Home Blog Page 4483

2 Positif Corona dari Grup Berbeda, Peserta Tur Yerussalem Diminta Karantina Diri

DISEMPROT: Petugas dari PMI Sumut menyemprotkan disinfektan di ruangan Masjid Agung Medan, sebelum pelaksanaan Salat Jumat (20/3).
DISEMPROT: Petugas dari PMI Sumut menyemprotkan disinfektan di ruangan Masjid Agung Medan, sebelum pelaksanaan Salat Jumat (20/3).
DISEMPROT: Petugas dari PMI Sumut menyemprotkan disinfektan di ruangan Masjid Agung Medan, sebelum pelaksanaan Salat Jumat (20/3).
DISEMPROT: Petugas dari PMI Sumut menyemprotkan disinfektan di ruangan Masjid Agung Medan, sebelum pelaksanaan Salat Jumat (20/3).

SUMUTPOS.CO – Dua Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang didiagnosa positif Corona Virusdisease 2019 (Covid-19) di Sumatera Utara, sama-sama memiliki riwayat perjalanan ke Yerusalem, Israel. Dalam tur wisata religi tersebut, keduanya memiliki kelompok berlainan. Artinya, ada dua grup yang baru pulang dari Yerusalem.

“DUA PDP berlainan rombongan, tapi tujuannya ke Yerusalem. Satu rombongan jumlahnya sekitar 40 orang. Jadi kalau dua kelompok, totalnya berkisar 80 orang,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Sumut, dr Alwi Mujahit Hasibuan, melalui Sekretaris Dinas, dr Aris Yudhariansyah, saat ditemui di kantornya, Jumat (20/3).

Penelusuran (tracing) sudah dilakukan terhadap kedua rombongan dimaksud. Dan para peserta tur sudah teridentifikasi. “Kita sudah bentuk tim Relawan Kontak Tracing. Ada 7 kelompok yang terdiri dari Dinkes Sumut, Pramuka, Merc, dan mahasiswa. Tim ini tugasnya mencari dan melacak kontak erat. Selain itu, mengedukasi untuk karantina rumah,” jelasnya.

Sebelum terjun ke lapangan, anggota tim dibekali pelatihan untuk proteksi diri. Misalnya, ketika berkomunikasi agar mengatur jarak, memakai masker, sering mencuci tangan menggunakan hand sanitizer, dan lain sebagainya.

Dia mengimbau kepada peserta tur yang sadar melaporkan dirinya, untuk melakukan karantina rumah selama 14 hari, terhitung saat pertama kali tiba di Sumut. “Kita harus secepatnya memutus mata rantai penyebaran. Jika membandel, akan disanksi tegas. Sebab jika ini berjalan dengan baik, maka tidak sampai 3 bulan akan mereda,” terangnya, tanpa menjelaskan sanksi tegas dimaksud.

Berdasarkan data milik Dinas Kesehatan Sumut, jumlah Rumah Sakit (RS) sebagai rujukan screening dan isolasi kasus Covid-19 sudah ditetapkan sebanyak 65 RS. Rumah sakit tersebut masing-masing tersebar di Medan 33, Deli Serdang 7, Karo 2, Binjai 5, Langkat 4, Sergai 2, Tebing Tinggi 2, Batubara 1, Asahan 1, Simalungun 3, Balige 1, Labusel 2, Padang Lawas 1, Dairi 1, dan Padangsidimpuan 1.

“Totalnya ada 65 rumah sakit rujukan (screening dan isolasi),” pungkasnya.

Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Riadil Akhir Lubis, ketika dihubungi via telepon, mengatakan hal senada. Kata Riadil, Dinkes Sumut terus melakukan penelusuran terhadap rekan-rekan kedua pasien positif Covid 19. “Dinas Kesehatan sedang melakukan penyelidikan epidemiologi. Saat ini masih dalam penelusuran,” ujarnya, Jumat pagi.

Namun, Riadil mengaku belum mendapatkan jumlah pasti berapa banyak rekan 2 positif Covid-19 yang sempat ikut ke Yerusalem. “Untuk menelusurinya kita juga melibatkan kepolisian. Penelusuran ini dilakukan supaya bisa ditangani dengan baik dan paling tidak memperkecil penyebaran,” ucapnya.

Sembari menunggu hasil penelusuran atau penyelidikan epidemiologi, rekan-rekan kedua psien diimbau untuk melaporkan kondisi kesehatannya ke rumah sakit rujukan kasus Covid-19 di Sumut, seperti RSUP Haji Adam Malik, RS USU atau ke RSU Haji Medan.

“Tidak perlu ragu, karena identitasnya tidak akan dipublikasikan. Kita juga imbau teman-temannya atau keluarga terdekat supaya melaporkan kondisi kesehatan ke rumah sakit yang sudah ditunjuk. Hal itu biar bisa diketahui bagaimana sebarannya, sehingga bisa ditangani dengan baik dan rantai penularannya bisa diputus,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara, dr Alwi Mujahit Hasibuan mengatakan, PDP 01 yang sempat dirawat dan diisolasi sebelum meninggal di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik (HAM), memiliki riwayat perjalanan ke Yerusalem, dan singgah ke Italia.

