22.9 C
Medan
Monday, January 19, 2026
Home Blog Page 4412

2 Pasien Positif Corona Sembuh, Di Seluruh Dunia, 64 Ribu Orang Sembuh

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Dari 27 orang pasien positif virus corona atau covid-19 di Indonesia, dua dinyatakan sembuh dari infeksi, Selasa (10/3). Keduanya adalah pasien kasus 06 dan kasus 14.

Juru Bicara Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto, menyatakan kedua pasien dinyatakan sembuh setelah hasil tes terakhir terhadap kedunya menunjukkan hasil negatif.

Namun menurut Yurianto keduanya masih akan menjalani tes ulang pada dua hari mendatang. Bila hasilnya tetap negatif, maka keduanyan diperbolehkan pulang.

Yurianto mengatakan, kasus 06, yakni seorang kru kapal Diamond Princess yang sebelumnya divonis positif terjangkit COVID-19, dan dirawat di RS Persahabatan, pada hari kelima pemeriksaan sudah menunjukkan hasil negatif.

Namun, setelah keluar dari RS, yang bersangkutan harus melakukan isolasi diri atau menahan diri untuk tidak melakukan kontak dekat dengan siapapun sementara. “Bukan berarti tidak boleh kontak dengan siapapun Boleh, tapi ditahan. Artinya dia harus menggunakan masker dan berusaha pada posisi setidaknya dua meter, kalau kita bicara self isolated,” ujar Yurianto.

Kru kapal Diamond Princess tersebut juga harus melakukan pengawasan diri jika merasa ada keluhan panas, batuk atau sesak nafas kembali, maka harus melaporkan kepada petugas kesehatan.

Sementara kasus Nomor 14 adalah seorang pria berusia 50 tahun yang tertular virus corona di luar negeri.

Yurianto menyampaikan, setelah dilakukan penelusuran, kasus 14 sudah sakit selama tiga hari di rumah sebelum dirawat di RS. Selama sakit tiga hari di rumah, yang bersangkutan merasa hanya influenza biasa, sehingga melakukan pengobatan sendiri. Baru pada hari ketiga setelahnya yang bersangkutan melaporkan ke rumah sakit.

“Untuk kasus 14 ini kita lakukan tracing, karena sudah dua tiga hari di rumah dalam keadaan sakit,” kata Yurianto.

Selebihnya, yakni kasus 08 yang sebelumnya harus menggunakan selang ETT dan ventilator, kini sudah dilepas. Kasus 08 hanya perlu menggunakan sungkup oksigen.

“Secara keseluruhan perkembangan semakin bagus. Kasus-kasus lain tidak ada laporan khusus,” ujar Yurianto.

Hanya saja, kata dia, tim kesehatan masih menunggu perkembangan kasus 01, yang hingga hari ke tujuh masih positif. Menurut Yurianto, kondisi fisik kasus 01 sudah bagus, namun yang bersangkutan agak tertekan dengan publikasi sebelumnya.

Direktur Utama RSUP Persahabatan, Rita Rogayah, mengatakan kedua pasien yang dinyatakan sudah negatif corona itu masih dirawat intensif di lokasi, Selasa (10/3). “Semua pasien masih dirawat dan belum ada yang dinyatakan sembuh,” katanya.

64 Ribu Orang Sembuh

Tak hanya di Indonesia, jumlah pasien corona yang sembuh di seluruh dunia juga meningkat. Dari 115 negara dan wilayah di seluruh dunia saat ini tercatat terinfeksi virus corona, hingga Selasa (10/3), jumlah orang yang meninggal, terinfeksi, dan sembuh kian meningkat.

Situs worldometers yang mencatat pemutakhiran jumlah akibat Covid-19, sebanyak 114.422 orang di seluruh dunia terinfeksi virus corona. Sementara 4.027 orang meninggal dunia, dan sudah 64.081 orang sembuh dari virus.

Meskipun kasus-kasus infeksi, dan kematian paling banyak terjadi di Provinsi Hubei, Cina, negara-negara lain juga terpengaruh penyebaran lebih luas dari virus. Pemerintah China melaporkan 45 kasus baru yang mencatatkan angka terendahnya.

Total kasus di Cina sebanyak 80.904 dengan total kematian 3.123 (23 angka kematian baru) di Cina saja. Kasus COVID-19 di Cina semakin menurun hingga hari ini dengan hanya terjadi kasus baru di dua provinsi di Cina daratan dan di Hong Kong, dari yang sebelumnya terjadi pada 23 provinsi.

Italia menduduki peringkat nomor dua setelah China dalam hal kasus orang yang terpapar. Pemerintah Italia mencatat virus corona menjangkiti 9.172 warganya.

