26.8 C
Medan
Monday, January 19, 2026
Home Blog Page 4418

Persiapkan Tambahan 23.000 BTS 4G, Telkomsel Konsisten Perluas Pemerataan Infrastruktur Guna Mendukung Konektivitas Gaya Hidup Digital

Komitmen Telkomsel untuk mendukung penguatan ekosistem gaya hidup digital di Indonesia dengan secara konsisten menambah pembangunan BTS Broadband 4G LTE sekitar 23.000 unit di seluruh Indonesia. BTS 4G yang akan dibangun Telkomsel sepanjang 2020 juga akan menerapkan teknologi terbaru dalam pengembangan infrastruktur jaringan yang dapat meningkatkan kapasitas dan kecepatan akses jaringan hingga 3 kali lipat dari BTS 4G reguler yang sebelumnya.
Komitmen Telkomsel untuk mendukung penguatan ekosistem gaya hidup digital di Indonesia dengan secara konsisten menambah pembangunan BTS Broadband 4G LTE sekitar 23.000 unit di seluruh Indonesia. BTS 4G yang akan dibangun Telkomsel sepanjang 2020 juga akan menerapkan teknologi terbaru dalam pengembangan infrastruktur jaringan yang dapat meningkatkan kapasitas dan kecepatan akses jaringan hingga 3 kali lipat dari BTS 4G reguler yang sebelumnya.

–       Sepanjang tahun 2020 ini Telkomsel berkomitmen mendukung penguatan ekosistem gaya hidup digital di Indonesia dengan secara konsisten menambah pembangunan BTS Broadband 4G LTE sekitar 23.000 unit di seluruh Indonesia.

–       Telkomsel juga menerapkan teknologi terbaru dalam pengembangan infrastruktur jaringan BTS 4G LTE untuk menambah kapasitas dakecepatan.

–       Perluasan pemerataan jaringan teknologi terdepan ini mendorong Telkomsel sebagai digital telco company untuk senantiasa memenuhi kebutuhan pelanggan akan gaya hidup digital melalui produk dan layanan digital yang berpusat pada kebutuhan pelanggan.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sepanjang tahun 2020, Telkomsel berencana membangun sekitar 23.000 unit base transceiver station (BTS) 4G di seluruh Indonesia, sebagai perwujudan komitmen dalam menciptakan akses jaringan berteknologi terdepan yang merata di seluruh wilayah populasi di Tanah Air. Fokus pembangunan 4G LTE tahun ini juga sebagai wujud konsistensi meningkatkan kapasitas dan kecepatan, serta kenyamanan stabilitas akses guna memenuhi kebutuhan pelanggan terhadap gaya hidup digital.

Direktur Network Telkomsel, FM Venusiana R mengatakan mengatakan, “Kami terus mengakselerasikan pertumbuhan jaringan broadband terutama 4G yang agresif untuk mendukung ekosistem gaya hidup digital, seiring dengan peningkatan trafik data sekitar 52% selama tahun 2019 dibanding tahun lalu (YoY). Perluasan dan penggelaran jaringan 4G LTE juga kami lakukan dengan mempertimbangkan semakin tumbuhnya penetrasi perangkat berbasis layanan 4G. Hal utama dari perluasan jaringan 4G kami adalah sebagai upaya kami memastikan terpenuhinya pengalaman kebutuhan gaya hidup digital pelanggan yang semakin dinamis.”  

“Tahun 2019 lalu, lebih dari 23.000 BTS 4G baru telah kami gelar, dimana telah melampui target total pembangunan 4G yang telah dicanangkan, yaitu mencapai 109%. Kami sangat bersyukur atas pencapaian tersebut dan menjadi pendorong semangat kami di tahun ini untuk terus mempercepat dan memperluas pemerataan jaringan berkualitas dan berteknologi terdepan di seluruh Indonesia” lanjut Venusiana.

BTS 4G yang akan dibangun Telkomsel sepanjang 2020 juga akan menerapkan teknologi terbaru dalam pengembangan infrastruktur jaringan yang dapat meningkatkan kapasitas dan kecepatan akses jaringan hingga 3 kali lipat dari BTS 4G reguler yang sebelumnya sudah dihadirkan Telkomsel. Pengembangan telkonogi jaringan terdepan yang dimaksud meliputi penerapan teknologi NB-IoT, uji coba teknologi akses VoLTE, serta penggunaan teknologi Carrier Agregation yang semakin meningkatkan pengalaman pelanggan dalam mengakes layanan berbasis broadband  melalui jaringan 4G Telkomsel.

Telkomsel juga sangat agresif mengimplementasikan teknologi 4G LTE di frekuensi 900Mhz untuk memperluas jangkauan dan memperkuat sinyal terutama untuk pelanggan di dalam rumah atau gedung. Dengan implementasi tersebut, Telkomsel kini semakin memperluas jangkauan layanan 4G mencapai lebih dari 95% wilayah populasi di seluruh kota/kabupaten yang ada di Indonesia.

Keseriusan Telkomsel melakukan perluasan infrastuktur jserta upgrade teknolohi jaringan dari sisi kapasitas maupun kecepatan merupakan wujud nyata merespon semakin tingginya adopsi serta minat masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan gaya hidup digital masyarakat, terutama akses layanan sosial media, video streamingmobile gaminghingga kebutuhan melayani transformasi digital sektor industri.

Di samping itu, menurut laporan perusahaan yang memberikan standar global independen untuk menganalisis pengalaman seluler pelanggan, yakni Open Signal, tentang Pengalaman Jaringan Seluler Indonesia tahun 2019, Telkomsel terus mendominasi dan mempertahankan keunggulan dalam enam parameter penilaian yaitu antara lain Jangkauan 4G, Pengalaman menggunakan Aplikasi Suara, Pengalaman Video, Pengalaman Latency, Pengalaman Upload dan Download. Dalam laporan tersebut, hasil pengukuran telah dianalisa tentang pengalaman pengguna jaringan seluler dari semua operator di lebih 24 kota di Indonesia.

