MEDAN, SUMUTPOS.CO – Polda Sumut masih terus mendalami kasus dugaan korupsi setoran kontribusi PDAM Tirtanadi ke PAD Pemrov Sumut. Kasus yang ditangani penyidik Direktorat Reskrimsus Polda Sumut ini akan mengambil keterangan para saksi untuk mengembangkan penyelidikan.
Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan menyebutkan, pihaknya akan memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan bukti-bukti untuk melengkapi berkas penyelidikan. “Belum masuk penyidikan ya, masih penyelidikan,” kata MP Nainggolan kepada wartawan, Jumat (6/3).
Disebutkan dia, untuk mengungkap kasus yang merugikan negara ini, pihaknya akan memeriksa beberapa saksi dari pihak PDAM maupun dari pihak manapun yang ada keterlibatan. “Siapa saja itu bakal akan kita periksa untuk melengkapi penyelidikan dan tergantung penyidik,” cetusnya.
Namun, MP Nainggolan masih enggan menyebutkan siapa saja saksi-saksi dari PDAM Tirtanadi yang akan diperiksa itu. “Sabar dulu, intinya kasus ini masih dikembangkan,” tandas dia.
Sebelumnya, Ketua Fraksi PKS DPRD Sumatera Utara Misno Adisyah Putra, mengatakan dugaan korupsi tersebut harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku sampai ke akarnya. “Harus diusut tuntas,” ujarnya, Rabu (4/3).
Diketahui, penyelidikan kasus dugaan korupsi ini dilakukan Polda Sumut karena pembayaran kontribusi PAD Sumut terindikasi belum dilakukan sesuai besaran yang seharusnya. Dari keuntungan PDAM Tirtanadi sebesar Rp74 miliar, jumlah yang disetorkan masih sekitar Rp20 miliar oleh Arif Haryadian yang saat itu menjabat Direktur Keuangan PDAM Tirtanadi.
Jumlah ini masih belum sesuai besaran jika mengacu pada Perda nomor 3 tahun 2018 dalam pasal 50 yang menyebutkan, apabila PDAM Tirtanadi cakupan wilayahnya sudah mencapai 80 persen lebih atau sama, maka diwajibkan menyetor kontribusi PAD ke Pemprovsu sebesar 55 persen dari keuntungan.
Arif Haryadian mengaku sudah diperiksa penyidik Polda Sumut terkait dugaan korupsi tersebut. Dia menjelaskan kronologis pembayaran tersebut, dana cicilan pertama disetor sebesar Rp 20 miliar.
Setelah pembayaran tersebut, dia kemudian tidak lagi menjabat posisi Direktur Keuangan PDAM Tirtanadi, sehingga cicilan selanjutnya seharusnya menjadi tanggungjawab pejabat yang menggantikannya. (ris/btr)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Abdullah Abubakar Lanri selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) Dinas PUPR Kabupaten Mandailing Natal (Madina), dituntut selama 1 tahun 6 bulan penjara. Dia dinyatakan bersalah, melakukan korupsi pembangunan jembatan Batahan-Kubangan Tompek senilai Rp1,7 miliar.
Selain terdakwa Abdullah, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ardiansyah juga menuntut Darma Efendi Pulungan, selaku pelaksana pekerjaan dengan hukuman yang sama. Kedua terdakwa didenda Rp50 juta subsider 3 bulan penjara, dalam sidang diruang Cakra 3 Pengadilan Tipikor Medan, Jumat (6/3).
“Terdakwa Abdullah dibebankan membayar uang pengganti (UP) Rp300 juta subsider 9 bulan penjara. Dan terdakwa Darma Rp340 juta subsider 9 bulan penjara,” ucap Kacabjari Natal dihadapan hakim ketua Jarihat Simarmata.
Dalam nota tuntutannya, kedua terdakwa terbukti melanggar Pasal 3 ayat (1) jo Pasal 18 ayat (1) huruf a, b, c, ayat (2), ayat (3) UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.
Usai pembacaan tuntutan, majelis hakim menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda pembelaan (pledoi) terdakwa.
Mengutip surat dakwaan, tahun 2017 Dinas PUPR Madina melaksanakan kegiatan Pembangunan Jembatan Batahan-Kubangan Tompek yang dananya bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2017, dengan nilai pagu anggaran Rp1.700.000.000.
Hasil tim auditor BPKP Perwakilan Sumut ditemukan adanya kerugian negara Rp574.995.440. Kerugian keuangan negara lainnya, senilai Rp73.205.000. Total kerugian negara Rp648.200.440. (man/btr)
DICIDUK: AS(35) ditangkap petugas karena jurtul Togel.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
DICIDUK: AS(35) ditangkap petugas karena jurtul Togel. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
DAIRI, SUMUTPOS.CO – Satuan Reserse Kepolisian Resor Dairi mengamankan seorang pria berinisial AS (35) juru tulis judi toto gelap (Jurtul Togel). AS diamankan di Dusun Kuta Kelep Desa Lau Bagot Kecamatan Tigalingga, Kabupaten Dairi, Kamis (5/3).
