29 C
Medan
Saturday, January 24, 2026
Home Blog Page 4493

Kecamatan Namorambe Gelar Musrenbang, Anggota DPRD DS: Harus Tepat Sasaran.

MUSRENBANG: Masyarakat, Muspika dan OPD saat mengikuti Musrenbang di Kecamatan Namorambe, Sabtu (15/2).
BATARA/SUMUT POS

KANTOR CAMAT NAMORAMBE, SUMUTPOS.CO – Musyarawah Perencaan Pembangunan (Musrenbang) yang digelar di Kecamatan dan Musrenbang Kabupaten harus tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Demikian disampaikan Ketua Fraksi PDI P DPRD Kabupaten Deliserdang, Ronaldta Tarigan usai mengikuti Musrenbang Kecamatan Nomorambe yang dihadiri Muspika, perwakilan OPD dan masyarakat Namorambe dan pihak lainnya di Aula Kantor Camat Namorambe, Sabtu (15/2).

Ronaldta mengatakan, harus tepat sasaran dan sesuai kebutuhan warga agar masyarakat di kabupaten Deliserdang bisa merasakan pembangunan yang merata. Karena Musrenbang adalah proses pembahasan penilaian dan penentuan prioritas usulan rencana pembangunan.

“Ada berbagai komponen yang terlibat dalam Musrenbang ini , yakni masyarakat, pemerintah dan dunia usaha serta melibatkan swasta semua ini adalah untuk merumuskan pembangunan “ katanya.

Selain itu, lanjut Ronaldta, Musrenbang mengakomodasi segenap komponen masyarakat sebagai program pembangunan dari pemerintah untuk realisasi kebutuhan masyarakat secara nyata .

“Di sini kita berharap Pemkab Deliserdang dalam Musrenbang ini bisa mewujudkan kwalitas perencanaan yang matang dan mampu mengakomodir aspirasi masyarakat serta melibatkan masyarakat tentunya dalam pembangunan, saya berharap Musrenbang dari tingkat desa , kecamatan dan nantinya kabupaten bisa menyatukan tekad dan kesepakatan yang bisa lebih mengembangkan kabupaten deliserdang lebih besar dalam pembangunan “ tandasnya.

Sementara itu, Camat Namorambe Asrul mengatakan, Musrenbang di kecamatannya ini nantinya hasilnya akan di bawah ke Musrenbang Kabupaten.

Ia mengatakan, Musrenbang yang digelar telah menampung aspirasi masyarakat. (btr/han)

Kontribusi Tambang Emas Martabe, Pelajar SMP di Batangtoru Belajar Praktik K3

LOMBA POSTER: Para pelajar pemenang Lomba Poster Keselamatan Bulan K3, “Aku dan Keluargaku, Selalu Aman dan Selamat” di SMP Negeri 2 Batangtoru.

BATANGTORU, SUMUTPOS.CO – PT Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe berupaya untuk terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di sekitar. Pada perayaan Bulan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Tambang Emas Martabe mengenalkan dan menyosialisasikan praktik K3 kepada para pelajar di SMP Negeri 2 Batangtoru, Sabtu, 15 Februari 2020.

Direktur Operasional PT Agincourt Resources, Darryn McClelland, menyebutkan perayaan Bulan K3 di Tambang Emas Martabe tak hanya menyoal implementasi K3 untuk pertambangan berkelas dunia, tapi juga menularkan praktik tersebut kepada masyarakat. Adapun tema perayaan Bulan K3 pada tahun ini adalah “Optimalisasi Kemandirian Masyarakat Berbudaya K3 pada Era Revolusi Industri 4.0 Berbasis Teknologi Informasi”.

“Keselamatan adalah tentang kita, dan bagaimana kita sebagai manusia berinteraksi dengan lingkungan, baik di tempat kerja, maupun rumah. Kita semua harus memastikan bahwa kita mengerti dengan benar dan baik bagaimana menjaga keselamatan di manapun. Oleh karena itu, pada perayaan Bulan K3 tahun ini, kami ingin memperkenalkan dan menyebarluaskan mengenai praktik keselamatan pertambangan dan berlalu lintas kepada para pelajar di Batangtoru,” jelas Darryn McClelland.

Terkait dengan sosialisasi keselamatan berlalu lintas, Tambang Emas Martabe tak hanya menyosialisasikan bagaimana adab berkendara di jalan raya, tapi juga bagaimana menjaga keselamatan jika berjalan kaki, memiliki rumah di pinggir jalan raya, dan lainnya.

Pada kesempatan yang sama Tambang Emas Martabe juga menggelar Kompetisi Poster Keselamatan Indonesia dengan tema “Aku dan Keluargaku Aman dan Selamat” yang diikuti oleh ratusan pelajar di Batangtoru.

Darryn McClelland menjelaskan, secara internal, Tambang Emas Martabe berkomitmen untuk terus mempertahankan tidak ada kecelakaan yang mengakibatkan kehilangan jam kerja (Lost Time Injuries) sepanjang tahun ini. Tak hanya itu, perusahaan juga terus berupaya meningkatkan pemahaman para karyawan terhadap praktik K3.

“Sepanjang 2019, praktik keselamatan dan kesehatan kerja di Tambang Emas Martabe dan seluruh kontraktor telah mencapai skor 80,6% dan termasuk berkinerja baik berdasarkan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) Kementerian ESDM). Kami akan terus berupaya untuk meningkatkan kinerja tersebut pada tahun-tahun mendatang.”

