Home Blog Page 4370

Petir Berbagi Sembako ke Warga

BERBAGI: Seorang juru parkir berbagi sembako kepada petugas kebersihan Pemko Binjai. tedi/Sumut Pos
BERBAGI: Seorang juru parkir berbagi sembako kepada petugas kebersihan Pemko Binjai. tedi/Sumut Pos
BERBAGI: Seorang juru  parkir berbagi sembako kepada petugas kebersihan Pemko Binjai. tedi/Sumut Pos
BERBAGI: Seorang juru parkir berbagi sembako kepada petugas kebersihan Pemko Binjai. tedi/Sumut Pos

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Juru parkir di Kota Binjai berbagi di tengah wabah virus Corona kepada warga yang membutuhkan. Menariknya, juru parkir yang mengatasnamakan Persatuan Tukang Parkir (Petir) ini mengumpulkan dana dari hasil patungan mereka.

“Saat ini, banyak warga yang mengalami kesulitan mencari nafkah di tengah wabah Virus Corona. Tak terkecuali kami para petugas parkir di Kota Binjai. Jelang Ramadan ini, kami sepakat untuk patungan dan belanjakan uang kas yang dikutip Rp2 ribu per hari sejak beberapa bulan belakangan. Uang kas ini yang dibelikan paket sembako untuk dibagikan kepada anggota dan warga yang membutuhkan,” ujar Dedi, seorang jukir yang bertugas di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Kartini, Binjai Kota.

Adapun paket sembako yang dibagikan berupa beras, gula, telur dan mie instan.

“Kami yakin dengan saling berbagi ini, tuhan akan memberikan rezeki yang berlipat bagi kami dan semoga Allah SWT segera menghilangkan wabah Virus Corona yang sedang melanda negeri ini,” seru dia.

Selain anggota jukir, paket sembako juga disalurkan kepada abang becak, petugas kebersihan hingga pedagang asongan.

Kepada abang becak dan pedagang asongan yang tengah mencari nafkah, Dedi berharap, agar tetap menjaga kebersihan dengan memakai masker dan jaga jarak aman. (ted/han)

Polres Humbahas Dapat Bantuan Bilik Disinfektan

SERAHKAN: Reobar saat menyerahkan bantuan Bilik Disinfektan, masker, dan vitamin C kepada Kapolres Humbahas, AKBP Rudi Hartono. dedi simbolon/sumut pos
SERAHKAN: Reobar saat menyerahkan bantuan Bilik Disinfektan, masker, dan vitamin C kepada Kapolres Humbahas, AKBP Rudi Hartono. dedi simbolon/sumut pos
SERAHKAN: Reobar saat menyerahkan bantuan Bilik Disinfektan, masker, dan vitamin C kepada Kapolres Humbahas, AKBP Rudi Hartono. dedi simbolon/sumut pos
SERAHKAN: Reobar saat menyerahkan bantuan Bilik Disinfektan, masker, dan vitamin C kepada Kapolres Humbahas, AKBP Rudi Hartono. dedi simbolon/sumut pos

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Keluarga besar, Oppung Goklim Munthe, kembali menunjukkan kepeduliannya dalam memerangi virus Corona yang semakin meluas di seluruh Indonesia.

Kepeduliannya, kali ini menyumbangkan satu buah bilik disinfektan kepada Polres Humbang Hasundutan beserta masker dan vitamin C.

Penyerahaan bantuan dilakukan langsung oleh, Reobar Munthe, salah satu anak anak dari keturunan Oppung Goklim, didampingi oleh pengurus Generasi Muda Parna, Sabtu (25/4).

Dihalaman Markas Polisi Resort Humbang Hasundutan, penyerahaan yang diterima langsung Kepala Polisi Resort (Kapolres) AKBP Rudi Hartono didampingi Wakapolres, Kompol Eniali Hulu beserta jajarannya.

Reobar mengatakan, bahwa ada alasan keluarganya kali ini menyumbangkan bilik disinfektan itu kepada pihak kepolisian setempat.

Menurut Reobar, bahwa itu merupakan bentuk kepedulian keluarganya lagi dikarenakan pihak kepolisian juga merupakan garda terdepan dalam penanggulangan penyebaran Covid 19.

“Pemberian bilik ini suatu kepedulian kami terhadap kesehatan, karena melihat kepolisian juga, selain pemerintah, merupakan bagian salah satu garda terdepan,” kata Reobar.