Sementara, korban meninggal terbanyak berada di Italia yang kini sudah mengisolasi seluruh negeri. Tercatat 463 orang meninggal dunia virus ini di Italia. Disusul Korea Selatan dengan laporan kasusnya sebanyak 7.513, yang kebanyakan bermuara di kota terbesar keempatnya, yakni Daegu. Sebanyak 54 kematian akibat virus tercatat di Korsel.

Sementara di bawah Korsel, yakni Iran dengan catatan 7.161 kasus infeksi corona yang menjangkiti warganya, infeksi corona di Iran menimpa pejabat-pejabat tinggi negara. Setidaknya 327 orang dilaporkan meninggal dunia di Iran.

Negara-negara Asia lain juga melaporkan jumlah kasusnya yang beragam mulai dari satuan, puluhan, hingga ratusan kasus. Indonesia melaporkan 19 orang terinfeksi virus ini. Kasus Covid-19 terus bertambah di sejumlah negara yaitu Prancis (1.116), Jerman (1.112), Kapal Diamond Princess di Jepang (696), Spanyol (589), Jepang (488), Swiss (332), Inggris (277), Belanda (265), Amerika Serikat (213), Swedia (203), Belgia (200), Norwegia (169), Singapura, dan Austria (112). Negara-negara lainnya masih melaporkan kasus di bawah 100.

Amerika Serikat (AS) tercatat memiliki 27 kematian akibat virus korona. Thailand, Filipina, Argentina, Taiwan, Mesir, dan Kanada melaporkan masing-masing satu korban meninggal akibat virus ini. Sementara di Jepang total kematian mencapai 9 orang, ditambah tujuh dari kapal Diamond Princess. WHO sudah menyatakan darurat global, dan memutakhirkan tingkat risiko global menjadi sangat tinggi.

Khusus untuk kasus 01, tim kesehatan turut melakukan intervensi secara psikologis guna segera memulihkan psikologis yang bersangkutan. (ant/kps/net)

Gempabumi Tektonik M5,3 Mengguncang Aceh Selatan, Tidak Berpotensi Tsunami

Kejadian dan Parameter Gempabumi:
Hari Rabu, 11 Maret 2020 pukul 06.08.35 WIB wilayah Aceh Selatan diguncang gempa tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter awal dengan magnitudo M=5,3 yang selanjutnya dimutakhirkan menjadi Mw=5,0. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 3.72 LU dan 97.16 BT , atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 34 km arah Timur Kota Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh pada kedalaman 95 km.

Jenis dan Mekanisme Gempabumi:
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik ( thrust fault ).

Dampak Gempabumi:
Guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Blang-Pidie (Aceh) II-III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu ). Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI.

Gempabumi Susulan:
Hingga hari Rabu, 11 Maret 2020 pukul 06.43 WIB, Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan ( aftershock ).

Rekomendasi:
Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah.

Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg.*

Jakarta, 11 Maret 2020
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG
RAHMAT TRIYONO, ST.,Dipl. Seis., M.Sc.

Hasil Tes SKD Diumumkan 22-23 Maret, Peserta SKB Diuji Bahasa Asing & Psikotes

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Kepegawaian Negara (BKN) bakal mengumumkan ranking hasil seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS 2019 pada 22-23 Maret 2020. Saat ini, BKN sedang sibuk menyusun prankingan peserta yang lulus SKD dan berhak mengikuti seleksi kompetensi bidang (SKB).

“Pengumuman itu akan dilakukan secara serentak. Bukan cuma Sumut, tapi secara nasional,” kata Kepala BKN Regional VI Medan, English Nainggolan kepada Sumut Pos, Selasa (10/3).

Menurutnya, saat ini masing-masing Badan Kepegawaian Daerah (BKD) tengah menunggu hasil ranking SKD agar dapat mengumumkan nama-nama yang berhak mengikuti proses SKB. “Iya, misalnya BKD Pemko Medan, mereka tanggal 12 (Maret) nanti mau ke Jakarta untuk menerima hasil rangking. Lalu nanti BKN pusat akan mengumumkan hasil SKD dan perankingan secara nasional di tanggal 22-23 (Maret),” ujarnya.

English juga menerangkan, jika ada satu formasi yang pesertanya tidak lulus SKD, maka BKN pusat berhak atau berwenang penuh memindahkan peserta yang lulus SKD dari formasi sejenis di instansi lain ke formasi tersebut.

“Misalnya, untuk jabatan auditor di dinas A, peserta yang lulus SKD tidak ada atau kurang dari 3 peserta. Sedangkan untuk jabatan auditor di dinas B, peserta yang lulus SKD lebih dari 3 orang. Maka BKN punya wewenang untuk menarik peringkat 4 hingga 6 di dinas B untuk ikut ujian SKB untuk mengisi jabatan auditor di dinas A. Atau BKN juga bisa memilih untuk tetap mengosongkannya, itu nanti wewenangnya pusat,” jelasnya.

