Home Blog Page 4419

Raker Karo Bahas Anggaran Penanganan Covid-19

RAPAT: Raker pembahasan anggaran dan penanganan Covid-19R di Karo. Solideo/SUMUT POS
RAPAT: Raker pembahasan anggaran dan penanganan Covid-19R di Karo. Solideo/SUMUT POS
RAPAT: Raker pembahasan anggaran dan penanganan Covid-19R di Karo. Solideo/SUMUT POS
RAPAT: Raker pembahasan anggaran dan penanganan Covid-19R di Karo. Solideo/SUMUT POS

KARO, SUMUTPOS.CO – Ketua DPRD Karo Iriani Tarigan meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo dalam hal ini Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 memaparkan secara detail langkah penanganan yang sudah dilakukan.

Iriani menegaskan DPRD Karo akan membantu Pemerintah Kabupaten Karo dan Gugus Tugas Covid-19 dalam penanganan virus corona, di antaranya soal anggaran.

“Menyikapi bencana non-alam (Covid-19) ini, apa yang dibutuhkan ke depan, baik segi anggaran dan yang lainnya, DPRD akan memutuskan sikap jika hal tersebut dalam rapat kerja ini dapat secara detail dirincikan,” kata Iriani saat menggelar Rapat Kerj (Raker) dengan Bupati Karo Terkelin Brahmana di Gedung DPRD Karo, Selasa (7/4).

Raker tersebut dihadiri 12 anggota DPRD Karo, Bupati Karo Terkelin Brahmana yang kini menjadi Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karo, Wakil Bupati Karo Cory Seriwaty Sebayang, Wakil Ketua I Gugus Tugas Covid-19 Dandim 0205/TK Letkol Inf Taufik Rizal Batubara, Wakil Ketua II Gugus Tugas Covid-19 Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo Indriono, Sekda Karo Kamperas Terkelin Purba, Asisten I Davit Trimei, Asisten III Mulianta Tarigan, Asisten II Dapat Kita Sinulingga, Kalak BPBD Karo Martin Sitepu, Kepala Bappeda Nasib Sianturi, Kepala Dinas Kesehatan Karo Irna Safrina, Ka DPKPAD Andreasta, Dansubdenpom I/2-1 Kapten CPM Dwi Darsono.

Terkelin Brahmana menjelaskan tentang perubahan kepengurusan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang telah disahkan melalui SK Bupati Karo Nomor: 360/116/BPBD /2020 tanggal 7 April 2020. Berdasarkan kepengurusan baru, Ketua Gugus Tugas Covid-19 kini dijabat Bupati Karo Terkelin Brahmana, dan Wakil Ketua I Gugus Tugas Covid-19 Dandim 0205/TK Letkol Inf Taufik Rizal Batubara, Wakil Ketua II Gugus Tugas Covid-19 Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo Indriono.

Disebutkan Terkelin, dalam penanganan Covid-19, Gugus Tugas Covid-19 semasa dijabat Martin Sitepu (Kepala BPBD Karo) selaku Ketua Gugus Tugas Covid-19, telah melaksanakan sejumlah kegiatan dalam pencegahan virus corona, di antaranya penyemprotan disinfektan hingga ke wilayah desa, dan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat untuk menerapkan social distancing, physical distancing, cuci tangan, dan penggunaan masker.

Menyoal anggaran dalam penanganan Covid-19, Terkelin mengaku sedang menyusun anggaran pembiayaan. “OPD teknis sedang menyusun biaya anggran, sehingga secara detail belum dapat kita paparan. Masih tahap penyelesaian. Saatnya nanti kita sampaikan, jika berkenan Dewan terhormat supaya disetujui,” ujar Terkelin.

Wakil Ketua Gugus Tugas Covid-19 Letkol Inf Taufik Rizal Batubara menyebutkan penanganan wabah Covid-19 selama ini sudah berjalan secara berkala. Namun, untuk ke depan dalam penanganan virus corona, Rizal menyarankan pendirian posko Tim Terpadu Gugus Tugas di jalur lintas perbatasan Kabupaten Karo dengan kabupaten lainnya.

