31 C
Medan
Monday, January 26, 2026
Home Blog Page 4519

New Honda Civic Makin Sporty dan Seksi

BERSAMA: Perwakilan IDK Group bersama Field Operation Area Sumatera Utara dan Marketing Promotion Event diabadikan saat peluncuran New Honda Civic Hatchback RS di Medan, Sabtu (8/2).
BERSAMA: Perwakilan IDK Group bersama Field Operation Area Sumatera Utara dan Marketing Promotion Event diabadikan saat peluncuran New Honda Civic Hatchback RS di Medan, Sabtu (8/2).

SUMUTPOS.CO – PT Honda Prospect Motor (HPM) meluncurkan model terbaru dari New Honda Civic Hatchback RS di Medan, Sabtu (8/2). Mengusung emblem RS, New Honda Civic Hatchback ini hadir dengan tampilan semakin sporty sekaligus seksi, dan terdapat berbagai perubahan di bagian eksterior dan interior.

Abror, perwakilan IDK Group mengatakan, Honda Civic Hatchback RS yang diluncurkan ini sebagai bagian dari keluarga model legendaris Honda Civic di Indonesia. Model Civic sendiri telah dipasarkan di indonesia sejak tahun 1976 dan saat ini terdiri dari Honda Civic Sedan, Honda Civic Hatchback dan Honda Civic Type R. Meskipun baru dipasarkan kembali secara resmi di Indonesia pada tahun 2017 Ialu, varian Hatchback dari Honda Civic terus populer dan mempunyai pengguna yang sangat loyal di lndonesia.

“Sejak diluncurkan pada tahun 2017 sampai akhir 2019 lalu, tercatat lebih dari 140 unit Honda Civic Hatchback telah terjual di Medan. Di tahun 2019 sendiri, Honda berhasil mencapai pangsa pasar segmen Hatchback di medan sebesar 42,6 persen dengan kontribusi penjualan dari Honda Jazz sebesar 39,2 persen dan Honda Civic Hatchback sebesar 3,3 persen atau setara dengan 33 unit,” ungkap Abror didampingi Field Operation Area Sumatera Utara, Resha Catur Winarno, Marketing Promotion Event, Pia Perdana dan jajaran saat memberikan keterangan pers di sela-sela peluncuran.

Menurut Abror, kehadiran Civic Hatchback RS sendiri memberikan pilihan bagi konsumen ‘Step Up’ dari Honda Jazz yang menginginkan sebuah mobil yang lebih sporty, stylish, sekaligus mempunyai ‘brand image’ yang sudah sangat ikonik. “New Honda Civic Hatchback RS memadukan ‘heritage’ dari keluarga Civic dipadu dengan karakter varian RS yang merupakan ‘Global Sporty Icon’ dari Honda, sehingga menghasilkan model yang semakin sporty dan semakin stylish sesuai dengan tema ‘Sexiness Intensified’ yang diusungnya,” kata Abror.

Disebutkannya, Civic Hatchback RS ditawarkan dengan harga Rp 514,750 juta. Produk terbaru ini pun ditargetkan dapat terjual sekira 30 unit di Medan sekitarnya. “Saat ini produknya sudah tersedia, akan tetapi mobil yang ada sudah habis terjual karena begitu launching langsung sold out. Namun demikian, konsumen jangan khawatir apabila ada yang memesan tetap tersedia tetapi hanya saja pada bulan depan,” sebut Abror.

Lebih lanjut Abror mengatakan, pasar untuk Civic Hatchback RS di Medan terus tumbuh. Hal itu juga tak terlepas dengan seiring berkembangnya infrastruktur jalan di Sumut dengan keberadaan sejumlah ruas jalan tol. “Market di Medan memberikan kontribusi besar dengan posisi peringkat ketiga terhadap penjualan Honda secara nasional,” tukasnya.

Erizal, yang juga perwakilan IDK Group menambahkan, perubahan fitur yang terdapat pada mobil ini dari yang sebelumnya, mulai dari velg dengan warna lebih gelap, desain bumper depan dan belakang, knalpot terletak pada bagian tengah, spion, lampu interior, hingga kulit jok terdapat lis merah.

Menelisik bagian kabin, sambung dia, Civic Hatchback RS juga tetap dibekali dengan berbagai fitur canggih untuk kenyamanan di dalam kabin. Dikonsol tengah, terdapat sistem audio video canggih dengan capacitive touch screen 7 inchi dengan smartphone connection untuk android dan iOS. Pengaturan audio juga dapat dilakukan melalui steering switch control yang terdapat di roda kemudi.

Sementara fitur hands free telephone switch yang memungkinkan pengemudi menerima panggilan telepon tanpa harus melepaskan tangan dari kemudi. (ris/ram)

Pemkab Perlu Strategi Bebaskan Lahan

FOTO BERSAMA: Menteri BUMN, Erick Thohir, foto bersama Wagubsu Musa Rajekshah didampingi Kadis BMBK Sumut, Armasyah Effendy Pohan, dan Wakil Ketua DPRD Sumut, Harun Mustafa Nasution, di Kantor Kementerian BUMN Jakarta Pusat, Jumat (7/2). pran hasibuan/sumut pos

Status Prioritas Danau Toba Terancam Dicabut

FOTO BERSAMA: Menteri BUMN, Erick Thohir, foto bersama Wagubsu Musa Rajekshah didampingi Kadis BMBK Sumut, Armasyah Effendy Pohan, dan Wakil Ketua DPRD Sumut, Harun Mustafa Nasution, di Kantor Kementerian BUMN Jakarta Pusat, Jumat (7/2). 
pran hasibuan/sumut pos
FOTO BERSAMA: Menteri BUMN, Erick Thohir, foto bersama Wagubsu Musa Rajekshah didampingi Kadis BMBK Sumut, Armasyah Effendy Pohan, dan Wakil Ketua DPRD Sumut, Harun Mustafa Nasution, di Kantor Kementerian BUMN Jakarta Pusat, Jumat (7/2). pran hasibuan/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Status superprioritas Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba terancam dicabut oleh Pemerintah Pusat. Alasannya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalami kendala dalam melakukan serap anggaran senilai Rp4 triliun yang disiapkan untuk Danau Toba, karena sulitnya pembebasan lahan.

