DIABADIKAN:
Bupati Karo, Terkelin Brahmana diabadikan usai menghadiri sidang mediasi gugatan dana hibah bertikal di depan PN Kabanjahe, Rabu (26/2).
DIABADIKAN:
Bupati Karo, Terkelin Brahmana diabadikan usai menghadiri sidang mediasi gugatan dana hibah bertikal di depan PN Kabanjahe, Rabu (26/2).
KARO, SUMUTPOS.CO – Bupati Karo, Terkelin Berahmana selaku tergugat I hadiri mediasi gugatan perdata kasus dana hibah kepada instansi vertikal di ruang mediasi Pengadilan Negeri Kabanjahe, Rabu (26/2).
Terkelin didampingi Kadis PPKAD Andreasta Tarigan, Kepala Bappeda, Nasib Sianturi, Kabag Hukum HAM Setdakab Karo, Monika. Tergugat II DPRD Kabupaten Karo dihadiri Wakil Ketua, David Kristian Sitepu dan Sekretaris Dewan Petrus Ginting.
Bertindak sebagai Hakim Mediator dalam perkara perdata dengan register Reg. No:12/Pdt.G/2020/PN.Kbj, Sanjaya Sembiring. Ikuten Sitepu sebagai penggugat didampingi penasehat hukumnya, Ronald Abdi Negara, SH seusai sidang kepada wartawan mengatakan bahwa pada agenda mediasi para pihak hadir semua.
Pada sidang mediasi tadi kata Ikuten Sitepu, hakim mediator, Sanjaya Sembiring dari hakim PN Kabanjahe mempersilahkan pihak tergugat satu dan tergugat dua menyampaikan jawaban atau pernyataannya atas gugatan yang disampaikan penggugat atau kuasa hukumnya pada sidang berikutnya.
“Hakim mediator menginstruksikan agar minggu depan para pihak menyampaikan resume. Dari hasil resume itu baru bisa ditentukan berhasil atau tidak berhasilnya mediasi,” jelas Sitepu.
Ditegaskannya, ada hal- hal yang diakui salah di Kabupaten Karo. Masalah terus-menerus diberikan hibah kepada Polres Karo ,kemudian adanya kewajiban urusan wajib pemerintah Karo yang terabaikan.
Pihak tergugat II (dua) hanya menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan tugasnya selaku anggota DPRD untuk membuat undang undang atau membuat peraturan. Wakilketua DPRD Karo, David Kristian Sitepu kepada digedung DPRD Karo, mengatakan bahwa DPRD Karo sudah sudah melakukan tugas sesuai dengan tufoksinya.
“ Masalah pembahasan dan kesepakatan antara eksekutif dengan legislatif itu terlaksa pada periode sebelumnya. Masalah pelaksanaan dilapangan itu ranahnya eksekutif,” singkat David Kristian Sitepu. (deo)
PUKUL GONG: Gubsu Edy Rahmayadi, memukul gong menandakan pembukaan Pra Musrenbang Wilayah Pantai Timur di Gedung Paripurna DPRD Kabupaten Langkat, Rabu (26/2).
PUKUL GONG: Gubsu Edy Rahmayadi, memukul gong menandakan pembukaan Pra Musrenbang Wilayah Pantai Timur di Gedung Paripurna DPRD Kabupaten Langkat, Rabu (26/2).
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun Anggaran 2021 Pemprov Sumut kembali berlanjut. Kali ini di wilayah Pantai Timur yang dipusatkan di Kabupaten Langkat, Rabu (26/2), usai sebelumnya digelar di wilayah Pantai Barat di Kabupaten Mandailing Natal, pekan lalu.
Bertempat di gedung Paripurna DPRD Langkat, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyampaikan tujuan utama kegiatan ini untuk menyinkronkan semua pembangunan di 33 kabupaten/kota se-Sumut serta dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Sumut 2021.
“Tanpa perencanaan, pembangunan kita akan gagal. Untuk itu mari kita sinkronisasi rencana pembangunan di Sumut. Mana yang menjadi prioritas kita sepakati dan kita dahulukan. Ini beberapa yang saya tawarkan untuk pembangunan di Kawasan Wilayah Pantai Timur sebagai gambaran,” ujar Gubsu.
Edy enyebutkan, ada lima prioritas pembangunan Sumut TA 2021 yakni peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) unggul, perluasan akses pendidikan menengah atas dan kejuruan, konektivitas antar pusat pertumbuhan wilayah dan pusat-pusat produktivitas, peningkatan jangkauan layanan kesehatan, dan peningkatan nilai tambah sektor agraris dan pariwisata berkelanjutan.
“Kawasan Pantai Timur Sumut memiliki kontribusi 74% untuk pembangunan Sumut. Di wilayah ini ada Kuala Tanjung berbatasan dengan Selat Malaka jalur perdagangan yang sangat strategis. Tentu Sumut bukan Wilayah Pantai Timur saja, tetapi jika kita bangun ini dengan benar, besar dampaknya untuk Sumut keseluruhan,” ungkapnyam
Wilayah Pantai Timur meliputi Kabupaten Langkat, Kota Binjai, Kota Medan, Kabupaten Deliserdang, Kabupaten Serdangbedagai, Kota Tebingtinggi, Kabupaten Batubara, Kota Tanjungbalai, Kabupaten Asahan, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Kabupaten Labuhanbatu, Kabupaten Labuhanbatu Selatan.
