Home Blog Page 4502

BBMKG Pantau 5 Titik Panas di Sumut

HOT SPOT: Petugas BMKG Wilayah I Medan di Jalan Ngumban Surbakti Medan menunjukkan titik api (hot spot) di Riau, belum lama ini. Selama Juni 2019, BMKG juga mencatat sebanyak 735 gempa mengguncang Indonesia.
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Titik panas atau hotspot kembali terpantau di sejumlah Kabupaten di Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Dalam catatan Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, terdapat 5 titik, Jumat (13/3).

Hal itu diungkapkan Kepala BBMKG Wilayah I Medan, Edison Kurniawan kepada wartawan di Medan.

Dijelaskannya, hasil pantauan Sensor MODIS (Satelit Terra dan Aqua) yang dilakukan oleh BBMKG, kelima titik panas tersebut berada dengan tingkat kepercayaan di atas 50 persen.

Disebutkannya, kelima hotsspot tersebut berada di Kabupaten Labuhanbatu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), dan Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), masing-masing terdapat 1 titik panas.”Sedangkan, jumlah terbanyak berada di Labuhanbatu dengan 3 hotspot,” tutur Edison.

Ditambahkan Edison, di Kabupaten Labuhanbatu, 1 titik panas berada di Kecamatan Bilah Hulu dengan kepercayaan 56 persen. Titik panas ini tepatnya berada di Bujur 998348 dan Lintang 20951.

“Sedangkan 2 titik panas lainnya berada Di Kecamatan Panei Hilir, masing-masing dengan tingkat kepercayaan 86 persen dan 82 persen. Adapun masing-masing titik panas tepatnya berada pada Bujur 1001968 dan Lintang 25946 serta pada Bujur 1001841 dan Lintang 25928 di Kecamatan ini,” tutur Edison.

Sementara itu, untuk di Kabupaten Madina titik panas tersebut berada Kecamatan Muara Batang Gadis dengan tingkat kepercayaan 54 persen. Titik panas ini tepatnya berada pada Bujur 989305 dan Lintang 12291.

“Sementara di Kabupaten Paluta titik panas ini terpantau di Kecamatan Simangambat atau tepatnya pada Bujur 1000127 dan Lintang 15060. Titik panas ini dengan tingkat kepercayaan 68 persen,” kata Edison.

Disisi lain, dari peringatan dini cuaca Sumut kemarin, berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada pkl 11.40 WIB di Deli Serdang, Sergai.

Kemudian, dapat meluas ke Batubara, Medan, Langkat, Binjai, Karo, Asahan, Simalungun dan sekitarnya.”Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga pukul 14.40 WIB,” tandas Edison.(gus/han)

Ratusan Lansia Jalani Pemeriksaan Kesehatan Geriatri

FOTO BERSAMA: Wali kota Binjai, HM Idaham didampingi Ketua TP.PKK Kota Binjai dan rombongan, diabadikan bersama di sela-sela melakukan peninjauan ke Rumah Sakit Djoelham dalam rangka persiapan mengikuti akreditasi tahun 2020. tedi/sumut pos
FOTO BERSAMA: Wali kota Binjai, HM Idaham didampingi Ketua TP.PKK Kota Binjai dan rombongan, diabadikan bersama di sela-sela melakukan peninjauan ke Rumah Sakit Djoelham dalam rangka persiapan mengikuti akreditasi tahun 2020. tedi/sumut pos
FOTO BERSAMA:  Wali kota Binjai, HM Idaham didampingi  Ketua TP.PKK Kota Binjai dan rombongan, diabadikan bersama di sela-sela melakukan peninjauan ke Rumah Sakit Djoelham dalam rangka persiapan mengikuti akreditasi tahun 2020.  tedi/sumut pos
FOTO BERSAMA: Wali kota Binjai, HM Idaham didampingi Ketua TP.PKK Kota Binjai dan rombongan, diabadikan bersama di sela-sela melakukan peninjauan ke Rumah Sakit Djoelham dalam rangka persiapan mengikuti akreditasi tahun 2020. tedi/sumut pos

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Kurang lebih 300 orang lansia (lanjut usia) dari kecamatan se-Kota Binjai mengikuti senam lansia, pemeriksaan kesehatan dasar serta sosialisasi poliklinik geriatri di RSUD DR RM Djoelham Binjai, Jumat (13/3).

Kegiatan pelayanan kesehatan Geriatri ini langsung dibuka oleh Wali Kota Binjai HM Idaham didampingi Ketua TP PKK kota Binjai Hj Lisa Andriani.

Direktur RSUD DR RM Djoelham Binjai, dr David Tambun, kegiatan bakti sosial ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan rumah sakit, setiap tahunnya. “Bakti sosial kali ini ditujukan kepada para lansia Kota Binjai. Pengadaan pelayanan geriatri sekaligus memperkenalkan kepada masyarakat tentang program pelayanan baru di rumah sakit Djoelham, yaitu Poli Klinik Geriatri,”ujar dia.

Dijelaskan David, Poli Klinik Geriatri merupakan cabang ilmu kedokteran yang berfokus pada penanganan diagnosis serta pencegahan penyakit dan gangguan kesehatan yang menyerang lansia.

Wali Kota Binjai, HM Idaham menyambut baik dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kegiatan yang diselenggarakan oleh RSUD DR RM Djoelham Binjai, serta berharap dengan kegiatan ini dapat meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan kepada para lansia.

Idaham menambahkan, Pelayanan geriatri merupakan program nasional untuk para lansia 60 tahun lebih.

“Dengan adanya poli klinik geriatri di RSUD. Djoelham para lansia tidak perlu menunggu di poli klinik penyakit, tinggal masuk ke klinik geriatri maka nanti para dokter yang dibutuhkan oleh lansia akan datang ke klinik itu,” jelas Idaham.

“Dengan kegiatan ini, kami berharap dapat bermanfaat bagi semua terkhusus bagi, para lansia kita agar tetap dalam keadaan sehat,” lanjutnya. (ted/han)

Meeting CSO TB Care Aisyiyah Deliserdang, Wahyu Danin: Diperlukan Perda Berantas dan Cegah TB

PEMBUKAAN : Pertemuan Meeting CSO TB Care Aisyiyah Kabupaten Deli Serdang oleh Anggota DPRD Deliserdang, Wahyu Danin SE.  ist/sumut pos
PEMBUKAAN : Pertemuan Meeting CSO TB Care Aisyiyah Kabupaten Deli Serdang oleh Anggota DPRD Deliserdang, Wahyu Danin SE.  ist/sumut pos
PEMBUKAAN : Pertemuan Meeting CSO TB Care Aisyiyah Kabupaten Deli Serdang oleh Anggota DPRD Deliserdang, Wahyu Danin SE.  ist/sumut pos
PEMBUKAAN : Pertemuan Meeting CSO TB Care Aisyiyah Kabupaten Deli Serdang oleh Anggota DPRD Deliserdang, Wahyu Danin SE.

TANJUNG MORAWA, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka menyambut Peringatan Hari TBC (Tuberkulosis) Dunia tanggal 24 Maret 2020 mendatang. Community TB-HIV Care Aisyiyah Kabupaten Deliserdang menggelar Meeting CSO TB Care yang mengusung tema “Saatnya Anak Indonesia Bebas TBC, Untuk Indonesia Unggul” yang dibuka langsung oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Deliserdang, Wahyu Danin SE. Acara di Meeting Room Bedimbar Coffee Shop Tanjungmorawa, Kamis (12/3).

Anggota DPRD Kabupaten Deliserdang, Wahyu Danin SE berjanji akan memperjuangkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penanggulangan TB segera di implementasikan menjadi Peraturan Daerah (Perda) guna mengurangi jumlah penderitanya. Pemerintah terus mendukung gerakan masyarakat peduli TB. Kalangan legislatif juga siap memberikan anggaran untuk mensukseskan gerakan masyarakat peduli TB sebagai langkah untuk memberantas dan mencegah penyakit TB.

“Komisi D mendukung penuh gerakan masyarakat ini. Kami juga akan menjembati jika memang dibutuhkan Perda untuk sosialisiasi pemberantasan dan penanggulangan TB,”pungkasnya.

