HATTRICK
Tim putra Indonesia meluapkan kegembiraan usai memastikan hattrick juara Badminton Asia Team Championships (BATC) 2020 di Rizal Memorial Coliseum, Manila, Filipina, Minggu (16/2) malam WIB. Berita terkait baca halaman 14.
HATTRICK
Tim putra Indonesia meluapkan kegembiraan usai memastikan hattrick juara Badminton Asia Team Championships (BATC) 2020 di Rizal Memorial Coliseum, Manila, Filipina, Minggu (16/2) malam WIB. Berita terkait baca halaman 14.
MANILA, SUMUTPOS.CO – Ganda putra dadakan Indonesia, Mohammad Ahsan/Fajar Alfian memastikan kemenangan skuad Merah Putih atas Malaysia di final Badminton Asia Team Championships (BATC) 2020. Ahsan/Fajar yang turun di partai keempat dalam laga di Rizal Memorial Coliseum, Manila, Minggu (16/2) malam WIB, menang atas ganda Negeri Jiran Ong Yew Sin/Teo Ee Yi.
Ahsan/Fajar menang 21-18, 21-17 dalam laga berdurasi 37 menit (statistik BWF). Meski baru dipasangkan dalam laga resmi, Ahsan/Fajar tampil tak terlalu canggung. Sesekali salah komunikasi sempat terjadi, tetapi segera dibayar dengan poin demi poin.
Untung buat Ahsan/Fajar, lawan mereka yang merupakan peringkat 17 dunia itu tidak tampil dalam performa terbaik. Ong/Teo juga berkali-kali melakukan kesalahan.
Kemenangan Ahsan/Fajar ini membuat kedudukan antara Indonesia versus Malaysia menjadi 3-1 dan Merah Putih mempertahankan gelar juara yang diraih pada dua edisi BATC sebelumnya.
Pada BATC edisi pertama yang digelar di India 2016, Indonesia juara setelah mengalahkan Jepang 3-2. Kemudian di final BATC 2018 di Malaysia, Indonesia keluar sebagai kampiun setelah menundukkan Tiongkok 3-1. (adk/jpnn)
BERSAMA: Manajemen Epson Indonesia bersama netizen berfoto bersama saat gathering Social Media Gathering dengan sejumlah netizen di Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (15/2).
SUMUTPOS.CO – Epson Indonesia menggelar Social Media Gathering dengan sejumlah netizen di Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (15/2).
Gelaran acara ini bertujuan untuk memperkuat hubungan silahturahmi antara netizen dan juga konsumen. Ini merupakan acara rutin tahunan yang digelar sejak tahun 2010.
Nolly Danurendra, Head Marcom & PR PT Indonesia, menjelaskan kegiatan gathering merupakan cara Epson untuk memberikan apresiasi bagi komunitas sosmed yang banyak mendukung dan membesarkan Epson Indonesia.
“Ini salah satu strategi penting waktu kita luncurkan L-Series tahun 2010. Waktu itu kita formulasikan serangan udara dan darat. Produk yang cocok masyasrkt Indonesia, masukan dari masyarakat juga, maka kita buat strategi online dan offline. Pada Oktober 2010 kita bentuk facebooknya Epson LC100,” kata Nolly.
Pertumbuhan komunitas netizen di media sosial Epson terus bertumbuh hingga hari ini menyentuh angka 1 juta.
“Kegiatan ini ketujuh. Sangat efektif di Sosmed untuk membuat penyebaran informasi, kedua agar ada beberapa hal yang dilakukan tehnikal sharing, kuis-kuis dan terpikirkan untuk kopi darat, nonton bareng,” tambahnya.
Lama kelamaan fan semakin besar mencapai 1 juta lebih baik FB, IG, Linkind. Penyebaran berita positif tapi akurat dan tidak berlebihan. Informasi sebenar yang disampaikan. Testimoni dari masyarakat juga sangat mendukung produk penjualan.
“Komentar-komentar testimoni masyarakat sangat penting buat Epson. Testimon dari masyarakat sangat diperlukan dalam upaya efek penyebarannya. Tidak saja itu komplain juga diterima dan dapat ditindaklanjuti,” sebut dia
Director Corporate Service Epson Indonesia, M Husni Nurdin Epson Indonesia menyebutkan pada tahun 2020 Epson akan meluncurkan produk-produk tidak saja refresh tapi model-model baru.
Director Corporate Service Epson Indonesia, M Husni Nurdin Epson Indonesia menyebutkan pada tahun 2020 Epson akan meluncurkan produk-produk tidak saja refresh tapi model-model baru.
“Kita juga ekspansi ke B to B produk. Diusia ke 20 tahun perayaannya lebih berbeda. Termasuk touring yang lebih meriah di beberapa wilayah Indonesia akan tetap dilakukan,” sebutnya.
Saat ditanya target 2019 ia katakan dapat dicapai ke depan tantangan akan makin berat dan itu akan dihadapi dengan sejumlah inovasi dan kreasi dari Epson. (jpnn/ram)
Direktur and Chief Marketing Manulife Indonesia Novita Rumgangun.