Total 36 PDP se-Sumut

Jumlah Pasien Dalam Pemantauan (PDP) kasus Covid-19 di Sumatera Utara, kembali bertambah. Per 20 Maret, jumlah PDP menjadi 36 orang, dari hari sebelumnya sebanyak 19 orang. Data itu berdasarkan data terakhir dari media center posko utama terkait Covid-19.

“Jumlah PDP ada 36 orang yang dirawat di 12 rumah sakit dari 62 rumah sakit yang ditunjuk,” ujar Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatera Utara, Riadil Akhir Lubis dalam konferensi pers secara live streaming di YouTube milik Humas Sumut, Jumat (20/3) sore.

Selain jumlah PDP yang melonjak, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) juga meningkat signifikan. Dari sebelumnya 53 orang, kini menjadi 205 ODP. Artinya melonjak hampir 3 kali lipat.

“Untuk ODP berjumlah 205, yang isolasi secara mandiri di rumah. Kami meminta isolasi ini dilakukan secara serius untuk memutus rantai penyebaran Covid-19,” sebutnya.

Dikatakannya, meskipun terjadi penambahan jumlah PDP corona, namun pihaknya tetap berharap kepada masyarakat untuk tidak panik dan tenang dalam menghadapinya. “Jangan percaya dengan berita hoaks. Kita Sumut 1 sumber,” katanya.

Dalam konferensi pers yang sama, anggota Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Mayor Laut dr Handoyo mengatakan, saat ini sudah dilakukan persiapan rumah sakit isolasi pasien corona. Yakni rumah sakit di PTPN II, yakni Rumah Sakit GL Tobing yang bisa menampung 60 pasien. “Sumut tak perlu takut dan khawatir. Tanah PTPN II ini sudah terisolasi dari penduduk sekitarnya, dan diyakinkan aman,” katanya.

Dia juga mengingatkan warga di di sekitar PTPN II atau RS GL Tobing untuk mematuhi imbauan untuk tidak mendekati daerah isolasi. Diam dan berkegiatan di rumah, dan tidak berkumpul di sembarang tempat lebih dari 100 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Sumut dr Alwi Mujahit Hasibuan mengatakan, ODP dan masyarakat lainnya bisa melakukan social distancing (jaga jarak) secara maksimal, untuk menekan laju penyebaran corona. Jika tidak, maka akan terjadi lonjakan yang lebih serius lagi dan memperpanjang masa darurat di Sumut.

“Bagi masyarakat yang berkunjung ke daerah terjangkit, silakan melapor. Kalau tidak, kita tidak akan memutus rantai. Kita akan mendapat PDP yang lebih banyak lagi. Kami berharap bapak ibu menggunakan call centre untuk mendapat penjelasan terbaik,” tukasnya.

Pasien 02 Masih Berat

Mengenai pasien 02 positif Covid-19 yang dirawat di RSUP HAM Medan, hingga kemarin kondisinya masih berat. Perkembangan kondisi kesehatannya belum ada kemajuan.

“(Kondisi) pasien positif Covid-19 masih sama. Masih berat,” ujar Koordinator Penanganan Covid-19 RSUP HAM, dr Ade Rahmaini SpP, Jumat (20/3). Namun Ade tidak menjelaskan kondisi ‘masih berat’ yang dimaksudkannya.

Diutarakan dia, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Adam Malik bertambah menjadi 15 orang. Sebelumnya, masih 11 orang. Dengan bertambahnya jumlah PDP, otomatis jumlah ruangan isolasi ditambah menjadi 14 ruangan, dari sebelumnya hanya 11 ruangan. “Ruang isolasi sudah kita tambah, tapi sekarang sudah full,” tuturnya.

Karena ruangan sudah penuh, dua PDP baru masih dirawat sementara di IGD. “Masih nunggu di IGD karena ruang isolasi penuh,” ucapnya.

Ia berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) segera membuka rumah sakit rujukan lagi untuk tempat isolasi dan perawatan PDP Covid-19.

“Saat ini tenaga medis di ruang isolasi sangat membutuhkan dukungan dan semangat dari masyarakat Sumut. Sebab, dengan banyaknya jumlah PDP yang masuk, tim medis mulai terasa kelelahan. Kerja di ruang isolasi stresnya tinggi. Tim kami juga saat ini sudah mulai terasa lelah. Jadi memang mesti diberikan semangat terus,” tandasnya.

Berdomisili di Binjai Barat

Satu dari dua PDP positif Corona yang dirawat di RSUP HAM Medan (satu sudah meninggal), memiliki KTP di Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat. Warga itu diketahui berusia 51 tahun, dan saat ini berdomisili di Binjai Barat, Kota Binjai.

Wakil Bupati Langkat, Syah Affandin, membenarkan status warganya yang positif corona, ketika dikonfirmasi. “Ada satu warga kita, tapi saya enggak bisa komen. Yang jelas penanganan orang itu diambilalih pihak provinsi. Kami sudah terima edaran nggak bisa kasih komen,” kata dia, Jumat (20/3).

Informasi diperoleh, korban telah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Haji Adam Malik Kota Medan sejak 15 Maret 2020 sampai dengan saat ini. Korban ditempatkan di ruang solasi RS Adam Malik dalam pengawasan khusus.

