TERIMA: Sekdakab Langkat, Indra Salahuddin menerima plakat dari PT. Bank Mandiri Cabang Pangkalan Brandan.
ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS
Pengembangan Pelaku Usaha Mikro
TERIMA: Sekdakab Langkat, Indra Salahuddin menerima plakat dari PT. Bank Mandiri Cabang Pangkalan Brandan.
ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Langkat, mendukung program Bank Mandiri Cabang Pangkalan Berandan yang berencana workshop BumDes di seluruh desa yang ada di Kabupaten Langkat.
Demikian disampaikan Sekdakab Langkat Dr.H.Indra Salahudin, M.Kes.MSI, saat menerima audiensi para pimpinan PT.Bank Mandiri Cabang Pangkalan Berandan di Ruang Rapat Sekdakab Kantor Bupati Langkat, Senin(9/3)
Sekdakab dalam pertemuan itu sangat mengapresiasi dan mendukung program yang akan dilaksanakan Bank Mandiri. “Selain dapat membina perangkat desa untuk mengembangkan dan membina pelaku usaha di wilayahnya, juga dapat melahirkan banyak para penguasa kecil dari desa yakni UKM dengan modal yang dipinjamkan,”ujar Salahuddin.
Kerjasama ini tentunya, sambung Sekda, dapat meningkatkan perekonomian kerakyatan desa, yang berujung pada peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran. “Semua ini sangat sejalan dengan visi misi Bupati Langkat, yakni mewujudkan Langkat yang semakin maju dan sejahtera, “pungkasnya.(yas/han)
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Binjai menggelar sosialisasi integrasi aplikasi Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (Simpeg) di aula, Selasa (10/3). Ini dilakukan juga sekaligus dalam rangka penerapan pembayaran tunjangan kinerja berdasarkan kinerja harian pada aplikasi tersebut.
Sebelum digelar sosialisasi, pegawai di lingkungan Lapas Binjai yang menjadi Operator Simpeg juga sudah mengikuti Bimbingan Teknis di Kantor Wilayah Kemenhumkam Sumut selama 2 hari.
Dia menyampaikan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang ASN disebutkan dalam Pasal 127, Peraturan Presiden Nomor 130/2017 dan Peraturan Menteri Hukum dan HAM No 33/2017, adalah kedepannya penilaian jurnal harian pegawai, pengajuan dan persetujuan cuti, perhitungan tunjangan kinerja yang akan diterima oleh setiap pegawai bergantung sejauh mana pegawai tersebut mengisi jurnal harian. “Untuk itu setiap pegawai hendaknya selalu memperhatikan kinerjanya dengan mengisi jurnal harian pada Simpeg,” kata dia.(yas/han)
RAKOR: Dari kiri ke kanan, perwakilan Pengadilan Negeri Binjai, Kejaksaan, Polisi dan Kalapas Binjai di sela-sela rakor dan penandatanganan kerja sama penanganan over kapasitas tahanan di Lapas.
RAKOR: Dari kiri ke kanan, perwakilan Pengadilan Negeri Binjai, Kejaksaan, Polisi dan Kalapas Binjai di sela-sela rakor dan penandatanganan kerja sama penanganan over kapasitas tahanan di Lapas.
Kegiatan Perkemahan Bhakti Saka Bhayangkara Nasional (Pertikara) Nasional tahun 2020, yang akan digelar pada 13-20 Juni mendatang, dipusatkan di Bumi Perkemahan (BUMPER) Sibolangit Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.
Hal itu terungkap pada audiensi pengurus Kwarda Gerakan Pramuka Provsu, di Lantai II Ruang Rapat Kantor Bupati Deliserdang,Selasa (10/3)Lubuk Pakam, yang dipimpin Ka Kwarda M Nurdin Lubis didampingi Waka Belanegara Kolonel Azhar Muliadi,Waka Sako dan Saka AKBP Zainal beserta sejumlah Waka Kwardasu lainnya yang diterima Bupati Deli Serdang H Ashari Tambunan selaku Ka Mabicab Gerakan Pramuka Deli Serdang bersama Wakil Bupati H M Ali Yusuf Siregar selaku Ka Kwarcab didamping sejumlah pimpinan OPD terkait selaku anggota Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Deli Serdang dan Camat Sibolangit .
Ka Kwardasu M Nurdin Lubis beserta rombongan menjelaskan, pelaksanaan Pertikara Nasional tahun 2020 direncanakan di Bumi perkemahan Sibolangit yang dikelola Kwarda Sumatera Utara, letaknya berada di Wilayah Kabupaten Deliserdang, untuk suksesnya kegiatan ini tentu perlu kordinasi,komunikasi dan kerjasama yang baik termasuk dengan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang selaku tuan rumah.
Nurdin juga berharap pada momen Pertikara Nasonal, tahun 2020 harus suksesm mengingat Bumper Sibolangit ini talah dikenal sejak pelaksaan Jambore Nasional pada tahun 1977 yang berlangsung sukses, hingga tetap dikenang khususnya bagi kalangan pramuka di nusantara. Karenanya, harus manjadi tekad bersama pada pelaksaaan Pertikaranas 2020 juga berlangsung dengan sukses.
Pada Audiensi ini jajaran Kwardasu juga menyatakan bahwa Bumper sibolangit ini tetap menjadi andalan bagi membina generasi muda yang memilki kekuatan fisik dan mental sebagai generasi penerus bangsa lewat kegiatan kepramukaan, karenanya lokasi Bumper ini perlu direvitalisasi sebagaimana fungsinya terdahulu dan kita kembangkan dengan tersedianya lokasi Bumper masing-masing Kwarcab Kabupaten / Kota yang ada di Sumatera Utara ini, untuk terwujudnya harapan ini tentu perlu kerjasama yang baik seluruh stake holder maupun masyarakat sekitarnya. Bupati H Ashari Tambunan selaku Ka Mabicab Gerakan Pramuka Kabupaten Deliserdang, menyampaikan terimakasih kepada Kwardasu, dengan ditetapkannya Bumper Sibolangit sebagai tempat pelaksanaan Pertikara Nasional 2020.