Reobar menambahkan, selain kesehatan polisi, juga menjaga kesehatan masyarakat yang datang ke Polres Humbang Hasundutan.

“ Jadi siapapun yang masuk ke Polres, mudah-mudahaan dapat terjamin kesehatannya,” kata Reobar.

Reobar berharap, dengan adanya bantuan ini dapat efektif mengurangi resiko penularan Covid 19.

Ditempat yang sama, AKBP Rudi Hartono mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan keluarga Oppung Goklim Munthe dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid 19 di Kabupaten Humbang Hasundutan.

“ Pemberian ini bentuk kepedulian Oppung Goklim Munthe terhadap kesehatan kepolisian,” kata Rudi halaman Mapolres Humbang Hasundutan.

Rudi menuturkan, nantinya bilik ini yang ditempatkan depan posko penjagaan akan digunakan untuk anggota dan pengunjung, sebelum masuk ke kantor.

“ Baik dia anggota, pengunjung wajib masuk nanti dibilik ini,” katanya.

Dia mengatakan, hal itu bertujuan memaksimalkan pencegahaan penyebaran Covid-19.

Sementara itu, disamping memberikan saluran bantuan itu, keluarga marga Munthe ini juga menyalurkan bantuan berupa APD jenis baju kepada posko penanggulangan ben cana di Kecamatan Peranginan dan Puskesmas Baktiraja. Selain, APD, juga memberikan sejumlah masker dan vitamin C.(des/han)

Tim RapBerjuang Bagikan APD ke Puskesmas dan Warga

APD: Tim RapBerjuang menyerahkan APD di Puskesmas Limbong dan bagikan masker kepada pedagang di Pekan Inpres Limbong.
APD: Tim RapBerjuang menyerahkan APD di Puskesmas Limbong dan bagikan masker kepada pedagang di Pekan Inpres Limbong.
APD: Tim RapBerjuang menyerahkan APD di Puskesmas Limbong dan bagikan masker kepada pedagang di Pekan Inpres Limbong.
APD: Tim RapBerjuang menyerahkan APD di Puskesmas Limbong dan bagikan masker kepada pedagang di Pekan Inpres Limbong.

LIMBONG, SUMUTPOS.CO – Antisipasi Covid-19, Tim RapBerjuang bagikan APD di Puskesmas Limbong dan di Pekan Inpres Desa Limbong, Kecamatan Sianjur Mula-mula, Jumat(24/4).

Kepala Puskesmas Limbong, drg Rawati Simarmata langsung menerima bantuan APD berupa masker dan pakaian medis dari Koordinator Tim RapBerjuang A Putri Simbolon di ruang tunggu Puskesmas Limbong.

drg Rawati Simarmata menyampaikan terimakasih atas partisipasi dan kepedulian Tim RapBerjuang.

Sebelum Tim sampai di Puskesmas Limbong yang berada tepat di sisi Pekan Inpres Limbong langsung disambut oleh pedagang yang cukup ramai.

Melihat situasi pedagang dan pengunjung Pekan yang ramai tanpa menggunakan APD, Koordinator Tim langsung membagikan masker yang langsung diserbu oleh para pedagang.

M Sagala, salah satu pengunjung pekan menyampaikan kesulitannya untuk membeli masker “Selain jauh ke kota di daerah kami ini tidak ada yang menjual” sahutnya.

Koordinator Tim RapBerjuang A Putri Simbolon merasakan keluhan para medis dan warga.

“Hal ini yang mendorong partisipasi Tim untuk membagikan APD agar antisipasi terhadap Covid-19 dapat dihindari dari Sosial Distancing” ujarnya.(win/han)

Terpapar Covid-19, 2 Warga Dairi Diisolasi

Kepala Dinas Komimfo Dairi, Rahmatsyah Munthe memberikan keterangan terkait rekapitulasi data perkembangan paparan covid-19. RUDY SITAngGANG/SUMUT POS
Kepala Dinas Komimfo Dairi, Rahmatsyah Munthe memberikan keterangan terkait rekapitulasi data perkembangan paparan covid-19. RUDY SITAngGANG/SUMUT POS
Kepala Dinas Komimfo Dairi, Rahmatsyah Munthe memberikan keterangan terkait rekapitulasi data perkembangan paparan covid-19. RUDY SITAngGANG/SUMUT POS
Kepala Dinas Komimfo Dairi, Rahmatsyah Munthe memberikan keterangan terkait rekapitulasi data perkembangan paparan covid-19.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 2 orang asal Dairi menjalani isolasi di RSUD Sidikalang karena diduga terpapar Covid-19.

Jurubicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Dairi melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Rahmatsyah Munthe dikonfirmasi Sumut Pos, Minggu (26/4) belum bisa secara detail memberikan informasi terkait dua warga tersebut. Hanya saja, Rahmatsyah mengaku keduanya diisolasi sejak Sabtu (25/4) hingga kemarin siang.

Terkait Rekapitulasi data perkembangan paparan corona virus disiase (Covid-19) di Kabupaten Dairi hingga, Sabtu (25/4) pukul 16.00 Wib, orang dalam pantauan (ODP) sebanyak 12 orang, orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 18 orang, serta pasien dalam pengawasan (PDP) 1 orang. Sementara untuk korban meninggal dunia sebanyak 2 orang.

Demikian disampaikan jurubicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Dairi melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Rahmatsyah Munthe dikonfirmasi Sumut Pos, Minggu (26/4). Rahmatsyah menerangkan, sebaran ke-12 ODP tersebut terdapat di sejumlah kecamatan, yakni di Kecamatan Sitinjo sebanyak 3 orang.

Selanjutnya, di Kecamatan Silima Pungga-Pungga 4 orang, Kecamatan Tanah Pinem 2 orang, Kecamatan Gunung Sitember 1 orang, Kecamatan Siempat Nempu 1 orang serta Kecamatan Pegagan Hilir 1 orang. Sedangkan untuk OTG hanya terdapat di 2 kecamatan, yakni di Kecamatan Sidikalang 16 orang dan Kecamatan Sitinjo 2 orang.

Sementara untuk 1 orang pasien dalam pengawasan (PDP) masih dirawat di Rumah Sakit H Adam Malik Medan. (rud/han)

Pemko Tebingtinggi Bubarkan Asmara Subuh

TEGUR: Petugas Koramil 13 Tebingtinggi dan Satpol PP, menegur dan membubarkan para muda mudi yang sedang berkumpul-kumpul.
TEGUR: Petugas Koramil 13 Tebingtinggi dan Satpol PP, menegur dan membubarkan para muda mudi yang sedang berkumpul-kumpul.
TEGUR: Petugas Koramil 13 Tebingtinggi dan Satpol PP, menegur dan membubarkan para muda mudi yang sedang berkumpul-kumpul.
TEGUR: Petugas Koramil 13 Tebingtinggi dan Satpol PP, menegur dan membubarkan para muda mudi yang sedang berkumpul-kumpul.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Razia gabungan Koramil 13 0204/DS, Satpol PP, Polres Tebingtinggi melakukan razia asmara subuh di beberapa titik para muda mudi berkumpul-kumpul di seputaran Kota Tebingtinggi, Minggu(26/4) pagi.

“Kami melakukan teguran dan imbauan kepada anak anak remaja yang masih melakukan asmara subuh. Dari mereka di lapangan, masih banyak ditemukan tidak menggunakan masker dan menjaga jarak,”ujar Komandan Koramil 13 0204/DS Kota Tebingtinggi, Kapten Budiono.

Menurut Budiono, adapun titik titik razia yang dilaksanakan di Lapangan Merdeka Jalan Sutomo, Jalan Bulian Kecamatan Bajenis, Kelurahan Brohol, BP7, Masjid Agung dan depan Terminal Eks Bandar Kajum di Jalan KL Yos Sudarso, Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi.

Dijelaskannya, tujuan patroli adalah untuk mengimbau remaja atau muda mudi agar tidak melakukan kegiatan asmara subuh, guna mengantisipasi penyebaran bahaya wabah Covid-19.

“Kami minta kepada orangtua agar memperingati anak-anaknya tidak keluar rumah dan melakukan asmara subuh, karena saat ini kita tidak tahu siapa yang terpapar Covid- 19 atau tidak,” bilangnya sembari berharap untuk bersama-sama memutus mata rantai penyebaran Covid-19. (ian/han)

Lahar Dingin Sinabung Rusak Tanaman Warga

TINJAU: Bupati Karo, Terkelin Brahmana saat meninjau lokasi Sabo Dam (aliran lahar dingin)yang jebol hingga merusak tanaman petani. solideosumut pos
TINJAU: Bupati Karo, Terkelin Brahmana saat meninjau lokasi Sabo Dam (aliran lahar dingin)yang jebol hingga merusak tanaman petani. solideosumut pos
TINJAU: Bupati Karo, Terkelin Brahmana saat meninjau lokasi Sabo Dam (aliran lahar dingin)yang jebol hingga merusak tanaman petani.  solideosumut pos
TINJAU: Bupati Karo, Terkelin Brahmana saat meninjau lokasi Sabo Dam (aliran lahar dingin)yang jebol hingga merusak tanaman petani.
solideo/sumut pos

KARO, SUMUTPOS.CO – Para petani di Kecamatan Tiganderket dan Kutabuluh terancam gagal panen, karena tanaman mereka diterjang lahar dingin Gunung Sinabung, Jumat (24/4).

