LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Yogi Pratama (26) warga Dusun V Desa Sena Kecamatan Batang Kuis Kabupatrn Deliserdang diringkus personel Polsek Batang Kuis usai belanja sabu. Tersangka tertangkap tangan sedang mempaketi sabu diatas meja pada sebuah warung di Dusun VII Desa Sena Kecamatan Batang Kuis, Sabtu (8/2) sekira pukul 16.30 Wib.
Informasi dihimpun sebelumnya Unit Reskrim Polsek Batang Kuis mendapat kabar dari masyarakat bahwa seorang pria diduga memiliki dan menyimpan narkotika jenis sabu berada di Dusun VII Desa Sena Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deliserdang.
Mendapat kabar berharga itu, selanjutnya Team opsnal Reskrim Polsek Batang Kuis langsung melakukan penyelidikan dan memantau sekitar lokasi yang disebutkan itu. Tiba dilokasi penangkapan petugas mendapati Yogi yang saat itu sedang memaketin sabu diatas meja pada warung kosong.
Melihat kehadiran petugas, wajah Yogi berubah jadi pucat. Petugas langsung mengamankan Yogi Pratama berikut barang bukti 10 plastik transparan berisikan serbuk kristal putih diduga narkotika jenis shabu, 9 Plastik klip kosong, 1 Bungkus rokok gudang garam kosong, 1 unit handphone merk samsung warna hitam. Guna penyelidikan, Yogi Pratama diboyong ke Polsek Batang Kuis.
Kapolsek Batang Kuis AKP Madianta Ginting SH dan Kasubbag Humas Polresta Deli Serdang Iptu Masfan Naibaho SH saat dikonfirmasi membenarkan Yogi Pratama berikut barang bukti sabu. “Saat diinterogasi tersangka mengaku baru pulang belanja sabu dari daerah Tembung Kecamatan Percut Sei Tuan. Setelah dilakukan pemeriksaab awal, Yogi Pratama diserahkan ke Sat Narkoba Polresta Deli Serdang untuk penyidikan lebih lanjut,” sebutnya. (btr)
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Truk bermuatan rokok milik perusahaan STTC dengan nomo polisi BK 8698 WO yang dikemudikan, Dedi (40) warga Kota Pematang Siantar tabrakan dengan truk bermuatan beton milik PT Agung Beton BK 9645 EL dikemudikan Wawan (33) warga Kota Binjai, Sabtu petang (8/2).
Tidak ada korban jiwa, tetapi kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Korban di evakuasi ke rumah sakit di Kota Tebingtinggi. Akibat tabrakan kedua truk tersebut terjadi kemacetan lalulintas puluhan kilometer. Lakalantas, terjadi di Desa Kelembak Kecamatan Dolok Merawan Kabupaten Sergai.
Saksi mata, Muheri (28) menyebutkan kejadian terjadi saat arus lalu lintas sedang ramai lancar dari arah Tebingtinggi Pematang Siantar, truk bermuatan beton dengan kecepatan tinggi yang tiba-tiba mengambil jalur ke sebelah kanan badan jalan, dari arah berlawanan datang truk bermuatan rokok dengan kecepatan tinggi.
“Akhirnya tabrakan tidak dapat terhindarkan lagi, kedua kendaraan ringsek akibat tabrakan laga kambing, diduga sopir truk bermuatan beton mengantuk saat mengemudikan truknya,” jelas Muheri.
Kasat Lantas Polres Tebinginggi melalui Kanit Laka, Aiptu K Napitupulu membenarkan kejadian tersebut. Petugas Polantas turun ke lokasi untuk mengatur arus lalulintas dan mengevakuasi kedua supir kerumah sakit yang ada di Tebingtinggi.
“Tak ada korba jiwa, kedua sopir truk mengalami luka dibagian kaki dan tangan. Namun akibat kecelakan itu menyebabkan kemacetan empat kilometer,” ujarnya. (ian/btr)
TEWAS: Torang Pane seorang toke durian tewas setelah dibunuh anaknya di Desa Lae Parira Kecamatan Lae Parira Kabupaten Dairi. GSP (26) tersangka pembunuh bapaknya.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
Motifnya Karena Diusir dan Dilempar Pakai Batu
TEWAS: Torang Pane seorang toke durian tewas setelah dibunuh anaknya di Desa Lae Parira Kecamatan Lae Parira Kabupaten Dairi. GSP (26) tersangka pembunuh bapaknya.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
DAIRI, SUMUTPOS.CO – Torang Pane (50) warga Desa Lae Parira, Kecamatan Lae Parira Kabupaten Dairi tewas dibacok putra kandungnya GSP (26), peristiwa itu terjadi di areal rumah korban, Jumat (7/2) sekira pukul 23.30 WIB .
