27 C
Medan
Thursday, January 15, 2026
Home Blog Page 4363

Jalan Protokol di Tebingtinggi Disemprot Disinfektan

PENYEMPROTAN: Tim Gugus Tugas Penanganan penyebaran Covid-19 melakukan penyemprotan disinfektan menggunakan mobil damkar di sejumlah jalan protokol di Kota Tebingtinggi.
PENYEMPROTAN: Tim Gugus Tugas Penanganan penyebaran Covid-19 melakukan penyemprotan disinfektan menggunakan mobil damkar di sejumlah jalan protokol di Kota Tebingtinggi.
PENYEMPROTAN: Tim Gugus Tugas Penanganan penyebaran Covid-19 melakukan penyemprotan disinfektan menggunakan mobil damkar di sejumlah jalan protokol di Kota Tebingtinggi.
PENYEMPROTAN: Tim Gugus Tugas Penanganan penyebaran Covid-19 melakukan penyemprotan disinfektan menggunakan mobil damkar di sejumlah jalan protokol di Kota Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Tim Gugus Tugas percepatan penyebaran virus Covid-19 Pemerintah Kota Tebingtinggi melakukan penyemprotan dispektan ke seluruh jalan-jalan protokol, Jumat (27/3).

Penyemprotan disinfektan dilakukan dengan menggunakan mobil dam kar ke seluruh jalan inti kota, seperti

Jalan Sutomo, Jalan Sudirman, Jalan Ahmad Yani, Jalan Sutoyo, Jalan Imam Bonjol, Jalan Prof HM Yamin, Jalan KL Yos Sudarso, Jalan SM Raja dan ruas jalan lainnya.

Selanjut, tim gabungan juga melakukan penyemprotan di tempat-tempat fasilitas umum seperti rumah ibadah, halte dan lainnya.

Juru bicara penanganan penyebaran Covid-19 Kota Tebingtinggi, dr Nanang Fitra Aulia mengatakan, setiap pemerintahan mulai tingkat kecamatan dan kelurahan untuk terus melakuan sosialisasi pencegahan penyebaran Covid-19 kepada seluruh masyarakat.

“Bagi masyarakat yang tidak ada keperluan penting untuk keluar rumah, agar tetap di rumah. Dengan adanya masyarakat yang patuh, maka mata rantai penyebaran virus Covid-19 bisa habis,” jelasnya.

Nanang berharap dengan dilakukannya penyemprotan ini, akan menjadikan Tebingtinggi bebas Covid-19.

“Sekali lagi saya imbau kepada seluruh masyarakat Kota Tebingtinggi, hindari tempat kumpulnya masa dan keramaian. Selalu mencuci tangan dengan sabun, dan juga mengatur jarak dengan orang lain, sayangilah keluargamu,” papar dr Nanang Fitra Aulia.

Nanang mengungkapkan, hingga kemarin belum ada warga Kota Tebingtinggi yang terindikasi virus Corona, tapi ada 8 orang dalam pemantauan (ODP). (ian/han)

Bantu Penanganan Penyebaran Covid-19, Warga Tionghoa Kabanjahe Sumbang Sprayer Elektrik

SERAHKAN: Warga Tionghoa Kabanjahe menyerahkan bantuan Sprayer Elektrik. solideo/sumut pos
SERAHKAN: Warga Tionghoa Kabanjahe menyerahkan bantuan Sprayer Elektrik. solideo/sumut pos
SERAHKAN: Warga Tionghoa Kabanjahe menyerahkan bantuan Sprayer Elektrik. solideo/sumut pos
SERAHKAN: Warga Tionghoa Kabanjahe menyerahkan bantuan Sprayer Elektrik. solideo/sumut pos

KARO, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Karo menerima bantuan dari etnis Tionghoa Kabanjahe berupa alat sprayer elektrik. Bantuan ini diserahkan tokoh Tionghoa dalam membantu Pemerintah Kabupaten Karo, Sumatera Utara, menangani virus Corona (Covid-19).

Tokoh Tionghoa Alex Chandra Singarimbun mengatakan, bantuan alat ini sebagai bentuk kepedulian dan menunjang kinerja Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karo.

