Home Blog Page 4503

7 Bulan Buron karena Kasus Curanmor, Agustian Ditembak Polisi

DITEMBAK: Agustian alias Kiting (duduk) kakinya ditembak petugas karena melawan ketika ditangkap.
DITEMBAK: Agustian alias Kiting (duduk) kakinya ditembak petugas karena melawan ketika ditangkap.
DITEMBAK: Agustian alias Kiting (duduk) kakinya ditembak petugas karena melawan ketika ditangkap.
DITEMBAK: Agustian alias Kiting (duduk) kakinya ditembak petugas karena melawan ketika ditangkap.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Berakhir sudah kisah pelarian, Agustian alias Kiting (27) selama 7 bulan menjadi buron karena kasus pencurian sepedamotor. Warga Jalan Balai Desa Dusun III Desa Sunggal Kanan, Kecamatan Sunggal ditangkap personel Polsek Pancurbatu.

Polisi menembak betis kanan Agustian, karena mencoba kabur saat dilakukan penangkapan di Pasar III Dusun II Desa Sunggal Kanan, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Kamis (12/3) malam sekitar pukul 20.00 WIB.

Kapolsek Pancurbatu AKP Dedy Dharma mengatakan, awalnya personel mendapat informasi keberadaan tersangka Agustian yang berada di seputaran Desa Sunggal Kanan pada Rabu (11/3) sekitar pukul 11.00 WIB. Dari informasi tersebut, dilakukan penyelidikan dan upaya penangkapan namun belum berhasil.

“Selanjutnya, Kamis (12/3) sekitar pukul 20.00 WIB mendapat informasi lagi keberadaan tersangka yang diketahui di kawasan Desa Sunggal Kanan. Tim kemudian bergerak menuju lokasi dan melakukan upaya penangkapan terhadap yang bersangkutan,” jelas Dedy, Jumat (13/3).

Ketika ditangkap, sambung Dedy, tersangka berupaya melarikan diri.”Dilakukan tindakan tegas dan terukur dengan melumpuhkannya hingga mengenai kaki kanannya. Tersangka berhasil ditangkap dan kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk mendapat perawatan,” terang Dedy.

Disebutkan dia, pelaku ditangkap atas dasar laporan pengaduan korbannya dengan nomor: LP/264/VIII/2019/Restabes Medan/Sek Pancurbatu 18 Agustus 2019, Syafikri Syahputra (31) warga Dusun II Desa Durin Sembelang, Kecamatan Pancurbatu.

Disebutkan, Dedy dari pelaku disita barang bukti 1 celana pendek jeans warna hitam merk Black SAE, jaket jeans warna biru merk Lee, BPKB Yamaha Vega R BK 4148 UJ dan 1 unit handphone. (ris/btr)

Ibu Dipukul Pakai Koral, Anaknya Balas Pukul Pakai Sekop

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Wajah berlumur darah yang keluar dari luka di kepala luka, Nuriati (44) mendatangi Polsek Galang Polresta Deliserdang, Kamis (12/3) sekira pukul 17.00 WIB. Warga Dusun IV Desa Jaharun A Kecamatan Galang Kabupaten Deliserdang ini dipukul Dedi dengan batu koral.

Informasi diperoleh, peristiwa penganiayaan itu bermula, Kamis (12/3) sekitar pukul 16.00 WIB. Saaat itu korban datang kelokasi pembangunan rumah miliknya di Dusun IV Desa Jaharun A. Lalu Dedi datang dari arah rumahnya yang berada dibelakang lokasi pembangunan rumah korban.

Saat itu Dedi marah-marah terhadap korban dengan kalimat, “di atas tanah orang, kok bangun rumah”. Saat Dedi marah dengan korban, Dedi membawa batu koral di tangan kananya dan langsung dipukulkan Dedi kearah kepala korban sebanyak satu kali pukulan.

Sehingga kepala korban luka dan berdarah. Selanjutnya kejadian tersebut dilihat anak korban bernama Popo yang saat itu melihat langsung Ibunya dianiaya oleh Dedi. Sepontan Popo mengambil sekop dan memukul wajah Dedi dengan sekop. Lalu Popo membawa korban berobat, dan selanjutnya membuat laporan ke Polsek Galang Polresta Deliserdang.