Lahar dingin yang merusak tanaman para petani itupun mendapat perhatian dari Bupati Karo Terkelin Brahmana, yang turun melihat lokasi yang terdampak.

Terkelin pun memerintahkan instansi terkait untuk mengerahkan alat berat dalam penanganan dampak lahar dingin dan jebolnya sabo dam.”Kondisi ini sangat memprihatinkan. Sabo dam yang dibangun sebagai antisipasi jalur lahar dingin tidak mampu mengakomodir lahar dingin yang membawa material kayu, batu, pasir dan kerikil,” ujar Terkelin.

Dikatakan Terkelin, akibat jebolnya sabo dam, lahar dingin meluber ke ladang warga dan membuka jalur baru di luar sabo dam.

Terkelin juga meminta warga agar tetap tenang dalam masa pandemi virus Corona, dan mengutamakan keselamatan dan kesehatan sesuai dengan protokol kesehatan pemerintah.

Camat Tiganderket Syukur Brahmana menjelaskan, kejadian lahar dingin Gunung Sinabung terjadi pada Kamis 23 April 2020. Lahar dingin menerjang wilayah Desa Kutambaru dan Kecamatan Tiganderket.

Disebutkannya, dampak lahar dingin menyebabkan jalan darat penghubung Kecamatan Tiganderket dengan Kecamatan Kuta Buluh, sulit dilalui. “Lantaran lahar dingin tidak masuk areal sabo dam, tetapi melalui perladangan warga dan mengarah ke jalan raya penghubung Tiganderket-Kuta Buluh,” ucapnya.

Sekretaris Desa, Rahmat Perangin-angin mengatakan, dampak lahar dingin menggenangi perladangan akibatnya terjadi gagal panen. “Sesuai data, lahan warga (tergenang lahar dingin) 5,5 hektar terimbas, dengan tanaman bermacam-macam. Ditaksir keruguan mencapai ratusan juta,” kata Rahmat.

Sementara untuk pemukiman warga, Rahmat menyatakan, pendataan sedang dilakukan.

“Ada beberapa rumah warga terimbas akibat lahar dingin,” katanya.

Sementara itu, Agus Surbakti dari BPBD Karo, meminta masyarakat agar berhati-hati dan waspada serta mengajak warga menjauhi jalur sabo dam. Kejadian lahar dingin Gunung Sinabung sudah terjadi sebanyak 14 kali. (deo/han)

Sungai Bandar Durian Meluap, Ratusan Rumah Terendam

BANTU: Seorang personel kepolisian membantu warga mendorong becak motornya yang mogok karena terendam banjir.
BANTU: Seorang personel kepolisian membantu warga mendorong becak motornya yang mogok karena terendam banjir.
BANTU:  Seorang personel kepolisian membantu warga mendorong becak motornya yang mogok karena terendam banjir.
BANTU: Seorang personel kepolisian membantu warga mendorong becak motornya yang mogok karena terendam banjir.

LABUHAN BATU, SUMUTPOS.CO – Meluapnya sungai Bandar Durian, di Kelurahan Bandar Durian, Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu, mengakibat seratusan rumah terendam hingga ke badan jalan dengan ketinggian 1,5 meter.

Banjir yang merendam seratusan rumah tersebut, setelah sungai Bandar Durian yang tak mampu menampung debit air pasca hujan deras sejak Sabtu (25/4) malam hingga Minggu (26/4) pagi. Aliran air juga menggenangi badan jalan, hingga arus lalulintas di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) terputus dikarenakan adanya kemacetan panjang kendaraan.

Kapolres Labuhanbatu, AKBP Agus Darojat dan Dandim 0209/LB Letkol Inf Santoso pun turun langsung untuk membantu warga dan mengurai kemacetan yang terjadi.

