28 C
Medan
Sunday, January 18, 2026
Home Blog Page 4411

SP 2020 Online di Medan: 175 Ribu KK di Sumut Isi Data Mandiri

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, penduduk yang sudah melakukan Sensus Penduduk (SP) 2020 secara online di Sumatera Utara (Sumut) mencapai 175 ribu kepala keluarga dengan status respon pengisian mandiri. Kepala BPS Sumut, Syech Suami menjelaskan, data tersebut berdasarkan dimulainya SP 2020 secara online sejak 15 Febuari 2020 hingga 10 Maret 2020. Dari 175 ribu kepala keluarga dengan perincian sekitar 652 ribu jiwa, atau 19,21 persen.

“Targetnya sampai 31 Maret dan masih ada waktu 20 hari lagi bagi warga untuk mengisi SP Online. Jika dilihat dari data, setiap hari semakin baik keinginan masyarakat untuk mengisi SP Online.

Kami optimis bisa meningkatkan lebih banyak warga yang mengisi SP Online,” ujar Syech dalam sambutannya pada Rapat Koordinasi Daerah Dalam Rangka Pelaksanaan SP2020 Online di Medan, kemarin.

Syech mengungkapkan, BPS Sumut memilik target 750 kepala keluarga untuk melakukan pengisian SP online. ?Tapi, bukan angka tersebut mau dicapai. Namun, partisipasi dan kesadaran masyarakat melakukan pengisian mandiri dengan mengikuti era digital saat ini.

Dengan itu, segmentasi yang diharapkan bisa terpenuhi 100 persen. “Tim BPS juga dibantu relawan berupaya mengatasi kendala utama dalam SP Online dengan meningkatkan kesadaran terhadap sensus yang memang rendah,” tutur Syech.

Untuk mendorong tingkat partisipasi masyarakat, Syech mengatakan, pihak terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat luas dan mengajak Pemerintah Daerah untuk ikut serta menyukseskan program nasional dari Pemerintah Indonesia dengan melakukan pendataan jumlah penduduknya setiap 10 tahun sekali.

“Ini sudah menjadi tugas kami menyampaikan informasi ke masyarakat dan nantinya kami juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah,” ungkapnya,” pungkas Syech.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Sumut, Sabrina mengungkapkan dukungan kepada BPS Sumut untuk menjalani tugas melakukan Sensus penduduk di provinsi. Termasuk, ia menginstruksikan kepada seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemprov Sumut untuk melakukan pengisan SP Online, pekan ini.

“Pada pertemuan dengan OPD nanti, Pemprovsu akan mendorong mereka untuk melakukan SP Online. Sebagaimana sudah kita ketahui 33 kabupaten/kota sudah melakukan di kantornya masing-masing,” tutur Sabrina.

Sabrina mengimbau masyarakat Sumut untuk mendukung BPS Sumut dengan melakukan pengisian SP Online hingga akhir bulan Maret 2020, mendatang. “Jadi dalam minggu ini juga, kami minta semua OPD akan melakukan SP Online di kantor masing-masing dengan melibatkan pegawainya,” pungkas Sabrina.(gus/ila)

50 Mahasiswa UHN Jalani Tes Urine Mendadak, Pemprovsu dan BNNP Kerja Sama

SAMBUTAN: Kepala Badan Kesbangpol Sumut Anthony Siahaan pada Sosialisasi Anti Narkoba yang diisi mendadak tes urine 50 mahasiswa di Kampus UHN Medan, Senin (9/3).
SAMBUTAN: Kepala Badan Kesbangpol Sumut Anthony Siahaan pada Sosialisasi Anti Narkoba yang diisi mendadak tes urine 50 mahasiswa di Kampus UHN Medan, Senin (9/3).
SAMBUTAN: Kepala Badan Kesbangpol Sumut Anthony Siahaan pada Sosialisasi Anti Narkoba yang diisi mendadak tes urine 50 mahasiswa di Kampus UHN Medan, Senin (9/3).
SAMBUTAN: Kepala Badan Kesbangpol Sumut Anthony Siahaan pada Sosialisasi Anti Narkoba yang diisi mendadak tes urine 50 mahasiswa di Kampus UHN Medan, Senin (9/3).

Pemprovsu melalui Badan Kesatuan Bangsa Politik bekerja sama dengan Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Sumut mendadak tes urine 50 mahasiswa saat sosialisasi anti narkoba di Kampus Universitas HKBP Nommensen (UHN) Medan.

Kegiatan yang dibuka Gubsu Edy Rahmayadi diwa-kili Kepala Badan Kesbangpol Sumut Anthony Siahaan, Senin (9/3) tersebut dihadiri Wakil Rektor III UHN Medan, Sindak Hutauruk dan Tuangkus Harianja dari BNNP Sumutn

Kabid Ketahanan Ekonomi Sosial Budaya dan Ormas Badan Kesbangpol Sumut Malentina Ginting selaku Ketua Panitia melaporkan kegiatan yang mendapat izin dan dukungan penuh dari rektorat UHN ini dimaksudkan memberikan wawasan dan pengetahuan tentang bahaya narkoba guna mempersempit ruang gerak peredarannya.

Tes Urine berjalan lancar dan mahasiswa mengikutinya dengan baik bahkan sejumlah di antaranya dipilih secara acak dari ruang kuliah oleh pihak dekanat, didampingi pejabat Kesbangpol dan BNNP Sumut.

