BARANG BUKTI: Hidayat (30) alias Dayat tersangka sabu, menunjukan barang bukti sabu di Mapolsek Perbaungan, Sabtu (15/2).
BARANG BUKTI: Hidayat (30) alias Dayat tersangka sabu, menunjukan barang bukti sabu di Mapolsek Perbaungan, Sabtu (15/2).
SERGAI, SUMUTPOS.CO – Hidayat (30) alias Dayat seorang buruh bangunan diringkus Tim Opsnal Polsek Perbaungan karena mengedarkan sabu dikediamannya di Dusun I Desa Jambur Pulau Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Jumat (14/2).
Dari saku celana duda beranak 2 ini, Tim Opsnal Polsek Perbaungan berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 plastik klip transfaran berukuran kecil berisi butiran sabu, 1 unit Hp merk Nokia warna hitam. Guna penyelidikan lebih lanjut tersangka bersama barang bukti digelandang ke Mapolsek Perbaungan.
Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang SH, M.Hum melalui Kapolsek Perbaungan AKP Jhonson Sitompul SH, MH mengatakan, penangkapan tersangka ini merupakan informasi dari masyarakat sekitar, yang resah atas peredaran narkoba jenis sabu yang dilakukan oleh tersangka.
Berbekal informasi itu, Tim Opsnal Polsek Perbaungan langsung melakukan penggerebekan dirumah tersangka. Hasilnya, polisi mengamankan barang bukti 1 plastik klip transfaran berisi sabu, 1 unit Hp merk Nokia warna hitam yang terselip disaku celana tersangka, kata AKP Jhonson.
Mantan Kapolsek Dolok Masihul ini membeberkan, tersangka setiap kali melakukan transaksi sabu melalui SMS lewat Hp. Setelah disepakati, transaksi pun dilakukan didepan teras rumahnya. Pengakuan tersangka profesi bisnis sabu ini baru 1 bulan dilakoninya.
Atas perbuatannya ini, tersangka dijerat dengan pasal 114 (1) Sub Psl 112 UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 5 tahun paling lama 20 tahun penjara, denda paling sedikit 1 Miliyar dan paling banyak10 Milyar, beber AKP Jhonson. (sur/btr)
DITEMBAK: Randi Akbar (terduduk) ditembakpetugas PolsekMedan Barat, karena nekat melawan petugas dan hendak melarikan diri.
DITEMBAK: Randi Akbar (terduduk) ditembakpetugas PolsekMedan Barat, karena nekat melawan petugas dan hendak melarikan diri.
DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Randi Akbar (28) warga Jalan Pembangunan Dusun 3, Desa Bandar Setia, Kecamatan Percut Seituan Kabupaten Deliserdang meringis kesakitan lantaran betis kirinya ditembak petugas Polsek Medan Barat. Bukan tanpa sebab, pemuda yang sehari-hari bekerja sebagai pengepul barang bekas ini nekat kabur saat dibawa polisi dalam pengembangan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor), Jumat (14/2) tengah malam.
Informasi diperoleh Minggu (16/2), kejadian bermula pada saat Randi bersama seorang temannya mendatangi rumah Sumarno (59), warga Jalan Tuasan No 55, Kelurahan Sidorejo Hilir, Kecamatan Medan Tembung, Rabu (29/1) dini hari sekira pukul 04.00 WIB.
Saat itu, keduanya menggasak sepeda motor Vega R BK 4687 CC dari rumah Sumarno dengan cara merusak pintu dan gembok kendaraan tersebut. Selanjutnya, kedua pelaku kabur membawa sepeda motor Sumarno.
Atas kejadian ini, korban pun membuat laporan pengaduan ke petugas Polsek Percut Sei Tuan. Berdasarkan adanya laporan polisi Nomor : LP/265/ II/ 2020/ SPKT PERCUT, tanggal 2 Februari 2020, polisi lalu melakukan penyelidikan.