Dikesempatan itu, Gubsu memaparkan tentang rencana prioritas pembangunan kawasan Pantai Timur, antara lain peningkatan ruas jalan Langkat (simpang Tiga Namo Unggas – Tangkahan dan Kuala Simpang – Marike), peningkatan ruas jalan Medan (Jalan Seruwai akses KIM ke Deliserdang dan Jalan Marelan batas Kota Medan), peningkatan ruas jalan Deliserdang (Delitua-Tigajuhar-Gunungmeriah), peningkatan ruas jalan Deliserdang (Delitua-Tigajuhar-Gunungmeriah dan Lubukpakam-simpang Tanah Abang), peningkatan ruas jalan Serdang Bedagai (simpang Pantai Cermin Kanan-Teluk Mengkudu-Tanjung Beringin), peningkatan ruas Jalan Batubara (Simpang Sono-Simpang IV Timbangan Tanjung Tiram) dan pembangunan tol Medan.
“Untuk sektor kesehatan saya rencana buat program dokter terbang untuk mendekatkan pelayanan dokter spesialis ke rumah sakit daerah terpencil, bus medis, pembangunan rumah sakit bertaraf internasional. Untuk pariwisata yakni pengembangan Wisata Religi Besilam, Wisata Bahari Tanjungbalai dan lainnya,” kata Edy.
Berbagai program yang dipaparkan tersebut, diharapkan dapat menjadi inspirasi dan disesuaikan dengan potensi kabupaten/kota masing-masing dengan menitikberatkan pada lima program pembangunan prioritas Sumut 2021.
Bupati Langkat Terbit Rencana Peranginangin mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Edy Rahmayadi, karena telah memilih Kabupaten Langkat sebagai tuan rumah pelaksanaan Pra Musrenbang Wilayah Pantai Timur. “Mudah-mudahan pertemuan ini menghadirkan tindakan nyata yang terencana dan efektif untuk perekonomian Sumut. Memperkuat kebersamaan dan sinkronisasi sehingga bisa kita wujudkan Sumut yang bermartabat di semua bidang,” ucapnya.
Kedatangan Gubernur Edy Rahmayadi didampingi Ketua TP PKK Sumut, Nawal Lubis dan rombongan, disambut Sultan Langkat Tuanku Azwar Abdul Jalil Rahmadsah Al-Hajj dengan menyematkan tanjak dan kain songket. Dilanjutkan dengan paparan, hiburan dan panel diskusi.
Gubernur juga menyerahkan bantuan benih padi dan jagung kepada kelompok petani Langkat, bantuan makanan tambahan bergizi untuk siswa SD, pembangunan sumur bor, pembangunan dan bantuan untuk BKM dan Masjid Nurul Iman Pematang Jaya Langkat.
Sedangkan mengenai proyek strategis nasional (PSN) 2020 Provinsi Sumut, berdasarkan data yang diperoleh dari Bappeda Sumut, diketahui terdapat 15 perencanaan pembangunan yang sudah diusulkan Pemprovsu ke Bappenas RI. Antara lain, tol dalam Kota Medan, LRT dan BRT Mebidangro, sport centre, Rumah Sakit Haji Internasional, dan Islamic Centre.
“Harapannya presiden mau merubahnya lagi. Sebab banyak usulan dari semua provinsi juga. Makanya kami terus intens koordinasi ke Bappenas, mengingat mereka juga sedang menyusun RPJMN (2021). Artinya kalau ini sudah selaras masuk dalam dokumen perencanaan, pemprov sudah bisa menjalankannya. Sehingga ada jaminan dalam lima tahun semua program itu dapat berjalan,” ungkap Kepala Bappeda Sumut, Hasmirizal Lubis. (prn)
PATROLI:
Patroli Koordinasi Malaysia-Indonesia (Patkor - Malindo) ke-147 Tahun 2020 secara resmi dibuka Panglima Komando Armada I (Pangkoarmada I), Laksamana Muda TNI Muhammad Ali di Gedung R Mulyadi Mako Lantamal l Belawan - Sumatera Utara, Rabu (26/2).
PATROLI:
Patroli Koordinasi Malaysia-Indonesia (Patkor – Malindo) ke-147 Tahun 2020 secara resmi dibuka Panglima Komando Armada I (Pangkoarmada I), Laksamana Muda TNI Muhammad Ali di Gedung R Mulyadi Mako Lantamal l Belawan – Sumatera Utara, Rabu (26/2).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Patroli Koordinasi Malaysia-Indonesia (Patkor – Malindo) ke-147 Tahun 2020 secara resmi dibuka Panglima Komando Armada I (Pangkoarmada I), Laksamana Muda TNI Muhammad Ali di Gedung R Mulyadi Mako Lantamal l Belawan – Sumatera Utara, Rabu (26/02).
Patroli koordinasi antara TNI AL Indonesia dan TLDM Malaysia merupakan kegiatan rutin terlaksana merupakan bentuk kerja sama pengamanan laut di Selat Malaka dalam mengamankan jalur perdagangan internasional.
