26 C
Medan
Sunday, January 25, 2026
Home Blog Page 4496

Peserta Ujian SKD Wajib Tunjukkan e-KTP Asli atau Suket, Terlambat, Otomatis Gugur

TINJAU Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution mengecek komputer yang akan digunakan peserta ujian SKD CPNS 2019 saat meninjau lokasi ujian di SMPN 1 Medan, Kamis (13/2). Pemko Medan akan melaksanakan ujian SKD mulai hari ini, Sabtu (15/2).
TINJAU Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution mengecek komputer yang akan digunakan peserta ujian SKD CPNS 2019 saat meninjau lokasi ujian di SMPN 1 Medan, Kamis (13/2). Pemko Medan akan melaksanakan ujian SKD mulai hari ini, Sabtu (15/2).
TINJAU Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution mengecek komputer yang akan digunakan peserta ujian SKD CPNS 2019 saat meninjau lokasi ujian di SMPN 1 Medan, Kamis (13/2). Pemko Medan akan melaksanakan ujian SKD mulai hari ini, Sabtu (15/2).
TINJAU: Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution mengecek komputer yang akan digunakan peserta ujian SKD CPNS 2019 saat meninjau lokasi ujian di SMPN 1 Medan, Kamis (13/2). Pemko Medan akan melaksanakan ujian SKD mulai hari ini, Sabtu (15/2).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemko Medan menggelar ujian seleksi kompetensi dasar (SKD) bagi para calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2019 di SMP Negeri 1 Medan, Jalan Bunga Asoka, Asam Kumbang, mulai hari ini, Sabtu (15/2) hingga Senin (17/2) mendatang. Saat mengikuti ujian, para peserta diwajibkan menunjukkan e-KTP/kartu keluarga (KK) atau surat keterangan (Suket) perekaman E-KTP asli yang masih berlaku.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Kota Medan, Muslim Harahap mengatakan, pelaksanaan ujian SKD sudah siap digelar. “Hari Rabu (12/2) lalu, saya turut mendampingi Plt wali kota meninjau persiapan ujiannya di SMP Negeri 1 Medan. Alhamdulillah semua berjalan dengan baik,” kata Muslim kepada Sumut Pos, Jumat (14/2).

Menurutnya, nanti akan ada empat ruangan di lantai 2 yang digunakan untuk mengikuti ujian dengan sistem CAT. “Komputer dan jaringannya juga sudah tersedia, ada 270 unit yang sudah standby, 200 untuk digunakan dan 70 untuk cadangan sebagai antisipasi,” jelasnya lagi.

Dikatakan Muslim, sebanyak 2.386 peserta akan bersaing untuk memperebutkan 193 formasi yang telah dibuka Pemko Medan dan disetujui Badan Kepegawaian Negara (BKN). Dalam satu hari, ujian akan berlangsung dalam 4 gelombang.

Untuk mengantisipasi terjadinya pemadaman listrik saat ujian berlangsung, Pemko Medan melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan telah berkoordinasi dengan PLN. Bahkan, PLN sudah menyediakan masin genset untuk antisipasi jika terjadi pemadaman listrik.

Muslim juga mengingatkan kepada seluruh peserta, jangan sampai terlambat selama proses ujian. Jika ada yang terlambat, dipastikan tidak akan diperkenankan masuk ke ruangan untuk mengikuti ujian dan secara otomatis dinyatakan gugur.

“Kita tegas. Bagi yang terlambat, tak boleh masuk lagi ke ruangan mengikuti ujian, sebab akan mengganggu peserta yang lain. Secara otomatis, mereka yang terlambat langsung kita nyatakan gugur. Maka kita imbau mereka harus datang selambatnya 1 jam sebelum waktu ujian. Besok gelombang pertama akan dimulai pukul 08.00 WIB, kita imbau peserta supaya datang jam 07.00 WIB, begitu juga gelombang berikutnya dan hari berikutnya,” ujarnya.

Ditambahkannya, setiap peserta hanya boleh membawa kartu ujian dan e-KTP asli atau surat keterangan (suket) asli dari Disdukcapil atau Kartu Keluarga asli. “Apabila peserta ujian tidak bisa menunjukkan asli e-KTP/KK maupun asli surat keterangan perekaman e-KTP asli yang masih berlaku, maka peserta yang bersangkutan tidak dapat mengikuti ujian SKD,” tegas Muslim.

Sebelumnya, kata Muslim, memang disebutkan kalau peserta juga dapat menunjukkan kartu identitas lain seperti SIM atau pasport seperti dalam pengumuman No.800/107 tanggal 30 Januari 2020 tentang Jadwal Pelaksanaan SKD CPNS di lingkungan Pemko Medan Tahun Anggaran 2019 pada angka 3 huruf b. “Persyaratan ini ternyata berubah. Artinya, peserta yang mengikuti ujian SKD wajib menunjukkan asli e-KTP/KK serta surat keterangan perekaman E-KTP yang masih berlaku. Untuk itu, kita berharap kepada seluruh peserta agar tidak lupa membawanya sehingga dapat mengikuti ujian SKD,’’ ungkapnya lagi.

Di samping itu, tambah Muslim, para peserta juga dilarang membawa buku-buku dan catatan lainnya, termasuk kalkulator, handphone, kamera dalam bentuk apapun, jam tangan, pensil maupun bolpoin. Lalu imbuhnya, peserta juga dilarang membawa makanan dan minuman, apalagi senjata api maupun senjata tajam.

“Saat ujian berlangsung peserta dilarang bertanya ataupun berbicara dengan sesama peserta ujian. Peserta ujian juga dilarang menerima ataupun memberikan sesuatu kepada peserta ujian lain tanpa seizin panitia selama ujian berlangsung. Selain itu juga para peserta dilarang keluar ruangan ujian, kecuali memperoleh izin dari panitia. Serta selama ujian berlangsung, para peserta dilarang merokok di dalam ruangan ujian,” terangnya.

Terkait proses belajar-mengajar di SMP Negeri 1 Medan, Muslim memastikan akan tetap berjalan normal. “Kita sudah koordinasi dengan kepala sekolahnya, SKD tak mengganggu proses belajar di sana. Jadi, para siswa tetap belajar seperti biasa, tidak diliburkan. Empat ruangan yang akan kita pakai untuk SKD juga bukan ruang belajar yang biasa dipakai para siswa, letaknya pun dilantai 2 dan cukup jauh dari ruang belajar para siswa. InsyaAllah tak ada masalah,” tuturnya.