“Atas dasar laporan korban, kita langsung menuju lokasi untuk melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan, diperoleh identitas salah satu pelaku (Randi Akbar) yang selanjutnya kami tangkap tak jauh dari rumahnya Jumat malam sekitar pukul 20.00 WIB,” ujar Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Aris Wibowo.
Saat diinterograsi, pelaku Randi mengakui perbuatannya telah melakukan pencurian kendaraan korban bersama rekannya bernama Ragil yang saat ini masih dalam pengejaran. Bahkan, pelaku juga mengaku sepeda motor korban dijual kepada seorang penadah atas nama Jon Roberto seharga Rp 1,3 juta dan selanjutnya Roberto menggadaikannya pada Zulkarnain Torong.
“Setelah berhasil ditangkap, petugas melakukan pengembangan kasus untuk mencari barang bukti dari para penadahnya. Alhasil, seorang penadah (Zulkarnain Torong) ditangkap dari rumahnya Jalan Karya Bakti, Kelurahan Indra Kasih, Kecamatan Medan Tembung,” sebut Aris.
Namun, sambung Aris, ketika dilakukan pengembangan kasus ternyata pelaku Randi berhasil kabur dengan cara mendorong petugas. Karena kabur, petugas memberikan tembakan peringatan. Akan tetapi, pelaku Randi tak menghiraukannya dan terus mengambil langkah seribu.
“Kami terpaksa memberi tindakan tegas terukur dengan menembak kakinya. Selanjutnya, pelaku dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk diberikan perawatan,” terang Aris.
Ia menambahkan, barang bukti yang berhasil diamankan dari penadah (Zulkarnain Torong) yaitu sepeda motor milik korban Sumarno. Kemudian, Yamaha Mio warna biru BK 2981 KN, Honda Kharisma BK 6793 UA, Suzuki Spin BL 3583 JG, Yamaha Jupiter Z BK 5202 AEE, Vega RR BK 5027 AEA, Honda Vario tanpa plat, Yamaha Jupiter Z tanpa plat, 7 lembar STNK dan 3 buku BPKB.
“Pelaku dan penadah ditahan untuk proses hukum lebih lanjut dan kasusnya terus didalami,” pungkasnya. (ris/btr)
REKA ULANG:
Tersangka kasus pembunuhan Hakim PN Medan, Jamaluddin, memeragakan adegan saat rekonstruksi tahap dua di rumah almarhum di Perumahan Royal Monaco, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Kamis (16/1) lalu. Poldasu akan menggelar rekonstruksi tahap 3 pada Selasa (21/1/2020) besok.
Akan Dihadiri Massa Dharmayukti Karini Pengunjung
REKA ULANG:
Tersangka kasus pembunuhan Hakim PN Medan, Jamaluddin, memeragakan adegan saat rekonstruksi tahap dua di rumah almarhum di Perumahan Royal Monaco, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Kamis (16/1) lalu. Poldasu akan menggelar rekonstruksi tahap 3 pada Selasa (21/1/2020) besok.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Meski berkas perkara pembunuh Hakim Jamaluddin belum dilimpahkan ke pengadilan. Namun Pengadilan Negeri (PN) Medan sudah mempersiapkan ruangan untuk menyidangkan kasus itu.
Humas PN Medan Tengku Oyong mengatakan mengingat kasus pembunuhan hakim PN Medan cukup menyita perhatian publik, dikhawatirkan akan dipenuhi pengunjung, terutama kaum ibu.
“PN Medan sudah bersiap-siap untuk menggelar persidangan pembunuhan Hakim Jamaluddin, yang sangat dikhawatirkan adalah pengunjung emak-emak yang membludak,” ujar Oyong, Sabtu (15/2).
Sebab, kata dia, Dharmayukti Karini atau ikatan keluarga istri hakim, juga berkeinginan untuk mengikuti jalannya persidangan nanti. Sehingga persidangan akan ditempatkan di ruang yang lebih luas kapasitasnya.