“Minimnya serapan anggaran terjadi karena permasalahan dasar dalam pengembangan kawasan pariwisata belum berjalan baik, yaitu masalah lahan,” ungkap pengamat pariwisata Sumut.

Wahyu A Pratomo, saat dikonfirmasi Sumut Pos, Minggu (9/2).

Wahyu yang juga anggota Kelompok Kerja Pariwisata Kawasan Dana Toba dan Pariwisata Berkelanjutan (KK-PKDT & PB) Universitas Sumatera Utara (USU), menjelaskan untuk menyelesaikan masalah lahan ini, Pemkab se-Kawasan Danau Toba mesti ikut serta membantu menuntaskan kendala tersebut.

“Kewenangan dalam pembebasan lahan berada pada pemerintah daerah. Oleh karena itu, kepala daerah di kawasan Danau Toba perlu strategi untuk menyelesaikan masalah ini. Apalagi di sekitar kawasan Danau Toba banyak lahan yang memiliki status tanah adat,” sebut Wahyu.

Menurut Wahyu, perlu strategi komunikasi yang baik antara pimpinan daerah dengan masyarakat. Dari sudut pandang makro, jelasnya, bila Pemerintah Pusat tidak melanjutkan status superprioritas KSPN di Danau Toba, maka pengembangan Danau Toba menjadi kurang baik.

“Jika anggaran pemerintah untuk membangun sarana dan prasarana dalam jumlah tidak terserap dengan baik, tentu akan mengurangi optimalisasi pertumbuhan ekonomi Sumut,” tutur Wahyu.

Namun dari sudut pandang mikro, menurut Wahyu, masyarakat yang memiliki lahan di kawasan itu merasa, hal tersebut mungkin yang terbaik. Karena mempertahankan tanah adat menyangkut perlindungan hak atas lahan yang dimiliki secara turun-temurun, serta keberlangsungan mata pencaharian, dan lain-lain.

“Untuk itu, strategi komunikasi dan partisipasi masyarakat harusnya dilakukan sejak awal. Jangan langsung membuat sebuah aksi, yang dapat memunculkan konfilik,” sebut Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) USU itu.

Oleh karena itu, lanjunya, status superprioritas KSPN mungkin tidak perlu terlalu dipaksakan dalam jangka waktu tertentu, jika masyarakat merasa belum dikomunikasikan secara baik. “Pimpinan daerah harus lebih intens berdialog terkait jalan keluar bersama yang disepakati. Karena masalah lahan kewenangannya ada di pemkab. Mereka harus dapat berdiskusi dengan masyarakat agar lahannya rela dibeli. Apakah dengan harga kesepakatan sesuai dengan harga pasar, atau dengan cara berdialog dengan tokoh adat/masyarakat,” ujar Wahyu.

Ia menambahkan, perlu kerja sama membangun sebuah kawasan pariwisata, sehingga masyarakat mendapat penghasilan. Atau skema lainnya yang berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat

“Misalnya, pemda melalui BUMD membeli lahan rakyat, lalu bekerja sama dengan investor untuk membangun kawasan wisata. Jadi ada partisipasi untuk memiliki. Masyarakat menjaga tempat wisata sebagai sumber penerimaannya dan daerah juga memiliki PAD dari tempat-tempat wisata yang ada,” tandasnya.

Percepatan Operasional Kualatanjung

Masih soal pembangunan di Sumatera Utara, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, menyatakan mendukung penuh percepatan pembangunan di Sumut sebagai salahsatu provinsi yang menjadi prioritas pembangunan nasional.

“Untuk percepatan pembangunan di Sumatera Utara, kita akan dukung penuh,” ujar Erick Thohir saat ditemui Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah, di Kantor Kementerian BUMN Jalan Medan Merdeka Selatan Jakarta Pusat, Jumat (7/2). Turut hadir Wakil Ketua DPRD Sumut Harun Mustafa Nasution serta Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumut, Armansyah Effendy Pohan.

Pertemuan antara lain membahas percepatan pengembangan Pelabuhan Kualatanjung. Menteri BUMN dan Wagub percaya, sinergi dan kolaborasi adalah kunci keberhasilan dalam mewujudkan Indonesia unggul dan Sumut bermartabat. Keduanya juga sepakat, bahwa pengembangan Pelabuhan Kualatanjung akan berdampak positif terhadap perekonomian Indonesia khususnya masyarakat Sumut.

Wagub sebelumnya menyampaikan, dalam waktu dekat depot minyak atau Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) milik PT Pertamina akan segera dibangun di kawasan Pelabuhan Kualantanjung, Kabupaten Batubara.

“Dengan adanya fasilitas depot minyak ini, bisa menyimpan minyak bumi dan petrokimia. Nantinya dari TBBM ini, produk minyak bumi akan dikirim ke SPBU maupun industri ke seluruh Sumatera Utara,” ujar pria yang akrab disapa Ijeck.

Ijeck menjelaskan dengan dibangunnya kilang minyak tersebut, sedikitnya akan lahir lapangan kerja untuk 25.000 orang. “Keberadaan Terminal Bahan Bakar Minyak akan memberi kontribusi penting untuk mempercepat pertumbuhan di Sumut. Dengan adanya depot ini akan semakin banyak menyerap tenaga kerja sehingga bisa meningkatkan perkenomian kita dan PAD Sumut,” tambahnya.

