25.8 C
Medan
Wednesday, January 21, 2026
Home Blog Page 4449

WHO: Kasus Baru Virus Corona Lebih Besar di Luar China

SUMUTPOS.CO – World Health Organization (WHO) mengatakan, saat ini ada lebih banyak kasus virus corona yang dilaporkan setiap hari dari luar China pada Rabu (26/2). Ketua

“Kemarin, jumlah kasus baru yang dilaporkan dari luar China melebihi jumlah kasus baru di China. Ini merupakan pertamakalinya,” kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus kepada para diplomat di Jenewa seperti dilansir Daily Mirror.

Badan kesehatan PBB menyebutkan, jumlah kasus baru di China ada 411 tercatat pada Selasa lalu. Sedangkan, di luar negeri ada 427 kasus baru.

Pemerintah di seluruh dunia, kini tengah berjuang untuk mencegah penyebaran patogen mematikan ini. Setelah sebelumnya, terjadi lonjakan kasus yang tinggi di Italia, Iran, dan Korea Selatan.

Tedros menjelaskan, bahwa hingga kemarin pagi ada 78.190 kasus Covid-19 yang terdaftar di China. Termasuk ada 2.718 kasus kematiannya.

Data ini sebanding dengan 2.790 kasus dan 44 kematian yang dilaporkan 37 negara luar China.

Kendati demikian, WHO mengatkan bahwa epidemi ini sempat memuncak pada 2 Februari 2020 di China. Tetapi setelah itu, mulai ada gejala penurunan kasus.

Bruce Aylward, yang mengepalai misi yang didukung WHO ke China memuji tindakan karantina dan penahanan drastis yang dilakukan Beijing. Menurutnya, negara tirai bambu itu telah mengubah arah dari wabah corona.

Kesiapan ini berbanding terbalik dari negara-negara lainnya. “Sama sekali tidak siap,” nilai Bruce terhadap kondisi negara luar China.

Pada pidatonya kemarin, Tedros mengakui kenaikan kasus di luar China telah mendorong WHO untuk segera menetapkannya sebagai pandemi. “Kita seharusnya tidak besemangat dengan menyatakan (corona) sebagai pandemi,” katanya.

Dia menyebut, deklarasi semacam itu justru memberi sinyal bahwa virus ini tidak terbendung lagi, dimana kenyataan ini tidak benar adanya. “Kita bisa memenangkan pertarungan, jika kita melakukan hal yang benar,” tambahnya.

Tedros bersikeras, WHO tidak akan mengumumkan wabah corona sebagai sebuah pandemi. Terkecuali, jika sesuai dengan keadaan dan diperhitungkan dengan akurat. “Saya tidak meremehkan keseriusan situasi ini atau potensi ini menjadi sebuah pandemi. Dan memang ini memiliki potensi seperti itu,” jelas Tedros.

Dia juga mengimbau, agar semua negara di dunia bersiap dengan paparan virus corona. Kendati kini belum terdampak, tapi harus tetap waspada. “Semua negara, memiliki kasus atau tidak harus bersiap menghadapi potensi pandemi,” tambahnya.

Covid-19 berawal dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China. Menurut para ahli, virus mematikan ini berasal dari pasar hewan di sana dan kebiasaan makan makanan liar warga China.

Oleh karena itu, kini Pemerintah China juga telah memberlakukan peraturan larangan jual beli dan konsumsi satwa liar. Hingga berita ini diturunkan, wabah virus corona telah menginfeksi lebih dari 40 negara di dunia.

Empat negara dengan kasus terbesar adalah China, Italia, Iran, kapal Diamond Princess di Jepang, dan Korea Selatan.

Dilansir KSP, sudah ada 82.168 kasus tercatat di seluruh dunia. Sebanyak 2.804 kematian, dan 33.097 pasien yang berhasil sembuh.

Korsel Laporkan 505 Kasus

Mendukung pernyataan WHO, Korea Selatan (Korsel) kembali mengejutkan dengan pengumuman harian terbaru dari orang yang terinfeksi virus Corona baru atau Covid-19 pada Kamis (27/2). Pemerintah Korsel mengumumkan 505 kasus baru virus Corona.

Dengan demikian total orang yang terinfeksi virus di seluruh Korsel menjadi 1.766 orang. Sedangkan korban meninggal karena virus ini mencapai 13 orang.

Sebagian besar kasus berada di kota terbesar keempat Korsel, Daegu. Daegu telah mencapai tingkat terparah dalam paparan virus yang diduga bermuara dari seorang wanita tua anggota salah satu gereja.

Pemerintah pusat Korsel pun telah memobilisasi alat kesehatan masyarakat untuk membantu sistem medis di kota itu. Militer Korsel dan Amerika Serikat (AS) menunda latihan bersama tahunan sebab khawatir infeksi virus yang telah merambah tentara di angkatan bersenjata kedua negara.

Setidaknya 25 tentara Korsel dan satu anggota tentara Amerika di Korsel dinyatakan positif terkena virus Corona baru. Korsel telah menangguhkan beberapa pelatihan lapangan sepihak. Militer AS mendesak personelnya untuk menghindari jabat tangan dan pertemuan besar jika memungkinkan.

Di Italia, penyebaran virus corona jenis baru atau yang dikenal dengan Covid-19 terus meluas. Per Kamis (27/2) pukul 07.00 WIB, sebanyak 44 negara telah mengonfirmasi adanya virus yang penyebarannya bermula di Wuhan, China tersebut.

Diketahui, Italia merupakan negara Eropa pertama yang mengonfirmasi adanya kasus corona. Selain itu, Italia juga merupakan negara Uni Eropa pertama yang mengabaikan saran dari Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) terkait larangan penerbangan menuju dan/atau dari China saat mewabahnya virus corona di seluruh dunia.

