Aksi Bela Islam Jilid 2:
Ratusan massa umat Islam di Medan melakukan aksi demo di depan Masjid Agung, Jalan Diponegoro Medan.
, Jumat (13/3). Sumut Pos/ ist
Aksi Bela Islam Jilid 2: Ratusan massa umat Islam di Medan melakukan aksi demo di depan Masjid Agung, Jalan Diponegoro Medan. , Jumat (13/3). Sumut Pos/ ist
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ratusan umat Islam menggelar aksi bela Muslim India di depan Masjid Agung Jalan Diponegoro Medan, Jumat (13/3). Dalam aksinya massa menuntut agar Pemerintah Indonesia bersikap tegas dengan membela umat Islam di India yang tertindas.
Ustad Haidar Nasir Panggabean dalam orasinya mengatakan, aksi ini dilakukan sebagai bentuk kecaman dan mengutuk keras pembunuhan masal kaum Muslimin yang terjadi di India oleh para teroris India radikal yang disponsori oleh aparat dan pemerintah setempat.
Makanya pemerintah Indonesia, lanjutnya, harus segera mengusir dubes-dubes India yang ada di Indonesia karena sudah mendukung pembunuhan masal terhadap umat muslim yang ada di India.
“Aksi ini kita lakukan sebagai bentuk untuk berjuang menyelamatkan umat Islam di India yang terus diteror, diperkusi dan dibunuh. Kebiadaban mereka sudah tidak dapat ditolerir lagi, namun sangat aneh Indonesia yang berpenduduk Muslim terbanyak di dunia ini hanya diam saja,” ucapnya.
Dikatakannya, aksi tersebut dilaksanakanlah dengan baik dan mengimbau kepada ormas Islam yang hadir agar melakukan aksi dengan tertib dan jaga kebersihan dan yang paling penting patuh pada komando.
Lebih lanjut Haidar mengatakan, aksi ini dalam rangka menegakkan kalimah Allah. Tidak ada maksud politik, akan tetapi aksi ini adalah semata-mata membela muslim India yang terus disiksa dan dibunuh.
“Maka, kami mendesak dengan segera kepada pemerintah India untuk menegakkan keadilan bagi umat Islam India dan mencabut Undang-Undang Kewarganegaraan yang bersifat diskriminatif terhadap umat Islam India. Karena, itu dinilai sebagai pemicu utama terjadinya tindak kekerasan,” tegasnya.
Usai berorasi, massa pun melakukan longmarch menuju Konjend India di Medan, Jalan Uskup Agung A Sugiopranoto 19, Medan. Di lokasi ini, massa menggelar aksi demonya kembali. (mag-1/ila)
TINJAU: Wagubsu , Musa Rajekshah meninjau persiapan sarana dan prasarana untuk event Sumut Fair 2020, di Arena PRSU, eks gedung Tapian Daya, Jalan Gatot Subroto Medan.
TINJAU: Wagubsu , Musa Rajekshah meninjau persiapan sarana dan prasarana untuk event Sumut Fair 2020, di Arena PRSU, eks gedung Tapian Daya, Jalan Gatot Subroto Medan.
MEDAN, SUMTUPOS.CO – Progres persiapan pelaksanaan Sumut Fair 2020 masih mencapai 90% menjelang pembukaannya pada 20 Maret. Namun begitupun, dipastikan pelaksanaan even yang dulunya bernama Pekan Raya Sumatra Utara (PRSU) itu, siap digelar mulai 20 Maret hingga 1 bulan ke depan
Hal itu diungkapkan Direktur Utama PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU), Amir Makmur Nasution, selaku pengelola Sumut Fair 2020 saat menerima kedatangan Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah.
Ijeck, sapaan akrab Musa Rajekshah itu datang, Kamis (12/03/2020), untuk meninjau persiapan sarana dan prasaranan
pelaksanaan, di Arena PRSU, eks gedung Tapian Daya, Jalan Gatot Subroto Medan.
Menurut Ijeck, Sumut Fair 2020 siap digelar. Diharapkannya even promosi potensi kabupaten/kota, produk UMKM, bisnis dan budaya itu, menjadi wadah interaksi bisnis, kerja sama, dan informasi serta edukasi dan hiburan bagi masyarakat.
