Home Blog Page 4418

KLHK Beli dan Olah Hasil Petani Hutan untuk Diberikan Gratis ke RS Rujukan Covid-19

SERAHKAN: UPT Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Wilayah Sumatera saat menyerahkan 300 paket suplemen ke RS GL Tobing Tanjungmorawa, Rabu (8/4).
SERAHKAN: UPT Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Wilayah Sumatera saat menyerahkan 300 paket suplemen ke RS GL Tobing Tanjungmorawa, Rabu (8/4).
SERAHKAN: UPT Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Wilayah Sumatera saat menyerahkan 300 paket suplemen ke RS GL Tobing Tanjungmorawa, Rabu (8/4).
SERAHKAN: UPT Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Wilayah Sumatera saat menyerahkan 300 paket suplemen ke RS GL Tobing Tanjungmorawa, Rabu (8/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui UPT Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Wilayah Sumatera, membeli produk hasil usaha petani hutan yang berasal dari Kelompok Usaha Perhutanan Sosial se-Sumatera. Produk dari hasil petani hutan itu akan disalurkan kepada tenaga medis yang bertugas di garda terdepan penanganan virus Covid-19 Corona.

Khusus untuk Provinsi Sumatera Utara disiapkan sebanyak 1.000 paket produk herbal yang disalurkan ke rumah sakit rujukan pasien Corona seperti RSUP H Adam Malik Medan, RSUD dr Pringadi Medan, RSU Universitas Sumatera Utara, dan Rumah Sakit GL Tobing Tanjungmorawa, Rabu (8/4). “Produk-produk ini dibeli dari Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) binaan KLHK yang berasal dari Provinsi Aceh, Sumbar dan Jambi. Dibagikan secara gratis kepada tenaga medis di rumah sakit yang sedang berjuang mengobati pasien Corona,’’ kata Plt Kepala Balai PSKL Wilayah Sumatera, Moamad Rizal Pahlevi SE MSi di Medan, kemarin.

Produksi Kelompok Usaha Perhutanan Sosial yang dibagikan antara lain madu, rendang jamur tiram, minyak serai wangi, gula semut, daun mimba yang mengandung banyak vitamin C. Berbagai produk hasil petani hutan ini diyakini dapat meningkatkan daya tahan tubuh, karena mengandung banyak zat pendorong imunitas tubuh manusia yang diolah dari alam.

Dengan pendampingan melalui program perhutanan sosial, produk para petani hutan tersebut kini sudah dikemas lebih modern dan melalui teknologi pengolahan yang memenuhi standar layak konsumsi.

Produk juga telah diteliti secara ilmiah kandungan antioksidan dan pelbagai zat yang membantu meningkatkan imunitas tubuh manusia dari serangan mikroogranisme penyebab penyakit.

‘’Petani hutan merupakan salah satu kelompok masyarakat yang terkena dampak dari pandemi Corona ini, dengan kami membeli produk usaha mereka diharapkan usaha yang telah dibangun tetap dapat berjalan dan Kami terus dorong petani hutan untuk meningkatkan produksinya, karena peminatnya juga semakin banyak. Dengan begitu ekonomi rakyat terus bergerak di tengah tantangan menghadapi pandemi Corona ini,’’ kata Rizal Pahlevi.

Untuk mendukung keberlangsungan produk dan meningkatkan kualitas petani hutan, KLHK melalui UPT Balai PSKL Wilayah Sumatera juga menyiapkan bantuan alat ekonomi produktif yang akan disebarkan kepada kelompok-kelompok tani hutan di wilayah binaan se-Sumatera.

Alat ekonomi produktif dimaksud berupa penunjang alat-alat kerja petani untuk meningkatkan produktivitas pengelolaan kawasan hutan. Ini akan membantu ekonomi para petani hutan untuk tetap bertahan di masa-masa sulit menghadapi pandemi Corona. Adapun besaran anggaran yang disiapkan mencapai Rp14 miliar, berupa pengadaan 124 unit alat ekonomi produktif.

Dengan berbagai langkah ini diharapkan masyarakat mendapatkan nilai tambah produknya.

Selain itu Balai PSKL Wilayah Sumatera juga telah melakukan upaya pencegahan penyebaran virus Corona diantaranya menyediakan tempat mencuci tangan di depan kantor, penyemprotan desinfektan ke seluruh ruangan kantor serta memberlakukan sistem kerjeja di rumah (WFH) bagi staf sesuai edaran dari Menteri LHK. (adz)

Bupati Samosir Letakkan Batu Pertama Rusun Medis RSUD Pangururan

BATU PERTAMA: Bupati Samosir lakukan peletakan batu pertama pembangunan Rusun Medis dan Paramedis di halaman RSUD Hadrianus Sinaga, Kelurahan Pintusona, Kecamatan Pangururan, Rabu (8/4).
BATU PERTAMA: Bupati Samosir lakukan peletakan batu pertama pembangunan Rusun Medis dan Paramedis di halaman RSUD Hadrianus Sinaga, Kelurahan Pintusona, Kecamatan Pangururan, Rabu (8/4).