Perwakilan dari pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Deliserdang Wasor TB, Ahsanul Husnah menjelaskan, saat ini penanganan penyakit TB masih ditanggung oleh Pemerintah Pusat dan tidak dipungut biaya. Semua pasien TB yang ada di Kabupaten Deli Serdang sampai saat ini terlayani dengan baik. Untuk fasilitas pelayanan TB juga masih dalam kondisi layak dan baik. Pihaknya juga sudah mengimbau Puskesmas agar segera melayani pasien TB dari warga asli maupun pendatang untuk memutus mata rantai penularan TB,”tegasnya.

Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Deli Serdang, Yeni Darmawan mengatakan target penanggulangan TB di Kabupaten Deliserdang sampai saat ini belum tercapai. Sehingga ke depan program PD Aisyiyah Kabupaten Deliserdang yakni penanggulangan TB dan program Keluarga Berencana (KB) dapat mencapai target maksimal serta di buat Perda TB oleh DPRD Kabupaten Deliserdang. Untuk tahun ini pihaknya fokus pada penyuluhan program penanggulangan TB melalui 158 kader TB yang bekerjasama dengan 34 Puskesmas. Sebanyak 1276 orang pasien TB yang didampingi Aisyiyah dan sekitar 25 persen adalah orang yang tidak mampu. (rel/azw)

Ruko Tanpa IMB di Eks HGU PTPN II, Koptan KSB: Lahan Kami Diserobot Pengembang

MENGADU: Ketua Kelompok Tani KSB, Anjas dan lainnya mengadu ke Komisi A DPRD Deliserdang sekaligus menunjukkan dokumen lahan eks HGU garapan mereka telah diserobot pengembang, Jumat (13/3). batara/ SUMUT POS
MENGADU: Ketua Kelompok Tani KSB, Anjas dan lainnya mengadu ke Komisi A DPRD Deliserdang sekaligus menunjukkan dokumen lahan eks HGU garapan mereka telah diserobot pengembang, Jumat (13/3). batara/ SUMUT POS
MENGADU: Ketua Kelompok Tani KSB, Anjas dan lainnya mengadu ke Komisi A DPRD Deliserdang sekaligus menunjukkan dokumen lahan eks HGU garapan mereka telah diserobot pengembang, Jumat (13/3). batara/ SUMUT POS
MENGADU: Ketua Kelompok Tani KSB, Anjas dan lainnya mengadu ke Komisi A DPRD Deliserdang sekaligus menunjukkan dokumen lahan eks HGU garapan mereka telah diserobot pengembang, Jumat (13/3). batara/ SUMUT POS

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Bangunan ruko tanpa IMB di jalan besar Lubukpakam-Pantailabu, Desa Emplasemen Kualanmu, Kecamatan Beringin, kembali mendapat sorotan dari Kelompok Tani Kualanamu Sejahtera Bersatu (Koptan KSB).

Di hadapan Komisi A Anggota DPRD Deliserdang, Koptan KSB mengaku, lahan yang dibangun ruko dan tembok oleh pengembang tersebut, merupakan lahan eks HGU PTPN II yang mereka kelola sebelumnya.

Ketua Kelompok Tani Koptan KSB, Anjas bersama pengurus lainnya, Syamsul, Siman dan Rijal membawa sejumlah dokumen, sebagai bukti jika lahan eks HGU PTPN II tersebut, selama ini sudah digarap petani Koptan KSB.

“Kami datang mengadu ke dewan ini minta keadilan. Sekalian kami bawa berkas-berkas kepemilikan lahan yang kami kuasai sekitar 15 hektare selama ini. Kini sudah diserobot dan dibangun tembok oleh oknum tertentu,”beber Anjas.

Diceritakan Syamsul, kronologis penyerobotan lahan mereka itu saat beberapa pengurus Koptan KSB masuk penjara.

Di saat itulah, diduga kelompok tertentu menyerobot lahan mereka dengan membangun tembok yang disebut Syamsul sesuai dokumen historis kepemilikan pelepasan lahan, adalah merupakan milik Koptan KSB. “Kami tidak bisa masuk sekarang setelah bebas dari penjara, karena ada larangan masuk KUHP 551,”katanya, sembari takut masuk penjara lagi.

“Kami takut bermasalah hukum lagi, makanya kami mengadu ke dewan ini sekaligus mau laporkan kenapa bangunan itu bisa berdiri tanpa IMB, dan tanpa pengawasan instansi terkait,”sambung Syamsul.

Menurut Syamsul, dokumen kepemilikan lahan garapan seluas 18 hektare, sesuai isi berdasarkan SK 42/HGU/BPN/2002 dari BPN RI tanggal 29 Nopember 2002 yang ditandatangani Kepala BPN RI, Lutfi I Nasution, yang permohonan dikabulkan. Dan mengatakan agar HGU nya supaya tidak diperpanjang lagi.

“Awalnya 18 hektare tanah yang kami garap sesuai dengan kakek kami dulunya merupakan karyawan PTPN II. Namun ada pihak tertentu yang menambah luas menjadi 35 hektare saat itu. Tetapi setelah keluar daftar nominatif, saat ini lahan kami sebelum diserobot pengembang seluas 15,9 hektare,” terang Syamsul.

Terkait penyerobotan lahan mereka tersebut, Syamsul menduga ada oknum-oknum tertentu memanfaatkan situasi saat pengurus Koptan KSB masuk penjara. “Kami masuk penjara dulu selama 15 bulan, karena dituduh menimbang sawit PTPN II di lokasi tersebut. Sepertinya kami itu dikonsep sedemikian rupa oleh oknum tertentu. Kami sudah keluar, dan akan melakukan perlawanan. Sudah ada teman kami yang meninggal untuk perjuangan ini,”sambung Samsul.

Mereka juga sangat menyesalkan instansi terkait lebih mendukung pengembang, tanpa peduli lagi dengan perjuangan penggarap selama ini.

“Kenapa ini bisa dibiarkan, diserobot lalu dibangun tembok yang tanpa ada IMB-nya. Juga ada ruko yang saat ini dibangun juga tidak ada IMB nya. Kenapa penegak perda dan hukum serta yang punya lahan eks HGU diam saja,” keluh mereka.

Laporan mereka diterima Staf Komisi A DPRD Deliserdang bernama Muin. Dan akan segera mengundang semua pihak mulai PTPN II, Kepala Desa, Dinas agar dilakukan RDP bersama DPRD Deliserdang.

Diakui mereka, pengembang dibalik lahan eks HGU itu adalah orang pengusaha hebat di Sumut. Dengan memanfaatkan oknum berinisial H Z, sebagai pengelola di lapangam,. sebagai pengelola di lapangan dengan backup disebut-sebut pimpinan penegak hukum di Sumut.

Kordinator Humas PTPN II, Sutan Panjaitan menilai, keterangan yang disampaikan Koptan KSB tersebut versi mereka. “Saya tidak bisa komentar. Mereka (Koptan KSB) sudah selesai proses hukum, jadi mana mungkin bisa komentari lagi.

Soal SK 42, Kordinator Humas PTPN II itu menyebutkan, tidak ada dasarnya Koptan KSB mengaku lahan garapan tersebut milik mereka.

“Tak bisa saya komentar. Kalau dihubungkan kasus itu maaf saya tak bisa keterangan. Lahan yang dibangun ruko itu eks HGU. Yang dibangun pagar pengakuan milik Koptan KSB itu juga status eks HGU namun masih proses pelepasan masih pelepasan,” terang Sutan Panjaitan.(btr/han)

Bobby Gabung PDIP, Akhyar Tetap Optimis Diusung

DI DPP: Akhyar Nasution dan Bobby Nasution bersama pengurus DPD PDIP Sumut di Kantor DPP PDIP, Jakarta, beberapa waktu lalu.
DI DPP: Akhyar Nasution dan Bobby Nasution bersama pengurus DPD PDIP Sumut di Kantor DPP PDIP, Jakarta, beberapa waktu lalu.
DI DPP: Akhyar Nasution dan Bobby Nasution bersama pengurus DPD PDIP Sumut di Kantor DPP PDIP, Jakarta, beberapa waktu lalu.
DI DPP: Akhyar Nasution dan Bobby Nasution bersama pengurus DPD PDIP Sumut di Kantor DPP PDIP, Jakarta, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bergabungnya Bobby Nasution menjadi kader PDIP Sumut, tak memupuskan asa Akhyar Nasution untuk maju menjadi bakal calon Wali Kota Medan. Plt Wali Kota Medan ini mengaku optimis, partainya akan tetap mengusungnya di Pilkada Medan 2020 nanti.