Sebagai upaya untuk memastikan ketersediaan akses jaringan 4G ini dapat dimanfaatkan secara mudah oleh pelanggan, Telkomsel juga mempermudah dan menyediakan berbagai metode yang dapat dipilih oleh pelanggan untuk dapat menikmati konektivitas 4G. Bagi pelanggan yang sudah memiliki perangkat/gawai berteknologi 4G dan berada di wilayah yang terjangkau jaringan 4G Telkomsel, pelanggan dapat melakukan segera melakukan upgrade/ganti kartu uSIM 4G Telkomsel melalui GraPARI terdekatmengajukan permintaan ganti kartu uSIM 4G melalui aplikasi MyTelkomsel, Call Center 188, pusat layanan pelanggan social media Telkomsel melalui Facebook dan Twitter, yang selanjutnya kartu 4G tersebut akan dikirimkan ke alamat pelanggan. Informasi lengkap dapat mengunjungi www.telkomsel.com/4g

Shohibul: PDIP Itu Partai Kader, Jangan Pragmatis

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) merupakan partai kader. Karenanya, dalam Pilkada Kota Medan jangan bersikap pragmatis dalam memilih dan mengusung calon Wali Kota Medan.

Pengamat Politik di Sumut, Shohibul Ansor menilai, sejak pelaksanaan Pilkada langsung, PDIP memiliki kecendrungan pragmatisme. Ini dibuktikan pada pencalonan Rudolf Marzuoka Pardede pada pemilihan Gubernur Sumut periode 2008-2013. Saat itu PDIP mengusung nama Tri Tamtomo. Hasilnya, kalah dibandingkan calon lainnya.

Dia menyebutkan, contoh tersebut bisa menjadi pengalaman bagi PDIP dalam menetapkan calon Wali Kota Medan. Saat ini ada incumbent Ir H Akhyar Nasution MSi, yang sudah dikenal banyak warga kota merupakan sosok kader tulen PDIP dimulai pada tahun 1995, kemudian Akhyar juga merupakan anak dari Anwar Nasution yang merupakan kader PDI, dan pernah menjadi pengurus partai.

Menurut Shohibul, sosok Akhyar di PDIP sudah banyak yang mengetahui pola kerja maupun loyalitasnya kepada partai, bahkan saat menjadi anggota DPRD Medan periode 1999-2024. Akhyar adalah kader yang memiliki semangat kerja pelayanan kepada masyarakat dan kerja partai yang seimbang.

“Loyalitas kader seperti Akhyar ini lebih menguntungkan bagi PDIP, dibandingkan dengan sosok lainnya di luar partai. Kemudian, potensi kemenangan pada Pilkada Medan juga lebih berpeluang besar karena Akhyar didukung grassroot PDIP dan incumbent. Khawatirnya bagi PDIP, jika tidak kader menjadi keutaman pencalonan kepala daerah, kerja-kerja partai di tingkat PAC akan menyulitkan PDIP di setiap suksesi pemilihan kepala daerah maupun pemilihan legislatif,” katanya.

Dia menambahkan, jika PDIP ingin terus menjaga harmonisasi partai, para elit di PDIP layaknya tak mencederai semangat kerja partai para kader yang sudah lebih banyak memakan debu dan banyaknya keringat yang sudah dikeluarkan.

Shohibul juga berpendapat, PDIP yang merupakan partai kader, semestinya bertindak sesuai dengan keinginan kader dari bawah, yakni kader terbaik yang dicalonkan untuk kursi kepala daerah. Jika sebaliknya, maka PDIP harus benar-benar bersiap tak lagi disebut sebagai partai kader atau partai wong cilik, melainkan partai pragmatis.

“Saya melihat sosok Akhyar di Medan mendapatkan dukungan penuh baik di tingkat PAC PDIP, DPC PDIP Medan hingga DPD Sumut. Suara ini saya yakin kuat, untuk dipertimbangkan DPP PDIP. Namun sebaliknya, jika DPP PDIP memutuskan hal yang bertentangan dengan keinginan kader PDIP di Medan, maka sudah partai PDIP tak lagi bisa disebut partai kader, melainkan partai yang orientasinya pragmatis,” ucapnya berpendapat.

Dosen Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) ini juga menyatakan, elit DPP PDIP harus kembali melihat kader-kader di bawah, sebab dengan adanya kader-kader militan di tingkat DPD, DPC dan PAC inilah yang terus berkerja, bersuara dan bersikap membela partai. Sehingga sangat wajar para kader lebih memilih Akhyar daripada kandidat lainnya yang tidak kader.

“Saat ini di Medan kampanye kader pilih kader terus menguat, selayaknya elit DPP PDIP juga harus menjaga stabilitas kerja-kerja partai, sehingga semua perjalanan suksesi untuk membesarkan partai bisa terjalin dengan baik. Sudah pasti kader akan membesarkan partainya, dari pada non kader,” katanya.

“Saya melihat, sosok Akhyar yang baru beberapa bulan menjabat PLT Walikota langsung memiliki gagasan dan ide besar dalam membangun kota, dengan mengajak warga membuat Medan Cantik, hasilnya saat ini banyak warga berlomba-lomba membuat cantik lingkungan tempat tinggalnya, saya melihat ini semangat yang baik untuk kota Medan dan partai PDIP,” tambahnya.

Shohibul juga menyatakan, sejumlah elit di DPP PDIP saat ini lebih bersikap pragmatis, hanya demi menjaga persehabatan dengan keluarga Presiden Joko Widodo, akhirnya kader di bawah cenderung terabaikan dalam berkarier di politik. Padahal, jika kader terbaik dan memiliki peluang yang baik, tentu yang besar adalah partai PDIP sendiri. Berbeda dengan sebaliknya. “Elit DPP PDIP harus benar-benar hargai kader, sehingga partai ini bisa benar-benar dikerjakan oleh kader,” sebutnya. (adz)

Pelantikan & Perkenalan Dewan Pengurus Daerah Ikatan Keluarga Alumni Universitas Diponegoro Sumatera Utara

DIABADIKAN: Pengurus DPD IKA UNDIP Sumut diabadikan besama Ketua Umum DPP IKA UNDIP dan Plt Wali Kota Medan.
DIABADIKAN: Pengurus DPD IKA UNDIP Sumut diabadikan besama Ketua Umum DPP IKA UNDIP dan Plt Wali Kota Medan.
DIABADIKAN: Pengurus DPD IKA UNDIP Sumut diabadikan besama Ketua Umum DPP IKA UNDIP dan Plt Wali Kota Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dewan Pengurus Daerah Ikatan Keluarga Alumni Universitas Diponegoro Sumatera Utara (DPD IKA UNDIP Sumut) Masa Bakti 2019-2024 secara resmi dilantik oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Alumni Universitas Diponegoro (DPP IKA UNDIP), Maryono SE MM berdasarkan Surat Keputusan DPP IKA UNDIP Nomor : 02/SK-DPP IKA UNDIP /III/2020. Kegiatan Pelantikan dan Perkenalan DPD IKA UNDIP Sumut mengusung tema “Alumni Bersatu, Menyongsong Indonesia Maju”.