“Untuk antisipasi ini, wilayah jalur masuk perbatasan agar dibuatkan Pos Tim Gugus Terpadu, gunanya mengoptimalkan pengawasan dan pencegahan bagi kendaraan masuk dan keluar (Kabupaten Karo),” ujarnya. Taufik mengemukakan, tim terpadu sudah terbentuk dan sebelum dilaksanakan, lebih dulu akan dilakukan simulasi.

Sementara itu Wakil Ketua II Gugus Tugas Covid-19, Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo Indriono menjelaskan, dalam penanganan wabah virus corona, Polres Tanah Karo turut membantu Gugus Tugas dalam pencegahan dan penularan Covid-19. “Baik pendampingan ke lapangan penyemprotan disinfektan. Bahkan mobil water cannon juga diterjunkan,” katanya. (deo/azw)

Selain itu, Yustinus menegaskan, Kepolisian Resor Tanah Karo menjalankan Maklumat Kapolri dengan melaksanakan patroli pada pagi, siang, dan malam hari.

“Untuk memberikan edukasi sekaligus mengimbau masyarakat agar tidak berkerumun,” ujarnya. Anggota DPRD Karo Jun Arif Bangun dan Herti Delima dari Fraksi Golkar dan Hanur menyepakati dalam penanganan Covid-19, dibutuhkan anggaran terlebih mengenai alat pelindung diri (APD) untuk tenaga medis.

“Maka Fraksi Golkar dan Fraksi Hanura tidak keberatan anggaran ditampung dan disediakan demi keselamatan masyarakat banyak. Sebab ini prioritas paling utama,” kata Jun Arif dan Herti.

Rapat kerja pembahasan anggaran penanganan Covid-19 ditunda, menunggu Pemerintah Kabupaten Karo menyerahkan data secara rinci kebutuhan anggaran untuk penanganan virus corona. Rencananya, kebutuhan anggaran baru akan diserahkan Pemkab Karo kepada DPRD Karo pada Rabu 8 April 2020.

Pulang dari Malaysia Jalani Tes Rapid, 120 TKI Ditempatkan di Cadika

PEMERIKSAAN: Para TKI ilegal baru pulang dari Malaysia diamankan TNI AL menjalani pemeriksaan, termasuk pemeriksaan kesehatan terkait wabah Virus Corona.
PEMERIKSAAN: Para TKI ilegal baru pulang dari Malaysia diamankan TNI AL menjalani pemeriksaan, termasuk pemeriksaan kesehatan terkait wabah Virus Corona.
PEMERIKSAAN: Para TKI  ilegal baru pulang dari Malaysia diamankan TNI AL menjalani pemeriksaan, termasuk pemeriksaan kesehatan terkait wabah Virus Corona.
PEMERIKSAAN: Para TKI ilegal baru pulang dari Malaysia diamankan TNI AL menjalani pemeriksaan, termasuk pemeriksaan kesehatan terkait wabah Virus Corona.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO -Sebanyak 547 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Malaysia akan tiba hari ini, di Bandara Kuala Namu Internasional Airport, Kabupaten Delierdang.

Dari 547 TKI, 120 di antaranya merupakan tanggung jawab Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Deliserdang untuk melakukan penanganan yang sudah diinstruksikan Gubernur Sumut sebelumnya. Segala persiapan untuk penyambutan pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang sudah melakukan rapat teknis.

“Mereka (TKI) itu kan rakyat Indonesia juga, perintah bupati supaya dipersiapkan segala akomodasi dan penjemputannya,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Deliserdang, Haris B Ginting, Rabu (8/4).

Dijelaskan, penyambutan TKI itu akan dilakukan bersama Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Provinsi Sumut.

Semua TKI langsung dilakukan pengecekan dengan Rapid Test. Lalu dilakukan pendataan dan pembagian untuk penanganan lanjutan pemerintah daerah masing-masing.

“Khusus 120 TKI yang merupakan tanggungjawab Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Deliserdang yang tiba besok pukul 07.30 WIB itu akan dilakukan Rapid Test.