Demikian disampaikan Kapolres Dairi AKBP Leonardo Simatupang melalui Kasubbag Humas Polres, Iptu Donny Saleh kepada wartawan, Jumat (6/3). Diterangkan Donny, penangkapan tersangka atas informasi dari masyarakat bahwa AS sedang menjual kupon judi jenis togel di Desa itu.
Atas informasi itu, Kasat Reskrim AKP Junisar Rudianto Silalahi memerintahkan tim kelokasi untuk mengamankan AS. Selanjutnya AS ditangkap dari salahsatu kedai di Desa Lau Bagot. Dari tangan tersangka, petugas menyita barangbukti uang sebesar Rp450 ribu, blok nomor judi togel, blok rekap judi togel, kode judi jenis togel serta buku tafsir mimpi.
Kini tersangka berikut barangbukti telah diamankan di Mapolres Dairi untuk diproses sesuai hukum yang berlaku, ujar Donny. (rud/btr)
PINCANG: Dedi Syahputra menahan kesakitan betis kaki kirinya ditembak petugas saat pengembangan perkara pencurian sepedamotor.
PINCANG: Dedi Syahputra menahan kesakitan betis kaki kirinya ditembak petugas saat pengembangan perkara pencurian sepedamotor.
DELISERDANG, SUMUTPO.CO – Sat Reskrim Polresta Deliserdang melakukan tindakan tegas terukur terhadap Dedi Syahputra (24), Kamis (5/3) sore. Warga Desa Durian, Kecamatan Pagar Merbau Kabupaten Deliserdang terpaksa dipelor karena melawan saat dilakukan pengembangan.
Informasi dihimpun, penangkapan Dedi Syahputra berdasarkan laporan pengaduan Laporan Polisi No : LP/ / II / 2020 / Res DS / Sek Pagar Merbau. Dalam laporan pengaduan itu disebutkan,
Pada Sabtu (16/2) sekira pukul 07.25 WIB. Korban Beslina boru Tambunan memarkirkan sepedamotor merk Honda Revo BK 5806 MY yang di parkirkan di rumah Warsih yang berbatas dengan SD 105355, di Desa Suka Mulya Kecamatan Pagar Merbau Kabupaten Deliserdang dengan posisi sepeda motor tersebut dalam keadaan terkunci.
Setelah itu korban masuk ke sekolah untuk mengajar. Sekira pukul 11.00 WIB, korban tidak melihat lagi sepeda motornya dilokasi parkir. Lantas korban membuaat pengaduan.
Mendapat pengaduan, Sat Reskrim Polresta Deliserdang melakukan penyelidikan dan mengantongi identitas pelakunya. Selanjutnya, Kamis (5/3) sekira pukul 14.00 WIB, tepatnya di Desa Suka Mulya Kecamatan Pagar Merbau Kabupaten Deliserdang, team opsnal mendapat informasi bahwa yang diduga sebagai pelaku curanmor sedang berada di samping rumah warga.
Lalu team yang dipimpin Ipda Jhonson beserta anggota Aipda Taufik Ridwan, Bripka Dadang, Bripka Rinto Sidabutar, Brigadir Alek Tarigan bergerak ke lokasi yang dimaksud. Dan melakukan penangkapan terhadap Dedi Syahputra.
Setelah diintrograsi petugas Dedi Syahputra mengakui telah melakukan pencurian sepedamotor milik korban bersama temannya berinisial A (27) warga Desa Suka Mulya Kecamatan Pagar Merbau Kabupaten Deliserdang yang masih buron dan sepeda motor yang dicuri dijual kepada Anto (35) warga Bintang Bayu Kabupaten Serdang Bedagai.
Selanjutnya team tekab memancing melalui HP pelaku agar menghubungi Anto sebagai penadah bahwa ada sepeda motor yang akan dijual lagi. Lalu disepakati bertemu di Galang dan sekira pukul 16.00 WIB. Team tekab menangkap serta intograsi, Anto mengakui menampung sepedamotor hasil curian.
Kemudian kepada team tekab Dedi Syahputra mengaku telah melakukan pencurian kendaraan bermotor (curanmor), Maret 2020 sepedamotor yang dicuri Yamaha Vega warna hitam dari di Desa Pasar Miring tepatnya di daerah Sawah Lorong Mulia. Januari 2020 jenis sepedamotor yang dicuri Honda Supra Fit di Desa Mangga I Kecamatan Pagar Merbau.
Pada bulan Maret 2020 jenis sepedamotor yang dicuri Supra warna hitam di Jalan Pagar Merbau ditikungan pasar miring dekat Mesjid. Bulan Januari 2020 sepedamotor yang dicuri Yamaha Vega di lorong Setia Kecamatan Pagar Merbau. Pada bulan Desember 2019 sepedamotor yang dicuri Honda Revo warna merah lokasi di jalan Kebun Sayur Kecamatan Pagar Merbau.
