Home Blog Page 4448

Pemko Tebingtinggi Terima Bantuan APD

BERIKAN: Apindo Kota Tebingtinggi berikan bantuan APD dan Hand Sanitijer kepada RSUD dr Kumpulan Tebingtinggi. sopian/sumut pos
BERIKAN: Apindo Kota Tebingtinggi berikan bantuan APD dan Hand Sanitijer kepada RSUD dr Kumpulan Tebingtinggi. sopian/sumut pos
BERIKAN: Apindo Kota Tebingtinggi berikan bantuan APD dan Hand Sanitijer kepada RSUD dr Kumpulan Tebingtinggi. sopian/sumut pos
BERIKAN: Apindo Kota Tebingtinggi berikan bantuan APD dan Hand Sanitijer kepada RSUD dr Kumpulan Tebingtinggi. sopian/sumut pos

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dari Dewan Pimpinan Kota (DPK) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Tebingtinggi diterima secara langsung oleh Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan, di RSUD dr Kumpulan Pane Jalan Kumpulan Pane Kota Tebingtinggi, Senin (30/3).

Penyerahan APD diserahkan Ketua Apindo Kota Tebingtinggi, Syafriudi Satrio yang diwakilkan oleh Ketua Harian Zainal Arifin Tambunan dan pengurus lainnya.

Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan mengucapkan terima kasih atas kepedulian Apindo Kota Tebingtinggi yang telah peduli dengan penanganan Covid-19 di Kota Tebingtinggi.

“Apindo Kota Tebingtinggi menyumbang APD dengan melibatkan pengusaha-pengusaha lainnya,” terang Umar Zunaidi.

Menurut Umar, ada yang dititipkan kepada Apindo, supaya pekerja pekerja yang ada di Apindo untuk di perhatikan kesehatannya dan diperhatikan cara kerjanya sehingga phsycal distance dengan baik diterapkan.

“Semua bantuan dari lapisan masyarakat, pengusaha dan dari ASN sangat dibutuhkan sekali, karena dengan kebersamaan kita bisa menghadapi Covid-19,” pinta Umar.

Penyerahan bantuan APD disaksikan Direktur RSUD dr Kumpulan Pane dr Yonhly B Dahban didampingi Wadir Pelayanan dr Irvan Dalimunthe, Kabag TU Iqbal, Kabid Pelayanan SDM Sumiaty, Kabid Keperawatan Priston Sitanggang dan Kepala Instalasi Farizi, serta Kadis Kominfo Dedi Parulian Siagian.

Sementara Ketua Harian Apindo Kota Tebingtinggi Ir Zainal Arifin Tambunan mengatakan bahwa penyerahan bantuan APD ini merupakan sebagai bentuk kepedulian terhadap para tim medis dalam menangani Covid-19 yang saat ini lagi mewabah.

“Adapun bantuan yang diberikan berupa Hand Sanitizer sebanyak 50 liter, baju mantel 72 unit,” jelasnya.

Menurutnya, peralatan APD yang kita berikan terpaksa direalisasikan secara ber tahap, karena barang APD tersebut dan kebutuhan lainnya, sulit di dapat di pasaran saat ini.

Sebelumnya Direktur RSUD dr Kumpulan Pane Yonhly mengatakan bantuan dapat dipergunakan dengan baik, hal ini sangat dibutuhkan dengan kondisi saat ini.

“Terus terang dalam memenuhi APD para medis ini sudah sangat kelimpungan dan kami juga tidak mau kalau tenaga medis atau kesehatan di Rumah Sakit ini tidak memproteksi dirinya. Karena itu sama-sama lah kita untuk menjaga diri dari Corvid-19 ini,” pintanya.

Yonhly juga mengatakan bahwa bantuan itu juga ada yang diperuntukkan bagi pasien seperti masker dan hand sanitizer.

Wali Kota Umar Zunaidi juga melakukan peninjauan terhadap ruang isolasi yang telah dipersiapkan di RSUD Kumpulan Pane dan meminta agar dibuka dalam waktu 24 jam. (ian/azw)

Swasta Bantu APD untuk Deliserdang

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Bupati Deliserdang, H Ashari Tambunan mengapresiasi pihak-pihak swasta yang telah berperan dan memberikan dukungan kepada pemkab dalam hal mengatasi penyebaran virus covid-19.

Disebut kalau hal ini sebagai bukti terlaksananya kekuatan tiga pilar yang menjadi program andalan Pemkab. Tiga pilar itu terdiri dari Pemerintah, swasta dan peran serta masyarakat.

“ Sudah beberapa perusahaan yang memang memberikan dukungan kepada kita selama ini. Bantuan yang diberikan ini akan segera kita salurkan tentunya kepada rumah sakit,”ujar Bupati Ashari usai menerima bantuan dari pihak PT Musim Mas dan PT Galatta Lestarindo di gedung aula Cendana Kantor Bupati Senin, (30/3).

