ini akan kita upayakan,” jelasnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumut ini masih enggan menyebutkan jumlah THR yang diterima pemain dan pelatih. Dia menyebutkan jumlahnya berdasarkan dana yang tersedia.

“Jumlah belum bisa disebutkan. Tapi kalau bisa jumlahnya sama dengan gaji berdasarkan keputusan PSSI, yakni 25 persen. Tapi semua tergantung ketersediaan dana kita,” pungkasnya. (dek)

Polres Humbahas Imbau Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan

PROTOKOL: Personel Binmas Polres Humbahas saat memberikan pengarahaan tentang orotokol kesehatan terkait dengan pencegahaan penyebaran pandemi Covid 19.
PROTOKOL: Personel Binmas Polres Humbahas saat memberikan pengarahaan tentang orotokol kesehatan terkait dengan pencegahaan penyebaran pandemi Covid 19.
PROTOKOL: Personel Binmas Polres Humbahas saat memberikan pengarahaan tentang orotokol kesehatan terkait dengan pencegahaan penyebaran pandemi Covid 19.
PROTOKOL: Personel Binmas Polres Humbahas saat memberikan pengarahaan tentang orotokol kesehatan terkait dengan pencegahaan penyebaran pandemi Covid 19.

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Kepala Polisi Resort (Kapolres) Humbang Hasundutan, AKBP Rudi Hartono mengimbau masyarakat untuk mengikuti anjuran pemerintah dan protokol kesehatan terkait dengan pencegahaan penyebaran pandemi Covid 19.

Imbauan itu disampaikan, Kapolres Rudi melalui Kepala Satuan (Kasat) Binmas beserta anggotanya dengan patroli keliling ke warung-warung, Senin (27/4).

Paur Subbang Kehumasan, Bripka Syawal mengatakan, kegiatan yang dilakukan ini dalam rangka memberikan penerangan tentang pencegahaan penularan virus corona.

Dengan tujuan, memberikan sosialiasi ke masyarakat secara langsung dipermukiman serta tempat keramaian. Agar secara bersama mencegah tersebarnya virus corona.

“Jadi, masih banyak masyarakat berkumpul atau berkerumun seperti di warung milik masyarakat yang kita lihat. Dan ini perlu disosialisasikan agar kita bersama-sama mencegah,” ujar Syawal.

Syawal mengatakan, dari patroli yang dilakukan masih saja ditemukan aktivitas berkumpul di kedai kopi.

Ia mencontohkan, di warung milik Charles Pakpahan di Desa Aeklung Kecamatan Dolok Sanggul. Dan, warung di halaman milik marga Rajagukguk di Dusun Sitio Tio Desa Aeklung Kecamatan Dolok Sanggul.

Syawal mengatakan, pihaknya meminta ke masyarakat untuk mengutamakan antarperorangan saat melalukan aktivitas di luar rumah.

Dan mengimbau, untuk selalu menggunakan masker saat ke luar rumah sesuai protokol kesehatan. Selain itu, untuk tetap menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

“Kalau tidak ada urusan yang sangat penting lebih baik di rumah saja. Dan kalaupun ke luar rumah, kita harap jangan lupa gunakan masker serta menjaga jarak saat berinteraksi dengan siapapun juga”, kata Syawal.

Selain imbauan, pihaknya juga meminta kepada masyarakat untuk menghindari aktivitas berkumpul, jika tidak begitu penting. Sebab, dalam penularan virus ini dapat sangat cepat.

“ Atas imbauan kita ini, masyarakat yang berada di warung-warung dapat menerima dengan baik imbauan dari para personel dan berjanji akan menaati berbagai anjuran dan protokol kesehatan yang telah diberikan oleh pemerintah,” ungkap Syawal. (des/ram)