Kapolsek Galang AKP Teddi Napitupulu SH, saat dikonfirmasi, Jumat (13/3) pagi, menyebutkan bahwa kedua pihak saling membuat laporan ke Polisi.”Dedi opname juga di rumah sakit karena dipukul pamai sekop oleh anak Nuriati,”katanya. (btr)

Empat Kawanan Pengedar Uang Palsu Ditangkap

DIHUKUM: Kabid PPKB Medan, dr Iman Surya terdakwa kasus KDRT menjalani sidang putusan, Kamis (12/3).
DIHUKUM: Kabid PPKB Medan, dr Iman Surya terdakwa kasus KDRT menjalani sidang putusan, Kamis (12/3).
DIHUKUM: Kabid PPKB Medan, dr Iman Surya terdakwa kasus KDRT menjalani sidang putusan, Kamis (12/3).
DIHUKUM: Kabid PPKB Medan, dr Iman Surya terdakwa kasus KDRT menjalani sidang putusan, Kamis (12/3).

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor Kabupaten Langkat berhasil meringkus empat orang kawanan diduga anggota sindikat pemalsu uang pecahan Rp100 ribu.

“Ya benar kita ada meringkus 4 kawanan sindikat pemalsu uang. Nama-nama yang berhasil ditangkap Syah Fendi alias Fendi warga Jalan Kurnia Dusun I Desa Sei Siur Kecamatan Pangkalan Susu,Muhammad Jipi Syahputra, Gus Gia Purnama alias Pedet dan Nayan,”kata Kasat Reskrim Polres Langkat T Fatir Mustafa kepada Sumut Pos Jumat (13/3).

Masih Teuku Fathir, penangkapan anggota kawanan jaringan pemalsuan uang itu dilakukan satu per satu, setelah sebelumnya dilakukan pengembangan kasus.

Sebagaimana biasa, Kata Kasat Reskrim Polres Langkat ini penangkapan 4 Kawanan pemalsu uang kertas ini berawal dari informasi masyarakat atau korban. Korban Mimi dan Ibrahim warga Pangkalan Susu yang mengatakan ada beberapa orang yang diduga melakukan pemalsuan uang pecahan Rp100 di daerahnya.

Mendapat informasi, Kapolres Langkat memerintahkan Satreskrim melakukan penyelidikan dan penangkapan satu demi satu tersangka. Dari kantong celana tersangka Syah Fendi alias Fendi ditemukan tiga lembar uang palsu pecahan Rp100 ribu.

Kemudian T Fathir mengatakan, Jipi mengaku mendapatkan uang palsu dari Gusti Gia Purnama alias Pedet. Selanjutnya dilakukan penangkapan terhadap Pedet dan darinya ditemukan uang palsu pecahan Rp100 ribu sebanyak 24 lembar.

Gusti mengaku uang palsu tersebut ia peroleh dari Nayan. Dari tangan Nayan ditemukan uang palsu pecahan Rp100 ribu sebanyak 29 lembar.

Mempertanggungjawabkan perbuatannya, keempat tersangka berserta barang bukti diamankan ke Mapolres Langkat.“ Keempat tersangka melanggar Pasal 36 ayat (3) Undang–Undang No 7 tahun 2011 tentang mata uang,”ungkapnya.(yas/btr)

Power Balancer dan Server dari ASUS, Tersedia Pre-order

ASUS Power Balancer support new 2nd Gen Intel Xeon Scalable CPU_2000_720.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – ASUS, perusahaan IT terdepan dalam sistem server, motherboard server, workstation dan motherboard workstation, mengumumkan teknologi eksklusif Power Balancer untuk mendukung prosesor terbaru 2nd Gen Intel® Xeon® Scalable (extended Cascade Lake-SP refresh SKUs), Jumat (11/3).  

Power Balancer tersebut tersedia di semua jajaran produk server, termasuk RS720/720Q/700 E9, RS520/500 E9 dan sistem server seri ESC8000/4000 G4 serta motherboard server  Z11.