Pasien yang terpapar Covid-19 pascamengikuti wisata rohani ke Yerusalem itu bersama suami dan anaknya.

Sedikitnya, ada 3 warga Selesai Kabupaten Langkat dan satu orang warga Bandar Serapit yang mengikuti wisata rohani dalam rombongan yang sama. Mereka tiba di Indonesia pada 1 Maret 2020 bersama rombongan keluarga.

Sekretaris Dinas Kesehatan Langkat, Ansyari, mengatakan saat ini Dinkes Langkat memantau pihak keluarga si pasien berjumlah enam orang. “Dipantau kesehatannya setiap hari. Yang terkait ke Adam Malik, nama korban pasien tolong mohon dijaga bersama. Setahu saya masih isolasi,” tukasnya. (ris/ted)

Amri Didakwa Kurir 1 Kg Sabu, Tergiur Upah Rp1 Juta

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Amri Panjaitan mempertanggungjawabkan perbuatannya dihadapan hakim. Dia di dakwa JPU, menjadi kurir 1 kg sabu lantaran tergiur dengan upah Rp1 juta, di ruang Cakra 3 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (20/3).

Dakwaan JPU M Rizqi Darmawan disebutkan, kasus ini bermula, 20 Oktober 2019, terdakwa Amri Panjaitan bertemu dengan Munir Saparuddin (DPO) di kedai kopi di Kota Tanjungbalai. Munir mengundang terdakwa ke Kota Medan.

“Lalu esoknya terdakwa bersama Munir Saparuddin berangkat dari Tanjungbalai menuju Kota Medan dengan mengendarai mobil Avanza warna perak. Munir menjanjikan akan memberikan uang kepada terdakwa Rp1 juta,” ucapnya.

Kemudian, sekira pukul 21.30 WIB, Panjaitan dan Munir sampai di Kota Medan. Lalu Terdakwa diturunkan di bawah Flyover Amplas di Jalan Sisingamangaraja, Medan, dengan membawa plastik asoy berisi sebungkus plastik teh cina berisi narkotika jenis sabu seberat 1 kg yang akan diantar ke teman Munir.

Kemudian, Munir memberikan uang Rp200 ribu kepada terdakwa untuk membeli makan dan rokok. Munir pergi meninggalkan terdakwa dengan alasan pergi mengambil mobil. Kemudian terdakwa menunggu di bawah flyover tersebut.

Lebih lanjut, sekira pukul 22.00 WIB, petugas kepolisian mendapatkan informasi bahwa terdakwa memiliki narkotika jenis sabu, langsung melakukan penangkapan terhadap terdakwa. Dari tangan terdakwa petugas mengamankan 1 kg sabu.

“Perbuatan itu terdakwa diancam dengan Pasal 114 ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika,” pungkasnya. (man/btr)

Bayi Seberat 2,7 Kg Ditemukan di Trotoar Jalan Masjid Ubbudiyah PTPN 2 Tanjung Morawa

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Seorang bayi perempuan seberat 2,7 kg dengan kondisi tali pusar dan uri-uri masih lengket ditubuhnya ditemukan di trotoar Jalan Masjid Ubbudiyah PTPN 2 Tanjung Morawa, Komp Perum Stall Dusun III – B Desa Limau Manis Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang, Jumat (20/3) sekira pukul 07.20 WIB.

Informasi dihimpun, bayi itu pertama kali ditemukan Syafruddin (51) Satpam Kantor Direksi PTPN 2 Tanjung Morawa, warga Dusun XVIII Desa Bandar Klippa Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Delserdang, sedang melakukan kegiatan patroli rutin areal Komp Perum Stall PTPN 2 Tanjung Morawa dengan mengendari sepeda motor miliknya.

Saat bersamaan Sayfruddin bersamaan dengan penarik betor melihat adanya bungkusan plastik warna hitam yang bergerak-gerak. Ketika akan diperiksa, tiba-tiba kaki bayi keluar dari dalam plastik dan atas kejadian tersebut Syafruddin melaporkannya kepada Danru Satpam Kandir PTPN 2 Tanjung Morawa.

Atas inisiatif sendiri, pihak Satpam Kandir PTPN 2 Tanjung Morawa mengantar bayi tersebut ke Klinik Tutun Sehati, Jalan Medan – Lubuk Pakam Dusun I Tanjung Morawa A Kecamatan Tanjung Morawa.

Hasil koordinasi terhadap Bidan Tutun Sehati, menerangkan kondisi bayi ketika bayi diterima oleh Klinik Tutun Sehati, kondisi bayi dalam keadaan tali pusar dan uri-uri masih melekat dan secara medis bahwa lahirnya bayi atas tindakan sepihak dari ibu kandungnya.