“Sidang pertama kemungkinan digelar di ruang Cakra Utama dan akan kita evaluasi. Apakah pengunjung semakin banyak atau tidak,” jelasnya.
Ruang sidang Cakra Utama, memang sering digunakan untuk persidangan kasus-kasus yang jadi perhatian publik dan kasus korupsi. Meski demikian, Oyong belum bisa memastikan kapan perkara tiga pembunuh hakim Jamaluddin sampai ke PN Medan.
“Saat ini belum bisa saya pastikan. Hakimnya juga belum tahu siapa. Tapi bisa jadi saya, mungkin pak ketua, atau pak wakil,” ungkapnya.
Sebelumnya, polisi berhasil mengungkap kasus pembunuhan yang menewaskan Hakim PN Medan Jamaluddin pada Januari lalu. Polisi menetapkan tiga tersangka, yakni ZH yang merupakan istri kedua almarhum dan dua orang suruhannya JP dan RF.
Jamaluddin ditemukan tewas dalam mobilnya di sebuah jurang Dusun II Namo Rindang, Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, Jumat 29 November 2019. (man/btr)
EMPAT : Tersangka pengedar narkotika (kiri ke kanan) Muhammad Warsi, Agus Salim, Andi Supiatno, Ardiansah.
EMPAT : Tersangka pengedar narkotika (kiri ke kanan) Muhammad Warsi, Agus Salim, Andi Supiatno, Ardiansah.
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Satuan Reserse Narkoba Polres Langkat menangkap 4 orang tersangka diduga pemilik narkotika jenis sabu dalam gelar operasi Antik Toba 2020 di tempat berbeda pada akhir pekan lalu.
Dijelaskan Kasat Narkoba Polres Langkat AKP Adi Hariono ke empat orang tersangka itu ditangkap dalam waktu dan tempat yang berbeda. Tim Satres narkoba Langkat meringkus 4 tersangka masing-masing Muhammad Warsi (30) Warga Hinai Kanan Dusun VI Jalan Pemuda Kecamatan Hinai Langkat. Agus Salim (37) Jalan Cinta Rakyat Dusun V Desa Paluh Manis Kecamatan Gebang Kabupaten Langkat. Andi Supiyanto (45) Warga Dusun V Desa Stungkit Kecamatan Wampu Kabupaten Langkat. Ardiansah (37) Warga Dusun 1 Desa Batu Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat. Muhammad Warsi diringkus di Desa Hinai Kanan Dusun VI Jalan Pemuda Hinai.
“2 Tersangka masing-masing Andi Supiatmo dan Ardiansah ditangkap di Perkebunan Sawit Desa Setungkit Kecamatan Wampu dan rekan satunya lagi diringkus di SPBU Desa Kampung Cempa Hinai Langkat.” imbuhnya.
Sambung AKP Adi Hariono, penangkapan 4 tersangka tersebut berawal dari informasi masyarakat yang mengatakan ada warga yang diduga memiliki narkoba.
Dari ke 4 tersangka ditemukan barang bukti 1 bungkus plastik klip warna bening yang di dalamnya berisi diduga narkotika jenis sabu berat bruto 1,09 gram dan 1 unit timbangan elektrik. 4 bungkus plastik klip warna bening yang didalamnya berisi diduga narkotika jenis shabu berat bruto 0,94 gram. Kemudian 21 bungkus plastik klip warna bening di dalamnya berisi diduga narkotika jenis sabu berat bruto 2 gram dan 1 bungkus plastik klip ukuran sedang berisikan diduga narkoba jenis sabu berat bruto 0,85 gram kemudian 2 bungkus plastik klip warna bening didalamnya berisi diduga narkotika jenis shabu berat bruto 2 gram.