Terakhir, lanjut Muslim, kepada seluruh peserta diminta untuk memperisiapkan diri sebaik mungkin. Sebab, kemampuan masing-masing peserta yang akan menentukan lulus atau tidaknya dalam ujian SKD nanti. Selain itu, ia juga memastikan tidak ada peluang untuk berbuat curang. Saat ini, katanya, ke empat ruangan ujian telah disegel, sebab server berasal dari BKN sehingga tidak boleh siapapun untuk membukanya, segel baru akan dibuka saat ujian dilakukan.

“Jadi kita pastikan tidak akan ada kecurangan, tidak ada ‘permainan’ dalam ujian nanti. Semua peserta ujian kita imbau untuk mempersiapkan diri dengan baik, istirahat yang cukup dan jangan terlambat. Bagi seluruh peserta yang akan mengikuti pelaksanaan SKD CPNS Pemko Medan di SMP Negeri 1 Medan mulai besok hingga Senin nanti, kami ucapkan selamat mengikuti ujian,” tutupnya.

Akhyar Tinjau Lokasi Ujian

Sebelumnya, Rabu (12/2) lalu, Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution meninjau lokasi ujian CPNS di SMP Negeri 1 Medan. Peninjauan dilakukan untuk mengecek seluruh kesiapan, termasuk empat ruangan yang akan digunakan untuk ujian.

Keempat ruangan yang digunakan untuk ujian berada di lantai dua. Akhyar meninjau satu persatu ruangan didampingi Kepala BKN Regional VI Medan English Nainggolan, Kepala BKD dan PSDM Kota Medan Muslim Harahap, Kadis Lingkungan Hidup Syarif Armansyah Lubis, Sekretaris Dinas Kebersihan dan Pertamanan Fahri Matondang, Kabag Humas Setdako Medan Arrahman Pane serta Camat Medan Selayang, Sutan Tolang Lubis.

“Alhamdulillah, berdasarkan hasil peninjauan yang kita lakukan, persiapan untuk ujian CPNS di lingkungan Pemko Medan sudah cukup baik. Artinya, kita sudah siap untuk melaksanakan ujian CPNS tersebut. Kita harapkan para peserta dapat mempersiapkan diri dengan baik sehingga berhasil dalam ujian nanti,” kata Akhyar.

Akhyar optimis pelaksanaan ujian berjalan dengan lancar, termasuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya pemadaman listrik. Pemko Medan melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan kata Akhyar, telah berkoordinasi dengan pihak PLN. “Bahkan, pihak PLN juga telah menyediakan mesin genset untuk antisipasi apabila listrik mati. Insya Allah, ujian berjalan dengan lancar,” ungkapnya.

Kepada seluruh peserta, Akhyar kembali mengingatkan untuk percaya dengan kemampuan masing-masing. Ditegaskannya, hasil ujian ditentukan oleh para peserta ujian sendiri. “Siapkanlah diri dengan baik, anda lah yang menentukan lulus atau tidaknya dalam ujian nanti, bukan Wali Kota, Kepala Regional BKN VI Medan maupun Kepala BKD & PSDM Kota Medan,” tegasnya.(map)

Dipastikan Bebas Virus Corona, 238 Peserta Observasi di Natuna Pulang Kampung

PULANG: WNI yang menjalani masa observasi di Natuna foto bersama sebelum dipulangkan ke kampung masing-masing.
PULANG: WNI yang menjalani masa observasi di Natuna foto bersama sebelum dipulangkan ke kampung masing-masing.

SUMUTPOS.CO – Hari ini 238 orang warna negara Indonesia dari Hubei, Tiongkok, dan 47 orang tim penjemput yang diobservasi di Pangkalan Terpadu TNI di Natuna, akan kembali ke daerahnya. Pemerintah daerah diharapkan membantu dalam proses kepulangan. Empat orang di antaranya merupakan warga Sumut.

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pernyataan jelang pemulangan WNI dari Wuhan dan sekitarnya yang sudah menjalani observasi di Natuna. Jokowi memastikan bahwa 285 orang yang telah menjalani observasi selepas evakuasi dari Provinsi Hubei, Tiongkok dalam kondisi sehat. ’’Siap kembali berkumpul bersama keluarga,’’ katanya saat berada di Magelang kemarin.

Dia mengatakan seluruh WNI tersebut telah menjalani masa observasi selama 14 hari di Natuna. Ketentuan masa karantina itu sesuai dengan protokol kesehatan yang dibuat oleh WHO. Jokowi mengatakan protokol WHO itu diikuti pemerintah secara ketat.

’’Karantina di Natuna juga ketat, diawasi, dicek harian. Sekarang sudah 14 hari, memang protokolnya seperti itu,’’ jelasnya. Jokowi juga menepis kekhawatiran mengenai kondisi mereka selepas kembali ke tengah-tengah keluarga dan masyarakat. Dia menegaskan ketika hari ini (15/2) diputuskan para WNI itu dipulangkan ke rumah masing-masing, sudah dipastikan telah melalui prosedur kesehatan.

Sekretaris Ditjen P2P Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto, menyatakan seluruh peserta observasi ingin cepat pulang. Sebagian mereka adalah mahasiswa yang kuliah di Hubei. “Mereka ingin cepat pulang dan ingin melanjutkan studinya di Wuhan,” tuturnya.

Perkuliahan sudah dimulai meski kota tersebut dalam kondisi lockdown. “Kuliah dengan metode online,” imbuh Yuri.

Dia menyatakan bahwa kepulangan 285 orang yang diobservasi ini tak perlu ditunda. 14 hari masa observasi sudah sesuai dengan ketentuan badan kesehatan dunia, WHO. “Mereka datang dalam kondisi sehat. Jadi untuk apa mereka kami tahan-tahan untuk bertemu dengan keluarga. Tidak ada yang harus dibatasi,” tuturnya.

Rencananya hari ini Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menko PMK Muhadjir Effendy, dan Kepala BNPB Doni Monardo akan menjemput 285 peserta observasi. Mereka berangkat dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju Bandara Raden Sajad, Natuna, pukul 07.00. Estimasi perjalanan 1 jam lebih sedikit.

Ada 3 pesawat milik TNI Angkatan Udara yang akan digunakan. Dua Boeing dan satu Herkules. Tiga pesawat ini yang sebelumnya digunakan untuk menjemput peserta observasi yang terbang dari Batam menuju Natuna.

