29 C
Medan
Monday, January 26, 2026
Home Blog Page 4523

4 Daerah Ajukan Pemotongan Anggaran Pilkada

Bahtiar Kapuspen Kemendagri
Bahtiar
Kapuspen Kemendagri
Bahtiar Kapuspen Kemendagri

SUMUTPOS.CO – Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Bahtiar mengaku telah menerima informasi terkait empat daerah yang mengajukan pemotongan anggaran Pemilihan Kepala Daerah ( Pilkada) 2020.

“Kita sudah terima informasinya (pengajuan potong anggaran pilkada). Bawaslu menyampaikan ada empat daerah,” ujar Bahtiar di kantor Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (7/2). Bahtiar memaklumi pengajuan pemotongan biaya pesta demokrasi lima tahunan yang dilakukan pemerintah daerah tersebut.

Menurut dia, hal itu tak lepas dari terbatasnya anggaran pendapatan belanja daerah (APBD). Sebab, kata dia, pilkada bukan satu-satunya kegiatan pemerintah daerah. Ada juga kegiatan lainnya seperti pembangunan, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga gaji pegawai.

“APBD terbatas, harus melayani rumah sakit kesehatan, pendidikan dan daerah bukan hanya berkata pelayanan pemerintahan, tetapi juga dengan pegawai, bangun jalan, jembatan dan seterusnya,” kata Bahtiar.

Kendati demikian, pihaknya meyakini permasalahan anggaran tersebut bukan menjadi hambatan pelaksanaan pilkada.

“Masa kampanye pasangan calon sampai hari H untuk mencari formula-formula penyelesaian, tetapi saya pikir itu bukan menjadi hambatan,” kata dia.

Bahtiar juga mengatakan, pemerintah provinsi bisa memberikan dana hibah kepada pemerintah kota atau kabupaten sebagai formulasi apabila mengalami kesulitan anggaran penyelenggaraan Pilkda serentak 2020.

“Pemprov bantu keuangan kabupaten. Nanti kabupatennya mentransfer kekurangannya ke penyelenggara (Pilkada),” terangnya.

Bahtiar mencontohkan, skema bantuan dana itu seperti yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang juga disepakati DPRD tingkat provinsi.

Di mana Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memberikan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir yang mengalami kesulitan anggaran pilkada. Menurutnya, apa yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bisa menjadi formulasi apabila daerah lain terkendala anggaran. Dengan begitu, pemerintah daerah pun tak perlu mengajukan potongan biaya Pilkada karena terbatasnya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

“Bantuan (dalam bentuk) keuangan. Bukan dari pemerintah provinsi ke KPU kabupaten-kota. Tapi dari pemerintah (provinsi) ke pemerintah (daerah), setelah itu baru menghibahkan ke penyelenggara,” jelas dia.

Pilkada 2020 akan digelear di 270 wilayah Indonesia. Pilkada terdiri dari pemilihan gubernur dan wakil gubernur, pemilihan wali kota dan wakil wali kota, serta pemilihan bupati dan wakil bupati.

Adapun pemilihan gubernur dan wakil gubernur berlangsung di sembilan provinsi, yakni Sumatra Barat, Jambi, Bengkulu, Kepulauan Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah. Sementara itu, pemilihan wali kota dan wakil wali kota akan dilaksanakan di 37 kota yang tersebar di 32 provinsi. Kemudian pemilihan bupati dan wakil bupati bakal digelar di 224 kabupaten. Rencananya, pilkada digelar pada 23 September 2020. (bbs/azw)