Ia juga meminta di sana dihadirkan pojok pelayanan publik, semisal pelayanan administrasi kependudukan, imigrasi bahkan urusan pajak. “Sehingga masyarakat jadi tertarik datang,” katanya.
Selain arena promosi potensi dan produk UMKM unggulan Pemprov Sumut, Pemkab/Pemko, serta BUMN, BUMD, dan perusahaan swasta itu, Sumut Fair 2020 juga dijanjikan menyajikan konten menghibur, menarik, edukatif, dan inspiratif.
Tidak kalah pentingnya adalah terciptanya transaksi dan peluang kerjasama bisnis melalui promosi dan branding. Secara garis besarnya, Sumut Fair 2020 mengusung kegiatan berkonsep hiburan,kompetisi, talkshow, pameran, special even dan bazaar.
Sedangkan ragam konten kegiatan yang akan ditampilkan, seperti festival budaya, stand up comedy, robotic show, cosplay, konser artis ibukota dan lokal, kompetisi fotografi, shopper of the day, vlog, Abang Kakak Sumatra Utara.
Kemudian citizen journalism, cat show, catur, color run, e-sport, gaplek, kompetisi mewarnai, lomba memasak, festival band, tari pelajar, trup gembira, treasure hunt, fun bike, PBB, pembangunan, otomotif, kesehatan, milenial zone, perdagangan.
Ada juga great sale, gadge & elektronik, pasar murah, administrasi kependudukan, layanan samsat keliling, Rekor MURI, Sumut Fair Berbagi, video mapping, talkshow, pendidikan, PMI dan PSMS, UMKM, properti dan pariwisata. Yang tak kalah menariknya ada juga Aceh Night, Indian Night, Java Night, Malay Night dan Jazz Night. (rel/ila)
UNJUKRASA: Ribuan massa IPKmenggelar unjukrasa di Kantor Kejatisu, Jumat (13/3).
Agusman/sumut pos
UNJUKRASA: Ribuan massa IPKmenggelar unjukrasa di Kantor Kejatisu, Jumat (13/3).
Agusman/sumut pos
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ratusan massa dari Ikatan Pemuda Karya (IPK) Medan, beramai-ramai mendemo kantor Kejatisu, Jumat (13/3). Aksi ini sebagai bentuk protes atas intervensi hukum terkait proses hukum di Pengadilan Negeri Medan.
Massa pimpinan dari DPD IPK Kota Medan, Franky Simatupang dalam orasinya, menyampaikan aspirasi lewat sejumlah pernyataan sikap. Di antaranya, menolak intervensi terkait penegakan hukum di wilayah hukum Sumatera Utara, khususnya Kota Medan.
Kemudian, bahwa IPK Kota Medan mendukung penegak hukum baik Kepolisian, Kejaksaan dan Pengadilan Negeri dalam melakukan tugas pokok dan fungsinya sebagai aparat penegak hukum.
Dalam aksi damai yang mendapat pengawalan ratusan petugas kepolisian, delegasi massa akhirnya diterima langsung Asitel Kejatisu Andi Murji, Kasat Intel Polrestabes Medan serta Kasipenkum.
Dalam pertemuan tersebut, Asintel menyampaikan agar permasalahan hukum diserahkan kepada Kejaksaaan sesuai tugas pokok dan fungsi Kejaksaan sebagai aparat penegak hukum.
“Kejaksaan selalu berkomitmen untuk mengawal proses sidang di Pengadilan Negeri Medan, yang sedang berjalan dan mendukung supremasi hukum,” tegas Andi Murji.
Usai mendengar pernyataan dari Asintel Kejatisu, perwakilan delegasi massa akhirnya menerimanya. Massa berjanji akan turut mengawal proses hukum ini hingga selesai.
Sementara, akibat aksi tersebut, ruas Jalan AH Nasution sempat terganggu. Usai menyampaikan orasinya, massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib, hingga jalan berangsur lancar kembali.