Adapun simulasi singkat dari BKN untuk menentukan peserta tes SKD lolos ke tahap tes SKB, antara lain:

a. Jika terdapat peserta dengan nilai tes SKD sama, maka kelulusan didasarkan nilai yang lebih tinggi berurutan dari TKP, TIU, dan TWK.

Sebagai contoh terdapat tujuh peserta ujian.

  1. A dengan skor TKP 150, TIU 110, TWK 135 dan nilai kumulatif 395.
  2. B dengan skor TKP 148, TIU 125, TWK 115 dan nilai kumulatif 388.
  3. C dengan skor TKP 145, TIU 105, TWK 117 dan nilai kumulatif 367.
  4. D dengan skor TKP 147, TIU 115, TWK 105 dan nilai kumulatif 367.
  5. E dengan skor TKP 146, TIU 112, TWK 109 dan nilai kumulatif 367.
  6. F dengan skor TKP 146, TIU 110, TWK 100 dan nilai kumulatif 356.
  7. G dengan skor TKP 146, TIU 115, TWK 95 dan nilai kumulatif 356.

Sebagai catatan, jika dibutuhkan satu formasi, maka kuotanya peserta yang masuk tahap SKB sebanyak tiga orang yaitu peserta A, B, dan D.

Jika dibutuhkan dua formasi, banyaknya peserta SKB berjumlah enam orang, yaitu A, B, D, E, C, dan G.

Jika terdapat sejumlah peserta dengan nilai total tes SKD sama dan nilai sub-tes, baik TKP, TIU, dan TWK sama, maka seluruh peserta itu dapat mengikuti SKB.

Contoh terdapat empat peserta sebagai berikut.

  1. A dengan skor TKP 150, TIU 110, TWK 135 dan nilai kumulatif 395.
  2. B dengan skor TKP 148, TIU 125, TWK 115 dan nilai kumulatif 388.
  3. C dengan skor TKP 147, TIU 105, TWK 117 dan nilai kumulatif 367.
  4. D dengan skor TKP 147, TIU 105, TWK 117 dan nilai kumulatif 367.

Jika dibutuhkan satu formasi, peserta C dan D mempunyai komponen sub-tes yang sama, maka keempat peserta ini masuk ke tahap tes SKB.

Setelah peserta CPNS dinyatakan lulus passing grade dan perankingan SKD, tahap berikutnya adalah mengikuti tes SKB (Seleksi Kompetensi Bidang). Pelaksanaan tes SKB berlangsung mulai 25 Maret-10 April mendatang.

Apa saja yang diujikan dalam tes SKB?

Jika sistem CAT tes SKD terdiri dari tiga sub-tes, yakni Tes Wawasan Kebangsaan (TKW), Tes Intelegensi Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP), maka untuk tes SKB, peserta akan diuji dalam tes potensi akademik, tes praktik kerja, tes bahasa asing, tes fisik/sesamaptaan, dan psikotes, tes kesehatan jiwa, dan/atau wawancara sesuai yang dipersyaratkan oleh jabatan (sedikitnya dua jenis/bentuk tes).

Materi soal SKB ini bersifat teknis dan menggunakan soal yang sesuai atau masih satu rumpun dengan jabatan fungsional terkait. Contohnya, untuk jabatan yang bersifat teknis atau membutuhkan keahlian khusus, seperti pranata komputer. SKB dapat dilakukan dalam bentuk praktik kerja.

Instansi Daerah yang menyelenggarakan SKB selain sistem CAT, wajib menetapkan pedoman atau panduan pelaksanaan tes.

Penyampaian hasil seleksi SKB dijadwalkan 27-30 April 2020. Selanjutnya pengumuman hasil seleksi pada 1 Mei 2020.

Setelah peserta melewati tes SKD dan tes SKB kemudian, dilakukan pengumuman final peserta yang dinyatakan lolos seleksi CPNS 2019. Jadwal selanjutnya, yakni pengusulan penetapan Nomor Induk Pegawai (NIP) pada 1 Mei-15 Juni 2020. (map/kps/net)

Pembunuhan Hakim Jamaluddin: Istri & 2 Eksekutor Terancam Hukuman Mati

TERTUNDUK: Tiga tersangka pembunuhan Hakim PN Medan Jamaluddin, tertunduk saat diserahkan ke Kejari Medan, Selasa (10/3).
TERTUNDUK: Tiga tersangka pembunuhan Hakim PN Medan Jamaluddin, tertunduk saat diserahkan ke Kejari Medan, Selasa (10/3).
TERTUNDUK: Tiga tersangka pembunuhan Hakim PN Medan Jamaluddin, tertunduk saat diserahkan ke Kejari Medan, Selasa (10/3).
TERTUNDUK: Tiga tersangka pembunuhan Hakim PN Medan Jamaluddin, tertunduk saat diserahkan ke Kejari Medan, Selasa (10/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Satuan Reskrim Polrestabes Medan akhirnya melimpahkan tiga tersangka dan barang bukti kasus pembunuhan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaluddin ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan, Selasa (10/3) pagi sekitar pukul 09.30 WIB. Ketiga tersangka masing-masing Zuraida Hanum, M Jefri Pratama dan M Reza Pahlevi kini terancam hukuman mati.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Medan, Dwi Setyo saat pelimpahan tahap dua (P22) oleh penyidik Polrestabes Medan menyebutkan, Zuraida Hanum merupakan dalang dari pembunuhan tersebut. “Kita tetap pada pasal pertama, 340 dan 338 dimana hukuman maksimalnya yakni hukuman mati,” tegas Dwi Setyo kepada wartawan di halaman kantor Kejari Medan.