“ 4 orang tersangka pemilik narkoba tersebut bersama sejumlah barang buktinya telah diamankan di Mako Polres Langkat untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut dan pengembangan kasus,” kata AKP Adi. (yas/btr )
DITEMBAK: Dua terduga pengedar ganja Junaidi dan Handrik (ditembak) ditangkap.
DITEMBAK: Dua terduga pengedar ganja Junaidi dan Handrik (ditembak) ditangkap.
BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Dua orang terduga pengedar ganja Junaidi (55) Warga Jalan Rumah Potong Hewan, Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli dan Hendrik Susanto (39) warga Jalan Veteran, Pasar IV, Gang Ridho, Lingkungan 9, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli, ditangkap Satres Narkoba Polres Pelabuhan Belawan.
“Ada 148 bungkus ganja siap edar dan ganja kering seberat 1,75 Kg kita amankan dari kedua tersangka,” ujar Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan, AKP Juriadi Sembiring, Minggu (16/2).
Dikatakan, penangkapan berawal dari informasi dari masyarakat bahwa ada pengedar ganja kering beroperasi di kawasan Mabar wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan. Lalu personel melakukan penggerebekan dan penggeledahan di rumah Junaidi dan berhadil menemukan 76 bungkus ganja kering siap edar.
Saat ditangkap, Junaidi mengakui barang tersebut dibeli dari Hendrik Susanto. Lalu tim memancing dengan cara membeli 1 Kg ganja dari tersangka Hendrik. Saat mengantarkan barang, polisi langsung menangkapnya. Namun saat hendak dimasukkan ke dalam mobil, tersangka berusaha menendang seorang personel polisi, sehingga terjatuh dan tersangka berusaha melarikan diri.
“Petugas sudah memberikan tembakan peringatan, namun tidak diindahkan, sehingga tim terpaksa melakukan tembakan terukur ke kaki sebelah kanan tersangka Handrik karena tidak mengindahkan peringatan petugas,” ujar AKP Juriadi Sembiring.
Dari tersangka Junaidi, polisi berhasil mengamankan barang bukti sebanyak 76 bungkus ganja siap edar ditambah 2.5 ons ganja kering. Sedangkan dari tersangka Hendrik sebanyak 72 bungkus ganja kering siap edar, 1,5 Kg ganja kering, sebuah hekter, sebuah gunting, dan satu unit sepeda motor, sebut Juriadi. (net/btr)
DIRAWAT: Kapolres Karo menjenguk Aiptu Basmi yang dibacok pengeadar sabu.
DIRAWAT: Kapolres Karo menjenguk Aiptu Basmi yang dibacok pengeadar sabu.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Petugas Sat Narkoba Polres Tanah Karo menembak terduga pengedar sabu hingga tewas. Jeri Nando Ginting alias Ateng (36) nama tersangka bernasib naas itu wWarga Dusun Basam Desa Barus Julu Kecamatan Barus Jahe Kabupaten Karo ini terpaksa ditembak karena nekat membacok petugas yang hendak menangkapnya, Sabtu (15/2) sekitar pukul 16.00 WIB.
Akibat pembacokan tersebut, seorang personel Sat Narkoba Polres Karo, Aiptu Basmi Ginting kini dirawat di Rumah Sakit Umum Kabanjahe. Aiptu Basmi menderita luka menganga di pundak kirinya.
Kapolres Tanah Karo AKBP Benny R Hutajulu melalui Kasat Narkoba AKP Ras Maju Tarigan membenarkan peristiwa tersebut. AKP Ras Maju menjelaskan, semula tujuh personel Satres Narkoba Polres Tanah Karo melakukan upaya penangkapan terhadap tersangka di kediamannya.
Setiba di lokasi target penangkapan, ketujuh personel membentuk dua tim. Satu tim mengintai kendaraan roda empat tersangka yang parkir di depan rumah. Satu tim lainnya, termasuk Aiptu Basmi bertugas menggerebek rumah tersangka.