“Dapat dipergunakan dan bermanfaat bagi keselamatan dan kesehatan masyarakat,” kata Alex saat menyerahkan bantuan sprayer elektrik kapasitas 16 liter sebanyak 10 unit di Kantor Bupati Karo, Kamis (26/3).

Penyerahan bantuan ini dihadiri Sekda Karo Kamperas Terkelin Purba, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karo Martin Sitepu, Kepala Dinas Kesehatan Irna Safrina Meliala, Kepala Kesbangpol Tetap Ginting, Kepala Dinas Kominfo Jonson Tarigan, Kasatpol PP Hendrik Philemon Tarigan.

Bupati Karo Terkelin Brahmana mengungkapkan terima kasih atas kepedulian tokoh masyarakat etnis Tionghoa Kabanjahe. “Barang ini sangat bermanfaat bagi warga Kabupaten Karo yang membutuhkan saat ini untuk penyemprotan disinfektan,” kata Terkelin. Martin Sitepu mengapresiasi sumbangan dari tokoh Tionghoa. “Kita akan segera manfaatkan sprayer ini,” kata Martin. (deo)

Warga Langkat Kompak Tekan Penyebaran Covid-19

DILEPAS: Tim Satgas penyemprotan disinfektan dilepas oleh Sekdakab Langkat, dr Indra Salahuddin didampingi Kapolres Langkat dan Ketua Satgas.
DILEPAS: Tim Satgas penyemprotan disinfektan dilepas oleh Sekdakab Langkat, dr Indra Salahuddin didampingi Kapolres Langkat dan Ketua Satgas.
DILEPAS:  Tim Satgas penyemprotan disinfektan dilepas oleh Sekdakab Langkat, dr Indra Salahuddin didampingi Kapolres Langkat dan Ketua Satgas.
DILEPAS: Tim Satgas penyemprotan disinfektan dilepas oleh Sekdakab Langkat, dr Indra Salahuddin didampingi Kapolres Langkat dan Ketua Satgas.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Bupati Langkat, Terbit Rencana PA menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada seluruh masyarakat Langkat telah saling bahu membahu ikut berpartisipasi dalam menekan penyebaran virus Corona.

Hal itu disampaikan Bupati Langkat diwakili Sekdakab Langkat, dr.H.Indra Salahudin,M.Kes.MSi di sela-sela pelepasan tim Satgas Gugus untuk melakukan penyemprotan cairan disinfektan ke seluruh jalan lintas Sumut di Mapolres Langkat, Kamis (26/3)

Dikatakannya, yang membuat Bupati Langkat bangga dan terharu, dikarenakan penyemprotan disinfektan tidak hanya dilakukan oleh tim satgas semata, melainkan dilakukan oleh individu, kelompok organisasi termasuk kelembagaan ikut serta secara bersama melakukan pencegahan penularan virus Corona melaui penyemprotan cairan.

Kekompakan itu terjadi didasari oleh kesadaran sendiri, karena ingin daerah atau tempat tinggal mereka tidak terjangkit virus Corona.

Sekdakab Langkat lebih jauh mengatakan, tempat-tempat yang disemprotkan cairan disinfektan meliputi rumah-rumah ibadah dan lokasi umum lainnya, seperti pusat pasar tradisional dan lain-lain.

Bahkan sejumlah partai politik di Langkat, juga ikut serta membagikan ribuan masker untuk masyarakat umum, dalam upaya pencegahan penyebaran virus Corona.

“Hal ini dilakukan tanpa komando, semuanya karena kepedulian bersama. Melihat ini kami sebagai pejabat Pemerintahan merasa haru. Kami tidak sendiri dalam menekan wabah ini,” sebut Sekda.

Sekda juga berpesan, teruslah bersemangat dan tidak jemu untuk saling mengingatkan menjaga kebersihan dan berprilaku hidup sehat, sesuai imbauan pemerintah, agar wabah ini segera berakhir. “Namun jangan lupa berdoa, meminta perlindungan untuk keluarga dan bangsa ini,”katanya Sekda.