“Insya Allah, insya Allah. Saya tidak mau bilang berapa persen. Saya yakin akan didukung DPP, tapi insya Allah saya yakin, walaupun saat ini belum diputuskan oleh DPP,” tegas Akhyar usai peresmian Masjid Mardhotillah di Rusunawa Kayu Putih, Medan Deli, Kota Medan, Jumat (13/3).

Bahkan, Akhyar mengaku sudah diminta DPP PDIP untuk memberikan tiga nama bakal calon Wakil Wali Kota Medan untuk mendampinginya kelak. “Sudah saya serahkan ketiga nama itu (ke DPP). Orang Medan semua, ada ulama, ada orang partai, ada akademisi,” jelas Akhyar.

Ditanya siapa-siapa saja ketiga nama tersebut, Akhyar masih belum mau menyebutkannya. Namun dia hanya menyebutkan kriteria ketiga tokoh yang telah diserahkannya ke DPP tersebut.

Kriteria pertama, seorang ulama yang pernah di birokrasi dan akademisi juga. Kedua, politisi yang aktif sebagai akademisi, berjiwa muda dan religius. Dan ketiga, seorang birokrat berpengalaman yang juga akademisi serta berkarakter memimpin.

“Ketiganya sudah saya kenal sejak lama, dan saya sudah menyaringnya benar-benar. Nama-namanya ada di DPP PDIP sekarang, dan mereka itu merupakan warga Medan dan cukup dikenali. Karena masing-masing berpengalaman di birokrasi, dikenali oleh politisi, memiliki keilmuan yang baik dan religius,” beber Akhyar yang merupakan lulusan Sekolah Guru Kader Utama PDIP angkatan IV pada tahun 2012 di Kulonprogo, DI Yogjakarta.

Dia menyebutkan, jika dirinya yang diputuskan sebagai calon Wali Kota Medan dari PDIP, maka tiga nama itu akan diputuskan menjadi satu nama. Selanjutnya, akan dibawa ke mitra koalisi untuk disatukan menjadi pasangan calon wali kota dan calon wakil wali kota. “Soal siapa yang akan menjadi wakil, itukan nanti akan menjadi bagian dari komunikasi dengan DPP. Saat ini koalisi lagi dibangun, komunikasi politik dengan semua partai tetap berjalan,” tandasnya.

Sementara, pengamat politik dari Universitas Sumatera Utara (USU), Dr Warjio menilai, bergabungnya Bobby Nasution menjadi kader PDIP Sumut menunjukkan kalau menantu Presiden Joko Widodo itu merupakan calon kuat yang akan diusung PDIP di Pilkada Medan nanti.

Warjio menilai, ini merupakan strategi PDIP untuk mendukung Bobby di Pilkada Medan. “Bergabungnya Bobby tentu menjadi legitimasi bagi PDIP untuk mendukung Bobby. Ini juga sekaligus menjadi strategi PDIP untuk menjawab protes para kader yang ingin DPP mengusung kadernya sendiri di Pilkada Medan,” ulas Warjio.

Menurutnya, jika Bobby sudah bergabung ke PDIP, maka tidak ada lagi alasan untuk mempersulit majunya Bobby di Pilkada Kota Medan dengan perahu PDIP. “Saya sendiri sebenarnya kurang setuju kalau dibilang Bobby sekarang sudah jadi kader. Saya menyebutnya sudah bergabung, kalau kader itu ya Akhyar. Tapi ya tetap saja, Bobby sudah sah menjadi bagian dari PDIP itu sendiri dan itu merupakan strategi jitu bila memang PDIP berniat untuk mengusungnya,” jelas Warjio.

Diapun menilai, strategi ini sekaligus mempersulit langkah Akhyar untuk maju di Pilkada Medan dari partai yang selama ini menjadi tempatnya bernaung. “Saya pikir, sekalipun Akhyar itu adalah kader sejati PDIP, tapi kondisi Akhyar untuk diusung PDIP saat ini memang semakin berat, mengingat keputusan memang ada di tangan DPP,” pungkasnya. (map)

Prediksi BIN, Mei Puncak Persebaran Corona

CEK FASILITAS: Presiden Joko Widodo mengecek fasilitas pencegahan virus Corona di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (13/3).
CEK FASILITAS: Presiden Joko Widodo mengecek fasilitas pencegahan virus Corona di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (13/3).
CEK FASILITAS: Presiden Joko Widodo mengecek fasilitas pencegahan virus Corona di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (13/3).
CEK FASILITAS: Presiden Joko Widodo mengecek fasilitas pencegahan virus Corona di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (13/3).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Badan Intelijen Negara (BIN) memprediksi, masa puncak persebaran virus corona di Indonesia terjadi pada Mei mendatang. Prediksi tersebut berdasarkan hasil simulasi pemodelan pemerintah terhadap data pasien Covid-19.

“Kalau kami hitung-hitung, masa puncak itu mungkin jatuhnya di bulan Mei, berdasarkan pemodelan ini,” ujar Deputi V BIN Afini Noer, dalam diskusi “Bersama Melawan Corona” di Jakarta, Jumat (13/3).

Ia menjelaskan, hasil simulasi pemodelan menyatakan bahwa masa puncak persebaran virus corona di Indonesia terjadi dalam 60-80 hari sejak kasus pertama terkonfirmasi.

Kasus positif virus corona pertama di Indonesia diumumkan pada 2 Maret 2020. Maka, berdasarkan simulasi, masa puncak terjadi pada Mei 2020. “Dari pemodelan yang ada, kami memperkirakan bahwa masa puncak di Indonesia itu akan berlaku 60sampai 80 hari sejak infeksi pertama,” kata Afini.

Dia menjelaskan, pemodelan yang dibuat pemerintah ini merujuk pada pemodelan pemerintah China dan Inggris, Afini memaparkan pemodelan dibuat berdasarkan data pasien suspected (terduga), infected (terinfeksi), dan recovered (sembuh).

Menurut Afini, melalui hasil simulasi pemodelan ini, pemerintah bisa menyiapkan langkah-langkah antisipatif agar persebaran virus corona tidak meluas. “Kalau langkah-langkah maksimal, bisa tidak mencapai itu dan grafiknya tidak terlalu tinggi,” ujarnya. “Tentu kami berharap dengan model ini bisa membuat langkah-langkah antisipatif,” kata Afini.

Alasan Pemerintah Rahasiakan Informasi

Terpisah, Presiden Joko Widodo mengakui, pemerintah merahasiakan sejumlah informasi terkait penanganan virus corona ( Covid-19). Presiden Jokowi menyebut, tidak semua informasi bisa disampaikan ke publik. Tujuannya, agar tidak menimbulkan kepanikan.

“Saya sampaikan penanganan pandemi Covid-19 terus menjadi perhatian kita. Memang ada yang kita sampaikan dan ada yang tidak kita sampaikan. Karena kita tidak ingin menimbulkan keresahan dan kepanikan di tengah masyarakat,” kata Jokowi di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Jumat (13/3).

Meski begitu, Presiden Jokowi menegaskan, pemerintah tanpa henti mengupayakan kesiapan dan ketangguhan dalam hadapi pandemi ini. Langkah-langkah serius, menurut dia, telah diambil untuk menangani pandemi yang jumlahnya di dalam negeri sudah mencapai 34 kasus.

“Tetapi juga saya sampaikan, di saat yang bersamaan kita tidak ingin menciptakan rasa panik, tidak ingin menciptakan keresahan di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, dalam penanganan memang kita tidak bersuara,” ujar dia.