Ijeck pun optimis, bahwa kilang minyak ini akan mampu mendatangkan banyak investor ke Sumut. “Jika depot ini sudah berdiri, peluang investor untuk menanamkan modalnya di Sumut akan semakin besar. Hal ini akan berdampak positif terutama dapat meningkatkan tingkat perekonomian kita, meningkatkan angka tenaga kerja, sehingga meningkatkan kesejahteraan di Sumut,” harapnya. (gus/prn)

Pelantikan DPC KMDT Samosir Diisi Sosialisasi 4 Pilar MPR RI

ilustrasi

SAMOSIR, SUMUTPOS.CO – Pelantikan Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) Kabupaten Samosir diisi dengan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang dilaksanakan, di Hotel JTS Parbaba Pangururan, Jumat(8/2).

Bupati Samosir dalam sambutannya yang dibacakan Staff Ahli, Lemen Manurung mengapresi KMDT di Samosir. Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yaitu Pancasila, UUD, NKRI, Bhineka tunggal Ika agar dapat dimaknai dengan sungguh sungguh di Indonesia.

“Dan sekaligus meningkatkan satu kesatuan dari keberagaman, dan KMDT semakin luas mengumandangkan Samosir sebagai daerah destinasi wisata yang akan menjadi tempat yang aman dan tentram,”kata Lemen.

Masih dalam sambutan Bupati, makna dari kegiatan ini adalah untuk menciptakan suasana yang nyaman dan kondusif, serta mengimbau semua pihak untuk menciptakan kebaikan di Samosir.

Sementara Kepala Staf Khusus MPR RI, Jhonson Rajagukguk menyampaikan pesan dari Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dan sekaligus menyampaikan

pemaparannya tentang empat pilar MPR RI. “Dengan adanya sosialisasi ini menjadi momen penting untuk peningkatan perkembangan pembangunan, dan multi dimensi. Tanpa kebersamaan di empat pilar ini kita dapat digilas zaman yang berkembang ke depannya”terangnya.

Jhonson pun merasa yakin, akan adanya tatanan adat dalihan natolu dapat menjadikan Samosir menjadi tempat yang bersahaja. “Saya mengimbau agar kita menjaga ideologi Negara, karena NKRI adalah tempat kita berhimpun,”tegasnya.

Mewakili DPRD Samosir, dr. Magdalena Nuraini Sitinjak juga meminta

kepada semua pihak, agar DPRD sekawasan Danau Toba dapat bekerjasama dan bersinergi untuk peningkatan pembangunan dan pariwisata semakin maju. “Mari kita tidak banyak bicara, tapi perbanyaklah konsep” harap Magdalena.

Usai sosialisasi, acara dilanjutkan dengan pelantikan pengurus PAC Komite Masyarakat Danau Toba Kabupaten Samosir oleh Ketua DPP KMDT, Edison Manurung,SH, MH.

Sebagai Ketua DPC KMDT Kabupaten Samosir dipercayakan kepada Bolusson Pasaribu, mantan anggota DPRD Samosir, dan Sekretaris adalah Drs Melani Butarbutar, MM yang juga mantan Staff Ahli Bupati Samosir.

Kepada pengurus DPC KMDT Samosir, Edison Manurung mengatakan, Danau Toba sudah lama dilirik oleh para pimpinan pusat. Ini bukti Danau Toba adalah sangat indah untuk dijadikan destinasi wisata dunia.

“Mari kita jadikan KMDT ini menjadi wadah yang independen dan bertanggungjawab, dan wadah ini juga sangat membantu tugas para pimpinan sekawasan Danau Toba”pungkasnya. (mag-8/han)

KASN Minta Masyarakat Buat Laporan

Dugaan Pengangkatan 7 Pejabat Humbahas Sarat KKN

ilustrasi

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) meminta masyarakat Humbang Hasundutan (Humbahas) untuk melaporkan tentang pengangkatan 7 pejabat eselon II yang diduga bersarat korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).

Hal itu disampaikan, Asisten Komisioner KASN Bidang Pengaduan dan Penyelidikan, Sumardi kepada wartawan, baru-baru ini melalui pesan singkat WhatsApp.

Dimana sebelumnya, Bupati Humbahas melantik 7 pejabatnya yang dilakukan pada malam hari dari hasil seleksi terbuka. Namun pelantikan tersebut menuai kritikan oleh masyarakat karena menuai kejanggalan.

Dimana pemerintah Humbahas terkesan menutup-nutupi, mulai dari pelaksanaan tahapan seleksi hingga pengumuman 3 nama besar kepada publik. Dan pelantikan dilakukan pada malam hari.

Selain itu, pejabat yang dilantik tidak sesuai kompetensi latar pendidikan dan ada pejabat yang mengikuti seleksi terbuka belum melewati sekolah PIM 3 yang merupakan syarat minimal kenaikan jabatan.

Hingga dimata masyarakat menduga, bahwa pengangkatan tersebut bersarat KKN.

Sumardi menegaskan, jika dirasa ada sarat korupsi, kolusi dan nepotismenya (KKN) pada pengangkatan 7 pejabat yang dilantik oleh Bupati Humbang Hasundutan, disilahkan untuk dilaporkan.

“Silahkan buat surat ke KASN, yang semua permasalahaan di Humbang Hasundutan,” imbuh Sumardi.

Sebelumnya, Sumardi pernah mengingatkan agar pemerintah Humbang Hasundutan untuk mengumumkan semua proses tahapan seleksi terbuka pada jabatan eselon II tersebut kepada publik. Jika tidak, pemerintah Humbang Hasundutan dinilai melanggar azas transparasi.

Karena transparansi, kata dia, merupakan azas pemerintah yang baik atau good governance. “ Semestinya itu diumumkan oleh Bupati dan itu wajib bang, jika tidak berarti melanggar azas transparansi dong,” kata Sumardi ketika disinggung.

Disamping itu, Sumardi juga meminta kepada wartawan untuk menyuarakan persoalan itu agar pemerintah tergerak untuk transparansi. “ Itu perlu disuarakan terus hingga pemda menjadi tergerak untuk terbuka. Karena kita (KASN) juga menghargai teman-teman pers. Dan perlu ada keterbukaabn publik karena pers adalah pilar control,” kata Sumardi.