Menurut keterangan saksi dan pengakuan tersangka, peristiwa itu bermula saat tersangka GSP sedang menghitung hasil panen durian ibunya di teras rumah. Tiba- tiba Torang Pane datang dari samping rumah sambil berkata jangan kau bikin bisnismu di rumah ini.
Kemudian tersangka menjawab, apa maksudmu pak. Selanjutnya, pelaku menyuruh istrinya mengambil pakaian ke dalam rumah. Lalu korban kembali datang ke arah anaknya dan melempar anaknya pakai batu serta mengucapkan kata-kata tak pantas sambil mengusir tersangka dari rumah.
Diduga tersulut emosi GPS mengambil golok dari laci mobilnya, dan mengejar korban. Terjadi aksi kejar-kejaran di halaman rumah, naas korban terjatuh. Saat kor ban terjatuh, tersangka membacok punggung sebelah kanan sebanyak satu kali, dan kepala sebelah kanan bagian belakang sebanyak dua kali.
Korban berusaha lari kerumah tetangga meski sudah bersimbah darah tetapi tersangka terus mengejar dan menghajarnya. Pembantaian dilakukan tersangka terhadap ayah kandungnya itu disaksikan ibu tersangka korban Pinta Uli Br Sihite.
Pinta Uli Br Sihite mencoba melerai tetapi emosi putra sulungnya itu sudah tidak terbendung ingin menghabisi nyawa bapaknya. Perkelahian itu terdengar tetangga dan membawa korban ke RSUD Sidikalang. Dalam perjalanan kerumah sakit, korban meninggal dunia.
Informasi dikumpulkan wartawan dari tetangga, korban emosi memarahi serta mengusir tersangka dari rumahnya karena selama berjualan durian keluar daerah uang hasil penjualan durian tidak pernah kelihatan dan habis dipake buat poya-poya.
Peristiwa pembunuhan oleh anak terhadap bapaknya itu dibenarkan Kapolres Dairi, AKBP Leonardo Simatupang melalui Kasubbag Humas, Iptu Donni Saleh, Sabtu (8/2). Donny mengatakan, tersangka GSP sudah diamankan di Polsek Parongil. Sejumlah saksi termasuk ibu tersangka Pinta Uli boru Sihite (49) sudah dimintai keterangan.
Menurut Kepala Desa Lae Parira, Togar Pane mengatakan, GSP sebelumnya merantau di Jakarta, Desember 2019 lalu, tersangka pulang kampung dan tinggal bersama istrinya. Ayah tersangka yakni Torang seorang toke durian.
Dalam beberapa bulan terakhir ini pelaku berjualan durian ke luar daerah menggunakan mobil pick up. “Saya tidak mengetahui persis apa penyebab perkelahian yang menyebabkan korban meninggal, “ucapnya. (rud/btr)
HADIRI RAKERDA: Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua DPD PDIP Sumut Japorman Saragih dan Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD PDIP Sumut PDIP Akhyar Nasution saat menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PDI Perjungan Provinsi Sumatera Utara, di Hotel Polonia Medan, Sabtu (8/2).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto membuka secara resmi rapat kerja daerah (Rakerda) I DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara di Le Polonia Hotel, Sabtu (8/2/2020).
Sebelum memberikan sambutannya, Hasto terlebih dahulu menyebut satu persatu petinggi PDIP, mulai dari Ketua DPD PDIP Sumut Japorman Saragih, Sekretaris DPD PDIP Sumut Sutarto, anggota DPR RI Junimart Girsang, dan Sofyan Tan. Namun saat menyebut nama Akhyar Nasution, Hasto hanya memanggil Akhyar sebagai Wali Kota Medan.
“Ir Akhyar Nasution, Wali Kota Medan. Kita nyebut Plt-nya pelan-pelan saja. Saya sebut plt dalam batin, yang kita keluarkan Wali Kota Medan,” ungkap Hasto sembari mendapat applause dan diamini oleh peserta rakerda PDI Perjuangan.