Kondisi bayi dalam keadaan sehat dan telah mendapatkan perawatan secara medis oleh Bidan Klinik Tutun Sehati dan diobservasi di Ruang Bayi. (btr)

Buron 3 Bulan, Penabrak Personel Sat Lantas Polresta Deliserdang Ditangkap di Riau

DITANGKAP:Kasat Lantas Polresta Deliserdang Kompol Rina Tarigan SIk didampingi Wakasat Lantas AKP MP Pardede, Kaur Bin Ops Iptu Kuat Tarigan, Kanit Laka Iptu Romi paparkaan penangkapan buronan pelaku penabrak anggota pesonel Lantas Polresta Deliserdang .
DITANGKAP:Kasat Lantas Polresta Deliserdang Kompol Rina Tarigan SIk didampingi Wakasat Lantas AKP MP Pardede, Kaur Bin Ops Iptu Kuat Tarigan, Kanit Laka Iptu Romi paparkaan penangkapan buronan pelaku penabrak anggota pesonel Lantas Polresta Deliserdang .
DITANGKAP:Kasat Lantas Polresta Deliserdang Kompol Rina Tarigan SIk didampingi Wakasat Lantas AKP MP Pardede, Kaur Bin Ops Iptu Kuat Tarigan, Kanit Laka Iptu Romi paparkaan penangkapan buronan pelaku penabrak anggota pesonel Lantas Polresta Deliserdang .
DITANGKAP:Kasat Lantas Polresta Deliserdang Kompol Rina Tarigan SIk didampingi Wakasat Lantas AKP MP Pardede, Kaur Bin Ops Iptu Kuat Tarigan, Kanit Laka Iptu Romi paparkaan penangkapan buronan pelaku penabrak anggota pesonel Lantas Polresta Deliserdang .

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Tiga bulan lamannya pelarian, Sunaryo (29) berakhir setelah diringkus personel Sat Lantas Polresta Deliserdang dari kediamaan Pak Leknya di Desa Jati Baru Kecamatan Bunga Raya Kabupaten Siak Propinsi Riau, Rabu (18/3). Sunaryo warga Dusun II Desa Sukamulia Kecamatan Pagar Merbau Kabupaten Deliserdang.

Sunaryo adalah sopir pengangkut batubata yang menabrak personel Sat Lantas Polresta Delis Serdang Bripka Suryanto di Jalinsum Desa Tanjung Baru Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deliserdang, Rabu (25/12/2019) sekira pukul 13.15 WIB. Polisi berpangkat bintara itupun tewas di lokasi kejadian.

Kasat Lantas Polresta Deliserdang Kompol Rina Tarigan SIk didampingi Wakasat Lantas AKP MP Pardede, Kaur Bin Ops Iptu Kuat Tarigan, Kanit Laka Iptu Romi dalam paparannya, Jumat (20/3) sore menyebutkan, untuk mengetahui keberadaan Sunaryo, pihaknya bekerjasama dengan IT Mabes Polri untuk melacak posisi nomor HP milik Sunaryo.

Awalnya pengejaran dilakukan ke daerah Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai lalu ke daerah Tebing Tinggi. Namun Sunaryo tidak ditemukan. Selanjutnya dilakukan lagi pelacakan posisi nomor HP nya dan sempat terdeteksi di kawasan Belawan. Namun Sunaryo tidak ada tapi HP miliknya digunakan oleh pacarnya.

Akhirnya pada Rabu (18/3), posisi Sunaryo dipastikan di Desa Jati Baru Kecamatan Bunga Raya Kabupaten Siak. Kerjasama dengan personel Bhabinkamtibmas dan Reskrim disana, Sunaryo berhasil diamankan dari rumah Pak Lek nya bernama Suarmin. Guna pemeriksaan, Sunaryo diamankan ke Komando.

“Tersangka Sunaryo dijerat Pasal 310 ayat (2), (3) ,(4) subs pasal 312 UU RI Nomor 22 tentang lalu lintas dengan ancaman hukuman 6 tahun,” pungkasnya. Sementara itu Sunaryo kepada sejumlah awak media menyebutkan, saat kejadian ia dari Medan mau ke Pagar Merbau.

Tiba dilokasi kejadian, stir truk Colt Diesel tetap mengarah ke kanan dan tak bisa dikendalikan. Duda dua anak inipun tidak tahu jika yang tewas ditabraknya itu adalah seorang personel Polri. Namun usai kejadian, Sunaryo pulang naik ke rumah lalu naik angkot dari rumah menuju Perbaungan. Kemudian ke Tebing Tinggi dan dari Tebing Tinggi naik bus menuju Pekanbaru.

Selama kabur, lanjut Sunaryo, ia tidak menceritakan kepada pak leknya bila dia menabrak orang hingga tewas.”Aku kerja bungkus tempe selama di Riau. Isteri ku dilarikan orang. Tahun 2014 lalu, aku menabrak orang yang menyeberang di depan PT Indofood Tanjung Morawa,” ujarnya. (btr)

Safari Jumat, Akhyar Ingatkan Warga Sering-sering Cuci Tangan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota Medan mengimbau kepada masyarakat Kota Medan untuk tetap menjaga kesehatan, mengurangi sentuhan dengan orang banyak dan tetap berdoa serta beribadah. Dengan cara itu semoga Kota Medan terbebas dari penyebaran virus Covid 19/Corona.

Demikian disampaikan Plt Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi saat melaksanakan Safari Jumat di Masjid Nur Chadijah di Komplek Wartawan, Medan Timur, Jumat (20/3/2020).

Menurut Akhyar, sesuai aturan hukum yang berlaku, Kota Medan dan Sumatera Utara saat ini diberlakukan Siaga Darurat. Yang dimaksudkan siaga darurat ini non bencana, sehingga yang menjadi komandan siaga darurat yakni kepala daerah.