Selain kegiatan-kegiatan di atas, Tambang Emas Martabe juga menggelar berbagai kompetisi internal seperti Lomba Penulisan Artikel, Lomba Poster Keselamatan, Lomba Foto dan Pesan Keselamatan, Lomba Video, dan Lomba Fitness Drill. Tak hanya itu, juga dilaksanakan upacara pembukaan Bulan K3, peragaan penyelamatan korban di ketinggian oleh Emergency Response Team (ERT) Tambang Emas Martabe, serta. seminar implementasi SMKP dengan pemateri mantan Kasubdit K3 Kementerian ESDM Eko Gunarto. (rel)

Peringatan HGN ke-60 Tahun Upaya Kampanyekan Kesadaran Gizi

BERIKAN: Wali Kota Binjai, HM Idaham memberikan hadiah pemenang lomba mewarnai tingkat TK pada acara peringatan HGN ke-60 Kota Binjai, Jumat (14/2).
tedy/ SUMUT POS

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Binjai, HM Idaham bersama dengan Ketua TP PKK Kota Binjai Hj Lisa Andriani menghadiri acara peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) ke 60 tahun 2020 Kota Binjai, di Lapangan MTQ, Jalan Bejomuna, Kelurahan Timbang Langkat, Binjai Timur, Jumat (14/2).

Idaham mengatakan, peringatan HGN ke 60 tahun 2020 ini merupakan bentuk upaya mengkampanyekan kesadaran gizi di tengah masyarakat. Serta diharapkan dapat mendorong masyarakat menyadari akan pentingnya pemahaman gizi dan meningkatkan pengetahuan generasi milenial untuk sadar gizi hingga kesehatan.

“Saya berharap dengan peringatan HGN ini masyarakat Kota Binjai dapat berkomitmen untuk menggalakkan gerakan hidup sehat dan terus berupaya memenuhi gizi seimbang bagi diri dan keluarga,” ujar Idaham

Ketua TP PKK Kota Binjai Hj Lisa Andriani menambahkan, saat ini Indonesia sedang dihadapi 3 masalah kesehatan. Yakni, stunting, tubuh kurus yang masih tinggi, obesitas dan kekurangan gizi mikro masih menjadi tantangan besar. “Generasi milenial sebagai aset bangsa di masa depan perlu dipersiapkan sebagai modal sumber daya manusia. Maka dari itu, generasi milenial harus diberikan gizi optimal,” jelas Lisa

Lisa menilai, penting pemahaman gizi optimal tentu akan memberikan andil dalam mewujudkan pembangunan sumber daya manusia di Indonesia, terkhusus di kota Binjai.

“Peringatan hari gizi nasional tahun 2020 merupakan momentum yang tepat dalam menggalang kepedulian dan meningkatkan komitmen membangun gizi yang baik bagi generasi milenial,” ujar dia.

Peringatan HGN ini juga dimeriahkan dengan Lomba Menu Isi piringku Dengan Pemanfaatan Hasil Perkarangan Rumah dan Lomba Mewarnai Tingkat Taman Kanak-kanak se-Kota Binjai. (ted/han)

BKNDI Sumut Mitra Strategis Pemerintah Pembangunan Desa Berkelanjutan

DIABADIKAN: Ketua BKNDI Sumut (empat dari kanan) bersama ketua-ketua BKNDI kabupaten/kota.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Komunikasi Nasional Desa se-Indonesia (BKNDI) Sumut siap mewujudkan program Nawacita Jokowi. Yakni dalam mengawasi dan membantu peningkatan kemajuan sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) seluruh desa se-Indonesia, khususnya di Sumut.

Hal itu disampaikan Ketua BKNDI Sumut, Burhan Sinaga didampingi Sekretaris Godang Hutasoit dan Feri Nofirman ketua harian, dalam acara temu ramah dan silaturrahmi pengurus Dewan Pimpinan Provinsi BKNDI Sumut dengan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Kabupaten Kota se-Sumut. Dia juga mengemukakan itu sekaitan penyerahan SK dan diisi dengan materi tentang bagaimana menggunakan aplikasi online, guna membantu masyarakat desa dan pemerintah saling bersinergi di Hotel Madani Medan, Sabtu (15/2) malam.

Turut hadir pada temu ramah ini dari BKNDI Kota Medan, Deli Serdang, Tapanuli Utara, Labuhanbatu Induk, Labuhanbatu Selatan, Samosir, Batubara, dan lainnya. Lebih lanjut Burhan mengatakan, temu ramah dan silaturrahmi antar pengurus provinsi dan daerah ini adalah bermaksud menyamakan visi dan misi guna mensinergikan dan mendukung upaya percepatan pembangunan sesuai konsep Presiden Indonesia Bapak Joko Widodo dengan Nawacita nya.

Salah satu penjabaran konsep itu dilakukan dengan pemberdayaan desa-desa di Indonesia.

“Oleh sebab itu, BKNDI hadir di Indonesia termasuk di Sumut ini dalam rangka mendukung peningkatan sumber daya manusia. Sekaligus melihat potensi desa desa yang ada di Sumatera Utara agar desa desa mampu bergerak dinamis dan berkemajuan,” paparnya.