Menurut Hasto, sesuai dengan perintah kongres kelima, PDI Perjuangan terus melakukan konsolidasi. Rakerda ini dilaksanakan senafas dengan rakernas pertama untuk solid bergerak, menyatu dengan kekuatan rakyat.
Dalam rakerda ini, partai juga akan melakukan langkah persiapan untuk menghadapi pilkada serentak di 23 kabupaten/kota di Sumut dan secara nasional sudah menetapkan 60 persen.
Menurut Hasto, pilkada ini sebagai momentum untuk memperkuat mekanisme partai dalam menyiapkan pemimpin untuk rakyat dan membangun harapan dan masa depan serta menyelesaikan persoalan dan sekaligus mengintegrasikan dengan kepemimpinan Jokowi – Ma’ruf Amin.
Kepada awak media, Hasto mengakui, untuk Kota Medan ada sejumlah nama yang telah mendaftarkan diri ke PDI Perjuangan untuk mencalonkan sebagai wali kota.
“Dari internal PDI Perjuangan, ada Pak Akhyar yang sekarang jadi Plt wali kota, ada Mas Bobby yang juga mendaftar dan ada juga tokoh-tokoh lain. Tentu saja partai bersikap objektif, partai mendengarkan suara rakyat dan dalam waktu dekat kami akan segera mengumumkan calon tersebut. Tahap pertama itu ada 45 calon yang sudah siap kami umumkan dan nanti akan mengikuti sekolah partai,” ucapnya.
Kota Medan, sambung Hasto, adalah ibu kota Sumatera Utara, sehingga wajah Kota Medan dari tata kota, dari taman-taman yang dibangun, dari kebersihannya, terus menjadi ikon Sumatera Utara ini. “Kita lihat masyarakat Sumut ini open mind, terbuka, mengejar ilmu pengetahuan, maka kami mencari pemimpin yang betul-betul mampu dan mempunyai komitmen menjadikan Medan ini representasi ikon Sumatera Utara. Termasuk mengejar berbagai potensi smart province, green province, untuk bisa mengalahkan kota-kota besar di negara tetangga,” ungkapnya.
Akan tetapi, saat disinggung kriteria pemimpin yang dimaksud Hasto ada disosok siapa, Hasto hanya menjawab akan diputuskan. “Nanti kita umumkan, karena itu kewenangan Ibu Ketua Umum. Tugas kami menyiapkan peta politik, tetapi demokrasi yang dibangun PDI Perjuangan, ketika keputusan diambil, kader dan anggota wajib menaati itu,” ujarnya.
Lagi-lagi Hasto menjawab diplomatis, ketika disinggung soal ucapannya yang menyebut nama Akhyar Nasution sebagai Walikota Medan tanpa penyebutan kata plt adalah sebagai sinyal akan diusung Akhyar oleh PDI Perjuangan.
“Plt kan saya sebut, tapi dalam hati kan boleh,” kilah Hasto. Selain itu, Hasto juga mengakui, partai dalam perspektif ideal, mendorong anggota dan kader partai untuk menduduki jabatan strategis.
“Tapi ini bukan pemilunya PDI P, tapi pemilunya rakyat, rakyat sebagai hakim tertinggi, karena itu kami mendengarkan suara rakyat ini,” ucapnya.
Soal elektabilitas antara Akhyar dan Bobby, Hasto menyebutkan, survei yang dilakukan adalah hanya untuk konsumsi internal.
Selain itu, Hasto tak menutup kemungkinan akan terbukanya peluang incumbent di Kota Medan untuk menjadi calon yang diusung oleh PDI P.
“Kalau dari hasil survei tentu saja, incumbent kan punya posisi politik untuk tampil di ruang-ruang publik. Tetapi partai mengambil keputusan atas dasar bagaimana komitmen terhadap masa depan, bagaimana komitmen membumikan pancasila dan kepemimpinannya, sehingga survei itu hanya menjadi salah satu alat,” ungkapnya.
Mengenai dukungan 21 PAC PDI P di Kota Medan yang mendukung Akhyar untuk menjadi calon Walikota Medan, Hasto mengaku suara tersebut akan didengarkan dan menjadi masukan.
“Tentu kami dengarkan, tetapi setelah kami dengarkan maka Ketua Umum yang memutuskan, siapapun yang akan diputuskan oleh Ketua Umum, maka wajib bagi kita untuk mengikuti rekomendasi itu,” tandasnya.