Dan menyatakan rasa bangga sebagai tuan rumah karena Kabupaten Deli Serdang ini sejaklama dikenal Kabupatennya Pramuka, jadi wajarlah kita dukung , seraya memerintahkan seluruh pimpinan OPD terkait yang hadir untuk memberi dukungan sesuai dengan fungsinya masing-masing termasuk pemeliharan sarana dan prasarana yang ada. (btr/han)
PUKUL BEDUK: Sekdako Binjai, M Mahfullah Daulay memukul beduk pertanda MTQ ke-51 Tingkat Kota Binjai dibuka.
PUKUL BEDUK: Sekdako Binjai, M Mahfullah Daulay memukul beduk pertanda MTQ ke-51 Tingkat Kota Binjai dibuka.
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota Binjai menggelar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-51 Tingkat Kota Binjai di Jalan Bejomuna, Kelurahan Timbang Langkat, Binjai Timur, Selasa (10/3).
Pembukaan MTQ ditandai pemukulan beduk oleh Sekdako Binjai, Mahfullah P Daulay. Dalam sambutannya, Mahfullah mengatakan tujuan utama dari penyelenggaraan MTQ ini bukanlah untuk mendapatkan gelar juara semata, akan tetapi lebih dari itu, yakni bagaimana kita mampu menjadi garda terdepan dalam melaksanakan pembangunan di bidang keagamaan dengan menyampaikan syiar Islam di tengah-tengah masyarakat khususnya generasi muda, sehingga semakin mencintai Alquran dan memahami arti, makna dan keindahan yang terkandung di dalamnya.
“Selain sebagai sarana dakwah dan syiar Islam, mudah-mudahan pelaksanaan MTQ tahun ini bisa menjadi salah satu sarana penyejuk jiwa dan rohani kita semua terlebih dalam situasi dan kondisi permasalahan sekarang ini yang serba kompleks,” ucap Mahfullah.
Mahfullah mengutarakan, Qori dan Qoriah yang ikut serta pada MTQ tingkat kota Binjai ini merupakan peserta yang terbaik dari hasil pelaksanaan MTQ tingkat kecamatan. “Kita semua mengharapkan nantinya peserta dari kota Binjai dapat menjadi yang terbaik pada pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi,”ujar Mahffullah.
Kakan Kemenag Kota Binjai, H Abdul Rahman Harahap yang juga Ketua Panitia Pelaksana MTQ menjelaskan, tujuan dari pelaksanaan ini untuk meningkatkan minat baca Alquran dan pemahamannya di tengah-tengah masyarakat dan persiapan mengikuti MTQ tingkat nasional mendatang.
Kakan Kemenag menyebutkan, pelaksanaan MTQ berlangsung selama 4 hari, yang berakhir 13 Maret 2020 dengan jumlah peserta sebanyak 382 orang. Sekda didampingi unsur Muspida juga melepas peserta pawai taaruf di Lapangan Merdeka Binjai, Selasa (10/3).
Pawai yang diikuti jajaran OPD dengan memamerkan mobil hias, para pelajar SD dengan mengendarai sepeda hias, para mahasiswa ,serta marching band, dan drumband dari berbagai sekolah SMA, SMP, dan SD di Kota Binjai. “Saya berharap peserta pawai agar dapat menyatukan gerak langkah dalam menegakkan syiar Islam di kota Binjai ini,” ujarnya. (ted/han)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – DALAM kurun waktu 10 hari belakangan ini, sebanyak 9 pasien memeriksakan diri ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik (HAM) Medan untuk pendeteksian dini virus corona (Covid-19).
Hasilnya, 8 dari 9 pasien tersebut negatif terjangkit virus Corona. Sedangkan satu pasien lainnya, masih dalam pemeriksaan dokter.
“Setelah diperiksa, 8 pasien hasilnya bukan seperti yang mereka khawatirkan, penyakit suspect Covid-19. Mereka diobati dengan sakit paru lainnya, dan sudah dipulangkan. Sedangkan satu orang lagi masih dalam tahap pemeriksaan dokter,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Sumut, Alwi Mujahid Hasibuan kepada wartawan, Selasa (10/3).
Selain itu, lanjut Alwi, dua pasien diantaranya juga dilakukan pemeriksaan (swab) dan dikirim ke Balitbangkes, Jakarta. Satu sudah ada hasil negatif dan satu lagi, masih dalam proses,” tutur mantan Kadis Kesehatan Labuhanbatu itu.
Sementara, Kepala Sub Bagian Humas RSUP H Adam Malik Rosario Dorothy Simanjuntak ketika diminta tanggapannya mengatakan, pasien itu sendiri yang datang ingin melakukan pendeteksian dini, karena mereka mengalami demam dan batuk setelah pulang dari luar negeri.
“Kebetulan mereka baru pulang dari luar negeri. Jadi mereka sendiri yang memiliki kesadaran untuk memeriksakan diri,” kata Rosario.
Dia menambahkan, pasien yang diperiksa itu hanya dirawat jalan, karena memang mereka sebelumnya tidak ada riwayat demam dan batuk. “Dan hasilnya semua memang sehat. Lagian mereka itu bekerja di perusahaan besar. Pihak perusahaan juga mengharuskan mereka untuk memeriksakan diri,” tandasnya.