Liando: Pilkada Masih Terlalu Boros

JABAT TANGAN: Dr Ferry Daud Liando berjabat tangan dengan Menteri Dalam Negeri Prof Dr Tito Karnavian (kiri) di Kantor Mendagri Jakarta, Jumat (7/2).
JABAT TANGAN: Dr Ferry Daud Liando berjabat tangan dengan Menteri Dalam Negeri Prof Dr Tito Karnavian (kiri) di Kantor Mendagri Jakarta, Jumat (7/2).
JABAT TANGAN: Dr Ferry Daud Liando berjabat tangan dengan Menteri Dalam Negeri Prof Dr Tito Karnavian (kiri) di Kantor Mendagri Jakarta, Jumat (7/2).
JABAT TANGAN: Dr Ferry Daud Liando berjabat tangan dengan Menteri Dalam Negeri Prof Dr Tito Karnavian (kiri) di Kantor Mendagri Jakarta, Jumat (7/2).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Ketua Minat Tata Kelola Pemilu Pascasarjana Unsrat, Dr Ferry Daud Liando diundang secara langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk membahas pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) langsungdi kantor Kemendagri, Jakarta, Jumat (7/2).

Belum lama ini Mendagri mewacanakan perlunya mengevaluasi pelaksanaan Pilkada langsung karena dinilai pelaksanaannya belum sebagaimana yang diharapkan.

Liando menilai pelaksanaan Pilkada masih terlalu boros. “Memang diakui pelaksanaan Pilkada selama ini masih dinilai terlalu boros sehingga menggagu pembiayaan publik di sebagain besar daerah. Anggaran APBD banyak terkuras untuk membiayai pilkada,” ujar pengamat kepemiluan.

“Selain itu juga terjadi konflik dan kerusuhan akibat persaingan para kontestan,” tambahnya.

Wa Sekjen I AIPI Pusat ini juga mengatakan banyak para calon yang maju sebagai kontestan Pilkada hanya mengandalkan money politik bukan pada kapasitasnya.

“Banyak calon yang maju tidak bermodalkan kapasitas tapi hanya mengadalakan uang untuk menyogok para pemilih agar mendapatakan suara,” jelasnya.

Kemudian, persoalan pemilih pragmatis yang memilih karena imbalan atau transaksi bukan kapasitas.

“Masyarakat pun sebagian besar masih menunjukan karakter pemilih pragmatis yakni memilih sesorang berdarkaan imbalan atau transaksi. Kapasitas calon bukan jadi ukuran untuk dipilih,” kunci Liando.

Dalam pembahasan itu Liando yang juga menjabat sebagai ketua jurusan Ilmu Pemerintahan Fispol Unsrat akan bergabung dengan sejumlah pakar politik yang berasal dari sejumlah perguruan tinggi ternama di Indonesia seperti dari UI, UGM, Andalas, dan Unpad.

Mereka diantaranya adalah Prof Dr cornelis Lay MA guru besar ilmu Politik UGM dan Dr. Aditya Perdana, direktur pusat kajian politik UI, dan Prof Dr Valina Singka guru besar ilmu politik UI. Pembahasan dan diskusi ini dipimpin langsung Menteri Dalam Negeri Prof Dr Tito Karnavian. (bbs/azw)

Jelang Pilkada Sergai, Syafii Efendi Siap Bertarung dengan Incumbent

DISKUSI: Syafii Efendi bersama awak media, di Aula Warung Bakso Bom di Kelurahan Simpangtiga Pekan Perbaungan Kecamatan Perbaungan, Kamis (6/2).
DISKUSI: Syafii Efendi bersama awak media, di Aula Warung Bakso Bom di Kelurahan Simpangtiga Pekan Perbaungan Kecamatan Perbaungan, Kamis (6/2).

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020 mendatang, bakal calon (Bacalon) Bupati Sergai Syafii Efendi Putra Serdang Bedagai (Sergai) yang lahir di Pantaicermin 4 Agustus 1991 akan siap bertarung para incumbent. Bahkan dirinya bakal mencari sosok pendamping untuk Wakil Bupati dari birokrasi yang regelius yang siap untuk membangun di Tanah Bertuah Negeri Beradat.

Hal ini menjadi pertanyaan publik di Tanah Bertuah Negeri Beradat siapa sosok balon Wakil Bupati yang bakal calon pendamping Syafii Efendi yang merupahkan pengusaha muda dan prestasi yang juga sebagai Presiden Pemuda Oki (Organisasi Kerjasama Islam).