SUMUTPOS.CO – Perusahaan asuransi jiwa PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) memberi jaminan perlindungan menyeluruh ke seluruh nasabah, termasuk virus berasal dari Kota Wuhan, China, Corona.
“Kami turut prihatin atas mewabahnya virus corona yang telah merenggut ratusan nyawa di Wuhan sejak akhir 2019 dan sudah merebak di beberapa negara,” tutur Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Manulife Indonesia, Ryan Charland kepada wartawan, Sabtu (15/2) kemarin.
Ia menjelaskan, saat ini Manulife memiliki lebih dari 2 juta nasabah di seluruh Indonesia. Jaminan perlindungan itu diberikan kepada seluruh pemegang polis asuransi jiwa maupun kesehatan Manulife Indonesia. Perlindungan itu juga meliputi seluruh nasabah yang berada di Indonesia maupun di luar negeri.“Ini merupakan komitmen kami dalam upaya terus mengedepankan kepentingan nasabah,” ujar Ryan Charland.
Manulife mengimbau para nasabah dan keluarga Indonesia untuk menjaga kesehatan di manapun dan kapanpun. Hal itu untuk mencegah terjangkitnya penyakit yang disebabkan virus corona.
Boleh diakui, ancaman virus corona yang awalnya merebak di Kota Wuhan, Tiongkok, dan menyebar ke sejumlah negara masih sangat mengkhawatirkan.
Berdasarkan data terkini worldometers.info hingga Sabtu (15/2) pukul 12.05 GMT atau pukul 19.12 WIB, dari total 67.185 orang yang terserang virus Corona, sebanyak 1.527 orang tewas. Dari jumlah itu, sebanyak 1.523 tewas di Tiongkok, sisanya empat korban tewas terjadi di luar Tiongkok yakni masing-masing satu penderita di Prancis, Jepang, Hong Kong, dan Filipina.
Virus Corona sudah menyebar di 29 negara. Hingga saat ini, belum ada kasus virus Corona ditemukan di Indonesia. Namun, pemerintah terus berupaya melakukan pencegahan, salah satunya menghentikan sementara seluruh penerbangan dari dan ke Tiongkok mulai 5 Februari lalu.
Sejumlah bandara internasional yang menjadi gerbang masuk penumpang dari luar negeri ke Indonesia diperketat. Terutama beberapa bandara yang memiliki penerbangan langsung dan singgah dari negara-negara di kawasan Asia seperti Jakarta, Denpasar, Surabaya, Medan, Tanjung Pinang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo. Termasuk juga bandara-bandara yang menerima penerbangan charter dari sejumlah negara.
Pemerintah juga secara intensif melakukan observasi kepada 243 Warga Negara Indonesia yang pulang dari Wuhan dan dikarantina selama dua pekan di Natuna. Sebanyak 243 WNI itu kini sudah pulang ke rumahnya masing-masing, setelah dinyatakan bebas dari virus Corona dan kondisinya sehat.
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto saat melepas pulang WNI di Natuna, Kepulauan Riau pada Sabtu siang meminta mereka menjaga kesehatan dan terus fit. Tak hanya mengancam keselamatan jiwa manusia, wabah virus Corona juga berhasil menghantam perekonomian global.
Sementara itu, Direktur and chief Marketing Manulife Indonesia Novita Rumgangun menjelaskan, pihaknya ingin masyarakat Indonesia tidak panik.
“Memang ini mengkhawatirkan, namun sebagai perusahaan asuransi, kami ingin memberikan peace of mind. Perasaan tenang dan damai ini yang ingin kami bangkitkan, melalui jaminan perlindungan menyeluruh ke nasabah Manulife Indonesia. Sekarang, tinggal bagaimana kita bisa menjaga kesehatan, bisa terus hidup sehat,” papar dia.
Menurut Novita, di sisi lain, pihaknya ingin mengedukasi masyarakat pentingnya asuransi. Apalagi, saat ini banyak masyarakat cemas, bahkan mudah curiga dengan kondisi sekelilingnya.
“Kami juga mendapat banyak telepon soal apakah polis mereka mengcover untuk perlindungan terhadap virus corona, kami pastikan Manulife beri jaminan perlindungan,” ujar dia.
Menurut Novita, Manulife memperhatikan betul kebutuhan nasabah. Nasabah tidak perlu khawatir akan dipersulit dalam mengajukan klaim. Pihaknya memberikan kelancaran dalam proses klaim kepada nasabah. Hingga November 2019 (un-audited), Manulife Indonesia telah membayarkan klaim sebesar Rp 5,3 triliun atau setara Rp 15 miliar per hari atau Rp 608 juta per jam. Sepanjang tahun 2018, Manulife membayar klaim ke nasabah sebesar Rp 5,5 triliun atau Rp 15 miliar setiap harinya, dan Rp 626 juta setiap jamnya.Saat ini, Manulife Indonesia memiliki sekitar 7.000 agen di seluruh Indonesia.