H Ashari Tambunan menambahkan saat ini Pemkab tengah fokus terhadap empat hal terkait pencegahan dan penanganan covid 19 ini. Untuk yang pertama bagaimana bisa mengusahakan yang sakit bisa segera sembuh. Setelah itu berusaha meminimalisir pencegahan penyebaran.

“ Yang ketiga bagaimana masyarakat bisa hidup tenang, kondusif dan tidak panik dengan situasi yang ada. Baru yang keempat bagaimana memastikan perekonomian masyarakat bisa berjalan dengan baik,”kata Ashari.

Pihak swasta memberi dukungan kepada Pemkab Deliserdang dalam hal penanganan dan pencegahan penularan virus covid-19. Beberapa perusahaan pun memberikan dukungan dengan memberikan bantuan pengadaan Alat Pelindung Diri (APD). Salah satu perusahaan yang berpartisipasi itu adalah PT Musim Mas.

Mewakili pihak perusahaan, Humas PT Musim Mas Group, Sudy TJ langsung menyerahkan bantuan yang diberikan kepada Bupati Deliserdang, Ashari Tambunan. Dengan senang hati Ashari pun menerima bantuan tersebut. Ikut mendampingi Ashari, Kadis Lingkungan Hidup, Artini Marpaung.

Sudy TJ menyebut bantuan APD yang dibawanya untuk Pemkab Deliserdang terdiri dari 8 item. Ia menyadari kalau dalam penanganan covid-19 ini semua pihak harus bahu membahu.

“ APD yang kita berikan hari ini kita juga membelinya. Dalam kondisi yang sekarang ini ya memang susah juga mendapatkannya tapi kita berhasil dapatkannya lah. Kalau produksi di kita memang ada pengaruhnya juga saat ini makanya karyawan juga diatur masuknya, agar tetap eksis,”kata Sudy TJ

Dari data yang dikumpulkan 8 item bantuan APD yang diberikan PT Musim Mas yakni Sarung tangan karet @50 Pcs atau 1 box,Masker N95 @20 Pcs 1 box, Baju laboratorium anti statik (baju, celana,topi 20 pasang), Shoes cover @50 pasang atau 1 box, shower cap @50 pasang atau 1 box, face Shield blue eagle 20 pcs, kacamata plastik SKF 20 pcs dan Sepatu petrova 20 pasang.

Dihari yang sama juga turut membantu memberikan bantuan yakni PT Galatta Lestarindo. Hadir memberikan bantuan secara langsung Komisaris perusahaan, Anwar Efendy. Bantuannya juga langsung diberikan kepada Bupati Ashari.

“ Jadi bantuan yang kita berikan hari ini baju APD 100 set lengkap dengan kacamata komplit. Ya untuk tenaga medis. Saya pesan dari Jakarta dari teman saya karena disini sulit carinya. Kemarin kita juga sudah membantu untuk penyemprotan disinfektan memakai mobil damkar yang kita punyai. Karena punya kita juga jumlahnya ada empat,”kata Anwar. Beberapa perusahaan yang telah memberikan bantuan kepada Pemkab diantaranya PT Universal Gloves, PT Latexi Indo Toba Perkasa, dan lainnya. (btr/azw)

PT Shamrock Manufacturing, PT Maja Agung Latexindo, PT Agropoly Sentosa Mandiri, PT Penguin Medan, PT Indorub Nusaraya, PT Musim Mas dan PT Galatta Lestarindo.(btr/azw)

Debit Sungai Ular Menurun, Distribusi PDAM Tirtadeli Terganggu

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Direktur PDAM Tirta Deli, Ir Batara I Nasution menyebutkan bahwa debit Sungai Ular menurun yang mengakibatkan pendistribusian air bersih kepada masyarakat Lubukpakam dan sekitarnya terganggu.

“Surutnya permukaan air Sungai Ular dalam beberapa hari ini dan prediksi terus berlangsung sampai beberapa hari ke depannya, sehingga distribusi air ke pelanggan di Lubukpakam menjadi terbatas hanya sekitar 65 persen dari distribusi normal,” kata Batara, Senin (30/3).

Disebut alasan distribusi berkurang karena pompa-pompa produksi tidak dapat bekerja optimal. Saluran pompa isap dari Sungai Ular tidak sampai untuk didistribusikan.

“Oleh karenanya PDAM Tirta Deli mohon maaf atas ketidaknyamanan akan suplai air tersebut. Yang tentunya mempengaruhi pemakaian air oleh pelanggan kota Lubukpakam,” ucap Batara.

Untuk sementara katanya pendistribusian air sebagian menggunakan mobil tangki air. Lalu pemasangan pompa intake ke dasar Sungai Ular.