Di halaman rumah korban, personel Satres Narkoba Polres Tanah Karo lebih dulu membekuk kaki tangan Jeri berinisial DSS. Selanjutnya, Aiptu Basmi Ginting memasuki rumah melalui pintu depan yang terbuka. Meski telah mengenalkan diri dan memanggil tersangka, namun Jeri tak menggubrisnya.
Polisi lantas melakukan pencarian ke dalam rumah. Saat melakukan pencarian itulah, Aiptu Basmi tiba-tiba diserang Jeri menggunakan sebilah parang. Menurut AKP Ras Maju Tarigan, ada dua kali upaya tersangka melakukan pembacokan kepada anggotanya.
“Melihat tersangka mengayunkan parang, Aiptu Basmi berusaha menangkis hingga parang itu tersebut hanya mengenai pundaknya” ujar AKP Ras Maju.
Usai melukai Aiptu Basmi tersangka lantas melarikan diri. Personel lainnya kata AKP Ras Maju, sempat melepaskan tembakan peringatan.
“Tersangka melompat ke arah jurang sehingga (peluru) mengenai bagian punggung tersangka dan ia terjatuh,” ujarnya.
Ditegaskannya, saat itu juga personel membawa tersangka ke Rumah Sakit Umum Kabanjahe untuk mendapatkan pertolongan. Namun, setiba di rumah sakit, tersangka sudah dinyatakan meninggal dunia.
Adapun barang bukti narkoba yang disita dari tersangka 22,89 gram sabu dalam 26 kemasan, satu timbangan digital (eletrik), alat hisap berupa bong, dan plastik kemasan. Barang bukti disita dari jaket dan rumah tersangka. Polisi juga turut menyita sebilah parang yang digunakan membacok Aiptu Basmi. (deo/btr)
RAZIA: Polsek Sunggal menggelar razia dan mengamankan 7 pemain judi dan pecandu sabu.
RAZIA: Polsek Sunggal menggelar razia dan mengamankan 7 pemain judi dan pecandu sabu.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Personel Polsek Sunggal melakukan patroli mobile di wilayah hukumnya, Minggu (16/2) dinihari. Sejumlah lokasi yang dianggap rawan aksi kejahatan dan berkumpulnya anggota geng motor disisir petugas.
Dalam patroli kali ini, tim gabungan Unit Reskrim, Sabhara, Lantas, Binmas bersama Brimob mengamankan belasan unit sepedamotor tanpa dokumen. Selain itu, 7 orang pria yang sedang asyik bermain judi yang diamankan polisi.
Kegiatan patroli yang rutin di gelar setiap malam akhir pekan itu dimulai petugas di Jalan Sei Mencirim, Pasar V, Dusun VII, Desa Sei Mencirim.
Di sana petugas mengamankan 7 orang yang sedang bermain judi. “Kita mendapat informasi dari warga kalau di lokasi sering dijadikan tempat bermain judi. Masyarakat sekitar mengaku sudah sangat resah,”tutur Kasi Humas Polsek Sunggal, Aiptu Roni B Sembiring.
Selanjutnya, tim gabungan mengarah ke Jalan Binjai KM 16, Desa Serbajadi. Di sana polisi mengamankan Heni Gunawan, warga Jalan Abdul Kadir, Tandem yang diduga baru saja mengkonsumsi narkoba.
“Dari lokasi itu kita amankan seorang pria yang diduga baru saja mengkonsumsi narkoba. Selain itu kita amankan juga 2 buah timbangan, 2 buah kaca pyrex berisi sabu-sabu dan 1 paket sabu,”jelasnya.
Petugas juga mengamankan seorang pria bernama Desmon Pransisko Soregar, warga Jalan Serasi/Jalan Binjai KM 13, diduga anggota geng motor XL . “Selain itu 12 unit sepedamotor tanpa dokumen juga kita boyong ke Mako,” pungkasnya. (net/btr)
Milad Radio Jawa- Plt Walikota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi menghadiri acara Milad Radio Jawa (Raja) ke XIII di Jalan Tinta Medan, Minggu (16/2).