Sekedar diketahui, ketujuh pejabat yang dilantik itu adalah, Sabar Hasiholan Purba yang memiliki latar belakang sarjana hukum dilantik sebagai staf ahli bidang pemerintah hukum dan politik yang kemudian merangkap sebagai Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata.

Kemudian, Jonny Gultom berlatar belakang pendidikan sarjana pendidikan sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Edy Hasiolan Sinaga berlatar belakang pendidikan sarjana pendidikan menjadi Kepala Dinas Satuan Pol PP yang sebelumnya stad dibagian staf ahli.

Selanjutnya, Christina Clara Eveline berlatar belakang pendidikan sarjana pendidikan menjadi Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Hasudungan Silaban berlatar pendidikan sarjana dokter gigi menjadi Kepala Dinas Kesehatan.

Lampos Purba berlatar pendidikan sarjana tehnik menjadi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Jara Trisepto Lumbantoruan berlatar pendidikan sarjana pendidikan menjadi Kepala Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan berdasarkan keputusan Menteri Dalam Negeri bernomor 821.22-5748 tahun 2019.

Kemudian, 2 pejabat eselon III yang mengikuti seleksi terbuka jabatan eselon II dan lolos sebagai 3 besar tanpa memiliki PIM 3, diantaranya Martogi Purba jabatan Sekretaris BPKPAD dan Maradu Napitupulu jabatan sebagai Kepala Bidang Anggaran di BPKPAD. (des/han)

Dua Peserta CPNS Dairi Tak Diizinkan Ikut SKD

MENANGIS: Donna Magdalena Marbun menangis memohon kepada panitia CPNS dari BKN Regional VI Medan agar diizinkan ikut ujian SKD di Hotel Beristera Sitinjo Dairi, Sabtu (8/2).
MENANGIS: Donna Magdalena Marbun menangis memohon kepada panitia CPNS dari BKN Regional VI Medan agar diizinkan ikut ujian SKD di Hotel Beristera Sitinjo Dairi, Sabtu (8/2).

Tak Punya e-KTP dan Suket tapi Lulus Administrasi Berkas

MENANGIS:  Donna Magdalena Marbun menangis memohon kepada panitia CPNS dari BKN Regional VI Medan agar diizinkan ikut ujian SKD di Hotel Beristera Sitinjo Dairi, Sabtu (8/2).
MENANGIS: Donna Magdalena Marbun menangis memohon kepada panitia CPNS dari BKN Regional VI Medan agar diizinkan ikut ujian SKD di Hotel Beristera Sitinjo Dairi, Sabtu (8/2).

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Dua orang pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkungan Pemkab Dairi harus gigit jari. Keduanya tidak diizinkan panitia mengikuti ujian seleksi kompetensi dasar (SKD) di Hotel Baristera Sitinjo, Sabtu (8/2). Alasannya, mereka tidak bisa menunjukkan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) maupun surat keterangan (Suket).

Kedua pelamar itu adalah Donna Magdalena Marbun, warga Kota Medan, dan Dwi Nurdiasmi, warga Kabanjahe, Kabupaten Karo. Sebelumnya, mereka telah dinyatakan lulus seleksi administrasi (berkas) oleh panitia. Mereka pun dijadwalkan mengikuti ujian SKD pada hari ketiga sesi 4. Namun sayang, saat registrasi mereka tidak dapat menunjukkan e-KTP maupun Suket.

Karena tak diizinkan memasuki ruang ujian, kedua wanita paruh baya itu terus minta tolong sambil merengek-rengek kepada panitia agar diperbolehkan ikut ujian. Tetapi panitia tetap tidak memperbolehkann

mereka masuk ruang ujian. “Tolong beri kami kesempatan Pak,” pinta Donna memelas kepada Maslen Sinaga, seorang panitia.

Menurut Donna, tahun lalu ia bisa ikut ujian CPNS hanya dengan membawa KTP nonelektronik. Meski terus memohon, panitia tetap tak mengizinkannya ikut ujian.

Kepada Sumut Pos, Donna Magdalena Marbun mengaku, beberapa waktu lalu dompetnya kena jambret di Medan dan e-KTP miliknya hilang. Donna yang memilih formasi guru di SMP Negeri 2 Silima Pungga-pungga Kecamatan Silima Pungga-pungga mengaku kecewa, karena panitia tidak memperbolehkanya ikut seleksi. “Saya sudah jauh-jauh datang dari Medan dan sudah menghabiskan biaya, tetapi permintaan saya untuk ikut ujian tidak direspon,” ujarnya sambil berderai air mata.

Donna menyayangkan panitia daerah yang meluluskan berkasnya, tetapi pas mau ujian tidak bisa ikut. “Jika tidak diizinkan untuk ikut ujian, kenapa saya dibuat lulus seleksi berkas,” tandasnya.

Kepala Kantor Regional VI BKN Medan, Englis Nainggolan yang dikonfirmasi Sumut Pos mengatakan, aturan sudah jelas. “Dalam pengumuman, saat pelaksanaan SKD wajib membawa e-KTP. Jika tidak memiliki e-KTP, peserta bisa membawa Suket. Aturan itu berlaku bagi semua peserta CPNS seluruh Indonesia,” terangnya.