Hindari Pertemuan Tidak Penting
Sementara, Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan mengimbau kepala sekolah, Camat dan Lurah untuk mengurangi pertemuan pengumpulan pelajar dan masyarakat yang dinilai tidak begitu penting. Hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona yang semangkin menyebar di Indonesia.
“Kurangi kegiatan pertemuan yang menghadirkan jumlah orang yang banyak. Apalagi kegiatan itu tidak penting,” kata Umar Zunaidi saat sosialisasi virus corona kepada seluruh kepala sekolah, camat, lurah se-Kota Tebingtinggi di Aula Balai Kota, Selasa (10/3).
Umar mengatakan, kepala sekolah diharapkan lebih selektif dalam mengawasi peserta didiknya setiap pagi sebelum masuk belajar. “Berikan pengarahan kepada peserta didik tentang pola hidup bersih dan sehat dengan melakukan tindakan cuci tangan dengan sabun,” imbaunya.
Umar kembali meminta kepada dinas pendidikan agar menyiapkan alat thermoscanner pengukur suhu badan yang praktis penggunaanya. Jika ada siswa di atas 38 derajat celcius sebaiknya dikembalikan ke orang tuanya. “Sesuai arahan dari Kemenkes RI, penggunaan masker digunakan bagi yang sedang menderita sakit, tidak yang sehat,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar jangan terlalu panik, namun tetap waspada. Sumber informasi tentang virus ini hanya satu yakni dari pemerintah melalui Dirjen P2P Kemenkes RI. “Diminta kepada masyarakat jangan terlalu resah dan ketakutan. Hindari pembelian dengan cara memborong barang kebutuhan, terpenting jaga pola hidup sehat dan terus melakukan cuci tangan setelah dari berpergian,” pintanya.
Bupati Langkat Gelar Rapat Khusus
Dalam upaya mencegah virus corona di Kabupaten Langkat, Bupati Langkat Terbit Rencana PA menggelar rapat khusus bersama para pejabat eselon II rumah pribadinya, di Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala, Selasa (10/3). “Tujuan rapat ini untuk menyatukan komitmen dalam penanganan virus corona atau Covid-19, agar seluruh masyarakat Negeri Bertuah tidak terkena wabahnya,” kata Terbit Rencana PA kepada wartawan.
Dia juga telah menginstruksikan instansi terkait, seperti dinas kesehatan dan tenaga kerja melakukan aksi nyata pencegahan, seperti mendata perusahaan yang mempekerjakan tenaga asing. “Terkhusus kepada Disnaker untuk mendata para pekerja asing yang bekerja di PLTU Pangkalansusu. Di sekolah-sekolah juga harus kita imbau agar anak dan gurunya sama-sama menjaga kebersihan lingkungan sekitar,” katanya.
Sementara, Kadis Kominfo H Syahmadi menyampaikan, Pemkab Langkat telah menyiapkan posko serta memberikan imbauan pencegahan virus corona kepada masyarakat. Baik melalui media sosial dan melalui selembar PDF yang bisa disebarkan lewat aplikasi WA atau sejenisnya.
Syahmadi juga menjelaskan, ada beberapa imbauan yang disampaikan Pemkab Langkat terkait penyebaran virus corona ini. Pertama, jangan dan jangan menyebarkan informasi yang belum tentu benar, terkait virus ini.
Kedua, tidak perlu menimbun sembako atau kebutuhan lainnya, karena akan menggangu kestabilan perekonomian yang merugikan banyak orang. Ketiga, tetap waspada dengan menerapkan prilaku hidup bersih dan sehat serta menjaga stamina tubuh.
Keempat, jika mengalami demam lebih dari 38°c, batuk, sakit tenggorokan, sesak nafas, kenakan masker dan segera memeriksakan diri ke Puskesmas atau melaporkan ke Posko Covid-19 Dinkes Kabupaten Langkat. Atau menghubungi, Call Center 081396032994 posko pelaporan Covid – 19 Dinkes Langkat, “ sampainya. (snc/ian/yas)
UMUMKAN: Juru Bicara COVID-19 Achmad Yurianto mengumumkan jumlah pasien virus corona Covid-19 bertambah jadi 4 orang, Jumat (6/3).
SUMUTPOS.CO – Seminggu terakhir, jumlah pasien positif virus corona atau COVID-19 di Indonesia terus meningkat. Dari awalnya hanya dua pasien pada Senin (2/3), melonjak ke angka 27 orang pada Selasa (10/3). Kemarin, ada tambahan delapan pasien yang dinyatakan positif virus corona. Sehari sebelumnya, tercatat 19 orang yang dinyatakan positif. Ke-8 tambahan pasien itu terjangkit di dalam dan di luar negeri.
JURU BICARA pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto, mengatakan informasi mengenai penambahan pasien positif corona berdasarkan pemeriksaan sampel di laboratorium dan analisis dari para ahli hingga Selasa (10/3) petang. “Total ada penambahan 8 pasien yang tertular,” ujar Yuri dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.
Kedelapan pasien ini diberi kode kasus 20 hingga kasus 27. “Setelah sebelumnya kami umumkan kasus 01 hingga kasus 19. Sehingga total ada 27 kasus pasien tertular,” lanjut Yuri.
Dari 8 pasien baru ini, kata dia, ada dua orang WNA. Sementara 6 orang sisanya adalah WNI. Kedelapan pasien Covid-19 yang baru dinyatakan positif virus corona terjangkit di dalam dan luar negeri (imported caes), memiliki data sebagai berikut:
Pasien 20 merupakan perempuan berusia 70 tahun. Dia merupakan bagian dari penelusuran atau tracing dari subklaster Jakarta.
Pasien 21 merupakan perempuan berusia 47 tahun. Dia juga didapatkan setelah dilakukan tracing dari subklaster Jakarta.