MEDAN, SUNUTPOS.CO – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution memperkenalkan diri di hadapan ratusan warga di acara Milad ke 13 Radio Jawa (Raja) 107,7 FM dan sekaligus Pelantikan Pengurus Raja/Satkom Raja 2020-2023 di Jalan Tinta Ujung, Medan, Minggu (16/2). Perkenalan tersebut, Akhyar menyapa menggunakan Bahasa Jawa.
“Terimakasih Mas Edi (Pendiri Raja FM) telah disampaikan ke saya. Baru ini saya dengar ada radio Jawa. Karena sebelumnya ada radio namanya Pasopoati. Sekarang sudah ada gantinya,” sebut Akhyar didampingi Kadis Pariwisata Agus Suriyono, Kadis Pertamanan dan Kebersihan Husni.
Dalam sambutannya, Akhyar mengungkapkan bahwa dirinya memang punya marga Nasution, turunan dari sang ayah. Namun ia tumbuh besar di kawasan Tanjung Mulia, yang dihuni mayoritas orang Jawa. Karena itu, dirinya bisa berbicara dengan logat Jawa.
“Yang penting semua (warga Jawa) bisa guyub (rukun). Apalagi jumlah warga Jawa di Kota Medan itu 33 persen (dari 2,3 Juta jiwa berdasarkan data BPS Sumut/Agustus 2019),” sebut Plt Wali Kota.
Jumlah yang besar dengan bermacam potensi yang bisa dikembangkan, Plt Wali Kota Medan menilai keberadaan radio dengan segmentasi tertentu serta wajah yang puya ciri khas budaya seperti Raja FM, harus dibina. Sebab industry kreatif seperti ini secara tidak langsung, akan mampu menguatkan perekonomian masyarakat. “Radio ini kan satu komunitas kreatif. Jadi dari sini, banyak orang yang mendengar, semakin besar peluang ekonomi. Tetapi kekuatan ini jangan dianggap politis. Yang penting guyub,” tambahnya lagi.
Begitu juga terkait pembinaan kebudayaan lanjutnya, Kota Medan yang multikultur perlu menampilkan ragam budaya masyarakat dari berbagai suku. Sehingga, terlihat bahwa ibukota Provinsi Sumatera Utara ini juga menjadi miniatur dari Indonesia, yang dihuni banyak etnis.
“Nanti kalau bisa, sebulan sekali ada pertunjukan di Lapangan Merdeka. Silahkan bicara dengan Kadis Pariwisata. Berbagai pertunjukan dibuat, bergantian. Bulan berikutnya apa. Begitu juga radio Raja, juga harus terus dikembangkan. Jangan ada perselisihan,” pesan Akhyar.
Mengakhiri sambutannya, Akhyar pun mengingatkan lagi soal kata ‘guyub’ bagi warga Jawa. Bahwa jumlah yang banyak atau mayoritas, bukan jaminan masyarakat itu bisa maju. Sebab yang penting adalah bagaimana bisa hidup rukun, baik dengan sesama suku Jawa, terlebih kepada suku lainnya.
“Jumlah banyak tetapi kuat, dan harus 100 persen guyub. Lebih baik sedikit tetapi diperhitungkan, daripada banyak tidak diperhitungkan. Intinya, kami senang menghadiri acara (kebudayaan) seperti ini, karena mencerminkan Kota Medan yang multicultural,” pungkasnya.
Sementara Pendiri sekaligus Ketua Umum Raja FM, Edi Kusnaedi alias Kewa menyampaikan terima kasih atas perhatian dari Pemko Medan di bawah kepemimpinan Akhyar Nasution. Dirinya berharap keberadaan radio ini bisa bekelanjutan hingga ke anak cucu.
