26 C
Medan
Sunday, January 25, 2026
Home Blog Page 4503

XL Axiata Fokus ke Jaringan

BTS: Karyawan sedang berbincang sebelum mengecek kesiapan BTS XL Axiata di Jakarta, beberapa waktu yang lalu.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT XL Axiata memperkirakan industri telekomunikasi membaik pada 2020. Bisnis pun diprediksi bisa tumbuh satu angka.

Maka perusahaan menyiapkan belanja modal atau Capital Expenditure (Capex) sebesar Rp 7,5 triliun pada tahun ini. Jumlah itu tidak jauh berbeda dengan Capex XL Axiata selama tiga tahun terakhir.

“Kami akan fokus pada strategi jaringan, area prioritas berdasarkan penghitungan bisnis,” ujar Presiden Direktur dan CEO PT XL Axiata Dian Siswarini kepada wartawan di Jakarta, Rabu, (12/2).

Ia juga menuturkan, perseroan bakal fokus meningkatkan efisiensi dan menerapkan kebijakan dengan hati-hati dalam menghadapi perang harga. Perusahaan berkode saham EXCL ini pun, lanjutnya, berencana melanjutkan program fiberisasi dan automatically switched optical network.

Tujuannya, mengoptimalisasi biaya per kapasitas dan mempersiapkan teknologi 5G.

Plt Chief Technology Officer XL Axiata I Gede Dharmayusa menambahkan, dari total Capex 2020, sebesar 80 persen di antaranya siap digunakan untuk pengembangan jaringan 4G.

“Dari dana tersebut difokuskan pada peningkatan akses frekuensi radio seperti menambah jaringan 4G di wilayah-wilayah dan meningkatkan bandwidth,” jelasnya pada kesempatan serupa.

Capex yang tersisa, lanjut dia, akan dimanfaatkan untuk memperbarui sistem IT baik kepada pelanggan maupun internal. Menurut dia, ini perlu dilakukan demi mendukung upaya penambahan jaringan 4G yang juga menjadi fokus tahun ini.

“Sebaik apapun pengembangan jaringan yang kami lakukan, apabila sistem IT nya tidak memadai, tidak akan bisa mencapai target,” kata Gede.

Dirinya mengatakan, XL juga bakal mengeluarkan sejumlah produk digital baru yang memerlukan dukungan sistem IT yang apik. Maka modernisasi sistem menjadi penting demi mempercepat penyelesaian berbagai produk tersebut.

“Kami akan memperkuat IT sebagai backbone industri sehingga produk-produk digital kami dapat berjalan optimal dan lebih cepat rilis di pasaran,” ungkapnya.

Sebagai informasi, pendapatan XL Axiata pada 2019 sebesar Rp 25,15 triliun. Angka itu naik 9 persen dibandingkan pendapatan pada 2018. (rol/ram)

GoFood, 50 Juta Pesanan per Bulan

MEGAH: Co-CEO Gojek, Kevin Aluwi (paling kiri) dan Chief Food Officer Gojek Group, Catherine Hindra Sutjahyo bersama rekan berfoto bersama usai konferensi pertumbuhan GoFood di Jakarta.

SUMUTPOS.CO – GoFood, layanan pesan antar makanan dari Gojek, mengungkapkan telah melayani 50 juta pesanan per bulan pada akhir 2019 lalu. Ayam geprek menjadi menu terlaris di platform pesan antar makanan itu.

Dalam empat tahun terakhir, pemesanan makanan via GoFood naik 30 kali lipat. Sementara pelanggan di Indonesia pada kuartal keempat 2019 mencapai 20 juta, naik dua kali dibanding periode sama tahun 2018.

“GoFood merupakan salah satu layanan utama Gojek dengan pertumbuhan yang semakin solid. Kecintaan dan loyalitas masyarakat terhadap GoFood menjadi salah satu pendukung pertumbuhan bisnis Gojek secara jangka panjang. Hal ini tercermin dari semakin meningkatnya penggunaan layanan GoFood dari tahun ke tahun,” kata Co-CEO Gojek, Kevin Aluwi.

Sementara pertumbuhan jumlah mitra merchant (pedagang) meningkat 17 kali lipat menjadi 500.000. Beragamnya jumlah mitra pedagang ini membuat GoFood mampu menyediakan ragam pilihan makanan hingga 16 juta item menu kepada pelanggan.