Pada tahun 2019 sepedamotor yang dicuri Honda Supra di Desa Suka Mandi Kecamatan Pagar Merbau. Pada tahun 2019 sepedamotor yang dicuri Yamaha Mio lokasinya di Desa Durian Kecamatan Pagar Merbau. Pada tahun 2019 sepedamotor yang diambil Honda Revo di Desa Wonosari Kecamatan Tanjung Morawa. Pada tahun 2019 sepedamotor yang dicuri Honda Supra di Desa Dalu X Kecamatan Tanjung Morawa. Pada tahun 2019 sepedamotor yang dicuri Kanzen dari di Desa Dalu X Kecamatan Tanjung Morawa.
Namun saat tiba di lokasi, pelaku berusaha mengelabui petugas dan berusaha melarikan diri. Tak ingin buruan lepas kemudian team tekab melakukan tindakan tegas terukur dengan menembak kaki sebelah kiri pelaku. Selanjutnya pelaku diboyong ke RSUD Deli Serdang untuk mengobati luka tembak.
Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Yemi Mandagi, SIK melalui Kasat Reskrim Kompol Muhammad Firdaus, SIK membenarkan telah mengamankan pelaku curanmor berinisial DS.“Kita lakukan tindakan tegas terukur dengan menembak kaki DS. Saat ini pelaku DS beserta barang bukti 1 buah kunci T, 1 pasang BK dengan nomor BK 5806 MY, 4 unit septor diamankan di Sat Reskrim Polresta Deli Serdang guna proses hukum lebih lanjut,” sebutnya. (btr)
BERSAMA: Direktur Strategi dan Pengembangan PGN Syahrial Mukhtar berfoto bersama Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (APTRINDO) Gemilang Tarigan.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka memperluas pemanfaatan gas bumi di sektor transportasi dalam bentuk Liquified Natural Gas (LNG) dan sebagai upaya mendukung untuk menekan defisit neraca migas, mengurangi impor BBM, serta upaya mensukseskan program pemerintah terkait dengan penggunaan energi ramah lingkungan, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menandatangani nota kesepahaman bersama APTRINDO (Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia) mengenai implementasi penggunaan bahan bakar LNG untuk truk logistik yang tergabung dalam APTRINDO.
Nota kesepahaman ditandatangani oleh Direktur Strategi dan Pengembangan PGN, Syahrial Mukhtar dan Ketua Umum DPP APTRINDO Gemilang Tarigan yang berlangsung di hotel Sultan Jakarta, Jumat (6/03/2020), dan merupakan bagian dari rangkaian acara GAIKINDO Commercial Vehicle Expo 2020. Untuk melaksanakan kerja sama ini, PGN menunjuk anak usahanya yaitu PT Gagas Energi Indonesia (GAGAS).
“Salah satu sektor yang berpotensi menggunakan LNG adalah sektor transportasi, khususnya kendaraan logistik atau komersial. Kerja sama dengan APTRINDO ini diharapkan dapat memberikan benefit yang optimal untuk para anggota APTRINDO.
Sejalan dengan program pemerintah dalam membangun infrastruktur trans Sumatera dan Trans Jawa, dan mengingat truk logistik mempunyai kontribusi yang besar sebagai armada untuk mengangkut hasil produksi, baik hasil pertanian, perkebunan maupun industri yang akan diubah menjadi suatu produk yang bisa dipasarkan di dalam negeri maupun luar negeri, maka efisiensi energi bagi sektor logistik menjadi upaya nyata PGN membantu sektor industri dalam efisiensi operasional logistiknya,” ungkap Syahrial (6/03/2020).
Syahrial menambahkan, pelaksanaan kerja sama ini akan terlebih dahulu menggunakan skema pilot project dengan investasi sebesar ± 1 juta USD.
Penggunaan LNG sebagai bahan bakar mampu menghasilkan pembakaran yang lebih kompetitif, bersih dan ramah lingkungan. Dari segi mesin, performa mesin tidak jauh berbeda tetapi efek suara mesin menjadi lebih tidak bising daripada mesin diesel. Keamanan bahan bakar juga lebih terjamin, karena saat bocor akan langsung menguap dengan cepat dan tidak tumpah seperti diesel fueld.
Dari segi daya jelajah untuk per 1 liter bahan bakar, tangki bahan bakar LNG memiliki volume yang lebih besar dengan kapasitas standar tangki yang bervariasi hingga mencapai 450 liter untuk menempuh 1.000 km.
Guna mendukung inisiatif ini, GAGAS siap untuk membangun LNG Refuelling Station yang rencananya akan di bangun di sejumlah titik di sepanjang jalur logistik di pulau Jawa.
Menurut Muhammad Hardiansyah, Direktur Utama GAGAS, konversi truk logistik ini menjadi key driver dalam pemanfaatan small scale LNG. Di Pulau Jawa terdapat potensi konversi truk kargo maupun logistik berbahan LNG sekitar 3.2 juta kendaraan truk di pulau Jawa sehingga memerlukan infrastruktur dalam penyaluran bahan bakar LNG.
Dalam kesempatan ini, menurut Gemilang Tarigan Ketua Umum APTRINDO, menyatakan bahwa APTRINDO telah melakukan kajian terkait penggunaan gas untuk alternatif bahan bakar transportasi truk. Bahan bakar gas dinilai merupakan salah satu solusi dari permasalahan dalam penggunaan bahan bakar truk logistik saat ini. Gas juga dipandang lebih efsien dan lebih bersih dari bahan bakar lainnya.