Di tempat yang sama, Akhyar Nasution ketika dimintai tanggapannya soal sinyal-sinyal akan restunya PDI P terhadap pencalonannya, Akhyar belum mau berkomentar.
“Saya rasa enggak usah komentar dulu lah ya. Hehehe,” singkatnya. (adz)
Ketua Bidang SPS Pusat Irwa R Zarkasi menyerahkan piala penghargaan IPMA 2020 kepada Sumut Pos yang diterima Manager Advedtorial / Infotorial Sumut Pos
BANJARMASIN, SUMUTPOS.CO – Mengawali Februari di tahun 2020 ini, Harian Sumut Pos kembali menorah prestasi. Kali ini, penghargaan Bronzw Winner Kategori The Best Sumatera Newspaper pada ajang Indonesia Print Media Award (IPMA) 2020.
Penghargaan IPMA ini merupakan yang kesembilan kali diraih Sumut Pos dari tahun 2009. Penyerahan piala dilaksanakan pada Awarding Night SPS dengan tema “Kreasi yang Membangun Negeri”, Jumat (7/2/2020) malam di Hotel Mercur, Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).
.IPMA 2020 merupakan gelaran yang ke-11 tahun. Even ini merupakan even tahunan Serikat Perusahaan Pers (SPS) Pusat yang menjadi wahana pemicu lahirnya karya sampul muka media cetak yang kretatif serta inovatif.
Penghargaan ini membuktikan Sumut Pos selalu berusaha menjaga tradisi meraih penghargaan di level nasional dan tetap mengedepankan sajian konten berita dan tata layout yang menarik bagi para pembaca.Penghargaan diserahkan oleh Ketua Bidang SPS Pusat Irwa R Zarkasi .
Ketua Harian SPS Pusat Januar Primadi Ruswita menyampaikan selamat kepada para pemenang. Dia mengatakan, minat media cetak mengikuti even ini menunjukkan media cetak masih bisa terus berkarya di era disrupsi saat ini. ‘Media prin harus bisa jadi media literasi untuk jadi referensi bagi masyarakat dalam mencari kebenaran informasi,’’ujarnya.
Atas penghargaan ini, Sumut Pos mengapresiasi dukungan seluruh pihak, khususnya pembaca setia koran dan masyarakat Sumut khususnya. “Kami akan terus bekerja keras agar Sumut Pos tetap berkualitas, baik konten maupun tampilan. Kami sangat berterima kasih dengan dukungan masyarakat yang terus membaca dan tetap percaya dengan Sumut Pos,’’jelas Pemimpin Redaksi Sumut Pos Dame Ambarita.
Terpisah, Direktur Sumut Pos, Pandapotan Sialagan, menjelaskan bahwa apa yang didapat ini adalah prestasi yang kesekiankalinya. ‘’Sumut Pos berhasil meraih Bronze Winner kategori The Best Sumatera Newspaper IPMA 2020 untuk edisi 28 Desember 2019,” ujarnya. (sih)
Kuasa Hukum para korban, Bambang H Samosir SH MH, memberikan keterangan di Polda Sumut, terkait kasus investasi bodong yang menimpa klientnya.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ir Rusdiono Sandiman MM yang menjabat Direktur lembaga keuangan mikro syariah Badan Usaha Mandiri Terpadu, atau Baitul Maal wa Tamwil (BMT) Amanah Ray, akhirnya ditahan Polda Sumatera Utara. Bos investasi bodong di Medan ini ditangkap Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Sumatera Utara, dari Cirebon, Jawa Barat, dan diboyong ke Medan, pada 25 Januari 2020.
Meskipun penangkapan terhadap bos investasi bodong, di Medan, sudah berlangsung sekitar dua minggu, namun Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Sumatera Utara, belum bersedia menjelaskan kepada media, seputar perkembangan hasil penyelidikan terhadap kasus dugaan penipuan dan penggelapan ini.
Kepala Bidang Humas (Kabid Humas) Polda Sumatera Utara, Kombes Tatan Dirsan Atmaja, SIk, yang dikonfirmasi wartawan membenarkan penangkapan terhadap Ir Rusdiono Sandiman MM, yang menjabat direktur lembaga keuangan mikro syariah Badan Usaha Mandiri Terpadu atau Baitul Maal wa Tamwil (BMT) Amanah Ray.