Dia juga menegaskan, model seleksi CPNS seperti ini sangat disiplin. Saat ujian, semua peserta wajib membawa e-KTP dan kartu ujian serta harus hadir 90 menit sebelum ujian. “Kalau persyaratan saja tidak ada, bagaima? Tidak ada alasan bagi panitia untuk memperbolehkan peserta yang tidak memiliki persyaratan untuk ikut ujian,” tandasnya. (rud)

Diisukan Terjangkit Virus Corona, 6 WNI Masuk Batam Bukan Suspect

DETEKSI Penumpang yang tiba di Bandara sejumlah negara diukur suhu tubuhnya oleh petugas untuk mendeteksi Virus Corona.
DETEKSI
Penumpang yang tiba di Bandara sejumlah negara diukur suhu tubuhnya oleh petugas untuk mendeteksi Virus Corona.
DETEKSI Penumpang yang tiba di Bandara sejumlah negara diukur suhu tubuhnya oleh petugas untuk mendeteksi Virus Corona.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengklarifikasi isu yang beredar soal adanya 6 warga negara Indonesia ( WNI) yang memasuki Batam dari Singapura dalam kondisi diduga sudah terjangkit virus corona. Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Sesditjen P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI), Achmad Yurianto menjelaskan, enam orang tersebut bukan suspect virus coronan

“Protokol WHO (World Health Organization) menyatakan bahwa suspect tidak boleh melakukan perjalanan lintas negara. Suspect adalah orang yang sakit dan sedang menunggu hasil tes. Sehingga 6 orang tersebut tidak mungkin dalam status suspect,” kata dia dalam keterangan tertulis, Minggu (9/2).

Menurut Yurianto, pihak tim Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan Dinas Kesehatan Tanjungpinang, Batam telah menemui dan memeriksa enam orang tersebut. “Semua orang atau pelaku perjalanan yang disebut dalam laporan tersebut dapat ditemui, dianamnesis dan diperiksa. Hasil pemeriksaan tidak menunjukkan demam dan tidak sesak nafas,” ujar dia.

Sebelumnya beredar informasi yang menyatakan pada 8 Februari 2020 terdeteksi adanya 6 WNI dari Singapura yang diduga telah terjangkit virus corona memasuki wilayah Indonesia melalui Kota Batam. Informasi itu juga menyebutkan pihak Kemenkes dan otoritas terkait di Singapura meminta bantuan Imigrasi Batam untuk mencari orang tersebut. Menurut informasi tersebut, keenam WNI yang memasuki Batam berinisial CW, W, D, SS, M, JKX.

Dalam informasi itu juga terdapat perintah agar pihak Imigrasi Batam melakukan pemeriksaan sistem data perlintasan pintu masuk pelabuhan di Provinsi Kepulauan Riau untuk mencari data rinci 6 WNI itu. Baca juga: Dokter yang Peringatkan Virus Corona Meninggal, Dampak Obsesi China akan Stabilitas

Informasi tersebut juga memuat instruksi kepada petugas lapangan untuk lebih waspada dan menggunakan alat perlindungan diri.

Diimbau Hindari Keramaian

Terpisah, Kedutaan Besar RI di Singapura mengimbau warga negara Indonesia di sana untuk menghindari tempat-tempat keramaian demi mengantisipasi penularan virus corona (2019-nCoV).

“Semaksimal mungkin menghindari tempat-tempat keramaian bilamana tidak mendesak,” demikian siaran pers KBRI yang disampaikan Kepala Fungsi Pensosbud KBRI Singapura, Ratna Lestari Harjana, Minggu (9/2).

Melalui situs Kementerian Kesehatan, Pemerintah Singapura menginformasikan terdapat tujuh kasus baru virus corona yang telah dikonfirmasi hingga Sabtu (8/2) siang. Dengan begitu, tercatat total 40 orang terinfeksi virus tersebut.

KBRI mengimbau agar WNI memperhatikan sejumlah hal, di antaranya menghindari kontak langsung dengan orang yang sedang sakit atau menunjukkan gejala demam atau gangguan pernapasan dan menjaga kebersihan diri pribadi dengan baik.

Apabila WNI merasakan kurang sehat, maka diminta mencari pertolongan medis. KBRI Singapura juga mengimbau agar seluruh WNI yang ada di Singapura untuk tetap tenang, tidak panik, berhati-hati dan bertindak secara bertanggung jawab.

WNI juga diminta menjaga kesehatan sambil terus memantau perkembangan mengenai virus corona melalui jalur resmi Ministry of Health https://www.moh.gov.sg/2019-ncov-wuhan.

WNI Tinggalkan China

Mayoritas warga negara Indonesia (WNI) memilih meninggalkan China, di tengah upaya pemerintah negara tersebut menyembuhkan masyarakat yang positif terjangkit virus corona jenis baru (2019-nCoV).

Dilansir dari Antara, dari sekitar 15.800 WNI yang mayoritas pelajar, saat ini yang diperkirakan masih berada di China hanya sekitar 1.500 orang. Jumlah itu termasuk tujuh orang yang berada di Provinsi Hubei, terutama Kota Wuhan, yang menjadi lokasi awal wabah virus corona. “Sudah. Sebagian besar sudah pada pulang. Apalagi libur sekolah diperpanjang,” kata Duta Besar RI untuk China, Djauhari Oratmangun, Minggu (9/2).

Hingga Minggu pagi, tercatat 812 orang telah meninggal karena virus ini. Di lain pihak, Pemerintah China menyatakan 2.651 orang sembuh dari virus tersebut.

Djauhari menambahkan, banyaknya WNI yang telah meninggalkan China tidak terlepas dari adanya imbauan dari Kementerian Pendidikan China dan KBRI Beijing agar pulang ke Tanah Air untuk sementara waktu.

Kementerian Pendidikan sebelumnya mengumumkan perpanjangan masa libur semester Tahun Baru Imlek hingga batas waktu yang belum ditentukan. “Menyikapi merebaknya wabah virus corona di Tiongkok akhir-akhir ini, bagi warga negara Indonesia di seluruh Tiongkok sekiranya tidak ada kepentingan yang mendesak, kami mengimbau untuk kembali ke Indonesia sampai situasi normal kembali,” demikian surat keterangan yang ditandatangani Koordinator Fungsi Protokol dan Kekonsuleran KBRI Beijing Ichsan Firdaus tertanggal 29 Januari 2019 itu.

Terkait kondisi WNI yang berada di Provinsi Hubei, Djauhari memastikan saat ini mereka dalam kondisi baik.

