27 C
Medan
Saturday, January 24, 2026
Home Blog Page 4495

Bupati Apresiasi Polres Langkat Menjaga Keamanan

ARAHAN: Asisten I Pemkab Langkat, Abdul Karim menyampaikan arahan dalam Rakor pelaksanaan Sensus Penduduk tahun 2020. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS
ARAHAN: Asisten I Pemkab Langkat, Abdul Karim menyampaikan arahan dalam Rakor pelaksanaan Sensus Penduduk tahun 2020. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS
ARAHAN: Asisten I Pemkab Langkat, Abdul Karim menyampaikan arahan dalam Rakor pelaksanaan Sensus Penduduk tahun 2020. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS
ARAHAN: Asisten I Pemkab Langkat, Abdul Karim menyampaikan arahan dalam Rakor pelaksanaan Sensus Penduduk tahun 2020.
ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Bupati Terbit Rencana PA mengapresiasi kinerja jajaran Polres Langkat, dalam memerangi peredaran narkoba, tindakan kriminal serta menjaga kondusifitas di Kabupaten Langkat.

Hal itu disampaikan Terbit Rencana PA saat menerima kunjungan Waka Polres Langkat, Kompol Delami Saleh bersama Kanit Tipikor Iptu Zulkarnaen Ginting, Kamis (13/2).

Bupati yang didampingi Sekdakab Langkat Dr.H.Indra Salahudin Mkes, MSi dan Inpektorat H.Amril termasuk Kabag Humas Mahardika dan Kabag Umpel Eka Syahputra Depari, juga mengucapkan terimakasih atas pengabdian Kapolres AKBP Dody Hermawan dalam melayani masyarakat.

“Kepada Kapolres yang baru, AKBP Edy Suranta Sinulingga dapat meningkatkan keamanan dan ketentraman di Langkat, terlebih dalam memerangi peredaran narkoba,”pintanya.

Sementara itu, Wakapolres Langkat mengharapkan bupati untuk datang dalam acara pisah sambut Kapolres AKBP Dody Hermawan dan AKBP Edy Suranta Sinulingga yang akan digelar pada 26 Februari 2020 mendatang. (yas/han)

Brimob dan BPBD Binjai Gotong-Royong Bersihkan DAS Mencirim

BERSIHKAN:BPBD dan Brimob Binjai membersihkan sampah di bawah Jembatan Mencirim . TEDDY AKBARI/SUMUT POS
BERSIHKAN:BPBD dan Brimob Binjai membersihkan sampah di bawah Jembatan Mencirim . TEDDY AKBARI/SUMUT POS
BERSIHKAN:BPBD dan Brimob Binjai membersihkan sampah di bawah Jembatan Mencirim . TEDDY AKBARI/SUMUT POS
BERSIHKAN:BPBD dan Brimob Binjai membersihkan sampah di bawah Jembatan Mencirim . TEDDY AKBARI/SUMUT POS

SUMUTPOS.CO – Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Daerah Sumatera Utara bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Binjai bergotong-royong membersihkan Daerah Aliran Sungai (DAS) Mencirim.

Komandan Batalyon A Pelopor Satbrimobdasu AKBP Boy Sutan Siregar bersama Kepala BPBD Binjai Ahmad Yani turun langsung dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan ini sebagai kepedulian sekaligus mengajak masyarakat tidak buang sampah sembarangan di sungai, dan bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan dengan cara melakukan mitigasi, pencegahan, kesiapsiagaan dan pengurangan resiko bencana.

Satgas BPBD mengerahkan puluhan personel dan 6 perahu karet perlengkapan. Sementara Yon A Pelopor Satbrimobdasu menerjunkan personel 1 pleton.

Kegiatan ini merupakan sesuai arahan dari Komandan Korps Brimob. Adalah Program Aman Nusa.

AKBP Boy Siregar berpesan kepada seluruh jajarannya, agar selalu melakukan hal positif ke masyarakat luas.

“Ini adalah salah satu program dari Komandan Korps Brimob dan juga salah satu Program Aman Nusa. Semoga kegiatan kemanusiaan ini akan terus berlanjut,” seru jebolan Akademi Kepolisian 2001 lalu ini.

Brimob dan BPBD Binjai bersinergi bekerjasama dengan baik melakukan pembersihan puing-puing sampah yang menumpuk di bawah Jembatan Mencirim, Jalan Diponegoro, Binjai Timur. Sementara, Kepala BPBD Binjai, Ahmad Yani menyambut baik hal tersebut.

Kedepan, kata dia, BPBD Kota Binjai akan terus bekerjasama dengan Brimob dan jajaran untuk melakukan upaya pencegahan banjir.

Selain menyambut baik, Yani juga bangga kepada Boy Siregar. “Danyon terus koordinasi dari jauh hari, yang sangat semangat untuk langsung turun ke lokasi sungai Jembatan Mencirim,” jelas dia.

BPBD mengimbau, agar masyarakat yang bermukim di bantaran DAS Mencirim untuk tidak membuang sampah sembarang ke sungai.