APTRINDO berharap bahwa LNG dapat digunakan oleh truk-truk milik para anggota APTRINDO. Sebagai gambaran, di Tanjung Priok terdapat 20.000 unit truk yang beroperasi dengan radius operasi sekitar 100 km dan estimasi penggunaan bahan bakarnya sekitar 2.000 KL/ hari. “Dari analisis kami, terdapat peningkatan populasi kendaraan logistik dari tahun ke tahun,” kata Gumilang Tarigan.
Pertumbuhan jumlah truk ini, dapat meningkatkan kebutuhan impor BBM dan subsidi energi. PGN memberikan solusi dengan konversi bahan bakar menggunakan LNG. Jika konversi bisa dilakukan untuk 10.000 truk per tahun, maka dapat menyerap pasokan LNG domestik sebesar 18.5 BBTUD.
Panggunaan LNG sebagai bahan bakar alternatif untuk truk juga sudah diaplikasikan secara masif di Eropa, Amerika dan China. Manufaktur truk yang telah memproduksi teknologi ini juga cukup banyak seperti SCANIA, VOLVO, IVECO, ISUZU, FAM, dan SHACMAN.
Bagi PGN, kerjasama ini adalah moment yang sangat istimewa karena dihadiri oleh stakeholder utama yaitu para pengusaha truk logistik, regulator dan kementerian terkait. Maka dari itu, PGN memiliki motivasi yang besar untuk kelangsungan kerjasama yang optimal bagi APTRINDO.
PGN sebagai bagian dari Holding Migas Pertamina dan perannya sebagai subholding gas memiliki peran untuk meningkatkan pemanfaatan gas domestik di Indonesia, salah satunya adalah penyerapan LNG domestik. Dengan terintegrasinya bisnis gas dari hulu ke hilir, PGN percaya mampu memberikan jaminan supply LNG secara berkelanjutan. (rel/ram)
Dorong Digitalisasi Akses Ilmu Pengetahuan yang Lebih Inklusif
Vice President Mass Market Telkomsel Hastining B. Astuti (tengah) bersama para finalis Ilmupedia Berani Jawab (IBJ) usai pengumuman pemenang dalam babak Grand Final IBJ di Jakarta, Kamis (5/3). Setelah melewati dua babak eliminasi yang dilakukan secara online, kedua belas sekolah yang berhasil masuk ke dalam Top 12, mereka pun saling adu kepintaran dalam babak Grand Final IBJ yang diselenggarakan di Telkomsel Smart Office, Jakarta, pada 5 Maret 2020.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Telkomsel kembali menghadirkan inisiatif dalam mendukung kemajuan pendidikan di Indonesia melalui upaya penyediaan akses terhadap ilmu pengetahuan yang semakin inklusif. Inisiatif tersebut diwujudkan dalam bentuk paket data ilmupedia dan kuis ilmupedia Berani Jawab! (IBJ). Ilmupedia merupakan paket data yang khusus digunakan untuk mengakses berbagai aplikasi belajar online, sedangkan IBJ adalah program kuis tingkat nasional yang diselenggarakan untuk murid-murid tingkat SMA dan sederajat dari berbagai sekolah di seluruh Indonesia.
Vice President Mass Market Telkomsel Hastining B. Astuti mengatakan, “Telkomsel berkomitmen untuk selalu menjadi enabler bagi generasi muda dan meyakini bahwa akses terhadap ilmu pengetahuan perlu dibuka secara luas. Sejalan dengan komitmen pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam memperkuat teknologi sebagai alat pemerataan kesempatan dan dukungan pembelajaran yang sama bagi anak, maka Telkomsel menghadirkan paket data ilmupedia dan kuis IBJ.”
Hastining kemudian menjelaskan kembali kedua inisiatif tersebut sebagai salah satu bentuk upaya Telkomsel untuk menciptakan ekosistem digital yang inklusif, khususnya dalam bidang pendidikan. “Paket ilmupedia merupakan paket data yang dapat digunakan untuk mengakses berbagai aplikasi belajar online. Paket ini diharapkan dapat mendorong pelajar untuk terus menggali potensi diri mereka dengan memberikan keseruan serta kemudahan akses belajar secara online. Sedangkan kuis IBJ juga diadakan secara online dan offline agar dapat diikuti oleh seluruh peserta dari berbagai kota di seluruh Indonesia.”
Paket ilmupedia kini sudah dapat digunakan untuk mengakses aplikasi belajar dari Quipper, Cakap, Bahaso dan Zenius. Ke depannya, Telkomsel akan terus mengembangkan paket ilmupedia dengan memperluas kolaborasi dengan pihak lain yang memiliki visi sejalan dengan Telkomsel dalam membantu generasi muda Indonesia untuk menggali potensi diri lewat pendidikan. Paket ilmupedia dapat diaktifkan oleh pengguna layanan prabayar Telkomsel melalui aplikasi MyTelkomsel atau dengan menghubungi menu akses 363844#. Informasi lebih lanjut dapat diakses di laman resmi Telkomsel.