Acara bertempat di Lotus Room Lantai 9 Hotel Arya Duta Jalan Kapten Maulan Lubis No. 8 Medan, Sabtu (7/3) kemarin.

Ketua Panitia Pelaksana Pelantikan DPD IKA UNDIP Sumut, Dr Azizul Kholis SE MSi CMA CSRS melaporkan bahwa pelantikan ini merupakan acara konsolidasi organisasi menindaklanjuti hasil musyawarah daerah IKA UNDIP Sumut yang telah dilaksanakan pada tahun 2019 lalu. Kemudian telah di susun kepengurusan untuk disampaikan kepada DPP IKA UNDIP agar di SK kan dan segera di lantik.

Hadir juga perwakilan ikatan alumni Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dari USU, UNIMED, UNSYIAH dan ITB,” katanya.

Selanjutnya Ketua Dewan Penasehat DPD IKA UNDIP Sumut, Ir Iskandar Sembiring MM berharap kepada kepengurusan yang baru DPD IKA UNDIP Sumut bisa terus memberikan kontribusi yang baik bagi pembangunan di Sumatera Utara. “Melalui sosialisasi yang telah kita lakukan, saat sekarang ini dan pada beberapa tahun terakhir termasuk terbesar yang bisa masuk PTN diluar pulau Jawa. Saat ini mahasiswa UNDIP asal Sumatera Utara sudah ribuan anggota,”ungkapnya.

Kemudian, Ketua DPD IKA UNDIP Sumut, Benny Iskandar ST MT dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan amanah yang diberikan untuk meneruskan jejak langkah Ketua DPD IKA UNDIP Sumut sebelumnya, sebelum diamanhkan kepada dirinya. “Saya ucapkan terima kasih kepada mas Maryono, mas Wahid, mas Iskandar Sembiring dan sekarang di amanahkan kepada saya.

Kami ingin berbagi informasi bahwa UNDIP ada di Sumatera Utara dan seluruh mahasiswa UNDIP yang terbesar dari luar pulau Jawa adalah dari Sumatera Utara. Setiap tahun kami juga menyelenggarakan Ujian Mandiri yang telah membuat anak-anak kita punya kesempatan l kuliah di UNDIP,” ujarnya.

“Saya berharap kepada pengurus, alumni dan mahasiswa UNDIP asal Sumut, ayo kita sama-sama, IKA UNDIP bisa ramai dan semakin guyub,”pungkasnya.

Ketua Umum DPP IKA UNDIP, Maryono SE MM dalam pidatonya mengucapkan selamat dan sukses kepada kepengurusan yang baru DPD IKA UNDIP Sumut. Semoga dengan susunan kepengurusan baru yang banyak diisi oleh generasi muda dapat meningkatkan kinerja dan mempersatukan anggota.

Lulusan UNDIP ada dimana-mana dan memiliki kualitas yang sifatnya nasional juga memiliki rating produktivitas yang paling cepat diterima dalam dunia tenaga kerja peringkat ke-2 di Indonesia. Beliau juga berharap agar alumni UNDIP dapat bekerjasama dengan pemerintah daerah, berkomunikasi yang searah dengan DPP IKA UNDIP, melakukan diskusi rutin untuk mencari solusi masalah-masalah bangsa dan negara agar lebih maju dan lebih baik.

Pada kesempatan itu, Plt Wali Kota Medan, Ir H Akhyar Nasution MSi dalam arahannya menyampaikan bahwa ‘Bersama IKA UNDIP Majukan Kota Medan’.

“Saat ini alumni UNDIP, Benny Iskandar menjabat sebagai Kepala Dinas Permukiman, Kawasan Perumahan dan Penataan Ruang Kota Medan yang merupakan kadis yang sangat bergengsi karena proses pembangunan di Medan tergantung beliau, kalau beliau tidur, tidurlah Kota Medan ini, tapi kalau beliau bergerak dinamis dan gesit maka siplah Kota Medan ini, mesti gesit dan lincah. Berharap dengan jaringan IKA UNDIP dapat menjemput anggaran dari pemerintah pusat untuk pembangunan Kota Medan. Ayo tetap guyub dan rukun, ilmu wajib tumbuh dan berkembang, mari kita saling tukar informasi, tukar pengalaman dan berbagi,”ujarnya. (*)

Institut Teknologi Medan Gelar Seminar Penanggulangan Virus Corona

TEKS: DEDDI MULIA PURBA | FOTO: DE EMPE COMMUNICATION | LOKASI: KAMPUS ITM LAWAN CORONA: Unsur Pimpinan ITM dan Dinas Kesehatan Provsu bersama elemen mahasiswa dari berbagai kampus di Sumut mendeklarasikan kesiapan mengantisipasi dan melawan virus corona di Kampus ITM, Sabtu (7/3).
TEKS: DEDDI MULIA PURBA | FOTO: DE EMPE COMMUNICATION | LOKASI: KAMPUS ITM LAWAN CORONA: Unsur Pimpinan ITM dan Dinas Kesehatan Provsu bersama elemen mahasiswa dari berbagai kampus di Sumut mendeklarasikan kesiapan mengantisipasi dan melawan virus corona di Kampus ITM, Sabtu (7/3).
TEKS: DEDDI MULIA PURBA | FOTO: DE EMPE COMMUNICATION | LOKASI: KAMPUS ITM LAWAN CORONA: Unsur Pimpinan ITM dan Dinas Kesehatan Provsu bersama elemen mahasiswa dari berbagai kampus di Sumut mendeklarasikan kesiapan mengantisipasi dan melawan virus corona di Kampus ITM, Sabtu (7/3).
TEKS: DEDDI MULIA PURBA | FOTO: DE EMPE COMMUNICATION | LOKASI: KAMPUS ITM LAWAN CORONA: Unsur Pimpinan ITM dan Dinas Kesehatan Provsu bersama elemen mahasiswa dari berbagai kampus di Sumut mendeklarasikan kesiapan mengantisipasi dan melawan virus corona di Kampus ITM, Sabtu (7/3).