Salah satu hal yang tidak dibuka oleh pemerintah adalah riwayat pasien positif corona. Presiden Jokowi menyebut data itu memang tak dibuka untuk menghindari kepanikan. “Sebetulnya kita pinginnya kita sampaikan, tetapi kita juga berhitung mengenai kepanikan dan keresahan di masyarakat juga efek nantinya terhadap pasien apabila sembuh,” kata dia.

Ia menegaskan, tak akan mengikuti langkah negara lain yang membuka riwayat perjalan pasien. “Setiap negara memiliki policy yang berbeda-beda, tetapi yang jelas setiap ada kasus baru pasti tim reaksi cepat langsung memagari hal itu,” kata dia.

Presiden juga menegaskan bahwa ia tidak memberikan kewenangan kepada Pemerintah Daerah untuk mengumumkan pasien positif Covid-19 atau corona.

Selain itu, Presiden ingin laboratorium di luar milik pemerintah pusat untuk ikut menguji spesimen yang dicurigai terinfeksi virus corona Covid-19. Jokowi mengaku sudah memerintahkan hal ini kepada Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. “Mengenai pengecekan saya sudah perintahkan kepada Menkes agar laboratorium di luar balitbangkes bisa melakukan,” kata Jokowi.

Jokowi menyebut, ada dua laboratorium yang juga bisa melakukan uji spesimen pasien suspect corona. Keduanya yakni laboratorium milik Universitas Airlangga dan milik lembaga Eijkman. “Kelihatannya mungkin airlangga di surabaya dan eijkman. Secara teknis tanya ke Menkes,” kata dia.

Langkah lainnya, pemerintah berencana membentuk satuan tugas ( satgas) untuk percepatan penanganan penyebaran wabah virus corona ( Covid-19) di Indonesia. “Betul, Menteri Koordinator PMK sedang menyiapkan kerangka hukum dan kelembagaannya,” ujar Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Juri Ardiantoro, Jumat (13/3).

Juri enggan merinci apa tugas dan wewenang satgas tersebut. Sebab, hingga saat ini masih dalam tahap penggodokan. Namun, salahsatu tugas umumnya adalah menjadi pusat koordinasi dan pengendalian penanganan penyebaran Covid-19. “Satgas ini nantinya akan lintas kementerian dan lembaga. Kemenkes salah satunya,” lanjut dia.

Juru Bicara Presiden bidang Sosial Angkie Yudistia menekankan, pemerintah telah menangani penyebaran virus corona di Indonesia dengan baik. “Saat ini, pemerintah telah melakukan langkah-langkah strategis di dalam menghadapi wabah Covid-19. Kementerian Kesehatan melakukan semua langkah ini secara terukur sejak kasus pneuomonia mulai muncul di Wuhan,” lanjut dia.

Angkie menambahkan, WHO telah menetapkan bahwa Covid-19 sebagai pandemi global. Artinya, ini merupakan wabah patogen baru yang menyebar dengan mudah dari orang ke orang di seluruh dunia dan memiliki persebaran secara global.

“Sangat memungkinkan terjadinya adaptasi atas pola penanganan seiring meningginya potensi ancaman dari virus zoonosis ini di Indonesia,” lanjut dia. (kps/bbs)

Indonesia-Belanda Kerja Sama Bangun Pariwisata Danau Toba

BERFOTO: Raja dan Ratu Belanda saat di Bukit Singgolom, Kabupaten Toba, Kamis (12/3)
BERFOTO: Raja dan Ratu Belanda saat di Bukit Singgolom, Kabupaten Toba, Kamis (12/3)
BERFOTO: Raja dan Ratu Belanda saat di Bukit Singgolom, Kabupaten Toba, Kamis (12/3)
BERFOTO: Raja dan Ratu Belanda saat di Bukit Singgolom, Kabupaten Toba, Kamis (12/3)

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Indonesia menggalakkan sejumlah destinasi pariwisa baru agar tak kalah ramai dengan Bali. Di antaranya adalah pariwisata di Danau Toba, Sumatera Utara.

Untuk mempercepat pembangunan wisata di Danau Toba, Indonesia menjalin kerja sama dengan Belanda. Kerja sama itu dilakukan oleh Pusat Keunggulan Belanda dalam bidang Hiburan, Pariwisata, dan Perhotelan (CELT) dengan Institut Teknologi DEL Sumatera Utara.

Bentuk kerja samanya adalah pengembangan destinasi pariwisata berkelanjutan dan tangguh melalui konsep Living Lab. Fase awal Living Lab akan dikerjakan dalam tiga tahun ke depan. Program ini mendapat dukungan dari Pemprov Sumatera Utara, Kedutaan Besar Belanda di Jakarta, Konsulat Belanda di Medan, Nuffic Neso Indonesia, IT DEL, CELTH dan mitranya lembaga universitas, serta Wise Steps Foundation.

Perwakilan Nuffic Neso Indonesia Inty Dienasari mengatakan, program Living Lab itu sejalan dengan rencana pemerintah Indonesia untuk menciptakan destinasi wisata baru.

Konsep Living Lab menggabungkan kekuatan dari lembaga-lembaga pendidikan dan penelitian dari kedua negara untuk bekerja sama dengan komunitas lokal, pengusaha dan pemerintah.

Guna mendukung pengembangan Danau Toba, Living Lab memiliki fokus jangka panjang dengan pembelajaran yang berorientasi pada tindakan. “Kemudian juga berdasarkan eksperimen yang diambil dari kehidupan nyata,” katanya di Jakarta, Jumat (13/3).

Sebagai kick-off dari Living Lab, pekan ini diselenggarakan workshop di Tuktuk, Danau Toba yang difasilitasi oleh CELTH. CELTH merupakan kerja sama antara tiga kampus ilmu terapan di Belanda. Yaitu Universitas Ilmu Terapan Breda, Universitas Ilmu Terapan NHL Stenden, dan Universitas Ilmu Terapan HZ.

“Ketiga universitas tersebut bergabung untuk melakukan penelitian kolaboratif dengan universitas riset di Belanda,” katanya. Adapun tiga universitas itu adalah Universitas Wageningen, Universitas Groningen, dan Universitas Tilburg.

Dalam workshop itu, pemangku kepentingan dari kelompok masyarakat, komunitas maupun individu serta pemerintah daerah membahas skenario masa depan untuk Danau Toba sebagai tujuan wisata berkelanjutan. Selain itu, kebutuhan lokal mengenai pengembangan pengetahuan dan keterampilan diidentifikasi. Selanjutnya akan berfungsi sebagai masukan untuk agenda Living Lab di tahun-tahun mendatang.

2021, Bus Air Beroperasi di Danau Toba

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah membangun bus air pariwisata dan akan beroperasi di perairan Danau Toba pada 2021 mendatang. Bus air ini akan menjadi salah satu fasilitas wisata air untuk mendongkrak kunjungan wisatawan ke danau terbesar di Asia Tenggara itu.

“Rencana Kemenhub, pengadaan kapal akan selesai tahun 2020 ini. Dan bisa beroperasi tahun depan,” ungkap Direktur Utama (Dirut) Badan Otoritas Pariwisata Danau Toba (BOPDT), Arie Prasetyo kepada wartawan, Jumat (13/3).

Arie menjelaskan, nantinya akan beroperasi bus air pariwisata di Danau Toba sebanyak 2 unit. Dengan kapasitas penumpang mencapai 150 penumpang. Kemudian, kapal yang mewah ini akan menjadi contoh pelayaran yang baik dan sesuai operasional prosedur. “Ada dua unit yang dibuat pemerintah sementara ini. Kita sedang mencari investor yang mau berinvestasi,” ungkap Arie.

Dengan pengembangan fasilitas air di Danau Toba , kata Arie, akan memberikan daya tarik khusus bagi wisatawan yang datang ke sana. Apalagi, pariwisata Danau Toba identik dengan air. “Bus air ini adalah prototype dari Kemenhub yang harapannya kalau ini berhasil bisa diikuti pihak swasta dengan membuat kapal yang sama, supaya membantu kepariwisataan di Danau Toba,” jelas Arie.