Sedangkan IBJ sudah mulai diselenggarakan pada 5 Februari 2020 dan diikuti lebih dari 18.200 murid yang terbagi menjadi sekitar 3.700 tim yang masing-masing beranggotakan lima orang, dimana seluruh peserta tesebut berasal dari 2.026 sekolah di 324 kota yang juga mencakup daerah penjuru Tanah Air, dari Sabang sampai Merauke.
Setelah melewati dua babak eliminasi yang dilakukan secara online, kedua belas sekolah yang berhasil masuk ke dalam Top 12 adalah SMAN 1 Sambas, SMAN 3 Pontianak, SMA Katolik Rajawali Makassar, SMAN 2 Mataram, SMAN 1 Pekalongan, SMAN 1 Bojonegoro, SMANU MH Thamrin Jakarta, SMAN 1 Garut, Sekolah Global Mandiri Cibubur Bogor, SMAU CT Foundation Medan, SMAN 1 Matauli Pandan Tapanuli Tengah, dan SMA Xaverius Kota Lubuklinggau.
Mereka pun saling adu kepintaran dalam babak Grand Final IBJ yang diselenggarakan di Telkomsel Smart Office, Jakarta, pada 5 Maret 2020. Setelah melewati persaingan yang ketat, SMAN 1 Sambas berhasil menjadi juara, dengan posisi kedua dan ketiga ditempati oleh Sekolah Global Mandiri Cibubur dan SMAN 1 Pekalongan. Ketiganya, beserta para anggota Top 12 lainnya, berhasil membawa pulang hadiah dengan nilai total lebih dari Rp360 juta. Untuk memberikan dampak positif yang lebih luas, IBJ akan kembali diselenggarakan pada pertengahan tahun ini.
“Selamat kepada sekolah-sekolah yang telah menorehkan prestasi dalam ajang ilmupedia Berani Jawab! ini. Kami harap, mereka mampu menginspirasi para pelajar lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan agar menjadi sumber daya manusia berkualitas yang dapat berkontribusi aktif dalam kemajuan bangsa.”
“Kami juga sangat senang dengan tingginya antusiasme para pelajar dalam mengikuti IBJ. Hal ini terlihat dari jumlah serta sebaran peserta yang tidak hanya berasal dari sekolah di kota besar namun juga sekolah di tingkat kabupaten, seperti dari Gunungsitoli-Sumatera Utara, Tapanuli Tengah-Sumatera Utara, Lubuklinggau-Sumatera Selatan, hingga Sambas-Kalimantan Barat, Baubau-Sulawesi Tenggara, dan Jayapura-Papua. Luasnya sebaran peserta IBJ juga menjadi motivasi kami untuk terus mendorong akses akan ilmu pengetahuan yang lebih inklusif melalui kolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki visi yang sama mengenai ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan”, tutup Hastining.
Plt Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi meninjau bangunan heritage Waren Huis di Jalan Hindu Medan, Jumat (6/3). Pemko Medan berencana merevitalisasi bangunan bersejarah tersebut.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kawasan Kesawan merupakan kota tua di Kota Medan dan sekaligus menjadi ‘Harta Karun’ kota. Namun, kondisinya belum terkelola dengan baik. Padahal, bila kota tua ini ditata, akan tumbuh pusat ekonomi kreatif baru di Sumatera Utara. Sehingga dipastikan dapat menyerap tenaga kerja yang cukup banyak.
Seperti disampaikan PLT Walikota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi saat meninjau gedung tua Waren Huis “swalayan pertama di Sumatera” di Jalan Hindu, Kelurahan Kesawan, Medan Barat, Jumat (6/3/2020) pagi.
Dia menyebutkan, Waren Huis ini mirip seperti gedung Marba di Kota Lama Semarang. Sesuai yang kami pelajari di Kota Semarang, ternyata tata kelola kawasan heritage menjadi tempat wisata kota tua di Semarang itu dimulai pada tahun 1994, dan lahirlah perda tahun 2003. Setelah lahir perda, ada pekerjaan yang harus dilakukan seperti membuat kota tua itu tidak banjir lagi, menertibkan para preman-preman yang sudah menguasai tempat-tempat gedung tua. Akhirnya, menurut paparan Walikota Semarang kota tua bisa ditata dengan terlebih dahulu Pemkot Semarang membeli bangunan tua di kawasan tersebut.
Akhyar meyakini, Pemko Medan bisa lebih cepat dari Kota Semarang dalam menata kota tua, sebab kawasan kota tua di Kota Medan tak sebanyak masalah yang dimiliki Kota Semarang. Sekarang ini, kawasan kota tua Kota Medan sudah hidup menjadi pusat bisnis, tapi Pemko Medan ingin mengelola dan menatanya menjadi cantik, dan akan di jadikan pusat bisnis kreatif kota, inilah yang kami sebut sebagai harta ‘harta karun’
“Misalnya nanti di gedung Waren Huis itu dipakai menjadi galeri perdagangan souvernir, gedung pertunjukkan dan dagangan oleh-oleh kota. Kami hidupkan kota ini harapannya menumbuhkan nilai ekonomi. Karena kota tua Medan ini sebenarnya ‘Harta Karun’ kota yang belum terkolola. Jika nanti sudah cantik, wisatawan akan ramai dan tumbuh nilai ekonominya, serta lapangan kerja pasti terbuka,” paparnya di Gedung Waren Huis.
