Home Blog Page 4447

Kontes Foto #DirumahSaja Pertama di Sumut

Ayo Kirim Foto Sport at Home yang Digeber Bapomi Sumut, Sumut Pos dan Posmetro Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – UNTUK mengisi ajakan stay at home mencegah semakin mewabahnya Corona, Harian Sumut Pos dan Harian Posmetro Medan bekerja sama dengan Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (Bapomi) Sumut pimpinan Dr. H. Muhammad Isa Indrawan, M.M menggelar kontes foto #DirumahSaja mulai Rabu (1/4). Ini merupakan kontes foto #Dirumah Saja di Sumut pasca mewabahnya penyakit Corana di Indonesia.

”Lebih sepekan diterapkannya ajakan stay at home mulai menimbulkan kejenuhan bagi sebagian masyarakat. Melalui kontes foto yang diadakan Bapomi Sumut bekerja sama dengan dua koran ternama di Sumatera Utara diharapkan dapat jalin pilihan aktivitas di rumah,” kata Deddi Mulia Purba, penggagas dan pelaksana kontes foto tersebut.

Dalam siaran pers di Graha Pena Jalan Sisingamangaraja Km 8,5 Nomor 134 Medan Amplas, Selasa (31/3), Deddi Mulia Purba mengutarakan pentingnya berolahraga sebagai salah satu upaya meningkatkan imunitas atau kekebalan tubuh. ”Sambil berolahraga mari berfoto. Kita share fotonya di media sosial untuk mengingatkan bahwa stay at home bukan sekadar berdiam diri yang membuat kejenuhan dan kebosanan,” tuturnya.

Pria berkacata mata minus yang biasa disapa dmp ini mengutarakan bahwa share foto berolahraga dirumah saja ini diharapkan berdampak positif dalam menebar kebaikan ditengah masyarakat. ”Pengiriman foto dilaksanakan pada 1-7 April 2020 melalui email: deddimuliapurba@gmail.com dan WA: 081376658902,” katanya.

Ada sejumlah tahapan yang harus dilakukan peserta kontes foto ‘Sehat dan Bugar di Rumah Bersama Bapomi Sumut’ yakni foto yang dikirim merupakan hasil karya sendiri, tidak mengandung unsur pornografi, SARA, sadisme dan lainnya. Foto harus di upload di media sosial instagram , twitter dan facebook yang sesuai dengan identitas peserta lomba.
”Saat dipublikasi di media sosial harus menuliskan hastag #BapomiSumutBersatuHadapiCorona, #BapomiSumutGelorakanSportAtHomeBersamaKeluarga, #SumutPos dan #Posmetro,” katanya.

Diakhir penjelasannya, Deddi Mulia Purba yang pernah menjadi moderator talk show Coffee Morning 200 Rektor, Direktur dan Ketua Perguruan Tinggi di Sumut di Hermes Place Polonia Medan ini mengutarakan akan hadiah total Rp.2 juta bagi enam peserta yang beruntung. ”Ayo kirim foto sport at home semenarik mungkin sesuai ketentuan lomba,” katanya. (*)

Ajukan Banding Soal Gugatan Gaji Mohamadou Alhadji, PSMS Tunggu Keputusan NDRC

LATIHAN: Eks Pemain PSMS Medan Mohamadou Alhadji saat masih berkostum Ayam Kinantan, musim lalu.
LATIHAN: Eks Pemain PSMS Medan Mohamadou Alhadji saat masih berkostum Ayam Kinantan, musim lalu.
LATIHAN: Eks Pemain PSMS Medan Mohamadou Alhadji saat masih berkostum Ayam Kinantan, musim lalu.
LATIHAN: Eks Pemain PSMS Medan Mohamadou Alhadji saat masih berkostum Ayam Kinantan, musim lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Manajemen PSMS Medan telah mengajukan banding kepada National Dispute Resolution Chamber (NDRC) Indonesia, terkait gugatan gaji eks penggawa Ayam Kinantan musim lalu, Mohamadou Alhadji.