“Saya koordinasi dulu dengan Direktorat Kriminal Khusus Polda Sumut. Ini laporan Polisi yang saya lihat terkait kasus penipuan dan penggelapan. Nanti kalau sudah ada kejelasan dan info tentang pelaku, nanti akan kami jelaskan kepada rekan-rekan media,” ujar Tatan.
Kombes Tatan Dirsan Atmaja SIk, mengakui, belum mendapat laporan dari Ditkrimsus Polda Sumut tentang perkembangan hasil penyelidikan terhadap kasus yang menjerat Direktur BMT Amanah Ray.
“Saya yakin kasus ini akan ditindaklanjuti. Namun sampai sejauh mana penindakan atau kelanjutan penangan terhadap kasus tersebut, saya akan konfirmasi kepada Direktorat Kriminal Khusus Polda Sumut yang menangani kasus ini,” tambah mantan Waka Polrestabes Medan ini.
Apresiasi Kinerja Polisi
Sementara itu puluhan pedagang korban investasi bodong lembaga keuangan mikro syariah BMT Amanah Ray, melalui kuasa hukumnya, Bambang H Samosir SH MH, mengapresiasi kinerja Polda Sumatera Utara.
“Memang kita dapat informasi dari beberapa nasabah, boss BMT Amanah Ray ini sudah ditangkap Polda Sumatera Utara. Namun saya belum tahu sampai dimana perkembangannya,” ungkap pengacara kondang Kota Medan ini.
Bambang Samosir mengakui, kasus yang menimpa para kliennya ada kemiripan dengan kasus dugaan investasi bodong yang sedang ditangani Polda Jawa Timur dan Polda Daerah Istimewa Yogjakarta, yang merugikan dana masyarakat hingga ratusan miliar rupiah. “Perkara dugaan investasi bodong yang di Jawa Timur dan Yogjakarta, memang mirip dengan yang di Sumut. Nasabah diberikan iming-iming, kalau menabung dan mendepositokan uangnya di BMT Amanah Raya, akan diberikan bunga yang cukup tinggi, yakni 8 hingga 10 persen,” ujarnya.
Bambang juga berharap, aparat kepolisian mengembangkan kasus ini. Tidak hanya menjerat tersangka Rusdiono dengan kasus penipuan dan penggelapan (Pasal 372 juncto Pasal 378 KUHP) karena ada unsur dugaan melanggar Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2002, tentang Pencucian Uang. “Menurut hemat saya, kasus ini ada kaitannya dengan tindak pidana pencucian uang, bahkan melanggar undang-undang perbankan. Bisa saja Direktur BMT Amanah Ray, Rusdiono, mendapat kucuran pinjaman dana dari bank,” katanya.
Bambang Samosir berharap, Polisi tidak berhenti dengan tersangka Rusdiono saja, karena kasus ini pasti melibatkan orang lain. Korban lembaga keuangan syariah BMT Amanah Ray diduga mencapai 9 hingga 10 ribu orang, dengan kerugian kurang lebih mencapai 100 miliar rupiah.
Bambang Samosir mengatakan, para korban BMT Amanah Ray umumnya para inang-inang (ibu-ibu) yang berdagang di sejumlah pasar tradisional, di Kota Medan dan sekitarnya. “Para nasabah yang menjadi korban dugaan penipuan BMT Amanah Ray, mengakui, iming-iming bunga uang yang cukup tinggi membuat mereka tergiur. Apalagi BMT Amanah Ray sering membuat acara lucky draw dengan memberikan hadiah menarik seperti, sepeda motor, televisi, kulkas, dan berbagai hadiah menarik lainnya yang membuat pedagang terlena,” tambah Bambang Samosir.(adz)
BELAJAR: Natasha Walker (1kanan) saat mendapat bimbingan belajar dari gurunya di Ipswich State High School, Australia. Natasha merupakan seorang remaja yang sudah memiliki bayi berusia 8 bulan.
SUMUTPOS.CO – Di Australia, remaja yang hamil ketika masih menjalani pendidikan sekolah menengah tidak harus meninggalkan bangku di kelasnya. Kini sebuah sekolah di Queensland memberikan kesempatan kepada mereka untuk menyelesaikan pendidikan sampai kelas 12.