Dia mengaku, untuk mewujudkan cantiknya Kota Tua ini tak bisa hanya Pemko Medan saja, melainkan akan menggandeng seluruh pihak dan kebersamaan dengan pemilik gedung. Maka dari itu, kami akan membentuk seperti tim percepatan pembangunan dan pengelola kota tua Kota Medan. Tim ini diambil dari segala unsur, perwakilan pemilik gedung, pengusaha, praktisi pariwisata, perwakilan komunitas, akademisi, pemerintah, perwakilan pengamat tata kota, dan pakar kota tua. Dengan adanya sinergi ini, percepatan perwujudan kota ini segera terlaksana di Kota Medan.
Saat disinggung apa saja yang sudah disiapkan Pemko Medan, Akhyar menyebutkan, sekarang ini Detail Engineering Desaign (DED) sudah disiapkan, tinggal penyempurnaan. Setelah adanya DED ini, maka tim percepatan pengelolaan kota tua dibentuk juga, sehingga untuk penganggaran bisa diwujudkan.
“Minggu depan saya juga akan pimpin rapat dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Medan untuk segera lahirnya tim percepatan pengelolan kota tua. Sejalan dengan DED selesai, tim juga bekerja. Pada tahun 2020 ini, pembangunan teras di Jalan Kesawan sudah mulai dikerjakan, dan pada 2021 sudah berjalan pembangunan dan mempercantik kota tua. Apalagi, Pemprov Sumut melalui Gubernur juga memiliki semangat yang sama mempercepat pembangunan dan mempercantik kota tua,” ujarnya.
Dia berpendapat, nilai bisnis dari kota tua ini akan semakin hidup, sebab ini adalah harta Karun kota. Tinggal kita secara bersama-sama dengan seluruh masyarakat dan pemilik ikut serta membangun serta mengelolanya. Selain kota tua, Pemko Medan bersama Pemprovsu juga akan menata sungai deli menjadi river side. Di sini bisa dijadikan sebagai kawasan kuliner pinggir sungai. Jadi para pengunjung akan bisa terus berjalan kaki dengan tampilan kota tua yang tidak membosankan, dan fasilitasnya kita buat sebaik-baiknya.
“Kami juga akan menyurati PT Telkom dan PLn agar kabel-kabel di sekitar kota tua di tanam ke dalam tanah, dan tata lalulintas akan dilakukan dengan bekerjasama dengan PT KAI untuk membuat kantong parkir,” paparnya.
Akhyar menyatakan, pekerjaan ini juga tak hanya membutuhkan tenaga, pikiran, tapi harus memiliki kesabaran dan fokus menyelesaikan. Dengan cara itulah, dia berharap semua pihak bisa mendukung langkahnya menyelesaikan penataan kota tua di Kota Medan ini. (*)
Foto: Corcomm Martabe Perwakilan Manajemen Tambang Emas Martabe berfoto bersama Ketua PWI Pusat Atal S. Depari, Ketua PWI Sumut Hermansyah, Wakil Bupati Tapanuli Tengah Darwin Sitompul dan Walikota Sibolga Syarfi Hutauruk serta para peserta UKW Angkatan XXX.
BATANGTORU, SUMUTPOS.CO – PT Agincourt Resources sekali lagi membuktikan komitmenNYA untuk mendukung peningkatan kompetensi para wartawan media massa, melalui pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan XXX Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang digelar pertama kalinya di Tapanuli Tengah, pada 4-5 Maret 2020. UKW ini dihadiri langsung oleh Ketua PWI Pusat Atal S. Depari.
Pembukaan UKW diselenggarakan di Hotel Pia, Pandan, Tapanuli Tengah dan dihadiri langsung oleh para pimpinan daerah seperti Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Sibarani, Wakil Bupati Tapanuli Tengah Darwin Sitompul, Walikota Sibolga Syarfi Hutauruk, dan Kapolres Tapteng AKBP Sukamat.
Adapun, deretan nama penguji UKW kali ini diisi oleh Rajab Ritonga yang juga merupakan Direktur UKW PWI Pusat, Abdul Rahim Lubis, Ketua PWI Sumut Hermansyah, Dedi Sahputra, dan Muhammad Sahrir. UKW diikuti oleh 30 orang wartawan dari berbagai daerah di Sumatera Utara seperti Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal dan Medan.
UKW dibuka dengan pembekalan oleh Wina Armada Sukardi, Ahli Hukum dan Etika Pers Indonesia sekaligus Penasehat Hukum Dewan Pers.
Wakil Presiden Direktur sekaligus CEO PT Agincourt Resources, Tim Duffy mengemukakan, dukungan tersebut menunjukkan keinginan Tambang Emas Martabe untuk selalu tumbuh dan berkembang bersama para pemangku kepentingan yakni wartawan, sekaligus mempererat hubungan yang selama ini telah terjalin konstruktif dan harmonis.