Dia menyebutkan, hingga saat ini rumah sakit dan Puskemas yang ada di Kota Medan masih kooperatif. Bagi masyarakat yang ingin memeriksakan diri terhadap virus Covid 19 dibolehkan di mana saja, silahkan pilih rumah sakit atau Puskemas, dan pemeriksaannya gratis.

Akhyar menyampaikan, di Kota Medan saat ini sudah ada dua orang positif Virus Covid 19, satu diantaranya meninggal dan satu lagi sedang menjalani perawatan. Sedangkan orang dengan pendampingan (ODP) jumlahnya hanya tidak sampai 100 orang, sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) jumlahnya hanya belasan.

“Saya mengaja kepada bapak/ibu untuk tidak panik, tingkatkan terus kesehatan dengan cara hidup disiplin, seperti olahraga, makan-makanan yang sehat serta istirahat yang cukup, selanjutnya kurangi aktivitas di luar rumah, serta perbanyak ibadah dan berdoa agar kota kita dijauhkan dari penyebaran virus Covid 19,” ucapnya saat didaulat menyampaikan kata sambutan pada Safari Jumat.

Dia menambahkan, dalam Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No. 14/2020, menjelaskan, bagi daerah yang sudah terpapar boleh ditiadakan salat Jumat, dan bagi yang positif Covid 19 atau orang yang diisolasi/statusnya PDP, tidak diwajibkan salat di masjid. Bagi yang saat ini sehat, silahkan perbanyak ibadah dengan ketentuan tetap menjadi kebersihan diri dengan sering-sering mencuci tangan memakai hand sanitizer, atau pakai sabun dan memakai air mengalir.

“Saya disini di masjid ini hadir untuk menyerahkan diri kepada Allah SWT dan mengajak bapak/ibu untuk berdoa agar dijauhkan dari Virus Covid 19. Yok kita terus laksanakan salat Jumat dan salat wajib di masjid, karena sesungguhnya kehidupan itu milik Allah SWT, jangan kita terlalu pintar secara medis, tapi kita meninggalkan Allah SWT,” ucapnya.

Adapun yang dilakukan Pemerintah Kota Medan saat ini, sebut Akhyar, karena kondisi barang-barang hand sanitizer sulit didapatkan di pasar, melalui Dinas Ketahanan Pangan sedang memproduksi hand sanitizer yang nantinya dibagikan ke rumah-rumah ibadah, di kantor pelayanan publik serta tempat-tempat keramaian lainnya seperti pasar-pasar tradisional. Selanjutnya, di Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Penataan Ruang (PKP2PR) Kota Medan sedang menyiapkan westafel-westafel yang nantinya di pasang di tempat sarana publik. Kemudian, Dinas Kesehatan menyiagakan petugas medis di Puskesmas dan stand by ambulance, sedangkan terkait di stopnya belajar mengajar tatap muka di sekolah bukan berarti menjadi hari libur bagi siswa, melainkan tetap belajar di rumah. Untuk mengawasinya, Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) akan memantau pusat-pusat keramaian yang nantinya akan mengecek pengunjung, bagi orangtua yang kedapatan membawa anak-anaknya di luar rumah akan dipulangkan ke rumah masing-masing.

Sementara itu, Badan Kenaziran Masjid (BKM) Masjid Nur Chadijah, Indra Sakti Hutasuhut menyampaikan, bahwa pembangunan masjid Nur Chadijah sudah berjalan 95 persen, tapi masih ada yang belum selesai, mighrab dan sound system’. Semoga masih ada donatur yang berinfaq lagi untuk penyelesaian masjid ini.

“Alhamdulillah Pemko Medan mengalokasikan bantuan untuk masjid, Pak PLT Walikota Medan mengantarkannya kepada masjid kita ini. Bantuan pembangunan masjid senilai Rp50 juta,” katanya.

Terkait dengan virus Covid 19, sebutnya, tidak usah takut dengan virus ini, karena virus ini juga datangnya dari Allah SWT, sebagai umat-NYA kita harus tetap melaksanakan salat wajib lima waktu, kemudian ditambah shalat tahajud dan dzikir serta salat sunah lainnya untuk dijauhkan dari virus Covid 19.

Untuk diketahui, saat ini pusat penanganan virus Covid 19 ini ada di RSUP Haji Adam Malik Medan, dan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi sudah menyiapkan rumah sakit evakuasi di RSU GL Tobing/RSU PTPN2 di Tanjung Morawa. (adz)

10 Hektare Areal Perbukitan Hangus Terbakar di Kawasan Danau Toba Silalahi

KARHUTLA: Sejumlah warga sedang melihat Kawasan hutan semak belukar di perbukitan Danau Toba di Silalahi Dairi yang terbakar. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
KARHUTLA: Sejumlah warga sedang melihat Kawasan hutan semak belukar di perbukitan Danau Toba di Silalahi Dairi yang terbakar. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
KARHUTLA: Sejumlah warga sedang melihat Kawasan hutan semak belukar di perbukitan Danau Toba di Silalahi Dairi yang terbakar. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
KARHUTLA: Sejumlah warga sedang melihat Kawasan hutan semak belukar di perbukitan Danau Toba di Silalahi Dairi yang terbakar. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dikawasan Danau Toba tepatnya di Perbukitan Sitihus Desa Paropo Kecamatan Silahisabungan Kabupaten Dairi kembali terjadi. Sekitar 10 hektare areal perbukitan semak belukar hangus terbakar pada Rabu (18/3) sekira pukul 20.00 Wib.