Sebelumnya, NDRC Indonesia selaku badan penyelesaian sengketa nasional yang merupakan sebuah pilot project FIFA ini, telah memenangkan gugatan Alhadji terhadap PSMS, beberap waktu lalu. Dalam putusannya, NDRC Indonesia mewajibkan PSMS untuk membayar sisa 3 bulan gaji sang pemain, dengan total Rp150 juta. Jika tak dipenuhi, Ayam Kinantan terancam tak boleh berkompetisi selama 3 musim ke depan.

Namun, NDRC Indonesia memberikan tenggat waktu 45 hari pascaputusan tersebut ditetapkan, kepada PSMS untuk mengajukan banding. Dan dikabarkan Manajemen Ayam Kinantan sudah mengajukan banding, dan sedang menunggu putusannya kembali.

“Kami masih menunggu putusan dari NDRC seperti apa. Apakah diterima atau tidak?” ungkap Sekretaris PSMS Julius Raja, Minggu (29/3) lalu.

Menurut King, sapaan karib Julius Raja, dalam hal ini PSMS tidak bersalah, karena sudah memutus kontrak sang pemain setelah dilakukan evaluasi. Sebagaimana hal itu termaktub di dalam kontrak sang pemain. Sehingga, Manajemen PSMS merasa tidak perlu membayar sisa 3 bulan gaji dimaksud, mengingat pemain naturalisasi asal Kamerun itu, sudah tak lagi bermain untuk PSMS di putaran kedua Liga 2 musim lalu, meski di awal kontrak Alhadji baru berakhir Desember 2019.

“Kalau pun dibayar, PSMS tidak bersalah dalam hal ini. Justru PSMS yang mengalami kerugian, karena harus bayar Rp150 juta. Sementara dia (Alhadji) sudah diputus kontraknya, dan tidak bekerja dengan PSMS lagi (periode Oktober-Desember 2019),” beber King.

Meski demikian, menurut King, Manajemen PSMS masih ingin duduk bersama dengan sang pemain, untuk menuntaskan sengketa ini secara kekeluargaan, dengan meminta mediasi dari pihak NDRC Indonesia.

“Kalau mau cepat selesai, ya harus melakukan pertemuan dulu, biar bisa saling mendengarkan permasalahannya. Makanya kami meminta NDRC untuk memediasi. Tapi mungkin karena pandemi virus corona ini, ditunda sementara dulu,” pungkasnya. (isc/saz)

Gas Bumi Makin Diminati, Tambah 90 Pelanggan di 2020

GALI: Karyawan Pertagas (anak perusahaan PGN) sedang menggali tanah untuk pembangunan pipa gas di Batubara, Sumut, beberapa waktu yang lalu.
GALI: Karyawan Pertagas (anak perusahaan PGN) sedang menggali tanah untuk pembangunan pipa gas di Batubara, Sumut, beberapa waktu yang lalu.
GALI: Karyawan Pertagas (anak perusahaan PGN) sedang menggali tanah untuk pembangunan pipa gas di Batubara, Sumut, beberapa waktu yang lalu.
GALI: Karyawan Pertagas (anak perusahaan PGN) sedang menggali tanah untuk pembangunan pipa gas di Batubara, Sumut, beberapa waktu yang lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT PGN Area Medan akan menargetkan akan menambah 90 pelanggan pada 2020 ini. Hal ini membuktikan penggunaan gas bumi semakin diminati masyarakat dan industri karena hemat dan aman.

Sales Area Head PGN Medan, Saeful Hadi mengatakan ketersediaan pasokan gas bumi yang cukup, guna memenuhi kebutuhan pelanggan PGN di Medan. Dengan adanya penambahan pelanggan baru, diperkirakan pemakaian gas bumi tahun ini mencapai 13,07 BBTUD (Billion British Thernal Unit Per Day).

“Ketersediaan gas bumi PGN tidak bermasalah. Artinya stok sangat cukup untuk pelanggan. Bahkan tahun ini ada rencana penambahan 90 pelanggan baru,” ujarnya.

Dijelaskannya, penambahan 90 pelanggan baru itu terdiri dari pelanggan komersial industri 35 dan pelanggan kecil 55. Tambahan pemakaian gas untuk pelanggan komersial industri sebanyak 1,7 BBTUD dan untuk pelanggan kecil 0,4 BBTUD.