Sementara, itu pelepasan tim Satgas untuk penyemprotan disinfektan, dilakukan oleh Sekda mewakili Bupati Langkat, Kapolres Langkat AKBP Edy Suranta Sinulingga, Ketua Satgas Gugus Covid-19 Iwan Syahri, Plt Kadis Kesehatan dr. Sofyan beserta tim Satgas Gugus Covid-19 lainnya.

Penyemprotan menggunakan dua unit mobil, yakni mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemkab dan mobil Water Canon Polres Langkat, dimulai dari halaman Mapolres Langkat menuju kota Stabat, yakni jalan lintas Sumut, sampai ke Kecamatan Tanjung Pura.

Jubir Satgas Gugus Covid-19 Langkat dr.Arifin, Sinaga secara terpisah kepada Sumut Pos menjelaskan, pihaknya telah melakukan penyemprotan disinfektan secara terjadwal, di berbagai lokasi, yakni perkantoran, rumah ibadah, sekolah dan fasilitas umum lainnya.Penyemprotan dilakukan terjadwal, dimulai dari kantor Bupati dan SPN Poldasu di Hinai, pada 16 Maret 2020.

Sampai saat ini, sambung dr. Arifin, penyemprotan terus dilakukan, yakni di antaranya, di Vihara Avalokitesvara Stabat, masjid Al-Ikhwan lingkungan IX Kwala Bingai Stabat, terminal bus Tanjung Bringin, LP Tanjungpura, LP Pangkalan Brandan, terminal Tanjung Pura, pasar Gebang, pasar Pangkalan Brandan dan lokasi lainnya.(yas/han)

Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Karo, IDI Siapkan 70 Dokter Bantu Sosialisasi

AUDIENSI: Ketua IDI Karo, Herman Bangun saat audIensi di ruang kerja Bupati Karo. solideo/sumut pos
AUDIENSI: Ketua IDI Karo, Herman Bangun saat audIensi di ruang kerja Bupati Karo. solideo/sumut pos
AUDIENSI: Ketua IDI Karo, Herman Bangun saat audIensi di ruang kerja Bupati Karo. solideo/sumut pos
AUDIENSI: Ketua IDI Karo, Herman Bangun saat audIensi di ruang kerja Bupati Karo. solideo/sumut pos

KARO, SUMUTPOS.CO – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Karo, menyatakan siap membantu Pemerintah dalam penanganan virus Corona (Covid-19).

Hal tersebut disampaikan dr. Herman Bangun kepada Bupati Karo Terkelin Brahmana dalam pertemuan yang dilakukan di Kantor Bupati Karo, Kabanjahe, Selasa (24/3).

Herman menegaskan, dengan jumlah anggota IDI Cabang Karo sebanyak 70 dokter, siap membantu dan dilibatkan dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karo, dalam menangani virus corona.

“Minimal, IDI sesuai peran dokter dapat memberikan sosialisasi tentang social distancing, dan pemberian vitamin (fooding) bagi tenaga kesehatan untuk meningkatkan daya tahan tubuh,” kata Herman.

Herman menuturkan, IDI akan mempersiapkan ruangan dan tenaga kesehatan (Nakes) kepada masyarakat.

“Mengingat saat ini, diyakini tren terinfeksi meningkat beredar di kalangan masyarakat. Justru ini peran IDI untuk menangkal hal yang berkaitan penanganan Covid-19 yang selama ini mis-informasi yang tersebar berseliweran di mana-mana. Dampak ini menimbulkan keresahan, kekhawatiran, kecemasan bahkan berujung paranoid,” pungkas Herman.

Bupati Karo Terkelin Brahmana menegaskan, dengan keikutsertaan IDI Karo dalam penanganan virus Corona dapat menangkal berita hoaks di tengah masyarakat, dan membangun kesadaran. “Jika IDI mengimbau social distancing, maka peran IDI-lah dibutuhkan di sini. Sikap IDI ini akan kita sampaikan kepada Ketua Gugus Tugas Covid 19. Namun, kebetulan ada unsur Gugus Tugas Dinas Kesehatan bersama kita di sini. Maka alangkah baiknya Kadis Kesehatan koordinasikan dengan tim Gugus Tugas yang lainnya, sesuai mekanisme yang ada, walaupun kita tidak sama, tapi kita bekerjasama,” kata Terkelin.