Tahun sebelumnya, yakni sepanjang 2017, Manulife Indonesia membayar klaim ke nasabah sebesar Rp 6,6 triliun atau sekitar Rp 18 miliar per hari atau berkisar Rp 753 juta per jam. Tahun 2016, jumlah klaim yang dibayar Manulife Indonesia sebesar Rp 6,8 triliun, sedangkan pada tahun 2015 mencapai Rp 5,6 triliun.(gus/ram)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Masa karantina kru dan penumpang kapal pesiar Diamond Princess kurang dua hari lagi. Hingga kemarin, jumlah penumpang kapal pesiar terinfeksi virus corona yang dikarantina di Jepang terus bertambah. Menteri Kesehatan Jepang, Katsunobu Kato, menerangkan jumlah orang yang positif terjangkit virus corona atau COVID-19 meningkat 70 orang menjadi 355 orang.
“Sejauh ini kami telah melakukan tes untuk 1.219 orang. Dari jumlah tersebut, 355 orang dinyatakan positif, sedangkan 73 orang tidak menunjukkan gejala,” ujar Kato dikutip AFP, Minggu (16/2).
Kementerian Luar Negeri memastikan otoritas kesehatan Jepang setiap hari mengecek kondisi kesehatan 78 orang kru WNI yang bekerja di sana. “Kondisi mereka baik dan sehat sembari terus bekerja,” terang Plt. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah, Minggu (16/2).
Kemenlu bersama Kementerian Perhubungan sudah melakukan rapat membahas kepulangan para kru WNI tersebut ketika masa karantina sudah berakhir. Faiza, sapaan akrabnya, menuturkan, keputusan untuk pulang dikembalikan kepada masing-masing kru. Mengingat, mereka terikat dengan kontrak kerja. Ingin tetap lanjut bekerja atau pulang ke Indonesia.
Para kru yang kontraknya habis atau akan habis akan difasilitasi untuk pulang melalui kerjasama dengan agensi yang merekrut. Mengingat, masih ada tanggung jawab agensi yang melekat selama para kru masih bekerja.
Faiza menyatakan, 78 kru WNI tersebut ketika kembali ke tanah air bisa langsung pulang ke daerah asalnya masing-masing. “Mengacu pada standar WHO, mereka sudah melewati masa karantina kapal pesiar Diamond Princesa selama 14 hari. Ya kalau sudah melewati 14 hari karantina bisa kembali langsung ke daerah asalnya,” beber mantan staf khusus Hubungan Luar Negeri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut.
Menko PMK, Muhadjir Effendy, menyarankan agar seluruh WNI di kapal pesiar tersebut dapat segera dievakuasi. Hal ini mengingat ada risiko penularan Covid-19. “Hanya saja keadaan mereka lebih terjamin dibanding WNI yang dari Propinsi Hubei (Tiongkok),” ucapnya kemarin.
Muhadjir menuturkan, belum ada pembicaraan khusus untuk evakuasi 78 orang yang bekerja di kapal tersebut. Menurutnya, untuk pemulangan harus dibicarakan khususnya dengan Kementerian Luar Negeri dan Kemenkumham.
Di sisi lain, Dirjen Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Anung Sugihantono mengatakan bahwa sempat ada komunikasi dengan Faiza. Jubir Kemenlu itu menanyakan bagaimana sebaiknya penanganan 78 WNI di Jepang itu. Sebab ada rencana evakuasi. “Rencana ini muncul karena Amerika juga berencana mengevakuasi warganya,” tutur Anung.
Pria kelahiran Temanggun itu menyatakan jika 78 WNI keluar dari Kapal Princess Diamond sebelum masa isolasi berakhir, maka harus diobservasi. Hal ini sama dengan yang dilakukan terhadap 238 WNI dari Hubei yang harus menjalani observasi selama 14 hari di Pangkalan Terpadu TNI di Natuna. Sedangkan ketika mereka dievakuasi saat masa isolasi selesai, maka bisa diperlakukan selayaknya orang sehat lainnya.
Sebelumnya dikabarkan 285 penumpang kapal pesiar Diamond Princess yang terjangkit virus corona akan dikarantina hingga 19 Februari nanti. Meskipun, banyak penumpang dan kru yang belum selesai melakukan tes infeksi virus.
WHO Takjub Gerak Cepat Indonesia
Terpisah, WHO Representative untuk Indonesia, Dr. Paranietharan, mengapresiasi upaya pemerintah Indonesia menyelamatkan para warganya dari ancaman covid-19. Pria yang akrab disapa Paranie ini takjub dengan gerak cepat pemerintah Indonesia dalam menimalisir penyebaran virus mematikan ini.
“Indonesia sudah sangat baik dalam menangani dan melayani mereka yang dievakuasi dari China, terkait Corona,” kata Paranie yang ikut dalam penjemputan 238 WNI dan 47 tim penjemput di lokasi karantina di Natuna, Sabtu (15/2).
Menurut Paranie, apa yang dilakukan pemerintah Indonesia sudah sesuai dengan standar internasional kesehatan dunia. Paranie juga berpesan agar masyarakat yang bersinggungan langsung dengan WNI dan tim penjemput tidak perlu lagi cemas. Mereka telah melalui prosedur dan dipastikan bahwa peserta observasi ini sudah dalam keadaan sehat.