Tema kegiatan dengan peserta 100 lebih mahasiswa ini yaitu Mari Kita Bergandengan Tangan Menuju Sumatera Utara yang Bersih, Beriman dan Bermartabat yang Terbebas dari Narkoba.

Narasumber yakni Kabid P2M BNNP Sumut T Harianja dengan materi P4GN di lingkungan Pemerintahan dan di lingkungan Pendidikan dan Ka UPT Rehabilitasi BNN Deliserdang, Heru Herlambang dengan judul Rehabilitasi Penyebab dan Penyalahguna Narkoba.

Kesimpulan kegiatan ini antara lain pemerintah telah menetapkan perturan yang tegas terhadap pengguna dan pengedar narkoba. Akan tetapi untuk menyelesaikan hal ini ditingkat kampus tidak bisa diselesaikan dengan tangan besi. Salah satu solusinya adalah dengan membentuk Satgas Anti Narkoba di setiap Fakultas.

“Diperlukan peran aktif dari setiap mahasiswa untuk mendukung kampus bebas Narkoba. Sumut menempati urutan ke 2 provinsi dengan pengguna narkoba terbanyak, tahun 2017 diperkirakan 256 ribu jiwa, dimana 17% pelakunya adalah pelajar. Oleh karena itu perlu diaktifkan berbagai kegiatan anti narkoba seperti membuat spanduk, film anti narkoba,” katanya.

Menurutnya perlu ada regulasi resmi mengenai narkoba di kampus. Perlu dibentuk bagian konseling narkoba yang akan dijalankan oleh Fakultas Kedokteran dan Psikologi. “Narkoba bukan solusi dari permasalahan yang kita hadapi. Pondasi paling penting untuk menjauhkan kita dari narkoba adalah keluarga,” katanya.

Dalam kesempatan itu, forum menyimpulkan agar seluruh masyarakat untuk proaktif apabila ada indikasi narkoba di keluarga atau lingkungan sekitar. Karena nakoba itu merusak generasi bangsa dan generasi masa depan bangsa.

“Jadikan narkotika itu menjadi musuh utama bangsa kita. Sumut bermartabat itu tanpa Narkoba. Jika kita mampu membina mahasiswa saat ini untuk tidak bersentuhan malah benci dengan narkoba, maka mata rantai penyalahgunaannya akan putus dan generasi bangsa masa depan bebas narkoba,” tegas Anthony Siahaan. (prn/ila)

Lelang 4 Jabatan Eselon II di Jajaran Pemko Medan, 20 Nama Mendaftar

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemko Medan telah membuka lelang jabatan eselon II di jajarannya. Setidaknya saat ini ada 4 posisi jabatan eselon II yang kosong dan siap diperebutkan oleh para ASN eselon III.

“Ada 4 jabatan eselon II yang kosong di Pemko Medan saat ini, pertama Dinas Pendidikan, kedua Dinas Pekerjaan Umum (PU), ketiga Dinas Perindustrian da keempat Staf Ahli bidang ekonomi dan pembangunan,” ucap Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Kota Medan, Muslim Harahap kepada Sumut Pos, Selasa (10/3).

Dikatakan Muslim, pendaftaran lelang jabatan itu sudah ditutup sejak beberapa hari yang lalu.

“Pendaftarannya sudah dibuka sejak dua minggu yang lalu, beberapa hari yang lalu sudah ditutup. Total ada sekitar 20 orang yang mendaftar, kalau tak salah yang mendaftar ada sekitar 5 nama untuk satu posisi. Pejabat yang mendaftar mulai dari pejabat eselon III sampai mantan pejabat eselon II,” ujarnya.

Namun, Muslim belum memberikan nama-nama pejabat yang telah mendaftar tersebut. “Belum saya lihat lagi data nama-namanya,” katanya.

Dalam waktu dekat ini, sambung Muslim, para pendaftar lelang jabatan eselon II di jajaran Pemko Medan tersebut akan mengikuti ujian Psikotest.

“Kamis (12/3) mereka akan Psikotest di USU (Universitas Sumatera Utara), karena kan Panitia Seleksi nya juga dari USU, jad ujiannya juga disana. Nanti selesai Psikotest, maka akan dijadwalkan kembali untuk mengikuti ujian berikutnya, yaitu tertulis,” jelasnya.

Lelang tersebut, terang Muslim, sebelumnya sudah diajukan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi dan sudah disetujui untuk dilakukan proses lelang jabatan.

“Jadi nanti bila sudah selesai hasil ujiannya dan sudah ditentukan siapa yang terpilih dalam lelang jabatan itu, maka dengan izin Kemendagri, pak Plt (Wali Kota Medan) pun bisa melantik mereka di Balaikota,” pungkasnya.

Seperti diketahui, saat ini ada 4 pimpinan OPD Pemko Medan dengan jabatan eselon II yang masih kosong dan belum diduduki pimpinan definitif. Keempatnya adalah Dinas Pendidikan yang sebelumnya dijabat Marasutan Siregar yang telah pensiun, Dinas Pekerjaan Umum (PU) yang sebelumnya dijabat Isa Anshari yang tersangkut masalah hukum, Dinas Perindustrian yang sebelumnya dijabat Zulkifli Sitepu yang telah meninggal dunia serta Staf Ahli bidang Skonomi dan Pembangunan yang sebelumnya dijabat mantan Sekda Kota Medan, Syaiful Bahri yang telah pensiun. (map/ila)

131 Lahan Sawit di Deliserdang akan Diremajakan

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Menindaklanjuti program peremajaan sawit oleh Presiden RI Joko Widodo, Dinas Pertanian Deliserdang akan meremajakan seluas 131 hektare sawit masyarakat yang ada di beberapa kecamatan.