Kepala Dinas Kesehatan Karo, Irna Safrina Meliala menyatakan bahwa peran IDI Cabang Karo sangat membantu jika dapat berkolaborasi dengan tim Gugus Tugas Covid 19 yang sudah berkerja sejak dibentuk. Irna mengatakan akan memfasilitasi keinginan IDI Cabang Karo kepada Ketua Tim Gugus Tugas Covid 19 agar dilibatkan dalam setiap pertemuan di Pemda Karo. (deo/han)

Mulai 26 Maret, ASN Pemprovsu WFH hingga 9 April

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ternyata, aparatur sipil negara (ASN) yang mulai work from home (WFH) alias bekerja dari rumah, bukan hanya ASN Pemko Medan. Tetapi juga ASN di lingkungan Pemprov Sumut. Penerapan WFH dimulai sejak 26 Maret hingga 9 April 2020.

“Mengatur sistem kerja perkantoran, baik swasta maupun pemerintah. Melalui sistem kerja dari rumah ASN di lingkungan Pemprovsu, selama dua pekan terhitung Kamis (26/3),” kata Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi melalui video conference yang dipublikasikan Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu, Jumat (27/3).

Menurutnya, hanya 10 persen ASN yang masih wajib ke kantor, karena tugasnya tak bisa dilakukan dari rumah. “Sepuluh persen tetap ngantor, karena kantor ini tidak boleh berhenti,” kata Edy. Namun ia tidak menguraikan ASN yang tugas di Organisasi Perangkat Daerah mana saja yang masih bekerja dari kantor.

Gubsu Edy juga menyerukan, agar seluruh dunia industri/perusahaan memberlakukan sistem bekerja bergiliran semaksimal mungkin, dengan tetap memberi hak para pekerja. Dan tidak ada pemberhentian atau pemutusan kontrak kerja kepada para pegawainya.

Seorang ASN di lingkungan Pemprovsu, membenarkan ASN telah mendapat giliran kerja dari rumah dan kerja dari kantor. “Kebetulan, saya hari ini giliran kerja dari rumah. Jadi mulai Kamis semalam, kami sudah bergiliran kerja dari rumah,” tutur si ASN, yang minta namanya tidak dipublikasi.

Sistem WFH diterapkan mengingat eskalasi jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) terkait COVID-19 semakin meningkat di wilayah Sumut. Karena itu, segala aktivitas baik di lingkup pemerintahan ataupun sektor swasta, mulai dibatasi sampai batas waktu yang ditentukan.

Gubsu meminta para pelaku industri dan seluruh masyarakat Sumut agar terlibat langsung dalam percepatan penanganan pandemi Covid-19. Mulai dari pelaksanaan protokol penanganan Covid-19, tidak melakukan PHK, menjaga stabilitas ekonomi hingga imbauan pola hidup sehat.

Usulkan Anggaran Rp90 M

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatera Utara, merencanakan usulan anggaran senilai Rp90 miliar, untuk menangani pandemi global tersebut.

Ketua Tim, Riadil Akhir Lubis menyebutkan, Pemprovsu telah punya alokasi Rp12 miliar yang bersumber dari BTT di APBD Sumut. Dana tersebut dapat ditambah sewaktu-waktu, bilamana sangat dibutuhkan.

“Semua pemda juga sudah kita minta mengalokasikan dana penanganan Covid-19, sebagaimana surat edaran dari Mendagri bahwa anggaran untuk Covid-19 dapat dimaksimalkan melalui APBD masing-masing pemda, yang diambil dari kegiatan kurang efisien di instansi-instansi lain. Anggaran dari TNI dan Polri serta instansi lainnya juga telah siap untuk itu,” terang dia.

Terkait usulan Gugus Tugas, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPRD Sumut siap mendukung Pemprovsu agar anggaran itu dapat disahkan di PAPBD Sumut 2020. “Kami menilai dana Rp90 miliar yang dianggarkan Gugus Tugas masih kurang. Jadi perlu ditambah, mengingat luasnya Sumut dan diperlukan percepatan penanganan yang memakan biaya yang tidak sedikit,” kata Ketua FPKS DPRD Sumut, Misno Adisyah Putra, Jumat (27/3).