Untuk Tempat Tinggal Dokter dan Perawat

BATU PERTAMA: Bupati Samosir lakukan peletakan batu pertama pembangunan Rusun Medis dan Paramedis di halaman RSUD Hadrianus Sinaga, Kelurahan Pintusona, Kecamatan Pangururan, Rabu (8/4).
BATU PERTAMA: Bupati Samosir lakukan peletakan batu pertama pembangunan Rusun Medis dan Paramedis di halaman RSUD Hadrianus Sinaga, Kelurahan Pintusona, Kecamatan Pangururan, Rabu (8/4).

SAMOSIR, SUMUTPOS.CO – Pembangunan rumah susun medis dan paramedis yang telah disosialisasikan sejak dua bulan lalu oleh Pemkab Samosir, akhirnya terealisasi. Bupati Samosir Drs Rapidin Simbolon MM didaulat meletakkan batu pertama (ground breaking) di halaman RSUD Hadrianus Sinaga, Kelurahan Pintusona, Kecamatan Pangururan, Rabu (8/4).

Rumah susun medis dan paramedis ini dibangun di atas lahan berukuran 14,9 meter x 62,5 meter dengan fasilitas 46 kamar tipe 36 dengan pagu anggaran Rp17,9 miliar. Bangunan ini digunakan sebagai tempat tinggal para dokter dan perawat serta bidan agar siap melayani pasien selama 24 jam. Pihak RSUD juga siap memberikan pelayanan kepada keluarga pasien yang membutuhkan penginapan dengan mengikuti persyaratan administrasi yang berlaku.

Silalahi ST mewakili PT SOGOS selaku pemenang tender mengatakan, pembangunan rusun ini disebut sebagai proyek Sumatera IV dengan masa pengerjaan 7 bulan. “Masa waktu pengerjaannya sangat sempit, sementara saat pematangan lahan kami sudah kena Argo (red: pemotongan waktu). Mudah-mudahan nantinya kami mendapat perhatian adindum untuk penambahan waktu,” kata Sony.

Penatua adat Kelurahan Pintusona, Jabarang Simbolon selaku keturunan pemilik lahan, mengaku turut bangga dengan semakin majunya pembangunan RSU di Kelurahan Pintusona. “Kami sebagai keturunan pemberi tanah sangat mengapresiasi pemerintah dalam peningkatan pembangunan rumah sakit umum di Kelurahan Pintusona ini, sehingga lahan yang diberikan oleh Opung kami pada tahun 1956 bisa berkembang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di bidang kesehatan,” harapnya.

Sementara Bupati Samosir Rapidin Simbolon dalam sambutannya juga mengaku bangga atas pemberian lahan oleh pendahulu dari keturunannya sekarang dan telah lama digunakan sebagai RSU tempat fasilitas kesehatan di kabupaten Samosir. “Terimakasih atas pemberian lahan ini sebagai tempat fasilitas kesehatan. Pemkab akan terus berusaha agar fasilitas kesehatan di rumah sakit ini semakin meningkat. Diantaranya dengan menggiring dana dari pusat atau Kementerian Kesehatan,” kata Bupati. (win)

Program Asimilasi dan Integrasi, Sudah 4.698 Napi di Sumut Bebas

SUMUTPOS.CO – Sebanyak 4.698 wargabinaan di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara menghirup udara bebas. Pembebasan tersebut, melalui program asimilasi dan intergrasi sesuai dengan Keputusan Menteri (Kepmen) Nomor M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020, pengeluaran Narapidana dan Anak.

Hal itu, diungkap Humas Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sumut, Josua Ginting. Ia mengatakan, data tersebut rekapitulasi penerima asimilasi tanggal 1 hingga 7 April 2020.

“Dengan perincian asimilasi narapidana 4.401 orang, asimilasi 81 orang, PB narapidana 134 orang, CB narapidana 32 orang, bebas murni narapidana 47 orang dan bebas murnis anak 1 orang. Jadi, totalnya 4.698 orang,” ujarnya, Rabu (8/4).

Ribuan napi asimilasi itu, merupakan penghuni 39 UPT di Sumut, terdiri Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), Rumah Tahanan Negara (Rutan) dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) di Sumut.

Josua menjelaskan, Program Asimilasi dan Intergrasi tersebut, merupakan kebijakan dari Pemerintah Pusat untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran virus corona atau Covid-19 di Lapas, Rutan dan LPKA.