Kemudian, terdapat perempuan berusia 36 tahun yang merupakan pasien kasus 22. Diduga penularannya tidak terjadi di Indonesia. “Ini imported case,” ucap Yuri.
Selanjutnya, terdapat pasien 22, yaitu perempuan berusia 36 tahun. Dia juga disebut Yuri sebagai kasus impor.
Pasien 23, dia diketahui sebagai perempuan 73 tahun yang juga kasus impor. “Imported case. Kondisinya saat ini sedang menggunakan ventilator karena faktor comorbid (penyakit yang menyertai) cukup banyak. Kondisi stabil,” kata Yuri.
Selanjutnya, terdapat pasien 24 yang juga merupakan kasus impor. Dia adalah laki-laki berusia 46 tahun.
Pasien 25 adalah perempuan 53 tahun, yang merupakan warga negara asing. “Imported case, kondisi stabil,” kata Yuri.
Berikutnya, terdapat pasien kasus 26 yang merupakan laki-laki berusia 46 tahun. Dia juga merupakan WNA dan tercatat sebagai kasus impor.
Setelah itu, tercatat pasien 27 yang merupakan laki-laki berusia 33 tahun. Pasien 27 merupakan WNI dalam kondisi stabil. Namun, pemerintah belum mendapatkan kepastian dari klaster mana virus corona itu berasal. “Kami menduga local transmission. Kami tracking, ini bukan impor, tidak jelas bagian dari klaster yang lain. Sementara belum (diketahui),” ujar Yuri.
Yurianto mengatakan, pihaknya masih menelusuri riwayat dan aktifitas pasien nomor 27 selama ini, hingga terjangkit Vurus Corona. “Kita sudah bertanya ke yang bersangkutan, yang pasti tak berasal dari luar negeri. Kemudian bertanya apakah ada temannya yang sakit, dia masih belum jelas siapa temannya,” tuturnya.
Menurut Yurianto, pihaknya dan tim dokter tetap melakukan tracing atau melacak dengan siapa korban pernah melakukan kontak. Hal itu dilakukan untuk mempermudah pencegahan penyebaran virus.
Lalu, jika sudah ditemukan, pemerintah dan tim langsung terjun mengisolasi komunitas di mana pasien sempat bertemu dan pergi ke suatu tempat. Timnya juga akan menelusuri orang yang akrab atau memiliki kontak dengannya. “Ini yang menjadi bagian pekerjaan kita untuk telusuri,” tambahnya.
Yurianto pun meminta agar masyarakat tidak panik lantaran satu kasus ini belum jelas asal-muasal virus menyebar. Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat memeriksakan kesehatannya jika dirasa tubuh mengalami gejala-gejala mengarah Corona.
“Baik dia ODP (orang dalam pemantauan) maupun yang bukan ODP. Kalau sakit batuk, pilek, dan sebagainya pakailah masker. Itu kuncinya. Supaya pada saat dia batuk bersin dan sebagainya, virus yang ada dalam tubuhnya apapun itu entah itu Covid-19 atau yang lainnya tidak tersebar,” kata dia.
Kronologi 20 Pasien
Sebelumnya, kasus pasien positif corona di Indonesia diawali dari kasus Nomor 01, seorang perempuan berusia 31 tahun. Ia diduga terpapar virus corona saat menjadi host dalam sebuah acara di Kemang, Jakarta Selatan, dari seorang warga negara Jepang. Hal itu diketahui setelah WN Jepang yang berdomisili di Malaysia itu dinyatakan positif Covid-19 setelah memeriksakan diri di Malaysia.
Kemudian, pasien Nomor 01 menularkannya ke pasien kasus Nomor 02, ibu kasus nomor 1 yang berusia 64 tahun.
Kasus Nomor 03 dan 04 diumumkan pada Jumat (6/3), yakni pasien berumur 33 tahun, masih ada hubungan dengan klaster kasus 01. Memiliki keluhan batuk, flu dan suhu tubuh 37,6 derajat.
Kasus Nomor 04, berumur 34 tahun, masih berhubungan dengan klaster kasus Nomor 01.
Dua kasus berikutnya diumumkan pada Minggu (8/3), yakni kasus Nomor 05, laki-laki 55 tahun. Ini adalah hasil pemeriksaan lanjutan dari kasus kluster Jakarta. Yang tadi suspect, kemudian yang bersangkutan confirm positif Covid-19.
Kasus Nomor 06, laki-laki 36 tahun. Imported case dari Jepang yang didapatkan waktu bekerja sebagai ABK di Diamond Princess
Pada Senin (9/3), jumlah pasien melonjak tajam hingga 13 kasus baru, yang diumumkan.
Kasus Nomor 07, perempuan berusia 59 tahun. Kondisinya tampak sakit ringan sedang dan stabil. Pasien kasus 07 ini baru kembali dari luar negeri dan beberapa saat menunjukkan gejala, kemudian dilakukan pemeriksaan PCR. Hasilnya positif.
Kasus Nomor 08, laki-laki berusia 56 tahun. Pasien ini tertular dari pasien kasus 07 karena memang suami istri. Kondisinya sekarang menggunakan beberapa peralatan infus, oksigen, karena sebelum kontak dengan 07, sudah sakit duluan, tapi bukan Covid-19, sakit karena diare dan ditambah riwayat diabetes.
Kasus Nomor 09, perempuan berusia 55 tahun. Kondisinya tampak sakit ringan sedang tanpa ada penyakit penyulit sebelumnya.
Kasus Nomor 10, laki-laki berusia 29 tahun, WNA. Pasien ini adalah bagian dari tracing atas kasus 1.