Apabila ada gejala langsung dirujuk ke RS GL Tobing untuk dirawat. Sementara yang tidak menunjukkan gejala akan dikarantina di Cadika komplek Pemkab Deliserdang, Lubukpakam selama 4 hari,” pungkas Haris B Ginting.(btr/azw)

Lagi, 20 TKI Ilegal Diamankan

PEMERIKSAAN: Para TKI ilegal baru pulang dari Malaysia diamankan TNI AL menjalani pemeriksaan
PEMERIKSAAN: Para TKI ilegal baru pulang dari Malaysia diamankan TNI AL menjalani pemeriksaan
PEMERIKSAAN: Para TKI  ilegal baru pulang dari Malaysia diamankan TNI AL menjalani pemeriksaan
PEMERIKSAAN: Para TKI ilegal baru pulang dari Malaysia diamankan TNI AL menjalani pemeriksaan

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – TNI AL dari kesatuan Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Tanjungbalai Asahan kembali mengamankan 20 tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal baru pulang dari Negara Malaysia.

Para TKI ilegal terdiri dari 18 laki-laki dan 2 perempuan diamankan saat berlabuh menggunakan kapal kayu di Perairan Tangkahan Sipil, Tanjungbalai Asahan, Sumatera Utara, Selasa (7/4) malam.

Danlanal Tanjungbalai Asahan, Letkol Laut (P) Dafris mengatakan, terungkapnya itu bermula dari Tim Deteksi Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 yang tergabung dari berbagai instansi menerima Informasi kedatangan TKI Ilegal dark Negara Malaysia tujuan ke Tanjungbalai Asahan.

Dari hasil penyelidikan, para TKI ilegal itu akan berlabuh di Tangkahan Sipil Kelurahan Keramat Kubah, Kecamatan Sei Tualang Raso, Tanjung Balai Asahan. Setibanya di tangkahan, tim langsung mengamankan dan mengevakuasi keseluruhan ke Gedung Karantina Sementara.

“Setelah kita amankan, untuk mencegah kemungkinan membawa wabah Covid-19, kita dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh tim Kesehatan RSUD Tengku Mansyur,” ungkap Danlanal Tanjungbalai Asahan.

Terpisah, Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) I, Laksma TNI Abdul Rasyid menegaskan, prajurit dari Lantamal I saat ini terus meningkatkan patroli laut di wilayah kerjanya. Salah satunya di Tanjungbalai Asahan guna mendukung upaya pemerintah dalam memutus penularan Covid-19.

“Kedatangan tenaga kerja secara tidak resmi, saat ini sedang banyak terjadi sehingga melalui patroli baik intelijen dan maritim rutin dilaksanakan guna meminimalisir adanya risiko penularan Covid-19 yang dimungkinkan melalui kedatangan orang dari luar negeri,” pungkas Danlantamal.

Mengenai pemulangan TKI secara besar-besaran melalui jalur Ilegal, katanya, perlu didalami lebih lanjut guna mengantisipasi kemungkinan penularan Covid-19 yang berasal dari luar negeri.

“Jadi, para TKI Ilegal yang diamankan selain dilakukan pengecekan Kesehatan, diarahkan untuk membersihkan diri dan diistirahatkan di tempat yang telah disediakan. Mereka diimbau agar baju yang dipakai saat ini untuk dibuang dan jangan dipakai lagi untuk menghindari kemungkinan membawa virus corona selama perjalanan kembali ke Indonesia,” pungkas Abdul Rasyid. (fac/azw)

Beri Sanksi Bagi Pelanggar Social Distancing..

Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Terpisah, Ketua Fraksi NasDem DPRD Medan, Afif Abdillah meminta agar gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kota Medan dan Polrestabes Medan serta jajarannya, agar memberi sanksi bagi masyarakat yang sengaja melanggar imbauan social distancing, sebagai langkah pencegahan penyebaran Covid-19 di Kota Medan.

Sebab saat ini, setidaknya sudah ada 4 kecamatan di Kota Medan yang masuk kawasan zona merah (red zone). Menurutnya, sanksi dapat dimulai dari kecamatan-kecamatan yang masuk kawasan zona merah.

“Lakukan pemetaan wilayah yang menjadi zona merah di setiap kelurahan dan kecamatan. Lalu, beri sanksi bagi pelanggar social distancing. Isolasi orang-orang yang berpotensi besar positif Covid-19,” ucap Afif Abdillah, Rabu (8/4).

Menurutya, harus ada usaha agar masyarakat di kawasan zona merah tidak keluar dari zona tersebut, untuk menjaga virus tidak menyebar ke wilayah lain.