Saeful menyebutkan, pelanggan komersial industri yang akan bergabung ini bergerak di bidang perhotelan, rumah makan, laundry yang volumenya besar. Begitu juga dengan pelanggan kecil juga bergerak di bidang yang sama, namun volumenya lebih kecil.

“Realisasi penyaluran gas bumi tahun 2019 mencapai 12,82 BBTUD. Maka dengan adanya tambahan pelanggan baru tahun 2020 ini rencana pemakaian gas diperkirakan 13,07 BBTUD. Penambahan pelanggan baru tersebut saat ini masih dalam proses,” ujarnya.

Saeful menyebutkan, hingga posisi Januari 2020, total pelanggan PGN Medan mencapai 25.944. Jumlah tersebut terdiri dari pelanggan Rumah Tangga 25.407, pelanggan kecil 396, dan pelanggan komersial industri 141.

Selain menambah 90 pelanggan baru, PGN juga bakal memenuhi kebutuhan gas bumi untuk jaringan gas rumah tangga (Jargas) di Deliserdang.

Saeful menyebutkan, tahun 2020 ini, pemerintah melalui program Jargas akan memasang sekitar 6.000-an sambungan rumah tangga di Deliserdang. Pihaknya juga siap untuk memenuhi kebutuhan gas bumi program pemerintah tersebut.

“Program Jargas tahun ini akan ada sebanyak 6.000-an sambungan di Deliserdang, yakni daerah Lubukpakam dan sekitarnya. Sebelumnya juga sudah terealisasi sekitar 5.000-an sambungan di Medan dan 5.000-an di Deliserdang,” jelasnya.

Terkait dengan menjelang bulan Ramadhan dan Lebaran tahun ini, pasokan gas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sangat cukup. Saeful memperkirakan, kebutuhan pemakaian gas pada momen tersebut biasanya naik sekitar 20 persen dari hari biasanya. (ram)

Masyarakat Takut Keluar Rumah, Petani dan Pedagang Merugi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pandemi virus corona membuat harga komiditi pangan turun harga. Masyarakat yang takut ke luar rumah membuat daya beli menurun. Hal ini berdampak pada pedagang dan petani yang mengakami omset menurun.

Ketua Tim Pemantau Harga Kebutuhan Pokok Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan kondisi ini, dipengaruhi oleh imbauan pemerintah agar masyarakat tetap berada di rumah saja untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. Sehingga masyarakat membeli kebutuhan sehari-hari secukupnya saja.

Selain itu, banyak juga restoran, rumah makan dan cafe banyak memilih tutup dan mengikuti surat edaran pemerintah untuk tidak melakukan mobiitas massa dengan jumlah besar dalam rangka antisipasi penyebaran virus mematikan itu.

“Banyak pedagang saat ini yang dirugikan karena penjualan mereka anjlok padahal pedagang ini kelasnya mikro dan kecil. Aktifitas ekonomi masyarakat yang geraknya dibatasi menjadi salah satu pemicu memburuknya harga kebutuhan pokok belakangan ini,” sebut Gunawan.

Saat ini, harga cabai merah yang biasanya dijual di kisaran Rp25 ribu hingga Rp35 ribu per Kg menjadi Rp15 ribu hingga Rp20 ribuan saja sama halnya dengan cabai rawit Rp10 ribu hingga 15 ribu per Kg.

Selain pedagang, penurunan omset juga dirasakan para petani juga. Di tingkat pedagang sunyi pembeli membuat petani banting harga agar hasil pertanian mereka tidak busuk. Hal itu, membuat kerugian lebih besar lagi.

“Pedagang sendiri mengalami kerugian karena mereka rentan dirugikan dari fluktuasi harga yang tidak bisa diperkirakan. Bahkan banyak distributor yang dirugikan karena harga cepat berubah dengan kecenderungan turun tajam,” jelas pengamat ekonomi dari UIN Sumut itu.

Selain cabai, daging ayam juga turun di kisaran Rp24 ribuan per Kg. Sayur-sayuran seperti kangkung, bayam dijual dengan harga Rp1.200 hingga Rp2.000 per ikat. Harga yang bertahan mahal sejauh ini masih dari harga gula pasir yang Rp17 ribuan per Kg.