“Sinergitas antar berbagai intansi untuk menjaga keamanan, pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan desa sangatlah penting. Untuk itu, dibutuhkan pendampingan desa secara intensif, yang dimaksud sinergitas antara Pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, termasuk kita dari BKNDI,” imbuhnya.

Burhan menegaskan, peserta yang hadir, BKNDI ini bukan lah LSM, OKP atau sejenisnya, namun badan komunikasi untuk menuangkan buah pikiran untuk pembangunan, sekaligus sebagai kontrol sosial. Selama ini banyak desa desa yang tertinggal, baik dari segi SDM maupun SDA nya.

“Jadi BKNDI ini bukan alat untuk mengancam pemerintah Desa maupun Kabupaten Kota, tapi merupakan mitra kerja dengan tujuan mulia,” ujarnya.

Feri Nofirman, selaku Ketua Harian BKNDI Sumut, menyoroti banyak kepala desa maupun lurah yang tidak mampu melaksanakan program ini. Sehingga banyak dana desa/ kelurahan yang digunakan untuk kepentingan pribadi dan program yang tidak tepat sasaran sehingga menjadi masalah.

Oleh sebab itu, Feri mengatakan, BKNDI akan bermitra dengan Kepala Dinas PMD di tingakat Provinsi maupun Kabupaten Kota untuk menjadi salah satu fasilitator desa guna membantu.Misalnya dalam pembuatan laporan keuangan sesuai arahan dan kebijakan pemerintah dalam hal ini Menteri Dalam Negeri pak Tito dan Menteri Keuangan Bu Sri Mulyani, kita juga membantu peningkatan SDM aparatur Desa, sekaligus turut serta membantu dalam hal pengembangan potensi Desa.

“Misalnya ada daerah yang desanya punya potensi dalam peningkatan perekonomian masyarakat desa, BKNDI akan hadir dan menjadi jembatan untuk mencarikan pasar bagi masyarakat tersebut, dan keuntungan dari situ dikembalikan untuk menjadi PAD bagi desa tersebut,”ujarnya

Baik Burhan dan Feri kompak mengatakan, bahwa mereka dalam waktu dekat akan hadir pada acara Rakornas dan Refleksi 100 hari kerja Presiden Jokowi Ma’ruf Amin beserta BKNDI Kabupaten Kota, kita akan berangkat bersama ke Jakarta pada 27-28 Februari nanti ujar mereka. (adz)

Dipulangkan Usai Karantina di Natuna, Diza Sehat & Senang Kembali ke Medan

JEMPUT: Kadinkes Sumut, dr Alwi Mujahit Hasibuan, menjemput satu dari warga Sumut di Bandara Internasional Kualanamu usai menjalani karantina di Natuna, Sabtu (15/2) malam.
JEMPUT: Kadinkes Sumut, dr Alwi Mujahit Hasibuan, menjemput satu dari warga Sumut di Bandara Internasional Kualanamu usai menjalani karantina di Natuna, Sabtu (15/2) malam.
JEMPUT: Kadinkes Sumut, dr Alwi Mujahit Hasibuan, menjemput satu dari warga Sumut di Bandara Internasional Kualanamu usai menjalani karantina di Natuna, Sabtu (15/2) malam.
JEMPUT: Kadinkes Sumut, dr Alwi Mujahit Hasibuan, menjemput satu dari warga Sumut di Bandara Internasional Kualanamu usai menjalani karantina di Natuna, Sabtu (15/2) malam.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Diza Laila Barokah, (18), mahasiswi asal Medan yang kuliah di Wuhan, China, sudah tiba di rumah orangtuanya di Medan dengan kondisi sehat dan negatif virus corona alias Covid-19, Minggu (16/2) dinihari. Diza mengaku senang ketemu orangtuanya, usai menjalani karantina di Natuna selama 14 hari.

Awalnya disebutkan, ada empat warga Sumut yang ikut dikarantina dan diobsersevasi di Natuna, namun ternyata hanya tiga. Ketiganya terdiri dari dua wisatawan dan satu mahasiswa, yakni Diza.

Kemarin, Diza dijemput Kepala Dinas Kesehatan Sumut Alwi Mujahit Hasibuan dan beberapa petugas dari instansi terkait, di Bandara Kualanamu Deliserdang, Sabtu (15/2) sekitar pukul 23.30 WIB.

“Setelah diobservasi selama 14 hari, Diza pulang ke Medan tadi malam. Dia sudah bersama orang tuanya sejak di Bandara Halim. Lalu sampai di Medan Sabtu malam dan Minggu dinihari sampai di rumah,” kata Alwi Mujahit, kemarin.

Alwi mengungkapkan, ketiga warga Sumut bersama 200 lebih WNI dari berbagai provinsi, dikarantina di Natuna usai dievakuasi pemerintah Indonesia dari Wuhan dan Hubei, China setelah virus corona merebak. Dua orang warga Kota Tebingtinggi berstatus pelancong dan satu orang penduduk Kota Medan berstatus mahasiswa. “Semua sudah dinyatakan Kementerian Kesehatan bebas virus corona,” ungkapnya.

“Dua orang yang pelancong sudah dilepas menuju rumah keluarganya di Jakarta. Yang mahasiswa pulang ke Medan,” terangnya.

Meski begitu, Alwi tidak bisa membeberkan secara detail nama dan alamat tempat tinggal ketiga warga Sumut tersebut. Alasannya, pertimbangan diskriminasi. “Ini bersifat privasi, mudah memicu diskriminasi nanti kalau ada yang tahu. Yang pastinya ketiga orang itu negatif dari virus corona,” sebutnya.