Adapun saran dari WHO yakni negara yang ditunjuk dilarang melakukan penerbangan menuju atau dari China. Tetapi larangan tersebut tidak diindahkan oleh Pemerintah Italia. Akibatnya, dilaporkan ada 11 warga yang meninggal akibat terinfeksi virus corona. (trbn/bbs)

Travel Merugi Miliar Rupiah

MENUNGGU Ratusan calon jamaah umroh di Terminal 1 Bandara Internasional Juanda di Surabaya saat menunggu kepastian keberangkatan umroh ke Tanah Suci, Makkah, Kamis (27/2).
MENUNGGU Ratusan calon jamaah umroh di Terminal 1 Bandara Internasional Juanda di Surabaya saat menunggu kepastian keberangkatan umroh ke Tanah Suci, Makkah, Kamis (27/2).

Arab Saudi Stop Umrah, 1000 Jamaah Medan Gagal Berangkat

MENUNGGU Ratusan calon jamaah umroh di Terminal 1 Bandara Internasional Juanda di Surabaya saat menunggu kepastian keberangkatan umroh ke Tanah Suci, Makkah, Kamis (27/2).
MENUNGGU: Ratusan calon jamaah umroh di Terminal 1 Bandara Internasional Juanda di Surabaya saat menunggu kepastian keberangkatan umroh ke Tanah Suci, Makkah, Kamis (27/2).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Arab Saudi untuk sementara menghentikan atau moratorium kegiatan umroh. Hal ini guna mencegah Virus Korona (Covid-19) tidak masuk ke Arab Saudi. Kebijakan Pemerintah Arab Saudi ini menyebabkan biro perjalanan (travel) umrah merugi.

KEMENTERIAN Luar Negeri Arab Saudi mengumumkan untuk menghentikan sementara (moratorium) visa umrah di tengah merebaknya wabah Korona. Moratorium itupun atas rekomendasi Kementerian Kesehatan Arab Saudi. Aturan penangguhan ini membuat peziarah tidak bisa mengunjungi Masjid Nabawi, Madinah, dan Masjid al Haram, Mekkah, untuk sementara waktu.

Penangguhan visa umroh ini juga berlaku bagi pengunjung yang berasal dari negara-negara yang termasuk dalam daftar ‘berbahaya’ penyebar Virus Korona, termasuk Indonesia. Sementara itu, penyebaran virus corona hingga kini telah menyebar hingga ke Timur Tengah dan Eropa.

Ketua Asosiasi Muslim Travel Sumatera (Amtas), Zainuddin mengatakan, mereka sangat dirugikan atas kebijakan Pemerintah Arab Saudi tersebut. Disebutnya, kerugian yang mereka alami yakni tiket pesawat yang sudah di booking, hotel, dan visa yang tak jadi terpakai.

“Ini jelas sangat berdampak pada kami selaku pelaku usaha travel umrah. Kerugiannya cukup besar, karena pesawat yang sudah booking tiket itu enggak bisa terbang. Kemudian visa yang sudah ready tempel tidak terpakai. Deposit hotel kita di Saudi juga sudah kita bayar,” ungkap Zainuddin, saat pertemuan travel umrah yang tergabung dalam Amtas di Medan, Kamis (27/2).

Ia bahkan mengklaim, kerugian mencapai miliaran rupiah. Bukan itu saja, kata Zainuddin, sekitar 400-an jemaah yang tergabung dalam travel di Amtas, batal berangkat. “Kalau melihat dari grup keberangkatan teman-teman. Dalam 1 Maret 2020 di satu biro ada 100 pack, ada 50 pack. Belum lagi di tanggal-tanggal berikutnya. Untuk kita saja di atas itu lebih kurang ada 400 pack jika ketentuan ini diperpanjang durasinya,” sebutnya.

Zainuddin juga menyebutkan, kerugian akan lebih besar lagi apabila moratorium tersebut diperpanjang. “Sempat kita dengar 2×24 jam, ternyata belakangan tempo limit 14 hari. Jadi, satu minggu saja sudah besar (kerugiannya), apalagi 14 hari,” pungkasnya.

Ketua Forum Komunikasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (FKPPIU) Sumut, Bob Nasution juga menuturkan, penyebab kerugian biro perjalanan dikarenakan asuransi tidak mengcover kegagalan berangkat selain karena faktor sakit dan mati. “Jadi yang kasian PPU (biro perjalanan umrah) nya. Jadi yang untuk berangkat tanggal 1, 2, 3, 4 Maret, itu biayanya sudah keluar semua, pesawat, hotel, visa. Tapi ini di hold, sampai kapan belum tahu,” ungkapnya.

Bob juga mengungkapkan, risiko terbesar adalah calon jamaah umroh akan meminta kembali uang sepenuhnya. Sedangkan, uang tersebut sudah ada dilakukan pembayaran untuk transportasi hingga akomodasi. Dia memperkirakan, untuk di awal Maret ini, setidaknya ada 1.000 calon jamaah yang bakal gagal diberangkatkan. Kondisi ini juga dipastikan merugikan jamaah. “Calon jamaah yang tidak mengerti pasti akan meminta uangnya dikembalikan. Sementara mana ada duit kita untuk mengembalikannya,” keluhnya.

Karenanya dia berharap, pemerintah Indonesia bisa melakukan pendekatan kepada pemerintah Kerajaan Arab Saudi agar para calon jamaah umroh yang telah mengantongi visa umroh bisa diberikan izin masuk ke Tanah Suci dengan pengawasan kesehatan ketat. Jadi dapat dipastikan, tidak ada calon jamaah umroh yang terjangkit virus mematikan itu.