Chief Food Officer Gojek Group, Catherine Hindra Sutjahyo mengatakan, dengan pertumbuhan solid 4 tahun terakhir, GoFood akan memperkuat fokus memberikan kepuasan berkuliner bagi pelanggan dengan terus berinovasi lebih dari sekadar layanan daring pesan antar makanan. Awal tahun 2020 ini GoFood telah meluncurkan empat fitur baru yang makin memanjakan konsumen dalam berkulinerdaring, seperti GoFood Plus, GoFood Turbo, GoFood Plus dan fitur Google Assistant untuk pemesanan makanan, Catherine menjelaskan.

Catherine melanjutkan, sebagai pemimpin pasar, GoFood juga mampu menghadirkan masukan dan tren kuliner yang bermanfaat bagi penjual mengembangkan bisnisnya. “Di tahun 2019, menu ayam geprek, es kopi susu, dan pisang goreng menjadi kuliner yang paling sering dipesan oleh konsumen.”

Sementara itu, dengan melihat tren pertumbuhan yang melaju pesat dari pertengahan hingga akhir tahun 2019, kategori makanan seperti nasi telor, aneka menu dengan lauk ikan, dan bubur ayam akan menjadi favorit di tahun ini. Minuman coklat dan es regal akan meraih popularitasnya di kategori minuman, dan aneka jajanan seperti donat, bakwan, dan tahu juga diprediksi menjadi tren di tahun 2020.

Di tahun 2019, 300 juta porsi ayam geprek laris terjual, hampir setara dengan jarak pulang pergi dari Pulau Jawa – Kalimantan. Kemudian, 15 juta gelas es kopi susu juga laku menemani momen lembur dan begadang nobar, yang setara dengan 2,5 kali kolam renang standar olimpiade.

Yang tidak kalah menarik, 5 juta pisang goreng yang setara dengan 116 kali tinggi Gunung Rinjani ikut menghiasi kemeriahan jenis kuliner yang menjadi favorit masyarakat Indonesia sepanjang tahun 2019.

Pada 2019, Gojek mencetak 2 kali lipat pertumbuhan pendapatan. Aplikasi Gojek juga telah diunduh lebih dari 170 juta kali oleh pelanggan.

Jumlah pengguna aktif bulanan Gojek tumbuh 1,5 kali di 2019, semakin memperkuat aplikasi mobile on-demand karya anak bangsa ini sebagai pilihan utama konsumen. (rol/ram)

Harga Emas Diprediksi Bertahan Naik

Nasabah Perdagangan Berjangka Disarankan Transaksi Beli Emas

Branch Manager PT RFB Cabang Medan, Sonya Kadarmanik.
m idris/sumut pos
Branch Manager PT RFB Cabang Medan, Sonya Kadarmanik.
m idris/sumut pos

SUMUTPOS.CO – Wabah virus corona yang kini menghantui banyak negara di dunia membawa pengaruh ke berbagai sektor, termasuk perdagangan berjangka komoditi. Pengaruh tersebut sebagai besar ke arah negatif (turun), namun ada juga yang positif (naik).

Branch Manager PT Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) Cabang Medan, Sonya Kadarmanik mengatakan, wabah virus corona mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di seluruh dunia, termasuk Indonesia dan juga Amerika Serikat (AS). Bahkan, saat ini sudah berkembang ke beberapa negara di Eropa seperti Australia, Perancis, Korea Selatan dan lainnya.

Oleh karena berdampak kepada negara-negara di dunia, otomatis perekonomian mulai terganggu. Hal ini tentunya juga berdampak kepada mata uang, apalagi international currency adalah dolar AS dan tentu mempengaruhi nilai mata uang tersebut sehingga turun.

“Ketika turun, maka market yang berlawanan dengan dolar (AS) yaitu emas tentu mengalami kenaikan. Contoh, di PT Rifan salah satu transaksinya gold (emas). Emas secara filosofinya berbanding terbalik dengan mata uang,” ujar Sonya yang diwawancarai di salah satu restoran Jalan T Daud Medan, Rabu (12/2).

Kata Sonya, virus corona ini telah mengangkat harga emas di dunia yang tadinya sekitar 1.450 dolar AS per ons troy menjadi lebih dari 1.600 per ons troy. Menurutnya, kenaikan harga emas sekitar 200 per ons troy ini sudah sangat besar karena hanya dalam kurun waktu sekira 1 bulan. Meskipun, sempat turun 1.550 per ons troy.

“Artinya, virus ini membawa pengaruh, dan market kita internasional bukan nasional. Dengan kata lain, setiap indikator internasional yang mempengaruhi perekonomian dunia maka otomatis berpengaruh juga terhadap kita,” ucapnya.