Hal tersebut diinformasikan Babinsa Polsek Sumbul Kepoliisian Resor Dairi, Aiptu M Munthe bersama anggota Satgas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dairi di Silalahi, Janwar Silalahi kepada wartawan lewat pesan elekronik, Kamis (19/3).

Diterangkan Munthe, malam itu ia mendapat telepon dari Kepala Desa Paropo, dimana telah terjadi kebakaran semak belukar di perbukitan Sitihus kawasan Danau Toba Desa Paropo. Begitu mendapat telepon, selanjutnya Babinsa, Kades, anggota Satgas BPBD serta staf Kantor Camat dan masyarakat menuju lokasi kebakaran dan melakukan pemadaman secara manual.

Areal terbakar semakin luas karena kondisi lokasi kebakaran bukit terjal sehingga sulit dijangkau. Lahan terbakar rumput kering. Dan, kondisi angin kencang sehingga kobaran api sulit dikendalikan dan areal terbakar semakin meluas.

Berdasarkan keterangan dari sejumlah saksi di lokasi, diduga ada oknum tidak bertanggungjawab sengaja membakar areal dimaksud.

“Sumber api berasal dari tepi jalan raya Desa Paropo. Kasus Karhutla itu sedang dalam penyelidikan Polisi,” ucap Munthe.

Usai Karhutla, api juga melahap satu unit rumah di Dusun Siarung-Arung Desa Lae Hole Kecamatan Parbuluan hangus terbakar. Kebakaran rumah itu, Rabu (18/3) sekira pukul 23.40 Wib. Pemilik rumah Tomy Manulang dikabarkan mengalami luka bakar.

Kepala UPT Damkar Dairi, Amudi Situmeang dikonfirmasi wartawan, Kamis (19/3) membenarkan kejadian itu. Amudi menerangkan, asal api bersumber dari kios yang berada di depan rumah. Rumah terbakar dimaksud dihuni keluarga Tomy Manulang istri boru Sianturi. (rud/ram)

Bank Muamalat Tidak Cairkan Deposito Nasabah, Nirwan: Kerugian Bank Bukan Beban Nasabah

Nasabah Bank Muamalat KCP Panyabungan, Nirwan Parlaungan.
Nasabah Bank Muamalat KCP Panyabungan, Nirwan Parlaungan.
Nasabah Bank Muamalat KCP Panyabungan, Nirwan Parlaungan.
Nasabah Bank Muamalat KCP Panyabungan, Nirwan Parlaungan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Nasabah Bank Muamalat KCP Panyabungan, Nirwan Parlaungan mengatakan, kerugian yang di derita Bank Muamalat akibat tindak pidana penggelapan yang dilakukan oknum karyawannya , bukanlah tanggungan nasabahnya atau dibebankan kepada nasabahnya. “Perbuatan bank yang seperti itu sangat tidak baik dan tidak fair,” kata Nirwan kepada Sumut Pos, Kamis (19/3).

Pernyataan itu disampaikan menanggapi pernyataan Direktur Kepatuhan Bank Muamalat Indonesia, Donny Andri, yang menyebutkan bahwa Bank Muamalat tidak melakukan penggelapan dana nasabah Bank Mualamalat KCP Penyabungan atas nama Nirwan Parlaungan dan isterinya, Erna Sari. Melainkan pidana murni mantan karyawannya.

“Benar yang disampaikan Andri Donny, bahwa saya dan istri saya Erna Sari sudah menjadi nasabah Bank Muamalat sejak tahun 2014. Dan kami menyetorkan dana sebesar Rp1,75 miliar untuk didepositokan di bank itu, melalui Henri Saputra Harahap sebagai karyawan Bank Muamalat jabatan sebagai branch collection,” kata Nirwan.

Nirwan mengaku tidak terima pernyataan pihak bank, yang menyebutkan kasus tersebut adalah pidana murni (penggelapan), yang dilakukan oleh Henri Saputra Harahap, mantan karyawan Bank Muamalat. Menurut pihak bank, modus pelaku membuat advis deposito palsu atas uang yang dititipkan kepada pelaku, oleh paman dan tantenya (Nirwan Parlaungan dan Erna Sari) tanpa sepengetahuan pihak bank.

“Bukti hukum kami sebagai nasabah Bank Muamalat dan mendepositokan duit kami Rp 1,75 miliar, ada buku depositonya atas nama saya dan istri. Ada buku rekening atas nama saya dan istri. Semua hubungan hukum kami dengan Bank Muamalat secara aturan perbankan lengkap,” cetusnya.

Karena itu, kata Nirwan, pernyataan Donny yang menyebut itu perkara Hendri Saputra Harahap adalah pidana murni, cenderung mengada-ada.

Berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Madina, Hendri divonis bersalah melanggar tindak pidana perbankan, yaitu melakukan tindak pidana Penggelapan Dalam Jabatan Yang Dilakukan Berlanjut. PN Madina memvonis Hendri Saputra Harahap 2 tahun penjara.