Sementara, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Adliyah Amanah Utama Kota Medan, berharap kepada pemerintah Arab Saudi agar proses pemberhentian sementara penerimaan jemaah umrah di tanah suci tidak berlangsung lama.

Menurut Direktur PT Adliyah Amanah Utama, H Ikhwansyah Nasution mengatakan, sebagai penyelenggara ibadah haji dan umrah tentu kondisi ini cukup menyulitkan. Apalagi dalam waktu dekat ini khususnya KBIHU Adliyah telah memiliki jadwal untuk memberangkatkan jemaah umrah dengan jadwal terdekat pada tanggal 10-22 Maret 2020 mendatang.

“Kami bersama pengelola KBIHU lain di Sumatera Utara berkeyakinan pemerintah Arab Saudi akan berlaku sangat bijak menyikapi persoalan ini, sehingga proses penutupan jemaah umrah tidak berlangsung lama. Bahkan banyak stakeholder di antaranya pihak hotel, penerbangan dan lain-lain yang akan mendesak kepada pemerintah agar kebijakan penutupan itu segera diakhiri,” katanya.

Terpisah, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Sumatera Utara, H Iwan Zulhami masih menunggu keputusan dari Kementerian Agama RI. “Kami menunggu surat edaran resmi dari Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama RI, dan koordinasi dengan instansi terkait,” tandasnya.

Jamaah Bisa Refund

Ketua Umum Sarikat Penyelenggara Umroh dan Haji (SAPUHI) Syam Resfiadi menjelaskan, calon jemaah umrah bisa menarik kembali uangnya (refund) ke biro perjalanan umrah karena gagal berangkat ke Arab Saudi. Itu menyusul keputusan pemerintah Arab Saudi menangguhkan sementara kedatangan jemaah umrah dari luar negaranya, termasuk Indonesia. Lalu bagaimana cara calon jemaah mendapatkan kembali uangnya?

Pertama, Syam menjelaskan, uang yang bisa dikembalikan dengan catatan masih berada di kantong biro penyelenggara perjalanan umrah. “Duit yang masih tersimpan di travel, belum dilakukan apa-apa dan dia juga fair seharusnya travel mengembalikan saja,” kata Syam saat dihubungi, Kamis (27/2).

Caranya, jamaah tinggal mendatangi langsung alamat biro perjalanan sambil membawa bukti kwitansi atas transaksi yang sebelumnya telah dilakukan, lalu meminta pengembalian dana. Dia menjelaskan, biasanya jamaah tidak akan mendapatkan uangnya 100 persen jika melakukan refund. Namun karena kasus kali ini bukan faktor keinginan konsumen, maka semestinya uang yang kembali 100 persen.

“Dengan kasus ini adalah pembatalan bukan dari pihak konsumen, akibat dari peristiwa ini tidak bisa berangkat untuk reschedule, mepetlah, alasan waktu, pokoknya nggak ada waktulah, ya itu apa boleh buat tetap punya hak dikembalikan 100 persen,” jelasnya.

Sementara, jika uang calon jamaah sudah dideposit ke maskapai penerbangan untuk pembelian tiket dan pihak hotel untuk pemesanan kamar, tidak bisa dilakukan refund. Namun dia memastikan uang konsumen aman dan keberangkatan mereka akan dijadwalkan ulang.

“Karena uang yang sudah dibayar dan sudah punya visa dalam dua minggu ke depan inikan pasti sudah ada pembayaran-pembayaran terkait visa dan hotel, sehingga kalau di-refund pada prinsipnya nggak bisa karena sudah last minute ya. Jadi yang bisa di-reschedule,” jelasnya.

Pihaknya tetap berharap tidak ada calon jamaah yang melakukan refund. “Sedapat mungkin travel-travel menyarankan jangan ada pembatalan supaya tidak ada yang dirugikan. Jamaah juga nggak hilang uangnya, tetap bisa dipakai tapi kapan dia sempat lagi nanti,” tambahnya.

Saudi Arabia Airlines Stop Layani Penumpang Umroh

Hingga Kamis (27/2) kemarin, penerbangan jamaah ibadah umrah ke Arab Saudi masih berlangsung dari Bandara Internasional Kualanamu (KNIA) Deliserdang, Sumatera Utara. “Dua maskapai yang melayani rute umroh KNIA – Jeddah adalah Saudi Arabia Airlines dan Lion Air dan sampai dengan hari ini (kemarin), penerbangan Jeddah dan Madina masih ada dari Bandara Kualanamu,” kata Junior Manager OIC Bandara KNIA, Ibnu Hasan saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (27/2).

Diterangkannya, dalam sepekan untuk maskapai Saudi Arabia Airlines sedikitnya empat kali penerbangan tujuan Indonesia dari Bandara Internasional Kualanamu – Jeddah Arab Saudi. “Seminggu ada empat kali keberangkatan. Kalau hari ini, Kamis (27/2), tidak ada. Meski demikian, hingga saat ini kami belum menerima informasi resmi dari Airlines yang melayani rute umroh tersebut kalau dihentikan,” jelasnya .

Terpisah Maneger PT JAS Yudi Syahputra saat dikonfirmasi wartawan membenarkan kalau Saudi Arabia Airlines sementara waktu tak melayani rute umroh KNIA Jeddah menyusul ada larangan dari pemerintah Arab Saudi. “Batas waktu belum diberitahu sampai kapan ,” ucapnya.