“Posisi strategis Selat Malaka merupakan salah satu choke point dari 9 choke points di dunia, Selat Malaka merupakan jalur pelayaran, di samping itu juga menjadi jalur perdagangan internationaln
yang memiliki lalu lintas terpadat. Kerja sama Patroli Koordinasi antara unsur Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut dengan Tentara Laut Diraja Malaysia diharapkan dapat menciptakan keamanan di Selat Malaka. Kegiatan Patkor Malindo yang selama ini dilaksanakan selalu mampu mencapai sasaran operasi yakni menjamin keamanan perairan Selat Malaka” kata Pangkoarmada I, Laksamana Muda TNI Muhammad Ali.
Seiring dengan perkembangan di lingkungan strategis dan kompleksitas permasalahan di laut dengan peran penting Selat Malaka, kata dia, diperlukan peningkatan kerja sama dan koordinasi serta manajemen penanganan yang harus semakin meningkat dari waktu ke waktu.
“Unsur laut Patkor Malindo akan tetap berpedoman pada protap dan saling berkoordinasi selama pelaksanaan operasi serta mengutamakan keselamatan didalam melaksanakan tugas” katanya.
Pada kesempatannya, Panglima Armada Barat TLDM Laksamana Madya Dato’ Aris Adi Tan Bin Abdullah mengatakan, Patkor Malindo sudah berlangsung sejak lama dan melibatkan banyak kapal perang antara kedua negara. Diharapkan mampu menangani segala ancaman di wilayah Selat Malaka.
Ia berharap Patkor Malindo akan mengakrabkan dan meningkatkan hubungan baik antara kedua negara serta untuk membangun silaturrahmi seluruh personel kapal Perang yang terlibat langsung pada Patkor Malindo 147/20.
Pada pelaksanaan Patkor Malindo 147/20 ini pihak TLDM mengirimkan 2 kapal perang antara lain KD Laksamana Tun Abdul Jamil-135 dan KD Handalan-3511 yang saat tiba didermaga Lantamal l Belawan. Kedua kapal tersebut disambut oleh Pejabat Lantamal l, Komandan KRI Lepu-861, Mayor Laut (P) Dono Istiarto yang juga menjabat sebagai Dansatgas Patkor Malindo 147/20 dengan Upacara Militer.
Patkor Malindo 147/20 akan dilaksanakan selama 15 hari kedepan dan akan ditutup pada 10 Maret 2020 di Mawilla 3 Malaysia. TNI AL melibatkan 2 Kapal Perangnya yakni KRI Lepu – 861 dan KRI Bubara – 868. Hadir pada pembukaan tersebut, Danlantamal I Laksma TNI Abdul Rasyid, Asops Pangkogabwilhan I Brigjen TNI Suhardi, Asintel Danguskamla, KGT TLDM Kdr Mohammed Khairun Bin Zakaria, Wadan Lantamal I Kol. Laut (PM) Samista, serta Pejabat Utama Lantamal I Belawan. (fac/ila)
TANDATANGANI: Kepala BKKBN Sumut, Temazaro Zega menandatangai komitmen anti gratifikasi dan suap, yang disaksikan Sestama BKKBN, Nofrijal.
dan Staf Ahli Gubernur baru-baru ini.
TANDATANGANI: Kepala BKKBN Sumut, Temazaro Zega menandatangai komitmen anti gratifikasi dan suap, yang disaksikan Sestama BKKBN, Nofrijal.
dan Staf Ahli Gubernur baru-baru ini.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Aparatur Sipil Negara (ASN) Perwakilan BKKBN Sumut mendeklarasikan anti gratifikasi dan suap guna menunjang kinerja bersih. Pernyataan komitmen penerapan program pengendalian gratifikasi tersebut disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Sumut Temazaro Zega saat Rakerda program pembangunan keluarga, kependudukan dan KB (Banggakencana) di Medan, Selasa (25/2) kemarin.
Zega menyampaikan, prinsip dasarnya, tidak akan menawarkan atau memberi suap, gratifiksasi atau uang pelicin bentuk apapun kepada lembaga pemerintah, perorangan atau kelembagaan, perusahaan domestik atau asing untuk mendapat berbagai bentuk manfaat/kemudahan sebagaimana dilarang peraturan perundangn undangan berlaku.
Kemudian, tidak akan meminta atau menerima suap, gratifikasi dan uang pelicin dari pihak manapun terkait pelaksanaan tugas pokok dan fungsi sebagaimana dilarang oleh peraturan perundangan undangan berlaku. “Saya bertanggung jawab mencegah dan mengupayakan pencegahan korupsi dengan meningkatkan integritas, pengawasan dan perbaikan sistem sesuai dengan tugas dan fungsinya,” tegas Zega.
Ia menyatakan, akan menerapkan dan melaksanakan fungsi pengendalian gratifikasi. “Juga akan dipersiapkan sumber daya diperlukan dalam penerapan program pengendalian gratifikasi, antara lain meliputi kegiatan penyusunan aturan, training of trainers, sosialisasi/diseminasi, pemerataan area rawan gratifikasi, pemrosesan pelaporan penerimaan hadiah/fasilitas serta monitoring dan evaluasi,” jelasnya.