Sebelumnya, beberapa waktu lalu ratusan massa Pemuda Pancasila (PP) sempat melakukan unjukrasa ke Kejatisu, terkait tuntutan ringan pembunuh salah satu rekan mereka. Aksi ini kemudian, juga ditanggapi Asintel Kejatisu Andi Murji yang berjanji akan mengeksaminasi jaksa bersangkutan. (man/ila)
DIAMANKAN: Tim Pemburu Preman Satuan Sabhara Polrestabes Medan saat mengamankan preman di Kota Medan, belum lama ini.
istimewa/sumut pos
DIAMANKAN: Tim Pemburu Preman Satuan Sabhara Polrestabes Medan saat mengamankan preman di Kota Medan, belum lama ini.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sejak meluncurnya Tim Pemburu Preman Satuan Sabhara Polrestabes Medan untuk menangkap pelaku pungli yang meresahkan warga Medan. Nyatanya membawa suasana aman dan kondusif di Kota Medan. Kelompok preman jalanan yang suka pungli dan ditakuti warga sudah tiarap dan tidak nampak lagi di pusat perdagangan di Kota Medan.
“Mereka (preman) sudah mulai sadar melakukan pungli berurusan dengan pihak kepolisian, “ ucap Kasat Sabhara Polrestabes Medan, AKBP Sonny W Siregar kepada wartawan, Jumat (13/3)n
AKBP Sonny W Siregar menambahkan, pada preman jalanan maupun preman kampung yang meresahkan yang terjaring dibina dan diberikan sanksi sebagai pekerja sosial untuk membersihkan tempat yang sudah ditentukan tersebut.
Sehingga, dengan cara begitu, aksi pungli yang dilakukan oleh preman jalanan di pusat perdagangan maupun di pasar tradisional yang banyak di Kota Medan ini mulai berkurang. Bahkan tidak ada lagi pungli yang dilakukan preman kepada warga Kota Medan.
Karena itu, Satuan Sabhara Polrestabes Medan tidak akan tinggal diam untuk menciptakan suasana aman dan kondusif di Kota Medan. Diharapkan juga warga Kota Medan jangan pernah takut kepada preman yang melakukan pungli tersebut.
“Laporkan, Tim Pemburu Preman Satuan Sabhara Polrestabes Medan breaksi untuk menindak para preman jalanan yang terlibat pungli, “ pungkasnya.
Aksi premanisme yang begitu marak terjadi di Kota Medan turut menimpa sejumlah seniman film saat melakukan proses shooting di kawasan Lapangan Merdeka Kota Medan.
Hal ini pun menjadi perhatian serius bagi Ketua Komisi I DPRD Medan, Rudiyanto Simangunsong, S.Pd.I. Menurutnya, aksi premanisme yang jelas-jelas terjadi di jantung Kota Medan, membuktikan bahwa saat ini Kota Medan sedang tidak sedang dalam kondisi yang aman.
“Tentunya kita prihatin dengan viralnya informasi sejumlah seniman film yang sedang mengambil adegan di Lapangan Merdeka. Premanisme di jantung Kota Medan ini menunjukan kepada kita bahwa Kota Medan sedang tidak baik-baik saja,” ucap Rudiyanto kepada Sumut Pos, Jumat (13/03).
Dikatakan Rudiyanto, Lapangan Merdeka yang merupakan ruang terbuka dan fasilitas umum untuk beraktivitasnya warga Kota Medan, seharusnya menjadi tempat yang aman, nyaman dan bersahabat bagi setiap orang yang berada disana.
“Taman-taman Kota dan fasilitas umum lainnya seharusnya menjadi tempat yang istimewa bagi warga Kota untuk beraktivitas dan berkreasi. Aksi premanisme yang saat ini masih terjadi di Kota Medan, jelas-jelas telah mencoreng muka Kota Medan. Ini cukup memalukan buat Kota Medan,” ujarnya.
Namun, Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Medan yakin bahwa terkait kasus ini, Kapolrestabes dan para jajarannya di Kota Medan akan dengan bijaksana melaksanakan program utama Kapolda Sumut, bahwa tidak ada tempat bagi kejahatan di Sumatera Utara.