“Untuk pencegahan penyebaran Covid-19, saya menginstruksikan Lapas, Rutan dan Lapas Anak agar dilakukan penyemprotan disinfektan dan seleksi suhu tubuh dan mencuci tangan,” kata Josua.

Untuk di Sumut, napi yang menerima Program asimilasi dan intergrasi sebanyak 9.589 narapidana, terdiri napi yang sudah menjalani setengah masa hukuman atau asimilasi per 1 hingga 7 April 2020. Sedangkan yang telah menjalani 2/3 masa hukuman atau Pembebasan Bersyarat, Cuti Bersyarat dan Cuti Menjelang Bebas (CMB) tercatat 4.487 orang. (man)

Regal Springs Bagikan Disinfektan, Sabun, & Tempat Cuci Tangan

Biro Humas & Keprotokolan Setdaprovsu / Fahmi Aulia SERAHKAN BANTUAN: Tim Regal Springs Indonesia (RSI) foto bersama saat memberikan bantuan berupa sabun cuci tangan, bahan disinfektan, tempat cuci tangan dan bahan-bahan edukasi dalam upaya penanganan Covid-19 di Polsek Parapat, Rabu (8/4).
Biro Humas & Keprotokolan Setdaprovsu / Fahmi Aulia SERAHKAN BANTUAN: Tim Regal Springs Indonesia (RSI) foto bersama saat memberikan bantuan berupa sabun cuci tangan, bahan disinfektan, tempat cuci tangan dan bahan-bahan edukasi dalam upaya penanganan Covid-19 di Polsek Parapat, Rabu (8/4).
Biro Humas & Keprotokolan Setdaprovsu / Fahmi Aulia SERAHKAN BANTUAN: Tim Regal Springs Indonesia (RSI) foto bersama saat memberikan bantuan berupa sabun cuci tangan, bahan disinfektan, tempat cuci tangan dan bahan-bahan edukasi dalam upaya penanganan Covid-19 di Polsek Parapat, Rabu (8/4).
SERAHKAN BANTUAN: Tim Regal Springs Indonesia (RSI) foto bersama saat memberikan bantuan berupa sabun cuci tangan, bahan disinfektan, tempat cuci tangan dan bahan-bahan edukasi dalam upaya penanganan Covid-19 di Polsek Parapat, Rabu (8/4).
Biro Humas & Keprotokolan Setdaprovsu / Fahmi Aulia

PARAPAT, SUMUTPOS.CO –Sejak Februari, Regal Springs Indonesia (RSI) bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten di Toba, Samosir, Simalungun dan Serdang Bedagai, melakukan berbagai upaya dalam penanganan risiko Covid-19 di masyarakat setempat. Kegiatan itu dilakukan melalui Program Keberlanjutan KAMI PEDULI.

“Sejak kami mengaktifkan Rencana Penanganan Risiko Covid-19 Regal Springs Indonesia pada Februari, kami juga telah menyesuaikan Program Kemasyarakatan KAMI PEDULI bekerjasama dengan pemerintah kabupaten, untuk menjalankan program-program penyadaran tentang COVID-19,” kata Dian Octavia, Community Affairs Senior Manager di Parapat, Sumatera Utara, Rabu (8/4).

Menurutnya, kesehatan dan keselamatan masyarakat sekitar sama pentingnya dengan kesehatan dan keselamatan karyawan Regal Spring.

“Karena itu upaya kami tidak terbatas di dalam fasilitas-fasilitas perusahaan namun juga ditujukan ke masyarakat setempat,” kata Dian.

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan bersama dengan dinas kesehatan setempat meliputi pembagian sabun cuci tangan, bahan disinfektan, tempat cuci tangan dan bahan-bahan edukasi. “Kami telah bertemu dengan Bupati Serdang Bedagai dan Bupati Toba untuk mengkoordinasikan upaya-upaya rencana penanganan risiko Covid-19. Kami tengah memesan masker wajah, alat pelindung diri untuk petugas kesehatan dan termometer genggam untuk disumbangkan kepada pemerintah kabupaten-kabupaten tersebut,” kata Dian.

Regal Springs Indonesia mengoperasikan sarana budidaya dan pengolahan Tilapia bertanggung jawab di Sumatera Utara dan Jawa Tengah. (rel/adz)

Tebingtinggi Rampungkan Tempat Karantina Corona

TINJAU: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Kapolres Tebingtinggi AKBP James P Hutagaol dan Ketua DPRD Basyaruddin Nasution saat meninjau gedung TC Sosial sebagai tempat karantina ODP. sopian/sumut pos
TINJAU: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Kapolres Tebingtinggi AKBP James P Hutagaol dan Ketua DPRD Basyaruddin Nasution saat meninjau gedung TC Sosial sebagai tempat karantina ODP. sopian/sumut pos
TINJAU: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Kapolres Tebingtinggi AKBP James P Hutagaol dan Ketua DPRD Basyaruddin Nasution saat meninjau gedung TC Sosial sebagai tempat karantina ODP.  sopian/sumut pos
TINJAU: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Kapolres Tebingtinggi AKBP James P Hutagaol dan Ketua DPRD Basyaruddin Nasution saat meninjau gedung TC Sosial sebagai tempat karantina ODP.
sopian/sumut pos