Natasha Walker baru berusia 17 tahun, tapi ia sudah memiliki seorang bayi perempuan berusia delapan bulan. Dirinya mengatakan jika ia mendorong kereta bayi perempuannya, Alyssah Rose, tidak perlu lagi merasa tak nyaman saat orang-orang memperhatikannya dengan sinis atau saat ada yang mengecamnya di jejaring sosial.
“Saya dibilang sebagai ibu yang buruk, yang tidak tahu bagaimana menjadi seorang ibu, ada yang mengatakan saya perempuan liar, nanti putri saya akan seperti saya,” katanya kepada ABC.
Ia terpaksa berhenti sekolah saat berusia 15 tahun, sebelum sempat menamatkan kelas 12, dimana di Australia seseorang baru bisa mendapat ijazah pendidikan jika menyelesaikannya. Beberapa bulan kemudian, Natasha mengetahui dirinya hamil.
“Saya kaget sekali. Saya tak tahu mau berkata apa atau melakukan apa,” katanya.
Komisioner masalah anak-anak Australia Megan Mitchell mengatakan Komisi HAM Australia (AHRC) telah menyerukan pemerintah negara bagian dan pemerintah federal agar memberikan bantuan dan mendanai keluarga muda di Australia supaya anak-anak mereka tetap bersekolah.
Dia memuji apa yang sudah dilakukan Ipswich State High School dan mengatakan pendidikan adalah alat yang penting untuk menghentikan rantai kemiskinan antar generasi dan ketergantungan akan bantuan sosial. “Kehamilan remaja di Australia sebenarnya saat ini terendah dalam sejarah, namun masih ada sekitar 8 ribu bayi yang dilahirkan setiap tahunnya,” kata Megan.
“Orang tua yang masih remaja ini juga beresiko tinggi mengalami masalah kesehatan mental dan kesehatan lainnya. Anak-anak mereka juga besar kemungkinan lahir lebih cepat, beratnya rendah, dan mengalami masalah perilaku dan kognitif,” jelasnya. (dtc/ram)
PERIKSA: Satuan Narkoba Polres Humbahas saat melakukan pemeriksaan terhadap ketiga narapidana di Lapas Kelas 2.
HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Kepolisian Resort Humbang Hasundutan kembali menggulung pelaku narkoba dari wilayah hukumnya. Sebanyak 3 narapidana berasal dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas II diduga pemakai sabu-sabu diamankan, Kamis (6/2).
Kepala Polisi Resort (Kapolres) Humbang Hasundutan, AKBP Rudi Hartono melalui Kepala Subbagian Kehumasan, Aiptu S Purba membenarkan penangkapan tersebut.
“Ada 3 orang napi yang kita tangkap dilapas kelas 2,” ujarnya, Jumat (7/2) di Dolok Sanggul.
Purba menjelaskan, awalnya penangkapan ketiga napi tersebut berkat laporan dari pihak Lembaga Pemasyarakatan ke pihaknya kepada Kepala Satuan Narkoba AKP Rissad Manalu.
“ Ketiga napi ini merupakan kasus narkoba pindahaan dari lembaga pemasyarakat yang berbeda,” sambung Purba.
Adapun para napi tersebut adalah, Juanda Tarigan (32), warga jalan Irian Kabanjahe Kelurahan Lau Cimba, kasus narkoba dari pengiriman Lapas Kabanjahe, Muhammad Wendi (34), warga Jalan Brigjen Katamso Gang Perwira Kecamatan Medan Maimun, dan kasus narkoba pengiriman Lapas Tanjung Gusta Medan. Yang terakhir, Riadi Atmaja (35), warga Jalan Flamboyan Raya No 12 Medan, kasus narkoba pengiriman Lapas Tanjung Gusta Medan.
Mendengar itu, satuan narkoba langsung menuju Lapas Kelas 2 dan langsung memboyong ketiganya ke Mapolres Humbang Hasundutan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Dari penangkapan, disita 4 paket jenis sabu yang dibungkus plastik dan kini telah diamankan di Polres Humbang Hasundutan,” tambah Purba.
Purba mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap ketiga napi tersebut, untuk mengetahui cara masuknya narkoba jenis sabu tersebut ke lembaga pemasyarakatan kelas 2.
“Saat ini mereka masih diperiksa guna perkembangan lebih lanjut masuknya barang tersebut,” kata Purba. (des/ram)
PANEN: Bupati Taput, Nikson Nababan, saat memetik cabai merah perdana dilahan pertanian tomat Desa Silait lait, Kecamatan Siborongborong, Kamis (6/2).