“Pemerintah Indonesia dan WHO jamin serta pastikan mereka sehat,” papar Paranie.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto di Hanggar Lanud Raden Sadjad Ranai menegaskan, seluruh WNI dan 47 tim penjemput yang menjalankan observasi dalam keadaan sehat. Terawan juga berharap agar masyarakat Indonesia tidak terlalu cemas karena Indonesia sampai saat ini bebas dari virus corona.
China: Karena Pengorbanan Kami
Menteri Luar Negeri China, Wang Yi mengklaim rendahnya penyebaran virus corona di negara lain karena ‘pengorbanan’ mereka yang berdedikasi menjaga status keamanan dan kesehatan global.
Pernyataan ini disampaikan, seusai temuan korban di Paris, Perancis. Seorang turis di negara tersebut menjadi korban yang pertama kali ditemukan di Eropa karena wabah virus corona Covid-19.
Dikutip dari News Sky, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan, ada 1.662 orang yang meninggal karena virus corona. “Ini adalah penyakit dengan tingkat infeksi mematikan. Jadi kami melakukan pengorbanan untuk menjaga keamanan global,” ungkap Wang.
Ia pun mengatakan, Beijing menerapkan kebijakan tersebut berdasarkan fakta yang ditemukan di lapangan. “Jumlah orang yang meninggal meningkat 15 hari terakhir. Namun, kasus infeksi menurun selama 12 hari. Bukankah itu bagus?” tanyanya.
Sebelumnya, otoritas China memilih mengisolasi Kota Wuhan dan kota lainnya, sebagai lokasi penyebaran virus mematikan tersebut. Tindakan ini menyebabkan 60 juta orang terkarantina.
Bahkan, kegiatan publik seperti di bioskop, restoran dan sektor lainnya turut ditangguhkan demi mencegah infeksi virus corona
Virus ini telah menginfeksi lebih dari 67.000 orang di dunia. WHO pun menyebut, virus corona menjadi ancaman mematikan bagi kesehatan global. (lyn/han/jpg/net)
Tingkatkan Kemampuan Kelola Usaha dan Kembangkan Bisnis
BERSAMA: Manajemen Pelindo 1 berfoto bersama usai pelatihan kepada para mitra binaan di Graha Pelindo 1, Belawan, Jumat (14/2).
BELAWAN, SUMUTPOS.CO – PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 memberikan pelatihan kepada para mitra binaan di Graha Pelindo 1, Belawan, Jumat (14/2).
Kegiatan pelatihan dalam rangka meningkatkan kemampuan mengelola usaha dan keberlanjutan pengembangan bisnis mitra binaan dibuka langsung SVP Sekretariat Perusahaan Pelindo 1 M Eriansyah yang didampingi oleh VP Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) Pelindo 1 Fatimah Zuhra.
“Pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan wawasan para mitra dalam menjalankan bidang usaha yang ditekuni dengan menghadirkan Rumah Kreatif BUMN (RKB) Telkom sebagai narasumber untuk melakukan transfer knowledge dalam bidang pengelolaan kewirausahaan khususnya dalam hal digitalisasi yang mampu mendukung kemajuan usaha,” terang VP PKBL Pelindo 1, Fatimah Zuhra.
Fatimah Zuhra berharap dengan dilaksanakannya pelatihan ini, mampu memberikan manfaat dan nilai lebih untuk memajukan usaha para mitra binaan yang nantinya bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat.
“Ini merupakan rangkaian dari program naik kelas bagi mitra binaan yang tidak hanya sebagai pengembangan skill saja, namun dilatih untuk meningkatkan omzet, memperluas pasar, menyerap tenaga kerja, memanfaatkan digitalisasi untuk pemasaran produk, serta mampu menembus pasar ekspor,” katanya.
Lanjut Fatimah, Pelindo 1 akan menyelenggarakan pelatihan kepada para mitra binaan di Provinsi Aceh, Riau, dan Kepri serta wilayah kerja Pelindo 1 lainnya untuk memberikan edukasi kepada para mitra binaan.
Dalam kesempatannya, Yulinar, salah satu mitra binaan Pelindo 1 yang menjalankan usaha pada sektor konveksi yang telah bergabung selama lima tahun, mengapresiasi kegiatan positif yang diselenggarakan Pelindo 1.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami untuk mengembangkan bisnis kami di bidang konveksi baju seragam. Di sini kami memperoleh banyak informasi baru tentang pemanfaatan digitalisasi untuk memasarkan produk karena sebelumnya kami memasarkan produk masih dengan cara konvensional dari pintu ke pintu. Kegiatan ini menambah motivasi kami untuk terus mengembangkan usaha,” tutur Yulinar.