Menurutnya, tidak akan ada pengawasan kesehatan yang dilakukan lagi terhadap Diza selama berada di Medan. “Diza sehat. Sudah ada surat keterangan sehat dari Kementerian Kesehatan bahwa yang bersangkutan sehat. Jadi tidak perlu lagi diawasi,” ujarnya.

Alwi menambahkan, hingga kini belum ada satupun warga Sumut yang diduga maupun terinfeksi virus corona. Untuk itu, masyarakat diminta bijak menerima informasi terkait virus corona, apalagi sumbernya tidak jelas yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. “Masyarakat tidak perlu panik, jangan terpancing oleh kabar-kabar yang tidak jelas soal virus corona,” tukasnya.

Diketahui, sebanyak 238 Warga Negara Indonesia (WNI) dipulangkan dari Kota Wuhan, China Minggu (2/2). Mereka kemudian diterbangkan ke Natuna untuk menjalani karantina selama 14 hari.

Diza: Tiap Hari Suhu Dicek

Sebelum ke Medan, Diza lebih dulu diterbangkan dari Natuna ke Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Sabtu (15/2). Sesampainya di bandara, ia Dizambut sang Ibunda.

Diza pun menceritakan pengalamannya di Pulau Natuna. Bersama psikolog dan TNI yang ada di hanggar Pangkalan Udara Raden Sadjad, Natuna, ia melakukan berbagai kegiatan. “Makan, olahraga, main game sama psikolog dan TNI,” kata Diza.

Ia juga menceritakan proses pengecekan kondisi para WNI yang dilakukan oleh tim di Natuna. Menurutnya, mereka selalu dicek suhu badannya setiap hari. “Ditanya ada keluhan atau gak. Kalau misalnya ada keluhan sedikit, dikasih obat langsung. Pokoknya tiap hari rutin cek suhu badan,” katanya.

Setelah pulang dari Natuna Diza dan 285 orang lainnya diimbau untuk menjaga kesehatan dan rutin olahraga. Menurut Diza, seluruh WNI yang berada di Natuna dalam keadaan sehat. “Pasti tiap hari olahraga, makan makanan yang bergizi, gak boleh capek pokoknya, harus rutin jaga kesehatan,” ujarnya.

Lepas dari Wuhan yang menjadi sumber wabah virus corona baru, COVID-19, Diza mengaku baru akan kembali menempuh pendidikan di sana jika telah ada keputusan dari Pemerintah Tiongkok serta kampusnya.

Saat ini, dia merasa senang dapat bertemu dengan orang tuanya karena sudah lama tidak berjumpa. “Dari mulai kuliah, setahun setengah,” kata dia.

Diza menjalani karantina di Natuna bersama 13 teman kuliahnya yang lain.

Sebelumnya diberitakan, 238 warga negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Wuhan, China, akhirnya pulang ke kampung masing-masing, Sabtu (15/2). Ratusan WNI itu pulang kampung setelah diobservasi di Natuna, Kepulauan Riau, selama dua minggu.

Ratusan WNI itu sebelumnya diobservasi di Natuna setelah dievakuasi dari Wuhan pada 2 Februari 2020 karena wabah virus Corona. Mereka diobservasi selama 14 hari. Proses observasi dilakukan sesuai dengan standar World Health Organization (WHO). (prn/ris/idn)

Anggota DPRD DS, Wahyu Danin SE. Minta Berantas Peredaran Narkoba di Sunggal

Ilustrasi.
Ilustrasi.

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Maraknya peredaran narkoba kembali mendapat tanggapan dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Deliserdang, Wahyu Danin SE.

Beliau meminta pihak pemerintah daerah, khususnya pemerintah Desa Helvetia Kecamatan Sunggal Kabupaten Deliserdang dan aparat Polsek Sunggal Polrestabes Medan agar rutin melakukan patroli dalam memberantas peredaran narkoba dan menggalakkan program gerebek kampung narkoba secara insentif di Desa Helvetia Kecamatan Sunggal.

“Harus ada cara yang insentif untuk menekan peredaran narkoba yang ada di kecamatan sunggal ini. Untuk itu masyarakat Desa Helvetia Kecamatan Sunggal harus berani melawan peredaran narkoba di Desa Helvetia. Jangan coba-coba memakai narkoba atau menjual narkoba, karena dari pihak kepolisian akan terus memberantas pengedar atau pengguna narkoba” kata Wahyu Danin, Sabtu (15/2) kemarin.

Gencarnya pemberantasan narkoba, tentu berdampak positif. Salah satunya menghindari kejadian yang rawan di masyarakat seperti kenakalan remaja, pencurian, dan hal lainya.

“kita harus wajib mencegah dan tangkal, apabila ada generasi muda yang mengunakan narkoba. karena dampak dari pengguna narkoba ini, kedepanya sangat tidak baik untuk pengembangan generasi anak muda” ungkapnya.

Untuk menghindari generasi muda agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Pihak terkait harus melakukan sosilisasi secara menyeluruh. Mulai dari generasi kepemudaan, sekolahan, dari kota sampai ke desa.

Kegiatan penyuluhan terkait penyalahgunaan narkoba ditingkat pelajar itu sangat penting dilakukan dan membentengi diri dengan nilai agama melalui ceramah atau pelajaran agama di sekolah. Pasalnya para pelajar sudah sejak dini mengetahui dampak buruk dari penggunaan narkoba.