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – WALI Kota TebingtinggI Umar Zunaidi Hasibuan beserta Kapolres Tebingtinggi AKBP James P Hutagaol dan Ketua DPRD Basyaruddin Nasution melihat kondisi tempat karantina bagi orang dalam pantauan (ODP) Covid 19 di Gedung TC Sosial Jalan Rumah Sakit Umum Kota Tebingtinggi, Rabu (8/4). Pengecekan dilakukan untuk mengetahui kesiapan tim medis serta fasilitas dalam merawat OPD.

“Satu sampai dua hari ini diperkirakan selesai. Saat ini yang baru ada untuk 20 tempat tidur bagi ODP yang akan menjalani karantina selama 14 hari karena diduga terpapar Covid 19,” jelas Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan.

ODP yang nantinya menjalani karantina di sini adalah orang orang yang baru pulang dari daerah epidemi Covid 19 baik dari dalam negeri, luar negeri dan dalam daerah zona merah Covid 19. “Karantina ini diperuntukan oleh kaum pria saja, itupun dilakukan di sini apabila keluarga memberikan izin untuk dikarantina karena ditolak keluarga untuk di isolasi mandiri di rumah,” jelasnya.

Jika ODP tidak mau dirawat karantina di TC ini, maka akan diberlakukan isolasi mandiri di rumah dan tidak ke luar rumah selama 14 hari. Untuk itu, jika isolasi di rumah, maka dimintakan kepada lurah dan kepala lingkungan serta tenaga medis kesehatan untuk terus melakukan pemantauan secara kontinu hingga masa ingkubasi terakhir.

“Inilah yang kita lakukan untuk yang terbaik kepada masyarakat Kota Tebingtinggi untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19 di Kota Tebingtinggi. Sekali lagi, kami bersama pimpinan Forkompinda meminta kepada warga yang memantau saat ini jangan pulang mudik ke Tebingtinggi, sayangilah kami, karena kita adalah bangsa yang mau bergotong royong dalam memerangi Covid 19,” tegas Umar. (ian/azw)

Dijelaskan Umar Zunaidi Hasibuan yang di dampingi oleh Juru Bicara penanganan penyebaran Covid 19 Kota Tebingtinggi, dr Nanang Fitra Aulia menjelaskan bahwa di Tebingtinggi saat ini masih negativ Covid 19, tetapi untuk ODP mengalami kenaikan, hingga sore ini tercatat sebanyak 493 ODP dengan jumlah PDP sebanyak 4 orang.

“Kami kembali mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Tebingtinggi untuk terus menjaga kesehatan, pakai masker baik yang sakit dan sehat, karena itu merupakan himbauan dari WHO, semua orang harus menggunakan masker, rajin cuci tangan dan komsumsi makanan yang bergizi,” pintanya. (ian/azw)

Persediaan Pangan Sergai Aman

istimewa PANEN: Bupati Sergai Soekirman (kanan) menunjukkan hasil panen padi organik di Sergai, beberapa waktu lalu.
istimewa PANEN: Bupati Sergai Soekirman (kanan) menunjukkan hasil panen padi organik di Sergai, beberapa waktu lalu.
istimewa PANEN: Bupati Sergai Soekirman (kanan) menunjukkan hasil panen padi organik di Sergai, beberapa waktu lalu.
PANEN: Bupati Sergai Soekirman (kanan) menunjukkan hasil panen padi organik di Sergai, beberapa waktu lalu.

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) memiliki luas sawah 28.016,95 hektare. Lahan pertanian ini berada di 17 kecamatan dan 243 desa/kelurahan dengan jumlah penduduk mencapai 610.900 jiwa.

“Potensi pertanian cukup luas dan saat ini masih panen, persediaan pangan di Kabupaten Sergai dalam menghadapi wabah Covid-19 masih aman bahkan surplus,” demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian Sergai, Radianto, Rabu (8/4), dalam siaran persnya.

Ia menambahkan sentra tanaman padi antara lain berada di Kecamatan Pegajahan, Perbaungan, Pantaicermin, Teluk Mengkudu, Seirampah, Sei Bamban, Tebingtinggi, Tanjungberingin, Bandarkhalipah, Tebingsyahbandar, Serbajadi, Silinda, Dolokmasihul dan Sipispis.