Dwi mengatakan, nantinya Kasi Pidum Parada Situmorang, akan langsung memimpin persidangan. Selain itu, penuntut umum sudah siap untuk menuju ke persidangan yang akan digelar dalam waktu dekat. “Dalam waktu dekat ini pasti akan kita limpahkan berkas ke PN Medan, dan saat ini ketiga terdakwa kita titipkan ke Rutan Tanjunggusta,” sebutnya.

Dwi Setyo juga mengapresiasi Polrestabes Medan dalam menangani kasus pembunuhan Hakim PN Medan Jamaluddin ini. Menurutnya, Polrestabes cepat dan tanggap dalam melakukan penyidikan. “Kejaksaan Negeri Medan sangat mengapresiasi Polrestabes Medan dalam menyelidiki kasus ini, dimana kasus ini sangat cepat dan tanggap dalam melakukan penyidikan,” ucap Dwi.

Saat Polisi menyerahkan berkas ke kejaksaan, Dwi Setyo mengatakan, berkas sudah sangat lengkap. “Jadi waktu polisi beri kami berkasnya, kami periksa dan ternyata sudah sangat lengkap,” pungkasnya.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Johnny Edizzon Isir menyatakan, setelah proses pelimpahan tersangka dan barang bukti, pihaknya tetap akan memantau jalannya proses hukum. “Kami juga akan memantau jalannya sidang hingga inkrah nantinya. Artinya, kami tidak berhenti sampai di sini saja,” ujar Isir didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Maringan Simanjuntak.

Kata Isir, dalam penanganan kasus ini, pihaknya terus berkoordinasi dengan Kejari Medan sehingga para tersangka dan barang bukti dilimpahkan. “Untuk proses sidang nantinya, kami akan kerahkan personel untuk melakukan pengamanan. Semua ini untuk mengantisipasi jalannya sidang dari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Diketahui, ketiga tersangka ditangkap tim gabungan Direktorat Reskrimum Polda Sumut dan Satuan Reskrim Polrestabes Medan dari lokasi serta waktu terpisah. Motif kasus pembunuhan ini, dikabarkan berlatar belakang cinta segitiga dan sakit hati. Zuraida yang merencanakan dan mendalangi pembunuhan suaminya sendiri, disebut-sebut menjalin asmara dengan Jefri.

Sementara, Jamaluddin ditemukan tewas di dalam mobilnya Toyota Land Cruiser Prado warna hitam BK 77 HD, di areal kebun sawit Dusun II Namo Rindang, Desa Suka Rame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, Jumat pada 29 November 2019 lalu. Jasad korban pertama kali ditemukan warga sekitar, yang kemudian memberitahu polisi. Saat ditemukan, korban dalam kondisi tangan terikat di sela kursi penumpang. Bahkan, terdapat luka memar di bagian leher. (man/ris)

Besok, Raja dan Ratu Belanda Kunjungi Danau Toba

SAMBUTAN: Presiden Joko Widodo bersama Raja Belanda Willem Alexander menyampaikan pernyataan pers saat kunjungan kenegaraan di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/3). Besok (12/3), Raja dan Ratu Belanda akan mengunjungi Danau Toba.
SAMBUTAN: Presiden Joko Widodo bersama Raja Belanda Willem Alexander menyampaikan pernyataan pers saat kunjungan kenegaraan di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/3). Besok (12/3), Raja dan Ratu Belanda akan mengunjungi Danau Toba.
SAMBUTAN: Presiden Joko Widodo bersama Raja Belanda Willem Alexander menyampaikan pernyataan pers saat kunjungan kenegaraan di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/3). Besok (12/3), Raja dan Ratu Belanda akan mengunjungi Danau Toba.
SAMBUTAN: Presiden Joko Widodo bersama Raja Belanda Willem Alexander menyampaikan pernyataan pers saat kunjungan kenegaraan di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/3). Besok (12/3), Raja dan Ratu Belanda akan mengunjungi Danau Toba.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jadwal kedatangan Raja dan Ratu Belanda, Willem Alexander dan Maxima ke Danau Toba berubah. Dari sebelumnya 13 Maret, diumajukan menjadi 12 Maret, besok.