Kasus Nomor 11, WNA, perempuan berusia 54 tahun. Bagian dari tracing kontak kasus 1
Kasus Nomor 12, laki-laki, berusia 31 tahun. Masih bagian dari kasus 1
Kasus Nomor 13, perempuan, berusia 16 tahun. Hasil tracing dari sub klaster pasien 03 (subklaster 03).
Kasus Nomor 14, laki-laki, berusia 50 tahun. Imported kasus.
Kasus Nomor 15, perempuan, berusia 43 tahun. Imported kasus.
Kasus Nomor 16, perempuan, berusia 17 tahun., terkait dengan pasien kasus 15.
Kasus Nomor 17, laki-laki, berusia 56 tahun, imported case.
Kasus Nomor 18, laki-laki, berusia 50 tahun, imported case.
Kasus Nomor 19, laki-laki, berusia 40 tahun, imported case.
Dan kemarin, delapan kasus baru diumumkan.
Dengan penambahan kasus positif corona ini, total pasien yang terpapar virus dari luar negeri atau imported case menjadi 12 orang. Sebelumnya, pemerintah mengidentifikasi ada tujuh pasien positif yang tertular setelah melakukan perjalanan dari luar negeri. Lima kasus imported case baru diidentifikasi sebagai pasien 22, 23, 24, 25, dan 26.
Sebelumnya, tujuh pasien yang diidentifikasi sebagai imported case yaitu pasien kasus 07, 09, 14, 15, 17, 18, dan 19.
Dari 27 kasus pasien positif Covid-19 di Indonesia ini, 4 di antaranya adalah warga negara asing (WNA). Keempatnya diidentifikasi sebagai pasien kasus 10, 11, 25, dan 26.
Namun Yurianto enggan memberitahukan kewarganegaraan pasien tersebut. “Ada empat WNA. Ya negara yang episenturm korona. Saya minta tidak ada yang menanyakan nama dan identitasnya,” ujar Achmad Yurianto.
Yurianto juga mengatakan, pemerintah belum bisa membuka rincian data pelacakan orang yang melakukan kontak dekat atau contact tracing dari para pasien yang kini positif tertular virus corona. Yuri mengungkapkan sejumlah alasannya.
“Mohon maaf kita masih belum bisa membuka seperti halnya yang dilakukan oleh Singapura. Sebab tracing yang kita lakukan bukan berputar di wilayah yang kecil,” kata Achmad Yurianto.
Pemerintah mengaku sudah pernah mengejar orang-orang yang melakukan kontak dekat pasien Covid-19 hingga ke luar Jawa. Menurut Yuri, mobilitas dari kontak dekat ini sangat tinggi. “Ada yang sudah kami kejar lalu kabur. Jadi mohon maaf tidak bisa kami buka lebar (informasinya), karena responsnya macam-macam,” tutur Yuri.
Dia mengakui, saat ini belum ada pemahaman yang sama di kalangan masyarakat luas terkait penularan virus corona.
Sehingga, pemerintah juga khawatir jika masih terjadi penolakan sebagaimana yang terjadi di Natuna. “Pengalaman kemarin ditolak mentah-mentah ketika memutuskan Natuna di awal sebagai tempat pemantauan. Oleh karena itu kita hati-hati, tetapi tetap melakukan komunikasi dengan Dinas Kesehatan yang membantu melaksanakan tracing,” kata Yuri.
Siapkan RS di Pulau Galang
Sementara itu, TNI akan menyiapkan rumah sakit bekas pengungsi Vietnam di Pulau Galang, Kepulauan Riau untuk menangani pasien kasus coronavirus atau Covid-19. TNI berencana menyiapkan seribu tempat tidur untuk pasien dalam kasus Covid-19 atau sering disebut Virus Korona Wuhan.
“Kami siapkan sesuai instruksi Panglima TNI tentang rencana optimalisasi RS di Pulau Galang,” ujar Wakil Kepala Pusat Kesehatan TNI, Marsekal Pertama dr Didik Kestito pada Rapat Koordinasi penanganan Covid-19 di Kantor Staf Presiden (KSP), Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Negara, Jakarta, Senin (9/3).
Dari 1.000 tempat tidur pasien tersebut, lanjut Puskes TNI, sejumlah 900 kasur terdapat di ruang perawatan observasi biasa untuk digunakan pasien dengan kategori ODP (Orang Dalam Pemantauan). Sementara, 80 tempat tidur ditempatkan di ruang observasi bertekanan negatif untuk pasien PDP (Pasien Dalam Pengawasan). Sisanya, sejumlah 20 tempat tidur untuk ruang gawat darurat atau ICU (Intensive Care Unit).
Pusat Kesehatan TNI juga menyiapkan sejumlah rumah sakit yang bisa menjadi Rumah Sakit Rujukan Utama dan Rumah Sakit Rujukan Pendukung. Angkatan Darat menyiapkan dua rumah sakit rujukan utama yaitu RSPAD Gatot Subroto dan RS dr Soepraoen di Malang Jatim.
Sedangkan, RS rujukan pendukung terdiri dari 20 rumah sakit. Sementara Angkatan Laut menyiapkan RSAL dr. Ramelan Surabaya sebagai RS rujukan utama dan 10 Rumah Sakit Rujukan pendukung. Angkatan Udara menyiapkan RS dr M Salamun di Bandung Jawa Barat sebagai rumah sakit rujukan utama dan delapan rumah sakit rujukan pendukung.
Kapuskes TNI AD Mayjen dr Tugas Ratmono mengatakan, pihaknya memiliki 15 KESDAM dan sekitar 90 RS serta 13 RS tingkat 2 yang terdiri dari 1140 tempat tidur pasien.