Pada tahun 2019 Kabupaten Sergai dengan luas panen 69.018 hektare menghasilkan beras 250.198 ton dengan kebutuhan 77.169 ton sehingga surplus 173.029 ton. Sedangkan luas panen dari bulan Januari hingga April 2020 seluas 25.266 ha menghasilkan beras 91.592 ton.

“Kebutuhan beras di Kabupaten Serdang Bedagai selama periode Januari sampai April ini adalah 25.731 ton, sehingga masih surplus 65.861 ton. Dengan kebutuhan beras rata-rata per bulan sebesar 6.433 ton, maka sampai periode panen Agustus-September ketersediaan pangan di Kabupaten Serdang Bedagai masih aman,” bebernya.

Radianto menjelaskan, Kabupaten Sergai dengan pola tanam yang dimulai di bulan April sampai September 2020 dengan estimasi tanam seluas 28.016,95 hektare, maka akan didapatkan luas panen untuk periode September-Desember seluas 26.988 hektare dengan estimasi provitas 5,8 ton per hektare, maka didapatkan produksi 156.530 ton. Dengan demikian akan didapatkan beras 98.206,92 ton.

“Maka Estimasi kebutuhan beras di Kabupaten Serdang Bedagai untuk periode Mei sampai Desember adalah 51.462 ton, maka berdasarkan estimasi tersebut masih akan ada surplus beras 46.744,92 ton,” terangnya.

Terpisah, Terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi mengatakan Kementerian Pertanian(Kementan) bersama pemerintah derah (Pemda) dan pelaku usaha bekerja sama dalam penanggulangan penyebaran wabah covid 19 dengan menyediakan pangan selama pandemik berlangsung. Sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, hasil panen petani harus menguntung dan distribusi pangan pun dipastikan lancar. (bbs/azw)

“Masyarakat tidak perlu panik terkait ketersediaan pangan, Kementan dan pemda menjamin dan akan terus bekerjasama memenuhi ketersediaan tersebut,” katanya.

Secara nasional, Kementan memperkirakan panen raya akan berlangsung April dengan luas panen sekitar 1,73 juta hektare dengan produksi 5,27 juta ton beras. Kemudian, panen padi akan berlanjut pada Mei dengan luas panen sekitar 1,38 juta hektare dengan produksi 3,81 juta ton beras.

“Karena itu sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, pangan harus aman dan harga stabil. Kami mengantisipasi jangan sampai harga gabah di tingkat petani jatuh di bawah harga pembelian pemerintah (HPP),” tegasnya.

“Pemerintah dalam hal ini Kementan melakukan intervensi dan upaya untuk stabilisasi harga saat panen padi ini. Kami punya program Kostraling (Komando Startegi Penggilingan Padi) melalui pendekatakan KUR (Kredit Usaha Rakyat),” pungkasnya. (bbs/azw)

Penyaluran Program Sembako di Tebingtinggi Berjalan Lancar, 5000 KK akan Kembali Menerima Bantuan

PENYALURAN: Penyaluran Program sembako di e-warong, petugas dari TNI membantu warga membawa beras kepada KPM, Rabu (8/4). sofyan/sumut pos
PENYALURAN: Penyaluran Program sembako di e-warong, petugas dari TNI membantu warga membawa beras kepada KPM, Rabu (8/4). sofyan/sumut pos
PENYALURAN: Penyaluran Program sembako di e-warong, petugas dari TNI membantu warga membawa beras kepada KPM, Rabu (8/4). sofyan/sumut pos
PENYALURAN: Penyaluran Program sembako di e-warong, petugas dari TNI membantu warga membawa beras kepada KPM, Rabu (8/4). sofyan/sumut pos

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Penyaluran sembako di Kota Tebingtinggi khususnya di Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi berjalan lancar. Semua berjalan sesuai dengan petunjuk protokoler penangan Covid 19, yang dimulai tanggal 7- 10 April 2020.

Penyaluran Program sembako Tahun 2020 dilaksanakan di seluruh warong elektronik (e-warong) yang ada di Tebingtinggi. Jumlahnya sebanyak 12 e-warong. Tidak ada kendala, penerima bantuan sembako ini untuk keluarga penerima mamfaat dari program keluarga harapan (PKH) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di Kota Tebingtinggi berjumlah 8.629 KPM.

Dalam penyalurannya, masyarakat datang untuk mengambil sembako dengan menggunakan kartu kombo (ATM). Pemilik kartu diwajibkan menggunakan masker, mencuci tangan sebelum melakukan transaksi dan menjaga jarak 1, 5 meter.

Pendamping Program Sembako dari Kemensos RI Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi, Sopian mengatakan saat penyaluran program sembako bulan April tahun 2020 ini di mana KPM mendapatkan Rp200.000 dan ini sudah dimulai dari bulan Maret 2020. program sebelumnya KPM hanya menerima Rp 150.000 per bulan.