“Demi mencegah terjadi kebanjiran di areal tersebut. Ayo jaga kelestarian lingkungan dengan cara melakukan mitigasi pencegahan, kesiapsiagaan dan pengurangan resiko bencana. Semoga dengan kecintaan warga tidak membuang sampah di bantaran sungai, dapat menjadi contoh bagi kita semuanya,” tukasnya. (ted/han)

PSMS Hadapi Gumarang

GAME INTERNAL: Para penggawa PSMS Medan saat menjalani latihan dengan game internal di Stadion Mini Kebun Bunga Medan, baru-baru ini.
GAME INTERNAL: Para penggawa PSMS Medan saat menjalani latihan dengan game internal di Stadion Mini Kebun Bunga Medan, baru-baru ini.
GAME INTERNAL: Para penggawa PSMS Medan saat menjalani latihan dengan game internal di Stadion Mini Kebun Bunga Medan, baru-baru ini.
GAME INTERNAL: Para penggawa PSMS Medan saat menjalani latihan dengan game internal di Stadion Mini Kebun Bunga Medan, baru-baru ini.

SUMUTPOS.CO – PSMS Medan akan melakukan ujicoba dengan Gumarang FC di Stadion Teladan Medan, Senin (17/2) sore.

Manajer PSMS Mulyadi Simatupang, mengungkapkan hal tersebut di Kota Medan, Jumat (14/2). Menurutnya, pertandingan ini sebagai persiapan jelang laga ujicoba melawan klub Liga 1, Persiraja Banda Aceh, yang bakal digelar di Banda Aceh, 21 Februari 2020 mendatang.

“Sebelum lawan Persiraja, tim akan ujicoba dengan Gumarang,” ungkap Mulyadi.

Gumarang dinilai tim yang cukup kuat, terbukti bisa menahan imbang Penang FA dalam ujicoba di Stadion Mini Kebun Bunga Medan, belum lama ini.

“Gumarang kami nilai punya kualitas. Buktinya mereka bisa menahan imbang Penang FA, saat ujicoba belum lama ini,” imbuh Mulyadi.

Sementara Pelatih PSMS, Philip Hansen menjelaskan, skuad besutannya terus melakukan persiapan menjelang kick-off Liga 2 2020, di antaranya dengan berlatih internal game. Menurutnya, perkembangan kerja sama tim sudah meningkat. Namun tim masih membutuhkan laga ujicoba dengan tim Liga 1. Tapi sebelumnya, akan menjajal klub Liga 3, Gumarang.

“ Ada sejumlah pemain yang baru bergabung, seperti Sutanto Tan. Saya ingin memadukan kekompakan tim melalui ujicoba dengan tim lokal, sebelum menghadapi Persiraja,” jelasnya.

Sementara itu, Pengurus Gumarang, Hengky menyatakan kesiapan timnya meladeni PSMS.

“PSMS kan sedang persiapan Liga 2, mereka tim kuat, namun kami siap meladeninya,” pungkasnya terpisah. (dek/saz)

Terima Hasil Survey Ombudsman Tahun 2019, Taput Masuk Zona Kuning

TAPUT, SUMUTPOS.CO – Bupati Taput Drs Nikson Nababan, MSi didampingi Sekda Indra Sahat Simaremare menerima Hasil Survey Kepatuhan Pelayanan Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2019 yang diserahkan oleh Kepala Ombudsman RI Perwakilan Wilayah Sumatera Utara Abyadi Siregar, di Ruang Kerja Bupati, Tarutung, Kamis (13/2).

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Wilayah Sumatera Utara Abyadi Siregar mengatakan Ombudsman bertugas mengawasi pelayanan publik oleh Instansi Pemerintah termasuk pihak-pihak yang dibiayai oleh negara. Tujuannya adalah untuk mencegah mall administrasi dan mendorong peningkatan pelayanan publik sesuai UU 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.

“Melalui pertemuan ini, kita berharap agar Kepala Daerah sebagai pembina pelayanan publik untuk harus melakukan evaluasi apabila pelayanan publik OPD bernilai buruk. Survey tahun 2019 di Kabupaten Tapanuli Utara pada OPD Dinas Dukcatpil, Dinas Kesehatan, Disnaker, Dinas Lingkungan Hidup, Badan Perijinan dan Dinas Sosial dengan hasil akumulasi belum memuaskan (zona kuning),”ujarnya. Dijelaskannya, Tahun 2019 Ombudsman telah melakukan survey di 13 Kabupaten/Kota dan 1 provinsi, selanjutnya tahun ini survey akan dilakukan pada seluruh Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara.