“Kami berharap melalui dukungan pelaksanaan UKW ini kami juga berkontribusi dan berpartisipasi pada peningkatan kualitas jurnalisme di Sumut dan Indonesia. Kami mendukung upaya PWI untuk terus menghasilkan wartawan yang berkompetensi tinggi dan profesional,” ujar Tim Duffy.
Manajer Senior Komunikasi Korporat PT Agincourt Resources, Katarina Siburian Hardono menambahkan, melalui UKW, Tambang Emas Martabe juga ingin meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para wartawan terkait praktik pertambangan berkelanjutan dan berkelas dunia.
“Tahun ini adalah tahun ke-8 Tambang Emas Martabe beroperasi dan kami ingin para wartawan memahami manfaat dan kontribusi positif dari operasional tambang khususnya kepada masyarakat di wilayah tambang beroperasi, beberapa di antaranya melalui implementasi keberagaman gender dan berbagai program CSR unggulan. Penutupan UKW dilakukan di Tambang Emas Martabe agar para wartawan dapat menyaksikan langsung operasional dan kontribusi kami.”
Manajer Senior Komunikasi Korporat PT Agincourt Resources, Katarina Siburian Hardono, tengah menjadi narasumber pada UKW Angkatan XXX di Tapanuli Tengah.
Dukungan penyelenggaraan UKW pertama di Tapanuli Tengah ini mendapatkan apresiasi tinggi dari para pemimpin daerah, yakni Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Sibarani dan Wali Kota Sibolga, Syarfi Hutauruk.
“Ini merupakan langkah yang positif. Luar biasa ada perusahaan yang konsisten mendukung peningkatan kompetensi para jurnalis terutama di daerah kami. Terima kasih,” ujar Bakhtiar.
Pada kesempatan yang sama, Syarfi menyebutkan, wartawan adalah profesi mulia dan terhormat sehingga diperlukan UKW dan pemahaman mendalam terhadap Kode Etik Jurnalistik.
Ketua PWI Pusat, Atal S. Depari mengatakan, tolak ukur profesi wartawan adalah uji kompetensi.
“PWI berterimakasih kepada Tambang Emas Martabe yang secara rutin turut mengambil bagian dari upaya kami untuk mengembangkan profesionalisme wartawan di seluruh Indonesia.”
Tak hanya dukungan terhadap penyelenggaraan UKW, Tambang Emas Martabe juga memiliki berbagai program tahunan yang bertujuan untuk meningkatkan kecakapan dan kapabilitas wartawan tak hanya di Sumut tapi juga di Indonesia. Beberapa di antaranya yakni program Peningkatan Kapasitas Media, Kunjungan Media, dan Penghargaan Jurnalistik Tambang Emas Martabe.
Selain itu, Tambang Emas Martabe juga telah memfasilitasi sejumlah sesi diskusi yang dilengkapi studi komparatif bagi para wartawan untuk melihat praktik pertambangan berkelanjutan di perusahaan lainnya seperti di Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Jawa Barat dan di wilayah lainnya.
Selama 8 tahun beroperasi, Tambang Emas Martabe setidaknya telah melibatkan ratusan wartawan dari puluhan media massa di Sumut untuk mengikuti UKW. UKW Angkatan XXX merupakan kali ketiga dukungan penyelenggaraan dari perusahaan sejak 2016 dan 2018. (rel)
USU: Sejumlah mahasiswa USU di halaman gedung Biro Rektor. USU menerima jalur SMNPTN hanya 2.294 orang pada tahun ini.
TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
USU: Sejumlah mahasiswa USU di halaman gedung Biro Rektor. USU menerima jalur SMNPTN hanya 2.294 orang pada tahun ini. TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Universitas Sumatera Utara (USU) mencatat calon mahasiswa baru melakukan pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) pada tahun 2020 ini, sudah mencapai 21.811 orang.
Kepala Humas, Promosi dan Protokoler USU, Elvi Sumanti mengatakan, daya tampung untuk jalur SMNPTN hanya 2.294 orang pada tahun ini. Kemudian, hasil SNMPTN akan.
“Jumlah yang mendaftar 21.811 orang. Sedangkan, untuk daya tampung di USU 2.294 orang. Nanti hasilnya akan diumumkan pada 4 April 2020 mendatang,” ujar Elvi kepada wartawan, Kamis (5/3).
Dengan begitu, puluhan ribuan pelajar harus bersaing ketat untuk dapat melanjutan pendidikan di Perguruan tinggi Negeri beralamat di Jalan Dr Mansyur, Kota Medan itu.
“Dengan itu, pendaftaran SNMPTN sudah selesai. Ini kita masuk pendaftaran UTBK. Nanti kami sampaikan setelah ada resmi dari pusat ya,” tutur Elvi.
Para peserta harus melakukan Registrasi Akun LTMPT 2 Desember 2019 hingga 7 Januari 2020 Pengisian PDSS, Pemeringkatan Siswa oleh Sekolah13 Jan-6 Feb 2020, Pemeringkatan Siswa oleh Sekolah 13 Jan-6 Feb 2020. Kemudian, pengumuman Siswa yang Eligilbe untuk Daftar SNMPTN 13 Jan-6 Feb 2020.