Dalam aplikasi yang kompleks, seperti komputasi kinerja tinggi (high-performance computing (HPC)), komputasi AI atau edge, menyeimbangkan kinerja dan konsumsi daya selalu menjadi tantangan. Dengan teknologi Power Balancer dan prosesor terbaru 2nd Gen Intel Xeon Scalable, produk server ASUS menghemat daya hingga 31 watt per node pada beban kerja spesifik dan mendapatkan efisiensi yang lebih baik dengan lebih banyak server di lingkungan skala besar, secara signifikan mengurangi konsumsi daya secara keseluruhan untuk total biaya kepemilikan yang jauh lebih rendah dan pengoperasian yang dioptimalkan.

Kesadaran akan menjaga lingkungan dan konsumsi daya telah menjadi topik yang sangat penting dalam industri server pada beberapa tahun terakhir, khususnya karena lebih banyak pusat data yang membutuhkan kinerja komputasi yang lebih baik, lebih banyak ruang penyimpanan dan koneksi yang lebih cepat seiring dengan penggunaan daya yang lebih efisien.

Pada tahun 2019, ASUS meluncurkan sebuah teknologi server thermal-control yang dinamakan Thermal Radar 2.0, yang menyediakan pemantauan suhu server secara real-time dan penyesuaian kurva kipas dinamis untuk konsumsi daya kipas yang lebih rendah. Dengan prosesor terbaru 2nd Gen Intel Xeon Scalable (extended Cascade Lake-SP Refresh SKUs), ASUS memperkenalkan Power Balancer, sebuah teknologi penghematan daya yang dirancang untuk terus memberikan nilai teknologi efisiensi daya yang dioptimalkan.

ASUS Power Balancer merupakan teknologi ekslusif yang memungkinkan server-server ASUS untuk dapat menyesuaikan keseluruhan CPU loading secara otomatis berdasarkan monitoring real-time, mengurangi konsumsi daya secara keseluruhan untuk peningkatan efisiensi dan optimalisasi biaya/kinerja.

Lab server ASUS baru-baru ini melakukan perbandingan antara server ASUS dengan dan tanpa teknologi Power Balancer. Tanpa teknologi, CPU server membutuhkan daya 130 watt untuk mengerjakan beban kerja 80%. Dengan teknologi ASUS Power Balancer, server mencapai 14% penghematan daya sementara tetap menjaga tingkat kinerja yang sama.

Hasil ini menunjukkan secara jelas bahwa teknologi Power Balancer memungkinkan server-server ASUS untuk mengurangi konsumsi daya CPU dalam skenario multi thread dengan menyesuaikan frekuensi yang paling sesuai.  

ASUS memberikan peningkatan kinerja pada  berbagai server dan motherboard server yang memanfaatkan prosesor terbaru 2nd Gen Intel Xeon Scalable (extended Cascade Lake-SP refresh SKUs). Intel memperkenalkan 18 SKU baru dimana tingkat frekuensi teratas dapat meningkat hingga 4.5 GHz dengan Turbo Boost, memberikan peningkatan kinerja hingga 25–36% pada benchmark SPEC CPU2017 untuk mendukung kebutuhan pengguna secara cepat. Seluruh prosesor terbaru mendukung terobosan sistem memori dan kemampuan penyimpanan dari memori persisten Intel Optane.

Motherboard server ASUS seri Z11 untuk prosesor terbaru 2nd Gen Intel Xeon Scalable tersedia dalam bentuk ATX, EEB dan CEB agar dapat sesuai dengan berbagai aplikasi. Para pelanggan dapat menggunakan motherboard ini untuk HPC, pelayanan keuangan, cloud gaming dan kinerja VM dengan penambahan core dan frekuensi lebih tinggi, serta upaya minimum pada persyaratan konfigurasi ulang sistem.

Server ASUS, termasuk seri RS720/720Q/700 E9, RS520/500 E9 dan ESC8000/4000 seri G4, mendukung penuh prosesor terbaru 2nd Gen Intel Xeon Scalable dengan Intel Optane persistent memory dan memberikan solusi optimalisasi beban kerja yang lebih baik yang mempercepat dan menyederhanakan proses  pemilihan perangkat hardware dan software. RS720/700/720Q seri E9 merupakan server dua soket dalam bentuk chasis 2U dan 1U yang dirancang untuk beban kerja yang banyak, kinerja terdepan dan kepadatan komputasi (RS720Q).