Terpisah Tokoh Masyarakat Lubukpakam, Edison Efendy Marpaung berharap kepada PDAM Tirta Deli untuk segera mengambil solusinya. Sebab menurutnya persoalan air bersih ini salah satunya untuk menjalankan protokol kesehatan who dalam mencegah Covid-19.

“Air itu alat utama bersih-bersih dalam mencegah penularan Covid-19. PDAM saya minta harus ada mencari solusi pengadaan air bersih ke tengah warga,” pungkas mantan Anggota DPRD Deliserdang itu.(btr/azw)

Idaham Cek Kesiapan Puskesmas Binjai

SERAHKAN: Wali Kota Binjai HM Idaham saat melihat PuskesmasWali Kota Binjai HM Idaham saat melihat Puskesmas
SERAHKAN: Wali Kota Binjai HM Idaham saat melihat PuskesmasWali Kota Binjai HM Idaham saat melihat Puskesmas
SERAHKAN: Wali Kota Binjai HM Idaham saat melihat PuskesmasWali Kota Binjai HM Idaham saat melihat Puskesmas
SERAHKAN: Wali Kota Binjai HM Idaham saat melihat PuskesmasWali Kota Binjai HM Idaham saat melihat Puskesmas

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Wali kota Binjai, HM Idaham didampingi Kepala Dinas (Kadis) Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Binjai, Agustawan Karnajaya dan Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) dr HM Indra Tarigan melakukan peninjauan ke puskesmas yang tersebar di Kota Binjai, Senin (30/3). Ini dilakukan wali kota guna memastikan kesiapan puskesmas dalam menghadapi wabah Virus Corona atau Covid-19.

Sebanyak 5 puskesmas yang dikunjungi Idaham. Adalah, Puskesmas Kebun Lada, Puskesmas HA Hasan Kelurahan Limau Sundari, Puskesmas Pembantu Kelurahan Limau Sundai, Puskesmas Binjai Estate dan Puskesmas Rambung.

Idaham melihat langsung kelengkapan Alat Pelindung Diri (APD) para petugas medis , ruangan pelayanan kesehatan bagi pasien yang memiliki gejala Corona serta persiapan rujukan apabila ada pasien ODP atau yang positif Covid-19.

Setelah melihat seluruh fasilitas, peralatan kesehatan, Idaham menilai dari 5 Puskesmas yang telah dikunjungi. Sejauh ini, Puskesmas Kebun Lada siap dari segi peralatan, prosedur dan mekanisme.

“Setelah melihat dan mengecek langsung, baru puskesmas Kebun Lada siap dan siaga menghadapi wabah virus Corona, baik itu peralatan, Prosedur dan mekanismenya,” ujar Idaham.

“Buat puskesmas yang lainnya, saya minta segera melengkapi kelengkapan peralatan atau fasilitas yang diperlukan untuk menghadapi Covid-19,” pungkasnya. (ted/azw)

Tiga Hari Karantina 68 Orang, Langkat Gelontorkan Rp6,9 M Cegah Covid-19

SIAGA: Petugas sedang memeriksa dan melayani orang-orang yang di karantina di Gedung PKK Langkat ambulance stanbay dan dokter serta petugas medis siaga 24 jam.
SIAGA: Petugas sedang memeriksa dan melayani orang-orang yang di karantina di Gedung PKK Langkat ambulance stanbay dan dokter serta petugas medis siaga 24 jam.
SIAGA: Petugas sedang memeriksa dan melayani orang-orang yang di karantina di Gedung PKK Langkat ambulance stanbay dan dokter serta petugas medis siaga 24 jam.
SIAGA: Petugas sedang memeriksa dan melayani orang-orang yang di karantina di Gedung PKK Langkat ambulance stanbay dan dokter serta petugas medis siaga 24 jam.

Sebanyak 68 warga Langkat telah dikarantinakan di Gedung PKK Langkat Stabat, Jumlah ini terus melonjak pesat hanya dalam waktu 3 hari. Sebelumnya tim Satgas Gugus Percepatan Pencegahan Covid-19 Langkat, hanya mengkarantina 2 orang warga Secanggang yang pulang dari luar kota, di gedung PKK

“Sebanyak 68 orang warga yang dikarantina selama 14 hari ke depan, adalah mereka yang baru kembali dari luar kota dan luar negeri. Kemungkinannya, jumlah ini akan terus bertambah dalam waktu dekat,” kata Jubir Satgas Covid-19 dr M Arifin Sinaga, kepada Sumut Pos di Posko Informasi Dinkes Langkat Selasa (31/3)

dr Arifin menganjurkan bagi warga yang nantinya pulang dari luar kota dan negeri, untuk karantina di rumah dengan melaksanakan ketentuan berlaku. seperti, warga tersebut langsung melakukan pemeriksaan di Puskesmas setempat. Setelah diperiksa oleh dokter, warga tersebut dinyatakan OTG atau orang tanpa gejala. Selanjutnya harus mengkarantinakan diri dirumah selama 14 hari, tanpa boleh keluar rumah.