“Rendahnya kepatuhan pelayanan publik kemungkinan akan mengakibatkan mall administrasi sehingga rentan kepada indikasi korupsi. Kegiatan kita saat ini sebagai upaya dalam meningkatkan pelayanan kita sehingga kepuasan masyarakat semakin tercapai, memacu untuk perbaikan ke depan. Setiap OPD terkait harus menyusun, menetapkan dan mempublikasikan Standard Pelayanan Publik tersebut agar diketahui masyarakat yang hendak berurusan. Mari bekerja sesuai standard yang telah ditetapkan. Ayo kita perbaiki pelayanan kita,” akhir paparan Abyadi Siregar.

Sementara itu, Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababan menekankan agar setiap OPD yang melayani publik tersebut untuk semakin meningkatkan kualitas kerjanya.

“Sistem kinerja OPD terkait harus lebih transparan, setiap OPD harus memiliki ruang tunggu dan petugas informasi serta penerima pengaduan, standard pelayanan harus terpublikasi kepada masyarakat dan ditempelkan di kantor. Saya tunggu laporan hasil tindak lanjut sampai dalam sebulan ini.Tahun ini harus ada peningkatan Pelayanan Publik,” tegas Bupati

Bupati juga menjelaskan bahwa fokus kerjanya di beberapa sektor seperti pada sektor kesehatan adalah peningkatan pelayanan Puskesmas 24 jam, memiliki IGD termasuk pelayanan bebas pasung di Rumah Sehat Jiwa Kecamatan Pangaribuan serta layanan PSC yang bebas biaya antar jemput pasien di dalam kabupaten.

“Saya berterima kasih atas kunjungan Ombudsman ini, kita sadar masih banyak yang harus dibenahi dari sisi administrasi. Saya berharap tahun ini Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara memperoleh hasil yang meningkat hingga nilai zona hijau. Kita perlu tingkatkan kerja keras agar pelayanan publik semakin memuaskan. OPD harus melakukan pendataan yang baik, lengkap dengan dokumentasi hasil kerjanya,” tambah Bupati.

Pertemuan yang dihadiri Staf Ahli Bupati, Asisten dan para pimpinan OPD ini, diawali dengan paparan oleh Kepala Perw. Wilayah Sumut dan menjelaskan bagaimana Ombudsman melakukan pengawasan. (rel/des/ram)

Bupati Taput Tinjau Kondisi Pascakebakaran di Batu Manuppak Pangaribuan

BINCANG: Bupati Taput Drs Nikson Nababan, MSi Pimpinan OPD, Camat Pangaribuan, David Nainggolan saat meninjau lokasi pascakebakaran di Batu Manumppak Pangaribuan, Jumat (14/2).
BINCANG: Bupati Taput Drs Nikson Nababan, MSi Pimpinan OPD, Camat Pangaribuan, David Nainggolan saat meninjau lokasi pascakebakaran di Batu Manumppak Pangaribuan, Jumat (14/2).
BINCANG: Bupati Taput Drs Nikson Nababan, MSi Pimpinan OPD, Camat Pangaribuan, David Nainggolan saat meninjau lokasi pascakebakaran di Batu Manumppak Pangaribuan, Jumat (14/2).
BINCANG: Bupati Taput Drs Nikson Nababan, MSi Pimpinan OPD, Camat Pangaribuan, David Nainggolan saat meninjau lokasi pascakebakaran di Batu Manumppak Pangaribuan, Jumat (14/2).

TAPUT, SUMUTPOS.CO – Bupati Tapanuli Utara Drs Nikson Nababan, MSi didampingi beberapa Pimpinan OPD, Camat Pangaribuan, David Nainggolan meninjau kondisi pembenahan pascakebakaran di Batu Manuppak Kecamatan Pangaribuan. Usai meninjau, Bupati dan rombongan mangupa upa serta menghibur korban musibah dan masyarakat, di Balai Desa Batu Manumpak, Jumat (14/2).

Dalam kesempatan itu, Nikson Nababan secara langsung membagikan dokumen administrasi kependudukan berupa KTP dan Kartu Keluarga (KK) yang turut hangus dalam kebakaran dan langsung diterbitkan dokumen yang baru oleh Dinas Catatan Sipil. Bahkan, Nikson juga mengecek dan memastikan kesiapan dan kesiagaan mobil pemadam kebakaran.

Nikson menjelaskan, aturan yang sekarang apabila ada bencana, bantuannya di transfer kepada korban. Ini menjadi kendala karena korban tidak bisa secepat mungkin menerima bantuan karena harus melalui prosedur.

“ Jadi kita akan merubah ini kembali seperti sebelumnya dengan aturan spesifikasi kerusakan dengan besarnya bantuan sehingga bisa langsung dimanfaatkan korban tidak lama sesudah kejadian,” ujarnya.

Bupati Nikson mengatakan bahwa semua masyarakat harus berhati-hati dalam menggunakan listrik dan elpiji. Karena, bencana tidak akan bisa dihindari oleh siapapun. Oleh karena itu, selain berhati-hati, menyerahkan diri pada Tuhan adalah jalan yang terbaik.

”Tuhan yang menghibur semua dan melipatgandakan rejeki kita semua,” ujar Bupati mengakhiri.