Sejauh ini pelemahan rupiah yang bertahan dikisaran 16.200 per US Dolar belum menjadi malapetaka buat harga pangan. Namun pelaku UMKM mulai dari petani hingga pelaku bisnis besar mulai merasakan dampat dari penyebaran corona dan ini merupakan bencana besar bagi pelaku ekonomi di manapun.

“Saya menganjurkan agar masyarakat ikut aktif membantu pemerintah dalam memerangi corona. Jika penyebarannya mampu dibatasi, maka pemulihan ekonomi akan berlangsung dengan cepat. Ikuti semua anjuran pemerintah baik pusat, daerah maupun kota,” tandasnya. (gus/ram)

Tim Kesehatan Humbahas Tanpa APD Lengkap

PERIKSA : Tim posko Covid-19 di pintu masuk perbatasan Desa Hutajulu Kecamatan Pollung saat melakukan pemeriksaan dan pendataan tanpa memakai alat pelindung diri (APD) yang lengkap.
PERIKSA : Tim posko Covid-19 di pintu masuk perbatasan Desa Hutajulu Kecamatan Pollung saat melakukan pemeriksaan dan pendataan tanpa memakai alat pelindung diri (APD) yang lengkap.
PERIKSA : Tim posko Covid-19 di pintu masuk perbatasan Desa Hutajulu Kecamatan Pollung  saat melakukan pemeriksaan dan pendataan tanpa memakai alat pelindung diri (APD) yang lengkap.
PERIKSA : Tim posko Covid-19 di pintu masuk perbatasan Desa Hutajulu Kecamatan Pollung saat melakukan pemeriksaan dan pendataan tanpa memakai alat pelindung diri (APD) yang lengkap.

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Tim kesehatan Kabupaten Humbag Hasundutan yang melakukan pemeriksaan kesehatan bagi warga yang masuk dan keluar di perbatasan (Posko Covid-19), terlihat tidak memakai alat pelindung diri (APD) yang lengkap.

Keberadaan posko Covid-19 di empat pintu masuk Kabupaten Humbang Hasundutan, mulai berjalan sejak, Sabtu (28/3) kemarin. Keberadaan posko dihuni oleh, petugas kesehatan dari puskesmas, TNI, kepolisian, satpol pp, BPBD dan Dinas Perhubungan.

Petugas Dinas Perhubungan bermarga Panjaitan yang juga menjabat sebagai kordinator posko siaga Covid-19 di jalur pintu masuk Hutajulu mengakui selama posko berdiri, pemeriksaan belum dilakukan secara optimal karena kurangnya sarana kelengkapan alat pelindung diri (APD).

“ Hanya masker, pencuci tangan, sarung tangan dan alat termometer, itupun sarung tangan khusus kesehatan,” beber Panjaitan.

Hal senada juga diakui diakui oleh petugas kesehatan Puskesmas Hutapaung Kecamatan Pollung. “ Ini bukan APD,” ujarnya. Selain kurangnya perlengkapan APD, kondisi posko Covid 19 ini kurang memadai. Tampak, tidak ada tempat berlindung istirahat yang hanya kursi dan tenda.

” Posko Hutajulu ginilah keadaannya, kalau malam hari kena angin, tidak ada tempat untuk istirahat, seharusnya ada,” keluh Panjaitan.

Kepala Dinas Kominfo, Hotman Hutasoit mengatakan, selama posko Covid -19 di pintu masuk berjalan dengan normal. Dan pihaknya, selama menjaga diposko dilengkapi dengan alat pelindung diri. “ Sudah ada termogan, disemprot,” katanya saat dihubungi.

Setiap warga yang masuk ke Humbang Hasundutan maupun keluar, tim posko ini melakukan pendataan dan pemeriksaan kesehatan. Seperti terpantau di pintu masuk jalan lintas sumatera utara, Desa Hutajulu Kecamatan Pollung yang berbatasan dengan dua wilayah daerah yakni Kabupaten Samosir dan Kabupaten Dairi.

Petugas melakukan pemeriksaan penumpang dan supir mobil pribadi, petugas melakukan pemeriksaan kesehatan berupa mengukur suhu tubuh para pendatang dengan menggunakan alat termomoter.