“Perlu dicatat, perbuatan yang dilakukan Hendri sebagaimana bunyi di amar putusan PN Madina, adalah dirinya sebagai karyawan Bank Muamalat dengan jabatan branch colletion di Bank Muamalat KCP Panyabungan, Madina. Bukan sebagai keponakan keluarga Nirwan dan Erna Sari,” tegasnya.

Dalam persidangan terungkap, perbuatan pengelapan yang dilakukan Hendri menyebabkan Bank Muamalat menderita kerugian sebesar Rp2,64 miliar. “Sekali lagi saya tegaskan, janganlah kerugian Bank Muamalat atas perbuatan karyawannya, dibebankan kepada nasabahnya. Ini sangat tidak baik,” pungkasnya. (rel)

Rutan Kabanjahe Gandeng Dinkes Sosialisasi Virus Corona

TES URINE: Karutan didampingi Kasi Berantas BNN Karo saat menjalani tes urine, Rabu (18/3).
TES URINE: Karutan didampingi Kasi Berantas BNN Karo saat menjalani tes urine, Rabu (18/3).
TES URINE: Karutan didampingi Kasi Berantas BNN Karo saat menjalani tes urine, Rabu (18/3).
TES URINE: Karutan didampingi Kasi Berantas BNN Karo saat menjalani tes urine, Rabu (18/3).

KARO, SUMUTPOS.CO – Untuk mencegah sekaligus mengantisipasi penyebaran Virus Corona, Kepala Rutan Kelas II B Kabanjahe Enjat Lukmanul Hakim,Bc.IP.SH bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Karo,mengadakan sosialisasi terhadap ratusan warga binaan dan para pegawai Rutan, Rabu (18/3).

Mewakili Dinas Kesehatan Karo, dr.Lapan selaku Kepala Puskesmas Kabanjahe menjelaskan,untuk mengantisipasi tertularnya virus corona,diimbau untuk selalu rajin berolahraga, minimal dua kali seminggu. Rajin cuci tangan setiap selesai melakukan aktivitas,makan makanan bergizi untuk menambah kekuatan daya tahan tubuh,kalau bisa hindari kerumunan massa.

Sementara itu Kepala Rutan juga menjelaskan, selain sosialisasi virus yang dikenal dengan Covid-19 itu, yang tak kalah pentingnya adalah bahaya virus narkoba. “Untuk itu perlu kiranya kita bekerjasama, bergandengan tangan dengan pihak BNNK Karo,supaya secara dini dapat mengantisipasi jangan sampai ada lagi peredaran narkoba, khususnya di dalam Rutan Kabanjahe ini,”harapnya.

Sebagai bentuk keseriusan pihaknya, hari itu dilakukan tes urine pegawai Rutan yang berjumlah 68 orang. “Ini perlu upaya kita dapat mengetahui bahwa pegawai kita betul-betul bersih dari virus narkoba. Kalau kita mau bersih-bersih,harus sapunya dulu yang kita bersihkan,”tegas Enjat.

Selain pegawai Rutan, pihaknya juga mau melakukan tes urine kepada 208 orang warga binaan. “Hanya dikarenakan alatnya kurang, maka kita lakukan tes urine buat pegawai dulu. Nanti akan ditindaklanjutin ke wargabinaan secara bertahap,,”tegasnya.

Pihak BNNK Karo juga menyampaikan kepada para wargabinaan Rutan, siap menerima wargabinaan yang terlibat narkoba untuk berobat tanpa dipungut bayaran alias gratis.

Gajut selaku Kasi Berantas BNNK Karo menambahkan,pemakai narkoba tidak akan pernah tua,karna sebelum tua dia sudah menghadap yang Kuasa.

“Untuk itu kalau tidak mau cepat meninggal,bagi pengguna narkoba yang mau sembuh dari candu harus menguatkan hati,memutuskan hubungan komunikasi dengan teman-teman pemakai narkoba,”tandasnya. (deo/han)

Antisipasi Penyebaran Covid-19, Pemkab Sergai Liburkan Pelajar

SIARAN PERS: Sekda HM Faisal Hasrimy AP, MAP bersama Kadis Pendidikan Drs Joni Walker MM, Kadis Kominfo Sergai Drs Akmal memberikan siaran pers terkait antisipasi virus Covid-19 di lingkungan sekolah, Rabu (18/3).
SIARAN PERS: Sekda HM Faisal Hasrimy AP, MAP bersama Kadis Pendidikan Drs Joni Walker MM, Kadis Kominfo Sergai Drs Akmal memberikan siaran pers terkait antisipasi virus Covid-19 di lingkungan sekolah, Rabu (18/3).
SIARAN PERS: Sekda HM Faisal Hasrimy AP, MAP bersama Kadis Pendidikan Drs Joni Walker MM, Kadis Kominfo Sergai Drs Akmal memberikan siaran pers terkait antisipasi virus Covid-19 di lingkungan sekolah, Rabu (18/3).
SIARAN PERS: Sekda HM Faisal Hasrimy AP, MAP bersama Kadis Pendidikan Drs Joni Walker MM, Kadis Kominfo Sergai Drs Akmal memberikan siaran pers terkait antisipasi virus Covid-19 di lingkungan sekolah, Rabu (18/3).