RS520/500 seri E9 merupakan server mainstream yang menyeimbangkan kinerja, efisiensi dan kemudahan pengelolaan dalam bentuk chasis 4U, 2U dan 1U. ESC8000/4000 seri G4 merupakan server high density GPU yang ideal untuk AI, deep learning, virtual desktop infrastructure (VDI), rendering dan penelitian ilmiah.

Produk ASUS Server dan Workstation sudah tersedia di Indonesia lewat pre-order. (rel)

JNE Medan Borong 4 Penghargaan di Indonesia Marketeers Festival 2020

MEDAN, SUMUTPOS.CO – JNE Medan berhasil meraih 4 penghargaan dalam pergelaran akbar bagi insan marketing yaitu Indonesia Marketeers Festival 2020 yang di selenggarakan di Hotel Four Point Medan, Kamis (12/03/2020).

Dalam kategori Industry Marketing Champion 2020 Medan, JNE berhasil mendapatkan penghargaan dalam kategori Transportation & Logistic yang diterima langsung oleh Kepala cabang JNE Medan Fikri Al-Haq Fachryana. Penghargaan tersebut diberikan oleh Dimas Soerodjo, Associate Dean Markplus Institute di tengah ratusan tamu yang hadir pada saat itu.

 “Indonesia Marketeers Festival merupakan pergelaran akbar bagi insan marketing yang diadakan tiap tahun dimana Markplus Institute memberikan penghargaan untuk insan marketing terbaik. Setiap tahunnya JNE selalu mendapatkan penghargaan, dan hal ini layak diterima oleh JNE sebagai perusahaan yang sudah berkontribusi dengan sangat baik untuk negeri ini di bidang Transportation & Logistic,” kata Dimas Soerodjo.

JNE, lanjut Dimas, merupakan perusahaan asli Indonesia yang sudah cukup lama hadir di tengah-tengah masyarakat sebagai perusahaan yang bergerak di bidang Transportation & Logistic. “Dilihat dari usianya yang hampir mencapai 30 tahun, menurut saya JNE semakin kreatif dan inovatif. Jaringannya semakin luas, ke kota mana pun saya bertugas misalnya, saya selalu temui kantor JNE baik itu di kota besar maupun di Kabupaten bahkan di Desa,” ungkapnya.

Indonesia Marketeers Festival 2020 kali ini mengangkat tema The 12 Growth Strategies: Update The Momentum. Menurut Dimas, perkembangan pasar online  saat ini sangat menjanjikan. “Namun kendati begitu, para pengusaha juga jangan melepas pasar offline, karena tidak semua masyarakat kita, terkhusus di daerah, dapat mengakses pasar online. Maka keduanya harus sejalan,“ ujarnya.

Di kesempatan yang sama Fikri Al-Haq Fachryana menyampaikan, mengucapkan rasa syukur atas penghargaan yang diberikan kepada JNE. “Penghargaan ini sejatinya untuk semua ksatria dan srikandi JNE di seluruh Indonesia, khususnya di Sumatera Utara. Tantangan kompetisi bisnis yang luar biasa di bidang Transportation & Logistic serta besar nya peluang e-commerce saat ini, membuat JNE semakin terpacu untuk terus meningkatkan kapabilitas di sektor-sektor penting, agar segi pemasaran semakin maju seiring dengan kualitas pelayanan yang terus ditingkatkan,” katanya.

 Selain itu JNE juga mendapatkan penghargaan Service Person Of The Year Medan 2020 yang diterima oleh Rifi Hamdani selaku Head Customer Care JNE Medan. Kemudian penghargaan Sales Person Of The Year 2020 diberikan kepada Sudarto Sagala selaku Head Sales JNE Medan, dan Field Promotor Of The Year Medan 2020 dinobatkan kepada Nur Fatiha Utami selaku PR & Marketing JNE Medan. (rel/sih)

Guru Honor Nonkategori ‘Curhat’ ke Hidayatullah

Anggota DPR RI dari Fraksi PKS Hidayatullah mendengarkan ‘aspirasi perwakilan Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer Nonkategori 35+ Kabuoaten Serdang Bedagai, Kamis (12/3/20).