Perlu dijelaskan, selama tahun 2019, Pelindo 1 telah menyalurkan bantuan dana sebesar Rp17,1 Miliar untuk program kemitraan kepada 226 mitra binaan yang berasal dari berbagai sektor usaha meliputi industri, perdagangan, pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, jasa, cluster, dan lainnya.(fac/ram)
Foto: Dame/Sumut Pos PRODUKSI CABAI: Kabid Hortikultura Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Sumut, Taufik Batubara, memaparkan soal target produksi cabai merah di Sumut, belum lama ini.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tahun ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut menargetkan produksi cabai merah hingga 174.375 ton. Target produksi itu rencananya akan diperoleh dari luas penanaman cabai merah seluas 16.947 hektare.
“Tahun 2019 lalu, Sumut memproduksi cabai merah sebanyak 144 433 ton, dari luas tanam 15.557 hektare. Produksi itu di atas konsumsi yang mencapai 144.030 ton,” kata ujar Kabid Hortikultura Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut, Taufik Batubara di Medan, akhir pekan lalu.
Meski tahun lalu produksi sudah surplus, tahun ini Dinas TPH tetap menargetkan peningkatan produksi untuk mengejar target ekspor. Untuk mencapai target produksi tersebut, Dinas TPH akan menyalurkan bantuan benih ke petani cabai di dua kabupaten, yakni Deliserdang dan Asahan. Bantuan diberikan berupa benih cabai kemasan 100 gram dengan jumlah 10 bungkus benih per hektare luas tanam.
“Kemasan 100 gram benih jenis hibrida dibeli dari produsen dengan harga Rp140 ribu per bungkus. Bantuan disalurkan untuk 160 hektare lahan tanam cabai,” kata Taufik mewakili Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut, Dahler Lubis.
Anggaran bantuan diterima dari APBN. Petani di Deliserdang menerima bantuan 50 persen, Asahan 40 persen. Sisanya 10 persen lagi alokasinya akan dikoordinasikan dengan pusat.
Mengapa memilih Deliserdang dan Asahan? “Karena benihnya jenis yang cocok untuk dataran rendah,” katanya.
Selain dari APBN, bantuan benih cabai juga dianggarkan di APBD Sumut, seluas 158 hektare tersebar di 19 kota/kabupaten. “Nias kebagian masing-masing 3 hektare benih cabai merah,” katanya.
Ke depan, Dinas TPH menargetkan petani agar mandiri benih. Seperti sudah dilakoni petani cabai di Batubara yang lebih suka bibit lokal.
“Dengan surplus yang semakin besar, diharapkan harga cabai merah tidak mengalami gejolak dan bahkan bisa diekspor seperti yang diharapkan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi,” kata Taufik.
Dalam proyek bantuan benih unggul ini, pihaknya meminta produsen benih ikut mendampingi petani, agar tanaman terjamin berproduksi. “Penanaman cabai merah akan dimulai bulan Maret atau April,” ” ujarnya. (mea)
TALI ASIH: Ketua TP PKK Langkat, Tiorita Terbit Rencana memberikan tali asih kepada anak yatim piatu. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – TP PKK Kecamatan di desa dan kelurahannya ditunjuk sebagai desa maupun kelurahan percontohan, agar segera mempersiapkan segala sesuatunya.
Hal itu disampaikan Ketua TP PKK Langkat, Tiorita Terbit Rencana saat memberikan bimbingan pada pertemuan bulanan TP PKK Langkat di Kecamatan Selesai, Langkat, Jumat (14/2).
Dikatakannya, ibu-ibu pengurus PKK untuk selalu melakukan koordinasi dengan seluruh instansi terkait, serta berkonsultasi dengan PKK Kabupaten, baik terkait untuk pengisian buku data administrasi yang perlu dipersiapkan, maupun terhadap sejumlah hal lainnya.
Karena penting diingat dan dipahami, sambung Ny.Tio, penilaian yang dilakukan tim super visi PKK Provsu, tidak semata berdasarkan kondisi riil lapangan, namun juga terhadap kesiapan administrasi yang terisi dengan baik, sesuai dengan aturan dan ketentuan yang ada.
Ny.Tio juga menambahkan, penilaian juga dititik beratkan pada adanya gagasan ide kreatif atau inovasi yang telah dilakukan oleh gerakan PKK di masing – masing tingkatan, demi menguatkan kesejahteraan keluarga maupun peningkatan keterampilan kaum perempuan.
Karena itu, Ny. Tio meminta agar semua pengurus PKK Langkat di setiap tingkatan untuk menguatkan komitmen memberikan yang terbaik, bagi nama baik PKK Kabupaten Langkat.
Sebab pemilihan desa kelurahan percontohan yang akan diikut sertakan pada tingkat Propinsi Sumatera Utara, sudah menjadi bagian dari program kerja tahunan PKK.
“Maka dari itu semua pengurus untuk selalu menguatkan kerja dan kepedulian terhadap amanah yang diberikan, Ketauhilah , tiada keberhasilan tanpa kerja keras, tiada kesuksesan tanpa kesungguhan. Sebab kerja keras dan kesungguhan adalah dua kunci sukses yang harus dilakukan untuk dapat menjalankan visi misi dan program kerja PKK.,” imbuhnya
Sementara itu, Camat Selesai, Robby Deritawan Sitepu, dalam sambutannya mengucapkan terimakasih atas bimbingan dan arahan yang diberikan Ketua TP PKK Langkat.