TAPUT, SUMUTPOS.CO – Bupati Tapanuli Utara Drs Nikson Nababan MSi didampingi Ketua DPRD Taput Ir Poltak Pakpahan, Asisten II Osmar Silalahi dan beberapa Pimpinan OPD bertemu dengan Kelompok Tani dari beberapa kabupaten yang digelar PT. Cap Panah Merah di lahan pertanian tomat Desa Silait lait, Kecamatan Siborongborong, Kamis (6/2).
“Petani itu adalah pejuang kehidupan. Tanpa petani, masyakarat Indonesia tidak bisa menikmati makanan dan buah buahan. Saya selalu sambut positif kegiatan yang sifatnya membangun sektor pertanian. Menemukan masalah masalah apa yang dihadapi dan selanjutnya mencari apa solusinya. Disini juga para Penyuluh harus berperan aktif berkoordinasi dengan pihak perusahaan Cap Panah Merah, apa apa yang bisa menjadi masukan bagi sektor pertanian kita,” ujar Bupati saat mengawali arahannya.
Selanjutnya Bupati Taput menyampaikan bahwa untuk menjaga agar petani tidak merugi, Pemkab Taput sudah menghadirkan pasar lelang dan jaminan harga sejak tahun 2016.
“Penyuluh harus tetap buat terobosan di sektor pertanian, terus berinovasi dan lihat produk pertanian yang memiliki permintaan tinggi, seperti cabai merah dan tomat. Tetap berinovasi, cari solusi masalah dan penyuluh harus turun langsung ke lahan pertanian masyarakat,” tambah Nikson.
Dirinya menegaskan, Pemkab Taput sudah membuat Akte Notaris bagi Kelompok Tani sebanyak 600 akte agar Petani bisa mendapat bantuan bantuan di bidang pertanian baik dari Kementerian Pertanian maupun Pemerintah Propinsi.
“Tetap semangat, tetap berjuang dan tetaplah jadi pejuang pejuang kehidupan,” lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, Penyuluh Pertanian Taput, Opat Parulian Purba menyampaikan berbagai terobosan Pemkab Taput melalui penyuluh di bidang pertanian.
“Saya sangat bangga dengan Bupati Taput Bapak Nikson Nababan. Luar biasa perhatiannya kepada Petani, selalu turun dan melihat langsung ke lahan lahan pertanian. Terimakasih pak Bupati,” ujar Purba mengakhiri.
Usai diskusi dengan petani, Bupati Taput melakukan panen perdana Cabai Merah Lentur dan Tomat ditandai dengan pengguntingan pita dan memetik langsung cabai Merah dan Tomat. Selain dari Kabupaten Tapanuli Utara hadir juga kelompok tani asal Kabupaten Humbang Hasundutan dan Kabupaten Karo. (des/ram)
PENYERAHAN: Ketua DPC Partai Demokrat Tapsel, Samsudin Siregar SH MH didampingi Wakil Ketua Gunawan Siregar dan Tim Penjaringan, Hajrul Aswat Siregar saat menyerahkan berkas bacalon bupati/wakil bupati Tapsel kepada Ketua Tim Ketua Panitia Koordinasi dan Konsolidasi Pilkada 23 Kabupaten/Kota Se-Sumut, Ir Bangun Tampubolon
PENYERAHAN: Ketua DPC Partai Demokrat Tapsel, Samsudin Siregar SH MH didampingi Wakil Ketua Gunawan Siregar dan Tim Penjaringan, Hajrul Aswat Siregar saat menyerahkan berkas bacalon bupati/wakil bupati Tapsel kepada Ketua Tim Ketua Panitia Koordinasi dan Konsolidasi Pilkada 23 Kabupaten/Kota Se-Sumut, Ir Bangun Tampubolon
MEDAN, SUMUTPOS.CO -Sebanyak tiga Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat di Sumatera Utara (Sumut) menyerahkan hasil tim penjaringan/pendaftaran bakal calon (balon) kepala daerah/wakil kepala daerah kepada panitia koordinasi dan konsolidasi Pilkada 23 Kabupaten/Kota Se-Sumut Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sumut, di Kantor DPD Partai Demokrat Sumut, Jalan Gatot Subroto Medan, Kamis (6/2).