“Kita minta kejadian ini diselesaikan dengan baik dan razia premanisme bisa lebih dirutinkan. Kita yakin kepolisian bisa menyelesaikan masalah ini, masyarakat harus diberi rasa aman,” harapnya.
Disisi lain, anggota Komisi III DPRD Medan, Hendri Duit mengatakan, maraknya premanisme di Kota Medan bisa membuat pengunjung atau wisatawan dari luar Kota Medan enggan untuk datang dan berkunjung ke Kota Medan akibat dibilang bukan merupakan Kota yang ramah pengunjung.
“Kalau lah kita ini bukan orang Medan, lalu kita sering mendengar kalau di Medan itu tidak aman karena banyak premannya, pasti kita tidak mau ke Medan untuk berwisata, pasti kita akan memilih kota-kota lainnya yang kita rasa lebih aman dan bersahabat,” jelasnya.
Hendri meminta agar Pemerintah Kota Medan terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian Kota Medan agar terus memberanras aksi premanisme di Kota Medan.
“Apalagi saat ini Pemko ingin meningkatkan sektor Pariwisata di Kota Medan, kita di Komisi III tidak mau aksi premanisme terus ada di sini dan seolah tak juga terselesaikan di Kota Medan, ini pasti akan mengganggu sektor pariwisata di Medan. Ini tak boleh terjadi, keamanan harus diutamakan, sektor pariwisata hads berkembang di Kota Medan,” pungkasnya.
Seperti diketahui, aksi premanisme menimpa sejumlah kru film A Thousand Midnights in Kesawan yang sedang mengambil adegan syuting Selasa (10/3) malam di Lapangan Merdeka, Kota Medan.
Beberapa kru dan pemain untuk pengambilan gambar beberapa scene terpaksa molor. Pasalnya, tak lama tim produksi setting lokasi, muncul 4 orang pemuda berusia 30-an tahun meminta sejumlah uang, proses shooting pun terpaksa dihentikan dan tertunda hingga beberapa jam. (map/ila)
TRIADI/sumut pos
JARINGAN LISTRIK: Petugas PLN UP3 Medan saat melakukan pemeliharaan jaringan listrik.
JARINGAN LISTRIK: Petugas PLN UP3 Medan saat melakukan pemeliharaan jaringan listrik.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT PLN UP3 Medan kembali melakukan pemeliharaan jaringan listrik di Kota Medan mulai hari ini, Sabtu (14/3), Rabu (18/3) dan Kamis (19/3). Pemeliharaan dilakukan di empat Unit Pelayanan Pelanggan (ULP). Masing-masing, ULP Medan Baru, ULP Medan Kota, ULP Medan Selatan, ULP Medan Johor.
Saat dilakukan pemeliharaan di empat ULP tersebut, pihak PLN UP3 Medan terpaksa melakukan pemadaman hingga beberapa jam, dimulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB, ada juga dimulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB. “Selama dalam pemeliharaan, kami terpaksa memadamkan listrik di ULP yang tengah dilakukan pemeliharaan tersebut. Kami mohon maaf sebesar-besarnya atas ketidaknayaman ini,” ujar Manager Bagian Jaringan PLN UP3 Medan, Aswad Subagio.
Adapun wilayah yang dilakukan pemadaman pada hari ini, Sabtu (14/3) yakni Jl. Iskandar Muda, Jl. Sei Beras, Jl. Hasanuddin, Jl. Hayam Wuruk, Jl. Pasar Pringgan, Jl. Sei Bahorok, Jl. Sei Mencirim, Jl. Wahid Hasyim, Jl. Darussalam, Jl. Sei Arakundo, Jl. Sei Batu Gingging, Jl. Sei Silau.
Kemudian pada Rabu (18/3), pemadaman di wilayah Jl.H. Adam Malik , Jl. Bambu. Jl.Putri Hijau, Komplek BATA, Perum Emeral Garden Htl. Emeral Garden, Jl.STM Sebagian, Jl. Bajak I, Jl. Suka Cipta, Jl.Sakti Lbs Sebagian, Jl.Sisingamangaraja sebagian, Jl. Air Bersih, Jl. Pelangi Sebagian, Jl. Turi Stadion Teladan, Jl. Stadion Teladan, Jl. Karya Bakti,Jl.Gedong Arca,Jl. HM. Joni, Jl.Halat.