“Sabtu pagi juga dilakukan pengecekan kesehatan terakhir. Setelah itu menyiapkan mereka kembali ke Jakarta,” ungkap Yuri. Pemeriksaan ini untuk memastikan mereka dalam keadaan sehat. Selama ini, pemeriksaan kesehatan rutin dilakukan. Ada tenaga medis dalam masa observasi.

“Ada keinginan masyarakat Natuna untuk melepas mereka dengan upacara adat,” tuturnya.

Pukul 12.00 persiapan menuju pesawat. Satu jam setelahnya mereka akan terbang kembali ke Jakarta. Menteri dan pejabat yang ikut dalam pesawat tersebut. Di Bandara Halim Perdanakusuma, Anggota DPR Komisi IX dan perwakilan pemerintah daerah ikut menyambut. “Pemerintah juga akan menyerahkan krunya PT Lion Group yang ikut menjemput dan turut dikarantina,” ungkapnya.

Pekerjaan tak berhenti di sini. Hangar tempat observasi pun harus dibersihkan. Kementerian Kesehatan akan melakukan disinfeksi. “Ditutup tiga hari hingga seminggu,” bebernya.

Sebelumnya, Kepala BNPB Doni Monardo menyatakan pemerintah telah menyiapkan tiket bagi peserta observasi yang akan pulang ke daerahnya. Namun jika ada yang ingin bermalam, pemerintah akan menyiapkan akomodasi selama di Jakarta.

Doni juga menyatakan bahwa Menko PMK Muhadjir Effendy akan menggelar pertemuan dengan warga Natuna. Pertemuan ini sebagai wujud terima kasih kepada warga yang mendukung adanya pusat observasi di Natuna.

Deputi bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Agus Suprapto menyatakan bahwa sudah ada koordinasi dengan pemerintah daerah melalui Kementerian Dalam Negeri. Dia menyatakan bahwa kemarin dilaksanakan rapat dengan Dinas Kesehatan popinsi dan kabupaten untuk menyambut peserta observasi dari Natuna. “Jatim paling banyak (peserta observasi, Red),” tuturnya.

Di Jawa Timur, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur secara kontinyu berkoordinasi dengan tim Kementerian Kesehatan. “Kami akan kawal betul proses pemulangannya. Memastikan ke 65 orang tersebut bisa kembali sehat dan kembali berkumpul dengan keluarganya,” katanya kemarin.

Dari 238 WNI yang dibawa pulang dari Wuhan Tiongkok, sebanyak 65 di antaranya berasal dari Jawa Timur. Rinciannya dari Sidoarjo tiga orang, Surabaya 34 orang, Tuban satu orang, Banyuwangi satu orang, Bojonegoro satu orang, Bondowoso satu orang, Gresik satu orang, dan Jember satu orang. Selain itu, Kediri empat orang, Lamongan dua orang, Lumajang empat orang, Malang tujuh orang, Pamekasan satu orang, Ponorogo satu orang, dan Probolinggo tiga orang.

Khofifah mengatakan, masyarakat Jawa Timur tidak perlu hawatir berlebihan dalam merespon kepulangan peserta observasi. Dia memastikan seluruh WNI tersebut dalam kondisi sehat. “Kementerian Kesehatan sudah melakukan observasi selama 14 hari dan tidak ada satupun dari mereka yang menunjukkan gejala terinfeksi virus corona. Mereka mengantongi surat keterangan sehat dari Kemenkes, jadi tidak perlu hawatir,” ungkapnya.

Wakil Presiden Ma’ruf Amin juga menyatakan kondisi mereka aman dan bisa berbaur denga masyarakat di kampung halaman kembali. Dia mengatakan masa observasi selama 14 hari itu sesuai dengan masa inkubasi. “Artinya setelah 14 hari, dianggap sudah tidak terpapar atau terjangkit virus itu,” kata Ma’ruf di kantor Wakil Presiden.

Ketua Umum MUI itu mengatakan masa inkubasi itu harus dipahami oleh masyarakat. Supaya masyarakat tidak ketakutan untuk menerima mereka di tengah-tengah kampung halaman. Dia menegaskan kriteria inkubasi 14 hari itu sudah sama dengan jaminan dari WHO. “Kalau sudah 14 hari tidak terjangkit berarti sudah aman,” jelasnya.

Untuk upaya deteksi, Ma’ruf mengatakan pemerintah terus melakukannya. Dia menegaskan mendeteksi seluruh masyarakat Indonesia yang mencapai 260 juta jiwa tentu tidak mungkin. Untuk itu yang dilakukan pemeriksaan hanya untuk orang yang menunjukkan indikasi-indikasi tertentu.

Menlu Retno Marsudi mengatakan sampai saat ini belum ada rencana evakuasi WNI dari Tiongkok. Meskipun begitu pemerintah terus memantau dari perwakilan yang ada di sana. Retno berharap pemerintah Tiongkok bisa melakukan penanganan wabah virus ini dengan baik.

Di sisi lain, Garuda Indonesia memperkuat upaya antisipatif penyebaran virus corona dengan melakukan disinfeksi armada. Tujuannya untuk memastikan aspek kebersihan kabin pesawat dan sterilisasi terhadap kuman. Tindakan ini dilakukan khususnya pada armada yang sebelumnya melayani penerbangan dari dan menuju Tiongkok.

Direktur Operasi Garuda Indonesia Capt Tumpal M Hutapea mengatakan, “Upaya tersebut dilakukan sejalan dengan peningkatan epidemi virus corona disejumlah negara. Komitmen ini kami lakukan untuk memperkuat upaya ansitipatif penyebaran virus khususnya pada lini layanan transportasi udara,” ungkapnya.

Adapun disinseksi armada tersebut dilakukan dengan melakukan penyemprotan cairan disinfektant di kabin pesawat sesuai dengan prosedur. Proses disinfeksi tersebut juga dilakukan di area kargo pesawat. Awak pesawat Garuda Indonesia yang bertugas pada rute Tiongkok juga melakukan prosedural pemeriksaan kesehatan rutin di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) bandara pada saat sebelum dan setelah bertugas. (wan/lyn/jpg)

Rutan Kelas IIB Kabanjahe Dibakar: 42 Sidang Tertunda

MENYALAMI: Kapolda Sumut menyalami warga binaan Rutan Kelas IIB Kabanjahe setelah dievakuasi ke Mapolres Tanah Karo, Rabu (12/2) lalu.
MENYALAMI: Kapolda Sumut menyalami warga binaan Rutan Kelas IIB Kabanjahe setelah dievakuasi ke Mapolres Tanah Karo, Rabu (12/2) lalu.
MENYALAMI: Kapolda Sumut menyalami warga binaan Rutan Kelas IIB Kabanjahe setelah dievakuasi ke Mapolres Tanah Karo, Rabu (12/2) lalu.
MENYALAMI: Kapolda Sumut menyalami warga binaan Rutan Kelas IIB Kabanjahe setelah dievakuasi ke Mapolres Tanah Karo, Rabu (12/2) lalu.