Ke-3 DPC yang daerahnya ikut Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tersebut yakni, DPC Partai Demokrat Pematang Siantar, DPC Partai Demokrat Tapanuli Selatan (Tapsel), dan DPC Partai Demokrat Nias Utara.
Ketua DPC Partai Demokrat Tapsel, Samsudin Siregar, SH, MH didampingi Wakil Ketua Gunawan Siregar dan Tim Penjaringan Balon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah DPC Partai Demokrat Tapsel, Hajrul Aswat Siregar dalam kesempatan itu menyerahkan satu nama balon Bupati Tapsel, yakni Dolli Pasaribu dan balon Wakil Bupati Aswan Efendi Siregar.
Menurut Samsudin, dari pemantauan DPC Partai Demokrat Tapsel, Dolli Siregar dan Aswan Efendi Siregar diyakini layak memimpin Tapsel untuk periode tahun 2020-2025. Hal tersebut dilihat dari perkembangan politik di Tapsel yang saat ini mulai menghangat.
“Dari pemantauan kami, masyarakat Tapsel sangat antusias mendukung Dolli Siregar maupun Aswan Efendi Siregar, sehingga kami DPC Partai Demokrat Tapsel mengharapkan agar DPD Partai Demokrat Sumut bisa merekomendasikan kedua nama tersebut, baik sebagai balon bupati atau balon wakil bupati ke DPP Partai Demokrat di Jakarta,” sebut Samsudin.
Samsudin menambahkan, DPC Partai Demokrat Tapsel, PAC, hingga rating sudah siap memenangkan calon bupati/wakil bupati Tapsel yang diusung Partai Demokrat di Pilkada Tapsel September 2020 mendatang.
Sementara itu, Wakil Ketua DPC Partai Demokrat Pematangsiantar, Lindon Malau bersama Sekretaris Tim Penjaringan Balon Walikota/Wakil Walikota Pematang Siantar Gundian, SH serta Bendahara Arifin Batubara, SH menyebutkan, hingga penjaringan/pendaftaran balon walikota/wakil walikota Pematangsiantar ditutup pada 31 Januari lalu, pihaknya menerima berkas pendaftaran dari 5 calon walikota/wakil walikota.
Ke-5 balon itu yakni, Ir Asner Silalahi MT, Ismail Sikumbang SH, DR Ir Binsar Situmorang MSi MA, Dr Susanti Dewani SPA, dan Togar Sitorus SE, yang menjabat sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Pematangsiantar.
Sedangkan Ketua DPC Partai Demokrat Nias Utara, Hiskia Harefa bersama Ketua Tim Penjaringan Erianto Harefa menyebut, untuk Pilkada Nias Utara, pihaknya menerima 3 balon bupati dan 2 balon wakil bupati yakni Amirazo Waruwu, Yusman Zega, Marsellinus Ingati Nazara, Haogoochi Hulu, dan Hisikia Harefa yang menjabat sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Nias Utara.
Usai menerima berkas para balon kepala daerah/wakil kepala daerah yang mendaftar ke DPC Partai Demokrat, Plt Ketua DPD Partai Demokrat Sumut, Drs Herri Zulkarnain Hutajulu SH MSi menyebutkan, setelah DPC Partai Demokrat kabupaten/kota menutup pendaftaran/penjaringan balon kepala/wakil kepala daerah, bagi yang masih berkeinginan untuk mendaftar dapat mendaftar di DPD Partai Demokrat Sumut di Medan.
Herri yang didampingi Ketua Panitia Koordinasi dan Konsolidasi Pilkada 23 Kabupaten/Kota Se-sumut, Ir Bangun Tampubolon, Sekretaris Masdar Limbong, Bendahara Saut Parulian Gurning dan Koordinator Media/Publikasi Drs Maju Manalu menyebutkan, setelah pendaftaran/penjaringan balon kepala/wakil kepala daerah ditutup, para balon kepala/wakil kepala daerah akan menyampaikan visi-misi di hadapan DPC dan DPD yang dilaksanakan di kantor DPD Partai Demokrat Sumut yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
Selanjutnya, akan dilakukan survei kepada para balon kepala/wakil kepala daerah. Kemudian pada akhir Maret mendatang penyampaian paparan hasil finalisasi ke DPP oleh DPD Partai Demokrat Sumut, dan calon kepala/wakil kepala daerah akan ditetapkan DPP Partai Demokrat. (bbs/azw)