“Kami sudah perintahkan semua RS untuk menggelar Posko Siaga Covid -19. Sejak Januari kami sudah meminta laporan periodik sampai saat ini. Kecuali RSPAD belum mendapatkan pasien yang diketahui positif Covid -19. Info to dari RSPAD, beberapa pengunjung juga menanyakan soal Covid test,” tegasnya. (kps/bbs/int)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Dari 27 orang pasien positif virus corona atau covid-19 di Indonesia, dua dinyatakan sembuh dari infeksi, Selasa (10/3). Keduanya adalah pasien kasus 06 dan kasus 14.
Juru Bicara Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto, menyatakan kedua pasien dinyatakan sembuh setelah hasil tes terakhir terhadap kedunya menunjukkan hasil negatif.
Namun menurut Yurianto keduanya masih akan menjalani tes ulang pada dua hari mendatang. Bila hasilnya tetap negatif, maka keduanyan diperbolehkan pulang.
Yurianto mengatakan, kasus 06, yakni seorang kru kapal Diamond Princess yang sebelumnya divonis positif terjangkit COVID-19, dan dirawat di RS Persahabatan, pada hari kelima pemeriksaan sudah menunjukkan hasil negatif.
Namun, setelah keluar dari RS, yang bersangkutan harus melakukan isolasi diri atau menahan diri untuk tidak melakukan kontak dekat dengan siapapun sementara. “Bukan berarti tidak boleh kontak dengan siapapun Boleh, tapi ditahan. Artinya dia harus menggunakan masker dan berusaha pada posisi setidaknya dua meter, kalau kita bicara self isolated,” ujar Yurianto.
Kru kapal Diamond Princess tersebut juga harus melakukan pengawasan diri jika merasa ada keluhan panas, batuk atau sesak nafas kembali, maka harus melaporkan kepada petugas kesehatan.
Sementara kasus Nomor 14 adalah seorang pria berusia 50 tahun yang tertular virus corona di luar negeri.
Yurianto menyampaikan, setelah dilakukan penelusuran, kasus 14 sudah sakit selama tiga hari di rumah sebelum dirawat di RS. Selama sakit tiga hari di rumah, yang bersangkutan merasa hanya influenza biasa, sehingga melakukan pengobatan sendiri. Baru pada hari ketiga setelahnya yang bersangkutan melaporkan ke rumah sakit.
“Untuk kasus 14 ini kita lakukan tracing, karena sudah dua tiga hari di rumah dalam keadaan sakit,” kata Yurianto.
Selebihnya, yakni kasus 08 yang sebelumnya harus menggunakan selang ETT dan ventilator, kini sudah dilepas. Kasus 08 hanya perlu menggunakan sungkup oksigen.
“Secara keseluruhan perkembangan semakin bagus. Kasus-kasus lain tidak ada laporan khusus,” ujar Yurianto.
Hanya saja, kata dia, tim kesehatan masih menunggu perkembangan kasus 01, yang hingga hari ke tujuh masih positif. Menurut Yurianto, kondisi fisik kasus 01 sudah bagus, namun yang bersangkutan agak tertekan dengan publikasi sebelumnya.
Direktur Utama RSUP Persahabatan, Rita Rogayah, mengatakan kedua pasien yang dinyatakan sudah negatif corona itu masih dirawat intensif di lokasi, Selasa (10/3). “Semua pasien masih dirawat dan belum ada yang dinyatakan sembuh,” katanya.
64 Ribu Orang Sembuh
Tak hanya di Indonesia, jumlah pasien corona yang sembuh di seluruh dunia juga meningkat. Dari 115 negara dan wilayah di seluruh dunia saat ini tercatat terinfeksi virus corona, hingga Selasa (10/3), jumlah orang yang meninggal, terinfeksi, dan sembuh kian meningkat.
Situs worldometers yang mencatat pemutakhiran jumlah akibat Covid-19, sebanyak 114.422 orang di seluruh dunia terinfeksi virus corona. Sementara 4.027 orang meninggal dunia, dan sudah 64.081 orang sembuh dari virus.
Meskipun kasus-kasus infeksi, dan kematian paling banyak terjadi di Provinsi Hubei, Cina, negara-negara lain juga terpengaruh penyebaran lebih luas dari virus. Pemerintah China melaporkan 45 kasus baru yang mencatatkan angka terendahnya.
Total kasus di Cina sebanyak 80.904 dengan total kematian 3.123 (23 angka kematian baru) di Cina saja. Kasus COVID-19 di Cina semakin menurun hingga hari ini dengan hanya terjadi kasus baru di dua provinsi di Cina daratan dan di Hong Kong, dari yang sebelumnya terjadi pada 23 provinsi.
Italia menduduki peringkat nomor dua setelah China dalam hal kasus orang yang terpapar. Pemerintah Italia mencatat virus corona menjangkiti 9.172 warganya.
Sementara, korban meninggal terbanyak berada di Italia yang kini sudah mengisolasi seluruh negeri. Tercatat 463 orang meninggal dunia virus ini di Italia. Disusul Korea Selatan dengan laporan kasusnya sebanyak 7.513, yang kebanyakan bermuara di kota terbesar keempatnya, yakni Daegu. Sebanyak 54 kematian akibat virus tercatat di Korsel.
Sementara di bawah Korsel, yakni Iran dengan catatan 7.161 kasus infeksi corona yang menjangkiti warganya, infeksi corona di Iran menimpa pejabat-pejabat tinggi negara. Setidaknya 327 orang dilaporkan meninggal dunia di Iran.
Negara-negara Asia lain juga melaporkan jumlah kasusnya yang beragam mulai dari satuan, puluhan, hingga ratusan kasus. Indonesia melaporkan 19 orang terinfeksi virus ini. Kasus Covid-19 terus bertambah di sejumlah negara yaitu Prancis (1.116), Jerman (1.112), Kapal Diamond Princess di Jepang (696), Spanyol (589), Jepang (488), Swiss (332), Inggris (277), Belanda (265), Amerika Serikat (213), Swedia (203), Belgia (200), Norwegia (169), Singapura, dan Austria (112). Negara-negara lainnya masih melaporkan kasus di bawah 100.