Dia juga mengungkapkan, kunjungan Raja dan Ratu Belanda pada Kamis (12/3) kemarin, memberikan dampak positif berupa promosi industri pariwisata di Danau Toba. “Untuk memperlihatkan destinasi super prioritas. Momen ini akan kita manfaatkam untuk mempromosikan Danau Toba yang memiliki potensi besar,” katanya.

Arie berharap, ratusan investor yang diboyong Raja dan Ratu dari Negeri Kincir Angin itu dapat melirik Danau Toba sebagai lokasi investasi pengembangan usaha di bidang pariwisata internasional. “Di Jakarta sudah berdiskusi degan 100 pengusaha dari Belanda. Untuk berdiskusi dengan beberapa Kementerian untuk investasi,” pungkasnya.(jpg/gus)

Presiden Belum Berencana ‘Lockdown’ Wilayah

CEK SUHU TUBUH: Petugas mengecek suhu tubuh Presiden Joko Widodo saat meninjau fasilitas di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta guna mencegah penyebaran virus COVID-19, Jumat (13/3).
CEK SUHU TUBUH: Petugas mengecek suhu tubuh Presiden Joko Widodo saat meninjau fasilitas di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta guna mencegah penyebaran virus COVID-19, Jumat (13/3).

Update Corona: 69 Kasus Positif, 4 Meninggal, 5 Sembuh

CEK SUHU TUBUH: Petugas mengecek suhu tubuh Presiden Joko Widodo saat meninjau fasilitas di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta guna mencegah penyebaran virus COVID-19, Jumat (13/3).
CEK SUHU TUBUH: Petugas mengecek suhu tubuh Presiden Joko Widodo saat meninjau fasilitas di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta guna mencegah penyebaran virus COVID-19, Jumat (13/3).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Selang sehari, kasus orang teridentifikasi positif virus Corona COVID-19 di wilayah Indonesia bertambah dua kali lipat. Hingga Jumat (13/3) sore, ada tambahan 35 orang positif virus corona, sehingga total ada 69 kasus virus corona. Pasien meninggal juga bertambah 3 orang, sehingga total 4 orang.

Meski demikian, Presiden Joko Widodo memastikan pemerintah belum berencana memberlakukan lockdown atau mengisolasi wilayah-wilayah terpapar virus corona “Belum berpikir ke arah sana (lockdown),” ujar dia saat konferensi pers di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (13/3).

Jokowi bahkan mengapresiasi sejumlah langkah yang telah dilakukan oleh kementerian dan lembaga dalam menangani penyebaran virus corona. Secara khusus, apresiasi juga disampaikan Jokowi ke sejumlah pemerintah daerah. Sebab, menurut Jokowi, sejumlah daerah telah melakukan edukasi yang baik ke masyarakat mengenai virus corona dan penyakit Covid-19. “Saya memberikan apresiasi terhadap daerah yang mampu mengedukasi ke masyarakat,” ucap Jokowi.

Dengan demikian, informasi yang disampaikan itu dapat memberikan pemahaman agar masyarakat dapat mencegah dan mengantisipasi penyebaran virus corona. “(Daerah) memberikan penjelasan ke masyarakat yang baik, seperti DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat,” ucap mantan Gubernur DKI Jakarta. “Hal-hal seperti itu yang bisa menenangkan,” ucap Jokowi.

Senada dengan Presiden Jokowi, Wakil Presiden Ma’ruf Amin juga mengatakan, pemerintah belum berencana untuk melakukan penutupan wilayah atau lockdown terkait dengan mewabahnya virus corona atau Covid-19. “Saya kira belum ke sana. Belum ada semacam zona-zona penutupan, belum perlu,” ujar Ma’ruf di Kantor Wapres, Jakarta, Jumat (13/3).

Ma’ruf mengatakan, saat ini sifat penanganan pemerintah masih sebatas pada mereka yang terjangkit Covid-19. Oleh karena itu, pemerintah terus menganjurkan kepada masyarakat yang merasa mengalami gejala mirip Covid-19 untuk memeriksakan diri.

Di sisi lain, kata Ma’ruf, kebijakan lockdown justru akan menimbulkan kepanikan di masyarakat dan berdampak ke berbagai sektor. “Pemerintah belum menganggap perlu, sehingga bisa menimbulkan dampak yang kepanikan tadi, nanti dampaknya bermacam-macam dan ke mana-mana,” kata dia.

Ma’ruf pun meminta agar masyarakat lebih waspada dan menjaga diri dengan hidup bersih dan membatasi kontak dengan pihak-pihak lain. Apalagi, kata dia, saat ini pemerintah juga sudah melakukan upaya pencegahan salah satunya dengan melarang masuk ke Indonesia, setidaknya dari empat negara. Keempat negara tersebut adalah China, Iran, Korea Selatan, dan Italia.

“Yang kita kenakan 4 negara, sekarang masih kita lihat lagi negara-negara lain seperti apa. Empat negara yang sudah diterapkan, yang lainnya itu pemeriksaannya saja yang insentif masuknya,” kata dia.

Saat ini setidaknya sudah ada 4 negara yang melakukan lockdown akibat wabah virus corona, yakni Italia, Iran, Filpina, dan Irlandia.

Pernyataan Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma’ruf senada dengan yang dikemukakan oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Corona, Achmad Yurianto.

Sebelumnya, Yuri memastikan pemerintah tidak mengambil opsi lockdown wilayah yang terdapat kasus positif corona (Covid-19). baik itu total atau wilayah. “Kami tidak akan memakai opsi lockdown,” ujar Yurianto dalam konferensi pers di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Kamis (12/3).

Ia mengakui bahwa sejumlah negara menerapkan lockdown di beberapa wilayahnya yang didapati kasus virus corona. Namun, menurut Yuri, mengisolasi sebuah wilayah justru akan meningkatkan peluang penularan virus tersebut. “Karena kalau di-lockdown, malah kita tidak akan bisa berbuat apa-apa,” ujar dia.

“Konsekuensinya, kasus (Covid-19) di wilayah itu bisa jadi akan naik dengan cepat,” lanjut Yuri.

Yuri mencontohkan lockdown pada kapal pesiar Diamond Princess. Kapal itu merupakan salah satu lokasi awal penemuan virus corona dalam jumlah besar di luar China. Rupanya, cara lockdown dinilai kurang ampuh dalam mencegah penularan virus corona di antara manusia di dalam kapal.

“Begitu di-lockdown (karantina di dalam kapal), (jumlah positif Covid-19) naik angkanya. Ya karena orang tidak ke mana-mana, di situ,” ucap Yuri.

Meski demikian, keputusan tersebut tidak bersifat mutlak. Dalam waktu dekat, pejabat pada tingkat kementerian akan melaksanakan rapat untuk menentukan langkah selanjutnya demi mengantisipasi penyebaran virus corona. “Ini akan menjadi keputusan bersama yang akan diputuskan di tingkat kementerian,” kata Yuri.

Sejumlah negara memutuskan untuk melakukan lockdown dalam mengatasi penyebaran virus corona yang semakin luas. Negara yang melakukan lockdown itu antara lain Italia, Denmark, Filipina, dan Irlandia. Langkah ini sebelumnya telah dilakukan China yang melakukan lockdown terhadap sejumlah wilayah yang terkena wabah virus corona, khususnya di Kota Wuhan dan Provinsi Hubei.

Total 69 Kasus

Sementara itu, hingga Jumat (13/3) ini ada tambahan 35 orang yang positif virus corona atau Covid-19. Dengan demikian, total ada 69 kasus virus corona yang ada di Indonesia.

Hal ini diungkapkan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto di Istana Kepresidenan pada Jumat sore.

“Data yang saya berikan adalah hasil tracing yang dilaksanakan sejak dua hari lalu (pada 11 Maret 2020), sejak kami rilis 34 (kasus), sampai tadi siang,’’ ujar Achmad Yurianto.

Adapun, dari 69 kasus positif Covid-19, saat ini empat orang sudah meninggal dunia. Saat ini, menurut Yuri, pemerintah terus melakukan tracingdan pemeriksaan spesimen untuk menangani penyebaran virus corona.