Selama karantina di rumah, akan terus dipantau oleh petugas.dan jika menemukan gejala, akan langsung bisa dievakuasi untuk isolasi, “Sembari menegaskan, warga yang dikarantina semuanya OTG yakni orang sehat. Mereka mendapatkan fasilitas dari Pemkab Langkat, berupa makan dan minum 3 kali sehari, tempat tidur, kamar mandi serta perlengkapannya, TV dan wi-fi.” imbuhnya

dr Arifin juga menegaskan untuk petugas karantina di lokasi karantina berjumlah 20 orang, terdiri dari 11 orang tenaga kesehatan, 3 orang petugas BPBD, 1 orang petugas Tagana dan 5 orang polisi. Mereka berjaga selama 24 jam menggunakan sip secara bergiliran, dengan dua dokter yang selalu standbay,

Pada masa karantina, tambah dr. Arifin, warga juga diajak senam pagi sebagai upaya menjaga stamina tubuh, sebab dengan fisik yang selalu bugar akan membuat tubuh semakin sehat dan tidak rentan sakit.

“Sembari mengabarkan, kini jumlah warga ODP untuk Langkat sebanyak 17 orang, dan selesai pemantauan 7 orang. “Jadi sebelumnya, total ODP berjumlah 24 orang,” sebut dr Arifin.

Untuk percepatan pencegahan Covid-19 atau virus corona Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat menggelontorkan anggaran Rp6,9 miliar.

“Dana tersebut diambil Rp1,3 miliar dari dana tak terduga (DTT) dan Rp5,6 miliar dari anggaran Dinas Kesehatan serta rasionalisasi anggaran.” kata dr Arifin.

Dikatakannya penggunaan dana tersebut antara lain untuk pembelian disinfektan 120 liter, teremoskener 13 buah, APD 40 set serta perlengkapan fasilitas untuk warga karantina.

Jubir juga mengatakan dana Rp6,9 miliar tersebut, saat ini belum bisa digunakan seluruhnya, untuk yang sudah bisa digunakan baru DTT saja, senilai Rp1,3 miliar.

“Dana Rp5,6 miliar dari anggaran Dinkes dan rasionalisasi anggaran, belum bisa dipakai. Sebab saat ini masih dalam penggodokan perubahan anggaran, agar bisa digunakan,”ungkapnya.

dr Arifin juga menegaskan, untuk 15 APD yang diberikan kepada 5 rumah sakit rujukan sementara, benar bantuan dari BNPB.

Bantuan itu, jauh hari sebelumnya memang telah dimohonkan oleh Dinkes Langkat yang ditujukan kepada Kementerian Kesehatan RI. (yas/azw)

Dampak Pandemi Covid-19, Stok Darah PMI Menipis

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wabah virus Covid-19 (corona), benar-benar berdampak sistemik. Salah satunya terhadap stok darah PMI Kota Medan. Kepala Seksi Pelayanan Teknik Laboratorium dan Bank Darah Rumah Sakit UDD PMI Kota Medan, dr Ira Fitriyanty Putri Lubis mengatakan, sampai saat ini hingga pekan depan stok darah masih aman. Namun tidak menutup kemungkinan stok darah tersebut bakal menipis.

“Sampai sekarang masih aman diangka 1.300-an (kantung). Tapi, tidak menutup kemungkinan satu minggu ke depan akan semakin menipis bahkan habis,” ujar Ira, akhir pekan lalu (27/3).

Menurut Ira, bakal menipisnya stok darah ini karena jumlah pendonor semakin menurun ketika situasi pandemi Covid-19 saat ini. Sebab, pemerintah telah menginstruksikan masyarakat berdiam diri di rumah sementara waktu untuk mencegah penyebaran virus tersebut.

“Tidak diperbolehkannya membuat acara yang berisiko mengumpulkan banyak orang, ditambah juga karena adanya peringatan untuk stay at home, akhirnya berimbas ke rutinitas pendonor yang harusnya sudah bisa donor jadi menunda karena ada instruksi pemerintah tersebut,” terangnya.

Ira menuturkan, biasanya per hari UDD PMI Kota Medan mendapatkan darah dari pendonor hingga 100 bag (kantung). Namun, sejak pandemi Covid-19 ini hanya mendapatkan 20 kantung darah. “Biasanya pe rhari paling sedikit bisa dapat 50 sampai 100 bag. Tapi, sejak ada Covid-19 hanya berkisar 10 hingga 20 bag saja,” ucap Ira.

Diutarakan dia, UDD PMI Kota Medan sendiri telah berupaya melakukan sosialisasi kepada seluruh masyarakat bahwa donor darah tetap dibuka. Dalam proses donor yang dilakukan tetap menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP). “Tetap aman karena kami tetap menjaga SOP yang ada, serta tahapan-tahapan sosial distancing maupun phsicycal distancing,” tuturnya.