Kata Afif, gugus tugas seharusnya memiliki wewenang menindak pelanggar social distancing. “Tapi jangan asal melakukan tindakan tegas saja. Sebagai kompensasi, Pemko Medan harus bisa memenuhi kebutuhan hidup warganya yang terkena aturan social distancing. Kita apresiasi bantuan beras, tapi 980 ton jelas tidak cukup. Kebutuhan hidup masyarakat tak sebatas beras,” tegasnya.

Pemko Medan juga diminta terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, agar segera mendatangkan alat rapid test Covid-19 di Kota Medan. “Kita tidak bisa membasmi kita saja tidak tahu siapa yang positif Covid-19. Mengingat saat ini banyak masyarakat yang telah terpapar namun tidak menunjukkan gejala,” terangnya.

Menurutnya, selain usaha penyembuhan pasien positif Covid-19, pencegahan agar yang sehat tidak terjangkit, juga sangat penting. “Beberapa langkah pencegahan memang sudah baik, seperti penyemprotan disinfektan, dsb. Tinggal pengawasan saja,” tutupnya.

Berdasarkan laporan gugus tugas Covid-19 Kota Medan per tanggal 7 April, dari 21 kecamatan di Kota Medan, sudah ada 4 kecamatan yang masuk dalam kawasan Zona Merah. Yakni Medan Tuntungan, Medan Selayang, Medan Johor dan Medan Denai.

Disebut zona merah, karena jumlah PDP telah melebihi 10 kasus. Sedangkan zona di bawahnya yakni yang terdapat 7-10 PDP, ada 2 kecamatan yakni Medan Sunggal dan Medan Timur.

Untuk zona yang terdapat 4-6 PDP di wilayahnya, ada 7 kecamatan yakni Medan Amplas, Medan Area, Medan Tembung, Medan Perjuangan, Medan Petisah, Medan Barat, Medan Helvetia.

Untuk Zona Kuning yang terdapat 1-3 PDP di wilayahnya ada 5 kecamatan, yakni Medan Kota, Medan Maimun, Medan Baru, Medan Deli dan Medan Labuhan.

Sedangkan Zona Hijau, yakni belum ditemukan 1 PDP pun, ada 3 kecamatan yakni Medan Polonia, Medan Belawan, dan Medan Marelan. (map)

Bantuan bagi Warga Lost Income, Sumut Dapat Kuota 180 Ribu Kartu Prakerja

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Warga yang mengalami lost income (hilang penghasilan), baik dari sektor formal maupun informal, akibat pandemi Covid-19, berpeluang mendapar bantuan dari pemerintah pusat, melalui program kartu prakerja.

“Program bantuan dari Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) RI. Sumatera Utara mendapat kuota bantuan untuk 180 ribu orang lebih. Disnaker Kota Medan siap membantu warga Kota Medan yang termasuk di dalam syarat-syarat sesuain

ketentuan,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Medan, Hannalore Simanjuntak, kepada Sumut Pos, Rabu (8/4).

Sebelumnya, kartu prakerja ini dibuat hanya untuk warga negara yang belum mendapatkan pekerjaan. Tapi saat ini, juga diperuntukkan bagi warga yang lost income akibat pandemi Covid-19.

“Awalnya, kartu prakerja ini dianggarkan sekitar Rp10 triliun dan pendaftarannya bisa online. Tetapi karena wabah Covid-19 ini, Kemenaker menambahkan anggaran menjadi Rp20 triliun, untuk membantu pekerja yang di-PHK atau dirumahkan,” ujarnya.

Masyarakat dapat menggali informasi dengan mengunjungi website prakerja.kemnaker.go.id. Disnaker Kota Medan juga sudah mengupload informasi tersebut melalui sosial media.

“Warga Kota Medan yang masuk kriteria yang ditetapkan, bisa mendaftar. Nanti ada nomor WA (Whatsapp) dari Disnaker yang bisa membantu mengisi formulir. Silakan cek websitenya,” katanya.

Penerima kartu prakerja, lanjutnya, tidak boleh sama dengan penerima bantuan serupa dari kementerian lainnya. Pemerintah membuka program itu mulai tanggal 9 April 2020.