“Sesuai pendataan yang dilakukan pada tahun lalu, ada 131 hektare sawit masyarakat untuk diremajakan tahun ini,”ujar Kadis Pertanian Deliserdang, Ir Kamaluddin Ginting MMA saat bincang-bincang di gedung DPRD Lubukpakam.

Dikatakannya, setiap 1 hektare, Kementerian Pertanian RI memberikan bantuan sebesar Rp25 juta.

Namun, lanjut Kamaluddin, pemerintah menyalurkan bantuan tersebut tidak langsung ke petani, melainkan dana tersebut dikirim ke rekening kelompok tani yang sudah diverifikasi.

Dan nantinya, kelompok tani yang menentukan pengelola atau kontraktor untuk menangani peremajaan sawit tersebut. “Semua proses itu tetap dalam pengawasan Dinas Pertanian Pemprov Sumut dan Pemkab Deliserdang,”kata Kamaluddin.

Mantan Kepala Dinas Perizinan Deliserdang ini juga menambahkan, tahun ini ditargetkannya 1.050 hektare sawit masyarakat untuk diremajakan pada tahun 2021.

“Miris juga dengan lihat kabupaten lain bisa usulkan 500 hektare bantu petani. Kita masih seratusan. Saya minta sama jajaran kalau masalah legalitas soal tanah kendala petani itu, ya supaya dibantu dengan baik. Karena sayang bantuan dari pemerintah pusat tidak maksimal kita manfaatkan, tujuannya tidak lain untuk sejahterakan petani kita,” terang Kamal.

Diterangkan Kamaluddin, untuk syarat penerima bantuan peremajaan sawit harus memiliki surat tanah dan harus ada surat dari desa. Sedangkan batas maksimal luas yaitu 4 hektare untuk satu orang petani.

“Peremajaan sawit ini maksudnya yang sudah tua di atas dua puluh tahunan serta tidak produktif lagi. Yang tanaman muda seperti 5 tahun atau 7 tahunan dapat juga diajukan diremajakan dengan alasan tidak produktif,” papar Ginting menutup. (btr/han)

Pemkab Langkat- PT.Bank Mandiri P.Brandan Jalin Kerja Sama

TERIMA: Sekdakab Langkat, Indra Salahuddin menerima plakat dari PT. Bank Mandiri Cabang Pangkalan Brandan. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS
TERIMA: Sekdakab Langkat, Indra Salahuddin menerima plakat dari PT. Bank Mandiri Cabang Pangkalan Brandan. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS

Pengembangan Pelaku Usaha Mikro

TERIMA: Sekdakab Langkat, Indra Salahuddin menerima plakat dari PT. Bank Mandiri Cabang Pangkalan Brandan. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS
TERIMA: Sekdakab Langkat, Indra Salahuddin menerima plakat dari PT. Bank Mandiri Cabang Pangkalan Brandan. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Langkat, mendukung program Bank Mandiri Cabang Pangkalan Berandan yang berencana workshop BumDes di seluruh desa yang ada di Kabupaten Langkat.

Demikian disampaikan Sekdakab Langkat Dr.H.Indra Salahudin, M.Kes.MSI, saat menerima audiensi para pimpinan PT.Bank Mandiri Cabang Pangkalan Berandan di Ruang Rapat Sekdakab Kantor Bupati Langkat, Senin(9/3)

Sekdakab dalam pertemuan itu sangat mengapresiasi dan mendukung program yang akan dilaksanakan Bank Mandiri. “Selain dapat membina perangkat desa untuk mengembangkan dan membina pelaku usaha di wilayahnya, juga dapat melahirkan banyak para penguasa kecil dari desa yakni UKM dengan modal yang dipinjamkan,”ujar Salahuddin.

Kerjasama ini tentunya, sambung Sekda, dapat meningkatkan perekonomian kerakyatan desa, yang berujung pada peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran. “Semua ini sangat sejalan dengan visi misi Bupati Langkat, yakni mewujudkan Langkat yang semakin maju dan sejahtera, “pungkasnya.(yas/han)

Lapas Binjai Sosialisasi Integrasi Aplikasi Simpeg

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Binjai menggelar sosialisasi integrasi aplikasi Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (Simpeg) di aula, Selasa (10/3). Ini dilakukan juga sekaligus dalam rangka penerapan pembayaran tunjangan kinerja berdasarkan kinerja harian pada aplikasi tersebut.

Sebelum digelar sosialisasi, pegawai di lingkungan Lapas Binjai yang menjadi Operator Simpeg juga sudah mengikuti Bimbingan Teknis di Kantor Wilayah Kemenhumkam Sumut selama 2 hari.