“Karena itu kami mohon kepada pemerintah, agar bisa membina kami, membimbing kami. Karena sekarang kami ini bukan radio ‘kaleng-kaleng’, Raja FM sudah lebih baik,” kata Kewa.
Acara Milad tersebu juga dirangkaikan dengan Milad ke 6, Satkom Radio Raja. Ditandai pemotongan tumpeng oleh Plt Wali Kota Medan, serta santunan kepada anak yatim/piyatu. (*)
SOSIALISASI: Tambang Emas Martabe melakukan sosialisasi keselamatan berlalu lintas di SMP Negeri 2 Batangtoru.
SOSIALISASI: Tambang Emas Martabe melakukan sosialisasi keselamatan berlalu lintas di SMP Negeri 2 Batangtoru.
BATANGTORU, SUMUTPOS.CO – PT Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe berupaya untuk terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di sekitar. Pada perayaan Bulan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Tambang Emas Martabe mengenalkan dan menyosialisasikan praktik K3 kepada para pelajar di SMP Negeri 2 Batangtoru, Sabtu, 15 Februari 2020.
Direktur Operasional PT Agincourt Resources, Darryn McClelland, menyebutkan perayaan Bulan K3 di Tambang Emas Martabe tak hanya menyoal implementasi K3 untuk pertambangan berkelas dunia, tapi juga menularkan praktik tersebut kepada masyarakat. Adapun tema perayaan Bulan K3 pada tahun ini adalah “Optimalisasi Kemandirian Masyarakat Berbudaya K3 pada Era Revolusi Industri 4.0 Berbasis Teknologi Informasi”.
“Keselamatan adalah tentang kita, dan bagaimana kita sebagai manusia berinteraksi dengan lingkungan, baik di tempat kerja, maupun rumah. Kita semua harus memastikan bahwa kita mengerti dengan benar dan baik bagaimana menjaga keselamatan di manapun. Oleh karena itu, pada perayaan Bulan K3 tahun ini, kami ingin memperkenalkan dan menyebarluaskan mengenai praktik keselamatan pertambangan dan berlalu lintas kepada para pelajar di Batangtoru,” jelas Darryn McClelland.
Terkait dengan sosialisasi keselamatan berlalu lintas, Tambang Emas Martabe tak hanya menyosialisasikan bagaimana adab berkendara di jalan raya, tapi juga bagaimana menjaga keselamatan jika berjalan kaki, memiliki rumah di pinggir jalan raya, dan lainnya.
Pada kesempatan yang sama Tambang Emas Martabe juga menggelar Kompetisi Poster Keselamatan Indonesia dengan tema “Aku dan Keluargaku Aman dan Selamat” yang diikuti oleh ratusan pelajar di Batangtoru.
Darryn McClelland menjelaskan, secara internal, Tambang Emas Martabe berkomitmen untuk terus mempertahankan tidak ada kecelakaan yang mengakibatkan kehilangan jam kerja (Lost Time Injuries) sepanjang tahun ini. Tak hanya itu, perusahaan juga terus berupaya meningkatkan pemahaman para karyawan terhadap praktik K3.
“Sepanjang 2019, praktik keselamatan dan kesehatan kerja di Tambang Emas Martabe dan seluruh kontraktor telah mencapai skor 80,6% dan termasuk berkinerja baik berdasarkan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) Kementerian ESDM). Kami akan terus berupaya untuk meningkatkan kinerja tersebut pada tahun-tahun mendatang.”
Selain kegiatan-kegiatan di atas, Tambang Emas Martabe juga menggelar berbagai kompetisi internal seperti Lomba Penulisan Artikel, Lomba Poster Keselamatan, Lomba Foto dan Pesan Keselamatan, Lomba Video, dan Lomba Fitness Drill. Tak hanya itu, juga dilaksanakan upacara pembukaan Bulan K3, peragaan penyelamatan korban di ketinggian oleh Emergency Response Team (ERT) Tambang Emas Martabe, serta. seminar implementasi SMKP dengan pemateri mantan Kasubdit K3 Kementerian ESDM Eko Gunarto. (rel)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penyakit kanker dapat menyerang kapan saja, dimana saja, dan siapa saja tanpa mengenal batas usia. Demikian pula dengan pengobatan kanker, khususnya pada anak, juga harus tidak terbatas.