Pihaknya meyakini hal itu dapat memberikan semangat dan motivasi baru kepada TP PKK Selesai untuk terus berkarya dan berinovasi, mewujudkan kesejahteraan keluarga maupun peningkatan keterampilan kaum perempuan.
TP PKK Langkat dalam kesempatan tersebut memberikan tali asih kepada 10 orang anak yatim. sebagai bentuk keperdulian ibu-ibu PKK Langkat terhadap anak yatim piatu. (yas/han)
BERSAMA: Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu didampingi Ny Romy Mariani diabadikan bersama anak TK saat Kunker di Kecamatan Silima Punggapungga. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
DAIRI, SUMUTPOS.CO – Untuk memastikan serta melihat langsung kondisi pembangunan dan pelayanan terhadap masyarakat, Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu didampingi Ketua Tim penggerak PKK, Ny Romy Mariani boru Simarmata mengunjungi Kecamatan Silima Pungga–Pungga, Jumat(14/2).
Kunjungan Bupati dan rombongan dipusatkan di Desa Lae Panginuman, yang disambut Camat Silima Pungga-Pungga, Saut Maruli Tua Sinaga serta unsur Muspika lainnya. Dalam kesempatan itu, Bupati meninjau proyek fisik yang bersumber dari dana APBD tahun 2019, serta kondisi pembangunan yang ada di sejumlah desa di kecamatan tersebut.
Bupati juga meninjau kondisi sarana fasilitas pendidikan, kesehatan serta keberhasilan dilakukan pemerintah Desa, khususnya pengembangan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Kunjungan itu dibarengi dengan ramah tamah untuk mendengar keluhan serta masukan dari pihak kecamatan di UPT Puskesmas, Desa Bakal Gajah.
Kepala UPT Puskesmas Bakal Gajah dr Dewi Sihaloho mengatakan, dalam penanganan bidang kesehatan, telah melakukan semaksimal mungkin dan selalu melakukan penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan secara rutin dengan turun langsung ke masyarakat.
Dewi menyebut, selain pemeriksaan penyakit ringan, Puskesmas Bakal Gajah juga melakukan pemeriksaan penyakit HIV/AIDS serta penyakit kronis lainnya seperti ISPA ( nfeksi Saluran Pernafasan Akut).
Kepala Puskesmas itu mengatakan, masyarakat Desa Bakal Gajah mayoritas mengalami penyakit ISPA. Dan untuk penanganan lebih lanjut, pihaknya selalu melakukan rujukan ke Rumah Sakit Umum Sidikalang.(rud/han)
MINTA MAAF: Kadis Kesehatan Sumut Alwi Mujahit (kiri) bersalaman dengan F, penyebar hoax virus corona di RSUP HAM, Minggu (16/2).
MINTA MAAF: Kadis Kesehatan Sumut Alwi Mujahit (kiri) bersalaman dengan F, penyebar hoax virus corona di RSUP HAM, Minggu (16/2).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – SETELAH videonya viral di dunia maya, F mengakui kalau dirinya salah karena langsung mempercayai informasi yang didapatnya, terkait ada pasien terjangkit virus Corona dan dirawat di RSUP Haji Adam Malik Medan.
Di hadapan Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Alwi Mujahit, F menyampaikan permintaan maafnya kepada Dinkes Sumut, pihak RSUP H Adam Malik Medan, dan juga seluruh masyarakat Sumut yang resah karena informasi hoax yang disebarkannya.
“Dengan rasa penyesalan yang sedalam-dalamnya saya meminta maaf kepada Dinas Kesehatan Sumut dan jajarannya, kepada pihak RSUP H Adam Malik dan juga masyarakat Sumut yang resah setelah menonton video saya,”ujar F sambil menunjukkan raut wajah penyesalan di Medan, Minggu (16/2).
Dalam kesempatan itu, F memberikan pengakuan kepada Kadis Kesehatan Sumut kalau dirinya tidak berniat menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat atau pun pihak manapun. Karena sedikit panik dan ingin masyarakat segera mengetahui informasi yang didapatnya, F pun lupa untuk mengkrosek kebenaran informasi tersebut.
“Yang ada dalam pikiran saya saat itu, bagaimana masyarakat bisa segera dapat informasi dan bisa berhati-hati. Salahnya saya, tidak mengkroscek benar tidaknya info itu. Makanya melalui Kadis Kesehatan Sumut saya mengaku menyesal dan tidak akan mengulangi perbuatan yang sama,”ujar F lagi sambil berulang kali menyampaikan kata maaf kepada Kadis Kesehatan Sumut.
Melihat ketulusan F yang meminta maaf sekaligus mendengarkan penjelasan F yang memang tidak berniat membuat keresahan di tengah-tengah masyarakat, Alwi Mujahit menerima permintaan maaf itu. Namun Alwi kembali berpesan dan mengingatkan F agar tidak mengulangi perbuatannya yang sama.