Dia menyampaikan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang ASN disebutkan dalam Pasal 127, Peraturan Presiden Nomor 130/2017 dan Peraturan Menteri Hukum dan HAM No 33/2017, adalah kedepannya penilaian jurnal harian pegawai, pengajuan dan persetujuan cuti, perhitungan tunjangan kinerja yang akan diterima oleh setiap pegawai bergantung sejauh mana pegawai tersebut mengisi jurnal harian. “Untuk itu setiap pegawai hendaknya selalu memperhatikan kinerjanya dengan mengisi jurnal harian pada Simpeg,” kata dia.(yas/han)

Pelaksanaan Pertikara Nasional 2020 Dipusatkan di Bumi Perkemahan Sibolangit

RAKOR: Dari kiri ke kanan, perwakilan Pengadilan Negeri Binjai, Kejaksaan, Polisi dan Kalapas Binjai di sela-sela rakor dan penandatanganan kerja sama penanganan over kapasitas tahanan di Lapas.
RAKOR: Dari kiri ke kanan, perwakilan Pengadilan Negeri Binjai, Kejaksaan, Polisi dan Kalapas Binjai di sela-sela rakor dan penandatanganan kerja sama penanganan over kapasitas tahanan di Lapas.
RAKOR:  Dari kiri ke kanan, perwakilan Pengadilan Negeri Binjai, Kejaksaan, Polisi dan Kalapas Binjai di sela-sela rakor dan penandatanganan kerja sama penanganan over kapasitas tahanan di Lapas.
RAKOR: Dari kiri ke kanan, perwakilan Pengadilan Negeri Binjai, Kejaksaan, Polisi dan Kalapas Binjai di sela-sela rakor dan penandatanganan kerja sama penanganan over kapasitas tahanan di Lapas.

Kegiatan Perkemahan Bhakti Saka Bhayangkara Nasional (Pertikara) Nasional tahun 2020, yang akan digelar pada 13-20 Juni mendatang, dipusatkan di Bumi Perkemahan (BUMPER) Sibolangit Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.

Hal itu terungkap pada audiensi pengurus Kwarda Gerakan Pramuka Provsu, di Lantai II Ruang Rapat Kantor Bupati Deliserdang,Selasa (10/3)Lubuk Pakam, yang dipimpin Ka Kwarda M Nurdin Lubis didampingi Waka Belanegara Kolonel Azhar Muliadi,Waka Sako dan Saka AKBP Zainal beserta sejumlah Waka Kwardasu lainnya yang diterima Bupati Deli Serdang H Ashari Tambunan selaku Ka Mabicab Gerakan Pramuka Deli Serdang bersama Wakil Bupati H M Ali Yusuf Siregar selaku Ka Kwarcab didamping sejumlah pimpinan OPD terkait selaku anggota Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Deli Serdang dan Camat Sibolangit .

Ka Kwardasu M Nurdin Lubis beserta rombongan menjelaskan, pelaksanaan Pertikara Nasional tahun 2020 direncanakan di Bumi perkemahan Sibolangit yang dikelola Kwarda Sumatera Utara, letaknya berada di Wilayah Kabupaten Deliserdang, untuk suksesnya kegiatan ini tentu perlu kordinasi,komunikasi dan kerjasama yang baik termasuk dengan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang selaku tuan rumah.

Nurdin juga berharap pada momen Pertikara Nasonal, tahun 2020 harus suksesm mengingat Bumper Sibolangit ini talah dikenal sejak pelaksaan Jambore Nasional pada tahun 1977 yang berlangsung sukses, hingga tetap dikenang khususnya bagi kalangan pramuka di nusantara. Karenanya, harus manjadi tekad bersama pada pelaksaaan Pertikaranas 2020 juga berlangsung dengan sukses.

Pada Audiensi ini jajaran Kwardasu juga menyatakan bahwa Bumper sibolangit ini tetap menjadi andalan bagi membina generasi muda yang memilki kekuatan fisik dan mental sebagai generasi penerus bangsa lewat kegiatan kepramukaan, karenanya lokasi Bumper ini perlu direvitalisasi sebagaimana fungsinya terdahulu dan kita kembangkan dengan tersedianya lokasi Bumper masing-masing Kwarcab Kabupaten / Kota yang ada di Sumatera Utara ini, untuk terwujudnya harapan ini tentu perlu kerjasama yang baik seluruh stake holder maupun masyarakat sekitarnya. Bupati H Ashari Tambunan selaku Ka Mabicab Gerakan Pramuka Kabupaten Deliserdang, menyampaikan terimakasih kepada Kwardasu, dengan ditetapkannya Bumper Sibolangit sebagai tempat pelaksanaan Pertikara Nasional 2020.

Dan menyatakan rasa bangga sebagai tuan rumah karena Kabupaten Deli Serdang ini sejaklama dikenal Kabupatennya Pramuka, jadi wajarlah kita dukung , seraya memerintahkan seluruh pimpinan OPD terkait yang hadir untuk memberi dukungan sesuai dengan fungsinya masing-masing termasuk pemeliharan sarana dan prasarana yang ada. (btr/han)

Sekdako Binjai Buka MTQ ke-51

PUKUL BEDUK: Sekdako Binjai, M Mahfullah Daulay memukul beduk pertanda MTQ ke-51 Tingkat Kota Binjai dibuka.
PUKUL BEDUK: Sekdako Binjai, M Mahfullah Daulay memukul beduk pertanda MTQ ke-51 Tingkat Kota Binjai dibuka.
PUKUL BEDUK: Sekdako Binjai, M Mahfullah Daulay memukul beduk pertanda MTQ ke-51 Tingkat Kota Binjai dibuka.
PUKUL BEDUK: Sekdako Binjai, M Mahfullah Daulay memukul beduk pertanda MTQ ke-51 Tingkat Kota Binjai dibuka.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota Binjai menggelar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-51 Tingkat Kota Binjai di Jalan Bejomuna, Kelurahan Timbang Langkat, Binjai Timur, Selasa (10/3).