Dijelaskan Ira, setiap pendonor sebelum masuk ke Gedung UDD PMI Kota Medan termasuk pegawai yang ada wajib disemprot disinfektan terlebih dahulu, dicek suhu tubuhnya, dan wajib mencuci tangan menggunakan hand sanitizer.

Bahkan, proses pengambilan darah yang berstandar setelah selesai kursi-kursi donor juga tetap disterilkan kembali untuk mencegah efek paparan dari seorang pendonor dengan pendonor lainnya. “Untuk petugas kita juga sudah diberikan alat pelindung diri lengkap dan SOP yang sudah sangat baik,” paparnya.

Dia berharap, dengan sosialisasi yang telah dilakukan bisa membuat pendonor yang sehat yakin untuk datang. Karena pasien di rumah sakit tidak bisa menunggu 14 hari atau lebih untuk transfusi darah.

“Donor darah untuk yang sehat aman. PMI punya slogan, untuk kamu yang sakit istirahat di rumah saja ya. Untuk kamu yang sehat silahkan donor darah. Sebab transfusi darah pasien di rumah sakit tidak bisa ditunda,” pungkasnya. (ris/ila)

Penutupan Jalan di Hari Ketiga, Jalan Sakti Lubis Macet Parah

MACET: Suasana kemacetan di Jalan Sakti Lubis Medan. Kemacetan terjadi setelah Jalan Sisingamangaraja Medan ditutup dan pengendara mencari jalan alternatif. Namun warga justru menutup jalan alternatif sehingga terjadi penumpukan kendaraan di lokasi itu. Dewi/sumut pos
MACET: Suasana kemacetan di Jalan Sakti Lubis Medan. Kemacetan terjadi setelah Jalan Sisingamangaraja Medan ditutup dan pengendara mencari jalan alternatif. Namun warga justru menutup jalan alternatif sehingga terjadi penumpukan kendaraan di lokasi itu. Dewi/sumut pos
MACET: Suasana kemacetan di Jalan Sakti Lubis Medan. Kemacetan terjadi setelah Jalan Sisingamangaraja Medan ditutup dan pengendara mencari jalan alternatif. Namun warga justru menutup jalan alternatif sehingga terjadi penumpukan kendaraan di lokasi itu. Dewi/sumut pos
MACET: Suasana kemacetan di Jalan Sakti Lubis Medan. Kemacetan terjadi setelah Jalan Sisingamangaraja Medan ditutup dan pengendara mencari jalan alternatif. Namun warga justru menutup jalan alternatif sehingga terjadi penumpukan kendaraan di lokasi itu. Dewi/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Di hari ketiga penutupan jalan oleh pihak Polrestabes dan Dinas Perhubungan (Dishub) Medan, terjadi kemacetan jalan yang parah di Jalan Sakti Lubis Medan, Senin (30/3).

Hal ini disebabkan salah satu jalan yang masuk dalam peta penutupan jalan, yakni Jalan Sisingamangaraja Medan sedang ditutup. Hal ini membuat pengendara jalan mencari jalan alternatif lain. Namun malah menjadi kemacetan tak terelakkan.

Tidak hanya itu, kemacetan juga dikarenakan beberapa gang atau jalan yang kerap dijadikan jalan alternatif ditutup oleh masyarakat setempat Penutupan inipun merupakan inisiatif dari warga setempat.

Salah seorang warga, Sisimpo mengatakan, bahwa warga yang ada di Jalan Busi, tepat di dekat penutupan jalan antara Jalan Brigjen Katamso simpang Jalan Sakti Lubis Medan, kerap menjadi jalan alternatif bagi pengendara. Sehingga, warga berinisiatif menutupnya. Hal ini agar masyarakat dapat berdiam diri di rumah.

“Kami melakukannya supaya masyarakat berdiam diri di rumah, tidak keluar rumah, supaya penyebaran virus corona ini dapat diminimalisirkan. Makanya itu, jalan ini kami tutup,” ujarnya.

Menurutnya, warga tidak dapat mengetahui siapa saja warga yang melintas, apakah terpapar Covid-19 atau tidak. “Ini sebagai antisipasi saja,” ucapnya.

Dari amatan wartawan Sumut Pos, ada juga warga yang menutup gang dengan menggunakan bangku dan pohon bambu agar masyarakat tidak melintas. Seperti di Gang Amal, Jalan Sakti Lubis, Medan. Bahkan di depan gang, tertulis: Warga Ingin Sehat. Gang ini juga biasanya dijadikan pengendara sebagai jalan alternatif. “Ini sebagai inisiatif kami,” kata warga.

Akibat penutupan beberapa jalan alternatif itu, kemacetan panjang terjadi Jalan Sakti Lubis hingga Jalan Sisingamangaraja Medan. Kemudian penumpukan mobil, sepeda motor dan betor terlihat di Jalan Sisingamangaraja menuju arah Simpang Limun, begitu juga sebaliknya.