KARO, SUMUTPOS.CO – Kerusuhan yang berujung pembakaran Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Rabu (12/2) lalu, berdampak terhadap penundaan jalannya persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Kabanjahe. Sebanyak 42 jadwal persidangan harus tertunda hingga pekan depan.

“Kemungkinan sidang akan normal dan digelar kembali pada Senin (17/2) depan,” kata Kasi Intel Kejari Karo, Arif Kadarman saat dikonfirmasi, Jumat (14/2)n

Dikatakan Arif, pasca kejadian, pihaknya telah berkordinasi dengan Ketua PN Kabanjahe. Jadwal sidang Senin-Kamis, hari Jumat tidak ada sidang. Atas kejadian peristiwa kemarin itu, penundaan sidang hanya berlangsung selama dua hari.

Ditambahkan Arif, selama ini Kejari Karo menitipkan tahanan sebanyak 124 orang yang di Rutan Kabanjahe. Beberapa di antaranya masih tahap dua (belum dilimpah). Sehubungan itu, pihaknya menyatakan telah berkoodinasi lebih lanjut dengan Polres Tanah Karo, agar para tahanan dititip sementara di polres atau polsek terdekat.

Seperti diketahui, untuk memudahkan proses persidangan, khusus untuk tahanan yang perkaranya belum berkekuatan hukum tetap tidak dikirim ke luar Kabupaten Karo. Namun mereka dititip di tahanan Polres Karo dan polsek jajarannya. “Senin depan persidangan sudah normal kembali. Kita akan menjemput para tahanan tersebut,” tandasnya.

Sementara itu, untuk mempercepat perbaikan Rutan Kabanjahe, pihak Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Karo (KLH) Karo melakukan pembersihan dan sisa puing yang terbakar dari lokasi. Kepala Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Radius Tarigan mengtakan pihaknya sudah tiga hari bekerja di lokasi. “Kita upayakan hari ini agar puing-puing dampak dari dibakarnya Rutan tersebut bisa diselesaikan agar tahanan yang masih dalam pengamanan Polres Karo, dan akan segera dipindahkan kembali ke sini,”jelas Radius.

Kepala Rutan Klas IIB Kabanjahe Simson Bangun mengatakan, setelah melakukan pengecekan, masih ada blok yang masih layak huni. Karena itu, dalam waktu dekat ini, para tahanan bisa langsung dipindah ke sana. “Jerejak besi sudah dilas, dan instalasi listrik sudah terpasang semua. Kita kondisikan sesegera mungkin pihak Dinas Lingkungan Hidup juga sudah sangat membantu dalam menanggani sampah dan puing yang timbul pasca kejadian, “ tandasnya.

///Tiga Titik Api Penyebab Kebakaran

Sementara, ditemukan tiga titik api dari bahan kertas dan pakaian yang dibakar sebagai penyebab terbakarnya Rutan Kelas IIB Kabanjahe, Rabu (12/2) lalu. Hal ini terungkap dari pengakuan 22 orang saksi yang 15 diantaranya telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Mereka mengakui, terbakarnya Rutan Kelas II B Kabanjahe dari aksi pembakaran kertas dan baju milik tahanan,” kata Kasat Reskrim Polres Tanah Karo, AKP Sastrawa Tarigan kepada wartawan, Jumat (14/2).

Dari pengakuan tersangka kepada juru periksa, kata AKP Sastrawan Tarigan, ada tahanan yang melakukan pembakaran pada satu titik dengan menggunakan kertas dan baju di dekat ruang besuk. Dua titik lainnya di sekitar ruang tahanan perempuan. Hingga kemarin sore, Polres Tanah Karo masih menetapkan 15 tersangaka walau sudah memeriksa 22 orang saksi awal.

“Saksi awal sudah kita periksa 22 orang. Dua orang sipir dan 20 dari tahanan. Hingga sore ini, masih 15 tersangka yang ditetapkan. Semuanya tahanan Rutan Kabanjahe, yang mayoritas berlatar belakang kasus narkotika. Hari ini memang ada pegawai Rutan Kabanjahe yang dimintai keterangannya, namun belum selesai. Jadi belum dapat saya berikan stetmen,” ujar Sastrawan. (deo)

Waka Polri Minta Wujudkan Pilkada Aman

Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono
Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono
Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono
Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono

PADANG, SUMUTPOS.CO – Polarisasi di tengah masyarakat saat proses pemilihan kepala daerah (pilkada) berlangsung merupakam hal wajar dalam negara demokrasi. Namun, perbedaan pilihan tersebut jangan sampai menimbulkan aksi anarkis hingga diskriminasi.

“Selesai Pilkada bersalaman lagi. Tugas Kapolda di daerah masing-masing untuk mengamankan jalannya pesta demokrasi dengan berbagai program pengamanan,” kata Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Gatot Eddy Pramono, usai memberikan kuliah umum di Universitas Andalas (Unand), Padang, Jumat (14/2).

Menurut jenderal berdarah Minang itu, Kapolda harus memastikan pilkada serentak 2020 berjalan dengan lancar, aman dan terkendali. Dia juga mengajak semua elemen masyarakat, termasuk pihak kampus harus menjaga perbedaan demi kesatuan dan persatuan bangsa.

“Mahasiswa menjadi pencerah di tengah polarisasi masyarakat. Akademisi dan kampus juga harus hadir sebagai pencerahan. Memberikan pandangan-pandangan yang mencerahkan sehingga demokrasi berjalan dengan baik,” tuturnya.

Sementara itu, Rektor Unand Yuliandri mengatakan tantangan bangsa saat ini menyasar ekonomi. Kemudian persoalan agama, budaya dan politik yang tidak bisa dipisahkan.

“Masalah-masalah ini bisa memicu permasalahan baru. Seperti persoalan ekonomi yang bisa menimbulkan perpecahan,” katanya.