Korban kebakaran, Marasin Gultom mengungkapakn rasa terima kasihnya kepada bupati yang bersedia hadir dan menghibur masyarakat. (des/ram)

“Terimakasih Bapak Bupati, kami sangat bahagia atas kehadiran Bapak di sini. Sebelumnya juga ibu Bupati sudah datang menghibur kami. Sehat sehat Bapak terus dalam memimpin dan membangun masyarakat Tapanuli Utara. Semakin bijaksana Bapak dan diberkati oleh yang Kuasa dalam memimpin Tapanuli Utara ini,” ujarnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh tokoh masyarakat, Maraduan Gultom. Menurutnya, perhatian ini akan meringankan beban masyarakat secara mental, karena mereka tahu pemimpin mereka peduli pada mereka. (rel/des/ram)

Ricuh Antar-Pelajar di Tapteng, Mobil Bawaslu Jadi Korban

BERJAGA: Personel Polres Pandan berjaga usai kericuhan antarpelajar di Jalan Hazairin, Tapteng. (Tapteng), Sumatra Utara, Jumat siang (14/2).
BERJAGA: Personel Polres Pandan berjaga usai kericuhan antarpelajar di Jalan Hazairin, Tapteng. (Tapteng), Sumatra Utara, Jumat siang (14/2).
BERJAGA: Personel Polres Pandan berjaga usai kericuhan antarpelajar di Jalan Hazairin, Tapteng. (Tapteng), Sumatra Utara, Jumat siang (14/2).
BERJAGA: Personel Polres Pandan berjaga usai kericuhan antarpelajar di Jalan Hazairin, Tapteng. (Tapteng), Sumatra Utara, Jumat siang (14/2).

PANDAN, SUMUTPOS.CO – Kericuhan terjadi antar pelajar di Jalan Hazairin, Kelurahan Sibuluan Terpadu, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatra Utara, Jumat siang (14/2).

Sekelompok pelajar dari sekolah SMK Negeri 3 Sibolga mendatangi sekolah SMK Swasta Maduma berjarak ratus an meter dari sekolah mereka, hingga kemudian terjadi sa ling lempar batu. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kepala Sekolah SMK Swasta Maduma, Diego Sitanggang, mengatakan, kejadian itu di saat jam pelajaran usai sekitar pukul 12.00 WB.

Dia menduga, peristiwa itu dilatarbelakangi akibat adanya seorang pelajar SMK Negeri 3 Sibolga yang mengaku dikeroyok pada Minggu (9/2/2020) di Hajoran. Pelakunya diduga oknum pelajar SMK Swasta Maduma.

“Pelajar yang diduga korban pengeroyokan itu siang tadi bersama teman-temannya mendatangi sekolah kita ini. Kemudian sekolah kita ini mereka lempari dengan batu,” kata Diego kepada wartawan saat ditemui di sekolahnya.

Menurut Diego, kedatangan sekelompok pelajar dari SMK Negeri 3 Sibolga itu diduga untuk mencari pelaku pengeroyokan.

Dia mengatakan, bahwa oknum pelajar yang dicurigai melakukan pengeroyokan itu sudah diinterogasi, namun tidak mengakuinya.

“Tadi siswa kita yang dituding melakukan pengeroyokan itu sudah kita tanyai, dan dia mengatakan tidak ada melakukannya (pengeroyokan),” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Wakil Kepala Sekolah SMK Negeri 3 Sibolga, Amiruddin Manik.

Peristiwa itu katanya, diduga berawal dari seorang siswanya yang menjadi korban pengeroyokan di Hajoran, Minggu lalu yang diduga dilakukan oknum pelajar SMK Swasta Maduma.

Kapolsek Pandan, Iptu Zulkarnaen Pohan bersama anggota yang langsung turun ke lokasi berhasil meredam emosi pelajar yang terlibat kericuhan dibantu para guru dari kedua belah pihak sekolah.

Dampak dari kejadian tersebut, Mobil operasional Bawaslu Kota Sibolga, Sumatra Utara, No Pol BB 1137 GF ikut menjadi sasaran batu saat terjadi aksi kericuhan tersebut.

Darwis Sibarani Anggota Bawaslu Kota Sibolga saat ditemui wartawan mengatakan mobil itu awalnya ia parkir di teras rumahnya tepat berada di seberang jalan depan sekolah SMK Swasta Maduma, lokasi terjadinya saling lempar batu tersebut. Tetapi, karena kerusakannya hanya kecil, dia menolak untuk melapor pada polisi. (bbs/ram)

Kabag UKPBJ Humbahas Dicopot, DAK TA 2019 Rp11 Miliar Balik ke Pusat

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Perencanaan proyek yang tidak dilakukan pada awal tahun, dana APBN tahun anggaran 2019 lalu dari sektor DAK fisik ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Humbang Hasundutan sebanyak Rp 11.650.771,000,00 dari total pagu DAK fisik yang diterima sebanyak Rp 42.463.242.000,00 balik ke pusat.