Dengan kekuatan 11 kursi di legislatif Sumut, FPKS optimis mampu memperjuangkan anggaran rakyat hingga lolos. Apalagi pihaknya menilai, dana Rp90 miliar tersebut masih kurang untuk menanggulangi pandemi Covid-19.

“Dana BTT (Belanja Tak Terduga) sebesar Rp30 miliar itu jelas kurang, mengingat anggaran yang diperlukan Gugus Tugas sebesar Rp90 miliar. Jadi cara yang bisa ditempuh pemprov ialah dengan menggeser anggaran antar OPD, yakni menggunakan dana dari hasil penjadwalan ulang capaian program dan kegiatan lainnya, serta pengeluaran pembiayaan dalam tahun anggaran berjalan dan memanfaatkan uang kas yang tersedia,” terang Misno.

FPKS juga mengapresiasi langkah Gubernur Edy yang telah merealisasikan anggaran Rp10 miliar guna pencegahan dan penanganan Covid-19. Kata dia, dana yang telah direalisasikan tersebut diambil dari anggaran Belanja Tidak Terduga Sumut 2020, yang totalnya sebesar Rp30 miliar.

Insentif

Terpisah, Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting meminta Pemprovsu memberi perhatian kesejahteraan dan keselamatan para dokter/tenaga medis yang menangani pasien Covid-19. “Agar semangat mereka tidak kendor melaksanakan tugasnya,” ujarnya.

Diakuinya, melayani kesehatan masyarakat, merupakan tugas para dokter dan paramedis. Tapi tugas mereka semakin berat dan beresiko tinggi dengan pandemi Covid-19. “Kalau perlu, para dokter dan perawat yang menangani pasien virus corona diasuransikan atau diberi insentif. Sebab merekalah ujung tombak dalam menghadapi virus berbahaya ini,” tegasnya.

Pihaknya juga mengingatkan, tim medis membutuhkan ketersediaan APD (Alat Pelindung Diri), mengantisipasi penularan virus corona. “Kalau tim medis tidak dilindungi dengan peralatan lengkap, bagaimana dokter bisa menangani pasien secara maksimal? Silakan cek di setiap rumah sakit, apakah sudah lengkap APD-nya. Jika belum ada, segera lengkapi, jangan terhenti hanya terkendala keterbatasan anggaran,” ujar politisi PDI Perjuangan itu.

Pemprovsu, menurut dia, bisa menggunakan anggaran pendahuluan yang nantinya akan dialokasikan di P-APBD 2020. “Kalau untuk menyelamatkan rakyat, tidak masalah diambil anggaran pendahuluan. Karena situasi sudah gawat darurat dan dewan siap membantu dan mendukung anggaran tersebut pada pembahasan P-APBD 2020,” katanya. (prn)

Besok, Humbahas Lockdown Terbatas

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Menyusul meninggalnya seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di RS Doloksanggul dalam perjalanan dirujuk ke RS Tarutung, Pemerintah Humbang Hasundutan (Humbahas), menetapkan lockdown terbatas di Humbahas. Lockdown berlaku mulai Sabtu (27/3) hari ini.

“Dalam menangani pencegahan penyebaran Covid-19, mulai besok tanggal 28 Maret 2020, akan dilakukan lockdown terbatas di pintu keluar masuk daerah Humbahas,” tulis Bupati Humbang Hasundutan, Dosmar Banjarnahor, melalui lewat akun facebooknya, Jumat (27/3) soren

Atas keputusan tersebut, Dosmar meminta maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat, apabila mengalami kendala gara-gara lockdown.

Menurut Dosmar, sesuai keputusan yang diambil bersama aparat Polri dan TNI, anak perantau diminta pulang dulu ke Humbahas sampai masalah Covid 19 reda. Hal itu demi keselamatan warga, khususnya keluarga dan orangtua.

Saat dikonfirmasi, Dosmar membenarkan status di akun pribadinya. Menurut dia, keputusan itu diambil melihat situasi sudah tidak normal. “Kita utamakan keselamatan jiwa warga,” katanya.