Untuk menyuarakan itu, ratusan relawan Smilingkids Foundation menggelar aksi simpatik memperingati Hari Kanker Anak Internasional mengusung tema #NoMoreBorders di persimpangan Jalan Raden Saleh dan Jalan Balai Kota Medan, tepatnya di depan Merdeka Walk, Sabtu (15/2). Meski diguyur hujan, para relawan berkaos hitam ini tetap semangat menggelar aksi dengan membentangkan spanduk dan poster serta membagi-bagikan brosur kepada pengguna jalan, guna mengajak masyarakat memberi dukungan kepada para anak penderita kanker, para survivors, dan orang tua mereka. “Fokus kita tahun ini #NoMoreBorders,” kata Jenny Ong, Ketua Smilingkids Foundation kepada wartawan.
Menurutnya, melalui hastag ini mereka ingin mengajak masyarakat dan pemerintah untuk ikut ambil bagian dalam mengurangi batas dan keterbatasan pengobatan serta prosedur perawatan terhadap anak-anak penderita kanker. “Karena anak adalah masa depan kita dan mereka berhak untuk mendapat pengobatan yang layak dan terbaik,” katanya.
Jenny mengungkapkan, Smilingkids Foundation banyak mendampingi anak-anak penderita kanker, dari berbagai daerah di Sumatera Utara, bahkan luar Sumatera Utara seperti Aceh. Diakuinya, saat ini masih terjadi keterbatasan pengobatan terhadap anak-anak pasien kanker tersebut. Termasuk prosedur BPJS yang dianggap masih menyulitkan pasien. Karenanya dia berharap, jangan ada lagi batasan dalam pengobatan terhadap anak-anak itu.
Menurut Jenny, hanya dengan pengobatan yang layak dan terbaik dapat mengurangi angka kematian anak-anak penderita kanker. “Karena perawatan yang terbaik adalah hak anak, jadi jangan ada lagi batasan untuk pengobatan bagi mereka, #NoMoreBorders,” tegasnya.
Sementara, Diana, seorang relawan yang ditemui saat aksi simpatik tersebut mengatakan, melalui aksi tersebut mereka berharap pemerintah tahu bahwa Smiling Foundation ingin memperjuangkan anak-anak yang sedang menderita kanker untuk pengobatan yang lebih baik dan tidak terbatas.
“Jangan ada batasan, Kami ingin terus dilakukan inovasi-inovasi yang lebih baik lagi untuk pengobatan kanker anak, dimana nantinya tingkat kesembuhan kanker pada anak dapat lebih tinggi lagi. Artinya kami mau pemerintah lebih perhatian terhadap anak penderita kanker, karena di Indoensia tingkat kesembuhan kanker itu masih rendah, beda dengan luar negeri,” katanya.
Diketahui, berdasarkan data WHO, setiap tahun di seluruh dunia, 300 ribu anak di bawah 18 tahun menderita kanker. Dan 80 persen anak-anak ini tinggal di negara miskin dan menengah termasuk Indonesia, di mana tingkat kelangsungan hidup mereka hanya mendekati 20 persen. Karenanya, target WHO pada tahun 2030, tingkat kelangsungan hidup anak-anak penderita kanker bisa mencapai 60 persen.
Sementara, usai menggelar aksi simpatik di depan Merdeka Walk, para relawan Smilingkids Foundation melanjutkan aksinya ke Rumah Sakit Murni Teguh mengunjungi anak-anak penderita kanker yang sedang dirawat. Mereka bermaksud menghibur dan memberi semangat pada anak-anak itu, sekaligus membagikan buah-buahan. (adz)