Baliknya dana APBN itu, dibenarkan oleh Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Humbang Hasundutan, Benard Simamora kepada wartawan, belum lama ini.

“Memang benar ada beberapa paket pekerjaan di bidang kita yang bersumber dari DAK 2019 gagal tender,” kata Benard dikantornya.

Benard menjelaskan, DAK fisik dari total pagu yang diterima sebanyak Rp 42.463.242.000,00 terdiri dari DAK fisik sumber daya air senilai Rp 7.038.831.000,00, DAK fisik jalan Rp 35.424.411.000,00, yang bisa terserap Rp 30.812.471.000,00. Sedangkan, Rp 11.650.771,000,00 terdiri dari DAK fisik bidang sumber daya air sebesar Rp 2.000.771.000,00 dan DAK fisik bidang jalan sebesar Rp 9.650.000.000,00, yang gagal tender.

Menurut dia, pagu sebesar Rp11.650.771,000,00, masalahnya dikarenakan lambatnya Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) melaksanakan proses tender. Sementara, pihaknya sudah menyampaikan surat untuk permohonan pelaksanaan penyedia barang dan jasa dipertengahaan awal tahun untuk ditenderkan.

Dia menyebut, tanggal 20 Mei 2019 permohonan penyediaan barang dan jasa bidang sumber daya air dan tanggal 23 Mei 2019 permohonan penyediaan barang dan jasa bidang jalan. “Jadi kenapa sampai gagal, itu pihak UKPBJ yang tahu. Kita penting sudah sampaikan atau kita surati,” tandasnya.

Sementara, Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD), Jhon Harry Marbun, terkesan tertutup mengenai total pagu dana APBN tahun 2019 lalu dari sektor DAK fisik yang balik kepusat.

“Masalah berapa totalnya, tidak ada sama kita, tanyakan saja langsung ke OPD masing-masing,” tukas Kepala Bidang Akuntansi dan Perbendaharaan, Batara Siregar.

Senada juga disampaikan, Kepala Bidang Anggaran Badan Pendapatan Pengelolaan dan Aset Daerah (BPKPAD), Maradu Napitupulu. “ Bukan ke aku konfirmasinya, ke bidang Akuntansi dan Perbendaharaan,” elaknya saat dijumpai diruang kerjanya.

Diduga, akibat tidak terserapnya dana APBN tahun anggaran 2019 lalu dari sektor DAK fisik, Benthon Lumbangaol, mantan Kepala Bagian Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh, Renward Henry.

Benthon dicopot dari jabatanya pada tanggal 6 Januari 2020 dengan nomor keputusan Bupati Humbang Hasundutan, 824/0013/BKD/2020 dan kini sebagai Kepala Bidang Kawasan Permukiman Dinas Perumahaan dan Kawasan Permukiman. “ Pak Benthon tidak disini lagi,” ujar salah satu staf UKPBJ.

Terpisah, Ketua Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Kabupaten Humbang Hasundutan, Lambok Situmeang menyayangkan banyaknya uang itu dari dana APBN tahun anggaran 2019 dari sektor DAK fisik kembali kepusat.

“Tidak terserapnya dana sebesar itu sebenarnya patut disayangkan karena sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk pembangunan jembatan, jalan, sekolah dan irigasi,” kata Lambok.

Menurut Lambok, ada dua faktor penyebab gagalnya tender, diantaranya komitmen kepala daerah yang tidak peduli dan pelaksanaan lelang. Sebab, bila lelang untuk sebuah proyek dilaksanakan pada awal tahun, tentu anggaran akan terserap. Tapi jika kalau pada pertengahaan tahun justru sering gagal karena lelang proyek itu tidak selalu mulus sering gagal sehingga waktu bisa molor.

Untuk itu, diharapkannya, di tahun 2020 ini, pemerintah serius untuk menggunakan dana APBN tanpa lagi tidak tersalurkan. “ Yang kasihan itu masyarakat jika tidak tersalurkan padahal mafaatnya banyak untuk pembangunan di Humbang Hasundutan,” imbuhnya. (des/ram)

Pemerhati Pendidikan Minta Sekolah Hentikan Pungutan SPP

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Pemerhati Pendidikan, Roy Simamora dan Lambok Situmeang, secara terpisah meminta Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan status negeri di wilayah Humbang Hasundutan menghentikan pungutan uang sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) yang dibebani ke siswa, karena hal tersebut melanggar aturan.

Roy Simamora mengatakan, secara aturan pihak sekolah dilarang memungut biaya kepada siswa dalam bentuk apapun. Hal tersebut ditegaskanya, melihat adanya pungutan SPP di sekolah SMA 1 Dolok Sanggul dan SMA 1 Parlilitan.

“Dengan adanya penetapan angka nominal untuk setiap siswa yang bersifat wajib dan rutin setiap bulannya dapat diartikan dana tersebut adalah pungutan. Sementara, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud nomor 75 tahun 2016) tentang komite sekolah mengatur batas-batas penggalangan dana yang boleh dilakukan oleh komite sekolah,” ujarnya.