Bahkan sosok pemuda yang memiliki jaringan internasional menugaskan tim survei terhadap nama – nama balon wakil bupati. Hal ini untuk mengambil keputusan sosok Syafii yang masih usia 28 tahun untuk mengacu dari hasil survei tersebut, tentunya berdasarkan elektabilitas yang tinggi untuk maju di pilkada 2020.

Hal ini diungkapkan Syafii Efendi yang juga motivator nasional dalam Diskusi Produktif (Dispro) Syafii Efendi bersama awak media, Kamis (6/2) di aula warung bakso Bom di Kelurahan Simpangtiga Pekan Perbaungan Kecamatan Perbaungan yang dihadiri belasan wartawan media cetak dan media online.

Dalam kesempatan tersebut Presiden Pemuda Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dan sekaligus Wakil Ketum KNPI dan Ketum Wirausaha Muda Nusantara menyampaikan, bahwa jika di pilkada 2020, Bupati Sergai dan wakil Bupati kembali bersatu kita siap bertarung dan bersaing di Pilkada mendatang.

Walaupun masih terbilang muda alias cencen, kita siap bertarung demi untuk mencari perubahaan di Kabupaten Sergai. Bahkan dirinya akan mencari kriteria bacalon wabup yang akan mendampingi untuk mempertimbangkan sosok dari birokrasi dan lebih tua dari dirinya baik dari sisi usia maupun dari pengalaman.

“Terkait dukungan partai politik (parpol) kita telah mendaftarkan diri ke seluruh parpol di Sergai, kecuali PKB dan saat ini kita tengah melakukan komunikasi dan lobi-lobi politik sangat intensif dengan pimpinan Parpol di Pusat,”kata Syafii Effendi saat menjawab pertanyaan awak media.

Menurut Syaffi, hingga saat ini kami juga tetap menjalin komunikasi dengan Bupati Sergai H Soekirman, Wabup Darma Wijaya serta sesama bacalon, baik bacalon bupati maupun qakil bupati.

Diakui Syafii Effendi, motivasi dirinya mencalonkan diri sebagai bupati semata-mata ingin membangun Kabupaten Sergai untuk lebih baik atau dengan istilah Marsipature Hutanabe dengan program prioritas pembenahan infrastruktur baik jalan, jembatan maupun irigasi, kemudian program mengentaskan kemiskinan dan penganguran.

“Mudah- mudahan saya bisa mendapatkan dukungan dari partai politik, sehingga saya bisa maju sebagai Calon Bupati Sergai di Pilkada 2020.” tegas Syafii Efendi. (bbs/azw)

Kementerian PUPR Melaksanakan Ujian CPNS, Medan Digelar 29 Februari

SELEKSI : Kompetensi Dasar (SKD) berbasis Computer Assisted Test (CAT) untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahap awal.
SELEKSI : Kompetensi Dasar (SKD) berbasis Computer Assisted Test (CAT) untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahap awal.
SELEKSI : Kompetensi Dasar (SKD) berbasis Computer Assisted Test (CAT) untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahap awal.
SELEKSI : Kompetensi Dasar (SKD) berbasis Computer Assisted Test (CAT) untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahap awal.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan melaksanakan ujian CPNS Formasi 2019 tahap Seleksi Kompetensi Dasar berbasis Computer Assisted Test (CAT) untuk lokasi Medan, Sumatra Utara.

Berdasarkan salinan Pengumuman Nomor : KP.01.03-Mn/215 tertanggal 04 Februari 2020, ujian SKD berlokasi di Balai Diklat PUPR Wilayah I Medan Jalan Sakti Lubis Nomor 7A, Siti Rejo I, Medan, Kota Medan. Ujiannya akan digelar pada Sabtu 29 Februari 2020.

Ujian dibagi dalam 4 sesi. Peserta setiap sesi sebanyak 196 orang. Sesi II mulai pukul 10.00-11.30 WIB, sesi III pukul 12.30-14.00 WIB, sesi IV pukul 14.30-16.00 WIB dan sesi V pukul 16.30-18.00 WIB.