SERDANG BEDAGAI, SUMUTPOS.CO – Sejumlah perwakilan dari Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer Nonkategori 35+ (GTKHNK 35+) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), ‘curhat’ dengan anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Hidayatullah SE, Kamis (12/3/2020). Mereka mengeluhkan honor yang masih di bawah UMR dan berharap dapat diangkat oleh pemerintah sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer Nonkategori, merupakan tenaga honor yang tersebar di seluruh Indonesia berkisar 254 ribu orang. Sedangkan di Kabupaten Sergei sendiri, jumlahnya ada ratusan guru baik di tingkat SD, SMP maupun SMA.

Mereka menceritakan kesenjangan pendapatan yang sangat mencolok antara guru berstatus ASN dengan guru honorer. “Coba bapak bayangkan, kami rata-rata sudah mengajar sebelas tahun lebih. Namun honor yang kami terima di bawah UMR. Artinya, yang kami terima berkisar Rp600 ribu hingga Rp1 juta, itupun kami terima per tiga bulan sekali,” ungkap seorang perwakilan guru honor tersebut.

Dia menyebutkan, ada dua alasan mendasar yang membuat mereka tetap bertahan. “Pertama, angkat kami guru dan tenaga kependidikan honorer Nonkategori 35+ menjadi ASN tanpa testing melalui Keppres. Kedua, naikkan honor kami sesuai UMR Kabupaten sehingga dapat hidup layak,” harapnya.
Menanggapi curhatan guru-guru honor ini, Hidayatullah mengatakan, hampir sama persoalan di beberapa daerah yang pernah ia dikunjungi. “Tidak dapat dibayangkan bagaimana logika dan akal sehat dapat menalarnya, dengan honor sekian tersebut bapak dan ibu masih bisa bertahan,” ujar Hidayatullah yang didampingi stafnya Abdul Aziz.

Politisi PKS inipun menanyakan kepada para guru honor, bagaimana mereka dapat bertahan hidup dengan honor yang sekecil itu? Sambil tersenyum, mereka mengaku mencari tambahan penghasilan dengan menyambi jualan, bertani dan pekerjaan apa saja yang dapat mereka kerjakan, asalkan menghasilkan uang.

Mendengar itu, Hidayatullah pun berjanji, sekembali dari reses ini ia akan bertemu dengan Komisi X untuk membicarakan hal ini lebih detail. “Persoalan ini akan kami bicarakan, kalau perlu memanggil menteri yang bersangkutan. Sedangkan di tingkat provinsi dan kabupaten, saya akan komunikasikan dengan teman-teman anggota dewan dari dapil Sergei,” tandasnya. (adz)

Bobby Diminta Buktikan Diri Pahami Kota Medan

pengamat Politik, Tamil Selvan, yang akrab disapa Kang Tamil.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Suhu perpolitikan tanah air mulai ramai menjelang pilkada serentak tahun 2020. Dari 270 daerah yang akan mengadakan pilkada dengan rincian 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota, Kota Medan mendapatkan perhatian khusus dari pengamat politik nasional. Pasalnya, bursa pertarungan nampaknya bakal melibatkan menantu Presiden Jokowi, Bobby Afif Nasution.

Pengamat Politik Nasional, Tamil Selvan yang akrab disapa Kang Tamil, mengatakan predikat Pak Jokowi sebagai presiden pasti melekat pada diri Bobby. “Karena itu, Bobby diharapkan jangan hanya mengandalkan nama besar Jokowi sebagai mertuanya. Karena hal itu bisa menjadikan kompetisi menjadi tidak sehat,” kata Direktur Eksekutif TSJ Circle ini, kemarin.

Kang Tamil menjelaskan, predikat Jokowi sebagai pribadi dan Jokowi sebagai Presiden sulit dipisahkan. Karena predikat sebagai presiden itu melekat pada diri Jokowi sebagai mertua Bobby. “Pada Pilkada Kota Medan, dengan munculnya Bobby sebagai calon walikota, banyak pengaruh dan perilaku para pemangku jabatan publik yang akan menguntungkan dirinya,” jelas Kang Tamil.