Dijelaskannya, Permendikbud nomor 75 tahun 2016 pasal 12 ayat B komite sekolah, baik perseorangan maupun kolektif dilarang melakukan pungutan dari peserta didik atau orangtua/walinya.

Sementara, di pasal 10 ayat (2) komite sekolah diperbolehkan melakukan penggalangan dana dan sumber daya pendidikan lainnya berbentuk bantuan atau sumbangan bukan pungutan. Kemudian, bantuan atau sumbangan memiliki arti berupa pemberian sesuatu berupa uang barang maupun waktu dan sifanya tidak dipatok, temporer, sukarela dan fakultatif

“ Jelas di Permendikbud nomor 75 batas-batas penggalangan dana yaitu berazaskan gotong royong. Artinya, sekolah diperbolehkan melakukan penggalangan daan berupa sumbangan pendidikan, bantuan pendidikan dengan tidak mengikat dan bukan pungutan,” tegas Roy, Jumat ( 14/2).

Roy menjelaskan, kalaupun ada kesepakatan sekolah, komite dan orangtua siswa untuk menanggulangi kekurangan sekolah, perlu mencari solusi yang lain. Misalnya, sebutnya, dana CSR dari perusahaan.

“ Jadi jika ada namanya disebut pungutan, itu sama saja namanya pungli dan sudah masuk ke praktik tindak pidana korupsi,” bebernya.

Untuk itu, dia berharap, agar sekolah yang sudah sempat memungut uang dengan dalih bentuk sumbangan pembinaan pendidikan untuk segera dikembalikan kepada orangtua siswa. “Tidak ada alasan karena kesepakatan komite sekolah ke orangtua siswa, karena itu sudah melanggar aturan. Sementara dana BOS sudah ada, yang ada itu dipergunakan sebaik mungkin,” imbuhnya.

Ketua Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) setempat, Lambok Situmeang meminta kepada pihak sekolah yang sudah menerima dalam bentuk uang sumbangan pembinaan pendidikan untuk segera dikembalikan kepada siswa. Pasalnya, hal itu memberatkan orangtua, walaupun hanya Rp25 ribu persiswa, selain melanggar aturan Permendikbud nomor 75 tahun 2016 tentang komite sekolah.

“Dana BOS kan sudah ada, itu saja dipergunakan sebaik mungkin. Jangan memungut biaya dengan dalih banyaknya masalah disekolah, padahal jelas melanggar aturan,” sebutnya.

Penggalangan dana dan sumber daya pendidikan lain oleh komite sekolah dilakukan dalam bentuk bantuan atau sumbangan sukarela. Dengan kata lain, bukan dalam bentuk pungutuan melalui keputusan komite sekolah. Dan keseluruhan prosesnya juga dipertanggungjawabkan secara transparan. “Jadi jelas pungutan uang SPP ini mengikat, padahal Permendikbud 75 batas-batas meminta sumbangan sudah ada,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, ada dua Sekolah Menengah Atas (SMA) didaerah Kabupaten Humbang Hasundutan melakukan pungutan kepada siswa berupa uang sumbangan pembinaan pendidikan (SPP). Kedua sekolah itu, SMA Negeri 1 Dolok Sanggul dan SMA Negeri 1 Parlilitan.

Kedua sekolah ini memungut biaya uang sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) dengan jumlah yang sama sebesar Rp 25 ribu. Adapun tujuannya, seperti SMA Negeri 1 Dolok Sanggul, uang sosial, kegiatan ekstra yang tidak ditampung didana BOS dan penggajian guru honorer yang tidak ada surat penugasan dari Provinsi.

Sama halnya juga SMA Negeri 1 Parlilitan, yaitu, pendanaan kegiatan hari besar dan pembayaran gaji guru honor yang tidak memiliki penugasan dari Provinsi. Namun, SMA Negeri 1 Parlilitan menerapkan kutipan uang SPP mengambil acuan dari Peraturan Pemerintah bernomor 48 tahun tentang pendanaan pendidikan atas keterlibatan orangtua siswa. (des/ram)

1.383 Tewas Akibat Corona, Wabah Diperkirakan Berakhir April

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Korban meninggal dunia akibat virus corona atau COVID-19 terus bertambah. Data per Jumat (14/2), kematian telah mencapai 1.492 jiwa di seluruh dunia, dan pasien terinfeksi mencapai 64.291 kasus, menurut data Johns Hopkins CSSE.

Di luar Mainland China, epidemi virus corona juga menjalar ke pelbagai negara. Kasus kedua terbanyak berada di Singapura dengan 58 kasusn

Posisi ketiga ditempati oleh Hongkong dengan 56 kasus, menyusul Thailand dengan 33 kasus, 29 kasus di Jepang, Korea Selatan dengan 28 kasus, dan 19 kasus di Malaysia.