Disebutkan Yudi, PT JAS merupakan perusahaan yang memberikan pelayanan jasa memfasilitasi antara penumpang dengan pihak Saudi Arabia Airlines. “Pelayanan yang diberikan mulai penumpang masih di bandara sampai terbang,” ungkapnya.

Sementara itu Corporite Comunication Strategic Lion Air, Danang Mandala Priantoro dalam keterangan persnya menyebutkan, sehubungan dengan perkembangan informasi mengenai perjalanan ibadah (umroh) dampak virus korona (corona virus). Lion Air hingga Kamis (27/2) masih mengoperasikan layanan penerbangan umroh atau belum mengalami pembatalan di Bandara Kualanamu Deliserdang dan dalam sepekan itu ada lima kali penerbangan.

Disampaikan Danang, Lion Air senantiasa berkoordinasi dengan otoritas penerbangan setempat di Arab Saudi serta akan terus mengumpulkan data dan berbagai keterangan. Operasional Lion Air di Arab Saudi meliputi Madinah – Bandar Udara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz (MED) dan Jeddah – Bandar Udara Internasional King Abdulaziz (JED). “ Kami akan menyampaikan pemberitahuan kepada para tamu jamaah dan mitra sesuai perkembangan lebih lanjut,” tutupnya. (man/btr/gus/dtc)

GoFood & Mitranya Cari Pengusaha Kuliner Terbaik Lewat Program Digitarasa

Foto: Istimewa DIGITARASA: Chief Food Officer Gojek Group, Catherine Hindra Sutjahyo, CEO Digitarasa, Arnold Poernomo, CEO & Co-Founder Kopi Kenangan, Edward Tirtanata, dan blogger Medan @makanmana, Leonarce Tan, memperkenalkan program Digitarasa, kepada wartawan di Medan, Kamis (27/2).
Foto: Istimewa
DIGITARASA: Chief Food Officer Gojek Group, Catherine Hindra Sutjahyo, CEO Digitarasa, Arnold Poernomo, CEO & Co-Founder Kopi Kenangan, Edward Tirtanata, dan blogger Medan @makanmana, Leonarce Tan, memperkenalkan program Digitarasa, kepada wartawan di Medan, Kamis (27/2).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gojek melalui GoFood, bersama Digitaraya, danpara pakar di industri kuliner yaitu Chef Arnold Poernomo serta Edward Tirtanata – CEO & Co-Founder Kopi Kenangan, mencari sebanyak-banyaknya pengusaha kuliner terbaik dari seluruh Indonesia,  salahsatunya dari Kota Medan.

Para pengusaha kuliner UMKM, startup food & beverage (F&B) ini nantinya akan bisa mendapatkan akses pada pengembangan bisnis secara komprehensif dari mentor-mentor kelas dunia hingga akses ke permodalan. Akses tersebut diperoleh melalui program akselerasi Digitarasa, sebuah akselerator bisnis kuliner.

“Digitarasa membuka kesempatan UMKM dan startup F&B terpilih di Medan, untuk mengikuti seleksi langsung dengan dewan panel dalam format speed dating, di mana para pemilik startup dapat mempresentasikan produk dan konsep bisnis mereka secara langsung,” kata Chief Food Officer Gojek Group, Catherine Hindra Sutjahyo, kepada wartawan di Medan, Kamis (27/2).

Ia mengatakan, selama 5 tahun menjadi growth partner para mitra UMKM kuliner, GoFood memahami tantangan yang dihadapi para merchant dalam mengembangkan usaha, termasuk dalam hal manajemen bisnis, pemasaran, dan permodalan.

“Dengan inovasi teknologi berkelanjutan, kami mampu menjembatani kebutuhan para mitra merchant dari hulu ke hilir. GoFood telah berkembang lebih dari sekadar layanan pesan-antar makanan, peranan kami merambah menjadi enabler yang terus mendukung para pengusaha kuliner agar berdaya saing tinggi di industri,” katanya.

Menurut dia, industri kuliner di Indonesia memiliki banyak sekali potensi. Data Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) dan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan kontribusi sektor kuliner terhadap unit usaha ekonomi kreatif telah mencapai 41,69% , tertinggi di antara 15 subsektor lainnya.

“Medan merupakan salah satu kota yang memiliki potensi tinggi di bidang industri kuliner, salah satunya dilihat dari pesatnya pertumbuhan jumlah mitra merchant GoFood sebanyak 195%,” katanya.

Chef profesional, restauranter, sekaligus CEO Digitarasa, Arnold Poernomo, mengatakan Indonesia memiliki keragaman dan kekayaan budaya dengan citarasa yang berlimpah. “Potensi citarasa kuliner Indonesia itu sebenarnya mampu bersaing dengan kuliner asing. Yang dibutuhkan mungkin seluk beluk dunia kuliner. Dengan bimbingan dan pembinaan Digitarasa, kami percaya akan banyak bisnis F&B lokal berkualitas yang dapat berkembang dan bersaing secara nasional dan internasional”, imbuh Arnold.

Digitarasa, lanjutnya, dirancang untuk mengembangkan kurikulum pembelajaran bisnis kuliner yang end-to-end. Peserta akan belajar mengenai banyak hal terkait pengembangan bisnis F&B seperti manajemen operasional, branding & marketing, pengembangan produk, riset pasar dan lainnya. Selain mentoring, seluruh peserta juga mendapat kesempatan untuk networking dengan berbagai pemain besar di industri F&B.

“Mereka yang lolos seleksi awal, akan mengikuti sesi wawancara dengan dewan panel. Mereka yang terpilih berhak mengikuti bootcamp atau pelatihan intensif di Jakarta dan belajar langsung dari mentor-mentor berpengalaman,” katanya.