Adapun, penyebaran virus corona untuk kali pertama muncul di Indonesia pada 2 Maret 2020 setelah diumumkan langsung oleh Presiden Joko Widodo. Saat itu, Jokowi menyatakan bahwa kasus 01 diduga tertular dari warga Jepang saat keduanya melakukan kontak dekat di Jakarta pada 14 Februari 2020. Adapun, kasus 02 diketahui tertular dari kasus 01. Sebab, keduanya diketahui sebagai ibu dan anak. Sejak saat itu, penyebaran virus corona menyebabkan jumlah pasien positif terus bertambah.

Pada dua hari lalu, 11 Maret 2020, pemerintah mengumumkan ada 34 kasus virus corona atau Covid-19. Dengan begitu, tambahan 35 kasus didapatkan dalam kurun waktu dua hari. Dari 69 kasus itu, diketahui bahwa penularan virus corona ada yang terjadi di dalam negeri dan terinfeksi di luar negeri atau imported case.

Berikut profil 35 pasien baru positif Covid-19 tersebut:

  1. Pasien 35 Pasien 35 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin perempuan dan berusia 57 tahun. Pasien 35 masuk ke rumah sakit sudah dengan alat bantu pernapasan alias ventilator. Kemudian, kondisi kesehatannya menurun hingga akhirnya meninggal dunia. Belakangan, pasien ini dinyatakan terjangkit virus corona.
  2. Pasien 36 Pasien 36 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin perempuan dan berusia 37 tahun. Pasien 36 masuk ke rumah sakit juga sudah dengan menggunakan alat bantu pernapasan alias ventilator. Kemudian, kondisi kesehatannya menurun hingga akhirnya meninggal dunia. Belakangan, pasien ini dinyatakan terjangkit virus corona. Tim dari dinas kesehatan setempat saat ini sedang melakukan tracing close contact pasien 36 ini.
  3. Pasien 37 Pasien 37 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin laki-laki dan berusia 43 tahun. Kondisi kesehatannya masuk kategori ringan-sedang.
  4. Pasien 38 Pasien 38 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin perempuan dan berusia 80 tahun. Kondisi kesehatannya masuk ke kategori sedang-berat. Namun, kondisinya stabil dan ia tidak menggunakan ventilator.
  5. Pasien 39 Pasien 39 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin laki-laki dan berusia 54 tahun. Kondisi kesehatannya masuk kategori ringan-sedang.
  6. Pasien 40 Pasien 40 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin perempuan dan berusia 46 tahun. Kondisi kesehatannya masuk kategori ringan-sedang.
  7. Pasien 41 Pasien 41 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin laki-laki dan berusia 40 tahun. Kondisi kesehatannya masuk kategori ringan-sedang.
  8. Pasien 42 Pasien 41 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin laki-laki dan berusia 66 tahun. Kondisi kesehatannya masuk kategori ringan-sedang.
  9. Pasien 43 Pasien 43 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin laki-laki dan berusia 34 tahun. Kondisi kesehatannya masuk kategori ringan-sedang.
  10. Pasien 44 Pasien 44 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin laki-laki dan berusia 57 tahun. Kondisi kesehatannya masuk kategori ringan-sedang.
  11. Pasien 45 Pasien 45 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin perempuan dan berusia 29 tahun. Kondisi kesehatannya masuk kategori ringan-sedang.
  12. Pasien 46 Pasien 46 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin laki-laki dan berusia 30 tahun. Kondisi kesehatannya masuk kategori ringan-sedang.
  13. Pasien 47 Pasien 47 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin laki-laki dan berusia 61 tahun. Kondisi kesehatannya masuk kategori ringan-sedang.
  14. Pasien 48 Pasien 48 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin laki-laki dan berusia 35 tahun. Kondisi kesehatannya masuk kategori ringan-sedang.
  15. Pasien 49 Pasien 49 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin laki-laki dan berusia 3 tahun. Kondisi kesehatannya masuk kategori ringan-sedang.
  16. Pasien 50 Pasien 50 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin laki-laki dan berusia 59 tahun. Kondisi kesehatannya mengalami penurunan setelah masuk ke rumah sakit hingga pada akhirnya meninggal dunia. Belakangan, berdasarkan hasil uji laboratorium, yang bersangkutan positif terjangkit virus corona.
  17. Pasien 51 Pasien 51 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin laki-laki dan berusia 60 tahun. Kondisi kesehatannya masuk kategori sedang.
  18. Pasien 52 Pasien 52 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin perempuan dan berusia 59 tahun. Kondisi kesehatannya masuk kategori ringan-sedang.
  19. Pasien 53 Pasien 53 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin perempuan dan berusia 24 tahun. Kondisi kesehatannya masuk kategori ringan-sedang.
  20. Pasien 54 Pasien 54 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin laki-laki dan berusia 2 tahun. Kondisi kesehatannya masuk kategori sedang.
  21. Pasien 55 Pasien 43 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin perempuan dan berusia 26 tahun. Kondisi kesehatannya masuk kategori ringan-sedang.
  22. Pasien 56 Pasien 56 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin laki-laki dan berusia 58 tahun. Kondisi kesehatannya masuk kategori ringan-sedang.
  23. Pasien 57 Pasien 57 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin perempuan dan berusia 27 tahun. Kondisi kesehatannya masuk kategori ringan-sedang.
  24. Pasien 58 Pasien 58 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin laki-laki dan berusia 51 tahun. Kondisi kesehatannya masuk kategori ringan-sedang.
  25. Pasien 59 Pasien 59 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin laki-laki dan berusia 63 tahun. Kondisi kesehatannya masuk kategori ringan-sedang.
  26. Pasien 60 Pasien 60 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin perempuan dan berusia 25 tahun. Kondisi kesehatannya masuk kategori ringan-sedang.
  27. Pasien 61 Pasien 61 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin perempuan dan berusia 58 tahun. Kondisi kesehatannya masuk kategori ringan-sedang.
  28. Pasien 62 Pasien 43 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin laki-laki dan berusia 51 tahun. Kondisi kesehatannya masuk kategori ringan-sedang.
  29. Pasien 63 Pasien 63 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin laki-laki dan berusia 34 tahun. Kondisi kesehatannya masuk kategori ringan-sedang.
  30. Pasien 64 Pasien 43 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin perempuan dan berusia 49 tahun. Kondisi kesehatannya masuk kategori ringan-sedang.
  31. Pasien 65 Pasien 65 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin laki-laki dan berusia 48 tahun. Kondisi kesehatannya masuk kategori ringan-sedang.
  32. Pasien 66 Pasien 66 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin laki-laki dan berusia 73 tahun. Kondisi kesehatannya masuk kategori ringan-sedang.
  33. Pasien 67 Pasien 67 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin perempuan dan berusia 25 tahun. Kondisi kesehatannya masuk kategori ringan-sedang.
  34. Pasien 68 Pasien 43 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin perempuan dan berusia 38 tahun. Kondisi kesehatannya masuk kategori ringan-sedang.
  35. Pasien 69 Pasien 69 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin perempuan dan berusia 80 tahun. Kondisi kesehatannya masuk kategori sedang. Dengan demikian, total jumlah kasus pasien Covid-19 di Indonesia per Jumat ini berjumlah 69 orang. Yuri berjanji, akan menjelaskan secara terperinci seperti apa kondisi kesehatan mereka pada Sabtu (13/3/2020) besok.

4 Meninggal, 5 Sembuh

Hingga kemarin, ada tambahan tiga pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Dengan demikian, total ada empat orang yang meninggal dunia akibat penyebaran virus corona.

Sebelumnya, pasien nomor 25 diketahui meninggal dunia pada 11 Maret 2020. Adapun, informasi mengenai tiga tambahan pasien yang meninggal dunia adalah sebagai berikut:

Kasus 35: Dia merupakan perempuan 57 tahun. Menurut Yuri, pasien kasus 35 masuk rumah sakit sudah menggunakan ventilator. “Namun belum dilakukan pemeriksaan Covid-19-nya. Perburukan cepat, hari itu juga meninggal,” ucap Yuri.