“Saya mengimbau jangan sekali-kali mendekati ataupun mencoba-coba dengan namanya narkoba, yang dapat merugikan masa depan. Karena anak-anak dan adik-adik kita genersi muda bangsalah yg menjadi korbannya,” pungkasnya. (azw)

Ujian CPNS Pemko Medan: 132 Peserta Langsung Gugur

BUKA SEGEL: Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution membuka segel ruangan ujian CPNS Pemko Medan di SMPN 1 Medan, Sabtu (15/2).
BUKA SEGEL: Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution membuka segel ruangan ujian CPNS Pemko Medan di SMPN 1 Medan, Sabtu (15/2).
BUKA SEGEL: Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution membuka segel ruangan ujian CPNS Pemko Medan di SMPN 1 Medan, Sabtu (15/2).
BUKA SEGEL: Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution membuka segel ruangan ujian CPNS Pemko Medan di SMPN 1 Medan, Sabtu (15/2).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Selama dua hari pelaksanaan ujian seleksi kompetensi dasar (SKD) bagi para calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2019 di Pemko Medan, sebanyak 132 peserta langsung dinyatakan gugur. Pasalnya, ke-132 peserta itu tidak hadir mengikuti ujian yang digelar di SMP Negeri 1 Medan, Jalan Bunga Asoka, Asam Kumbang, Medan Selayang, mulai 15 hingga 17 Februari 2020.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Kota Medan, Muslim Harahap mengatakan, secara umum dua hari pelaksanaan ujian SKD berjalan lancar. “Alhamdulillah, semua lancar. Para peserta mengikuti ujian dengan baik dan sejauh ini tidak ada masalah,” kata Muslim Harahap kepada Sumut Pos, Minggu (16/2).

Dikatakan Muslim, jika pun ada gangguan, terkhusus secara teknis, mereka telah menyiapkan sejumlah perangkat cadangan yang siap untuk digunakan. “Kita sudah siapkan 70 perangkat sebagai cadangan. Begitu juga dengan ketersediaan listrik. Alhamdulillah Pemko Medan sudah berkoordinasi dengan PLN. Bila terjadi pemadaman listrik yang tidak kita harapkan, mereka sudah menyediakan genset sebagai antisipasi,” ungkapnya.

Diuraikannya, pada pelaksanaan ujian SKD hari pertama, Sabtu (15/2), dilaksanakan 4 gelombang yang diikuti 200 peserta setiap gelombangnya. “Jadi, ada 800 peserta yang mengikuti ujian pada hari pertama. Dari jumlah 800 peserta itu, tidak ada yang terlambat. Tapi sebanyak 66 peserta tidak hadir dan secara otomatis langsung dinyatakan gugur,” kata Muslim.

Di hari kedua, Minggu (16/2), lanjut Muslim, dilaksanakan dalam 5 gelombang dan setiap gelombang terdiri dari 200 peserta. “Dari total 1.000 peserta di hari kedua ini, jumlah peserta yang tidak hadir juga sama, yaitu 66 orang tidak hadir. Jadi, selama dua hari pelaksanaan SKD, total ada 132 peserta yang tidak hadir dan dinyatakan gugur,” lanjutnya.

Sedangkan hari ini, akan digelar 3 gelombang yang akan diikuti 586 peserta. “Jadi yang melamar CPNS di Pemko Medan tahun ini ada sebanyak 2.386 peserta. Mereka akan bersaing untuk mengisi 193 formasi yang sudah kita buka, mudah-mudahan proses SKD besok (hari ini) dapat berjalan lancar seperti dua hari yang sudah berjalan ini,” harapnya.

Muslim kembali mengingatkan, peserta hanya diizinkan membawa kartu ujian dan e-KTP atau suket dari Disdukcapil atau Kartu Keluarga asli. “Selama proses ujian, kami tidak akan mengizinkan peserta yang datang terlambat untuk masuk dan mengikuti ujian atau peserta yang terlambat secara otomatis dinyatakan gugur. Kami imbau agar para peserta hadir setidaknya satu jam sebelum jadwal ujian yang telah ditentukan,” tutupnya.

Sebelumnya pada Sabtu (15/2) lalu, Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution memberi semangat kepada para CPNS yang mengikuti ujian. Akhyar yang tiba di lokasi pukul 07.30 WIB, langsung menghampiri para peserta CPNS untuk memberikan motivasi agar memperoleh hasil yang maksimal dan dapat lulus serta bergabung dengan Pemko Medan.

Akhyar mengingatkan kepada seluruh peserta agar percaya dengan kemampuan masing-masing. Ditegaskannya, hasil ujian ditentukan oleh kemampuan para peserta sendiri. “Selamat mengikuti ujian, penilaian ini akan sangat objektif. Yang menentukan lulus tidaknya adalah diri kalian sendiri. Berikanlah yang terbaik jangan mau mendengar tawaran ada pihak yang membantu,” harap Akhyar.

Usai memberikan motivasi, Akhyar langsung menuju ruangan untuk membuka segel ruangan yang disaksikan Kepala Regional BKN VI Medan serta panitia dari pusat, Kepala BKD & PSDM Kota Medan, Muslim Harahap dan salah seorang peserta.