Sonya mencontohkan, seperti misalnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), apalagi Indeks Hang Seng (bursa saham di Hong Kong) karena berdekatan dengan Tiongkok. Pengaruhnya, ketika virus itu semakin menyebar luas maka Indeks Hang Seng turun termasuk harga-harga saham lainnya di Tiongkok dan Hong Kong.

“Virus ini (corona) mempengaruhi market global. Ketika harga saham turun, otomatis indeksnya turun. Sebab, indeks itu merupakan nilai rata-rata dari gabungan harga saham. Oleh karena itu, para investor banyak yang ‘lari’ (transaksi) ke emas lantaran mayoritas harga saham pada anjlok,” ungkap Sonya.

Ia memprediksikan, pada semester I-2020 dengan kondisi yang diawali virus tersebut dan vaksinnya belum ditemukan maka bukan tidak mungkin berdampak nantinya terhadap emas. Artinya, kemungkinan harga emas dunia akan terus bertahan naik hingga semester I-2020. Saat ini, harga emas masih stabil sekitar 1.600 per ons troy.

“Nilai dolar AS secara global melemah, begitu juga currency nasional beberapa negara dan harga saham. Dengan kondisi tersebut, maka menjadi peluang bagi nasabah-nasabah kita yang bertransaksi di emas untuk membeli karena diperdiksi harga emas cenderung bertahan naik. Namun demikian, kondisi harga emas ini masih tetap tergantung situasi global,” saran Sonya.

Diutarakan dia, wabah virus corona ini bagi PT Rifan bukan sebuah ancaman maupun kerugian yang berarti. Alasannya, tidak ada untung dan rugi dari kondisi tersebut karena PT Rifan hanya sebagai fasilitator.

Senada disampaikan pengamat ekonomi Sumut Gunawan Benjamin. Kata Gunawan, virus corona telah memberikan dampak negatif terhadap perekonomian global. Sejak mewabahnya virus itu, banyak negara yang mengkhawatirkan adanya kemungkinan perlambatan laju pertumbuhan ekonominya.

“Multiplier efek negatif lainnya adalah ekspektasi perlambatan harga komoditas seiring dengan perlambatan ekonomi yang terjadi. Selain di sektor rill, pasar keuangan juga mengalami pukulan seiring dengan mewabahnya virus tersebut. Hampir di semua negara mengalami penurunan kinerja sektor keuangannya, termasuk salah satunya adalah pasar keuangan domestik seperti pasar saham. Hingga hari ini (kemarin, red) IHSG saham mengalami pelemahan yang ditutup di level Rp 5.913. Padahal, sebelum mewabah IHSG masih mampu bertahan dikisaran Rp 6.200 ke Rp 6.300,” tutur Gunawan.

Namun demikian, sambung Gunawan, kondisi berbeda justru ditunjukan oleh emas. Harga emas justru semakin menguat di tengah mewabahnya virus corona. “Saat serangan Iran, harga turun. Masuk wabah Corona . Dalam sebulan terakhir, harga emas sempat mendekati level Rp 1.600 er ons troy,” cetus Gunawan.

Gunawan menyarankan terhadap nasabah maupun trader, saat ini ditengah kondisi yang tidak pasti emas memang masih memiliki peluang naik, sehingga masih bisa dibeli. Namun untuk pasar keuangan, sebaiknya investor disarankan memilih posisi wait and see. (ris/ram)

PGN Grup Layani Kebutuhan Gas Proyek RDMP Balongan

CEK: Karyawan PGN sedang mengecek pipa transmisi gas sebelum disalurkan ke masyarakat. Sebagai subholdings gas, PGN Grup akan memenuhi kebutuhan gas proyek RDMP Balongan milik pemerintah. Sesuai dengan Permen, kilang ini menjadi prioritas.
CEK: Karyawan PGN sedang mengecek pipa transmisi gas sebelum disalurkan ke masyarakat. Sebagai subholdings gas, PGN Grup akan memenuhi kebutuhan gas proyek RDMP Balongan milik pemerintah. Sesuai dengan Permen, kilang ini menjadi prioritas.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Perusahaan Gas Negara Tbk berkontribusi untuk penyalurkan pasokan gas ke Refinery Unit (RU) Balongan. Pemanfaatan gas bumi untuk RU Balongan memberikan nilai tambah yang positif untuk meningkatkan utilisasi gas bumi, optimasi biaya operasi kilang maupun pemanfaatan LPG sebagai energi berbasis fosil yang lebih tepat guna.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Nomor 06 tahun 2016, RU Balongan merupakan kilang gas prioritas, sehingga pasokan gas dari Pertamina Grup akan diprioritaskan untuk RU Balongan.