“Ini menjadi pembelajaran bagi siapa saja untuk tidak langsung percaya dengan informasi yang didapatkan. Harus dikroscek kebenarannya. Persoalan ini saya anggap selesai dan saya berharap kejadian ini terakhir terjadi,” ujar Alwi.
Di kesempatan itu, Alwi juga menegaskan, hingga saat ini belum ada ditemui pasien positif virus Corona di Sumatera Utara. “Selain berprilaku hidup bersih mari kita sama-sama berdoa agar kita warga Sumut terhindar dari penyebaran virus Corona,”pungkasnya.
Terpisah Ketua DPD KNPI Sumut El Adrian Shah mengapresiasi respon cepat yang dilakukan Kadis Kesehatan Sumut Alwi Mujahit. Senada dengan Kadis Kesehatan Alwi, El juga berharap peristiwa serupa tidak terulang lagi di masa-masa mendatang.
Sebagai tokoh pemuda, El juga mengingatkan agar masyarakat khususnya para pemuda bisa lebih bijak dalam menyerap informasi yang didapat. Apalagi saat ini penyebaran informasi dapat begitu cepat tersebar karena didukung teknologi informasi yang begitu berkembang pesat.
“Tentu kita sangat mengapresiasi respon cepat pak Kadis meredam persoalan ini sehingga tidak berkembang liar ke masyarakat. Ini juga harus jadi pembelajaran bagi kita semua untuk tidak langsung bercaya dengan informasi yang kita dapat. Apalagi kalau informasi itu belum jelas kebenarannya jangan disebarkan. Stop HOAX,” tegas El.
RSUP HAM Pertimbangkan Langkah Hukum
Sementara, pihak RSUP Haji Adam Malik (HAM) Medan, masih mengkaji untuk mengambil langkah hukum, terkait kabar hoaks pasien terinfeksi virus corona oleh seorang pria yang disebar melalui video lewat media sosial.
Kassubag Humas RSUP HAM Rosario Dorothy Simanjuntak menyatakan, saat ini bagian hukum dan kuasa hukum pihak rumah sakit milik Kemenkes RI ini memang tengah melakukan kajian untuk menyikapi video hoaks tersebut.
“Saat ini kami sedang mengkaji opsi menempuh jalur hukum dengan melihat situasi dan kondisi sejauhmana video tersebut menimbulkan keresahan di masyarakat,” ujar Rosa, Minggu (16/2).
Namun demikian, kata Rosa, saat ini manajemen RSUP HAM masih menganggap belum perlu membuat laporan polisi. Pun begitu, hal ini juga masih akan melihat situasi yang berkembang. “Saat ini belum dipandang perlu (membuat laporan polisi), apalagi sudah dibantu oleh rekan-rekan media untuk mengklarifikasi. Tapi, apabila nanti dianggap perlu maka laporan ke polisi akan dilakukan,” sebutnya.
Ia berharap kepada masyarakat untuk kritis dalam menerima informasi-informasi melalui media sosial terkait isu virus corona. “Masyarakat jangan mudah percaya begitu saja dengan informasi dari media sosial yang belum tentu benar,” tandasnya.
Sementara, menanggapi kabar hoaks tersebut, Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Maringan Simanjuntak mengatakan, pihaknya siap menyelidiki penyebaran hoaks itu. “Bisa diselidiki, enggak ada masalah,” ujar Maringan kepada wartawan.
Meski demikian, kata Maringan, pihaknya belum ada menerima laporan terkait penyebaran kabar tersebut. “Kita enggak dapat video itu. Tapi, polisi tentu menindaklanjuti apabila laporan diterima. Sebab, semua laporan masyarakat pasti akan diproses,” ujarnya singkat.
Diberitakan sebelumnya, RSUP HAM diserang kabar hoaks melalui video yang beredar di media sosial salah satunya whatsapp. Video yang beredar itu berdurasi 49 detik, dimana disebutkan rumah sakit tipe A tersebut merawat pasien terinfeksi virus corona.
Dalam video itu, kabar hoaks tersebut disampaikan seorang pria yang duduk di dalam mobil kursi depan samping supir. Pria tersebut memakai masker warna abu-abu dan mengenakan cicin di jari manis tangan kiri. “Saya mendapat informasi dari rekan medis bahwa penyakit corona sudah masuk ke wilayah Medan, Sumatera Utara. Tepatnya, pasien tersebut sedang dirawat di Rumah Sakit Adam Malik. Buat seluruh teman-teman yang mendengarkan pesan ini, tolong keluar rumah tetap waspada dengan menggunakan masker,” ujar pria yang mengenakan kemeja warna hitam kombinasi putih.
Pria itu juga mengatakan, kurangi kontak fisik disaat menjenguk orang yang dirawat di rumah sakit. Selain itu, kurangi juga kontak fisik disaat bertegur sapa dengan teman-teman, baik itu yang berkunjung ke rumah maupun bertemu di tengah jalan. “Dan, paling penting adalah utamakan dengan mengingat Ketuhanan Yang Maha Esa agar dilindungi dari penyakit yang mencekam dan marabahaya,” katanya.