Lockdown terbatas merupakan bagian dari mendirikan posko pemeriksaan kesehatan di tiap pintu masuk ke daerah Humbahas. “Yang paling utama, membatasi orang masuk ke Humbahas sampai masalah virus corona mereda,” tegasnya.

Berpotensi Penyebaran Virus Covid-19, Pesta Adat Dibubarkan

BUBARKAN PESTA Kapolsek Bangun Purba Polresta Deliserdang, AKP Soedarjanto, beserta Danramil 19 Bangun Purba, Kapt. Kav Ishak Iskandar, meminta tuan rumah sebuah pesta di Desa Rumah Deleng, Bangun Purba, untuk membubarkan keramaian pesta, karena dianggap berpotensi menyebarkan COVID-19, Kamis (26/3) siang.
BUBARKAN PESTA Kapolsek Bangun Purba Polresta Deliserdang, AKP Soedarjanto, beserta Danramil 19 Bangun Purba, Kapt. Kav Ishak Iskandar, meminta tuan rumah sebuah pesta di Desa Rumah Deleng, Bangun Purba, untuk membubarkan keramaian pesta, karena dianggap berpotensi menyebarkan COVID-19, Kamis (26/3) siang.

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Kapolsek Bangun Purba Polresta Deliserdang, AKP Soedarjanto, beserta Danramil 19 Bangun Purba, Kapt. Kav Ishak Iskandar, membubarkan acara pesta di Desa Rumah Deleng Kecamatan Bangun Purba, Kamis (26/3) siang. Pesta dianggap berpotensi menyebarkan virus corona.

“Saya selaku Kapolsek Bangun Purba, mengimbau kepada bapak dan ibu yang melakukan hajatan, agar membubarkan pesta. Ini demi kenyamanan kita bersama,” ujar AKP Soedarjanto, didampingi Dandramil dan Camat, Raden Mewah Ristanto.

Imbauan membubarkan pesta sesuai Maklumat Kapolri Nomor. Mak 02/III/2020, yaitu kepatuhan terhadap kebijakan Pemerintah, dalam rangka penanganan penyebaran Virus Covid-19, salah satunya dilarang melakukan pekerjaan yg mengumpulkan massa. “Kiranya kedua belah pihak yang melakukan hajatan dapat memaklumi dan berbesar hati,” imbuhnya.

Setelah diberi penjelasan, tuan rumah hajatan menerima dan bersedia membubarkan pesta.

Keluarga Positif Corona di Dairi Diisolasi

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Dairi mengevakuasi keluarga pasien positif Covid-19 ke RSUD Sidikalang, untuk menjalani isolasi, Kamis (26/3) malam.

Hal itu dilakukan menindaklanjuti keterangan dari Dinkes Sumut yang mengonfirmasi salahsatu pasien asal Dairi yang saat ini dirawat di RS Adam Malik Medan, positif virus corona.

“Evakuasi seorang keluarga pasien dilakukan sebagai langkah penanganan penyebaran virus corona. Sementara, ibu dan adik pasien ini masih berada di Medan. Gugus Tugas telah membangun komunikasi dengan keduanya, agar mereka mengisolasi diri selama di Medan,” ujar juru bicara Gugus Tugas dalam siaran pers tertulis, Kamis (26/3) malam.

Pemkab Dairi melalui Gugus Tugas, mengimbau warga yang merasa pernah kontak erat dengan pasien positif corona, agar mengisolasi diri selama 14 hari. “Jika mengalami gejala mirip Covid-19, agar melaporkan diri ke Puskesmas terdekat,” katanya.

Pemkab mengajak masyarakat tetap tenang, dan bersama-sama berdoa agar dimampukan melewati semua ini dengan baik. “Pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat. Mari saling menguatkan, menaati segala bentuk imbauan, berpikiran positif, dan hidup sehat,” katanya.

Status Akyar Tunggu Balitbangkes

MEDAN, SUMUTPOS.CO – penetapan status kesehatan Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Medan, Akhyar Nasution bersama keluarganya, beberapa pejabat, dan ASN Pemko Medan, masih menunggu hasil tes swab di Balitbangkes Kemenkes RI, Jakarta.