“Ini merupakan salah satu proyek strategis PGN dalam rangka konversi bahan bakar minyak dan LPG menjadi gas bumi,” ungkap Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama, Rabu, (12/2).

Dengan kegiatan usaha tersebut, RU Balongan VI membutuhkan pasokan gas sekitar 40 BBTUD. Saat ini PGN grup melalui PT Pertagas telah melayani kebutuhan pengangkutan gas bumi sebesar 25 BBTUD dan pemenuhan kebutuhan gas bumi sekitar 5 BBTUD.

PGN akan melaksanakan proyek gasifikasi kilang Pertamina yang saat ini menggunakan BBM maupun LPG. Terdiri dari 5 lokasi kilang, termasuk program RDMP salah satunya RDMP Balongan dengan total volume penyaluran jangka pendek sebesar 90 BBTUD atau setara dengan 16,4 ribu BOEPD.

Direktur Utama PGN, Gigih Prakoso, optimalisasi penyaluran pasokan gas ke RU Balongan dapat meningkatkan manfaat bagi Pertamina Group sebesar 57 Juta USD per tahun. “Ini juga sejalan dengan rencana strategis PGN, yaitu program Refinery Development Master Plan (RDMP ) untuk mencapai efisiensi energi kilang Pertamina,” ungkapnya.

Refinery Unit Balongan merupakan kilang minyak Pertamina yang berlokasi di Indramayu, Jawa Barat. Kegiatan usaha utamanya adalah mengolah minyak mentah (crude oil) menjadi produk BBM, non BBM, dan Petrokimia. Produk unggulannya antara lain gasoline, kerosene, industrial diesel fuel, propylene, LPG, decant oil, dan fuel oil. (rel/ram)

Tolak Omnibus Law Klaster Ketenagakerjaan

Ilustrasi.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Ribuan massa buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) mulai memadati kawasan Pintu 10 Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (12/2) pukul 11.30 WIB.

Massa buruh datang ke lokasi untuk menggelar aksi menolak RUU Omnibus Law klaster Ketenagakerjaan yang kini masih dibahas antara pemerintah dengan DPR.

Dari Pintu 10 GBK, massa menggelar longmarch dengan melewati Jalan Gerbang Pemuda, lalu masuk ke Jalan Gatot Subroto untuk kemudian menuju depan pintu gerbang DPR.

Arus lalu lintas lumpuh saat buruh menggelar longmarch menuju depan Gedung DPR. Di Jalan Gerbang Pemuda, kendaraan roda dua dan roda empat tidak bisa lewat ketika buruh menggelar longmarch.

Begitu pun di Jalan Gatot Subroto dari Jembatan Senayan menuju Slipi, para pengendara kendaraan bermotor tidak bisa melintasi jalan tersebut ketika buruh menggelar longmarch.

Para buruh pun sadar aksi longmarch menyulitkan para pengendara lain. Seorang orator dari atas mobil komando menyampaikan permintaan maaf jika aksinya menganggu pengendara.

“Mohon maaf bagi para pengendara lain. Izinkan kami untuk menolak RUU Omnibus Law yang merugikan hak kami,” ucap seorang orator dari atas mobil komando, Rabu.

Tampak belasan spanduk dibawa saat massa menggelar aksi. Satu di antaranya berisi penolakan klaster ketenagakerjaan dalam RUU Omnibus Law. (jpg)

Keputusan Pemerintah Tolak Pemulangan Ratusan WNI di Suriah

Eks Napiter Kecewa dan Minta Dikaji Ulang

Pimpinan Pondok Pesantren Al Hidayah, Ustadz Khairul Ghazali.
istimewa

SUMUTPOS.CO – Pimpinan Pondok Pesantren Al Hidayah, Ustadz Khairul Ghazali mengungkapkan kekecewaannya terkait dengan keputusan Pemerintah Indonesia tolak pemulangan 600 lebih Warga Negara Indonesia (WNI) eks combat ISIS di Suriah.

“Kecewa berat dengan keputusan pemerintah yang menolak kepulangan WNI eks ISIS ke Indonesia,” sebut Ghazali saat dikonfirmasi Sumut Pos, Rabu (12/2) siang.