Tahun ini, Digitarasa akan menjalankan 4 batch dengan rangkaian program serupa dengan menargetkan sebanyak-banyaknya peserta startup kuliner lokal terpilih. Nantinya, puluhan startup kuliner terbaik akan mendapatkan akses ke permodalan usaha dan bergabung secara eksklusif di ekosistem Gojek.

Hadir di kesempatan yang sama, CEO & Co-Founder Kopi Kenangan, Edward Tirtanata menceritakan pengalamannya selama mengembangkan bisnis, “Lima tahun berkecimpung di industri kuliner Indonesia, saya menemui bahwa inovasi dan kolaborasi bisa membawa Kopi Kenangan melaju pesat hingga saat ini. Dengan inovasi teknologi, Kopi Kenangan berhasil mengkolaborasikan antara kualitas produknya dengan layanan konsumen lewat aplikasi. Saya berharap dapat berbagi pengalaman dan pemahaman ini kepada calon peserta nantinya.”

Program Digitarasa dibuka bagi pelaku bisnis kuliner dengan produk siap jual untuk dipasarkan ke masyarakat, dengan usaha yang dibangun dan dimiliki sendiri (bukan franchise). Pelaku bisnis kuliner bisa mendaftar secara online lewat link registrasi yang ada di website www.digitarasa.id atau akun Instagram @digitarasa_id. Pendaftaran ini akan dibuka sampai dengan 6 Maret 2020.  (rel/mea)

Pulih dari Cedera Hamstring, Nabar Siap Kembali Perkuat PSMS

SIAP: Pemain PSMS Medan Yohanis Nabar saat memperkuat skuad Ayam Kinantan pada laga yang digelar di Stadion Teladan Medan, belum lama ini. Yohanis Nabar kini telah pulih dari cedera, dan kembali siap memperkuat PSMS Medan.
SIAP: Pemain PSMS Medan Yohanis Nabar saat memperkuat skuad Ayam Kinantan pada laga yang digelar di Stadion Teladan Medan, belum lama ini. Yohanis Nabar kini telah pulih dari cedera, dan kembali siap memperkuat PSMS Medan.
SIAP: Pemain PSMS Medan Yohanis Nabar saat memperkuat skuad Ayam Kinantan pada laga yang digelar di Stadion Teladan Medan, belum lama ini. Yohanis Nabar kini telah pulih dari cedera, dan kembali siap memperkuat PSMS Medan.
SIAP: Pemain PSMS Medan Yohanis Nabar saat memperkuat skuad Ayam Kinantan pada laga yang digelar di Stadion Teladan Medan, belum lama ini. Yohanis Nabar kini telah pulih dari cedera, dan kembali siap memperkuat PSMS Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Usai pulih dari cedera yang membuatnya absen sepekan lebih membela PSMS Medan, Yohanis Nabar diketahui telah kembali mengikuti latihan bersama skuad Ayam Kinantan di Stadion Mini Kebun Bunga Medan, Rabu (26/2).

Eks pemain Sriwijaya FC ini, kini mengaku kondisinya sudah fit. Nabar sudah tak lagi latihan terpisah di pinggir lapangan seperti sebelumnya. Dia pun telah mengikuti program latihan dari tim pelatih. Dia pun mengaku, sudah sangat siap mengarungi Liga 2 2020 bersama skuad besutan Philip Hansen terebut, yang bakal kickoff pada medio Maret mendatang.

“Kondisi sekarang sudah sehat 100 persen. Tidak ada kendala lagi. Saya juga sudah siap main untuk kompetisi Liga 2 nanti. Kalau ada agenda ujicoba dalam waktu dekat ini, saya juga sudah siap bertanding,” ungkap Nabar, Rabu (26/2).

Akibat cedera yang dialaminya tersebut, Nabar tak bisa memperkuat PSMS saat menantang Persiraja Banda Aceh pada laga ujicoba di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, 21 Februari lalu. Tim pelatih memberikan program serius dalam proses pemulihan cedera Nabar. Program yang dianjurkan dokter tim PSMS, Indra Feriadi, pun dijalankannya dengan baik.

“Kata dokter, ada yang mengganjal di bagian paha. Makanya saya disuruh istirahat. Tapi saya istirahat aktif, bukan hanya tidur-tiduran. Tetap latihan ringan, agar ototnya tidak kaku,” bebernya.

Selain Nabar, seorang pemain PSMS yang juga sempat dibekap cedera adalah Ary Hermawan. Dan kondisinya pun kini sudah pulih. Dia terlihat sudah bergabung dengan skuad Ayam Kinantan mengikuti program latihan dari tim pelatih. (tnc/saz)

Peringati Bulan K3 di PLN – UIK Belawan

BERSAMA: Vice President Environment Healt Safety Arjun Karim, GM PLN UIKSBU Bambang Iswanto, pihak BPJS Ketenagakerjaan, foto bersama usaui mengikuti seminar.
BERSAMA: Vice President Environment Healt Safety Arjun Karim, GM PLN UIKSBU Bambang Iswanto, pihak BPJS Ketenagakerjaan, foto bersama usaui mengikuti seminar.

Pengusaha dan Pekerja Harus Paham Keselamatan Kerja

BERSAMA: Vice President Environment Healt Safety Arjun Karim, GM PLN UIKSBU Bambang Iswanto, pihak BPJS Ketenagakerjaan, foto bersama usaui mengikuti seminar.
BERSAMA: Vice President Environment Healt Safety Arjun Karim, GM PLN UIKSBU Bambang Iswanto, pihak BPJS Ketenagakerjaan, foto bersama usaui mengikuti seminar.

PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan Sumatera Bagian Utara (KITSBU) menggelar Bulan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di PLN Unit Pembangkitan (UIK), Belawan, Rabu (26/2).

Acara ini dihadiri Vice President Environment Healt Safety Arjun Karim, General Manager (GM) PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (UIP Sumbagut), Octavianus Padudung, GM PLN Unit Induk Wilayah Sumut M Irwansyah Putra, Senior Manager SDM dan Umum PLN Kitsbu Sigit Prasetyo, jajaran unit PLN, mewakili Gubsu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Arief Trinugroho, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, Dinas Tenaga Kerja dan stakeholder lainnya.

Gubsu yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Arief Trinugroho mengatakan, pemerintah Sumatera Utara mengajak kepada seluruh pengusaha dan pekerja untuk memahami Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di lingkungan kerja.

“Sesuai dengan instruksi menteri, K3 ini bukan untuk pekerja tetapi berdampak kepada perusahaan, masyarakat dan lingkungan. Jadi, K3 ini dampaknya sudah sangat luas,” katanya usai memimpin upacara peringatan K3 Tahun 2020 di PLN Unit Pembangkitan (UIK), Belawan, Rabu (26/2).

Melalui peringatan bulan K3 ini, diharapkan agar semua pihak turut berpartsipasi, baik dari pengusaha maupun pekerja untuk melakukan upaya konkrit terhadap pelaksanaan K3 di lingkungan masing-masing. Kemudian, membudayakan peningkatan pengawasan menjadi salah satu upaya untuk menurunkan angka kecelakaan kerja. “Kita ketahui, secara nasional angka kecelakaan kerja menurun. Kita harapkan itu terus menurun, khususnya di Sumatera Utara,” kata Arief.

Arief menekankan kembali agar K3 harus benar – benar dipahami oleh perusahaan. “Makanya kita minta agar K3 ini benar – benar dilaksanan sesuai dengan SPO-nya,” pungkasnya.

Sementara itu, GM PLN UIKSBU, Bambang Iswanto mengatakan, seluruh unit di PLN sudah memiliki sertifikasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Selain itu juga, PLN Sumbagut telah memiliki sitem manajemen pengamanan (SMP).

“Kita di sini adalah objek vital nasional. Sejauh ini belum ada kendala dalam penerapan ini, seluruh unit di bawah UIK-SBU ini telah meraih penerapan keselamatan dan kesehatan kerja yang baik,” katanya.

Untuk unit kerja yang dijalankan, lanjut Bambang, di seluruh sektor memiliki resiko tinggi, artinya bukan hanya di lapangan saja, tetapi di lingkungan perkantoran juga memiliki resiko tinggi. Oleh karena itu, safety pengamanan diterapkan di seluruh sektor. “Jadi, penerapan ini akan meminimalisir potensi terjadinya gangguan kesehatan dan keselamatan kerja bagi seluruh pekerja yang ada di seluruh unit di UIK-SBU,” pungkasnya.

Gelar Seminar

Masih di lokasi dan acara yang sama, usai melaksanakan upacara, PLN UIK-SBU bersama tamu undangan yang merupakan stakeholder, seperti BPJS Ketenagakerjaan, Dinas Tenaga Kerja dan lainnya, mengikuti seminar dengan tema: Optimalkan Kemandirian Masyarakat Berbudaya K3 pada Era Revolusi Industri 4.0 Berbasis Teknologi Informasi.

Mewakili Plt. Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Asep Gunawan di seminar mengatakan, Undang-undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja mengatur pelaksanaan K3 di semua tempat kerja yang bertujuan agar tenaga kerja dan orang lain yang berada di tempat kerja terjamin keselamatannya. Demikian juga peralatan, asset dan sumber produksi dapat dipergunakan secara aman dan efisien agar terhindar dari kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.

Selain itu dalam rangka mendorong terlaksananya perlindungan K3 yang efektif dan efisien, kata Asep, meningkatkan pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja, maka upaya yang paling tepat adalah menerapkan Sistem Manajemen K3 (SMK3) sebagaimana amanat Pasal 87 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan telah diatur pula dalam Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang Penerapan SMK3.

“Kecelakaan kerja tidak hanya menyebabkan kematian, kerugian materi, moril dan pencemaran lingkungan, namun juga dapat memengaruhi produktivitas dan kesejahteraan masyarakat. Kecelakaan kerja juga mempengaruhi indeks pembangunan manusia dan indeks pembangunan ketenagakerjaan. Untuk itu, pemerintah mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik pengusaha, serikat pekerja, pekerja dan masyarakat, untuk terus meningkatkan pengawasan dan kesadaran pentingnya K3,” ujarnya.

Vice President Environment Healt Safety Arjun Karim yang juga memberikan kata sambutannya di seminar, mengatakan, PLN harus peduli, taat dan tanggap. Peduli artinya harus peduli dengan semua potensi bahaya di sekitar kita, orang-orang kerja kita dan sekitar kita. Kedua taat, yakni semua harus dijalankan sesuai SOP. Sedangkan tanggap yakni, bila terjadi sesuatu, kita harus melakukan upaya preventif,” pungkasnya.

GM PLN UIKSBU, Bambang Iswanto di seminar tersebut mengatakan, cadangan listrik yang mereka miliki saat ini 40 persen cadangan dari beban puncak sehingga memudahkan investor untuk membangun di Sumut. (*)

Plt Direktur RSUD Sidikalang Tak Berkompetensi Medis

Gedung RSUD Sidikalang yang direkomendasikan turun kelas dari tipe C menjadi tipe D.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Penunjukan pelaksana tugas (Plt) direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang, Kabupaten Dairi dari non tenaga medis dinilai tidak sesuai Undang- Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit pasal 34 ayat 1 berbunyi, kepala rumah sakit harus seorang tenaga medis yang mempunyai kemampuan dan keahlian dibidang perumahsakitan.