Ia mengaku, setiap hari berkomunikasi dengan mereka melalui sambungan video call. Untuk diketahui, empat dari tujuh WNI yang berada di Hubei memilih untuk tidak meninggalkan provinsi tersebut saat 237 rekan-rekan mereka dievakuasi pemerintah pada 1 Februari lalu.

Adapun tiga orang lainnya batal berangkat karena tidak memenuhi syarat protokol kesehatan, akibat kondisi tubuh yang naik. Namun, kenaikan suhu badan ketiga WNI itu hanya berlangsung sementara karena begitu pesawat Batik Air bertolak dari Wuhan menuju Batam karena kondisi mereka berangsur stabil sehingga harus kembali ke asrama kampus masing-masing tanpa mendapatkan perawatan khusus. (kps/(ant/dil/jpnn)

AKBP Irsan Sinuhaji Terbaik di Mata Masyarakat Madina

SANTUNI: AKBP Irsan Sinuhaji Kapolres Madina saat menyantuni masyarakat, beberapa waktu lalu.
ist

MADINA, SUMUTPOS.CO – Banyak yang merasa kehilangan dan berat hati melepas kepindahan Akbp Irsan Sinuhaji yang akan mengakhiri masa tugasnya sebagai Kapolres Mandailing Natal (Madina) dan akan menempati tugas baru sebagai Wakil Kapolrestabes Medan, Sumatera Utara.

Tak sedikit yang menggantungkan harapan kepada Irsan Sinuhaji agar tidak pernah melupakan Kabupaten Madina. Dan, berdoa supaya AKBP Irsan Sinuhaji makin sukses dan nyaman di tempat tugas yang baru.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Madina Mhd Ridwan Lubis yang dihubungi wartawan, Jumat (7/2) menilai, Akbp Irsan Sinuhaji, S.I.K, M.H salah satu Kapolres terbaik yang pernah dimiliki masyarakat Kabupaten Madina.

“Dalam sebelas tahun ini, sudah ada 9 Kapolres yang saya ikuti karakter dan pola komunikasinya kepada masyarakat. Di antara mereka, Akbp Irsan Sinuhaji, S.I.K, M.H salah satu Kapolres Madina yang terbaik,” kata Ridwan Lubis yang saat ini sedang berada di Banjarmasin, Kalimantan Selatan mengikuti Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2020.

Ia menyebut, ada beberapa indikator sehingga Irsan Sinuhaji dinilai patut mendapat predikat Kapolres Madina terbaik. Salah satunya adalah komunikasi yang baik dengan semua kalangan.

“Semua komunitas yang ada di Madina dirangkul dan diajak kerjasama. Sehingga masyarakat dari berbagai kalangan turut merasa punya kewajiban membantu tugas-tugas kepolisian dikarenakan faktor komunikasi dan membangun jejaring yang sangat baik dilakukan Kapolres Madina Irsan Sinuhaji,

“Orangnya luwes, humanis, dan asyik diajak ngobrol. Semua kalangan bilang begitu. Bukan hanya untuk kalangan tertentu saja. Beliau orangnya sangat terbuka dan menerima saran serta masukan. Wajarlah hampir dua tahun beliau menjabat di Madina, sama sekali tidak ada konflik yang terjadi. Itu berkat bagusnya sistem jejaring dan pola komunikasi yang dikuasai oleh Irsan Sinuhaji,” ungkap Ridwan. (bbs/azw)

Selain Samosir, Ada 7 Pulau di Areal Danau Toba

DANAU TOBA: Kapal berlayar di perairan Danau Toba yang berada di Pulau Samosir.
ist

DANAU TOBA, SUMUTPOS.CO – Selama ini, orang banyak mengira Samosir adalah satu-satunya pulau yang ada di Danau Toba. Pendapat itu ternyata salah kaprah. Danau vulkanis terbesar di dunia itu, ternyata punya banyak pulau kecil lainnya yang tak kalah eksotis dengan Samosir. Semakin menguatkan jika Danau Toba pantas disematkan sebagai destinasi superprioritas.

Dikutip dari IDN Times merangkum, ada delapan pulau yang tersebar di areal Danau Toba. Pulau-pulau ini punya potensi dijadikan destinasi baru. Meskipun pulau-pulau bentukan erupsi itu belum dikelola secara baik.

Keberadaan pulau-pulau ini semakin memperkaya narasi tentang Toba. Semoga pemerintah bisa memanfaatkan potensi pulau-pulau ini utuk dijadikan sebagai destinasi wisata yang mendukung kesejahteraan masyarakat.

  1. Pulau Samosir. Pasti sudah tak asing lagi. Pulau yang hanya dipisahkan Jembatan Tano Ponggol dengan Sumatera ini masuk dalam daftar destinasi favorit jika ingin berwisata ke Danau Toba.

Samosir punya luas 630 ribu meter persegi. Hampir menyamai luas Singapura. Menjadikannya pulau terbesar di Danau Toba. Samosir sudah menjadi kabupaten dengan 9 kecamatan. Sektor pariwisata termasuk penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang cukup besar, selain pertanian.

Berbagai destinasi wisata ada di Samosir. Mulai dari pantai yang indah. Hingga berbagai wisata kebudayaan Bangsa Batak. Salah satunya adalah Huta Siallagan. Destinasi wisata di mana kita bisa menyaksikan tarian patung Sigale gale dan mendengar cerita ritual hukuman penggal kepala.

Samosir mencatatkan namanya di urutan lima sebagai pulau terbesar di tengah danau yang ada di dunia. Posisi pertama ditempati Pulau Manitoulin, di Danau Huron, Kanada.

  1. Pulau Tao. Pulau Tao berada di Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir. Warga lokal juga menyebutnya sebagai Pulau Malau. Jaraknya juga sangat dekat dengan Samosir. Hanya 10 menit ditempuh dengan kapal.

Pulau ini terlihat jelas jika di lihat dari Samosir. Ditumbuhi pohon kelapa yang menjulang dan surga bagi burung bangau. Namun, Pulau Tao belum bisa dikembangkan secara baik sebagai destinasi wisata.