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Antisipasi pencegahan penyebaran Covid-19 di satuan pendidikan, Pemkab Sergai melalui surat edaran Bupati meliburkan semua kegiatan belajar-mengajar di tingkat pendidikan PAUD, TK, MI,SD dan SMP/MTs terhitung dari 19 Maret hingga 3 April 2020.

Bupati Sergai, Ir H Soekirman melalui Sekda HM Faisal Hasrimy didampingi Kadis Pendidikan, Drs Joni Walker Mm mengatakan, belum terdapat masyarakat Sergai yang teridentifikasi terpapar virus corona.

Dikatakan Sekda, Kabupaten Sergai juga telah menetapkan status Siaga Darurat COVID-19. Disamping itu, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan tetap bertugas dan melakukan kegiatan gotong royong bersama membersihkan lingkungan sekolah. “Proses belajar mengajar terus dilakukan secara daring dengan memanfaatkan teknologi yang ada, sehingga anak-anak tetap mendapatkan pengajaran yang diperlukan,” bilang Sekda Faisal.

Selama libur sekolah, kepala sekolah dan guru-guru menfasilitasi pembelajaran siswa dalam jaringan (daring) dengan email maupun media sosial WhatsApp, Facebook atau Instagram. penilaian terhadap siswa dilakukan dengan metode penilaian penugasan dengan tidak melakukan tatap muka langsung. tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang mengalami flu, pilek, demam dan batuk segera memeriksakan diri ke dokter atau puskesmas terdekat.

Begitu juga pihak sekolah menginformasikan kepada orangtua siswa, agar tidak membawa anaknya ke tempat keramaian dan keluar daerah jika tidak mendesak.

Hal ini disampaikan agar nantinya kita semua dapat memberikan kesejukan dan ketenangan namun penuh kewaspadaan terhadap penyebaran virus COVID-19 ini sehingga dapat membantu kekondusifan daerah yang kita cintai ini,

Kegiatan sebelumnya, juga telah dilakukan seperti tindakan antisipasi jauh hari, sebelumnya Dinas Pendidikan dengan program GCL (Green, Clean and Life) serta Program Gerappah (Gerakan Pelajar Peduli Sampah) dan membiasakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang harus terus kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Kadis Pendidikan Drs Joni Walker Manik MM mengatakan pihaknya terus memantau dan melihat perkembangan pelajar selama beberapa hari ke depan.

“Dinas Pendidikan bersama Satpol-PP Sergai akan mengawal para siswa pada jam sekolah yang mungkin berada di lokasi rekreasi ataupun warung internet dalam rangka menyelamatkan anak bangsa, yang akan menjadi tindakan penyelamatan bagi seluruh bangsa ini,”kata Joni Walker. (sur/han)

Bantu Pemerintah Pencegahan Covid-19, IPHI Langkat Sosialisasi Pola Hidup Sehat

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Pengurus Daerah (PD) Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Langkat, mendukung upaya pemerintah dalam pencegahaan penyebaran Virus Corona dengan melakukan sosialisasi tentang pola hidup sehat kepada umat.

Hal itu diungkapkan dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) tahun 2020, di ruang aula Kemenag, Kabupaten Langkat, Rabu (18/3).

“Selain untuk membuat program kerja yang memajukan IPHI, juga sebagai wadah koordinasi untuk membantu Pemkab Langkat melakukan pencehagan Covid-19 (Virus Corona),”ujar Ketua Panitia Pelaksana Rakerda, H. Syahmadi.

Disebutkan Syahmadi, mensosialisasikan tentang pola hidup sehat kepada umat, merupakan wadah sinergitas sesuai intruksi surat edaran Bupati Langkat, Terbit Rencana PA.

Melalui Rakerda ini, diharapkan keberadan IPHI bisa semakin bersinergi dengan pemerintah, baik untuk pemersatu umat juga untuk mendukung program pemerintah lainnya, seperti mengantisifasi penyebaranan Corona.

Sementara itu, Ketua IPHI Langkat H.Irfan Yusuf, mengharapkan untuk kemajuan IPHI Langkat, dibentuk Pengurus Cabang (PC) IPHI di setiap Kecamatan sebagai pengembangan sayap, agar IPHI keberadaanya sampai di wilayah terpencil.

“Sehingga seluruh haji dan hajah di Langkat masuk secara aktif dalam wadah kepengurusan IPHI, serta IPHI dapat menjadi salah satu garda terdepan untuk pencegahan Virus Corona di tengah – tengah umat.” kata H.Irfan Yusuf

Senada dengan apa yang dikatakan Sekretaris Dewan Penasehat IPHI Langkat, Dr.H.Saiful Abdi, digelarnya rakerda ini akan sangat memajukan dan menyatukan hubungan silaturahim antar haji dan hajah Kabupaten Langkat. Sehingga dapat semakin bersinergi dengan pemerintah daerah.

Soalnya di dalam IPHI akan dilakukan berbagai program pembinaan untuk menjadi pengayom dan pembimbing umat. Jadi diharapkan para anggota IPHI bisa melaksanakan program sampai ke tingkat desa dan dusun. (yas/han)