“Terkait imbas covid 19 ini, Presiden RI, Pak Jokowi telah memberikan tambahan Rp50.000 untuk program sembako bagi penerima PKH dan KKS di Indonesia. Jumlah yang diterima Rp200.000 per KPM,” jelasnya.

Kepala Dinas Sosial Kota Tebingtinggi M Syah Irwan mengatakan akan terus berkoordinasi dengan pendamping (TKSK) agar memonitor penyaluran program sembako bulan April tang yang bertepatan dengan mewabahnya virus Covid 19.

Dalam program sembako ini, KPM menerima sembako dalam bentuk barang seperti beras 10 kilogram (kg), telur 14 butir, tempe ukuran besar 2 batang, buah pir, kacang hijau 1 kg, teri nasi 1/4 kg, dan sayur wortel 1 kg.

Sementara, Pemko Tebingtinggi akan membantu 5.000 Kepala Keluarga (KK) untuk menerima bantuan paket sembako.

“Tanggal 16 April akan dibagikan kepada masyarakat yang terimbas Covid 19 sebanyak 5.000 Paket sembako. Sembako ini akan membantu warga dalam pemenuhan kebutuhan hidup,” jelas Wali Kota Tebingtinggi melalui Kabag Perekonomian Kota Tebingtinggi Zahidin, Rabu (8/4).

Penerima bantuan sembako ini nantinya di peruntukan bagi masyarakat diluar penerima bantuan PKH, KKS (bantuan sembako) dan penerima beras madani. Bantuan ini di khususkan kepada yang paling berdampak yaitu ekonomi bagi masyarakat miskin di Kota Tebingtinggi.

“Penerimanya yaitu pedagang pedagang kecil, penarik becak bermotor, supir angkot, ojol dan korban PHK akibat dampak Covid 19,” jelasnya.(ian/azw)

RSUD Batubara Tak Siap Hadapi Corona

BERBINCANG: Gubsu Edy Rahmayadi (tengah) berbincang saat berkunjung ke RSUD Batubara, Rabu (8/4).
BERBINCANG: Gubsu Edy Rahmayadi (tengah) berbincang saat berkunjung ke RSUD Batubara, Rabu (8/4).
BERBINCANG: Gubsu Edy Rahmayadi (tengah) berbincang saat berkunjung ke RSUD Batubara, Rabu (8/4).
BERBINCANG: Gubsu Edy Rahmayadi (tengah) berbincang saat berkunjung ke RSUD Batubara, Rabu (8/4).

BATUBARA, SUMUTPOS.CO – Usai roundown di Kota Tanjungbalai, Gubernur Sumatera Utara (GUBSU) Edy Rahmayadi peninjau Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Batubara, Rabu (9/4). sekitar pukul 12.35 WIB.

Dalam perbincangan Direktur RSUD dr JL Purba tidak mampu menjawab segala pertanyaan yang di lontarkan Gubernur Edi. Termasuk kesiapan tim medis saat menghadapi pasien tertular Virus Corona. Bahkan tenaga medis RSUD Batubara tidak paham cara menggunuakan APD (alat pelindung diri).

“Ini menyangkut nyawa orang lho, hati-hati kalian” ketus Edy kepada mereka.

Ucapan pedasnya itu, lansung didengar oleh yang berada di dalam ruangan VIV, di antaranya, Bupati Batubara, Ir Zahir, Ketua DPRD M Syafii, Sekda Sakti Alam Siregar, Kepala Dinas Kesehatan drg Wahid Khusairi, Kapolres Batubara AKBP Ikhwan Lubis, dan para awak media yang turut ambil kesempatan dalam liputan.

Berikutnya, Gubsu meminta kepada tenaga medis untuk mencatat kekurangan yang dibutuhkan RSUD Batubara terkait penanganan Corona dan fungsi dari alat yang diberikan.”Catat itu, apa-apa saja yang kurang paham terkait bagaimana cara menggunakan APD yang benar” ujar Gubsu.

Permintaan Edi itu, setelah dr Restuti meminta peragakan kepada para tenaga medis bagaimana cara menggunakan APD yang sesungguhnya.

Mirisnya, para tenaga medis yang seyogianya bertugas untuk menangani tentang Covid-19, tidak tau bagaimanan cara untuk menggunakan APD jenis pakaian pelindung Virus Corona.

Hal itu dapat dibuktikan, ketika dr Restuti yang tergabung dalam rombongan guburnur meminta bagaimana cara untuk menggunaknannya.

Saat itu juga, Gubsu Edi mencontohkan kepada anak buah Direktur RSUS, seandainya ini (Pabung Kodim 0208) sebagai pasien Corono, lantas apa yang ibu lakukan, tanya Gubsu. Namun jawaban tenaga medis tak sama apa yang disampaikan Gubsu.