Pembukaan MTQ ditandai pemukulan beduk oleh Sekdako Binjai, Mahfullah P Daulay. Dalam sambutannya, Mahfullah mengatakan tujuan utama dari penyelenggaraan MTQ ini bukanlah untuk mendapatkan gelar juara semata, akan tetapi lebih dari itu, yakni bagaimana kita mampu menjadi garda terdepan dalam melaksanakan pembangunan di bidang keagamaan dengan menyampaikan syiar Islam di tengah-tengah masyarakat khususnya generasi muda, sehingga semakin mencintai Alquran dan memahami arti, makna dan keindahan yang terkandung di dalamnya.

“Selain sebagai sarana dakwah dan syiar Islam, mudah-mudahan pelaksanaan MTQ tahun ini bisa menjadi salah satu sarana penyejuk jiwa dan rohani kita semua terlebih dalam situasi dan kondisi permasalahan sekarang ini yang serba kompleks,” ucap Mahfullah.

Mahfullah mengutarakan, Qori dan Qoriah yang ikut serta pada MTQ tingkat kota Binjai ini merupakan peserta yang terbaik dari hasil pelaksanaan MTQ tingkat kecamatan. “Kita semua mengharapkan nantinya peserta dari kota Binjai dapat menjadi yang terbaik pada pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi,”ujar Mahffullah.

Kakan Kemenag Kota Binjai, H Abdul Rahman Harahap yang juga Ketua Panitia Pelaksana MTQ menjelaskan, tujuan dari pelaksanaan ini untuk meningkatkan minat baca Alquran dan pemahamannya di tengah-tengah masyarakat dan persiapan mengikuti MTQ tingkat nasional mendatang.

Kakan Kemenag menyebutkan, pelaksanaan MTQ berlangsung selama 4 hari, yang berakhir 13 Maret 2020 dengan jumlah peserta sebanyak 382 orang. Sekda didampingi unsur Muspida juga melepas peserta pawai taaruf di Lapangan Merdeka Binjai, Selasa (10/3).

Pawai yang diikuti jajaran OPD dengan memamerkan mobil hias, para pelajar SD dengan mengendarai sepeda hias, para mahasiswa ,serta marching band, dan drumband dari berbagai sekolah SMA, SMP, dan SD di Kota Binjai. “Saya berharap peserta pawai agar dapat menyatukan gerak langkah dalam menegakkan syiar Islam di kota Binjai ini,” ujarnya. (ted/han)

Periksa ke RSUP HAM, 8 Pasien Negatif

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DALAM kurun waktu 10 hari belakangan ini, sebanyak 9 pasien memeriksakan diri ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik (HAM) Medan untuk pendeteksian dini virus corona (Covid-19).

Hasilnya, 8 dari 9 pasien tersebut negatif terjangkit virus Corona. Sedangkan satu pasien lainnya, masih dalam pemeriksaan dokter.

“Setelah diperiksa, 8 pasien hasilnya bukan seperti yang mereka khawatirkan, penyakit suspect Covid-19. Mereka diobati dengan sakit paru lainnya, dan sudah dipulangkan. Sedangkan satu orang lagi masih dalam tahap pemeriksaan dokter,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Sumut, Alwi Mujahid Hasibuan kepada wartawan, Selasa (10/3).

Selain itu, lanjut Alwi, dua pasien diantaranya juga dilakukan pemeriksaan (swab) dan dikirim ke Balitbangkes, Jakarta. Satu sudah ada hasil negatif dan satu lagi, masih dalam proses,” tutur mantan Kadis Kesehatan Labuhanbatu itu.

Sementara, Kepala Sub Bagian Humas RSUP H Adam Malik Rosario Dorothy Simanjuntak ketika diminta tanggapannya mengatakan, pasien itu sendiri yang datang ingin melakukan pendeteksian dini, karena mereka mengalami demam dan batuk setelah pulang dari luar negeri.

“Kebetulan mereka baru pulang dari luar negeri. Jadi mereka sendiri yang memiliki kesadaran untuk memeriksakan diri,” kata Rosario.

Dia menambahkan, pasien yang diperiksa itu hanya dirawat jalan, karena memang mereka sebelumnya tidak ada riwayat demam dan batuk. “Dan hasilnya semua memang sehat. Lagian mereka itu bekerja di perusahaan besar. Pihak perusahaan juga mengharuskan mereka untuk memeriksakan diri,” tandasnya.

Hindari Pertemuan Tidak Penting

Sementara, Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan mengimbau kepala sekolah, Camat dan Lurah untuk mengurangi pertemuan pengumpulan pelajar dan masyarakat yang dinilai tidak begitu penting. Hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona yang semangkin menyebar di Indonesia.

“Kurangi kegiatan pertemuan yang menghadirkan jumlah orang yang banyak. Apalagi kegiatan itu tidak penting,” kata Umar Zunaidi saat sosialisasi virus corona kepada seluruh kepala sekolah, camat, lurah se-Kota Tebingtinggi di Aula Balai Kota, Selasa (10/3).

Umar mengatakan, kepala sekolah diharapkan lebih selektif dalam mengawasi peserta didiknya setiap pagi sebelum masuk belajar. “Berikan pengarahan kepada peserta didik tentang pola hidup bersih dan sehat dengan melakukan tindakan cuci tangan dengan sabun,” imbaunya.

Umar kembali meminta kepada dinas pendidikan agar menyiapkan alat thermoscanner pengukur suhu badan yang praktis penggunaanya. Jika ada siswa di atas 38 derajat celcius sebaiknya dikembalikan ke orang tuanya. “Sesuai arahan dari Kemenkes RI, penggunaan masker digunakan bagi yang sedang menderita sakit, tidak yang sehat,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar jangan terlalu panik, namun tetap waspada. Sumber informasi tentang virus ini hanya satu yakni dari pemerintah melalui Dirjen P2P Kemenkes RI. “Diminta kepada masyarakat jangan terlalu resah dan ketakutan. Hindari pembelian dengan cara memborong barang kebutuhan, terpenting jaga pola hidup sehat dan terus melakukan cuci tangan setelah dari berpergian,” pintanya.