Sementara pada Kamis (19/3), pemadaman di wilayah Jl. Becek Namorambe, Jl. Padat Karya, Perumahan Tenera, Jl. Pattimura, Jl. Abdullah Lubis, Jl. Sriwijaya, Jl. TD Pardede, Jl. Iskandar Muda, Jl. D. I. Panjaitan, Jl. Sei Petani, Jl. Sei Bahorok, Jl. Sei Putih, Jl. Sei Batu Gingging, Jl. Sei Serayu. (rel/ila)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemkot) Medan terus melakukan pembersihan Sungai Deli melalui Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan. Tidak hanya dilakukan BPBD Kota Medan, pembersihan juga dilakukan secara gotong-royong.
Contohnya Rabu (11/3), dilakukan gotong-royong massal membersihkan bantaran Sungai Deli, persisnya di belakang Istana Maimun Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Medan Maimun.
Dalam gotong-royong tersebut, BPBD Kota Medan melibatkan unsur TNI dari Kodim 0201/BS, Polrestabes Medan, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan, Badan Sar Nasional (Basarnas), dan Badan Meteorologi, Klimatologi & Geofisika (BMKG). Kemudian juga Balai Wilayah Sungai (BWS), unsur kecamatan dan kelurahan, lurah dan kepling, komunitas peduli lingkungan, akademisi dan praktisi serta warga sekitar.
Bahkan puluhan preman, juru parkir liar serta tukang palak yang selama ini meresahkan masyarakat dan terjaring dalam operasi turut diturunkan membantu aksi bersih-bersih dengan pengawalan petugas dari Polrestabes Medan. Dengan mengenakan kaos putih bertuliskan Mantan Preman dan Aku Gak Preman Lagi Maaak, mereka dengan penuh semangat membersihkan bantaran sungai.
Selain menggunakan peralatan manual, seperti cangkul, penggaruk, serta mesin babat, gotong royomng massal juga didukung alat berat berupa backhoe loader. Pembersihan dilakukan mulai pukul 08.00 WIB hingga menjelang siang hari. Bukan hanya membersihkan sampah, backhoe loader juga untuk membuka jalan dari belakang Istana Maimun menuju bantaran sungai, guna mempermudah truk pengangkut sampah masuk.
Kepala BPBD Kota Medan Arjuna Sembiring mengatakan, selain menjadikan Sungai Deli bersih sampah, kegiatan ini sekaligus untuk menstimulus, mengajak dan mengedukasi masyarakat khususnya yang tinggal di bantaran sungai agar tidak membuang sampah sembarangan terlebih ke Sungai Deli.
Ia menjelaskan membuang sambah ke sungai dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dan pendangkalan”Susur sungai dan aksi bersih Sungai Deli ini merupakan yang ketiga kalinya kita gelar. Kegiatan ini akan rutin kita lakukan dengan harapan Sungai Deli dapat segera bersih dan terbebas dari sampah,” kata Arjuna yang mewakili Pelaksanan tugas (Plt) Wali Kota Medan Akhyar Nasution seperti dalam keterangan tertulisnya.
Asal tahu saja, sejak pertama kali digelar, aksi bersih-bersih Sungai Deli ini yang dilakukan Pemkot Medan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak. Akibatnya perlahan, aliran dan Sungai Deli mulai bersih dari sampah.
“Dalam mewujudkan Medan bersih dibutuhkan komitmen, kerja keras dan keseriusan dari semua pihak untuk mewujudkan. Untuk itu, kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dan turut serta mendukung kegiatan ini,’’ ungkapnya.
Selanjutnya, Arjuna menuturkan bahwa kegiatan bersih-bersih Sungai Deli ini difokuskan pada lokasi yang memang dipenuhi banyak sampah. (trb/ila)
Untuk itu, Pemkot Medan menurunkan alat berat berupa backhole loader dan truk sampah buat mengangkut sampah yang dihasilkan. Di samping itu, peserta aksi bersih-bersih juga menggunakan alat manual untuk membantu memudahkan jalannya pekerjaan.