Zega menuturkan, akan menjaga kerahasian data pelapor penerima hadiah/fasilitas kepada pihak manapun, kecuali diminta berdasarkan ketentuan perundang-undangan berlaku. “Ini keinginan BKKBN menjalankan tugas pelayanan sebagai ASN, hidup bersih transparan, tidak terima suap atau melakukan suap. Ini akan ditegakkan di lingkungan BKKBN. Sanksinya ada sesuai peraturan pemerintah dan kepegawaian ketika asn itu melanggar aturan yang ada,” pungkasnya. (ris/ila)
DILANTIK:Mantan Kapolrestabes Makasar Kombes Pol Irwan Anwar (ketiga dari kiri) resmi menjabat Direktur Reskrimum Polda Sumut usai dilantik, Rabu (26/2).
DILANTIK:Mantan Kapolrestabes Makasar Kombes Pol Irwan Anwar (ketiga dari kiri) resmi menjabat Direktur Reskrimum Polda Sumut usai dilantik, Rabu (26/2).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin menyerahterimakan jabatan sejumlah pejabat utama (PJU) dan Kapolres jajaran Polda Sumut, Rabu (26/2). Satu di antaranya adalah jabatan Direktur Reskrimum Polda Sumut yang kini dipercayakan kepada Kombes Pol Irwan Anwar, mantan Kapolrestabes Makasar.
Irwan menggantikan posisi Kombes Pol Andi Rian yang dipercayakan sebagai Wadir Tipidum Bareskrim Polri. Irwan pernah menjabat Kapolsek Medan Teladan (saat ini Polsek Medan Kota). Selain itu, Kasat Narkoba Polrestabes Medan dan Wakapolres Binjai.
Selain Direktur Reskrimum, jabatan lain yang diserahterimakan adalah Direktur Reserse Narkoba Kombes Hendri Marpaung digantikan Kombes Pol Robert Dacosta. Kemudian, jabatan Kabid Propam dari Kombes Pol Yofie Girianto Putro kepada AKBP Donald Simanjuntak. Donald melepas jabatan Wadir Reskrimum kepada AKBP Faisal F Napitupulu.
Sementara, jabatan Kapolres Asahan yang ditinggalkan AKBP Faisal F Napitupulu diserahterimakan kepada AKBP Nugroho Dwi Karynto. Selanjutnya, Kapolres Padangsidimpuan dari AKBP Hilman Wijaya kepada AKBP Juliani Prihartini.
Berikutnya, Kapolres Tanah Karo AKBP Benny Remus Hutajulu digantikan AKBP Yustinus Setyo Indriyono, Kapolres Tebing Tinggi AKBP Sunadi diserahterimakan kepada AKBP James Parlindungan Hutagaol, Kapolres Langkat AKBP Doddy Hermawan digantikan AKBP Edi Suranta Sinulingga.
Terakhir, AKBP Irsan Sinuhaji menggantikan jabatan AKBP Rudi Rifani sebagai Wakapolrestabes Medan. Jabatan Kapolres Madina yang ditinggalkan Irsan Sinuhaji diserahterimakan kepada AKBP Horas Tua Silalahi.
Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin menyampaikan, jabatan yang dipercayakan jangan sampai disalahgunakan. Jadilah contoh teladan di kesatuan masing-masing. “Perhatikan anak buahmu dan jadilah komandan yang hebat di kesatuanmu. Tidak ada tempat bagi penjahat di Sumut. Kejahatan bisa diminimalisir bila orang baik bertindak,” kata Martuani.
Ia meminta para Kapolres baru menjadi pelayan masyarakat yang humanis. Pun begitu, diminta agar aparat tak ragu bertindak tegas dalam penegakan hukum. “Dalam pelayanan kepada masyarakat harus humanis. Tetapi, penegakan hukum harus tegas dan terukur sehingga meningkatkan marwah Polri di depan masyarakat,” pungkasnya. (ris/ila)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan telah memprediksi akan terjadinya musim kemarau, setidaknya hingga bulan Maret mendatang di kawasan Kota Medan dan sekitarnya. Namun begitu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih akan terjadi di Kota Medan sekalipun dengan skala periode yang lebih rendah.
Hal ini pun turut menjadi perhatian penting bagi Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Medan. Sebab cuaca kemarau dikhawatirkan akan memberikan dampak negatif bagi pohon dan tanaman lainnya yang ada di taman-taman kota, pulau jalan hingga badan-badan jalan yang ada di Kota Medan.
DKP Kota Medan pun mengaku telah melakukan langkah-langkah nyata sebagai antisipasi dalam mencegah terjadinya hal tersebut. “Memang infonya kita akan atau sedang memasuki musim kemarau. Hal ini memang berpotensi untuk membuat tanaman-tanaman kita kering, tetapi kita memang sudah melakukan pencegahan dengan secara rutin melakukan penyiraman tanaman,” ucap Kepala DKP Kota Medan, M Husni SE kepada Sumut Pos, Rabu (26/2).
Dikatakan Husni, bila memasuki musim kemarau dimana hujan jarang terjadi, pihaknya secara rutin melakukan penyiraman tanaman baik yang ada di badan jalan, pulau jalan hingga taman-taman kota setidaknya dua kali dalam sehari, yakni saat pagi dan sore hari.