Secara undang-undang, lanjutnya, setiap warga negara memang berhak memilih dan dipilih. Namun Bobby di usianya yang masih muda, menurutnya perlu membuktikan dirinya memahami permasalahan di Kota Medan. Sekaligus membuktikan bahwa Bobby mengerti solusi yang dibutuhkan warga Kota Medan, sehingga menjadikan dirinya menarik untuk dipilih.

“Wali kota sebenarnya di Kota Medan adalah golput. Sebab angka golput Kota Medan pada pilkada 2015 tertinggi di Indonesia, mencapai 74 persen. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat tidak memiliki kepercayaan kepada para penyelenggara pemerintahan di Kota Medan. Apalagi tiga wali kota Medan berturut-turut ditangkap KPK. Dengan kondisi seperti ini, Medan butuh eksekutor dari sasaran-sasaran anggaran tepat bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Terkait Kota Medan, menurut Kang Tamil, perlu ada grand design yang melibatkan para profesional di tingkat nasional, untuk mencari solusi bagi kompleksitas permasalahan yang ada di Kota Medan. “Kota Medan ini merupakan miniatur Indonesia, sehingga saya kira tidak berlebihan jika perlu diadakan sebuah grand design untuk memecahkan masalah-masalah di Kota Medan. Seperti korupsi, keamanan, ketimpangan sosial. Hal ini bisa dijadikan bahan kajian secara nasional,” tutupnya.

Saat ini, kalangan Istana memiliki 3 kerabat yang akan ikut berkompetisi di Pilkada Serentak 2020. Dari pihak Jokowi, ada putra sulunya Rakabuming Gibran yang mencalonkan diri di pilkada Kota Solo. Kemudian menantu Jokowi, Bobby Nasution yang akan maju pada pilkada Kota Medan.

Sementara dari pihak Ma’aruf Amin, ada putrinya Siti Nur Azizah yang berencana maju di pilkada Kota Tangerang Selatan, pada pilkada serentak tahun 2020 ini. (rel)

Akhyar Serahkan 3 Nama Wakil Wali Kota ke DPP PDIP

Akhyar Nasution Wakil Wali Kota Medan
Akhyar Nasution Wakil Wali Kota Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Guru kader Utama PDIP Sumut, Akhyar Nasution mengaku sudah menyerahkan tiga nama bakal calon wakil Wali Kota Medan ke DPP PDIP. Ketiga nama calon wakil wali kota yang diusulkannya itu masing-masing memiliki karakter kepemimpinan, pengalaman di birokrasi, keilmuan dan religius.

Hal ini disampaikan Akhyar kepada wartawan usai membuka pameran UMKM di Manhattan Times Square Medan, Kamis (12/03/2020). Akhyar menceritakan, kehadirannya ke DPP PDIP beberapa hari lalu adalah rangkaian penjaringan internal PDIP di Sumut untuk pencalonannya sebagai Wali Kota Medan periode 2021-2024.

Di DPP PDIP, sebagai kader utama ia dimintai syarat bagi tiga nama calon wakil wali kota dari latar belakang yang bebas.

“Karena saya kader utama PDIP, DPP membebaskan saya memilih calon wakil di luar kader PDIP. Saya sudah serahkan tiga nama, ketiga nama itu di luar PDIP, dan saya yakini calon wakil wali kota yang saya serahkan itu bisa bekerjasama untuk mewujudkan pembangunan dan membikin Medan tambah cantik,” kata Akhyar.

Saat ditanya siapa tiga nama yang diusulkannya ke DPP itu, Akhyar enggan menyebutkan nama. Namun dia hanya menyebutkan kriteria ketiga tokoh yang telah diserahkannya ke DPP tersebut.

Kriteria pertama, seorang ulama yang pernah di birokrasi dan akademisi juga. Kedua, politisi yang aktif sebagai akademisi, berjiwa muda dan religius. Dan ketiga, seorang birokrat berpengalaman yang juga akademisi serta berkarakter memimpin.

“Ketiganya sudah saya kenal sejak lama, dan saya sudah menyaringnya benar-benar. Nama-namanya ada di DPP PDIP sekarang, dan mereka itu merupakan warga Medan dan cukup dikenali. Karena masing-masing berpengalaman di birokrasi, dikenali oleh politisi, memiliki keilmuan yang baik dan religius,” beber Akhyar yang merupakan lulusan Sekolah Guru Kader Utama PDIP angkatan IV pada tahun 2012 di Kulonprogo, DI Yogjakarta.