MEDAN, SUMUTPOS.CO – ‘’Kami masyarakat kampus Sumatera Utara siap mengantisipasi wabah virus Corona. Lawan Corona! Lawan Corona! Lawan Corona! Horas.” Deklarasi ini mewarnai pelaksanaan seminar yang diadakan Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Institut Teknologi Medan (PK PMII (ITM).

Deklarasi dibacakan berbagai elemen kampus dari berbagai perguruan tinggi negeri dan pergururuan tinggi swasta di Sumut bersama pimpinan ITM dan Dinas Kesehatan Provsu. Tema seminar adalah Upaya Menanggulangi Wabah Virus Corona yang dilaksanakan di Aula DR 101-102 kampus ITM Jalan Gedung Arca Medan, Sabtu (7/3).

Seminar itu menghadirkan pemateri Kepala Dinas Kesehatan Provsu Dr Alwi Mujahid Hasibuan MKes dan Ketua Pimpinan Wilayah Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (PW LPBI NU) Sumut Dr Ir Hamzah Lubis SH MSi.

Hadir pada seminar itu Plt Rektor ITM Ir Ramlan Tambunan MSc, Wakil Rektor II ITM H Munajat SE MSi dan Wakil Rektor IV ITM Ir Mustafa MT, Kabiro Humas ITM HM Vivahmi Manafsyah SH MSi, Ketua PK PPMII ITM M Fahri Azmi dan Ketua Panitia Ginda Hasibuan.

Plt Rektor ITM Ir Ramlan Tambunan MSc dalam sambutannya ketika membuka seminar itu menyatakan apresiasinya kepada mahasiswa yang menggelar seminar. Menurutnya, saat ini baru ITM yang mengadakan seminar membahas wabah virus Corona. “Salut terhadap mahasiswa ITM yang membuat kegiatan seperti ini,” ujarnya.

Ramlan menuturkan, wabah virus Corona yang bermula dari Wuhan, China menyebar ke berbagai negara di belahan dunia. Kini virus itu telah menghampiri Indonesia meng akibatkan masyarakat resah. Akibatnya, kata Plt Rektor, timbul ketakutan luar biasa sehingga masker pun langka diperoleh.

“Langkanya masker itu apakah ini bentuk ketakutan atau bentuk kecurangan perdagangan dengan memborong habis sehingga sekarang harganya pun mahal,” sebutnya.

Dia menilai kondisi ini menandakan ketakutan yang sangat luar biasa. Namun demikian, dia yakin seminar ini punya konsep bagaimana cara atau upaya penanggulangan yang bisa diinformasikan kepada masyarakat agar tidak resah. “Upaya dibungkus dengan doa. Mudah-mudahan Corona segera berakhir dari bumi ini,” pungkasnya.

Dalam paparannya, Alwi Mujahid menuturkan virus Corona yang disebut Covid-19 ini tingkat kefatalannya hanya 3,44 persen. “Sebelumnya kita pernah diterpa SARS, angka kematiannya 9 koma sekian. Sedangkan MERS masih satu familinya Corona yang virusnya berbentuk seperti crown atau mahkota, angka kematiannya 26 koma sekian,” katanya.

Dibanding yang lain, sebutnya, Corona ini sedikit angka kematiannya. Ditegaskannya, Corona lebih ringan case fatalitynya dan jauh lebih rendah angka kematiannya dari dua jenis virus yang lain tersebut.

Disebutkannya, dari 95 ribu orang positif terdeteksi virus Corona berdasarkan data Kamis lalu, yang dinyatakan sembuh sempurna sebanyak 59 persen.

“Yang mati hanya tiga persen sekian. Diperkirakan penderita lainnya nanti bisa sembuh sempurna dengan tingkat kematian 4 persen,” katanya.

Alwi Mujahid juga mengungkapkan, dari angka kematian 3,4 persen ditemukan fakta bahwa kematian akibat virus Corona ada juga diakibatkan dengan penyakit yang lain. Misalnya penderita sebelumnya mengidap sakit jantung kemudian kena virus Corona sehingga memberatkan penyakitnya.

Sebelumnya, Ketua PW LPBI NU Sumut Dr Ir Hamzah Lubis SH MSi yang juga pembina PK PMII menyayangkan meme lucu terkaiy virus Corona yang beredar di medsos.

“Padahal, virus itu telah menelan korban jiwa. Bahkan, di Indonesia saja sudah 4 orang yang terdeteksi positif virus ini,” ujarnya.

Kendati demikian, menurut Hamzah masyarakat tidak perlu bersikap berlebihan menyikapi virus itu. Bersikap berlebihan menurutnya membuat orang-orang ragu untuk saling berjabat tangan.

“Jagalah kesehatan, dekatkan diri pada Allah. Lakukan aksi bersama untuk menanggulanginya dengan menggelar seminar seperti ini. Ini upaya yang bisa dilakukan secara kolektif,” katanya. (dmp)

Lapas Kelas 1 Medan akan Gelar POR Warga Binaan se-Sumut

Para warga binaan yang mendekam di Lapas Kelas I medan.

Sambut Hari Pemasyarakatan

Para warga binaan yang mendekam di Lapas Kelas I medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Medan, tengah bersiap menggelar pekan olahraga (POR) warga binaan. POR yang rencananya digelar pada 18 Maret 2020 mendatang ini bertujuan menjalin silaturahim sekaligus menyambut Hari Pemasyarakatan.