  1. Pulau Sibandang di Tapanuli Utara. Pulau Sibandang adalah satu dari 16 geosite, Geopark Kaldera Toba. Letaknya di Kabupaten Tapanuli Utara.

Sibandang menjadi pulau kedua terbesar setelah Samosir. Keindahan Sibandang bisa dilihat dari Hutan Pinus Sipinsur. Destinasi wisata di atas ketinggian yang ada di Tapanuli Utara.

Pulau yang ada di Kecamatan Muara, Taput ini luasnya sekitar 850 hektare. Ada sejumlah desa di sana. Sejumlah home stay juga ada di sana untuk tempat wisatawan menginap. Pulau Sibandang bisa ditempuh dengan kapal. Akses menuju Sibandang bisa ditempuh dari pelabuhan di Balige, Muara dan Nainggolan.

  1. Pulau Tulas Siboro. Pulau Tulas Siboro masuk dalam wilayah Kecamatan Sianjurmulamula, Kabupaten Samosir. Tak banyak informasi yang bisa digali tentang Pulau Tulas. Namun pulau ini sellau menarik sebagai objek foto.

Pulau berbentuk undakan ini menampilkan panorama yang apik. Selalu menjadi latar foto yang begitu Instagramable. Pemandangan Pulau Tulas begitu apik jika dilihat dari Desa Siboro dan Bukit Burung.

  1. Pulau Sirukkungon. Lokasi Pulau Sirukkungon berada di Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir. Pulau ini ukurannya sangat kecil dibanding pulau lainnya di Danau Toba.

Tak seperti Sibandang atau pun Samosir, Sirukkungon belum dilirik sebagai destinasi wisata. Kelak pemerintah mungkin punya rencana untuk mengembangkan Sirukkungon supaya menarik di mata wisatawan.

  1. Pulau Sitakke-takke. Sama seperti Sirukkungon, Sitakke-takke merupakan pulau kecil yang ada di Danau Toba. Letaknya masuk ke dalam Kabupaten Humbang Hasundutan. Belum diketahui pasti, potensi pariwisata seperti apa yang bisa dikembangkan di sana. Pulau ini juga belum dilirik oleh wisatawan.
  2. Pulau Simamora. Pulau Simamora letaknya di Kabupaten Humbang Hasundutan. Jika dilihat dari kejauhan, bentuknya seperti gundukan.

Tekstur daratan berupa batuan dengan vegetasi rerumputan. Pantainya juga terbentuk dengan bebatuan.

Belum ada penghuni di Pulau Simamora. Hanya saja, pulau yang dinamai dengan salah satu marga di suku Batak ini begitu ciamik jika menjadi latar foto.

  1. Pulau Tolping, letaknya di palung terdalam Toba

Pulau Tolping letaknya di Desa Tolping, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir. Letak Tolping konon merupakan palung terdalam Danau Toba. Biasa juga disebut sebagai Tao Silalahi.

Pulau ini juga berukuran kecil. Wisatawan bisa ke sana dengan perahu sewaan milik nelayan. Pulau ini belum berpenghuni. Keindahan Pulau Tolping bisa disaksikan saat kita berada di Pantai Martoba dan Pantai Indah Lumban Parmonangan. (bbs/azw)

Peringatan HPN ke-74 Tahun, Soekirman Terima Anugerah Kebudayaan dari PWI Pusat

PENGHARGAAN: Bupati Sergai, Ir H Soekirman didampingi Kadis Kominfo Drs Akmal AP, MSi menerima penghargaan Anugerah Kebudayaan PWI Pusat pada peringatan HPN ke 74 di Kalimantan Selatan Banjarmasin, Sabtu (8/2).
ist
PENGHARGAAN: Bupati Sergai, Ir H Soekirman didampingi Kadis Kominfo Drs Akmal AP, MSi menerima penghargaan Anugerah Kebudayaan PWI Pusat pada peringatan HPN ke 74 di Kalimantan Selatan Banjarmasin, Sabtu (8/2).
ist

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Ir H Soekirman menerima penghargaan Anugerah Kebudayaan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Jakarta.

Penghargaan itu langsung diberikan oleh Ketua PWI Pusat, Atal S Depari, disaksikan Presiden RI Ir. H. Joko Widodo, beserta Menteri Kordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Prof Dr. Muhajir Efendi MAP pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-74 di Kantor Gubernur Kalimantan Selatan, Banjarmasin, Sabtu (8/2).

Bupati Sergai, Ir H Soekirman merupakan 10 kepala daerah Bupati/Wali Kota yang menerima Anugerah Kebudayaan tersebut.

Adapun 10 kepala daerah yang menerima penghargaan itu adalah Bupati Sergai, Gunung Kidul, Halmahera Barat, Luwu Utara, Ambon, Tabalong, Tulang Bawang Barat, Banjarmasin, Baubau dan Tangerang Selatan.

Anugerah Kebudayaan yang diterima Bupati Sergai ini merupakan rangkaian dari proses penilaian yang dilakukan oleh PWI Pusat kepada Bupati/Walikota se-Indonesia yang telah memberikan perhatian penuh terhadap pengembangan kebudayaan dalam membangun daerahnya.

Usai menerima penghargaan tersebut, Bupati Ir H Soekirman yang didampingi Kadis Kominfo Sergai Drs H Akmal, AP, MSi mengucapkan terimakasih kepada organisasi PWI Pusat, yang telah menggagas perhelatan ini sehingga berjalan sangat baik dan sesuai yang diharapkan.

Pada kesempatan itu Bupati Soekirman mengatakan, tentunya akan menjadi motivasi bagi Pemkab Sergai bersama seluruh rakyat Tanah Bertuah Negeri Beradat, yang hidup dalam keberagaman. Selain itu, anugerah ini merupakan suatu pengamalan dari Undang Undang nomor 5 tahun 2017 tentang Kemajuan Kebudayaan indonesia yang ada di Kabupaten Sergai, katanya.