“Itu secara rutin pasti kita lakukan, armada mobil penyiraman tanaman kita juga terus bekerja untuk melakukan penyiraman. Saat musim betul-betul kemarau dan tidak terjadi hujan, karena keterbatasan armada, kita sudah berkoordinasi dengan Dinas P2K (Pencegah dan Pemadam Kebakaran) untuk membantu proses penyiraman, karena mereka punya banyak armada mobil penyiraman,” katanya.
Namun saat ini telah memasuki musim kemarau, Husni menyadari bahwa kondisi hujan masih sering melanda Kota Medan dan sekitarnya. Meskipun masih relatif kondusif, tetapi DKP Kota Medan juga mengaku terus melakukan langkah-langkah antispasi jangka pendek sejak dini.
“Tapi kita tetap melakukan pemangkasan-pemangkasan hampir disetiap lokasi untuk menghindari pohon tumbang, terkhusus untuk lokasi-lokasi dengan jenis pohon angsana yang telah begitu rindang namun kita prediksi dahannya mulai rapuh,” terangnya.
Begitu juga antisipasi jangka panjang, Husni menyebutkan pihaknya telah secara bertahap dan berkesinambungan melakukan pergantian pohon jenis angsana yang berada di badan jalan dengan jenis pohon yang memiliki dahan yang lebih kuat, tidak mudah rapuh namun cukup rindang untuk berada di badan jalan.
“Walaupun belum semua, tapi sudah kita ganti secara bertahap. Pohon jenis angsana memang rindang, tapi dahannya mudah rapuh. Nah ini sudah kita ganti secara bertahap dengan jenis pohon bunga Sakura, Tabebuya, Bungur dan Ketapang Kencana. Langkah ini jangka panjang dan sebagai persiapan kita dalam menghadapi musim penghujan nanti,” pungkasnya. (map/ila)
Aplikasi Mobile JKN: Kacab Medan BPJS Kesehatan, Sari Quratulainy (kanan) saat memperkenalkan fitur baru di aplikasi Mobile JKN, Rabu (26/2).
Bisa Cek FKTP, FKRTL, dan Kemudahan Lainnya
Aplikasi Mobile JKN: Kacab Medan BPJS Kesehatan, Sari Quratulainy (kanan) saat memperkenalkan fitur baru di aplikasi Mobile JKN, Rabu (26/2).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Memasuki tahun ke-7 pengelolaan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), BPJS Kesehatan memperkenalkan beberapa kemudahan dalam pelayanan peserta JKN-KIS, antara lain fitur baru di aplikasi Mobile JKN.
Dalam aplikasi tersebut, dapat dilakukan mulai dari cek ketersediaan kapasitas tempat tidur di fasilitas kesehatan, mendaftarkan pelayanan kesehatan baik di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL). Kemudian, melihat jadwal tindakan operasi, Program BPJS SATU (Siap Membantu) di rumah sakit, BPJS Kesehatan Jemput Bola, Program Praktis (Perubahan Kelas Tidak Sulit), Pelayanan HD dengan finger print.
“Ini bagian dari komitmen BPJS Kesehatan dalam peningkatan kualitas layanan, kemudahan serta keterbukaan akses informasi bagi peserta JKN-KIS. Fitur-fitur dan program ini diharapkan akan membantu peserta saat membutuhkan pelayanan,” ungkap Kepala Cabang Medan BPJS Kesehatan, Sari Quratulainy saat temu pers, Rabu (26/2).
Sari menjelaskan, BPJS Kesehatan dan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) pertengahan November 2019 lalu sepakat untuk melakukan beberapa peningkatan kualitas pelayanan.
Di antaranya berupa layanan antrian elektronik dalam rangka memberikan kepastian waktu layanan pada peserta JKN-KIS. Selain itu, rumah sakit harus memiliki display informasi ketersediaan tempat tidur untuk perawatan dan komitmen memastikan kemudahan pasien gagal ginja/kronis mendapatkan kemudahan layanan cuci darah.
“Kami akomodir kebutuhan untuk memenuhi komitmen tersebut melalui integrasi sistem informasi platform bersama antara rumah sakit dan BPJS Kesehatan dalam aplikasi Mobile JKN. Diharapkan dukungan seluruh fasilitas kesehatan baik itu FKTP maupun FKRTL atau rumah sakit yang bekerja sama untuk dapat mengintegrasikan sistem ini secepatnya. Sebab, ini bagian dari komitmen BPJS Kesehatan karena tahun ini merupakan tahun pelayanan dan tahun peningkatan kepuasan pelanggan,” jelas Sari didampingi Kepala Bidang SDM Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Medan, Rahman Cahyo.
Disebutkan Sari, dalam fitur terbaru Pendaftaran Pelayanan, peserta JKN-KIS dapat melakukan pendaftaran ke FKTP melalui Mobile JKN dan mendapatkan nomor antrian di FKTP. Apabila dirujuk atau membutuhkan pelayanan di rumah sakit, peserta dapat mendaftar ke FKRTL melalui Mobile JKN.
“BPJS Kesehatan telah mengintegrasikan sistem informasi dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama dan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL),” terangnya.
Sari melanjutkan, fitur terbaru lain yaitu fitur Ketersediaan Tempat Tidur. Fitur ini tersedia sebagai sarana peserta untuk dapat melihat ketersediaan tempat tidur di rumah sakit, sehingga dapat memberikan alternatif pilihan rumah sakit sebagai tujuan tempat rawat inap di lokasi terdekat peserta.