Kepala Satuan Pengamanan Lapas (KPLP), Lamarta Surbakti, mengatakan, kegiatan ini bertajuk mempererat silaturahim AntarLapas dan Rumah Tahanan (Rutan) se Sumatera Utara (Sumut).

“Tujuannya untuk silaturahim saja. Kebetulan di bulan April nanti ‘kan Hari Pemasyarakatan. Tapi nggak mungkin kita buat kegiatan pas bulan puasa. Makanya kita majukan di tanggal 18 Maret nanti,” ungkapnya kepada Sumut Pos, Minggu (8/3).

Menurut Lamarta, seluruh rutan yang ada di Sumatera Utara akan turut ambil peran dalam kegiatan kali ini. Lapas Kelas 1 Medan bertindak sebagai tuan rumah.

Sebanyak 5 cabang olarahraga (cabor) akan diperlombakan, memperebutkan piala bergilir Kepala Kanwil Kemenkumham Sumut, Sutrisman. “Ada 5 perlombaan yang dilombakan, yakni volly, badminton, dan tenis meja. Sedangkan dua cabor lagi, yakni kerohanian kita buat paduan suara, dan nasyid,” sebut Lamarta.

Nantinya para peserta dari Lapas dan rutan tiap daerah akan ditampung seluruhnya di Lapas Kelas 1 Medan. “Sekarang tergantung Lapas dan Rutan di daerah, itu nanti didaftar. Kalau dari daerah akan diseleksi dulu pesertanya. Mungkin besok atau lusa kita sudah membuka pendaftaran,” jelasnya.

Kegiatan dilaksanakan agar para warga binaan dapat bersilaturahim antara satu dan lain. “Kegiatan ini dibuat agar para warga binaan dapat mengenal satu sama lain, dan agar ada kegiatan yang positif setiap tahunnya,” urainya.

Lamarta berharap, kegiatan ini bukan menjadi yang pertama dan terakhir, namun agar berkelanjutan di kemudian hari. “Lapas Kelas 1 Medan siap menyelenggarakan kegiatan ini,” pungkasnya. (man)

Sempat Kosong Januari-Februari, Stok Obat HIV/AIDS Aman 3 Bulan

Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Stok obat Antiretroviral (ARV) untuk Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) di beberapa pusat kesehatan Sumatera Utara, sempat kosong beberapa bulan terakhir, persisnya Januari hingga Februari 2020. Kelangkaan itu menyebabkan sejumlah aktivis sosial HIV/AIDS dari berbagai komunitas di Medan maupun Sumut, bergerak dan mendatangi kantor Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Sumut, Sabtu (7/3).

Setelah berdiskusi dengan KPA, dan dikoordinasikan ke Dinas Kesehatan dan Dinas Perdagangan, terungkap bahwa stok dua jenis obat, yakni Tenofovir dan Dufiral, ternyata sudah diterima oleh Dinkes Sumut dan kini sudah tersedia di gudang. Terkecuali, Evapirenz belum sampai di Sumut.

“Saat ini stok obat untuk Sumut akan aman sampai dengan 3 bulan ke depan,” ungkap Koordinator JIP, Samara Yudha Afrianto, kepada wartawan, Minggu (8/3).

Komunitas yang mendatangi KPA antara lain Jaringan Indonesia Positif (JIP), Medan Plus, KDS Wilayah I, P3M, ACS IAC, dan Yayasan Fajar Sejahtera Indonesia (YAFSI).

Menurut Samara, ARV adalah pengobatan untuk perawatan infeksi oleh retrovirus, terutama HIV. Beberapa waktu lalu, stok ARV jenis tertentu kosong di Medan, yaitu Tenofovir, Dufiral, dan Evapirenz. Selain Medan, kekosongan Tenofovir juga terjadi Kabupaten Deliserdang sejak Januari hingga Februari lalu. Hal ini menimbulkan kecemasan bagi komunitas ODHA.

Meski stok obat kini sudah tersedia di gudang, namun agar tidak terjadi lagi kekosongan obat, aktivis dan pemerintah sepakat ada Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk pengusulan obat. “SOP yang ditetapkan, usulan dibuat per 3 bulan dan laporan diterima setiap bulan dari layanan,” jelasnya.

Diutarakan dia, permasalahan kekosongan obat ARV ini sering terjadi lantaran layanan tidak tepat waktu dalam mengirimkan laporan. Akibatnya, proses obat menjadi terdampak sehingga terjadi kekosongan obat di layanan.

Selain itu, tidak ada anggaran pengiriman obat ke daerah dan sebaliknya. Kemudian, tidak adanya anggaran dari daerah untuk menjemput obat ke gudang farmasi Dinkes Sumut yang ada di Medan.

“Karenanya, akan di bentuk sebuah unit informasi yang terpusat untuk Program HIV yakni Dinkes Sumut, KPA Sumut, dan Civil Society Organization (CSO) atau aktivis sosial. Kita sendiri siap mendukung dan berkoodinasi dalam pengadaan ARV ini,” tukasnya.

Siap Awasi Distribusi

Pembina YAFSI, Bambang Febriandi Wibowo mengaku siap berkolaborasi membantu mengawasi pendistribusian obat ARV. Ia menyatakan, sebagai salahsatu CSO, YAFSI turut mengawasi dan mengawal pengadaan obat ARV ini untuk penyandang HIV/AIDS atau ODHA. “Apalagi sekarang Indonesia sedang menghadapi krisis kelangkaan obat ARV. Krisis kelangkaan obat ARV sangat membahayakan nyawa ODHA dan saat ini sedang terjadi di banyak kota di Indonesia,” cetusnya.

Di Medan misalnya, sebut Bambang, berdasarkan laporan relawan dari Medan Plus, ada sekitar 7 layanan HIV/AIDS mengalami kekosongan obat pada minggu lalu (akhir bulan Februari). Kondisi ini, menurutnya cukup memprihatinkan karena penyandang HIV/AIDS sangat ketergantungan dengan obat tersebut. “Hanya satu obat yang tidak ada. Hanya saja, obatnya paling maksimal bisa memenuhi kebutuhan selama sebulan,” imbuhnya.