“Raja dan Ratu Belanda akan berkunjung ke Danau Toba lebih awal, yakni pada 12 Maret 2020. Persiapan penyambutan sudah dilakukan dengan baik,” tutur Direktur Utama (Dirut) Badan Otoritas Pariwisata Danau Toba (BOPDT), Arie Prasetyo, kemarinn

Raja Belanda Willem-Alexander tiba di Indonesia kemarin pagi, dan langsung melakukan kunjungan kenegaraan ke Istana Kepresidenan, di Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/3). Raja dan Ratu Belanda disambut Presiden Joko Widodo.

Dalam kunjungan kenegaraan itu, Presiden Joko Widodo mengatakan, Kerajaan Belanda membawa peluang investasi bisnis sebesar USD 1 miliar ke Indonesia. Nantinya investasi itu akan dialirkan ke sejumlah sektor.

“Sejumlah kerja sama antarbisnis juga dilakukan dengan nilai yang cukup besar mencapai kurang lebih USD 1 miliar,” kata Presiden Jokowi saat menggelar konferensi pers bersama Raja Belanda Willem-Alexander di Istana Bogor, Jawa Barat.

Menurut Jokowi, Belanda merupakan salah satu mitra strategis Indonesia di Eropa. Salah satu mitra strategis di antaranya bidang perdagangan, investasi dan pariwisata.

“Di kawasan Eropa, Belanda adalah mitra dagang Indonesia terbesar kedua, mitra investasi terbesar pertama dan mitra pariwisata terbesar ke-4,” kata dia.

Mantan gubernur DKI Jakarta ini juga mengapresiasi langkah Raja Belanda membawa sekitar 200 pengusaha dalam kunjungannya ke Indonesia. Dan selama kunjungan Raja Belanda, kata Jokowi, akan ada penandatanganan kerja sama antardepartemen.

“Beberapa kerja sama yang baru, yang penting antara lain, produksi kelapa sawit berkelanjutan, kerja sama dalam isu women peace and security, pengelolaan pengedalian penyakit menular,” kata dia.

Belanda dan Danau Toba

Terkait kunjungan Raja dan Ratu Belanda ke Danau Toba, pengamat pariwisata Sumut, Wahyu A Pratomo mengatakan, Belanda dan Danau Toba memiliki histori sejak zaman penjajahan kolonial Belanda. Karena itu, kedatangan Raja dan Ratu akan memberikan dampak bagi industri pariwisata dalam negeri.

“Untuk pariwisata, Indonesia dapat mendapatkan peluang untuk mendatangkan wisatawan dari Belanda,” ungkap Wahyu kepada Sumut Pos, Selasa (10/3).

Wahyu menjelaskan, beberapa potensi wisata yang dapat ditawarkan ke Belanda antara lain wisata warisan kota tua atau heritage yang dahulu telah dibangun oleh pemerintah Hinda Belanda.

Saat ini, sejumlah kota di Indonesia telah merevitalisasi bangunan kota tua untuk menarik minat wisatawan asing. Seperti Kota Semarang yang berhasil mengembangkan Kota Tua-nya, berhasil menarik minat wisatawan asing dan domestik.

“Kota Medan memiliki banyak bangunan peninggalan Belanda, karena dahulu Kota Medan dijadikan sebagai Paris Van Sumatra, dibangun menjadi kota taman tempat kegiatan bisnis dan wisata yang indah seperti Paris di Eropa. Sayangnya, banyak bangunan tua peninggalan Belanda tidak begitu terawat di Kota Medan,” jelas Wahyu.

Di kawasan danau Toba, banyak fasilitas yang dahulu dibangun oleh pemerintah Hindia Belanda dijadikan tempat wisata. Hal itu terlihat dari banyaknya bangunan tua di kawasan Prapat, Kabupaten Simalungun.

“Sebenarnya, juga ada kuburan leluhur Belanda di berbagai lokasi. Sayang, di Kota Medan kita tidak melihat lagi di mana letak kuburan tersebut. Padahal di daerah lain masih lebih terjaga,” tutur Anggota Pokja Danau Toba Universitas Sumatera Utara (USU).

Terkait kedatangan Raja dan Ratu Belanda bersama ratusan investor ke Indonesia, menurut Wahyu, menjadi sinyal untuk mempererat kerjasama ekonomi antar negara.