“Bila suatu ketika rumah sakit tidak dapat menerima pasien rawat inap dengan alasan tidak ada lagi ketersediaan tempat tidur, maka peserta dapat melakukan pengecekan ketersedian tempat tidur pada display tempat tidur tersebut,” ucapnya.
Lebih lanjut Sari mengatakan, komitmen lainnya yang disepakati BPJS Kesehatan bersama PERSI adalah kemudahan (simplifIkasi) pelayanan bagi pasien gagal ginjal kronis yang rutin mendapatkan layanan cuci darah (hemodalisis) di rumah sakit dan sudah terdaftar dengan menggunakan sidik jari (finger print).
Tak hanya itu, kini surat rujukan yang berakhir setelah 90 hari dapat diperpanjang di rumah sakit sehingga pasien tidak lagi direpotkan untk mengurus perpanjangan surat rujukan ke FKTP. Hal ini diharapkan dapat memotong birokrasi dan semakin mempermudah pasien JKN-KIS untuk dapat mengakses layanan cuci darah.
“Selain kemudahan yang sudah disebutkan tadi ada lagi Program BPJS Jemput Bola, di mana BPJS Kesehatan akan hadir di lokasi yang berbeda setiap bulannya untuk memberikan pelayanan administrasi seperti yang ada di kantor BPJS Kesehatan. Kemudian, ada juga BPJS SATU (Siap Membantu), yaitu petugas BPJS Kesehatan yang ada di rumah sakit, yang bertugas memberikan informasi dan menerima keluhan dari peserta JKN-KIS. Untuk memudahkan perserta, petugas BPJS SATU dilengkapi dengan rompi warna kuning agar mudah dikenali,” imbuh Sari. (ris/ila)
HOTEL:Suasana hotel Soechi di Jalan Cirebon Medan. Kerja sama BOT Hotel Soechi dan Pemko Medan berakhir 30 Juli 2020 mendatang.
HOTEL:Suasana hotel Soechi di Jalan Cirebon Medan. Kerja sama BOT Hotel Soechi dan Pemko Medan berakhir 30 Juli 2020 mendatang.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kerja sama Build Operate Transfer (BOT) antara Pemerintah Kota (Pemko) Medan dengan PT Tria Sumatera Corporation sebagai pihak pengelola Hotel Novotel Soechi yang berada di Jalan Cirebon Kecamatan Medan Kota akan segera berakhir pada tanggal 30 Juli 2020 ini. Pemko Medan pun kembali diingatkan untuk tidak main-main dalam melakukan proses lelang pengelolaan hotel tersebut dan harus transparan.
“25 tahun Hotel Soechi itu dikelola oleh PT Tria Sumatera Corporation, tapi hasil yang didapatkan Pemko Medan dari BOT itu sangat minim. Ini sebentar lagi masa kerja samannya akan segera berakhir, Pemko Medan harus menjadikan ini sebagai mementum peningkatan PAD bagi Kota Medann
Komisi III berhak diberi tahu saat proses tender lelang, itu penting,” ucap Wakil Ketua Komisi III DPRD Medan, Abdul Rahman Nasution kepada Sumut Pos, Rabu (26/2).
Dikatakan Rahman, dari hasil RDP yang dilakukan Komisi III dengan BPKAD Kota Medan, Senin (24/2) yang lalu, pihaknya menyimpulkan bahwa Pemko Medan memang tidak serius dalam menjaga dan mengelola aset-asetnya.
“Dari situ kami di Komisi III sepakat untuk mengusulkan dibentuknya Pansus Aset di DPRD Medan. Pansus ini nantinya yang akan ‘menggenjot’ Pemko Medan untuk serius dalam menjaga dan mengelola aset-asetnya agar tidak kecolongan lagi. Kita sangat prihatin karena bukan hanya salah kelola, tapi Pemko Medan juga bisa-bisanya kehilangan sejumlah asetnya,” ujarnya.
Khusus untuk Hotel Soechi, Rahman meminta Pemko Medan untuk membuka kesempatan bagi pihak pengelola lain yang memiliki potensi yang jauh lebih baik dalam memberikam keuntungan bagi Kota Medan.
“Pengelola saat ini terbukti tidak memberikan PAD yang signifikan untuk Kota Medan, Pemko harus beri kesempatan bagi yang punya potensi untuk menghasilkan PAD yang jauh lebih baik. Tapi tentunya tetap harus lewat prosedur, yakni proses lelang. Itu sebabnya, kami di Komisi III akan ikut mengawasi proses lelang itu, kita ingin yang terbaik yang memenangkan lelang,” tegasnya.
Untuk itu, kata Rahman, dalam waktu dekat Komisi III akan memanggil pihak-pihak pengelola aset Pemko Medan, salah satunya PT Tria Sumatera Corporation sebagai pengelola Hotel Novotel Soechi.