“Belum dapat hasilnya. Kita masih menunggu dari Balitbangkes,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah, Jumat (27/3).

Sebelumnya, 18 orang termasuk Akhyar, memeriksana kesehatan ke RSUD dr Pirngadi Medan, Kamis (26/3), pascameninggalnya Asisten Pemerintahan dan Sosial Pemerintah Kota (Pemko) Medan, H Musaddad Nasution, dalam status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus corona. Mereka menjalani pemeriksaan kesehatan karena punya riwayat kontak dengan Musadad Nasution.

Kasubbag Hukum dan Humas RSUD dr Pirngadi Medan, Edison Peranginangin, enggan berkomentar terkait hasil pemeriksaan kesehatan Plt Walikota dan rombongan. “Konfirmasi kepada tim (Gugus Tugas Penanganan Covid-19) langsung aja,” ucapnya.

Akhyar mengakui menjadi orang yang kontak erat dengan Musadad, dimulai dari sama-sama berangkat ke Jakarta untuk mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Jokowi. “Tanggal 10 Maret kami sama-sama ke Jakarta. Lalu, 11 Maret di Istana Negara rapat masalah tanah Sari Rejo dan PTPN II. Setelah itu, saya pulang dan beliau masih di Jakarta. Kemudian, pada 17 Maret hadir apel di kantor walikota. Namun, pada Jumat (20/3) lalu tidak bertemu beliau,” ungkapnya. (des/btr/rud/ris)

IDI Medan Sarankan Local Lockdown

dr. Wijaya Juwarna, SpTHT (KL) Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Medan
dr. Wijaya Juwarna, SpTHT (KL) Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten/Kota (Pemkab/Pemko) di Sumut disarankan menerapkan kebijakan karantina lokal/wilayah atau local lockdown. Kebijakan tersebut guna menyikapi pandemi Covid-19, yang penyebarannya kian meningkat di Sumut.

“Sekarang ini ‘kan sudah kebobolan. Virus sudah masuk. Langkah yang harus dilakukan adalah melakukan karantina wilayah di setiap kecamatan. Hal ini mengingat warga yang terpapar virus itu terus bertambah,” kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Medan, dr Wijaya Juwarna MKed (ORL-HNS) SpTHT-KL, kemarin.

Diutarakan Wijaya, bukan karantina saja tetapi juga tempat atau bilik cairan disinfektan di setiap kecamatan dan kelurahan. Bahkan kalau perlu setiap lingkungan. Dengan demikian, masyarakat bisa menggunakannya. “Ini ‘kan wabah yang sudah pandemi dan kondisinya sangat mengkhawatirkan. Untuk memutus rantai virus corona, ya harus begitu,” sebutnyan

Selain karantina wilayah, menurut Wijaya, karantina Bandara Kualananamu Internasional juga perlu dilakukan. Sebab tempat tersebut keluar masuknya orang dan barang. “Virus corona ‘kan menempel di pakaian dan udara lembab. Apalagi sekarang ini banyak warga yang terpapar virus, tapi tidak menunjukkan gejala yang semestinya. Jadi tidak cukup hanya pemeriksaan suhu tubuh di bandara, tapi pesawat, pramugari, dan penumpang yang tiba di bandara harus disemprot disinfektan. Setelah itu, baru diperiksa suhu tubuhnya. Jika terpapar, langsung karantina,” pinta Wijaya.

Kalau perlu, lanjutnya, Dinas Sosial bertanggung jawab untuk kehidupan pasien dan keluarga yang terpapar selama masa inkubasi. Misalnya, keperluan makan sehari-hari.

Meski demikian, Wijaya mengapresiasi langkah dan penanganan yang dilakukan Pemprovsu dan Tim Gugus Tugas Covid-19 Sumut. Hanya saja, ia mengingatkan SOP penanganan pasien diterapkan dengan menggunakan APD. “Misalnya, warga yang diduga terpapar virus corona, jangan datang sendiri ke rumah sakit rujukan. Melainkan, disiapkan tim medis yang menjemputnya dengan menggunakan APD, sehingga virus tersebut tidak menular lagi ke orang lain. Itulah gunanya karantina wilayah dan penggunaan APD. Kalau datang begitu saja, virusnya mengenai warga lainnya yang berada di sekitar,” pungkasnya.