Amerika Serikat (AS) tercatat memiliki 27 kematian akibat virus korona. Thailand, Filipina, Argentina, Taiwan, Mesir, dan Kanada melaporkan masing-masing satu korban meninggal akibat virus ini. Sementara di Jepang total kematian mencapai 9 orang, ditambah tujuh dari kapal Diamond Princess. WHO sudah menyatakan darurat global, dan memutakhirkan tingkat risiko global menjadi sangat tinggi.
Khusus untuk kasus 01, tim kesehatan turut melakukan intervensi secara psikologis guna segera memulihkan psikologis yang bersangkutan. (ant/kps/net)
Kejadian dan Parameter Gempabumi: Hari Rabu, 11 Maret 2020 pukul 06.08.35 WIB wilayah Aceh Selatan diguncang gempa tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter awal dengan magnitudo M=5,3 yang selanjutnya dimutakhirkan menjadi Mw=5,0. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 3.72 LU dan 97.16 BT , atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 34 km arah Timur Kota Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh pada kedalaman 95 km.
Jenis dan Mekanisme Gempabumi: Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik ( thrust fault ).
Dampak Gempabumi: Guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Blang-Pidie (Aceh) II-III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu ). Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI.
Gempabumi Susulan: Hingga hari Rabu, 11 Maret 2020 pukul 06.43 WIB, Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan ( aftershock ).
Rekomendasi: Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah.
Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg.*
Jakarta, 11 Maret 2020 Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG RAHMAT TRIYONO, ST.,Dipl. Seis., M.Sc.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Kepegawaian Negara (BKN) bakal mengumumkan ranking hasil seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS 2019 pada 22-23 Maret 2020. Saat ini, BKN sedang sibuk menyusun prankingan peserta yang lulus SKD dan berhak mengikuti seleksi kompetensi bidang (SKB).
“Pengumuman itu akan dilakukan secara serentak. Bukan cuma Sumut, tapi secara nasional,” kata Kepala BKN Regional VI Medan, English Nainggolan kepada Sumut Pos, Selasa (10/3).
Menurutnya, saat ini masing-masing Badan Kepegawaian Daerah (BKD) tengah menunggu hasil ranking SKD agar dapat mengumumkan nama-nama yang berhak mengikuti proses SKB. “Iya, misalnya BKD Pemko Medan, mereka tanggal 12 (Maret) nanti mau ke Jakarta untuk menerima hasil rangking. Lalu nanti BKN pusat akan mengumumkan hasil SKD dan perankingan secara nasional di tanggal 22-23 (Maret),” ujarnya.
English juga menerangkan, jika ada satu formasi yang pesertanya tidak lulus SKD, maka BKN pusat berhak atau berwenang penuh memindahkan peserta yang lulus SKD dari formasi sejenis di instansi lain ke formasi tersebut.
“Misalnya, untuk jabatan auditor di dinas A, peserta yang lulus SKD tidak ada atau kurang dari 3 peserta. Sedangkan untuk jabatan auditor di dinas B, peserta yang lulus SKD lebih dari 3 orang. Maka BKN punya wewenang untuk menarik peringkat 4 hingga 6 di dinas B untuk ikut ujian SKB untuk mengisi jabatan auditor di dinas A. Atau BKN juga bisa memilih untuk tetap mengosongkannya, itu nanti wewenangnya pusat,” jelasnya.
Adapun simulasi singkat dari BKN untuk menentukan peserta tes SKD lolos ke tahap tes SKB, antara lain:
a. Jika terdapat peserta dengan nilai tes SKD sama, maka kelulusan didasarkan nilai yang lebih tinggi berurutan dari TKP, TIU, dan TWK.
Sebagai contoh terdapat tujuh peserta ujian.
A dengan skor TKP 150, TIU 110, TWK 135 dan nilai kumulatif 395.
B dengan skor TKP 148, TIU 125, TWK 115 dan nilai kumulatif 388.
C dengan skor TKP 145, TIU 105, TWK 117 dan nilai kumulatif 367.
D dengan skor TKP 147, TIU 115, TWK 105 dan nilai kumulatif 367.
E dengan skor TKP 146, TIU 112, TWK 109 dan nilai kumulatif 367.
F dengan skor TKP 146, TIU 110, TWK 100 dan nilai kumulatif 356.
G dengan skor TKP 146, TIU 115, TWK 95 dan nilai kumulatif 356.
Sebagai catatan, jika dibutuhkan satu formasi, maka kuotanya peserta yang masuk tahap SKB sebanyak tiga orang yaitu peserta A, B, dan D.
Jika dibutuhkan dua formasi, banyaknya peserta SKB berjumlah enam orang, yaitu A, B, D, E, C, dan G.
Jika terdapat sejumlah peserta dengan nilai total tes SKD sama dan nilai sub-tes, baik TKP, TIU, dan TWK sama, maka seluruh peserta itu dapat mengikuti SKB.
Contoh terdapat empat peserta sebagai berikut.
A dengan skor TKP 150, TIU 110, TWK 135 dan nilai kumulatif 395.
B dengan skor TKP 148, TIU 125, TWK 115 dan nilai kumulatif 388.
C dengan skor TKP 147, TIU 105, TWK 117 dan nilai kumulatif 367.
D dengan skor TKP 147, TIU 105, TWK 117 dan nilai kumulatif 367.
Jika dibutuhkan satu formasi, peserta C dan D mempunyai komponen sub-tes yang sama, maka keempat peserta ini masuk ke tahap tes SKB.