“Kami koordinasikan dengan pihak BPBD Labura untuk mendatangkan alat berat guna menetralisir genangan air agar bisa segera surut,”ujar Dandim 0209/LB, Letkol Inf Santoso saat ditemui di lokasi. (fdh/han)

Pulang ke Humbahas, Ibu Hamil Positif Covid-19, Sempat Diperiksa di Puskesmas & RSUD

DOLOKSANGGUL, SUMUTPOS.CO – RSUD Doloksanggul melaporkan seorang wanita hamil warga Jambi yang pulang ke rumah mertuanya di Humbang Hasundutan (Humbahas), diketahui positif Covid 19 melalui rapit test oleh pihak RSUD Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara. Sebelumnya, ia sempat memeriksakan diri ke RSUD Doloksanggul, Humbahas.

“Pasien perempuan berinisial MS (23) itu berusia 23 tahun. Ia dan suaminya tiba di Humbahas pada 5 April 2020. Mereka tinggal di rumah orangtua suaminya di Kecamatan Sijamapolang,” kata Direktur RSUD Dolok Sanggul, dr Netty Simanjuntak, dalam siaran persnya, Sabtu (25/4).

Tak lama di Humbahas, MS berobat ke RSUD Doloksanggul. Dari ruangan UGD, dokter menyebutkan pasien mengalami kram perut. Padahal usia kehamilannya belum cukup bulan untuk melahirkan. “Setelah dikonsul dengan dokter kebidanan pasien dianjurkan untuk dirujuk,” sambung dr Netty.

Tidak dijelaskan kenapa si pasien dirujuk ke RSUD Tarutung. Pasien berangkat sendiri ke RSUD Tarutung, karena tidak memiliki kartu BPJS.

“Sesuai SOP di RSUD Doloksanggul, pasien tidak di-rapid tes karena riwayat perjalanan dari Jambi tanggal 6 April. Dan pasien juga tidak memiliki gejala demam batuk maupun sesak, sehingga dianggap sudah melewati masa karantina,” sebut Netty.

Netty mengatakan, sekaitan pemeriksaan itu, pihaknya membuat status Orang Tanpa Gejala (OTG) kepada 3 petugas medisnya, karena telah melakukan kontak erat dengan MS. “Puji Tuhan, setelah paramedis dianjurkan isolasi mandiri, hingga hari ke 5 ketiganya dalam kondisi sehat,” kata Netty.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Pemerintah Kabupaten Humbahas, Hotman Hutasoit, menambahkan sesuai hasil konfirmasinya ke Dinas Kesehatan, MS juga sempat mendapat perawatan di Puskesmas Sijamapolang.

Di Puskesmas, MS didiagnosis mengalami gejala kehamilan prematur, dan menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan, sehingga dianggap membutuhkan kamar operasi bertekanan negatif. Namun selama pemantauan oleh petugas Puskesmas Sijamapolang, MS tidak menunjukkan gejala atau terpapar Covid 19.

“Wanita hamil tersebut rujukan RS kita ke RS Tarutung. Oleh RS Tarutung, ia di-rapid tes. Hasilnya positif Covid-19. Karena itu, ia dirujuk ke RS Adam Malik untuk mendapatkan fasilitas atau sarana yang memadai untuk persalinan prematur anak keduanya,” jelas Hotman.

Sekaitan adanya pasien positif Covid-19 tersebut, Hotman meminta warga Humbahas tidak panik. Pihaknya saat ini masih menunggu hasil test swab si pasien, dari pihak RS Adam Malik.

PDP Asal Tebingtinggi Dimakamkan

Sementara itu, satu lagi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kota Tebingtinggi, meninggal setelah menjalani perawatan intensif di salahsatu rumah sakit penanganan Covid -19 di Jalan Sudirman Kota Tebingtinggi, Minggu (26/4). PDP laki laki warga Kota Lemang itu meninggal di usia 59 tahun.

Diketahui, hasil rapid test PDP meninggal tersebut negatif Covid -19. Meski demikian, pemakaman dengan protokoler Covid -19 di belakang Taman Makan Pahlawan Jalan Taman Bahagia Kota Tebingtinggi.

PDP tersebut diketahui masuk rumah sakit penanganan Covid -19, Jumat (24/4) lalu. Ia menderita penyakit jantung koroner dan komplikasi penyakit lain. Selain itu, ada riwayat penyakit paru pada korban.

Pemakaman si PDP dihadiri Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan, Kapolres Tebingtinggi AKBP James P Hutagaol, dan Dandim 0204/DS Lekol Kav Syamsul Arifin.