Bupati Langkat Gelar Rapat Khusus

Dalam upaya mencegah virus corona di Kabupaten Langkat, Bupati Langkat Terbit Rencana PA menggelar rapat khusus bersama para pejabat eselon II rumah pribadinya, di Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala, Selasa (10/3). “Tujuan rapat ini untuk menyatukan komitmen dalam penanganan virus corona atau Covid-19, agar seluruh masyarakat Negeri Bertuah tidak terkena wabahnya,” kata Terbit Rencana PA kepada wartawan.

Dia juga telah menginstruksikan instansi terkait, seperti dinas kesehatan dan tenaga kerja melakukan aksi nyata pencegahan, seperti mendata perusahaan yang mempekerjakan tenaga asing. “Terkhusus kepada Disnaker untuk mendata para pekerja asing yang bekerja di PLTU Pangkalansusu. Di sekolah-sekolah juga harus kita imbau agar anak dan gurunya sama-sama menjaga kebersihan lingkungan sekitar,” katanya.

Sementara, Kadis Kominfo H Syahmadi menyampaikan, Pemkab Langkat telah menyiapkan posko serta memberikan imbauan pencegahan virus corona kepada masyarakat. Baik melalui media sosial dan melalui selembar PDF yang bisa disebarkan lewat aplikasi WA atau sejenisnya.

Syahmadi juga menjelaskan, ada beberapa imbauan yang disampaikan Pemkab Langkat terkait penyebaran virus corona ini. Pertama, jangan dan jangan menyebarkan informasi yang belum tentu benar, terkait virus ini.

Kedua, tidak perlu menimbun sembako atau kebutuhan lainnya, karena akan menggangu kestabilan perekonomian yang merugikan banyak orang. Ketiga, tetap waspada dengan menerapkan prilaku hidup bersih dan sehat serta menjaga stamina tubuh.

Keempat, jika mengalami demam lebih dari 38°c, batuk, sakit tenggorokan, sesak nafas, kenakan masker dan segera memeriksakan diri ke Puskesmas atau melaporkan ke Posko Covid-19 Dinkes Kabupaten Langkat. Atau menghubungi, Call Center 081396032994 posko pelaporan Covid – 19 Dinkes Langkat, “ sampainya. (snc/ian/yas)

Positif Corona Bertambah 27 Orang, Terjangkit di Dalam & Luar Negeri

UMUMKAN: Juru Bicara COVID-19 Achmad Yurianto mengumumkan jumlah pasien virus corona Covid-19 bertambah jadi 4 orang, Jumat (6/3).
UMUMKAN: Juru Bicara COVID-19 Achmad Yurianto mengumumkan jumlah pasien virus corona Covid-19 bertambah jadi 4 orang, Jumat (6/3).
UMUMKAN: Juru Bicara COVID-19 Achmad Yurianto mengumumkan jumlah pasien virus corona Covid-19 bertambah jadi 4 orang, Jumat (6/3).

SUMUTPOS.CO – Seminggu terakhir, jumlah pasien positif virus corona atau COVID-19 di Indonesia terus meningkat. Dari awalnya hanya dua pasien pada Senin (2/3), melonjak ke angka 27 orang pada Selasa (10/3). Kemarin, ada tambahan delapan pasien yang dinyatakan positif virus corona. Sehari sebelumnya, tercatat 19 orang yang dinyatakan positif. Ke-8 tambahan pasien itu terjangkit di dalam dan di luar negeri.

JURU BICARA pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto, mengatakan informasi mengenai penambahan pasien positif corona berdasarkan pemeriksaan sampel di laboratorium dan analisis dari para ahli hingga Selasa (10/3) petang. “Total ada penambahan 8 pasien yang tertular,” ujar Yuri dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

Kedelapan pasien ini diberi kode kasus 20 hingga kasus 27. “Setelah sebelumnya kami umumkan kasus 01 hingga kasus 19. Sehingga total ada 27 kasus pasien tertular,” lanjut Yuri.

Dari 8 pasien baru ini, kata dia, ada dua orang WNA. Sementara 6 orang sisanya adalah WNI. Kedelapan pasien Covid-19 yang baru dinyatakan positif virus corona terjangkit di dalam dan luar negeri (imported caes), memiliki data sebagai berikut:

Pasien 20 merupakan perempuan berusia 70 tahun. Dia merupakan bagian dari penelusuran atau tracing dari subklaster Jakarta.

Pasien 21 merupakan perempuan berusia 47 tahun. Dia juga didapatkan setelah dilakukan tracing dari subklaster Jakarta.

Kemudian, terdapat perempuan berusia 36 tahun yang merupakan pasien kasus 22. Diduga penularannya tidak terjadi di Indonesia. “Ini imported case,” ucap Yuri.

Selanjutnya, terdapat pasien 22, yaitu perempuan berusia 36 tahun. Dia juga disebut Yuri sebagai kasus impor.

Pasien 23, dia diketahui sebagai perempuan 73 tahun yang juga kasus impor. “Imported case. Kondisinya saat ini sedang menggunakan ventilator karena faktor comorbid (penyakit yang menyertai) cukup banyak. Kondisi stabil,” kata Yuri.