Ghazali menjelaskan keputusan diambil Presiden Joko Widodo setelah dilakukan rapat kordinasi terbatas bersama Menko Polhukam, Menteri Pertahanan, Menterian Agama, Menteri Luar Negeri, Kepolisian?, BNPT dan BIN di Istana Bogor, Selasa 11 Febuari 2020.

“Keputusan Pemerintah seolah-olah memamerkan arogansi segelintir penguasa yang tidak percaya dengan batang tubuhnya sendiri (lembaga negara spt densus-bnpt) yang telah bekerja sedaya upaya sehingga berhasil merangkul sekitar 200 orang napiter. yang sebagian adalah bekas pemimpin-pemimpin teroris di linknya masing-masing. Bahkan ada yang merupakan jaringan internasional yang berpengaruh,” jelas Ghazali.

Ghazali sendiri melalui Pondok Pesantren yang berada di Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, siap menampung sebagian dan mengembalikan pemahaman mereka cinta NKRI dan anti radikalisme.

“Keputusan tersebut, berarti pemerintah menabrak konstitusinya sendiri dan keputusan PBB yang mewajibkan seluruh negara menjaga keamanan regional dan global,” ungkap mantan Napi Terorisme itu.

Ia menilai ?keputusan diambil Pemerintah Indonesia mencerminkan rasa ketakutan dan kepanikan pemerintah seperti orang yang kehilangan akal menghadapi segelintir WNI eks ISIS, yang belum tentu semuanya teroris lintas batas itu terlibat. Karena, faktanya sebagian besar adalah wanita dan anak-anak serta simpatisan yang merupakan korban.

“Keputusan pemerintah tersebut, menunjukkan pemerintah kehilangan kewarasan padahal mereka punya lembaga-lembag super body yang tangguh seperti BNPT, BIN dan TNI/Polrinpt. Yang nampaknya tidak lagi dipercaya sebagai garda terdepan melindungi lebih 260 juta rakyat Indonesia,” jelas Ghozali.

Dengan kondisi ini, Ghozali mengungkapkan ada rasa ketakutan Pemerintah Indonesia dengan 600 lebih WNI tersebut. Dari keseluruhan didominasi oleh wanita dan anak-anak.

“Sehingga mengabaikan tanggungjawabnya dlalam melindungi rakyatnya sendiri padahal ada lembaga hukum yang bisa menghukum rakyatnya yang melakukan pelanggaran bahkan ada Undang-undang terorisme yang bisa mempidana mereka yang dianggap melanggar. Bukan menolak mereka untuk kembali ke tanah air ini,” ungkap Ghozali.

Dengan begitu, Ghazali meminta kepada Pemerintah Indonesia untuk mengkaji ulang keputusan Pemerintah Indonesia tolak pemulangan ratusan WNI tersebut. Apa pun ceritanya, mereka masih ada hak untuk kembali ke tanah air ini.

“Kami eks-eks mantan teroris Sumut menyerukan kepada pemerintah agar meninjau kembali dan membatalkan keputusan yang dangkal tersebut, dan membuka ruang-ruang dialog dengan mengikut sertakan masyarakat sebagai ujung tombak demokrasi,” ujar Ghazali.

Ghazali dengan tegas menyebutkan ?Pemerintah sepertinya berondok dan berdalih dengan modus tolak pemulangan tersebut untuk melindungi 260 juta penduduk di Indonesia ini. Dengan begitu, mengapa dikorbankan 600 lebih WNI tersebut.

“Ketokohan teroris-teroris lintas negara yang jadi komandan ISIS Indonesia di Suriah seperti Abu Jandal, Bahrum Naim dan lain-lain. Jika dibandingkan dengan ketokohan eks tetoris lintas negara seperti Abu Tholut, Umar Patek, Ali Imran dan lainya belum ada artinya. Tetapi mereka toh kembali ke pangkuan NKRI, yang menunjukkan seradikal apapun para combatan tersebut. Mereka masih mempunyai hati untuk berubah dengan pendekatan humanis dan soft approch yang dilakukan BNPT belakangan ini,” jelasnya.(gus)

Laksamana Madya Aan Kurnia Jabat Kepala Bakamla

Laksamana Madya Aan Kurnia.
istimewa

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Presiden Joko Widodo resmi melantik Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksamana Madya TNI Aan Kurnia di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/2). Aan menggantikan Laksamana Madya TNI Purnawirawan Achmad Taufiqoerrochman yang memasuki masa pensiun.

“Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia dan taat UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan, dengan selurus-lurusnya, demi dharma bakti saya pada bangsa dan negara,” ucap Aan menirukan ucapan sumpah pelantikan dari Jokowi.