Persoalan politik juga berpotensi besar menimbulkan perpecahan. Banyak yang menggunakan isu sensitif, berpikir praktis untuk memenangkan konsestasi.

“Banyak lagi persoalan bangsa ke depannya. Tantangan perguruan tinggi menjadi kampus merdeka, milenial hari ini harus diberi ruang sebaik-baiknya,” pungkasnya. (bbs/azw)

Kapolres Sergai Talkshow on Air Radio: Masalah Pilkada Jangan Sampai Memecah Belah

TALKSHOW: Kapolres Sergai AKBP R Simatupang SH MHum (kiri) di Studio Radio Sergai FM Pemerintah Sergai, di Desa Firdaus Kecamatan Sei Rampah, Serdang Bedagai. Kamis(13/2).
TALKSHOW: Kapolres Sergai AKBP R Simatupang SH MHum (kiri) di Studio Radio Sergai FM Pemerintah Sergai, di Desa Firdaus Kecamatan Sei Rampah, Serdang Bedagai. Kamis(13/2).
TALKSHOW: Kapolres Sergai AKBP R Simatupang SH MHum (kiri) di Studio Radio Sergai FM Pemerintah Sergai, di Desa Firdaus Kecamatan Sei Rampah, Serdang Bedagai. Kamis(13/2).
TALKSHOW: Kapolres Sergai AKBP R Simatupang SH MHum (kiri) di Studio Radio Sergai FM Pemerintah Sergai, di Desa Firdaus Kecamatan Sei Rampah, Serdang Bedagai. Kamis(13/2).

SERDANG BEDAGAI, SUMUTPOS.CO – Kapolres Serdang Bedagai (Sergai), Kapolres Sergai AKBP R Simatupang SH MHum melakukan Talkshow on Air di Radio Sergai 92,50 FM di Studio Radio Sergai FM Pemerintah Sergai, di Desa Firdaus Kecamatan Sei Rampah, Serdang Bedagai, Kamis(13/2). Dalam talk show itu, Kapolres Sergai membahas kamtibmas dan jelang Pilkada serentak 2020.

Turut hadir dalam kesempatan itu, Sekertaris Dinas Kominfo Sergai, Mhd Fadhil Isa, Kabid PIKP Dinas Kominfo Sergai Kamaluddin Saragih, Ps Kasubbag Humas IPDA Zulfan Ahmadi SH dan penyiar Radio Budi.

Kapolres Sergai AKBP R Simatupang menyampaikan Comander Wish Kapolda Sumut di antaranya peningkatan kinerja, perubahan kultur dan manajemen media serta Himbauan Kamtibmas.

Dalam penanganan kasus narkoba, Kapolres menghimbau kepada masyarakat jangan takut melaporkan tentang keberadaan pengedar Narkoba di daerahnya dan perlu kerja sama dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, untuk bersama memberantas Narkoba.

“Pemberantasan narkoba akan kita lakukan dengan mengajak para kepala desa, kepling, kadus, agar berani menolak dan melaporkan kasus narkoba sehingga nantinya para bandar sabu takut tinggal di daerah kita Kabupaten Sergai,”tegas Kapolres.

Lebih lanjut disampaikannya, pengelolaan Media Konvensional dan media sosial harus dikelola dengan benar dengan bekerja sama dengan Dinas Kominfo Sergai untuk menghimbau masyarakat agar tidak menelan mentah berita hoax ataupun berita yang tidak jelas sumbernya.

Program prioritas Bapak Kapolda Sumut terkait judi, tentunya masalah judi togel dan sejenisnya ini, juga harus kita bersihkan karna dapat merusak tatanan keluarga, dimana Polres Sergai juga sudah lakukan penindakan terhadap kasus judi togel.

Sedangkan kasus pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan dengan menggunakan senjata api sudah berhasil Polres Sergai tangkap kepada 4 orang pelaku, 1 orang di antaranya sudah dilakukan tidak tegas terukur,” papar Kapolres AKBP Robin.

Sementara menjelang Pilkada, Kapolres Sergai mengimbau kita harus bijak dalam menghadapi Pilkada serentak Tahun 2020 khususnya di Kabupaten Serdang Bedagai jangan sampai perbedaan pilihan memecah belah umat ras agama dan golongan. Karena siapapun nanti yang dipilih itulah yang terbaik pilihan masyarakat Kabupaten Serdang Bedagai.

“Masyarakat bisa juga sebagai polisi bagi dirinya sendiri, polisi bagi lingkungannya, polisi bagi keluarganya dengan kita bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas di Serdang Bedagai ini tentunya aman dan kondusif,” tutup mantan Kapolres Batubara itu. (bbs/azw)

Bincang-bincang Kaum Milenial dengan Bacalon Wali Kota Medan, Bobby Nasution

BINCANG: Komunitas Medan Berkah bincang-bincang menghadirkan Bobby Nasution (berdiri) dalam diskusi bertema Medan Hari Ini.
BINCANG: Komunitas Medan Berkah bincang-bincang menghadirkan Bobby Nasution (berdiri) dalam diskusi bertema Medan Hari Ini.

Ingin Jadi Harapan Warga Medan

BINCANG: Komunitas Medan Berkah bincang-bincang menghadirkan Bobby Nasution (berdiri) dalam diskusi bertema Medan Hari Ini.
BINCANG: Komunitas Medan Berkah bincang-bincang menghadirkan Bobby Nasution (berdiri) dalam diskusi bertema Medan Hari Ini.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komunitas Medan Berkah menggelar silaturahim yang dikemas dengan diskusi, Kamis (13/2). Dalam kegiatan yang digelar di Jumpa Kawan Jalan Wahid Hasyim Medan itu, hadir pengusaha muda Bobby Nasution.

Dalam diskusi yang bertajuk ‘Medan Hari Ini’, Komunitas Medan Berkah yang banyak diisi milenial bertanya kepada Bobby Nasution tentang bisnis.

Tanpa canggung, Bobby pun berbagi pengalaman dalam bidang bisnis yang ternyata sejak kuliah sudah dimulai.

Jebolan S2 Agribisnis IPB itu mengungkapkan pernah memulai usaha pertamanya dengan beternak lele.

“Pernah juga usaha MLM namun gagal dengan berbagai hal,” ungkap Bobby.

Bobby lantas banting stir usaha ke bidang properti. Awalnya mereka berusaha dengan memulai renovasi rumah. Kemudian, memberanikan diri membangun usaha properti dan bertahan hingga kini.