Umar Zunaidi mengatakan, tata cara pemakaman almarhum diterapkan sesuai protokol Covid-19, sebagai langkah kewaspadaan. “Saya mengimbau seluruh masyarakat Tebingtinggi agar jangan takut berlebihan terhadap jenazah penderita Covid-19. Karena penguburannya dilakukan sesuai protokol kesehatan standar WHO,” bilang Umar.

Menurutnya, Pemko Tebingtinggi akan menyediakan makam, baik untuk pasien meninggal beragama muslim dan nasrani. “Namun yang paling utama adalah mengatur seluruh masyarakat Tebingtinggi terlayani dengan baik dan,” ucap Umar. (des/ian)

Lagi, 8 Pasien Covid-19 Sembuh Di Sumut, Total 33 Pasien Sembuh

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Lagi, pasien Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Sumatera Utara, dinyatakan sembuh dari perawatannya di sejumlah rumah sakit rujukan, Minggu (26/4). Jumlah yang sembuh kemarin sebanyak 8 orang. Karena itu, saat ini total telah 33 orang yang sudah sembuh dari virus corona.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumut, dr Aris Yudhariansyah, menyebutkan, 8 pasien ini dirawat di enam RS. Pasien inisial AS dan ES dirawat di RSUD dr Pirngadi. Pasien inisial G dirawat di RSU Sembiring Delitua. Pasien inisial SE dan RS dirawat di RSU Columbia Asia. Pasien inisial T dirawat di RSU GL Tobing, SS dirawat di RSU Siloam, dan JE dirawat RSU Djasamen Saragih Pematangsiantar.

“Kedelapan pasien yang sembuh dengan spesimen follow up dua kali hasilnya negatif. Total sudah ada 33 pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh,” ungkapnya.

Dalam keterangan pers video streaming Aris menyatakan, hingga Minggu sore tercatat Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 2.443 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dirawat 150 orang. Sedangkan pasien konfirmasi positif PCR 111 orang dan rapid test 18 orang. Pasien yang meninggal 12 orang.

Aris menyebutkan, jenazah yang sudah dikebumikan dengan protokol Covid-19 sebanyak 61 orang. Dari jumlah tersebut, terdapat 43 orang hasil swabnya dinyatakan negatif, lalu 12 orang positif, dan sisanya 6 orang lagi masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Lebih jauh Aris mengatakan, akhir-akhir ini sering muncul kegelisahan tentang positif, namun setelah ditelusuri ternyata itu baru hasil rapid test. Tetapi tetap ada yang gelisah ketika puluhan bahkan mendekati ratusan orang positif lewat rapid test. Oleh karenan itu ia mengingatkan, hal yang paling penting bahwa diagnosis adalah ranah dokter.

“Diagnosis pasien Covid-19 tidak boleh sembarang orang memutuskan sendiri, untuk menuju diagnosis ada urutan langkah,” katanya.

Pertama adalah anamnesis, yaitu wawancara terpimpin untuk mengumpulkan informasi yang terarah. Informasi yang dicari termasuk risiko kontak, misalnya riwayat perjalanan ke daerah berbahaya atau kontak dengan pasien yang berisiko. Setelah itu, ada pemeriksaan fisik.

“Di sinilah dicari informasi objektif ada urutan rincinya juga informasi dari anamnesis dan pemeriksaan fisik diputuskan diagnosis kerja. Terkadang, disertai juga dengan beberapa diagnosis banding. Namun, keduanya menjadi dasar ke tahap berikutnya dalam tatalaksana pemberian terapi,” papar Aris.

Dalam proses tatalaksana itulah bisa saja diperlukan pemeriksaan penunjang, bentuk yang umum adalah pemeriksaan radiologi dan laboratorium. Foto rontgen dada dan CT Scan sangat penting dalam alur penanganan Covid-19, selanjutnya pemeriksaan laboratorium tapi belum PCR. “Ada pemeriksaan awal dulu, kalau timbul kecurigaan Covid-19 baru masuk ke pemeriksaan PCR.

PCR itu spesifik, kalau hasilnya positif maka harus dipastikan ada virus apakah pasti Covid-19? Hal ini kembali diagnosis adalah ranah dokter. Pemeriksaan hanya menyampaikan temuan dan analisisnya saja, bila sudah sejak awal urut dan terstruktur maka temuan virus ini mengkonfirmasi infeksi Covid-19.