Dia menyebutkan, jika dirinya yang diputuskan sebagai calon Wali Kota Medan dari PDIP, maka tiga nama itu akan diputuskan menjadi satu nama. Selanjutnya, akan dibawa ke mitra koalisi partai lainnya disatukan menjadi pasangan calon wali kota dan calon wakil wali kota.

Begitupun, Akhyar tak menutup diri dengan partai lainnya untuk menjadi mitra koalisi. Adapun partai yang sudah intens berkomunikasi secara politik yakni PAN, PKS, Partai Demokrat, dan PPP. Sedangkan ke partai lainnya, Akhyar juga sudah merapatkan diri.

Dia juga menyampaikan, untuk menjadi kader utama PDIP seperti yang disandangnya saat ini tidak mudah karena harus melalui perjalanan yang panjang, bahkan harus memiliki kemampuan, pengetahuan berorganisasi serta pengalaman di partai. Karena sulitnya mendapatkan ‘gelar’ guru kader utama, di Sumut dari ratusan ribu kader PDIP tercatat hanya 30 orang yang memiliki sertifikat guru kader utama.

Akhyar menceritakan pengalamannya bergabung di PDIP. Saat itu ia baru mau menjadi pemilih pemula. Saat itulah dirinya mendaftarkan diri menjadi kader PDI, keluarlah kartu anggota.

Kemudian, ia masuk di kepengurusan tingkat ranting di tahun 1994, dan seterusnya menjadi pengurus di anak cabang dan cabang, hingga akhirnya menjadi anggota DPRD Medan tahun 1999-2004.

“Jadi saya di PDIP itu sudah guru kader utama dan berkarier aktif di kepengurusan dari tingkat ranting, anak cabang, hingga DPD PDIP Sumut. Saya juga mendapatkan warisan darah PDI dari kakek dan ayah saya. Jadi saya sangat paham yang akan dibuat partai, yakni mengutamakan kadernya.

Tak hanya itu, Akhyar menyatakan, saat ini keinginan dan doa para kader serta anggota PDIP di Kota Medan agar partainya sebagai Rumah Besar Wong Cilik memberikan tugas kepartaian kepada para kader-kader PDIP.

“Saya pribadi memohon doa restu dari rekan-rekan kader PDIP atas seluruh perjalanan yang dilalui ini. Semoga seluruh kader-kader kita tambah semangat dalam perjuangan,” ucapnya berdoa. (adz)

Laga Perdana PSMS Tinggal Hitungan Jam, Manajemen Masih Cari Sponsor

LATIHAN: Kapten PSMS Medan Legimin Raharjo saat berlatih bersama tim di Stadion Kebun Bunga Medan, baru-baru ini. triadi wibowo/sumut pos
LATIHAN: Kapten PSMS Medan Legimin Raharjo saat berlatih bersama tim di Stadion Kebun Bunga Medan, baru-baru ini. triadi wibowo/sumut pos
LATIHAN: Kapten PSMS Medan Legimin Raharjo saat berlatih bersama tim di Stadion Kebun Bunga Medan, baru-baru ini. triadi wibowo/sumut pos
LATIHAN: Kapten PSMS Medan Legimin Raharjo saat berlatih bersama tim di Stadion Kebun Bunga Medan, baru-baru ini.
Triadi wibowo/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sesuai jadwal yang dirilis PT Liga Indonesia Baru (LIB), Liga 2 2020 bakal kick-off besok (14/3), dan PSMS Medan menjalani laga perdananya pada Minggu (15/3). Namun, manajemen masih membuka peluang dan mempersilakan bagi siapa saja untuk mensponsori Ayam Kinantan.

Sebelumnya manajemen memprediksi, PSMS butuh dana setidaknya Rp10 miliar untuk mengarungi kompetisi musim ini. Sementara suntikan dana dari sejumlah sponsor, belum memenuhi kebutuhan tersebut.