Untuk lokasi Medan, jumlah peserta yang mengikuti ujian SKD sebanyak 784 orang. Sementara jumlah peserta seluruh Indonesia mencapai 9.000 orang lebih. Sementara jumlah formasi 2019 yang tersedia sebanyak 1.048 yang dibagi dalam 18 jabatan.

Selengkapnya pengumuman jadwal, lokasi dan peserta ujian SKD CPNS Kementerian PUPR Formasi 2019, untuk lokasi Medan, Sumatra Utara dapat diunduh di http://cpns.pu.go.id/admin/assets/upload/image/2228PengumumanSKDJakartadkk.pdf

Dalam pengumuman itu, juga diingatkan seluruh peserta wajib mencetak Kartu Peserta Ujian Seleksi CPNS secara online melalui website https://sscn.bkn.go.id dengan menggunakan akun masing-masing.

Diingatkan juga agar peserta hadir 1 jam sebelum ujian dimulai. Peserta terlambat tidak akan ditoleransi. Kemudian agar membawa kartu peserta KTP/Surat Keterangan Perekaman Data KTP/ Surat Keterangan Pengganti Identitas untuk keperluan registrasi.

Kemudian peserta wajib berpakaian rapi putih hitam. Peserta dilarang membawa buku, kaklulator, telepon genggam, jam tangan, alat tulis, makanan dan minuman dan barang-barang lainnya ke dalam ruang ujian. (jpg)

BNPT Belum Putuskan Pulangkan WNI Eks ISIS

BELUM PUTUS: Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius.
BELUM PUTUS: Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius.
BELUM PUTUS: Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius.
BELUM PUTUS: Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius meluruskan informasi simpang siur yang menyebut lembaga yang dipimpinnya segera memulangkan 600 WNI eks ISIS di Timur Tengah.

Menurut Suhardi, BNPT belum berencana memulangkan WNI eks ISIS. Mantan Kabareskrim Polri itu menyebutkan, pihaknya tengah berbicara dengan beberapa kementerian sebelum memutuskan untuk memulangkan atau tidak para WNI eks ISIS.

“Kami masih baru melaporkan, masih minta tanggapan dari masing-masing kementerian. Nanti dirumuskan,” kata Suhardi ditemui di kantor BNPT, Jakarta Pusat, Jumat (7/2).

Setelah membicarakan dengan Kementerian, BNPT menyerahkan hasilnya ke Menko Polhukam Mahfud MD. Dari situ, Mahfud akan berbicara dengan Presiden dan Wapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin berkaitan dipulangkan atau tidaknya para WNI.

“Nah, itu nanti Pak Menko Polhukam yang ngambil keputusan. Baru nanti lapor ke wapres dan presiden. Jadi jangan bias ke mana-mana dahulu. Kasian masyarakat,” ucap dia.

Walakin, kata dia, BNPT siap menjalankan keputusan andai presiden dan wapres memutuskan untuk memulangkan WNI eks ISIS. Toh, katanya, BNPT sudah punya pengalaman memulangkan WNI eks ISIS pada 2017.

“Kan kami sudah punya pengalaman, misalnya, memulangkan 75 orang, kemudian 18 orang,” sambungnya.

Sebelumnya wacana pemulangan sekitar 600 orang WNI eks ISIS disampaikan Menteri Agama Fachrul Razi dalam pidatonya, Sabtu (1/2), di kawasan Ancol, Jakarta. (mg10/jpnn)