“Tadi ilalang dibelakang Istana Maimun perlahan telah berkurang. Sebelumnya, susur sungai kita mulai dari Avros berhenti sejenak di belakang Istana Maimun. Kemudian berakhir di Jalan Karya Cilincing,” kata Arjuna.
“Kegiatan ini akan terus kami lakukan sampai Sungai Deli benar-benar bersih dari sampah. Untuk itu kami mohon dukungannya khsususnya dari masyarakat,’’ harapnya. (trb/ila)
KARO, SUMUTPOS.CO – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD) Sumut mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo membangun infrastruktur transportasi lalu lintas tipe B di terminal Tanah Karo.
Hal itu dikatakan Wakil Ketua DPRD Sumut, Yasir Ridho Lubis dalam pertemuan DPRD Sumut dengan DPRD Kabupaten Karo, guna membahas tentang transportasi lalu lintas ke Tanah Karo tipe B di ruang Badan Musyawarah (Banmus) kantor DPRD Sumut, Kamis (12/3).
“Kita akan mendorong untuk ke depannya membangun infrastruktur di sana sesuai harapan pemerintah Tanah Karo. Apalagi, terminal tipe C sudah tidak memadai lagi,” ujar Yasir Ridho kepada Sumut Pos usai pertemuan.
Dalam pertemuan itu, lanjutnya, juga dihadiri DPR-RI yang melakukan kunjungan kerja ke DPRD Sumut. Mereka ikut serta membahas pembangunan infrastruktur itu.
Dikatakan Yasir, Gubernur Sumut Eddy Rahmayadi telah mewacanakan ingin membangun jalan alternatif ke Kabupaten Karo. Pembangunan itu berupa Jembatan Layang Kelok 11 di jalur Medan-Berastagi, yang rencananya akan dibangun paling lambat pertengahan tahun 2020.
“Kita mendorong pembangunan ini demi kemaslahatan umat. Apalagi, kemacetan selama ini sudah sangat parah di sana. Bahkan setiap menuju Tanah Karo, hingga 5 jam kita berada di jalan. Selain itu, tanahnya juga kerap longsor jika musim penghujan,” ungkapnya.
Ia berharap, infrastruktur nantinya yang akan dibangun jalannya bisa lebih bagus, lebih luas dan memberikan kenyamanan bagi pengendara pengguna jalan. “Kita harap waktu yang digunakan di jalan menuju Tanah Karo, hanya memakan waktu singkat, jika memungkinkan sekitar 30 menit-1 jam saja sudah tiba disana. Semoga terealisasi,” harapnya.
Menurutnya, jika membangun infrastruktur yang bagus pasti akan menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Karo. Dan tentunya, pembangunan ini dapat meningkatkan wisatawan yang bukan hanya domestik semata, tetapi juga menarik wisatawan asing.
Ia menambahkan, selain pembangunan infrastruktur, Pemkab Karo juga akan membangun wisata alam, yakni Taman Hutan Raya (Tahura). Ini akan lebih diperindah lagi agar menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang saat ingin berwisata kesana. Tentunya Berastagi bisa menjadi ikon bagi Sumut. “Bukan hanya sekedar menikmati pemandangan hutan dan binatang, tetapi ada juga tempat hiburan, hotel untuk para wisatawan,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengatakan, pembangunan Jembatan Layang Kelok 11 di jalur Medan-Berastagi akan segera dimulai. Yakni paling lambat pertengahan tahun 2020. Pembangunan ini bertujuan untuk menghindari kemacetan yang semakin parah di jalur tersebut.
Eddy mengungkapkan dalam pidatonya beberapa waktu lalu dalam tayangan berbentuk animasi. Ia memaparkan akan terus mendorong Karo membenahi infrastrukturnya menuju objek wisata yang andal serta tidak lagi mengalami kemacetan.
Adapun, dari paparan dan tayangan animasi itu, ada sejumlah titik yang akan dibangun jembatan layang. Seperti di Sibolangit sepanjang 384 meter dan di Kelok 11 Bandar Baru sepanjang 1.600 meter.