Namun bukan tanpa ujian. Bobby juga merasakan pasang surut dalam usaha. Pernah dalam usaha properti, rumah contoh yang mereka bangun sampai hancur tidak ada yang melirik.

Setelah ditilik, ternyata bukan kualitas yang kurang tapi lebih kepada ego mereka sebagai pengusaha properti.

“Membangun bisnis itu tidak ada yg namanya saingan dan musuh. Persaingan dalam inovasi. Satu industri adalah mitra. Jangan ada egoisme di antara pengusaha,” katanya.

Bobby memberikan saran kepada para pelaku entrepreneur. Beranilah kolaborasi, sama-sama memberikan yang terbaik.

Di sela-sela diskusi ada yang penasaran bagaimana Bobby menjalankan bisnisnya. Di antaranya Rizky Nasution dari political enterpreneurship.

Rizky bertanya bagaimana caranya Bobby tetap semangat dan bertahan dalam manajemen bisnisnya.

Suami Kahiyang Ayu Siregar itu pun menjawab, dalam menjalankan bisnis agar tetap semangat dengan cara selalu membuat inovasi.

“Intinya kolaborasi. Misal pengusaha kuliner harus berani berkolaborasi dengan pengusaha di bidang lain. Jangan melulu dengan usaha yang dijalankan. Coba bertemu dengan orang-orang baru. Pasti ada aja nyambungnya,” kata penggagas Kolaborasi Medan Berkah tersebut.

Ada juga yang bertanya bagaimana cara mahasiswa berwirausaha dengan modal uang jajan yang terbatas.

Bobby menyarankan agar berusaha dengan bersama-sama. “Ajak kawannya bang untuk saling bersama buka usaha. Berkolaborasi, jangan main sendiri,” kata Bobby.

Lantas bagaimana iklim enterpreneurship di Kota Medan menurut Bobby?

Berdasarkan pengalaman yang dijalani, Kota Medan masih belum ramah terhadap dunia usaha.

“Saya sudah urus izin usaha di Medan. Semua sudah oke namun di lapangan banyak kendala. Banyak yang datang untuk menghalangi usaha dengan berbagai macam dalihnya. Saya rasa Medan masih kurang ramah dalam ekosistem usaha,” kata Bobby.

Bobby kini diketahui menjadi Bakal Calon (Bacalon) Wali Kota Medan 2020-2024. Harapan perubahan kini bersandar di pundaknya. “Insya Allah Bang Bobby bisa menjadi pemimpin yang mengerti harapan rakyatnya,” kata Iqbal, pelaku start-up yang hadir di sana. (rel/azw)

DPRD Sumut Minta KPID Tegakkan Aturan Konten Lokal

KONSULTASI: Ketua Komisi A DPRD Sumut Hendro Susanto (dua kiri) saat pertemuan dengan KPI Pusat. di Jakarta untuk berkonsultasi terkait seleksi komisioner KPID Sumut dan konten lokal, Kamis (13/2).
KONSULTASI: Ketua Komisi A DPRD Sumut Hendro Susanto (dua kiri) saat pertemuan dengan KPI Pusat. di Jakarta untuk berkonsultasi terkait seleksi komisioner KPID Sumut dan konten lokal, Kamis (13/2).
KONSULTASI: Ketua Komisi A DPRD Sumut Hendro Susanto (dua kiri) saat pertemuan dengan KPI Pusat. di Jakarta untuk berkonsultasi terkait seleksi komisioner KPID Sumut dan konten lokal, Kamis (13/2).
KONSULTASI: Ketua Komisi A DPRD Sumut Hendro Susanto (dua kiri) saat pertemuan dengan KPI Pusat. di Jakarta untuk berkonsultasi terkait seleksi komisioner KPID Sumut dan konten lokal, Kamis (13/2).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Saat ini, anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumut masa bakti 2016-2019 tengah menjalani masa perpanjangan sehubungan belum terpilihnya anggota KPID yang baru.

Karenanya, seleksi anggota KPID Sumut harus segera dilaksanakan, untuk memberikan pelayanan publik yang lebih optimal terkait penyiaran. Perpanjangan jabatan ini dimungkinkan, sebagaimana yang diamanatkan Peraturan Kelembagaan KPI untuk mencegah kekosongan pelayanan penyiaran bagi masyarakat.

Pada Kamis (13/2) lalu, Komisi A DPRD Sumut mendatangi kantor KPI Pusat di Jakarta, untuk melakukan konsultasi kelembagaan terkait beberapa isu, di antaranya seleksi anggota KPID Sumut, konten lokal di TV nasional, serta regulasi untuk media konvergen. “Kehadiran kami diterima Wakil Ketua KPI Pusat Mulyo Hadi Purnomo dan komisioner lainnya, Mohammad Reza,” kata Hendro Susanto, Ketua Komisi A DPRD Sumut selaku pimpinan delegasi yang didalamnya termasuk Wakil Ketua DPRD Sumut, Salman Alfarisi.

Hendro mengatakan, dalam pertemuan tersebut dibahas mengenai tata cara seleksi anggota KPID serta penganggarannya. “Pada prinsipnya, kami sepakat dengan arahan dari KPI Pusat bahwa penganggaran seleksi ini tetap harus memperhatikan prinsip pengelolaan keuangan daerah,” ujar Hendro.

Hal ini sangat ditekankan sekali, mengingat anggaran untuk seleksi KPID menggunakan dana hibah APBD.

Selain bicara soal seleksi, Komisi A DPRD juga menanyakan tentang pelaksanaan konten lokal di televisi swasta. Konten lokal sebenarnya adalah hak publik lokal untuk mendapat manfaat dari kehadiran lembaga penyiaran di wilayahnya. “Manfaat inikan bisa bermacam-macam,” ucapnya.

Di antaranya pertumbuhan ekonomi kreatif di Sumatera Utara karena konten lokal wajib diproduksi di wilayah setempat. “Bonus demografi kita harus dapat disalurkan pada dunia kerja, dan industry penyiaran lokal punya potensi menyerap banyak angkatan kerja,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, diperoleh data bahwa terdapat sepuluh televisi swasta yang akan melakukan perpanjangan izin di tahun 2020. “Saya mengapresiasi inisiatif KPID Sumut yang menjadikan penegakan konten lokal sebagai pertimbangan utama pemberikan Rekomendasi Kelayakan (RK) untuk perpanjangan izin. Yang jelas, sebagaimana arahan dari KPI Pusat, kami akan melakukan sinergi dengan KPID agar aturan tentang konten lokal dapat tegak di Sumatera Utara,” papar Hendro.