“ Kami melakukan pendataan, mulai identitas, tujuan kemana dan pemeriksaan suhu tubuh. Puji Tuhan, semua yang diperiksa kondisi normal dengan suhu tubuh dibawah rata-rata 34 derajat celcius,” ungkap Camat Pollung, Paiman Lumbangaol.

Paiman mengatakan, posko gabungan siaga Covid-19 ini dibuat untuk mengecek warga yang melintas dan masuk ke Kabupaten Humbang Hasundutan. Dan rata-rata dari pemeriksaan, pihaknya tidak menemukan adanya gejala Covid 19 pagi penumpang maupun supir mobil pribadi.

Selain mengecek, pihaknya juga yang berjaga diposko itu, juga menganjurkan bagi warga Humbang Hasundutan yang hendak berpergian keluar, dilarang dan dianjurkan untuk pulang. Jikapun karena ada kepentingan, pihaknya menghimbau untuk tidak pulang ke Humbang Hasundutan selama 14 hari.

“Kalau ada warga yang hanya melintasi daerah Humbang Hasundutan, kita minta untuk tidak singgah dan langsung ke tempat asal tujuan. Misalnya, dia dari Medan mau bertujuan ke Balige, kita minta tidak berhenti langsung ke Balige,” katanya.

Ditambahkannya, selama pemeriksaan pihaknya juga sudah ada memulangkan warga luar untuk kembali kedaerah masing-masing

“Tidak diperbolehkan yang datang, semisal dari Dairi itu kita pulangkan dan kalau warga Humbang diperiksa suhu tubuhnya, itulah unsur-unsur lockdown itu di berada di lapangan,” tutupnya. (des/ram)

Dampak Covid-19, Program Fisik DAK 2020 Dihentikan

RAPAT: Bupati Tapanuli Selatan Syahrul M Pasaribu saat memimpin rapat bersama OPD.
RAPAT: Bupati Tapanuli Selatan Syahrul M Pasaribu saat memimpin rapat bersama OPD.
RAPAT: Bupati Tapanuli Selatan Syahrul M Pasaribu saat memimpin rapat bersama OPD.
RAPAT: Bupati Tapanuli Selatan Syahrul M Pasaribu saat memimpin rapat bersama OPD.

SIPIROK, SUMUTPOS.CO – Bupati Tapanuli Selatan Syahrul M.Pasaribu menyatakan sejumlah program strategis pembangunan fisik bersumber Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2020 di daerah ini terhenti terganggu.

“Hal ini terjadi setelah Menkeu, Sri Mulyani melalui suratnya omor S-247/MK.07/2020 menghentikan proses Pengadaan Barang/Jasa DAK Fisik 2020 tertanggal 27 Maret 2020,” katanya, di Sipirok, Senin (30/3).

Alasan Menteri Keuangan RI, mengingat sejumlah wilayah di Indonesia saat ini membutuhan beberapa aksi cepat dampak mewabahnya corona virus disease (COVID-19).

“Akhirnya berimplikasi terhadap program perencanaan pembangunan (DAK) yang sudah tersusun sebelumnya,” katanya. Apalagi untuk Tapanuli Selatan nilainya mencapai Rp50 milyar.

Oleh karenanya, Bupati menekankan OPD nya untuk agar selektif dan berhati-hati merealisasikan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA), artinya mengutamakan yang urgen atau yang dirasakan masyarakat,” sarannya.

“Untuk perjalanan dinas luar daerah tolong itu dikurangi, sebab, ini juga berhubungan dengan anstispasi penyebaran COVID-19, apalagi bersifat serimonial tiadakan,” tegas Bupati.

Pemkab Tapanuli Selatan menyadari bahwa pertumbuhan ekonomi nasional saat ini sangat tidak stabil, dan disisi lain konsentrasi Pemerintah penanganan COVID-19 yang membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.

“Pertumbuhan ekonomi nasional saat ini sedang tidak bagus, Pemerintah memproyeksi pertumbuhan ekonomi di kisaran 4,7 sampai dengan 5,0 persen bahkan akhir – akhir ini diprediksi pertumbuhan dikisaran 4% dan juga berpotensi pertumbuhannya hanya 2%,” singgungnya.