Aan juga menyatakan akan menjalankan tugas dan menjunjung tinggi etika jabatan dengan sebaik-baiknya.

Pelantikan itu dihadiri oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin beserta jajaran Kabinet Indonesia Maju, di antaranya Menko Polhukam Mahfud MD, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Ketua Wantimpres Wiranto, Dewan Pengarah BPIP Megawati Sukarnoputri, dan sejumlah pejabat pemerintahan lain.

Aan sebelumnya menjabat Komandan Jenderal Akademi TNI sejak Maret 2018 lalu. Dia merupakan alumnus Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke- XXXII/Tahun 1987.

Aan terpilih usai melewati serangkaian pertimbangan yang dilakukan oleh Tim Penilaian Akhir (TPA). Aan juga terpilih karena mengungguli dua calon lain dalam proses pencarian Kepala Bakamla baru. (cnn/jpg)

Alokasi Gaji Honorer Butuh Regulasi Tegas

DEMO: Tenaga honorer Kategori 2 Indonesia (PHK2I) mengelar aksi unjukrasa, meminta kepada pemerintah agar gaji disetarakan dengan gaji PNS.
istimewa

SUMUTPOS.CO – Kebijakan Mendikbud Nadiem Anwar Makarim menambah dana bantuan operasional sekolah (BOS) untuk gaji honorer sampai 50 persen mendapat respons positif. Meski demikian, Nadiem diminta menyusun regulasi teknis yang tegas untuk menerapkan kebijakan tersebut.

Sikap itu disampaikan Perkumpulan Tenaga Honorer Kategori 2 Indonesia (PHK2I) kemarin. Ketua Umum PHK2I Titi Purwaningsih menyatakan, pihaknya menunggu realisasi kebijakan tersebut di tingkat sekolah. Dia menegaskan, diksi kebijakan itu tertulis maksimal 50 persen. ’’Berarti bisa 40 persen, 20 persen, atau bahkan tidak ada. Sesuai kebutuhan di sekolah,’’ katanya. Karena itu, dia berharap ada aturan yang lebih tegas yang menyebut dana BOS minimal 50 persen. Dengan begitu, ada jaminan kesejahteraan bagi para guru honorer.

Dia mencontohkan, dalam ketentuan lama, alokasi gaji guru honorer dari dana BOS maksimal 15 persen untuk sekolah negeri dan 30 persen untuk sekolah swasta. Dengan alokasi tersebut, ada guru honorer yang menerima gaji hanya Rp 150 ribu/bulan. Jika boleh diambil dari dana BOS hingga 50 persen, dia berharap gaji guru honorer naik menjadi Rp 500 ribu/bulan.

Menurut Titi, pada praktiknya nanti, sekolah pasti sulit mengalokasikan 50 persen dana BOS untuk gaji guru honorer. Sebab, kebutuhan operasional sekolah sangat banyak. ’’Apalagi, sekolah dituntut berkualitas. Kalau mau berkualitas, itu ada biayanya,’’ katanya. Misalnya, untuk mempersiapkan ekstrakurikuler atau perlombaan tertentu, sekolah perlu menghadirkan pelatih yang kompeten. Praktis, dibutuhkan biaya besar. Biaya itu diambilkan dari dana BOS. Belum lagi pengeluaran operasional lainnya.

Sementara itu, perubahan mekanisme BOS juga akan diterapkan sekolah-sekolah agama di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag). Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag Ahmad Umar mengatakan, pihaknya akan menyesuaikan regulasi penyaluran dana operasional untuk madrasah. ’’Nanti dibuatkan peraturan menteri agama (PMA, Red),’’ ujarnya.

Umar menuturkan, kondisi madrasah sangat beragam. Ada madrasah yang muridnya banyak sehingga mendapat dana bantuan operasional besar. Sebaliknya, ada madrasah yang siswanya sedikit sehingga kucuran dana operasionalnya sedikit.

Dia akan mengkaji skema subsidi silang antarmadrasah. Teknisnya, madrasah yang mendapat kucuran dana bantuan operasional besar bisa menyubsidi madrasah kecil. Sebab, berdasar pengalaman selama ini, dana BOS di madrasah besar tidak terserap 100 persen.

Di sisi lain, Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia Muhammad Ramli Rahim menilai, ada sisi positif dan negatif dari perubahan mekanisme penyaluran dan pemakaian dana BOS. Sisi positifnya, kata Ramli, pemda tidak bisa lagi menahan dana BOS dengan berbagai alasan. Termasuk alasan politis pemimpin daerah.