Delegasi Komisi A DPRD juga berkesempatan mengunjungi ruang pemantauan langsung 24 jam yang ada di KPI Pusat. Hendro berharap, KPID Sumut dapat memiliki fasilitas pemantauan langsung yang serupa untuk mengoptimalkan kerja lembaga ini dalam mengawasi setiap konten siaran di televisi dan radio .(adz/ila)

Dukung Keputusan Pemerintah, Khairul Ghazali Tarik Pernyataan terkait WNI di Suriah

Khairul Ghazali
Khairul Ghazali
Khairul Ghazali

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mantan narapida teroris, Ustadz Khairul Ghazali menarik pernyataannya terkait dengan pemulangan 600 lebih Warga Negara Indonesia (WNI) eks anggota ISIS di Suriah. Kini, pimpinan Pondok Pesan-tren Al-Hidayah mendukung keputusan Pemerintah tolak pemulangan WNI tersebut.

“Saya menegaskan mencabut balik pernyataan sikap saya pada 13 Januari 2020 yang sempat viral di media sosial, dan mendukung sepenuhnya keputusan politik pemerintah yang tidak akan memulangkan WNI eks ISIS ke Indonesia,” ungkap Ghazali kepada Sumut Pos, Jumat (14/2).

Disinggung ada teguran dari Pemerintah Pusat statmennya beberapa hari lalu, Ghazali mengungkapkan tidak ada tekanan dari pihak mana pun. Namun ia, tidak mau pernyataan tersebut menjadi opini liar. “Tidak ada penekanan cuma dialog dan rasanya bisa jadi tidak kondusif dan liar makanya saya tarik balik, begitu,” tutur Ghazali.

Ghazali menjelaskan, pernyataannya sebelumnya menjadi opini liar dan dinilai seolah-olah dirinya mendukung simpatisan ISIS tersebut. “Maka dengan ini saya mengklarifikasi dan menarik balik Statemen Pernyataan Sikap tersebut,” ujar Pimpinan Pesantren Al-Hidayah yang mendidik anak-anak eks napiter ini.

Ia menjelaskan, ISIS adalah organisasi teroris global yang tindakan-tindakannya bertentangan dengann kemanusiaan dan peradaban dan bertolak belakang dengan nilai-nilai suci ajaran Islam yang penuh toleran dan rahmatan lil ‘alamiin.

“Tidak ada tempat bagi ISIS seincipun untuk masuk, bertapak dan berkembang biak di bumi Indonesia yang terkenal dengan kulturnya yang ramah, toleran dan gotong royong. Dengan demikian ISIS adalah organisasi teroris barbar yang menumpahkan darah dan merobek-merobek harkat martabat manusia. Sehingga tidak layak hidup dan berada di bumi manapun di dunia ini,” tegas Ghazali.

Di sisi lain, Ghazali sebagai mantan napiter, ternyata mendukung sepenuhnya opsi untuk memulang anak-anak WNI eks ISIS tersebut melalui evaluasi, rehabilitas, re-edukasi dan deradikalisasi.

“Demikian statemen saya untuk mencabut dan membatalkan statemen ‘pernyataan sikap’ sebelumnya, yang sempat menimbulkan sikap kontra dari sebagian kalangan masyarakat. Statemen ini saya buat dengan penuh rasa tanggungjawab dan kesadaran sebagai warganegara untuk menjaga keamanan dan stabilitas nasional,” pungkas Ghazali.(gus/ila)

Surat Penindakan Stanvas Hotel Central Pekan Depan Diserahkan ke Satpol PP

file/sumut pos Benny Iskandar ST.MT
file/sumut pos Benny Iskandar ST.MT

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penyimpangan izin yang dilakukan oleh Hotel Grand Royal Central di Jalan Merak Jingga, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat ternyata sudah pernah diperingatkan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (PKPPR) Kota Medan.

Namun, peringatan yang diberikan Dinas PKPPR Kota Medan seakan hanya angin lalu bagi pihak pembangun Hotel yang hanya memiliki izin hingga 9 lantai tersebut.

Terbukti, walaupun sudah mendapatkan surat peringatan untuk segera melakukan stanvas atau penghentian sementara proses pembangunan hingga melengkapi dokumen perizinan, namun pihak Hotel Grand Royal Central tetap melanjutkan pembangunannya yang kini telah sampai di posisi lantai ke 13.

“Kalau surat peringatan stanvas sudah kita berikan sejak lama kepada pemilik. Kami sudah meminta agar proses pembangunan dihentikan sementara saat bangunan sudah setinggi 9 lantai. Tetapi memang faktanya, bangunan terus dilanjutkan dan saat ini sudah setinggi 13 lantai,” ucap Kepala Dinas PKPPR Kota Medan, Benny Iskandar ST MT kepada Sumut Pos, Jumat (14/2).

Dijelaskan Benny, di tahun 2019 yang lalu pihaknya telah mengirimkan surat peringatan itu kepada pemilik dan penanggungjawab bangunan hotel atas nama Purna Irawan ST sebanyak tiga kali.

Dari data yang diperoleh Sumut Pos, Dinas PKPPR mengirimkan surat peringatan kedua kepada pemilik bangunan hotel dengan nomor 640/11282/DPKPPR/IX/19 pada tanggal 16 September 2019. Karena tidak mengindahkan surat peringatan kedua itu, Dinas PKPPR pun kembali memberikan surat peringatan yang ketiga dengan nomor 640/11609/DPKPPR/IX/19.

“Isi surat itu, kita meminta kepada pemilik bangunan untuk segera menghentikan kegiatan pendirian bangunan dan membongkar sendiri bangunannya. Surat peringatan itu, salah satu tembusannya ke Satpol PP Kota Meda “ jelas Benny.

Dijelaskan Benny, namun karena tidak kunjung mengindahkan surat peringatan bahkan hingga surat peringatan ketiga yang sudah diberikan dan atas rekomendasi dari Komisi IV DPRD Medan untuk segera melakukan stanvas terhadap bangunan tersebut, maka pihaknya akan segera memberikan surat penindakan ke Satpol PP Kota Medan. “Jadi minggu depan kita akan segera keluarkan surat penindakan ke Satpol PP Kota Medan,” tegasnya.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara angkat bicara ihwal kesepakatan Komisi IV DPRD Medan untuk menstanvaskan pembangunan Hotel Grand Royal Central di Jalan Merak Jingga, yang diketahui berdiri diatas lahan milik pemprov.