9.906 CPNS Tebingtinggi Ikuti SKD

Sementara, Pemko Tebingtinggi mulai menggelar ujian SKD hari ini, Senin (17/2), di Gedung Balai Kartini Kota Tebingtinggi. Sebanyak 9.906 pelamar yang akan mengikuti ujian. “Hari ini akan kita laksanakan SKD CPNS untuk memperebutkan 277 formasi kebutuhan PNS di Kota Tebingtinggi,” kata Kepala BKD Tebingtinggi, Syaiful Fachri, Minggu (16/2).

Menurut Fachri, pemaksaan SKD ini akan berlangsung selama tujuh hari, mulai tanggal 17 sampai 23 Februari 2020. “Untuk menunjang pelaksanaan SKD, panitia telah mempersiapkan 330 buah komputer dan peralatan penunjang lainnya yang akan dipergunakan pada ujian secara online,” paparnya.

Sedangkan untuk SKD selama tujuh hari ini, dalam satu hari ujian akan dibagi menjadi lima gelombang. “Batas waktu yang diberikan kepada peserta untuk mengikuti ujian 90 menit,” jelasnya.

Hari ini, 5.046 CPNS Deliserdang Ikut SKD

Sama seperti Pemko Tebingtinggi, Pemkab Deliserdang juga mulai menggelar SKD hari ini (17/2). Nantinya, 5.046 peserta yang ikut ujian itu akan memperebutkan 111 formasi di Pemkab Deliserdang yang merupakan tenaga teknis.

Kepala BKD Deliserdang, Yudi Hilmawan melalui Kabid Pengadaan Pegawai dan Mutasi, Syahrul mengatakan, pelaksanaan SKD akan dilaksanakan di Markas Kavleri Asam Kumbang, Medan Selayang. Masuk pukul 07.55 WIB, namun peserta harus hadir satu jam sebelum dimulai karena ada proses registrasi pin dan pendaftaran. “Harus hadir satu jam sebelum dimulai untuk menghindari membludaknya massa dalam proses registrasi pin. Bagi siapa yang terlambat dipastikan tidak diperbolehkan mengikuti SKD karena sudah jelas disampaikan dalam undangan,” terang Syahrul.

Disebutnya, pelaksanaan SKD dibagi dalam 5 sesi/gelombang. Setiap sesi, katanya, dihadiri 200 peserta. “Yang melanggar tata tertib selama pelaksanaan SKD akan diberikan sanksi tegas berupa teguran dan pembatalan sebagai peserta ujian,” tegasnya. (map/ian/btr)

Bupati Ajak Warga Dairi Sensus Penduduk 2020

SENSUS PENDUDUK: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu (kiri) dipandu Kepala BPS, Asi Matanari melalukan sensus penduduk tahun 2020 secara online di Pendopo Bupati, Sabtu (15/2).
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
SENSUS PENDUDUK: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu (kiri) dipandu Kepala BPS, Asi Matanari melalukan sensus penduduk tahun 2020 secara online di Pendopo Bupati, Sabtu (15/2).
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Hari pertama pelaksanaan Sensus Penduduk 2020, Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu bersama Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) mengajak masyarakat melaksanakan pengisian data secara online di Pendopo Bupati, Sabtu (15/2).

Kepala BPS Dairi, Asi Matanari mengatakan, sensus penduduk secara online dimulai pada Sabtu 15 Februari- 31 Maret 2020, dengan melakukan pengisian data dengan mengakses situs resmi yaitu sensus.bps.go.id.

Sementara itu, Bupati Eddy KA Berutu menyebutkan, sen sus penduduk secara online lebih mudah dan praktis. Sensus penduduk online tidaklah sesulit yang dibayangkan, sehingga masyarakat diajak untuk sensus secara online.

“Jika jaringan internetnya bagus, sensus online tidak lama. Hanya meluangkan waktu 10 menit saja, tetapi kita sudah membantu negara dalam program nasional 10 tahunan itu menuju satu data Indonesia. Silahkan masukkan nomor kartu keluarga (KK), nomor induk kependusukan (NIK), nomor akte nikah bagi yang sudah menikah serta akte cerai bagi yang cerai,” ujar Eddy.

Bupati dan Kepala BPS mengajak masyarakat menyukseskan pelaksanaan sensus penduduk online maupun sensus penduduk secara manual yang akan dilakukan petugas dor to dor. “Sebagai warga negara yang baik, kita harus mengikuti program pemerintah salahsatunya sensus penduduk tahun 2020 ini,” pungkasnya. (rud/han)

Tingkatkan Pelayanan di RSUD Samosir, 42 Rusun Medis Dibangun

SOSIALISASI: Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Samosir, Saul Situmorang didampingi Kepala Bappeda Rudi Siahaan beserta utusan Kementerian PUPR dalam sosialisasi pembangunan rusun medis bersama ahli waris pemberi lahan di gedung pertemuan Dinkes Samosir.

SAMOSIR, SUMUTPOS.CO – Pemerintah melalui Kementerian PUPR akan membangun rumah susun (Rusun) di lingkungan RSUD Samosir. Hal itu terungkap dalam sosialisasi yang digelar Pemkab Samosir bersama seluruh keturunan ahli waris lokasi lahan yang akan dibangun rusun di Kelurahan Pintusona, Kecamatan Pangururan, Jumat (14/2).

Hadir dari Pemkab Samosir, Ass II Saul Situmorang, Kepala Bappeda Rudi Siahaan, Manutur Naibaho mewakili Pera-KPP Samosir, Hilmi utusan dari Satker Pengembangan PUPR Pusat dan utusan pemenang proyek PT Sogos.