Untuk itu, dia berharap pemerintah dapat mematangkan koordinasi dengan layanan penanggulangan HIV. Hal ini agar bisa memaksimalkan layanan kepada ODHA. “Karena HIV/AIDS itu tidak bisa sembuh dan sehat. Dan mereka harus hidup dengan stigma, diskriminasi, dan revitalisasi yang harus dihadapi. Harapannya, agar Kemnkes lebih sigap lagi dalam hal stok obat ARV dan pendistribusiannya ke provinsi, kabupaten/kota maupun layanan,” pungkasnya.

Terpisah, Direktur dari LSM Rumah Cemara, Aditia Taslim mengatakan, gabungan lebih dari 70 LSM dari seluruh Indonesia berteriak dan mengirimkan surat kepada Menteri Kesehatan Terawan untuk segera mengambil langkah emergensi, guna memastikan ODHA tidak putus pengobatan. Ini adalah kejadian kesekian kalinya di mana stok obat ARV di layanan terputus dan memaksa ODHA berganti obat bahkan putus pengobatan.

“Kesehatan adalah hak dan kebutuhan yang paling mendasar bagi setiap manusia. ODHA juga merupakan warga negara yang haknya wajib dipenuhi dan dilindungi oleh negara. Dan ketika isu kesehatan serta obat dijadikan komoditas, maka hak dan kebutuhan ODHA akan menjadi terancam. Kejadian stock-out ini bukan yang pertama kali terjadi. Ini bukti ketidakseriusan pemerintah dalam melindungi warganya,” ungkap Aditia melalui keterangan tertulisnya.

Berdasarkan catatan dari LSM Indonesia AIDS Coalition, kejadian krisis stok obat ini sudah terjadi beberapa kali dalam dua tahun terakhir tanpa ada solusi kongkrit dari Kementerian Kesehatan. Dana APBN yang sudah dialokasikan guna pembelian obat ARV ini tidak bisa dieksekusi dikarenakan sistem dan mekanisme pengadaan obat ini tidak efisien.

“ARV adalah nyawa bagi saya. Dengan krisis stok saat ini, nyawa saya terancam. Kondisi ini tidak seperti yang selalu dijanjikan pemerintah terkait stok, jujur situasi ini membuat saya takut! Ketakutan saya adalah siapa yang akan menjamin kehidupan anak saya jika saya mati. ARV buat saya adalah harga mati,” tanda Baby Rivona, Koordinator Nasional Ikatan Perempuan Positif Indonesia.

Situasi kosongnya stok obat ARV kali ini bahkan terjadi juga di beberapa rumah sakit di Jakarta. Wahyu Khresna dari Yayasan Kharisma menegaskan, ODHA bukan hanya sekedar angka yang harus dikejar. ODHA adalah warga negara yang harus dipenuhi kebutuhan dasarnya oleh negara, dan kebutuhan yang sangat mendasar bagi ODHA adalah obat ARV, di mana saat ini terjadi banyak kekosongan di beberapa wilayah.

Khresna pun menambahkan ketika negara lalai dengan warganya, maka perlu adanya sikap revolusioner untuk membantu negara dalam memenuhi kebutuhan warganya. (ris)

Dibuka 20 Maret, PRSU Ganti Nama jadi Sumut Fair

KICK OFF: Gubsu, Edy Rahmayadi, menghadiri acara Kick Off Sumut Fair 2020 di Pendopo Rumah Dinas Gubernur Sumut Jalan Sudirman Medan, Jumat (6/3). PRSU berubah nama menjadi Sumut Fair 2020. prans/sumut pos
KICK OFF: Gubsu, Edy Rahmayadi, menghadiri acara Kick Off Sumut Fair 2020 di Pendopo Rumah Dinas Gubernur Sumut Jalan Sudirman Medan, Jumat (6/3). PRSU berubah nama menjadi Sumut Fair 2020. prans/sumut pos
KICK OFF: Gubsu, Edy Rahmayadi, menghadiri acara Kick Off Sumut Fair 2020 di Pendopo Rumah Dinas Gubernur Sumut Jalan Sudirman Medan, Jumat (6/3). PRSU berubah nama menjadi Sumut Fair 2020. prans/sumut pos
KICK OFF: Gubsu, Edy Rahmayadi, menghadiri acara Kick Off Sumut Fair 2020 di Pendopo Rumah Dinas Gubernur Sumut Jalan Sudirman Medan, Jumat (6/3). PRSU berubah nama menjadi Sumut Fair 2020.
prans/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO –Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-48 berganti nama menjadi Sumut Fair 2020. Tak hanya nama, event ini juga akan tampil dengan konsep yang berbeda. Kepengurusannya diserahkan kepada BUMD PT Pembangunan Prasarana Sumut.

“PRSU sekarang memiliki nama yang baru, wajah baru, konsep baru, dan tempatnya juga. Dengan perubahan itu, Sumut Fair 2020 diharapkan mampu menarik perhatian masyarakat, membuat masyarakat semakin tertarik untuk datang ke event ini,” kata Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi usai membuka acara Gala Dinner Kickoff Sumut Fair 2020, di Pendopo Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jumat (6/3) malam.

Keseriusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut menggelar Sumut Fair 2020 diharapkan mendorong 33 kabupaten/kota memberikan kontribusi yang besar demi kesuksesan acara ini. Edy Rahmayadi juga ingin ada reward bagi kabupaten/kota yang mengisi paviliunnya dengan baik dan menarik.

“33 Kabupaten/kota di Sumut Fair 2020 wajib mengisi paviliunnya semenarik dan sebaik mungkin. Pamerkanlah di sana produk-produk unggulan kalian. Nanti kita kasih reward buat yang bagus dan mungkin punishment yang tidak serius,” katanya.

Gala dinner bertujuan untuk mendapatkan dukungan dari berbagai stakeholder, sesuai dengan tema Sumut Fair 2020, “Kolaborasi Sumut Bermartabat”. Dengan gala dinner ini diharapkan semua pihak bisa membantu kesuksesan Sumut Fair 2020. “Tanpa dukungan dari semua pihak event ini tidak akan sukses. Jadi mari sama-sama kita berikan dukungan dan kontribusi yang besar,” tambah Edy Rahmayadi.