Diketahui, PSMS bekerja sama dengan BUMN Pelindo 1, dengan jumlah suntikan dana mencapai Rp1 miliar. Selain itu, melanjutkan kerja sama sejak musim lalu dengan BUMD Bank Sumut. Selanjutnya dengan Adhoc Apparel untuk jersey, dan ada Vizta Gym Focal Point untuk kebugaran para pemain. Dari PT LIB, Ayam Kinantan pun mendapatkan subsidi mencapai Rp1,15 miliar.

Menyikapi kebutuhan dana tersebut, manajemen tidak memberikan kriteria khusus kepada semua pihak yang ingin mensponsori PSMS.

“Kami tidak berikan kriteria. Makanya, kalau ada yang mau bantu (mensponsori) PSMS, kenapa enggak? Perkara nama nempel di jersey, semua itu bisa dikombinasikan. Kami mengakui, PSMS memang butuh dana,” ungkap Sekretaris PSMS Julius Raja, Kamis (12/3).

King, sapaan karib Julius Raja, pun mengaku, masih terus membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak yang ingin mensponsori PSMS, meski kompetisi segera bergulir.

“Misalnya, ada perusahaan yang memberi Rp100 juta, dan ingin namanya (perusahaan) nempel di jersey PSMS. Akan dikoordinasikan, bisa saja dibuat kecil di kanan atau kiri jersey, karena memang masih banyak space kosong. Tergantung nilai kontraknya,” jelasnya.

Sementara itu, jelang laga perdana, Pelatih PSMS Philip Hansen, mengaku sangat mengkhawatirkan kondisi para penggawanya, usai melakoni laga ujicoba terakhir bentrok KKBO Langkat United di Stadion Teladan Medan, Selasa (10/3) lalu. Kekhawatirannya, tak terlepas karena Liga 2 sudah di depan mata.

“Saya berharap pemain terhindar dari cedera. Saya ketakutan ini. Makanya saya mewanti-wanti pemain, agar lebih menjaga kebugaran jelang laga perdana. Makanya di laga (ujicoba) kemarin, ada beberapa pemain yang tidak main penuh. Terlalu berisiko kalau dipaksakan,” bebernya, Rabu (11/3) lalu.

Namun, diperkirakan Kiper PSMS, Abdul Rohim, kemungkinan menderita cedera di laga ujicoba tersebut. Eks kiper Persebaya Surabaya itu, cedera paha, usai berduel udara dengan pemain lawan, sebelum akhirnya diganti oleh Muhammad Adi Satrio di babak kedua.

“Itulah yang saya takutkan, Rohim sepertinya cedera. Tapi mungkin memar saja,” pungkas Philip. (isc/saz)

Ditetapkan WHO sebagai Pandemi Global, Rupiah Terjun Bebas

Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Ditetapkannya virus corona (covid-19) menjadi pandemi global, sontak meningkatkan kekhawatiran pasar dan imbasnya rupiah hari ini, Kamis (12/3), tersungkur lebih dalam.

“Kekhawatiran investor terwujud setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan Virus Corona sebagai pandemik global,” kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Kamis.

Rupiah ditutup melemah 148 poin atau 1,03 persen menjadi Rp14.522 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.374 per dolar AS.

Dalam dua minggu terakhir jumlah kasus di luar Tiongkok, telah meningkat tiga belas kali lipat dan jumlah negara yang terkena dampak telah meningkat tiga kali lipat.

Virus Corona telah menginfeksi 118.000 orang di 114 negara dan telah menelan 4.291 korban jiwa dengan perkiraan jumlah tersebut akan terus meningkat.

Penyebaran COVID-19 sendiri membuat bank sentral dan lembaga keuangan global mengambil langkah-langkah stimulus untuk mengimbangi dampak virus tersebut terhadap ekonomi.

Bank sentral Inggris Bank of England sebelumnya memangkas suku bunganya 50 basis poin. Sementara itu, Pemerintah Inggris mengucurkan dana 12 miliar pound atau 15,43 miliar dolar AS untuk memerangi COVID-19.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah di posisi Rp14.384 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.384 per dolar AS hingga Rp14.522 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Kamis menunjukkan rupiah melemah menjadi Rp14.490 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.323 per dolar AS. (jpnn/ram)