Selanjutnya, terdapat pasien 24 yang juga merupakan kasus impor. Dia adalah laki-laki berusia 46 tahun.

Pasien 25 adalah perempuan 53 tahun, yang merupakan warga negara asing. “Imported case, kondisi stabil,” kata Yuri.

Berikutnya, terdapat pasien kasus 26 yang merupakan laki-laki berusia 46 tahun. Dia juga merupakan WNA dan tercatat sebagai kasus impor.

Setelah itu, tercatat pasien 27 yang merupakan laki-laki berusia 33 tahun. Pasien 27 merupakan WNI dalam kondisi stabil. Namun, pemerintah belum mendapatkan kepastian dari klaster mana virus corona itu berasal. “Kami menduga local transmission. Kami tracking, ini bukan impor, tidak jelas bagian dari klaster yang lain. Sementara belum (diketahui),” ujar Yuri.

Yurianto mengatakan, pihaknya masih menelusuri riwayat dan aktifitas pasien nomor 27 selama ini, hingga terjangkit Vurus Corona. “Kita sudah bertanya ke yang bersangkutan, yang pasti tak berasal dari luar negeri. Kemudian bertanya apakah ada temannya yang sakit, dia masih belum jelas siapa temannya,” tuturnya.

Menurut Yurianto, pihaknya dan tim dokter tetap melakukan tracing atau melacak dengan siapa korban pernah melakukan kontak. Hal itu dilakukan untuk mempermudah pencegahan penyebaran virus.

Lalu, jika sudah ditemukan, pemerintah dan tim langsung terjun mengisolasi komunitas di mana pasien sempat bertemu dan pergi ke suatu tempat. Timnya juga akan menelusuri orang yang akrab atau memiliki kontak dengannya. “Ini yang menjadi bagian pekerjaan kita untuk telusuri,” tambahnya.

Yurianto pun meminta agar masyarakat tidak panik lantaran satu kasus ini belum jelas asal-muasal virus menyebar. Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat memeriksakan kesehatannya jika dirasa tubuh mengalami gejala-gejala mengarah Corona.

“Baik dia ODP (orang dalam pemantauan) maupun yang bukan ODP. Kalau sakit batuk, pilek, dan sebagainya pakailah masker. Itu kuncinya. Supaya pada saat dia batuk bersin dan sebagainya, virus yang ada dalam tubuhnya apapun itu entah itu Covid-19 atau yang lainnya tidak tersebar,” kata dia.

Kronologi 20 Pasien

Sebelumnya, kasus pasien positif corona di Indonesia diawali dari kasus Nomor 01, seorang perempuan berusia 31 tahun. Ia diduga terpapar virus corona saat menjadi host dalam sebuah acara di Kemang, Jakarta Selatan, dari seorang warga negara Jepang. Hal itu diketahui setelah WN Jepang yang berdomisili di Malaysia itu dinyatakan positif Covid-19 setelah memeriksakan diri di Malaysia.

Kemudian, pasien Nomor 01 menularkannya ke pasien kasus Nomor 02, ibu kasus nomor 1 yang berusia 64 tahun.

Kasus Nomor 03 dan 04 diumumkan pada Jumat (6/3), yakni pasien berumur 33 tahun, masih ada hubungan dengan klaster kasus 01. Memiliki keluhan batuk, flu dan suhu tubuh 37,6 derajat.

Kasus Nomor 04, berumur 34 tahun, masih berhubungan dengan klaster kasus Nomor 01.

Dua kasus berikutnya diumumkan pada Minggu (8/3), yakni kasus Nomor 05, laki-laki 55 tahun. Ini adalah hasil pemeriksaan lanjutan dari kasus kluster Jakarta. Yang tadi suspect, kemudian yang bersangkutan confirm positif Covid-19.

Kasus Nomor 06, laki-laki 36 tahun. Imported case dari Jepang yang didapatkan waktu bekerja sebagai ABK di Diamond Princess

Pada Senin (9/3), jumlah pasien melonjak tajam hingga 13 kasus baru, yang diumumkan.

Kasus Nomor 07, perempuan berusia 59 tahun. Kondisinya tampak sakit ringan sedang dan stabil. Pasien kasus 07 ini baru kembali dari luar negeri dan beberapa saat menunjukkan gejala, kemudian dilakukan pemeriksaan PCR. Hasilnya positif.

Kasus Nomor 08, laki-laki berusia 56 tahun. Pasien ini tertular dari pasien kasus 07 karena memang suami istri. Kondisinya sekarang menggunakan beberapa peralatan infus, oksigen, karena sebelum kontak dengan 07, sudah sakit duluan, tapi bukan Covid-19, sakit karena diare dan ditambah riwayat diabetes.

Kasus Nomor 09, perempuan berusia 55 tahun. Kondisinya tampak sakit ringan sedang tanpa ada penyakit penyulit sebelumnya.

Kasus Nomor 10, laki-laki berusia 29 tahun, WNA. Pasien ini adalah bagian dari tracing atas kasus 1.

Kasus Nomor 11, WNA, perempuan berusia 54 tahun. Bagian dari tracing kontak kasus 1

Kasus Nomor 12, laki-laki, berusia 31 tahun. Masih bagian dari kasus 1

Kasus Nomor 13, perempuan, berusia 16 tahun. Hasil tracing dari sub klaster pasien 03 (subklaster 03).

Kasus Nomor 14, laki-laki, berusia 50 tahun. Imported kasus.

Kasus Nomor 15, perempuan, berusia 43 tahun. Imported kasus.