“Tak hanya pengelola Hotel Soechi, kita juga akan segera memanggil pengelola Medan Mall dan aset-aset Pemko Medan lainnya. Aset Kota Medan harus lebih terurus dan kita tidak mau lagi ada aset yang hilang seperti Medan Plaza da aset-aset lainnya. InshaAllah kalau memang ini bisa berjalan dengan baik, maka potensi PAD Kota Medan akan meningkat secara signifikan,” pungkasnya. (map/ila)
DIDUKUNG: Bobby Nasution melakukan senam bersama warga Medan, beberapa waktu lalu. PKS mempertimbangkan untuk mendukung Bobby pada Pilkada Medan 2020, mendatang.
DIDUKUNG: Bobby Nasution melakukan senam bersama warga Medan, beberapa waktu lalu. PKS mempertimbangkan untuk mendukung Bobby pada Pilkada Medan 2020, mendatang.
PKS hingga kini belum menentukan siapa yang akan didukung pada Pilkada Medan 2020. Namun, partai ini telah menyiapkan tiga nama kader, yakni Tifatul Sembiring, Salman Alfarisi dan Hidayatullah.
HAL itu dikatakan Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Medan, Rudiyanto, kemarin. “Sudah ada tiga nama yang dipilih oleh pengurus untuk memungkinkan agar warga Medan melihat siapa yang layak,” ujarnya.
Disebutkan, ketiga namanya ini masih berpeluang untuk diusung. Untuk itu, mereka akan melakukan survey di tengah masyarakat.
“PKS masih menunggu saran dari masyarakat, siapa yang dirasa paling tepat untuk diusung nanti,” tambahnya.
Rudiyanto mengakui PKS membutuhkan koalisi untuk mengusung pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota di Pilkada 2020 nantinya. Pasalnya, PKS sendiri hanya memiliki 7 kursi di DPRD Kota Medan.
Untuk itu, PKS juga tidak menutup kesempatan bagi non kader yang ingin bergabung dengan PKS di pencalonan Wali Kota Medan nanti.
“Siapa saja boleh bergabung dengan PKS. Jika ada yang mau, boleh langsung komunikasi dengan kami. Sampai saat ini kami juga sudah komunikasi dengan Akhyar Nasution dan Bobby Nasution,” paparnya.
Salah satu partai yang dekat dengan PKS adalah Golkar. Terbukti, Sekretaris Jenderal DPP PKS Mustafa Kamal mengakui telah bertemu dengan Golkar guna membahas kerja sama di daerah untuk Pilkada 2020, terutama Medan.
“Partai Golkar menyampaikan di kota Medan sudah punya kader, apakah kota Medan juga, PKS kan punya kader juga yang mumpuni. Apakah bisa bersama-sama atau tidak,” ujar Mustafa.
Golkar tertarik mengusung menantu Presiden Joko Widodo, Bobby Nasution. Bobby dianggap bagian keluarga besar Golkar. PKS mengakui memiliki ketertarikan untuk mengusung Bobby Nasution.
Mustafa mengatakan, dalam pembahasan internal Partai, PKS akan memperhatikan usulan dari kader PKS hingga ke tingkatan yang paling bawah. Menurut Mustafa hal ini sangat penting karena suara akar rumput akan sangat menentukan.
“Tadi kita minta tolong apa yang kita komunikasikan di sini itu dibicarakan secara bertahap di level daerah, apakah kabupaten, kota, provinsi, sehingga ketika sudah mengikat di bawah ke atas juga lebih mulus prosesnya,” PAPARNYA.
Sebelumnya, Partai Golkar dan Partai NasDem sudah lebih dulu menyatakan dukungannya bagi Bobby di Pilkada Medan. Wakil Ketua DPP Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tanjung mengatakan sejak awal partai berlambang Pohon Beringin itu sudah memberikan dukungan kepada Bobby. (bbs/dek)
PATAKA: Yasir Ridho Lubis menerima pataka Partai Golkar usai terpilih secara aklamasi menjadi Ketua DPD Partai Golkar Sumut, Senin (24/2).
PATAKA: Yasir Ridho Lubis menerima pataka Partai Golkar usai terpilih secara aklamasi menjadi Ketua DPD Partai Golkar Sumut, Senin (24/2).
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Pascamusyawarah Daerah X Partai Golkar Sumut Senin baru lalu, sejumlah isu bergulir menyatakan musda tidak sah karena dibuka dengan legal standing yang tidak jelas. Karena itu, terpilihnya Yasir Ridho Lubis sebagai Ketua Golkar Sumut, ikut dipermasalahkan. Namun pascar isu-isu tersebut, dukungan terhadap Yasir Ridho justru mengalir dari daerah.
Dukuangan datang dari Zainuddin Purba, Sekretaris Pimpinan Sidang Musda X Partai Golkar Sumut. Ketua DPD Partai Golkar Kota Binjai ini menegaskan, kegiatan musda sudah sah. Menurutnya, Musda sah menurut AD/ART, PO, dan Juklak partai berlambang pohon beringin tersebut.
“Sebagai salah seorang pimpinan sidang, saya menyaksikan langsung bahwa semua unsur sahnya sebuah Musda telah hadir. Ada unsur DPP, unsur DPD I, unsur DPD Kab/Kota, Unsur Organisasi Pendiri, Didirikan dan Sayap Tingkat Provinsi,” kata dia, Rabu (26/2).