Akhyar Imbau Seluruh Lingkungan Giatkan Pos Kamling

KUNJUNGI: Plt Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi (kemeja putih) saat mengunjungi Pos Kamling usai melakukan Safari Jumat di Masjid Al-Ikhwan Jalan Bunga Wijaya Kesuma, Gang Masjid, Kelurahan Selayang II Padang Bulan, Kecamatan Medan Selayang, Jumat (7/2).
KUNJUNGI: Plt Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi (kemeja putih) saat mengunjungi Pos Kamling usai melakukan Safari Jumat di Masjid Al-Ikhwan Jalan Bunga Wijaya Kesuma, Gang Masjid, Kelurahan Selayang II Padang Bulan, Kecamatan Medan Selayang, Jumat (7/2).
KUNJUNGI: Plt Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi (kemeja putih) saat mengunjungi Pos Kamling usai melakukan Safari Jumat di Masjid Al-Ikhwan Jalan Bunga Wijaya Kesuma, Gang Masjid, Kelurahan Selayang II Padang Bulan, Kecamatan Medan Selayang, Jumat (7/2).
KUNJUNGI: Plt Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi (kemeja putih) saat mengunjungi Pos Kamling usai melakukan Safari Jumat di Masjid Al-Ikhwan Jalan Bunga Wijaya Kesuma, Gang Masjid, Kelurahan Selayang II Padang Bulan, Kecamatan Medan Selayang, Jumat (7/2).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Usai melaksanakan safari Jumat di Masjid Al Ikhwan, Medan Selayang, Plt Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi llangsung meninjau dan meresmikan pemakaian pos kamling dan taman selfi di Lingkungan XVII Jalan Bunga Wijaya Kesuma, Kelurahan PB Selayang, Jumat (7/2/2020).

Berbincang dengan Kepala Lingkungan XVII, Sekretaris Camat Medan Selayang, Camat Medan Selayang Sutan Tolang Lubis serta warga, Akhyar menyampaikan, keberadaan dan operasional pos kamling sangat baik dalam menjawab keamanan dan kenyamanan warga, di samping warga juga harus bersama memerangi narkoba. Sebab, tindak pidana kejahatan dilatarbelakangi dengan pengaruh penyalahgunaan narkoba.

“Keberadaan pos kamling ini sebagai langkah agar lingkungan kita aman dari orang-orang yang ingin berbuat jahat. Misalnya ada pencuri atau begal, sebaiknya warga membantunya dengan membuyarkan pelaku dengan cara melempari batu. Dengan cara itulah, para pelaku begal bisa dengan mudah ditangkap. Jadi jangan sedikit-sedikit ambil handphone untuk foto atau rekam video, hasilnya begal tetap juga tak bisa didapat. Ayo kita peduli dengan keadaan sekitar kita,” pesannya.

Dengan hadirnya pos kamling di Lingkungan XVII, Kelurahan PB Selayang, Medan Selayang, yang pendirian bangunannya atas sumbangan donatur dan swadaya masyarakat, Akhyar berharap agar seluruh pimpinan kecamatan melalui lurah dan kepala lingkungan se-Kota Medan untuk mengaktifkan dan memaksimalkan pos kamling di wilayahnya masing-masing.

“Jika pos kamling ini sudah aktif di setiap lingkungan, kita berharap tak kan ada lagi kejahatan. Orang akan berpikir dua kali sebelum melakukan aksinya,” tukasnya.

Sebelum bertolak ke pelaksanaan MTQ di Jalan Ngumban Surbakti, kepada petugas jaga pos kamling, Akhyar berpesan untuk maksimal dalam menjaga wilayah tugasnya masing-masing.

“Bagus-bagus jaganya ya, dan selalu jaga keamanan ketertiban lingkungan,” ucap Akhyar sembari menepuk bahu salah seorang petugas pos kamling dan menyalami sejumlah anggota Organisasi Masyarakat (Ormas) Pemuda Pancasila (PP) yang turut hadir dan meminta izin pergi meenuju pelaksanaan MTQ Kota Medan di Jalan Ngumban Surbakti. (adz)

Honorer K2 Mendapat Formasi Khusus CPNS dan PPPK

RAPAT: Para guru honorer K2 di Kabupaten Banyuwangi mengikuti rapat yang digelar Forum Honorer Indonesia.
RAPAT: Para guru honorer K2 di Kabupaten Banyuwangi mengikuti rapat yang digelar Forum Honorer Indonesia.
RAPAT: Para guru honorer K2 di Kabupaten Banyuwangi mengikuti rapat yang digelar Forum Honorer Indonesia.
RAPAT: Para guru honorer K2 di Kabupaten Banyuwangi mengikuti rapat yang digelar Forum Honorer Indonesia.