Asisten Administrasi Umum dan Aset Setdaprovsu, HM Fitriyus mengatakan, lahan yang akan dijadikan pembangunan hotel tersebut tidak lagi merupakan aset Pemprovsu. “Itu sudah termasuk aset yang dipisahkan, ada BUMD kita yang mengelolanya,” ujarnya menjawab Sumut Pos, Jumat (14/2).

Menurut dia, aset berupa tanah tersebut sudah menjadi kekayaan yang dipisahkan. Karena itu, Pemprovsu dalam konteks ini sudah mengamanatkan pengelolaannya kepada BUMD terkait sebagai user.

“Jika memang ada persoalan IMB (izin mendirikan bangunan) di atas lahan tersebut, maka idealnya dapat ditanyakan kepada jajaran pemda terkait (Pemko Medan). Mulai dari lurah, camat sampai ke dinas terkait. Namun untuk status tanahnya, secara detil bisa ditanya ke BUMD kita. Sebab di kita itu sudah menjadi aset yang dipisahkan,” katanya.

Direktur Utama Perusahaan Daerah Aneka Jasa Industri (AIJ) Sumut, Renny Maisyarah belum mau berkomentar ihwal status kepemilikan lahan pihaknya. “Belum ada komentar, bang,” tuturnya singkat via aplikasi Whatsapp.

Diberitakan sebelumnya, setelah mendengarkan pemaparan dari instansi terkait, Komisi IV DPRD Medan sepakat atau satu suara untuk menstanvaskan pembangunan Hotel Grand Royal Central di Jalan Merak Jingga, Medan.

Bangunan hotel tersebut berdiri di atas lahan Pemprov Sumut yang dikerjasamakan melalui sistem Bulid Operation Transfer (BOT). Pada RDP terungkap bahwa pembangunan hotel tersebut menyalahi aturan. Pasalnya, gedung dibangun 13 lantai. Padahal izinnya hanya 9 lantai.

Purna Irawan, mewakili pihak pengembang mengakui bahwa bangunan Hotel Grand Royal Central hanya memiliki izin untuk 9 lantai. Sedangkan 4 lantai lainnya belum memiliki izin. “Syarat-syarat yang dipenuhi sudah kami sampaikan cuma belum ada jawaban,” ujarnya seraya mengaku tak tahu mengenai adanya penolakan izin dari DPMPTSP. (map/prn/ila)

PLN UP3 Medan Kembali Lakukan Pemeliharaan Jaringan

Pemeliharaan: Petugas PLN UP3 Medan saat melakukan pemeliharaan jaringan listrik.
Pemeliharaan: Petugas PLN UP3 Medan saat melakukan pemeliharaan jaringan listrik.

Pemadaman Listrik Bukan karena Defisit

Pemeliharaan: Petugas PLN UP3 Medan saat melakukan pemeliharaan jaringan listrik.
Pemeliharaan: Petugas PLN UP3 Medan saat melakukan pemeliharaan jaringan listrik.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Medan kembali melakukan pemeliharaan jaringan listrik untuk menjaga keandalan pasokan listrik di Kota Medan. Pemeliharaan jaringan dilakukan mulai hari ini, Sabtu (15/2) hingga Rabu (19/2). Akibat pemeliharaan tersebut, maka sejumlah lokasi yang tengah dilakukan pemeliharaan akan dilakukan pemadaman hingga beberapa jam.

Manager Komunikasi PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sumut, Jimmy Amanda Aritonang mengatakan, pemadaman listrik yang terjadi di Kota Medan, ada kalanya karena pemeliharaan yang terjadwal, bukan karena kekurangan daya atau defisit.”Jadi, pemadaman di Kota Medan karena memang kita rutin melakukan pemeliharaan jaringan. Tujuannya agar pasokan listrik tetap andal. Jadi bukan karena defisit,” ujarnya.

Sementara itu, Manager Bagian Jaringan UP3 Medan, Aswad Subagio mengatakan, dalam melakukan pemeliharaan jaringan listrik tersebut, PLN terpaksa memadamkan listrik di wilayah yang tengah dilakukan pemadaman. “Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan atas pemadaman listrik di wilayah tengah dilakukan pemeliharaan,” ucap Aswad Subagio.

Sementara itu, adapun lokasi pemadaman yang tengah dilakukan pemeliharaan, yakni, pada Sabtu (15/2) di Sebagian Jl. Karya Jaya, Sebagian Jl. Adi Sucipto, Komplek Perumahan AURI, Jl. Cinta Karya, Jl. Karya Bakti II, Sebagian Jl. AH Nasution, Jl. Karya Perbatasan, Jl. Mawar, Jl. Antariksa, Asrama Phaskas, Jl. SUPRAPTO Jl. Kol. Sugiono Jl. Mangkubumi, Jl. Universitas, Jl. Alumni, Jl. Perpustakaan, Jl. Abdul Hakim.

Kemudian, Jl. Jamin Ginting, Jl. Mesjid Syuhada, Jl. Saudara, Jl. Bunga Ester, Jl. Bunga Kantil, Jl. Bunga Kenanga, Jl. Dwi Warna, Jl. Bunga Mawar, Komplek Citra Garden, Carrefour, Jl. Bunga Wijaya Kesuma, Jl. Sembada, Jl. Bunga Terompet, Jl. Rebab, Jl. Berdikari, Jl. Harmonika, Jl. Bahagia, Jl. Dr. Sofyan USU, Komplek Pamen.

Pada Selasa (18/2), pemadaman di wilayah Jl. becek, Namorambe, Jl. Penampungan, jl. Padat Karya, Perumahan Tenera, Jl. Karya Wisata Ujung, Perumahan Vila Mutiara, Perumahan Griya Wisata, Asrama Hubdam, Jl. Perintis kemerdekaan jl . Sentosa lama, jalan sei kera, jalan hm yamin dan jalan cokroaminoto, Jl. Sei Besitang, Jl. Sei Wampu, Jl. Sei Tuntung Baru, Jl. Sei Muara, Jl. Sei Bilah.

Sementara pada Rabu (19/2), pemadaman di wilayah Jl. sunggal sebagian, Jl. balai desa, Jl. Gg. Mangga. (ila)