Dia menambahkan, semua tahapan persidangan dilaksanakan sesuai keputusan peserta, dengan berpedoman kepada Tatib yang sudah disepakati. “Ketika sampai persidangan paripurna ke IV, dengan agenda pemilihan Ketua Golkar Provinsi Sumut, hanya satu kader yang mendaftarkan diri. Yaitu saudara Yasir Ridho Lubis. Ia membawa surat dukungan sebanyak 34 suara dari 39 jumlah suara peserta secara keseluruhan. Otomatis dia ditetapkan menjadi Ketua Golkar Sumut secara aklamasi,” kata mantan Ketua DPRD Kota Binjai ini.
Dalam arena musyawarah, lanjutnya, tidak ada dua kubu terbentuk dari sejumlah peserta atau hadirin yang hadir. Juga peserta yang hadir tidak ada melakukan interupsi. Jadi secara umum musda berjalan lancar, tertib, aman dan penuh dengan keakraban. “Saya hanya melihat bahwa ini adalah dinamika dan riak-riak kecil, dari begitu banyak suara yang harus kita dengar dari kader Golkar di luar arena Musda,” kata dia.
Dia menambahkan, tidak mudah memperbaiki partai sebesar partai Golkar ini ke arah perubahan yang mendasar karena kepentingan politiknya begitu banyak. Karenanya Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Sumut ini memastikan, Musda sudah sah secara konstitusi Partai Golkar. “Sebagai tambahan, saya pastikan Ketua Umum tidak akan menganulir hasil Musda yg sudah berjalan dengan penuh kekeluargaan ini,” pungkasnya.
Dukungan dari Karo
Selain dari Binjai, dukungan untuk Yasir Ridho juga datang dari Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Karo, Ferianta Purba, SE. Ferianta menilai, Akhmad Yasyir Ridho Loebis mampu memajukan partai dan melaksanakan kerja-kerja politik, konsolidasi, dan meningkatkan kemenangan dalam menghadapi Pilkada Serentak yang akan datang.
“Menanggapi isu-isu terkait pelaksanaan Musda Golkar, saya sebagai salah satu peserta musda yang hadir melihat langsung kalau Musda dihadiri unsur DPP diwakilkan oleh Waketum Pak Ahmad Doli Kurnia Tanjung, Wasekjend Pak Mustafa, Wabendum Pak Agus Silaban, unsur DPP Helman Simanjuntak dan Pak Zulfikar Arse, unsur DPD Provinsi, unsur DPD Kabupaten/Kota, serta unsur prganisasi pendiri dan yang didirikan, begitu juga Organisasi Sayap Tingkat Provinsi,”ungkapnya.
Menurut Ferianta, semua tahapan terkait Musda X dari awal persidangan hingga akhir, dilaksanakan sesuai keputusan peserta, dengan berpedoman kepada Tatib yang sudah disepakati. Seluruh ketua DPD II Kab/Kota langsung melaksanakan konsolidasi partai ke depan.
“Pada sesi persidangan paripurna ke IV, dengan agenda pemilihan Ketua Golkar Sumut, hanya ada satu yang mendaftarkan diri, yaitu Yasir Ridho Lubis. Ia membawa surat dukungan sebanyak 34 suara dari 39 jumlah suara peserta secara keseluruhan,” katanya.
Setelah melakukan verifikasi berkas dan dinyatakan lengkap oleh pimpinan sidang, Yasir Ridho ditetapkan menjadi Ketua Golkar Sumut secara aklamasi.
“Secara umum pelaksanaan Musda ini berlangsung tertib, aman dan penuh dengan keakraban. Jadi menurut pemandangan saya, Musda ini sudah sah secara konstitusi Partai Golkar,” pungkas Ferianta.
Sekretaris: Musda Tidak Sah
Jika Binjai dan Karo mendukung Yasir Ridho, kritikan justru datang dari tubuh DPD Golkar Sumut sendiri. Wakil Sekretaris Golkar Sumut, Zulkhairi Pahlawan, mengatakan Yasir Ridho Lubis dianggap tidak sah menjadi ketua terpilih, karena Musda musda tidak sah.
“Yang diberi mandat oleh DPP Golkar membuka musda Golkar Sumut adalah Aziz Syamsuddin. Namun Musda dibuka oleh Plt Ketua Golkar Sumut. Maka secara hukum, musda kemarin tidak sah karena legal standing yang tidak jelas,” katanya, Rabu (26/2).
Zulkhairi mengatakan, pernyataannya soal musda tidak saha murni dalam rangka meluruskan aturan partai. “Bagaimana kita mau menjalankan politik yang baik, jika adab dalam mematuhi aturan organisasi saja kita langgar?” katanya.
Untuk itu, ia mengajak seluruh kader Golkar di Sumut untuk menyerahkan persoalan di Golkar Sumut kepada DPP Golkar. Kata dia, Yasir Ridho Lubis hanya korban ketidaktahuan. “Semua persoalan musda kini sudah ditangani DPP Golkar. Karena itu, pengurus DPD tingkat II beserta kader agar objektif memandang persoalan. Yasir Ridho hanya korban dari ketidaktahuan,” tegasnya.
Ia menyebut Golkar sebagai partai besar dan paling matang. “Semua akan diselesaikan dengan matang dan dewasa, dan Golkar sudah teruji dengan dinamika-dinamika seperti ini,” katanya. (ted/deo/prn)