Masyarakat Jangan Terpancing
Maraknya berita hoax seperti itu sempat membuat geger masyarakat, terkhusus warga Kota Medan dan sekitarnya. Untuk itu, Pemko Medan mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya serta terprovokasi dengan kabar-kabar yang belum bisa dipastikan kebenarannya.
Melalui Sumut Pos, Plt Wali Kota Medan, Akhyar Nasution mengimbau kepada masyarakat agar lebih bijak dan mau menyaring terlebih dahulu setiap informasi yang di dapatkan serta tidak menelan bulat-bulat informasi tersebut, apalagi bila berumber dari Media Sosial. “Masyarakat jangan mudah terpancing dengan berita yang belum tentu benar. Masyarakat juga harus menyaring setiap informasi yang didapat, jangan mudah terpancing kabar bohong,” ucap Akhyar, Minggu (16/2).
Selain itu, Akhyar juga kembali mengingat masyarakat untuk tetap melakukan langkah-langkah pencegahan sebagaimana anjuran dari Kementerian kesehatan RI. Kata Akhyar, setidaknya ada 8 hal yang haru dilakukan, dimulai dari sering mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker bila batuk atau pilek, mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang dan memperbanyak konsumsi sayuran, berhati-hati kontak dengan hewan, rajin berolahraga dan istirahat cukup, tidak mengkonsumsi daging yang tidak dimasak, menjaga kebersihan lingkungan serta segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat seperti puskesmas jika mengalami gangguan kesehatan seperti demam, batuk, pilek, dan sesak napas. “Karena kita sudah cek ke puskesmas dan dinas kesehatan Kota Medan, mereka siap untuk menangani dan mengantisipasi apabila ada dugaan virus corona,” tutupnya.
Anggota Komisi II DPRD Kota Medan, Afif Abdillah mengatakan bahwa pihaknya mengharap masyarakat Kota Medan untuk lebih kritis terhadap setiap berita yang masuk. “Masyarakat harus bisa lebih kritis dan melakukan check dan re-check mengenai informasi yang beredar, apalagi yang tidak bersifat resmi dari pemerintah. Begitu juga masyarakat harus tahu kebenaran informasi sebelum menyebar ataupun menshare suatu informasi di media sosial, karena banyak HOAX yang beredar mengenai corona ini di media sosial,” kata Afif.
Di sisi lain, kata Afif, masyarakat juga harus tetap waspada dengan penyebaran virus corona di Indonesia, dengan melakukan tindakan pencegahan seperti menggunakan masker, menjaga kesehatan dan melaporkan bila mendapatkan gejala-gejala virus corona agar bisa di tangani dan di rawat secepatnya oleh dinas kesehatan dan jajarannya.
“Untuk oknum penyebar hoax corona, pemerintah harus memberi peringatan atau tindakan keras kepada yang bersangkutan secara langsung sehingga menghindari hal-hal seperti ini terulang kembali. Hoax ini sangat berbahaya bagi masyarakat karena menimbulkan keresahan yang tidak beralasan dan menganggu ketentraman masyarakat dan ini biasanya di lakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” tandasnya. (ris/map/adz)
RESMIKAN: Bupati Deliserdang Ashari Tambunan mengunting pita tanda diresmikannya jalan aspal Desa Tanjung Purba, Sabtu (15/2).
LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Bupati Deliserdang, H Ashari Tambunan meresmikan jalan aspal sepanjang 750 meter menuju Desa Tanjung Purba, Kecamatan Bangun Purba, Sabtu (15/2).
Acara presmian itu dirangkaikan dengan pemberian Akte Kelahiran, pembagian 100 paket sembako kepada warga tidak mampu, serta peletakan batu pertama pada pembangunan bedah rumah tidak layak huni yang ada di Desa Tanjung Purba.
Hadir bersama Bupati, Asisten II Setdakab Deli Serdang Putra Jaya Manalu, Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Ir Heri Lubis, Kadis Pertanian Kamaluddin Ginting, Kadis PU Heriansyah, Kadis Pendidikan H Timur Tumanggor, Camat beserta Muspika Kecamatan Bangun Purba, tokoh masyarakat,tokoh agama dan tokoh pemuda.
Bupati Deliserdang Ashari Tambunan menyampaikan, pembangunan jalan Desa Tanjung Purba memiliki arti penting bagi Kabupaten Deliserdang, dan
membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat di dalam menggerakkan roda perekonomian.
“Mari kita jaga dan rawat, agar jalan yang telah dibangun ini, tetap dalam keadaan baik. Karena tanpa itu semua, apapunyang dilakukan pemerintah, akan menjadi sia – sia, apabila tidak ada rasa kebersamaan dan rasa memiliki” Ucap Ashari Tambunan.
Bupati Deliserdang Ashari Tambunan juga mengatakan, Pemkab akan melanjutkan pembangunan ke depan sepanjang jalan yang dibutuhkan, sehingga semuanya dapat tersambung kepada jalan-jalan aspal yang lainya. (btr/han)