“Sebelum tanggal 9, kami akan membantu —baik perorangan maupun perusahaan yang merumahkan pekerjanya—, untuk membantu mengisi formulir, sehingga bisa cepat dikirim melalui provinsi ke pusat. Sehingga verifikasinya cepat dan masyarakat cepat mendapatkan manfaatnya,” tutupnya.

Mendukung kebijakan tersebut, pimpinan DPRD Medan dari Fraksi PAN, HT Bahrumsyah, meminta Disnaker mendata warga Kota Medan yang dirumahkan karena pandemi Covid-19.

“Disnaker harus aktif ‘menjemput bola’ dan berkoordinasi dengan perusahaan-perusahaan di Kota Medan, agar bisa mendaftarkan para pekerjanya yang dirumahkan,” katanya.

Bahrum juga meminta Disnaker aktif membantu pekerja yang kehilangan penghasilan, baik dari sektor format maupun informal. “Kalau dari pusat ada bantuan, harusnya dari Disnaker Kota Medan juga ada. Karena kita meyakini, jumlah total masyarakat yang kehilangan penghasilannya lebih dari 180 ribu orang. Disnaker Medan harus berbuat sesuatu untuk hal ini,” tandasnya.(map)

Unimed Terima 1377 Orang Mahasiswa Baru

Selain USU, Universitas Negeri Medan (Unimed) juga mengumumkan penerimaan mahasiswa baru jalur SNMPTN. Tahun ini, sebanyak 1.377 mahasiswa baru lulus di Unimed, yang diumumkan melalui laman resmi SNMPTN di http://portal.ltmpt.ac.id, Rabu (8/4).

“Tahun ini, tercatat 13.715 orang mendaftar SNMPTN di Unimed. Yang lulus 1.377 orang, tersebar dalam 51 Program Studi S1. Saya mengucapkan selamat kepada orang tua yang anaknya lulus di Unimed,” sebut Rektor Unimed, Dr. Syamsul Gultom, melalui pesan Whatsapp, kemarin siang.

Bagi siswa yang belum diterima melalui jalur SNMPTN, kata dia, masih punya kesempatan bersaing kembali di jalur SBMPTN dan Seleksi Mandiri.”Sedangkan bagi yang telah dinyatakan lulus, segeralah persiapkan seluruh dokumen yang dibutuhkan untuk daftar ulang. Lihat jadwal-jadwal penting untuk melakukan daftar ulang, agar tidak terlambat,” tutur Syamsul.

Sesuai kebijakan LTMPT, siswa yang lulus SNMPTN tidak kesempatan lagi mengikuti SBMPTN. “Kami berharap para siswa yang lulus jalur SNMPTN di Unimed, untuk menunggu masa registrasi dan persiapan perkuliahan,” sebut Syamsul.

Informasi tentang tata cara registrasi ulang mahasiswa baru dan persyaratan yang harus dipersiapkan, dapat dilihat di laman www.unimed.ac.id.

Terpisah, Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara menyatakan menerima 703 orang mahasiswa baru lewat jalur SNMPTN. “Registrasi ulang akan kami informasikan minggu depan, berbarengan dengan informasi registrasi ulang bagi yang lulus SPAN PTKIN 2020 yang diumumkan pada 10 April 2020,” sebut Kasubbag Humas dan Informasi UIN Sumatera Utara, Yuni Salma, kemarin. (gus)

USU Terima 2.261, Peminat USU Tertinggi di Luar Jawa

Rektor USU: Prof Dr Runtung Sitepu, SH, Mhum
Rektor USU: Prof Dr Runtung Sitepu, SH, Mhum
Rektor USU: Prof Dr Runtung Sitepu, SH, Mhum
Rektor USU: Prof Dr Runtung Sitepu, SH, Mhum

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Universitas Sumatera Utara (USU) mengumumkan kelulusan 2.261 mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) Tahun Ajaran 2020/2021. Jumlah itu lulus dari total 20.859 orang yang mendaftar ke USU melalui jalur SNMPTNn

“Bila dilihat berdasarkan PTN yang paling diminati (paling banyak pendaftar) dalam SNMPTN 2020, USU menempati peringkat 8 di Indonesia, dengan jumlah pendaftar 20.859 orang. Atau peringkat 1 di luar Pulau Jawa. Informasi itu termuat dalam siaran pers Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) hari ini,” sebut Rektor USU, Prof Dr Runtung Sitepu, SH, Mhum, melalui pesan whatsapp, Rabu (8/4).