Setelah peserta CPNS dinyatakan lulus passing grade dan perankingan SKD, tahap berikutnya adalah mengikuti tes SKB (Seleksi Kompetensi Bidang). Pelaksanaan tes SKB berlangsung mulai 25 Maret-10 April mendatang.
Apa saja yang diujikan dalam tes SKB?
Jika sistem CAT tes SKD terdiri dari tiga sub-tes, yakni Tes Wawasan Kebangsaan (TKW), Tes Intelegensi Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP), maka untuk tes SKB, peserta akan diuji dalam tes potensi akademik, tes praktik kerja, tes bahasa asing, tes fisik/sesamaptaan, dan psikotes, tes kesehatan jiwa, dan/atau wawancara sesuai yang dipersyaratkan oleh jabatan (sedikitnya dua jenis/bentuk tes).
Materi soal SKB ini bersifat teknis dan menggunakan soal yang sesuai atau masih satu rumpun dengan jabatan fungsional terkait. Contohnya, untuk jabatan yang bersifat teknis atau membutuhkan keahlian khusus, seperti pranata komputer. SKB dapat dilakukan dalam bentuk praktik kerja.
Instansi Daerah yang menyelenggarakan SKB selain sistem CAT, wajib menetapkan pedoman atau panduan pelaksanaan tes.
Penyampaian hasil seleksi SKB dijadwalkan 27-30 April 2020. Selanjutnya pengumuman hasil seleksi pada 1 Mei 2020.
Setelah peserta melewati tes SKD dan tes SKB kemudian, dilakukan pengumuman final peserta yang dinyatakan lolos seleksi CPNS 2019. Jadwal selanjutnya, yakni pengusulan penetapan Nomor Induk Pegawai (NIP) pada 1 Mei-15 Juni 2020. (map/kps/net)
TERTUNDUK: Tiga tersangka pembunuhan Hakim PN Medan Jamaluddin, tertunduk saat diserahkan ke Kejari Medan, Selasa (10/3).
TERTUNDUK: Tiga tersangka pembunuhan Hakim PN Medan Jamaluddin, tertunduk saat diserahkan ke Kejari Medan, Selasa (10/3).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Satuan Reskrim Polrestabes Medan akhirnya melimpahkan tiga tersangka dan barang bukti kasus pembunuhan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaluddin ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan, Selasa (10/3) pagi sekitar pukul 09.30 WIB. Ketiga tersangka masing-masing Zuraida Hanum, M Jefri Pratama dan M Reza Pahlevi kini terancam hukuman mati.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Medan, Dwi Setyo saat pelimpahan tahap dua (P22) oleh penyidik Polrestabes Medan menyebutkan, Zuraida Hanum merupakan dalang dari pembunuhan tersebut. “Kita tetap pada pasal pertama, 340 dan 338 dimana hukuman maksimalnya yakni hukuman mati,” tegas Dwi Setyo kepada wartawan di halaman kantor Kejari Medan.
Dwi mengatakan, nantinya Kasi Pidum Parada Situmorang, akan langsung memimpin persidangan. Selain itu, penuntut umum sudah siap untuk menuju ke persidangan yang akan digelar dalam waktu dekat. “Dalam waktu dekat ini pasti akan kita limpahkan berkas ke PN Medan, dan saat ini ketiga terdakwa kita titipkan ke Rutan Tanjunggusta,” sebutnya.
Dwi Setyo juga mengapresiasi Polrestabes Medan dalam menangani kasus pembunuhan Hakim PN Medan Jamaluddin ini. Menurutnya, Polrestabes cepat dan tanggap dalam melakukan penyidikan. “Kejaksaan Negeri Medan sangat mengapresiasi Polrestabes Medan dalam menyelidiki kasus ini, dimana kasus ini sangat cepat dan tanggap dalam melakukan penyidikan,” ucap Dwi.
Saat Polisi menyerahkan berkas ke kejaksaan, Dwi Setyo mengatakan, berkas sudah sangat lengkap. “Jadi waktu polisi beri kami berkasnya, kami periksa dan ternyata sudah sangat lengkap,” pungkasnya.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Johnny Edizzon Isir menyatakan, setelah proses pelimpahan tersangka dan barang bukti, pihaknya tetap akan memantau jalannya proses hukum. “Kami juga akan memantau jalannya sidang hingga inkrah nantinya. Artinya, kami tidak berhenti sampai di sini saja,” ujar Isir didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Maringan Simanjuntak.
Kata Isir, dalam penanganan kasus ini, pihaknya terus berkoordinasi dengan Kejari Medan sehingga para tersangka dan barang bukti dilimpahkan. “Untuk proses sidang nantinya, kami akan kerahkan personel untuk melakukan pengamanan. Semua ini untuk mengantisipasi jalannya sidang dari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Diketahui, ketiga tersangka ditangkap tim gabungan Direktorat Reskrimum Polda Sumut dan Satuan Reskrim Polrestabes Medan dari lokasi serta waktu terpisah. Motif kasus pembunuhan ini, dikabarkan berlatar belakang cinta segitiga dan sakit hati. Zuraida yang merencanakan dan mendalangi pembunuhan suaminya sendiri, disebut-sebut menjalin asmara dengan Jefri.
Sementara, Jamaluddin ditemukan tewas di dalam mobilnya Toyota Land Cruiser Prado warna hitam BK 77 HD, di areal kebun sawit Dusun II Namo Rindang, Desa Suka Rame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, Jumat pada 29 November 2019 lalu. Jasad korban pertama kali ditemukan warga sekitar, yang kemudian memberitahu polisi. Saat ditemukan, korban dalam kondisi tangan terikat di sela kursi penumpang. Bahkan, terdapat luka memar di bagian leher. (man/ris)