Direktur Utama PT. Pembangunan Prasarana Sumut, Amir Makmur, mengatakan dengan konsep baru Sumut Fair 2020, event ini kembali ke tujuan utamanya yaitu memberikan hiburan, edukasi, branding, promosi dan peluang bisnis.

“Dengan konsep baru ini dan kolaborasi dengan semua stakeholder PRSU kembali ke tujuan utamanya, sehingga bisa menjadi Sumut Fair 2020 yang bermartabat,” ujarnya.

Pada gala dinner ini, Batubara secara resmi diumumkan sebagai tuan rumah Sumut Fair 2020. Selain itu, juga dilakukan perhitungan mundur Sumut Fair 2020 dengan penabuhan drum selama 14 detik, menandakan Sumut Fair 2020 akan dilaksanakan 14 hari lagi.

Penabuhan drum dilakukan oleh Gubernur Edy Rahmayadi, Bupati Batubara Zahir, Bupati Sergai Soekirman, Bupati Dairi Johnny Sitohang Adinegoro dan Kasdam Bukit Barisan Brigjen TNI Didied Pramudito.

“Kita ucapkan selamat kepada Kabupaten Batubara dan kami mengucapkan banyak terima kasih karena sudah bekerja keras mempersiapkan diri menjadi tuan rumah. Kita punya waktu 14 hari untuk memantapkan, dan saat ini persiapan sudah 90 persen. Yang perlu diingat untuk Sumut Fair 2020 tidak menggunakan dana APBD. PT Pembangunan Prasarana Sumut bekerja sama dengan berbagai pihak untuk masalah pendanaan. Jadi, mari sama-sama kita sukseskan Sumut Fair 2020,” tambah Amir.

Bupati Batubara Zahir menegaskan, Kabupaten Batubara siap menjadi tuan rumah di acara pembukaan Sumut Fair Tahun 2020 yang jatuh tanggal 20 Maret mendatang.

“Atas nama masyarakat dan Pemkab Batubara, saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Edy Rahmayadi, atas kepercayaannya menjadikan Batubara tuan rumah pembukaan Sumut Fair Tahun 2020,” ujarnya.

Turut hadir Sekdaprov Sumut R Sabrina, Kepala Bank Indonesia Wilayah Sumut Wiwiek Sisto Widayat, para rektor perguruan tinggi, pimpinan OPD dan pimpinan BUMN dan BUMD. (prn)

Jembatan Terancam Ambruk, Pemko Didesak Bangun Titi Dua Sicanang

BOLONG: Jembatan Titi Dua Sicanang tampak bolong. Pemko Medan didesak segera membangunnya. fachril/sumutpos
BOLONG: Jembatan Titi Dua Sicanang tampak bolong. Pemko Medan didesak segera membangunnya. fachril/sumutpos
BOLONG: Jembatan Titi Dua Sicanang tampak bolong. Pemko Medan didesak segera membangunnya. fachril/sumutpos
BOLONG: Jembatan Titi Dua Sicanang tampak bolong. Pemko Medan didesak segera membangunnya.
Fachril/sumutpos

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Ketua DPRD Kota Medan, HT Bahrumsyah, mendesak Pemerintah Kota (Pemko Medan) segera menuntaskan proses tender pembangunan Jembatan Titi Dua Sicanang Belawan, serta memerintahkan pemenang tender membangun jembatan tersebut. Pasalnya, kondisi fisik jembatan sudah bolong, retak, dan terancam ambruk.

“Kita minta, jembatan yang bolong segera dibangun karena dikhawatirkan bisa ambruk. Selain itu, segera appraisal bagi tanah warga yang kena ganti rugi untuk dibebaskan,” ungkap wakil rakyat itu, Minggu (8/3).

Harapan Ketua DPD PAN Kota Medan ini, pembangunan jembatan Titi Dua Sicanang menjadi skala prioritas, artinya pembangunannya dipercepat. “Kalau masih diperlama, kita takut penyambung di pangkal titi yang sudah bolong itu bisa-bisa putus. Akibatnya, akses masyarakat bisa terputus lagi,” tegasnya.

Tokoh Masyarakat Medan Utara, Saharudin, juga mendesak proses tender segera dilaksanakan Pemko Medan. Harapannya, proses tender berjalan terbuka. Dan pemenang tender dapat menyelesaikan pembangunan jembatan sesuai bestek.

“Kita tidak ingin kejadian yang lama terulang lagi. Makanya kita minta tendernya benar-benar dilaksanakan sesuai prosedur, agar tidak menghasilkan pembangunan jembatan yang bobrok,” tegas Saharuddin.

Ketua Gerbraksu ini meminta, sanksi terhadap pemenang tender harus tegas. “Sudah tiga kali tender, pemenangnya orang yang sama. Kita tidak mau terjadi sampai keempat kali. Makanya kita minta yang menang nanti memang mempunyai kapasitas dan dokumennya benar-benar sesuai kemampuan. Jangan nanti karena ada titipan, jembatan itu terbengkalai lagi,” ungkap Saharuddin. (fac)

Antisipasi Kebakaran dan Gempa Bumi, Millennium ICT Center Gelar Pelatihan

PRAKTEK: Pimpinan Millennium ICT Center, Herri Zulkarnain, ikut pelatihan penanggulangan kebakaran dan gempa bumi, Senin (2/3). Asih/sumut pos
PRAKTEK: Pimpinan Millennium ICT Center, Herri Zulkarnain, ikut pelatihan penanggulangan kebakaran dan gempa bumi, Senin (2/3). Asih/sumut pos
PRAKTEK: Pimpinan Millennium ICT Center, Herri Zulkarnain, ikut pelatihan penanggulangan kebakaran dan gempa bumi, Senin (2/3).  Asih/sumut pos
PRAKTEK: Pimpinan Millennium ICT Center, Herri Zulkarnain, ikut pelatihan penanggulangan kebakaran dan gempa bumi, Senin (2/3).
Asih/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan dalam mengantisipasi bencana kebakaran dan gempa bumi, Millennium ICT Center kembali mengadakan pelatihan penanggulangan bencana kebakaran dan gempa bumi, Senin (2/3) lalu. Pelatihan yang digelar di area Millennium ICT Center Jalan Kapten Muslim Medan itu diikuti seluruh staf, karyawan, dan pimpinan Plaza Millennium ICT Center.