“Kedatangan Raja dan Ratu Belanda yang membawa banyak investor perlu diantisipasi dengan informasi yang lengkap tentang potensi kerjasama untuk pengembangan kegiatan bisnis antar kedua negara,” kata Wahyu.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) USU itu mengatakan, Indonesia memiliki sejumlah potensi. Sementara Belanda memiliki informasi awal yang lengkap mengingat Indonesia merupakan bagian dari pemerintah HIndia Belanda sebelum Indonesia merdeka. (gus/tan/jpnn)

Kasus Ujaran Kebencian Kota Belawan, Polisi akan Hadirkan Saksi Ahli

DILAPORKAN: Diduga lecehkan Kota Belawan seorang Youtuber , RH alias Aleh dilaporkan.
DILAPORKAN: Diduga lecehkan Kota Belawan seorang Youtuber , RH alias Aleh dilaporkan.
DILAPORKAN: Diduga lecehkan Kota Belawan seorang Youtuber , RH alias Aleh dilaporkan.
DILAPORKAN: Diduga lecehkan Kota Belawan seorang Youtuber , RH alias Aleh dilaporkan.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Kasus ujar kebencian yang melecehkan nama baik Kota Belawan telah ditangani Polres Pelabuhan Belawan. Untuk mendalami kasus yang menjerat Youtuber Medan, RH alias Aleh (20), polisi akan menghadirkan saksi ahli untuk mendalami kasus tersebut.

Hal itu dikatakan Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP MR Dayan, Selasa (10/3). Dikatakannya, laporan yang menjerat pemilik akun Youtube Aleh – Aleh Khas Medan sudah terima, pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut.

“Yang menghina itu sebelumnya sudah minta maaf melalui media sosial kepada masyarakat Belawan, tapi kasusnya tetap kita tangani. Kita akan memeriksa saksi ahli untuk mengecek bahasa yang digunakan itu terdapat unsur pidana,” kata Kapolres didampingi Kasat Reskrim, AKP Jerico Lavian Chandra.

Harapan orang nomor satu di Mapolres Pelabuhan Belawan ini, kepada masyarakat untuk tidak melakukan tindakan diluar kewajaran. Ia meminta agar masyarakat mempercayakan kasus itu ke polisi untuk diproses sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Nanti perkembangan kasus ini akan kita sampaikan kepada masyarakat, untuk penetapan tersangka belum dilakukan menunggu proses keterangan saksi dan bukti, kalau unsur pidananya ada akan segera kita tetapkan tersangka,” terang Dayan.

Kasus dugaan pelecehan nama baik Belawan itu telah dilaporkan masyarakat diwakili Ketua Forum Anak Belawan Bersatu (FABB), Dedy Satria Ainal, dengan nomor LP/111/ III/ 2020 SPK Terpadu Polres Pelabuhan Belawan, tanggal 9 Maret 2020.

Terungkapnya pelecehan nama baik Belawan dengan ucapan “Coba kalau syuting film Dilan di Belawan, daerah konflik, mafia, semua ada di situ manusia pikiran A****g,” telah menyinggung seluruh masyarakat yang menetap di Belawan.

“Saya mewakili masyarakat Belawan telah melaporkan RH ke Polres Pelabuhan Belawan. Apa yang telah diucapkannya telah merusak nama baik Belawan. Kita berharap agar pelecehan ini tidak menjadi pandangan nyata di muka publik, makanya kita tempuh jalur hukum,” pungkas Ketua FABB ini(fac/btr)

Oknum Guru Diduga Cabuli Muridnya, Orangtua Korban Buat Laporan Polisi

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Sebut saja BAP seorang oknum guru yang mengajar disalah satu sekolah di Kota Binjai dilaporkan ke Polres Binjai atas dugaan tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur. Orang tua korban S melaporkan langsung ke Polres Binjai dengan Nomor STTLP/122/III/2020/SPKT-B, 6 Maret 2020 lalu.

Laporan orang tua korban kepolisi diketahui Kepala Sekolah, Chairani tempat BAP mengajar. Kronologis kejadian pencabulan itu diketahui Chairani sendiri dari teman korban sebut saja Mawar.

“Awalnya kawan korban mengalami sakit, tapi dituduh si dia (oknum) itu pura-pura. Padahal dia memang sakit, seperti kerasukan. Bahkan juga sampai dirukiyah kawannya korban itu,” kata Chairani ketika dikonfirmasi di Lapangan MTQ, Jalan Bejomuna, Binjai Timur, Selasa (10/3) siang.

Setelah sembuh dari sakit seperti kerasukan ini, Mawar menceritakan perilaku oknum guru tersebut kepada Chairani. Semula, Chairani tak percaya.

Kata Chairani, Mawar menceritakannya tanpa canggung.”Dia (Mawar) bisa menceritakannya karena semua diketahuinya. Soalnya, korban juga cerita kepada temannya itu. Dan temannya itu yang menceritakan kepada saya,” kata dia.

Mendapat laporan ini, Chairani merasa tak percaya. Dia mencoba berpikir positif saja. Penasaran, Chairani mencari tahu kebenaranya peristiwa itu dengan langsung bertanya kepada korban.

“Awalnya korban tak mengakui. Namun akhirnya mengakui. Karena sudah dapat pengakuan itu, saya kemudian melapor ke pimpinan saya, dalam hal ini Kadis,” beber dia.