Akibatnya, berdampak Pendapatan Daerah yang dirancang dalam APBD TA 2020, “makanya, penghematan anggaran untuk semua OPD harus dilakukan,” tandas Bupati. (ant/ram)

Warga Labuhanbatu Keluhkan Kenaikan Tarif Sewa Ruko

Melintas: Beberapa pengendara melintas di Kota Labuhanbatu. fajar/Sumut Pos
Melintas: Beberapa pengendara melintas di Kota Labuhanbatu. fajar/Sumut Pos
Melintas: Beberapa pengendara melintas di Kota Labuhanbatu. fajar/Sumut Pos
Melintas: Beberapa pengendara melintas di Kota Labuhanbatu. fajar/Sumut Pos

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu menaikkan tarif retribusi sewa rumah toko (ruko) terhitung sejak tahun 2020 mendapat kritikan warga. Terlebih lagi, di tengah hiruk-pikuk merebaknya wabah Covid-19.

Pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat melalui Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Labuhanbatu nomor 2 tahun 2019 menentukan tarif sewa tahunan bangunan di Jalan Jenderal Sudirman Rantauprapat itu, menjadi Rp15 juta minimal dan maksimal Rp18.375.000.

Padahal sebelumnya, jika merujuk Perda no 41 tahun 2011, tarif sewa sebanyak 29 ruko tahunan tersebut masih dikisaran angka minimal Rp12 juta dan maksimal Rp14.700.000.

Rencana kenaikan pembayaran dengan jatuh tempo Agustus 2020 mendatang, itupun diketahui sesuai surat sosialisasi Dinas Perdagangan dan Perindustrian bertanggal 12 Maret 2020 lalu, yang kini telahditerima masing-masing penyewa.

Kebijakan pemerintah dalam menaikkan tarif sewa ruko ternyata semakin membuat para penyewa kewalahan. Bagaimana tidak, keputusan meniadakan gerakan keramaian, diakui pedagang sangatlah berpengaruh.

“Bagaimana kita tidak bingung, dimana kita diminta berdiam di rumah, disitulah pula naik sewanya,” aku penyewa yang minta namanya tidak dipublikasikan, Minggu (29/3).

Keresahan sama diakui penyewa lainnya, bencana nasional Covid-19 diyakini berdampak terhadap perekonomian pedagang. Jikapun ingin meningkatkan pendapatan, pemerintah diharapkan melihat situasi dan kondisi.

“Bayangi, di mana-mana saat ini resah akan penularan virus Corona dan berupaya membatasi gerak. Anehnya, di saat bersamaan pula pemerintah malah membuat keputusan yang semakin menimbulkan keresahan,” ujar penyewa lainnya.

Sejumlah pedagang selaku penyewa ruko milik Pemkab Labuhanbatu berharap kebijakan menaikkan tarif retribusi dipertimbangkan kembali, demi kenyamanan, khususnya saat kondisi pencegahan Covid-19.

Apalagi, sambung penyewa, lokasi keberadaan ruko saat ini merupakan wilayah kawasan tertib lalulintas yang berdampak semakin berkurangnya pembeli belanja kepada mereka.

“Kalau di lokasi lain mungkin banyak pembeli, karena tidak kawasan tertib lalulintas, ini sangat berpengaruh. Maka kami berharap pemerintah lebih bijak dalam hal mengambil keputusan,” harap mereka.

Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Labuhanbatu, Chairuddin Nasution, Senin (30/3) menjelaskan, kenaikan itu sesuai perubahan Perda yang diefektifkan tahun 2020.

Surat yang dikirim mereka pun, tidak serta merta memaksa harus dilakukan pelunasan, melainkan hitungan pemakaian satu tahun berjalan dan kenaikan itupun menurutnya harus disosialisasikan sesuai regulasi.

Jika dikaitkan dengan bencana Covid-19, sambungnya, dia merasa hal itu tidak tepat. Sebab, surat telah dilayangkan mereka sebelum merebaknya wabah mematikan tersebut.