Edy juga berjanji akan membenahi Tahura sesuai kearifan lokal Budaya Karo. Sehingga bangunan desain Siwaluh Jabu (desain Rumah Adat Karo) harus segera diselesaikan oleh Pemkab Karo.
Selain itu, ia juga menyampaikan kepada Bupati Karo supaya tahun 2020 ini, mulai dari gerbang pintu masuk Tahura, sebagai simbol wajah Kota Berastagi, segera buatkan master plan kiri kanan jalan, agar ditanam sejenis bunga.
“Ini tujuannya, agar ada ikon yang dikenal saat memasuki Kota Berastagi. Ini bukan main-main. Nanti Provinsi Sumut akan menampung anggarannya. Saya harap, Pemkab Karo segera siapkan master plannya. Ingat, nanti saya tagih. Biar Karo maju dan bermartabat,” tegas Edy. (mag-1/han)
TINJAU: Wakil Wali Kota Tebingtinggi, Oki Doni Siregar didampingi Kabag Kesra Sabana SPd meninjau rumah rumah penginapan untuk Khafilah.
TINJAU: Wakil Wali Kota Tebingtinggi, Oki Doni Siregar didampingi Kabag Kesra Sabana SPd meninjau rumah rumah penginapan untuk Khafilah.
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Wakil Wali Kota Tebingtinggi, Oki Doni Siregar yang juga sebagai Ketua Panitia MTQ ke-37 tingkat Provinsi Sumatera Utara tanggal 1-9 April 2020, meninjau persiapan rumah pemondokan yang akan ditempati peserta MTQ, Kamis (12/3).
Didampingi Kabag Kesra Sabhana, Oki Doni menyambangi satu persatu rumah warga yang ditetapkan sebagai pemondokan untuk penginapan Kafilah peserta MTQ ke-37 Sumut di Kota Tebingtinggi.
Oki Doni Siregar bertemu dan berdialog langsung dengan warga pemilik rumah, melihat langsung kondisi rumah, terutama kamar mandi dan dapur. “Saya optimis khafilah yang nantinya ditempatkan akan dapat menerimanya dengan baik,” jelasnya.
Kepada pemilik rumah, Oki berharap kiranya nanti dapat melayani tamu tamunya sebaik mungkin, agar mereka tidak kecewa. “Saya berharap masyarakat Tebingtinggi ikut menyemarakan dan menyukseskan pelaksanaan MTQ ini semeriah mungkin,” pintanya. (ian/han)
BERBINCANG: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu (tengah) berbincang dengan salahsatu korban bencana angin putingbeliung di lokasi TWI Sitinjo, Kabupaten Dairi.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
BERBINCANG: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu (tengah) berbincang dengan salahsatu korban bencana angin putingbeliung di lokasi TWI Sitinjo, Kabupaten Dairi. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
DAIRI, SUMUTPOS.CO – Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu didampingi Camat Sitinjo, Nelpita Tanjung mengunjungi para korban bencana alam angin putingbeliung di kawasan Taman Wisata Iman (TWI) Sitinjo di Desa Sitinjo, Kamis (12/3).
Kepala Bidang (Kabid) Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika Dairi, Untung Roy Nahampun, mengatakan, Bupati Dairi menyampaikan turut prihatin terhadap warganya yang terkena musibah angin puting beliung, dan korban disambar petir.
Pada kesempatan itu, lanjut Untung Roy, Bupati Eddy KA Berutu mengimbau warga untuk tetap siaga dan waspada. “Bencana alam kapan saja bisa terjadi”, ucapnya. Sehingga diharapkan selalu siap siaga.
Bupati Dairi juga mengimbau jajaranya untuk saling berkoordinasi dalam penanganan korban pasca bencana.
“Kami akan selalu hadir ditengah-tengah bilamana ada musibah dialami warga,” ungkapnya.
Sementara itu, Camat Sitinjo Nelpita Tanjung menyampaikan, pasca kejadian pihaknya langsung berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan aparat keamanan untuk melakukan penanganan darurat.
Pemerintah Kecamatan, BPBD dan TNI-Polri bekerjasama membantu para korban membersihkan puing-puing bangunan dan pohon tumbang di badan jalan kompleks TWI sisa amukan angin putingbeliung.