Kelulusan mahasiswa baru USU jalur SNMPTN diumumkan Rabu (8/4), melalui laman resmi SNMPTN di http://portal.ltmpt.ac.id.

“Dari 2.261 mahasiswa baru tersebut, sebanyak 459 orang diterima melalui program Kartu Indonesia Pintar-Kuliah (KIP-K). KIP-K merupakan perubahan nama dari program Bidik Misi pada tahun-tahun sebelumnya,” katanya.

Sedangkan total pendaftar ke sejumlah PTN di Sumatera Utara, berjumlah 37.697 orang. Hal ini membuat Sumut menempati peringkat 4 terbanyak peserta yang mendaftar jalur SNMPTN 2020 se-Indonesia.

Kepala Humas, Promosi, dan Protokoler USU, Elvi Sumanti, menjelaskan program studi terfavorit di USU jalur SNMPTN 2020/2021, yakni program Studi Manajemen, Farmasi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Komputer, Ilmu Hukum, Akuntansi, Psikologi, Teknologi Informasi, Agribisnis, dan Ilmu Kedokteran.

Elvi mengimbau para peserta baru lulus SNMPTN 2020, agar segera melakukan registrasi (daftar ulang) online, yang tahapannya yakniL Pengisian Data Uang Kuliah Tunggal (UKT) Online, pengisian data UKT secara online pada web http://uktdatareg.usu.ac.id pada tanggal 10 April sd 22 Mei 2020

Kemudian, pengiriman kelengkapan berkas melalui kiriman pos yang dialamatkan ke PO BOX 45 pada tanggal 10 April sd 22 Mei 2020. Selanjutnya verifikasi data oleh pihak universitas, pencetakan Billing Statement yang dapat didownload dari http://uktdatareg.usu.ac.id pada tanggal 12 Juni 2020.

Pembayaran UKT dilakukan tanggal 12 Juni sd 10 Juli 2020 pada tempat/bank yang tertera di billing statement, yaitu Bank BNI (Bank Negara Indonesia), Bank Mandiri, Bank Sumut dan BTN (Bank Tabungan Negara).

“Pemeriksaan bebas narkoba dilaksanakan di Rumah Sakit USU mulai tanggal 20-24 Juli 2020,” kata Elvi.

Para peserta SNMPTN 2020 yang lulus juga harus melakukan praregistrasi online pada laman web http://praregistrasi.usu.ac.id. (12 sd 20 Juli 2020).

“Pemeriksaan kesehatan dilaksanakan tanggal 27-30 Juli, dengan nomor urut sesuai pendaftaran online. Pemeriksaan dilakukan pukul 7.30 s/d 10.30 WIB, di Poliklinik USU Jalan Universitas Kampus USU Medan,” jelas Elvi.

Pendaftaran ulang dan penyerahan berkas akan dilaksanakan tanggal 27-30 Juli 2020 pukul 08.00 s/d 15.00 WIBB, di Gelanggang Mahasiswa USU, Jalan Universitas Kampus USU Medan. Dalam tahapan ini, sekaligus akan dilakukan pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) mahasiswa. Informasi lengkap mengenai tahapan ini dapat dilihat di laman https://penerimaan.usu.ac.id

Berdasarkan Surat Edaran Tim Pelaksana LTMPT Nomor 11/SE.LTMPT/2020 tentang Perubahan Jadwal Pelaksanaan UTBK 2020, para siswa yang tidak lulus SNMPTN 2020 dan berminat mengikuti jalur SBMPTN, pendaftaran Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2020 akan dilaksanakan pada tanggal 2 hingga 20 Juni 2020.

“Pelaksanaan UTBK digelar tanggal 5-12 Juli 2020. Pengumuman SBMPTN akan disampaikan pada tanggal 25 Juli 2020,” kata Elvi.

Jadwal perkuliahan umum saat ini tengah disesuaikan dengan kondisi tanah air yang terdampak virus Covid-19. Seperti perguruan tinggi lain yang terimbas pandemik Covid-19, USU saat ini melaksanakan perkuliahan daring bagi seluruh mahasiswanya.