“Pembayarannya bukan sekarang. Kalau dikaitkan dengan Corona, saya rasa tidak tepat, mungkin-mungkin sebulan ini selesai Coronanya. Intinya itu tanggungjawab kita,” papar Chairuddin lagi. (fdh/azw)

Sepi Penumpang akibat Pandemi Covid-19, Sopir Bus AKDP Mengeluh

PRIMA JAYA: Kepala Dishub Kota Tebingtinggi Safrin Harahap, saat meninjau Pool CV Prima Jaya, Jalan Dipanegara Kota Tebingtinggi, belum lama ini. SOPIAN/SUMUT POS
PRIMA JAYA: Kepala Dishub Kota Tebingtinggi Safrin Harahap, saat meninjau Pool CV Prima Jaya, Jalan Dipanegara Kota Tebingtinggi, belum lama ini. SOPIAN/SUMUT POS
PRIMA JAYA: Kepala Dishub Kota Tebingtinggi Safrin Harahap, saat meninjau Pool CV Prima Jaya, Jalan Dipanegara Kota Tebingtinggi, belum lama ini. SOPIAN/SUMUT POS
PRIMA JAYA: Kepala Dishub Kota Tebingtinggi Safrin Harahap, saat meninjau Pool CV Prima Jaya, Jalan Dipanegara Kota Tebingtinggi, belum lama ini.
SOPIAN/SUMUT POS

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Sopir angkutan kota dalam provinsi (AKDP) mengeluhkan sepinya penumpang pascamerebaknya virus corona di Kota Medan dan beberapa kabupaten kota Sumatera Utara (Sumut).

Seorang sopir CV Prima Jaya Jalan Dipanegara Kota Tebingtinggi, Nanda (52) menuturkan, sejak merebaknya virus corona, penumpang tujuan Kota Medan sepi. “Sudah hampir 10 hari ini penumpang sepi, khususnya tujuan Tebingtinggi ke Medan. Paling ada 3 penumpang, dan beberapa paket tujuan Medan,” ungkap Nanda, Minggu (29/3).

Nanda mengatakan, keberangkatan mobil penumpang biasanya hitungan satu jam sekali. Kini, pihaknya harus menunggu sampai 4-5 jam, dan itu pun bukan penumpang, tapi paket barang.

“Karena harus diangkut berangkat ke Medan, ya berangkatlah. Mana tau di jalan ada penumpang, untuk menutupi biaya bahan bakar kendaraan,” jelasnya.

Ketika ditanya hasil pendapatan bersih dalam satu hari, dia mengaku, bisa mengantongi uang antara Rp40 ribu sampai Rp50 ribu per hari, selama merebaknya virus corona ini.

“Ya itulah (Rp40ribu-Rp50 ribu), uang yang bisa dibawa pulang ke rumah, sudah dipotong makan dan minum. Kalau ditanya cukup atau tidak, ya pasti tidak cukup. Karena untuk memenuhi kebutuhan keluarga semua harga mulai naik,” kata Nanda lagi.

Jika kondisi ini terus berlangsung hingga Ramadan dan Lebaran, lanjut Nanda, dapat dipastikan pengusaha AKDP akan mengalami gulung tikar, karena sepinya penumpang.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Tebingtinggi, Safrin Harahap menyatakan, saat ini pemerintah masih dalam masa melawan penyebaran virus corona. Karena itu, dia mengimbau semua masyarakat dapat bersabar, dan berharap masalah ini cepat berakhir.

Mandor CV Prima Jaya Kota Tebingtinggi, Rimpun, juga mengeluhkan sepinya penumpang. Dia mengatakan, hasil setoran untuk mandor yang biasanya lumayan, kini sangat memprihatinkan.

“Sekarang ini hasil pendapatan setoran hanya Rp30 ribu per hari,” keluhnya. (ian/saz/azw)

Tim Gabungan Tebingtinggi Tertibkan Orang Berkumpul

BUBARKAN: Tim gabungan Satpol PP, TNI, Polri dan Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi tertibkan pasar rakyat dadakan. sopian/sumut pos
BUBARKAN: Tim gabungan Satpol PP, TNI, Polri dan Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi tertibkan pasar rakyat dadakan. sopian/sumut pos
BUBARKAN: Tim gabungan Satpol PP, TNI, Polri dan Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi tertibkan pasar rakyat dadakan. sopian/sumut pos
BUBARKAN: Tim gabungan Satpol PP, TNI, Polri dan Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi tertibkan pasar rakyat dadakan. sopian/sumut pos

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Tim Gugus Tugas bersama Satpol Polisi Pamong Praja (PP), TNI, Polri dan camat setempat melakukan penertiban perkumpulan orang di Pasar Rakyat dadakan di Jalan Gunung Arjuna Kelurahan Mekar Sentosa Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi, Senin malam (29/3). Penertiban dilakukan untuk meredam dampak dari penyebaran Covid 19.