SUMUTPOS.CO – Honorer non-kategori tidak dapat formasi khusus dalam rekrutmen CPNS dan PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja). Mereka bisa ikut tes CPNS dan PPPK lewat jalur umum.

Hal tersebut berkali-kali ditegaskan pemerintah dalam berbagai kesempatan. Bahkan Deputi SDM bidang Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Setiawan Wangsaatmaja menyatakan, yang akan diselesaikan pemerintah hanya honorer K2 dan sudah masuk data base, yang jumlahnya sebanyak 438.590. Di luar itu, kata Setiawan, menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.

Itu sebabnya Ketua Dewan Pembina Forum Honorer Indonesia (FHI) Hasbi kembali mengingatkan seluruh anggotanya sadar bahwa tiga skema kebijakan pemerintah dan skenario penyelesaian sampai 2023 yang ditawarkan pemerintah hanya untuk menuntaskan honorer K2.

Sedangkan non-kategori dikembalikan kepada pemerintah daerah untuk menyelesaikan. Dan mengambil arah kebijakan untuk menyelesaikan permasalahan tenaga honorer.

“Oleh karena itu seluruh pengurus dan anggota FHI diharapkan mengikuti arahan dan instruksi dari DPP FHI untuk fokus pada tiga opsi perjuangan sebagai alternatif solusi dalam memperjuangkan tenaga honorer,” kata Hasbi kepada JPNN.com, Jumat (7/2).

Dia menambahkan, yang dihadapi saat ini adalah UU Aparatur Sipil Negara (ASN), bukan hanya pemerintah.

FHI memandang sebaiknya semua pemerintah daerah, kementerian terkait, organisasi honorer, dan lainnya perlu menjalin komunikasi.

Sehingga dapat merumuskan formulasi kebijakan yang sistematis dan komprehensif untuk menyelesaikan permasalahan tenaga honorer.

“FHI mengimbau agar seluruh tenaga honorer untuk mengunakan akal sehat dan rasional melihat permasalahan yang ada. Kedudukan UU ASN sudah jelas, bahwa ASN hanya PNS dan PPPK. Jadi tiga opsi yang ditawarkan FHI harus dikawal,” tegasnya.

Alternatif perjuangan dan solusi penyelesaian yang ditempuh FHI melalui tiga opsi: Mendukung perjuangan tenaga honorer untuk memenangkan gugatan UU ASN di MK. Mendukung perjuangan revisi terbatas UU ASN di DPR RI. FHI mendesak dan meminta presiden mengeluarkan Perppu untuk menyelesaikan permasalahan tenaga honorer secara nasional. (esy/jpnn)

PT LIB Minus Rp30 Miliar, Janji Subsidi dari Iwan Bule Tak Terwujud

JANJI: Mochamad Iriawan alias Iwan Bule (kanan) duduk bersama caketum lainnnya, saat mengikuti Kongres PSSI pada 2 November 2019. Ketika masih caketum, dia pernah berjanji akan memberikan subsidi ke klub. CHANDRA SATWIKA/JAWA POS
JANJI: Mochamad Iriawan alias Iwan Bule (kanan) duduk bersama caketum lainnnya, saat mengikuti Kongres PSSI pada 2 November 2019. Ketika masih caketum, dia pernah berjanji akan memberikan subsidi ke klub. CHANDRA SATWIKA/JAWA POS
JANJI: Mochamad Iriawan alias Iwan Bule (kanan) duduk bersama caketum lainnnya, saat mengikuti Kongres PSSI pada 2 November 2019. Ketika masih caketum, dia pernah berjanji akan memberikan subsidi ke klub. CHANDRA SATWIKA/JAWA POS
JANJI: Mochamad Iriawan alias Iwan Bule (kanan) duduk bersama caketum lainnnya, saat mengikuti Kongres PSSI pada 2 November 2019. Ketika masih caketum, dia pernah berjanji akan memberikan subsidi ke klub.
CHANDRA SATWIKA/JAWA POS

Moch Iriawan sempat menebar janji menjelang pemilihan Ketum PSSI. Salah satu janjinya adalah memberikan subsidi kepada klub Liga 1 sebanyak Rp15 miliar setiap musim. Sayang, janji itu belum bisa dia wujudkan.