Menanggapi hal tersebut, Kasat Lantas Polrestabes Medan Kompol Reza Chairul mengapresiasi yang dilakukan warga.

“Terima kasih kepada masyarakat yang sudah ikut mendukung kegiatan kami,” ujarnya.

Kompol Reza menambahkan, bahwa hal yang dilakukan masyarakat untuk menutup jalan merupakan kegiatan yang mendukung pihak pemerintah. “Warga yang menutup jalan dan gang berarti masyarakat sudah mendukung kami untuk juga membatasi pergerakan manusia dan kendaraan di wilayahnya,” ucapnya.

Reza mengungkapkan, bahwa nantinya pihak dari personel Satlantas akan diturunkan untuk mengatur lokasi kemacetan.”Sejumlah kemacetan nAnti kita akan lihat dan kita akan terjunkan personel untuk berjaga dan mengatur di lokasi tersebut,” ujar Reza.

Reza menegaskan bahwa saat ini, tujuan penutupan jalan tersebut dilakukan untuk mendukung pencegahan penyebaran virus Corona (COVID-19). Di mana, untuk masa berlakunya sampai batas yang ditentukan. “Artinya sampai dengan pemerintah pusat menyatakan Indonesia bebas virus Corona,” pungkasnya.

5 Titik Ruas Jalan Ditutup di Belawan

Sementara itu, untuk mempersempit pengebaran virus corona (Covid-19), 5 titik ruas jalan di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan ditutup. Penutupan ruas jalan diberlakukan mulai Senin (30/3) pukul 19.00 sampai 23.00 WIB.

Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP M R Dayan mengatakan, penutupan akas jalan sementara diberlakukan di beberapa titik, di antaranya, Jalan Vetetan sampai simpang Tol Marelan, Jalan Veteran sampai simpang Jalan Serbaguna, Jalan KL Yos Sudarso sampai Jalan Alùminium Raya sampai ke Medan, Jalan KL Yos Sudasro simpang Kampung Salam sampai Kota Belawan dan Jalan Raya Pelabuhan depan Kantor Pelindo sampai Kota Belawan.

“Penutupan ini diberlakukan pada malam hari. Masa berlaku penutupan menunggu instruksi hingga sampai ada pencabutan sesuai dengan perkembangan situasi,” kata Dayan.

Pemberlakuan ini ditetapkan secara bersama antara Polres Pelabuhan Belawan, Dishub Kota Medan, Lantamal I dan Kodam I/BB. Harapannya, masyarakat dapat mematuhi instruksi yang telah ditetapkan, agar penyebaran virus Covid-19 dapat segara tuntas.

“Kita berharap, tidak ada lagi aktivitas masyarakat di jalanan agar penyebaran virus corona segera tuntas. Begitu juga kepada masyarakat tidak ada lagi kumpul – kumpul di warung agar penyebaran ini tidak mewabah secara meluas,” pesan Kapolres.

Menanggapi itu, Tokoh Masyarakat Medan Utara, Saharuddin mendukung penuh program yang dilaksanakan oleh instansi terkait dalam memutus pergerakan wabah virus Covid-19 di wilayah Medan Utara. Dengan penutupan akses jalan, maka aktivitasa masyarakat di luaran lebih berkurang. (mag-1/fac/ila)

Anggota DPRD Medan, Dedy Aksyari Nasution, Semprot Disinfektan & Bagikan Masker

Dedy Aksyari Nasution
Dedy Aksyari Nasution
Dedy Aksyari Nasution
Dedy Aksyari Nasution

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Medan dari Fraksi Gerindra, Dedy Aksyari Nasution ST melakukan penyemprotan disinfektan ke rumah-rumah warga serta masjid-masjid yang ada di Kecamatan Medan Kota dan Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan.

Dikatakan Dedy, kegiatan penyemprotan disinfektan itu turut disertai dengan pembagian masker kepada masyarakat di Kelurahan Siti Rejo I (Medan Kota) dan Kelurahan Binjai (Medan Amplas).

“Alhamdulillah, hari Minggu (29/3) kemarin kita sudah melakukan penyemprotan disinfektan di dua kecamatan itu, walaupun tidak semua kelurahan di masing-masing kecamatan. Kita juga bagikan masker ke rumah-rumah warga, tapi karena maskernya terbatas, 500 buah, maka hanya kita bagikan di dua kelurahan saja,” ucap Dedy kepada Sumut Pos, Senin (30/3).

Dedy berencana untuk melakukan hal yang sama di kecamatan lainnya di Kota Medan.”Insya Allah minggu depan kita juga akan melakukan penyemprotan dan pembagian masker di kecamatan Medan Area. Saya juga dapat laporan dan permintaan untuk dilakukan penyemprotan di kelurahan Tegal Sari Mandala II, bila memungkinkan akan kita lakukan di kelurahan lainnya disana,” ujarnya.