Manager Operational Millennium ICT Center, Herbertus Sinurat, mengatakan pelatihan dilakukan secara berkala dua kali dalam setahun. “Pelatihan ini merupakan kesekian kalinya yang kita adakan, sebagai bentuk upaya kita untuk mengedukasi para karyawan dengan pengetahuan terkait penanggulangan bahaya kebakaran dan gempa bumi,” katanya.

Di sesi pelatihan ini, peserta pelatihan mendapatkan materi edukasi tentang teknik-teknik menjinakkan api dengan tabung pemadam api, dan teknik pemadaman api menggunakan selang air.

Peserta juga mendapat edukasi penanganan apabila ada korban yang terluka. Pada sesi ini pula peserta pelatihan mendapat kesempatan untuk mempraktekkan teknik pemadaman api yang tepat dan aman sesuai dengan arahan yang telah diberikan.

Melalui pelatihan ini, diharapkan para staf dan seluruh karyawan mampu bertindak dengan benar dan tidak panik dalam mengatasi hal-hal yang tidak diinginkan, sehingga dapat memberikan kenyamanan bagi para pengunjung mall. (sih)

Dukung RUU-PKS, Women March Sumut Gelar Long March

DUKUNGAN: Aktivis Women March Sumut melakukan penanda-tanganan spanduk, sebagai dukungan agar RUU-PKS, segera disahkan, Kamis (5/3).
DUKUNGAN: Aktivis Women March Sumut melakukan penanda-tanganan spanduk, sebagai dukungan agar RUU-PKS, segera disahkan, Kamis (5/3).
DUKUNGAN: Aktivis Women March Sumut melakukan penanda-tanganan spanduk, sebagai dukungan agar RUU-PKS, segera disahkan, Kamis (5/3).
DUKUNGAN: Aktivis Women March Sumut melakukan penanda-tanganan spanduk, sebagai dukungan agar RUU-PKS, segera disahkan, Kamis (5/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU-PKS) sampai saat ini belum juga disahkan. Karena itu, Women March Sumatera Utara mengadakan aksi long march di Lapangan Merdeka Medan, mendukung RUU-PKS segera disahkan, Minggu (8/3).

Aksi yang digelar bertepatan dengan Hari Perempuan Internasional yang diperingati pada 8 Maret setiap tahunnya ini, diikuti puluhan peserta dari berbagai aliansi, di antaranya Komunitas Perempuan Hari Ini, Himpunan Serikat Perempuan Indonesia (Hapsari), Aliansi Sumut Bersatu (ASB), dan Lingkar Dara dan Serikat Jurnalistik Keberagaman (Sejuk).

Direktur Aliansi Sumut Bersatu (ASB), Ferry Wira Padang, atau kerap disapa Ira mengungkapkan, long march ini dilaksanakan sebagai bentuk kampanye untuk menyuarakan dukungan terhadap RUU-PKS. Sumut melalui Womens March mengadakan campaign untuk menyuarakan keadilan dan kesetaraan perempuan.

“Salahsatu isu yang kita usung adalah pemerintah segera mengesahkan Rancangan Undang Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU-PKS) dan menolak Rancangan Undang Undang Ketahanan Keluarga,” ujarnya.

Menurutnya, alasan mereka mendukung RUU PK karena melihat data dari Komnas Perempuan, bahwa setiap tahunnya angka kekerasan seksual semakin meningkat. “Ini menjadi dasar kita mendorong pemerintah mengesahkan RUU-PKS ini. Karena ini untuk kepentingan perempuan agar tidak mengalami kekerasan seksual,” ujar Ira.

Komnas Perempuan mencatat, jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan tahun 2019 meningkat 14%, yakni menembus angka 406.178 kasus dibanding tahun sebelumnya dengan 348.466 kasus.

Aksi damai ini memiliki rangkaian kegiatan, di antaranya teatrikal dari Hapsari Lubukpakam, pembacaan puisi, orasi, dan penggalangan tanda tangan dari masyarakat Kota Medan. Hal ini sebagai bentuk dukungan nyata agar RUU-PKS agar segera disahkan.

Terlihat, para peserta aksi dan masyarakat Kota Medan yang sedang berolah raga pagi di Lapangan Merdeka, tampak begitu antusias melakukan pembubuhan tanda tangan di kain putih panjang yang telah disediakan.

Ira menambahkan, tanda tangan ini sebagai bentuk pengumpulan dukungan dari masyarakat yang ikut mendukung RUUPKS. “Di sini kita juga lakukan pengumpulan tanda tangan dari masyarakat kota Medan. Hal ini dilakukan sebagai support terhadap perempuan korban kekerasan dan sebagai bentuk dukungan pengesahan RUU PKS menjadi sebuah undang-undang,” jelasnya.

Hal senada juga dikatakan, Ketua Perempuan Hari Ini, Lusty Ro Manna Malau. Ia mengungkapkan penggalangan tanda tangan tersebut sebagai bentuk solidaritas dukungan agar RUU-PKS disahkan.

Dalam aksi tanda tangan ini, Women March Sumatera Utara memiliki tagline yaitu ‘Sumut Menuju Provinsi Tanpa Kekerasan Seksual’.

“Kita di Sumut ini menuju daerah yang bebas dari kekerasan seksual. Itu tagline dari gerakan tanda tangan bahwa Sumut bisa menjadi daerah yang bersih dari kekerasan seksual,” tegasnya.

Hasil dari tanda tangan ini, lanjutnya, akan menjadi bukti dan dokumentasi masyarakat yang peduli terhadap perempuan. “Tanda tangan ini sebagai dokumentasi bagi para media dan ini juga menjadi catatan penting untuk mengetahui berapa banyak yang mendukung. Setelah acara ini bisa menjadi kuat dan solid,” tukasnya. (mag-1)