Dia tidak menyebutkan mengenai kapan kasus 35 itu masuk rumah sakit atau lokasi rumah sakit yang dimaksud. “Hasil spesimennya positif, sudah diserahkan ke wilayah untuk tracing,” ucap Yuri.

Kasus 36, merupakan perempuan berusia 37 tahun. Menurut Yuri, saat masuk RSPI Sulianti Saroso sudah menggunakan ventilator. “Perburukan dengan cepat, kemudian meninggal. Spesimen ternyata positif. Dinas kesehatan sudah diberi tahu ternyata positif,” ucap Achmad Yurianto.

Kasus 50, merupakan laki-laki 59 tahun. Menurut Yuri, pasien mengalami perburukan dengan cepat sejak kemarin. “Dan kemudian meninggal. Positif coronavirus, Covid-19. Untuk tracing sedang dilakukan dinkes setempat,” ucap Achmad Yurianto.

Sebaliknya, jumlah pasien Covid-19 yang sembuh juga bertambah dua orang. Mereka ialah pasien 01 dan pasien 03.

“Bahwa pasien nomor 1 dan nomor 3 sudah dua kali diperiksa hasilnya negatif. Artinya nomor 1 dan 3 sudah diizinkan pulang,” ujar Yuri Jakarta, Jumat (13/3).

Namun, keduanya belum akan dipulangkan karena akan dibarengkan dengan pasien 02. Pasien 02 saat ini sudah menjalani sekali tes dengan hasil negatif. Yuri optimisitis hasil tes kedua pasien 02 juga akan negatif sehingga dinyatakan sembuh dan bisa pulang. “Sehingga tiga-tiganya, 1, 2, 3 besok bisa pulang,” lanjut Yuri.

Pemerintah sebelumnya telah menyatakan bahwa tiga pasien yang sebelumnya dinyatakan mengidap virus corona atau Covid-19, kini telah sembuh dan boleh pulang, Kamis (12/3).

Adapun, tiga pasien yang dinyatakan sembuh itu adalah Pasien dengan nomor 06, nomor 14, dan nomor 19. “Pasien dengan nomor 06, lelaki 39 tahun sudah dinyatakan sembuh. Nomor 14, laki-laki 50 tahun dinyatakan sembuh. Nomor 19, laki-laki 49 tahun juga sudah dinyatakan sembuh,” kata Yuri.

Dengan begitu, hingga Jumat (13/3), total lima pasien Covid-19 di Indonesia yang dinyatakan sembuh di tengah penetapan virus corona sebagai pandemi global oleh World Health Organization (WHO).

Dalam waktu kurang dari tiga bulan, Covid-19 telah menginfeksi lebih dari 126.000 orang di 123 negara, dari Asia, Eropa, AS, hingga Afrika Selatan. “Dalam dua minggu terakhir jumlah kasus di luar China telah meningkat tiga belas kali lipat dan jumlah negara yang terkena dampak meningkat tiga kali lipat,” kata Direktur Jenderal WHO Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesusus dalam konferensi pers di kantor pusat WHO di Jenewa.

“Dalam beberapa hari hingga minggu ke depan, kami melihat kemungkinan jumlah kasus, jumlah kematian, dan jumlah negara terdampak akan melonjak lebih tinggi,” imbuhnya dilansir CNBC, Kamis (12/3). (kps/bbs/net)

Peserta Tabligh Akbar di Malaysia Terjangkit Corona, Dinkes Lacak 350 Pserta Asal Sumut

SUMUTPOS.CO – Acara tabligh akbar di Masjid Petaling Kualalumpur, Malaysia selama tiga hari, mulai 28 Februari hingga 1 Maret 2020, menjadi perhatian sejumlah negara, termasuk Indonesia. Pasalnya, usai pertemuan keagamaan yang melibatkan 10 ribu orang dari sejumlah negara itu, belasan peserta dikonfirmasi positif terjangkit virus corona. Peserta dari Indonesia mencapai 696 orang. Ratusan di antaranya datang dari Sumatera Utara.

“SAAT INI KITA sedang melacak keberadaan peserta asal Sumut yang mengikuti kegiatan tabligh akbar di Kuala Lumpur itu. Informasi diperoleh, ada 350 warga Sumut yang ikut. Mulai dari Kota Medan dan Binjai, dan lainnya. Sampai sekarang, mereka masih dilacak,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara (Dinkes Sumut), dr Alwi Mujahit Hasibuan, saat dihubungi via seluler, Jumat (13/3) sore.

Pelacakan itu, lanjutnya, harus dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.

Disebutkan Alwi, 350 warga Sumut yang dilacak tersebut akan masuk pada kategori orang dalam pemantauan, hingga dia terbukti sakit. Pemantauan dilakukan selama 14 hari, terhitung sejak mengalami kontak dengan orang diduga positif Covid-19.

“Seandainya aman dalam 14 hari itu, berarti sehat. Namun, untuk sekarang masih berpotensi jatuh dalam pasien untuk pengamatan,” sebutnyan

Alwi menegaskan, hingga kini Sumut masih aman terhadap virus corona. Pun demikian, kondisi tersebut masih sangat dinamis, karena situasinya akan berkembang terus. “Sebenarnya yang bisa mengamankan kita bila rantai penularannya (Covid-19) bisa kita dapatkan dan diputus,” ucapnya.

Cara memutus rantai penularan, menurutnya, ialah dengan melakukan pemantauan. Apabila sakit, maka akan masuk dalam pasien dalam pengawasan. “Akan diobati dan akan kita periksa dalam laboratorium, apakah masuk Covid-19 atau bukan,” tandasnya.

Kasubbag Humas Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik (HAM) Rosario Dorothy Simanjuntak (Rosa) mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sebanyak 11 ruang isolasi untuk pasien sucpect Covid-19.

“RS Adam Malik sudah jauh-jauh hari telah siap untuk menerima dan menangani pasien Covid-19,” pungkasnya.

Berdasarkan kesepakatan dengan Dinkes Sumut, terdapat 4 rumah sakit lainnya yang akan membantu apabila nantinya terjadi over kapasitas pasien. Keempat rumah sakit tersebut, yakni Rumah Sakit Umum (RSU) Haji, RSU Universitas Sumatera Utara (USU), RSU Bhayangkara Tingkat II Medan, dan RSU Lubuk Pakam.

KBRI Cari Informasi

Selain Dinkes, Kedutaan Besar RI Kuala Lumpur di Malaysia juga mengumpulkan data warga negara Indonesia yang mengikuti acara tabligh akbar di Malaysia. “KBRI masih terus mengumpulkan informasi siapa saja yang hadiri acara tersebut,” kata Pelaksana Tugas Juru Bicara Kemenlu Teuku Faizasyah, Jumat (13/3).

Dilansir dari SCMP, sekitar 10.000 orang dari 27 negara yang menghadiri tabligh akbar tersebut. Selain Malaysia, ada juga peserta dari Indonesia (696), Filipina (215), Thailand (132), Vietnam (130), Singapura (95).

Lalu, Kamboja (79), Brunei Darusalam (74), China (35), India (18), Bangladesh (9), Myanmar (6), Aljazira (6), Tunisia (5), Jordan (5), Afrika Selatan (4), Australia (4), Arab Saudi (3). Dan juga Korea Selatan (2), Gambia (2), Kanada (1), Selandia Baru (1), Jerman (1), Mesir (1), Tanzania (1) dan Jepang (1).

Pascapertemuan, Kementerian Kesehatan Malaysia mengumumkan 12 kasus positif virus corona terkait tabligh akbar. Saat ini, Malaysia sedang mencari 5 ribu warganya yang hadir dalam acara tersebut. Sejumlah negara bagian pun meminta warga yang datang ke acara tersebut memeriksakan diri dengan sukarela.

Karena banyaknya jemaah yang mengikuti Tabligh Akbar ini, Menteri Kesehatan Malaysia, Datuk Seri Dr Adham Baba mendesak semua peserta untuk tampil dan diuji untuk mencegah penularan Covid-19 ke masyarakat.

“Kami telah diberi tahu bahwa Covid-19 telah menjadi pandemi. Namun, situasinya masih terkendali di Malaysia. Masyarakat disarankan untuk mengambil tindakan pencegahan untuk mencegah penularan virus,” ujar Adham.