Masayarakat yang tumpah ruah di Pasar Rakyat dadakan tersebut tidak memberlakukan social distancing antara pengunjung yang sedang berbelanja dengan para pembeli. Setidaknya berjarak 1 meter dan mereka terkesan bergerombol.

Parahnya mereka banyak tidak menggunakan masker dan pencuci tangan. Karena kedatangan tim pencegahan Covid 19, pedagang dan pembeli diimbau untuk langsung pulang dan tidak melakukan aktivitas jual beli.

Kasat Pol PP Kota Tebingtinggi Guntur M Harahap membenarkan imbauan untuk menjaga penyebaran Covid 19 di masyarakat luas terutama saat berkumpulnya di pasar rakyat dadakan (pekan) ini. Apabila ada yang terindikasi Covid 19, maka ini bisa menularkan dalam jumlah yang banyak.

“Pedagang kami imbau untuk menghentikan aktivitas jual belinya, begitu juga kepada masyarakat kita imbau untuk pulang ke rumah dan apabila ada gejala seperti Covid 19, segera melapor ke Puskesmas terdekat,” jelasnya.

Guntur juga memaparkan pihak bersama tim gabungan TNI, Polri, Satpol PP dan Camat akan terus melakukan penertiban kepada perkumpulan orang banyak di suatu lokasi, karena mencegah itu lebih baik dari pada mengobati.

“Kami harapkan kepada masyarakat untuk tetap mengikuti anjuran yang sudah disampaikan oleh tim gugus tugas penyebaran Covid 19 Pemko Tebingtinggi. Sayangi keluarga dan anak anak kalian,” pungkas Guntur. (ian/azw)

DPRD Minta Pemkab Simalungun Jangan Tergesa Isolasi Desa

SIMALUNGUN, SUMUTPOS.CO – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Simalungun meminta pemerintah daerah tidak buru-buru atau tergesa-gesa, membuat kebijakan lockdown baik itu terbatas atau meluas atau bahkan melakukan isolasi daerah atau desa,seperti yang dilakukan di Desa Bangun Panei, Kecamatan Dolog Masagal baru-baru ini.

Ketua Fraksi Nasdem DPRD Simalungun, Bernhard Damanik kepada wartawan, Senin (30/3) mengatakan penetapan isolasi Desa Bangunpanei dengan melarang warga untuk melakukan kontak langsung dengan sesama warga desa atau desa tetangga menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat. Padahal hasil test Covid 19 terhadap Pasien Dalam Pemantauan (PDP) yang ditangani belum diketahui.

“Surat Bupati Simalungun JR Saragih nomor 065/6031/1.3.1/2020 yang ditujukan kepada kepala Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid 19 Simalungun, meminta warga desa Bangun Panei, Kecamatan Dolog Masagal diisolasi terkait adanya warga setempat ditetapkan PDP, saya nilai terlalu buru-buru,sehingga menimbulkan keresahan masyarakat,” ujar Bernhard.

Politisi Nasdem yang juga anggota Komisi I membidangi kesehatan, mengatakan banyak menerima telepon pasca beredar berita di media Desa Bangun Panei di kecamatan Dolog Masagal,yang diisolasi atau di lockdown karena adanya PDP dari desa itu.

“Banyak yang nanya sama saya benarkah Desa Bangunpanei diisolasi karena ada pasien Covid 19,biar tahu kami mengungsi,itu membuat masyarakat resah padahal hasil test terhadap pasien yang dinyatakan PDP belum ada dan ternyata hasil testnya juga negatif,padahal desa asal pasien sudah diisolasi,” ujar Bernhard.

Bernhard mendukung upaya pemerintah daerah menanggulangi virus Covid 19 namun juga kebijakan yang dibuat jangan berlebihan dan tegesa-gesa,sehingga masyarakat ketakutan. (bbs/azw)