Menurut Soekirman, dengan hadirnya kami bersama PWI di peringatan HPN ini semoga menjadi modal dasar dalam memajukan ekonomi kreatif, pariwisata dan juga budaya di masyarakat.

Sebelumnya, Bupati Soekirman melakukan dialog kebudayaan pada saat rangkaian kegiatan acara HPN tersebut.

Dalam dialog itu, Soekirman didaulat sebagai narasumber kebudayaan yang digelar oleh PWI Pusat di Hotel Mercure Banjarmasin.

Dia mengatakan, Kabupaten Sergai yang memiliki konsep pengembangan budaya melalui kampung budaya, di antaranya kampung budaya Melayu, Jawa, Batak, Bali dan Banjar. Ini semua berhasil menjadi role modal dalam pembangunan dengan pendekatan budaya di Tanah Bertuah Negeri Beradat. Seperti membangun mental kepribadian dengan berlandaskan pada nilai logika, etika dan estetika, kata Bupati Soekirman.

Menurut Soekirman, semua itu berpadu untuk mewujudkan pluralisme (keberagaman) yang sejalan dengan toleransi. Toleransi yang akan menghasilkan TRUST (kepercayaan). “Pada akhirnya TRUST ini dapat menguatkan kohesivitas kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” tandasnya.

Puncak perayaan HPN ke-74 itu, turut dihadiri oleh ketua DPR RI Puan Maharani, ketua MPR Bambang Soesatyo, para Menteri Kabinet Indonesia Maju, para Duta Besar, para Gubernur, Bupati/Wali Kota dan Insan Pers se-Indonesia. (sur/han)

Guyub Masyarakat Jadi Pondasi Nilai-nilai Pancasila dan NKRI Romo Dukung Wisata Sawah Jadi Ikon Desa Pematang Johar.

SOSIALISASI: Anggota MPR RI dari Fraksi Gerindra Raden M Syafii foto bersama Kepala Desa Pematang Johar, Sudarman SPd dan lainnya, saat sosialisasi 4 Pilar MPR RI, Sabtu (8/2).
ISTIMEWA/SUMUT POS

PERCUT SEI TUAN, SUMUTPOS.CO – Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Raden Muhammad Syafi’i menggelar kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di daerah pemilihan (Dapil) Sumut I untuk Tahun Sidang 2019-2020. Kali ini politisi yang akrab disapa Romo ini mengelar sosialisasi di Desa Pematang Johar, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang, Sabtu (8/2) lalu.

Menurut Romo, dipilihnya lokasi ini karena, selain basis dukungan untuknya pada Pemilu 2019 lalu, ia juga ingin memberikan dukungan atas program Desa Wisata Sawah yang baru-baru ini diresmikan dan digagas Kepala Desa Pematang Johar, Sudarman SPd yang didukung oleh modal sosial masyarakat yang guyub (kompak). Romo berharap, proyek wisata sawah yang dengan cepat tersosialisasi (viral) ini dapat menjadi icon serta prototipe desa yang berbasis pertanian (sawah) sehingga bisa menjadi desa yang maju dan mandiri, seperti tagline Pemerintah Desa Pematang Johar.

Kehadiran program wisata sawah ini, kata Romo, efek ikutannya dapat mendorong peningkatan dana desa dari retribusi, membuka lapangan kerja baru bagi penduduk desa terutama generasi muda yang selama ini memilih menjadi buruh pabrik di perkotaan. “Dari apa yang saya lihat, kehadiran wisatawan ke Desa Pematang Johar ini telah membuka lahan pekerjaan baru seperti parkir, cafe-cafe baru, kios-kios souvenir/cenderamata, warung kuliner yang memprioritaskan hanya kepada warga Desa Pematang Johar,” kata Romo.

Dia berharap, ke depan akan muncul wahana-wahana baru yang bernuansa pertanian dan alam, untuk memenuhi kecintaan masyarakat kepada pertanian, sehingga tidak lagi terjadi masyarakat desa mencari kerja ke kota sebagai buruh industri. “Desa ini merupakan basis dukungan kepada saya sebagai politisi dan sebagai ustadz, karena sesungguhnya saya telah beberapa kali ke Desa Pematang Johar bahkan sebelum saya sebagai Anggota DPR RI yaitu tahun 1998 ketika sebagai da’I,” ungkapnya. Karenanya, Romo meyakini, nilai-nilai kearifan lokal yaitu kekompakan (guyub) masyarakat Desa Pematang Johar, menjadi kekuatan dan pondasi nilai-nilai kristalisasi Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Disebutnya, kegiatan sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang kontekstual seperti ini, akan menjadi bentuk sosialisasi yang dapat mengukur nilai-nilai kearifan lokal yang memberikontribusi kepada nilai-nilai Pancasila dan NKRI, apakah masih relevan? Dan dapat menjadi kekuatan untuk menghempang nilai-nilai fragmatisme, individualisme serta matrealisme merupakan efek dari industrialisasi dan globalisasi.

“Saya yakin, kekompakan (guyub) ini bukanlah bentuk konservatisme (sulit menerima perubahan), tapi akan menjadi kekuatan untuk mendorong kemajuan dan ekonomi desa, di mana pertanian sebagai ikon meskipun memiliki keterbatasan dalam mengakses sistem perekonomian kapitalisme di era digital ini,” sebutnya. Di akhir acara sosialisasi, Romo berjanji, akan lebih sering datang ke Desa Pematang Johar, baik sebagai anggota DPR/MPR RI dari daerah Pemilihan Sumut 1 (Medan, Deliserdang, SerdangBedagai, dan TebingTinggi) maupun sebagai da’i. “Selamat kepada Desa Pematang Johar, semoga wisata sawah di desa ini dapat menjadi ikon dan percontohan bagi desa-desa di seluruh Indoensia,” tandasnya. (adz)