Kasus Nomor 16, perempuan, berusia 17 tahun., terkait dengan pasien kasus 15.

Kasus Nomor 17, laki-laki, berusia 56 tahun, imported case.

Kasus Nomor 18, laki-laki, berusia 50 tahun, imported case.

Kasus Nomor 19, laki-laki, berusia 40 tahun, imported case.

Dan kemarin, delapan kasus baru diumumkan.

Dengan penambahan kasus positif corona ini, total pasien yang terpapar virus dari luar negeri atau imported case menjadi 12 orang. Sebelumnya, pemerintah mengidentifikasi ada tujuh pasien positif yang tertular setelah melakukan perjalanan dari luar negeri. Lima kasus imported case baru diidentifikasi sebagai pasien 22, 23, 24, 25, dan 26.

Sebelumnya, tujuh pasien yang diidentifikasi sebagai imported case yaitu pasien kasus 07, 09, 14, 15, 17, 18, dan 19.

Dari 27 kasus pasien positif Covid-19 di Indonesia ini, 4 di antaranya adalah warga negara asing (WNA). Keempatnya diidentifikasi sebagai pasien kasus 10, 11, 25, dan 26.

Namun Yurianto enggan memberitahukan kewarganegaraan pasien tersebut. “Ada empat WNA. Ya negara yang episenturm korona. Saya minta tidak ada yang menanyakan nama dan identitasnya,” ujar Achmad Yurianto.

Yurianto juga mengatakan, pemerintah belum bisa membuka rincian data pelacakan orang yang melakukan kontak dekat atau contact tracing dari para pasien yang kini positif tertular virus corona. Yuri mengungkapkan sejumlah alasannya.

“Mohon maaf kita masih belum bisa membuka seperti halnya yang dilakukan oleh Singapura. Sebab tracing yang kita lakukan bukan berputar di wilayah yang kecil,” kata Achmad Yurianto.

Pemerintah mengaku sudah pernah mengejar orang-orang yang melakukan kontak dekat pasien Covid-19 hingga ke luar Jawa. Menurut Yuri, mobilitas dari kontak dekat ini sangat tinggi. “Ada yang sudah kami kejar lalu kabur. Jadi mohon maaf tidak bisa kami buka lebar (informasinya), karena responsnya macam-macam,” tutur Yuri.

Dia mengakui, saat ini belum ada pemahaman yang sama di kalangan masyarakat luas terkait penularan virus corona.

Sehingga, pemerintah juga khawatir jika masih terjadi penolakan sebagaimana yang terjadi di Natuna. “Pengalaman kemarin ditolak mentah-mentah ketika memutuskan Natuna di awal sebagai tempat pemantauan. Oleh karena itu kita hati-hati, tetapi tetap melakukan komunikasi dengan Dinas Kesehatan yang membantu melaksanakan tracing,” kata Yuri.

Siapkan RS di Pulau Galang

Sementara itu, TNI akan menyiapkan rumah sakit bekas pengungsi Vietnam di Pulau Galang, Kepulauan Riau untuk menangani pasien kasus coronavirus atau Covid-19. TNI berencana menyiapkan seribu tempat tidur untuk pasien dalam kasus Covid-19 atau sering disebut Virus Korona Wuhan.

“Kami siapkan sesuai instruksi Panglima TNI tentang rencana optimalisasi RS di Pulau Galang,” ujar Wakil Kepala Pusat Kesehatan TNI, Marsekal Pertama dr Didik Kestito pada Rapat Koordinasi penanganan Covid-19 di Kantor Staf Presiden (KSP), Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Negara, Jakarta, Senin (9/3).

Dari 1.000 tempat tidur pasien tersebut, lanjut Puskes TNI, sejumlah 900 kasur terdapat di ruang perawatan observasi biasa untuk digunakan pasien dengan kategori ODP (Orang Dalam Pemantauan). Sementara, 80 tempat tidur ditempatkan di ruang observasi bertekanan negatif untuk pasien PDP (Pasien Dalam Pengawasan). Sisanya, sejumlah 20 tempat tidur untuk ruang gawat darurat atau ICU (Intensive Care Unit).

Pusat Kesehatan TNI juga menyiapkan sejumlah rumah sakit yang bisa menjadi Rumah Sakit Rujukan Utama dan Rumah Sakit Rujukan Pendukung. Angkatan Darat menyiapkan dua rumah sakit rujukan utama yaitu RSPAD Gatot Subroto dan RS dr Soepraoen di Malang Jatim.

Sedangkan, RS rujukan pendukung terdiri dari 20 rumah sakit. Sementara Angkatan Laut menyiapkan RSAL dr. Ramelan Surabaya sebagai RS rujukan utama dan 10 Rumah Sakit Rujukan pendukung. Angkatan Udara menyiapkan RS dr M Salamun di Bandung Jawa Barat sebagai rumah sakit rujukan utama dan delapan rumah sakit rujukan pendukung.

Kapuskes TNI AD Mayjen dr Tugas Ratmono mengatakan, pihaknya memiliki 15 KESDAM dan sekitar 90 RS serta 13 RS tingkat 2 yang terdiri dari 1140 tempat tidur pasien.

“Kami sudah perintahkan semua RS untuk menggelar Posko Siaga Covid -19. Sejak Januari kami sudah meminta laporan periodik sampai saat ini. Kecuali RSPAD belum mendapatkan pasien yang diketahui positif Covid -19. Info to dari RSPAD, beberapa pengunjung juga menanyakan soal Covid test,” tegasnya. (kps/bbs/int)