Dikatakan Ketua Pansus Revisi Ranperda RTRW DPRD Medan itu, hingga saat ini baik dirinya di DPRD Medan maupun masyarakat umum masih sangat kesulitan untuk mendapatkan masker di apotik-apotik di Kota Medan. Bila pun ada, harganya melambung tinggi dari harga normalnya.

“Kita minta Pemko Medan bisa menyelesaikan masalah ini, harus ada tindakan tegas untuk para oknum penimbun masker,” katanya.

Namun dalam pantauannya sehari-hari, termasuk saat melakukan penyemprotan disinfektan dan pembagian masker, Dedy mengatakan masih melihat banyaknya masyarakat yang berada di luar rumah terkhusus anak sekolah yang sengaja ‘dirumahkan’ oleh Dinas Pendidikan Kota Medan tapi justru berada di luar rumah untuk bermain.

“Anak-anak kita yang libur sekolah itu, mereka harusnya berdiam diri dirumah dan belajar, bukan justru ada di warnet atau diluar rumah untuk bermain. Saya minta pengawasan ketat dari para orang tua, jangan nantinya anak-anak kita yang menjadi penyambung mata rantai virus ini dan menularkannya pada orang tua yang secara fisik lebih rentan,” jelasnya.

Tak hanya itu, Dedy juga meminta Pemko Medan dalam hal ini Satpol PP Kota Medan untuk melakukan patroli atau razia anak yang berada di luar rumah, terutama untuk anak diluar rumah tanpa pendampingan orang tua untuk diminta pulang kerumahnya masing-masing.

“Satpol PP harus mengambil perannya, selamatkan anak-anak kita dari pandemi ini. Tak hanya anak-anak, Satpol PP juga harus turut bertindak dalam menertibkan berkumpulnya masyarakat di tempat-tempat umum,” tegasnya.

Dedy juga turut mengingatkan masyarakat agar ikut serta memutus mata rantai Covid-19 untuk selalu menjaga kebersihan dengan sering mencuci tangan, menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta menerapkan Physical Distancing di tengah-tengah masyarakat.(map/ila)

ASN Pemprovsu WFH hingga 9 April

Aparatur Sipil Negara pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah bekerja dari rumah atau work form home (WFH) hingga 9 April 2020 mendatang. Meski demikian, tetap diberlakukan piket alias tetap tugas ke kantor dan diminta terus tingkatkan komunikasi.

Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumut, Zubaidi mengamini OPD-nya salah satu yang termasuk sudah menerapkan WFH bagi ASN sejak Kamis (26/3) lalu. Meski WFH ASN mereka tetap menjalankan tugas dan tanggung jawab pada bidangnya masing-masing.

“WFH bukan berarti tidak bekerja seperti biasa. Tugas-tugas yang dijalankan sehari-sehari tidak boleh lalai untuk dikerjakan. Kan sekarang sudah zaman teknologi, semua hal bisa dilakukan lewat gadget, melalui, WA, e-Mail dan lain sebagainya,” katanya menjawab Sumut Pos, Senin (30/3).

Ia menyebutkan tetap berlaku sistem piket di kantor bagi ASN setiap hari. Sesuai arahan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, kata dia, 10 persen dari total ASN tetap masuk kantor dan itu dilakukan secara bergantian.

“Ya, ada beberapa orang yang tetap di kantor setiap hari. Mereka ada yang piket. Dari total ASN, 10 persennya tetap ada di kantor untuk piket. Namun untuk pejabat eselon II dan III, wajib tetap masuk kantor,” katanya.

Ia juga mengimbau, melalui WFH para ASN dapat meningkatkan komunikasi sehingga memastikan tidak ada tugas dan pelayanan yang terganggu.

“Mekanisme kerja yang kita atur melalui sistem daring (dalam jaringan). Misalkan untuk surat menyurat, bisa dikonsep melalui e-Mail atau dikirim via WA (WhatsApp). Jadi administrasi tidak ada yang terhambat, semua berjalan seperti biasa. Yang terpenting juga adalah, komunikasi lebih ditingkatkan lagi dari biasanya. Itu sudah pasti,” katanya.

Kondisi serupa juga diterapkan di Dinas Sumber Daya Air Cipta Karya dan Tata Ruang (SDACKTR) Sumut. OPD fisik ini juga sudah menerapkan WFH bagi seluruh ASN-nya, namun tetap memakai sistem bergantian kerja di kantor.

“Ya bekerja di rumah dengan bergantian hadir (piket),” kata Kepala Dinas SDACKTR Sumut, Alfi Syahriza.

Alfi juga menekankan kepada seluruh ASN tetap fokus bekerja meski dari rumah, karena sekarang ini akses komunikasi sudah sangat terbantu dari teknologi. “Terutama dalam hal komunikasi, semakin ditingkatkan satu sama lain. Tidak ada alasan bermalas-malasan meski WFH,” katanya.