Setelah melapor ke Kepala Dinas Pendidikan Kota Binjai, Chairani kemudian berkoordinasi ke Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Perempuan Anak dan Masyarakat. “Waktu bilang ke Dinas P3AM, kami belum ajak orang tuanya. Namun akhirnya setelah berdiskusi bersama, dilaporkan hal ini kepada orang tua korban. Orang tuanya mengucapkan terima kasih,” kata dia.

Sejak adanya laporan ke Polres Binjai, oknum guru tersebut sudah tidak datang lagi ke sekolah tempatnya mengajar.”Karena dia sudah tidak masuk lagi, jadi saya melapor kepada Kadis untuk menyikapi oknum guru tersebut,” ujar dia.(ted/btr)

Pengunjung Thamrin Plaza Lompat dari Lantai 7

JATUH: Korban melonpat dari lantai 7 kelantai 1 Thamrin Plaza diduga bunuh diri karena ditinggal pacarnya.
JATUH: Korban melonpat dari lantai 7 kelantai 1 Thamrin Plaza diduga bunuh diri karena ditinggal pacarnya.
JATUH: Korban melonpat dari lantai 7 kelantai 1 Thamrin Plaza diduga bunuh diri karena ditinggal pacarnya.
JATUH: Korban melonpat dari lantai 7 kelantai 1 Thamrin Plaza diduga bunuh diri karena ditinggal pacarnya.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengunjung Thamrin Plaza, Medan yang melompat dari lantai 7 melakukan aksi bunuh diri, diduga karena prustasi ditinggal pacar. Hal itu dugaan dari pihak polisi, korban mencoba bunuh diri karena depresi persoalan asmara.

“Berdasarkan keterangan dokter yang sempat menanganinya saat dibawa ke rumah sakit, korban mengalami depresi karena ditinggal pacarnya,” ujar Kapolsek Medan Area Kompol Faidir Chaniago, Selasa (10/3).

Kata Faidir, korban telah meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Methodist, Senin (9/3) malam.”Korban meninggal dunia pukul 21.15 WIB. Karena tidak diketahui identitasnya, jasad korban lalu dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk diautopsi,” katanya singkat.

Diberitakan sebelumnya, pengunjung Thamrin Plaza Medan dihebohkan dengan aksi korban yang melompat dari lantai 7 ke lantai 1, pada Senin malam (9/3) sekitar pukul 19.20 WIB. Korban pun ditemukan tergeletak dekat tumpukan pakaian tak jauh dari eskalator.

Informasi diperoleh, korban berusia diperkirakan 22 tahun. Pemuda tersebut mengenakan baju warna merah, celana panjang coklat muda dan memakai sepatu. (ris/btr)

Sembunyi di Atap Rumah Kosong, Pembunuh Pelajar SMK Taman Siswa Diski Dibekuk Polisi

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Sempat buron 3 hari, M Arif Syahputra (21), pelaku pembunuhan terhadap Isra Rabbani (16), pelajar Kelas 10 SMK Taman Siswa Diski, akhirnya ditangkap personel Polsek Medan Sunggal, Senin (10/3) tengah malam. Pelaku dibekuk saat bersembunyi di atap rumah kosong Perumahan Cendana Asri, Jalan Sei Mencirim Desa Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang.

Kapolsek Medan Sunggal Kompol Yasir Ahmadi melalui Kanit Reskrim AKP Syarif Ginting menjelaskan, semula pihaknya mendapat informasi adanya temuan mayat membusuk di kawasan Jalan Serasi, Pasar VIII, Desa Medan Krio, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang yang diduga korban pembunuhan, Senin (9/3) siang sekitar pukul 14.00 WIB.

“Setelah tim tiba di lokasi penemuan mayat, selanjutnya melakukan penyelidikan. Berdasarkan hasil penyelidikan, berhasil mendapatkan data pelaku yang diduga keras telah melakukan tindak pidana kejahatan tersebut,” ungkap Syarif, Selasa (10/3).

Kemudian, lanjut Syarif, sekira pukul 20.00 WIB tim bergerak ke kediaman pelaku yang dipimpin langsung Kapolsek Medan Sunggal Kompol Yasir Ahmadi. Sesampai di kediaman pelaku, ternyata rumahnya dalam keadaan kosong dan gelap karena lampu mati. “Tim tetap bertahan di rumah pelaku sembari melakukan penyelidikan. Akhirnya, diputuskan untuk menyisir ke perumahan tersebut terutama rumah-rumah yang kosong namun belum menemukan pelaku,” sebutnya.

Meski begitu, pencarian tak sia-sia. Sekira pukul 23.30 WIB, ketika mencoba mencari pelaku di atas plafon rumah-rumah yang kosong dengan cara memanjat naik ke atas, menemukan pelaku bersembunyi di atap.

“Pelaku langsung berusaha lari dan turun dari rumah sebelahnya yang juga kosong. Namun, tim langsung bergerak cepat hingga akhirnya melakukan penangkapan terhadap pelaku tersebut,” beber Syarif.