Ada juga Taiwan yang memiliki 18 kasus, 16 kasus di Jerman dan Vietnam, 15 kasus di Australia, Amerika Serikat dengan 15 kasus, Perancis 11 kasus, 10 kasus di Macau, 9 kasus di Inggris, Uni Emirat Arab dengan 8 kasus, Kanada 7 kasus.

Sedangkan Italia, Filipina, dan India hanya ada 3 kasus sejauh ini. Dengan 2 kasus di Rusia dan Spanyol, serta masing-masing 1 kasus di Nepal, Cambodia, Belgium, Finlandia, Swedia, dan Sri Lanka.

Penyakit COVID-19 dengan virus bernama SARS-CoV-2 sendiri sudah menghantui dunia sejak Desember 2019. Penyebaran pertama kali berasal dari Wuhan, Provinsi Hubei, China dan menjalar ke seluruh dunia.

Namun menurut riset S&P Global, wabah virus corona ini diperkirakan akan berakhir pada April 2020. Beberapa analis lain memperkirakan skenario terburuknya virus ini akan berakhir pada bulan Mei 2020.

Penyakit COVID-19 sendiri adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Saat ini memang belum ada vaksin untuk mencegah infeksi 2019-nCoV atau virus corona. Namun World Health Organisation (WHO) merekomendasikan agar sebaiknya melakukan tindakan pencegahan sederhana untuk mengurangi penularan virus.

Sementara itu, Badan PBB juga menyarankan agar semua orang untuk melakukan hal berikut:

-Sering-seringlah mencuci tangan mereka dengan gosok berbasis alkohol atau air hangat dan sabun.

-Tutupi mulut dan hidung dengan siku atau jaringan yang tertekuk saat bersin atau batuk.

-Hindari kontak dekat dengan siapa pun yang menderita demam atau batuk.

-Cari pertolongan medis awal jika demam, batuk dan kesulitan bernapas, dan bagikan riwayat perjalanan dengan penyedia layanan kesehatan.

-Hindari kontak langsung dan tanpa perlindungan dengan hewan hidup dan permukaan yang bersentuhan dengan hewan ketika mengunjungi pasar langsung di daerah yang terkena dampak.

-Hindari makan produk hewani mentah atau kurang matang dan berhati-hati saat memegang daging mentah, susu, atau organ hewani untuk menghindari kontaminasi silang dengan makanan mentah.

Kemenkes Siapkan 2 laboratorium

Meski Indonesia masih nol kasus positif corona, Kementerian Kesehatan telah bersiaga. Salahsatunya dengan menyiapkan laboratorium untuk mendeteksi virus SARS CoV-2.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemenkes RI, dr. Siswanto, MHP, DTM menjelaskan peranan Laboratrium Litbangkes dalam menghadapi virus corona. Saat ini, di Laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) telah menyiapkan dua lab yang digunakan untuk menangani kasus virus corona, yakni lab klinis dan public health lab.

“Lab klinis biasanya digunakan untuk mendapatkan diagnosis penyakit seseorang, untuk memberikan pengobatan. Sedangkan public health lab digunakan untuk mendiagnosis suatu penyakit yang berpotensi menjadi wabah, sehingga dapat memberikan tindakan yang efektif untuk melindungi masyarakat,” jelas dr. Siswanto pada Kamis (13/2) di Aula Gedung A, Fakultas Univesitas Indonesia, Depok.

Kemampuan lab telah sesuai dengan standard dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Pada Senin (10/02) lalu, terdapat sebanyak 64 spesimen virus corona (Covid-19) dari 16 provinsi, seperti DKI Jakarta, Bali, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, Sulawesi Utara, DIY, Kalimantan Barat, Jambi, Papua Barat, NTB, Kepulauan Riau, Bengkulu, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Tenggara yang dikirimkan ke Lab Balitbangkes.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 62 spesimen negatif virus corona dan 2 spesimen masih dalam proses pemeriksaan. “Kami menerima spesimen terlebih dahulu, yang dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan spesimen tersebut. Hasilnya akan diberitahukan kepada Ditjen P2P Kemenkes dan mereka segera melaporkannya kepada WHO,” dr. Siswanto menjelaskan proses pemeriksaan spesimen, Kamis (13/2).

Untuk mengetahui seseorang terinfeksi virus corona (Covid-19), Balitbangkes melakukan pemantauan di semua pintu masuk dan mengambil tiga spesimen.

“Orang yang sedang dalam pemantauan di pintu masuk akan diberikan kartu kewaspadaan kesehatan atau kartu kuning,” kata dr. Siswanto pada kesempatan yang sama. Dia juga menambahkan “Kalau sudah suspect akan diambil spesimennya dengan benar.”

Karena virus ini berkaitan dengan infeksi saluran pernapasan, jadi ada tiga spesimen, yaitu nasofaring, sputum, dan serum. “Nah ini banyak yang salah paham. Pemeriksaan spesimen tidak menggunakan kapas karena masih ada DNA-nya. Jadi, yang benar adalah dengan menggunakan dakron,” dr. Siswanto meluruskan kesalahpahaman.