Jessika dari Dairi Juga Sembuh dari Covid-19

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Selain Aulia dan Ory, seorang pasian yang juga sembuh setelah dirawat di RSUP H Adam Malik Medan, adalah Jessika boru Pasaribu (40). Tenaga Kerja Wanita di negara Malaysia ini berasal dari Desa Belang Malum Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi.

Kesembuhan Jessika dirilis RSUP H Adam Malik bersama 7 pasien lainnya pada Selasa (7/4). Jessika dirujuk RSUD Sidikalang ke RSUP H Adam Malik Medan pada 16 Maret.

Ia pulang ke kampung halamannya di Sidikalang pada 11 Maret, pasca Malaysia memberlakukan lockdown. Jessika diduga terjangkit Covid-19 dari Malaysia. Ibunda serta 2 saudaranya pun menjadi berstatus Orang Dalam Pengawasan.

Jurubicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Dairi, dr Edison Damanik, membenarkan kesembuahn 1 pasien asal Dairi. “Saat ini, 1 orang pasien positif Covid-19 asal dairi telah sembuh. Sedangkan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 1 orang, Orang Dalam Pemantauan (ODP) 41 orang, dan orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 68 orang. Yang meninggal 1 orang,” katanya.

Sebelumnya, Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, Whiko Irwan, membenarkan adanya 8 pasien Covid-19 yang sembuh. Menurutnya, kesembuhan pasien telah dibuktikan melalui hasil swab, di mana virus di tubuhnya sudah negatif. (prn/rud)

Ory Ucapkan Terima Kasih

istimewa SEMBUH: Ory Kurniawan, ajudan Wagubsu, yang sembuh dari Covid-19.
istimewa SEMBUH: Ory Kurniawan, ajudan Wagubsu, yang sembuh dari Covid-19.

Selain Aulia Rizki, ajudan Wagubsu, Ory Kurniawan juga berhasil sembuh setelah dinyatakan positif Covid-19 pada 14 Maret lalu. “Alhamdulillah saya sudah sembuh dari penyakit yang disebabkan oleh virus Covid-19, dan hari ini saya sudah berada di rumah. Saya ucapkan terima kasih banyak pada pihak rumah sakit yang telah merawat saya dengan baik,” ucapnya, kemarin.

Tak lupa, Ory mengucapkan terima kasih kepada Wagub Musa Rajekshah yang telah memberikan perhatian dan dukungan kepadanya. “Dan terima kasih juga kepada tenaga medis sebagai garda terdepan yang memberikan perawatan kepada orang-orang yang terkena Covid-19 ini. Dan tak lupa pula saya ucapkan terima kasih kepada Wakil Gubernur Sumut, Pak Ijeck yang sudah perhatian dan peduli sekali pada saya,” tambahnya.

Ory lantas membagikan pengalaman berharganya hingga bisa sembuh dari Covid-19. “Saya ingin sampaikan bahwa penyakit yang disebabkan Covid-19 ini bisa disembuhkan, asal tetap memerhatikan stamina tubuh, jangan stres, kemudian banyak minum vitamin, konsumsi buah-buahan, dan yang paling penting tetap berdoa kepada Allah SWT agar kita diberikan kekuatan untuk menghadapi penyakit ini,” katanya.

Meski sembuh, Ory juga diharuskan tetap melakukan isolasi diri secara mandiri selama 14 hari ke depan.

“Pembatasan aktivitas saja, anjurannya dua minggu ke depan social distancing,” ujar Koordinator Penanganan Covid-19, RSUP Haji Adam Malik Medan, Ade Rahmaini membenarkan kesembuhan Ory.

Pasien Covid-19 yang Sembuh Tetap Dikarantina 14 Hari

istimewa SEMBUH: Ory Kurniawan, ajudan Wagubsu, yang sembuh dari Covid-19.
SEMBUH: Ory Kurniawan, ajudan Wagubsu, yang sembuh dari Covid-19.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kabar buruk kematian pasien Covid-19 selalu diikuti berita bahagia tentang kesembuhan pasien, termasuk di Sumatera Utara. Terhitung per 8 April, jumlah pasien sembuh dan meninggal dunia delapan banding tujuh orang, lebih tinggi pasien sembuh.