Namun, kalau PCR negatif tidak boleh disimpulkan melainkan harus ada pemeriksaan dengan sampel kedua diambil di hari berikutnya. Bila sudah dua kali negatif, baru dapat disimpulkan bahwa PCR hasilnya negatif,” jabarnya.

Menurut Aris, rapid test yang dilakukan sebenarnya tepat dan bermakna, syaratnya tepat waktu penggunaannya. Di masa awal infeksi, pemeriksaan rapid test adalah tidak tepat karena hasilnya hampir pasti negatif. Akibatnya, bisa mengaburkan kondisi yang sebenarnya merasa aman padahal itu karena tidak tepat penggunaan rapid test.

“Rapid test baru tepat dan bermakna saat antibodi sudah timbul, maka paling cepat adalah minimal 7 hari setelah kontak atau perjalanan dan lebih baik lagi setelah hari ke-10. Bahkan, lebih tepat lagi bila disertai gejala. Apabila tidak tepat, hasil tidak bisa seperti yang diharapkan untuk membantu diagnosis,” katanya.

Setelah ada rapid test positif, maka diteruskan konfirmasi. Sambil menunggu hasil PCR, hasil rapid test positif juga membantu pasien mana yang berisiko tinggi menularkan. “Bila tidak ada gejala dan sementara waktu kontak tidak cukup jelas, maka pilihannya hanya pemeriksaan PCR sehingga tidak tepat menggunakan rapid test.

Oleh karenanya, rapid test dapat digunakan syaratnya dihitung benar jarak terhadap waktu kontak paling cepat 7 hari. Tapi, lebih baik lagi setelah hari ke-10. Apabila hasilnya positif, diteruskan dengan konfirmasi PCR. Namun, bila negatif harus dianggap belum aman. Setelah 7 hingga 10 hari kemudian barulah dilakukan pengulangan rapid test,” sambung Aris.

Jika pada pengulangan rapid test tetap negatif, lanjut dia, berarti belum pernah terinfeksi. Tapi, ini juga berarti belum terbentuk kekebalan tubuh maka harus tetap berhati-hati agar tidak sampai terinfeksi. Bukan justru malah merasa sudah aman, itu adalah salah besar karena bila terjadi positif maka kembali harus dikonfirmasi PCR.

“Adanya rapid test positif memang mengindikasikan risiko tinggi bahwa hasil PCR juga akan positif. Tetapi, rapid test positif tidak menjamin hasil PCR pasti positif. Maka orang dengan hasil rapid test positif, tidak serta merta dinyatakan kasus konfirmasi. Pentingnya rapid test dalam hal ini adalah lebih cepat dapat menepis pasien mana yang lebih berisiko Covid-19, sehingga mana yang membutuhkan sarana dan prasarana alat dan SDM yang terlatih. Kombinasi hasil rapid test dengan PCR,” bebernya.

Diutarakan Aris, kombinasi hasil rapid test dengan PCR dapat memberikan informasi penting bagi seorang dokter, tapi ada beberapa variasi dan maknanya juga bervariasi. Oleh sebab itu, masing-masing berpengaruh ke tatalaksana pasien. Jika hanya ada rapid test, maka harus hati-hati dimaknai. “Rapid test tetap bermakna tapi harus disertai benar penilaian kondisi klinis seseorang, prinsipnya selama masih ada virus dalam tubuh berarti dapat menularkan,” ucapnya.

Ia menambahkan, adanya virus dideteksi dengan PCR, bila PCR sudah negatif berarti virusnya sudah bersih. Akan tetapi, ada informasi yang menyebutkan bisa reaktivasi namun masih menjadi perdebatan hingga saat ini. Reaktivasi atau reinfeksi karena paparan virus memang saat ini sedang sangat tinggi.

Rata-rata virus bertahan sampai hari ke-20. Setelah antibodi timbul dan matang maka sejak hari ke-10 jumlah virus akan menurun drastis, dan setelah hari ke-14 jumlahnya tinggal sedikit sekali. Tapi memang rata-rata dilaporkan benar-benar bersih pada hari ke-20. Namun, ada juga kasus yang ekstrem virus terus bertahan sampai 28 hingga 37 hari setelah kontak. Maka, bila mau aman digunakan prinsip dua kali PCR yaitu 2×20 hari atau pada 6 pekan.