Pada kesempatan itu, Saul Situmorang menyampaikan rasa bangganya atas kehadiran para penatua adat Kelurahan Pintusona, terutama kepada seluruh keturunan ahli waris.

“Saya merasa bangga atas kehadiran seluruh ahli waris tanah tempat pembangunan rumah susun medis ini, semoga antara pemerintah dan keturunan ahli waris tetap dapat bekerjasama dalam peningkatan pembangunan ini, begitu pula dengan pihak ketiga PT SOGOS yang telah memenangkan tender dari Kementerian PUPR agar tetap menjalin hubungan yang baik terhadap ahli waris di lokasi pembangunan”.

Selain pembangunan Rusun, lanjut Saul, seluruh drainase akan dilakukan perbaikan di sekitar lokasi RSUD. “Termasuk untuk pembangunan waterfront dan taman kota, agar para pasien dan pengunjung dapat menikmati pinggiran Danau Toba,”tandasnya.

Kepala Bappeda Rudi Siahaan menguraikan, pembangunan rumah susun untuk medis dan para medis sebanyak 42 kamar dengan anggaran Rp17,9 miliar dari APBN.

“Di Indonesia, hanya 42 daerah yang mendapat dana APBN untuk pembangunan rumah susun medis, termasuk RSUD Samosir. Kami minta kepada penatua Kelurahan Pintusona, agar memberikan penuturan bagaimana bentuk kerjasama dan peletakan batu pertama yang akan kita laksanakan. Dan rencananya kita akan menutup keseluruhan lokasi ini agar tidak terganggu dengan lingkungan sekitar, kami juga berharap agar keamanan di lokasi komplek ini lebih terjamin” harapnya.

Selanjutnya Kepala Bappeda menerangkan tentang kelanjutan pembangunan ini akan disinkronkan dengan pembangunan Taman Kota dan Water Front. Dan ini nantinya terkait dengan pembangunan jembatan Tano Ponggol, sehingga tatanan pembangunannya sangat membantu terhadap pengembangan des tinasi wisata yang dicanangkan pemerintah pusat di Kabupaten Samosir.

“Kami sebagai pemilik lahan yang duduk saat ini berharap kepada pemerintah dan pihak pemborong dapat bekerjasama dengan baik. Untuk itu, kami juga siap membantu melalui pengadaan tenaga dan materialnya, karena hal ini menyangkut kepentingan masyarakat di sekitar RSUD ini,”ujar utusan ahli waris sekaligus penatua adat di Kelurahan Pintusona, Jabarang Simbolon. (win/han)

Pembakaran Rutan Kabanjahe: Sipir & Napi Dikirim ke Nusakambangan

BERKUNJUNG: Menkum dan HAM Yasonna Laoly saat berkunjung ke Rutan Kabanjahe Jalan Bhayangkara, Minggu (16/2) pagi.
BERKUNJUNG: Menkum dan HAM Yasonna Laoly saat berkunjung ke Rutan Kabanjahe Jalan Bhayangkara, Minggu (16/2) pagi.
BERKUNJUNG: Menkum dan HAM Yasonna Laoly saat berkunjung ke Rutan Kabanjahe Jalan Bhayangkara, Minggu (16/2) pagi.
BERKUNJUNG: Menkum dan HAM Yasonna Laoly saat berkunjung ke Rutan Kabanjahe Jalan Bhayangkara, Minggu (16/2) pagi.

KARO, SUMUTPOS.CO – Petugas sipir yang ikut memicu kerusuhan dan pembakaran di Rutan Klas II B Kabanjahe, Rabu pekan lalu, akan dikirim ke Nusakambangan. Selain sipir, napi yang terbukti bersalah dan mendapat hukuman paling tinggi, juga akan ikut dikirim ke Nusakambangan.

HAL INI ditegaskan Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM), Yasonna Hamonangan Laoly, saat berkunjung ke Rutan Kabanjahe Jalan Bhayangkara, Minggu (16/2) pagi.

Adapun seluruh napi yang menjadi tersangka, akan diseret ke pengadilan. “Ini tidak boleh dibiarkan. Para provokator itu akan terus kita pantau. Jika hukuman mereka 10 tahun ke atasn

langsung ke Nusakambangan. Sisanya akan berada di Lapas Sumatera Utara,” tegasnya.

Menurut laporan yang diterima Yosanna, kerusuhan dan pembakaran rutan bermula saat adanya razia yang dilakukan sipir di Lapas Kabanjahe. Razia menemukan beberapa warga binaan dan oknum sipir terlibat peredaran narkoba di dalam rutan.

Temuan itu diteruskan ke pihak Polres Tanah Karo untuk diproses. Selanjutnya, para napi dan sipir dibawa kembali ke Rutan.

“Tentu ada hukuman disiplin sesuai dengan prosuder tetap (protap). Nah teman-temannya (sesama napi, Red) tidak suka melihat kawannya dihukum disiplin. Ada provokasi, hingga terjadi kerusuhan dan pembakaran rutan. Provokatornya ini yang akan kita kirim ke Nusakambangan,” tegas Yosanna dengan nada geram.