Pelaksana tugas RSUD Sidikalang, Charles Bancin saat dihubungi mengatakan, agar dikonfirmasi kepada Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi, Rahmatsyah Munthe.

Rahmatsyah Munthe mengatakan, Charles Bancin yang merupakan Asisten 2 Setda Pemkab Dairi yang dihunjuk sebagai pelaksana tugas direktur RSU Sidikalang berlatarbelakang sarjana tehnik geologi, dengan magister administrasi publik.

Dijelaskan Rahmatsyah, Undang- Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit pasal 34 ayat 1 berlaku untuk direktur rumah sakit yang defenitif. Peraturan tersebut tidak berlaku pada penunjukan Charles Bancin, sebagai direktur RSUD Sidikalang.

Sampai saat ini, tidak ada kendala ada pengadministrasian termasuk klaim BPJS. Penunjukan Plt tidak berlatar tenaga medis merupakan pertimbangan dari bupati, yang dinilai Charles Bancin memiliki manajerial yang baik. Menyikapi persoalan tenaga medis non PNS di RSU Sidikalang belum gajian sejak Januari. Namun, sekarang sudah sedang proses pencairan gaji.

“Tidak ada hubungan proses penggajian dengan pelaksana direktur yang bukan dari tenaga medis,” ujar Rahmatsyah.

Sementara itu, hingga saat ini sebanyak 13 Dinas dan Badan merupakan organisasi perangkat daerah (OPD) dijabat pelaksana tugas (Plt). Menurut Rahmatsyah, proses pengisian jabatan tinggi pratama (JTP) yang lowong sudah berjalan.

Timsel lelang terbuka sudah dibentuk. Kita tinggal menunggu persetujuan komisi aparatur sipil negara atau KASN. (rud/han)

Koramil 13 Laksanakan Pemahaman Wawasan Kebangsaan

WAWASAN KEBANGSAAN: Sekdako Tebingtinggi Muhammad Dimiyathi didampingi Dandim 0204/DS Letkol Syamsul Arifin ketika menyampaikan wawasan kebangsaan.
WAWASAN KEBANGSAAN: Sekdako Tebingtinggi Muhammad Dimiyathi didampingi Dandim 0204/DS Letkol Syamsul Arifin ketika menyampaikan wawasan kebangsaan.
WAWASAN KEBANGSAAN: Sekdako Tebingtinggi Muhammad Dimiyathi didampingi Dandim 0204/DS Letkol Syamsul Arifin ketika menyampaikan wawasan kebangsaan.
WAWASAN KEBANGSAAN: Sekdako Tebingtinggi Muhammad Dimiyathi didampingi Dandim 0204/DS Letkol Syamsul Arifin ketika menyampaikan wawasan kebangsaan.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Koramil 13 0204/DS melaksanakan diklat pemantapan pemahaman wawasan kebangsaan bagi generasi muda, di Aula Koramil 13 Jalan Kapten Tandean Kota Tebingtinggi, Rabu (26/2).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dandim 0204/DS Letkol Syamsul Arifin Danramil 13 Tebingtinggi Kapten Budiono dan Sekdako Tebingtinggi Muhammad Dimiyanthi.

Sekdako Tebingtinggi Muhammad Dimiyathi pada sambutannya menyampaikan, kegiatan diklat ini sangat perlu diberikan kepada generasi muda, karena generasi muda merupakan penerus dalam pembangunan berkelanjutan dimana perkembangan dunia saat ini yang begitu pesat.

“Dimana hal ini diiringi dengan perkembangan teknologi informasi yang terus bergerak dengan cepat dan mempengaruhi pola pikir manusia, bahkan gaya hidup dalam kehidupan sehari hari,” jelas Dimiyathi.

Menurutnya, perkembangan ini juga sangat berpengaruh besar kepada generasi muda di era globalisasi, pada era ini kita dapat melihat peran pemuda Indonesia dalam membangun bangsa masih kelihatan rendah hal ini disebabkan karena kurangnya perhatian para pemuda untuk berperan dalam pembangunan bangsa rasa nasionalisme.

“Dikalangan generasi muda sudah mulai luntur dan akses untuk mendapatkan informasi hampir tidak ada halangan menyebabkan generasi muda mudah untuk terpengaruh oleh informasi yang mungkin saja bertentangan dengan budaya bangsa, kondisi seperti ini bila di biarkan akan menggerogoti naisionalisme generasi muda Indoensia,” bilangnya.

Sedangkan Dandim 0204 DS, Letkol Syamsul Arifin menyampaikan, bahwa Informasi yang dapat menggangu generasi muda sangat mudah di akses dan sangat berdampak buruk bagi perkembangan generasi bangsa kita ini, oleh sebab itu harus ada upaya yang di lakukan yaitu bagaimana kita menanamkan rasa nasionalisme yang tinggi melalui pemahaman wawasan kebangsaan sehingga generasi muda.

“Dengan itu kita memiliki daya tangkal yang baik terhadap segala sesuatu yang dapat mengganggu stabilitas negara Indonesia, sehingga budaya, pola pikir, tindakan yang bertentangan dengan nilai nilai Pancasila yang dating dari luar saat ini melaui informasi yang disampaikan via Media Sosial,” jelasnya. (ian)

82 Jemaat HKBP Keracunan Makanan

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 82 jemaat gereja HKBP yang bertempat di Dusun I Tungkam Jaya, Desa Pangkalan Siata, Kecamatan Pangkalansusu, Kabupaten Langkat, mengalami keracunan makanan, Selasa (25/2) malam.