“Dengan memahami fase dan alur ini, maka pemeriksaan PCR dan rapid test akan bermanfaat secara optimal. Sekaligus bisa bersikap dan merespon secara rasional. Ini artinya kita mampu menjaga hubungan sosial yang kental tanpa menantang risiko Covid-19 yang sedang viral,” imbuhnya. (ris)

Diam-diam Pulang dari Malaysia, 20 TKI Ilegal Ditangkap di Perairan Asahan

TKI ILEGAL: Petugas TNI AL mengamankan 20 TKI ilegal yang diam-diam pulang dari Malaysia, di tengah pandemi Covid-19. Mereka diamankan untuk diperiksa kesehatannya.
TKI ILEGAL: Petugas TNI AL mengamankan 20 TKI ilegal yang diam-diam pulang dari Malaysia, di tengah pandemi Covid-19. Mereka diamankan untuk diperiksa kesehatannya.
TKI ILEGAL: Petugas TNI AL mengamankan 20 TKI ilegal yang diam-diam pulang dari Malaysia, di tengah pandemi Covid-19. Mereka diamankan untuk diperiksa kesehatannya.
TKI ILEGAL: Petugas TNI AL mengamankan 20 TKI ilegal yang diam-diam pulang dari Malaysia, di tengah pandemi Covid-19. Mereka diamankan untuk diperiksa kesehatannya.

BELAWAN, SUMTPOS.CO – Diam-diam, sebanyak 20 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal pulang dari Malaysia lewat perairan Tanjung Siapiapi, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Untungnya, petugas Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Lanal Tanjungbalai Asahan Lantamal I-Koarmada I mengetahui informasi kepulangan itu, dan segera turun tangan mengamankan TKI dimaksud, Minggu (26/4) dinihari.

Komandan Lanal Tanjungbalai Asahan, Letkol Laut (P) Dafris Datuk Syahrudin, mengatakan awalnya informasi diperoleh dari masyarakat yang khawatir kepulangan TKI yang diam-diam itu membawa virus Covid-19.

Informasi itu ditindaklanjuti TNI AL dengan melakukan pengejaran menggunakan Kapal Patkamla (Patroli Keamanan Laut) TBA I-1-61. “Sekitar pukul 01.30 Wib, tim mengamankan kapal nelayan yang dicurigai dan langsung menangkap nahkodanya. Kru kapal dan para penumpangnya dibawa ke Posmat Bagan Asahan, Lanal TBA guna pemeriksaan lanjutan,” katanya.

Seluruh penumpang kapal diperiksa dengan menerapkan protap pemeriksaan oleh Satgas Covid-19 Lanal Tanjungbalai Asahan. Suhu badan diukur, tubuh dan barang bawaang disemprot cairan disinfektan, termasuk kapal yang membawa mereka.

“Para TKI ilegal yang diamankan terdiri 13 orang laki-laki dan 7 wanita, termasuk 1 balita perempuan. Saat ini mereka dalam kondisi baik setelah pemeriksaan kesehatan awal oleh Tim Kesehatan Lanal TBA. Selanjutnya, para ABK dan TKI diserahkan ke Satgas Covid-19 Kota Tanjungbalai untuk penanganan lanjut,” pungkas Dafris.

Terpisah, Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) I, Laksma TNI Abdul Rasyid mengatakan, Lantamal I – Koarmada I melalui Pangkalan Angkatan Laut di Wilayah Kerjanya, tidak akan mengendorkan pengawasan terhadap jalur-jalur masuk secara ilegal melalui laut.

“TNI AL khususnya Lantamal I – Koarmada I melalui lanal-lanal jajarannya akan terus meningkatkan tugas patroli, terutama di tempat-tempat yang disinyalir menjadi jalur-jalur masuk secara ilegal,” tegas Abdul Rasyid.

Ia mengatakan, tidak akan mengambil resiko besar saat pandemi Covid-19, terutama mencegah penyebarannya dari luar negeri.

Tentang penyelundupan TKI ilegal yang akhir-akhir ini marak terjadi di Tanjungbalai Asahan, pihaknya juga tetap mewaspadai kemungkinan penyelundupan lainnya, seperti komoditi dan narkoba.

“Dalam beberapa pekan terakhir kita sudah mengamankan TKI dari Malaysia. Ini manjadi perhatian untuk meningkatkan patroli. Penangkapan para TKI agar mereka tidak serta-merta langsung masuk Indonesia tanpa proses pemeriksaan kesehatan, Begitu juga kapal dan penumpang serta barang bawaannya, untuk memastikan tidak ada bawaan terlarang yang dibawa dari luar,” tegas Danlantamal. (fac)