Sebab, kondisi keuangan PT Liga Indonesia Baru (LIB) sedang minus. Hal itu disampaikan Direktur Utama LIB Cucu Somantri. Menurut dia, sangat tidak realistis jika subsidi Rp 15 miliar diterapkan pada Liga 1 2020. Sebab, LIB pada Liga 1 2019 mengalami kerugian. Cucu menjelaskan, kerugian LIB musim lalu cukup besar.

“Berkaca pada evaluasi tahun lalu, kami minus sampai Rp 30 miliar,” terangnya.

Artinya, yang dialami LIB musim lalu besar pasak daripada tiang. Lebih besar pengeluaran daripada pemasukan. Karena itu, pihaknya tak ingin memaksakan diri untuk merealisasikan janji kampanye dari Iwan Bule, sapaan Iriawan. Pria berusia 58 tahun itu lebih mengedepankan bagaimana LIB bisa membiayai kompetisi Liga 1 2020 tanpa merugi.

“Kami semua di sini berharap kejadian musim lalu tidak terulang. Minimal operasional cukup dulu,” ungkapnya.

Nah, kerugian yang dialami itu berdampak pada nilai subsidi yang diberikan kepada 18 klub Liga 1 2020. Jika musim lalu klub-klub mendapat dana subsidi Rp 5 miliar, musim ini sangat mungkin tidak akan ada kenaikan. Jikapun ada, jumlahnya tidak akan besar.

“Nanti kami hitung dulu semuanya, apakah bisa dinaikkan atau tidak. Minimal tidak turun dari angka tahun lalu,” paparnya.

Cucu berharap 18 klub Liga 1 menyadari kondisi LIB saat ini. Hadirnya orang-orang baru juga diharap bisa membuat keuangan LIB jadi stabil.

“Kami sedang berusaha bersama-sama di sini,” tegasnya.

Komisaris LIB Hasani Abdulgani menuturkan, janji kampanye Rp 15 miliar seharusnya disikapi dengan bijak. Artinya, janji itu memang belum terealisasi tahun ini.

“Kami sedang mencoba merealisasikan janji itu. Jadi tantangan kami. Tapi, tentu ada syaratnya agar terealisasi,” papar Hasani.

Syarat paling utama adalah kompetisi berjalan dengan baik. Artinya, tidak ada lagi penundaan pertandingan sampai keributan yang membuat nilai jual dari Liga 1 merosot di mata sponsor. Selain itu, waktu pertandingan jadi salah satu nilai jual lain agar sponsor bisa menggelontorkan dana lebih banyak lagi.

“Jika nilai jual naik, perlahan subsidi juga pasti akan naik tiap musim,” ujarnya.

Hasani menambahkan, untuk sponsor utama Liga 1 musim ini, sangat mungkin tidak akan ada perbedaan yang menonjol. Artinya, titel sponsor utama tetap sama dengan Liga 1 2019, yakni Shopee. (jpc/saz)

PSDS Junior Menuju Piala Soeratin Nasional

Bupati Deliserdang Resmi Melepas Tim

BERSAMA: Bupati Deliserdang Ashari Tambunan, diabadikan bersama Ketum PSDS Khairum Rijal, dan pemain, dalam acara pelepasan PSDS Junior menuju Malang, di Lubukpakam, Jumat (7/2).
BATARA TAMPUBOLON/SUMUT POS
BERSAMA: Bupati Deliserdang Ashari Tambunan, diabadikan bersama Ketum PSDS Khairum Rijal, dan pemain, dalam acara pelepasan PSDS Junior menuju Malang, di Lubukpakam, Jumat (7/2).
BATARA TAMPUBOLON/SUMUT POS

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Bupati Deliserdang H Ashari Tambunan, melepas pemain dan official PSDS Junior menuju Malang, Jawa Timur, untuk mengikuti putaran nasional Piala Soeratin U-17. PSDS Junior menjadi perwakilan Sumut ke tingkat nasional, dan akan bertanding mulai 10-24 Februari 2020.