“Kalau begini caranya belum siap, makin mati orang nanti,” kata Gubsu di hadapan Bupati Batubara Zahir.

“Pak dokter jangan main-main,” ungkap Gubernur Edy secara langsung kepada Direktur RSUD Batubara, dr JL Purba saat berada di dalam ruangan VIP atau ruangan Isolasi Covid-19.

Di tempat itu juga, Gubsu menyarankan kepada pihak RSUD Batubara dan Kepala Dinas Kesehatan segera mengirim tenaga medis ke Medan untuk diberikan pelatihan. (mag-14/azw)

Gubernur Sumatera Utara Tinjau Lokasi Isolasi TKI

KUNJUNGI KOTA TANJUNGBALAI: Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi didampingi oleh Tim Gugus percepatan penanganan Covid 19 Sumatera Utara, Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial, dan Bupati Asahan H Surya, memberi pengarahan kepada petugas kesehatan saat berkunjung ke Rumah Sakit Umum Daerah Tengku Mansyur di Kota Tanjungbalai, Rabu (8/4).
KUNJUNGI KOTA TANJUNGBALAI: Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi didampingi oleh Tim Gugus percepatan penanganan Covid 19 Sumatera Utara, Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial, dan Bupati Asahan H Surya, memberi pengarahan kepada petugas kesehatan saat berkunjung ke Rumah Sakit Umum Daerah Tengku Mansyur di Kota Tanjungbalai, Rabu (8/4).
KUNJUNGI KOTA TANJUNGBALAI: Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi didampingi oleh Tim Gugus percepatan penanganan Covid 19 Sumatera Utara, Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial, dan Bupati Asahan H Surya, memberi pengarahan kepada petugas kesehatan saat berkunjung ke  Rumah Sakit Umum Daerah Tengku Mansyur di Kota Tanjungbalai, Rabu (8/4).
KUNJUNGI KOTA TANJUNGBALAI: Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi didampingi oleh Tim Gugus percepatan penanganan Covid 19 Sumatera Utara, Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial, dan Bupati Asahan H Surya, memberi pengarahan kepada petugas kesehatan saat berkunjung ke Rumah Sakit Umum Daerah Tengku Mansyur di Kota Tanjungbalai, Rabu (8/4).

TANJUNG BALAI, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengunjungi RSUD Dr Tengku Mansyur dan lokasi isolasi tenaga kerja indonesia (TKI) dari Malaysia untuk memastikan penanganan dan pencegahan Covid-19 di Kota Tanjungbalai berjalan dengan baik.

Didampingi Wali Kota Tanjung Balai M Syahrial dan Bupati Asahan Surya, Gubernur Edy Rahmayadi langsung mendatangi tempat Isolasi TKI dari Malaysia yang terletak di Kecamatan Sei Tualang Raso. Di sana Gubernur Edy bertemu dengan 20 orang TKI yang sedang dikarantina, juga terdapat 1 ibu hamil, 1 warga Jakarta dan 1 warga Madiun.

“Kalian tidak sedang dihukum, tetapi sedang menjalakan prosedur untuk meminimalisir penyebaran Covid-19. Selama menjalani masa isolasi, banyak berolahraga dan terus berdoa agar semuanya bisa sehat,”ujar Gubernur Edy.

Setelah itu, Gubernur beserta rombongan menuju ke RSUD Dr Tengku Mansyur. Di sana Edy Rahmayadi juga memastikan kelengkapan dan ketersediaan alat untuk penanganan pasien Covid-19 kepada tim yang akan bertugas menangani pasien. “Dengan petugas kesehatan yang sudah dilengkapi APD, saya harap rumah sakit jangan ada yang menolak pasien baik itu ODP ataupun PDP,” pesan Edy.

Bersamaan dengan itu, Edy pun menyerahkan bantuan kepada pihak rumah sakit berupa 50 Alat Perlindungan Diri (APD), 100 buah Rapid test dan 1.000 masker. Setelah itu Gubernur meninjau keadaan ruang isolasi yang ada di RSUD Dr Tengku Mansyur.

Pada kesempatan tersebut, Edy pun menjelaskan kenapa Tanjungbalai berstatus Zona Merah. “Karena banyaknya pelabuhan yang timbul di antara Kota Tanjungbalai dengan Kabupaten Asahan, sehingga para TKI dari negara Malaysia pasti berlabuhnya kesini, seperti tadi ada yang asal Jakarta dan Jawa Timur semuanya berlabuh kesini. Tapi saat ini sudah diisolasi oleh bapak Walikota Tanjungbalai,”ujar Edy.