Kapolsek Pangkalansusu, AKP Ilham Ssos menjelaskan, warga yang keracunan makanan itu terjadi di Gereja HKBP Dusun I Tungkam Jaya, Desa Pangkalan Siata, Kecamatan Pangkalansusu, Kabupaten Langkat.

Sebelumnya, para korban melakukan doa bersama untuk keselamatan warga bertempat di halaman Gereja HKBP setempat.

Dalam doa bersama itu, jemaat gereja (warga beragama Kristen) menyajikan makanan berupa nasi dengan lauk olahan daging babi. Namun Setelah acara doa bersama selesai, dilanjutkan dengan makan bersama.

Setelah makan bersama selesai, maka seluruh warga kembali ke rumah masing-masing. Dimana sebagian jemaat membawa pulang makanannya ke rumah.

Namun sekitar pukul 23.00 WIB, jemaat yang mengikuti acara doa bersama tersebut, mengeluhkan sakit perut, muntah-muntah, pusing dan mencret. Kondisi itu diduga setelah memakan makanan yang dihidangkan pada acara doa bersama sebelumnya.

Selanjutnya, warga yang mengalami keracunan makanan tersebut dikumpulkan di gereja GKPI untuk diperiksa kesehatannya oleh Tim medis dari Puskesmas Pangkalansusu.

Dari 82 warga tersebut, sebanyak 6 orang dilarikan ke Rumah Sakit Umum Pangkalansusu.

Disebutkan AKP Ilham, pihaknya sudah mengamankan sisa makanan yang dihidangkan kepada warga, untuk dilakukan pemeriksaan kandungan makanan. (bbs/han)

Polisi Buru Sopir Penabrak Pengendara Motor

Ilustrasi
Ilustrasi

KARO, SUMUTPOS.CO – Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Tanah Karo memburon seorang pengemudi kendaraan roda empat yang menabrak mati seorang pengendara di jalur Jalan Barusjahe-Tigapanah, Kabupaten Karo.

Kasat Lantas Polres Tanah Karo AKP M. Ridwan Harahap melalui Kanit Laka Ipda Ngemok Ginting menyebutkan, si pengemudi mobil langsung melarikan diri usai menabrak dua orang korban yang mengendarai sepeda motor Yamaha Zupiter BK 3895 TAC.

Diketahui identitas kedua korban, Toga Sitepu (18), dan Dewi Simanjuntak (48) warga Desa Sukajulu, Kecamatan Barusjahe.

Menurut Ipda Ngemok Ginting, peristiwa tabrak lari terjadi pada Minggu 23 Februari 2020. Kecelakaan maut itu bermula saat pengendara sepeda motor Toga Sitepu menghindari lubang di jalur lintas. Tiba-tiba kendaraan roda empat dari arah belakang langsung menyeruduk dan menabrak korban.

“Kedua korban langsung terpental dari kendaraannya. Toga Sitepu mengalami luka cukup parah, nyawa korban tidak bisa terselamatkan. Sedangkan Dewi langsung dilarikan ke Klinik Tambar Malem, Tigapanah, dan selanjutnya dirujuk ke Rumah Sakit Efarina Berastagi,” ucap Ipda Ngemok, Senin (24/2).

Ipda Ngemok Ginting menegaskan saat ini Satlantas Polres Tanah Karo masih memburon tersangka. Dalam kejadian tabrak lari yang menyebabkan satu orang tewas ini, Kepolisian telah menghimpun sejumlah keterangan saksi di lokasi kejadian.

Kepolisian mengimbau kepada pengemudi untuk menyerahkan diri.“Kita mengimbau kepada pengemudi mobil agar secepatnya menyerahkan diri guna mempertanggung jawabkan perbuatannya,” pungkas Ipda Ngemok. (deo/han)

Dinas P3AM Binjai Terus Berbenah

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Pelindungan Anak dan Masyarakat Kota Binjai terus mengawal kasus-kasus yang terjadi di Kota Rambutan.

Kepala Dinas P3AM, Rudi Baros mengunkapkan, dari belasan laporan yang diterima awal tahun 2020, ada 10 kasus yang sudah selesai ditangani. “Alhamdulillah, banyak kasus yang sudah kami selesaikan.

Kasus-kasus yang masuk juga beragam. Mulai dari kekerasan dalam rumah tangga sampai diperkosa,” beber mantan Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Sekretariat Daerah Kota Binjai tersebut.

Diungkapkannya, kasus yang mereka tangani adanya anak kabur dari rumah, dan sudah kami bantu sebar untuk pencarian. Alhamdulillah, sudah ketemu,” kata dia. “Saya mohon maaf enggak bisa menyebutkan nama-namanya,” sambung dia.

Kini, Dinas P3AM Kota Binjai terus aktif di jagad media sosial. Bahkan saat ini, Dinas P3AM sudah membagi nomor kontak di setiap kecamatan yang ada di Binjai.

“Nomor hp di tiap kecamatan sudah kami bagikan setelah kami Dinas P3AM melakukan rapat dengan Satgas pendamping korban kasus kekerasan pada perempuan dan anak. Rapat digelar dalam rangka membahas peningkatan pencegahan kasus kekerasan pada perempuan dan anak Kota Binjai untuk menuju Binjai Kota Layak Anak 2020,” ujar dia. “Silahkan kepada masyarakat yang ingin melakukan pengaduan atau konsultasi dapat langsung ke kantor,” tukasnya. (ted/han)