Sementara itu, dua sipir juga ternyata terlibat narkoba. Padahal baru tahun 2017 lalu mendapatkan status sebagai Pegawai Negeri Sipil. “Mereka saya akan pecat, dan yang bersangkutan tetap menjalani hukuman. Meski anggota saya membantah memakai narkoba. Inilah akibatnya,” katanya.

Khusus untuk tahanan yang perkaranya belum inkrah, saat ini mereka ditahan di Polres Tanah Karo serta Polsek jajarannya. Sementara napi yang sudah inkrah, dipindah ke lapas yang ada di Sumatera Utara.

“Tadi saya sudah lihat kondisi blok. Beberapa sudah bisa dihuni kembali. Tinggal menyiapkan fasilitas dapur dan ruang administrasi darurat,” paparnya.

Mengenai data napi yang ikut terbakar, menurut Yosanna, tidak ada masalah. Karena semua data napi sudah masuk ke sistem komputer Kemenkumham. Tinggal diprint ulang.

“Semua data tersimpan dengan baik di sistem kita. Jadi tidak ada masalah. Mengenai kerugian, ditaksir mencapai Rp4,7 miliar,” jelasnya.

Bangun Lapas Baru

Ditanya mengenai kondisi rutan yang overkapasitas, Yasonna mengakui Rutan Kabanjahe memang sudah tidak layak dihuni oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Untuk itu dirinya meminta kepada pihak Pemkab Karo agar mencari lahan guna membangun Lapas Kabanjahe yang baru.

Bupati Karo, Terkelin Brahmana, saat dikonfirmasi mengungkapkan, Pemkab Karo sudah berkoordinasi dengan Kemenkumham mengenai pemberian tanah hibah seluas 6 hektar di Desa Dokan, Kecamatan Merek. “Semua ini butuh proses, kita tunggu saja. Tadi Pak Menteri sudah ingatkan kembali. Tinggal menunggu persetujuan dari pihak Kemenkumham. Mudah-mudahan secepatnya adminitrasi lengkap, segera kita hibahkan,” pungkas Terkelin.

Kedatangan Menkumham, disambut sejumlah Forkopimda, Bupati Karo Terkelin Brahmana, Ketua DPRD Karo, Iriani Tarigan, Wakil Bupati Karo Cory Seriwaty br Sebayang, Kapolres Tanah Karo, AKBP Benny Remus Hutajulu, Dandim 0205 /TK Letkol Inf Taufik Rizal Batu bara, serta pihak Kejaksaan Negeri Kabanjahe, dan pihak Lapas II B Kabanjahe.

Ombudsman: Dipicu Narkoba

Menanggapi kerusuhan di Rutan Kabanjahe, Ombudsman RI Perwakilan Sumut mengingatkan Kemenkumham) Sumut agar mengantisipasi kejadian serupa.

“Saya melihat, ada kecenderungan narkoba sebagai pemicu kerusuhan di Rutan dan Lapas,” ungkap Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar saat dikonfirmasi Sumut Pos, Minggu (16/2).

Terkait kerusuhan di Rutan Kabanjahe, Rabu (12/2) pekan lalu, Abyadi mengatakan, pihaknya menurunkan tim meninjau langsung ke Rutan, Sabtu (15/2). “Saya juga turun ke Lapas Klas IIB SIborongborong, Tapanuli Utara pada Jumat (14/2), untuk melihat apa upaya Rutan dan Lapas mengantisipasi kerusuhan serupa,” jelas Abyadi.

Di Lapas SIborongborong, menurutnya, pihak lapas telah melakukan langkah antisipasi agar kerusuhan serupa tidak terjadi. Indikasi masuknya narkoba ke Lapas, diakui sebagai biang kerusuhan. “Karena itu, mereka betul betul menjaga ketat masuknya narkoba ke dalam Lapas dan Rutan,” sebut Abyadi.

Untuk itu, Abyadi meminta pihak Rutan dan Lapas benar-benar mengawasi ketat agar narkoba tidak lolos ke dalam Rutan dan Lapas. “Selain mengawas ketat masuknya narkoba, pihak rutan dan lapas juga membangun hubungan yang dekat dengan para wargabinaan. Bahkan, dibangun hubungan seperti keluarga. Dengan demikian, para warga binaan tidak terpikir untuk melakukan kerusuhan,” kata Abyadi.

Yang paling penting, lanjutnya, hak-hak warga binaan diperhatikan. “Petugas sipir jangan arogan kepada wargabinaan, karena bisa memicu perlawanan,” katanya.

Ia mengakui, peredaran narkoba di dalam rutan dan lapas sebenarnya bukan rahasia umum lagi. “Ombudsman memang belum bisa membuktikannya. Tetapi sudah akrab diketahui publik bahwa saat ini mengendalikan narkoba lebih aman dari dalam tahanan,” kata Abyadi.

Untuk itu, Kanwil Kemenkumham diminta bersikap tegas dan melakukan pengawasan ketat. Kemenkumham harus mencari strategi jitu untuk mendeteksi keterlibatan oknum petugas dalam masuknya peredaran narkoba di sana. Bila terbukti ada oknum petugas yang terlibat, harus disanksi tegas. “Bahkan harus dipecat,” sebut Abyadi.

Tentang hasil kunjungan pihaknya ke Rutan Kabanjahe, Abyadi enggan membeberkan. “Iya ada (temuan). Kalau tidak besok (Senin hari ini, Red) atau Selesa. Kita paparkan hasilnya. Besok saya infokan sama teman-teman media lah,” pungkasnya. (deo/gus)