Pelepasan itu turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat, Faisal A Nasution, Ketum PSDS H Khoirum Rijal, Ketua KONI Deliserdang Khairullah Siregar, dan para Kabag di Cadika Komplek Pemkab, Lubukpakam, Jumat (7/2).

Ashari mengatakan, PSDS bukan tim yang baru dikenal masyarakat Indonesia. PSDS punya sejarah panjang dan luar biasa yang membanggakan bagi masyarakat Sumut. PSDS yang sekarang harus dibangkitkan bersama lagi, untuk tampil di kancah nasional.

“Doa kami dan masyarakat Deliserdang semoga PSDS Junior berhasil. Saya harap kepada Ketum dan jajaran supaya kalian tampilkan semangat juang dan sportivitas untuk mencapai kejayaan. Semoga hasilnya yang membangkitkan kejayaan PSDS kembali,” tutur Ashari. Sementara menurut Khairum Rizal, PSDS Junior yang akan berlaga di Piala Soeratin ini, telah dipersiapkan dengan baik. Nantinya akan bermain di Malang, dan terbagi 32 provinsi, PSDS Junior masuk di Grup H.

“Kehadiran Bapak Bupati hendaknya bisa memotivasi pemain agar bisa menjuarai Piala Soeratin, sama dengan 2012 dulu. Pemain mayoritas anak Deliserdang dan rata-rata umur di bawah 17 tahun,” pungkasnya. (btr/saz)

TC Timnas Senior Mulai 9 Februari, PSSI Minta Klub Mengerti Prioritas

TC: Pemain Timnas Indonesia akan kembali menjalani pemusatan latihan (TC), Minggu (9/2). CHANDRA SATWIKA/JAWA POS
TC: Pemain Timnas Indonesia akan kembali menjalani pemusatan latihan (TC), Minggu (9/2). CHANDRA SATWIKA/JAWA POS
TC: Pemain Timnas Indonesia akan kembali menjalani pemusatan latihan (TC), Minggu (9/2). CHANDRA SATWIKA/JAWA POS
TC: Pemain Timnas Indonesia akan kembali menjalani pemusatan latihan (TC), Minggu (9/2). CHANDRA SATWIKA/JAWA POS

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pentas Liga 1 2020 memang belum bergulir. Namun, klub-klub kontestan harus siap melepas pemainnya untuk training camp (TC). Bahkan, pemain yang dipanggil Timnas harus berkumpul mulai Minggu (9/2).

TC akan berlangsung di Jakarta hingga 20 Februari. Rencananya, ada 34 pemain yang dipanggil untuk persiapan menghadapi laga away melawan Thailand pada 26 Maret dan Uni Emirat Arab 31 Maret dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Wakil Ketua Umum PSSI Cucu Somantri, berharap persiapan Timnas kali ini lebih matang.

“Walau sudah tidak ada harapan, paling tidak ya main bagus dan tidak memalukan,” ucapnya.

Soal keluhan klub yang pemainnya dipanggil TC, Cucu meminta klub yang bersangkutan mengerti mana yang jadi prioritas.

“Jangan di sisa laga lalu biarkan saja pasrah. Ini bagian dari meningkatkan motivasi dan karakter bermain. Pemilik klub juga harus mengerti bahwa muara sepak bola di Indonesia adalah timnas,” tegasnya.

Cucu menambahkan, Liga 1 musim ini dijamin sinkron dengan agenda yang dijalani timnas. Artinya, tak ada lagi jadwal timnas yang bertabrakan dengan pertandingan Liga 1.

“Liga juga selesai Oktober. November, ada Piala AFF. Jadi, setiap pemanggilan pemain sudah mantap. Selama ini banyak alasan dari klub pemain datang terlambat, sekarang tidak bisa lagi,” pungkasnya. (jpc/saz)