Kucuran 70 persen dana pada semester pertama membuat kepala sekolah maupun guru bisa tersenyum lega. ’’Sebab, mereka tidak perlu lagi mencari utang untuk menalangi biaya operasional sekolah. Sudah bukan rahasia lagi,’’ jelas Ramli. Meningkatnya nilai satuan dana BOS juga diharapkan membuat kualitas operasional sekolah semakin baik.

Mengenai sisi negatifnya, Ramli menuturkan, penambahan alokasi 50 persen untuk gaji honorer sangat kontraproduktif dengan keputusan DPR dan BKN. Yakni, menghapuskan sistem honorer. ’’Seharusnya bukan jadi 50 persen, tetapi 0 persen. Biarkan pemerintah daerah memikirkan cara menanggulangi kekurangan guru ini,’’ bebernya.

Selain itu, dia menganggap porsi dana BOS belum adil. Terutama bagi sekolah dengan jumlah siswa sedikit, tapi memiliki kondisi geografis yang berat. Juga harus dipikirkan kemungkinan kepala sekolah berurusan dengan hukum.(jpnn)

Empat Anak Idap Lumpuh Layu Dapat Bantuan, Orangtua Tak Kuasa Menangis

Ilustrasi.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Kisah pilu dialami keluarga miskin di Dusun IV Hutabuntul, Desa Lae Hole, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Kehidupan Ual Sagala (50) dan Nurlina Boru Sitorus (44) ini sangat memprihatinkan.

Pasangan suami istri tersebut dikaruniai 5 orang anak, empat dari lima anaknya itu menderita lumpuh layuh.

Sebagai seorang petani, penghasilan Ual sangat pas-pasan. Sedangkan istrinya tak lagi bisa membantu Ual karena harus menjaga dan mengurus keempat anaknya yang mengidap lumpuhlayuh di rumah.

Pantauan wartawan sebelumnya, rumah sederhana jenis semi permanen di Dusun IV Hutabuntul, Desa Lae Hole, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, menjadi tempat pasangan Ual dan Nurlina membesarkan 5 anak mereka, terdiri 4 laki-laki, satu perempuan.

Namun, kebahagiaan Ual dan Nurlina itu kurang lengkap sebab semua anak laki-laki mereka mengalami disabilitas, hanya anak perempuan yang berfisik normal.

Empat anak laki-laki mereka, masing-masing bernama Andreas Sagala (21), Jusuf Sagala (18), Samuel Sagala (16) dan Natanael Sagala (7), mengalami penyakit yang membuat tubuh menjadilumpuh layu, sekaligus keterbelakangan mental. Jadinya, sehari-hari seluruh anak laki-laki Ual bergantung kepada orang lain.

Dalam kondisi yang miskin itu, pasangan Ual dan Nurlina berjuang bertahan hidup tanpa pernah mengecap program bantuan pemerintah, seperti Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Program Keluarga Harapan (PKH), ataupun Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).

“Dari semua bantuan itu, belum ada yang kami dapat. Cuma bantuan dari Dinas Sosial (Dinsos) untuk penyandang disabilitas. Itu pun hanya untuk satu orang anak, yaitu si Andreas,” ungkap Nurlina saat ditemui di rumahnya kemarin.

Nurlina mengatakan, semua anak laki-laki mereka tampak normal saat dilahirkan. Memasuki usia tiga bulan, tanda-tanda fisik lumpuh layu mulai terlihat.

Fase itu terjadi merata pada semua anak laki-lakinya.

“Semua kayak begitu. Sudah kami bawa berobat sampai ke rumah sakit di Medan, tetapi enggak ada hasil,” ujar Nurlina sedih.

Nurlina mengaku, ia tak pernah meninggalkan para anak laki-lakinya. Oleh karena itu pula, ia tak pernah bisa ikut membantu suaminya bertani.

“Sebetulnya saya pengin ikut kerja, untuk menambah penghasilan. Namun, mau bagaimana. Anak-anak sama sekali enggak bisa ditinggal,” tutur Nurlina.

Nurlina hanya berharap, mereka dapat memperoleh berbagai bantuan yang digelontorkan pemerintahan Presiden Jokowi saat ini bagi rakyat miskin.

“Bisa mendapat bantuan-bantuan dari pemerintah saja, kami sudah bersyukur sekali,” pungkas Nurlina.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Dairi, Romy Mariani Eddy Berutu, menyambangi rumah keluarga miskin, yang memiliki empat anak penyandang disabilitas, di Dusun IV Hutabuntul, Desa Lae Hole, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi, Selasa (11/2).