Diketahui sebelumnya, kebijakan ASN di lingkungan Pemprov Sumut bekerja dari rumah akhirnya diserukan Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi. Penerapan WFH yang dimulai sejak 26 Maret hingga 9 April 2020 ini, sebagai bentuk memutus mata rantai penularan Covid-19 di Sumut.

“Mengatur sistem kerja perkantoran, baik swasta maupun pemerintah. Melalui sistem kerja dari rumah ASN di lingkungan Pemprovsu selama dua pekan terhitung Kamis (26/3) sudah WFH,” kata Edy melalui video konferens yang disampaikan Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu, Jumat (27/3).

Menurutnya, hanya 10 persen ASN yang masih harus ke kantor karena tugasnya tak bisa dilakukan dari rumah. “Sepuluh persen dia tetap ngantor, karena kantor ini tidak boleh berhenti,” katanya tanpa mengurai ASN yang tugas di OPD mana saja yang masih bekerja dari kantor. (prn/ila)

Cegah Penyebaran Covid-19, Dishub Medan Tiadakan Uji KIR

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan mengambil langkah menutup sementara layanan pengurusan uji KIR atau uji kelayakan kendaraan bermotor. Kebijakan ini diambil oleh Pemerintah Kota (Pemko) Medan guna meminimalisir penyebaran Covid-19 di Kota Medan.

“Mulai hari ini (kemarin) kita menutup sementara pengurusan dan pengecekan uji KIR di Kota Medan,” ucap Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan, Iswar Lubis S.SiT MT kepada Sumut Pos, Senin (30/3).

Dikatakan Iswar, setiap harinya ada begitu banyak pemilik kendaraan angkutan umum (plat kuning) maupun angkutan beban (pick-up, truk, dll) yang datang dan melakukan uji kelayakan kendaraan untuk mengurus atau memperpanjang KIR kendaraannya di UPT-UPT milik Dishub Kota Medan.

“Ini cukup berpotensi dalam mengumpulkan masyarakat dan memicu terjadinya kontak fisik satu sama lain. Padahal di sisi lain, kita mengimbau agar masyarakat menerapkan physical distancing untuk memutus rantai Covid-19 ini. Kita mengimbau masyarakat untuk tetap berada di rumah bila tidak ada hal yang mendesak, maka Pemko Medan mengambil langkah ini sebagai wujud dukungan terhadap masyarakat untuk tetap di rumah saja,” ujarnya.

Secara nasional, sambung Iswar, kebijakan ini belum diterapkan secara merata. Sebab, langkah yang diambil ini merupakan kebijakan Pemko Medan secara mandiri, bukan imbauan resmi dari pemerintah pusat dalam hal ini kementerian perhubungan.

“Imbauan dari pusat belum ada, tapi Pemko Medan yang menyesuaikan dengan kondisi kita saat ini. Kita lebih mengutamakan kesehatan dan keselamatan masyarakat pemilik kendaraan ataupun pengemudi dan para anggota kita di lapangan. Pertimbangannya adalah dampak yang akan ditimbulkan ke masyarakat umum,” tegasnya.

Kebijakan ini, kata Iswar, sebelumnya memang sudah diberitahukan kepada masyarakat umum di Kota Medan. Namun karena waktu yang cukup terbatas dalam menyampaikan, kemungkinan masih banyak masyarakat yang belum mengetahuinya.

“Ini kan kebijakan yang sifatnya insidentil, jadi bukan kebijakan yang sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. Sudah kita umumkan juga sebelumnya, dari beberapa hari yang lalu saat UPT uji KIR kita masih beroperasi. Saat ini masih ada petugas kita yang piket disana untuk menjelaskan tutupnya sementara layanan uji KIR bila nantinya ada yang datang,” jelasnya.

Sebagai kompensasi atau keringanan kepada masyarakat yang akan mengurus Uji KIR-nya yang baru ataupun yang sudah tidak berlaku, maka Dishub Medan tidak akan melakukan pemeriksaan KIR di jalan hingga nantinya pelayanan uji KIR kembali dibuka.

“Kita belum tahu sampai kapan pengurusan uji KIR ini akan ditutup sementara. Tapi yang pasti sampai kondisi di Kota Medan sudah mulai kondusif dari pandemi ini. Saat ini, untuk sementara tidak akan dilakukan pemerikasaan (KIR) di jalan, yang sudah habis masa berlaku (KIR) nya akan dianggap masih berlaku,” pungkasnya.

Seperti diketahui, pengujian kendaraan bermotor atau uji Kir adalah serangkaian kegiatan menguji dan/atau memeriksa bagian-bagian kendaraan bermotor, kereta gandengan, kereta tempelan dan kendaraan khusus dalam rangka pemenuhan terhadap persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan. (map/ila)