Disebutkan dia, dari pelaku disita barang bukti 1 pelepah kayu kelapa lembab, sebuah batu dan 1 unit sepeda motor Mio warna biru BK4851 XG. “Setelah ditangkap, tersangka mengakui perbuatannya terhadap korban. Selanjutnya, membawa tersangka untuk mencari barang bukti lain. Namun, dalam perjalanan ternyata pelaku mencoba melarikan diri sehingga diberikan tindakan tegas terukur dengan menembak kakinya,” jelas Syarif.

Pelaku kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk mendapat perawatan. Selanjutnya, akan diboyong untuk proses hukum lebih lanjut.”Saat ini pelaku masih dalam perawatan di rumah sakit,” sambung Syarif.

Lebih lanjut Syarif mengatakan, berdasarkan hasil penyidikan sementara, pelaku nekat membunuh karena kesal karena handphone-nya hilang yang diduga dicuri korban.”Menurut tersangka begitu, HP-nya dicuri oleh korban ini. Setelah itu, pelaku mencari korban,” paparnya.

Upaya pelaku pun membuahkan hasil dan bertemu pelajar yang beralamat Jalan Johar Dusun III Desa Sei Mencirim ini pada Jumat (6/3) malam sekira pukul 23.00 WIB. Pelaku bertemu korban di tanah kosong kawasan Jalan Serasi, Pasar VIII, Desa Medan Krio.

“Di situ, pelaku dan korban berkelahi. Kemudian, pelaku memukul korban dengan batu. Selanjutnya, pelaku meninggalkan korban yang terkapar. Hingga tiga hari kemudian, mayat korban ditemukan warga sekitar yang telah membusuk,” jabar Syarif sembari menambahkan, pelaku dikenakan Pasal 338 subsider Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara. (ris/btr)

Honorer Cantik Gagalkan Aksi Jambret

TERSANGKA:Diki Gultom, APH (18) dan JS (14) ditangkaap setelah berhasildigagalkan menjambret dompet Sri Endah
TERSANGKA:Diki Gultom, APH (18) dan JS (14) ditangkaap setelah berhasildigagalkan menjambret dompet Sri Endah
TERSANGKA:Diki Gultom, APH (18)  dan JS (14) ditangkaap setelah berhasildigagalkan menjambret dompet Sri  Endah
TERSANGKA:Diki Gultom, APH (18) dan JS (14) ditangkaap setelah berhasil digagalkan menjambret dompet Sri Endah

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Sri Endah Pujiani (27) bertugas sebagai honorer di Sat Lantas Polresta Deliserdang berhasil mengaggalkan aksi jambret terhadaap dirinya, Selasa (10/3) pukul 05.00 WIB.

Ketika Sri Endah nekat melawan ketiga pelaku jambret. Ketiganya Diki Gultom (20) warga Desa Pagar Jati Dusun IV Kecamatan Lubukpakam, APH (18) warga Jalan Perhubungan Medan dan JS (14) warga Jalan H Agus Salim Kecamatan Lubukpakam.

Peristiwa itu terjadi saat Sri Enda yang beralamat di Desa Buntu Bedimbar Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deliserdang mengendarai sepedamotor Honda Beat menuju Lubukpakam. Sampai di lokasi kejadian tepatnya di bawah Tol Kelurahan Paluh Kemiri Kecamatan Lubukpakam, korban berselisih dengan ketiga tersangka yang mengendarai sepedamotor RX King Hitam. Ketiganya berboncengan.

Ketiga pelaku balik arah mengejar korban,kemudian memepet kendaran korban. Seorang dari tersangka tepatnya yang berboncengan di tengah merampas dompet korban. Berhasil mengambil domper korban ketiga tersangka langsung kabur. Tak terima dompetnya dirampas tersangka, korban mengejar ketiganya, sehingga terjadilah aksi kejar–kejaran. Saat kejar-kejaran pelaku sempat menghalangi korban agar tidak mengejar dengan melemparkan topi dan sendal ke korban.

Namun korban tetap mengejar tersangka, akhirnya ketika hendak berbelok menuju Jalan Negara Perkantoran Kantor Bupati Kabupaten Deliserdang, kendaraan tersangka tergelincir akibatnya ketiga terjatuh ke jalan.

Melihat trsangka terjatuh, korban berhenti dan mengambil dompetnya sambil berteriak meminta tolong. Warga yang mendengar teriakan korban memberikan pertolongan. Akibatnya ketiga tersaangkanyaris diamuk warga namun berhasil digagalkan petugas kepolisian.

Kapolsek Lubukpakam AKP Firdaus Kemit, SH beserta anggota Polsek Lubukpakam Polresta Deliserdang menuju lokasi dan berhasil mengamankan tersangka dari amukan massa.“Ketiga tersangka berhasil diamankan ke Mapolsek Lubukpakam.,” pungkas AKP Kemit.(btr)