Istri Bupati Dairi ini penasaran dengan anak-anak pasangan Ual Sagala (50) dan Nurlina boru Sitorus (44).

Romy tiba di rumah keluarga Ual Sagala sekitar pukul 15.50 WIB hari itu. Ia datang ditemani sejumlah pegawai ASN Pemkab Dairi.

Pantauan wartawan hari itu, markah tulisan keluarga miskinpenerima bantuan sudah terpasang di dinding bagian depan rumah.

Begitu masuk rumah, raut muka Romy tampak sedih. Ia prihatin dengan kondisi rumah keluarga Ual yang sederhana.

Terlebih-lebih terhadap kondisi empat anak laki-laki Ual yang terbaring di ranjang, di ruang tamu.

Kunjungan resmi Romy sebagai Ketua PKK hari itu dibalut dengan seremoni. Selama acara, air mata Romy terus berlinang dan kerap sesenggukan. “Saya sangat mengerti akan apa yang dirasakan Bapak Ual Sagala dan istri, karena saya juga bagian dari itu. Tidak ada orangtua yang ingin anaknya seperti ini,” ujar Romy saat gilirannya memberi kata-kata penghiburan.

Romy mengatakan, empat anak laki-laki Ual dan Nurlina diduga kekurangan gizi, sehingga kemudian terserang penyakit celebral palsy. Dalam kunjungannya itu, Romy menyerahkan bantuan berupa barang-barang kebutuhan rumah tangga dan perlengkapan mengurus anak, serta uang. (bbs/azw)

Romy juga menyerahkan e-KTP kepada tiga anak Ual yang sudah berumur dewasa. “Total ada Rp19 juta uang terkumpul lewat aksi yang dilakukan Dinas Sosial, kemudian ditambah Rp1 juta dari anak saya yang juga mengalami disabilitas. Dia bisa melukis dan Rp1 juta ini dari hasil lukisannya,” tutur Romy saat menyerahkan bantuan uang.

Pada kesempatan itu, Plt Kadis Sosial sekaligus Asisten Bidang Administrasi Umum Kabupaten Dairi, Sudung Ujung meluruskan soal kealpaan penyaluran bantuan kepada keluarga pasangan Ual-Nurlina.

Menurut ketentuan, kata Sudung, bantuan untuk penyandang disabilitas memang hanya diperuntukkan untuk satu orang saja. (bbs/azw)

Selamatkan Aset Pemko Tebingtinggi, Wali Kota-Kejari Jalin MoU

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota Tebingtinggi dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebingtinggi melakukan kerja sama dengan penandatangan MoU di Pondok Bagelen, Jalan Deblot Sundoro Kota Tebingtinggi, Rabu (12/2).

Penandatangan MoU tersebut langsung ditandatangani oleh Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan dan Kajari Tebingtinggi Mustaqpirin dalam bentuk kerja sama di bidang perdata dan tata usaha negara.

Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan menyampaikan apresiasi dan menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, kerja sama tersebut tidak terbatas pada bidang Datun saja, bidang pidana juga bisa dilakukan dalam bentuk penyuluhan seperti narkotika

“Kasus perdata di Tebingtinggi cukup tinggi, termasuk penggarapan aset Pemko oleh kelompok kelompok tertentu. Dan jika dibiarkan akan menjadi masalah dibelakang hari,” terangnya.

Dijelaskan Umar, melalui kesepakatan dan kerja sama ini tidak saja bertambah meningkatnya pendapatan daerah juga akan dapat menyelamatkan aset milik Pemko Tebingtinggi.

Umar Zunaidi menambahkan, Pemko Tebingtinggi menyambut baik ajakan Kajari Tebingtinggi sebagai tempat rumah kita bersama untuk saling berkoordinasi dan men ciptakan keharmonisan hubungan antar lintas sektoral.

“Kami menyambut baik kerja sama ini, semoga ke depan akan menciptakan prestasi bagi keduanya,” harap Mustaqpirin.

Kajari Tebingtinggi juga mengatakan MoU itu mengandung makna yang sangat berarti antara OPD dan Kejaksaan guna mensinergikan kerja yang pada tujuan akhirnya adalah mensejahterakan masyarakat.

“Sudah tidak zaman lagi menakut nakuti, sekarang kita bekerja secara humanis, perintah Jaksa Agung kepada kami, mari kita saling berkontribusi bagi pembangunan bangsa ini ke depan,” katanya. (ian/han)