Tiga di antara 8 pasien yang dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang ke rumah itu yakni anggota DPRD Sumut, Muhammad Aulia Rizki Aqsa, ajudan Wakil Gubernur Sumut, Ory Kurniawan, dan TKI dari Malaysia, Jessika boru Pasaribu (40), Dairi.

Meski telah sembuh, para pasien ini mengatakan tetap diminta melakukan karantina mandiri di rumah selama 14 hari. Alasannya, antibodinya masih berbeda dengan pasien yang telah lama sembuh.

Muhammad Aulia Rizki Aqsa, yang telah sembuh dari Covid-19, Rabu (8/4), mengirimkan testimoni melalui video ke WhatsApp Sumut Pos.

“Saya Muhammad Aulia Rizki Aqsa, anggota DPRD Sumut. Alhamdulillah sudah dinyatakan sembuh dari corona atau Covid-19. Alhamdulillah kemarin (Selasa), swab kedua saya dinyatakan negatif dan telah diperbolehkan pulang. Alhamdulillah saya sudah sembuh, tetapi mesti menjalani karantina lagi di rumah 14 hari. Karena kata dokter, antibodi saya masih beda dengan orang yang telah lama sembuh,” tutur Aulia di awal testimoninya.

Selanjutnya, ia menceritakan pengalamannya selama menjalani perawatan di ruang isolasi RSUP H Adam Malik Medan. Selain berterima kasih kepada seluruh tenaga medis, ia juga berpesan agar masyarakat jangan sampai melukai para tenaga kesehatan yang telah berjuang dan berkorban nyawa dalam menyembuhkan pasien corona.

“Kepada tenaga medis dan semua yang bekerja di RS, terimakasih banyak kalian adalah pahlawan Indonesia. Kalian adalah sekarang pejuang-pejuang di garis depan menyelesaikan pandemi Covid-19 ini,” ungkap wakil rakyat termuda di DPRD Sumut periode 2019-2024 tersebut.

Ia mengaku, selama perawatan di RS, pasien diberikan makanan yang enak, puding, susu, jamu, jus, dan lain sebagainya. “Pelayanan di RSUP HAM sangat memuaskan menurut saya. Saya diperlakukan dengan baik. Oleh karenanya, kita jangan sampai melukai hati mereka dan melakukan sesuatu yang dapat membuat mereka stres. Saya mengimbau masyarakat supaya menghargai tenaga medis, karena mereka yang akan menyembuhkan kita dari penyakit-penyakit yang ada, terutama Covid-19 ini,” paparnya.

Lantas gimana mengelola pikiran agar tidak stres ketika mengetahui telah positif corona? “Ketika saya dinyatakan positif Covid-19, saya lebih banyak ibadah yaitu lebih memperbanyak salat, perbanyak baca Alquran, dan juga sering video call dengan keluarga. Karena keluarga kitalah yang menguatkan dan memberikan dukungan kepada kita,” katanya.

Di akhir testimoni, Aulia mengajak seluruh masyarakat mendoakan para tenaga medis dan korban meninggal akibat Covid-19.

Anak mantan Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Agustama, ini juga berpesan supaya masyarakat tidak menjauhi bila mengetahui ada tetangga maupun orang disekitarnya yang terjangkit corona.

“Sekarang banyak tenaga medis yang gugur, untuk itu mari kita sama-sama berdoa semoga Allah SWT akan memberikan tempat terbaik di sisi-Nya. Dan semoga yang sudah sebelumnya meninggal akibat Covid-19, kita juga sama-sama berdoa supaya Allah SWT akan memberikan tempat terbaik. Saya mengajak masyarakat Indonesia khususnya Sumut, tetap di rumah, jaga kesehatan, tingkatkan imunitas kita. Karena imunitas tinggi yang akan menghalau kita dari penyakit Covid-19 ini,” katanya.

Ia juga meminta masyarakat, ketika ada tetangganya atau orang sekitarnya dinyatakan positif Covid-19, janganlah dijauhi. Tetap diberi dukungan moral dan doa. “Karena dukungan moral dan menaikkan semangat orang yang terkena Covid-19 ini, sangat baik efeknya bagi orang tersebut. Karena imunitas akan bertambah. Dan ingat, kita selalu berdoa kepada Allah SWT agar pandemi Covid-19 ini segera berakhir di Indonesia dan seluruh dunia,” tutupnya.