Senada, anggota DPD RI asal Sumut, Dr H Dedi Iskandar Batubara, menyatakan kalau memang harus local lockdown atau isolasi secara lokal, pemerintah diminta jangan ragu-ragu mengambil keputusan. Demi memutus mata rantai penyebaran virus corona.

“Pemerintah (Pemkab/Pemko di Sumut) ambil saja keputusan (local lockdown), sebagai mana Pemko Tegal. Menurut saya, Pemko Tegal lebih memilih menyelamatkan warganya. Maka dari itu, saya menyarankan Pemkab/Pemko di Sumut yang tingkat pandeminya luar biasa, mengikuti,” ungkap Dedi di Kantor PW Al Washliyah Sumut, Jalan Sisingamangaraja, Medan, Jumat (27/3).

Di Sumut, kata Dedi, berdasarkan data Gugus Tugas Covid-19 per 26 Maret, terjadi peningkatan signifikan dari sisi jumlah ODP, yang mencapai 1.000 lebih.

“Kalau saya ditanya, kita tutup sekarang. Kita (local) lockdown sekarang. Ini tentunya dengan segala risiko yang kemungkinan terjadi. Inilah waktunya kita saling bahu-membahu,” tegas PW Al Washliyah Sumut ini.

Menurut Dedi, yang tidak bisa lockdown adalah kebutuhan sembako, karena kebutuhan tersebut sangat primer. “Pemerintah daerah jangan ragu-ragu mengambil keputusan. Sebab ini menyangkut nyawa masyarakat,” ucapnya.

Menghadapi pandemi Covid-19, kata dia, masyarakat harus membantu pemerintah. Pertama dengan stay at home. “Saya sudah banyak mendapat pesan atau keluhan dari berbagai kalangan masyarakat, seperti buruh, driver ojek online dan lainnya. Mereka mesti kerja untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan pendapatan yang diperoleh setiap sehari. Kalau tidak bekerja, tentu kebutuhan hidup mereka terancam,” ujarnya.

Untuk itu, sambung dia, kalangan pengusaha diharapkan dapat menyisihkan hartanya. “Marilah kita berinfaq, kita sedekah. Bagi yang memiliki rezeki berlebih, bantu mereka yang kurang mampu secara ekonomi. Mereka tentu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan kondisi yang terjadi seperti sekarang ini. Ingat, sedekah itu menolak bala (musibah). Bagi siapa yang rajin sedekah, yakinlah Allah akan angkat balanya,” terang Dedi.

Dia menuturkan, hingga kini vaksin dari virus tersebut belum ditemukan. Oleh karena itu, yang bisa dilakukan adalah pencegahan. Tidak ada kata terlambat untuk pencegahan. “Sampai saat ini pemerintah pusat maupun daerah masih memberlakukan situasi siaga. Negara butuh bantuan masyarakat dalam penanganan virus ini,” tandasnya.

Menanggapi usulan IDI Medan dan anggota DPD RI tersebut, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, dr Aris menegaskan, pihaknya menunggu arahan pemerintah pusat. “Lockdown kita tunggu arahan pusat,” sebutnya.

Sebelumnya, Pemko Tegal mengatakan, akan menerapkan penerapan local lockdown mulai 30 Maret 2020. Kebijakan itu diambil menyusul salahseorang warga Kota Tegal positif terinfeksi virus corona.

Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, memerintahkan blokade 49 titik akses jalan protokol dalam kota dan penghubung jalan antarkampung. Blokade dilakukan sejak pemerintah daerah memutuskan karantina lokal, mencegah penyebaran virus corona yang akan dimulai pada 30 Maret 2020.

Blokade dilakukan dengan merintangi jalan menggunakan beton jenis Movable Concrete Barrier (MBC). Penutupan jalan dilakukan terhadap ruas penghubung antarkampung yang berbatasan dengan kabupaten/kota lain. “Hanya orang Kota Tegal gak bisa keluar, dari luar gak bisa masuk Kota Tegal,” ketusnya. (ris)