Pemerintah juga langsung berkoordinasi dengan pihak PLN, untuk segera memperbaiki jaringan yang rusak pasca dihantam pohon tumbang. “Supaya aliran listrik di daerah itu bisa kembali dihidupkan yang sebelumnya sempat padam,” ucap Untung.
Disiarkan sebelumnya, Kepala BPBD Dairi, Sahala Tua Manik mengatakan, bencana alam angin putingbeliung yang terjadi, Kamis (12/3) sore, merusak 6 unit rumah toko (Ruko) souvenir di kawasan bisnis TWI Sitinjo.
Sementara di tempat berbeda, satu keluarga selamat dari sambaran petir di areal persawahan di Desa Sitinjo.
Satu dari lima orang dari satu keluarga yang disambar petir, yakni Kesia boru Nainggolan (5) terpaksa dirawat di RSUD Sidikalang. (rud/han)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dari 87 Rumah Sakit yang ada di Medan, Binjai dan Langkat, hanya 59 yang menjadi provider atau bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.
“Rumah sakit provider atau yang bekerjasama berjumlah 59 untuk wilayah Medan, Binjai dan Langkat. Sedangkan se-Sumut sekitar 140 rumah sakit,” ujar Kepala Cabang Medan BPJS Kesehatan, Sari Quratulainy, baru-baru ini.
Kata Sari, pada tahun 2019, ada 1 rumah sakit yang tidak lagi menjadi provider yaitu RS Martha Friska Multatuli. Hal itu karena rumah sakit tersebut mengundurkan diri, tidak bisa memaksakan.
“Semua rumah sakit yang ada mengajukan untuk menjadi provider. Bahkan, sebelum berdiri atau masih tahap pembangunan ada rumah sakit yang juga mengajukan. Akan tetapi, karena ada persyaratan yang harus dipenuhi sehingga belum bisa langsung bekerja sama,” ungkap Sari.
Dijelaskan dia, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi rumah sakit untuk menjadi provider. Seperti, harus terakreditasi, memiliki izin operasional, SIP (Surat Izin Praktik) Dokter, dan lain sebagainya.
“Bagaimana bisa menjadi provider, kalau rumah sakitnya belum beroperasi? Karena, dari operasional tersebut nantinya dilakukan pembayaran klaim hingga evaluasi,” terang Sari.
Sari menambahkan, meski rumah sakit telah bekerjasama, namun tetap dilakukan evaluasi. “Yang sudah kerja sama saja masih ada hal-hal yang harus diperbaiki, baik itu pelayanan maupun fasilitas,” imbuhnya.
Sementara, Kepala Bidang SDM Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Medan, Rahman Cahyo menuturkan, fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan di tahun 2019 harus sudah memiliki sertifikat akreditasi. Sertifikat akreditasi merupakan persyaratan wajib yang harus dipenuhi oleh setiap rumah sakit yang melayani Program JKN-KIS.
Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 99 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan No 71 Tahun 2013 tentang Pelayanan Kesehatan pada Jaminan Kesehatan Nasional.
“Akreditasi sesuai regulasi adalah syarat wajib, diharapkan rumah sakit dapat memenuhi syarat tersebut. Sesuai dengan Perpres 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan di pasal 67 untuk fasilitas kesehatan swasta yang memenuhi persyaratan dapat menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan, dan ketentuan persyaratan diatur dalam Peraturan Menteri,” jelasnya.
Disebutkan dia, kriteria teknis yang menjadi pertimbangan BPJS Kesehatan untuk menyeleksi fasilitas kesehatan yang ingin bergabung antara lain sumber daya manusia (tenaga medis yang kompeten), kelengkapan sarana dan prasarana, lingkup pelayanan, dan komitmen pelayanan.
“Fasilitas kesehatan swasta yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan wajib memperbaharui kontraknya setiap tahun. Namun pada dasarnya kontrak sifatnya sukarela, hakikat dari kontrak adalah semangat mutual benefit,” tandasnya. (ris/han)
RS Provider BPJS Kesehatan di Medan-Binjai-Langkat