Kemudian, setelah sekolah melakukan finalisasi PDSS, pendaftaran SNMPTN 11-25 Februari 2020,
Pengumuman Hasil SNMPTN 4 April 2020 pukul 15.00 WIB. “Setiap siswa diperbolehkan memilih dua Program Studi dari satu PTN atau dua PTN,” pungkasnya.(gus/ila)
MELINTAS: Kendaraan melintas di atas Jembatan Titi Dua Sicanangan. Bulan depan, proyek pembangunan jembatan ini ditenderkan.
fachril/sumu tpos
MELINTAS: Kendaraan melintas di atas Jembatan Titi Dua Sicanangan. Bulan depan, proyek pembangunan jembatan ini ditenderkan.
fachril/sumu tpos
BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Rencananya bulan depan pembangunan Jembatan Titi Dua Sicanang, Kecamatan Medan Belawan akan ditender. Harapan masyarakat proses tender yang akan berlangsung dilakukan secara terbuka dan pemenang proyek yang melaksanakan pembangunan harus memiliki kapasitas. Demikianlah ditegaskan Tokoh Masyarakat Medan Utara, Saharudin, Rabu (4/3).
Ia mengapresiasi proses tender yang segera dilasanakan Pemko Medan untuk membangun jembatan tersebut. Sebab, akan membuka akses jembatan yang selama ini menjadi penghambat bagi transportasi bagi masyarakat sekitar.
Harapannya, proses tender yang akan dilaksanakan dapat berjalan secara terbuka, siapapun pemenangnya dalam tender itu diharapkan dapat menyelesaikan pembangunan jembatan tersebut sesuai bestek.
“Kita tidak ingin kejadian yang lama terulang lagi, makaya kita minta tendernya benar – benar dilaksanakan sesuai prosedur agar tidak menghasilkan pembangunan jembatan yang bobrok,” tegas Saharuddin.
Ketua Gerbraksu ini meminta kepada pelaksana tendar yang lama harus diperjelas seperti apa sanksi yang diberikan kepadanya oleh pemerintah dan penegak hukum.
“Kita lihat, sudah tiga kali tender pemenangnya orang yang sama. Jadi, kita tidak mau sampai ke empat kali terjadi. Makanya kita minta yang menang nanti memang mempunyai kapasitas dan dokumennya benar – benar sesuai kemampuannya. Jangan nanti karena ada titipan, jembatan itu terbengkalai lagi,” ungkap Saharuddin.
Sebelumnya, Plt Kadis PU Kota Medan, Zulfansyah mengatakan, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (PKPPR) Kota Medan masih melakukan appraisal (taksiran nilai property) terhadap sebagian lahan yang akan dibangun jembatan Titi Dua Sicanang Belawan tersebut.
“Sampai saat ini kita masih menunggu final appraisal-nya dari Dinas PKPPR, mereka masih hitung. Katanya paling lama akhir bulan ini appraisalnya selesai,” ucapnya.
Dikatakan Zulfansyah, lahan yang akan digunakan dalam pembangunan Jembatan Titi Dua Sicanang yang baru berada tepat di samping jembatan alternatif yang saat ini digunakan oleh masyarakat Sicanang.
Zulfansyah mengaku telah menemui masyarakat yang lahannya akan digunakan untuk pembangunan jembatan itu, masyarakat pun kooperatif dan saat ini hanya tinggal menunggu appraisalnya. Setelah appraisal nya selesai, pihak Pemko Medan pun akan segera membayar biaya pembebasan lah tersebut.
“Kalau akhir bulan (Maret) ini appraisalnya sudah selesai, maka paling lama awal bulan April sudah bisa kita tenderkan proyeknya. Proses tender sendiri memakan waktu sekitar 40 hari,” kata Zulfansyah.
Bila sudah ditenderkan, kata Zulfansyah, maka proses pengerjaan jembatan pun sudah bisa dilaksanakan. “Kalau tendernya selesai di pertengahan bulan Mei, maka paling lama akhir bulan Mei sudah bisa mulai dikerjakan.Waktu pengerjaannya kita targetkan 6 bulan, jadi target kita November 2020 ini sudah selesai dan sudah bisa langsung dipergunakan,” jelasnya.
Zulfansyah menerangkan, Pemko Medan sudah menganggarkan dana sebesar Rp15 miliar dari APBD Kota Medan untuk membangun jembatan yang telah dua kali ambruk tersebut.
“Anggarannya Rp15 miliar, memang itu tidak cukup untuk membangun sampai tuntas lengkap dengan pernak-pernik jembatan itu, tapi setidaknya nilai itu sudah bisa dipergunakan untuk membangun jembatan secara konstruksi hingga fungsinya kita pastikan layak untuk dilintasi. Jadi saat ini, kita memang sedang menunggu proses appraisalnya saja,” pungkasnya.
Seperti diketahui, sebelumnya jembatan Titi Dua Sicanang telah dianggarkan pada APBD Kota Medan Tahun 2017 dan dikerjakan oleh PT Jaya Star Utama dengan anggaran sekitar Rp8 miliar. Namun sebelum selesai, sekitar tanggal 6 November 2017 jembatan tersebut amblas. (fac/ila)