Ia pun melanjutkan bahwa zona merah yang diberikan karena letak geografis Tanjungbalai. “Jika dilihat dari jumlah kasus, Tanjungbalai memang belum ditemukan pasien yang positif, tapi secara letak geografi bisa dikatakan zona merah agar diperhatikan datangnya orang terutama dari Malaysia,” terangnya.

Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial mengapresiasi kepedulian Gubernur Edy dengan mengunjungi langsung Kota Tanjungbalai. “Saya selaku Wali Kota Tanjungbalai, mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi yang telah hadir untuk melihat situasi dari Kota Tanjungbalai. Di mana kehadiran beliau memberikan kami pencerahan dan ilmu untuk menuntaskan penyebaran dari Covid-19,” ujarnya.

Syahrial juga berpesan agar warga Tanjungbalai mengikuti instruksi gubernur dengan tetap berada di rumah.”Saya juga mengimbau warga Kota Tanjungbalai agar tidak keluar rumah dan tetap menjaga kesehatan. Saya juga mengharapkan dengan kehadiran bapak gubernur meninjau RSUD T Mansyur Tanjungbalai dapat membantu memfasilitasi perlengkapan APD kami untuk menangani pasien PDP,” pungkasnya. (prn/azw)

IDI Binjai Bagi-bagi Masker ke Penarik Betor

MEMBERI: Wakil Ketua IDI Cabang Kota Binjai, dr Melyana Bangun (tengah) memberikan bantuan sembako sekaligus mengedukasi masyarakat menggunakan masker kepada penarik becak bermotor. tedi/SUMUT POS
MEMBERI: Wakil Ketua IDI Cabang Kota Binjai, dr Melyana Bangun (tengah) memberikan bantuan sembako sekaligus mengedukasi masyarakat menggunakan masker kepada penarik becak bermotor. tedi/SUMUT POS
MEMBERI: Wakil Ketua IDI Cabang Kota Binjai, dr Melyana Bangun (tengah) memberikan bantuan sembako sekaligus mengedukasi masyarakat menggunakan masker kepada penarik becak bermotor. tedi/SUMUT POS
MEMBERI: Wakil Ketua IDI Cabang Kota Binjai, dr Melyana Bangun (tengah) memberikan bantuan sembako sekaligus mengedukasi masyarakat menggunakan masker kepada penarik becak bermotor. tedi/SUMUT POS

BINJAI, SUMUTPOS.CO – IKATAN Dokter Indonesia Cabang Kota Binjai menunjukkan rasa kemanusiaannya di tengah Pandemi Covid-19. Aksi kemanusiaan yang dilakukan kumpulan dokter ini menyasar kepada penarik becak bermotor.

Menurut Ketua IDI Cabang Kota Binjai, dr Evan Doni, aksi kemanusiaan berbagi kepada penarik betor ini dilakukan spontanitas. Artinya, tanpa perencanaan jauh hari sebelumnya.

“Kegiatan kami hari ini spontanitas untuk berbagi kepada masyarakat yang terkena dampak Virus Corona atau Covid-19. Semoga bantuan yang diberikan dapat mengurangi beban mereka dan keluarganya yang terkena dampak Virus Corona,” kata Evan didampingi Wakil Ketua IDI Cabang Kota Binjai, dr Melyana Bangun, Rabu (8/4).

Pembagian sembako dilakukan di Sekretariat IDI Cabang Kota Binjai, Jalan T Imam Bonjol Nomor 69, Binjai Selatan. Pengendara betor yang melintas di depan Sekretariat IDI Cabang Binjai dipanggil.

“Kami dari IDI Cabang Binjai memberikan bantuan sembako. Di dalamnya, juga ada masker. Langsung dipakai ya maskernya, supaya kita semua tidak tertular dan menulari,” kata Melyana.

Sasaran kepada penarik Betor diambil karena mereka salah satu masyarakat yang terkena dampaknya langsung. Sebab, pesan Presiden Joko Widodo yang diteruskan kepada bupati/wali kota sudah menyerukan untuk pembatasan keluar rumah dan berkumpul.

“Hari ini kami membagikan 30 paket sembako dan di dalamnya juga berisikan masker. Diharapkan, masker yang kami bagi dapat dimanfaatkan oleh abang-abang becak kita di Kota Binjai. Gunakan masker agar dapat memutuskan mata rantai dari penularan dan penyebaran Virus Corona,” seru dia.

Dia juga mengajak, agar masyarakat dapat mengurangi aktivitas di luar rumah. Ini sejalan dengan seruan sekaligus imbauan Presiden Joko Widodo untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Corona atau Covid-19.

“Kalau yang tidak dianggap perlu sekali, lebih baik di rumah saja. Dan yang paling penting adalah, memakai masker kalau memang keluar rumah serta rajin mencuci tangan,” pungkasnya. (ted/azw)