Hingga saat ini, tidak ditemukan masyarakat Indonesia yang positif terinfeksi virus corona (Covid-19). Oleh karena itu, Kemenkes menyarankan kepada masyarakat agar tidak panik dalam menanggapi kasus ini.

WNI Kru Diamond Princes Aman

Sementara itu, pasien yang positif Virus Corona alias COVID-19 di kapal pesiar Diamond Princess di Jepang telah bertambah 44 orang. Kini totalnya mencapai 218 penumpang yang sudah terinfeksi.

Melansir Fox News, Jumat (14/2), pihak pengelola kapal pesiar tengah sibuk agar para penumpang bisa meninggalkan kapal untuk dikarantina fasilitas khusus. Otoritas kesehatan Jepang setuju pada langkah ini.

Ada 78 WNI di atas kapal pesiar itu. Kementerian Luar Negeri Indonesia berkata kondisi mereka masih sehat. “Tidak ada WNI yang infected. 78 WNI sampai saat ini dalam keadaan sehat,” ujar Direktur Pelindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia, Kemlu Judha Nugraha.

KBRI Tokyo juga sudah mengirimkan bantuan seperti minuman sachet rasa jeruk, kecap, dan mie instan gelas.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan 78 WNI di Kapal Pesiar Diamond Princess telah selesai menjalani masa karantina yang dilakukan pemerintah Jepang. Mereka dinyatakan bebas dari Virus Corona.

“Untuk WNI 78 di Diamond, dinyatakan sehat. Mereka sudah selesai masa observasi, dan harusnya tak ada lagi perlakuan khusus buat mereka,” kata Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes Vensya Sitohang di Kantor Staf Presiden hari Rabu. (bbs/net)

Sebut Virus Corona Masuk ke Medan, RSUP HAM: Hoaks

SEBAR HOAX: Pria penyebar hoaks lewat video melalui media sosial.
SEBAR HOAX: Pria penyebar hoaks lewat video melalui media sosial.
SEBAR HOAX: Pria penyebar hoaks lewat video melalui media sosial.
SEBAR HOAX: Pria penyebar hoaks lewat video melalui media sosial.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Di Medan, warganet dihebohkan dengan beredarnya sebuah video, yang menyebut virus corona sudah masuk ke Kota Medan.

Dalam video berdurasi 49 detik itu, seorang laki-laki yang mengenakan kemeja hitam dan masker abu-abu, duduk di dalam mobil kursi depan samping sopir, mengaku mendapatkan informasi dari rekannya yang bekerja sebagai tenaga medis, bahwa ada pasien yang terjangkit corona tengah dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP HAM) Medan.

“Saya mendapat informasi dari rekan medis bahwa penyakit corona sudah masuk ke wilayah Medan, Sumatera Utara. Tepatnya, pasien tersebut sedang dirawat di Rumah Sakit Adam Malik. Buat seluruh teman-teman yang mendengarkan pesan ini, tolong keluar rumah tetap waspada dengan menggunakan masker,” ujar pria yang mengenakan cincin di jari manis kiri itu.

Pria itu juga mengatakan, kurangi kontak fisik disaat menjenguk orang yang dirawat di rumah sakit. Selain itu, kurangi juga kontak fisik disaat bertegur sapa dengan teman-teman, baik itu yang berkunjung ke rumah maupun bertemu di tengah jalan. “Dan, paling penting adalah utamakan dengan mengingat Ketuhanan Yang Maha Esa agar dilindungi dari penyakit yang mencekam dan marabahaya,” ujar laki-laki yang belum diketahui identitasnya itu.

Menanggapi video itu, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik (HAM), Medan, Kassubag Humas RSUP HAM Rosario Dorothy Simanjuntak (Rosa) membantah keras. Ia menyatakan, sampai sejauh ini rumah sakit milik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tersebut belum ada merawat pasien suspect COVID-19 (corona).

“Hoaks, tidak benar kabar tersebut. Kami juga telah mengklarifikasi di media sosial facebook dan lainnya,” ujar Rosa.

Ia meminta kepada siapapun agar tidak menyebarkan berita hoaks karena dapat meresahkan dan menimbulkan kepanikan di masyarakat. “Bagi pihak-pihak yang sering menyebarkan hoaks terkait virus corona, kami minta untuk berhenti menyebarkan informasi tidak benar yang dapat meresahkan dan menimbulkan kepanikan di masyarakat,” tukasnya.

Senada disampaikan Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut dr Aris Yudhariansyah. Kata Aris, yang disampaikan seorang pria dalam video itu adalah berita bohong. “Sampai saat ini belum ada satupun kasus COVID-19 yang ditemukan di wilayah Sumut,” tegasnya.

Disebutkan Aris, untuk di luar China, sejauh ini hanya ada satu kasus kematian saja, yakni di Filipina. “Jadi, untuk Indonesia termasuk Sumut, sejauh ini belum ada satupun kasus konfirmasinya,” tandas dia. (ris)