Setelah adanya kasus ini, Adham mengungkapkan, Masjid Sri Petaling akan ditutup sementara untuk proses pembersihan dan sanitasi.

Sementara itu, 11 orang Brunei dikabarkan terinfeksi virus corona. Beberapa di antaranya terkait dengan pertemuan tersebut. Kasus ini merupakan pengembangan dari pasien corona di Brunei, seorang pria berusia 53 tahun menderita gejala Cocid-19, setelah 4 hari pulang dari tabligh akbar di Malaysia.

Lapas Cek Suhu Tubuh Pengunjung

Sementara, untuk mengantisipasi masuknya virus corona (Covid-19) di lingkungan lapas, Lembaga Pemasyarakatan Klas I Medan mulai memeriksa suhu tubuh seluruh pengunjung dan pegawai dengan alat pendeteksi. “Lapas Klas 1 Medan telah membuat kebijakan, dengan kita menyosialisasikan kepada seluruh pengunjung lapas, baik masyarakat ataupun pegawai, sebelum masuk ke dalam lapas kita akan melakukan pengecekan dengan alat pendeteksi suhu tubuh untuk antisipasi virus corona,” ujar Kepala Bidang Pembinaan Lapas Klas I Medan, Peristiwa Sembiring, Jumat (13/3).

Dikatakannya, apabila saat dideteksi ditemukan suhu tubuh pengunjung di atas 37 derajat celcius, maka pengunjung tersebut tidak diperbolehkan masuk area lapas. Walaupun, lanjut Peristiwa, pihaknya tidak bisa memastikan itu adalah corona atau tidak. “Tapi kita ingin memastikan yang masuk ke dalam setidaknya berbadan sehat. Kita mengantisipasi 3000 warga binaan jangan sampai tertular. Sebab, banyaknya jumlah warga binaan yang menghuni di lapas sehingga terjadi over kapasitas, apabila terkena satu akan kewalahan untuk mencegahnya dan mengobatinya,” jelasnya.

Peristiwa menambahkan, selain penerapan deteksi suhu tubuh, Lapas Medan juga membagikan sarung tangan dan masker kepada pengunjung. Selain itu, menyediakan sanitizer dan westafel di ruang kunjungan dan ruang tunggu masuk. “Jadi penerapan antisipasi ini, sudah berjalan hampir10 hari telah diberlakukan. Westafel juga sedang dikerjakan dan hampir rampung. Antisipasi ini dilakukan juga atas arahan Kalapas Medan,” sebutnya.

7 Perintah Pemkab Karo

Sementara, Pemkab Karo mengeluarkan tujuh perintah kepada jajaran untuk menghadapi ancaman Virus Corona (Covid-19). Adapun ketujuh instruksi Bupati Karo tersebut, pertama menyebarluaskan imbauan kepada masyarakat melalui Dinas Komunikasi dan Informasi agar tetap bersikap tenang, tidak panik, tidak berlebihan membeli kebutuhan dan tidak menimbun bahan kebutuhan pokok serta berperilaku hidup sehat, bersih dan menjaga kesehatan diri.

Kedua, membentuk Tim Terpadu Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Karo dan kecamatan masing -masing dengan melibatkan Forkopimda dan instansi terkait. Ketiga, melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pengendalian risiko penularan infeksi Covid-19 di wilayah Kabupaten Karo dan kecamatan. Keempat membuat dan melaksanakan kebijakan teknis peningkatan kewaspadaan risiko penularan infeksi Covid-19 beserta pencegahan dan pengendaliannya.

Kelima, menyusun rencana kontinjensi bersama Dinas Kesehatan, TNl/Polri, rumah sakit dan seluruh perangkat daerah terkait. Keenam, meningkatkan kesiapsiagaan rumah sakit rujukan untuk penanganan infeksi Covid-19, termasuk penambahan jumlah tempat tidur, tenaga medis dan peralatan medis.

Dan ketujuh, melalui tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Dinas Perindustrian dan perdagangan meningkatkan inspeksi dan pemantauan ke pasar dan gudang dalam rangka mencegah potensi penimbunan barang dan harga kebutuhan pokok, termasuk peningkatan koordinasi bersama asosiasi pedagang dalam rangka memastikan ketersediaan kebutuhan pokok yang memadai dan harga yang terjangkau.

Kepala Dinas Kesehatan Karo Irna Safrina Meliala mengimbau masyarakat agar berprilaku hidup sehat dan menjaga daya tahan tubuh. Irna menganjurkan kepada warga yang alami demam dengan suhu 38 derajat Celcius, batuk dan sesak napas agar memeriksakan diri. “Jika mengalami demam (dengan suhu badan) lebih dari 38 derajat Celcius, batuk, sakit tenggorokan , sesak napas, kenakan masker, dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat yang disediakan pemerintah,” kata Irna.

dr Truli Pardede SpP, dari RSUD Kabanjahe menekankan kepada masyarakat pentingnya mencuci tangan dalam mengantisipasi Virus Corona. “Yang perlu kita ingat untuk pencegahan Virus Corona, cara mencuci tangan dan penggunaan masker yang benar. Pemakaian masker tidak boleh berulang ulang dipakai, minimal satu hari masker 4 jam digunakan, setelah itu harus dibuang dan penggunaan masker hanya bagi orang terindikasi sakit, sedangkan tidak sakit tidak perlu pakai masker,” tegasnya. (ris/kps/man/deo)

Sidang Kepemilikan 1.000 Butir Ekstasi, Deni Dituntut 13 Tahun Penjara

SIDANG: Deni, terdakwa pemilik 1000 butir ekstasi menjalani sidang tuntutan, Jumat (13/3).
SIDANG: Deni, terdakwa pemilik 1000 butir ekstasi menjalani sidang tuntutan, Jumat (13/3).
SIDANG: Deni, terdakwa pemilik 1000 butir ekstasi menjalani sidang tuntutan, Jumat (13/3).
SIDANG: Deni, terdakwa pemilik 1000 butir ekstasi menjalani sidang tuntutan, Jumat (13/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Deni (21) dituntut JPU selama 13 tahun penjara serta denda Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan. Deni dinyatakan bersalah atas kepemilikan 1.000 butir pil ekstasi, dalam sidang di ruang Kartika Pengadilan Negeri Medan, Jumat (13/3).

“Meminta kepada majelis hakim agar menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Deni dengan hukuman 13 tahun penjara,” ucap Jaksa Lince Rosmini.

Jaksa menilai, perbuatan terdakwa Deni terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Usai pembacaan tuntutan, majelis hakim yang diketuai Mian Munthe, menunda persidangan hingga pekan depan, dengan agenda pembelaan (pledoi) terdakwa.

Mengutip surat dakwaan, berawal saat terdakwa Deni diajak oleh terdakwa Indra Syahputra Marpaung (berkas terpisah) menjemput ekstasi di Jalan Sudirman Km 3 Pantai Johor, Kota Tanjungbalai tepatnya di depan Pintu Indomaret Panca Karsa.

Terdakwa Deni dijanjikan akan diberi upah oleh Abang terdakwa Indra apabila berhasil menjemput ekstasi. Dan terdakwa Deni setuju, lalu keduanya berangkat dengan mengemudikan sepeda motor milik abang terdakwa Indra menuju lokasi yang dimaksud.

Setelah sampai di lokasi tersebut, terdakwa Indra pun langsung menghubungi seorang laki laki yang tidak terdakwa Deni kenal dan diperintahkan agar masuk kedalam Indomaret Panca Karsa Kota Tanjung Balai tersebut.

Selanjutnya, kedua terdakwa masuk kedalam Indomaret bertemu seorang laki laki dan memberikan 1 buah ransel warna hitam kepada terdakwa Indra. Setelah itu, kedua terdakwa langsung keluar dari Indomaret.

Saat keluar dari Indomaret, petugas dari Ditresnarkoba Polda Sumut langsung melakukan penangkapan terhadap keduanya dan menemukan barang bukti berupa 1 buah tas ransel warna hitam berisikan 1.000 butir ekstasi. (man/btr)